Anda di halaman 1dari 102

Aliah : Pacar Baru Yang Hebat

Diposkan oleh All 4 Free Label: Cewek, Umum


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Perkenalkan, namaku Aliah. Aku dikarunia wajah yang cantik (bukannya aku GR, tapi
memang semua teman-temanku, keluargaku dan kenalanku juga mengakuinya). Kata
temanku, wajahku mirip salah satu artis Indonesia. Apalagi waktu aku tersenyum,
kata mereka sangat mirip. Padahal menurutku biasa saja. Apalagi aku tidak sukar
diajak bergaul. Karenanya aku punya banyak teman.

Selain itu aku sangat rajin merawat tubuhku. Fitness, olahraga dan ke salon adalah
rutinitasku. Karenanya aku tumbuh menjadi gadis yang energic dan sexy. Baju-baju
ketat, semi-transparan dan tank top adalah 'seragam'ku, sehingga kemolekan tubuhku
semakin terpancar. Malah kalau di rumah aku tidak segan-segan untuk tampil sangat
sexy. Toh untuk apa punya tubuh sexy kalau tidak ditunjukkan ke orang lain. Tapi
aku masih punya batas-batas kewajaran.

Aku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Umurku belum genap 20 tahun.
Aku sebenarnya asli Jakarta, tapi aku lebih memilih untuk kuliah di Bandung. Biar
jauh dari orangtua. Dari sejak SMA aku sudah bercita-cita ingin kuliah jauh dari
orangtua. Soalnya malas juga tinggal serumah dengan orangtua, yang sedikit-sedikit
melarang ini itu.

Di Bandung, Papaku membelikanku sebuah rumah. Aku tinggal sendiri di sana bersama
pembantuku dan anaknya yang masih kecil. Rumahku cukup besar dengan perabotan yang
lengkap plus mobil BMW seri terbaru, maklumlah Papaku adalah seorang pengusaha yang
cukup sukses. Itu tidak seberapa baginya. Itu adalah hadiahku karena lulus UMPTN.

Sore itu aku baru pulang kuliah. Capek sekali rasanya setelah seharian berkutat
dengan kuliah. Bayangkan saja aku kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Non
stop. Karenanya aku merasa badanku lelah dan ingin istirahat. Untung besok libur
(hari sabtu), jadi aku bisa memanfaatkan waktuku untuk istirahat.

Puh.. Aku mensandarkan tubuhku di sofa ruang tengah. Aku haus sekali, maka
kuputuskan untuk memangil Bi Icah agar membuatkan minum untukku. Ups.. Ternyata aku
lupa. Bi Icah dan anaknya sedang pulang kampung tadi pagi. Maklum sejak aku tinggal
di Bandung mereka belum pernah pulang, jadi kuijinkan mereka pulang kampung. Ah..
Malas benar aku mengangkat pantatku dari sofa. Tapi rasa hausku mengalahkanku, maka
dengan malas aku mengambil air dingin di dapur untuk menghilangkan rasa hausku.

Kemudian aku pergi ke kamar, kucoba untuk istirahat. Walau badanku capek sekali
tapi aku tidak bisa memejamkan mata. Maka kuputuskan menyalakan komputerku mencoba
mencari hiburan. Baru saja kunyalakan komputer, HP-ku berbunyi. Segera kuambil HP-
ku dari tas. Di screen tertuliskan "CINTA", maka segera kuangkat, karena itu adalah
dari Alan, cowokku.

"Halo Sayang. Lagi ngapain? "Kata suara di seberang sana.


"Ada apa, Lan? Gue lagi sendiri nih di rumah. Gak lagi ngapa-ngapain" jawabku.
"Malam ini jalan yuk, say. Besok kan libur. Mau gak?"
"Aduh gue cape banget nih, Say. Malas keluar. Mending lo aja yang ke rumah. Lagian
rumah sepi, Gak ada orang. Sekalian temanin gue. Mau gak?" Rengekku manja.
"Ya udah tunggu aja. 30 menit lagi gue ke sana. Dah Sayang..!" Katanya.
"Dah.."

Alan adalah cowok baruku. Orangnya ganteng da sangat perhatian terhadapku. Kami
baru jadian sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi dia sudah beberapa kali menikmati
tubuhku. Yup.. Aku memang cewe yang liberal. Aku menyerahkan keperawananku sama
mantanku sewaktu SMA dulu. Jadi bagiku sex bukan hal yang terlalu tabu. Tapi aku
masih tahu tata krama. Aku gak sembarang tidur dengan cowo. Aku gak mau dicap cewek
gampangan. Aku hanya mau ML sama orang yang benar-benar kucintai. Ya.. Seperti Alan
ini. Dia lumayan bisa memuaskanku. Hampir di setiap kesempatan kami selalu mereguk
kenikmatan duniawi. Paling sering sih di kontrakannya, karena sepi. Sedangkan di
rumahku belum pernah karena ada pembantuku. Malah tak jarang, ketika kami sudah
sama-sama pengen ML kami membooking hotel untuk menuntaskan nafsu kami. Mengingat-
ingat kejadian itu libidoku perlahan-lahan naik.

Maka segera kuganti bajuku. Aku ingin tampil sexy di depan Alan. Segera kugunakan
celana pendek putih semi transparan yang ketat. Saking ketatnya terasa CD-ku
tercetak di sana. Pantatku yang bulat sekal terlihat indah menonjol. Kemudian
kugunakan tanktop putih ketat juga. Aku bercermin, lumayan sexy juga, batinku.
Payudaraku yang lumayan besar tercetak di bajuku. Malah karena saking kecilnya
bajuku itu, jika aku bergerak-gerak dadaku juga terayun kesana kemari. Aku senang
sekali melihatnya. Pasti Alan suka melihatnya. Aku tak sabar ingin cepat-cepat
berjumpa dengannya.

Beberapa saat kemudian kudengar suara klakson berbunyi. Itu pasti Alan. Aku,
bercermin sebentar memastikan penampilanku lalu membuka pintu. Benar saja, mobil
Alan sudah ada di depan gerbang rumahku yang masih terkunci. Aku berlari-lari
menuju gerbang untuk membuka pintu pagar rumahku, hal itu otomatis membuat dadaku
terayun kesana-kemari. Alan pasti melihatnya dengan jelas karena jarak yang tidak
terlalu jauh. Dadaku bergerak-gerak dengan bebasnya. Setelah kubuka gerbang,
perlahan-lahan mobilnya masuk ke garasiku. Segera kututup gerbang kembali dan aku
menghampirinya yang baru keluar dari mobil.

"Halo Sayang.." katanya. Dipamerkannya senyum manisnya. Kacamata coklat yang


dipakainya menambah kesan macho-nya.
"Halo juga. Silahkan masuk, Say" kataku mempersilakannya masuk ke rumah.

Dia mengikutiku dari belakang. Aku bisa pastikan matanya tidak akan lepas dari
pantatku yang bergoyang kesana-kemari dengan indahnya. Kemudian aku menutup pintu
rumah dan menguncinya. Baru aku membalikkan tubuhku, Alan sudah berdiri di depanku
dengan senyum indahnya.

"Kamu sexy sekali hari ini, Sayang" katanya sambil mendekatkan bibirnya ke mulutku.
Segera kusambut bibirnya dan kami melakukan french kiss.
"Terima kasih" jawabku sambil kembali menciumnya, kali ini ciuman kami makin
dahsyat. Sambil menciumi bibirku, tangannya perlahan-lahan menjamah dadaku. Aku
semakin ganas membalasnya. Ketika tangannya mulai menyusup ke dalam tank topku,
segera kuhentikan.
"Sabar dulu dong, Say. Ga sabaran amat" ucapku sambil menjauhkan tubuhku darinya.
"Mending duduk dulu, aku buatkan minum ya?", lanjutku lagi.

Aku sengaja menahan kenikmatan tadi, padahal sebenarnya aku juga sudah ingin
sekali. Dia hanya mengangguk lalu pergi menuju sofa. Segera kubuatkan minum dan
memberikanya kepadanya. Softdrink yang kusuguhkan langsung dihabiskannya. Kemudian
matanya menatapku. Aku tahu maksudnya. Maka aku pindah ke sebelahnya, lalu
diciumnya bibirku. Aku hanya bisa memejamkan mata menikmati bibir lembutnya.
Kemudian dia peluk aku dan tangannya mulai meremas-remas dadaku. Aku mulai merem-
melek sambil memutar badanku.

Sekarang aku duduk di paha Alan berhadap-hadapan. Kembali kami berciuman dengan
penuh gairah. Lidah kami saling beradu. Perlahan bibirnya turun ke pipiku lalu ke
leherku. Diciumnya leherku. Lidahnya menari-nari dari ujung leherku ke ujung yang
satunya lagi. Hal itu membuatku seperti cacing kepanasan saking nikmatnya.
Tangannya tidak tinggal diam. Diremas-remasnya dadaku yang mulai mengeras.
Tangannya sungguh lihai meremas-remas payudaraku sehingga membuatku makin
menggelinjang. Aku tak tahan hingga kembali kulumat bibirnya. Lidahku beradu dengan
lidahnya lagi. Aku sudah tidak tahu kapan pertama kali aku semahir ini melakukan
ciuman. Alan mulai menyusupkan tangannya ke balik tank topku dan mencari
pegangannya, dadaku. Gesekan tangannya langsung di permukaan kulit dadaku hingga
sungguh kenikmatannya tiada tara.

"Ehh.. Eh.." rintihku. Sejenak dihentikannya aktivitasnya karena menyadari sesuatu


sambil bertanya..
"kamu ga pakai bra ya, Say?" aku hanya tersenyum lalu kembali melumat bibirnya.

Dia juga semakin ganas meladeni ciumanku. Tangannya makin keras meremas-remas
dadaku. Memelintir dari atas ke bawah dan sebaliknya. Kurasakan penisnya mulai
menegang di bawah sana. Kemudian dia menghentikan remasan dan ciumannya, lalu mulai
melepas tank topku. Aku membantunya melepaskan penutup dadaku itu melewati kepala.
Maka segera dadaku yang tanpa penutup apa-apa lagi terpampang di hadapannya. Dadaku
yang putih, bulat kencang dengan puting berwarna kemerah-merahan menjadi santapan
matanya. Dia sangat kagum melihat payudaraku. Walaupun sudah sering melihat dadaku,
bahkan menjilat, melumat dan menggigitnya, dia tetap saja menelan ludah menikmati
pemandangan ini.

"Dadamu indah sekali, Sayang!' ujarnya.

Kemudian didorongnya kepalanya di antara kedua gunungku, lalu lidahnya bergerak di


sana. Aku meringis dan mendesis menikmati momen tersebut. Kemudian dia mulai
mencium dadaku yang kanan, dilumatnya dengan penuh nafsu. Beberapa detik kemudian
aku menjerit pelan karena aku merasakan gigitan pada puting kananku, dia dengan
gemasnya menggigit dan mencupangi putingku itu sehingga meninggalkan jejak di
sekitarnya.

"Hhmm.. indah sekali dadamu ini Say," pujinya lagi sambil tangannya yang satu lagi
mengelusi punggung dan leherku dan berakhir di dada kiriku.

Diremasnya dada kiriku yang sudah tegak berdiri tersebut. Remasan dan jilatannya
silih berganti antara dada yang kanan dan yang kiri, sehingga menimbulkan sensasi
kenikmatan yang tiada tara. Aku sampai melayang-layang dibuatnya. Puas meremas
dadaku yang kiri, tangannya yang kanan mulai menurun hingga mencengkeram pantatku
yang bulat dan padat. Aku hanya bisa mendesah nikmat. Kuremas-remas rambutnya
mencoba mengimbangi desakan birahi ini. Untung rumahku sepi, kalau tidak mana
mungkin aku bisa bercinta di sofa seperti ini.

Setelah puas menggerayangi dadaku, dia pun melepaskanku. Segera dibukanya bajunya,
lalu dia membuka celana panjang beserta celana dalamnya sehingga penisnya yang dari
tadi sudah sesak dalam celana dalamnya itu kini dapat berdiri dengan dengan tegak.
Kemudian dia duduk di sofa dengan mengangkangkan kakinya. Matanya menatap mataku
dengan penuh harap. Aku mengerti maksudnya. Dia ingin dioral tentunya. Sebenarnya
aku kurang mahir melakukan oral sex, aku masih butuh belajar, tapi nafsu ingin
saling memuaskan membuatku melakukannya. Maka perlahan-lahan aku duduk di lantai
menghadap penisnya.

Batang Alan yang sudah tegang itu kini berada dalam genggamanku. Kukocok-kocok ke
atas dan ke bawah. Nampaknya dia menikmati kocokanku. Tanganku yang halus naik
turun di batangnya. Nampaknya dia sangat menikmati kocokanku di penisnya. Hal itu
terbukti dengan matanya yang tertutup rapat. Aku menikmati ekspresinya yang
keenakan itu.

"Uh.. Enak sekali Aliah.. Oh..", desahnya.


"Masukkan dong Say, ke mulutmu" pintanya.

Tanpa diminta 2 kali aku menuruti kemauan orang yang kusayangi itu. Perlahan namun
pasti, penisnya kuarahkan ke rongga mulutku. Penis itu kucium dan kujilat ujungnya
dengan lembut bahkan sangat lembut sekali. Benda itu bergetar hebat diiringi
desahan pemiliknya. Seponganku di batangnya kupadukan dengan sedikit kocokan. Alan
pasti keenakan kuperlakukan seperti itu. Tapi aku akan membuatnya lebih keenakan.
Lalu kubuka mulutku lebih lebar untuk memasukkan penis itu semuanya ke mulutku.
Hhmm.. hampir sedikit lagi masuk seluruhnya, tapi nampaknya sudah mentok di
tenggorokanku.

Dalam mulutku, penis itu kukulum dan kuhisap, kugerakkan lidahku memutar mengitari
kepala penisnya. Hanya itu yang kulakukan tapi tampaknya dia sudah blingsatan.
Padahal harus kuakui bahwa oral sexku belum apa-apa dibandingkan cerita teman-teman
cewekku yang pernah melakukannya. Bahkan masih kalah jauh daripada BF yang pernah
kutonton. Tapi aku tetap melanjutkannya. Toh Alan masih keenakan. Memang sih, Alan
mengaku baru ML pertama kali denganku. Jadi dia belum bisa membandingkannya dengan
yang lain.

Sesekali aku melirik ke atas melihat ekspresi wajahnya saat menikmati seponganku.
Dia mengelus-elus rambutku dan mengelap dahinya yang sudah bercucuran keringat
dengan sapu tangan. Alan nampaknya tidak mau cepat-cepat keluar, maka ditariknya
kepalaku. Aku berdiri tegak di hadapannya yang masih bersandar di sofa. Segera
kulepaskan celana pendek beserta CD-ku sekalian. Matanya nanar melihat
ketelanjanganku. Aku seperti manusia yang baru lahir, polos. Kini aku sudah
telanjang bulat di hadapannya. Aku lalu naik ke pangkuannya. Dengan senyum nakal
aku meremas-remas dadanya yang bidang.

Lalu kubenamkan kembali wajahnya ke payudaraku hingga dia pun mulai menyusu di
situ. Kali ini dia menjilati seluruh permukaannya hingga basah oleh liurnya lalu
dikulum dan dihisap kuat-kuat. Tangannya di bawah sana juga tidak bisa diam,
tangannya meremas-remas pantat dan pahaku. Dielus-elusnya paha putihku itu. Berbeda
dengan pahaku yang dielusnya dengan lembut, pantatku justru diremasnya dengan
keras. Gumpalan daging pinggulku menjadi bulan-bulanan tangannya.

Aku hanya mendesah-desah. Giginya yang putih menarik-narik puting susuku. Hal itu
semakin membuatku merintih. Malah kini tangannya yang bercokol di pahaku mulai
merambat semakin jauh. Aku tak kuasa untuk tidak merintih dan mendesah. Bongkahan
pantatku diremas, dadaku dilumat dan sekarang tangannya yang kanan menggerayangi
vaginaku dan menusuk-nusukkan jarinya di sana. Ohh.. nikmatnya, batinku.

Sebagai respons aku hanya bisa mendesah dan memeluknya erat-erat, darah dalam
tubuhku semakin bergolak sehingga keringatku menetes-netes. Mulutnya kini merambat
naik menjilati leher jenjangku, dia juga mengulum leherku dan mencupanginya.
Cupangannya cukup keras sampai meninggalkan bercak merah. Akhirnya mulutnya bertemu
dengan mulutku lagi dimana lidah kami saling beradu dengan liar. Sambil berciuman
tanganku meraba-raba selangkangannya yang sudah mengeras itu.

"Lan.. Sekarang ya..", pintaku memelas.

Aku sudah tidak tahan lagi ingin segera menuntaskan birahiku. Maka kuangkat
pantatku sebentar dan mengarahkan vaginaku ke penisnya. Dia memegang penisnya siap
menerima vaginaku. Sedikit demi sedikit aku merasakan ruang vaginaku terisi dan
dengan beberapa hentakan masuklah batang itu seluruhnya ke dalam. Aku tak kuasa
untuk tidak menjerit kala batang Alan membelah bibir vaginaku. Sama sepertiku, dia
juga mendesah menyebut namaku saat penisnya amblas ditelan vaginaku.

"Oohh..!" desahku dengan tubuh menegang dan mencengkram bahu pacarku. Kurasakan
liangku agak nyeri, tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya yang terasa hanyalah
nikmat.

Kemudian, secara perlahan-lahan aku menaikturunkan tubuhku di atas penisnya. Kupacu


kejantanannya dengan goyanganku. Aku tiba-tiba menjadi gadis yang liar yang butuh
kenikmatan. Kugoyang-goyangkan vaginaku di atas batangnya sambil sesekali membuat
gerakan memutar. Vaginaku seperti diaduk-aduk. Aku sangat menikmati posisi ini,
karena aku bisa mengendalikan permainan. Desahan-desahan nikmat menandai keluar
masuknya batang Alan. Alan juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.
Matanya menatap wajahku yang kemerahan karena nikmat.

"Ahh.. Ahh.." desahku seiring dengan naik-turunnya tubuhku.

Dadaku yang sudah menegang maksimun terayun-ayun dengan indah di hadapannya. Alan
juga mulai membantu menyodok-nyodok penisnya, sehingga kenikmatan yang kurasakan
semakin bertambah. Tubuhku terlonjak-lonjak dan tertekuk menahan sensasi kenikmatan
dunia. Hal itu membuat payudaraku semakin membusung ke arahnya. Kesempatan ini
tidak disia-siakannya, dia langsung melumat dadaku yang kiri dengan mulutnya. Aku
semakin menjerit keras. Dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan
makin terbakar birahi.

Alan semakin menyerangku dengan meremas-remas dadaku yang kanan serta memilin-milin
putingnya. Alan sungguh pintar menyerang titik sensitifku. Sepuluh menit lamanya
kami berpacu dalam gaya demikian. Saling berlomba-lomba mencapai puncak. Sodokan-
sodokannya semakin lama semakin cepat dan makin berirama. Mulutnya tak henti-henti
mencupangi payudaraku yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya juga mampir
di pundak dan leherku. Sungguh kenikmatan yang sangat indah. Tangannya yang tadi
lembut menggerayangi paha dan pantatku, sekarang cenderung kasar. Aku sudah sangat
kecapaian dengan posisi tersebut sehinga goyanganku semakin lama semakin tidak
bertenaga. Malah kini dia yang aktif menyodok-nyodok kejantanannya.

Menyadari hal tersebut, Alan minta ganti posisi. Ditariknya penisnya dari rongga
kemaluanku. Ada perasaan kesal, tapi itu tidak berlangsung lama. Tubuhku dibalikkan
telungkup di atas sofa. Lalu kakiku ditarik hingga terjuntai menyentuh lantai,
hingga otomatis kini pantatku pun menungging ke arahnya. Dadaku yang dari tadi
menjadi bulan-bulanannya menekan sofa karena aku telungkup. Alan sibuk memegang
erat-erat kedua pahaku.

"Siap-siap ya Say!" ujarnya.

Aku hanya bisa menganggukkan kepala menunggu kenikmatan selanjutnya dengan posisi
doggy style. Alan pernah bercerita bahwa posisi ini sangat disukainya, karena dia
yang mengambil kendali dan bebas meremas-remas semua bagian tubuhku, bahkan anusku.
Sebelum menusuk vaginaku, dia terlebih dahulu mencium punggungku. Seluruh tubuhku
kembali bergetar, seakan terlempar ke-awang-awang. Sendi-sendiku bergetar menunggu
penisnya menembus kemaluanku. Posisi ini membuat kegatalan birahiku semakin tak
terhingga, hingga membuat aku menggeliat-geliat tak tertahankan.

"Alan.. Buruan..!" rengekku sudah tidak tahan lagi. Alan mematuhiku. Sambil meremas
pantatku dia mendorongkan penisnya ke vaginaku.
"Ohh.. Ngghh..!" desisku saat penis yang keras itu membelah bibir kemaluanku.

Penisnya dengan perlahan dan lembut mengaduk-aduk vaginaku. Kontan aku menjerit-
jerit keras. Dalam posisi seperti ini sodokannya terasa semakin keras dan dalam,
badanku pun ikut tergoncang hebat, payudaraku serasa tertekan dan bergesekan dengan
sofa. Hal itu justru menimbulkan kenikmatan tersendiri, apalagi sofaku terbuat dari
kulit sehingga gesekan di dadaku terasa sedikit kasar namun nikmat.

"Ah.. Euh.. Ah.. Aw.." aku cuma bisa mendesah setiap kali dia menyodokkan penisnya
ke vaginaku.

Alan menggenjotku semakin cepat. Vaginaku dihunjam penisnya yang sekeras batu itu.
Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi semakin cepat memijati miliknya. Dengusan
nafasnya bercampur dengan desahanku memenuhi ruang tengahku. Mulutku megap-megap
dan mataku terpejam. Beberapa menit kemudian dia menarik tubuh kami mundur
selangkah sehingga payudaraku yang tadinya menempel di sofa kini menggantung bebas.
Kemudian dilanjutkanya kocokannya. Payudaraku terayun ayun ke depan dan ke
belakang. Terkadang dadaku menyentuh sandaran bawah sofa sehingga menimbulkan rasa
sakit. Tapi rasa sakit tersebut tertutupi kenikmatan yang menjalar ke seluruh
aliran darahku.

Sambil berpacu dalam gaya doggy ini, tangannya kini tidak tinggal diam. Dia mulai
menggerayangi payudaraku yang semakin ranum karena aku menungging. Ditariknya-
tariknya benda kenyal itu sesuka hatinya. Aku merem-melek menikmati tangannya
bergerilya dari dadaku yang kanan ke dadaku yang kiri. Aku menjerit kegelian saat
dia mengocok vaginaku dengan cepat dan keras, tapi dia meremas dadaku dengan lembut
sekali dan sesekali memelintir-melintir putingnya.

Tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang.


Gesekan-gesekan di liang kewanitaanku serta remasanremasan di dadaku membuat
pertahananku sebentar lagi akan jebol. Pandanganku kabur dan kurasakan kesadaranku
hilang. Akhirnya aku pun tak bisa lagi menahan orgasmeku. Mengetahui bahwa aku akan
segera keluar, dia semakin bergairah, tubuhku ditekan-tekannya sehingga penisnya
menusuk lebih dalam, tangannya pun semakin kasar meremas payudaraku.

"Aahhkk..!" jeritku bersamaan dengan mengucurnya cairan cintaku.

Kugenggam erat karpet ruang tamu merasakan detik-detik orgasmeku. Aku menggigit
bibir merasakan gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Aku merasakan cairan cinta
yang mengalir hangat pada selangkanganku. Tapi itu belum berakhir, karena Alan
masih terus mengocokku sehingga orgasmeku semakin panjang. Alan juga nampaknya akan
segera orgasme. Hal itu tampak dari gayanya yang khas jika akan orgasme.

"Aku mau keluar, aku mau keluar.." Alan membisikkannya sambil ngos-ngosan dan masih
terus mengocokku.
"Jangan di.. Jangan di dalam. Ah.. Ah.. Oh.. Aku.. Aku lagi.. Subur."

Aku cuma bisa berbicara begitu, setidaknya aku bermaksud berbicara begitu karena
aku tidak tahu apakah suaraku keluar atau tidak, pokoknya aku sudah berusaha, itu
juga sudah aku paksa-paksakan. Aku tidak tahu apakah dia mengerti apa yang aku
bicarakan, tapi yang jelas dia masih terus mengocokku.

Beberapa detik kemudian, dia mencabut penisnya, kakiku langsung ambruk ke lantai.
Alan yang menyodokku dari belakang akhirnya klimaks. Dia mengeluarkan penisnya dan
menyiramkan isinya di punggung dan pantatku. Air maninya membasahi tubuhku bagian
belakang. Tidak terlalu banyak spermanya, tapi sangat lengket kurasakan di tubuhku.
Kemudian dia ambruk menindihku. Kurasakan penisnya yang menindih pantatku mulai
mengecil.

"Terimakasih, Sayang" ucapnya sambil mengecup leherku. Aku hanya terpejam menikmati
sisa-sisa kenikmatan barusan.

Akhirnya malam itu Alan menginap di rumahku. Sudah bisa ditebak kami akan mereguk
kenikmatan sepanjang malam sampai besok paginya karena libur.

Sesudah percintaan di ruang tamu tadi, Alan menikmati tubuhku lagi di kamar mandi.
Aku yang sedang mandi dikejutkan akan kehadirannya di depan pintu. Walau masih
lemas, aku terpaksa meladeninya. Aku hanya diam di lantai kamar mandi sedangkan dia
yang aktif menyodokku. Malah yang seru adalah ketika sehabis makan malam di luar.
Kami kembali ke rumah dan langsung ke kamarku. Aku yang sudah bersiap-siap tidur
diajaknya menonton BF di komputerku.

Adegan-adegan mesum di layar monitor membuat libidoku cepat naik. Aku mencoba
memancing gairah Alan, tapi dia menolak untuk menyetubuhiku. Aku bingung dibuatnya,
tidak biasanya dia menolak seperti itu. Selama ini justru aku yang sering menolak
bersenggama dengannya. Saat itu, katanya dia mau ML tetapi ada syaratnya. Dia
memintaku untuk menari-nari seperti penari telanjang. Aku sih OK saja, berhubung
dia adalah pacarku dan nafsuku ingin segera dituntaskan, maka aku menuruti
kemauannya.

Bak seorang stripteaser professional, aku take action di hadapannya. Dia sangat
bernafsu sekali menikmati pemandangan langka tersebut. Baru setelah itu dia
mengocokku. Kali ini tanpa basi-basi langsung ditusuknya penisnya ke liangku yang
sudah sangat basah itu. Kenikmatan yang kuharapkan tercapai sudah. Aku benar-benar
puas saat itu. Belum pernah kami bercinta sepanjang itu.

====

Akibat Berenang Bugil


Diposkan oleh All 4 Free Label: Cewek, Gangbang, Perkosaan, Umum
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Hari itu, sekitar jam 12 siang, aku baru saja tiba di vilaku di puncak. Pak Joko,
penjaga vilaku membukakan pintu garasi agar aku bisa memarkirkan mobilku. Pheew..
akhirnya aku bisa melepaskan kepenatan setelah seminggu lebih menempuh UAS. Aku
ingin mengambil saat tenang sejenak, tanpa ditemani siapapun, aku ingin
menikmatinya sendirian di tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibukota. Agar aku lebih
menikmati privacy-ku maka kusuruh Pak Joko pulang ke rumahnya yang memang di desa
sekitar sini. Pak Joko sudah bekerja di tempat ini sejak papaku membeli vila ini
sekitar 7 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, vila kami terawat baik dan belum
pernah kemalingan. Usianya hampir seperti ayahku, 50-an lebih, tubuhnya tinggi
kurus dengan kulit hitam terbakar matahari. Aku daridulu sebenarnya berniat
mengerjainya, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka
kuurungkan niatku.

"Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Bapak pasti ada di rumah kok, tinggal
dateng aja" pamitnya.
Setelah Pak Joko meninggalkanku, aku membereskan semua bawaanku. Kulempar tubuhku
ke atas kasur sambil menarik nafas panjang, lega sekali rasanya lepas dari buku-
buku kuliah itu. Cuaca hari itu sangat cerah, matahari bersinar dengan diiringi
embusan angin sepoi-sepoi sehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa. Aku
jadi ingin berenang rasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang
airnya bersih sekali, Pak Joko memang telaten merawat vila ini. Segera kuambil
perlengkapan renangku dan menuju ke kolam.

Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitu tenang, yang terdengar
hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin. Tiba-tiba muncul kegilaanku,
mumpung sepi-sepi begini, bagimana kalau aku berenang tanpa busana saja, toh tidak
ada siapa-siapa lagi disini selain aku lagipula aku senang orang mengagumi
keindahan tubuhku. Maka tanpa pikir panjang lagi, aku pun melepas satu-persatu
semua yang menempel di tubuhku termasuk arloji dan segala perhiasan sampai benar-
benar bugil seperti waktu baru dilahirkan. Setelah melepas anting yang terakhir
menempel di tubuhku, aku langsung terjun ke kolam. Aahh.. enak sekali rasanya
berenang bugil seperti ini, tubuh serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-
balik dengan beberapa gaya kecuali gaya kupu-kupu (karena aku tidak bisa, hehe..)

20 menit lamanya aku berada di kolam, akupun merasa haus dan ingin istirahat
sebentar dengan berjemur di pinggir kolam. Aku lalu naik dan mengeringkan tubuhku
dengan handuk, setelah kuambil sekaleng coca-cola dari kulkas, aku kembali lagi ke
kolam. Kurebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan kupakai kacamata hitamku
sambil menikmati minumku. Agar kulitku yang putih mulus ini tidak terbakar
matahari, kuambil suntan oilku dan kuoleskan di sekujur tubuhku hingga nampak
berkilauan. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasa aku
pun pelan-pelan tertidur. Di tepi kolam itu aku berbaring tanpa sesuatu apapun yang
melekat di tubuhku, kecuali sebuah kacamata hitam. Kalau saja saat itu ada maling
masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku sudah diperkosanya habis-
habisan.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu
mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh bibir
kemaluanku tiba-tiba mataku terbuka dan aku langsung terkejut karena yang kurasakan
barusan ternyata bukan sekedar mimpi. Aku melihat seseorang sedang menggerayangi
tubuhku dan begitu aku bangun orang itu dengan sigapnya mencengkram bahuku dan
membekap mulutku dengan tangannya, mencegah agar aku tidak menjerit. Aku mulai
dapat mengenali orang itu, dia adalah Taryo, si penjaga vila tetangga, usianya
sekitar 30-an, wajahnya jelek sekali dengan gigi agak tonggos, pipinya yang cekung
dan matanya yang lebar itu tepat di depan wajahku.
"Sstt.. mendingan Neng nurut aja, di sini udah ga ada siapa-siapa lagi, jadi jangan
macam-macam!" ancamnya
Aku mengangguk saja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan
bekapannya pada mulutku
"Hehehe.. udah lama saya pengen ngerasain ngentot sama Neng!" katanya sambil
matanya menatapi dadaku
"Ngentot ya ngentot, tapi yang sopan dong mintanya, gak usah kaya maling gitu!"
kataku sewot.

Ternyata tanpa kusadari sejak berenang dia sudah memperhatikanku dari loteng vila
majikannya dan itu sering dia lakukan daridulu kalau ada wanita berenang di sini.
Mengetahui Pak Joko sedang tidak di sini dan aku tertidur, dia nekad memanjat
tembok untuk masuk ke sini. Sebenarnya aku sedang tidak mood untuk ngeseks karena
masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuatku BT (birahi
tinggi).
"Heh, katanya mau merkosa gua, kok belum buka baju juga, dari tadi pegang-pegang
doang beraninya!" tantangku.
"Hehe, iya Neng abis tetek Neng ini loh, montok banget sampe lupa deh" jawabnya
seraya melepas baju lusuhnya.
Badannya lumayan jadi juga, walaupun agak kurus dan dekil, penisnya yang sudah
tegang cukup besar, seukuran sama punyanya si Wahyu, tukang air yang pernah main
denganku (baca Tukang Air, Listrik, dan Bangunan).

Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai menyedot payudaraku yang paling
dikaguminya, sementara aku meraih penisnya dengan tanganku serta kukocok hingga
kurasakan penis itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai
vaginaku dan menggosok-gosok bibirnya.
"Eenghh.. terus Tar.. oohh!" desahku sambil meremasi rambut Taryo yang sedang
mengisap payudaraku.
Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di kemaluanku. Aku
mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi
dengan jarinya yang bergerak keluar masuk. Aku sampai meremas-remas payudara dan
menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu
hingga akhirnya tubuhku mengejang dan vaginaku mengeluarkan cairan hangat. Dengan
merem melek aku menjambak rambut si Taryo yang sedang menyeruput vaginaku. Perasaan
itu berlangsung terus sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah Taryo
melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.

Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan
ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan
itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalahnya
nafasnya agak bau, entah bau rokok atau jengkol. Setelah beberapa menit baru aku
bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan
mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku yang halus
tanpa jerawat sampai wajahku basah oleh liurnya.
"Gua ga tahan lagi Tar, sini gua emut yang punya lu" kataku.
Si Taryo langsung bangkit dan berdiri di sampingku menyodorkan penisnya. Masih
dalam posisi berbaring di kursi santai, kugenggam benda itu, kukocok dan kujilati
sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh penisnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma
masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala penisnya yang mirip helm
itu, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga tubuh pemiliknya
bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-
mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.
"Eemmpp.. emmphh.. nngg..!" aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas,
namun tidak dipedulikannya. Kepala penis itu berkali-kali menyentuh dinding
kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha
menelan cairan itu, tapi karena banyaknya cairan itu meleleh di sekitar bibirku.
Belum habis semburannya, dia menarik keluar penisnya, sehingga semburan berikut
mendarat disekujur wajahku, kacamata hitamku juga basah kecipratan maninya.

Kulepaskan kacamata hitam itu, lalu kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa
sperma yang menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu
terbuka dan Pak Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang
bugil. Aku sendiri sempat kaget dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan
semua ini pada ortuku.
"Eehh.. maaf Neng, Bapak cuma mau ngambil uang Bapak di kamar, ga tau kalo Neng
lagi gituan" katanya terbata-bata.
Karena sudah tanggung, akupun nekad menawarkan diriku dan berjalan ke arahnya.
"Ah.. ga apa-apa Pak, mending Bapak ikutan aja yuk!" godaku.
Jakunnya turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus
tertuju ke payudaraku. Aku mengelus-elus batangnya dari luar membuatnya terangsang.

Akhirnya dia mulai berani memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri
membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.
"Neng, tetek Neng gede juga yah.. enak yah diginiin sama Bapak?" Sambil tangannya
terus meremasi payudaraku.
Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya, setelah itu
saya turunkan juga celana kolornya. Nampaklah kemaluannya yang hitam menggantung,
jari-jariku pun mulai menggenggamnya. Dalam genggamanku kurasakan benda itu
bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di
hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan batang di genggamanku itu ke mulut,
kujilati dan kuemut-emut hingga pemiliknya mengerang keenakan
"Wah, Pak Joko sama majikan sendiri aja malu-malu!" seru si Taryo yang
memperhatikan Pak Joko agak grogi menikmati oral seks-ku.

Taryo lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kemaluannya. Secara
bergantian mulut dan tanganku melayani kedua penis yang sudah menegang itu. Tidak
puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian Taryo pindah ke belakangku, tubuhku
dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulai merasakan ada benda
yang menyeruak masuk ke dalam vaginaku. Seperti biasa, mulutku menganga
mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci penisnya memasuki vaginaku. Aku
disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak
hingga mulutnya hinggap pada payudaraku. Aku menggelinjang tak karuan waktu puting
kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada penis Pak Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Pak Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa
mulutku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepalaku pun
dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku
tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh
mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke
tubuhku. Perasaan ini sungguh sulit dilukiskan, ketika penis si Taryo menyentuh
bagian terdalam dari rahimku dan ketika penis Pak Joko menyentuh kerongkonganku,
belum lagi mereka terkadang memainkan payudara atau meremasi pantatku. Aku serasa
terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku
membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Joko. Bersamaan dengan itu
pula genjotan si Taryo terasa makin bertenaga. Kami pun mencapai orgasme bersamaan,
aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, dari selangkanganku
meleleh cairan hasil persenggamaan.

Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuhku berkeringat, mereka agaknya
mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.
"Neng, boleh ga Bapak masukin anu Bapak ke itunya Neng?" tanya Pak Joko lembut.
Saya cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi, "Tapi Neng istirahat aja dulu, kayanya
Neng masih cape sih".
Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan
diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, Taryo duduk di sebelah kiriku dan
Pak Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan
jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif
lainnya. Yang satu ditepis yang lain hinggap di bagian lainnya, lama-lama ya aku
biarkan saja, lagipula aku menikmatinya kok.

"Neng, Bapak masukin sekarang aja yah, udah ga tahan daritadi belum rasain itunya
Neng" kata Pak Joko mengambil posisi berlutut di depanku.
Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala merestuinya, dia arahkan
penisnya yang panjang dan keras itu ke vaginaku, tapi dia tidak langsung menusuknya
tapi menggesekannya pada bibir kemaluanku sehingga aku berkelejotan kegelian dan
meremas penis Taryo yang sedang menjilati leher di bawah telingaku.
"Aahh.. Pak cepet masukin dong, udah kebelet nih!" desahku tak tertahankan.
Aku meringis saat dia mulai menekan masuk penisnya. Kini vaginaku telah terisi oleh
benda hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk memberi sensasi
nikmat ke seluruh tubuh.

"Wah.. seret banget memeknya Neng, kalo tau gini udah dari dulu Bapak entotin"
ceracaunya.
"Brengsek juga lu, udah bercucu juga masih piktor, gua kira lu alim" kataku dalam
hati.
Setelah 15 menit dia genjot aku dalam posisi itu, dia melepas penisnya lalu duduk
berselonjor dan manaikkan tubuhku ke penisnya. Dengan refleks akupun menggenggam
penis itu sambil menurunkan tubuhku hingga benda itu amblas ke dalamku. Dia
memegangi kedua bongkahan pantatku yang padat berisi itu, secara bersamaan kami
mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak
air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-
kemari, kedua payudaraku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut
mereka. Pak Joko memperhatikan penisnya sedang keluar masuk di vagina seorang gadis
21 tahun, anak majikannya sendiri, sepertinya dia tak habis pikir betapa untungnya
berkesempatan mencicipi tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah lama tidak
dirasakannya.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika Taryo tiba-tiba mendorong punggungku sehingga
pantatku semakin menungging dan payudaraku makin tertekan ke wajah Pak Joko. Taryo
membuka pantatku dan mengarahkan penisnya ke sana
"Aduuh.. pelan-pelan Tar, sakit tau.. aww!" rintihku waktu dia mendorong masuk
penisnya.
Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua batang penis besar. Kami
kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa
nikmat yang menjalari tubuhku. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika Taryo menyodok
pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar,
Taryo malah makin buas menggenjotku. Pak Joko melumat bibirku dan memainkan
lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti
mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Pak Joko erat-
erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang
sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Pak Joko. Namun mereka masih saja
memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari
mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin
erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, putingku
disedot kuat-kuat oleh Pak Joko, dan Taryo menjambak rambutku. Aku lalu merasakan
cairan hangat menyembur di dalam vagina dan anusku, di air nampak sedikit cairan
putih susu itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku
dengan penis masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas.
Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Eh..
ternyata mereka mengikutiku dan memaksa ikut mandi bersama. Akhirnya kuiyakan saja
deh supaya mereka senang. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram,
menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. Bagian kemaluan dan
payudaraku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir
"Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin
nih" disambut gelak tawa kami.
Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka
bangkit lagi, akupun kembali digarap di kamar mandi.

Hari itu aku dikerjai terus-menerus oleh mereka sampai mereka menginap dan tidur
denganku di ranjang spring bed-ku. Sejak itu kalau ada sex party di vila ini,
mereka berdua selalu diajak dengan syarat jangan sampai rahasia ini bocor. Aku
senang karena ada alat pemuas hasratku, mereka pun senang karena bisa merasakan
tubuhku dan teman-teman kuliahku yang masih muda dan cantik. Jadi ada variasi dalam
kehidupan seks kami, tidak selalu main sama teman-teman cowok di kampus....

====

Kisah Cinta Terlarang


Posted by Cara Kaya Dengan Cepat | Filed under |

Digg
Del.icio.us
Reddit
RSS

Cerita Dewasa.Aku Dina. Pertama kali aku mengenal cinta, hatiku sangat berbunga-
bunga. Hanya sayangnya cinta pertamaku jatuh tidak pada orang yang tepat. Dia
seorang pria yang sudah berkeluarga. Jadilah kami backstreet. Aku kenal dia, yang
kupanggil MAS, ketika aku datang ke ultah temenku. Dia saat itu enjadi event
organizer acara ultah tersebut. Sejak awal melihat dia aku sudah tertarik. Dia
ganteng dan badannya atletis, aku diperkenalkan ma dia oleh temanku yang ultah.
"Din, ini MAS, dia yang nyelenggaraan pesta ini, asik kan pestanya. Kamu nemenin
MAS ngobrol ya". Temanku itu tau kalo aku suka dengan pria yang umurnya jauh lebih
tua dari aku. Kami jadi asik ngobrol ngalor ngidul. Dia sangat humoris sehingga aku
selalu terpingkal-pingkal
mendengar guyonannya. Makin lama guyonannya makin mengarah yang vulgar, aku sih ok
aja. Ketika aara makan, dia menemani aku menikmati hidangan yang tersedia. Ketika
acar dansa, dia mengajak aku turun, ketika itu lagunya slow. Aku larut dalam
dekapannya yang sangat mesra. Dia berbisik: "Din, kamu cantik sekali, kamu yang
paling cantik dari semua prempuan yang dateng ke pesta ini. Aku suka kamu Din".
"Mas kan dah punya keluarga, masak sih suka ma abg kaya aku". "Justru karena kamu
masih abg, kecantikan kamu masih sangat alami, bukan polesan make up yang tebal".
Memang sih dandananku biasa saja, tanpa make up yang tebal. Perempuan mana sih yang
gak suka dipuji lelaki yang kebetulan dikaguminya. Ketika pulang dia mengantarkan
aku pulang, sebelum aku turun dari mobil, pipiku dikecupnya, "Kapan2 kita ketemuan
lagi ya Din, ni nomer hpku". Kami bertukaran no hp.

Sejak pertemuan pertama itu, kami sering jumpa di mal, di bioskop atau ditempat
fitnes.

Karena dia tau aku suka fitnes, makanya diapun mendaftar menjadi member ditempat
aku biasa fitnes. Karena sering ketemu, hubungan kami makin lama makin akrab. Dia
adalah lelaki pertama yang mencium bibirku. Itu kejadiannya ketika kami sedang
dibioskop. Karena bukan weekend, jumlah penontonnya sedikit, sehingga dia milih
tempat duduk yang jauh dari penonton lain. Dia berbisik: "Din, aku sayang sekali ma
kamu. Kamu?' "Aku juga sayang ma Mas, sayangnya ma dah keluarga ya". "Kita jalani
aja dulu Din, gak apa kan kalo backstreet kaya gini. Pokoknya aku akan berusaha
untuk ketemu kamu sesering mungkin, sayang". Dia meluncurkan rayuan mutnya,
sehingga
aku makin berbung-bunga. "Din..", panggilnya lagi. aku menoleh karahnya. Karena
duduk kami berdempetan, dia langusng merangkul pundaknya dan mendekatkan bibirnya
ke bibirku. aku memejamkan mataku, terasa lembut sekali bibirnya menyentuh bibirku,
kemudian terasa bibirnya mulai mengisap bibirku. aku pasrah ketika dia cukup lama
mengecup bibirku. "Mas", desahku ketika dia melepas bibirnya, seakan aku gak rela
dia melepaskan bibirku. Diapun mengecup bibirku lagi, kali ini lebih lama lagi.
Demikianlah sepanjang film itu kami tidak menikmati filmnya tetapi aku menikmati
bagaimana bibirnya mengulum-ngulu bibirku. "Mas, aku sayang sekali ma mas, aku mau
jadi pacar mas".

Sejak kejadian dibioskop itu, kami menjadi rutin berciuman kalo ketemu, paling
tidak kami melakukannya sebentar di mobil sebelum mobil jalan atau sebelum aku
turun didepan rumahku. Temenku mengingatkan aku agar jangan terlalu larut dalam
berhubungan dengan Mas, karena dia dah berkeluarga. "Nanti kamu yang nyesel lo kalo
dia harus mutusin hubungan kamu dengan dia". Tapi aku tidak mengindahkan himbauan
temanku. Aku seakan buta tertutup cinta yang makin lama makin berkobar-kobar.

Sampai suatu weekend, dia mengajakku ke satu vila diluar kota, katanya dia
mau survei tempat itu karena akan diadakan perhelatan disana. "Temenin aku yuk,
mumpung bisa keluar kota ma kamu. Mau ya sayang". Karena aku dah lama pengen berdua
dia seharian, aku turuti saja ajakannya. Ke ortu, aku pamit mo jalan ma temen2 ke
vila mereka. Aku seneng sekali ketika dah duduk disebelahnya dalam mobilnya.
Mobilnya meluncur arah luar kota. Saat itu aku mengenakan celana ketat dari kain
yang cukup tipis berwarna putih sehingga bentuk bokongku yang bulat padat begitu
kentara, dan bahkan saking ketatnya CDku sampai kelihatan sekali berbentuk
segitiga. Atasannya aku mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga bentuk
toketku yang membulat terlihat jelas, kaosku yang cukup tipis membuat braku yang
berwarna putih terpampang jelas sekali. "Din, kamu seksi sekali deh pake pakean
kaya gitu". "Mas suka kan". "Suka banget, palagi kalo amu gak pake baju Din". "Ih
mas, mulai deh genit, aku turun disini aja deh", aku pura2 merajuk, padahal dalam
hati seneng sekali mendengar pujiannya. "Ya udah turun aja he he", tertawanya
berderai ketika dia mengatakan hal itu, tetpi mobil tetap melaju kencang. "Katanya
disuruh turun, kok gak minggir". "Loncat aja kalo berani". "mas, iih", kataku
sambil mencubit pinggangnya, mesra. Dia menggeliat kegelian, "Jangan dikitikin
dong, nanti nabrak lo". "abis mas sih
mulai duluan". Sepanjang jalan kami bercanda rian, sesekali tangannya gantian
menggelitiki pinggangku, sehingga aku menggelinjang. Kadang tangannya mendarat di
pahaku dan mengelus2nya sampe kedeket pangkal pahaku. aku menjadi merinding karena
rabaannya. Maklum deh dia pria pertama yang melakukan hal ini. "Maas", aku hanya
melenguh ketika pahaku dielus2 begitu. Karena aku tidak menolak, maka dia
meneruskan elusannya dipahaku. aku menjadi gelisah, dudukku gak bisa diam, ada rasa
geli bercampur nikmat dan aku merasa pengen kencing. "Mas maih jauh ya".
"Napa Din". "aku pengen pipis". "Bentar lagi juga sampe. Itu bukan pengen pipis
biasa Din". "abis apaan?" "Pasti kamu terangsang ya karena aku ngelus2 paha kamu".
"Ih", kucubit lagi pinggangnya.
Mobilnya sudah masuk ke satu vila. Ada seorang bapak2 yang menyambut di gerbang
vila. Dia orang yang ditugaskan pemilik vila untuk menunggui vila itu. Aku keluar
dari mobil, ikut dengan dia melihat lokasi. Vilanya tidak terlalu besar tetapi
halamannya luas. Dia mulai mengeluarkan catatannya, mengukur sana mengukur sini,
mencoret2 di buku catatannya. Kadang dia menanyakan pendapatku tentang satu hal.
Aku menjawab setauku saja. "Setelah selesai, dia berkata kepada si bapak, "Pak kami
mo menginap di vila ini". "Iya, yang
punya dah kasi tau bapak, ya silahkan saja pak. sudah saya sediakan makanan
secukupnya di lemari es, kalo mo makan ya silahkan dihangatkan dulu. soalnya bapak
mo pulang". Si bapak meninggalkan kami berdua. "Din, kita honimun ya", katanya
sambil tersenyum. aku jadi berdebar2membayangkan apa yang aka dilakukannya padaku.
Aku sering mendengar cerita teman2ku ang sudah pernah berhubungan sex dengan
cowo2nya, mendengar betapa nikmatnya kalo memek kemasukan kontol. Aku jadi
merinding sendiri, aku pengen juga mengalami kenikmatan itu.

