Nama : Muhammad Syarif Hidayat
NIM : 180210101100
Kelas : C
MatKul : Persamaan Diferensial Parsial
KLASIFIKASI PDP LINIER ORDE DUA
DENGAN KOEFISIEN KONSTAN
Persamaan Doferensial Parsial (PDP) Linier Orde Dua dengan
koefisien konstan mempunuai bentuk umum:
Axx 2 Bxy C yy Dx E y F G 1
Pada persamaan
1 , A, B, C , D, E , F , dan G adalah konstanta-konstanta. Koefisien
2 di depan B dituliskan hanya untuk memudahkan penggunaan selanjutnya. Pda sub bab berikut ini
akan diperlihatkan bahwa dengan menggunakan perubahan variable dari persamaan
1 selalu bisa
ditemukan bentuk-bentuk khusus yaitu berupa [ersamaan panas, persamaan gelombang, dan
persamaan potensial (Persamaan Laplace). Tujuan dari bab ini membahas Teknik melakukan
klasifikasi persamaan diferensial parsial linier orde dua dengan koefisien konstan.
x, y 0
Misalkan sebuah kurva didefinisikan oleh . Untuk kesesuaian fungsi tersebut diambil
x, y konstan
, yang nilai-nilai konstannya dipilih sedemikian rupa. Misalkan ada suatu keluarga
x, y konstan
kurva yang didefinisikan oleh , sedemikian hingga kita dapat menggunakan dan
sebagai koordinat local atau lebih spesifik lagi yaitu nilai Jacobi dari x y y x 0 . Perlu diingat
bahwa dan merupakan keluarga kurva-kurva yang tidak perlu saling tegak lurus. Selanjutnya,
transformasi untuk mendapatkan koordinat yang baru digunakan simbol yang sama yaitu dalam
fungsi dan , diturunkan dengan menggunakan aturan rantai, diperoleh:
1.
x x x
2.
y y y
2 2 2 2 2 2 2
3.
x 2 2 x x x x x 2 2 x x x x x 2
atau dapat dituliskan sebagai:
xx x2 2 x x xx x2 xx
2 2 2 2 2 2 2
4.
y 2 2 y y y y y 2 2 y y y y y 2
atau dapat dituliskan sebagai:
yy y2 2 y y yy y2 yy
2 2 2 2 2 2 2
5. 2 2
xy y x y x xy y x y x xy
atau dapat dituliskan sebagai:
xy y x y x y x xy xy xy
xy y x y x y x xy xy xy
Kelima persamaan dapat ditulis sebagai berikut:
,
x x x
y y y
xx x2 2 x x x2 xx xx
yy y2 2 y y y2 yy yy
xy x y y x y x xy xy xy
Kemudian nilai-nilai di atas disubtitusikan ke persamaan
1 sehingga
diperoleh:
A x2 2 x x x2 xx xx
2 B x y y x y x xy xy xy
C y2 2 y y y2 yy yy
D x x E y y F , G
Sehingga diperoleh:
A x2 2 B x y C y2 2 A x x 2 B y x y x 2C y y
A x2 2 B xy C y2 A xx 2 B xy C yy D x E y
A xx 2 B xy C yy D x E y F , G 2
Selanjutnya, perlu ditentukan apakah persamaan
3 berlaku atau
tidak pada .
A x2 2 B x y C y2 0 3
x, y
Pertama, andaikan bahwa tidak ada fungsi riil yang memenuhi persamaan
3 (hal ini bisa terjadi misalnya A C 1, B 0 ). Kemudian, tidak jadi masalah apakah kurva
dipilih, koefisien dari
xx pada persamaan 2 tidak bisa hilang, sehingga xx bisa
ditentukan sepanjang . Sekarang, semua turunan tertinggi (kedua) dari bisa
ditentukan pada dengan menurunkan ulang. Kedua, andaikan bahwa
x, y 3
fungsi yang memenuhi persamaan adalah sepanjang kurva 0 , maka kurva
x, y 0
didefinisikan oleh sehingga proses menentukan fungsi transformasi gagal karena
koefisien
xx pada persamaan 2 tidak ada atau hilang sepanjang . Dua
kemungkinan untuk persoalan di atas adalah bahwa masalah tersebut
selalu dapat diselesaikan atau terdapat fungsi tertentu yang
menyebabkan permasalahan tidak dapat diselesaikan. Dalam mencari
penyelesaian
3 perlu diingat bahwa ruas kirinya merupakan persamaan kuadrat dalam
x y
y atau x yang ada atau tidak akar-akar riilnya tergantung pada tanda diskriminan B 2 AC
.
