0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan15 halaman

Panduan Distribusi Frekuensi Statistik

[Ringkasan] Makalah ini membahas tentang distribusi frekuensi yang meliputi penyusunan tabel frekuensi kategorikal, distribusi frekuensi relatif, distribusi frekuensi komulatif, grafik distribusi frekuensi, dan kurva frekuensi. Tujuannya adalah untuk memahami konsep-konsep tersebut dalam statistika.

Diunggah oleh

Sel Fia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan15 halaman

Panduan Distribusi Frekuensi Statistik

[Ringkasan] Makalah ini membahas tentang distribusi frekuensi yang meliputi penyusunan tabel frekuensi kategorikal, distribusi frekuensi relatif, distribusi frekuensi komulatif, grafik distribusi frekuensi, dan kurva frekuensi. Tujuannya adalah untuk memahami konsep-konsep tersebut dalam statistika.

Diunggah oleh

Sel Fia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISTRIBUSI FREKUENSI

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Statistik Ekonomi Dan Bisnis I

Dosen Pengampu:

Umi Narsih, S.Si, M.Kes

Disusun Oleh : Kelompok 2

Ulis Salamah (2018.12.0731.0228)

Rohmatul Hasanah (2018.12.0731.0218)

Putriana Nurarifa Suhma (2018.12.0731.0214)

Selfia Dwi Lailatul Hikmah (2018.12.0731.0221)

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT ILMU KEISLAMAN ZAINUL HASAN GENGGONG

KRAKSAAN-PROBOLINGGO

2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Statistik Ekonomi Dan
Bisnis I dengan judul “Distribusi Frekuensi”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada
makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kraksaan, 23 Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................i

Daftar Isi..........................................................................................................ii

BAB I Pendahuluan.........................................................................................

A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................1
C. Tujuan Masalah....................................................................................1

BAB II Pembahasan.........................................................................................2

A. Penyusunan Tabel Frekuensi Katagorikal...........................................2


B. Distribusi Frekuensi Relatif.................................................................3
C. Distribusi Frekuensi Komulatif...........................................................4
D. Grafik Distribusi Frekuensi.................................................................7
E. Kurva Frekuensi..................................................................................9

BAB III Penutup............................................................................................11

A. Kesimpulan...................................................................................11
B. Saran.............................................................................................12

Daftar Pustaka................................................................................................12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menyajikan atau mendeskripsikan data angka yang telah berhasil dihimpun itu
secara teratur, ringkas, mudah dimengerti, hingga dengan secara jelas dapat
memberikan gambaran yang cepat mengenai ciri atau sifat yang terkandung didalam
data angka tersebut.
Dengan diketahuinya ciri atau sifat yang terkandung dalam kumpulan data
angka itu berarti kumpulan data angka setiap kali kita melakukan kegiatan
pengumpulan data statistik, maka pada umumnya kegiatan tersebut akan
menghasilkan kumpulan data angka yang keadaannya tidak teratur, berserak dan
masih merupakan bahan keterangan yang sifatnya kasar dan mentah. Dikatakan kasar
dan mentah, sebab kumpulan data dalam kondisi seperti yang diebutkan diatas belum
dapat memberikan informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri atau sifat yang
dimiliki oleh sekumpulan angka tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah
ini adalah :
1. Bagaimana Penyusunan Tabel Frekuensi Katagorikal ?
2. Apa Distribusi Frekuensi Relatif ?
3. Apa Distribusi Frekuensi Komulatif ?
4. Bagaimana Grafik Distribusi Frekuensi ?
5. Bagaimana Kurva Frekuensi ?
C. TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dalam makalah ini adalah :
1. Untuk Mengatahui Penyusunan Tabel Frekuensi Katagorikal
2. Untuk Mengatahui Distribusi Frekuensi Relatif
3. Untuk Mengatahui Distribusi Frekuensi Komulatif
4. Untuk Mengatahui Grafik Distribusi Frekuensi
5. Untuk Mengatahui Kurva Frekuensi

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Penyusunan Tabel Frekuensi Kategorikal