Aku menghempaskan pantatku di sofa, dia menyusulku segera dan duduk rapat di
sampingku, "Dina sayang" katanya sambil menggenggam erat dan mesra kedua belah
tanganku. Selesai berkata begitu dia mendekatkan mukanya ke wajahku, dengan cepat
dia mengecup bibirku dengan lembut. Hidung kami bersentuhan lembut. Dia mengulum
bibir bawahku, disedot sedikit. Lima detik kemudian, dia melepaskan kecupan
bibirnya dari bibirku. Aku saat kukecup tadi memejamkan mata, "Aku pengen melakukan
itu ma
kamu, sayang. Kamu bersediakah?", rayunya lebih lanjut. Dia berusaha mengecup
bibirku lagi, namun dengan cepat aku melepaskan tangan kananku dari remasannya,
dadanya kutahan dengan lembut. "Mass" bisikku lirih. "Dina sayang, mau ya", rayunya
lagi. "Tapi mass, aku takut Mas", jawabku. "Takut apa sayang, katakanlah", bisiknya
kembali sambil meraih tanganku. "Aku takut Mas nanti meninggalkan aku", bisikku.
Dia menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup bibirku. "Dina
sayangku, aku terus terang tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi percayalah
aku akan membuktikannya kepadamu, aku akan selalu sayang sama kamu", bujuknya
untuk lebih meyakinkanku. "Tapi Mas" bisikku masih ragu. "Din, percayalah, apa aku
perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa bulan kenal sayang, tapi
percayalah, yakinlah sayang, kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama
sayang", rayunya lagi. "Lalu kalau aku sampai hamil gimana mass?" ujarku sembari
menatapnya."Aah, jangan khawatir sayang, aku akan bertanggung jawab semuanya kalau
kamu sampai hamil, bagaimana sayang?" bisiknya. Rasioku sudah tidak jalan dengan
baik, tertutup oleh rayuan mautnya dan rasa ingin merasakan kenikmatan yang makin
menggebu.
Tangannya bergerak semakin berani, yang tadinya hanya meremas jemari tangan kini
mulai meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke
bahu lalu diremasnya dengan lembut. Dia memandangi toketku dari balik baju kaosku
yang ketat, "Mas harus janji dulu sebelum�" aku tak melanjutkan ucapanku. "Sebelum
apa sayang, katakanlah", bisiknya tak sabar. Kini jemari tangan kanannya mulai
semakin nekat menggerayangi pinggulku, ketika jemarinya merayap ke belakang
diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas. "aahh� Mas", aku merintih
pelan. "Mas aah mmas.. aku rela menyerahkan semuanya asal Mas mau bertanggung jawab
nantinya", aku berbisik semakin lemah, saat itu jemari tangan kanannya bergerak
semakin menggila, menelusup ke pangkal pahaku, dan mulai
mengelus gundukan bukit memekku. Diusapnya perlahan dari balik celanaku yang amat
ketat, dua detik kemudian dia memaksa masuk jemari tangannya di selangkanganku dan
bukit memekku itu telah berada dalam genggaman tangannya. Aku menggelinjang kecil,
saat jemari tangannya mulai meremas perlahan. Dia mendekatkan mulutnya kembali ke
bibirku hendak mencium, namun aku menahan dadanya dengan tangan kananku, "eeehh
Mas..berjanjilah dulu Mas", bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit
memburu. "Oooh Dina sayang, aku berjanji untuk bertanggung jawab, aahh aku
menginginkan keperawananmu sayang", ucapnya. Sementara jemari tangannya yang sedang
berada di sela-sela selangkangan pahaku itu meremas gundukan memekku lagi. "Ba..
baiklah Mas, aku percaya sama Mas", bisikku. "Jadi?" tanyanya. "hh. lakukanlah
mass, aku milik Mas seutuhnya.. hh.." jawabku. "Benarkah? ooh..Dina sayanggg."
Secepat kilat bibirku kembali dikecup dan dikulumnya, digigit lembut, disedot.
Hidung kami bersentuhan lembut. Dengus nafasku terdengar memburu saat dia mengecup
dan
mengulum bibirku cukup lama. DIa mempermainkan lidahnya di dalam mulutku, aku mulai
berani membalas cumbuannya dengan menggigit lembut dan mengulum lidahnya dengan
bibirku. Lidah kami bersentuhan, lalu dia mengecup dan mengulum bibir atas dan
bawahku secara bergantian. Terdengar suara kecapan-kecapan kecil saat bibir kami
saling mengecup. "aah Dina sayang, kamu pintar sekali, kamu pernah punya pacar
yaach?" tanyanya curiga. "Mm aku belum pernah punya pacar Mas, kan Mas yang selama
ini ngajari aku ciuman", sahutku. "Wah kamu belajarnya cepat seklai ya, jangan-
jangan kamu sering nonton film porno yaa?" godanya. Aku tersenyum malu, dan
wajahku pun tiba-tiba bersemu merah, aku menundukkan mukaku, malu. "I�iya Mas,
beberapa kali", sahutku terus terang sambil tetap menundukkan muka. "Dina sayang,
kamu nggak kecewa khan karena aku benar-benar sangat menginginkan keperawananmu
sayang?" tanyanya. "Aku serahkan apa yang bisa aku persembahkan buat Mas, aku
ikhlas, lakukanlah Mas kalau Mas benar-benar menginginkannya", sahutku lirih.

Jemari tangan kanannya yang masih berada di selangkanganku mulai bergerak menekan
ke gundukan memekku yang masih perawan, lalu diusap-usap ke atas dan ke bawah
dengan gemas. Aku memekik kecil dan mengeluh lirih, kupejamkan mataku rapat-rapat,
sementara wajahku nampak sedikit berkeringat. Dia meraih kepalaku dalam pelukannya
dengan tangan kiri dan dia mencium rambutku. "Oooh masss", bisikku lirih. "Enaak
sayang diusap-usap begini", tanyanya. "hh� iiyyaa mass", bisikku polos. Jemarinya
kini bukan cuma mengusap tapi mulai meremas bukit memekku dengan sangat gemas.
"sakit Mas aawww" aku memekik kecil dan pinggulku menggelinjang keras. Kedua pahaku
yang tadi menjepit pergelangan tangan kanannya kurenggangkan. Dia mengangkat wajah
dan daguku kearahnya, sambil merengkuh tubuhku agar lebih merapat ke badannya lalu
kembali dia mengecup dan mencumbu bibirku dengan bernafsu.

Puas mengusap-usap bukit memekku, kini jemari tangan kanannya bergerak merayap ke
atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas menelusuri pinggang sampai ujung
jemarinya berada di bagian bawah toketku yang sebelah kiri. Dia mengelus perlahan
di situ lalu mulai mendaki perlahan, akhirnya jemari tangannya seketika meremas
kuat toketku dengan gemasnya. Seketika itu pula aku melepaskan bibirku dari kuluman
bibirnya, "aawww� Mas sakitt, jangan keras-keras dong meremasnya", protesku. Kini
secara bergantian jemari tangannya meremas kedua toketku dengan lebih lembut. Aku
menatapnya dan membiarkan tangannya menjamah dan meremas-remas kedua toketku.

"Auuggghh.." tiba2 dia menjerit lumayan keras dan meloncat berdiri. Aku yang
tadinya sedang menikmati remasan pada toketku jadi ikutan kaget. "Eeehh kenapa
Mas?" "Aahh anu sayang� kontolku sakit nih", sahutnya sambil buru-buru membuka
celana panjangnya di hadapanku. Aku tak menyangka dia berbuat demikian hanya
memandangnya dengan terbelalak kaget. Dia membuka sekalian CDku dan "Tooiiing",
kontolnya yang sudah tegang itu langsung mencuat dan mengacung keluar mengangguk-
anggukan kepalanya naik turun . "aawww� Mas jorok", aku menjerit kecil sambil
memalingkan mukaku ke samping dan menutup mukaku dengan tangan. "He�he�" dia
terkekeh geli, batang kontolnya sudah kelihatan tegang berat, urat-urat di
permukaan kontolnya sampai menonjol keluar semua. Batang kontolnya bentuknya
montok, berurat, dan besar. Sementara aku masih menutup muka tanpa bersuara, dia
mengocok kontolnya dengan tangan kanannya, "Uuuaahh�nikmatnya". "Din sebentar yaa�
aku mau cuci kontolku dulu yaa� bau nih soalnya", katanya sambil ngibrit ke
belakang, kontolnya yang sedang "ON" tegang itu jadi terpontang-panting sambil
mengangguk-anggukkan kepalanya ke sana ke mari ketika dia berlari. Aku masih
terduduk di atas sofa dan begitu melihatnya keluar berlari tanpa pakai celana jadi
terkejut lagi melihat kontolnya yang sedang tegang bergerak manggut-manggut naik
turun. "aawww�" teriakku kembali sembari menutup mukaku dengan kedua jemari
tanganku. "Iiihh� Din� takut apa sih, kok mukanya ditutup begitu", tanyanya geli.
"Itu Mas, kontol Mas", sahutku lirih. "Lhoo� katanya sudah sering nonton BF kok
masih takut, kamu kan pasti sudah lihat di film itu kalau kontol cowok itu
bentuknya gini", sahutnya geli. "Iya�m..Mas, tapi kontol Mas mm besar sekalii",
sahutku masih sambil menutup muka. "Yaach� ini sih kecil dibanding di film nggak
ada apa-apanya, itu khan film barat, kontol mereka jauh lebih gueedhee� kalau
kontolku kan ukuran orang Indonesia sayang, ayo sini dong kontolku kamu pegang
sayang, ini kan milik kamu juga", sahutnya nakal. "Iiih� malu aah Mas, jorok."
"Alaa.. malu-malu sih sayang, aku yang telanjang saja nggak malu sama kamu, masa
kamu yang masih pakaian lengkap malu, ayo dong sayang kontol Mas dipegang biar kamu
bisa merasakan milik kamu sendiri", sahutnya sembari meraih kedua tanganku yang
masih menutupi mukaku. pada mulanya aku menolak sambil memalingkan wajahku ke
samping, namun setelah dirayu-rayu akhirnya aku mau juga.

kedua tanganku dibimbingnya ke arah selangkangannya, namun kedua mataku masih


kupejamkan rapat. Jemari kedua tanganku mulai menyentuh kepala kontolnya yang
sedang ngaceng. Mulanya jemari tanganku hendak kutarik lagi saat menyentuh
kontolnya yang ngaceng namun karena dia memegang kedua tanganku dengan kuat, dan
memaksanya untuk memegang kontolnya itu, akhirnya aku hanya menurut saja. Pertama
kali aku hanya mau memegang dengan kedua jemarinya. "Aah� terus sayang pegang erat
dengan kedua tanganmu", rayunya penuh nafsu. "Iiih� keras sekali Mas", bisikku
sambil tetap memejamkan mata. "Iya sayang, itu tandanya aku sedang ngaceng
sayang, ayo dong digenggam dengan kedua tanganmu, aahh�" dia mengerang nikmat saat
tiba-tiba saja aku bukannya menggenggam tapi malah meremas kuat. Aku terpekik
kaget, "Iiih sakit mass�" tanyaku. Aku menatapnya gugup. "Ooouhh jangan dilepas
sayang, remas seperti tadi lekas sayang oohh�" erangnya lirih. Aku yang semula agak
gugup, menjadi mengerti lalu jemari kedua tanganku yang tadi sedikit merenggang
kini bergerak dan meremas kontolnya seperti tadi. Dia melenguh nikmat. Aku kini
sudah berani menatap kontolnya yang kini sedang kuremas, jemari kedua tanganku itu
secara bergantian meremas batang dan kepala kontolnya. Jemari kiri berada di atas
kepala kontolnya sedang jemari yang kanan meremas kontolnya. .dia
hanya bisa melenguh panjang pendek. ".sshh�Din� terusss sayang, yaahh� ohh�ssshh",
lenguhnya keenakan. Aku memandangnya sambil tersenyum dan mulai mengusap-usap maju
mundur, setelah itu kugenggam dan kuremas seperti semula tetapi kemudian aku mulai
memompa dan mengocok kontolnya itu maju mundur. "Aakkkhh� ssshh" dia menggelinjang
menahan nikmat. Aku semakin bersemangat melihatnya merasakan kenikmatan, kedua
tanganku bergerak makin cepat maju mundur mengocok kontolnya. Dia semakin tak
terkendali, "Din� aahhgghh� sshh�awas pejuku mau keluarr" teriaknya keras. aku
meloncat berdiri begitu dia mengatakan kalimat itu, aku melepaskan remasan tanganku
dan berdiri ke sebelahnya, sementara pandangan mataku tetap ke arah kontolnya yang
baru kukocok. "Kamu kok lari sih�" bisiknya lirih disisiku. "Tadi katanya pejunya
mau keluar mass� kok nggak jadi?" tanyaku polos. Rupanya dia gak mau ngecret karena
aku kocok makanya dia bilang
pejunya mau keluar.

Dia meraih tubuhku yang berada di sampingnya dan dipeluknya dengan gemas, aku
menggelinjang saat dia merapatkan badannya ke tubuhku sehingga toketku yang bundar
montok menekan dadanya yang bidang. Aku merangkulkan kedua lenganku ke lehernya,
dan tiba-tiba ia pun mengecup bibirku dengan mesra, kemudian dilumatnya bibirku
sampai aku megap-megap kehabisan napas. Terasa kontolnya yang masih full ngaceng
itu menekan kuat bagian pusarku, karena memang tubuhnya lebih tinggi dariku.
Sementara bibir kami bertautan mesra, jemari tangannya mulai menggerayangi bagian
bawah tubuhku, dua detik kemudian jemari kedua tangannya telah berada di atas
bulatan kedua belah bokongku. Diremasnya dengan gemas, jemarinya bergerak memutar
di bokongku. Aku merintih dan mengerang kecil dalam cumbuannya. Lalu dia merapatkan
bagian bawah tubuhnya ke depan sehingga mau tak mau kontolnya yang tetap tegang itu
jadi terdesak perutku lalu menghadap ke atas. Aku tak memberontak dan diam saja.
Sementara itu dia mulai menggesek-gesekkan kontolnya yang tegang itu di perutku.
Namun baru juga 10 detik aku melepaskan ciuman dan pelukannya dan tertawa-tawa
kecil, "Kamu apaan sih kok ketawa", tanyanya heran. "Abisnya� Mas sih,
kan aku geli digesekin kaya gitu", sahutku sambil terus tertawa kecil. Dia segera
merengkuh tubuhku kembali ke dalam pelukannya, dan aku tak menolak saat dia
menyuruhku untuk meremas kontolnya seperti tadi. Segera jemari tangan kananku
mengusap dan mengelus-elus kontolnya dan sesekali kuremas. Dia menggelinjang
nikmat. "aagghh� Din� terus sayang�" bisiknya mesra. Wajah kami saling berdekatan
dan aku memandang wajahnya yang sedang meringis menahan rasa nikmat. "Enaak ya
mass�" bisikku mesra. Jemari tanganku semakin gemas saja mempermainkan kontolnya
bahkan mulai kukocok seperti tadi. Dia melepaskan kecupan dan pelukanku. "Gerah nih
sayang, aku buka baju dulu yaah sayang", katanya sambil terus mencopot kancing
kemejanya satu persatu lalu dilemparkan sekenanya ke samping.

Kini dia benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapanku. Aku masih tetap
mengocok kontolnya maju mundur. "Sayang� kau suka yaa sama kontolku", katanya.
Sambil tetap mengocok kontolnya aku menjawab dengan polos. "suka sih Mas� habis
kontol Mas lucu juga, keras banget Mas kayak kayu", ujarku tanpa malu-malu lagi.
"Lucu apanya sih?" tanyanya. Aku memandangnya sambil tersenyum "pokoknya lucu
saja", bisikku lirih tanpa penjelasan. "Gitu yaa� kalau memek kamu seperti apa yaa�
aku pengen liat dong", katanya. Aku mendelik sambil melepaskan tanganku dari
kontolnya.
"Mas jorok ahh�" sahutku malu-malu. "Ayo, aku sudah kepengen ngerasain nih� aku
buka ya celana kamu", katanya lagi. Dan dengan cepat dia berjongkok di depanku,
kedua tangannya meraih pinggulku dan didekatkan ke arahnya. Pada mulanya aku agak
memberontak dan menolak tangannya namun begitu aku memandang wajahnya yang
tersenyum padaku akhirnya aku hanya pasrah dan mandah saat jemari kedua tangannya
mulai gerilya mencari ritsluiting celana ketatku yang berwarna putih itu.

Mukanya persis di depan selangkanganku sehingga dia dapat melihat gundukan bukit
memekku dari balik celana ketatku. Dia semakin tak sabar, dan begitu menemukan
ritsluitingku segera ditariknya ke bawah sampai terbuka, kebetulan aku tak memakai
sabuk sehingga dengan mudah dia meloloskan dan memplorotkan celanaku sampai ke
bawah. Sementara pandangannya tak pernah lepas dari selangkanganku, dan kini
terpampanglah di depannya CDku yang berwarna putih bersih itu tampak sedikit
menonjol di tengahnya. Terlihat dari CDku yang cukup tipis itu ada warna kehitaman,
jembutku. Waahh� dia memandang ke atas dan aku menatapnya sambil tetap
tersenyum. "Aku buka ya.. CDnya", tanyanya. Aku hanya menganggukan kepala perlahan.
Dengan gemetar jemari kedua tangannya kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua
betisku terus ke atas sampai kedua belah paha, dia mengusap perlahan dan mulai
meremas. "Oooh�Masss" aku merintih kecil. kemudian jemari kedua tangannya merayap
ke belakang kebelahan bokongku yang bulat. Dia meremas gemas disitu. Ketika jemari
tangannya menyentuh tali karet CDku yang bagian atas, sreeet� secepat kilat
ditariknya ke bawah CDku itu dengan gemas dan kini terpampanglah sudah daerah
'forbidden' ku.

Menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarku
sampai ke bawah di antara kedua belah pangkal pahaku, sementara di bagian tengah
gundukan bukit memekku terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah ke bawah
dan masih tertutup rapat menutupi celah liang memekku. Dan di sekitar situ ada
jembut yang cukup lebat. "Oohh.. Din, indahnya�" Hanya kalimat itu yang sanggup
diucapkan saat itu. Dia mendongak ketika aku sedang membuka baju kaosku, setelah
melemparkan kaos sekenanya kedua tanganku lalu menekuk ke belakang punggungnya
hendak membuka braku dan tesss� bra itupun terlepas jatuh di
mukanya. Selanjutnya aku melepas juga celana dan CDku yang masih tersangkut di mata
kakiku, lalu sambil tetap berdiri di depannya, aku tersenyum manis kepadanya,
walaupun wajahku sedikit memerah karena malu. Toketku berbentuk bulat seperti buah
apel, besarnya kira-kira sebesar dua kali bola tenis, warnanya putih bersih hanya
pentil kecilnya saja yang tampak berwarna merah muda kecoklatan. "kamu cantik
sekali sayang", bisiknya lirih. Aku mengulurkan kedua tanganku kepadanya
mengajaknya berdiri lagi. "Mass� aku sudah siap, aku sayang sama Mas, aku akan
serahkan
semuanya seperti yang Mas inginkan", bisikku mesra. Dia merangkul tubuhku yang
telanjang. Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit nya, kedua toketku
yang bulat menekan lembut dadanya yang bidang. Jemari tangannya tergetar saat
mengusap punggungku yang telanjang, "Aahh.. Din kita ng***** di kamar yuk, aku
sudah kepingin ngen tot sayang", bisiknya tanpa malu-malu lagi. Aku hanya tersenyum
dalam pelukannya. "Terserah Mas saja, mau ng*****nya dimana", sahutku mesra.

Dengan penuh nafsu dia segera meraih tubuhku dan digendongnya ke dalam kamar.
Direbahkannya tubuhku yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar
tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan.
Suasana dalam kamar kelihatan gelap karena semua gorden tertutup, gorden yang
berada dalam kamar ini sama sekali tidak menghadap ke jalan umum namun menghadap ke
kebun di belakang. Dia segera membuka gorden agar sinar matahari sore dapat masuk,
dan benar saja begitu disibakkan sinar matahari dari arah barat langsung menerangi
seluruh isi kamar. Dia memandangi tubuhku yang telanjang bulat di ranjang. Segera
dia menaiki ranjang, aku memandangnya sambil tersenyum. Dia
merayap ke atas tubuhku yang bugil dan menindihnya, sepertinya dia sudah tak sabar
ingin segera memasuki memekku. "Buka pahamu sayang, aku ingin mengen totimu
sekarang", bisiknya bernafsu. "Mass�" aku hanya melenguh pasrah saat dia setengah
menindih tubuhku dan kontolku yang tegang itu mulai menusuk celah memekku,
tangannya tergetar saat membimbing kontolnya mengelus memekku lalu menelusup di
antara kedua bibir memekku. "Sayang, aku masukkan yaah� kalau sakit bilang sayang..
kamu kan masih perawan." "Pelan-pelan Mas", bisikku pasrah. Lalu dengan jemari
tangan kanannya diarahkannya kepala kontolnya ke memekku. Aku memeluk
pinggangnya mesra, sementara dia mencari liang memekku di antara belahan bukit
memekku. Dia mencoba untuk menelusup celah bibir memekku bagian atas namun setelah
ditekan ternyata jalan buntu. "Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas�
mm.. yah tekan di situ Mas� aawww pelan-pelan Mas sakiiit", aku memekik kecil dan
menggeliat kesakitan. Akhirnya dia berhasil menemukan celah memekku itu setelah aku
menuntunnya, diapun mulai menekan ke bawah, kepala kontolnya dipaksanya untuk
menelusup ke dalam liang memekku yang sempit. Dia mengecup bibir ku sekilas lalu
berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan kontolnya seluruhnya ke dalam
liang memekku. Aku mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala kontolnya
yang besar mulai berhasil menerobos liang memekku yang sangat-sangat sempit sekali.
"Tahan sayang�aku masukkan lagi, sempit sekali
sayang aahh", erangnya mulai merasakan kenikmatan dan kurasakan kepala kontolnya
berhasil masuk dan terjepit ketat sekali dalam liang memekku. "aawwww�. masss
sakiit�" teriakku memelas, tubuhku menggeliat kesakitan. Dia berusaha menentramkan
aku sambil mengecup mesra bibirku dan dilumat dengan perlahan. Lalu, "tahan sayang,
baru kepalanya yang masuk sayang, aku tekan lagi yaah", bisiknya.

Tiba2 dia mencabut kembali kontolnya yang baru masuk kepalanya saja itu dengan
perlahan. "Ah� sayang, aku masukin nanti saja deh, liang memekmu masih sangat
sempit dan kering sayang." "memekku sakit Mas", erangku lirih. "Yahh� aku tahu
sayang kamu kan masih perawan, kita bercumbu dulu sayang, aku kepingin melihat kamu
nyampe", bisiknya bernafsu. Segera dia merebahkan badannya di atas tubuhku dan
dipeluknya dengan kasih sayang, "Din� hh.. bagaimana perasaanmu sayang", bisiknya
mesra. Aku memandangnya dan tertawa renyah. "mm� aku bahagia sekali bersama Mas
seperti ini, rasanya nikmat ya Mas berpelukan sambil telanjang kaya gini", ujarku
polos. "Iyaa sayang, anggaplah aku suamimu saat ini sayang", bisiknya
nakal. "Iih.. Mas, Mas cumbui isterimu dong, beri istrimu kenik�mmbhh", belum
sempat aku selesai ngomong, dia sudah melumat bibirku. Aku membalas ciumannya dan
melumat bibirnya dengan mesra.Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan aku
langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Jemari tangan kirinya merayap ke
bawah menelusuri sambil mengusap tubuhku mulai pundak terus ke bawah sampai ke
pinggul dan diremasnya dengan gemas. Ketika tangannya bergerak kebelakang ke
bulatan bokongku, dia mulai menggoyangkan seluruh badannya menggesek tubuhku yang
bugil terutama pada bagian selangkangan dimana kontolnya yang sedang tegang-
tegangnya menekan gundukan bukit memekku. Dia menggerakkan pinggulnya secara
memutar sambil menggesek-gesekkan batang kontolnya di permukaan bibir memekku
sambil sesekali ditekan-tekan. Aku ikut-ikutan menggelinjang kegelian, beberapa
kali kepala kontolnya yang tegang salah sasaran memasuki belahan bibir memekku
seolah akan menembus liang memekku lagi. Aku hanya merintih kesakitan dan memekik
kecil, "Aawwww� Mas saakiit", erangku. "Aahh.. Din� memekmu empuk sekali sayang,
ssshh", dia melenguh keenakan.

Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir, dia menggeser tubuhnya
kebawah sampai mukanya tepat berada di atas kedua bulatan toketku, kini ganti
perutnya yang menekan memekku. Jemari kedua tangannya secara bersamaan mulai
menggerayangi gunung "Fujiyama" milikku, dia mulai menggesekkan ujung-ujung
jemarinya mulai dari bawah toketku di atas perut terus menuju gumpalan kedua
toketku yang kenyal dan montok. Aku merintih dan menggelinjang antara geli dan
nikmat. "Mass, geli", erangku lirih. Beberapa saat dia mempermainkan kedua pentilku
yang kemerahan dengan ujung jemarinya. Aku menggelinjang lagi, dipuntirnya sedikit
pentilku dengan lembut. " Mas�" aku semakin mendesah tak karuan. Secara bersamaan
akhirnya dia meremas-remas gemas kedua toketku dengan sepenuh nafsu. "Aawww�Mas",
aku mengerang dan kedua tanganku memegangi kain sprei dengan kuat. Dia semakin
menggila tak puas meremas lalu mulutnya mulai menjilati kedua toketku secara
bergantian. Lidahnya menjilati seluruh permukaan toketku itu sampai basah, mulai
dari toket yang kiri lalu berpindah ke toket yang kanan, digigit-gigitnya pentilku
secara bergantian sambil diremas-remas dengan gemas sampai aku berteriak-teriak
kesakitan. Lima menit kemudian lidahnya bukan saja menjilati kini mulutnya mulai
beraksi menghisap kedua pentilku sekuat-kuatnya. Dia tak peduli aku menjerit dan
menggeliat kesana-kemari, sesekali kedua jemari tanganku memegang dan meremasi
rambutnya, sementara kedua tangannya tetap mencengkeram dan meremasi kedua toketku
bergantian sambil menghisap-hisap pentilnya. Bibir dan lidahnya dengan sangat rakus
mengecup, mengulum dan menghisap kedua toketku. Di dalam mulutnya pentilku dipilin
dengan lidahnya sambil terus dihisap. Aku hanya bisa mendesis, mengerang, dan
beberapa kali memekik kuat ketika giginya menggigiti pentilku dengan gemas, hingga
tak heran kalau di beberapa tempat di kedua bulatan toketku itu nampak berwarna
kemerahan bekas hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitannya.

Cukup lama dia mengemut toketku, setelah itu bibir dan lidahnya kini merayap
menurun ke bawah. Ketika lidahnya bermain di atas pusarku, aku mulai mengerang-
erang kecil keenakan, dia mengecup dan membasahi seluruh perutku. Ketika dia
bergeser ke bawah lagi dengan cepat lidah dan bibirnya telah berada di atas
gundukan bukit memekku. "Buka pahamu Din.." teriaknya tak sabar, posisi pahaku yang
kurang membuka itu membuatnya kurang leluasa untuk mencumbu memekku itu. "Oooh�
masss", aku hanya merintih lirih. Dia membetulkan posisinya di atas selangkangan
ku. Aku membuka ke dua belah pahaku lebar-lebar, aku sudah sangat terangsang
sekali. Kedua tanganku masih tetap memegangi kain sprei, aku kelihatan tegang
sekali. "Sayang� jangan tegang begitu dong sayang", katanya mesra.
"Lampiaskan saja perasaanmu, jangan takut kalau IDin merasa nikmat, teriak saja
sayang biar puass�." katanya selanjutnya. Sambil memejamkan mata aku berkata lirih.
"Iya mass eenaak sih mass", kataku polos. Dia memandangi memekku yang sudah
ditumbuhi jembut namun kulit dimemekku dan sekitarnya itu tidak tampak keriput
sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang. Bibir memekku kelihatan gemuk dan
padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan celah sempit yang berada di
antara kedua bibir memekku itu tertutup rapat. "MAs� ngapain sih kok ngelamun, bau
yaa Mas?" tanyaku sambil tersenyum. Wajahku sedikit kusut dan berkeringat."abisnya
memekmu lucu sih, bau lagi", balasnya nakal. "Iiihh� jahat", Belum habis berkata
begitu aku memegang kepalanya dan mengucek-ucek rambutnya. Dia tertawa geli.

Selanjutnya aku menekan kepalanya ke bawah, sontak mukanya terutama hidung dan
bibirnya langsung nyosor menekan memekku, hidungnya menyelip di antara kedua bibir
memekku. Bibirnya mengecup bagian bawah bibir memekku dengan bernafsu, sementara
jemari kedua tangannya merayap ke balik pahaku dan meremas bokongku yang bundar
dengan gemas. Dia mulai mencumbui bibir memekku yang tebal itu secara bergantian
seperti kalau dia mencium bibirku. Puas mengecup dan mengulum bibir bagian atas,
dia berpindah untuk mengecup dan mengulum bibir memekku bagian bawah. Karena
ulahnya aku sampai menjerit-jerit karena nikmatnya, tubuhku menggeliat hebat dan
terkadang meregang kencang, beberapa kali kedua pahaku sampai menjepit kepalanya
yang lagi asyik masyuk bercumbu dengan bibir memekku. Dia memegangi kedua belah
bokongku yang sudah berkeringat agar tidak bergerak terlalu banyak, sepertinya dia
tak rela melepaskan pagutan bibirnya pada bibir memekku. aku mengerang-erang dan
tak jarang memekik cukup kuat saking nikmatnya. Kedua tanganku meremasi rambutnya
sampai kacau, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku. Kadang pantat kunaikkan sambil
mengejan nikmat atau kadang kugoyangkan memutar seirama dengan jilatan lidahnya
pada seluruh permukaan memekku. aku berteriak makin keras, dan terkadang seperti
orang menangis saking
tak kuatnya menahan kenikmatan yang diciptakannya pada memekku. Tubuhku menggeliat
hebat, kepalaku bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat, sambil mengerang tak
karuan. Dia semakin bersemangat melihat tingkahku, mulutnya semakin buas, dengan
nafas setengah memburu disibakkannya bibir memekku dengan jemari tangan kanannya,
terlihat daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurnya bercampur dengan
cairan lendirku, agak sebelah bawah terlihat celah liang memekku yang amat sangat
kecil dan berwarna kemerahan pula. Dia mencoba untuk membuka bibir memekku agak
lebar, namun aku memekik kecil karena sakit. "aawww mass..
sakiit", pekikku kesakitan. "maaf sayang, sakit yaa�" bisiknya khawatir. Dia
mengusap dengan lembut bibir memekku agar sakitnya hilang, sebentar kemudian lalu
disibakkan kembali pelan-pelan bibir memekku, celah merahnya kembali terlihat, agak
ke atas dari liang memekku yang sempit itu ada tonjolan daging kecil sebesar kacang
hijau yang juga berwarna kemerahan, inilah itil, bagian paling sensitif dari memek
wanita. Lalu secepat kilat dengan rakus lidahnya dijulurkan sekuatnya keluar dan
mulai menyentil-nyentil daging itilku. Aku memekik sangat keras sambil menyentak-
nyentakkan kedua kakiku ke bawah. Aku mengejang hebat, pinggulku bergerak liar dan
kaku, sehingga
jilatannya pada itilku jadi luput. Dengan gemas dia memegang kuat-kuat kedua belah
pahaku lalu kembali menempelkan bibir dan hidungnya di atas celah kedua bibir
memekku, dia menjulurkan lidahnya keluar sepanjang mungkin lalu ditelusupkannya
lidahnya menembus jepitan bibir memekku dan kembali menyentil nikmat itilku dan,
aku memekik tertahan dan tubuhku kembali mengejan sambil menghentak-hentakkan kedua
kakiku, pantat ku angkat ke atas sehingga lidahnya memasuki celah bibir memekku
lebih dalam dan menyentil-nyentil itilku. Begitu singkat karena tak sampai 1 menit
aku
terisak menangis dan ada semburan lemah dari dalam liang memekku berupa cairan
hangat agak kental banyak sekali. Dia masih menyentil itilku beberapa saat sampai
tubuhku terkulai lemah dan akhirnya pantatku pun jatuh kembali ke kasur. Aku
melenguh panjang pendek meresapi kenikmatan yang baru kurasakan, sementara dia
masih menyedot sisa-sisa lendir yang keluar ketika aku nyampe. Seluruh
selangkanganku tampak basah penuh air liur bercampur lendir yang kental. Dia
menjilati seluruh permukaan memekku sampai agak kering, "Sayaang� puas kan�"
bisiknya lembut namun aku sama sekali tak menjawab, mataku terpejam rapat namun
mulutku tersenyum bahagia. "Giliranku sayang, aku mau masuk nih� tahan sakitnya
sayang",
bisiknya lagi tanpa menunggu jawabannya.

Dia segera bangkit dan duduk setengah berlutut di atas tubuhku yang telanjang
berkeringat. Toketku penuh lukisan hasil karyanya. Dengan agak kasar dia menarik
kakiku ke atas dan ditumpangkannya kedua pahaku pada pangkal pahanya sehingga kini
selangkanganku menjadi terbuka lebar. Dia menarik bokongku ke arahnya sehingga
kontolnya langsung menempel di atas memekku yang masih basah. Dia mengusap-usapkan
kepala kontolnya pada kedua belah bibir memekku dan lalu beberapa saat kemudian
dengan nakal kontolnya ditepuk-tepukkan dengan gemas ke memekku. Aku menggeliat
manja dan tertawa kecil, "Mas� iiih.. gelii.. aah", jeritku manja. "Sayaang,
kontolku mau masuk nih� tahan yaa sakitnya", bisiknya nakal penuh nafsu. "Iiihh�
jangan kasar ya mass� pelan-pelan saja masukinnya, aku takut sakiit", sahutku polos
penuh kepasrahan. Sedikit disibakkannya bibir memekku dengan jemari kirinya, lalu
diarahkannya kepala kontolnya yang besar ke liang memekku yang sempit. Dia mulai
menekan dan aku pun meringis, dia tekan lagi� akhirnya perlahan-lahan mili
demi mili liang memekku itu membesar dan mulai menerima kehadiran kepala
kontolnya. Aku menggigit bibir. Dia melepaskan jemari tangannya dari bibir memekku
dan plekk� bibir memekku langsung menjepit nikmat kepala kontolnya. "Tahan sayang�"
bisiknya bernafsu. Aku hanya mengangguk pelan, mata lalu kupejamkan rapat-rapat dan
kedua tanganku kembali memegangi kain sprei. Dia agak membungkukkan badannya ke
depan agar pantatnya bisa lebih leluasa untuk menekan ke bawah. Dia memajukan
pinggulnya dan akhirnya kepala kontolnya mulai tenggelam di dalam liang memekku.
Dia kembali menekan, dan aku mulai menjerit kesakitan. Dia tak peduli, mili demi
mili kontolnya secara pasti terus melesak ke dalam liang memekku dan tiba-tiba
setelah masuk sekitar 4 centi seperti ada selaput lunak yang menghalangi kepala
kontolnya untuk terus masuk, dia terus menekan dan aku melengking keras sekali lalu
menangis terisak-isak. selaput daraku robek. Dia terus menekan kontolnya, ngotot
terus memaksa memasuki liang memekku yang luar biasa sempit itu. Dia memegang
pinggulku, dan ditariknya kearahnya kontolnya masuk makin ke dalam, Aku terus
menangis terisak-isak kesakitan, sementara dia sendiri malah merem melek keenakan.
Dan dia menghentak keras ke bawah, dengan cepat kontolnya mendesak
masuk liang memekku. dia mengerang nikmat. Dihentakkan lagi pantatnya ke bawah dan
akhirnya kontolnya secara sempurna telah tenggelam sampai kandas terjepit di antara
bibir memekku. dia berteriak keras saking nikmatnya, matanya mendelik menahan
jepitan ketat memekku yang luar biasa. Sementara aku hanya memekik kecil lalu
memandangnya sayu. "Mass� aku sudah nggak perawan lagi sekarang", bisikku lirih.
Kami sama-sama tersenyum.

Direbahkannya badannya di atas tubuhku yang telanjang, aku memeluknya penuh kasih
sayang, toketku kembali menekan dadanya. Memekku menjepit meremas kuat kontolnya
yang sudah amblas semuanya. Kami saling berpandangan mesra,dia mengusap mesra
wajahku yang masih menahan sakit
menerima tusukan kontolnya. "Mas� bagaimana rasanya", bisikku mulai mesra
kembali, walaupun sesekali kadang aku menggigit bibir menahan sakit. "Enaak
sayang.. dan nikmaat� oouhh aku nggak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata
sayang� selangit pokoknya", bisiknya. "MAs, bagaimana kalau aku sampai hamil?"
bisikku sambil tetap tersenyum."Oke�nanti setelah ng***** kita cari obat di apotik,
obat anti hamil", bisiknya gemas. "Iihh� nakal�" sahutku sambil kembali mencubit
pipinya. "Biariin�" "Maasss�" aku agak berteriak. "Apaan sih�" tanyanya kaget. Lalu
sambil agak bersemu merah dipipi aku berkata lirih. "dienjot dong�" bisikku hampir
tak terdengar.
"Iiih kamu kebanyakan nonton film porno, kan memeknya masih sakiit", jawabnya.
"Pokoknya, dienjot dong Mas�" sahutku manja. Dia mencium bibirku dengan bernafsu,
dan akupun membalas dengan tak kalah bernafsu. Kami saling berpagutan lama sekali,
lalu sambil tetap begitu dia mulai menggoyang pinggul naik turun. kontolnya mulai
menggesek liang memekku dengan kasar, pinggulnya menghunjam-hunjam dengan cepat
mengeluar masukkan kontolnya yang tegang. Aku memeluk punggungnya dengan kuat,
ujung jemari tanganku menekan punggungnya dengan keras. Kukuku terasa
menembus kulitnya. Tapi dia tak peduli, dia sedang meng*****i dan menikmati
tubuhku. Aku merintih dan memekik kesakitan dalam cumbuannya. Beberapa kali aku
sempat menggigit bibirnya, namun itupun dia tak peduli. Dia hanya merasakan betapa
liang memekku yang hangat dan lembut itu menjepit sangat ketat kontolnya. Ketika
ditarik keluar terasa daging memekku seolah mencengkeram kuat kontolnya, sehingga
terasa ikut keluar. Aku melepaskan ciumannya dan mencubit pinggangnya. "Awww� aduuh
Mass� sakit � . ngilu Mas" aku berteriak kesakitan. "Maaf sayang� aku mainnya kasar
yaah? aku nggak tahan lagi sayang aahhgghghh", bisiknya. "pejuku mau keluar,
desahnya sambil menyemprotkan peju yang banyak di liang memekku. Kami pun
berpelukan puas atas kejadian tersebut. Dan tanpa terasa kami ketiduran sambil
berpelukan telanjang bulat karena kecapaian dalam permainan tadi.

Kami tidur dua jam lamanya lalu kami berdua mandi bersama. Di dalam kamar mandi
kami saling membersihkan dan berciuman. Dia minta aku jongkok. Dia mengajariku
untuk menjilati serta mengulum kontolnya yang sudah tegak berdiri. Kontolnya
kukulum sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun. "Enak banget yang, kamu cepet ya
belajarnya. Terus diemut yang", erangnya. Kemudian giliran dia, aku disuruhnya
berdiri sambil kaki satunya ditumpangkan di bibir bathtub agar siap mendapat
serangan oralnya. Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana
kemari pada itilku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk
menenggelamkannya lebih dalam ke memekku. Dia tahu apa yang kumau, lalu
dijulurkannya lidahnya lebih dalam ke memekku sambil mengorek-korek itilku dengan
jari manisnya. Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan sampai aku nyampe, dengan
derasnya lendirku keluar tanpa bisa dibendung. Dia menjilati dan menelan semua
lendirku itu tanpa merasa jijik. "Mas, nikmat banget deh, aku sampe lemes", kataku.
"Ya udah kamu istirahat aja, aku mau ngangetin makanan dulu ya", katanya. .Aku
berbaring di ranjang, ngantuk sampe ketiduran lagi.

DIa membangunkanku dan mengajakku makan nasi padang yang sudah disiapkannya. "Din,
malem ini kita tidur disini aja ya, aku masih pengen ngerasain peretnya memekmu
lagi. Kamu mau kan kita ngen tot lagi", katanya sambil membelai pipiku. "Aku nurut
aja apa yang mas mau, aku kan udah punyanya mas", jawabku pasrah. Sehabis makan
langsung Aku dibawanya lagi keranjang, dan direbahkan. Kami langsung berpagutan
lagi, aku sangat bernapsu meladeni ciumannya. Dia mencium bibirku, kemudian
lidahnya menjalar menuju ke toketku dan dikulumnya pentilku. Terus menuju keperut
dan dia menjilati pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan itu yang
terasa nikmat. "Mas enak sekali.." nafasku terengah2. Lumatannya terus
dilanjutkannya pada itilku. Itilku dijilatinya, dikulum2, sehingga aku semakin
terangsang hebat. Pantatku kuangkat supaya lebih dekat lagi kemulutnya. Diapun
merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam memekku yang sudah dibukanya
sedikit dengan jari. Ketika responsku sudah hampir mencapai puncak, dia
menghentikannya. Dia ganti dengan posisi 6. Dia telentang dan minta aku telungkup
diatas tubuhnya tapi kepalaku ke arah kontolnya. Dia minta aku untuk kembali
menjilati kepala kontolnya lalu
mengulum kontolnya keluar masuk mulutku dari atas. Setelah aku lancar melakukannya,
dia menjilati memek dan itilku lagi dari bawah. Selang beberapa lama kami melakukan
pemanasan maka dia berinisiatif untuk menancapkan kontolnya di memekku.

Aku ditelentangkannya, pahaku dikangkangkannya, pantatku diganjal dengan bantal.


"buat apa mas, kok diganjel bantal segala", tanyaku. "biar masuknya dalem banget
yang, nanti kamu juga ngerasa enaknya", jawabnya sambil menelungkup diatasku.
Kontolnya digesek2kan di memekku yang sudah banyak lendirnya lagi karena itilku
dijilati barusan. "Ayo Mas cepat, aku sudah tidak tahan lagi" pintaku dengan
bernafsu. "Wah kamu sudah napsu ya Din, aku suka kalo kita ngen tot setelah kamu
napsu banget sehingga gak sakit ketika kontolku masuk ke memek kamu", jawabnya.
Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontolnya ke memekku. "Pelan2 ya mas, biar gak
sakit", lenguhku sambil merasakan kontolnya yang besar menerobos memekku yang masih
sempit. Dia terus menekan2 kontolnya dengan pelan sehingga akhirnya masuk semua.
Lalu dia tarik pelan-pelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam, terasa
kontolnya nancep dalem sekali. "Mas enjot yang cepat, Mas, aku udah mau nyampe
ach.. Uch.. Enak Mas, lebih enak katimbang dijilat mas tadi", lenguhku. "Aku juga
mau keluar, yang", jawabnya. Dengan hitungan detik kami berdua nyampe bersama
sambil merapatkan pelukan, terasa memekku berkedutan meremes2 kontolnya. Lemas dan
capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga.

Sudah satu jam kami beristirahat, lalu dia minta aku mengemut kontolnya lagi. "Aku
belum puas yang, mau lagi, boleh kan?" yanyanya. "Boleh mas, aku juga pengen
ngerasain lagi nyampe seperti tadi", jawabku sambil mulai menjilati kepala
kontolnya yang langsung ngaceng dengan kerasnya. Kemudian kepalaku mulai
mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Dia mengerang kenikmatan, "Enak
banget Din emutanmu. Tadi memekmu juga ngempot kontolku ketika kamu nyampe. Nikmat
banget deh malam ini, boleh diulang ya sayang kapan2?. Aku diam tidak menjawab
karena ada kontolnya dalam mulutku. "Din, aku udah mau ngecret nih, aku masukkin
lagi ya ke memek kamu", katanya sambil minta aku nungging. "MAu ngapain mas, kok
aku disuru nungging segala", jawabku tidak mengerti. "udah kamu nungging aja, mas
mau ngen totin kamu dari belakang", jawabnya. Sambil nungging aku bertanya lagi,
"Mau dimasukkin di pantat ya mas, aku gak mau ah". "Ya gak lah yang, ngapain di
pantat, di memek kamu udah nikmat banget kok", jawabnya. dengan pelan
diumasukkannya kontolnya ke memekku, ditekan2nya sampe amblas semua, terasa
kontolnya masuk dalem sekali, seperti tadi ketika pantatku diganjel bantal.
Kontolnya mulai dikeluarmasukkan dengan irama lembut. Tanpa sadar aku mengikuti
iramanya
dengan menggoyangkan pantatku. Tangan kirinya menjalar ke toketku dan diremas-remas
kecil, sambil mulai memompa dengan semakin cepat. Aku mulai merasakan nikmatnya
dien tot, sakit sudah tidak terasa lagi. "Mas, aku udah ngerasa enaknya dien tot,
terus yang cepet ngenjotnya mas, rasanya aku udah mau nyampe lagi", erangku. Dia
tidak menjawab, enjotan kontolnya makin lama makin cepet dan keras, nikmat banget
deh rasanya. Akhirnya dengan satu enjotan yang keras dia melenguh, "Din aku
ngecret, aah", erangnya. "Mas, aku nyampe juga mas, ssh", bersamaan dengan
ngecretnya pejunya aku juga nyampe.Kembali aku terkapar kelelahan.

Ketika aku terbangun, hari udah terang. Aku nggeletak telanjang bulat di ranjang
dengan Satu kaki terbujur lurus dan yang sebelah lagi menekuk setengah terbuka
mengangkang. Dia yang sudah bangun lebih dulu, menaiki ranjang dan menjatuhkan
dadanya diantara kedua belah paha ku. Lalu dengan gemas, diciumnya pusarku. " Mass,
geli!" aku menggeliat manja. Dia tersenyum sambil terus saja menciumi pusarku
berulang2 hingga aku menggelinjang beberapa kali. Dengan menggunakan ke2 siku dan
lututnya ia merangkak sehingga wajahnya terbenam diantara ke2 toketku. Lidahnya
sedikut menjulur ketika dia mengecup pentilku sebelah kiri, kemudian pindah ke
pentil kanan. Diulangnya beberapa kali, kemudian dia berhenti melakukan jilatannya.
Tangan kirinya bergerak keatas sambil meremes dengan lembut toketku. Remasannya
membuat pentilku makin mengeras, dengan cepat dikecupnya pentilku dan
dikulum2nyasambil mengusap punggungku dengan tangan kanannya. "Kamu cantik sekali,"
katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya tersenyum, aku senang
mendengar pujiannya. Kurangkul lehernya, kemudian kucium bibirnya. Lidahnya yang
nyelip masuk mulutku kuhisap2. Aku segera meraba kontolnya lagi, kugenggam
dan kugesek2kan ke memekku yang mulai berlendir. Lendir memekku melumuri kepala
kontolnya, kontolnya menjadi makin keras. Urat2 berwarna hijau di kulit batang
kontolnya makin membengkak. Dia menekan pinggulnya sehingga kepala kontolnya nyelip
di bibir memekku. Terasa bibir memekku menjepit kontolnya yang besar itu. Dia
menciumi leherku, dadanya direndahkan sehingga menekan toketku. "Oh�mas", lenguhku
ketika ia menciumi telingaku. "Kakimu dibelitkan di pinggangku Din", pintanya
sambil terus mencium bibirku. Tangan kirinya terus meremas toketku sedang tangan
satunya mengelus pahaku yang sudah kulingkarkan di pinggangnya. Lalu dia
mendorong kontolnya lebih dalam. Sesak rasanya memekku. Pelan2 dia menarik
sedikit kontolnya, kemudian didorongnya. Hal ini dia lakukan beberapa kali sehingga
lendir memekku makin banyak keluarnya, mengolesi kepala kontolnya. Sambil
menghembuskan napas, dia menekan lagi kontolnya masuk lebih dalam. Dia menahan
gerakan pinggulnya ketika melihat aku meringis. "Sakit yang", tanyanya. "Tahan
sedikit ya". Dia kembali menarik kontolnya hingga tinggal kepalanya yang terselip
di bibir luar memekku, lalu didorongnya kembali pelan2. Dia terus mengamati
wajahku, aku setengah memejamkan mata tapi sudah tidak merasa sakit. "Din, nanti
dorong pinggul
kamu keatas ya", katanya sambil menarik kembali kontolnya. Dia mencium bibirku
dengan lahap dan mendorong kontolnya masuk kontolnya. Pentilku diremesnya dengan
jempol dan telunjuknya. Aku tersentak karena enjotan kontolnya dan secara reflex
aku mendorong pinggulku ke atas sehingga kontolnya nancap lebih dalam. Aku
menghisap lidahnya yang dijulurkan masuk ke mulutku. Sementara itu dia terus
menekan kontolnya masuk lebih dalam lagi. Dia menahan gerakan pinggulnya, rambutku
dibelai2nya dan terus mengecup bibirku. Kontolnya kembali ditariknya keluar lagi
dan dibenamkan lagi pelan2, begitu dilakukannya beberapa kali sehingga seluruh
kontolnya sudah nancap di memekku. Aku merangkul lehernya dan kakiku makin erat
membelit pinggangnya."Akh mas", lenguhku ketika terasa kontolnya sudah masuk semua,
terasa memekku berdenyut meremes2 kontolnya. "Masih sakit Din", tanyanya. "Enak
mas", jawabku sambil mencakari punggungnya, terasa biji pelernya memukul2 pantatku.
Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. Entah bagaimana dia
mengenjotkan kontolnya, itilku tergesek kontolnya ketika dia mengenjotkan kontolnya
masuk. Aku menjadi terengah2 karena nikmatnya. Dia juga mendesah setiap kali
mendorong
kontolnya masuk semua, "Din, memekmu peret sekali, terasa lagi empotannya, enak
banget sayang ng***** dengan kamu".Tangannya menyusup ke punggungku sambil terus
mengenjotkan kontolnya. Terasa bibir memekku ikut terbenam setiap kali kontolnya
dienjot masuk. "Mas", erangku. Terdengar bunyi "plak" setiap kali dia menghunjamkan
kontolnya. Bunyi itu berasal dari beradunya pangkal pahanya dengan pangkal pahaku
karena aku mengangkat pinggulku setiap dia mengenjot kontolnya masuk. "Din, aku
udah mau ngecrot", erangnya lagi. Dia menghunjamkan kontolnya dalam2 di memekku dan
terasalah pejunya nyembur2 di dalam memekku. Bersamaan dengan itu, "Mas, aku nyampe
juga mas", aku mengejang karena ikutan nyampe. Nikmat banget bersama dia, walaupun
perawanku hilang aku tidak nyesel karena ternyata dien tot itu mendatangkan
kenikmatan luar biasa.

Sumber : Teetah

===

Malam Pesta di Kerjai 2 Orang


Diposkan oleh All 4 Free Label: Gangbang, Perkosaan, Umum
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Pernah bertemu Om-om yang mangkal di sekita MAL cari anak-anak ABG,Hi,,,! lihat
tampangnya yang genit udah tua lagi,bikin meringding kale,tapi bagi cewek-cewek
yang hanya rogoh koceknya yang tebel tu tampang Buang aja penting fulus
nimbrung�Serbu�,Ya jamannya sudah gak tentu,Banyak yang menilai uang sebagai
keindahan dalam menjalani hidup,dengan uang banyak orang yang pengen melakukan
berbagai aktivitasnya. Cerita seks kali ini mengangkat seorang laki-sebut saja Om-
Om yang berani menyetubuhi seorang wanita yang tak lain adalah�istria anaknya
sendiri.gak usah basa-basi begini kisahnya,Frans, 56 tahun, dengan perutnya yang
gendut yang kebanyakan minum bir, kepalanya mulai botak dan sudah menduda selama 10
tahun. Setelah rumahnya dijual untuk membayar hutang judinya, dia terpaksa datang
dan menginap di rumah putranya yang berumur 28 beserta menantu perempuannya.
Sekarang dia harus menghabiskan waktunya dengan pasangan muda tersebut sampai dia
dapat menemukan sebuah rumah kontrakan untuknya.

Diketuknya pintu depan dan Ester, menantu perempuannya yang berumur 24 tahun,
muncul dengan memakai celana pendek putih dan kemeja biru dengan hanya tiga kancing
atasnya yang terpasang, memperlihatkan perutnya yang rata. Rambutnya yang berombak
tergerai sampai bahunya dan mata indahnya terbelalak menatapnya.