Cara lain untuk mengklasifikasikan persamaan
2 adalah dengan
cara berikut ini. Persamaan
2 merupakan persamaan yang berbentuk
A 2 B C D E F G 4
Dengan koefisien-koefisiennya diberikan oleh:
A A x2 2 B x y C y2
2 B A x x B y x x y C y y
C A x2 2 B x y C y2
D A xx 2 B xy C yy D x E y 5
E A xx 2 B xy C yy D x E y
F F dan G G
Langkah selanjutnya adalah menentukan kefisien-koefisien A dan C
dalam persamaan
4 sama dengan nol dan mendapatkan penyelesaian transformasi
x, y x, y
dan , sehingga diperoleh koordinat baru yang mereduksi persamaan
diferensial
1 menjadi bentuk kanonik berikut
A A x2 2 B x y C y2 0
C A x2 2 B x y C y2 0
x x x
A x
2 B C 0 atau A 2 B C 0 6
Atau y y y y
x x
Dengan menyelesaikan persamaan
6
untuk y
dan y yang merupakan persamaan
karakterisitik dari PDP Orde Dua tersebut, seperti yang diberikan oleh persamaan berikut ini.
x B B 2 AC x B B 2 AC
dan 7
y A y A
x x
y
Perlu diingat bahwa masing-masing y dan mempunyai dua penyelesaian akar-akar dari
persamaan karakterisitik yang merupakan persamaan kuadrat, tetapi disini kita hanya mencari satu
penyelesaian saja yang membuat A dan C menjadi nol. Untuk itu kita ambil akar-akar yang
berbeda, Dengan demikian kita terhindar dari koordinat yang sama sehingga masalah di atas telah
x, y x, y
kita reduksi menjadi mencari dua fungsi dan , sedemikian hingga rasio
x x
y dan y memenuhi persamaan 6 . Sebagai ilustrasi untuk mendapatkan kedua fungsi
tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Untuk memahami bagaimana cara mencari dan pada Gambar 1, perhatikan contoh berikut ini.
Contoh 1.
xx 4 yy x 0
Diketahui PDP Orde Dua dengan koefisien konstan , tentukan persamaan
karakteristik dan koordinat baru dari PDP tersebut.
Penyelesaian
Dalam contoh ini, A 1, 2 B 0, C 4, D 1, F 0, dan G 0
B 2 AC 0 1 4 4 0
, dengan persamaan karakteristik sepertri berikut:
dy B B 2 AC 0 2
x 2
dx y A 1
dy x B B 2 AC 02
2
dx y A 1
Untuk mendapatkan dan , terlebih dahulu dicari y dengan mengintegralkan persamaan
kafrakteristik, diperoleh
y 2 x c1 dan y 2 x c2
Dari kedua fungsi persamaan hasil integral persamaan karakteristik, dan ditentukan dari
c1 dan c2 . Jadi dan yang memenuhi persamaan karakteristik adalah:
y 2 x c1
y 2 x c2
Sebagai ilustrasi korrdinat baru yang diperoleh tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.
Dari Contoh 1. Telah diketahui cara mendapatkan koordinat baru, selanjutnya menentukan
persamaan kanonik, hal ini dilakukan dengan mengambil koordinat baru tersebut kemudian
mensubtitusikannya ke persamaan
4 , dengan koefisien-koefisien A, B, C , D, E , F , dan G
diberikan oleh
5 . Prosedur tersebut akan dibahas pada bagian berikutnya. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa klasifikasi persamaan
1 tergantung pada koefisien A, B, dan C , yang dalam hal ini ada 3
kemungkinan yaitu:
1. B 2 AC 0 hiperbolik
2. B 2 AC 0 parabolik
3. B 2 AC 0 eliptik
Karena klasifikasi tergantung pada A, B, dan C , maka untuk memudahkan pembahasan
berikutnya, persamaan
1 perlu dinyatakan ulang dalam bentuk
Axx Bxy C yy H 8
H H x, y , , x , y 4
Dengan dan persamaan menjadi
Axx Bxy C yy H 9
H H x, y , , x , y
Dengan