0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
715 tayangan12 halaman

MVAC Gedung

Sistem tata udara pada bangunan gedung meliputi AC dan sistem pendinginan lainnya. AC bekerja dengan memindahkan kalor dari ruangan ke luar menggunakan refrigeran. Sistem pendinginan dapat langsung atau tidak langsung, di mana sistem tidak langsung melibatkan sirkulasi air es untuk mendinginkan udara. Faktor yang mempengaruhi rancangan AC antara lain suhu, kelembaban, dan kecepatan udara.

Diunggah oleh

Fauzan Azhiima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
715 tayangan12 halaman

MVAC Gedung

Sistem tata udara pada bangunan gedung meliputi AC dan sistem pendinginan lainnya. AC bekerja dengan memindahkan kalor dari ruangan ke luar menggunakan refrigeran. Sistem pendinginan dapat langsung atau tidak langsung, di mana sistem tidak langsung melibatkan sirkulasi air es untuk mendinginkan udara. Faktor yang mempengaruhi rancangan AC antara lain suhu, kelembaban, dan kecepatan udara.

Diunggah oleh

Fauzan Azhiima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM TATA UDARA PADA BANGUNAN GEDUNG

A. AIR CONDITIONING (AC)

1. Prinsip Kerja Sistem AC (Air Conditioning System)

(a) Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. AC
sebagai pendingin memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan, AC
sebagai pemanas, memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam
ruangan (di negara beriklim kutub).

(b) Refrigerant adalah zat pendingin yang berasal dari gas metan (CH4) yang
hidrogennya diganti dengan Halogen Fluor atau Chloor, dalam bahasa
perdagangan adalah Freon. Contoh ; Freon 11: C C13F (Trichloro mono fluoro
methan), dan Freon 12: C C12F3 (Dichloro difluoro methan).

(c) Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pada tempratur biasa,
tidak berbau dan tidak beracun. Untuk refrigerant Industri seterti pabrik es
dan gudang pendingin, dipakai zat pendingin amoniak (NH3) yang berbau
tetapi lebih murah dari pada Freon.

2. Fungsi AC

Sebagai pengatur suhu ruang sesuai dengan yang dikehendaki, sehingga


tercipta kondisi udara yang nyaman. Karena itu, AC memberikan fasilitas bagi
bangunan:

a) Sebagai pengatur suhu - pendingin - pemanas


b) Pengatur kelembaban
c) Memperlancar distribusi O2, agar mempunyai komposisi ideal bagi
pernafasan.

Kondisi udara yang dirasakan nyaman oleh tubuh manusia


berdasarkan PERMENAKER No.5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja Pasal 40 yang berbunyi:

(3) Suhu ruangan yang nyaman harus dipertahankan dengan ketentuan:


a. Suhu Kering 23°C (dua puluh tiga derajat celsius) – 26°C (dua puluh enam
derajat celsius) dengan kelembaban 40% (empat puluh persen) – 60%
(enam puluh persen).
b. perbedaan suhu antar ruangan tidak melebihi 5°C (lima derajat celsius).

(4) Kadar oksigen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebesar 19,5%
(sembilan belas koma lima persen) sampai dengan 23,5% (dua puluh tiga
koma lima persen) dari volume udara

Kecepatan udara : 0.25 m/s

Faktor - faktor yang berpengaruh pada rancangan AC:

1) Primer
 Kecepatan udara
 Temperatur udara
 Kelembaban udara
 Rapat udara, yaitu udara yang dibutuhkan manusia berkisar: 30-50 m3/jam
per-orang.
 Pabrik (adaptasi) 80 m3/jam/orang
 Sinar Matahari
2) Sekunder
 Kondisi ruangan
 Fungsi dan kapasitas ruangan
 Jenis dan macam material yang dipakai

Gambar 1. Skema sistem AC


Sistem pengkondisian udara dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1) Sistem Ekspansi Langsung

Dengan sistem ini, pendinginan secara langsung dilakukan oleh refrigerant


yang diekspansikan melalui koil pendingin, sedangkan udara disirkulasikan
dengan cara menghembuskannya dengan menggunakan blower / fan melintasi
koil pendingin tersebut. Sistem ini biasanya dipergunakan untuk beban
pendinginan udara yang tidak terlalu besar seperti keperluan ruangan di rumah,
misalnya penyegar udara ruangan (AC room unit).