�Papi, aku pikir Papi baru datang besok, mari masuk�, katanya sambil berbalik
memberi Frans sebuah pemandangan yang indah dari pantatnya.

Dengan tingginya yang 175 itu, dia terlihat sangat cantik. Dia mempunyai figur
sempurna yang membuat lelaki mana pun akan bersedia mati untuk dapat bercinta
dengannya.

�Johan masih di kantor, sebentar lagi pasti pulang.�


�Kupikir aku hanya tidak mau ketinggalan bus�, kata Frans sambil duduk.
�Tidak apa-apa�, jawab Ester sambil membungkuk ke depan untuk mengambil sebuah mug
di atas meja kopi.

Dengan hanya tiga kancing yang terpasang, itu memberi Frans sebuah pemandangan yang
bagus akan payudaranya, kelihatan sempurna. Memperhatikan hal tersebut menjadikan
Frans ereksi dengan cepat, dan dia harus lebih berhati-hati untuk menyembunyikan
reaksi tubuhnnya. Ester duduk di sofa di depan Frans dan menyilangkan kakinya,
memperlihatkan pahanya yang indah. Posisi duduknya yang demikian membuat pusarnya
terlihat jelas ketika dia mulai bertanya pada Frans tentang perjalanannya dan
bagaimana keadaannya.

�Perjalanan yang melelahkan�, Frans menjawab sambil matanya menjelajahi dari kepala
hingga kaki pada keindahan yang sedang duduk di depannya.

Sudah lebih dari 5 tahun sejak Frans berhubungan seks untuk terakhir kalinya.
Setelah isterinya meninggal, Frans sering mencari wanita panggilan. Tetapi hal itu
semakin membuat hutangnya menumpuk, dan dia tidak mampu lagi untuk membayarnya.
Ester menyadari kalau kemejanya memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya pada
mertuanya, maka dia dengan cepat segera membetulkan kancing kemejanya.

�Aku harus ke atas, mandi dan segera menyiapkan makan malam. Anggap saja rumah
sendiri�, katanya sambil berjalan naik ke tangga.

Mata Frans mengikuti pantat kencangnya yang bergoyang saat berjalan di atas tangga
dan dia tahu bahwa dia memerlukan beberapa �format pelepasan� dengan segera.
Kemudian telepon berbunyi. Frans mengangkatnya.

�Halo�
�Hallo, ini Papi ya?�, itu Johan.
�Ya Jo�, jawab Frans.
�Pi, aku khawatir harus meninggalkan Papi untuk urusan bisnis dan mungkin nggak
akan kembali sampai Senin. Ada keadaan darurat. Maafkan aku soal, ini tapi Papi
bisa kan bilang ini ke Ester, aku harus mengejar pesawat sekarang. Maafkan aku tapi
aku akan telepon lagi nanti�.

Mereka saling mengucapkan salam lalu menutup teleponnya. Lalu Frans memutuskan
untuk menaruh koper-kopernya. Dia berjalan ke atas, melewati kamar tidur utama,
terdengar suara orang yang sedang mandi. Frans menaruh koper-kopernya dan pelan-
pelan membuka pintu kamar tidur itu lalu menyelinap masuk. Ada sepasang celana
jeans berwarna biru di atas tempat tidur, dan sebuah atasan katun berwarna putih.

Frans mengambil atasan itu dan menemukan sebuah pakaian dalam wanita di bawahnya.
Ini sudah cukup. Diambilnya celana dalam itu, membuka resluiting celananya, dan
mulai menggosok kemaluannya dengan itu. Jantungnya berdebar mengetahui bahwa
menantu perempuannya sedang berada di kamar mandi di sebelahnya selagi dia sedang
menggunakan celana dalamnya untuk �sarana pelepasan� dirinya. Dipercepatnya
gerakannya sambil mencoba membayangkan seperti apa Ester saat di atas tempat tidur,
dan bagaimana rasanya mendapatkan Ester bergerak naik turun pada penisnya.

Frans hampir dekat dengan klimaksnya ketika dia mendengar suara dari kamar mandi
berhenti. Dengan cepat Frans meletakkan pakaian itu ke tempatnya semula dan keluar
dari kamar itu. Dia menutup pintunya, tapi masih membiarkannya sedikit terbuka.
Baru saja dia keluar, Ester muncul dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang
membungkus tubuhnya. Frans bisa langsung orgasme hanya dengan melihatnya dalam
balutan handuk itu, lalu dia tahu dia akan mendapatkan yang lebih baik lagi.

Ester melepas handuknya, membiarkannya jatuh ke lantai, tidak mengetahui kalau


mertuanya yang terangsang sedang mengintip tiap geraknya. Dia mendekat ke pintu,
saat dia pertama kali melihatnya Frans memperoleh sebuah pemandangan yang sempurna
dari pantat yang sangat indah itu. Kemudian Ester memutar tubuhnya yang semakin
mempertunjukkan keindahannya. Vaginanya terlihat cantik sekali dihiasi sedikit
rambut dan payudaranya kencang dan sempurna, seperti yang dibayangkan Frans. Dia
mulai mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, membuat payudaranya sedikit
tergoncang dari sisi ke sisi. Frans menurunkan salah satu kopernya dan menggunakan
tangannya untuk mulai mengocok penisnya lagi. Ester yang selesai mengeringkan
rambutnya, mengambil celana dalamnya dan membungkuk ke depan untuk memakainya.

Saat melakukannya, Frans mendapatkan sebuah pemandangan yang jauh lebih baik dari
pantatnya, dan dia tidak lagi mampu mengendalikan dirinya, dia bisa langsung masuk
ke dalam sana dan menyetubuhinya dari belakang. Lubang anusnya yang berwarna merah
muda terlihat sangat mengundang ketika pikiran Frans membayangkan apa Ester
mengijinkan putranya memasukkan penisnya ke dalam lubang itu. Ketika dia membungkuk
untuk memakai jeansnya, gravitasi mulai berpengaruh pada payudaranya. Penglihatan
ini mengirim Frans ke garis akhir, saat dia menembakkan spermanya ke seluruh celana
dalamnya. Pelan-pelan Frans mengemasi baarang-barangnya dan dengan cepat memasuki
kamarnya sendiri untuk berganti pakaian.

Sesudah makan malam, mereka berdua pergi ke ruang keluarga untuk bersantai.

�Kenapa tidak kita buka sebotol wine. Aku menyimpannya untuk malam ini buat Johan
tapi karena sekarang dia tidak pulang sampai hari Senin, kita bisa membukanya�,
kata Ester sambil berjalan ke lemari es.
�Ide yang bagus�, jawab Frans memperhatikan Ester membungkuk ke depan untuk
mengambil botol wine.

Ketika Ester mengambil gelas di atas rak, atasan putihnya tersingkap ke atas,
memberi sebuah pandangan yang bagus dari tubuhnya. Atasannya menjadikan payudaranya
terlihat lebih besar dan jeansnya menjadi sangat ketat, memperlihatkan lekukan
tubuhnya. Frans tidak bisa menahannya lagi. Dia harus bisa mendapatkannya. Sebuah
rencana mulai tersusun dalam otak mesumnya.

Dua jam berbicara dan mulai mabuk saat alkohol mulai menunjukkan efeknya pada
Ester. Dengan cepat topik pembicaraan mengarah pada pekerjaan dan bagaimana Ester
sedang mengalami stress belakangan ini.

�Kenapa kamu tidak mendekat kemari dan aku akan memijatmu�, tawar Frans.

Ester dengan malas berkata ya dan pelan-pelan mendekat pada Frans dan berbalik pada
punggungnya lalu tangan Frans mulai bekerja pada bahunya.

�Oohh, ini sudah terasa agak baikan�, dia merintih.

Frans tetap memijat bahunya ketika perasaan mendapatkan Ester mulai mengaliri
tubuhnya, membuat penisnya mengeras. Mata Ester kini terpejam saat dia benar-benar
mulai menikmati apa yang sedang dilakukan Frans pada bahunya. Pantatnya kini berada
di atas penis Frans, membuat Frans ereksi penuh.

�Oohh, aku tidak bisa percaya bagaimana leganya perasaan ini, Papi sungguh baik�.
�Ini keahlianku�, jawab Frans saat dia pelan-pelan mulai menggosokkan penisnya ke
pantat Ester.

Ester menyadari apa yang sedang terjadi. Dia tidak menghiraukan apa yang Frans
lakukan dengan pijatannya yang mulai �salah� itu. Dia sangat mencintai suaminya dan
tidak pernah akan mengkhianati dia. Dan bayangan tidur dengan mertuanya sangat
menjijikkannya. Dia meletakkan kedua tangannya pada kaki Frans saat mencoba untuk
melepaskan dirinya dari penis Frans. Tapi dengan gerakan malasnya, hanya
menyebabkannya menggerakkan pantatnya naik turun selagi dia menggunakan tangannya
untuk menggosok paha Frans. Tahu-tahu dia merasa sangat bergairah, dan dia ingin
Johan ada di sini agar dia bisa segera bercinta dengannya. Frans tahu bahwa dia
telah mendapatkannya.

�Ini mulai terasa tidak nyaman untuk aku, kenapa kita tidak pergi saja ke atas�,
ajak Frans.
�Baiklah, aku belum merasa lega benar, tapi sebentar saja ya, sebab aku tidak mau
membuat Papi lelah�.

Ketika mereka memasuki kamar tidur, Frans memintanya untuk membuka atasannya agar
dia bisa menggosokkan lotion ke punggungnya. Dia setuju melepasnya dan dia
memperlihatkan bra putihnya yang menahan payudaranya yang sekal. Gairahnya terlihat
dengan puting susunya yang mengeras yang dengan jelas terlihat dari bahan bra itu.
Apa yang Ester kenakan sekarang hanya bra dan jeans ketatnya, yang hampir tidak
muat di pinggangnya. Ester rebah pada perutnya ketika Frans menempatkan dirinya di
atas pantatnya.

�Begini jadi lebih mudah untukku�, kata Frans saat dia dengan cepat melepaskan
kemejanya dan mulai untuk menggosok pinggang dan punggung Ester bagian bawah.
Alkohol telah berefek penuh pada Ester ketika dia memejamkan matanya dan mulai
jatuh tertidur.
�Oohh Johan�, dia mulai merintih.

Frans tidak bisa mempercayainya. Di sinilah dia, setelah 5 tahun tanpa seks, di
atas tubuh menantu perempuannya yang cantik dan masih muda dan yang dipikirnya dia
adalah suaminya. Pelan-pelan dilepasnya celananya sendiri, dan membalikkan tubuh
Ester. Frans pelan-pelan mencium perutnya yang rata saat dia mulai melepaskan jeans
Ester dengan perlahan. Vagina Ester kini mulai basah saat dia bermimpi Johan
menciumi tubuhnya.

Dengan hati-hati Frans melepas jeansnya dan mulai menjalankan ciumannya ke atas
pahanya. Ketika dia mencapai celana dalam yang menutupi vaginanya, dia menghirup
bau harumnya, dan kemudian sedikit menarik ke samping kain celana dalam yang kecil
itu dan mencium bibir vagina merah mudanya. Vaginanya lebih basah dari apa yang
pernah Frans bayangkan. Ester menggerakkan salah satu tangannya untuk membelai
payudaranya sendiri, sedang tangan yang lainnya membelai rambut Frans.

�Oohh Johan�, dia merintih ketika sekarang Frans menggunakan lidahnya untuk
menyelidiki vaginanya. Penisnya akan meledak saat dia mulai menjalankan ciumannya
ke atas tubuhnya.
�Jangan berhenti�, bisik Ester.

Dia sekarang menggerakkan penisnya naik turun di gundukannya, merangsangnya. Hanya


celana dalam putih kecil yang menghalanginya memasuki vaginanya. Frans lebih
melebarkan paha Ester, dan kemudian mendorong celana dalam itu ke samping saat dia
menempatkan ujung penisnya pada pintu masuknya. Pelan-pelan, di dorongnya masuk
sedikit demi sedikit ketika Ester kembali mengeluarkan sebuah rintihan lembut.

Sudah sekian lama dia menantikan sebuah persetubuhan yang panas, dan sekarang dia
sedang dalam perjalanan �memasuki� menantu perempuannya yang cantik. Dia menciumi
lehernya saat menusukkan penisnya keluar masuk. Dia mulai meningkatkan
kecepatannya, saat dia melepaskan branya. Frans mencengkeram kedua payudara itu dan
menghisap puting susunya seperti bayi. Perasaan ini tiba-tiba membawa Ester kembali
pada kenyataan saat dia membuka matanya. Dia tidak bisa percaya apa yang dia lihat.
Mertuanya sedang berada di atas tubuhnya, mendorong keluar masuk ke vaginanya
dengan gerakan yang mantap, dan yang paling buruk dari semua itu, dia membiarkannya
terjadi begitu saja.

Frans melihat matanya terbuka, maka dia memegang kaki Ester dan meletakkannya di
atas bahunya dengan jari kakinya yang menunjuk lurus ke atas. Kini dia
menyetubuhinya untuk segala miliknya yang berharga.

�Oh tidak.. Hentikan.. Oh.. Tuhan.. Kita tidak boleh.. Tolong.. Oohh�, Ester
berteriak. Payudaranya terguncang seperti sebuah gempa bumi ketika Frans
menyetubuhinya layaknya seekor binatang.
�Hentikan Pi.. Ini tidak benar.. Oohh Tuhan�, Ester berteriak dengan pasrah.

Frans melambat, dia menunduk untuk mencium bibir Ester. Lutut Ester kini berada di
sebelah kepalanya sendiri saat dia menemukan dirinya malah membalas ciuman Frans.
Sesuatu telah mengambil alihnya. Lidah mereka kini mengembara di dalam mulut
masing-masing ketika mereka saling memeluk dengan erat. Frans menambah lagi
kecepatannya dan keluar masuk lebih cepat dari sebelumnya, Ester semakin menekan
punggungnya. Frans berguling dan Ester kini berada di atas, �menunggangi� penis
Frans.

�Oh Tuhan, Papi merobekku�, kata Ester ketika dia meningkat gerakannya.
�Kamu sangat rapat, aku bertaruh Johan pasti kesulitan mengerjai kamu�, jawabnya.

Ini adalah vagina paling rapat yang pernah Frans �kerjai� setelah dia mengambil
keperawanan isterinya. Dia meraih ke atas dan memegang payudaranya, meremasnya
bersamaan lalu menghisap puting susunya lagi.

�Tolong jangan keluar di dalam.. Oohh.. Papi tidak boleh keluar di dalam�.

Ester kini menghempaskan Frans jadi gila. Mereka terus seperti ini sampai Frans
merasa dia akan orgasme. Dia mulai menggosok beberapa cairan di lubang pantat
Ester. Dia kemudian menyuruh Ester untuk berdiri pada lututnya saat dia bergerak ke
belakangnya, dengan penisnya mengarah pada lubang pantatnya.

�Tidak, punya Papi terlalu besar, aku belum pernah melakukan ini, Tolong Pi
jangan�, Ester mengiba berusaha untuk lolos.
Tetapi itu tidak cukup untuk Frans. Sambil memegangi pinggulnya, dengan satu
dorongan besar dia melesakkan semuanya ke dalam pantat Ester.
�Oohh Tuhan�, Ester menjerit, dia mencengkeram ujung tempat tidur dengan kedua
tangannya.

Frans mencabut pelan-pelan dan kemudian mendorong lagi dengan cepat. Payudaranya
tergantung bebas, tergguncang ketika Frans mengayun dengan irama mantap.

�Oohh Papi bangsat�.


�Aku tahu kamu suka ini�, jawab Frans, dia mempercepat gerakannya.

Ester tidak bisa percaya dia sedang menikmati sedang �dikerjai� pantatnya oleh
mertuanya.

�Lebih keras�, Ester berteriak, Frans memegang payudaranya dan mulai menyetubuhinya
sekeras yang dia mampu. Ditariknya bahu Ester ke atas mendekat dengannya dan
menghisapi lehernya.
�Aku akan keluar�, teriak Frans.
�Tunggu aku �, jawabnya.

Frans menggunakan salah satu tangannya untuk menggosok vaginanya, dan kemudian dia
memasukkan dua jari dan mulai mengerjai vaginanya. Ester menjerit dengan perasaan
nikmat sekarang saat dalam waktu yang bersamaan telepon berbunyi. Ester menjatuhkan
kepalanya ke bantal ketika Frans mengangkat telepon, dengan satu tangan masih
menggosok vaginanya.

�Halo.. Johan.. Ya dia menyambutku dengan sangat baik.. Ya aku akan memanggilnya,
tunggu�, katanya saat dia menutup gagang telepon supaya Johan tidak bisa dengar
suara jeritan orgasme istrinya.

Dia bisa merasakan jarinya dilumuri cairan Ester. Dengan satu dorongan terakhir dia
mulai menembakkan benihnya di dalam lubang pantat Ester. Semprotan demi semprotan
menembak di dalam lubang pantat rapat Ester. Mereka berdua roboh ke tempat tidur,
Frans di atas punggung Ester. Penisnya masih di dalam, satu tangan masih menggosok
pelan vagina Ester yang terasa sakit, tangan yang lain meremas ringan payudaranya.

�Halo Johan�, kata Ester mengangkat telepon.


�Tidak, kita belum banyak melakukan kegiatan.. Jangan cemaskan kami, hanya tolong
usahakan pulang cepat.. Aku mencintaimu�.

Dia menutup dan menjatuhkan telepon itu. Mereka berbaring di sana selama lima
menitan, Frans masih di atas, nafas keduanya berangsur reda. Frans mencabut jarinya
yang berlumuran sperma dan meletakkannya ke mulut Ester. Dia menghisapnya hingga
kering, dan kemudian bangun.

�Aku pikir lebih baik Papi keluar�, dia berkata dengan mata yang berkaca-kaca.

Dia berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi itu. Rambutnya berantakan. Frans bisa
melihat cairannya yang pelan-pelan menetes turun di pantatnya, dan menurun ke
pahanya.

====

Selamat membaca Hai namaku yati. Umurku sekarang 28 tahun. Aku memiliki
kecenderungan sex yang sedikit berbeda.

Aku merasa horny bila sedang, berbicara seks yang vulgar dan blak2an atau
mempertontonkan tubuhku. Dan masturbasiku pun menjadi jauh lebih nikmat apabila
setelah mempertontonkan tubuhku. Biasanya, hanya celana dalamku yang kuperlihatkan
ke orang lain, itu juga hanya ke anak-anak muda, yang berumur 18 tahun kebawah. Aku
takut apabila mempertontonkan tubuhku ke pria dewasa, aku akan diperkosa nantinya.
Nah, aku akan menceritakan eksibisi pertamaku, yang telah membuatku menjadi seperti
ini...

Saat itu Aku tinggal di daerah yang rumahnya berdekatan. Dan orang-orang yang
tinggal disitupun sangat bersahabat. Mereka saling membantu dan mempercayai satu
sama lain. Yah seperti orang yang tinggal dikampung-kampung gitulah. Aku tinggal
dirumah hanya berdua dengan suamiku, karena aku blum memiliki anak.suamiku pun
sering pergi ke luar kota untuk pekerjaannya dan akupun tinggal sendirian di rumah.
dia tidak takut meninggalkan aku sendirian karena daerahnya yang sangat
bersahabat...

Waktu itu aku baru saja pulang dari kerja dan sedang nonton tv di ruang tengah
ketika pintuku diketuk seseorang. Ketika kubuka, ternyata bu Murni yang tinggal
disebelah rumahku datang.

"bu yati, ibu boleh minta tolong gak?", tanyanya.

"Mau minta tolong apa bu?"

"Ini lho, ibu mau pergi jualan, trus saya mau titip kuncii . Boleh gak ibu titipin
disini?", Pintanya.

"Loh kan biasanya yang jualan si budi, emang si Deni kemana bu?"

"Si budi kan tahun ini sudah SMA, ibu gak mau mengganggu sekolahnya, jadi mulai
sekarang ibu yang pergi jualan. Lagi pula tantenya lagi gak di rumah,", katanya.

"Ooh gitu ya bu, ya udah ga papa,", candaku.

ketika siang tiba, anaknya bu murni, budi sudah pulang dr sekolahnya, dia umurnya
skitar 17 tahun

Akupun berusaha membuat si Budi merasa nyaman dengan mengajaknya ngobrol, tapi
gagal karena dia hanya menjawab singkat semua pertanyaanku kepadanya. Kayaknya sih
dia emang bener-bener pemalu anaknya. Atau mungkin juga dia merasa grogi karena
wajahku yang cantik ini. Walaupun badanku termasuk pendek, tapi aku memiliki tubuh
yang cukup bagus, dan memiliki bentuk tubuh seorang wanita dewasa. Apalagi kulitku
putih.

Akhirnya, setelah usahaku mendekatkan diri dengan si Budi gagal, aku hanya
memberinya majalah yang masih aku baca sampe sekarang dan aku nonton tv di
dekatnya. Awalnya dia keliatan asik dengan majalahnya. Namun setelah beberapa lama
dia keliatan gelisah, dan terus-terusan memandang ke arahku. Tadinya kupikir dia
hanya bingung mau ngapain, tapi setelah kuperhatikan ternyata di memandang ke bawah
rokku yang memang bakal kelihatan karena dia duduk di lantai di depanku, sedangkaan
aku duduk di sofa dan tanpa sadar mengangkangkan kakiku. Tadinya begitu sadar aku
ingin langsung menutup kakiku. Tapi setelah melihat dia yang gelisah dengan wajah
yang (sangat) memerah aku menjadi merasakan sesuatu yang berbeda. Entah kenapa
walaupun aku merasa malu celana dalamku dilihat orang lain, aku justru menyukai
perasaan malu itu. Dan wajahkupun mulai terasa panas dan jantungku berdebar dengan
kencang. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membiarkannya melihat celana dalamku Aku
berusaha tidak memandang wajahnya lagi agar dia leluasa mengintip celana dalamku.
Semakin lama aku semakin melebarkan kakiku. Dan setelah semakin terangsang dengan
pertunjukan ini, aku pun menyuruhnya duduk mendekat kearahku, dan dia pun menurut
tanpa banyak tanya. Lalu aku menarik meja yang ada dibelakang dia. Sehingga dia
duduk diantara sofa dan meja yang posisinya sekarang sudah merapat.

Kini dia duduknya sangat dekat denganku, bahkan lututku berulang kali menyentuh
kepalanya, namun kali ini dia duduk menghadap kedepan, karena dia tidak berani lagi
mengintip celana dalamku dengan jarak sedekat itu. Aku pun mengajaknya bercakap-
cakap sehingga memberinya alasan untuk melihat kebelakang dan aku bisa melihat dia
menatap celana dalamku. Dan akupun semakin bergairah, bahkan mungkin dia bisa
melihat celana dalamku mulai basah kena cairan memekku. Aku pun berusaha menahan
keinginan bermasturbasi yang memang sudah cukup sering kulakukan, dengan susah
payah. Lalu akupun menjadi semakin berani dengan menarik rokku sampai paha sehingga
cdku semakin terpampang jelas. Belum puas dengan itu, aku menaikkan kakiku yang
satu ke meja, dan yang satu lagi aku lebarkan selebar-lebarnya. Sehingga sekarang
posisinya aku mengangkang tepat didepan wajahnya. Si Budi kelihatan semakin gelisah
dan kadang dia menatap cdku cukup lama, dan kalau dia melakukan itu, aku membelai-
belai rambutnya sambil tersenyum semanis yang aku bisa. Lalu akupun menyuruhnya
untuk lebih mendekat lagi, namun kali ini aku menyuruhnya untuk duduk menghadapku
dengan alasan tidak sopan membelakangi orang yang sedang berbicara dengan dia...

Dia memutar tubuhnya perlahan dan kulihat tubuhnya bergetar dengan kentara. Dan
ketika dia mengahadapku dia tak bisa memalingkan wajahnya dari celana dalamku, dan
pahaku yang putih mulus itu. Setelah itu aku menarik meja itu semakin rapat, dan
kunaikkan kedua kakiku ke atas meja. Sehingga kali ini kepalanya berada diantara
kedua pahaku. Kali ini aku menarik rokku sampai atas sehingga sekarang celana
dalamku bisa terlihat bebas. Dia tidak bertanya kenapa kulakukan itu, mungkin emang
karena sifatnya yang pemalu. Aku sudah benar-benar bernafsu kali ini, dan mungkin
dia pun juga. Saking nafsunya, aku meletakkan kedua kakiku di pundaknya dan
menggesek-gesekkan pahaku kewajahnya. Aku bisa melihat dia seperti tidak terpana,
namun amat menikmati sentuhan pahaku dan menggerakkan wajahnya kesamping agar
bibirnya menyentuh pahaku, aku pun semakin menggila karena terkena bibirnya yang
hangat dan basah di pahaku. Dia juga tidak keberatan ketika aku menarik kakiku dan
menempelkan telapak kakiku di wajahnya. Lalu kusuruh dia membuka mulutnya, lalu
kumasukkan jempol kakiku ke bibirnya yang mungil. Dia pun langsung mengemut jempol
kakiku dengan gemas, dan menjilat-jilat telapak kakiku.
Jilatannya di telapak kakiku semakin menggila, sehingga aku jadi kebelet pengen
keluar . Lalu kubilang, "Dek, kakak mau pipis dulu nih, udah kebelet." Lalu entah
karena dorongan setan mana, aku berpikir, "mungkin asik kalo aq orgasme ke wajah
dia...". Lalu aku membuka CDku dan mengangkangi wajah anak itu dan mulai
menggesekkan memek ku ke wajahnya. Dan tanpa kusangka-sangka dia malah semakin
mendekatkan wajahnya dan membuka mulutnya lalu meminum air maniku yang waktu itu
lumayan banyak dan deras. Dia begitu antusiasnya meminum air cairan memekku sampai-
sampai dia menempelkan mulutnya di memekku dan menelan cairan memekku, sambil dia
menjilat2 itilku. Dan ketika selesai aku bisa merasakan dia berusaha menyedot-
nyedot memekku. Mungkin dia belum puas meminum cairan dr memekku, namun itu malah
memberikanku kenikmatan yang tiada taranya, dan entah kenapa kalau teringat fakta
bahwa memekku dijilat sama anak berumur 17 tahun justru membuatku semakin
terangsang. Dan kelihatannya dia juga sangat menikmati menjilat memekku yang kini
sudah basah dengan air mani dan ludah. Kami melakukan itu cukup lama sebelum
selesai. Dan ketika mencapai orgasme aku menjambak rambutnya dan menekan wajahnya
ke memekku sambil mendesah dengan keras. ahhh,,, enak banget dekk,,, terus emuut
itilnya dek,,,ahhh ohh

Setelah itu akupun mengajaknya mandi dan membersihkan tubuhnya, "Adek seneng gak
kakak gituin tadi?" Dia pun hanya mengangguk dengan malu-malu dengan wajah memerah.
"Kalo gitu ntar kapan-kapan kamu mau lagi gak?", lagi-lagi dia hanya mengangguk.
Lalu kulanjutkan, "Tapi jangan bilang-bilang sama siapa-siapa ya?" Lalu dia
kelihatan bingung dan bertanya, "Emangnya kenapa Kak?"

"Soalnya kalo ketauan kita pasti dimarahin dan dihukum, emang kamu mau begitu?"

"Gak, kak. ?", mendengar kata-kata dan nadanya yang polos, aku jadi bernafsu
kembali. Lalu kutarik tangannya dan kucium bibirnya, setelah kulepaskan dia
sebentar lalu aku berbisik di telinganya "iya kakak mau banget, tapi ada syaratnya"

"Apa kak syaratnya?", lalu ,"Kamu harus nurutin semua yang kakak suruh ya?", lalu
dia menjawab setengah bercanda, "Wah kalo gitu Budi sama aja dengan budak kakak
dong?" Dan lagi-lagi karena mendengar kata-katanya, nafsuku semakin menjadi-jadi,
dan kukatakan padanya, "Iya, kamu jadi budak kakak, tapi kakak gak akan nyuruh kamu
yang berat-berat kok. Kakak Cuma nyuruh kamu yang "enak-enak"."

"Ya udah Budi mau Kak, Budi seneng banget bisa deket-deket cewek cantik seperti
Kakak.", Katanya sambil malu-malu.

"Halah kamu sok tau, masi kecil juga", kataku sambil memeluknya dan kembali mencium
bibirnya. Dan akupun mulai memasukkan lidahku ke mulutnya, dia pun menyambutnya
dengan semangat dan mulai menghisap-hisap lidahku. Entah berapa kali dia memohon
supaya aku meludah ke mulutnya, walaupun sudah cukup banyak ludahku yang
ditelannya. Dia berkata "Kak, ludah kakak enak banget. Kalo Budi kayaknya, semua
yang keluar dari tubuh kakak, Budi mau kak?"

"Ah masa", kataku sambil meludah lagi ke mulutnya...

Lalu kamipun kembali membuka baju, namun kali ini aku juga ikut menjilat dan
menghisap kontolnya yang ternya sudah gede dan berotot, bahkan kontolnya lebih
besar dari milik suamiku,,,,

aku menelan ludah membayangkan kontolnya masuk ke memekku, dan mengesek-gesek


itilku... masuk samapi mentek ke liang memekku

itu. Dia ngerasa sangat kegelian sekaligus nikmat. Berkali-kali dia berhenti sambil
menikmati isapanku di kontolnya. Setelah kami sama-sama puas (yah walaupun dia
tidak sampai keluar, dan kayaknya dia masih belum bisa orgasme deh) kamipun duduk
berdampingan di sofa tadi. Dan tiba-tiba dia minta lagi, namun kali ini dia ingin
menjilatin dan menciumi memekku lagi. Akupun sampai terkaget-kaget, dan kali ini
bahkan dia sangat betah menjilati memek dan itilku,

karena sudah ga tahan bangett, lalu aku meminta dia untuk memasukkan kontolnya ke
lubang memek ku,,,

dan dengan pelan2 aku menuntun kontol nya masuk ke memek ku...

slleeb,,,bleess,,, uhhh,, terasa hangat dan mengesek2 itil serta memekku kontol nya
yang lumayan gede dan keras terasa mantap, menusuk memekku.

aku melayang dan makin gatal seisi memekku.. lalu dengan perlahan dia mulan memaju
mundurkan pantatnya,,,, serta mengeluarkan dan memasukkan kontolnya didalam
memekku.... sambil dia mengentot memekku aq,,, bibir dan lidahnya dengan lincah
menghisap2 puting susuku, menambah kenikmatan yang tiada tara bagiku,, oohhhh ,,,
terusss ,,, dekkk,,, entotin kakak,,, sambil mendesah desah dia berkata dengan
berat,,, aduhh kakkkk enak banget kak,,, kontol aq terasa diurut2 enak kak,,, memek
kak, bikin kontol ade geli dan keras.

dan dia tetap melakukan itu sampai tiba-tiba waktu ibunya pulang dari jualan. kami
kagetttt... aku menutruh dia masuk ke kamar mandi dan cepat2 ganti pakaian,,,, dan
akupun dengan tubuh acak2an menghampiri ibunya, dan mengatakan pura2 aku baru habis
bangun tdr siang...Lalu dia mengucapkan terima kasih kepadaku, dan dia makin senang
ketika melihat anaknya keluar dr kamar mandi2 dia berpikir aku, menemani anaknya
main di rumahku,,, dan aku bilang padanya td anaknya si budi pulang sekolah minta
ikut mandi,,, dan ketika mereka mau pulang aku sempat ngobrol sebentar dengan si
budi di belakang,,,lalu kubilang padanya, "Kakak gak tau, kamu sesuka itu dengan
seluruh tubuh kakak. Laen kali kamu datang kemari, kamu boleh minta apa aja ke
kakak, mau ngentot memek kk, mau ciumat, atau ngeremas2 susu kaka juga boleh",
kataku sambil bercanda. Lalu dia seperti terpana mendengar kata-kataku dan pulang
sambil masih terdiam. Aku tahu dia sudah tak sabar menantikan pertemuan kami
berikutnya. Begitu juga aku.

===

Maria : Terima Kasih Erik


Diposkan oleh All 4 Free Label: Cewek, Daun Muda, Umum
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Maria. Itu namaku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia
11 tahun. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang
hati dan pikiranku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah
dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah
bertanya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan itu sudah lebih dari
cukup bagiku. Kami bertiga sangat bahagia.

Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Yayasan Bunda
Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Di
sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya
�lupa� akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, aku merasa kalau
aku telah menemukan rumah baru bagiku. Enam bulan pun berlalu.

Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu
pengurus di tempat kami.
�Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus
berkumpul di aula. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa�, katanya
sambil tersenyum hangat.
Dan aku pun bertanya, �Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?�
�Mungkin ya..�, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.
�Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..�

Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya.
Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di
depanku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dengan posisi membungkuk, dia
mengamati wajahku dengan teliti. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut
memperhatikan diriku.

�Ada apa Torian? Apa kau kenal dengan anak ini?�, tanyanya.
�Tidak�, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak
bernyawa.
�Sempurna� katanya dingin.
�Seperti boneka..�
Aku yakin sekali dia bergumam ["..boneka yang aku idam-idamkan"]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.

Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi
yayasan, untuk mengadopsi diriku.
�Halo.. Maria� Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.
�Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu tidak harus
memanggil aku �ayah� atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.�
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,�Nah.., ini adalah
temanku, namanya Tomi.�
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.

Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah
seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Diam-diam, aku kagum dengan
penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Berada di tengah-tengah mereka saja
sudah sangat membuatku special. Erik sangatlah baik padaku. Dia selalu membelikan
baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dia sangat
memanjakan aku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku tidak diperbolehkan untuk
keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.

Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Hari itu, aku
mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku pun menunggunya
untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tepat jam 10.30 malam, aku
mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.
�Erik sudah pulang!!�, pikirku senang.

Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Tapi, di depan kamar Erik aku
berhenti. Pintunya terbuka sedikit. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam
sana. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya
pun sempurna. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir
wanita itu dengan penuh nafsu. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita
itu.

�Ohh..Erik�

Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar
pinggul dan pahanya. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Erik
merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main
dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi
payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.

�Ohh..Eriik..� Aku mendengar desahan wanita itu.

Aku melihatnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tapi, aku tidak
bergerak sedikit pun. Aku tidak bisa.
Erik pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan �senjata�nya, kedua kaki
wanita itu dipegang dengan tangan Erik dan Erik segera menancapkan �senjata�nya ke
liang wanita yang sudah basah itu dengan sangat kasar. Wanita itu mengerang dengan
keras. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Hatiku terasa sakit dan
ngilu. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku tetap melihat perbuatan
Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.

Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan
pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Teriakan kepuasan dari wanita itu
pun membahana di seluruh ruangan. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang
sesaat sambil mengerang tertahan. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak,
masih dalam rangkulan wanita itu. Permainan berakhir.

Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu
yang sedikit terbuka. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin
ditemukan oleh Erik. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan
bergerak menuju pintu. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil
menangis di sana. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir
lagi.

Dia pun membungkukkan tubuhnya,


�Hey, tukang ngintip cilik. Aku nggak marah kok. Hanya saja, aku sudah
mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi, tidak saat ini. Ayo, aku temani
kamu sampai kamu tertidur. Kalau kamu capek, besok bolos saja.�
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Dan semalaman dia tidur
sambil memelukku dengan hangat.
�Aku..aku..sayang Erik�
�Erik adalah milikku..hanya milikku seorang�
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Tak lama, aku pun tertidur lelap.

Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Aku senang sekali, karena Erik telah
mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Ballroom
hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Aku pun mengenakan
gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kata Erik, aku sangat cantik dengan
baju itu, �Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna
kulitmu.. Dan lagi, sekarang.. kamu semakin cantik.�

Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.


�Kamu cantik ya Maria? Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..�
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Sara melirik ke arah Erik yang
sedang duduk di meja pojok bersama Tomi.
�Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Temennya juga..� ujar Sara sambil tertawa
kecil.
Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Akhir-akhir ini, kami memang jadi
sering membicarakan soal cowok. Mungkin karena puber. Tak lama, Aryo temanku yang
sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua
pipiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.

Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku lumayan capek,
tapi aku senang. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima
kasih.
�Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..�
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua
lenganku sambil memandangku dengan serius. Aku pun merasa heran dan sedikit takut.
�..Erik? Kenapa? Marah yaa? Aku..melakukan kesalahan apa?�

Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan
menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Aku memekik dan mulai
menangis.
�Eriik!! Sakit!! Kenapa??!!�
Dia melihatku dengan pandangan marah. Kemudian berteriak,
�Kenapa??!! Kenapa katamu?! Kamu itu perempuan apa??!! Masih kecil sudah kenal
laki-laki!! Sudah kuputuskan! Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan
perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!�

Deg. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.


�Erik marah..�, pikirku.
Aku pun merasa ketakutan. Aku takut dibenci. Aku tidak mau kehilangan lagi orang
yang kusayangi.
Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Aku
berteriak.
�Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!�
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Celana
dalamku juga akan dilepasnya.
�Erriik!! Jangaan!!�, aku berteriak ketakutan.

Terlambat, aku sudah telanjang total. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih
menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Erik melihatku dengan penuh nafsu.
Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dia pun menahan
tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku.
�Aku harus menjadi orang pertama yang..�
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit
kasar.
�Hmmphh..�
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Sensasi
yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Aku
pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik mulai meremas-
remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.
�Ahh..�
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.
�Panas..badanku terasa panas..Erik..� pikirku dalam hati.
Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di
payudaraku makin kuat.
�Ahh..!!� nafasku makin memburu.

Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.


�Hmm..kamu menyukainya bukan? Ya kan, setan cilik?�
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat.
Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku terlalu malu untuk
memandang wajahnya.
�Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..�
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Erik kembali
menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.
�Hhh..!!�
�Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.� pikirku.

Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan �senjata�nya ke dalam
diriku.
�Emm..� aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.
Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar.
�Aaahh..!!�
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. �Senjata�nya sudah memasuki diriku seutuhnya
dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Aku mulai
sedikit meronta sambil berteriak. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Erik menciumi
diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bosan dengan posisinya, Erik
membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.
�Erriik..!! tidaak!!� aku sangat malu melakukan posisi itu.
Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Setiap kali tubuh
Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Erik melakukan gerakan menghentak
itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam
diriku, aku merasakan �liang�ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku pun berteriak lebih keras
dari sebelumnya.

�Ohh..Maria.�
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Tubuh Erik mengejang, dan
cairan deras pun mengalir dari �liang�ku. Aku mendesah panjang. Tubuhku masih
bergetar. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.
�Hhhmm.. pilihanku memang selalu tepat�, gumamnya.
Aku memilih untuk diam. Erik bergeser ke sampingku. Dia memandangiku yang masih
berlinang air mata. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya.
�Maria, kamu adalah milikku seorang.. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu
tanpa seizin-ku.�

Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.


�Ya Erik..aku adalah milikmu. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan,
asal kau tidak membenciku.� Aku masih terisak.
�Anak bodoh.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..�
Pelukan Erik semakin erat. Mukaku terasa panas. Dan aku segera membenamkan diriku
ke dalam pelukan Erik.

�Terima kasih..Erik.�

===

Anggie : Keluarga jauh yang baik hati


Diposkan oleh All 4 Free Label: Cewek, Daun Muda, Umum
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
halo.. perkenalkan saya angie 20 tahun, hmm mulai dari mana ya, eh iya saya tinggal
di magelang jawa tengah, daerah yang tidak begitu elit lah, saya keturunan jawa
asli n dari keluarga yang tidak begitu menonjol, perawakan gak terlalu cantik sih,
ya sekilas tentang aku, hidung gak pesek, bentuk muka oval n rambut sedikit
berombak sebahu. bentuk tubuh ya biasa aja ukuran dada 36b dan perut rata, serta
pantat agak gede, tinggi kurang lebih 158-160 cm lah, berat badan 48 kilo, dan juga
aku sudah tidak perawan semenjak sma, aku kehilangan keperawananku oleh pacar, lalu
aku hamil dan menggugurkan kandungan di jawa tengah, trus aku kuliah disini (jawa
tengah).
berikut crita dari aku

pertengahan tahun 2010 oh yesss... liburan semester genap, hmm akan berlibur ke
jawa timur nih, 2 bulan kira-kira cukuplah tuk refresing di jawa timur, akhirnya
ngepakin barang dah selesai, lalu ma ayah dah disiapin tiket kretanya, duuuh ayah
memang baik banget, menyiapkan tiket kreta yg bisnis, diantar lah naik motor ma
ayah ke stasiun, lalu say good bye n see u next month to papa... btw nyampailah di
jombang, dan oh my god aku lupa kasih tau bu dhe kalau aku ke jombang, akhirnya ku
telpon ibu dan aku dikasih alamat serta no. hp bu dhe, dan akhirnya pak dhe yang
datang bawa pick up nya.. katanya pulang dari pasar, nyampe dirumah langsung
sungkem ma bu dhe dan berbasabasi, terus di beri kunci kamar. dalam hati ku
berkata, akhirnya aku bisa berbaring diranjang dan berbantal empuk.. kmudian aku
terlelap

keesokan harinya, aku bangun jam 05.30, pak dhe dah mau berangkat, dan bu dhe sudah
mulai buka warung pracangannya, wah gila, jam segini aja dah ada pembeli, lalu ku
melangkah ke kamar mandi.. hmmmm dinginnya... Bu dhe ku usianya 46 tahun, lebih tua
3 tahun dari ibu, terus pak dhe ku 39 tahun, beliau adalah suami ke-2 bu dhe ku
namanya pak Sukarman, sementara suami pertama dah meninggal karena sakit. pak
sukarman perawakannya sangat besar, itu jika dibanding dengan aku, tingginya ku
taksir lebih 175 cm, dan badanya lebar, sementara bu dhe ku walau sudah 46 tahun,
dia masih segar, perawakannya lebih tinggi dari aku, dadanya ku taksir sama dengan
ku, mereka tidak mempunyai anak, jadi apabila keponakannya datang, pasti sangat
senang, di hari itu aku habiskan hari di rumah sambil mencermati aktifitas pak deh
den bu dhe. pak dhe pulang ke rumah jam 2 siang lalu diterukan membantu budhe di
warung, ya mengangkat-angkat barang, melayani pembeli dan lain-lain, akhirnya sore
jam 3 aku keluar dengan menggunakan sepeda motor yamaha mio bu dhe, hmmm bisa
jalan-jalan begini asik juga yah. tiba-tiba motornya macet, ampuunn mana aku gak
tau masalah otomotif lagi, ku tuntun deh motor itu, dan tanpa ku duga aku ketemu
sang mantan yang dulu tega memperawaniku dan lari begitu saja, namun aku bukan
orang pendendam, ku panggil dia, Ali namanya, Al mereneo, iki motorku macet,
tulungin ya!! pintaku, dia agak canggung utk mendatangiku, mungkin karena merasa
bersalah. eh anggie, napa? bensinnya atau apa?? (kalimat-kalimat saya ubah dalam
bahasa indonesia), lalu kujawab, gak tau tuh tiba-tiba macet, setelah diotak-atik
gak tau apanya yg jelas dia cabut selang dan beberapa saat kemudian motor dah bisa
berjalan, lalu dia meminta maaf atas hal yang diperbuat beberapa tahun lalu, aku
iyakan, dan kamipun berbincang sedikit, akhirnya berpisah, yah aku pulang ke rumah
bu dhe jam 8 malam, akhirnya ku nonton tv, tapi kok stasiunnya cuma sdikit gini,
wah bt banget, lalu ku masuk kamar jam 9 malam, ya sebenernya belum ngantuk sih,
tapi kupaksa menutup mata.

dan benar juga, jam 11 malam aku terbangun, bingung aku gak bisa tutup mata, dan
dikamar sebelah tepat kamar bu dhe dan pak dhe terdengar decit-decit ranjang, serta
suara desahan budhe, hhhmm aku dapat memastikan ini bahwa pak dhe sedang menghajar
bu dhe, lama kelamaan aku penasaran deh, kok lama banget, lalu ku dengar lebih
berkonsentrasi lagi, ah kurang puas, coba keluar kamar ah, cari sela sela pintu
sapa tau gak dikunci, namun ternyata dikunci.. kutinggal lagi ke kamar, setelah
dikamar aku paksakan lagi utk tidur, akhirnya bisa juga.
kali ini aku bangun lebih pagi, jam 4 aku bangun, bu dhe dan pak dhe juga sudah
bangun, gila bener, jam segini dah siap kerja, padahal tadi malam kan nglembur itu,
pak dhe mandi, dan simpangan dengan aku ketika dia keluar dari kamar mandi, dan
astaga, bulu di dadanya lebat banget, lalu dia cuma, eh anggie, mau mandi ya.., ku
jawab iya, setelah mandi, aku bantu beresin warung bu dhe, ketika ku bantu,
terdengar pak dhe ngomong, eh nggie, nanti keluar gak? gak pak dhe... jawabku, lalu
dia menawari, bagaimana kalo ntar pagi ke pasar, ya liat-liat jombang lah... ku gak
langsung jawab, tapi ku pandang bu dhe dan meng iya kan, menyuruh aku untuk ikut ke
pasar ma pak dhe, lalu ku jawab, iya pak dhe..

jam 06 pagi aku bersama pak dhe berangkat kepasar, dalam perjalanan gak ada obrolan
penting, hanya seputar bagaimana kuliahku, keadaan ayah dan ibu. di pasar, hawanya
sangat panas dan terlalu hiruk-pikuk, namun jam 10 pak dhe dah mulai beres-beres,
karena dagangan sayurnya dah hampir habis, cuma tinggal gubis dan sayur, itupun
sedikit, di pinggir pasar aku dibelikan es campur.... hmmm nikmatnya dingin-dingin
seperti ini minum es, pak dhe dan aku duduk agak jauh dari penjual es, di bawah
pohon pak dhe mulai menanyakan, eh nggie, kamu masih berhubungan dangan Ali ya
setelah kejadian itu? tanya pak dhe. wah celaka ini, kok tau pak dhe kalau dulu aku
pernah berhubungan badan. aku jawab, gak pak dhe, wong da orang yg gak bertanggung
jawab. aku menjawab itu dengan pandangan fokus pada mangkok es ku, kemudian pak dhe
ngajak ngobrol yang lain, mungkin karena biar aku gak kaget dan nyatai, lalu dia
bertanya lagi, trus pacar kamu yang sekarang dah tau kalo kamu sudah tidak...? wih
pak dhe kok nanya seperti itu lagi sih..!! jawabku, dalam hati ku berkata, mungkin
pak dhe kepingin ma aku, tapi aku ya gak enak, kan masih famili, aduh bagaimana
ini, aku kok mulai merinding dengan pertanyaan yang tiba-tiba ini, tadi aja nyantai
tapi kok... Tiba-tiba dia mengeluarkan hape dari sakunya, dan menelpon bu dhe,
entah apa yang dibicarakan aku gak perhatiin, cuma yang ku tau pak dhe izin pulang
agak sore, mungkin jam 4 atau 5. setelah itu kami ngobrol sedikit lama disitu.
Setelah obrolan tadi pak dhe mengajaku naik pick up nya, dia ngomong, nggie, ntar
kamu gak da perlu kan dirumah, ya ntar ikut pak dhe dulu lah.. Kemana pak dhe??
sahutku, ya pokoknya jalan aja.. sambil setir mobil dia kluarin hp lagi dan telpon,
eh mo, rumah pak edi kemarin yang menawar dah stuju belum.. dia telpon temannya,
setelah itu, lanjtkan ngobrol dengan ku, temen pak dhe nggie, jual rumah, itu yang
di suruh cari pembeli pak dhe, ya ntar kita mampir dulu ke rumah itu, ya priksa
keadaan lah. aku hanya menganggukan kepala saja, dan beberapa waktu kemudian,
sampailah ke rumah tersebut. rumahnya di lingkungan sepi, gak banyak tetangga,
adapun lebih dari 50 meter dari rumah itu, rumah itu tak terlalu besar, tapi tidak
jelek, dalamnya masih komplit dan rapi, cuma terasnya yang belum dibangun sempurna.
pak dhe mengajakku masuk dan menceritakan bahwa kalo tiap hari dia bersih-bersih
disini. aku duduk di ruang tamu, dan pak dhe duduk disampingku setelah buang
sampah. pak dhe lebih dekat duduknya denganku serta merangkul pundakku, aku tak tau
harus bagaimana, aku hanya merinding dan setengah berdebar. lalu dia tanya lagi,
nggie, gimana pacar kamu sekarang? dia dah tau belum kalo kamu sudah pernah
nglakuin. aku hanya diam dan menundukan kepala, aku hanya terbayang, bagaimana
kalau pak dhe nafsu sama aku dan menikmatiku, tak ku sangka ternyata tangan kirinya
merangkulku dan tangan kanannya mengrayangi pahaku. Pak dhee.... jangan pak dhe...
aku hanya mengatakan itu, tapi aku tidak berbuat apa-apa, entah kenapa aku seperti
menurut saja sama pak dhe, setelah itu tangannya merayap ke atas dan mulai
menyentuh serta meremas pelan payudaraku.. oh.... pk dhe..aku terpejam dan denan
perasaan tak karuan, setelah itu dia mencoba melepas atasanku, aku tak tau mungkin
karena nafsu juga aku juga membantu melepasnya. pikirku, terlanjur basah, ya
basahin terus, lalu ku buka resleting celana pak dhe, ku pegang penis pak dhe dan
yang ku tau, penis itu belum ereksi total, kemudian dia juga membuka celana jeans
ku, oh aku hanya mengenakan celana dalam dan BH saja, sedang pak dhe sudah melepas
bajunya, terlihat sangat lebat bulu didadanya, sementara itu ku plorotkan
celananya, kini kami hanya mengenakan pakaian dalam, penis pak dhe sangat besar dan
panjang, saat ini belum ereksi penuh padahal, kemudian dia melucuti cd nya sendiri
setelah itu mendekap aku dengan penuh nafsu, pantatku dan dadaku selalu jadi
sasaran tangan kekar pak dhe, bibirnya mengendus-endus dada dan leher, sepertinya
aku sangat dimanjakan dengan belaian itu, aku hanya terpejam dan menurut ketika dia
melepas BH dan cd ku.. ah aku telanjang bulat di depan pak dhe, namun apapun itu
aku ingin meneruskannya, oh penis pak dhe ku cengkram dan mulai ada tanda-tandanya
mengeras.. astaga, tanganku tak sampai untuk mencengkramnya, bagaimana nanti bisa
masuk pikirku, lalu dia melumat dengan ganas dan bikin ku merem melek, uuufffffff
llleppp lalu di kursi itu aku disuruh mengulum penis monsternya pak dhe, halb,
mulutku gak muat, namun pak dhe memasukannya perlahan-lahan, dan tangannya mengelus
vaginaku lalu menekan clitorisku, ahh pak dhee... geli-geli enak pak dhee...
setelah beberapa saat dia berdiri memandangi tubuhku, mengelus payudara dan terus
kebawah, setelah itu dia mendekatkan wajahnya ke memek ku, dan benar saja, mulutnya
menghisap-hisap memekku, hmmmm memek kamu wangi, wangi wanita, gumamnya, ahhh
membuatku lebih bergairah, gak peduli itu pak dhe atau pacara atau setan, namun ini
nikmat, ahh hisep yang keras pak dhee... dan lidahnya menjilati bagian dalam
memekku, ah lidahnya sangat kasar membuatku ingin memasukan dan menggaruk memekku
yang gatal, ahhh terus pak dhee.... sampai aku ngos-ngosan digarap seperti itu,
emmmmmm enak pak dhe, enak...., lalu dia menghentikannya.. yah pak dhee?????
seruku, sebentar, lalu membenarkan posisinya dan membuka kakiku, di pegang penis
nya itu, aku sempat melihatnya dan ya tuhan, penis apa itu, dia memasukan nya
pelan-pelan, pak dhee.... hati-hati, punya pak dhe terlalu besar... seruku, dia
diam aja, uh.. nampaknya tidak muat ini, ah.. sedikit-sedikit penis itu memasuki
memekku, aaaahhhh pak dhe... kebesaran... baru masuk setengah, sudah penuh memekku
rasanya, di goyang dikit saja sangat terasa, namun pak dhe tidak menyerah, dia
terus melesakan penisnya pelan-pelan, aaaahhhhhh serasa tidak ada habisnya ini
penis, ketika sudah 3/4 masuk, dia menghentikan, lalu menarik pelan penis nya...
oouuuuhhhh oouuuuhhh setiap mili dari penis itu teras, dan ketika ditarik, serasa
ditrik pula bagian dalam memekku... emmmhhh enak-enak agak sakit... lalu tinggal
kepalanya saja yang tetap di dalam memeku, ku pandang dia, dia membalas pandanganku
dengan senyum yg berwibawa.... lalu melakukan penetrasi itu lagi dan aaaaahhhhhh,
dengan ritme yang lambat akhirnya pak dhe bisa lancar memaju mundurkan penisnya
dalam memekku.. ah-ah...ah nafasku tak teratur, dan dia menghentikan penetrasi itu
sambil menarik nafas dalam-dalam, dan ternyata setelah itu dia menhujamkan penisnya
dengan keras hingga penuh, dan hal itu nembus sampai rahimku aaahhhhlkkkk... aku
tidak bisa bergerak dan rada nyeri di dalam sana, ahhh dia menghentikan di sana,
lalu memujiku bahwa memekku nikmat, nikmat gundulmu, aku lagi klojotan, dia malah
kesenengan, lalu dia gerak-gerakkan penisnya didalam dan itu membuatku tambah
terglincang-glincang, ah uh... ahhhhh pak dhee.... aku gak bisa berkata-kata,
ooohhhh lalu dia tarik dan memaju mundurkan penisnya, kali ini sampai pada penuh..
irama itu membuat aku melayang-layang dan akhirnya aku merasa akan sampai, dan ohhh
ku cengkram tangan pak dhe lalu aku meledak dan ahhhhhhhh pak dheeeee... dia malah
semakin semangat menggenjot memekku, aku hanya menganga menahan serangan dan
ledakan orgasmeku, dan benar saja dia terus memompaku tiada henti, aku masih diatas
awan orgasmeku, tiba-tiba, nggie.. aku juga mau keluaaaarrrrrr.... tak sampai
selesai dia menembakan semprotan spermanya ke rahimku... craaat craatt.. oh..
begitu terasa sperma pak dhe di rahimku....setelah ngecret dirahimku, aku pun tak
langsung bangun dari kursi itu, bagaimana langsung bangun habis dihajar sama penis
pak dhe yg gede itu, lalu pak dhe menggendongku ke salah satu kamar, ah...
istirahat dulu, andai saja penisnya gak se gede itu, pasti aku kecewa, Nggie, sudah
capek nggie? tanya pak dhe, aku hanya diam saja, hahhhh, sambil kupejam mata ini,
tapi nggak tau dibawah sana kok ada yang ingin menerobos masuk, seketika ku buka
mata dan ternyata pak dhe menekan panisnya, astaga....!!! pak dhe... emmmffff kok
masih tegang, pak dhe hanya diam saja sambil sedikit menyunggingkan senyum
menatapku, dan bles...bless... ahhh masuk semua penis gede itu, habis kurang puas
sih nggie.. sahut pak dhe, tangannya meraba payudaraku, oohh nikmatnya, sudah lemas
masih di entot ma pak dhe, eeeehhhhmmmm... pak dhe pun melakukan penetrasi ini
dengan lembut, hhhmmmm aku terniang-niang menggelengkan kepala kiri dan kanan.. ahh
pak dhe kuat bangeeet... seruku, dan mendengar ucapan itu, sontak pak dhe lebih
mengeraskan penetrasinya ke memekku, ahhhh pak dhe ku genggam lengannya sambilku
merem-melek menahan hantamannya..selang beberapa menit aku diangkatnya, dia
memegang pantatku sambil berdiri tegak, akupu memeluk tebuhnya guna berpegangan,
hentakannya sangat terasa dan uh-uh-uh hanya itu yang bisa keluar dari mulutku dan
ke peluk semakin erat ketika rasa orgasme mau melandaku, pak dhe stop-stop... lalu
dia merebahkanku lagi, kini dia diatasku, menindihku, benar-benar sulit bernafas..
hingga pak dhheeeee..... pak dhe ternyata malah semakin menggila memajumundurkan
penisnya.. aaaaaaaahhhhh aku kelua a a ar r rr... sambil di genjot terus, aku tak
bisa merasakan dan memikirkan apapun kecuali ledakan kenikmatanku... dia
menggenjotku dan tiba-tiba dia lepaskan dan mengeluarkan penisnya. membiarkan ku
terlentang diranjang, ahh... ahhh.. aku terkelinjang hebat bergarak, bergetar-getar
tubuhku, dengan cairan orgasmeku yang mengalir pelan serasa tiada henti.. pakdhe
menyaksikanku dengan berkacak pinggang, dan sialan, penisnya masih tegang, Nggie,
pak dhe puas liat kamu bergetar orgasme kayak gini, serunya. aku hanya bisa
menggigil akibat orgasme tadi.. ternyata dia benar-benar tega denganku, belum
selesai aku bergetar diranjang itu, dia membalikan tubuhku dan memasukan dari
belakan, bless.. hanya mengaga yang aku bisa, oh dalam banget rasanya di aduk dari
belakang.. dia mempompa langsung dengan kekuatan penuh, aaaaaahaahhhhhh....
kringatku mulai bercucuran, diapun tambah semangat, aaaaaaahhhh pak dee... sudah-
sudah... mmmmmhhhh, memekku dihajar terus, ah dia berbaring miring, sementara aku
juga, aku membelakanginya, penis masih menancap di memeku, ahahaha kini dia menarik
aku supaya aku mendudukinya, dia melakukan penetrasi dari bawah, ahhh, aku membantu
mengocok penisnya dngan memeku dengan harapan supaya pak dhe cepat ejakulasi,
emmmmmmhhhhhhhh... benar juga, penisnya mulai berkedut-kedut dan crooottt...
menyemburkan spermanya, hhhhhmmmm langsung aku ditarik dan direbahkan disandingnya,
lalu aku dipeluknya, akupun bergetar menggelinjang dan dalam pelukannya aku merasa
lemas dan ngantuk, akupun tertidur, sementara pak dhe memelukku sambil memainkan
payudaraku..

