Anda di halaman 1dari 11

Maulana Hafizh Dimasyqi

12030117130123
Audit Internal (E)

CHAPTER 14

Charters and Building the Internal Audit Function

MEMBANGUN FUNGSI AUDIT INTERNAL


Dalam membangun sebuah internal audit, seorang Chief Audit Executive (CAE) akan
menghadapi beberapa opsi tergantung dari bisnis perusahaannya, letak geografisnya, struktur
logistiknya, risiko-risko pengendaliannya, dan keseluruhan budaya yang ditanamkan di
perusahaan tersebut.
Kunci dari membangun sebuah organisasi adalah dengan adanya pemimpin yang kuat; dalam
audit internal, pemimpin adalah seorang CAE yang mengerti keseluruhan organisasi dan
bagaimana potensi risiko pengendaliannya seperti bagaimana ia mengerti potensi kontribusi
yang akan diberikan oleh auditor internal dalam perusahaan tersebut. Seorang CAE haruslah
mendapatkan dukungan baik dari komite audit maupun dari pihak manajemen. Departemen
audit internal yang efektif haruslah diatur dengan baik agar dapat melayani pihak manajemen
dan komite audit dengan menyediakan jasa yang terbaik dan cost-effective untuk keseluruhan
oragnisasi perusahaan.
KOMITE AUDIT DAN OTORISASI MANAJEMEN BAGI AUDIT
Sebuah Internal Audit Charter (piagam audit) adalah sebuah dokumen formal yang disetujui
oleh komite audit yang menggambarkan misi, independensi, tujuan, ruang lingkup, tanggung
jawab, wewenang, akuntabilitas, dan standar fungsi audit internal dalam perusahaan. Karena
auditor internal harus memberikan laporan kepada komite audit dalam susunan direksi
perusahaan, maka komite audit harus memberikan izin atas hak dan tanggung jawab melalui
dokumen formal yang telah diotorisasi – biasanya disebut dengan piagam audit internal.
Tidak ada bentuk tetap dalam dokumen otorisasi, tapi paling tidak piagam audit internal harus
dapat menegaskan:
 Independensi dan objektivitas
 Ruang lingkup tanggung jawab
 Kewenangan dan akuntabilitas
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)

MEMBANGUN FUNGSI INTERNAL AUDIT


A. Peran dari CAE
Dalam audit internal biasanya harus melapor kepada komite audit dan CAE adalah
orang mewakili audit internal dalam melakukan perencanaan dan perkerjaan dengan
komite audit. CAE harus dapat bertanggung jawab atas beberapa area berikut ini:
- Operasi perusahaan dan isu-isu risiko
CAE harus memiliki pengetahuan mengenai semua aspek-aspek operasi dari
perusahaan, apakah itu keuangan, logisitik, ataupun masalah operasi lainnya.
- Administrasi sumber daya manusia dan audit internal
CAE memiliki tanggung jawab terhadap karyawannya dan memiliki tanggung
jawab untuk dapat membangun organisasi yang efektif dan baik memimpin serta
merekrut tim audit internal yang efektif.
- Hubungan antara komite dan manajemen
CAE adalah pihak yang mewakili audit internal untuk berbicara kepada komite
audit dan seluruh level dari manajemen perusahaan.
- Isu mengenai peraturan, Corporate Governance, dan akuntansi
CAE paling tidak harus memiliki pemahaman umum serta pengetahuan
mengenai isu SOx, akuntansi, ruangan atau peraturan lain yang memengaruhi
perusahaan.
- Team Building audit internal dan administrasi
CAE bertanggung jawab dalam membangun fungsi audit internal yang efektif
yang ditaati oleh penerima jasa audit internal.
- Teknologi
CAE harus memiliki pemahaman umum tentang bagaimana teknologi digunakan
dalam perusahaan dan juga bagaimana teknologi tersebut dapat diaplikasikan
untuk mempromosikan jasa audit internal.
- Risk-based audit planning and process excellence
CAE harus memahami proses penilaian risiko yang digunakan dalam operasi
perusahaan
- Kemampuan bernegosiasi dan relationship management
CAE sering harus menegosiasikan resolusi yang tepat untuk berbagai isu sebagai
bagian dari pengembangan tim audit internal yang efektif
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)

