Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknik


Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
Pembangunan kesehatan suatu atau sebagian wilayah kecamatan. Dan
Puskesmas sebagai unit organisasi fungsional dibidang kesehatan dasar yang
berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, membina peran serta masyarakat
dan pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh dan terpadu.1

Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada


pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal,
tampa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan. Pengelolaan Puskesmas
biasanya berada dibawah Dinas Kesehtan Kabupaten dan Kota. Puskesmas adalah
unit pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan dan merupakan Unit Pelaksana
Teknis Daerah (UPTD) Dinaas Kesehatan Kabupaten/Kota. Upaya pelayanan
yang diselenggarakan adalah:2

a. Pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu upaya promotif dan preventif pada


masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
b. Pelayanan medik dasar yaitu upaya kuratif dan rehabilitatif dengan
pendekatan individu dan keluarga melalui upaya perawatan yang
tujuannya untuk menyembuhkan penyakit untuk kondisi tertentu.

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang


menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara bermutu. Program Puskesmas
merupakan program kesehatan dasar yang dikemas dalam “basic six” meliputi:

a. Promosi kesehatan
b. Kesehatan lingkungan
c. KIA & KB
d. Perbaikan gizi
e. Pemberantasan penyakit menular

1
f. Pengobatan yang terdiri dari rawat jalan, rawat inap, penunjang medik
(laboratorium dan farmasi).2

Puskesmas Mamboro merupakan salah satu dari tiga buah Puskesmas yang
ada di wilayah Kecamatan Palu Utara. Puskesmas Mamboro berjarak ±13 Km
Kota Palu dan ±10 Km dari ibu kota Kecamatan Palu Utara. Luas wilayah kerja
adalah ± 29.67 Km2 yang terbagi dalam tiga wilayah kelurahan yaitu Kelurahan
Mamboro (±18.17 Km2), Kelurahan Mamboro Barat (± 9,075 Km2). dan
Kelurahan Taipa (± 11.50 Km2).

Tabel 1.1

Wilayah Kerja , Luas Kelurahan, Jumlah RT/RW & Kepala Keluarga

Di Wilayah Puskesmas Mamboro Tahun 2015

Luas Jumlah RT/RW


No Kelurahan Jumlah KK
(Km2) RT RW

1 Mamboro 18,17 21 5 1.175

2. Mamboro Barat 9,075 17 3 986

3. Taipa 11,50 18 5 1.416

Jumlah 29, 67 56 13 3.577

Sumber : Data Sekunder

Daerah kerja Puskesmas Mamboro adalah dataran rendah yang terletak tepat
ditepi pantai Teluk Palu, yang beriklim panas dengan suhu udara rata-rata 32o C
dengan kelembaban udara antara 70-76 %. Adapun batas-batas wilayah kerja
Puskesmas Mamboro adalah sebagai berikut :

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kayu Malue Ngapa


 Sebelah Timur berbatasan dengan daerah perbukitan.

2
 Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Palu.
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Tondo.
Berbagai fasilitas publik juga terdapat di wilayah Puskesmas Mamboro seperti
terminal induk Mamboro, pelabuhan feri, yang merupakan sarana penyeberangan
laut yang menghubungkan Kota Palu dan Pulau Kalimantan, Politeknik
Kesehatan, yang didalamnya terdapat berbagai jurusan pendidikan kesehatan
setara D.III di bawah naungan Kementrian Kesehatan RI serta Akbid Graha
Ananda yang berada dibawah naungan sebuah yayasan pendidikan. Selain itu di
wilayah kerja Puskesmas Mamboro terdapat satu buah Rumah Sakit yaitu RS
Madani dan Markas Komando Brimob Sulteng.1