Jam 03.30, kami beranjak pulang ke rumah bu dhe... dan hal itu pun tidak berhenti
disitu saja....
===

Cewek bispak smp

Kisah ini terjadi saat aq masih duduk di kelas


SMP. Di kelasku ada cewek namanya Susi, anak
ini memang terkenal genit. Padahal sebenarnya
orangnya biasa2 aja gak terlalu istimewa tapi
karena sifatnya yang ramah dan gampangan itu
yang membuat dia banyak dikerubutin teman2
cowok termasuk aq. Diantara sekian banyak

cowok ada satu yang paling getol dekat2 ma


Susi, namanya Rudi. Setiap kali aq melihat Rudi
mendekati Susi maka tangannya gk jauh2 dari
meraba pantat atau toked Susi.
Pernah suatu ketika saat pelajaran Kesenian, Susi
yang duduk sendirian karena teman satu
mejanya tidak datang pindah tempat duduk ke
tempat Rudi yang memang duduk sendirian
dibarisan paling belakang sudut, bersebelahan
dengan mejaku.
Mulanya aq gk terlalu pedulian, paling juga si

Rudi ngucek2 payudaranya si Susi. Tapi saat aq


ngelirik, aq kaget setengah mati. tongkol si Rudi
udah keluar dari celananya dan sedang dikocok2
ma Susi! Rudi menyeringai bangga melihat ke
arahku. Sementara Susi hanya tersenyum2 genit
aja melihat aq yang terpelongo.
Sambil menikmati kocokan Susi tangan kiri Rudi
asik meremas2 payudara kanan Susi, untuk
menutupi pandangan guru dari depan Rudi
sengaja menaruh buku bacaan kesenian di
depan Susi dengan cara di dirikan jadi seolah2
mereka berdua sedang membaca buku itu.
Beberapa menit kemudian kulihat peju Rudi
menyembur keluar, Susi kemudian mengelap
tangannya yg belepotan peju Rudi ke celana
Rudi. Meilhat itu aq juga jadi kepingin. Aq segera
memberi kode sama Rudi untuk gantian,

kamipun berganti posisi.


�Si, aq juga donk..� pintaku setelah duduk di
sampingnya,
�Paan?� tanyanya pura2 gk tau. �Kocokin tongkol
aq� ujarku, Susi mencibir kearahku, �Gak mau�
tolaknya. bangs*tnya ni pikirku, gk tau orang
dah konak juga. Sementara di meja sebelahku, si
Rudi cekikikan melihatku, teman semejaku juga
ngintip2 sambil tersenyum2 mupeng. Pasti
mintak bagian juga tuh.
Karena udah gk tahan menahan birahi, sambil
melihat kedepan pelan2 aq menurunkan resleting
celanaku, tapi susah juga ngeluarin si tongkol
yang udah jegang dari tadi dalam posisi duduk
gini. Ku longgarkan sedikit ikat pinggangku dan
ku lepaskan kait kancing celanaku baru kurogoh
tongkolku mengeluarkannya, begitu tongkolku
keluar dari celana langsung keraih tangan kanan
Susi, ku arahkan ke batang tongkolku.
�kocokla cepat..� bisikku, tangan Susi yang
lembut dan halus kemudian memegang batang
tongkolku dan mulai mengocok2nya membuat
aq tertunduk keenakan.

�enak ya..?� bisik Susi, �anjeng, enak kali� balasku


berbisik. Berkali2 aq mengeluarkan nafas keras
saat kulit tangan Susi yang lembut menggesek2
kepala tongkolku.
Sesekali aq melirik ke arah Rudi dan temanku yg
tertawa2 kecil melihat aq lagi dikocokin ma Susi,
teman semejaku berkali2 memberi kode mintak
giliran yang dibalas dengan Susi leletan lidahnya.
Asli mupeng dia, terlebih lagi saat aq dengan
sengaja meremas2 payudara Susi sambil melirik
mengejek ke temanku itu.
Beberapa menit kemudian pejuku akhirnya
muncrat keluar disertai rasa nikmat tiada tara,
sebisa mungkin aq menahan untuk tidak
mengerang. Kututupi wajahku dengan kedua
tanganku menahankan rasa nikmat di tongkolku.
Susi mengangkat tangannya menunjukkan jari2
tangannya yang belepotan pejuku, wajahnya
menunjukkan ekspresi jijik. Kemudian seperti
tadi dia mengelapkan tangannya ke celanaku.
Karena merasa masih ada bau2 pejunya, Susi
permisi ke wc. Gk lama teman sebangkuku ikut
permisi keluar. Aq kembali pindah ke mejaku

sementara Rudi duduk di bangku sebelahku.


Tapi ko lama kali ya..?? �jangan2 mereka maen di
wc� terka Rudi. Aq manggut2 mengiyakan.
Ampe pergantian jam pelajaran (kira2 15 menit
lebih) baru mereka kembali, ku lihat teman aq itu
tersenyum bahagia. Sementara Susi kembali ke
bangkunya, bukan di tempat Rudi lagi.
Langsung kucecar teman ku dengan
pertanyaan2, ngapain aja kalian? Temanku cerita
begitu dikamar mandi, dia langsung meluk Susi.
Sambil berciuman temanku meremas2 payudara
Susi lalu dia meminta Susi untuk menghisap
tongkolnya, Susi ok-ok aja menghisap tongkol
temanku itu, lagi pula biasanya kamar mandi pas
jam pelajaran masih berlangsung memang
tergolong sepi kuadrat.
Eh pas lagi asik2an begitu tiba2 masuk cowok
dari kelas sebelah, udah bisa ketebak cowok
itupun mintak bagian. Terpaksa Susi ngelayani
dua tongkol sekaligus. Sepikan bukan berarti gk
ada yang datang, beberapa menit kemudian
datang dua orang cowok, anak kelas 2. melihat
Susi yang lagi jongkok sambil ngisapin tongkol
kami, mereka pun dengan sabar ngantri mintak
disepong juga.

Setelah semua ngecrot baru Susi dan teman aq


itu kembali ke kelas. Aq jadi geleng2 mendengar
cerita teman aq itu, jontor deh tuh bibir nyepong
4 batang sekaligus...
Lain waktu ada lagi cerita saat aq, Rudi dan Susi
tergabung dalam satu tugas kelompok yg
diberikan oleh guru bahasa inggris kami. Selain
kami bertiga ada empat orang lagi, dua
perempuan dua laki2. Jadi totalnya kami
bertujuh. Kami memutuskan mengerjakan tugas
kelompok tersebut pada hari minggu di rumah
Susi.
Jadi begitulah pada hari minggu yang dijanjikan
kami berkumpul di rumah Susi, kami
mengerjakan tugas itu di ruang tamunya.
Mulanya sih biasa2 aja, selain karena ada cewek
lain juga karena orang tua Susi masih berada di
rumah.
Suasana mulai berubah saat orang tua Susi
keluar untuk menghadiri suatu pesta pernikahan,
tangan Rudi mulai gatal meraba2 tubuh Susi
membuat Susi sibuk menepis tangan jahil Rudi.
Jadinya malah gk mengerjakan tugas kelompok
lagi tapi mule cerita2 jorok yang membangkitkan
gairah.

�Sil udah pernah liat tongkol gk?� tanya Rudi ma


Silvia salah satu teman cewek dalam kelompok
kami. Nih anak emang gk ada otaknya. Silvia
yang mendengar pertanyaan Rudi jadi merah
padam mukanya, mulutnya langsung
melancarkan cacian sama Rudi membuat kami
tertawa2.
�gitu aja marah, Sil, Susi aja tenang2 aja klo liat
tongkol, ya kan Si� Amir ikut2 nimbrung sambil
ngelirik genit sama Susi, Susi hanya mencibir
menanggapi godaan Amir.

�ngomong2 tongkol kelen, macam yg besar aja


tongkol kelen� Wita kali ini yang angkat bicara,
nih anak mang rada berani dibandingin Silvia.
�eh, mo liat ko tongkol aq...?� tanyak Rudi
semangat sambil berdiri memamerkan
celananya yang menggembung di bagian
selangkangan. Tingkahnya membuat para

cewek2 itu terpekik2 sambil cekikikan, Susi yang


tepat berada di samping Rudi tiba2 meninju
selangkangan Rudi membuat dia terpekik
kesakitan yang disambut gelak tawa kami
semua.
Gk sadar udah hampir tiga jam juga kami di
rumah Susi, akhirnya kami memutuskan
melanjutkan lagi pengerjaan tugas kelompok itu
Senin besok. Wita dan Silvia pulang dengan
diantar Amir dan Joko sementara aq dan Rudi
tetap tinggal. Aq sudah menebak apa yang ada
dalam pikiran Rudi, begitu mereka berempat
meninggalkan rumah Susi, Rudi langsung
melancarkan serangan2nnya.
Entah siapa yang bernafsu duluan keduanya
udah bergumul saling peluk dan cium
mengabaikan aq yang terbengong2 melihat
aktivitas mereka berdua. Dengan ganas tangan
Rudi meremas2 payudara Susi sementara
tangan Susi meraba2 selangkangan Rudi. Gk
mau ketinggalan aq langsung duduk disamping
kiri Susi dan ikut2an meremas2 payudara kirinya.
Susi melepaskan ciumannya dari Rudi gantian
menciumi bibirku yang kubalas dengan penuh
nafsu. Aq menggeliat nikmat saat jari2 Susi
meremas selangkanganku sementara disamping
kanan Susi Rudi memelorotkan celananya
sekaligus celana dalamnya hingga tongkolnya
yang tegang terlihat menjulang.
Rudi segera meraih tangan Susi dan

mengarahkannya ke tongkolnya, Susi


melepaskan ciumannya dariku dan melihat ke
arah tongkol Rudi kemudian mulai
mengocok2nya membuat tubuh Rudi jadi
kejang2. Aq ikut2an melepasi celanaku hingga
tongkolku dengan leluasa tegak dengan gagah.
Aq berdiri disamping Susi sambil meraih kepala
Susi dan menariknya ke arah tongkolku,
mengerti kemauanku Susi langsung membuka
mulutnya lebar2 membiarkan batang tongkolku
masuk ke dalam mulutnya, begitu tongkolku
masuk langsung dia menghisapnya membuat
aq mendesis keenakan.

�tongkol! Kau pulak yang duluan di sepong!�


maki Rudi, �salah sendiri lah� jawabku penuh
kemenangan. Kugerakkan pinggulku seolah2
sedang mengent*ti mulut Susi sambil
mendesah2 keras memanas2i Rudi sementara
Susi makin aktip menghisap2 tongkolku.
Panas melihat aq yang disepong Susi, tangan
Rudi kelayapan menaikkan rok terusan Susi ke
atas hingga pahanya yang mulus terbuka
sampai terlihat pangkal paha Susi yang terbalut
celana dalam warna pink.
Rudi menggesek2kan telunjuknya ke
selangkangan Susi membuat Susi mengeluarkan
suara2 mengeram sambil terus menghisap2
tongkolku. Celana dalamnya terlihat basah oleh
rembesan cairan vaginanya.

�Si buka sempak kau, si Martin mau liat pepek


kau� kata Rudi sambil tangannya berusaha
memelorotkan celana dalam Susi, Susi agak
menaikkan pantatnya agar celana dalamnya
dengan mudah dapat dipeloroti Rudi ke bawah.
Mataku tak lepas memandang pepek Susi yang
ditumbuhi bulu2 halus, begitu pepek Susi
terbuka jari2 Rudi langsung bermain di celah
pepek Susi membuat Susi mendengus2
merasakan kenikmatan. Tubuhnya menggeliat2
merasakan gesekan2 jari Rudi di celah pepeknya.
Tanpa sadar aq makin dalam menyodokkan
tongkolku di dalam mulut Susi, berkali2 Susi
mengeluarkan suara tersedak dan berusaha
melepaskan tongkolku dari dalam mulutnya tapi
karena aq telah dikuasai nafsu birahi malah
makin kasar menggoyang2kan pinggulku
mengent*ti mulut Susi sambil tanganku
memegang kepala Susi menghindari dia
melepaskan tongkolku. Susi udah gk lagi
menghisap tongkolku hanya membiarkan saja
tongkolku memenuhi rongga mulutnya bergerak
leluasa.

�ayo tin terus� ujar Rudi sambil memberi


semangat sambil tangannya juga dengan cepat
menggesek2 pepek Susi membuat Susi makin
keras mengerang2.
�aq mo keluaaarrrr...� jeritku, dengan susah
payah Susi menjauhkan kepalanya dari
tongkolku, tepat saat dia berhasil mengeluarkan
tongkolku dari dalam mulutnya, maniku
muncrat keluar dengan perasaan nikmat tiada
tara.

Susi memiawik kecil saat maniku menyembur ke


wajahnya, aq dengan sengaja mengarahkan
ujung tongkolku ke wajahnya hingga maniku
muncrat di wajah Susi. Maniku yang kental dan
berwarna putih itu menempel disekitar wajah
Susi.

�martin jahat, maninya ditembakkan ke muka


Susi� rungut Susi manja, dengan perasaan lelah
aq duduk disamping Susi melihat dengan takjub
maniku meleleh di sekitar wajah Susi sebagian
menetes ke baju kaosnya.
�memang ni, gk usah kasih lagi Si� Rudi
ngompor2in, pasti udah mupeng dia. �dah buka
aja Si bajunya, udah kenak mani si martin gitu�
ujar Rudi, �alah pengen aja bilang� cibir Susi tapi
dia mau juga membuka bajunya.

Kini udah benar2 bugil , tongkolku yang semula


layu mulai bangkit kembali melihat tubuh
telanjang Susi, �kelen juga la buka baju masak aq
aja� ujar Susi, tanpa diminta dua kali Rudi segera
menanggalkan pakaiannya diikuti oleh aq.
Kini kami bertiga udah bugi, aq dan Rudi segera
mencaplok masing2 payudara Susi yang cukup
besar itu membuat Susi tertawa geli menerima
rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya aq
menghisap pentil perempuan.
Rudi kemudian merebahkan tubuh Susi di sofa
dengan kepalanya berbantalkan pahaku hingga
wajahnya tepat di depan tongkolku yang mulai
tegak lagi. Aq terbengong2 melihat Rudi
mengambil posisi di tengah2 pangkal paha Susi,
tongkolnya yang tegang tepat berada di celah
pepek Susi.

�ko mo ngent*ti dia??� tanyaku terheran2,


�memang kenapa?� tanya Rudi, sementara Susi
memandangku dengan ekspresi heran, �nanti dia
gk perawan lagi� ujarku lugu. Mereka berdua
tertawa geli mendengar ucapanku.
�Martin tenang aja, nantik abis Rudi, Martin boleh
ngent*ti Susi� ujar Susi sambil menggesek2kan
pipinya di batang tongkolku. Sementara Rudi
kembali melanjutkan maksudnya mengent*ti
Susi.

Terdengar pekik Susi saat batang tongkol Rudi


menerobos masuk kedalam pepeknya, entah
karena udah dari tadi nahan nafsunya, Rudi
dengan cepat menjurus kasar menyodok2kan
batang tongkolnya di dalam pepek Susi
membuat Susi makin memiawik2 menahankan
serangan2 Rudi.

�enak kali pepek kauuu siii....�ceracau Rudi


meningkahi pekikan Susi, sementara aq hanya
bisa diam aja menonton mereka berdua ngent*t
dengan liarnya. tongkolku sekarang udah benar2
ngaceng lagi.
Tubuh Susi terguncang2 seiring hunjaman
tongkol Rudi di dalam pepeknya, teteknya yang
bulat ikut bergoyang2 membuatku jadi gemas
meremas2nya.

�Ahhh.....uunnnngghhhh.... pelaaaaaannnn...
pelaaaaannnn diiiiiiiiii....�pekik Susi, tapi Rudi
nggak merubah tempo genjotannya malah
makin cepat menggoyang2kan tubuhnya. Tubuh
mereka berdua mulai dibanjiri oleh keringat.
�ungh...ungh...�dengus Rudi, yang dibalas
dengan pekikkan terputus2 Susi. Entah berapa
lama tiba2 Rudi mencabut tongkolnya dari dalam
pepek Susi dan mengocok2kan batang
tongkolnya di depan perut Susi. Gk berapa lama
tongkolnya memuntahkan mani yang cukup
banyak. Maninya muncrat diperut bahkan
sampai ke payudara Susi

�aduh enak kali..� desis Rudi, sementara Susi


memejamkan matanya dengan dadanya yang
turun naik seolah2 baru saja berlari jauh.
Tubuhnya yang mungil terlihat mengkilat oleh
keringatnya.
Begitu Rudi bangkit dari tubuh Susi, aq segera
menggantikan posisinya. Dengan tidak sabar
menusukkan batang tongkolku ke celah pepek
Susi tanpa memperdulikan mani Rudi di tubuh
Susi.

Tapi berkali2 kutusukkan ko gk masuk2 ya??? Ini


memang pertama kalinya aq mengent*t dengan
perempuan. Sadar ketidak tahuanku, sambil
memegang batang tongkolku dia mengarahkan
arah tusukanku, �dibawah sini� bisiknya masih
dengan nafas yang tersengal2.
Lobang pepknya mengalirkan cairan lendir yang
membuat permukaan pepeknya terasa licin. Aq
terpejam nikmat merasakan pertama kali
tongkolku masuk ke lobang pepek perempuan,
aq berusaha mengocokkan batang tongkolku di
pepeknya tapi berkali2 tongkolku keluar lagi dari
pepek Susi. Melihat itu Rudi jadi tertawa2,
�jangan panjang2 ko nareknya bodoh� ujar Rudi.
�baru pertama ya tin?� Susi ikut2an bersuara
membuat jadi panas. Setelah agak lama akhirnya
terbiasa juga aq menyodok2kan tongkolku di
dalam pepek Susi. Beda dengan Rudi dengan ku
Susi hanya mengeluarkan suara mendesah2 kecil
aja.

Walau tadi baru mengeluarkan tapi karena ini


sensasi pertama ku mengent*ti cewek, gk lama
kurasakan maniku akan muncrat. Aq makin
mempercepat goyanganku, berkali2 tongkolku
keluar dari pepek Susi tapi dengan cepat ku
masukkan lagi dan ku kocok lagi.
�Tin klo mo nembak jangan di dalam� ujar Rudi
mengingatkan, tubuh Susi sendiri terlihat makin
kaku. Akhirnya dengan perasaan nikmat tiada
tara tongkolku untuk kedua kalinya
mengeluarkan spermanya. Kalo ini di dalam
pepek Susi, tubuh ku mengejang2 kaku
mendapatkan orgasme kedua ku. Susi langsung
terpekik kaget menyadari aq menembak di
dalam vaginanya.
�wei tongkol, jangan ko tembak didalamnya!�
maki Rudi, tapi aq yang lagi dilanda kenikmatan
gk peduli sama sekali. Aq makin menekankn
dalam2 batang tongkolku di dalam pepek Susi
sementara tubuh Susi yang terhimpit tubuhku
ikut mengejang. Kepalanya menggeleng2 kiri dan
kanan, kurasakan daging otot pepek Susi
mencengkram erat batang tongkolku.
Ku rasa pepek Susi makin penuh dan sempit,
oleh maniku, lendirnya juga karena kontraksi
otot pepeknya.
Lima menit kemudian kami uda berpakaian
kembali, sementara Susi ke kamar mandi. Baru
kemudian kami berpamitan pulang. Selama
sebulan aq cemas2 Susi akan hamil, apalagi tiap
hari Rudi menakut2iku kalo Susi hamil dan
mintak pertanggung jawabanku. Tapi ternyata
apa yg ku khawatirkan tidak benar2 terjadi.

===
Kejadiannya ini sudah agak lama, kira-kira 3 tahun yang lalu, ketika saya duduk di
bangku SMP. Pada suatu hari, saya bersama teman-teman saya banyak sedang mengadakan
kegiatan pramuka di sekolah. Kejadiannya sangatlah lama, dan di ruangan terbuka
yang dapat dikatakan udara cukup panas. Saat itu, tepat pukul 13:00. Pada waktu
itu, kami melakukan beberapa kegiatan rutin yang biasa kami jalani setiap harinya.
Cerita Sex ABG dikelas Pada pukul 15:00, acara Pramuka dibubarkan. Kamipun segera
bergegas meninggalkan tempat tersebut. Aku setelah dari tempat itu, berniat pergi
ke sebuah Multiplayer. Saat saya setiba di Sekolah, saya melihat seorang anak yang
sedang mengintip ke dalam sebuah ruangan di dalam sekolah. Karena saya sedikit ada
rasa curiga, maka saya memutuskan untuk mendekatinya. Ketika saya mendekatinya,
perasaan saya merasa sedikit tidak enak. Karena itu, saya tidak jadi mendekatinya.
Tak lama kemudian, datanglah teman saya bernama Jetprak, anak yang selalu bermain
bersama saya dan �sedikit rusak�. Saat itu, ia mengatakan, bahwa ada orang yang
menitipkan barangnya di Lapangan Olahraga di Lantai 5. Karena ada rasa sedikit
curiga, maka saya pergi ke sana untuk memastikan ada apa di sana. Setelah saya tiba
di sana, saya melihat ada sebuah kantongan di dekat sebuah panggung pergelaran.
Sebelum saya beranjak untuk melihatn6ya, saya pastikan dulu, bahwa tidak ada
jebakan. Setelah saya cek, ternyata tidak ada sama sekali jebakan. Lalu, sayapun
segera melihat apa isi dari Barang tersebut. Setelah saya pegang benda tersebut,
saya buka kantongnya satu persatu. Ternyata, pembungkus benda tersebut sangatlah
banyak, sehingga saya pusing untuk membukanya satu persatu. Sampai pada akhirnya,
Kantonga itu habis terbuka pada bungkusan yang kelima puluh. Setelah saya lihat,
ternyata isinya adalah berbagai macam foto-foto yang dapat dikatakan �rusak� dan
berbagai macam alat KB dan Seks. Tetapi saya sempat bertanya keheranan �siapa dan
untuk apa ini?�. Karena merasa tidak sopan, maka kukembalikan lagi kepada
tempatnya. Setelah sekian lama, saya hanya menunggu sang waktu berlalu. Kebetulan
pada saat itu tidak ada orang, maka saya bisa bersantai sejenak di sana. Setelah
sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah.
Saat itu, saya telah mencapai Final, dan lawan saya yang berikutnya, adalah Fahris
(Sekarang ia anggota Dark Falcon). Karena tidak ada orang, maka saya berlatih
sendiri di tempat itu. Sesudah saya berlatih selama 1 jam, saya merasa kelelahan.
Maka, saya putuskan untuk beristirahat dengan melakukan Break Dance. Beberapa waktu
yang lalu, saya diajarkan oleh salah seorang teman saya untuk berlatih Break Dance,
seperti Salto, Rolling, Hip Hop, dan lain sebagainya. Akan tetapi, saya tertarik
akan salah satu gerakan yang sangat sukar, yaitu Tornado Roll (Rolling di Udara).
Karena saat itu tidak ada orang, saya iseng untuk mencobanya dengan naik di atas
tiang penyangga. Saat itu, saya menaikinya dengan memanjatnya. Saat saya akan
melakukannya, tiba-tiba ada 2 orang yang masuk ke ruangan itu. Tidak disangka, itu
adalah Fahris, lawan Finalku nanti, dan yang satu lagi, adalah anak yang terdapat
di Foto-foto yang kulihat tadi, karena namanya cukup panjang, sebut saja NT. Karena
tempat itu cukup luas, saya mencoba untuk mendengarkan suara mereka dengan
mendengarkan gemanya. Kulihat Fahris mulai membuka kantongan tersebut, dan: �Lihat,
sekarang kamu percaya kan? Aku ini tidak pernah berbohong, jangan macam-macam kamu!
� kata Fahris. �Ih.. kamu kok jahat! Awas, nanti aku adukan ke guru lho!� sambung
NT. �Mangkanya, lebih baik kamu harus tunduk kepadaku, atau..� pembicaraan
terpotong. �Atau apa hah?� teriak NT agak keras. �Atau aku Renggut Keperawananmu!�
Teriakan Fahris menggelegar. �Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!� NT
meneruskan. Belum sempat NT bergerak, Fahris sudah menerjang NT dan langsung
menelanjangi NT dengan kasarnya. �Ah.. Jangan Far.. Jangan!!� Teriakan NT keras
sambil menangis tersedu-sedu. �Segera kuambil keperawananmu!!� Lanjut Fahris.
Fahrispun memulai aksinya dengan sangat gesit, ia melakukan ML pemanasan dengan
rasa sangat Hot. Tetapi, aku berusaha untuk tetap berada di langit-langit meskipun
aku hanya bertumpu dengan Tiang datar dengan lebar 30 cm. Setelah ia melakukan
pemanasan, iapun akhirnya siap untuk memulai aksi tergilanya. �Ah.. jangan far..
jangan ambil keperawananku.. tolonglah..� pelas NT. Tetapi, Fahris tidak
mempedulikan perkataannya, dan akhirnya, iapun melakukan seks dengan NT.
�Earrgghh..� Teriak NT begitu batang kemaluan Fahris memasuki liang senggama nya.
Setelah itu, Fahripun mulai melakukan penggesekan terus menerus sampai ia berhenti
setelah menit kesepuluh. �Bagaimana, enak kan, mangkanya, jangan coba- coba!� kata
Fahris puas. Setelah itu, Fahrispun mulai kembali melancarkan aksinya untuk kembali
melakukan persetubuhan. Selama mereka melakukan persetubuhan, NT terus mengerang-
erang kesakitan �Eng.. eugh.. ough.. aekh.. eakh.. eikh.. oekh..� Desahan NT turut
membuatku terangsang. Tetapi, karena pada saat itu, aku belum pernah bermasturbasi,
maka aku diam saja dan terus menyaksikan. Setelah sekian lama, akhirnya mereka
berhenti dan tertidur lemas. Sepertinya, mereka telah Orgasme bersama, dan kulihat
NT berdarah. Mungkin ia telah kehilangan keperawanannya. Karena kesempatan tidak
ada orang, maka sayapun segera mengambil kamera, dan menfoto beberapa foto yang
membuktikan Fahris bersalah. Setelah itu, sayapun berniat kabur melalui Jendela
Ventilasi di dekatku. Ketika hendak keluar, aku mendengar ada suara gebrakan.
Setelah kulihat ada sumber suara tersebut, tenyata itu adalah Gloria yang masuk
lewat Pintu dan terjatuh dan kakinya mengenai Lantai dan sepertinya ia Lumpuh
sementara (Paralyze). Seketika itu pula, bangunlah Fahris dalam keadaan segar bugar
seperti tidak sehabis bercinta. Iapun mendekati Gloria. �Hai, cewek, kamu sudah
melihat perbuatan kami ya?� kata Fahris. �Lihat apa? Aku baru saja masuk ke ruangan
ini.� jelas Gloria. �Jangan bercanda, lagipula kamu kan juga mengintip aku saat
bercinta dengan SOS tadi kan di kelas� lanjut Fahris. �Kamu jangan macam-macam. Aku
tak tahu!� sangkal Gloria. �Sudah, lebih baik kamu bercinta juga saja denganku!�
Perintah Fahris. �Jangan.. jangan sentuh aku.. jangan..� Teriak Gloria. Karena aku
tidak tega melihat Gloria yang begitu Cantik dan Seksi yang masih perawan, akupun
berbuat nekat. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku langsung saja melompat menuju
ke Fahris dan melakukan Tornado Roll. Dan akhirnya, berhasil, sayapun berhasil
menghajarnya dan membuatnya pingsan. Akan tetapi, akupun langsung lumpuh total
seketika. Tetapi, saya belum menyerah. Sayapun memberikan Kamera yang saya gunakan
untuk menfoto Fahris dan NT tadi. Dan akhirnya, akupun pingsan. Keesokan harinya,
aku terbangun di atas tempat tidur. Aku melihat sekelilingku, dan ternyata, aku
berada di rumah sakit. Akupun segera berbaring kembali, tetapi tidak tidur. Karena
keluargaku jauh dariku, maka tidak ada sama sekali yang datang menjengukku. Saya
sangat merasa sedih saat itu. Tidak lama kemudian, Gloria datang dan menghampiriku.
Ia berjalan seperti orang normal. Aku pikir Paralyzenya sudah sembuh. �Ali, apakah
lukamu masih sakit?� tanyanya. �Tidak juga sih, tapi sudah mendingan.� sahutku.
�Eh, terima kasih ya, kamu sudah menolongku pada saat itu.� ucapnya �Ah, tidak apa-
apa. Aku memang sudah biasa melakukannya.� jawabku seenaknya. �Lantas mengapa NT
pada saat itu tidak kamu tolong?� tanyanya. Waduh, mati aku. Aku tidak mungkin
mengatakan bahwa aku membedakan sesama manusia (dalam arti Gloria dan NT). Lalu
akupun menemukan jawaban sempurna. �Oh, pada saat itukan Fahris masih dalam keadaan
Fit, jadi aku tidak mungkin dapat menghadapinya secara fisik.� �Kalau mental?�
tanyanya lagi. �Itu mungkin saja dapat kuatasi. Oh ya, bagaimana dengan kejuaraan
catur hari ini? Aku kan tidak dapat ikut?� tanyaku. Gloriapun mengeluarkan sesuatu
dari dalam tasnya. Ternyata, ia mengeluarkan kameraku dan kertas yang menyatakan
bahwa aku langsung memenangkan pertandingan karena Fahris melakukan perbuatan yang
tidak terhormat. Akupun merasa lega, dan akhirnya akupun bertanya lagi. �Bagaimana
pendapatmu?� tanyaku. �Yah.. hebat.. boleh juga..� katanya. Entah apa yang
menghantui pikiranku, akupun menyatakan cinta padanya, tetapi ia menjawab �Waduh,
jangan dulu ya, aku masih belum mau pacaran, lain kali saja ya. Sementara ini, ayo
kita berteman dan melakukan petualangan bersama di Sekolah.� �Jadi, kamu juga suka
menyusup ya?� tanyaku. �Iya, sejak kecil, aku suka sekali berpetualang, jadi, kamu
kan juga sama, mari kita satukan hobi kita bersama.� jelasnya. �Sebagai Team
Partners kan?� tanyaku kembali. �Tentu, kita pasti akan menjadi Tag yang sempurna�
Jelasnya. Setelah hari itu, aku menjadi sahabat dengan Gloria, dan akhirnya,
kamipun bertualang bersama-sama. Begitulah ceritanya bagaimana saya bisa
berpetualang bersama Glo. Tria hingga sampai saat ini