Dalam menyusun tabel frekuensi berdasarkan katagorikal tidak dijumpai
masalah penentuan banyaknya kelas, penentuan batas kelas, interval kelas dan yang
lainnya. Dalam hal ini, hanya menentukan katagori yang mana akan di per
gunakan. Dalam menentukan katagori yang akan digunakan, sangat subyetif
sifatnya, disesuaikan dengan kebutuhan penyusun tabel frekuensi itu sendiri. Akan
tetapi, disarankan untuk memilih katagori yang telah lazim digunakan.
Pada umumnya dipilih kategori yang secara resmi digunakan oleh pemerintah.
Misalnya, pemerintah membagi tingkat pendapatan menjadi tiga katagori yaitu
tingkat pendapatan rendah, menengah dan tinggi. Demikian juga kategori industri
yaitu: industri kecil, menengah dan besar. Kepadatan penduduk suatu daerah
dikategorikan atas: penduduk jarang, sedang dan tinggi. Setelah kategori ditentukan,
tinggal memasukkan data ke masing-masing katagori ini dan menjumlahkannya.
Contoh 1
Di bawah ini adalah data mengenai kepadatan penduduk per km2di 16 provinsi
dari 32 provinsi di Indonesia, berdasarkan hasil pencacahan lengkap sensus
penduduk tahun 2010
Kepadatan Penduduk
No. Provinsi per - Km2

1 Daerah Istimewa Aceh 78


2 Sumatera Utara 178
3 Sumatera Barat 115
4 Riau 64
5 Jambi 62
6 Kepulauan Riau 205
7 Sumatera Selatan 81
8 Bengkulu 86
9 Lampung 220
10 DKI Jakarta 14.469
11 Jawa Barat 1.217
12 Jawa Tengah 987
13 D.I Yogyakarta 1.104
14 Jawa Timur 784
15 Bali 673
16 Nusa Tenggara Barat 242
2
Berdasarkan data di atas, buatlah tabel frekuensi yang disusun berdasar kan
kategori kepadatan p enduduk, yang mengacu kepada kriteria yang ditetapkan oleh
Direktorat Pembangunan Dasar, yaitu penduduk jarang (kepadatan kurang dari 200
jiwa / Km2, penduduk sedang (kepadatan antara 200 - 300 jiwa/ Km2) dan penduduk
tinggi (kepadatan penduduk lebih dari 300 jiwa / Km2).
Penyelesaian
Tabel 1 Kepadatan Penduduk 16 Provinsi dari
32 Provinsi di Indonesia, Tahun 2010
Kepadatan penduduk Banyak Provinsi
Penduduk Jarang 7
Penduduk Sedang 3
Penduduk Tinggi 6
Total 16

B. Distribusi Frekuensi Relatif


Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai
hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam
kumpulan data yang berdistribusi tertentu.
Ada kalanya, analisis statistik ingin mengetahui secara cepat proporsi
atau persentase dari data yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu. Untuk
keperluan itu distribusi frekuensi perlu dinyatakan dalam bentuk persentasi atau
fraksi. Tabel frekuensi sedemikian itu disebut tabel frekuensi relatif. Frekuensi
Relatif (fr)adalah frekuensi yang dinyatakan dalam angka relatif (persentase).
Frekuensi relatif tiap kelas dapat dihitung dengan rumus:

Frekuensi Absolut Tiap Kelas


f r=
Seluruh Frekuensi
x 100%

Contoh 2
Tabel 2 Tabel Frekuensi Relatif Penghasilan per Bulan 70 Usaha Rental Kendaraan
Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun 2010

3
Penghasilan per Bulan Banyak Usaha Rental Persentase
(Juta Rupiah) (f ) (fr)
20 - 29 1 1,43
30 - 39 4 5,71
40 - 49 7 10,00
50 - 59 13 18,57
60 - 69 25 35,72
70 – 79 15 21,43
80 – 89 5 7,14
Total 70 100