- Internal audit’s assurance and consulting roles


CAE harus dapat menekankan tim audit internal dan manajemen mengenai
perbedaan antara pembagian peran jasa audit internal dan jasa pemberian
konsultasi.
- Standar praktik audit internal yang profesional
CAE harus menjadi ahli mengenai standar yang berlaku mengenai audit internal
serta dapat memberikan bantuan dalam menerapkan standar tersebut pada seluruh
aspek-aspek aktivitas audit internal.
B. Tanggung jawab manajemen dalam audit internal
Audit internal keuangan memiliki tanggung jawab untuk mendampingi CAE
dalam menyediakan petunjuk dan memberi pedoman dalam kegiatan audit internal.
Manajer audit internal keuangan memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
1. Melaksanakan porsi audit keuangan dan operasi perusahaan
2. Mendampingi Direktur dalam menyiapkan pembaharuan dari kegiatan
audit internal keuangan ke komite audit
3. Memberikan nasihat dalam pembaharuan sistem yang baru dengan melihat
dari pandangan pengendalian internal
4. Mendampingi Direktur dalam mengkoordinasikan kegiatan audit internal
keuangan dengan akuntan publik
5. Mengatur sumber-sumber audit secara efektif dan efisien.
6. Memperkerjakan, melatih, dan secara profesioanl mengembangkan tim
audit internal keuangan
7. Mengatur kualitas pekerjaan yang dilakukan, dan memastikan bahwa
standar professional dipatuhi.
C. Tanggung jawab Staff Audit Internal
Kandidat dari staf junior audit internal datang dari berbagai macam disiplin
ilmu apa saja namun kandidat yang paling baik adalah yang berasal dari perguruan
tinggi jurusan audit internal.
Menurut Standards for the Professional Practice of Internal Auditing, staf
internal audit memiliki kewajiban dan tanggung jawab sebagai berikut:
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
1. Menyiapkan dan merivisi program audit untuk mencapai tujuan dan
melakukan audit internal sesuai dengan program audit yang sudah
disetujui
2. Meninjau dan menilai “kesehatan” dari pengendalian internal perusahaan

3. Mengadakan peninjauan secara periodic dan melakukan tes untuk


memastikan bahwa kegaitan yang dilakukan sesuai dengan prosedur,
perundang-undangan.
4. Meninjau dan melaporkan kemungkinan adanya kelemahan pengendalian
internal dan pelanggaran terhadap praktik bisnis perusahaan, kebijakan,
dan prosedur.
5. Melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan audit internal sesuai
dengan yang ditugaskan
6. Menghadiri rapat internal/eksternal untuk dapat menunjang keahlian dan
menjaga hubungan profesional yang dapat mendukung fungsi audit
internal
D. Audit Sistem Informasi
Seorang staf audit internal dapat sukses di dalam perusahaan hanya dengan
pengetahuan secara umum dan dengan keahlian-keahlian yang didapat melalui
pelatihan-pelatihan, lain halnya dengan auditor internal sistem informasi yang harus
membutuhkan pelatihan dan keahlian khusus. Setidaknya paling tidak sebuah fungsi
audit internal harus memiliki staf dengan keahlian sistem informasi yang kuat. Dengan
adanya audit internal sistem informasi, area-area seperti keamaan sistem, aplikasi
pengendalian internal, dan manajemen operasi sistem komputer.
Menemukan dan memperkerjakan auditor internal dengan keahlian dan
pengetahuan dalam sistem informasi merupakan sebuah tantangan bagi seorang CAE
yang memiliki latar belakang akuntansi dan memiliki sertifikat CPA. Terkadang
seorang CAE sulit menentukan kandidat yang telat untuk posisi ini. Jika sebuah fungsi
audit internal telah terbangun dengan sistem informasi yang baik, peer-level interview
merupakan cara yang baik dalam membantu perekrutan staf audit internal sistem
informasi. Selain itu, perusahaan juga mungkin akan mencari seseorang dengan
sertifikasi CISA (Certified Information System Auditor).
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
E. Auditor Internal Lainnya
Contoh dari cabang audit internal lainnya adalah Quality auditing (audit
kualitas). Auditor internal ini lebih berfokus pada barang produksi dan mengikuti
standar yang dikeluarkan oleh American Society for Quality di Amerika Serikat.
Auditor kualitas bekerja sebagai fungsi yang terpisah dari auditor internal yang
berorientasi pada IIA.