Unit Gawat Darurat (UGD) di lingkungan Puskesmas Mamboro


merupakan sistem penanggulangan penderita gawat darurat bertujuan untuk
tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi
setiap anggota masyarakat yang berada daam keadaan gawat darurat.Upaya
pelayanan kesehatan pada penderita gawat darurat pada dasarnya mencakup suatu
rangkaian kegiatan yang harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu
mencegah kematian atau cacat yang mungkin terjadi berdasarkan cakupan
pelayanan kesehatan yang telah ditentukan dan perlu dikembangka.2
Puskesmas Mamboro adalah salah satu Puskesmas yang menjalankan
pelayanan UGD seperti diatas. Dengan adanya pelayanan ini, tidak lepas dari
hambatan dan beberapa masalah dalam pelaksanaannya. Masalah yang dapat
timbul pada pelayanan ini diantaranya masalah fisik (bangunan dan ruang),
manajemen, dan pelayanan. Masalah tersebut dapat mempengaruhi satu sama lain.
Berikut akan dibahas mengenai manajemen pelayanan UGD di Puskesmas
Mamboro.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Puskesmas sebagai Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Wilayah kerja puskesmas Puskesmas
meliputi wilayah kerja administratif, yaitu satu wilayah kecamatan, atau beberapa
desa/kelurahan di satu wilayah kecamatan.2

Faktor luas wilayah, kondisi dan jumlah penduduk, merupakan dasar


pertimbangan untuk membangun dan menentukan wilayah kerja puskesmas. Agar
peran dan fungsi puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang berada
diujung paling depan dapat lebih maksimal melayani masyarakat, maka setiap
puskesmas yang ada maupun yang akan didirikan harus memenuhi standar baik
sebagai puskesmas rawat jalan, puskesmas rawat inap, puskesmas rawat inap
dengan PONED, maupun puskesmas rawat inap PLUS. Salah satu standar yang
harus dipenuhi adalah Standar Manajemen.3

Manajemen puskesmas adalah proses rangkaian kegiatan yang


dilaksanakan secara sistematik di Puskesmas untuk menghasilkan keluaran yang
efektif dan efisien untuk semua pekerjaan kegiatan. Beberapa kegiatan
Manajemen di Puskesmas rawat jalan meliputi:3

1. Jenis pelayanan
2. Pendelegasian pengobatan dasar
3. Hak dan kewajiban pasien
4. Hak dan kewajiban penyedia layanan

Tujuan manajemen ini adalah untuk melaksanakan fungsi Puskesmas,


salah satu diantaranya yaitu sebagai pusat pekayanan kesehatan perorangan
primer. Dalam melaksanankan fungsinya tersebut, Puskesmas bertanggung jawab
menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh,
terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan perorangan tingkat pertama

4
yang menjadi tanggung jawab Puskesmas adalah pelayanan yang bersifat pribadi
(private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan
kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit.

Untuk melaksanakan kegiatan ini dibentuklah uraian tugas. Uraian tugas


adalah pernyataan tertulis untuk setiap tingkat jabatan dalam unit kerja yang
mencerminkan fungsi, tanggung jawab dan kualitas yang dibutuhkan. Uraian
tugas merupakan dasar utama untuk dapat memahami dengan tepat tugas dan
tanggung jawab serta akuntabilitas setiap petugas di Puskesmas dalam
melaksanakan peran dan fungsinya. Setiap petugas di Puskesmas harus
mempunyai uraian tugas yang memuat tangungg jawab, wewenang dan hubungan
kerja antar sesama petugas. Uraian tugas dibuat dan dipantau pelaksanaan
tugasnya oleh Kepala Puskesmas.3

Beberapa contoh ringkasan uraian tugas:

Dokter

1. Melaksanakan dan memberikan upaya pelayanan medik dengan penuh


tanggung jawab sesuai keahlian dan kewenangannya serta sesuai standar
profesi dan peraturan perundangan yang berlaku.
2. Melaksanakan pelayanan medik sesuai SOP, Standar Pelayanan Minimal
(SPM), tata kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh kepala
Puskesmas.
3. Mengidentifikasi, merencanakan, memecahkan masalah, mengevaluasi
program kesehatan.
4. Memberikan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan promotif dan
edukatif.
5. Menyusun pelaporan dan rekam medik yang baik, lengkap serta dapat
dipertanggung jawabkan.
6. Melaksanakan dan meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas.

