PENGENALAN PSPP DAN KUESIONER
Tool : Aplikasi PSPP
Waktu : 100 Menit
Nama file : Nama_NPM_Modul ‘X’
I. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah melaksanakan praktikum, diharapkan praktikan dapat:
1. Mengenal dan memahami fitur-fitur yang terdapat dalam PSPP.
2. Memasukkan dan mengolah data dengan menggunakan bantuan PSPP.
3. Praktikan mampu memahami bentuk-bentuk skala pengukuran dalam
melakukan penelitian.
4. Praktikan mampu memahami metode dan teknik pengumpulan data.
5. Praktikan mampu melakukan uji validitas dan reabilitas
II. LANDASAN TEORI
PSPP adalah program olah data statistik gratis yang dikembangkan oleh
GNU/Linux. PSPP sendiri kependekan dari Perfect Statistics Proffesonally
Presented. Program ini dapat dijadikan sebagai alternatif dari program
berbayar yang sangat popular saat ini yaitu SPSS. Terdapat beberapa
perbandingan antara aplikasi PSPP dengan SPSS:
Kelebihan
- Kapasitas file yang rendah.
- Tidak memiliki masa kedaluwarsa atau limit waktu tertentu.
- Tidak perlu memiliki lisensi / tidak berbayar
- Pemrosesan yang dilakukan PSPP diklaim sangat cepat dan tidak
tergantung dari volume data yang di input.
Kekurangan
- Analisis yang kurang lengkap
- Grafik yang kurang lengkap
A. Pengenalan PSPP
- Input data yang akan diolah oleh PSPP
- Proses data yang telah diinput dengan prosedur statistik tertentu.
I-1
1. Kolom, dengan ciri adanya kata var dalam setiap kolomnya. Kolom dalam
PSPP akan diisi oleh VARIABEL, yakni pada menu VARIABEL VIEW.
Terdapat 11 menu dalam Variabel View yaitu :
a. Name berfungsi untuk memberikan nama variabel. PSPP tidak bisa
membaca nilai "spasi ( )", maka ketika nama variabel dengan dua suku
kata atau lebih, pisahkan dengan nilai "underscore (_)" atau
gabungkan beberapa suku kata tadi menjadi hanya satu suku kata.
b. Type berfungsi sebagai penjelasan tipe data yang akan dimasukkan.
Misal data yang akan dimasukkan berupa angka, kalimat/huruf.
Numeric: merupakan tipe data paling standar yang digunakan
untuk memasukkan angka. Semua data yang berupa angka bisa
masuk pada tipe Numeric, termasuk nilai "negatif" maupun
"koma".
Comma: merupakan tipe data untuk memasukkan angka
desimal yang dipisahkan dengan titik.
Dot: merupakan tipe data untuk memisahkan angka kelipatan
1000 dengan sebuah dot (koma). Dot merupakan kebalikan
dari comma. Misal untuk penulisan "seribu" menjadi 1,000.
Scientific notation: merupakan tipe data untuk menuliskan
angka dalam bentuk sains. Misalkan angka pada tipe numeric
dituliskan 5.4, maka pada tipe scientific notation akan tertulis
5.4E+000.
Date: merupakan tipe data untuk memasukkan tanggal.
Nantinya akan diberikan pilihan penyebutan tanggal seperti
apa yang diinginkan dengan keterangan d (day/hari), m
(month/bulan), dan y (year/tahun).
Dollar: merupakan tipe data untuk memasukkan mata uang
dollar.
Custom currency: merupakan tipe data untuk memasukkan
jenis mata uang lainnya.
String: merupakan tipe data untuk memasukkan
huruf/karakter.
I-2
c. Width berfungsi untuk memberikan jumlah karakter yang
dikehendaki dalam satu variabel. Misalkan akan memasukkan nilai
500, namun pada bagian width hanya tertulis 2, maka nantinya pada
lembar Data View yang terlihat hanya angka 50. Contoh lain misal
pada bagian width tertulis 8, kemudian akan dimasukkan kalimat
"Harga Saham", maka yang akan terlihat pada lembar Data View
hanya kalimat "Harga Saham".
d. Decimals berfungsi untuk memberikan jumlah karakter dibelakang
koma yang dikehendaki dalam satu variabel. Jika pada bagian
decimals tertulis 2, dan angka yang ingin dimasukkan adalah 5, maka
nantinya pada lembar Data View akan tertulis 5.00.
e. Label berfungsi untuk memberikan sebuah tanda/label pada suatu
variabel. Label tidak terlalu berpengaruh pada proses pengisian data.