Informasi apa yang dapat diperoleh dari Tabel 2 ? Informasi yang dapat
diperoleh dengan cepat dari Tabel 2, antara lain adalah:
1) Usaha rental kendaraan roda empat yang penghasilan per bulannya berkisar
antara 20 juta rupiah hingga 29 juta rupiah, sebanyak 1 (unit) usaha.
1
atau 1,43 % ( = x 100%).
70
2) Usaha rental kendaraan roda empat yang penghasilan per bulannya berkisar
antara 70 juta rupiah hinggai 79 juta rupiah, sebanyak 15 (unit) usaha, atau

15
21, 43% ( = x 100%).
70
5
3) Hanya 7,14 % (= x 100%) dari ke 70 Usaha rental kendaraan roda empat
70
tersebut, penghasilan per bulannya berkisar antara 80 juta rupiah hingga 89
juta rupiah.
4) Usaha rental kendaraan roda empat tersebut 35,72% penghasilan per
bulannya berkisar antara 60 juta rupiah hingga 69 juta rupiah.
5) Secara kasar, dapat dinyatakan bahwa rata-rata penghasilan usaha rental
kendaraan roda empat tersebut adalah sekitar 64,5 juta per bulan (diwakili oleh
nilai tengah kelas dengan frekuensi tertinggi).

Banyak informasi lainnya yang dengan cepat dapat diperoleh dari tabel
frekuensi relatif semacam itu.

C. Distribusi Frekuensi Komulatif

Seringkali orang tertarik untuk mengetahui dengan cepat banyaknya


pengamatan (data) yang memiliki nilai di atas atau di bawah nilai tertentu. Untuk ke-

4
perluan itu, harus disusun tabel frekuensi komulatif.

Frekuensi Komulatif(Fc) dari suatu tabel frekuensi adalah frekuensi yang


dapat menunjukkan jumlah frekuensi yang terletak di atas atau di bawahsuatu
nilai tertentu dalam suatu interval kelas.

Ada dua macam frekuensi komulatif yaitu: (1) frekuensi komulatif .”kurang
dari”, dan (2) frekuensi komulatif .”lebih dari”. Tabel frekuensi yang frekuensi tiap
kelasnya disusun berdasarkan frekuensi komulatif disebut Distribusi Frekuensi
KomulatifUntuk menyusun tabel frekuensi komulatif dari sekelompok data,
penggolongan datanya dapat digunakan batas kelas (lihat Tabel 3 dan Tabel 5) dan
dapat juga digunakan tepi kelas (lihat Tabel 4 dan Tabel 6).

1. Distribusi Frekuensi Komulatif “Kurang dari”


Frekuensi komulatif “kurang dari” (less than) adalah frekuensi yang dapat
menunjukkan jumlah frekuensi yang kurang dari nilai tertentu. Frekuensi
komulatif .kurang dari. dapat ditentukan dengan menjumlahkan frekuensi pada
kelas-kelas sebelumnya.
Di bawah ini diberikan dua contoh distribusi frekuensi komulatif “kurang
dari”, yang penggolongan datanya menggunakan batas kelas (Tabel 3) dan
tepi kelas (Tabel 4).

Tabel 3 : Distribusi Komulatif “Kurang dari” Pengasilan per Bulan 70


Usaha Rental Kendaraan Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun
2010.

Penghasilan per-Bulan Banyak Usaha Persentase


(juta Rp) (f c) (%)
Kurang dari 20 0 0 0,00
Kurang dari 30 0+1 1 1,43
Kurang dari 40 0+1+4 5 7,14
Kurang dari 50 0+1+4+7 12 17,14
Kurang dari 60 0+1+4+7+13 25 35,71
Kurang dari 70 0+1+4+7+13+25 50 71,43
Kurang dari 80 0+1+4+7+13+25+15 65 92,86
Kurang dari 90 0+1+4+7+13+25+15+5 70 100,00

5
Dari Tabel 3, dapat dengan cepat diketahui, misalnya jumlah usaha rental
yang penghasilan per bulannya kurang dari 60 juta rupiah sebanyak 25 unit usaha
atau 35,71%. Jumlah usaha rental yang penghasilan per bulannya kurang dari 80 juta
rupiah sebanyak 65 unit usaha atau 92,86%.Bila penggolongan datanya dilakukan
dengan menggunakan tepi kelas,distribusi komulatif kurang dari” akan berbentuk
sebagai berikut:

Tabel 4 : Distribusi Komulatif “Kurang dari” Pengasilan per Bulan 70 Usaha


Rental Kendaraan Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun 2010.