Untuk dapat menunjang kerja auditor internal, perushaan bisa menambahkan


staf pendukung lainnya dalam tim audit internal untuk melakukan tugas seperti
pengawasan dan mendokumentasikan pengendalian internal. Staff pendukung tersebut
memiliki tujuan untuk meninjau dan mambantu meningkatkan pengendalian internal
dalam perusahaan.

CHAPTER 15
Mengelola Universe Audit Internal dan Kompetensi Utama
PENTINGNYA JADWAL UNIVERSE AUDIT: APA YANG BENAR ATAU SALAH
Berdasarkan pengalaman kerja dan audit internal kami selama bertahun-tahun,
paragraf sebelumnya menjelaskan bagaimana fungsi audit internal perusahaan dapat
mengalami masalah jika tidak memiliki prosedur perencanaan yang memadai yang didukung
oleh jadwal semesta audit. Masalah juga terjadi jika jadwal semesta audit seperti itu terlalu
rinci, mendaftar bidang yang tidak akan pernah atau tidak akan pernah harus ditinjau oleh
audit internal.
PENTINGNYA KOMPETENSI KUNCI AUDIT
Moeller merekomendasikan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang auditor
internal, yaitu :

 Interview skills : auditor internal mampu mewawancarai manajer unit atau karyawan
pada tingkat produksi, memberikan pertanyaan yang layak, sehingga bisa
mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
 Analytical skills : auditor internal harus harus memiliki kemampuan untuk melihat
kejadian-kejadian yang tidak berhubungan dengan data-data yang ada, sehingga
dapat memberikan gambaran kepada auditor mengenai suatu hal yang dianggap tidak
biasa dan material.
 Testing and analysis skills : berhubungan dengan analytical skills, seorang auditor
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
harus mampu mereview data-data kejadian atau populasi untuk menguji kinerja,
sehingga dapat menentukan apakah sudah efektif atau belum.
 Documentation skills : mampu mengambil hasil dari observasi audit, pengujian data
dan dokumen, baik secara verbal maupun grafis, dalam menggambarkan lingkungan
yang sudah diobservasi.

 Recommending results and corrective actions : berdasarkan pendokumentasian,


auditor harus mampu memberikan dan mengembangkan rekomendasi yang efektif
sebagai tindakan korektif.
 Communication skills : auditor internal harus mampu mengkomunikasikan hasil kerja
audit sesuai dengan rekomendasinya kepada karyawan dan senior manajemen.
 Negotiating skills : karena sering terjadi perbedaan pendapat antara penemuan dan
rekomendasi, auditor harus mampu menegosiasikan hasil observasinya secara sukses.
 Commitments to learning : auditor harus memiliki keinginan untuk belajar dan
menjalani pendidikan berkelanjutan.
PENTINGNYA MANAJEMEN RISIKO AUDIT INTERNAL
Manajemen risiko dibahas dalam Bab 7 tentang COSO ERM dan harus dianggap
sebagai proses empat langkah: (1) identifikasi risiko, (2) penilaian kuantitatif atau kualitatif
dari risiko yang terdokumentasi, (3) prioritas risiko dan perencanaan respons, dan (4)
pemantauan risiko.
KEMAMPUAN INTERVIEW AUDITOR INTERNAL
Wawancara merupakan langkah awal dalam proses audit internal. Fungsi dari
perencanaan internal audit harus menampilkan review beberapa area, penilaian dari
pengendalian internal, reviwe dari proses operasional termasuk mengidentifikasi tujuan audit,
waktu, dan sumber daya yang digunakan untuk melakukan audit.
Auditor internal akan dilibatkan dengan pihak yang diaudit dan pertemuan kelompok
manajemen lainnya atau wawancara secara teratur, berkelanjutan. Pertemuan-pertemuan ini
adalah titik kontak untuk meluncurkan audit internal baru serta untuk meninjau status dan
kemajuan audit internal yang berkelanjutan.
KEMAMPUAN ANALISIS AUDIT INTERNAL DAN TEST SKILL
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
Saat internal auditor harus mengembangkan keputusan awal menggunakan
pendekatan analytical, tantangan berikutnya adalah mempunyai kemampuan untuk menguji,
review, dan assess the materials. Syarat untuk kompetensi internal audit adalah analisis dari
hasil test. Internal auditor memilih sampel dan menyelenggarakan pengujian internal audit,
lalu hasilnya dianalisis. Dalam penyelenggaraan tiap sampel ditetapkan audit objektif,
internal auditor harus mereview hasil dari kesalahan-kesalahan yang mungkin dideteksi
dalam sampel untuk menentukan apakah itu sebenarnya kesalahan, jika tepat, sifat dan
penyebab kesalahan.