5
Bidan/Perawat

1. Menyusun rencana kerja teknis kebidanan/keperawatan


2. Melaksanakan kegiatan kebidanan/keperawatan
3. Melaksanakan asuhan kebidanan/keperawatan
4. Melaksanakan pelayanan kebidanan/keperawatan sesuai standar prosedur
operasional, SPM, tata kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh
kepala Puskesmas
5. Membuat catatan pelaporan dan rekam medik secara baik, lengkap serta
dapat dipertanggung jawabkan
6. Melaksanakan evaluasi kegiatan kebidanan/keperawatan
7. Meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas
8. Melaporkan pelaksanaan kegiatan kebidanan/keperawatan secara berkala
kepada penanggung jawab

Apoteker/Asisten Apoteker

1. Melaksanakan upaya pelayanan kefarmasian sesuai SOP, SPM, tata kerja


dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Apoteker dan Kepala Puskesmas
2. Melaksanakan upaya pelayanan kefarmasian dengan penuh tanggung
jawab sesuai keahlian dan kewenangannya
3. Membuat pencatatan dan pelaporan secara baik, lengkap serta dapat
dipertanggung jawabkan
4. Meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas
5. Beserta Kepala Puskesmas menyusun perencanaan upaya kefarmasian

Analisis Kesehatan

1. Melaksanakan pelayanan laboratorium sesuai SOP, SPM, tata kerja dan


kebijakan yang telah ditetapkan dan Kepala Puskesmas
2. Melaksanakan upaya pelayanan laboratorium dengan penuh tanggung
jawab sesuai keahlian dan kewenangannya
3. Membuat pencatatan dan pelaporan yang perlu secara bai, lengkap serta
dapat dipertanggung jawabkan

6
4. Melaksanakan upaya pelayanan laboratorium sesuai standar profesi dan
mematuhi peraturan perundangan yang berlaku
5. Meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas
6. Beserta Kepala Puskesmas menyusun perencanaan upaya pelayanan
laboratorium.

Petugas Kamar Obat

1. Menyimpan, memelihara dan mencatat mutasi obat dan pembekalan


kesehatan yang dikeluarkan maupun yang diterima oleh kamar obat dalam
bentuk buku catatan mutasi obat
2. Menyerahkan obat sesuai resep ke pasien
3. Memberikan informasi tentang pemakain obat kepada pasien
4. Membuat laporan pemakain dan permintaan obat serta pembekalan serta
pembekalan kesehatan

Tenaga lainnya

Melaksanakan dan memberikan upaya pelayanan untuk menunjang


kegiatan pelayanan Puskesmas dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas dan
fungsinya.Mengingat bahwa pelayanan pengobatan merupakan suatu proses
ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh
selama anamnesis dan pemeriksaan, dalam pelaksanaannya dilapangan, kegiatan
pelayanan terkadang mendapatkan beberapa kendala. Untuk itu, sebagai solusi
dapat dilakukan pendelegasian pengobatan dasar. Pendelegasian pengobatan dasar
dapat diberikan oleh Kepala Puskesmas kepada perawat yang ditempatkan di
Puskesmas dan jaringannya untuk melaksanakan pengobatan dasar dengan baik.
Hal ini dapat dilakukan karena:3

1. Dalam keadaan darurat untuk penyelamatan nyawa seseorang/pasien dan


tidak ada dokter ditempat kejadian.
2. Perawat/bidan merupakan petugas kesehatan dari Puskesmas yang
ditempatkan di Puskesmas Pembantu dan Ponkesdes yang melaksanakan
program pemerintah berupa pengobatan dasar sesuai SOP.

7
3. Keadaan situasional tertentu seperti jumlah yang banyak yang tidak dapat
ditangani oleh dokter yang ada atau ada KLB

Semua kegiatan ini tiada lain agar penyedia pelayanan dapat memahami hak
dan kewajiannya, dan agar pasien dapat menerima Hak dengan benar tanpa
mengabaikan kewajiabn seorang pasien. Hak dan kewajiban pasien dan
penyedia pelayanan adalah sebagai berikut:

Hak pasien

Setiap pasien Puskesmas mempunyai hak:

a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan pelayanan


yang berlaku di Puskesmas
b. Mendapatkan informasi atas:
1. Penyakit yang diderita
2. Tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinan penyulit
sebagai akibat tindakan tersebut, cara mnegatasinya dan alternatif
lainnya
3. Upaya pencegahan agar penyakit tidak kambuh lagi, atau
pencegahan agar anggota keluarga/orang lain tidak menderita
penyakit yang sama
c. Meminta konsultasi medis
d. Menyampaikan pengaduan, saran, kritik, dan keluhan berkaitan dengan
pelayanan
e. Memperoleh layanan yang bermutu, aman, nyaman, adil, jujur dan
manusiawi
f. Hasil pemeriksaan yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan,
tujuan tundakan, alternatif tindakan, resiko, biaya dan komplikasi yang
mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
g. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan teradap penyakit yang dideritanya

