KOMIK
A. PENGERTIAN
1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Komik adalah cerita bergambar (di majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang ceritanya lucu
dan mudah dicerna. Komik adalah cerita yang bertekanan pada gerak dan tindakan yang
ditampilkan lewat urutan gambar yang dibuat secara khas dengan paduan kata–kata. Secara
umum komik adalah cerita bergambar yang ada gelembung–gelembung atau balon kata–kata.
2. Menurut Franz & Meier (1994:55)
Komik adalah suatu cerita yang menekankan pada gerak dan tindakan yang ditampilkan lewat
urutan gambar yang dibuat secara khas dengan paduan kata-kata.
3. Menurut Scott McCloud (2002:9)
Komik adalah kumpulan gambar yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan
respon estetik bagi yang melihatnya. Seluruh teks cerita dalam komik tersusun secara rapi dan
saling berhubungan antara gambar (lambang visual) dengan kata-kata (lambang verbal). Gambar di
dalam sebuah komik diartikan sebgai gambar-gambar statis yang tersusun secarata berurutan dan
saling berkaitan antara gambar yang satu dengan gambar yang lain sehingga membentuk sebuah
cerita.
4. Menurut Hurlock (1978)
Komik merupakan sebuah media yang dapat memberikan model yang digunakan untuk
meningkatkan dan mengembangkan kepribadian anak. Komik juga dapat dijadikan sebagai sarana
komunikasi, sarana untuk menyampaikan cerita, pesan, dan bahkan sampai pada hal-hal yang
berbau ilmiah seperti halnya genre sastra.
5. Menurut Sudjana dan Rifai (2011)
Komik dapat dipergunakan sebagai bahan ajar, karena dapat mengefektifkan proses belajar
mengajar, meningkatkan minat belajar siswa dan apresiasi siswa.
Dari berbagai pendapat tentang komik, dapat disimpulkan bahwa komik merupakan cerita yang
berupa kumpulan-kumpulan gambar yang diberi keterangan teks sebagai penjelasan ceritanya. Dalam
bidang Pendidikan komik dapat digunakan sebagai bahan ajar atau media pembelajaran. Adapun bahan
ajar yang jalan ceritanya seperti komik yang menuangkan cerita tentang potensi lokal daerah disebut
dengan local wisdom education.
B. CIRI-CIRI KOMIK
Adapun ciri-ciri komik antara lain sebagai berikut:
1. Komik hadir untuk menyampaikan cerita melalui gambar dan bahasa . Hal ini tentu berbeda dengan
karya fiksi dan nonfiksi yang lain yang menyampaikan cerita dengan terks verbal.
2. Bersifat Proposional
Komik dapat membuat pembaca terlibat langsung secara emosional, pembaca seperti ikut berperan
dan terlibat di dalam alur ceritanya dan membayangkan dirinya menjadi pelaku utamanya.
3. Bahasa Percakapan
Komik tidak pernah menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami oleh pembaca. Dalam komik,
bahasa yang digunakan biasanya adalah bahasa percakapan sehari-hari sehingga pembaca mudah
mengerti dan memahami isi komik tersebut.
4. Bersifat Kepahlawanan
Pada umumnya isi cerita yang terdapat di dalam sebuah komik akan membuat pembacanya
mempunyai rasa ataupun sikap kepahlawanan.
5. Penggambaran Watak
1
Penggambaran watak dalam komik biasanya digambarkan secara sederhana sehingga pembaca
lebih mudah mengerti karakteristik tokoh-tokoh yang terlibat di dalam komik tersebut.
6. Mengandung Humor
Humor yang tersaji dalam komik akan sangat mudah dipahami oleh pembaca karena humor yang
disajikan tersebut sering terjadi dalam masyarakat.
C. JENIS-JENIS KOMIK
1. Berdasarkan Jenis Cerita.
Pembagian komik berdasarkan jenis cerita terbagi menjadi 4 macam yaitu:
1.1 Komik Edukasi
Komik edukasi memiliki 2 fungsi, pertama adalah fungsi hiburan dan kedua dapat dimanfaatkan
baik langsung maupun tidak langsung untuk tujuan edukatif. Hal ini karena kedudukan komik
yang semakin berkembang ke arah yang baik dan masyarakat sudah menyadari nilai komersial
dan nilai edukatif yang biasa dibawanya.