===

*MBAK NURUL YANG SEMOK*

Sejak kepindahan kost ku ke daerah Depok,aku bertetangga dengan keluarga Pak Rusdi.
Pegawai Pemda DKI ini tinggal bersama istrinya dan menantunya yang biasa dipanggil
Mbak Nurul oleh para tetangga lainnya. Mbak Nurul yang telah mempunyai anak dua itu
tinggal bersama mertuanya, karena suaminya mencari nafkah ke Kuwait hampir setahun
yang lalu. Usia Mbak Nurul aku taksir sekitar 30 tahunan, atau tepatnya 31 tahun
ketika aku tak sengaja mendengar salah seorang ibu tetangga menanyakan usia menantu
Pak Rusdi ini.
Satu hal yang menarik dari menantu Pak Rusdi ini adalah pakaian yang dikenakannya
sehari hari. Ibu muda ini selalu berpakaian menutup rapat sekujur tubuhnya kecuali
wajahnya dan telapak tangannya. Ibu Muda beranak dua ini selalu kulihat memakai
jilbab yang lebar dan pakaian yang panjang longgar hingga mata kaki, bahkan
sepasang kakinya selalu kulihat memakai kaos kaki kadangkala berwarna krem atau
putih. Sebenarnya aku tidak terlalu memperdulikan menantu Pak Rusdi yang kelihatan
alim itu, namun kalau aku berangkat kuliah, aku sering ketemu Mbak Nurul pulang
dari belanja di pasar. Setiap kali bertemu, Mbak Nurul selalu menyapaku ramah dan
melempar senyum manisnya yang membuat aku menyadari Mbak Nurul mempunyai paras
wajah yang cantik. Wajah wanita tetanggaku yang selalu terbalut jilbab lebar ini
mirip sekali dengan aktris Marissa Haque.
Satu setengah bulan sudah aku kost di Depok, dan kadang kala aku berpikiran tentang
Mbak Nurul yang cantik itu. Apakah Mbak Nurul tidak merasa kesepian ditinggal
begitu lama oleh suaminya, namun melihat Mbak Nurul yang alim itu aku nggak berani
berpikir kotor kepada wanita ini.�
Keindahan yang tersembunyi� gumamku kalau mengingat Mbak Nurul yang berwajah mirip
aktris Marissa Haque, namun tubuhnya selalu tersembunyi dalam pakaian dan jilbab
panjangnya yang rapat.
Tubuh Mbak Nurul pun kulihat cukup tingi untuk ukuran wanita, aku pernah melihat
ibu muda ini sama tinggi dengan Pak Rusdi ketika dia berjalan bersama Pak Rusdi,
dan aku tahu tinggi mertua Mbak Nurul ini 165 cm, berarti tinggi Mbak Nurul juga
165 cm.
Senja itu aku baru pulang dari praktikum kimia. Hari sudah mulai gelap, termasuk
daerah di sekitar kostku. Waktu aku lewat di samping rumah Pak Rusdi, aku melewati
salah satu jendela di rumah Pak Rusdi yang memang sedang diperbaiki. Mungkin karena
sedang diperbaiki, jendela itu tidak tertutup sempurna. Aku melihat ada beberapa
lubang kecil pada jendela yang tengah diperbaiki itu dari sinar lampu dalam rumah
yang keluar lewat lubang-lubang kecil itu. Melihat lubang-lubang kecil itu timbul
rasa isengku untuk mengintip ke dalam. Dengan hati-hati aku segera menempelkan
mataku pada lubang-lubang kecil tersebut, beberapa saat kemudian aku menemukan
lubang yang cukup besar untuk mengintip. Ternyata jendela tersebut adalah jendela
sebuah kamar, entah kamar siapa.
Beberapa saat aku mengintip melalui lubang tersebut, namun keadaan kamar yang
terang benderang itu terlihat sepi. Ketika aku hendak mengakhiri aktivitas
mengintipku, tiba-tiba aku melihat pintu kamar itu terbuka dan aku lihat seorang
masuk ke dalam kamar. Aku belum begitu jelas siapa orang itu, namun setelah orang
itu sampai ke tempat yang lebih terang aku baru melihat ternyata orang tersebut
adalah seorang wanita muda. Agaknya wanita itu baru selesai mandi ketika aku
melihat rambut panjang ikalnya yang basah serta handuk yang melilit tubuhnya.
Sesaat aku heran, karena aku tak mengenal dan tak pernah melihat perempuan berkulit
putih ini sebelumnya
Namun sekejap kemudian darahku terkesiap ketika aku mengamati wajah perempuan ini
lebih seksama.
�Mbak Nurul!!� desisku tertahan.
Wajah cantik Mbak Nurul yang mirip Marissa Haque teramat mudah dikenali. Tubuhku
sesaat menggigil menyadari perempuan yang tengah kuintip ini adalah Mbak Nurul yang
alim berjilbab itu. Aku tak pernah melihat tubuhnya kecuali hanya wajahnya yang
terbalut jilbab lebar serta telapak tangannya yang putih terlihat halus. Namun saat
ini perempuan berjilbab itu aku lihat hanya berlilitkan handuk pada tubuhnya.
Mendadak timbul keinginanku untuk mengintip Mbak Nurul yang agaknya hendak berganti
pakaian setelah dia mandi. Dengan berdebar-debar aku berusaha lebih jelas melihat
melalui lubang kecil tersebut, namun aku harus kecewa karena dari lubang pengintip
itu, aku hanya mampu melihat tubuh Mbak Nurul sampai dari kepala sampai ke
pinggangnya karena pandangan dari sebagian lubang pengintip itu memang tertutup
sebuah lemari buku. Walaupun hanya sebagian tubuh Mbak Nurul yang terlihat, tubuhku
sudah menggigil menahan birahi. Mataku membuka lebar-lebar ketika aku lihat Mbak
Nurul melepas handuk putih yang melilit tubuhnya. Aku yakin tubuh menantu Pak Rusdi
saat ini telanjang bulat. Sayangnya aku hanya mampu melihat dari kepalanya hingga
ke pinggangnya.
Aku menelan ludah berkali-kali melihat keindahan tubuh Mbak Nurul yang terlihat
lewat lubang pengintip. Mataku lekat menatap leher jenjang ibu muda ini yang
terlihat mulus menggiurkan, lantas mataku menyusuri ke bawah hingga kulihat
sepasang buah dada Mbak Nurul yang telanjang. Nafasku mulai terengah dan kemaluanku
pun mulai tegang ketika mataku lekat di dada Mbak Nurul. Sepasang payudara ibu muda
yang cukup montok ini masih terlihat kencang, walaupun tidak sekencang payudara
seorang perawan. Kulitnya yang putih mulus dengan puting susu yang kecoklatan
membuat buah dada Mbak Nurul terlihat menggiurkan dan membangkitkan birahiku. Namun
aku hanya mampu menikmati keindahan payudara Mbak Nurul saja, karena ketika mataku
menyusuri ke bawah payudaranya, lemari buku sialan itu menghalangi pandanganku,
padahal aku tahu Mbak Nurul tengah telanjang bulat saat ini. Nafasku terengah-engah
melihat Mbak Nurul yang kemudian mengenakan BH untuk menutupi sepasang buah dadanya
yang sedang menjadi santapan mataku. Aku mengakhiri keasyikanku ketika Mbak Nurul
telah mengenakan pakaian, sebuah jubah panjang berbunga-bunga. Akhirnya aku kembali
ke tempat kostku yang terletak di samping rumah Pak Rusdi dengan birahi yang
memuncak. Rasa seganku kepada Mbak Nurul yang berjilbab itu berganti rasa birahi
yang membakar. Ketika aku di kamar, aku mengocok kemaluanku sembari membayangkan
kedua buah dada Mbak Nurul kulihat telanjang tadi. Aku membayangkan yang sedang
mengocok-ngocok kemaluanku adalah tangan Mbak Nurul dengan dada montoknya yang
telanjang� mmm.. aku cuma bisa mendesah-desah dan menggigit bibirku menahan nikmat,
sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatanku ketika tubuhku bergetar hebat
disertai muncratnya air mani kental dari ujung penisku dan eranganku menyebut nama
wanita tetanggaku itu, membayangkan keindahan yang kuintip tadi.
�Ohhhh.. mmm.. ahhhh� sshhhh.. Mbaak Nuruuullll� ahhhhh.. enaaaaakkkk.. ahhhhhhh!!!
� desahku di di ujung kenikmatanku sebelum aku tergeletak lemas.
Sejak saat itu rasa seganku kepada wanita berjilbab ini lenyap justru aku selalu
membayangkan tubuh Mbak Nurul dalam onaniku. Aku mengkhayalkan keindahan tubuh di
balik pakaian jubah panjang dan jilbab lebar yang selalu dikenakan ibu beranak dua
ini. Setiap kali aku ketemu Mbak Nurul dalam jilbab lebar dan jubah panjangnya,
mataku lekat menatap sekujur tubuhnya sementara benakku membayangkan tubuh di balik
pakaian yang menutup rapat tubuhnya itu. Beberapa kali aku menelan ludah melihat
cetakan garis BH dan sekan-akan kulihat belahan buah dada yang montok itu di dada
yang tertutup jilbab lebar itu.
Akupun sekarang senang mengamati Mbak Nurul ketika dia menyapu halaman rumahnya
saat sore hari. Melalui sela-sela jendela kamar kostku, aku melihat Mbak Nurul
tengah membungkuk menyapu. Pinggulnya yang terbungkus jubah pakaiannya nampak
menggiurkan. Aku berulangkali menelan ludah ketikat melihat celana dalam yang
dipakai Mbak Nurul tercetak jelas pada jubahnya saat dia membungkuk untuk menyapu.
Belahan pantatnya pun samar terlihat membuatku jakunku naik turun menahan getaran
birahi. Rasa-rasanya aku ingin menyingkap jubah yang dipakai Mbak Nurul ke atas,
sehingga aku dapat melihat pantatnya yang montok itu. Namun aku hanya mampu
membayangkan saja yang kemudian diakhiri dengan onani.
Hampir seminggu sejak aku pertama kali aku mengintip Mbak Nurul yang membuatku
akhirnya menyimpan birahi kepada wanita berjilbab tetanggaku itu. Rasa penasaranku
bercampur birahi untuk melihat tubuh Mbak Nurul di balik pakaiannya yang rapat kian
menggebu. Aku selalu mencari celah untuk mengintipnya seperti seminggu lalu, namun
ternyata tak ada sebuah lubang apapun di rumahnya untukku dapat mengintipnya dalam
keadaan tak berjilbab dan berjubah itu.
Ternyata aku hanya punya kesempatan mengintip sekali itu, karena jendela itu
selesai diperbaiki sehari setelah aku mengintip melalui lubang-lubang pada jendela
yang rusak itu dan aku tak melihat ada celah untuk mengintip Mbak Nurul lagi.
Sampai siang itu. Faiz, anak pertama Mbak Nurul yang sering bermain ke tempat
kostku, tertidur di kamar kostku setelah dia lelah bermain. Aku biarkan bocah laki-
laki yang baru berusia 4 tahun ini lelap dalam tidurnya, sementara aku mengutak-
atik komputer yang kebetulan rusak di kamarku. Setelah mengutak atik komputerku
beberapa saat, aku harus membeli beberapa kabel baru. Ketika aku melangkah ke arah
pintu berniat membeli kabel-kabel itu, aku mendengar ketukan dan suara salam
seorang wanita di pintu. Akupun membuka pintu seraya menjawab salam, dan aku
tertegun ketika ternyata Mbak Nurul yang ada di depan pintu kostku dengan wajah
pucat dan terlihat lelah.
Siang ini dia mengenakan jilbab putih lebar dengan jubah biru bermotif bunga serta
kaus kaki krem yang membungkus kedua kakinya.
�Maaf dik.. lihat Faiz anak saya, nggak? Saya sudah kemana-mana mencarinya namun
nggak ada.� tanya Mbak Nurul terdengar cemas.
Aku tersenyum mendengar kecemasannya
�Ada kok mbak, lagi tidur di kamar saya�.
Mbak Nurul menarik nafas dalam-dalam
�Syukurlah� biar saya ambil sekarang �
�Terserah, Mbak Nurul,� kataku seraya melangkah masuk dikuti wanita berjilbab ini,
mataku sempat melirik ke dada Mbak Nurul yang montok, membuat kembali terbayang
kemulusan buah dada montok yang telanjang di dada ibu muda ini saat kuintip
seminggu lalu. Aku menelan ludah melihat dada Mbak Nurul yang tertutup jilbab putih
lebar itu, terlihat begitu montok menggiurkan.
�Tuh.. masih tidur� kataku sambil menunjuk Faiz yang tengah lelap diatas tempat
tidurku.
Sesaat wajah cantik Mbak Nurul tampak bimbang melihat anak pertamanya itu lelap
dalam tidurnya.
�Mungkin saya nitip anak saya dulu dik.. kasian kayaknya dia lelap sekali tidurnya,
nanti sore aku ambil..� desisnya lirih.
Aku tersenyum mengangguk, tapi sedetik kemudian aku ingat aku harus membeli kabel
buat komputerku.
�Nggak papa mbak, tapi sebentar aku mau pergi beli kabel, boleh aku minta mbak
disini dulu sebentar ?� tanyaku. �Sampai aku kembali�
Mbak Nurul tersenyum lantas mengangguk, namun wajah cantiknya tampak kuyu letih.
�Mm.. Mbak Nurul kayaknya letih yah.. biar aku buatkan minum buat Mbak Nurul
sebentar, Mbak khan tamu di rumah ini, apalagi baru pertamakali berkunjung,� kataku
spontan.
Wajah yang terbalut jilbab putih lebar itu tersenyum
�Terserah adik.. mbak memang haus�
Tak berapa lama kemudian, aku mengambil sebuah gelas yang aku tuangi dengan syrup
ABC jeruk serta air dingin dari kulkas.
Ketika aku tengah mengaduk minuman untuk Mbak Nurul, mataku menangkap beberapa
bahan kimiawi praktikum di mejaku. Aku tahu beberapa bahan kimia itu mempunyai efek
sebagai obat tidur. Sesaat aku merasa bimbang ketika timbul keinginanku untuk
mencampur minuman untuk Mbak Nurul dengan bahan kimiawi tersebut. Aku berhenti
mengaduk, mataku melirik Mbak Nurul yang tengah duduk di karpet ruang tamu sambil
membaca sebuah majalah komputer milikku. Wajah cantik yang terbalut jilbab itu
begitu mempesona, apalagi ketika kulihat ternyata ujung pakaian jubahnya agak
tertarik ke atas tanpa di sadarinya, membuat salah satu betisnya terlihat nyaris
separuhnya. Walaupun betis Mbak Nurul saat ini terbalut kaus kaki krem, namun betis
yang terlihat nyaris separuh itu terlihat begitu indah dan keindahan apalagikah
ketika ujung jubah itu kian tertarik ke atas.. tanpa sadar aku menelan ludah
membayangkannya, apalagi ketika teringat keindahan buah dada Mbak Nurul yang pernah
kulihat telanjang, membuat otakku kian dipenuhi birahi terhadap wanita berjilbab
yang kini duduk di karpet ruang tamu kost.
Akhirnya tanpa ragu aku mencampurkan bahan kimia itu ke dalam minuman dingin untuk
Mbak Nurul, cukup untuk membuat wanita ini terlelap.
�Silakan diminum Mbak.. aku pergi beli kabel sebentar..� kataku dengan dada
berdebar-debar.
Mbak Nurul tersenyum sambil mengucapkan terima kasih, namun dia terlihat agak gugup
ketika tahu mataku tengah memperhatikan betisnya yang tersingkap nyaris separuh
itu.
�Terima kasih dik.. ngrepotin aja� kata Mbak Nurul sembari membenahi ujung jubahnya
yang tertarik ke atas dengan sedikit tergesa, sehingga betis itu kembali tertutup.
Aku tersenyum penuh arti ketika tangan Mbak Nurul membenahi ujung jubahnya dengan
sedikit gugup dan wajah yang bersemu merah.
Beberapa saat kemudian Honda GL ku meluncur meninggalkan tempat kostku. Tak sampai
15 menit kemudian aku pun kembali. Jantungku berdegup kencang ketika aku
memarkirkan sepeda motorku di teras, lantas aku membuka pintu dengan tergesa-gesa.
Aku nyaris terlonjak dengan jantung berdegup kian kencang ketika mataku menatap ke
ruang tamu kostku yang hanya berlapis karpet biru itu. Mataku terbelalak melihat
Mbak Nurul ternyata telah tergeletak pulas di atas karpet ruang tamu.
�He he he he.. ternyata bahan kimia itu bekerja baik� kataku sambil mendekati tubuh
Mbak Nurul yang tergeletak pulas, sementara gelas minuman yang kuberikan untuknya
terlihat kosong, tanpa setitik air di dalamnya.
Aku tersenyum penuh nafsu, memandang wanita berjilbab tetanggaku yang terlihat
pulas terlentang di atas karpet ruang tamu kostku. Dengan jantung berdegup kian
kencang aku menghampiri Mbak Nurul, lantas berlutut di sampingnya. Mataku lekat
menatap wajah Mbak Nurul yang mirip artis Marissa Haque ini. Wajah cantik berbalut
jilbab putih lebar itu kian terlihat cantik saat pulas tertidur membuatku kian
bernafsu. Kemudian mataku menatap dadanya yang naik turun dengan teratur seiring
nafasnya. Sepasang buah dada montok yang tertutup jilbab putih lebar itu membuatku
menelan ludah, sehingga sesaat kemudian tanganku terulur menjamahnya. Aku merasa
bermimpi ketika tanganku dengan sedikit gemetar meraba-raba bukit montok di dada
Mbak Nurul yang masih tertutup jilbab lebar itu.
�Ohh.. montoknya� desisku dengan nafas mulai tersengal, lantas sedetik kemudian
tanganku mulai meremas buah dada Mbak Nurul yang masih tertutup jilbab putih yang
lebar itu.
Aku nyaris tak percaya kalau siang ini aku dapat meremas dada montok wanita
berjilbab tetanggaku yang terlihat alim it.
�Ohh.. Mbak Nurul��.!!� desahku ketika kemudian tanganku meremas-remas sepasang
payudara kenyal di dada ibu muda beranak dua ini.
Semakin lama tanganku kian liar meremas buah dada Mbak Nurul membuat jilbab putih
yang dikenakannya kusut tak karuan. Tanganku kemudian menyingkapkan jilbab putih
yang menutupi dada montok itu ke atas. Aku tersenyum ketika aku melihat tiga
kancing pada bagian atas jubah yang dipakai ibu muda ini. Tanganku terasa gemetar
ketika jemariku meraih tiga buah kancing yang rapat itu, lantas mulai membukanya
satu persatu. Perlahan-lahan kulit mulus di dada Mbak Nurul yang putih mulai
terlihat merangsang birahiku. Jakunku naik turun dengan dada yang berdegup kian
kencang. Birahiku kian liar bergolak, ketika tanganku semakin lebar menyingkap
bagian atas jubah Mbak Nurul yang terbuka itu. Belahan payudara Mbak Nurul yang
montok itu membuatku kemaluanku kian mengeras dan mataku seakan tak berkedip
melihat keindahan di dada wanita berjilbab ini. Mataku pun mulai melihat, BH warna
krem yang membungkus sepasang payudara Mbak Nurul, saat aku menyingkapkan semakin
lebar bagian dada jubah yang dipakai wanita berjilbab ini.
Kemudian jubah yang dipakai Mbak Nurul aku tarik ke bawah sehingga bagian atasnya
tertarik kebawah melewati pundaknya, maka tersembullah sepasang buah dada Mbak
Nurul yang montok dan mulus menggiurkan. Buah dada Mbak Nurul itu masih ketat
terbungkus bh warna krem yang dikenakan wanita berjilbab ini.
�Ooohh.. Mbak Nurul� montoknya� desisku sambil menahan birahi yang kian
menggelegak.
Mataku liar melihat gundukan buah dada Mbak Nurul yang masih tertutup BH warna
krem. Kemudian dengan nafsu yang kian menggelegak, tanganku menarik cup BH itu ke
atas yang membuat buah dada ibu muda ini tak tertutup lagi.
�Glek.. ohh.. Mbak Nurul�.� desahku menahan birahi melihat payudara Mbak Nurul yang
kini telanjang didepannya.
Payudara telanjang di dada wanita berjilbab ini begitu indah bentuknya. Walaupun
Mbak Nurul telah beranak dua, namun sepasang buah dadanya masih terlihat kencang.
Kulit Mbak Nurul yang putih mulus dan puting susu kecoklatan yang terlihat mulai
tegak membuat buah dada wanita berjilbab ini kian menggiurkan nafsuku.
Dengan gemetar tanganku mencoba menjamah buah dada ibu muda berjilbab ini. Aku
seakan tak percaya mampu menjamah payudara seorang wanita alim seperti Mbak Nurul,
yang sehari-hari kulihat selalu menutup rapat sekujur tubuhnya dengan jilbab yang
lebar dan jubah panjang yang longgar. Namun ketika tanganku merasakan kehangatan
dan kekenyalan payudara Mbak Nurul yang montok, tubuhku mengigil menahan birahi
kian menggelegak. Kemudian dengan penuh nafsu tanganku mulai meremas-remas payudara
montok yang telanjang itu. Sepasang payudara yang selama ini tersembunyi di balik
jubah dan jilbab lebar yang selalu dikenakan Mbak Nurul kali ini ada dalam
remasanku yang kian liar.
�Mmm.. Mbaak Nuruulll� mmmm�� desisku sembari mempermainkan puting susu kecoklatan
di dada Mbak Nurul dengan jari-jariku.
Aku merasakan puting susu ibu muda yang aku pelintir ini kian terasa tegak dan
mengerasi. Nafasku memburu jalang, tubuhku menggigil menahan birahi menggelegak
ketika tanganku bermain di dada telanjang wanita berjilbab ini. Beberapa lama aku
meremas-remas buah dada Mbak Nurul yang telanjang itu dengan tanganku, sebelum aku
mulai menjilati payudara wanita berjilbab itu dengan lidahku dan menciuminya penuh
nafsu.
Aku merasakan sepasang buah dada Mbak Nurul yang telanjang itu kian kencang
mengeras ketika aku menciuminya dan menjilatinya, bahkan ketika aku mengulum puting
susu yang kecoklatan itu aku sempat terkejut oleh rintihan dari mulut Mbak Nurul.
Aku menatap wajah Mbak Nurul yang masih terbalut jilbab putihnya itu, namun aku
lihat wajahnya masih lelap dalam tidurnya hanya bibirnya memang mulai mendesah dan
mengerang.
�Oohhh.. Mbak Nurul mulai terangsang�� desisku melihat keadaan wanita berjilbab
ini.
Desahan yang keluar dari bibir Mbak Nurul membuatku nafsu birahiku kian liar.
Mulutku kian liar menciumi dan menjilati payudara telanjang di dada wanita
berjilbab ini. Puting susu yang kecoklatan itu aku kulum dan aku hisap dengan bibir
dan mulutku, membuat desahan Mbak Nurul kian sering terdengar. Birahiku semakin
terasa menggelegak jalang mendengar rintihan dan desahan wanita berjilbab ini.
Sempat terbayang beberapa hari lalu, Mbak Nurul terlihat begitu anggun dengan jubah
dan jilbab lebarnya. Waktu itu aku hanya menelan ludah melihat tonjolan montok di
dada yang tertutup jilbab lebar itu. Namun saat ini, payudara wanita berjilbab itu
dapat aku nikmati sepuas birahiku.
Cukup lama aku memuaskan nafsuku pada kedua payudara montok Mbak Nurul yang
telanjang tanpa penutup itu. Aku melihat Mbak Nurul semakin jalang mendesah dan
merintih dalam tidurnya tiap kali aku menghisap dan menjilati dan menciumi kedua
buah dadanya yang montok mengiurkan itu. Gila..baru pertama kali ini aku melihat
seorang wanita berjilbab merintih begitu jalang dan liar, oleh birahi yang
mencengkeramnya.
Setelah aku puas dengan payudara Mbak Nurul, mataku beralih menatap bagian bawah
tubuh ibu muda berjilbab ini. Aku melihat walaupun beberapa kali, Mbak Nurul
menggeliat dan mengejang menahan rangsangan birahi dariku, namun ujung jubah yang
dikenakan Mbak Nurul tidak sampai tersingkap, bagian bawah Mbak Nurul masih rapi
tertutup oleh jubah panjang yang dipakainya sehingga hanya terlihat kakinya yang
terbungkus kaus kaki warna krem.
Sesaat terbayang dalam benakku, rasa penasaranku selama ini yang membuatku ingin
menyingkap jubah yang dipakai Mbak Nurul. Perlahan kemudian aku mendekati kaki Mbak
Nurul yang masih tertutup jubah yang dipakainya. Dengan sedikit gemetar, tanganku
terulur menyingkap jubah biru kembang yang dipakai Mbak Nurul dengan. Jantungku
berdegup kencang ketika jubah itu mulai aku singkap ke atas, mataku mulai melihat
sepasang betis Mbak Nurul yang indah bentuknya. Sepasang betis yang indah ini masih
terbungkus kaus kaki warna krem yang agak tipis. Tanganku semakin gemetar ketika
ujung jubah biru itu aku singkap semakin ke atas menyusuri kaki Mbak Nurul. Mataku
kian membesar melihat ujung jubah yang tengah aku tarik ke atas itu mulai melewati
lutut wanita berjilbab ini. Aku baru tahu,ternyata kaos kaki katun yang dipakai
Mbak Nurul cukup panjang, hampir seluruh betisnya tertutup oleh kaus kaki krem yang
dipakainya. Nafasku kian mendengus kasar menahan nafsu birahiku saat ujung jubah
itu aku singkap ke atas melewati kedua lututnya, dan mataku nyaris tak berkedip
melihat keindahan yang terpampang dibalik jubah yang aku singkap semakin ke atas.
Akhirnya ujung jubah biru yang semula rapat menutup tubuh ibu muda ini tersingkap
hingga ke pinggangnya. Sepasang kaki wanita berjilbab itu kini tidak lagi tertutup
jubah panjang itu.
�Ohh.. Mbak Nurul..� desisku dengan mata nyaris tak berkedip melihat pemandangan di
depanku.
Sepasang paha putih Mbak Nurul yang telanjang itu tampak mulus menggiurkan. Paha
putih mulus itu masih terlihat kencang dan bulat padat. Tetapi yang membuat tubuhku
menggigil hebat menahan birahi, ketika mataku menatap pangkal paha Mbak Nurul yang
telanjang. Mataku melotot melihat kemontokan bukit kemaluan wanita berjilbab yang
masih tertutup celana dalam itu. Celana dalam biru yang dipakai Mbak Nurul termasuk
tipis untuk menyembunyikan gundukan kemaluan ibu muda ini sehingga mataku secara
samar, mampu melihat bayangan bulu-bulu kemaluan dan belahan bibir kemaluan ibu
muda berjilbab ini.
Tubuhku gemetar melihat keindahan yang luar biasa ini dan batang kemaluanku terasa
kian keras.
�Ohh.. mbak Nuruuulll.. Ohhh� desisku gemetar dengan mulut ternganga melihat
keindahan di depan mataku.
Terbayang kembali beberapa hari lalu, aku selalu melihat Mbak Nurul adalah seorang
wanita berjilbab lebar dan berjubah panjang membuatnya terlihat begitu alim.
Beberapa menit yang lalu sebelum pulas terpengaruh oleh minuman dariku, Mbak Nurul
masih gugup dan terlihat malu ketika ujung jubahnya tersingkap yang hanya
memperlihatkan separuh betisnya. Namun saat ini hampir tak kupercaya kalau aku
telah melihat keindahan yang selama ini tersembunyi di balik jilbab lebar dan jubah
panjang Mbak Nurul itu. Aku menelan ludah berkali-kali dengan birahi kian
menggelegak melihat pemandangan di depanku. Seorang perempuan berparas cantik
dengan jilbabnya yang lebar serta jubah biru bermotif bunga tergolek dengan
sepasang buah dada yang menyembul telanjang dan bagian bawah jubahnya tersingkap
hingga ke perut memperlihatkan kemulusan sepasang pahanya dan celana dalam yang
dikenakannya. Tubuhku menggigil penuh birahi yang menggelegak melihat keindahan
yang langka ini.
Mbak Nurul masih terlihat pulas dalam pengaruh obat tidur yang kucampurkan dalam
minuman untuknya. Kedua mata di wajah cantiknya yang terbalut jilbab lebar putih
masih tertutup dengan rapat, walaupun wanita berjilbab ini sempat merintih dan
mengerang saat kurangsang sepasang payudara di dadanya. Berulang kali aku menelan
ludah sementara penisku sudah mengeras oleh desakan birahi melihat keadaan Mbak
Nurul saat ini. Ibu muda tetanggaku yang selama ini tak pernah kulihat kecuali
wajah cantiknya dan telapak tangannya, saat ini kulihat setengah telanjang
tergeletak di depanku. Jilbab putih lebar yang beberapa menit lalu masih rapi
menyembunyikan kemontokan dadanya, saat ini tersingkap ke atas dengan jubah yang
terbuka pada bagian dadanya dan BH yang tersingkap, sehingga sepasang buah dada
wanita berjilbab beranak dua yang selama ini tersembunyi, terpampang menggiurkan
tanpa penutup.
Dengan birahi yang menggelegak, aku bergeser mendekati kaki Mbak Nurul yang terbuka
itu. Aku melihat sepasang betis yang indah itu masih terbungkus kaus kaki warna
krem yang cukup panjang hampir menutupi betisnya. Dengan sedikit gemetar, aku
mengulurkan tanganku melepas sepasang kaus kaki warna krem itu dari kaki Mbak
Nurul. Aku kembali menelan ludah melihat kemulusan betis Mbak Nurul yang kini
telanjang di depanku. Aku sempat tersenyum teringat beberapa menit lalu, ketika
Mbak Nurul gugup terlihat separuh betisnya olehku karena jubah yang dipakainya
tersingkap. Namun setelah wanita berjilbab ini pulas dalam pengaruh obat tidurku,
aku bukan hanya mampu melihat betisnya namun juga menjamahnya bahkan lebih.
Telapak kaki Mbak Nurul terlihat putih kemerahan, ketika tanganku meraihnya terasa
halus di tanganku. Beberapa saat aku mengelusnya sebelum kemudian bibirku mulai
menciumi telapak kaki yang bersih dan halus itu. Nafasku memburu kian cepat ketika
dengan bernafsu aku menciumi dan menjilati telapak kaki wanita ini. Telapak kaki
wanita berjilbab yang telanjang itupun terlihat berkilat oleh bekas jilatanku yang
liar. Kemudian dengan penuh birahi, bibirku menyusuri kaki Mbak Nurul semakin ke
atas. Aku menciumi dan menjilati sepasang betis wanita berjilbab ini yang tak
pernah kulihat sebelumnya karena selalu tertutup oleh pakaian panjangnya. Betis
putih mulus yang indah dan ditumbuhi rambut-rambut halus itu terasa hangat di
bibirku dan lidahku yang menjilatinya. Libidoku kian menggelegak saat bibir dan
lidahku menciumi serta menjilati betis indah Mbak Nurul yang tak pernah kulihat
sebelumnya ini. Nafasku terengah-engah oleh desakan birahiku yang kian liar.
Saat bibir dan lidahku menciumi dan menjilati kemulusan betis Mbak Nurul, tanganku
menyusuri kaki wanita berjilbab ini kian ke atas. Tanganku mengelus-elus paha mulus
Mbak Nurul yang telanjang dan bulat padat ini. Begitu halus, lembut dan hangat
kulit Mbak Nurul aku rasakan. Ketika menyentuh paha yang ditumbuhi bulu-bulu halus,
aku merasakan kehangatan yang makin terasa mengalir ke telapak tangannya.
Kemaluanku menjadi kian menegang keras dan membuat celanaku terasa sesak dan ketat.
Jantungku makin berdegup kencang ketika aku meneruskan belaian tanganku makin jauh
ke arah pangkal kaki wanita berjilbab yang mulus. Kulit tanganku merasakan hawa
yang makin hangat dan lembab ketika tanganku makin jauh menggerayangi pangkal kaki
Mbak Nurul yang bak belalang itu. Gerakan tanganku terhenti ketika tanganku mulai
menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat, namun terasa masih
terbungkus kain celana dalam.
Beberapa saat aku meraba-raba gundukan daging lunak hangat itu mengelus-elusnya,
yang ternyata kembali membuat Mbak Nurul merintih dan mengerang oleh rabaanku pada
gundukan di selangkangannya. Bahkan semakin lama aku semakin gemas, sehingga
kemaluan montok wanita berjilbab yang masih terbungkus celana dalam itu bukan hanya
aku elus-elus, namun tanganku lantas meremas-remasnya penuh nafsu.
Aku sempat melirik wajah Mbak Nurul yang masih terbalut jilbabnya, ketika wanita
cantik ini merintih bahkan tubuhnya menggeliat. Aku hanya menyeringai ketika aku
melihat wanita berjilbab ini tidak menunjukkan tanda-tanda sadar dari pengaruh obat
tidurku. Akupun kembali menciumi dan menjilati kaki telanjang ibu muda berjilbab
yang tak pernah kulihat mulusnya saat sebelumnya. Tanganku masih meremas-remas
kemaluan montok di selangkangan Mbak Nurul ketika aku menciumi dan menjilati
sepasang paha mulusnya. Sepasang paha putih ibu muda berjilbab yang mulus itu
terasa hangat di bibir dan lidahku membuatku semakin terangsang oleh birahi. Paha
yang bulat indah dan ditumbuhi bulu-bulu halus itupun terlihat mengkilat oleh
jilatan lidahku dan ciuman bibirku. Aku melihat Mbak Nurul masih merintih-rintih
dan tubuhnya menggeliat-geliat, bahkan kian lama rintihan wanita berjilbab itu kian
terdengar jalang membuatku kian bernafsu. Akhirnya ciuman dan jilatanku terhenti
ketika bibirku telah merasakan lembab dan hangatnya pangkal paha Mbak Nurul. Aku
menghentikan remasanku pada gundukan kemaluan Mbak Nurul yang masih tertutup celana
dalam biru.
Celana dalam yang dipakai ibu muda ini terlihat kusut karena remasan jari-jariku
yang liar dan bernafsu. Dengan birahi yang menggelagak tanganku kini menarik celana
dalam krem yang menutupi bagian tubuh Mbak Nurul yang paling pribadi ini. Mataku
seakan tak berkedip, ketika celana dalam yang dipakai Mbak Nurul aku tarik ke
bawah. Bermula dari tersembulnya rambut kemaluan yang cukup lebat dan hitam itu,
aku terus menarik turun celana dalam itu. Dan aku seakan terpukau ketika aku
menarik celana dalam itu kian ke bawah, belahan kemaluan ibu muda yang kemerahan
itu pun tersembul begitu menggiurkan.
Akhirnya sesaat kemudian bagian tubuh wanita berjilbab yang paling tersembunyi
inipun terpampang tanpa penutup di depanku. Tubuhku mengigil oleh birahi melihat
kemaluan telanjang Mbak Nurul di depanku ini. Terbayang kembali di benakku, akan
sebuah hasrat yang menjadi angan-anganku selama ini untuk menyingkap jubah Mbak
Nurul dan melihat keindahan di baliknya. Aku tak mengira bahwa keinginanku akan
terwujud siang ini tanpa kesulitan sedikitpun.
Mataku lekat menatap kemaluan Mbak Nurul yang ditumbuhi rambut cukup lebat namun
terlihat rapi. Dengan libido semakin menggelagak, aku membuka kedua paha wanita
berjilbab ini lantas aku membenamkan kepalaku diantara kedua paha putih mulus itu.
Bibirku segera menciumi kemaluan wanita berjilbab yang ditumbuhi rambut cukup lebat
itu. Nafasku terengah-engah diantara kedua paha mulus Mbak Nurul. Bibirku dengan
bernafsu menciumi permukaan kemaluan ibu muda ini dengan liar. Mbak Nurul makin
jalang merintih dan mengerang, tubuhnya menggeliat menahan rangsangan birahi di
bagian tubuhnya yang paling rahasia itu. Lidahkupun bergantian menjilati permukaan
kemaluan wanita berjilbab ini sehingga rambut kemaluan Mbak Nurul terlihat basah.
Sambil membelai-belai rambut dan menjilati yang mengitari kemaluan Mbak Nurul, Aku
menghirup-hirup aroma harum khas kemaluan yang menyengat dari kemaluan wanita
berjilbab ini, lantas aku pun meneruskan dengan jilatan ke seluruh sudut
selangkangan Mbak Nurul.
Sehingga kini kemaluan wanita berjilbab di depanku basah oleh air liurku.
Tangankupun membuka bibir kemaluan Mbak Nurul lantas aku julurkan lidahku ke arah
klitoris dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahku. Mbak Nurul yang masih
belum tersadar dari pengaruh obat tidurku makin jalang merintih dan tubuhnya makin
kerap menggelinjang, ketika bagian kewanitaan yang paling sensitif ini aku jilati.
Aku merasakan ada pijitan-pijitan lembut dari lubang vagina Mbak Nurul yang membuat
lidahku seperti dijepit-jepit. Makin lama lubang itu makin basah oleh cairan bening
yang agak lengket yang terasa asin di lidahku. Mbak Nurul kini makin keras
mengerang dan terengah-engah dalam tidurnya.
Rupanya ia merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluannya aku ciumi dan aku
jilati. Pinggulnya mulai menggelinjang dan kakinya ikut menggeliat.
Melihat tingkah Mbak Nurul yang begitu merangsang menggairahkan, aku tak mampu
menahan gelegak birahiku. Aku segera menurunkan celana training beserta celana
dalamku, sehingga mencuatlah batang penisku yang besar dan panjang serta tegak
mengeras kemerahan. Perlahan-lahan kedua kaki Mbak Nurul kutarik melebar, sehingga
kedua pahanya terpentang. Kedua lututku melebar di samping pinggul wanita berjilbab
ini lantas tangan kananku menekan pada karpet, tepat disamping tangan Mbak Nurul,
sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas wanita ini.
Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan
pada belahan bibir kemaluan Mbak Nurul yang telah basah itu. Kepala penisku yang
besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan wanita berjilbab
tetanggaku ini.
Terdengar suara erangan perlahan dari mulut Mbak Nurul dan badannya agak mengeliat,
tapi matanya masih tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala
kemaluanku membelah bibir kemaluan ibu muda berjilbab yang cantik ini. Sekarang
kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan Mbak Nurul. Dari mulut wanita
berjilbab ini tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya
kelihatan mulai gelisah, agaknya Mbak Nurul mulai sadar. Aku tidak mau mengambil
resiko, sebelum Mbak Nurul sadar, aku sudah harus memasukkan penisku ke dalam
kemaluan ibu muda tetanggaku ini.
Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan
tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam
lubang kemaluan wanita berjilbab ini.
Kelihatan sejenak kedua paha Mbak Nurul bergerak melebar, seakan-akan tak mampu
menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluannya. Badannya tiba-tiba mulai
bergetar menggeliat dan lantas kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung,
memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan dia siap
untuk berteriak. Dengan cepat aku memagut bibir Mbak Nurul untuk mendekap mulutnya
agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku
tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pinggulku langsung menekan ke
bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang
kemaluan Mbak Nurul dengan cepat.
Badan Mbak Nurul tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan,
sedangkan kedua tangannya terlihat refleks mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari
mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan bibirku yang melumat
mulutnya.
�Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!� desahnya tidak jelas.
Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat dan meronta-ronta, kelihatan Mbak
Nurul sangat kaget luar biasa melihatku tengah menindihnya. Meskipun Mbak Nurul
meronta-ronta hebat, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena
tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan wanita berjilbab ini
dengan kedua kakinya yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam
vagina Mbak Nurul terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh
otot-otot dalam vagina ibu muda ini.
Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan. Cukup lama wanita berjilbab
ini meronta-ronta hebat sebelum akhirnya rontaan Mbak Nurul ini mulai melemah.
Nafasnya memburu dengan mata yang menyorot tajam ke arahku penuh kemarahan dan
kebencian. Wajah yang masih terbalut jilbab putih lebarnya itu kini merah padam,
namun kemudian mata yang menyorot tajam itu terpejam, bahkan air matapun mengalir
deras dari kedua matanya membasahi jilbab putih yang masih membalut wajahnya. Aku
tidak mempedulikan semua itu bahkan aku justru mulai menggerakan penisku yang
terjepit dalam kemaluan Mbak Nurul. Aku terus menggerak-gerakkan penisnya naik-
turun perlahan di dalam liang kemaluan ibu muda yang hangat itu. Liang itu
berdenyut-denyut, seperti mau melumat kemaluanku. Rasanya nikmat luar biasa.
Sembari terus menggerakan penisku naik turun, tanganku kembali menggerayangi
payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Tanganku meremas
perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian puting susu yang sudah mencuat ke
atas.
Beberapa menit kemudian aku melihat kian lama air mata dari mata Mbak Nurul yang
terpejam mulai menyusut bahkan kembali aku merasakan, wanita berjilbab ini mulai
kembali terengah seperti sebelum tersadar dari pengaruh obat tidurku.
Dengan dada berdebaran melihat perubahan pada Mbak Nurul, aku melepaskan lumatan
bibirku pada mulutnya dan aku nyaris terpekik, ketika aku melepaskan bibirku dari
mulut Mbak Nurul. Ternyata mulut Mbak Nurul tengah merintih dan mengerang,
membuatku kian liar menggerakan penisku naik turun pada kemaluan ibu muda ini.
Seakan aku baru menyadari kalau wanita cukup lama ditinggal suaminya mencari nafkah
ke luar negeri, sehingga walaupun mungkin hatinya menolak perlakuanku, namun
tubuhnya tidak bisa menyembunyikan kenikmatan yang didapatnya. Bahkan semakin lama
aku merasakan pinggul Mbak Nurul ikut bergoyang mengikuti gerakan penisku yang naik
turun dalam jepitan kemaluannya. Semakin lama rintihan Mbak Nurul kian jalang dan
tubuhnyapun menggelinjang merasakan nikmat yang lama tak didapatinya walaupun
matanya masih terpejam. Dan akupun merasakan semakin nikmat luar biasa yang
memelintir penisku dalam vagina ibu muda berjilbab ini.
Cukup lama tubuhku naik turun menyetubuhi ibu muda berjilbab tetanggaku ini.
Nafasku terengah disertai desahan kenikmatan di atas tubuh Mbak Nurul yang juga
merintih dan menggelinjang dengan jalang. Semakin lama aku semakin merasakan nikmat
pada penisku sehingga beberapa menit kemudian aku merasakan hendak sampai ke puncak
kenikmatanku. Dengan sepenuh tenaga aku menekan pinggulku kuat-kuat sehingga ujung
penisku menyentuh dasar kemaluan Mbak Nurul lalu dengan geram yang cukup keras aku
menuntaskan kenikmatan luar biasa yang kurasakan saat penisku memuntahkan cairan
hangat cukup banyak dalam liang kemaluan Mbak Nurul.
Aku menggeram penuh kenikmatan �Ahhhhh.. Mbak Nuruuullll.. Ahhhhhh.. Enaaakk.�
desahku sambil memeluk Mbak Nurul erat-erat.
Beberapa saat aku menikmati orgasmeku sebelum akhirnya aku lunglai di atas tubuh
wanita berjilbab ini. Nafasku terengah-engah letih namun aku merasakan kenikmatan
yang luar biasa yang sulit terlukiskan.
Baru sekejap aku lunglai, aku tersentak ketika aku merasakan tubuh Mbak Nurul
bergetar hebat, lantas tanpa aku duga tangannya memelukku kuat-kuat dan kedua
pahanya melingkar memeluk pinggangku dengan ketat. Wanita berjilbab ini memiawik
kenikmatan ketika kurasakan penisku yang masih terjepit dalam kemaluannya terasa
tersedot-sedot sebelum akhirnya terguyur cairan hangat yang membasahi batang
penisku.
�Ahhh.. sssahhhh� enaaaaak� ahhhhhhh� pekik Mbak Nurul yang masih berbalut jilbab
putih sambil memelukku tubuhku kuat-kuat.
Rupanya wanita berjilbab ini telah sampai pada puncak kenikmatannya. Beberapa saat
aku merasakan ibu muda berjilbab ini dalam orgasme hingga akhirnya kedua tangannya
yang semula memelukku terkulai lemas dan kedua kakinya yang semula menjepit
pinggangku kembali tergolek lemas. Aku pun segera mencabut kemaluanku dan
terlentang di sebelah Mbak Nurul yang terpejam kenikmatan.
Beberapa saat suasana sunyi, hanya terdengar nafasku dan nafas Mbak Nurul yang
berangsur normal. Namun beberapa saat kemudian aku dikagetkan oleh Mbak Nurul yang
tiba-tiba menjerit histeris. Aku tergagap bangun dan kulihat wanita berjilbab ini
duduk dengan menatapku penuh kebencian dan kemarahan, bibirnya terlihat gemetar
dengan wajah yang merah padam. Tubuhnya pun terlihat menggigil hebat dengan nafas
yang memburu.
�Kenapa Mbak? Bukankah Mbak Nurul juga ikut menikmati??� ujarku sambil tersenyum
penuh arti kepada wanita tetanggaku ini
�Tidaaaaaaaaaaaak..!!!!!!!!� pekik Mbak Nurul membuatku kaget.
Tapi belum sempat aku berkata kembali, tiba-tiba Mbak Nurul telah bangkit lantas
membenahi jilbab dan pakaiannya dengan tergesa-gesa. Aku hanya mampu memandangnya
ketika wanita berjilbab ini kemudian berlari keluar dari rumahku. Wajah cantiknya
terlihat merah padam, dan aku lihat air mata mengalir menyusuri pipinya.
Beberapa saat aku termangu-mangu memandang kibaran jilbab putih yang lebar yang
dipakai Mbak Nurul, saat ibu muda ini berlari keluar dari rumahku menuju rumahnya.
Setelah wanita berjilbab itu hilang dari pandanganku aku menyeringai puas..
�Ternyata aku tak hanya mampu melihat keindahan tubuh yang selalu tertutup jilbab
dan pakaian panjang itu, bahkan aku juga mampu menikmatinya hehehehe..� bisikku
sambil terkekeh.
Aku masih tenggelam dalam lamunanku ketika akhirnya aku dikagetkan suara Faiz yang
rupanya bangun dari tidurnya di kamarku.
�Oom, Faiz mau pulang � katanya.
Aku tersenyum memandang anak sulung Mbak Nurul ini.
�Ya hati-hati yah.. salam buat ibumu.. ibumu memang cantik, mulus, sintal, dan
hebat luar biasa, cah bagus�.. hehehehehehe!!� kataku sambil terkekeh membuat bocah
cilik ini terheran-heran.

===

Semalam Dengan Lina

Saat usia TK, aku pernah memergoki kedua orang tuaku 'menunaikan' tugas' rumah
tangga, karena tempat tidurku hanya terpisah olehkain gorden dengan kedua orang
tuaku.Pada usia SD, hobby mengintip orang mandi telah membakar otakku untuk lebih
'encer'. Sampai kemudian sejak SMP pelajaran 'mempermainkan jari' telahku lampaui
dengan penuh keberanian dan kenekadan setiap kunaiki kendaraan umum, gara-gara
hobby baruku nontonbokep.Baru usia SMA, seorang teman menertawakan ketololanku
karena belum pernah melakukan onani dan hanya mengandalkan mimpi basah. Sementara
adik-adik kelas antri untuk menjadi mangsaku (mengingat saat itu aku aktif sebagai
ketua OSIS).Dan akhirnya keperkasaanku terjajal setelah lulus SMA. Ketika sekolah
di Selandia dan Belanda, pengalamanku bertambah sedikit demi sedikit sampai
akhirnya menjadi co- pilot dan ber- advontur di pelosok negri.Salah satu kisahnya
adalah berikut ini:Ini adalah kali ke lima aku mendapat schedule 5 hari Ambon-
Ternate.Kali ini capt. Frank yang hobby bobok masih menjadi bosku, didampingi
seorang pramugari montok bernama Yuni dan pramugara geblegbernama Ardi.Seperti
biasa hari pertama adalah hari perkenalan antar crew.Capt. Frank orangnya gempal
tapi funky, terkenal jago 'cari' cewe kepulauan di kalangan senior.Ardi seorang
pramugara senior yang gak kalah gila dengan para captain 'girang'.Yuni pramugari
senior berwajah manis bertubuh montok karena pakai spiral sebagai pengaman kalo
terjadi 'insiden'.Sementara aku hanyalah ampas bila dibandingkan mereka bertiga
pada saat itu.Malam kedua sehabis last landing, om Frank kutemui sedang ngobrol
dengan petugas restaurant hotel Ambon Manise, sembari menungguketiga anak buahnya
makan malam bersama. Lima menit kemudian kedua rekan lainnya menyusul kami.Kami
dinner diselingi gelak tawa sembari ngobrol tentang pengalaman- pengalaman adult
selama tugas terbang, sementara aku cuma menjadi pendengar yang 'memendam'
perasaan.Demikian juga schedule hari ketiga.Pada malam keempat nampak kejenuhan
mulai menggelitik kami berempat. Namun nampaknya si captain dan sang pramugara
telah memiliki jam terbang cukup banyak untuk menyelesaikan masalah mereka masing-
masing.Yuni nampaknya juga tak berminat untuk merasakan kegerahan merekaberdua, hal
ini nampak sekali karena selama tiga hari ini Yuni lebih lengketpadaku, maklum
doski mending milih sasaran yang lebih 'empuk' kalo terpaksa.Hal ini diperkuat
ketika pada malam terakhir (ke 5) Yuni semakin berani mencari kesempatan ngobrol
berdua denganku. Memang aku nggak good looking amat, cuman kalo itil udah gatel,
apa maudi kata. Begitulah kira-kira opininya di satu kesempatan kami berdua.Malam
itu, pukul tujuh, Yuni menelepon katanya pengin ngobrol. Kucari berbagai dalih agar
itu tak terjadi. Yuni memanggilku ke kamarnya, biar lebih enak ngobrolnya karena
aku gak mau dimasukin ke daftar gosipnya (prisipku: sex ok - stewardesses no) aku
tantangin biar dia ke kamarku.Eh dasar udah kebelet kali, Yuni menyambut
tantanganku, setelah menutup telepon, doski mengetuk pintu kamarku.Sekarang aku
yang panik, Yuni masuk kamarku dengan daster mini. Kakinya mulus berbentuk indah,
kemontokannya memang tak bisa disangkal.Tergoda juga sih, but prinsip is prinsip.
Bagiku tinggal sontok dan tanpa tawar lagi. Namun keberuntungan masih di pihakku,
telepon berdering. Ternyata co-pil dari pesawat lain yang ternyata temenku, juga
nge-RON (Rest Over Night) ditempat yang sama. Namanya Hari."Jul....lagi ngapain
lu?"" Bengong....kenapa?&q uot;"Bantuin gue dong !""Bantuin ? Emang kenapa?" lalu
si Hari cerita, katanya dia pas jalan-jalan kenalan sama tiga ABGsetempat, manis-
manis, tapi Hari kewalahan mengaturnya. Hari kemudian minta bantuanku untuk
menemaninya."Thanks god..." batinku. Karena aku akhirnya punya alasan cabut dari
terkaman macan, dan dengan sedikit 'speak nabi', aku terlepas dari cengkraman Yuni,
yang kemudian kembali ke kamarnya dengan muka di tekuk.Namun membantu tak teman tak
selamanya berjalan mulus. Singkat cerita, kami (aku & Hari) berhasil di kadalin
sama tuh tiga ABG lokal Ambon, tapi aku tak terlalu sekecewa hari yang telah
bermimpi sebelum tidur.Kembali ke hotel ku telepon Yuni, namun dengan suara malas
Yuni mema'afkanku telah meninggalkannya dalam keadaan horny tadi. Yah, padahal aku
udah sedikit berubah pikiran sebenarnya.Kututup telepon, kuturun kebawah hotel,
dimana ada bar dan karaoke di sana. Kupikir ada baiknya melepaskan ketegangan,
karena besok hari terakhir di Ambon (setelah itu aku belum pernah ke ambon lagi
hingga sekarang Ambon dilanda tragedi).Di tempat karaoke, aku datangi bartender
yang juga merangkap petugas hotel. Namanya Alex dan kami biasa bertukar cerita
tentang kehidupan malam.Menjelang jam dua belas, sudah empat lagu kunyanyikan
bergantian dengan pengunjung lainnya. Jam satu, karaoke akan tutup. Karenabir, rasa
kantukku terlanjur lenyap. Jam setengah satu Alex mengahampiriku,"Jul""Da-pa
lex?""Liat cewe sebelah kananmu, tempat duduk paling ujung !""Iya, kenapa lex?"
tanyaku setelah melihat seorang wanita bertubuh sintal, berbaju rapi bercelana
jeans ketat."Katanya, dia tertarik kaos kamu, dia nanya itu kaos Joger apa
bukan..." emang kebetulan, aku memakai kaos Joger hijau tua bertuliskan : " ma'af
anu saya cuma 'L' ""Cakep nggak lex? dari sini terlalu gelap" Alex hanya mengankat
dua jempolnya."Kamu kenal lex?""Dia sering kemari jul..., katanya baru sekali liat
kamu, kalo boleh kaosmu mau dia beli, katanya kaos Joger cuma ada di Bali....""Lah,
ntar gua pake apa lex ?"Alex diam menunggu reaksiku."Trus bilang apalagi lex ?""Dia
nanyain nama kamu sama asalmu.....katanya mukamu seperti orang jawa..""Kamu kasih
tau aku kerja dimana?""Beta bilang aku belum kenal juga jul...""Ok...kali ini mau
tolongin aku gak lex?""Pasti jul, asal jangan lupa temen aja..., apa ...
...yang beta bisa bantu?""Tolong kasih nomor kamarku ke dia, suruh dia ambil
sendiri kaosnya dikamarku, gak usah bayar...""Ok bos.!""Dan....""Ada lagi..?""Kasih
aja nama asliku, tapi bilangin kalo aku gigolo dari jawa""Udah..?""Udah itu aja,
sekarang aku mau ke kamar dulu, persiapan...." Alex nyengir, tapi dia paham luar
kepala akan maksudku.Setelah meyelipkan beberapa lembar uang tip dan membayar bir,
aku kembali ke kamar.Tiba di kamar, semua perabot yang berhubungan dengan profesiku
kumasukkan ke dalam lemari, dari sepatu, koper, topi, dasi, ID...pokoknya ruangan
kurapikan dengan kilat agar terkesan aku sedang berlibur di Ambon.Dan dugaanku
benar, telepon berdering. Setelah kuangkat terdengar suara merdu seorang wanita...
(kalo malem suara wanita ga'ada yang jelek pokoknya... heh... heh...)"Kaosnya udah
dibungkus dik..?""Eh...udah mbak...kirain ga beneran..." jawabku menangkap
isyaratnya.."Kamar 306 kan?""Betul mbak..""Saya ke sana?""Saya tunggu
mbak...""krekk!" telepon ditutup.Dag-dig-dug juga aku nunggu saking
tegangnya...Sengaja kubuka pintu sedikit, tak sampai 2 menit, pintu kamarku terbuka
dengan pelan. Nampak seraut wajah cantik melongok kamarku."306?""Masuk aja
mbak..."Wanita cantik berumur sekitar 28 itu masuk. Rambutnya dipotong sagy, lurus
hitam sepundak, matanya sendu sedikit kubil, hidungnya bangir, mulutnya mungil
indah, lehernya jenjang, kulitnya putih, dadanya nampak penuh, sekitar 36
B.Tubuhnya busyet dah pokoknya.Pinggangnya ramping, kakinya indah...Sejenak aku
tercekat, ada sedikit sesal akan membohongi manusia secantik ini, ada juga remang
dibagian belakang leherku."Jangan-jangan bukan manusia..." pikirku"Halo...?",
suaranya menyadarkanku"Eh...ng...iya mbak...ini.......&qu ot; jawabku agak parau
sambil menunjuk kearah bungkusan kaos Joger."Kepalang tanggung" begitu pikirku pada
akhirnya."Nova...""Lina..."Tangan lembutnya menyambut tanganku yang
mendingin."Duduk dulu mbak.." kataku sok santai sambil melangkah ke arah kamar
mandi.Di kamar mandi aku menenangkan diri, kutarik napas dalam- dalam."Sabar
jul..." begitulah kira-kira kata hatiku.Sekitar dua menit kemudian darahku sudah
mengalir lebih tenang. Ketika keluar dari kamar mandi, Lina sedang menelepon.Lina
menoleh, menutup telepon dan tersenyum."Siapa lin?""Ngga ada suara, telepon kaleng
kali"Aku tersenyum kecut, "wah pasti si yuni" pikirku."Udah makan?"Lina
mengangguk.Kuambil dua kaleng green sand dari kulkas kecil, dan kusodorkan rokok A
mild menthol.Lina mengambil sebatang rokok, dan langsung menyalakannya.Hal
selanjutnya, kami bercerita tentang pengalaman kami. Ternyata Lina adalah seorang
wanita panggilan khusus tamu penting hotel.Tarifnya lumayan tinggi meski masa itu
belum jaman likuidasi. Bercerai di usia 22 dengan satu anak laki-laki berusia tiga
tahun.Keturunan china campur manado.Malam itu kebetulan tidak ada "tamu penting"
katanya.Lalu Lina bercerita tentang riwayatnya mencari nafkah over night seperti
ini.Untuk mengimbanginya, aku mengarang cerita tentang seorang gigolo muda yang
belajar memulai profesinya di Bali, yaitu aku sendiri.Kuceritakan saat itu aku baru
berlibur ke ambon sekalian ke rumah teman lama.Maksudku baek. Setahuku, Lina
mengajak bertukar cerita karena telah diberitahu alex kalo aku seorang perek
lanang."Nov, aku nunggu pagi di sini ya ?!""Tenang aja lin.....anggap aku
pacarmu.."Lina mecibir."Kalau cape tiduran aja lin...""Kamu aja nov, tanggung udah
jam tiga, jam lima aku pulang koq.."Aku tersenyum, sekarang aku melangkah ke arah
tempat tidur, " ya udah, aku aja yang selonjorin kaki, sory ya aku duduk di
tempattidur"Lina tersenyum terus menunduk. Kulihat pipinya memerah.Kugeser dudukku.
Kami saling berpandang sejenak, lalu kuberi isyarat dengan mata agar Lina duduk
disebelahku. Dengan pelan Lina beranjak ke arahku.Mukanya tambah memerah, menambah
debaran di hatiku.Tiba-tiba dengan tak kuduga Lina melepaskan bajunya.."takut kusut
kalo pulang nov...."Kututupi mata takjubku akan keindahan tubuh bagian atasnya yang
kini hanya mengenakan BH hitam tipis.Tampak dua belahan itu tak tertampung dengan
sempurna dan sedikit menyembul di sana-sini.Lina masih menunduk saat sisi pantatnya
menyenggol pinggangku."Ada yang lain lagi yang kaupikirkan..?" tanyaku agak
bergetar.Lina menggeleng lembut."Apakah pikiran kita sama?"Kali ini Lina mengangkat
wajahnya mencoba menatapku.matanya..... akh... indah sekali....Kudekatkan mukaku
perlahan, mataku tak pernah lepas dari matanya. Lina hanya memiringkan sedikit
kepalanya. Bibir kami saling menyentuh. Melebur dengan lembut, lalu
menghangat...Kuraih tangan Lina, kurangkulkan ke leherku, bibir Lina semakin
hangat..Kuraih pinggang Lina, kutarik sedikit kebawah hingga rebah tanpa melepaskan
pagutan kami..Kini bibir Lina semakin aktif ...Kulepaskan pagutan, Lina terkejut
menatapku, lalu kusambut lagi dengan ciuman yang lebih menggelora, lidah kami
bergelut dan menari di dalam...Saat panas mulai hinggap, kutarik tubuhnya dengan
pelan hingga Lina duduk di pangkuanku..Kini Lina yang melepaskan ciumannya terlebih
dahulu, matanya terbalik memutih lalu kepalanya mendongak penuh, dengan cepat
kusambut leher jenjangnya... putih dan harum..Kujilati dengan napas agak
memburu...Lina melenguh...Badannya menngelinjang..Jari-jari tanganku dipunggungnya
mulai mencari tali pengikat BH nya, dan berhasil...Kini permainan benar- benar
dimulai....Sambil mengatur nafas jilatanku menurun ke arah dadanya, lidahku
berputar-putar disekitar putingnya yang pink kehitaman...Tubuh Lina bagai menari
dipangkuanku, pantatnya mulai bergoyang dengan liar...Sampai akhirnya,
pertahanannya bobol saat lidahku berekreasi di putingnya...Menekan, memutar,
menghisap.... menarik-narik kecil.....Tiba-tiba dengan cepat Lina ...
...mendorong dadaku dengan kuat...Aku sampai terkejut, posisiku terlentang kini
Lina di atasku...Sekarang matanya tak sendu lagi, dengan agak kasar Lina menarik
kaos ku ke atas, setelah terlepas, lidahnya langsung memburu puting susuku yang
mungil...Menjilati dadaku yang agak kerempeng..Menjilat-jilat seputar
pusarku...Tanganku tak bisa kugerakkan dengan leluasa, kedua tangan Lina
mencengkeramnya, bagai sedang memperkosa.."Ssst... jangan bergerak dulu..." begitu
bisiknya.Lalu Lina berdiri di tempat tidur, dengan agak terburu dia loloskan celana
jeans ketatnya...Sengaja mataku agak kusipitkan agar tak terlihat terlalu terpesona
akan keindahan tubuhnya, dan yang tak kalah indah adalah momen saat celana dalam
hitamnya diturunkan...Striptease dimanapun akan kalah dengan apa yang kulihat
barusan....Lina jongkok. Kini dengan pelan, layaknya memang telah berjam terbang
tinggi, Lina menarik resleutingku dengan pelan, namun sigap sekali saat menarik
lepas blue jeansku..Nampak sekilas kilatan matanya yang cerah saat melihat apa yang
ada di balik GTman ku...Dilepaskannya cd-ku sebatas paha, diarahkannya ke arah
mulut untuk gerakan wajib BF (sepong)...Bagaikan mengulum pindy pop ukuran jumbo,
Lina membuat mataku kini yang terbalik memutih... (kalo kerasa melek cuman ga liat
apa- apa berarti kan itemnya ga keliatan...)Lina mengurut-urut kepala kontholku
dengan bibirnya (yang aku heran, bibirnya tipis, tapi rasanya tebal bukan
main...)Belum puas memperlakukan jagoanku bagai ice cream, kini Lina menyedotnya,
tak sekedar menghisap lagi...Sampai akhirnya mulutnya penuh dengan pejuhku. Lina
menelannya, lalu membersihkan mulutnya.Kini giliranku, tanpa skenario, Lina telah
merebahkan tubuhnya.Kuraba pahanya, kujilati dengkulnya, kubalik tubuhnya.Kutarik
sedikit pinggangnya hingga menungging lalu kuciumi pantatnya, Lina terus
menggelinjang.lenguhannya menambah semangat juangku...Kedua jempolku membuka
belahan pantatnya..Kuciumi urut dari paha ke atas ke arah pantatnya, lalu sampai ke
duburnya...Kujilati duburnya...Lina mengerang beberapa kali...Kualihkan tanganku ke
vaginanya...Kuelus-elus sambil menjilati lubang anusnya yang sangat bersih...Lina
membalikkan tubuhnya, rambutku dijambak ditarik ke arah vaginanya...Geliatnya
berhenti sejenak saat mulut mulai menciumi paha bagian dalamnya.Kepalaku dibenamkan
ke arah mekinya, aku bertahan..Kujilati sekitar memeknya...Baru disitu aku
mengamati itilnya..maybe, it's the biggest clito i've ever seen....so far...
ya,Kelentitnya berwarna merah daging mentah, besar sekali, benar- benar menyembul
jelas untuk ukuran itil yang biasanya....Sementara napas Lina sudah tak
karuan...Kasihan....Kini lidahku kujulurkan, mengarah kelentitnya yang luar biasa
besar, sata kujilat pertama kali, Lina menjerit tertahan...Tubuhnya sangat tegang
lalu mengendur...Tiap kujilat tubuhnya mengeras, dengan gemas kukulum kelentitnya,
setelah amblas dimulut kumainkan dengan lidah...Kepalaku dicengkram dengan kuat,
sesekali kusedot- sedot lalu jilat, ambil napas, dan Lina semakin menggelepar.Bodo
amat dengan berapa kali dia orgasme...Saat itu Lina telah membanting-banting kepala
dan pantatnya ke kasur, tangannya mencengkram kencang kepalaku, sementara
keringattelah membasahi tubuh kami berdua beberapa saat kemudian, kontholku yang
telah gemas terasa berdenyut- denyut meminta bagian.Kali kesekian Lina mengerang
kutarik tangannya agar melepaskan kepalaku..Akupun sudah tak kuat
menahannya...Tatapan Lina bak macan saat melihat kontholku siaga satu di depan
lobang surgawinya..Tangannya memegang erat tempat tidur, perlahan dengan napas
tersengal- sengal kakinya diangkat ditariknya sebuah bantal, ia taruh di bawah
pantatnya.Tampak jelas kini lubangnya telah menganga.. menahan rindu.... kutekan
sedikit pahanya kearah dadanya. Kusorongkan kontholku dengan pelan dan jantan baru
menyentuh bibir luar, Lina sudah mengerang dan tubuhnya menegang...Namun pantatnya
tetap tabah menyangga lobang senggamanya...Saat setengah masuk, Lina berhenti
bergerak, matanya jadi sendu kembali. Tatapannya jauh masuk ke alam mayaku.Dengan
sedikit hentakan, aku masuk, mata Lina mendelik, mulutnya terbuka tapi tak bisa
berteriak, perlahan kuputar, kuaduk, kukocok dengan pelan....Lambat laun Lina mulai
mengikuti irama...Saat irama telah sama, bagian bawah tubuh kami seperti senyawa
lalu tenggelam bergoyang semakin cepat semakin cepat, lalu pelan lagi...Kami tak
mengganti posisi...Dengan satu posisipun kami telah melanglang berbagai buana pagi
itu.Setelah klimax kami tetap berpelukan, penisku masih dalam pelukan vaginanya
yang penuh cairan...Terasa punggungku sedikit perih...Nampaknya kuku lina
menggoreskan kenangan disitu...Ada beberapa menit kami melebur dalam nafsu yang
mulai terasa hangat dihati..Kami berpelukan lama dalam posisi ini...Kubiarkan Lina
menikmati buaian sisa orgamesnya sampai kemudian kubalik posisi agar dada Lina agak
lega, kubelai rambut Lina yang basah oleh keringat, wajahnya sayu dengan sisa- sisa
kepuasan."Jam lima kurang lima lin...."Lina tersenyum dan kami bangkit dari tempat
tidur...Di bath-up kami berendam berpelukan, Lina kudekap didepanku, kami tak
banyak bercakap lagi sesudah itu...Pukul lima seperempat kami keluar dari kamar
mandi...Setelah memakai pakainnya Lina memelukku erat seakan tak ingin
dilepaskannya.Persis setengah enam, Lina melangkah ke arah pintu setelah sebelumnya
memagut bibirku cukup dalam dan lama...Dengan anggukan halus kulepas tatapan mata
Lina saat keluar dari pintu kamarku..Di tangan kirinya Lina menjijing tas plastik
berisi Joger.Aku tersadar ketika dering telepon memecah lamunanku, terdengar suara
captain Frank disana,"Kamu ikut pulang nggak?""Lima menit lagi capt", kataku
kosong.Setelah berpakaian lengkap, aku turun ke lobby, ternyata mereka berempat
telah menungguku check out.Di perjalanan menuju bandara, Captain Frank berbisik "
lembur ya?" (lembur = lempengin burung), aku tersenyum kaget, rupanya yang semalam
meneleponku adalah si Captain.TAMAT-----