Bagian - bagian AC (Air Conditioner) Unit Beserta Fungsinya:

1) Compressor (kompresi). Yaitu berfungsi untuk memompa gas refrigerant


2) Evaporator (pengembunan). Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur
dingin
3) Recervoir. Yaitu berfungsi untuk manyimpan gas dari condensor sebelum
dialirkan ke compressor.
4) Condensor (penguapan).Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur
panas
5) Filter Dryer. Berfungsi sebagai penyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli
6) Motor Fan Dan Blower. Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower
agar terjadinya sirkulasi udara

2) Sistem Tidak Langsung (Indirect Cooling)

Beberapa peneliti mengemukakan bahwa sistem tak langsung


mengkonsumsi lebih banyak energi dibandingkan dengan sistem langsung
(direct expansion - DX). Hal ini disebabkan karena energi tambahan yang
diperlukan guna mensirkulasikan fluida sekunder dan lebih rendahnya
temperatur evaporator pada mesin refrigerasi akibat pertukaran panas yang
tidak langsung. Pada beberapa aplikasi sistem tak langsung, pemanas ulang
(reheater) dipergunakan untuk menyesuaikan temperatur udara dengan
kebutuhan; hal ini turut menyumbang besarnya konsumsi energi refrigerasi
sistem tak langsung
Sistem ini biasanya digunakan untuk bangunan gedung. Media yang dipakai
adalah air es / chilled water dengan temperatur 5°C. Air es di produksi dalam
chiller, mesin pembuat air es yang menggunakan refrigerant sebagai zat
pendingin. Udara di semprotkan pada kumparan pipa di mana air es
disirkulasikan, mesin pengolah udara/Air Handling Unit (AHU) yang berisi;
kumparan pipa (coil), blower dan filter udara. AHU dapat ditempatkan di setiap
lantai atau satu AHU mlayani 2-3 lantai atau jika lantai tingkat sangat luas, maka
satu lantai dilayani 2 atau lebih AHU.

AC Central adalah satu sistem AC yang digunakan untuk seluruh bangunan.


Unit pendingin utama digunakan 2 unit Water Cooled Water Chiller dimana satu
unit beroperasi dan satu unit sebagai cadangan, unit Chiller beroperasi dengan
menggunakan “Primary Refrigerant” berupa refrigerant R123 pada unit Chiller &
R 134A pada unit purging yang sudah ramah lingkungan, nantinya akan
mendinginkan “Secondary Refrigerant” berupa air, dimana air yang sudah
didinginkan ini di sirkulasikan oleh Chilled Water Pump ke AHU dan FCU. Berikut
skema kerja AC central:

1) Air dari cooling tower masuk refrigerator melalui condensor,refrigerator ini


difungsikan untuk mendinginkan air panas dari AHU.
2) Dalam refrigerator ini terjadi proses pendinginan air, air panas dari AHU masuk
chiller dalam refrigerator diubah menjadi air dingin,yang kemudian air dingin
tersebut disirkulasikan kembali ke dalam AHU yang mana AHU digunakan untuk
mengkondisikan / mengubah udara panas dalam ruang menjadi dingin.
3) Udara panas dalam ruang akan dihisap kedalam AHU melalui lubang register
yang kemudian diubah menjadi udara dingin dengan penambahan O2.
4) Udara segar dari AHU ini akan didistribusikan kembali pada setiapruangan
dengan tekanan velocity yang cukup.
Bagian - bagian AC Central:

1) Chiller (Unit Pendingin)


Chiller atau Unit Pendingin merupakan mesin yang berfungsi untuk
mendinginkan air di bagian evaporator. Air dingin ini yang kemudian dialirkan ke
mesin penukar kalor (Fan Coil Unit) sebelum ditransfer ke seluruh ruangan yang
terhubung dengan AC sentral.
Jenis Chiller atau Unit Pendingin dibagi berdasarkan mekanisme geraknya
(jenis compressor), ada 5 diantaranya:

1) Reciprocating, yaitu menggunakan piston yang bergerak maju mundur


untuk melakukan kompressi.

