Anda di halaman 1dari 6

“ALLAH YANG TETAPKAN NASIB KITA ”

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
yang diampu oleh :
Fenny Anita,S.pd, M.Pd

DISUSUN OLEH:
MIFTAHUL HIDAYAH (1911201029)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB
PEKANBARU
2020
“ALLAH YANG TETAPKAN NASIB KITA ”

Disebuah desa di daerah rokan hulu, hiduplah satu keluarga yang sangat
sederhana dengan satu orang putra, dan tiga orang putri,salah satunya adalah ati
seorang bintang di SMP muhammadiyah, ati selalu mengikuti perlombaan
disekolahnya dia menjadi murid andalan. Ati dan kakaknya sekolah di SMP yang
sama hingga suatu hari terjadilah hal yang sangat mengecewakan :
“Anakku ibu ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian berdua”
“Iya ibu, ada apa “
”Begini nak ibu tidak sanggup untuk membiayayai kalian sekolah, di
karenakan ekonomi kita yang semakin parah nak,ibu harap kalian bisa
mengerti nak.”
“ Lalu ibu bagaimana dengan sekomulai hari besok tidak ada yang pergi
sekolah semua bantu ibu kekebun ya nak, kita cri makan kita.”
“Ibu saya akan bekerja untuk biayaya sekolah saya “
“Lantas bagaimana dengan kakak mu apakah kau tidak mengasihaninya atau
kau sanggup membiayyai sekolah kalian berdua?” Tanya ibu.
“Saya tetap akan sekolah ucap ati sambil menangis.”
Hari itu pun berlalu, sudah tiga hari ati dan kakak nya tidak berangkat
sekolah dengan keterangan Alpa di kelas, hari –hari yang di jalani ati sangat
membosankan, namun tidak dapat melawan orang tuanya. Hingga suatu hari
datanglah guru dan kepala sekolah menanyakan apa yang terjadi pada ati kenapa
tidak datang kesekolah karena perlombaan pramuka antar sekolah akan segera
dimulai :
“Assalamualaikum wr,wb”
“Waalaikumsalam,ucap ati sambi membuka pintu,Silahkan duduk pak buk
saya ambilkan minum sebentar ” seraya memanggil ibunya dengan
perasaan campur aduk
Tidak lama dari itu datanglah ibu ati mendekati guru dan kepala sekolah yang
duduk di ruang tamu dan merasa heran melihat guru dan kepala sekolah yang
datang kerumah mereka dengan perasaan malu ibu ati datang dan duduk bersama
mereka :
”Baik, ibu kami kesini dengan maksut menanyakan ati kenapa tidak masuk
sekolah?”.
“ Ooh, begini pak kemungkinan ati dan kakaknya memang tidak akan
melanjutkan pendidikan lagi pak, kami memiliki masalah dalam keuangan
saya tidak sanggup menanggung biaya sekolah mereka berdua “ Ucap ibu
ati.
“Tapi ibu, sangat disayangkan bagi atikalau tidak melanjutkan
pendidikannya. “
“Iya, tapi saya tidak ada biaya pak, untuk makan saja kami kesulitan.” Ucap
ibu ati.
“ Begini ibu saya akan membiayai ati sampai dia selesai mengikuti
pendidikannya karena sangat sayang kalau bakat ati tidak dilanjutkan lagi.”
ucap salah seorang guru.
“ Begini pak , terimakasih sebelumnya atas perhatian bapak dan ibu guru
tapi tidak mugkin ati sekolah sementara kakaknya tidak, pak itu tidak akan
adil. “
Ati menangis dan masuk kekamar, karena menurutnya tidak akan ada
harapan untuk bisa sekolah lagi hingga guru dan kepala sekolah itu pun pulang
.Semuanya berlalu hari hari ati dan kakaknya berjalan dengan baik Ati berjualan
sarapan pagi didepan rumahnya untuk membantu ibunya dan kakak nya
membersihkan rumah, setiap harinya berlalu hingga ati memutuskan untuk
menikah dengan seorang pria di kampungnya agar di tidak menjadi beban dalam
keluarganya , pernikahan pun berlangsung, namun allah berkehendak lain, di
kehidupan ati bertambah banyak lagi masalah dia diperlakukan seperti budak
dirumah mertuanya , hingga suatu hari dia pindah dari rumah mertuanya, di sana
dia dan suaminya hidup cukup, dia selalu tabah dalam menghadapi ujian hidupnya
yang silih berganti hingga suatu hari lahirlah anak pertama mereka , dia sangat
cantik senyumnya menjadi penenang hari ani pada saat itu, mereka hidup dihutan
dan jauh dari lingkungan masyarakat, dari tahun ke tahun kehidupan keluarga ati
semakin membaik dia juga memiliki 6 anak yang sangat ia cintai, hingga menjadi
orang yang disegani didaerah nya tapi itu tidak menjadi suatu kebnggaan baginya
karena dia sangat ramh dan rendah hati, hingga suatu hari saat semuanya berubah
kesehatan ati semakin hari semakin memburuk, belum sempat ia menikmati hasil