8
kecuali untuk kasus KLB dan kasus yang dapat membahayakan
masyarakat
h. Keluarga dapat mendampingi saat menerima pelayanan kesehatan

Kewajiban pasien

a. Membawa kartu identitas (KTP/SIM) atau mengetahui alamat dengn jelas


untuk kunjungan pertama kali
b. Membawa kartu berobat:
1. Pengguna layanan PT.ASKES membawa kartu ASKES
2. Pengguna layanan GAKIN membawa kartu ASKESKIN atau
JAMKESDA
3. Pengguna layanan umum yang sudah pernah berkunjung membawa
kartu kunjungan/berobat
c. Mengikuti alur pelayanan puskesmas
d. Mentaati aturan pelayanan dan mematuhi naseht serta petunjuk
pengobatan
e. Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang masalah
kesehatannya kepada tenaga kesehatan di Puskesmas

Hak penyedia layanan

a. Membuat peraturan yang berlaku di Puskesmas sesuai dengan kondisinya


secara partisipatif
b. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan profesinya

Kewajiban penyedia layanan

a. Melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur tetap/SOP pelayanan


b. Memberikan informasi pelayanan kepada pengguna layanan, baik itu
waktu, persyaratan, hasil dan biaya serta kompensasi layanan
c. Memberikan teguran bagi penunjang yang tidak mentaati ketentuan
pelayanan dan memberikan saran agar tidak terulang lagi

9
d. Berusaha untuk memenuhi kebutuhan penggun layanan semaksimal
mungkin, sehingga tercapai kepuasaan pengguna paleyanan
e. Melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan.

10
BAB III

PERMASALAHAN

Pada laporan manajemen ini, permasalahan terkait manajemen pelayanan


Unit Gawat Darurat yang akan dibahas adalah:

1. Bagaimana kegiatan pelayanan kesehatan unit gawat darurat yang


dilaksanakan di Puskesmas Mamboro?
2. Bagaimana kelengkapan sarana prasarana dalam melaksanakan kegiatan
pelayanan?
3. Bagaimana pemanfaatan sumber daya yang terdapat di Puskesmas dalam
kegiatan pelayanan?
4. Apa hambatan dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan?

11
BAB IV

PEMBAHASAN

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota


yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja. Sacara nasional, standar wilayah kerja Puskesmas adalah suatu
kecamatan, tetapi apabila disuatu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas,
maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar Puskesmas dengan
memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW). Masing-
masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 2
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat.
Kecamatan Sehat adalah gambaran masayarakat kecamatan masa depan yang
ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup
dalam lingkungan dan berperilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya. Indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai
mencakup 4 indikator utama yakni:2
a. Lingkungan sehat
b. Perilaku sehat
c. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
d. Derajat kesehatan penduduk kecamatan
Rumusan visi untuk masing-masing puskesmas harus mengacu pada visi
pembangunan kesehatan puskesmas di atas yakni terwujudnya Kecamatan Sehat,
yang harus sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah kecamatan
setempat.
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi
tersebut adalah:2
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.

12
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat berserta lingkungannya.
Terdapat tiga fungsi utama puskesmas, yaitu:
a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
b. Pusat pemberdayaan masyarakat.
c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi:
a. Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat
pribadi (private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan
pemulihan kesehatanperorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah
rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap.
b. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat
publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan
kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat
tersebut antara lain promosi kesehatan, pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga,
keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan
masyarakat lainnya.2

