Analisis Minitab
Analisis Minitab
Disusun Oleh :
DEPARTEMEN STATISTIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Permasalahan
IHK sering digunakan dalam mengukur tingkat inflasi dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian
gaji, upah, uang pensiun dan kontrak lainnya. IHK merupakan ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa
yang dibeli konsumen. Kenaikan harga barang atau jasa secara kontinyu dapat membuat daya beli
masyarakat turun. Gaji atau penghasilan yang mereka dapat tidak akan cukup membeli kebutuhan hidup.
Sebagai contoh biasanya ibu-ibumembeli 1 kg cabai, begitu harga cabai melonjak, mereka mengurangi
pembelian menjadi 1/2kilo. Sehingga jika IHK turun maka Inflasi akan turun/tidak stabil.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengelola dan menggunkana program minitab
2. Mahasiswa dapat mengelola data output minitab
3. Mahasiswa dapat menganalisis data yang telah dilakukan tranformasi
4. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh Indeks Harga Konsumsi terhadpa Inflasi.
BAB II
METODE STATISTIK
2.1.1. Histogram
Tampilan grafis dari tabulasi frekuensi yang digambarkan dengan grafis batangan sebagai
manifestasi data mining. Dalam histogram, data dikelompokkan dengan kelas-kelas dan didistribusikan secara
proporsional menurut frekuensinya. Tiap tampilan batang menunjukkan frekuensi pada masing-masing data
kategori yang berdampingan dan tidak saling tumpang tindih. Sumbu vertikal pada histogram menyatakan
distribusi frekuensi, sedangkan sumbu horizontal merupakan ukuran data.
2.1.2 Boxplot
Boxplot merupakan ringkasan distribusi sampel yang disajikan secara gratis yang bisa menggambarkan
bentuk distribusi data, ukuran tedensi sentral dan ukuran penyebaran data pengamatan. Tedapat 5 ukuran
statistik yang bisa kita baca dari boxplot, yaitu:
c. Q2 : Data yang terletak pada bagian tengah, membagi data menjadi 2 bagian sama besar.
d. Q3 : Mempresentasikan data yang diurutkan pada 75% data dari keseluruhan data.
Stem and Leaf Plot menggambarkan atau menyajikan data dengan cara memisahkan setiap nilai menjadi
dua bagian yaitu bagian batang (stem) dan bagian daun (leaf). Bagian stem merupakan digit angka paling kiri
dan diikuti dengan angka berikutnya (leaf), digit angka paling kanan. Tujuan utama stem and leaf adalah untuk
mengetahui apakah pada pengamatan simetris, penyebaran dari data menyebar, terdapat pencilan, titik
pemusatan data, dan ada lokasi yang merupakan gap (kerenjangan dalam data).
Plot probabilitas normal adalah teknik grafis untuk mengidentifikasi outlier , skewness , kurtosis ,
kebutuhan untuk transformasi, dan campuran . Plot probabilitas normal terbuat dari data mentah, residu dari
kecocokan model , dan estimasi parameter.
Residual plot merupakan grafik yang digunakan untuk mengetahui kesimetrian data, kemencengan
data, dan outliers. Grafik ini juga bisa digunakan untuk mengetahui suatu data berdistribusi normal atau tidak
dan mengamati korelasi antar data.
2. 1. 6 Mean plot
Mean plot digunakan untuk mengetahui varian rata-rata yang berbeda variabel, ataupun data
tunggal dibagi oleh kurun waktu selama mengalami perubahan dalam setiap kurun waktu tersebut. Mean
plot juga digunakan untuk mengetahui perubahan ukuran lokasi perubahan mean.