2) Screw, compressor yang memiliki dua buah rotor yang terdiri dari male dan
female, tekanan hasil kompressi terjadi ketika gas melewati rotor male dan
female sehingga tertekan.
3) Rotary, yaitu menggunakan piston yang berputar eksentrik, menggunakan
blade yang berputar sebagai pembatas antara sisi hisap dengan sisi tekan.

4) Centrifugal Yaitu tekanan hasil kompressi yang terjadi akibat adanya gaya
sentrifugal.
5) Scroll Tekanan hasil kompressi terjadi ketika gas memasuki scroll yang
berputar dan terjepit scroll lainnya.
2) Pompa Sirkulasi
Guna keperluan mensirkulasikan air yang sudah didinginkan oleh unit Chiller
ke AHU maupun air yang mendinginkan unit condenser di Chiller ke Cooling
Tower, maka di gunakan masing-masing sistem satu paket Pompa sirkulasi air
dingin dan Pompa sirkulasi air pendingin.

Pompa sirkulasi pada mesin AC sentral terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1) Chilled Water Pump: adalah jensi pompa sirkulasi air dingi yang
berfungsi untuk mengalirkan air dingin yang berasal dari chiller ke koil
pendingin (AHU atau FCU).
2) Condensor Water Pump adalah jenis pompa sirkulasi yang berfungsi
mengalirkan air pendingin yang berasal dari kondensor chiller ke bagian
coolung tower.

3) Cooling Tower Unit


Unit ini berfungsi sebagai pendingin unit condenser pada unit Chiller dengan
media yang digunakan adalah air, dimana sistem kerja Cooling Tower dapat
dijelaskan sebagai berikut : condenser di unit Chiller akan memiliki temperatur
dan tekanan yang tinggi akibat tekanan kerja dari Kompresor, sehingga
diperlukan media pendingin untuk merubah fase refrigerant di condenser
tersebut, untuk itu dibuat suatu sistem pendinginan dengan menggunakan
media air yang disirkulasikan oleh pompa ke unit Cooling Tower, dimana air
yang disirkulasikan tersebut akan membawa kalor dari condenser untuk
kemudian di lepaskan kalornya ke udara di Cooling Tower, sehingga air akan
mengalami penurunan temperatur dan kembali disirkulasikan kembali ke unit
condenser.

Unit Cooling Tower sendiri terdiri dari : satu unit casing Cooling Tower,
Motor Blower, Basin dan Water Filler atau jika diartikan menjadi sirip - sirip
pendingin air.

4) Air Handling Unit (AHU) dan Fan Coil Unit


Air Handling Unit maupun Fan Coil Unit memiliki kesamaan fungsi, Air
Handling unit difokuskan untuk menangani kapasitas pendinginan yang lebih
besar sedangkan Fan Coil Unit difokuskan untuk kapasitas pendinginan yang
lebih kecil, dalam sistem ini AHU di gunakan untuk mengkondisikan fresh air
(udara segar) dari udara luar yang akan didistribusikan sebagai tambahan udara
segar untuk FCU dan kamar juga sebagai distribusi suplai udara dingin guna
keperluan koridor di masing-masing lantai.
Komponen - komponen dari AHU maupun FCU sebenarnya cukup sederhana
yang terdiri dari : Casing, Koil, Filter Udara dan Motor Blower.

Pengkondisian udara dibagi menurut sistem pendinginannya:

1) Air Cooled
a. Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas kecil
b. Efisiensi rendah
c. Maintenance rendah.
2) Water Cooled
a. Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar.
b. Efisiensi lebih besar
c. Maintenance lebih tinggi karena menyangkut persoalan penyediaan air.

Jenis Sistem Distribusi AC

1) AC Unit
Jarak inlet (evaporator) dan outlet (condensor) cooling unit cukup deka atau
terdapat dalam satu wadah (container). Misalnya AC window (self contained AC
unit) dan AC split (fan coil filter unit).

