Anda di halaman 1dari 3

Nama : Shofiana

Nim : 140621008
Makul : KIMIA FARMASI

ARTI SIMBOL DALAM FARMASI

Nama Obat Arti Simbol


 (OHT) Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak
atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat,
binatang, maupun mineral.
 OHT adalah strata ke-dua setelah Jamu
 proses produksi dengan tehnologi tinggi, jenis herbal ini
pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah
Obat Herbal Terstandar berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart
(OHT) kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak
tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang
higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.
 Fitofarmaka adalah obat tradisional dari bahan alam yang
dapat disetarakan dengan obat modern karena proses
pembuatannya yang telah terstandar.
 Fitofarmaka dapat dikatakan sebagai obat herbal tertinggi
dari Jamu dan Herbal Terstandar karena proses
Obat Fitofarmaka pembuatannya sudah mengadopsi CPOB dan sampai uji
klinik pada manusia
 Obat- obatan dengan symbol lingkaran hijau
mengindikasikan obat bebas.
 adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Pada
kemasan ditandai dengan lingkaran hitam, mengelilingi
bulatan berwarna hijau.
 Contoh Obat Bebas adalah Paracetamol, Aspirin,
Promethazine, Guafenesin, Bromhexin HCL,
Obat Bebas
Chlorpheniramine maleate (CTM), Dextromethorphan, Zn
Sulfate, Proliver, Tripid, Gasflat, Librozym (penyebutan
merk dagang, karena obat tersebut dalam kombinasi)
 Obat- obatan dengan symbol lingkaran biru
mengindikasikan obat bebas terbatas.
 adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit
ringan yang dapat dikenali oleh penderita sendiri.
 Obat bebas terbatas termasuk obat keras dimana pada setiap
takaran yang digunakan diberi batas dan pada kemasan
Obat Bebas Terbatas ditandai dengan lingkaran hitam mengelilingi bulatan
berwarna biru serta sesuai dengan Surat Keputusan Menteri
Kesehatan No.6355/Dirjen/SK/69 tanggal 5 November
1975, disertai tanda peringatan P. No.1 sampai P. No. 6

 Contoh Obat Bebas Terbatas : Theophiline, Allerin,


Pseudoefedrin HCL, Tilomix, Tremenza, Bodrex extra,
Lactobion, Antasida plus, Dexanta, asam acetylsalisil,
Asmadex, ephedrin HCL, Dextromethorphan dll
(penyebutan merk karena obat kombinasi)
 adalah obat yang hanya boleh diserahkan dengan resep
dokter, dimana pada bungkus luarnya diberi tanda bulatan
dengan lingkaran hitam dengan dasar merah yang
didalamnya terdapat huruf “K” yang menyentuh garis tepi
menunjukan obat keras.
 Obat yang termasuk obat keras adalah obat yang dibungkus
sedemikian rupa yang digunakan secara parenteral, baik
dengan cara suntikan maupun dengan cara pemakaian lain
dengan jalan merobek jaringan,
Obat Keras
 Contohnya Loratadine, Pseudoefedrin, Bromhexin HCL,
Alprazolam, Clobazam, Chlordiazepokside, Amitriptyline,
Lorazepam, Nitrazepam, Midazolam, Estrazolam,
Fluoxetine, Sertraline HCL, Carbamazepin, Haloperidol,
phenytoin, Levodopa, Benzeraside, Ibuprofen, Ketoprofen.
 Obat narkotika bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi
dengan ketat, sehingga obat golongan narkotika hanya
dapat diperoleh dengan resep dokter yang asli (tidak dapat
menggunakan kopi resep)
 Obat narkotika biasa digunakan sebagai anestesi/obat bius
dan analgetika/obat penghilang rasa sakit. Obat Psikotropik
adalah obat yang secara efektif dapat mempengaruhi
Obat Narkotik/Psikotropik
susunan saraf pusat dan akan mempengaruhi tingkah laku
dan aktivitas.
 Sediaan bahan alam yang khasiatnya belum dibuktikan
secara ilmiah (belum mengalami uji klinik maupun
praklinik) namun khasiat tersebut dipercaya oleh orang
berdasarkan pengalaman empiric.
 Bahan belum mengalami standarisasi karena masih
menggunakan seluruh bagian tanaman.
 Logo jamu berupa ranting daun terletak dalam lingkaran
Jamu dan harus mencantumkan tulisan “JAMU”
 Contohnya Pilkita, laxing, Keji beling, Curcumma tablet.