Anda di halaman 1dari 7

1. Kadar hemoglobin dan hematokrit dan bagaimana metode untuk menghitungnya.

a. Kadar Hemoglobin merupakan suatu protein yang kompleks, yang tersusun dari
protein globin dan suatu senyawa bukan protein yang dinamai heme. Hemoglobin
normal pada orang dewasa terdiri dari Hemoglobin A (96-98%), hemoglobin F
(0,5-0,8%) dan hemoglobin A2 (1,5-3,2%). Hemoglobin merupakan senyawa
pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia
dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa
oksigen pada darah.
Metode untuk menghitung kadar hemoglobin
Beberapa cara pemeriksaan hemoglobin yang dilakukan adalah:
 Cara tallquist yaitu: membandingkan warna merah yang terdapat di darah
dengan menggunakan kertas tallquist yang memiliki standart warna
(Prastika, 2011).
 Kolorimetris yaitu visual metode sahli yaitu dengan proses pembentukan
asam hematin dan fotoelektris yaitu pembentukan sianmetoxyhemoglobin
(Prastika, 2011).
 Cara cupri sulfat berdasarkan berat jenis darah yang dilihat dari tetesan
darah tenggelam, melayang atau mengapung (Prastika, 2011).
 Cara kimia yaitu dengan menentukan kadar Fe yang diikat oleh sejumlah
gas tertentu (Prastika, 2011).
 Cara gasometrik berdasarkan pada suhu dan tekanan udara tertentu dimana
hemoglobin dapat mengikat sejumlah gas yang tertentu pula (Prastika,
2011).
 Cara non-sianmethemoglobin (automated hematology analyser), yaitu
menggunakan reagen SLS (Sodium Laury Sulfat) yang relatif lebih aman
dibandingkan dengan reagen yang digunakan pada metode
sianmethemoglobin yang pada umumnya diterapkan pada alat hitung
otomatis (Chakravarthy et al, 2012).
 Metode amperometeri (stik Hb), yaitu deteksi dengan menggunakan
pengukuran arus yang yang dihasilkan pada sebuah reaksi elektrokimia
(Kadri, 2012). (http://repository.unimus.ac.id/1953/3/BAB%20II.pdf)
b. Nilai hematokrit adalah volume semua eritrosit dalam 100 mL darah dan disebut
dengan persen (%) dari volume darah tersebut. Biasanya nilai hematokrit ini
ditentukan dengan menggunakan darah vena atau darah kapiler. Ada 2 (dua) cara
dalam menentukan nilai hematokrit, yaitu :

Makrometode (Menurut Wintrobe)
 Isilah tabung Wintrobe dengan darah antikoagulan oxalat, heparin, atau EDTA
sampai garis tanda 100 di atas.
 Masukkan tabung tersebut ke dalam sentrifuge (pemusing) yang cukup besar,
pusinglah selama 30 menit dengan kecepatan 3000 rpm.
 Bacalah hasilnya denah memperhatikan :

Warna plasma di atas : warna kuning itu dapat dibandingkan dengan larutan
kaliumbicarbonat dan intensitasnya disebut dengan satuan. Satu satuan sesuai
dengan warna kaliumbicarbonat 1 : 10000.
Tebalnya lapisan putih di atas sel-sel merah yang tersusun dari leukosit dan
trombosit (buffy coat)
Volume sel-sel darah merah

Mikrometode
 Isilah tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk penetapan nilai hematokrit
mikrometode dengan darah.
 Tutuplah salah satu ujungnya dengan membakarnya dengan nyala api atau dapat
juga digunakan bahan penutup khusus.
 Masukkanlah tabung mikrokapiler tersebut kedalam sentrifuge khusus yang dapat
mencapai kecepatan besar, yaitu lebih dari 16000 rpm (sentrifuge
mikrohematokrit)
 Pusinglah selama 3-5 menit
 Kemudian nilai hematokrit dengan menggunkan grafik atau alat khusus
(https://yayanakhyar.wordpress.com/2010/04/18/menghitung-hematokrit/)

Gambar 1. Pengambilan darah kapiler

Gambar 2. Mikrokapiler dengan darah yang telah dipusing


Gambar 3. Penetapan nilai hematocrit
2.  Metode menghitung sel darah merah dan sel darah putih
3. Gambar dan penjelasan jenis-jenis sel darah putih dan fungsinya
a. Sel Darah Putih Basofil

Jenis leukosit pertama adalah basofil. Basofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang
memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel basofil ini berperan
penting dalam menghasilkan reaksi peradangan untuk melawan infeksi. Selain itu, basofil juga
turut berperan dalam munculnya reaksi alergi. Basofil berfungsi untuk meningkatkan respons
imun non-spesifik terhadap patogen. Basofil adalah sel yang paling dikenal karena perannya
memunculkan asma

b. Sel Darah Putih Eosinofil

Eosinofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang memiliki jumlah 7% yang ada
didalm sel darah putih dan juga meningkat jika berhubungan dengan asma, alergi dan juga
demam. Eosinofil mempunyai diameter sekitar 10 sampai 12 mikrometer. Eosnofil memiliki
fungsi untuk mencegah alergi, manghancurkan antigen antibodi, penghancur parasit besar, dam
berperan untuk merespon alergi.
c. Sel Darah Putih Neutrofil