Penghasilan per-Bulan Banyak Usaha Persentase


(juta Rp) (f c) (%)
Kurang dari 19,5 0 0,00
Kurang dari 29,5 1 1,43
Kurang dari 39,5 5 7,14
Kurang dari 49,5 12 17,14
Kurang dari 59,5 25 35,71
Kurang dari 69,5 50 71,43
Kurang dari 79,5 65 92,86
Kurang dari 89,5 70 100,00

2. Distribusi Frekuensi Komulatif”Lebih Dari”


Frekuensi komulatif “lebih dari” (more than) adalah frekuensi yang
dapat menunjukkan jumlah frekuensi yang lebih dari nilai tertentu. Frekuensi
komulatif lebih dari“ dapat ditentukan dengan menjumlahkan frekuensi pada
kelas-kelas sesudahnya sampai kelas itu sendiri. Dalam menyusun tabel frekuensi
komulatif .lebih dari., yang dipergunakan sebagai batas bawahnya adalah batas
bawah kelas atau tepi bawah kelas dari masing-masing kelas.
Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa untuk mengetahui dengan cepat
berapa banyak pengamatan (data) yang nilainya di atas nilai tertentu, dapat
dilihat melalui tabel frekuensi komulatif .lebih dari., seperti Contoh 3.
Contoh 3
Tabel 5 : Distribusi Komulatif .Lebih Dari. Pengasilan per Bulan 70 Usaha
Rental Kendaraan Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun
2010.

6
Penghasilan per-Bulan Banyak Usaha Persentase
(juta Rp) (f c) (%)
20 atau lebih 5+15+25+13+7+4+1 70 100,00
30 atau lebih 5+15+25+13+7+4 69 98, 57
40 atau lebih 5+15+25+13+7 65 92,86
50 atau lebih 5+15+25+13 58 82,86
60 atau lebih 5+15+25 45 64,29
70 atau lebih 5+15 20 28,57
80 atau lebih 5 5 7,14
90 atau lebih 0 0 0,00
Dari Tabel 5, dapat diketahui dengan cepat, misalnya jumlah usaha rental
yang penghasilan per bulannya lebih besar atau sama dengan 50 juta rupiah sebanyak
58 unit usaha atau 82,86%. Jumlah usaha rental yang penghasilan per bulannya lebih
besar atau sama dengan 80 juta rupiah sebanyak 5 unit usaha (7,14%). Jumlah usaha
rental yang penghasilan per bulannya pada kisaran 50 juta rupiah hingga 80 juta
rupiah sebanyak (58 - 5) = 53 unit usaha (75,72%). Distribusi frekuensi komulatif
.lebih dari. Tabel 3.18, pengelompokan datanya menggunakan batas kelas. Bila
pengelompokkan datanya digunakan tepikelas bentuknya sebagai berikut:

Tabel 6 : Distribusi Komulatif .Lebih Dari. Pengasilan per bulan 70 Usaha Rental
Kendaran Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun 2010.

Penghasilan per-Bulan Banyak Usaha Persentase


(juta Rp) (f c) (%)
lebih dari 19,5 70 100,00
lebih dari 29,5 69 98,57
lebih dari 39,5 65 92,86
lebih dari 49,5 58 82,86
lebih dari 59,5 45 64,29
lebih dari 69,5 20 28,57
lebih dari 79,5 5 7,14
lebih dari 89,5 0 0,00

D. Grafik Distribusi Frekuensi

Pada bagian ini akan di bahas 3 macam grafik, Yaitu : (1) Histogram, (2) Polygon,
Dan (3) Ogive.