===

Iseng Berbuah Kenikmatan Tiada Tara

Cerita ini baru terjadi 2 minggu yang lalu ketika gw menjahili supervisor gw yang
cantik... Nama gw galan karyawan call center bank swasta terkemuka di di indonesia.
Jabatan gw hanya sbgai agent biasa yg kerjanya dimaki-maki nasabah setiap harinya,
tapi beruntungnya gw dapet supervisor yang cantik dan seksi bernama Serma. Cewek
putih,langsing dan berdada montok ditambah bongkahan pantat yang sangat sensual ini
sungguh menggoda. Dengan tinggi 168 cm dan berdada 34 B ditambah kemeja ketat dan
rok pendeknya selalu membuat hancur konstrasi gw.
To the point aja, bos gw si serma yang cantik itu tiba-tiba memanggil gw untuk ke
mejanya, gw kira gw bakal kena omelan karena kerjaan gw yang berantakan tetapi
ternyata hanya untuk dicekin smartphone nya yang katanya sering ngeheng.
" Lan lo bisa bantu liatin HP gw ga? Ko sering ngehang ya? Trus sinyalnya sering
ilang?" tanyanya dengan raut wajah bingung, sungguh ekspresi kebingungannya bikin
gw gemes,seolah-
olah pengen gw jilat itu muka dengan lidah gw.
" Ya udh sini gw liatin tapi HPnya gw bawa dulu ya nanti pas makan siang klo udah
bener gw kasih lagi." balas gw untuk permintaan dia.
Smartphonenya gw bawa ke meja gw, gw coba otak-atik dikit padahal gw juga ga
ngerto-ngerti bgt soal beginian bingung juga gw kenapa si serma tiba- tiba minta
tolong ke gw.
Setelah lama gw oprek HPnya akhirnya gw ga nemu penyakit dr smartphonenya, selintas
muncul pemikiran jelek gw, mumpung HPnya ada di gw, gw cek aja foto2 dalam
galerinya. Dan apa yang gw dapet, gw liat ada beberapa foto hotnya. Ada pose saat
dia lagi tiduran dengan BHnya aja,ada foto di kaca kamar mandi dengan toketnya yang
putingnya yang coklat mengagumkan dan 1 lagi yang paling mantep ada 1 pose dimana
ada foto Serma lagi tiduran di kasur dengan hanya menggunakan g-string hitam dan
tanpa BH.
Niat jahat gw timbul, foto-foto ini bisa jadi modal buat gw untuk merasakan tubuh
nya yang sensual itu. Dengan cepat gw kirim foto-foto itu ke smartphone gw. Setelah
selesai gw balikin smartphonenya.
" Ka serma gw ga ngerti nih,dari tadi gw oprek tapi masih lemot aja, coba lo bawa
ke counter aja deh." sapa gw dengan pemikiran sebentr lagi gw akan dapetin tubuh
moleknya.
" Yahh lu gimana sih kirain gw lu ngerti. Ya udah deh gapapa nnti gw bawa. Makasih
ya.".dengan wajah kecewa.
Sehari berselang tepatnya pukul 8 malam saat suanasana kantor mulai sepi, hanya ada
beberapa orang shift malam, tanpa pikir panjang gw kirim balik foto-foto hotnya dia
ke smartphonenya dia dengan fasilitas messanger. Gw liat dia lagi duduk sambil
menatap serius PC dan kaget setelah mendapat pesan gw.
Dan dengan cepat dia balas pesan gw, dengan mata yang melotor ke arah gw."KURANG
AJAAAARRRRR APA- APAAN INI??BERANINYA LO NGAMBIL FOTO-FOTO GW. GW LAPORIN LO KE
KABAG...." Balasnya denga emosi.
" Silahkan, dengan senang hati palingan kalo kaka bilang efek ke gw cuma di pecat,
untuk ngelapor ke polisi kayanya ga bakal, apa mau Perusahaan membuka aib
karyawannya? Dan klo kaka lapor apa kaka gak malu?" dengan
perasaan penuh kemenangan.
" Hapus sekarang juga, dan jangan bikin gw marah. Inget gw supervisor lo." ancamnya
sambil tetap menatap tajam ke arah gw, gw pun hanya senyum sinis.
" Gw akan hapus setelah gw bisa menjamah tubuh seksi lu." ancam gw.
"Bajingan, jadi lu ancem gw" balasnya dengan cepat di mesangger.
" Ya terserah apa penilaian kaka..mau saya jamah sedikit atau kaka malu dan ga
mungkin kaka pun akan di pecat."
Keadaan gw udah diatas angin sekarang dan ka serma membalas.
" Apa mau lo sekarang?" Balasan dengan kata2 menyerah.
" Saya tunggu kaka di toilet wanita sekarang, jangan lapor siapa pun atau kita
hancur bersama." balas gw dengan kontol yang sudah menegak membayangkan sesaat lagi
menatap tubuh seksi ka serma.
Gw pun segera meninggalkan meja gw dan beranjak ke toilet wanita, mengapa gw pilih
disana krna gw tau jam segitu toilet itu sudah sepi karna hanya ada beberapa wanita
saja yang tersisa di kantor.
Gw pun membuka pintu kamar mandi secara mengendap-endap , lalu gw pilih bilik kamar
mandi yang paling ujung.
Gw kirim pesan ka serma " gw udah dikamar mandi dan gw ada dibilik ujung, cepet
kesini kontol gw udah tegang " kiriman pesan gw semakin cabul.
5 menit berselang tidak ada balasan dan gw makin panik, jangan jangan dia lapor
satpam atau panggil karyawan lain untuk grebek gw.
Dan tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka, jantung gw bedegup kencang, siapa kah yang
membuka pintu itu.
Dan tak lama ketukan bilik kamar mandi berbunyi,gw buka pintunya ka Serma udah ada
di depan bilik.
Gw: " silahkan masuk kaka cantik."
Dia pun mengikuti bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, dengan muka yang sangat
marah dia masuk. Bilik kamar mandi yang sempit membuat jarak kamu sangat dekat. Gw
liat dia menggunakan kemeja putih yang ketat sehingga toketnya menonjol dengan
menantang. Ditambah rok mininya yang sejengkal diatas lutut membuat bokongnya
semakin terlihat besar.
Serma : " apa yang lu mau?"
Gw : " tubuh lu ka serma, puasin gw sekarang dan gw persilahkan lu hapus foto2 lu
sendiri di hp gw."
Sema : " gw supervisor lo, gw atasan lo, sampai hati lu kaya gini?"
Kedua tangan gw langsung gw tempelin ke toketnya, luar biasa sintalnya toket dia,
dia kaget dengan apa yang gw lakuin.
Gw : " gw ga peduli, gw cuma butuh tubuh lu skrg aja, setelah itu gw akan lupain
kejadian."
Secara perlahan tapi pasti gw raba toketnya secara perlahan, matanya menatap dendam
ke gw. Semakin lama rabaan gw semakin cepat dan memjurus brulat. Gw pun membuka
kancing kemejanya dan langsung melucuti bajunya.
Gw liat toketnya luar biasa menantang dengan bh berwarna hitam berenda sedikit di
tepiannya. Gw buka kaitan di belakang dan gw cantelkan di pintu bilik. Dua buah
bukit kembar dan puting yang coklat sungguh membuat kontol gw makin membesar.
Segera saja gw jilati puting kanan dan toket kiri gw raba dengan tangan gw.
Gw isep terus toketnya, gw jilat dengan rakus dan sesakli gw digigit. Puting
satunta pun gw pilin sampai akhirnya nafasnya mulai tak beraturan. Gw tukar posisi
sekarang toket kirinya yang gw jilat dan ise, toket kanan yang sudah basah gw raba
secara keras dan gw puter-puter putingnya.
Keluarlah suara dari mulutnya. " Aaaaaahhhhhhhh. ...", gak gw sangka dia menikmati
juga apa yang gw lakukan.
Sambil terus menmenjelajahi toketnya yang ranum dengan jilatan,hisapan dan
pelitiran puting. Kaitan rok belakng perlahan gw buka dan seletingnya pun gw
turunkan. Secara otomatis turun lah
rok kak serma.
Oh my god ternyata dia sedang menggunakan g-string hitamyang hanya menutupi
memeknya dengan bentuk segitiga dan tali tipis menyelip di balahan pantatnya.
Toketnya semakin brutal gw jilat dan sering kali gw gigit kecil yang membuat dia
mendesah kenikmatan. Tanganku sekarang keduanya ada di pantatnya, kuraba pantat
semoknya dengan tangan kiri dan tangan kananku kuraba memeknya yang mulai basah
dengan cairan kewanitaannya, ternyata ka serma terangsang juga..
Setelah puas merasakan toketnya kusuruh ka serma duduk diatas toilet yang terlebih
dahulu aku tutup agar dia
bs duduk.
Kubuka g-stringnya, mukanya gamang antara menuruti tetapi disisi lain dia tidak
ikhlas. Dan setelah kubuka kulihat memeknya yang dihiasi bulu sedikit dan tertata
rapih.
Aku langsung bertjongkok dihadapnya, ku jilati memeknya yang basah, kumainkan
klirotisnya dengan lidah ku dan sesekali aku sapu memeknya. Tangan ku tak mau
diam,ku maikan jariku di anusnya, keluar lah desahan kembali dari mulutnya, " ahh
galan, lu jahat, lu bikin gw sange, lu harus tanggung jwab puasin gw
sekarang...ahhh hh...terus
lan...enakkk... ooohhhhh..."
Ternyata dia sambil memilin kedua putingnya sendiri.
Gw masukin lidah gw ke memknya dan jari yang kiri memaikan itilnya, dia kelojotan
dengan apa yang gw lakuin. Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gw dan membuat
gw sulit bernafas. Gw tau di mau orgasme dan gw isep itilnya dengan kuat dan secra
bersamaan dia melungguh panjang " ooohhhhhh galannnnn gw keluaarrrr, " keluarlah
cairan hangat secara perlahan yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di toilet
dengan kaki mengakang dengan wajah lemas.
" Bangsat lu lan,lu bikin gw orgasme.".
Gw: " tapi lu suka kan????sekarang giliran gw ya."
Gw buka celana gw, cd dan kemeja gw secara cepat dan menyembulah kontol gw yang
standar dengan panjang 14 cm ini.
Gw jambak rambutnya dan mengarahkan mulutnya ke kontol gw.
" Jangan kasar dong, pake jenggut segala, gw tau kok apa yang harus gw lakuin"
sanggaj ka serma.
Gw hanya tersenyum dengan responya.
Dia mulai memegang kontol gw dengan tangan kirinya dan mulai mencium kepala kontol
gw, tangan kirinya mengocok-ngocok pelir gw yang membuat gw terbang ke enakan.
" Kontol lo boleh juga, kapan-kapan klo gw mau lagi boleh ya?".pinta kak serma.
Gw kaget dengan permintaannya dan gw hanya berkata.
" Ga usah bawel ka, sepong gw sekarang gw udah sange. Masa' yang ngecrot lu doank.
Gw juga mau." Tandas gw.
Dengan cekatan dia mulai memasukan kontol gw kemulutnya secara beraturan, dia
jilatin lubang kebcing gw,
dia jilatin semua bagian kontol gw tanpa ada basa-basi lagi. Mulutnya sudah penuh
dengan kontol gw, dia keluar masukan kontol gw dari mulutnya. Gak sangaka jago dia
nyepong. Setelah 5 menit dia sepong gw, akhirnya gw mau ngecrot juga dan gw gak
rela klo harus ngecrot dengan cara ini.
Gw tarik kontol gw dari mulutnya, dia pun protes. " Apa-apaan sih gw lagi enak
ini."
Gw: " gw akan kasih yang lebi enak, nungging lu sekarang."
Dia pun menurutinya, gak sangka gw betapa mudahnya gw menyuruh supervisor gw ini
bertindak cabul.
Sekarang dia udah nungging dan gw bisa liat anus dan memeknya dr belakang,
pantatnya gw cubit dan dia marah, " brengsek,sakit tau cepet masukin kontol lu,
kerjaan gw masih banyak."
Tanpa berpikir panjang gw arah kontol gw ke memeknya secara perlaha, dan ternyata
dia udah ga perawan, memeknya cukup mudah dimasukin tapi tetep pijatan daging
memeknya cuku lumayan.
Kontol gw udah masuk semua dan gw dieimin sebentar, setelah itu mulai gw genjot
maju mundur dengan ritma perlahan.
" Ooohhhh lan terus entotin gw, masukin
semua kontol lo, puasin gw." Pintanya.
Gw ketawa dalam hati, ga gw sangka bahasa pelacur juga klo udah sange. Ritme mulai
gw tingkat kan genjotannya. Sambil toketnya gw raba dari belakang. Dia semakin
mendesah, " oooohhhhhh galan bangsattt, cepet lan...cepet.... ..enak
sayang.....perk osa gw....sekarang gw pnya lo sayang....pake gw sesuka
lu...aaaaaaahhh hhhh...terussss ss....bangsaatt t....
" Celoteh ka serma terdengar cabul tapi semakin membuat gw terngsang.
Bosen dengan gaja blowjob,sekaran g gw cabut kontol gw, sekarang gw duduk diatas
toilet dan gw minta ka serma berdiri diatas gw, tanpa diminta dia mengerti dan
mengarahkan kontol gw memeknya.
Bleeeesssssssss s.....masuklah semua kontol gw di memeknya, dia diam menikmati
kontol gw berada di memeknya. Gw cium bibirnya secara brutal dan dia mulai menaik
turunkan pinggulnya. Ciuman gw beralih ek toket, gw emut putingnya dan gw grebek
toket satunya, " ahhhhh galaannnnnnn lu gilaaaaa gw nikmat banget, ooohhhhhhhhhhh
isep terus lann....teruuuu uusssss...."
Genjotannya semakin mengiila sehingaa keluar suara keceplaaakkk...
..kecplaaakkk.. .kecplaaaakkkkk ,,
suara campuran lendir kewanitaan dia yang mulai membasahi paha kami.
Dia sangat buas, genjotannya semokin meningkat.
" Galaaaaannn.... galannnn....gw mau keluarrrrr gw ga kuat....ooooohh hhhh...."
Pintanya.
" Sebentar ka kita keluarin bareng. Sebentar lagiiiiiiii, ohhhhhhhh lo pelacur gw
malem ini..." Balas gw..
Dia tidak merespon perkataan bejat gw dan tak lama, " galaaaannn gw keluaaaaaaaaarr
rr.n....aaaargg hhttttttttttttt t
.... ..." dia orgasme, cairan hangat keluar
dari memeknya.
Dan tak sempat bertanya kontolku pun ngecrot di dalam rahimnya.
" Ka sermaaaa gw keluaaaaarrrrr ooooooohhhhhhhh hhh...."
Kami pun orgasme bersama dan dia memeluk tubuh gw yang terkulai lemas diatas
tolilet.
2 menit keheningan terjadi, kontol gw masih di memeknya sampai mengkerut. Dia mulai
mengeluarkan perkataan dengan nafas terengah
Ka serma : " hapus fotonya sekarang dan gw ikhlas klo lo minta hal ini kapan pun
itu."
Gw : " serius lo?"
Ka serma : " gw seriusss...sela ma ini gw hanya bisa puasin diri gw dengan jari,
tapi sekarang gw pnya kontol lo yang bisa puasin gw. Tapi inget ini rahasia kita
berdua."
Gw: " siaaapppp,, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ka." Sahut gw dengan
bercanda.
Dan dia tak membalas dan mencium bibir gw. setelah itu kita berpakaian dan keluar
secara bergantian dan bekerja kembali seolah tidak ada yang terjadi.
Setelah kejadian itu kamu sering bertemu di kosan ku untuk bercinta dan saling
memuaskan.

===

Nikmatnya selingkuh

-Gara-gara terjebak nafsu untuk berselingkuh, malah membuatku ketagihan. Dulu aku
puas ngeseks hanya dengan satu pria. Sekarang, aku lebih puas dengan ngeseks ramai-
ramai. Bukan lagi dengan satu pria tentunya, melainkan lima pria sekaligus, aku
baru puas. Aku seorang wanita berumur 30 tahun, ibu dari dua orang anak. Tentunya
statusku nikah dengan seorang suami. Kami telah terikat perkimpoian selama tujuh
tahun. Aku nikah setelah berhasil meraih gelar kesarjanaanku di kota Bandung.
Suamiku normal-normal saja, demikian juga dengan hubungan seksku. Aku melakukannya
sekitar 2 atau 3 kali seminggu dengan suamiku. Namun semuanya berubah ketika aku
mengalami suatu hal yang tidak kuduga sebelumnya pada tiga bulan yang lalu.
Ternyata kemampuan seksku lebih dari yang kuduga sebelumnya. Aku biasa dipanggil
Ratih. Tinggi badanku sekitar 156 cm dengan berat 49 kg. Ukuran BH-ku 34C,
pinggulku yang agak besar berukuran 100 cm semakin menonjol dengan pinggangku yang
hanya 58 cm itu. Walaupun dari rahimku telah terlahir dua orang anakku, bodyku sih
oke- oke saja. Hampir tidak ada perubahan yang mencolok. Kembali pada kejadian yang
gila. Mula-mula aku bertemu temanku, Merry saat aku sedang berbelanja di sebuah
mall. Ia adalah sobatku sewaktu di SMA dulu. Saat itu ia bersama dua orang teman
laki-lakinya, yang langsung dikenalkannya kepadaku. Mereka bernama Yanto dan Andi.
Hari Mereka ternyata adalah teman-teman yang enak diajak bicara. Akhirnya kami pun
menjadi akrab. Siang itu kami melanjutkan obrolan sambil makan di sebuah restoran.
Setelah pertemuan itu, ternyata Yanto sering menelepon ke rumahku walaupun ia sudah
tahu bahwa aku ini seorang istri dengan dua orang anak. Dalam pembicaraan telepon,
ia memang sering mengeluarkan rayuan gombalnya kepadaku tapi tetap ia menjadi teman
bicara yang enak. Ia berusaha mengajakku makan siang dengan gigihnya. Hal itu yang
membuatku menyerah juga. Akhirnya aku menyetujuinya juga. Syaratnya, makan siangnya
harus ramai-ramai. Aku, Merry, Yanto, dan Andi bertemu di tempat yang sudah kami
sepakati bersama. Bersama kedua teman cowok kami, ikut serta pula tiga orang teman
mereka yang lain: Eko, Benny, dan Adi. Mereka semua rata-rata berusia delapan tahun
lebih tua daripada aku dan Merry. Kami makan siang bersama di sebuah restoran yang
ada fasilitas karaokenya. Kami makan dengan ramainya sambil berkaraoke. Memang aku
pun senang berkaraoke. "Ayo, Rat... nyanyi lagi...," mereka menyemangatiku kala aku
melantunkan lagu. Ternyata kelima cowok keren itu merupakan teman yang enak untuk
gaul. Wawasan mereka luas dan menyenangkan. Akhirnya kami cepat menjadi akrab.
Ternyata, baru kusadari nanti bahwa inilah kekeliruanku... . Seminggu kemudian aku
diundang lagi, kali ini oleh Andi, untuk makan siang dan berkaraoke lagi. Tanpa
pikir panjang dan tanya-tanya lagi, aku pun langsung menyetujuinya. Aku bolos masuk
kantor setelah makan siang, lalu pergi ke tempat karaoke bersama mereka. Nah, di
saat itulah terjadi sesuatu yang tidak kuduga. Ternyata aku dibawa ke tempat
karaoke yang khusus untuk berkaraoke saja. Bukannya sebuah restoran. Tempatnya
berupa sebuah kamar tertutup dengan kursi panjang. Kali ini Merry pun tidak ikut.
Jadi hanya aku dengan kelima cowok itu. Karena sudah telanjur masuk ke sana,
akhirnya kucoba menenangkan diri. Walaupun aku agak deg-degan juga pada awalnya.
Kenyataannya, akhirnya suasana menjadi seru ketika secara bergantian kami
berkaraoke. Aku pun dipesankan minuman whisky-cola yang membuat badanku jadi
hangat. Akhirnya mereka meminta berdansa denganku saat salah satu di antara mereka
bernyanyi. Saat melantai itulah, lama-kelamaan mereka berani merapatkan dadanya ke
tubuhku dan menekan serta menggesek-gesek payudaraku. Anehnya, aku malah diam dan
mencoba menikmati apa yang mereka perbuat kepadaku, yang lama-lama membuatku
terbakar dan menikmati permainan ini. Mereka bergantian berdansa denganku. "Ratih,
badanmu hot sekali," ujar Yanto berbisik di telingaku sambil bibirnya mencium
belakang telingaku, membuatku merinding nikmat... Tangannya lalu tanpa malu-malu
lagi meremas payudaraku. Aku pun terangsang hebat.... "Aahhh... jangaaannnn..., "
kataku ketika Yanto dengan beraninya membuka kancing blusku dan menyusupkan
tangannya ke dalamnya... Tangannya meremas dan memilin puting payudaraku dengan
semakin hotnya... Aku sebenarnya masih menyimpan sedikit rasa malu karena semua
aksi kami ditonton oleh yang lainnya dengan tatapan penuh nafsu.... Anehnya,
seperti dibius, tubuhku tidak berontak. Tanganku sama sekali tidak berusaha
melepaskan tangan Yanto yang terus menggerayangi payudaraku yang kini terbuka
lebar... "Mmmhhh...," rintihku penuh kenikmatan. Hanya itu yang ternyata sanggup
keluar dari bibirku... Yanto akhirnya mengulum bibirku dan menindih rapat-rapat
tubuhku di atas sofa. Aku benar-benar lupa diri ketika jari- jemari Yanto
bergerilya di dalam celana dalamku. Ia terus menggelitik bibir lubang vaginaku yang
sudah basah dan rasanya menebal itu. Spontan yang lainnya pun ikut-ikutan. Dengan
liar akhirnya kelima cowok itu mengerubuti tubuhku. Akhirnya, tahu-tahu tubuhku
sudah bugil tanpa sehelai benang pun dan digeluti bersama oleh mereka. Yantolah
yang lebih dahulu menusukkan senjatanya ke dalam lubang kemaluanku. Lalu Adi
memasukkan senjatanya ke dalam mulutku. Andi mengisap puting kiri payudaraku sambil
membimbing tangan kiriku untuk mengelus-elus senjatanya. Sementara itu Eko mengisap
puting yang sebelahnya sambil melakukan hal yang sama pula terhadap tangan kananku.
Terakhir, Benny menggosok- gosokkan senjatanya ke wajahku. "Aacchhh....," aku
mendapat orgasme pertama ketika Yanto sedang asyik- asyiknya menggenjot tubuhnya di
atas tubuhku. Spontan, kedua tanganku meremas penis Andi dan Eko yang ada dalam
genggamanku dengan keras.... Aku sendiri tak bisa mengeluarkan lenguhan
kenikmatanku secara lepas karena penis Adi yang hangat itu dengan serunya terus
bermain di mulutku. Adi yang tahu aku baru saja orgasme hanya menyeringai kepadaku.
Tampaknya ia pun semakin semangat memompa mulutku.... "Ratiih...," desah Yanto
menggeliat ketika memuntahkan maninya di dalam lubangku. Hangat dan terasa kental
memenuhi lubang kemaluanku. Dipegangnya pantatku erat-erat supaya semua spermanya
masuk ke dalam tubuhku.... Adi tambah semangat mengocok senjatanya di dalam
mulutku. Setelah Yanto selesai, posisinya langsung diganti Benny yang sejak tadi
hanya mengosok- gosokkan senjatanya yang panjang dan besar di wajahku. Langsung
ditancapkannya ke dalam lubangku yang hangat, sudah penuh dan licin dengan cairan
milik Yanto. Benny begitu semangatnya menyetubuhiku. "Mmmmphh, aghhh....," tubuhku
bergetar menggeliat. Bayangkan... payudaraku dihisap putingnya oleh Eko dan Andi
seperti dua bayi besar. Sementara lubang kemaluanku mulai dihunjam oleh senjata
Benny dengan ganasnya. Di mulutku, Adi akhirnya menyemprotkan cairannya dengan
deras dan langsung kuhisap kuat- kuat. "Aaaacchhh...., " air mani Adi yang terasa
hangat asin seperti kuah oyster masuk ke dalam tenggorokanku. Bersamaan dengan itu,
Benny juga menyemprotkan maninya di lubang vaginaku. Multiorgasme... . Aku sudah
mendapakannya tiga atau empat kali dan masih ada Eko dan Andi yang belum kebagian
menyemprotkan cairannya. Tubuh Adi dan Benny berkelojotan dan akhirnya terhempas.
Andi menggantikan posisi Adi. Penisnya yang bengkok ke atas terasa
penuh di mulutku. Eko menepis Benny
dari atas tubuhku. Untuk yang ketiga kalinya, lubang vaginaku dimasuki oleh orang
yang berbeda.... Ternyata senjata milik Eko lah yang paling panjang dan besar. Aku
khawatir kalau penis Eko agak susah untuk masuk ke dalam vaginaku. Syukurlah,
ternyata tak sesulit yang kubayangkan karena lubang vaginaku telah penuh dengan
cairan dari dua orang yang terdahulu. Benar saja, terasa sangat mantap dan nikmat
ketika senjata Eko menggesek lubangku yang sudah terasa panas dan semakin tebal
rasanya. Napasku sampai terengah-engah dibuatnya... "Rat.... iseeepp yang
kuaaattt....," ternyata Andi tidak kuat dengan isapan mulutku. Ia akan segera
mencapai klimaks. Aku pun segera mematuhi perintahnya dengan mengisapnya lebih kuat
lagi.... Penis Andi pun memuncratkan cairan maninya di dalam mulutku. Terasa air
mani Andi lebih strong aromanya, lebih hangat, lebih kental, dan lebih banyak
memenuhi mulut dan tenggorokanku. Aku sampai agak gelagapan karena mulutku jadi
penuh dan hampir tersedak.... Namun aku berusaha untuk tenang... Pelan- pelan
kutelan sperma Andi yang membludak. Sementara bibirku tetap mencengkram penis Andi
supaya tak lepas.... Setelah penis Andi kering benar dan mulai mengkerut, barulah
aku melepaskannya.. .. Ia pun lalu tergeletak di atas kepalaku. Sekarang tinggal
aku dan Eko.... Eko pun lalu mengubah posisinya menjadi 'missionary position'.
Sambil penisnya terus mengocok kemaluanku, tubuhnya pun menindih tubuhku. Wajah
kami pun berhadap- hadapan dekat sekali... Sambil terus beraktivitas, Eko tersenyum
padaku. "Rat, kamu hebat sekali...," katanya. Aku pun tersenyum malu. "Oh, Eko...,"
bisikku. Lalu seperti sepasang kekasih, kami pun saling berciuman bibir. Tak lama
kemudian, Eko juga menggeliat menyemburkan cairannnya ke dalam lubang kemaluanku.
Tubuhku terasa lemas tetapi bergetar kuat mengiringi muncratnya cairan Eko. Eko
semakin mendorong pangkal pahanya ke pangkal pahaku supaya cairannya masuk semua ke
tubuhku... Rasanya aku sudah orgasme enam kali ketika akhirnya Eko menggelepar dan
terbaring tepat di samping tubuhku. Kami pun lalu berbaring telentang sambil
berpelukan dan menikmati hasil persetubuhan kami.... Selesailah pertempuran besar
antara aku dan kelima cowok siang itu di ruang karaoke. Walaupun ber-AC, namun
udara saat itu tetap terasa panas. Badan kami bercucuran keringat. Apalagi aku,
karena selain basah oleh keringatku sendiri, juga bercampur dengan keringat kelima
cowok yang barusan menyetubuhiku.. .. belum lagi dengan tumpahan air mani mereka
yang berceceran di seluruh bagian tubuhku.... Setelah itu, semuanya terdiam. Tak
ada satu pun di antara kami yang saling bercakap. Beberapa cowok tertidur karena
kelelahan. Akhirnya, beberapa puluh menit kemudian, kami pun berbenah-benah.
Celakanya, di kamar itu tidak ada kamar mandi. Akhirnya, aku hanya mengelap cairan
kelima lelaki yang memenuhi lubang vaginaku dan menetes ke pahaku dengan bra dan
celana dalamku saja. Lalu aku memakai bra dan celana dalamku yang agak basah dan
lengket itu. Disusul dengan blouse, rok serta blazer yang tadinya bertebaran di
lantai. Yang membuatku senang, Eko ikut membantuku berpakaian. Paling tidak, aku
merasa dihargai dan tidak sekedar menjadi pemuas nafsu mereka.... Mereka pun segera
memakai kembali baju dan celananya. Jam lima sore, kami keluar dari karaoke itu.
Berarti empat jam sudah kami berada di dalamnya karena kami masuk pada pukul satu
siang. Sedangkan aku sendiri digilir oleh mereka lebih kurang selama satu setengah
jam non-stop. Waah, aku kagum juga dengan daya tahanku.... walaupun rasanya kakiku
pegal-pegal dan ngilu.
Begitu juga selangkanganku dan mulutku.... Waktu melewati kasir rasanya aku malu
juga. Walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam tapi wajahku tetap
merasa memerah. Make up ku telah berantakan dan rasanya minyak wangiku telah
berubah menjadi bau aroma air mani.... Mungkin kasir wanita itu bisa mengendus
baunya... atau malah mungkin ia sedang membayangkan kejadian yang baru saja
kualami. Sementara itu, di paha dan kakiku terasa mani mereka merembes mengalir
keluar dari lubang vaginaku. Untung sesampainya di rumah, suamiku belum pulang...
Cepat-cepat aku ke kamar mandi membersihkan tubuh dan pakaianku. Ternyata, malamnya
suamiku menagih jatahnya juga... Untung aku sudah membersihkan badanku dan
menyemprotkan minyak wangi untuk menghilangkan aroma sperma kelima cowok itu...
Walaupun komentar suamiku membuatku deg- degan, mudah- mudahan ia tidak curiga....
"Rat, punyamu kok rasanya lain banget... tebel...," bisik suamiku di telingaku...
"Terima kasih, ya... Enak...," lanjut suamiku setelah ia menyemprotkan cairannya
beberapa menit kemudian. Lalu ia tertidur pulas di sampingku. Ia tidak tahu sudah
jadi orang keenam hari itu yang memuncratkan cairannya
untukku. nikmatnya selingkuh Berbagi

===

Cerita Seks Dengan Tetangga Cantik Nan Bahenol

Cerita seks ini ini adalah kejadian yang sungguh membuat hati saya berdebar,
pengalaman melakukan hubungan seks yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu,
hingga sekarang jadi cerita seks disini. Ok saya mulai cerita ini dengan
menceritakan tentang saya pribadi, sebelum melanjutkan cerita dewasa seks ini
perkenankan saya mengenalkan diri saya, nama saya adalah Dedi, saya berumur 18
tahun, ya sungguh masih muda sebenarnya untuk urusan beginian, namun meskipun saya
muda, saya sudah mempunyai tubuh yang dewasa, alias bodi gede, maka dari itu saya
bisa menggaet tetangga yang umurnya jauh diatas saya, nah sedangkan bude narti,
orang kuceritakan dalam cerita seks ini, dia berumur 36 th dengan wajah sangat
keibuan dan penampilan yang sangat sederhana seperti ibu-ibu yang lain yang tinggal
di sekitar rumahku, dia memiliki 3 orang anak yaitu hasan teman seusia saya, ibnu
kelas 2 sma, dan dimas kelas 5 sd. Walaupun sudah punya 3 orang anak tapi body bude
narti masih montok sekali ,dengan payudara kira-kira 38 B(wow bisa anda bayangkan
betapa besarnya payudara itu) dan pinggul yang ramping serta pantatnya sangat bulat
menonjol ke belakang, jadi kalau bude narti sedang jalan seolah pantatnya sangat
menantang untuk di pegang dan di remas.

Hari selasa sore rumah saya akan di jadikan arisan oleh teman2 ibu saya di
lingkungan rumah, nah saya sebagai seorang anak maka saya membantu ibu saya
menyiapkan keperluan untuk arisan nanti sore karena di rumah kedua kakak perempuan
saya belum pulang kerja. Dan bude narti pun membantu saya dan ibu di rumah, ketika
saya sedang sibuk dengan pekerjaan saya, dari dapur ibu saya berteriak.

�jeng, sampean masih punya gula nggak di rumah soalnya gula ku habis jeng.� kata
ibu saya ke bude narti.
�ee alah aku nggak punya jeng, yaudah sini aku beliin di pasar depan situ.� kata
bude narti.

Lalu ibu saya memberikan uang kepada bude narti.

�maaf ya jeng jadi ngerepotin nih ,biar dedy yang nganter pake motor jeng.� kata
ibuku.
�ayo dedy anterin bude ke pasar depan.� kata bude narti menyuruh ku.

uhhh saya sangat kesal sekali waktu itu, tapi ini karena perintah ibu saya maka
saya tidak berani membantah. Kemudian saya dan bude narti ke pasar depan lalu bude
narti membeli gula, setelah itu bude narti menghampiri saya kembali yang menunggu
di motor.
�ded kita ke rumah ku dulu ya, saya mau mandi sekalian ganti baju supaya pas acara
nya mulai saya tidak bolak-balik ke rumah.� kata bude narti.
�iya bude.� jawabku.

lalu saya membawa motor saya ke rumah bude narti yang tidak jauh dari rumah saya.

�dedy kamu tunggu sebentar ya, bude bareng kamu aja kesana nya yah lumayan ngirit
tenaga supaya nggak cape jalan,,hahahaha..� canda bude narti.
�oh tenang saja bude, saya akan nunggu bude di sini kok.� kataku

Lalu bude narti masuk ke dalam rumah dan berlalu ke arah kamar mandi, bude narti
berteriak dari dalam kamar mandi.

�ded kamu kalau mau minum ambil saja di kulkas ya.� teriaknya
�iya bude.� jawabku singkat

Lama-lama bete juga saya nungguin bude narti mandi karena sudah hampir setengah
jam, saya pun menonton tv untuk mengusir kejenuhan saya. Tak lama bude narti keluar
hanya dengan berbelit handuk dan menurut saya handuknya terlalu kecil untuk menutup
tubuh montoknya, wow payudaranya sampai naik ke atas sehingga membentuk belahan
yang sangat menggoda. Bude narti pun langsung beranjak ke kamar dan menutup kain
yang di jadikan sebagai penutup kamar, wah pikiran saya mulai kacau dan saya betul2
terangsang berat dengan apa yang saya lihat tadi.
Saya pun nekad untuk mengintip bude narti, pelan2 kain penutup kamar itu saya buka
dan saya betul2 kaget melihat kemolekan bude narti ini, oh ternyata kulitnya putih
juga. Saya akhirnya pergi ke pintu depan dan dengan cepat saya kunci pintu depan
serta saya langsung menuju ke kamar bude narti.

�DEDY NGAPAIN KAMU MASUK KAMAR KU.� teriak bude narti yang kaget melihat saya di
dalam kamarnya.
�ssst�bude jangan berisik, kalau bude berisik nanti tetangga pada datang dan
melihat kata dalam keadaan seperti ini pasti nanti keluarga bude malu.� kataku.
�KURANG AJAR SEKALI KAMU MASUK KE SINI, KELUARRR�.� teriaknya.

tanpa mendengarkan omongan nya sayapun langsung membuka seluruh pakaian saya dan
bugil di depan bude narti.

�silahkan bude teriak, agar tetangga ke sini dan mengusir kita dari lingkungan
sini.� kataku dengan tegas.

nampaknya caraku berhasil dan bude narti sudah tidak berteriak lagi, tapi dia masih
menutup badanya dengan handuk yang ia pakai kembali saat saya tiba-tiba masuk ke
dalam kamarnya.

�dedy mau apa kamu.� tanyanya mulai pelan.


�bude, saya betul2 kepingin nih bude. Saya sudah nggak tahan bude, ayolah mumpung
sepi bude.� kataku
�ded nanti kalau ada yang masuk gimana dan sebentar lagi suami serta anak2ku pasti
pulang karena sudah sore.� katanya.

Kemudian saya berjalan mendekatinya dan tongkol saya tepat di depan muka bude
narti. Saya sempat melihat mata bude narti tertegun melihat ukuran tongkol saya
yang lumayan besar, saya dengan tenang berkata ke bude narti.

�tenang saja bude, pintu depan sudah saya kunci. Ayo bude kocok tongkol saya jangan
cuma di liatin kaya gitu.� kata ku

Tangan bude narti pun akhirnya dengan agak ragu memegang tongkol saya.
�ahhhh�� desahku ketika tanganya mulai meremas dan mengocok pelan tongkol saya.
�bude, isepin dong tongkolku ini.� kata saya
�ihh jijik ahh,, udah kaya gini aja.� katanya

Lalu saya tarik belitan handuknya dan dia pun bugil di hadapan ku, tangannya yang
kanan asik mengocok tongkolku sementara tangan yang kiri berusaha menutup
payudaranya yang besar.

�ayo bude kita selesaikan, nanti keburu keluarga bude pada pulang.� kataku

Dan saya pun mengangkat kaki bude narti lalu saya lebarkan kaki bude narti dan saya
lihat memiaw bude narti sangat banyak di tumbuhi jembut, lubang memiawnya pun juga
sudah lebar. Tapi bude narti dengan melawan atas apa yang saya lakukkan kepadanya.

�dedy, jangan di masukkan ded. Nanti bisa kacau kalau ada tetangga lihat, dedy
hentikan sayang.� katanya

Saya pun tidak perdulikan kata2nya lagi, dengan agak memaksa maka saya arahkan
tongkol saya ke memiaw bude narti.

slooppp(kepala tongkol saya sudah masuk),slebbb,blleeesss�masuklah semua tongkol


saya ke memiaw bude narti.

�aduh sudah ded jangan di teruskan de,,ahh,ahh,,uhh..� perlawanan nya berubah


menjadi desahan.
Lalu saya mulai menggoyang tongkol saya maju mundur.

�ohh..ohhh dedyyy�ahhhh,,mmmphhh..�desah bude narti sambil menggit bibir bawahnya.


�arggghh�arghhh,,bude sangat nikmat,,ahh,ahh..�desahku

Bude narti perlahan mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangi permainan ku,
saya pun makin bersemangat menyetubuhi bude narti.

�ohh,,bude,,terrrusss,,goyyangg bude..ahh..� desah saya.


�ohhh,,ohh tongkolmu enak banged ded..ahhh..�racau bude narti.

Wah ternyata bude narti kalau sedang bersetubuh suka mengeluarkan kata2 kotor, saya
pun semakin bersemangat mendengar jeritan vulgar bude narti. Keringat sudah mulai
terlihat dari wajah bude narti, lalu bude narti meminta berganti posisi.

�ahh,,ahhh,,berhenti dulu ded,,ahh,ahhh..� perintahnya

Sayapun segera menghentikan goyangan saya.

�kenapa sayang.� tanyaku dengan memanggil dia sayang..hehehe


�kita ganti gaya ah jangan kaya gini terus, aku bosen ded.� katanya

Wow sekarang dia yang kelihatannya agressif ,memang wanita awalnya menolak akan
tetapi kalau sudah masuk maka merekalah yang lebih agressif. Kamipun berguling ke
samping tanpa mencabut tongkol saya, dan bude narti pun mulai bergoyang dengan maju
mundur.

�ahhh,,ahh,,ah,, enak tenan dedy tongkol mu nusuk tempik ku,,ohhh..�kata bude narti
�terus budee�ahh� sahutku.

Lama-lamagoyangan bude narti menjadi semakin liar, dia bukan hanya melakukkan
goyangan maju mundur tapi dia juga melakukkan goyangan atas bawah dan yang paling
nikmat adalah goyangan memutarnya. Sayapun bangkit dan memeluk bude narti sambil
mulut ku menyedot payudaranya, maka dia semakin tak karuan saja goyangannya.

�ohh,ohhhhh,,,,aku mauu keeluuar ded..�katanya yang sudah mau orgasme


�tahan sayang,,ohhh..� kataku.
�akuu,,akuu,nggak,kkuu,kkuuattt,,arggghhhh�. � desahnya ketika orgasmenya datang.
serrr..srrrrrrrr��..keluarlah cairan hangat dari dalam kemaluannya.

Dia memeluk saya dengan sangat erat, saya yang belum mau ejakulasi memberikan dia
kesempatan untuk menikmati orgasmenya.

�duuhhh�.nikmat tempikku ded..tongkolmu gede banged sih, sampe mentok aku rasanya.�
kata bude narti.
�emang punya pakde yatno(suaminya yang sudah berumur 54th)nggak gede bude.�
tanyaku.
�alah boro2 gede, kalo main sama ku paling baru 5 menit tak goyang wis metu.�kata
bude narti dengan nada ketus.

oh ternyata selama ini pakde yatno tidak bisa memuaskan bude narti, tenang pakde
yatno saya akan membantu tugas anda dalam memuaskan istri anda.kataku dalam hati

�terus kalo bude kurang puas, melampiaskan nya kemana bude.� tanyaku.
�jangan panggil aku bude dong ded klo lagi berdua kaya gini, panggil nama saja ya.�
kata bude narti.
�iya, mulai sekarang aku akan manggil kamu sayang kalo lagi berdua kaya gini, oya
pertanyaan aku belum kamu jawab sayang. Kamu melampiaskan kemana kalo kurang puas.�
tanyaku lagi
�yah aku paling pake tangan pas dia tidur.� katanya
�tenang sayang, mulai sekarang kalo kamu kurang puas dengan suami kamu yang tolol
itu kamu panggil aku saja yah.� kataku.
�iyah,pasti sayang, oya kamu belum keluar ya. Ayo cepat selesaikan karena acara
arisan di rumah kamu sudah mau mulai dan anak2ku juga sudah mau pulang.� kata bude
narti
�kita nungging ya sayang.�kata ku
�ya sudah, ayo cepat sayang.�

laul saya mencabut tongkol saya yang dari tadi belum saya keluarkan dari memiawnya.

�ayo sayang aku wis siap nih.� kata bude narti yang sudah mengambil posisi
nungging.
�iyah.� kataku sambil mendekat ke arahnya.

blessssss��begitu lancar tongkolku masuk ke memiaw bude narti.

�ohhhhhhhhhhhh�.� desah kami bersamaan

Saya pun dengan gerakan cepat langsung mengocok memiaw bude narti ini.
PLAKKK,,PLAKKK,,PLOKKKK,, begitu keras terdengar bunyi itu karena saya dengan
gerakan yang cepat menyetubuhinya. Bunyi derit ranjang pun sangat
kencang..KRITTT,KRITTT,KRITTTT.

�aduhh,aduuuhh,aduuhhh,,pelan2 sayang,,ahh,ahh�.� jerit bude narti.


�nanti keburu suami dan anakmu pulang ,sudah tahan saja sayang.� kataku

bude narti hanya menggengam kain sprei dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa
sakit bercampur nikmat yang ia rasakan sekarang. Setelah 15 menit bergoyang dengan
kasar, maka saya merasakan akan ejakulasi.

�ohhh,ohh aku mau keluar sayang,,ahhh,,di dalam apa di luar.� tanyaku.


�ahhh,ahhh,ahhh,terseraaahhhhh��kata bude narti
Dan akhirnya, crottttt,crottttt,crootttt, sekitar 7x semprottan peju saya yang saya
keluarkan di dalam.

�argggghhhhhhhhhhh�.�desahku dan saya tekan kuat2 tongkol saya ke dalam memiawnya

Setelah mengatur nafas maka saya pun cepat2 mencabut tongkol saya dari dalam dan
membersihkan dengan kain sprei bude narti, dan bude narti pun mencabut kain sprei
itu dan langsung merendamnya agar tak terlihat oleh suaminya.

�ayo cepat kita harus keluar sekarang, nanti tetangga curiga kamu lama2 di dalam
rumah ku.� kata bude narti sambil memakai baju serta celana untuk arisan di rumah
ku.

Saat saya dan bude narti keluar rumah, kami melihat hasan anak bude narti yang juga
teman saya baru pulang main futsal dengan teman kerjanya.

�tuh kan apa aku bilang, untung kita udah selesai. Ayo cepat kita ke rumah kamu dan
kayaknya arisan sudah di mulai.�

pada saat saya sampai rumah, ternyata benar arisan telah di mulai.

�haduh maaf jeng tadi ban motornya dedy bocor jadi kita ke bengkel dulu, nah ini
gula nya jeng.� kata bude narti berbohonh kepada ibu saya.
�oh iya nggak apa-apa kok jeng, ya sudah silahkan ngobrol2 dulu ya aku mau bikin
teh ibu2.� kata ibu saya
�iya.� jawab para ibu2.

===

Cerita Sex " Bercinta Di Dalam Mobil " Cerita ini aku alamai saat masa kuliah.
Disitulah terjadi sebuah pengalaman serta cerita sex aku bersama temanku. Gimana
sih cerita yang akan aku ceritakan kali ini ? yuk kita baca aja cerita berikut ini
secara seksama. Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru
saja berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Vani,
mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna brunette
berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus. Sesampainya di halte, Vani
merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok penjual rokok dan si timer memelotinya
seolah ingin menelanjanginya.

Tersadarlah Vani bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih
lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga tokednya yang
berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Vani menggunakan BH
ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol). Apalagi kulit Vani memang putih mulus. Di
tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang &
paha mulusnya karena Vani memang cukup tinggi, 173cm.

�Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin
ujiannya si Hutabarat, biar dia gak konsen�, pikir Vani.

Biasanya Vani bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih
tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-
cowok di jalan. Siang tadi Vani ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel.
Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit.

Vani tambah salah tingkah karena cowok-cowok di halte tersebut mulai agak berani
ngliatin belahan tokednya yang nongol lebih dekat lagi. �Najis, berani amat sih nih
cowok-cowok mlototin toked gw�, membatin lagi si Vani. Vani menggunakan bukunya
untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat
Vani yang memang bulat sekal dan menonjol.

Makin salah tingkahlah si Vani. Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang
sudah pada pulang. Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya. Apalagi
kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Vani tidak kebayang tangan-tangan
usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya. Sudah kepikiran untuk
naik taxi, tapi uang tidak ada. Jam segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama
siapa bingung. Vani coba alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau
si Angel atau Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off.
�Buset, sial banget sih gue hari ini.�

Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai �Neng, susunya mau jatuh tuh,
abang pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe�. Pias! Memerahlah muka
Vani. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin
pelototin toked si Vani. Makin jengahlah si Vani.

Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Vani. Jendelanya terbuka,
dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Ethan.
Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Vani, berkulit hitam, tinggi besar,
hampir 180cm.
�Van, jualan lo disini? Hehe�.Vani membalas
�Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya�
pinta Vani.

Vani sebenarnya enggan ikut bersama si Ethan karena dia terkenal suka main cewek.
Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik mobil si Ethan. Tapi
si Ethan malah bilang �Wah sory Van, gue harus pergi jemput nyokap gue. Arahnya
beda sama kosan elo�. �Than, please anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo� rajuk
Vani. Sambil nyengir mesum Ethan berucap �Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa
pertimbangin�. �Iya deh, ntar gue bayar� Vani asal ucap, yang penting bisa pergi
segera dari halte tersebut. �Hehe sip� kata Ethan sambil membuka pintu untuk Vani.
Vani masuk ke dalam mobil Ethan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di
halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Ethan mulai menembus kemacetan ibu
kota.

�Buset dah lo Van, sexy amat hari ini�.


Kata Vani �Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya
si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe�.
�Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte
haha� balas Ethan.
�Sial, enak aja lo ngomong Than� maki Vani.

Sambil mengerling ke Vani, Ethan berucap �Van, bayaran tumpangan ini, bayar
sekarang aja ya�. �Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue bayarin bensin
lo� balas Vani. �Sapa yang minta diduitin bensin, Non� jawab Ethan. �Trus lo mau
apa? Traktir makan� tanya Vani bingung. �Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja�
ucap Ethan misterius. Semakin bingung si Vani. Sambil menggerak-gerakan tangan
kirinya si Ethan berkata �Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked
lo. Nepsong banget gue liatnya�. Seringai mesum Ethan menghiasi wajahnya. Seperti
disambar petir Vani kaget dan berteriak �BANGSAT LO THAN. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!
�. Pandangan tajam Vani pada wajah Ethan yang tetap cengar-cengir. �Yah terserah
lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini� kata Ethan. Pada
saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan.
Vani jelas ogah. �Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang�
Vani bergidik sambil melihat sekitarnya. �Ya biarlah si Ethan bisa seneng-seneng
bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Ethan ini�.
Akhirnya Vani ngomong �Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama�
Vani ketus. �Ga kok Van, cuma sampe kos lo doang� kata Ethan penuh kemenangan.
�Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan
sialan� pikir Vani.

Tangan kiri Ethan langsung terjulur meraih toked Vani sebelah kanan bagian atas
yang menonjol dari balik t-shirtnya. Vani merasakan jari-jari kasar Ethan dikulit
tokednya mulai membelai-belai pelan. Darah Vani agak berdesir ketika merasakan
belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada toked kanan bagian atasnya.
Sambil tetap menyetir, Ethan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Vani yang
menegang karena sebal tokednya diremas-remas. Ethan sengaja jalanin mobil agak
pelan, sementara Vani tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena
konsen ke tangan Ethan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua
bongkahan tokednya.

Nafas Vani mulai agak memburu, tapi Vani masih bisa mengontrol pengaruh remasan-
remasan tokednya pada nafsunya �Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini�
pikir Vani. Tapi Ethan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam
t-shirt Vani, bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil.
Toked Vani yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Ethan yang
sebenarnya lebar juga. �Ahh�!� Vani terpekik kaget karena manuver Ethan. �Hehe
buset toked lo Van, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan gue
aja ga cukup neh hehe� ujar Ethan penuh nafsu.

Ethan melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta toked Vani
keluar dari BH-nya. Toked sebelah kanan Vani kini nongol keluar dari wadahnya dan
terekspos full. �Wuah..buset gedenya. Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya
Van� kata Ethan vulgar. �Bangsat lo Than. Kok sampe gini segala� protes Vani
berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya. Tangan Vani langsung ditahan oleh
Ethan �Eh, inget janji lo. Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar
kek, terserah gue�. Sambil cemberut Vani menurunkan tangannya. Penuh kemenangan,
Ethan kembali menggarap toked Vani yang kini keluar semuanya.

Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar


disekitar puting, membuat Vani semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu
lagi. Apalagi Ethan mulai memelintir-melintir puting Vani yang besar dan berwarna
pink. Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Ethan yang kasar memberikan
sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Vani. Perasaan nikmat itu mulai
muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran-getara nikmat mulai
menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Vani. �Ngehek nih cowok. Puting
gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!� membatin si Vani.

Tapi puting Vani yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Ethan yang
berpengalaman. �Hehe mulai horny juga nih lonte. Rasain lo� pikir Ethan kesenangan.
Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Vani tidak sadar kalau Ethan
sudah mengeluarkan kedua bongkah tokednya. Tangan kiri Ethan semakin ganas meremas-
remas toked dan memilin-milih kedua puting Vani. Ucapan-ucapan mesum pun mulai
mengalir dari Ethan �Nikmatin aja Van, remasan-remasan gue. Puting lo aja udh mulai
ngaceng tuh. Ga usah ditahan birahi lo. Biarin aja mengalir. memek lo pasti udah
mulai basah sekarang�. Vani sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Ethan, tapi pada
saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Vani untuk mengikuti
libidonya yang semakin memuncak. Vani juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya
mulai lembab.

�Sial..memek gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak
tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Ethan masih
ngremesin toked gue� pikir Vani yang mulai susah menahan birahinya. Berpikir
seperti itu, Vani melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai
menjalari memeknya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Ethan mengobok-ngobok
tokednya, rasa gatal di memek Vani semakin memuncak. �BUSETT. Cuma diremes-remes
toked gue, gue udah mo keluar�. Vani menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah,
ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Ethan yang sudah
memperhatikan dari tadi bahwa Vani terbawa oleh birahinya, semakin semangat
menggarap toked Vani.

Ketika melihat urat leher Vani menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di
bawahnya, jari telunjuk dan jempol Ethan menjepit kedua puting Vani dan menarik
agak keras kedepan. Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa
gatal yang memuncak di memiaw Vani. Kedua tangan Vani meremas jok kuat-kuat, dan
keluar lenguhan tertahan Vani �Hmmmffhhhhhhh�.�. Pada saat itu, memek Vani langsung
banjir oleh cairan pejunya. Pantat Vani mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat
menahan arus orgasmenya. �Oh..oh..hmmffhh� Vani masih berusaha menahan agar
suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Ethan sudah melihat
bagaimana Vani orgasme, keenakan karena tokednya dipermainkan. �Hahaha dasar lonte
lo Van. Sok ga suka. Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu� Ngakak Ethan penuh
kemenangan.

Nafas Vani masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya
gelombang orgasme barusan. �Kampret lo Than� maki Vani perlahan. �Lo boleh seneng
sekarang. Tapi berikut ga bakalan gue keluar lagi. Gue udah ga horny lagi� tambah
Vani yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun. Tapi,
ternyata inilah kesalahan terbesarnya. Beberapa saat setelah memeknya merasakan
orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin
digesek-gesek. �Lho, kok memek gue makin gatel. Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..gue
pengen memek gue dikontolin sekaraangg..siaall..� sesal Vani dalam hati. Ethan
seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan memek) Vani. Walaupun Vani bilang
dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng
mengatakan lain. Ethan menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak
yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Vani.

Tangan satunya langsung menekan kursi Vani agar tertidur. Vani yang masih memakai
seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi. �EEHHH�APA-APAAN LO THAN??�
Teriak Vani. Tidak peduli teriakan Vani, tangan kiri Ethan langsung meremas toked
Vani lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Vani. �OOUUHHHH���.!!�
lenguh Vani keras, karena tidak menyangka memeknya yang semakin gatel dan berkedut-
kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan. Akibatnya, Vani
langsung orgasme untuk kedua kalinya. Ethan tidak tinggal diam, ketika badan Vani
masih mengejang-ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Vani
kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Vani terjadi terus-menerus.

�Oouuuhh�Aghhhh�Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn�!! Teriak Vani makin keras karena


kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan
Vani semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat-urat leher menonjol
akibat kenikmatan yang melandanya. Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Vani
mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena
keluar begitu hebatnya di depan si Ethan. �Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu
sih. Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot�
batin Vani.

Saat Vani masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Ethan sudah bergerak di atas
Vani, mengangkat t-shirt Vani serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga toked Vani
yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Ethan. Tersenyum puas dan napsu
banget Ethan berucap �Gilaa..toked lo Van. Gede banget, mengkal lagi. Harus gue
puas-puasin ngenyotinnya ni malem�. Ethan langsung menyergap kedua toked Vani yang
putingnya masih mengacung tegak. Mulutnya mengenyot toked yang sebelah kanan,
sambil tangan kanannya meremas-remas & memilin-milin puting yang sebelah kiri.
Diisap-isap, lidah Ethan juga piawai menjilat-jilat dan memainkan kedua puting
Vani. Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Ethan, membuat Vani
terpekik �Ehhgghh ahh.. ahh.. Ehhtanhnn.. kahtanya.. kahtanya cuma pegang-
pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh�ahh..ahh..� kata Vani
sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di
kedua tokednya. Ethan sudah tidak ambil pusing �Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa
nikmatin toked kaya gini bagusnya�.

Sekarang kedua tangan Ethan menekan kedua toked Vani ketengah, sehingga kedua
putingnya saling mendekat. Kedua puting Vani langsung dikenyot, dihisap & dimainin
oleh lidah Ethan. Sensasinya luar biasa, Vani semakin terhanyut oleh birahinya.
Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Vani. Lidah Ethan mulai turun
menyusuri perut Vani yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan
kanan Ethan aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Vani. �Aah..ah..
emhh.. emh..Than.. lo ngapahin sihh..� keluh Vani tak jelas. Dengan sigap Ethan
menyingkap rok mini Vani tinggi-tinggi. Memperlihatkan mini panty La Senza Vani
berwarna merah. Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar
memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembi Vani yang tipis terlihat hanya
diatas saja, dengan alur jembi ke arah pusernya. �Buseett..sexxyy bangett.. bikin
konak gue ampir ga ketahan.� syukur Ethan dalam hati.

Tanpa babibu lagi jari-jari Ethan langsung menekan belahan memiek Vani, dan Ethan
langsung mengetahui betapa horny-nya Vani �Wah Van, memek lo udah becek banget neh.
Panty lo aja ampe njeplak gini hehe�. Vani cuma bisa menggeleng-geleng lemah,
sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Ethan menenekan dan menggesek-
gesek memeknya dari atas panty. �Thaan..than..singkirinn tangan lo
doong�.emh..emh..� keluh Vani perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya
semakin cepat. �Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Vani makin
konak hehe� pikir Ethan napsu.

Cepat Ethan ambil posisi di depan selangkangan Vani yang terbuka. Kursi Vani
dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Vani dibuka semakin
lebar, dan Vani nurut saja. Jemari Ethan meraup panty mungil Vani, dan membejeknya
jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan memek Vani. Ethan
mulai menggesek-gesekkan panty Vani ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun
dan kiri kanan yang semakin cepat. �Aah.. aahh�ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu
Etthann ahh�� desah Vani keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek
bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Ethan juga semakin konak melihat memek
Vani yang terpampang jelas.
Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma
ada dibagian atasnya saja.

�Van, memek lo ternyata mantap & montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh.
Apalagi sampe gue genjot nanti hehe� ujar Ethan penuh nafsu. Panty Vani
dipinggirkan sehingga lidah Ethan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Vani.
Tapi sebentar saja Ethan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung
diangkatnya pantat Vani, dan dipelorotkan panty-nya.

Kini antara Ethan dan memek Vani yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang
apa-apa lagi. Ethan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok
itu. Tapi, Vani yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat
ketika Ethan melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Ethan dengan kedua
tanggannya. �Gila lo Than, mo ngapain lo?? Jangan kurang ajar ya. Bukan gini
perjanjian kita!� ujar Vani agak keras. Tapi kedua tangan Vani dengan mudah
disingkirkan oleh tangan kiri Ethan, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Ethan
langsung mencaplok memek Vani. Ethan melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah
menyapu-nyapu clitoris dan menusuk-nusuk kedalam memiaw. Bunyi kecipakan ludah dan
peju Vani terdengar jelas. Konak Vani yang sempat turun, langsung naik lagi ke
voltase tinggi. Kepala Vani mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan
agak keras.

�Ouuuffhhh�.eeahh�ah. .ah lo apain mehmmek gue Thann..� erang Vani nyaris setengah
sadar.
Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir
memeknya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah
dan gigitan kecil Ethan. Tapi, semakin Ethan beringas mengobok-obok memek Vani
dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang memek Vani, rasa
gatal nikmat itu malah semakin hebat. Vani sudah tidak dapat membendung konaknya
sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.

� OUUHHHHG�.. HMMPPHH� ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..�.

Kepala Vani menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan
kepala Ethan semakin dalam ke selangkangannya. Pantatnya naik turun tidak kuat
menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Vani. Rasa ogah & jaim
sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.

�ETHAANN�GILLAA� HOUUUHHH.. ENAAKK�. THANN�AHHH� Vani semakin keenakan.

Ethan yang sedang mengobok-obok memek Vani semakin semangat karena memek Vani sudah
betul-betul banjir. Peju dan cairan pelumas Vani membanjir di mulut dan jok mobil
Ethan. Jempol kiri Ethan menggesek-gesek clitoris Vani, sedang jari-jari Ethan
mengocok-ngocok lubang memek dan G-spot Vani dengan cepat. �Heh, ternyata lo lonte
juga ya Van. Mulut lo bilang nggak-nggak mulu. Tapi memek lo banjir kaya gini.
Becek banget� kata Ethan dengan semangat sambil tetap ngocok memiaw Vani.

Dalam beberapa kocokan saja Vani sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme
sudah diujung memeknya. Ketika Ethan melihat mata Vani yang mulai merem melek,
otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Vani
yang mulai mengangkat, Ethan tau bahwa Vani akan sampai klimaksnya. Langsung saja
Ethan menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Vani. Vani jelas
saja langsung blingsatan � Ah..ah napa brentii�� sambil tangannya mencoba mengocok
memeknya sendiri. Ethan dengan tanggap menangkap tangan Vani, dan berujar �Lo mau
dituntasin?�. Vani merajuk �Hiyah.. Than.. gue udah konak banggett nih. Pleasee..
kocokin lagi gue ya�. �Kalo gitu lo nungging sekarang� kata Ethan sambil menidurkan
kursi sopir agar lebih lapang lagi dan ada pijakan buat Vani nungging. �Napa harus
nungging Than� Vani masih merajuk dan tangannya masih berusaha untuk menjamah
memeknya sendiri. �Ayo, jangan bantah lagi� kata Ethan sambil mengangkat pantat
Vani agar segera menungging.

Vani dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut
berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang sangat merangsang Ethan,
demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan memek tembem yang nongol mesum di
bawahnya.

Cepat Ethan melepas sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya.
Langsung saja kontol hitam berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu
melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur. Vani yang
mendengar suara-suara melepas celana di belakangnya, menengok dan langsung kaget
melihat kontol Ethan sudah teracung dengan gagahnya.

�Buset, gede juga tu kontol, hampir sama dg punya Albert� pikir Vani reflek.
�Eh, lo mo ngontolin gue Than. Enak aja!� teriak Vani dan mencoba untuk membalik
badan.

Tapi Ethan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Vani, sehingga Vani harus
bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Ethan menggerakkan maju
mundur pantatnya sehingga kontolnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir memek Vani.
�Sshh�Than�mmhh.. jangan macem-macem lo ya!� ujar Vani masih berupaya galak, tidak
mau dikentot oleh Ethan.

Kedua tangan Ethan meraih kedua toked besar Vani yang menggantung dan meremas-
remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan menggigit tengkuk Vani, Ethan berkata
�Udah deh, lo ga usah sok ga doyan kontol gitu. Kan lo yang mau dituntasin. Ini gue
tuntasin sekalian dengan kontol gue. Lebih mantep timbang cuma jari & lidah hehe�.
Remasan & pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga membuat gairah
Vani mulai naik lagi. Nafas Vani mulai memburu. Tapi Vani masih mencoba untuk
bertahan. Namun, gesekan kontol yang makin intense di bibir memek Vani, betul-betul
membuat pertahanan Vani makin goyah. Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal
kembali menyerang memeknya dengan hebat.

�Hmffh�shh�awas lo Than kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin kontol lo, lo bakal
gue..hmff..gue�.OUUHHHHH� omongan Vani terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Ethan
mengarahkan pal-kon nya ke lubang memek Vani yang sudah basah kuyup dan langsung
mendorongnya masuk, hingga kepala kontol Ethan yang besar kaya jamur merah amblas
dalam memek tembem Vani, sehingga ada peju Vani yang muncrat keluar.

�Hah..hah�shhh�brengs ek lo Ethannn. kontol lo�kontol lo�itu mo masuk ke memek


guee�� erang Vani kebingungan, antara gengsi dan birahi. Ethan diam saja, tapi
memajukan lagi pantatnya sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi,
tapi kemudian ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas memek
Vani. Sekarang pantat Ethan maju mundur perlahan, mengocok memiaw Vani tapi tidak
dalam-dalam, hanya dengan pal-konnya aja. Tapi, hal ini malah membuat Vani
blingsatan, keenakan.

�HMFPHH�.HEEMMFFHH�SS HH AAHH�Ethannn kontol lo� kontol lo� ngocokin memek


guee�.hhmmmff�. Rasa gatal yang mengumpul di memek Vani, serasa digaruk-garuk
dengan enaknya. Vani yang semula tidak mau dikontolin, jadi kepengen dikocok terus
oleh kontol Ethan.

Kata Ethan �Jadi mau lo gimana? Gue stop neh�. Ethan langsung mencabut kontolnya,
dan hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Vani. �Ethaan�pleasee.. kentot gue.
Masukin kontol lo ke memek gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue pengen
dikenttooott!!!� rengek Vani sambil menggoyang-goyangkua pinggulnya, berusaha
memundurkan pantatnya agar kontol Ethan yang dibibir memeknya bisa masuk lagi.

�Hahahaha sudah gue duga, elo emang lonte horny Van. Dari tampang & body elo aja
gue tau, kalo elo itu haus tongkol� tawa Ethan penuh kemenangan. �Ayo buka paha
lebih lebar lagi� perintah Ethan. Vani langsung menurutinya, membuka pahanya lebih
lebar sehingga memeknya makin terpampang. Ethan tanpa tedeng aling-aling langsung
menusukkan kontolnya kuat-kuat ke memek Vani. Dan�BLESHH�seluruh tongkol hitam itu
ditelan oleh memek montok Vani. Air peju Vani terciprat keluar akibat tekanan tiba-
tiba benda tumpul besar.

�AUUGGHHHH����!!! � pekik Vani yang kaget dan kesakitan.

�Hehehe gimana rasa kontol gue Van� kekeh Ethan yang sedang menikmati hangat dan
basahnya memek Vani. Vani masih shock dan agak tersengal-sengal berusaha
menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang memeknya.
�Buseet..tebel banget nih kontol, memek gue penuh banget, keganjel. Mo buka paha
lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff� erang Vani dalam hati. Karena Vani diam
saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu.

Ethan mulai menarik keluar kontolnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya


masuk lagi. Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat. �Hehh..heh�mmm legit
banget memek lo Vannn..� desah Ethan keenakan ngentotin memek Vani yang peret tapi
basah itu. Hanya butuh tiga kocokan, Vani mulai didera rasa konak dan kenikmatan
yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai selangkangan
dan seluruh memeknya. Rasa gatal yang sangat digemari oleh Vani seperti mengumpul
dan menjadi berkali lipat gatalnya di memeke Vani. Vani sudah tidak mendesah lagi,
tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.
�UUHHHHH�..UHHH��OUUHHGG GG� ENNAAKKNYAA��.
�OH GODD..memek GUE�memek GUE..�
Vani terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..
�memek GUE..GATELLL BANGETT�.KENTTOOTTT GUE TTHANN�ARGGHH��

Lenguhan Vani semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya.
Kepalan tangan Vani menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya
bergerak heboh berusaha menikmati seluruh kontol Ethan. Ethan pun terbawa napsunya
yang sudah diubun-ubun. Tangannya meremas-remas toked Vani tanpa henti dengan
kasarnya, dan Ethan sudah tidak menciumi pundak & tengkuk Vani, melainkan
menggigitnya meninggalkan bekas-bekas merah. Pantatnya bergerak maju mundur dengan
ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat kontol
Ethan mengocok memek Vani seperti kesetanan.

Bunyi pejuh Vani yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin
menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLA K�suara kontol yang keluar masuk memek dan
benturan pantat Vani dengan pangkal kontol Ethan terdengar di sela-sela lenguhan
Vani & Ethan. Tak sampai 10 menit Vani merasakan aliran darah seluruh tubuhnya
mengalir ke memeknya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di
tempat-tempat yang dikocok oleh tongkol Ethan.

�GUEE KELUAARRRR THANNN��OUUUHHHHHHHHH�.A HHHHHHH�� teriak Vani melampiaskan rasa


nikmat yang tiba-tiba meledak dari memeknya. Ethan merasakan semburan hangat pada
tongkolnya dari dalam memek Vani. Karena Ethan tetap mengocokkan kontolnya, bahkan
lebih cepat ketika Vani mencapai klimaksnya, Vani bukan saja dilanda satu orgasme,
melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.

�OAHHH�OHHH�.UUUHH..KOK..K OK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH�� erang Vani dalam klimaksnya


yang berkali-kali sekaligus. Hal ini membuat Vani berada dalam kondisi extacy dalam
30 detik lamanya. Badan Vani berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari dalam
memeknya. �Gilaa..enak bener than� gue sampe keluar berkali-kali� ujar Vani agak
bergetar karena Ethan masih dengan nafsunya mompain memek Vani. �Hehehe demen
banget liat lo keluar kaya gitu Van. Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah
jalan. Gue bikin lo lebih kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar
semua� kata Ethan.

Vani hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan dientot Ethan
dengan cara sekasar itu. Kemudian Ethan membalik tubuh Vani agar terlentang dan
bersandar di jok belakang. Kedua kaki Vani diangkat dan mengangkang lebar sehingga
Ethan bisa dengan jelas melihat memek Vani yang chubby itu berleleran dengan peju
Vani. �Than, udahan dulu ya. Gue lemes banget� Vani terengah-engah minta time-out.
Tapi bukan Ethan namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Ethan, si cewek harus
digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek dapat klimaksnya yang
paling hebat. Tidak pedulian rengekan Vani, Ethan langsung mengarahkan kontolnya ke
memek Vani yang menganga, dan langsung BLEESHH..!! Dengan mudahnya memek Vani
menelan kontol Ethan.

�Hmmffpp..sshiitt..� Vani cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi)
kontol Ethan sudah amblas kedalam memeknya. Ethan langsung menggenjot Vani dengan
kecepatan tinggi. SLLEPP�SLEEPP� SLLEPPP�SLEPP�. kontol Ethan keluar masuk memek
Vani dengan cepat. Vani yang sudah lemes dan kehabisa energy, tiba-tiba mulai
merasakan sensasi horny lagi. �Oh shit..gue kok horny lagi. Lagi-lagi memek gue
minta digaruk shhhh..� mengumpat Vani dalam hati. Ethan yang kini berhadapan dengan
Vani, bisa melihat perubahan mimik muka Vani yang dari lemes dan ogah-ogahan,
menjadi mimik orang keenakan dan horny abis. �Hehehe gue kata juga apa. Elo memang
harus dikentot terus, dasar memek lonte� ujar Ethan sambil terus memompa memek
Vani. Kedua tangan Ethan kini bertelekan di toked Vani, dan meremasnya seperti
meremas balon.
�AAHH�AHH�AHH..EEMMPPHH� .EKKHH�.� erang Vani yang merem melek keenakan dientot.
Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Vani sudah mengejang. Kedua
tangan Vani memeluk dan mencakar punggung Ethan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar
dari mulut Vani semakin keras.

�HOUUUHH�.HOOOHH�.UUUGGHHH �ENNAAKKKKK..TERUSSS THANN�. GENJOTTT TERUSS�. GUE


AMPIIRR NEEHHH��..�.
�Woe, lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa� damprat Ethan tapi tetapi
malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek Vani kembali
berkedut-kedut keras dan meremas-remas kontol Ethan yang berada didalamnya.
Diiringi pekikan keras, Vani mencapai klimaksnya yang kesekian.

�AAGGGHHHHHHHHHHHHH���.. ���GUE KLUUAARRR ��..�.

Vani merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh tulangnya
serasa diloloskan. �Hhhh�..enak bangetttttt. Lemes banget gue� membatin si Vani.
Melihat Vani yang sudah keluar lagi, kali si Ethan agak kesal karena dia sebenernya
juga sudah hampir keluar. Tapi kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Ethan
merasa kurang puas. �Sialan, lo Van. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar
aja lo. Di sini sempit banget�.

Maka Ethan langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Vani keluar. �Eh..eh..
apa-apaan ni Than. Gue mo dibawa kemana?� tanya Vani lemes. �Kaki gue lemes banget
Than, susah banget berdiri� tambah Vani. Ethan langsung bopong Vani keluar dari
mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Vani ditenkurapkan di kap depan
BMW-nya.

Posisinya betul-betul merangsang. Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan


kedua tangan terpentang. Kedua kaki Vani yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar-
lebar pahanya oleh Ethan. Vani jengah sekali karena kini dia bugil di tempat
terbuka. Siapa saja bisa melihat mereka. �Than, balik dalam lagi aja yuk� ujar Vani
sambil berupaya berdiri. Tapi dengan kuatnya tangan Ethan menahan punggung Vani
agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging. �Kan gue udah
bilang, gue bakal kentotin lo sampai habis peju lo Van� ujar Ethan yang nafsunya
makin berkobar melihat posisi Vani.

Hawa dingin malam malah membuat Ethan merasa energinya kembali lagi. Kedua tangan
Ethan meremas bongkahan semok pantat Vani, dan membukanya sehingga memek Vani yang
masih berleleran peju ikut membuka. Ethan langsung melesakkan kontolnya dalam-dalam
ke memek Vani. �AHHHH�� pekik Vani tertahan.

Kali ini Ethan betul-betul seperti kesetanan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3.
Langsung ke gigi 4 dan 5. Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan
ketika menusukkan tongkolnya dilakukan dengan penuh tenaga. PLAK PLAK PLAK PLAK
PLAK..bunyi pantat Vani yang beradu dengan badan Ethan semakin keras terdengar.
�GILAA�ENAKKK BANGET NIH memekKK�..� Ethan mengerang keenakan.

Tangannya mencengkram pantat Vani kuat-kuat, dan kepala Ethan mendongak ke atas,
keenakan. Vani yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena
kocokan Ethan, atau karena sensasi ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan
seperti dilihat orang, membuat memek Vani berkedut-kedut dan gatel lagi. Maka
lenguhannya pun kembali terdengar.

�OUUHHH�.HHHMMFFPPPPP�.OHH H..UOOHH�ENAK..ENAK..ENAAKKK �.� Vani meceracau.

Mendengar lenguhan Vani, Ethan tambah nafsu lagi �Ooo.. lo demen ya dikentot kasar
gini ya Van..Gue tambahin lagi kalo gitu� kata Ethan dengan nafas memburu. Jari-
jari Ethan tetap mencengkram bongkahan montok pantat Vani, tapi bedanya kedua jari
jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya. Dan digerakkan berputar-putar
didalamnya. Lubang pantat Vani adalah juga merupakan titik sensitif bagi Vani,
sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung
mengobok-oboknya. Vani makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.

�GILAA LO THAN�UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH�..!

Vani sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari mulutnya.
Ethan tidak sadar bahwa setelah hampir 10 menit mengocok Vani dari belakang, Vani
sudah dua kali keluar lagi. Vani yang sudah agak lewat sensasi orgasmenya, mulai
menyadari bahwa gerakan Ethan mulai tidak beraturan dan tongkolnya jadi membesar.
�Oh shit, Ethan mo keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam memek gue. Harus gue
cegah� pikir Vani panik. Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Vani tidak mau diajak
kerja sama. Mulutnya meneriakkan �THAAN, JANGAN NGECRET DIDALLAMM�.PLEASEE!!!�.
Tapi Ethan yang memang sudah berniat menyemprotkan pejunya dalam memek Vani, malah
semakin semakin semangat menggenjot dalam-dalam memek Vani. Vani sendiri karena
memeknya semakin disesaki oleh kontol Ethan yang membesar karena hendak ngecret,
jadi terangsang lagi dan langsung hendak ngecret juga.

Maka, ketika Ethan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Vani kuat-
kuat, dan kontolnya ditekan dalam-dalam dalam memek Vani, Ethan meraung keras.
�HMMUUUUAHHHHH�.AAHHHH� cairan peju hangat Ethan menyemprot berkali-kali dalam
liang memek Vani. Vani pun bereteriak keras � OUUUAAHHHH�.GUE KELUARRRRR�.� dan
pejunya pun ikut muncrat lagi.

Kedua mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang mereka
keluarkan. Cairan peju Ethan dan Vani berleleran keluar dari sela-sela jepitan
kontol & memek Vani. Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari memek Vani turun
ke pahanya.

Ethan puas sekali bisa menembakkan pejunya dalam memek cewek sesexy Vani. Apalagi
si Vani ikutan keluar juga. �Komplet dah� pikir Ethan. Karena lemas, Ethan ikut
tengkurap, menindih tubuh Vani di atas kap mobil. kontolnya yang mulai mengecil,
masih dibiarkan di dalam memek Vani. Sedang Vani sendiri, masih memejamkan mata
menikmati setiap sensasi extasy kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh
tubuhnya. Belum pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini.
Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar lagi,
setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.

Ethan yang masih menindihnya berkata �Hehehe enak kan. Gue demen banget ngentot
sama lo Van. Betul-betul binal & liar. Memek lo ga ada matinya, nyemprot peju mulu�
kata Ethan seenaknya. Vani cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati. �Udah, bangun
lo. Anter gue pulang sekarang. Berlebih banget nih gue bayarnya� ujar Vani ketus.
�Heheh ok..ok gue udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang� balas
Ethan.

Ethan pun bangun dari punggung Vani dan beranjak ke pintu mobil dan mulai memakai
pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Vani masih tengkurapan aja
di kap mobil. �Hei, katanya mo pulang. Kok masih tengkurapan aja� tanya Ethan. Vani
tidak menjawab, hanya terdenger dengusan nafas saja. Ketika Ethan menghampiri,
terlihatlah betapa merahnya muka Vani, karena menahan malu. �Than, bantuin gue
bangun dong. Kaki gue lemes banget. Selangkangan gue rasanya kaya masih ada yang
ngganjel� ujar Vani malu-malu. �Hahaha�KO juga lo ya, cewe paling bahenol di
kampus� tawa Ethan membahana. Bertambahlah merahlah muka si Vani. Ketika mau bopong
Vani, tiba-tiba pikiran mesum Ethan keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang
berkamera. Ethan ambil beberapa shot posisi Vani yang mesum banget itu plus dua
close up memek Vani yang berleleran peju.

Karena Vani memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia tidak sadar akan tindakan
Ethan. Akhirnya Ethan kasihan juga, tubuh Vani dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan
dibantuin memakai pakaian dan roknya lagi. Tapi ketika Vani meminta panty-nya,
Ethan berkata �Ini buat gue aja. Kenang-kenangan. Lo ga usah pake aja. Memek lo
butuh udara segar kelihatannya, habis tadi gue sumpalin pake kontol gue terus�.
�Sial lo Than. Ya udah, ambil dah sana� ketus Vani.

Vani langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Ethan sudah
sampai di depan pagar kos-kosan Vani. �Lo bisa jalan ga Van? Kalo masih lemes, gue
papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngentot ama
gue malam ini hehe� kata Ethan nakal. Vani tidak bisa menolak tawaran itu, karena
memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Ethan pun memapah Vani berjalan
menuju kosnya.

Kamar Vani ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup semua.
Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar. Diam-diam Vani merasa lega. Apa kata
orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga dibilang lagi mabok, bisa
dibilang yang enggak-enggak lainnya. Tapi sialnya, ketika dilantai 2 mereka
berpapasan dengan si Mirna yang baru dari kamar mandi. Mirna yang selama ini
jealous dengan kesexy-an Vani, perhatiin Vani dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis �Napa lo Van�. �Sedikit mabok Mir� jawab Vani
sekenanya. �Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya� kata Mirna nyelekit sambil
mandangi paha Vani. Reflek Vani nengok kebawah, betapa kagetnya Vani, karena dia
baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Ethan dan pejunya sendiri. Lelehan peju
mengalir dari dalam memek Vani, sampai lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan
jelas.

PIASS! Muka Vani langsung memerah. Vani langsung berpaling, sedang Mirna terkekeh
senang.
�Kalo elo kelihatannya malah kekurangan peju neh. Mana ada cowo yang ikhlas kasi
pejunya ke cewe kerempeng kayo elo?� tiba-tiba Ethan nyeletuk pedes. Muka Mirna
berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu.
�Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta� balas Mirna
ketus.
�Nah, berarti kan lo bedua sama, sama-sama butuh kontol & pejunya. Napa saling
hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo masing-masing. Ga usah
saling sindir� tandas Ethan.

Mirna langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Vani sedikit terkejut, ga
nyangka kalo si bejat Ethan bisa ngomong cerdas seperti itu. Betul-betul
penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Ethan pamit �Gue cao dulu ya Van.
Thanks buat malam ini. Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo
lo pengen, call gue aja ya. kontoll gue selalu siap melayani hehe�. �Enak aja. Ini
pertama dan terakhir Than. Kapok gue naik mobil lo� balas Vani pedas.

Ethan cuma tartawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya Vani
merasakan hal yang sama dengan Ethan, betul-betul sex yang luar biasa malam ini.
Vani ragu-ragu, bila Ethan ngajak lagi, emang dia bakal langsung nolak. Kok ga
yakin ya? Sialan maki Vani pada diri sendiri. Sekarang gue butuh tidur. Dalam
sekejap Vani langsung terlelap, tanpa berganti pakaian.

===

CERITA SEX 'ah.,.,uh.,.,.ih.,.,.oh..,.,. ciak cooooooookk!!!!


Cerita Dewasa Khusus 17 tahun, memang mantapsss nih cerita. Andai saja aku berada
dalam situasi itu sebagai Heru.

Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik


rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan
lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku
pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku
dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku

Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku
berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru
datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas,
sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu
aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi
seluruh tubuhku.

Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu
yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku,
aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru.
Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang
kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang
olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi
tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir
merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2
hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat
adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata "..Hesty mau tidak gantiin
suamimu, main tenis dengan saya.." Giliran aku yang terpana selama menikah belum
pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku
senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup 'gentleman'.

Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata "..Cepet ganti
pakaian aku tunggu disini.." Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya
aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar
Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat
diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang
supermini lalu kupakai dengan blous 'you can see' setelah itu kupakai lagi sweater,
wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu
cepat cepat aku temui Heru didepan pintu "..Ayo Her aku sudah siap.." Heru hanya
melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang
dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana
dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat
bulat ini.

Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku
lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia
menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku
duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru
mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan
sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah
menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous "you can see" longgar yang
membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku
juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka
untuk menggoda matanya.
Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman
kepadaku. Memang "gentleman" pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai
sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai
macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan
sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah
bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan
terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan
wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku
tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat
sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu
melepas ciuman hangat kami. "Her.." kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat.
Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam
hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling
berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan,
entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun
semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari
betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir.
Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku
selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati
kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari
bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil
satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku
pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati
belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan
hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat
tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku
yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun
pasti.

"Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her.." desahku di sela-sela ciuman panas kami.
Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai
menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku.
Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis
dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini
lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir
dan lidahku.

Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi
semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku
dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu
sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah
bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan
kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk
mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.

Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas
kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai
sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah
menginginkan ini dari tadi. "Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu.." desahku langsung
terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku
yang terasa sangat peka.

Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang
sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin
menggelora ini, "..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!" tetapi Heru terus saja
merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar
telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku
terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku
tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi
yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku
dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan
lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku
pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku
dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh
bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan
gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku
masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut


kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. "ggaahh..
Heeruu..stoop..ohh.." bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan
kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke
atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku.
Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya
yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil.
Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku
begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu
besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan
disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu
Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku
tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku."Hngk! Besaar..sekalii..Heer.."
Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot
begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini,
membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih
mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada
putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku,
membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak
perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur
dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin
banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang
kenikmatanku tahap demi tahap.

Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang
lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin
bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar
telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang
timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks
dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.

"Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch..
niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk
penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku
merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku
terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya
yang keras dan besaar..!

Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong
kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang,
mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-
mundurkan pantatnya perlahan, "..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!" aku pun tak kuasa
lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-
mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku
semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.

"hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh.." Heru


membalas dengan pertanyaan "Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?"
otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar
benar diluar kesadaranku "Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih
nikmaat ..!! Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, "..hh..Hesty lagi
diapain memekmu sama kontolnya Heru..?" aku bingung menjawabnya, "Bilang lagi
dientot..!" Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing
oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya "hh.. hh.. sshh..
mmhh..lagi dientot sayaang.."

Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari
di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar
menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan
setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku,
keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu
dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin
cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang
mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu
menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang
intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku
bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam
seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku
semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis
memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!" Ooohh.. Herruu.. bukan maiin..
eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!" mendengar celotehanku, Heru yang kalem
berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar
benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan
seperti ini dari suamiku.

Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan
sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas
puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan
diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.

Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku
yang begitu dahsyatnya menggulung diriku "Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau
keluaar..!!" pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat
tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru mengendalikan gerakannya
yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya
dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu
mengeras habis digencetnya. "..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss..
itilkuu..!!"

Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti 'forever' menyemburkan lendir orgasme


dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang
mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya
secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku
menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang
tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.

Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir
dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang
masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir,
pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk
tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa
sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan
keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang
terengah-engah.

Setelah aku kembali "sadar" dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi,
aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya
pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak
canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun
tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku
perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan
pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang
memang tampaknya makin liar saja.

Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak
menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah
klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku
pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa
menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin
cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-
tubi dari dalam vaginaku.

Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi "doggy
style" dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan
suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa
oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku
lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas "..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu
dari belakang kelobang memekku.." Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah
bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah
ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku
memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang
sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.

Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju �Bleess.."


..Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan
betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat
kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk
tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku
didalam gaya 'doggy style' ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap 'menanjak'
suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua
menit.

Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya 'doggy style' ini
tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng
gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah
menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika
kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang
besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku.
kenikmatanku bukan lagi pada tahap "menanjak" tapi sudah berada di awang-awang di
puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.

"Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!" aku melenguh panjang


menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku
ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam
vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang
kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas


dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun
Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang
telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa
kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.

Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas.
"Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!" Aku
benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga keluar, bukan
main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang
kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu
buru.

Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi
kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya
ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, "..Ohh yess Hes.. nikmat
sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy..
saayaangg..!!" Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja
menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku
merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku,
kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar
saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar,
dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa
cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa
berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.
Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku
makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi
kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan
vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan
cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya
kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih
lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali
bermunculan.

"..Ooohh..Hesty..kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!" Heru memujiku


setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan
baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina
liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. "..Yess.. Heruu.. yeess..
kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!" kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya
sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis
yang besar itu melesak dalaam sekali..

"..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!"


giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa
kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa
diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh
tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini
aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar
pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot


vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap
dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku
bangga sekali, Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang
mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin
melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi
pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya
sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah
mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit
kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, "..Ooohh.. aachh..
yeess.. Heess.. yeess..!!"
Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu
beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi
duduk ia menylomot buah dadaku... aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua
buah dadaku. "..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! ...sshh..
...oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, "..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan
main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!" Heru
mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap
saat akan meletup, "..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!!
jiwaku terasa berputar putar..! "..yess..Hess..aku� keluarkan diluar apa
didalam..?". "..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin..
didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat
sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam
rahimku, "..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu
Hestyy..!!" Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental
dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan "..Nggkkh.. sshh..
uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!!
gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka
makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot
keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit
kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya
yang kekar kupeluk erat sekali.

Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit
menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh
Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!!
Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat
tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia
membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar
biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang
mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama
hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku
bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku
hanya mengangguk tak berdaya.

Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian
yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah
menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul
betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku
telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di
lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi
terhadapku.

Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan
batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru.
Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu,
makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih
merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang
sayup sayup terdengar suaranya memanggilku 'sayang'. Heru berhenti bertugas di
kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku
tidak tahu.

Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain
pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yang
telah diberikan Heru padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan tangan
kekar Heru, dimanakah kau berada Heru..?

===

Cerita Panas - Bella, Jodoh itu Nggak Kemana


Jalanan Jakarta pukul 9 sudah macet. Tapi, David tenang saja karena kuliahnya baru
mulai jam 10. Paling jam 9.45 sudah sampai. Masih sempat kongkow-kongkow dulu di
kantin. Kali-kali ada cewek bening yang nyantol wkwkwkwk. Kampus S sudah ramai.
Berbagai macam mahasiwa dan mahasiswi sibuk berkeliaran di koridor atau berkumpul
duduk-duduk di plasa. Mata David cepat menyisiri areal kampus, mencari-cari teman-
temannya. "Yeh, itu dia anak-anak kampret" batin David sambil berjalan cepat ke
pojok plasa. Fredy yang melihat si David menghampiri, langsung bangkit dan menonjok
David. Sambil memiting leher David, Fredy berbisik "Setan kampret! Lo habis garap
si Jessy anak psikologi kan? Gue liat lo semalem di Kemang". Senyum tulus David
langsung terbit "Eh, kok lo tau. Cuma sekali semalem, sekali lagi paginya kok. Dan
gw jamin, dienya puas. Lo tenang aja sob." imbuh David. Jepitan Fredy semakin keras
"Bukan itu maksud gue buduk! Gue juga ngincer diaaa..!" Mimik memelas David
langsung muncul "Aduh sory SOb. Gue betul-betul ga tau. Lagian ini semua salah si
Jessy. Ngapain pake tank top pas minta temenin Gue nyari buku kemarin. Ya mana
tahan gue." Fredy jelas-jelas tidak terima dengan penjelasan David yang tidak
bertanggung jawab "Pokoknya, ntar sore lo harus makcomblangin gw ama die. Gue udah
pengen ngremes bokongnya dari kapan tau." Demi menyelamatkan kepalanya, David
dengan suka cita menyetujui permintaan Fredy. Begitu David setuju, cengir lebar
Fredy langsung muncul. "Jago ga dia, Vid? Males gue kalo masih amatir" tanya Fredy
antusias. "Lumayan Sob. There're still room for improvement. But overall, she's
GOOD!" balas David sambil acungin jempol. Sambil terkekeh-kekeh penuh aura mesum,
kedua penjahat kelamin itu melangkah menuju kelas, karena Pak Marto sudah terlihat
di ambang pintu.

Setelah 1 mata kuliah lainnya yang selesai pukul 4 sore, David & Fredy berjalan
cepat penuh nafsu (Fredy aja sih. David sedikit kurang termotivasi jalan ke Fak
Psikologi karena kurangnya insentif buat dirinya). Di koridor menuju areal parkir
mereka berpapasan dengan cewek berambut pendek brunette yang sexy. "Hai Vina.."
sapa David berusaha semanis mungkin. Tapi, tetap dengan nuansa mesum. Vina yang
hari itu memakai halter neck ungu tanpa lengan dengan celana jeans skinny gelap
sehingga pantatnya yang montok tercetak jelas malah hanya meleletkan lidah ke arah
David sambil berlalu cuek (siapakah Vina? Baca yang disini ya). "Wuiihh... Vid, lo
lihat ga? Perasaan tokednya Vina makin gede aja. Aduuhh.. gue mau bayar berapa aja
biar bisa ngremesin tu melon" ratap Fredy penuh harap sambil terus memandangi
pantat Vina yang megal-megol menjauh. "Emang mantep & kenyal banget toked tuh anak"
ujar David. Si Fredy langsung memandang David tajam "Kaya lo pernah megang aja. Gue
aja ditolak dengan sukses pas ngajak di nge-date. Gue bayarin lo full time di
******** kalo lo bisa bawa Vina ke tempat tidur" tantang Fredy. David langsung
semangat "Bener ya? Awas lo, jangan kabur lo ya". "IYA. Fredy ga pernah ingkar
janji kecuali ke cewek" balas Fredy dengan jantannya. David cengar-cengir senang.
Dia ga pernah cerita ke Fredy storynya dengan Vina. Walo dalam hati David agak ga
yakin gimana caranya ngajak Vina ngenthot lagi. Sejak itu si Vina jaga jarak dan
sok cool gitu kepada David. "Ya udahlah. Dipikir nanti aja. Sekarang beresin urusan
si kupret satu ini dulu dengan Jessy" batin David.

Di Fak Psikologi suasana sudah mulai lengang. Cuma ada beberapa mahasiswa-mahasiswi
yang berkeliaran untuk ikut kuliah terakhir hari itu. Tiba-tiba terdengar teriakan
manis memanggil David "Daviddddddddd....". Sesosok cewek manis berlari kecil menuju
David & Fredy. Melihat Jessy datang, Fredy langsung meremas tangan David kuat-kuat.
Yang ditepiskan dengan kasar oleh David. "Ngehek. Apa pikiran orang kalo lihat dua
cowok tinggi besar pegang-pegangan tangan di tempat umum?" bisik David seVan.
Begitu menemui David, Jessy langsung dengan centilnya menggandeng tangan David.
"Jadi kan temenin gue Supermarket?" tanya Jessy. Sikutan keras terasa di rusuk
David. David langsung tanggap "Wah sory Jessy. Gue ga bisa. Mendadak bokap minta
dianterin ke Bintaro. Sory banget ya." Jessy langsung cemberut "Yahhh, kok gitu sih
lo". "Tapi tenang neng... Temen gue yang ganteng ini bersedia untuk nganterin" ujar
David cepat-cepat sambil menepuk-nepuk bahu Fredy. "Ya udahlah" terima Jessy
pasrah. Fredy hampir melonjak kegirangan. "Tapi awas kalo lo coba-coba ngajak gue
ke tempat tidur" ancam Jessy ke Fredy. "Eh.. nggak lah" jawab Fredy salah tingkah
dan bingung (Lah rugi bellg gue, kali pikir si Fredy). Jessy ngomong lagi "Eh, tapi
anterin gue balik kelas bentar ya. Ada yang mo gue ambil". Mereka bertiga
beriringan menuju kelas Jessy.

Di kelas, Jessy langsung menghampiri seorang cewek yang masih sibuk dengan HPnya.
Mata David & Fredy langsung membesar melihat itu cewek. "Buseeettt.... hot juga
yaa..." pikir mereka berdua dengan sinkronnya. Dengan berlari centil, kedua cowok
mesum ini langsung menghampiri Jessy dan temannya. "Bell, ini gue kenalin sama
David & Fredy. "Hai Bella" sapa David & Fredy kompak. Bella memang one hell of a
equipment. Ketika Bella berdiri untuk menyalami kedua mahkluk menyedihkan itu,
David bisa menikmati seluruh lekuk tubuhnya. Dengan tinggi hampir 175cm, tubuhnya
yang berlekuk indah jadi makin menawan. "Hmm bodynya OK banget. Tokednya paling 34-
an. Tapi, kelihatannya mancung" terawang David sambil curi-curi pandang ke toked
Bella yang tidak terlalu jelas terlihat karena Bella menggunakan kemeja putih agak
longgar lengan panjang yg dilipat sampai ke siku. Wajah oval Bella lebih ke manis
dan menyenangkan, timbang dibilang cantik. "Tapi, dengan body se-hot , tampang udah
jadi no3" batin David. Suara Jessy membuyarkan pikiran mesum David. �Bell, kita
perginya jadinya sama si Fredy. David ada urusan sama bokapnya di Bintaro�. �O
gitu. Yaudah, bisa kita pergi sekarang� Tanya Bella. �Eh, Bella juga ikut?� Tanya
David kaget. �Iya. Nyesel sekarang lo batal antar gue?� sepet Jessy pedes. �Agak
sih� kata David polos. Bella tertawa kecil mendengarnya. �Aduuhh.. jadi tambah
nggemesin ni anak kalo ketawa� batin David. �Tapi tengsin gue kalo narik kata-kata
gue. Lagian ga enak sama si Fredy. Moga-moga aja si Bella ga tergoda threesome sama
kupret ini� doa David dalam hati. Mereka pun berpisah.

David menyetir mobilnya santai menuju kostnya di daerah Cilandak. Walopun bonyok
anak ini tinggal di Jakarta juga, sejak kuliah David sudah ngekost. Bonyoknya juga
tidak mempermasalahkan. Toh kalo kehabisan duit ni anak juga pulang, pikir mereka.
Lagian mereka juga sebel liatin tingkah David nyelundupin cewek-cewek ke kamarnya.
Dipikir kita-kita ga tu kali ya, pikir bonyoknya. Jadilah David ngekost, pisah
tinggal dari bonyoknya. Everybody happy. Mampir warung padang untuk makan, 45 menit
kemudian David sudah di jalanan lagi. Tiba-tiba HP David berdering. Nyokapnya
telepon. �Vid, mampir ke Ace hardware bellg. Beliin mama curtain showare yang baru.
Plus Selang semprotan buat toilet juga. Yang warna.hitam ya selangnya, biar
matching sama toiletnya� ujar Mamanya David genit. �Lha, napa ga minta pak Sudin
aja Ma yang beli� David menyebut nama sopir keluarga mereka. �Pak Sudin nganterin
Papa ke Bintaro lihat ruko yang mau dijual itu�. �Eh kok bisa pas ya Papa ke
Bintaro hari ini� David ga habis pikir. Berbaliklah mobil David menuju Ace Hardware
Fatmawati.