2.1.7 Scatterplot
Grafik yang biasanya digunakan untuk melihat suatu pola hubungan antara dua variabel. Skala data yang
digunakan haruslah skala interval atau rasio.
a. Keeratan Hubungan : Pola menyerupai garis lurus. Hubungan yang dibentuk dapat berupa hubungan
positif dan negatif.
b. Hubungan Positif : Pola menyerupai garis lurus. Jika variabel 1 mengalami peningkatan, variabel 2 akan
mengalami peningkatan dan sebaliknya.
c. Hubungan Negatif : Pola menyerupai garis lurus. Jika variabel 1 mengalami peningkatan, variabel 2
akan mengalami penurunan dan sebaliknya.
d. Hubungan yang rendah : Jika plot yang terjadi seperti gambar 2.17.d, maka dapat disimpulkan bahwa
antar variabel 1 dengan variabel 2 sangatlah kecil atau tidak ada hubungan.
e. Hubungan non-linier : Jika plot yang terjadi membentuk kurva seperti gambar 2.17.7.e maka
diindikasikan terjadi hubungan non linier antara dua variabel
f. Penyebaran data :Scatterplot juga dapat digunakan untuk melihat penyebaran data. Apakah data
menyebar ataukah mengumpul disuatu area
g. Outlier :Scatterplot juga bisa memiliki outlier. Outlier adalah data yang ekstrim yang kemungkinan
dihasilkan dari situasi yang tidak normal. Kebanyakan peneliti akan mengambil data outlier untuk diteliti
lebih lanjut
2.2 Transformasi Data
Perubahan data dari variabel yang sebenarnya menjadi skala konversi nilai tertentu.
Transformasi data dapat dilakukan untuk data numeri. Transformasi databertujuan untuk mengubah data
menjadi skala yang berbeda, meningkatkan kecocokan data dengan asumsi yang mendasari pada proses
pemodelan , melinearisasikan hubungan antara 2 variabel yang hubungannya tidak linier,
memodifikasikan rentang nilai suatu variabel, mengetahui distribusi dari suatu data. Terdapat 3 macam
yang umum digunakan :
a. Transformasi logaritma
Untuk data yang simpangan bakunya sebanding dengan rata-rata atau kelipatan data. Data yang
mempunyai ebaran poisson dan binomial umumnya ditransformasikan dengan logaritma.
1) Apabila gugus data adalah Xi maka gunakan X: logXi
2) Apabila gugus data nilainya < 10 maka gunakan X: log (Xi+1)
b. Transformasi akar
Transformasi jenis ini disebut juga dengan istilah transformasi akar kuadrat (square root). Transformasi
akar digunakan apabila data anda tidak memenuhi asumsi kehomogenen ragam. Dengan kata lain transformasi
akar berfungsi untuk membuat ragam menjadi homogen. Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen)
adalah data hasil transformasi anda. Jadi X = X’.
Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 0 – 10, maka anda gunakan transfromasi akar X
+ 0,5. Dan apabila nilai ragam data anda lebih kecil gunakan transformasi akar X + 1. Transformasi akar ini
dapat juga anda gunakan untuk data persentase apabila nilainya antara 0 – 30%. Jika kebanyakan nilainya adalah
kecil, khususnya jika ada nilai 0, maka gunakan transformasi akar X + 0,5 daripada akar X.
c. Transformasi Arcsin
Transformasi ini disebut juga dengan transformasi Angular. Transformasi Arcsin digunakan apabila data
anda dinyatakan dalam bentuk persentase atau proporsi. Umumnya data yang demikian mempunyai sebaran
binomial. Bentuk transformasi arcsin ini biasa disebut juga transformasi kebalikan sinus atau transformasi arcus
sinus. Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda dimana X’ = Arcsin
X. Jadi X = X’. Namun, data dalam bentuk persentase tidak mesti harus menggunakan transformasi arcsin.
BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
14
15
12
Frequency
Frequency
10
10
8
5 4
0 0
-0,8 0,0 0,8 1,6 2,4 3,2 100 110 120 130 140 150 160
INFLASI IHK
3,0
160
2,5
150
2,0
INFLASI
IHK
140 1,5
1,0
130
0,5
120
0,0
110 -0,5
Percent
60 60
50 50
40 40
30 30
20 20
10 10
5 5
1 1
0,1 0,1
-2 -1 0 1 2 3 4 60 80 100 120 140 160 180
INFLASI IHK
b) Analisis output probability plot
1. Grafik probability plot data IHK menunjukkan bahwa persebaran data tidak mengikuti garis
normal, maka dapat disimpulkan bahwa data IHK tidak berdistribusi normal.