1. Histogram
Histogram adalah gambaran mengenai suatu distribusi frekuensi, untuk setiap
kelas dari tabel frekuensi yang dinyatakan dalam segi empat. Sumbu horizontal
menunjukkan nilai-nilai data yang dinyatakan dalam kelas- kelas data dan sumbu
vertikal menunjukkan frekuensi data. Skala horizontal boleh memakai tepi-tepi kelas
(class boundaries), batas-batas kelas (class limits) atau dapat pula memakai angka
yang mudah dan relatif bulat yang mendekati.

Penyajian data dalam bentuk histogram ini akan memudahkan bagi siapa saja,
dengan cepat dapat mengetahui secara umum sifat-sifat yang dimiliki oleh data. Oleh
karena itu, histogram adalah salah satu bentuk diagram yang digunakan secara luas
dalam berbagai bidang ilmu, untuk menyampaikan pesan/informasi yang secara
cepat dapat dipahami.

Digram 3.1 Histogram Frekuensi Penghasilan per Bulan 70 Usaha Rental Kendaraan
Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun 2010.

2. Polygon Frekuensi

Poligon frekuensi adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang dibentuk


oleh titik tengah-titik tengah kelas dan frekuesi kelasnya dari suatu distribusi
frekuensi atau dari suatu histogram . di bawah ini di sajikan grafik polygon.

8
Diagram 3.2 Poligon Frekuensi Penghasilan per-BulanUsaha Rental Kendaraan
Roda Empat di Kabupaten Badung, Tahun 2010.

3. Polygon Frekuensi Komulatif

Poligon frekuensi kumulatif atau sering disebut Ogive adalah diagram


bentuk garis dari distribusi frekuensi komulatif. Sumbu vertikal menyatakan
frekuensi komulatif, dan sumbu horizontal menyatakan tepi kelas (kelas
boundaries). Ogive untuk data yang tersaji pada Tabel 3.17 dan Tabel 3.19
bentuknya sebagai berikut:

Diagram 3.3 Ogive Frekuensi Penghasilan per Bulan 70 Usaha Rental Roda Empat
di Kabupaten Badung, Tahun 2010

E. Kurva Frekuensi
9
Kurva yang diperoleh dari suatu tabel frekuensi disebut kurva frekuensi, dan
sering kali bentuknya mendekati suatu fungsi tertentu. Pada umumnya kurva
frekuensi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: (1) Kurva frekuensi yang simetris,
dan (2) Kurva frekuensi yang asimetris.

Di bawah ini disajikan beberapa bentuk kurva yang simetris dan asimetris.

Kurva simetris

Kurva Asimetris

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam menentukan katagorikal yang akan digunakan, sangat subyetif
sifatnya, disesuaikan dengan kebutuhan penyusun tabel frekuensi itu sendiri. Akan
tetapi, disarankan untuk memilih katagori yang telah lazim digunakan.

Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai


hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam
kumpulan data yang berdistribusi tertentu.
Frekuensi Komulatif(Fc) dari suatu tabel frekuensi adalah frekuensi yang
dapat menunjukkan jumlah frekuensi yang terletak di atas atau di bawah suatu
nilai tertentu dalam suatu interval kelas.Ada dua macam frekuensi komulatif yaitu: (1)
frekuensi komulatif .”kurang dari”, dan (2) frekuensi komulatif .”lebih dari”.

Grafik Distribusi Frekuensi ada 3 macam grafik, Yaitu :

(1) Histogram

(2) Polygon, Dan

(3) Ogive

11
Kurva yang diperoleh dari suatu tabel frekuensi disebut kurva frekuensi, dan
sering kali bentuknya mendekati suatu fungsi tertentu. Pada umumnya kurva
frekuensi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu: (1) Kurva frekuensi yang simetris,
dan (2) Kurva frekuensi yang asimetris.

B. Saran
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak
kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut
dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para
pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Wirawan, Nata. Cara mudah Memahami Statistika Ekonomi Dan Bisnis


(Statistika Deskriptif) edisi keempat. (Denpasar: Keraras Emas, 2016)

12

Anda mungkin juga menyukai