pencarian yang ia cari dari titik nol. Allah memberikannya cobaan yang lebih
berat lagi , putrinya yang paling kecil duduk di SMP, dia tinggal berdua bersama
suaminya anak anaknya sekolah di kota jauh dari mereka tetapi penyakit ati kali
ini sangat parah sehingga dipulangknlah anak- anak mereka dari tempat sekolah ,
semua menangis melihat keadaan ibu mereka mereka menjaga ibunya dengan
kasih sayang dua hari berlalu keadaan semakin memburuk , malam itu semuanya
merasa sangat lelah dan tinggallah ati bersama putri bungsunya karena yang lain
sudah tidur ati menatap bungsu dan berkata :
“Anakku, apakah kau merindukan ku ucapnya dengan mata yang berkaca
kaca.”
“Tentu , ibu aku sangat merindukan mu kenapa ibu tidak cerita kalau ibu
sakit?”
“Anakku ibu biasa mengalami hal ini tapi kali ini ibu merasakan hal yang
berbeda ibu merasa tidak akan lama lagi.” ucap ati sambil menangis.
“Ibu jangan berbicara seperti itu bu, aku yakin ibu akan sehat kita akan
kembali seperti dulu” ucap putri bungsu itu sambil menangis.
“Puriku aku merasa ini sungguh tidak akan lama lagi. “
“Sudah ibu atau aku akan meninggalkan mu disini , aku mencintaimu kalau
kau tiada siapa yang akan menjagaku bu .“ ucap putri ati.
“ Kau mencintaikubukan bisakah kau menepati janji bersama ibu. “
“ Iya bu aku akan menepatinya .“
“ Anakku kelak aku sudah tiada ku harus menjaga ayah mu, dan ketika ayah
mu sudah menikah lagi kau harus menyayangi dan menghormati ibu tirimu
layaknya kau menghormati dan menyayangi ibu ya nak.” ucap ati seraya
mencium putrinya itu .
“ Ibu akan baik baik saja, kita akan bersama, ayah tidak akan menikah lagi
aku mencintai ibu akan akan menjaga ibu, kita akan selalu bersama .“ ucap
putrinya seraya meng hapus air mata ati.
Tidak lama dari itu keadaan ati semakin parah ucapannya tidak lagi jelas
gelombang perutnya semakin kencang puntrinya menangis dan membangunkan
ayah dan saudarinya yang lain semua bergegas membawa ati kerumah sakit
ahirnya keberangkatan ati dipercepat malam itu juga tepatnya tengal malam itu, si
bungsu tinggal bersama kakak pertamanya yang lain pergi mengantar ati kerumah
sakit, hari itu rumah mereka mendadak sepi dan sangat berbeda bungsu merasa
sangat rindu dengan ibunya entah mengapa dia ingin menelpon ibunya namun
kakak nya menyampaikan.
“ Nanti saja pagi ini kita kepasar membeli sayur untuk dimasak hari ini. “
ucap kakak
“Iya juga kak kan nanti adk juga mau pulang ke kos sekalian kita beli alat
untuk ujian adk ya kak.”
Bungsu dan kakaknya pun pergi kepasar berbelanja syur dan peralatan ujian
si bungsu tetapi hati kakak tiba tiba teringat ibu, mereka bergegas pulang dan
menelpon ibu nya, tetapi dikarenakan pulsa tidak ada bungsu membeli pulsa
kerumah pamannya yang tidak jauh dari rumah mereka sebelumnya sudah
diminta bungsu kepada saudari sepupunya untuk mengisi pulsanya tapi mungkin
dia lupa menyampaikan kepada ayahnya :
“Paman, ada pulsa.”
“Ada sebentar ya paman panggilkan bibi mu paman ingin sholat. “ ucap
paman
“Iya paman. “
Sibungsu pun mengisi pulsa bersama bibi dan bibi mengambil uang
kembalian didekat paman, sebelum paman solat hp nya berbunyi dan paman
mengangkat telpon itu dari luar terdengar bibi mengucapkan” tidak mungkin,
yaallah ”dengan suara yang bergetar bungsu yang penasaran dengan apa yang
terjadi datang menghampiri bibinya seraya bertanya:
“Kenapa bibi?”
“Ibumu nak ibumu ,sambil memeluk bungsu.”
“ Ada apa dengan ibu bi ,ucap bungsu dengan air mata yang sudah tidak bisa
ia bendung lagi.”
“Nak ibumu telah tiada. “
“Innalilahiwainnalillahirojiun.”ucap bungsu .
Sibungsu pun terduduk sangat tidak berdaya perasaan sangat kacau semua
terasa seperti mimpi. Hingga ia pulang kerumah dan melihat sudarinya sudah
terduduk lemah dia datang dan berlari seraya berkata “kakak ibu udah gak ada
kak, kita gak punya ibu lagi”, tangisan kakak beradik itu pecah membuat tetangga
sekitar datang dan berusaha menenangkan mereka. Proses pemakaman pun
dilaksanakan. Disaat itulah bungsu berpikir benar Allah akan menjemput
miliknya bila saatnya tiba, “Aku harap wanita yang kucinta ini akan menjadi
penghuni surga mu yang abadi” ucap bungsu dalam hati sambil memeluk poto
ibunya.