1.2 Komik Promosi (Iklan)
Komik juga mampu menumbuhkan imajinasi yang selaras dengan dunia anak, sehingga muncul
pula komik yang dipakai untuk keperluan promosi sebuah produk. Visualisasi komik promosi ini
biasanya menggunakan figur superhero.
1.3 Komik Wayang
Komik wayang adalah komik yang bercerita tentang cerita wayang, yaitu Mahabharata yang
menceritakan perang besar antara Kurawa dan Pandawa maupun kisah Ramayana yang
bercerita tentang penculikan Dewi Shinta. Komik jenis ini di Indonesia muncul di tahun 60-70-an
dengan beberapa komik yang mengawali masa tersebut yaitu; Lahirnya Gatotkatja (Keng Po),
Raden Palasara karya Johnlo, Mahabharata karya R.A Kosasih yang sangat terkenal terbitan
Melodi, Bandung.
1.4 Komik Silat
Komik silat sangat popular, karena tema-tema silat yang didominasi oleh adegan laga atau
pertarungan sampai saat ini masih menjadi idola. Misalkan Jepang dengan ninja dan
samurainya, sebut saja Naruto atau China dengan kungfunya.
2. Berdasarkan segi bentuk penampilan atau kemasan, komik dibedakan menjadi 4 jenis sebagai
berikut:
2.1 Komik Potongan/Komik Strip (Comic Strip)
Komik potongan adalah penggalan-penggalan gambar yang digabungkan menjadi satu
bagian/sebuah alur cerita pendek (cerpen), tetapi isi dari ceritanya tidak harus selesai di situ
bahkan ceritanya bisa dibuat bersambung. Komik ini biasanya terdiri dari 3-6 panel bahkan lebih.
Komik Potongan (comic strip) ini disodorkan dalan tampilan harian atau mingguan di sebuah
surat kabar, majalah maupun tabloid/buletin. Komik potongan ini bisa juga disajikan dalam
bentuk cerita humor, cerita yang serius nan asik untuk dibaca setiap epsisodenya hingga tamat.
2.2 Komik humor dan petualangan
Komik humor dan petualangan merupakan komik yang paling banyak digemari oleh anak-anak.
Komik humor merupakan komik yang isinya menampilkan sesuatu yang lucu dan mengundang
pembaca untuk tertawa ketika pembaca sedang menikmati komik tersebut. Aspek humoris
tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara baik melalui gambar maupun melalui kata-kata.
Sedangkan komik petualangan ialah komik isi ceritanya berupa petualangan dalam seperti
pencarian, pembelaan, perjuangan perkelahian atau pun aksi yang lain yang termasuk jenis
petualangan. Biasanya komik ini menceritakan dua kelompok tokoh yaitu protagonis dan
antagonis. Kelompok protagonis merupakan kelompok yang baik dan antagonis merupakan
2
kelompok yang jahat. Biasanya antar kedua kelompok tersebut memperebutkan sesuatu atau
mempertahankan sesuatu dan biasanya cerita
dalam komik jenis ini selalu berakhir dengan kelompok protagonislah yang memenangkan cerita
walaupun pada awalnya kelompok protagonis ini yang memiliki banyak kesulitan.
2.3 Komik biografi dan komik ilmiah
Komik biografi biasanya menceritakan kisah kehidupan seorang tokoh sejarah yang ditampilkan
dalam bentuk komik. Sedangkan, komik ilmiah biasanya berisi campuran antara komik dan
narasi. Contoh komik yang berisi campuran dari komik dan narasi antara lain penemuan listrik,
penemuan lampu, penemuan telepon dan lain sebagainya.
3.Jenis Komik yang lain.
3.1 Komik Kartun/ Karikatur
Dimana komik yang isinya hanya berupa satu tampilan, komik ini didalamnya berisi beberapa
gambar tokoh yang digabungkan dengan tulisan- tulisan. Tujuan komik ini biasanya mengandung
unsur kritikan, sindiran, dan humor. Sehingga dari gambar (kartun/tokoh) dan tulisan tersebut
mampu memberikan sebuah arti yang jelas sehingga pembaca dapat memahami maksud dan
tujuannya dari komik tersebut.
3.2 Komik Tahunan
Komik ini biasanya terbit setiap satu bulan sekali bahkan bisa juga satu tahun sekali.