Sesampainya di Ace Hardware, David langsung naik ke lantai 3 menuju tempat


dijualnya peralatan untuk kamar mandi dan toilet. Tapi di lantai 2, mata & radar
David yang awas menangkap gerakan mahkluk sexy. �Weh, kayaknya boleh nih. Tapi kok
gw kaya kenal nih cewek�pikir David sambil berjalan menghampiri seorang cewek yang
sedang melihat-lihat lampu duduk. �Lho, Bella. Ngapain lo disini? Bukannya mo ke
Carrefour?� Tanya David surprise. Bella agak kaget, tapi senyumnya langsung
mengembang melihat David (pada saat yang sama konthol David juga mulai mengembang).
�Udah tadi. Sekarang gue lagi nyari lampu hias buat di rumah. Nyokap nyuruh. Jessy
juga lagi nyari kursi malas kecil buat di kost� kata Bella ramah. David tidak
berkedip memandang bibir Bella yang penuh dan sensual, yang menelurkan kata demi
kata dengan indahnya. �Aduhh, bisa ga ya gue nidurin si Bella� harap David sepenuh
hati dan sepenuh konthol. Akhirnya David menemani Bella memilih-milih lampu,
kemudian mereka berdua menuju bagian peratalan mandi. Sepanjang waktu itu David
mulai menebarkan jurus-jurus andalannya agar si Bella terpikat. Tapi, David merasa
Bella masih anteng-anteng aja. Tiba-tiba ucapan Bella berikutnya mengagetkan David
�Vid, lo aja yang nganterin gue pulang ya�. �Lah, emang napa sama si Fredy & Jessy�
Tanya David antusias (yang masih berusaha ditutup-tutupi ambisinya). �Lo liat aja
sendiri deh� kata Bella sambil menarik tangan David ke pojok lantai 2 yang sepi.
�Waow.. waow.. agresif juga ne cewek� sorak David dalam hati. Dipojokan rak-rak
yang tinggi, David baru sadar makna ucapan Bella. Di situ David melihat si Jessy
bergelayutan ke lengan Fredy. Sedang tangan Fredy dengan aktifnya meremas-remas
pantat sekal si Jessy. Bahkan kadang-kadang jari tengahnya kaya menekan-nekan di
area lubang pantatnya. Membuat Jessy menggelinjang-gelinjang dan membalas dengan
gigitan kecil ke lengan Fredy. �Busyet. Jago amat si Fredy. Ilmunya naek setingkat
lagi neh. Dulu butuh minimal 2 hari buat nidurin cewek. Sekarang itungin jam, udah
bisa remes-remes bokong. Kampret! Gue jadi makin konak neh� runtuk David dalam
hati. �Ya gitu itu. Mereka bedua udah kaya gitu semenjak di Carrefour� ucap Bella
agak sebel. �Bentar lagi gue rasa kepala si Fredy udah nyusup ke selangkangan si
Jessy� analisis David dengan tajam. �Hihihi.. gue setuju Vid� balas Bella terkikik
kecil. �Eh, tadi mukanya agak merah ya si Bella?� harap David. David mendekati
kedua pasangan yang sedang di mabuk birahi itu. Kemudian dengan kasarnya ditaboknya
si Fredy. �Woi, cari kamar napa?� sentak David. Gelagepan si Fredy dan Jessy cepat-
cepat ambil jarak. �Anjrit lo Vid! Ngagetin aja� tukas Fredy yang lega cuma David
yang nge-gap tingkah mereka. Jessy juga membalas dengan menghadiahi David cubitan
bertubi-tubi. Bella langsung berkata �De, gue pulang bareng David ya. Kasian kalo
Fredy nganter gue dulu. Kan muter lagi arahnya ke kos lo�. �Ya udahlah kalo gitu.
Sorry ya Bell�. Kemudian Jessy berpaling ke David �Lo gapapa kan nganter Bella? Eh,
btw ngapain lo dimari?� Tanya Jessy curiga. �Nyokap minta dibeliin curtain shower�
jawab David cepat. Selanjutnya mereka berempat langsung menuju kasir dan setelahnya
langsung bergegas ke mobil masing-masing.

�Asyiikkk� Gue punya kesempatan untuk deketin Bella. Kalo emang jodoh, ga akan
kemana hihihihi� pikir David bahagia. Tapi, baru aja mau memundurkan mobil, Fredy
tiba-tiba menggedor jendela David. �Sob, sorry banget. Lo keliatannya harus
nganterin kita bertiga deh. Boil gue mogok� kata Fredy tanpa beban. �Bangsat lo
Fredy� desis David kesal setengah konak. �Tunggu 15 menit ya, sampe derek bengkel
gue datang� tambah Fredy. 20 menit kemudian mobil David baru meluncur keluar dari
Ace Hardware. Tampang David tertekuk. Buyar sudah semua rencananya. Mana kedua
mahkluk itu terkikik-kikik mesum di jok belakang. Bikin David ga tahan bolak-balik
noleh belakang. �Buseett.. udah mulai cipokan aja� runtuk David. Di jok belakang,
Fredy sudah mulai gencar menyerang pertahanan Jessy, yang memang ga bikin
pertahanan sama sekali. Bibir Fredy yang agak tebal sudah melumat bibir mungil
Jessy. Kadang Fredy menggigit-gigit kecil bibir bawah Jessy sehingga membuat Jessy
terkikik-kikik. Tangan kiri Fredy sudah masuk dari bawah t-shirt Jessy dan sibuk
meremas-remas toked Jessy yang bulat kencang itu. Tawa kecil Jessy berubah menjadi
dengusan nafas yang memburu, ketika Fredy mulai memilin-milin puting Jessy sambil
menjilati lehernya.

�Woe, lo bedua bisa ga nahan sampe kos dulu?� Tanya David tanpa harapan. �Udeh lo
nyetir aja Pir. Jangan pikirin kita bedua. � jawab Fredy seenaknya. �Iyaah nih
David rese. Hhhhh.. uhhh� tambah Jessy disela-sela desahannya. �Bell, lo servis
David napa..ehh..ahhh..� kata Jessy lagi. Semburat merah muncul di wajah Bella.
�Enak aja lo ngomong� jawab Bella agak tengsin. Tapi, David yakin, pas ngomong gitu
si Bella ngelirik dirinya (tapi memang dasarnya nih orang super PD). Ketika David
menoleh ke arah Bella, Bella langsung berkata tegas �Ga usah mikir macem-macem lo
ya!� �Eh nggak kok Bell. Gue Cuma mikir gimana caranya biar cepet sampe dan cepet
lepas dari kedua mahkluk konak di belakang� jawab David innocent. �Iya nih. Dasar
Jessy geblek� runtuk Bella sambil memanyunkan bibirnya.

Tapi situasi di jok belakang semakin tidak terkendali. Desahan Jessy sudah berubah
mejadi lenguhan liar. David & Bella juga sudah mulai mendengar bunyi berkecipakan
becek. Slep.. slep.. slep� �Auuhhhh� huaahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh�� lenguh Jessy yang
keenakan mhemeknya dikocok oleh Fredy. Tangan Fredy yang sudah menyelusup ke dalam
celana Jessy, dengan aktif jari tengah & telunjuknya mengobel-ngobel mhemek Jessy
yang rapat dan becek. Tendangan Jessy tiba-tiba menghentak jok David ketika
orgasmenya meledak. �EAAHHHHHHH� AGGHHHHHH�. GUE KELUARRRR�!!!� jerit Jessy penuh
kepuasan. Cengiran lebar menghiasi wajah Fredy. �Bangsat lo bedua. Udah sampe neh.
Sana keluar dari mobil gue. Sekaraangg..!!! Bentak David. Cepat-cepat Jessy & Fredy
merapikan pakaian masing-masing dan keluar dari mobil David. Cengiran lebar
keduanya mengiringi langkah mereka menuju kamar kos Jessy untuk menuntaskan apa
yang mereka sudah mulai.

Selama 10 menit David dan Bella diam saja. David bingung mau mulai speak-speak dari
mana, karena tingkah Fredy-Jessy tadi merusak semua scenario yang sudah disusunnya.
Bella juga keliatan masih agak jengah. Jadi David menyalakan radio. Mendengar lagu-
lagu yang keluar, si Bella jadi keliatan lebih relaks. Mereka mulai membicarakan
lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tapi, ketika penyiar radionya mulai bicara,
topiknya ternyata tentang seksologi; tepatnya tentang multi orgasme pada wanita,
David jadi panik lagi. Takut mood Bella jadi rusak. David sudah mau pindahkan
gelombang, ketika tiba-tiba Bella berkata �Emang ada ya cewe yang bisa orgasme
sampe berkali-kali?� David yang masih agak kaget akan pertanyaan tersebut butuh 3
detik untuk bisa menjawab �Seingat gue, sebagian besar cewek yang gue kenal kalo
orgasme lebih dari 2 kali. Termasuk multi kan tuh�. �Maksud lo cewek yang pernah lo
tiduri?� tukas Bella tangkas. �He-eh, iya. Gitu deh� jawab David agak tersipu-sipu.
�Lah, emang kalo elo nge-sex sama cowo lo biasanya orgasme berapa kali� Tanya David
polos. Dengan agak malu-malu Bella menjawab �Satu kali lah. Biasanya hampir
barengan ama cowo gue. �Lah emang pas foreplay ga orgasme?� Tanya David lagi.
�Foreplay kan cuma bentar, gimana bisa orgasme gue� tandas Bella heran. �Berarti
bokin lo yang kurang sabar nggarap lo di foreplay-nya. Pengen cepet-cepet nancepin
batangnya� jawab David. �Lah, lo liat tadi, si Jessy dikobel-kobel sama si Fredy
hampir 10 menit kan. Makanya tadi bisa sampe keluar gitu. Pake acara nendang jok
gue segala pula� kata David masih agak seVan. �Bener juga ya. Gue ga pernah mikir
sampe situ. Iihhhh.. jadi horny nih� batin Bella. Mendengar jawaban dan melihat
reaksi Bella, David langsung paham kalo nih cewek pengalaman seksnya masih kurang.
Atau paling nggak partner sexnya selama ini pada kurang jago. Jadinya dia belum
mengeksplore seluruh potensi seksnya.�Hihihihi.. pasti bisa gue enthot si Bella�
pikir David dengan bahagianya.

Tahap ke-1: Tunjukkan bahwa si cewek punya masalah dengan kehidupan seksnya dan
kita perhatian dan bersedia untuk �membantu� untuk mengatasinya (pada tahap ini
�bantuan� sebatas saran Bro. Begitu kata pakar mesum Dr. David). �Nurut pengalaman
gue ya Bell, dan dari artikel-artikel seksologi yang pernah gue baca, cewe itu
lebih susah capai klimaksnya dibanding cowok. Walo kaya Jessy tadi dia udeh keluar
sekali. Tapi itu baru orgasme kecil. Si Jessy belum capai klimaksnya. Lah, kalo si
Fredy sudah maen tancep aja dari menit-menit awal, bisa barengan mereka. Habis itu
game over dah. Kasihan ceweknya. Kalo cowok udah keluar, rata-rata butuh setengah
jam lagi bisa ngaceng lagi. Kebanyakan langsung molor� kata David panjang lebar
kaya ahli beneran. �Iya, cowo gue kaya gitu tuh. Kalo udah puas, langsung molor�
saut Bella bersemangat. �Itulah sebabnya si cowok sebaiknya di menit-menit awal
permainan, merangsang ceweknya, kalo bisa sampe si cewe orgasme. Fokus di daerah-
daerah sensitif si cewek, Remas-remas tokednya, pilin-pilin dan jilatin putingnya,
gigit-gitiin perutnya, mhemeknya dikobel-kobel� tambah David lagi. �Iihh.. David
bahasanya vulgar banget. Gue kan jengah� kata Bella malu. �Weh, sorry Bell. Baru
sekali ini bahas kaya ginian sama cewek. Biasanya cuma antar cowok. Makanya
bahasanya ngaco gini. Gapapa ya. Biar gampang gue neranginnya� David menjelaskan
(ini jelas-jelas bohong besar. David malah seringnya menjelaskan ini ke cewek yang
lagi curhat dan pengen dilahap sama David). �Ya udah, tersera lo lah Vid. Tapi, gue
baru sadar kalo gue bisa lebih menikmati ngeseks ya. Selama ini ada yang mengganjal
setiap gue habis ngeseks, ternyata gue belum klimaks kali ya� kata Bella agak
menerawang. �Yesss.. Tahap 1 clear� sorak David dalam hati.

Tahap ke-2: Kalo cewe merespon baik penjelasan di tahap 1 (ditunjukkan adanya
pertanyaan dan mengikuti alur penjelasan. Kalo si cewek cuek-cuek aja atau malah
berusaha mengalihkan topik, berarti penjelasan lo ga masuk di hatinya . Rugi ajak
kalo masuk ke tahap ke-2), kita bisa masuk ke tahap ke-2, yaitu: mensimulasi
situasi dimana si cewek mendapat treatment seksnya yang menjadi solusi masalahnya.
Disini cowok harus pinter-pinter milih kata-kata dan intonasi (atau pitch control
wkwkwk). Tapi inget ya, kalo cewe target lo dasarnya berjiwa lonte ato matre, kagak
perlu sampe repot-repot begini. Ajak minum ato tawarin duit, langsung aja coblos.
Ini cuma buat cewek-cewek yang punya kelas. �Bell, mau gue kasi tips ga buat Lo dan
cowok lo agar seks kalian lebih asyik lagi� David menawarkan. �Mau.. mau vid..�
sambut Bella agak kelewat bersemangat, yang kemudian dia jadi agak malu sendiri.
�Gini caranya, lo harus bayangin apa yang gue katakan. Lo inget-inget sensasinya.
Jadi lo bisa lebih mudah njelasinnya ke cowok lo past nge-seks nanti. Si Bella
tidak sadar kalo laju mobil jadi jauh lebih melambat. �Pejemin mata lo Bell.
Bayangin lo lagi bercumbu sama Cowo lo� David memulai therapinya. �Eh btw, lo
paling demen di rangsang dimana sih� Tanya David sok tanpa tendensi. �Di susu gue
Vid� jawab Bella pelan dengan wajah memerah. �Ok. Pejemin mata lo lagi. Bayangin
bibir lo bedua sudah saling melumat. Dia gigit-gigit bibir bawah lo. Lidahnya
sekali-kali masuk ke dalam mulut lo, dan mainin lidah lo. Tangannya mulai meremas-
remas toked lo. Awalnya pelan-pelan, terus semakin keras, semakin kasar. Putting lo
di pilin-pilin, dan sekali-kali ditarik.�. Bella yang memejamkan mata, nafasnya
mulai agak memburu. Dadanya naik turun lebih cepat. David semakin bersemangat
�Cowok lo mulai nyiumin leher lo. Turun terus, sampai di toked lo. Toked lo masih
diremas-remas, sambil digigit-gigit. Puting lo diisep kuat-kuat. Lidah cowok lo
mainin puting lo�. Pada saat itu, Bella sebenarnya sudah horny berat. Cuma rasa
tengsin dan ego saja yang mencegahnya menerkam David dan mengajaknya bergumul.
Tangan Bella menegang dan meremas jok mobil kuat-kuat. Bibir bawahnya digigit kuat-
kuat. Kata-kata David mengalir masuk melalui kupingnya, membawa aliran hangat ke
tokednya. Putingnya menegang dan gatal ingin dihisap. �Huummppfffff aduhh mhemek
gue gatel banget. Udah mulai banjir rasanya dibawah� desah Bella dalam hati. Tapi
Bella tidak ingin berhenti. Bella suka sensasi ini. Ditambah ada cowo asing
disebelahnya, malah membuat sensasi itu semakin kuat. �Cowo lo masih menjilati
puting lo. Tangan kirinya meremas-meremas toked lo dengan kasarnya. Sedang tangan
kanannya mulai membelai-belai selangkangan lo. Bella mendesah agak keras
�Ehhhmmm�.Uhh..�. Tangan kanannya mulai membuka celana lo dan menurunkan resleting
lo. Jari tengahnya mulai membelai bibir mhemek lo. Eh, Bell gue ga bisa nerusin
neh� potong David tiba-tiba.

Bella yang libibellya semakin memuncak, membuka mata dengan kaget �Eh napaa..?
Tanya Bella lebih keras dari yang diinginkannya. �Habis kemeja lo ga dikancing
atasnya. Jadinya gue bisa ngliat sebagian besar belahan toked lo dari samping sini.
Jadi ga konsen lah gue. Sorry ya, gue jadi horny sendiri �kata David tampak penuh
penyasalan (percayalah pembaca, ini cuma akting die aja). Bella memang tidak
mengancingkan 2 kancing atas kemeja putihnya. Belahan tokednya, dan sebagian
isinya, bisa terlihat jelas dari sisi David. Apalagi ketika Bella semakin horny,
tubuhnya semakin menegak dan dadanya semakin membusung, membuat David semakin jelas
melihat belahan toked Bella. �Wah sory Vid, bukannya gue ga mau ngancingin. Emang
ga bisa gue kancingin �jawab Bella tersipu. �Sory ya Vid. Apa yang bisa gue bantu?�
tawaran Bella mengejutkan David. Dan langsung reflek dijawab �Kasi gue blow job
bellg Bella�. Muka Bella bersemu tambah merah lagi �Ih, kamu maunya�. Karena tidak
terlihat reaksi penolakan yang berlebih, David memberanikan diri meraih pundak
Bella dan menarik Bella mendekati dirinya dan langsung melumat bibir Bella yang
sensual. Bella membalas cipokan David selama beberapa detik, kemudian melepaskan
diri dan berkata �Cuma blowjob aja ya. Lo jangan grepe-grepe gue. Awas lo� ancam
Bella manis. �Iya, gue usahakan� cengir David sambil berusaha melepaskan sabuknya
dengan tangan kiri. Walaupun Bella masih agak malu-malu, tapi sensasi gatal di dada
dan selangkangannya mengatasi logikanya sehingga keinginannya untuk menjamah
konthol David menang. Bella membuka celana David, dan terlonjak kaget ketika
konthol David yang 17.5cm meloncat keluar �Ehh.. gede banget!� pekik Bella ga
sadar. �Aduhh.. cukup ga ya mulut gue� batin Bella. Tapi karena tangan kiri David
sudah menekan kepala Bella, Bella tidak sempat berpikir ulang lagi dan langsung
membuka mulutnya untuk mencaplok palkon David. �Ehhmm�� desah David keenakan ketika
Bella mulai mengemut-ngemut palkonnya. Rasa geli dan nikmat menjalar di seluruh
konthol, selangkangan dan menjalar keseluruh tubuh.

Sambil tangan kanannya mengocok konthol David, bibir Bella melumat-lumat palkon
dengan penuh nafsu. Lidah Bella kadang-kadang menjilati lubang konthol dan
sepanjang batang konthol David. David mulai blingsatan duduknya. Konsen menyetir
jadi lebih susah lagi. Untung jalanan macet, jadi jalan pelan banget. Tangan David
menjambak rambut Bella, dan memaksanya menelan kontholnya lebih dalam lagi,
kemudian mengocoknya dengan gerakan kepala naik turun. Bella agak megap-megap
melakukan manuver ini karena konthol David yang hampir 5cm lebarnya betul-betul
memenuhi mulutnya. David yang makin horny semakin tidak tahan memegang janjinya
untuk tidak grepe-grepe. Apalagi melihat Bella yang penuh nafsu menyepong
kontholnya. Tangan kirinya bergerak ke bawah badan Bella dan menyasar area
tokednya. Dengan mudah toked Bella diraih oleh David. Langsung menyusup kedalam
kemejanya, dan meremas toked montok dari balik bra Bella. Bella sempat kaget ketika
tokednya tiba-tiba diremas �Ughhh..si David kurang ajar banget sih. Toked gue
diremes-remes.. Tapi enak banget.. Gue stop ga ya� pikir Bella bingung ambil
keputusan. Tapi, pada saat itu tangan David malah berenti meremas-remas toked
Bella. Bella yang sedikit merasa sayang, meneruskan blowjobya. Sebenarnya David
malah berusaha melepas kaitan BH Bella, yang untungnya, ada dibelakang. Dengan jari
yang sudah terlatih, kaitan BH langsung lepas. Bella juga langsung merasakan bahwa
tokednya langsung jatuh bebas tidak ada lagi yang menyangga. Belum sempat
melepaskan konthol David dari mulutnya, Bella sudah merasakan jemari kasar David
menjamah dan langsung meremas-remas tokednya yang kini tanpa pelindung. Sensasinya
luar biasa..! Libido Bella langsung naik tinggi. �Davidnn.. sialan Lo. Kan udah
janji eahh.. hahhhhh�� ucapan Bella terputus desahan erotisnya karena David
memilin-milin putingnya dengan ahli. Rasa gatal di areola tokednya yang sedari tadi
terpendam, langsung bereaksi dan menebarkan sensai nikmat yang sangat. Tubuh Bella
menggeliat-geliat tanpa bisa ditahan. �Ajrit! Ternyata toked ni anak gede bener.
Ini sih 36D! Mana kenyal banget. Mujurr�� kata David dalam hati. Melihat Bella
menggeliat-geliat keenakan dan sibuk mendesah-desah lupa akan blowjobnya, David
semakin aktif meremas-remas sepasang toked montok Bella. Kini dua tangan David juga
meremas-remas dan mempermainkan putting Bella sekaligus. Bella semakin belingsatan
karena didera gelombang libido yang semakin memuncak.

Tiba-tiba David mengangkat badan Bella agar tegak lagi. Kemudian sambil merapikan
kancing-kancing kemeja Bella yang terbuka 2 kancing lagi, David berkata �Rumah lo
yang mana neh? Udah di jalan ****�. Bella yang masih dibuai gairah birahi, agak
bingung dengan pertanyaan David dan berhentinya acara remas-meremas yang mulai
memanas. �Eh, oh.. Rumah gue ya? Oo udah sampe sini toh� jawab Bella kebingungan
dan jengah. �Itu rumah gue yang pagar coklat� tambah Bella sambil merapikan rambut
dan pakaiannya. Nafas Bella masih agak tersengal-sengal karena pacuan birahi tadi.
David memarkir mobilnya di depan pagar rumah Bella yang megah. �Anak tajir
ternyata. Gede amat rumahnya� batin David. �Vid, lo mampir ga?� tanya Bella
setengah berharap. �Iyalah. Kan lo blum nuntasi gawean lo� jawab David blak-blakan.
�U-uh. Ternyata gara-gara itu doang ya lo mau mampirnya� jawab Bella merajuk, yang
bikin David tambah gemes dan horny. �Ya udah. Ayo masuk yuk� ajak Bella.

Weh, ternyata bokap-nyokapnya Bella ada di rumah. Lagi nonton film di ruang
keluarganya yang simple tapi terlihat berkelas. Setelah dikenalkan dan basa-basi
dikit, David ditinggal di ruang tamu, bonyoknya Bella balik lagi nonton film. �Gue
ganti baju dulu ya Vid. Tunggu aja disini bentar� kata Bella sambil mengerdipkan
mata. �He-eh� balas David dengan tampang bodoh. �Anjrritt� Napa juga bonyoknya ada
di rumah. Ga bisa ngikut ke kamarnya si Bella bellg gue. Gimana nasib adek gue neh�
runtuk David dalam hati. Tiba-tiba seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tamu
sambil berkata �Neng Bella pesen, Mas David diminta nunggu di taman samping.
Minuman juga sudah Mbok taruh disana�. Diantar pembantu itu, David melangkah ke
luar rumah menuju taman di samping rumah. David bersorak dalam hati melihat tempat
yang dimaksud. Di pojok taman ada area kursi dan kolam kecil. Yang bikin David
bahagia, tempat tersebut terlindungi dari rumah karena dibalik pohon dan semak
bunga-bungaan. Berbagai skenario mesum langsung berkelebat di benak David.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Bella muncul dengan hanya
menggunakan kemeja putih kedodoran yang panjangnya hampir selututnya. Dua kancing
atas tetap terbuka. Entah mengapa, penampilan yang diluar harapan David ini malah
membuat Bella terlihat lebih sensual. Nafas David langsung memburu. David berdiri
menghampiri Bella. �Mau langsung dimulai nih Vid?� tanya Bella lirih tapi sambil
tersenyum malu-malu. �Ga usah Bell. Lo lupain aja blowjobnya. Gue udah ga minat
lagi� kata David mengejutkan Bella. �Loh, gue pikir..�. Belum habis ucapan Bella,
tangan David sudah meraih pinggang Bella kedalam pelukannya, dan bibir David
melumat bibir Bella penuh nafsu. Beberapa saat Bella gelagepan, tapi langsung bisa
mengimbangi. Tangan David bergerak turun dan meremas-remas bongkahan pantat Bella,
yang walaupun tidak semenonjol punya Jessy tapi proporsional dan kencang.

David mendudukkan Bella di kursi taman, lalu dengan kasar membuka kemeja Bella.
Sepasang toked besar dan bulat seperti melompat keluar. Mata David melotot melihat
ukuran toked Bella yang supersize seperti di film-film bokep. Impian jadi nyata!
Karena cuma diliatin saja, Bella menjadi jengah �Cuma mo liatin aja Vid?� �Sorry
Bell. Toked lo indah bener. Besar dan bulat� ujar David jujur. Kedua tangan David
langsung meraup kedua bongkahan bulat tersebut dan meremas-remasnya dengan penuh
nafsu. Gerakan memutar-mutar dari pangkal toked kemudia merucut ke putingnya,
sambil diremas-remas dengan kasar. Bella sepertinya menyukai tokednya diperlakukan
dengan kasar. Terbukti Bella langsung memejamkan mata dan mengeluarakan lenguhan
tertahan �Uuuhh�.sshhhh.. hmmmpppfff�. Puting Bella yang super sensitif tak lepas
dari ransangan David. Dipilin dan ditarik-tarik. Lalu lidah David mulai
menjilatinya, dan ditengahi oleh hisapan-hisapan dalam mulutnya. �[i]Hhmmmppffff..
enak bangetttt.. Belum pernah susu gue diginiin[i] ceracau Bella dalam hati.
Sensasi lidah David yang kasar di putih Bella, belum lagi gigitan-gigitan kecil,
membuat sensasi gatal yang menyenangkan menyebar keseluruh tubuh. Mhemek Bella
sudah mulai basah dan berkedut-kedut. Seperti bisa membaca tuntutan hati (dan
mhemek Bella), jemari David mulai menjamah selangkangan Bella. Celana dalam
sutranya ternyata sudah basah. Jari tengah David langsung menekan gundukan mhemek
Bella dan menggeseknya kuat-kuat. Tubuh Bella agak melengkung oleh sensasi
kenikmatan yang menjadi-jadi �Ouuhhh�. Etthhannn�.� lenguh Bella yang mencapai
orgasme pertamanya hari ini. Setelah kelonjotan kecil, Bella menarik napas panjang.
�Gila Vid, enak bangett..� bisik Bella di telinga David. �Ini baru pemanasan
Sayang� bisik David sambil meloloskan celana dalam Bella. David mengambil posisi
berjongkok di depan Bella yang duduk di kursi, di tengah-tengah paha Bella yg
dipentangkan lebar oleh David. �Eh, lo mo ngapain Vid?� tanya Bella agak jengah
karena muka David hanya sejengkal dari bibir mhemeknya. David tidak menjawab, tapi
langsung mengangkat paha Bella lebih tinggi sehingga pantat Bella agak tarangkat
dan mhemek lebih terekspos. David melihat dua gundukan putih yang montok tanpa
jembi dengan penuh nafsu. Tanpa tedeng aling-aling David langsung melumat bibir
mhemek Bella dengan semangat. �Davidn.. gue belum pernah diginiin..� jerit kecil
Bella, sambil berusaha menjauhkan kepala David dari selangkangannya. Tapi, David
tetap berkeras. Malah lidahnya mulai menyelusup ke dalam mhemek yang sudah basah
kuyup itu, sambil menggerakkan lidahnya naik turun dengan cepat. �Fuahhhhhh�
ahhh..ahhh.. ouuuuhhhh..� lenguh Bella lebih heboh lagi, karena rasa gatal yang
sudah sempat terpuaskan tadi, muncul kembali dengan lebih dahsyat. Rasanya ada yang
berusaha hendak keluar dari mhemeknya dan rasa itu berkumpul, bergetar, mengirimkan
gelombang kenikmatan ke sekujur tubuh Bella. Tangan Bella kini tidak lagi berusaha
menjauhkan kepala David, malah menekannya semakin erat ke selangkangannya. Sambil
menjilati klitoris Bella yang makin menonjol, jari tengah David juga aktif mengocok
lubang mhemek Bella. Suara becek berkecipakan, ditingkahi oleh lenguhan Bella yang
dibanjiri oleh sensasi birahi yang semakin memuncak. SLEP..SLEP..SLEP..� Auhh..
Auhhh.. Ekkhhhhh� Ehhhhhffffmmpppp�� Bella mendesah keenakan. Kepalanya menggeleng
ke kiri dan ke kanan. Punggungnya semakin melengkung. Tidak sampai 5 menit, Bella
sudah berkata �Vid.. vidn.. ehhmm.. gue mo kluar.. gue mo kluar..�kata Bella
terbata-bata. David cepat mengocok lubang mhemek yang smakin banjir. Dan��
OUUUHHHHHH�.. HAAHHHHHHHHH�� jeritan orgasme Bella keluar seiring banjir cairan
orgasmenya. Tidak ingin membiarkan Bella istirahat, ketika Bella mencapai orgasme,
David malah semakin kencang mengocok dan melumat klitori Bella. �AUUHHH�
AHH.AHHH .. VIDDD...�GUE GA KUATT�� rengek Bella yang dilanda gelombang orgasme 2
sekaligus� Pantat Bella sampai terangkat dan kelonjotan karena sensasi orgasme yang
bertubi-tubi. Baru David melepaskan rangsangannya. �Lebih enak lagi kan pas lo
keluar yang kedua ini Bell?� tanya David sambil nyengir jail. Bella berusaha
mengatur nafasnya yang memburu baru menjawab �Sialan lo Vid.. Gue udah ga kuat,
masih juga lo kocok-kocok vagina gue�. Ini bedanya Bella sama Jessy & Vina, walopun
dipuncak nafsu, ga ada kata-kata vulgar yang keluar. Tapi harus dicek, goyangannya
kalah ga sama mereka. �Tapi, lo demen kan. Ini pengalaman pertama lo capai orgasme
seperti ini� balas David. �Iya sih..� jawab Bella tersipu-sipu.
David langsung melepaskan celananya dan celana dalamnya. Kontholnya yang sudah
ngaceng dari tadi langsung mengacung tegak di hadapan Bella. Kedua tangan David
langsung mengangkan paha Bella lebar-lebar. Bella agak gelagepan �Eh..oh.. Lo mo
ngelakuinnya di sini? Gue blow job aja ya Vid� tawar Bella agak panik. Kalo urusan
petting dan blowjob itu ok-lah, kalo urusan mhemeknya mau dipenetrasi konthol asing
bukan milik cowoknya, itu beda lagi. Bella merasa belum siap. Apalagi melihat
ukuran kontol David yang jauh lebih besar dari konthol cowoknya. Tapi, David
nafsunya sudah diubun-ubun. Pantatnya semakin ditekan lagi ke arah selangkangan
Bella. Walopun kedua tangan Bella berusah menahan gerakan pinggang David, tapi
tenaganya yang sudah terkuras orgasme-orgasme yang bertubi-tubi, tak mampu berbuat
banyak. Sekejap saja, pal-kon David sudah mencium bibir mhemek Bella, dan mulai
menyeruak masuk. �Davidnnn� jangan dimasukinn..� erang Bella tanpa daya. Blesssh..!
Palkon dan batang kontol David masuk sebagian ke mhemek Bella yang sudah basah
kuyup. Cairan peju dan pelumas Bella memudahkan batang konthol David untuk melesak
masuk. �Ummpppfff..� Bella agak tersedak karena sensasi benda asing yang sangat
menyesaki dinding-dinding mhemeknya. �Busettt.. besar bangett.. Vagina gue penuh
banget rasanya� erang Bella dalam hati. Konthol David mulai bergerak keluar masuk
dengan teratur. Semakin lama semakin cepat. Karena mhemek Bella sempit, banyak
cairan peju Bella yang ikut keluar ketika David menarik kontholnya. Itupun
kontholnya baru masuk setengahnya. David tidak mau memaksa langsung membenamkan
seluruh batangnya, karena David ingin Bella terbiasa dulu dan ikut menikmatinya
(walopun David setengah mati nahan nafsu untuk langsung membenamkan dan masuk RPM
tinggi).

Seiring semakin lancarnya gerak masuk-keluar konthol David dalam mhemek Bella,
semakin keras lenguhan birahi Bella terdengar. Kepalanya kembali menggeleng-geleng
dengan heboh. David langsung menancapkan penuh-penuh kontholnya dan dilanjutkan
dengan kocokan gigi 4. �Hhh..Hhh.. Hhh.. sempit banget mhemek lo Bell.. Konthol gue
kaya diperet-peret. Lo jarang ngenthot ya?� ujar David penuh birahi, ditambah
pemandangan raut muka Bella yang diliputi nafsu dan goncangan kedua tokednya yang
bergerak naik turun tidak karuan karena goyangan David. Ucapan David yang vulgar
membuat sensasi gatal di sekujur selangkangan Bella semakin menghebat. �AHHHH..
AHHH� OUUHH..OUUGGHHHH�! Bella melenguh hebat ketika rasa gatal di mhemeknya
digaruk-garuk kasar oleh konthol David, sehingga meledak tanpa bisa dibendung.
Orgasmenya kali ini lebih hebat dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan masih
membiarkan kontholnya di dalam mhemek Bella, David mengangkat Bella dan dibaringkan
di atas rumput. Dengan posisi yang lebih nyaman ini, David semakin ganas mengocok
dan mengobel-ngobel mhemek Bella. Gerakan naik turun pantatnya, diselingi gerakan
memutar-mutar yang heboh, membuat Bella memasuki fase birahi yang lebih tinggi
lagi. �AHHH.. AHH.. ENAK BANGET VID.. ENAK BANGETT..!! jerit Bella penuh nafsu.
Toked Bella yang mengkal sudah penuh bekas cupangan David yang tidak bosan-bosannya
mengerjai sepasang toked melon itu. Selama 10 menit, Bella mengalami dua orgasme
lagi, yang dicapainya nyaris tanpa jeda karena David tetap menggenjot dengan torsi
tinggi ketika Bella keluar.

�Vid.. vid.. break bhentar..uhhmm. bentar aja� pinta Bella tersengal-sengal. David
menghentikan goyangannya, dan menarik keluar kontholnya. Bella memanfaatkan waktu
itu untuk memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kepalanya terasa ringan
karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Rasa bahagia dan nikmat masih meliputi
seluruh tubuhnya, sehingga udara dingin malam tidak terasa. Tiba-tiba Bella merasa
tubuhnya dimiringkan ke kanan dan kaki kirinya diangkat lebar-lebar. Membuka
matanya, Bella melihat David sedang berusaha memasukkan kontholnya dalam posisi
menyamping. �Eh, lo masih pingin ya vid. Jangan keras-keras ya Vid� pinta Bella
merajuk. Tapi, mana mungkin David memenuhi permintaan seperti ini. Palkonnya sudah
terasa semakin berdenyut-denyut dan semakin gatal ingin digaruk oleh mhemek sempit
Bella. Tanpa tedeng aling-aling David langsung membenamkan seluruh batang
kontholnya �BLESSS..SLEPPP..� . �AUUHHH�.� Pekik Bella kaget. Dalam posisi
menyamping begini, konthol David masuk lebih dalam dan lebih mudah menggesek-gesek
g-spot Bella. Tangan kirinya pun lebih mudah meraih toked Bella. Sambil meremas
toked Bella, David menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan kecepatan tinggi.
PLAK..PLAK.. PLAK.. SLEPPHH..SLEPPHH.. �Damn, mhemek lo kok makin sempit aja Bell�
maki David keenakan. Bella sebenarnya sadar kenapa David merasa mhemeknya semakin
sempit. Itu karena aliran spema David sudah berada di batangnya dan siap menyembur
keluar. Berlawanan dengan akal sehatnya yang menyuruhnya mendorong David menjauh
dan melepaskan kontholnya, Bella malah semakin heboh melenguh dan bergoyang
sedapatnya �YESS.. YESS� OUUUHHMMMMM..OUUHHHGGHHHH��. Rasa gatal yang memuncak dan
berkumpul di mhemeknya membuat Bella semakin histeris ingin cepat-cepat dipuaskan.
Tiba-tiba David meremas toked Bella kuat-kuat, dan menekan kuat-kuat kontholnya ke
dalam mhemek David, sambil melenguh puas konthol David menyemburkan pejunya kuat-
kuat �AOOUUUUHHH� HHHEEHHHHHH.. Enakknnyaa��. Lenguhan Bella yang lebih keras lagi
menandakan Bella mencapai klimaksnya. Semprotan peju dan tekanan kuat konthol David
menjebol dinding pertahanan Bella �OOOAAAHHH..HHAHHHHHHHH�.Ahh..AHH..AHH..�. Bella
kelonjotan selama beberapa saat sampai akhirnya tenang setelah badai orgasme
berlalu.

�Gila lo Vid. Baru kali ini gue ngalamin seks kaya gini. Ternyata nikmatnya luar
biasa� bisik Bella lirih pada David yang terlentang di sebelahnya. �Gue juga
nikmatin banget Bell. Ga nyangka lo jago goyangnya, dan mhemek lo peret banget.
Blum pernah gue lemes kaya gini sehabis ngenthot (ini jelas boong)� balas David.
Mendengar itu, Bella agak bersemu merah �Gue harusnya bangga, gitu� balas Bella,
yang maunya pedes tapi senyum malu-malunya menghapus kesan judesnya. �Untung
sekarang bukan masa subur gue� rajuk Bella lagi. �Vidks ya sexy� kata David lembut
sambil mengecup bibir Bella. Bella tersenyum manissss sekali. �Sayang, lo udah
punya cowok. Ga enak gue ganggu lo lagi setelah ini� tambah David. Bella diam aja.
Setelah bebenah dan bersih-bersih dikit, David pamit pulang kepada bonyok Bella.
Ketika berpisah di pagar depan, sambil mengecup ringan Bella, David masih sempat
meremas toked Bella sekali.

Esoknya. Sehabis kuliah jam pertama, David beranjak menuju kantin. Tiba-tiba HP nya
berbunyi. Jessy nelpon. �Ngapain ni Anak? Kurang puas kali sama Fredy� pikir David.
�Halo, apaan De?� sapa David. Suara Jessy yang tinggi langsung terdengar �Hei,
kupret. Lo apain si Bella kemaren hah?� damprat Jessy. �Lah, emang napa? Gue ga
apa-apain kok� jawab David berusaha keliatan innocent. �Dia mutusin si Sinyo cowo-
nya barusan�. �Hah?� jawab kaget David. � puji syukur. Kalo jodoh emang ga kemana
ya� ucap David dalam hati sambil membelai selangkangannya.

Diposkan oleh Seikat Mawar di 10.56 1 komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Label: Cerita Dewasa
Rabu, 10 Juli 2013
Cerita Dewasa - Nikmatnya Teman Sepupuku

Cerita Dewasa
Kumpulan Cerita Dewasa - Cerita Ngentot - Cerita Tante - Cerita Seks | Aku
mempunyai saudara sepupu bernama Desy yang umurnya kurang lebih 21 tahun. Dia sudah
bekerja. Sekarang dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak terlalu besar
maupun kecil. Kebetulan tempat kuliahku dengan tempat tinggalnya tidak terlalu
jauh,. Aku kadang-kadang mampir ketempatnya, untuk mengobrol maupun mendengar keluh
kesah dia, karena dari kecil kami sangat akrab.

Suatu saat aku mampir, terlihat beberapa teman sepupuku yang sedang bertamu.
Biasanya aku langsung ke ruang tamu dibelakang, membaca koran, majalah atau
menonton televisi. Karena aku pikir mereka sedang mengobrol seputar cowok atau
mengenai salon. Lalu aku dipanggil oleh sepupuku untuk diperkenalkan kepada teman-
temannya.
�Kenalin nich Della dan Ditta� kata sepupuku.

Aku menjabat tangan satu persatu teman sepupuku ini. Karena mereka sepertinya
sangat santai sekali cara mengobrolnya, aku agak sungkan lalu aku ke belakang
kembali. Kudengar cara mereka bicara seperti anak-anak seumur tujuh belas tahun.
Mereka tinggal di perumahan Bintaro, Della mempunyai tubuh padat, kulit putih,
tinggi kurang lebih 165 cm. Sedangkan Ditta agak langsing dengan payudara yang agak
lumayan menonjol serta mempunyai warna kulit yang sama dengan Della.

�Des aku pulang dulu yach, tuch sudah dijemput pacarku, masalahnya aku mau ke Bogor
ada acara keluarga� kata Ditta.
�Lho aku pulang dengan siapa nich� sela Della.
�Gampang nanti diantar oleh adik gue� jawab Desy seraya menepuk bahuku.
�Wach enggak ngerepotin nich Mas� kata Della kembali.
�Enggak koq dek� jawabku.

Lalu aku disuruh menemani Della mengobrol, karena sepupuku Desy hendak mandi.
Kulihat Della memakai rok hitam serta blazer berwarna pink, duduk santai dikarpet
membaca majalah sambil meluruskan kakinya. Kulihat begitu bening kulit dipahanya.
Lalu kami mengobrol panjang lebar, tapi kulihat dari pandangan Della agak sedikit
genit, sehingga membuatku pusing juga. Setelah Desy selesai mandi, Della mohon
pamit.

�Mas tolongin berdiri dong� sambil minta tolong kepadaku supaya meraih kedua
tangannya untuk berdiri.
�Ha ha ha Della.. Della.. Makanya minum jamu dong� ledek Desy terhadapnya.
�Aduch.. Koq begini yach pinggangku� jawab Della sambil menunduk memegang
pinggangnya.
�Nach lho.. Kenapa nich� tanya Desy.
�Enggak tahu nich� jawab Della.

Lalu aku tuntun Della ke dalam mobil.

�Ok. Des.. Sampai lusa yach bye.. bye.. �

Dalam perjalanan Della duduk di depan, menemaniku membawa mobil, dia juga minta
izin kalau dia mau rebahan sambil menurunkan sandaran jok kebelakang. Kadang kucuri
pandang paha Della yang agak tersingkap dari roknya.

�Mas sepertinya pinggangku agak salah urat nich saat duduk di karpet tadi�
�Wach itu harus cepat-cepat diurut lho.. dek� kataku.
�Tapi mau cari tukang urut dimana, malam-malam begini� kata Della.
�Memang saudara enggak ada yang bisa mengurut adek?� tanyaku memancing.
�Mereka semua di Jogya Mas,� jawabnya.
�Yach kalau enggak keberatan, aku bisa sich mengurut pinggang Della� pancingku
lagi.
�Yach udach.. � jawabnya mengangguk.

Singkat cerita aku menunggu Della diruang tamu, karena dia sedang ganti baju sambil
membuatkan aku teh manis. Della keluar dari ruang tengah sambil membawa cangkir
minuman untukku, dengan hanya mengenakan daster yang amat tipis, sehingga secara
samar-samar terlihat BH serta celana dalamnya. Wach tambah pusing aku dibuatnya.

�Minum dulu dech Mas� sapa dia.

Lalu aku diajak ke dalam kamar Della, untuk diurut.

�Mas bagian sini nich� sambil Della mengangkat dasternya hingga kebahunya dalam
keadaan terlungkup ditempat tidur.

Memang Della ini mempunyai tubuh yang padat, hingga kedua belah bagian pantatnya
tampak tersembul ke atas, dan yang lebih gilanya dia memakai celana dalam yang
model belakangnya hanya seutas tali yang menyelip diantara kedua belah pantatnya.
Tak disangka hari ini aku menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya. Lalu aku
mengambil minyak dari keranjang yang telah dia sediakan, didalam keranjang itu juga
ada beberapa botol alat-alat untuk mandi. Aku mulai menggosok bagian pinggangnya
dan kadang-kadang tanganku kusentuh pada bongkahan daging pada kedua belah
pantatnya. Dia rupanya sangat menikmati urutan tanganku dipinggangnya, hingga dia
terlelap tidur.

�Dek gimana sudah agak enakan enggak?� tanyaku.


Dia kaget terbangun lalu, dia berkata �Mas bisa tolong sekalian betis kakiku
enggak, masalahnya agak pegal-pegal juga nich�
�Yups.. � jawabku singkat.

Tampak Della agak merenggangkan kedua belah kakinya dan tetap dalam posisi
terlungkup, tampak sekilas kulihat pinggiran lubang vagina Della tersembul diantara
celana dalamnya yang memang hanya berbentuk segitiga pada bagian depannya. Aku lalu
menukar minyak gosok dengan body oil dalam keranjang diatas meja dekat tempat tidur
Della. Aku mulai menggosok dari betis ke arah paha dengan melumurkan body oil agak
banyak. Terus kuurut kedua belah betis Della hingga sampai kedua belah pahanya.

�Mas urutnya agak ditekan sedikit dibagian sini Mas, soalnya pegel amat sich� kata
Della sambil menunjuk antara paha dan pantatnya dibagian belakang, lalu dia juga
membuka tali dari celana dalamnya dan menariknya lalu ditaruhnya dekat bantal
dikepalanya. Makin jelas sudah kulihat vagina Della dari bagian belakang dan
tampaknya bulu-bulu jembutnya dicukur bersih olehnya. Aku mulai menekan pantatnya
dengan kedua jempolku, dan kadang-kadang aku sentuh lubang anus Della dengan
sentuhan halus.

�Och..� tampak Della mulai mendesah.

Aku tuang body oil banyak-banyak dikedua bongkahan daging dipantatnya, lalu aku
mulai menggosoknya turun naik dari kedua pahanya. Lalu Della menyuruhku menaruh
body oil ditelapak tanganku, lalu dipegangnya tanganku dan ditaruh disela-sela
lubang kemaluannya.

�Mas tolong gosok dibagian ini yach Mas� pintanya.

Lalu aku mulai menggosok bibir kemaluannya mulai dari lubang anus Della.

�Och.. Mas teruskan Mas.. Och.. �

Kulihat Della mulai terangsang oleh sentuhan-sentuhan kelima jariku. Tanpa buang
waktu sambil menggosok body oil kumasukan jari tengahku ke dalam lubang
kemaluannya, terus kulalukan beberapa kali, dan kulihat kedua tangan Della meramas
keras sprei ditempat tidurnya. Tiba-tiba Della bangun dari tempat tidurnya lalu
menyerangku dengan ciuman dibibirku sambil mempermainkan lidahnya. Dan dia
berbisik.

�Mas aku buka bajunya yach�

Aku hanya mengangguk tanda setuju. Dilepaskannya baju dan celanaku, hingga tak
selembarpun benang menempel ditubuhku.

�Daster adek aku buka juga yach�


Diapun mengangguk setuju. Aku disuruhnya duduk disamping tempat tidurnya, lalu
disodorkan kedua belah buah dadanya kemulutku, dan aku sambut dengan melumat kedua
belah bongkahan daging kenyal didadanya. Tangan kananku juga sudah bermain
disekitar vagina Della, tampaknya bekas body oil yang tadi sudah bercampur dengan
cairan bening dilubang kemaluan Della. Dia makin mendekap kepalaku kedadanya, dan
kadang-kadang pinggulnya menghentak-hentak ke arahku, saat jari-jariku keluar masuk
ke dalam lubang kemaluannya.

Lalu dia jongkok dihadapanku dan mulai memasukan penisku ke dalam mulutnya, tampak
penisku hilang ditelan oleh gumulan mulutnya hingga masuk menyentuh tenggorokannya.
Rasa nikmat mulai menjalar keubun-ubun kepalaku. Lalu dia permainkan lidahnya pada
ujung bagian bawah penisku. Wach sangat pintar sekali pikirku Della ini cara
merangsang laki-laki.

�Mas mau khan gantian� pintanya.

Aku mengerti bahwa Della minta dijilati vaginanya. Lalu dia mengambil handuk kecil,
disemprotnya handuk tersebut dengan minyak wangi, yang kutahu bukan minyak wangi
lokal, lalu dibersihkan selangkangannya dengan handuk tersebut. Lalu diapun tidur
terlentang dengan mengganjal pantatnya dengan dua buah bantal tidurnya. Maka tampak
jelas lubang kemaluan Della yang telah mempunyai bibir disisi kanan kirinya dengan
warna merah kecoklat-coklatan. Dan tampak pula lubang anus Della yang sudah
berwarna coklat tua, pasti dia pernah bermain anal sex juga nich pikirku. Dan
memang tidak terlihat sehelai rambutpun disekitar kemaluan dan anusnya.

Lalu aku mulai jilat bibir kemaluan Della, dan memang tidak tercium bau yang aneh-
aneh, berarti memang Della sangat rajin merawat tubuhnya. Dia mulai menggelinjang
diatas tempat tidurnya, saat kusapu kemaluannya dengan lidahku. Lalu aku oleskan
telunjukku dengan body oil, dan kumasukan pelan-pelan ke dalam lubang anusnya,
berbarengan dengan lidahku mempermainkan kelentitnya.

�Och.. Och.. Och..!!�

Tampak teriakan Della sepertinya tidak menghiraukan akan ada orang lain yang
mendengarkannya.

�Teruskan Mas.. Jangan berhenti.. Och.�

Terus kupermainkan kedua lubang Della, akhirnya dia memintaku untuk memasukkan
penisku ke dalam lubang kemaluannya. �Mas.. Pakai kondom yach.., itu ambil didalam
laci�

Ternyata didalam laci kulihat bukan hanya kondom, tetapi ada beberapa penis yang
terbuat dari karet elastis juga terdapat didalamnya. Setelah kupakai kondom,
kumasukan penisku ke dalam kemaluannya, langsung aku hentak keras beberapa kali
lubang kemaluannya. Iapun mengimbangi dengan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi,
terus kulakukan permainan keras tersebut selama tiga puluh menit, hingga kulihat
Della tidak lagi melakukan perlawanan. Sedangkan penisku belum ada tanda-tanda mau
mengeluarkan pejunya, lalu aku cabut penisku dari lubang kemaluan Della. Perlahan-
lahan aku masukan ke dalam lubang anus Della sambil meneteskan body oil dibagian
atas penisku.

�Pelan-pelan Mas..�

Terus aku tekan penisku hingga terpendam habis dilubang anus Della, dan pelan-pelan
juga aku tarik, lalu aku masukan kembali, sampai Della tidak membuat reaksi tanda
sakit dilubang anusnya. Aku mulai menggenjot tanpa henti penisku ke dalam lubang
anusnya, dan karena tidak selonggar lubang kemaluan Della, pejuku mulai berlomba-
lomba ingin keluar.
Dan saat pejuku hendak muncrat kutekan penisku dalam-dalam sambil mencium bibir dan
merangkul tubuh Della kuat-kuat. Setelah itu aku terkulai disisi tubuh Della. Dan
kulihat Della mencabut kondomku lalu membersihkan penisku dengan handuk kecilnya.
Lalu iapun merangkul diriku, sambil berbisik.

�Jaga rahasia kita berdua ini yach Mas..�

Akupun mengangguk lalu kukecup keningnya, sambil merangkulnya erat-erat.

===