Misal variabel dengan nama "HargaSaham" akan diberi label
"Variabel A", maka nantinya pada kotak dialog akan tertera label yang
sudah disebutkan. Label bisa memuat nilai spasi ( ).
f. Value Labels berfungsi untuk menggantikan sebuah nilai yang
bertipe string menjadi sebuah nilai yang bertipe numeric, agar dapat
dilakukan pengolahan data
g. Missing Values berfungsi untuk menghilangkan sebuah nilai agar
tidak dimasukkan kedalam analisis. Missing Value biasa digunakan
untuk mengeluarkan nilai-nilai outlier. Ada 3 pilihan dalam kolom
Missing Value, yakni:
I-3
No missing values: tidak ada nilai yang dianggap hilang.
Discreate missing values: angka diskrit yang dianggap hilang.
Range plus one optional discreate missing value: untuk
menghilangkan angka-angka yang termasuk kedalam sebuah
range/interval tertentu.
h. Columns berfungsi untuk menentukan lebar kolom pada Data View.
Semakin besar nilainya maka semakin lebar tampilan kolom yang ada
di Data View.
i. Align berfungsi untuk menentukan rata tulisan dari sebuah variabel.
Tersedia 3 pilihan align, yakni:
Left: penulisan rata kiri
Right: penulisan rata kanan
Center: penulisan rata kiri
j. Meassurement berfungsi untuk menentukan skala data dari sebuah
variabel. Measure sangat berpengaruh pada pendeskripsian variabel
yang nantinya akan digunakan untuk pengolahan data. Ada 3 jenis
measure, yakni:
Nominal: merupakan skala data yang berfungsi hanya untuk
membedakan. Misal membedakan antar jenis kelamin, yang
mana jenis kelamin perempuan dengan laki-laki tingkatannya
setara.
Ordinal: merupakan skala data yang berfungsi untuk
membedakan sekaligus mengurutkan. Misal membedakan
jenjang pendidikan, yang mana SD, SMP, dan SMA memiliki
perbedaan dan SD memiliki jenjang pendidikan paling rendah,
disusul SMP, dan SMA.
I-4
Scale: merupakan tipe variabel untuk skala data Interval dan
Rasio. Tipe variabel ini biasa digunakan untuk perhitungan
data numerik pada umumnya.
1. Baris, dengan ciri adanya angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Baris dalam PSPP
akan diisi oleh KASUS (seperti nama responden atau sampel), yakni pada
menu DATA VIEW.
Secara keseluruhan PSPP menyediakan beberapa window, yang meliputi:
1. Data Editor
Window ini terbuka secara otomatis setiap kali program PSPP dijalankan,
dan berfungsi untuk input data. Menu yang ada pada Data Editor adalah:
a. File
Menu File berfungsi menangani hal-hal yang berhubungan dengan file
data, seperti membuat file baru, membuka file tertentu, mengambil
data dari program lain, mencetak isi dari Data Editor dan lainnya.
b. Edit
Menu Edit berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan
dengan memperbaiki atau mengubah nilai data (duplikasi data),
menghilangkan data, edit data dan lainnya. Selain itu, menu Edit juga
berfungsi untuk mengubah setting pada Options.
c. View
Menu view berfungsi untuk mengatur toolbar (status bar, penampakan
value lable dan sebagainya).
d. Data
Menu data berfungsi untuk membuat perubahan data PSPP secara
keseluruhan, seperti mengurutkan data, menyeleksi data berdasarkan
kriteria tertentu, menggabungkan data dan sebagainya.
e. Transform
Menu Transform berfungsi untuk membuat perubahan pada variabel
yang telah dipilih dengan kriteria tertentu.
f. Analyze (Statistic)
I-5
Menu Analyze merupakan menu inti dari PSPP, yang berfungsi untuk
melakukan semua prosedur perhitungan statistik, seperti uji-t, uji- F,
regresi, time series dan sebagainya.
g. Graphs
Menu Graphs berfungsi untuk membuat berbagai jenis grafik untuk
mendukung analisis statistik, seperti scatterplot, histogram, dan
barchart.
h. Utilities
Menu ini adalah menu tambahan yang mendukung program PSPP
seperti :
• Memberi informasi tentang variabel yang sekarang sedang
dikerjakan
• Menjalankan Scripts
• Mengatur tampilan menu-menu lain
i. Window
Menu ini berfungsi untuk pindah diantara menu-menu lain di PSPP
j. Help
Menu ini berfungsi untuk menyediakan bantuan informasi mengenai
program PSPP yang bisa diakses secara mudah dan jelas.