3.3 Komik Online (Web Online)
Selain media cetak, adapula media online. Dengan adanya media Internet jangkauan
pembacanya bisa lebih luas daripada media cetak. Komik Online lebih menguntungkan daripada
komik media cetak, karena dengan biaya yang relatif lebih murah kita bisa menyebarluaskan
komik kepada siapa saja.
3.4 Buku Komik
Buku komik adalah suatu cerita yang berisikan gambar–gambar, tulisan dan cerita yang dikemas
dalam sebuah buku. Buku komik sering disebut sebagai komik cerita pendek, yang biasanya
berisi 32 halaman tetapi ada juga komik yang berisi 48 halaman dan 64 halaman. Komik ini
biasanya berisikan cerita lucu, cerita cinta (cerita remaja), dan superhero (pahlawan).
D. CARA MEMBUAT KOMIK
1. Membuat Plot
Plot adalah struktur rangkaian urutan dalam cerita, bagaimana bermula, apa inti cerita dan siapa
saja tokoh-tokoh dalam cerita. Plot menjadi penting dalam membuat komik karena tanpa plot
nantinya cerita menjadi tidak jelas dan tidak terarah, selain itu konsistensi komikus akan
dipertanyakan ketika di awal tidak terlebih dahulu mendefinisikan karakter dari tokoh komik yang
akan dia buat, misal tokoh antagonis yang pemarah dan emosional tapi di adegan lain bersikap
lembut dan mudah menangis.
Dalam membuat plot bisa belajar dari komik yang sudah ada, misal komik Naruto, cerita dimulai dari
Naruto kecil yang kesepian dan dijauhi warga Konoha, inti cerita adalah tentang perjalanan Naruto
menemukan jatidiri dan memperjuangkan mimpinya menjadi Hokage. Karakter tokohnya juga
konsisten, Naruto yang lugu, suka makan dan setia kawan, Sasuke yang pendiam dan dingin,
Sakura yang emosional, Shikamaru yang penuh pertimbangan, Chouji yang tidak percaya diri, serta
berbagai karakter lain yang telah disusun dengan baik oleh mangaka Naruto, Masashi Kishimoto.
2. Membuat Draft dengan Pensil
Saat memulai membuat komik, gunakanlah pensil untuk meminimilisasi kesalahan-kesalahan yang
terjadi. Buat draft berupa kotak frame, layout halaman, kemudian mulailah menggambar tokoh-
tokohnya, bagaimana posenya, ekspresinya dan di mana posisi balon kata (dialog) ataupun kotak
3
keterangan narasi. Tambahkan juga beberapa efek penunjang seperti efek ledakan, efek untuk
menunjukkan ekspresi marah, sedih dan sebagainya.
3. Membentuk Outline Gambar
Rapikan draft pada poin 2 dengan drawing pen, untuk kotak dan bentuk-bentuk persegi lainnya
dapat dibantu dirapikan dengan penggaris. Pastikan drawing pen tidak bocor, agar tidak malah
merusak draft yang sudah dibuat.
4. Menghapus Draft Pensil
Setelah poin 3 selesai, hapus draft pensil setelah tintanya kering. Gunakan penghapus pensil yang
bagus agar menghapusnya mudah dan hasil hapusannya bersih.
5. Membuat Detil Gambar
Buat detil gambar, hitamkan rambut (bila berwarna gelap), warna pakaian, rapikan bulu mata, arsir
bagian yang gelap dengan memperhatikan efek pencahayaan, bentuk bayangan pose tokoh dan
berbagai detil gambar lainnya.
6. Melakukan Koreksi
Terkadang setelah sampai pada gambar detil, baru ditemukan kesalahan-kesalahan gambar,
seperti kedua mata yang tidak sejajar, ukuran tubuh antar tokoh yang tidak proporsional atau
bahkan ekspresi wajah yang keliru. Jangan buru-buru melakukan koreksi saat menemukan
kesalahan, pikirkan dulu koreksinya yang tepat agar satu gambar tidak sampai dikoreksi berulang-
ulang. Usahakan semaksimal mungkin agar koreksi hanya dilakukan sekali saja. Tinta atau spidol
warna putih dapat digunakan untuk menghapus tinta hitam dalam proses koreksi.