13
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama sebagaimana dimaksud
dilaksanakan dalam bentuk:
a. rawat jalan;
b. pelayanan gawat darurat;
c. pelayanan satu hari (one day care);
d. home care; dan/atau
e. rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanankesehatan.4
Sistem penanggulangan penderita gawat darurat bertujuan untuk
tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi
setiap anggota masyarakat yang berada daam keadaan gawat darurat.Upaya
pelayanan kesehatan pada penderita gawat darurat pada dasarnya mencakup suatu
rangkaian kegiatan yang harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu
mencegah kematian atau cacat yang mungkin terjadi.4
Cakupan pelayanan kesehatan yang perlu dikembangkan meliputi:
1. Penanggulangan penderita di tempat kejadian
2. Transportasi penderita gawat darurat dan tempat kejadian kesarana
kesehatan yang lebih memadai.
3. Upaya penyediaan sarana komunikasi untuk menunjang kegiatan
penanggulangan penderita gawat darurat.
4. Upaya rujukan ilmu pengetahuan, pasien dan tenaga ahli
5. Upaya penanggulangan penderita gawat darurat di tempat rujukan (Unit
Gawat Darurat dan ICU).
6. Upaya pembiayaan penderita gawat darurat.
Berdasar kriteria diatas, maka akan dibahas mengenai hal-hal yang
mempegaruhi cakupan pelayanan di bagian unit gawat darurat Puskesmas
Mamboro, seperti:

14
“Bagaimana kegiatan pelayanan kesehatan unit gawat darurat yang
dilaksanakan di Puskesmas Mamboro?”

Adapun pelaksanaan kegiatan di unit gawat darurat Puskesmas Mamboro


mengacu pada SOP (standar operasional) yang telah ditetapkan oleh kepala UPTD
Puskesmas, yakni: Penanganan syok, Rujukan pasien emergency, Ekstraksi kuku,
Debridement pada luka bakar, Penyimpanan obat emergency, Aff hecting, Insisi
drainase abses, Irigasi mata, Irigasi telinga dan Cross insisi. Sebagian besar
kegiatan diatas telah dilakukan sesuai dengan protab SOP, namun pada
pelaksanaan kegiatan penyimpanan obat emergency belum sesuai dengan
peraturan PERMENKES N0.30 tahun 2014 yaitu menyimpan obat pada lemari
penyimpanan sesuai dengan jenis obat, stabilitas, mudah/tidaknya meledak,
narkotik/psikotropika, obat penanganan syok yang disimpan dalam lemari khusus
dan mengontrol ketersediaan obat dengan kartu stok yang ada. Ketidaktersediaan
obat emergency dalam ruang UGD, hal ini dapat menyebabkan terhambatnya
penanggulangan penderita di tempat kejadian (UGD).5

Gambar 1. Ruang UGD

15
Gambar 2. Lemari tempat penyimpanan obat dan bahan habis pakai

“Bagaimana kelengkapan sarana prasarana dalam melaksanakan kegiatan


pelayanan?”

Luas ruangan unit gawat darurat UGD Puskesmas Mamboro ± 3 x 3m


berada di lantai 1 Puskesmas. Jumlah tempat tidur 1 buah, 1 buah meja
dokter/perawat, 1 buah tabung oksigen, 1 buah autoclaft, 2 buah alat minor set, 1
buah nebulaizer dan tas P3K. Berdasarkan kondisi yang ada, terdapat beberapa
kekurangan yaitu ruang UGD yang sempit dan jumlah tempat tidur yang kurang
sehingga tidak memungkinkan penggolongan status emergency pasien (triage)
dalam menangani kasus emergency dan sulitnya menangani secara bersamaan jika
jumlah pasien > 2 yang datang bersamaan. Kurang lengkapnya alat penanganan
kegawat daruratan juga menjadi kendala, salah satunya yaitu tidak adanya alat

16
suction portable dan ventilator yang dapat menghambat penanganan pasien secara
maksimal. Selain itu alat-alat yang ada seperti nebulaizer yang tidak tersedianya
obat untuk digunakan dan minor set saat ini sudah tidak lengkap.

Gambar 3. Alat dan bahan yang tersedia di ruang UGD

“Bagaimana pemanfaatan sumber daya yang terdapat di Puskesmas dalam


kegiatan pelayanan?”