KEMAMPUAN DOKUMENTASI AUDIT INTERNAL


Auditor internal memiliki beberapa tantangan dalam mempersiapkan sebuah
dokumentasi memadai yang mencakup seluruh pekerjaannya. Di dalam memenuhi
kebutuhan tersebut seorang auditor internal butuh untuk mengembangkan suatu audit work
documentation skills. Sebuah fungsi audit internal seharusnya terdiri dari beberapa standar
praktek terbaik guna memenuhi kebutuhan pendokumentasian secara elektronik.

Mungkin setiap auditor internal telah menerima pesan pengolah kata berorientasi
dokumentasi yang menjelaskan bidang minat audit dengan semacam pesan pendukung yang
dilampirkan. Dokumentasi menjadi tantangan ketika lampiran pendukung pertama memiliki
lampiran sendiri, beberapa di antaranya memiliki lebih banyak lampiran, dan seterusnya.

REKOMENDASI HASIL DAN TINDAKAN KOREKSI

Melaporkan hasil dari kerja audit nya dan mengembangkan rekomendasi yang kuat
untuk tindakan koreksi. Auditor internal harus mempunyai kemampuan kunci untuk
merangkum hasil dari kerja audit, untuk mendiskusikan apa yang salah, serta untuk
mengembangkan rekomendasi dalam tindakan koreksi yang efektif. Setiap auditor internal
seharusnya memfikirkan kerja audit mereka dalam hal: Tujuan audit, Apa yang ditemukan,
Mengapa ditemukan kesalahan atau ketidakpatuhan, lalu Apa dapat mengkoreksi kesalahan
tersebut, serta apa rekomendasi dari auditor internal untuk tindakan koreksi. Auditor internal
pada semua level sebaiknya mengembangkan kompetensi berfikir tentang hal-hal tersebut.
Mengkaji ulang bukti dan membuat ketepatan rekomendasi audit dapat menjadi sulit jika
audit menemukan pembatas yang kompleks atau area yang sangat tidak jelas.
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
KEMAMPUAN NEGOSIASI AUDIT INTERNAL
Ketika berfokus pada rekomendasi yang dikembangkan di dalam laporan atau selama
me-review bukti audit di lapangan, auditor internal akan mendiskusikan banyak area dimana
manajemen dan yang lainnya tidak setuju dengan asumsi auditor internal dan penemuan-
penemuan potensialnya.

Internal auditor harus berkomunikasi dalam rangka negosiasi mengenai isu atau
pendapat, baik itu berhadapan secara langsung, melalui telepon, ataupun tulisan. Berikut
adalah beberapa elemen kunci dari proses negosiasi.

Tahap I : Memulai Negosiasi – Penawaran Awal

1. Information
Belajar sebanyak mungkin mengenai isu audit atau masalah yang didiskusikan

2. Leverage Evaluation
Sebagai permulaan, evaluasi pemicu atau kekuatan relatif negosiasi kita dan pemicu
dari pihak lain.