7. Menambahkan Screen Tone
Screen tone merupakan teknik yang terdapat pada komik dimana tone digunakan untuk mengisi
bagian gambar dengan warna gelap dan terang ataupun dengan tekstur. Penggradasian warna juga
dilakukan dengan teknik ini. Beberapa komikus jepang masih ada yang menggunakan kertas gosok
seperti rugos untuk menambahkan screen tone pada gambarnya. Screen tone juga dapat
ditambahkan dengan photoshop, scan dulu gambar yang sudah dibuat, kemudian tambahkan
screen tone lewat photoshop.
8. Menambahkan Dialog
Setelah semua selesai, tahap akhir adalah memasukkan dialog. Bila dilakukan secara manual, tulis
dulu dialognya dengan pensil untuk mengantisipasi agar tidak keluar dari balon kata/kotak narasi.
Tampilan dialog akan lebih indah bila dibuat dengan komputer, pilih font yang berbeda untuk
kalimat biasa, kalimat sedih dan kalimat marah, itu dapat membantu menegaskan ekspresi tokoh
yang telah digambar sebelumnya.
PLOT
Plot adalah hubungan yang mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lainnya di dalam komik,
sehingga memicu terjadinya konflik dan menggerakkan cerita menuju klimaks (puncak konflik).
Dengan kata lain, adanya suatu peristiwa dibenturkan dengan peristiwa lain yang saling
bergesekan sehingga memantik konflik. Plot inilah yang sesungguhnya menggerakan cerita dari
awal sampai akhir yang menghiasi jalannya cerita tersebut dengan ketegangan, konflik dan
penyelesaian (ending).
Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan,
dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak
krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending). Plot digerakkan
oleh tokoh cerita, gesekan yang timbul karena pergerakan plot inilah yang melahir ketegangan
4
(suspense) yang menyulut api konflik. Kemudian plot yang mengkondisikan tokoh cerita
berusaha untuk mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi tersebut untuk menurunkan
tensinya sampai pada ending.
Kesimpulannya Plot adalah : Permasalahan, Konflik, Penyelesaian
Kisah Kung Fu Boy
Tentang seorang anak yang diramalkan oleh Biksu kepala Kuil Dairin akan menjadi ahli Kung
fu masa depan, dan terpilihlah Chinmi si anak desa, lalu Chinmi dilatih di Kuil Dairin dan
membantu mengalahkan berbagai macam penjahat Kung fu, hingga akhirnya Chinmi menjadi
ahli Kung fu yang terkenal.
Kung Fu Boy dengan inti cerita yang singkat mengandung:
Permasalahan: Ramalan tentang ahli kungfu,
Konflik: Bertemu dengan banyak musuh
Penyelesaian: Chinmi menjadi ahli kungfu.
Dalam kisah Naruto:
Permasalahan: seorang anak ninja yang nakal tapi bercita–cita menjadi hokage (kepala
desa).
Konflik: Sahabat satu timnya menjadi penjahat.
Penyelesaian: bisa menyelamatkan sahabatnya dan tercapai cita–cita menjadi hokage.
Dengan plot yang singkat tersebut, ternyata bisa dipecah menjadi 42 edisi bahkan bisa
mencapai 100 edisi, atau cuma mau 5 edisi. Kenapa bisa? Karena ada Plotnya.
Eropa (juga Jepang) itu adalah negara yg tertib, teratur dan makmur, mereka hampir tak
punya permasalahan sosial sehari-hari yang mau diangkat jadi cerita. Sedangkan kita….
Keluar pintu rumah aja sudah banyak permasalahan yang bisa diangkat jadi cerita.
Jadi kesimpulannya, PLOT = PERMASALAHAN + KONFLIK + PENYELESAIAN
ALUR CERITA
Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu, atau rangkaian peristiwa demi peristiwa
dari awal sampai akhir cerita. Ada alur progresif yang bergerak runtut dari awal sampai akhir
(A-B-C). Alur kilas balik (flash back) yang dimulai dari akhir cerita kemudian bergerak ke awal
cerita (C-B-A). Dan, ada alur percampuran antar kedua alur yang disebutkan di atas.
Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action) dari tokoh-tokoh cerita.
Alur yang baik akan sangat membantu pembaca untuk menangkap gambaran utuh dari cerita
yang disuguhkan dalam novel.