2. Menu Output Navigator /window output viewer (Viewer)
Jika menu Editor berfungsi untuk memasukkan data yang siap diolah
oleh PSPP, kemudian melakukan pengolahan data yang dilakukan lewat
menu Analyze, maka hasil pengolahan data atau informasi ditampilkan
lewat menu Output Navigator atau dapat disebut Output saja.
3. Menu Syntax Editor
Ada berbagai perintah atau pilihan yang hanya bisa digunakan dengan
PSPP Command Language. Perintah-perintah tersebut bisa ditulis pada
menu Syntax`Editor. Menu ini berupa file teks yang berisi berbagai
perintah PSPP dan bisa diketik secara manual. Untuk membuka syntax
editor baru pada data editor pilh file – new – syntax.
2. METODE ATAU TEKNIK PENGUMPULAN DATA
I-6
Secara umum, terdapat 4 teknik pengumpulan data yang bisa digunakan
yaitu angket, wawancara, observasi, serta dokumentasi.
1. Angket atau Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan
pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.
Kuesioner merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi
atau hal-hal yang ia ketahui. Tujuan penyebaran Kuesioner ialah mencari
informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa
merasa khawatir bila responden memberi jawaban yang tidak sesuai
dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan. Disamping itu,
responden mengetahui informasi tertentu yang diminta.
2. Wawancara (Interview)
Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada
responden atau narasumber. Wawancara dapat digunakan apabila peneliti
ingin mengetahui hal-hal dari narasumber secara mendalam serta memiliki
jumlah responden yang sedikit. Dalam wawancara, terdapat instrumen
yang bernama pedoman wawancara, yaitu uraian penelitian yang disajikan
dalam bentuk daftar pertanyaan.
3. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
mengamati secara langsung hal yang ingin diteliti atau melalui eksperimen
(percobaan).
4. Dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi adalah metode yang lebih
mudah daripada metode-metode lain karena jika ada kekeliruan, sumber
datanya masih tetap. Objek yang diamati pada metode dokumentasi
bukanlah benda hidup melainkan benda mati. Sesuai namanya,
dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang
tertulis. Dokumen sendiri dapat dikategorikan menjadi 2 macam yaitu
dokumen pribadi dan dokumen resmi.
I-7
Skala Pengukuran dalam Melakukan Penelitian
Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-
simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk
mengukur atribut atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem
mendesain skala adalah untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang
yang menjawab kuesioner, serta agar respoden memilih subjek kuesioner.
Ada empat bentuk skala pengukuran, yaitu :
1. Nominal
Skala Nominal adalah skala pengukuran yang cukup sering
digunakan. Karena skala pengukuran ini bentuknya paling
sederhana. Skala nominal cocok digunakan untuk penelitian yang
mencari pengkategorian saja. Contoh kasus pengkategorian adalah
menentukan katebori lambang, label atau symbol.
Umumnya pengkategorisasian berperan untuk mengelompokkan
data sesuai dengan kategorisasi. Pengkategorisasian di lapangan
lebih sering menggunakan simbolisasi yang fungsinya untuk
membedakan mana kelompok objek ataupun mana kelompok subjek
Angka ataupun nomor hanya sebagai label untuk
mengklasifikasi objek dan tidak dapat dilakukan operasi matematika
disini. Dikarenakan angka hanya berfungsi untuk membedakan dan
sebagai simbol saja. contoh : Variabel jenis kelamin, Variabel nama,
Variabel nama perusahaan, Variabel nama merk.
2. Ordinal
Skala ordinal adalah skala pengukuran yang menunjukan jarak
interval antar tingkatan tidak harus sama. Skala ordinal setingkat
lebih tinggi dibandingkan dengan skala nominal. Skala ordinal
pengkategorisasian disusun berdasarkan urutan terendah ke tingkat
yang lebih tinggi.
Skala ordinal dari segi pengkategorisasiannya saling memisah.
Dari segi kategorisasi data dibuat berdasarkan karakteristik khusus.
Sedangkan untuk kategorisasi data disusun berdasarkan pada
I-8
karakteristik. Contoh : Variabel tingkatan pendidikan (TK, SD,
SMP, SMA, dan PT).