2. Grafik probability plot data IHK menunjukkan bahwa persebaran data tidak mengikuti garis
normal, maka dapat disimpulkan bahwa data IHK tidak berdistribusi normal.
3.1.5. Residual Plot
a) Hasil output minitab
10
95
90
80 8
Frequency
70
Percent
60
50
40
6
30
20
4
10
5
2
1
0,1 0
-50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 40 -10 0 10 20 30
Residual Residual
Versus Fits
(response is IHK)
40
30
20
Residual
10
-10
-20
115,0 117,5 120,0 122,5 125,0 127,5 130,0 132,5
Fitted Value
131
0,60
130
0,55
129
0,50
INFLASI
128
IHK
127 0,45
126 0,40
125
0,35
124
0,30
123
Individual standard deviations are used to calculate the intervals.
Individual standard deviations are used to calculate the intervals.
160
150
IHK
140
130
120
110
-0,5 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5
INFLASI
60
50
40
30
20
10
5
0,1
80 90 100 110 120 130 140 150 160 170
IHK
4. Daerah Kritis
H0 ditolak jika P-Value < 5%
5. Keputusan
H0 ditolak karena P-Value (0,010) < (0,05)
6. Kesimpulan
Karena H0 ditolak maka data tidak berdistribusi normal
b) Uji Normalitas Inflasi
1. Hipotesis
H0 : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal
2. Taraf signifikansi
α : 5%
3. Statistik Uji
Grafik probability plot Kolmogorov-smirnov
Probability Plot of INFLASI
Normal
99,9
KS : 0,106
Mean 0,4643
99
StDev 0,6224
N 60
P-Value : 0,092
KS 0,106
95 P-Value 0,092
90
80
70
Percent
60
50
40
30
20
10
5
0,1
-2 -1 0 1 2 3
INFLASI
4. Daerah Kritis
H0 ditolak jika P-Value < 5%
5. Keputusan
H0 diterima karena P-Value (0,092) > (0,05)
6. Kesimpulan
Karena H0 diterima maka data berdistribusi normal
3.2 Transformasi Data
Karena setelah dilakukan uji normalitas Kolmogorov-smirnov pada data IHK dan Inflasi diketahui
bahwa data IHK tidak berdistribusi normal dan Inflasi berdistribusi normal, maka kita dapat
mentransformasikan data menjadi skala tertentu agar berdistribusi normal.
a) Hasil output minitab
Johnson Transformation for IHK Johnson Transformation for INFLASI
Probability Plot for Original Data Select a Transformation Probability Plot for Original Data Select a Transformation
99,9 0,35 99,9 0,59
N 60 N 60
0,3
P-Value for AD test
99 99
P-Value for AD test
Percent
50 50
0,1 Ref P 0,1 Ref P
10 10
0,0 0,0
1 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2
1
0,1 Z Value Z Value
90 120 150 180 0,1
(P-Value = 0,005 means ≤ 0,005) -2 0 2 4
(P-Value = 0,005 means ≤ 0,005)
Probability Plot for Transformed Data
Probability Plot for Transformed Data
99,9
N 60 99,9
99 AD 0,423
N 60
P-Value for Best Fit: 0,309831 99 AD 0,410
P-Value 0,310 P-Value for Best Fit: 0,333646
90 Z for Best Fit: 0,35 P-Value 0,334
90 Z for Best Fit: 0,59
Best Transformation Type: SB
Percent
50
1,08724 + 0,752544 × Ln( ( X - 110,321 ) / ( 175,802 - X ) ) 50 Transformation function equals
-1,50648 + 1,71212 × Asinh( ( X + 0,230475 ) / 0,579357 )
10
10
1
1
0,1
-4 0 4
b) Uji Normalitas Trasformasi data IHK 0,1
-4 0 4