Puskesmas Mamboro memiliki 3 tenaga dokter umum yang bertugas di


polik umum dan merangkap menjadi dokter UGD pada saat jam dinas. Tenaga
kesehatan di UGD berjumlah 3 orang, yakni 1 orang pegawai tetap dan 2 orang
tenaga honorer. Ketiga tenaga kesehtan ini tidak memiliki sertifikat PPGD

17
(Penanggulangan Penderita Gawat Darurat) yang aktif. Hal ini belum sesuai teori
yang mana pemerintah menyarankan agar tenaga kesehatan yang bertugas di UGD
telah mendapatkan sertifikat PPGD/ATLS.3

Sumber pembiayaan dan pengadaan alat bahan pada kegiatan di Unit


Gawat Darurat Puskesmas Mamboro berasal bantuan Dinas Kesehatan Kota Palu.
Cara pasien melakukan pembayaran tindakan yang dilakukan di ruangan ini yaitu
menggunakan BPJS/JAMKESMAS atau membayar sesuai harga tindakan yang
telah di tetapkan UPTD Puskesmas bagi pasien umum.

“Apa kendala dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan?”

Keterbatasan sarana prasarana, alat bahan, dan tenaga kesehatan


merupakan beberapa hambatan yang masih dapat ditemukan di bagian unit gawat
darurat Puskesmas Mamboro. Salah satunya kendala pengadaan alat bahan dari
Dinas Kesehatan Kota Palu menyebabkan kendala-kendala tersebut susah diatasi.
Adapun alur permintaan alat bahan dari UGD ke Dinas Kesehatan Kota Palu yaitu
bagian unit gawat darutat membuat laporan dan mendata alat dan bahan yang
belum tersedia/habis yang dilakukan pada setiap akhir tahun, kemudian
permintaan dimasukkan ke bagian tata usaha dan akan diteruskan pihak
Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kota Palu untuk dilakukan pengadaan.
Berdasarkan PERMENKES NO.75 tahun 2004 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat, Puskeswas wajib melaksanakan pembinaan dan pengawasan
sebagaimana dimaksud dalam bentuk fasilitasi, konsultasi, pendidikan dan
pelatihan serta penelitian dan pengembangan guna meningkatkan mutu pelayanan,
namun keterbatasan dana menjadi salah satu hambatan upaya pembinaan
sumberdaya yang dimiliki Puskesmas.4

18
BAB V

KESIMPULAN

Pada laporan manajemen ini, beberapa hal yang dapat disimpulkan diantaranya:
1. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah organisasi fungsional
yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh,
terpadu, merata, dapat diterima dan dijangkau oleh masyarakat
2. Sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat dasar dan penyelenggaraan
upaya kesehatan, kegiatan ini diwujudkan dalam pelayanan UGD (unit
gawat darurat). Pelayanan UGD merupakan salah satu unit kerja di
Puskesmas yang melayani pasien emergency ataupun memerlukan
pengobatan “tindakan” yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam
pelayanan, termasuk prosedur diagnostik dan terapeutik.
3. Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di UGD Puskesmas
Mamboro sudah sangat baik, terbukti dari terus terlaksananya pelayanan
kesehatan di UGD sekalipun terdapat beberapa masalah.
4. Beberapa masalah yang ditemui dalam pelayanan di UGD yang
dilaksanakan Puskesmas Mamboro yaitu adanya pelaksanaan pelayanan
yang kurang sesuai dengan SOP, kendala ketersediaan alat, bahan, sarana
dan prasarana, serta jumlah tenaga kesehatan bersertifikat kegawat
daruratan yang belum memadai yang dapat berdampak pada kurang
maksimalnya penanganan pasien.

Sehingga, tanpa mengurangi rasa hormat, sebagai saran, Puskesmas


sebaiknya melakukan upaya peningkatan sumberdaya dengan mengikuti PPGD,
penataan ruang UGD (dalam hal ini, lemari khusus obat-obat Emergency) harus
dipisahkan dan dibuatkan SOP penggunaannya dan yang terakhir adalah prasarana
yang diminta sesuai dengan kebutuhan UGD mamboro saat ini

19
DAFTAR PUSTAKA

1. Puskesmas Mamboro. 2015. Profil Puskesmas Mamboro Kota Palu Tahun


2015.
2. Depkes RI. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan
Masyarakat.
3. Laksono D, Sopacua E, Suharmiati. 2010. Standar Pelayanan Minimal
Kesehatan, Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan.
4. Kemenkes RI. 2014. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
5. Puskesmas Mamboro. 2015. Standar Operasional (SPO) Unit Gawat
Darurat Puskesmas Mamboro.
6. Kemenkes RI. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
001 Tahun 2012 Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan
Perorangan.

20

Anda mungkin juga menyukai