3. Interval
Skala interval memiliki karakteristik dimana interval di antara
masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik
ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data
kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.
4. Rasio
Skala rasio hampir sama dengan skala interval dalam arti
interval- interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio
memiliki nilai absolut nol. Skala rasio paling jarang digunakan.
Kriteria Pokok Instrumen Penelitian
A. VALIDITAS
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan
suatu instrument. Suatu instrmen yang valid mempunyai validitas tinggi
dan sebaliknya bila tingkat validitasnya rendah maka instrument tersebut
kurang valid. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu
mengukur apa yang hendak diukur/diinginkan.
B. RELIABILITAS
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu
instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data
karena instrument tersebut sudah dianggap baik. Reliabel artinya dapat
dipercaya dan juga dapat dihandalkan, sehingga beberapa kali diulang
pun hasilnya akan tetap sama.
C. PRAKTIBILITAS
Praktibilitas memiliki arti instrumen harus ekonomis baik ditinjau
dari sudut uang maupun waktu. Selanjutnya, instrument harus mudah
dilaksanakan dan diberi skor dan praktibilitas juga memiliki arti bahwa
instrument harus mampu menyediakan hasil yang dapat diinterpretasikan
secara akurat serta dapat digunakan oleh pihak-pihak tertentu.
I-9
III. LATIHAN PRAKTIKUM MODUL 1
1. Masukkan data di bawah ini menggunakan Aplikasi PSPP!
Nama Tempat Tanggal Lahir Kota Berat Badan Tinggi Badan Hobi Status Perilaku
Laura 21-Mei-2001 Bandung 53,56 168 Berenang Kuliah 4
Amanda 11-Maret-2002 Solo 50 162 Bersepeda Sekolah 3
Rianty 21-Mei-2002 Bekasi 51,23 165 Membaca Sekolah 3
Clara 01-September-2000 Depok 55 165 Berenang Kerja 4
Elisa 01-Januari-2003 Medan 54,36 162 Memasak Sekolah 4
Julia 14-Desember-2002 Jakarta 53,45 165 Menyanyi Sekolah 4
Dhea 01-Mei-2001 Banjarmasin 50,35 167 Bersepeda Kuliah 2
Shakilla 26-September-2002 Bogor 60 170 Menulis Sekolah 1
Zabeth 13-Juli-2001 Surabaya 49,99 159 Membaca Kuliah 5
Chloe 13-Maret-2001 Bali 52 162 Berenang Kuliah 4
Keterangan :
1 = Sangat Tidak Baik
2 = Tidak Baik
4 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
2. Buatlah analisis data dalam PSPP tersebut! (Penggunaan Name, Type, Widh, Decimals,
Value Labels, Align, serta Measure)
Analisis
Nama: Pada data diatas name bertujuan untuk memberikan nama variabel.
Variabel tersebut ialah nama, tempat tanggal lahir, kota, berat badan, tinggi
badan, hobi,status dan perilaku
Type: Berfungsi sebagai penjelasan tipe data yang akan dimasukkan, pada
data diatas type untuk variabel data nama adalah string karena data bersifat
huruf/abjad. Dst
Width: Berfungsi untuk memberikan jumlah karakter yang dikehendaki dalam
satu variabel. Untuk variabel data nama gunakan width berjumlah 8 dihitung
dari data variabel yang paling banyak memiliki huruf.
I-10
Decimals: Berfungsi untuk memberikan jumlah karakter dibelakang
koma yang dikehendaki dalam satu variabel. Pada data variabel yang
menggunakan decimal hanya berat badan.
Value labels: Berfungsi untuk menggantikan sebuah nilai yang bertipe string
menjadi sebuah nilai yang bertipe numeric, agar dapat dilakukan pengolahan
data. Pada data variabel yang menggunakan value labels hanya untuk variabel
data perilaku.
Align: Pada data variabel diatas gunakan align
- Center untuk nama, hobi status, perilaku
- Left utuk tempat tanggal lahir, kota, tinggi badan
- Right untuk berat badan
Measure: Berfungsi untuk menentukan skala data dari sebuah variabel.
Measure sangat berpengaruh pada pendeskripsian variabel yang nantinya akan
digunakan untuk pengolahan data. Gunakan measure
- Nominal untuk nama, kota, hobi, status, perilaku
- Scale untuk tempat tanggal lahir, berat badan, tinggi badan
I-11