3. Analysis
Apa saja isu yang berkembang, hal ini penting ketika memulai review mengenai
laporan audit yang bermasalah.

4. Rapport
Bangun hubungan dengan auditee dan dengan pihak lawan. Audit internal harus
menentukan terlebih dahulu apakah pihak lawan akan kooperatif ; apabila tidak, maka
pertimbangkan untuk memperkerjakan manajemen senior sebagai mediator praktikal.

5. Goals and Expectations


Tujuan berbeda dengan ekspektasi, apa yang menjadi ekspektasi dari internal audit
ketika sesi ini selesai.

6. Type of Negotiation
Bagaimana jenis negosiasinya, apakah kompetitif, kooperatif, atau tidak biasa, apakah
berhadapan langsung, melalui fax, menggunakan mediator, atau dengan cara lain.

7. Budget
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
Setiap negosiasi mengeluarkan biaya. Audit internal akan menghabiskan waktu staff
dan manajemen untuk bertemu dan bernegosiasi, yang mungkin dapat digunakan
untuk mengerjakan pekerjaan audit lainnya .

8. Plan
Kembangkan rencana negosiasi sementara.

Tahap II : Tahap Penawaran

1. Logistics
Tentukan tempat, waktu, dan cara negosiasi. Hal ini penting apabila melibatkan
beberapa unit atau lokasi di dalam prosesnya.

2. Opening Offers
Penawaran terbaik apa yang kita punya, apakah akan memodifikasi rekomendasi atau
tidak.

3. Subsequent Offers
Bagaimana kita menyesuaikan rencana negosiasi untuk merespon pergerakan lawan
yang tidak bisa diantisipasi.

4. Tactics
Tentukan taktik yang akan kita gunakan, dan perkirakan taktik apa yang digunakan
oleh lawan.

5. Concessions
Tentukan konsesi apa yang akan dibuat, dan bagaimana membuatnya.

6. Resolution
Temukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Temukan solusi yang dapat
dirundingkan dan kreatif.

Tahap III : Tahap Penutup


Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)
1. Logistics
Tentukan cara dan waktu yang tepat untuk menutup pertemuan negosiasi. Apakah
pada saat pertemuan tersebut atau nanti setelah auditor internal menyajikan revisi
mereka.

2. Documentation
Siapkan dokumen terperinci yang menggambarkan jalannya pertemuan, dengan
penekanan pada perubahan rencana dan persetujuan kedua belah pihak.

3. Emotional Closure
Dalam menutup pertemuan, penting untuk mengidentifikasi kepentingan dan
perubahan dari tiap pihak. Apabila kita mengabaikan surat tersebut, maka persetujuan
tersebut kemungkinan bukan yang terakhir.

4. Implementation
Meskipun audit internal setuju untuk membuat perubahan pada laporan audit mereka
dan auditee setuju untuk merubah beberapa prakteknya, perjanjian negosiasi akan
menjadi kurang berguna kecuali diimplementasikan dengan tepat.

KOMITMEN UNTUK BELAJAR AUDIT INTERNAL


Semua auditor internal harus menanamkan komitmen untuk belajar secara konstan
dan berkelanjutan sebagai bentuk kompetensi yang paling utama. Contohnya, di tahun 2008,
SEC mengkonversikan aturan-aturan akuntansi dari GAAP menjadi IFRS (international
financial reporting standards). Walaupun auditor internal tidak perlu memahami secara
mendalam atas perubahan aturan akuntansi ini, namun mereka harus mengetahui dampak-
dampak yang mungkin terjadi atas perubahan tersebut.

PENTINGNYA KOMPETENSI INTI AUDIT INTERNAL

Mengikuti tema CBOK auditor internal bab demi bab secara keseluruhan, kompetensi ini
sangat penting untuk semua auditor internal. Sementara topik seperti keterampilan
komunikasi yang baik atau komitmen untuk belajar lebih sedikit bidang pengetahuan
daripada praktik yang baik, keakraban yang kuat dan penggunaan kompetensi audit internal
utama yang dibahas dalam bab ini harus menjadi elemen yang diperlukan dalam setiap
CBOK auditor internal.
Maulana Hafizh Dimasyqi
12030117130123
Audit Internal (E)