Hampir setengah dari jumlah sel darah putih dalam tubuh adalah sel neutrofil. Neutrofil
adalah sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri
atau virus. Neutrofil berfungsi mengirimkan sinyal yang memperingati sel-sel lain dalam sistem
kekebalan tubuh untuk merespons bakteri atau virus tersebut. Neutrofil umumnya ada pada
nanah yang keluar dari infeksi atau luka di tubuh Anda. Sel darah putih ini akan keluar setelah
dilepaskan dari sumsum tulang, dan bertahan di tubuh hanya sekitar 8 jam. Tubuh Anda dapat
memproduksi sekitar 100 miliar sel neutrofil tiap hari.

d. Sel Darah Putih Limfosit

Limfosit adalah sel darah putih yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Limfosit merupakan sel darah putih terbanyak kedua sesudah neutrofil. Limfosit terbentuk di
dalam sumsum tulang dan juga limfa. Limfosit terbagi menjadi dua limfosit kecil dan juga
limfosit besar. Limfosit memproduksi sekitar 1 kubik atau sekitar 8000 sel di dalam darah putih.
Jika peningkatan limfosit terjadi dapat menyebabkan kanker darah atau yang sering disebut
leukimia. Lemfosit dibagi menjadi 6 yaitu limfosit B, sel T helper, sel T sitotoksit, sel T memori,
dan juga sel T supresor.
e. Sel Darah Putih Monosit

Monosit adalah sel darah putih yang bisa dibilang sebagai truk sampah. Sel leukosit ini
jumlahnya ada sekitar 5 persen dari keseluruhan sel darah putih. Fungsi truk sampah monosit ini
adalah berpindah ke jaringan-jaringan dalam tubuh sembari membersihkan sel-sel mati di
dalamnya. Sel darah putih monosit berfungsi untuk menghancurkan sel-sel asing, mengangkat
jaringan yang sudah mati, membunuh sel kanker, pembersih dari fagositosis yang dilakukan oleh
neutrophil, dan merangsang sel darh putih yang lain untuk tubuh. Sebagai penunjuk perubahan
pada kesehatan penderita dengan banyak atau sedikit monosit yang ada pada tubuh.
(https://hot.liputan6.com/read/4165625/5-jenis-leukosit-ciri-ciri-dan-fungsinya-masing-masing)

4. Mekanisme pertukaran gas hasil respirasi melalui sistem peredaran darah. Jelaskan
mekanismenya. Dan apakah ada perbedaan antara mamalia, aves, reptilia dan pisces.

Mekanisme pertukaran gas hasil respirasi melalui system peredaran darah contohnya pada
mamalia

Salah satu fungsi dari darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan
mengankut CO2 dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan. Oksigen bereaksi secara kimia
dengan hemoglobin darah, karena itu kelarutan oksigen dalam darah lebih besar dari kelarutan
oksigen dalam air. Bila butir-butir darah merah dihilangkan, berarti hemoglobin juga hilang,
cairan darah sisa tersebut dinamakan plasma darah. Plasma darah mengandung bermacam-
macam elektrolit yang tak bereaksi dengan oksigen yang akan merendahkan kelarutan oksigen.
Jadi kelarutan oksigen dalam plasma darah lebih rendah daripada dalam air. Dalam plasma
darah, ada zat yang bereaksi dengan CO2 sehingga kelarutan CO2 dalam plasma lebih besar
daripada kelarutan dalam air.( https://www.gurupendidikan.co.id/mekanisme-pertukaran-gas/)

Apakah ada perbedaan antara mamalia, aves, reptilia dan pisces

Ada perbedaan antara ke empat hewan tersebut. Pada mamalia jantung terdiri dari 4 ruang dan
bernafas dengan paru-paru, aves terdiri dari jantung 4 ruang dan bernafas dengan paru-paru dan
memiliki pundi-pundi udara yang tipis, reptilia terdiri dari jantung 4 ruang dan bernafas dengan
paru-paru, pisces terdiri dari jantung dengan bagian-bagiannya yaitu atrium, ventrikel, dan sinus
venosus dan bernafas menggunakan insang. Karena 4 kelas hewan tersebut memiliki system
peredaran darah dan respirasi yang berbeda maka mekanismenya berbeda pula.

5. Senyawa-senyawa/molekul2 apa saja yg terlarut dalam darah. Sebutkan dan jelaskan


fungsi mereka dalam tubuh manusia.