2) AC Central
Adalah satu sistem AC yang digunakan untuk seturuh bangunan. Untuk
multi stories building ditengkapi dengan AHU (Air Handling Unit) di tiap lantai.
Fungsi AHU adalah untuk mengatur distribusi udara yang dikondisikan pada
setiap lantai. Evaporator terdapat pada setiap AHU atau pada tiap ruang, bila
dikehendaki untuk diatur suhunya.

Jenis AC Menurut Medianya

1) All Air System


Adalah sistem AC dengan suplai udara olahan yang didistribusikan dari
pendingin sudah berupa udara, bukan cairan pendingin. Peralatan ditempatkan
secara memusat pada suatu ruang yang dikondisikan, pemusatan dengan
penyediaan udara dan refrigerant plants memungkinkan operasi dan
pemeliharaan tidak mengganggu ruang yang lainnya.

All air system dapat dibagi atas dua jenis yaitu single


duct (cooling dan heating melalui satu duct) dan dual
duct (cooling dan heating dengan duct terpisah). Untuk single duct dapat dibagi
menurut kemampuan pengaturan pendinginan atas : constant volume (CV)
dan variable air volume (VAV), CV berfungsi untuk mengatur pendinginan yaitu
temperatur udara dingin yang diubah sedangkan pada VAV flow udara dingin
yang diubah. Kelebihan sistem ini antara lain : lokasi mesin dan perangkat
utama lainnya terpisah dari ruangan yang dikondisikan sehingga memudahkan
pemeliharaan, terdapat banyak sekali pilihan dalam merangkai sistem ini, dapat
memanfaatkan free cooling menggunakan udara luar, pilihan zooning,
fleksibilitas dan kontrol kelembaban yang luas. Kekurangan sistem ini adalah:
memerlukan ruang ducting yang cukup, pada bangunan bertingkat diperlukan
tambahan shaft untuk ducting, perlu bekerja sama dengan arsitektur untuk
mendapatkan tempat untuk mesin.

Gambar 2-11  Skema CV All-Air System 


Gambar 2-12 Skema VAV All-Air System

Keuntungan sistem ini:


 Ruang yang dikondisikan bebas dari pipa pembuangan, kabel daya listrik dan
filter.
 Adanya kebebasan untuk distribusi udara yang optimal cocok untuk
penggunaan exhaust dan make-up udara yang besar.
 Fleksibilitas dan kontrol kelembaban pada semua kondisi operasi yang
mudah.

Kekurangan sistem ini:


 Balancing sukar sekali untuk daerah yang tidak serentak dihuni.
 Out clearance dapat mengganggu floor space untuk duct-riser dan fan.

2) All Water System


Suatu sistem yang menggunakan media air atau cairan lain sebagai
pendingin. Disirkulasikan lewat coil dari suatu terminal udara ke dalam ruang.
Pada musim dingin dapat diubah menjadi penyediaan panas. Suhu ruang
dikontrol oleh katup air / larutan lain yang teratur dalam coil. Pengatur Suhu
Evaporator terdapat pada setiap ruang dari distribusi All Water System.
3) Water to Air System
Adalah sistem AC dengan AHU. Peralatan pengatur udara dan refrigerant
plant diletakkan terpisah dari ruang yang dikondisikan. Pengaturan temperatur
untuk tiap ruang dapat semaksimal mungkin balk suku maupun kecepatan
udaranya dengan fan. Dari pendingin ke AHU berupa air / larutan pendingin,
dari AHU ke ruang berupa udara.

4) Direct Expansion System


Adalah sistem AC yang mempunyai satu self compact unit, bisa diletakkan di
dalam maupum dengkat ruang yang dikondisikan.

Beban Penyejukan (Cooling Load). Proses penyejukan pada mesin AC,


intinya udara panas didalam ruangan dihisap kemudian diolah menggunakan
komponen-komponen AC. Udara panas yang dihisap inilah yang menjadi beban
penyejukan pada AC yaitu panas yang harus dibuang oleh AC dari dalam ruang
keluar ruang agar suhu udara tetap dalam batas kenyamanan termal. Beban
penyejukan ruangan dibagi dalam 2 bagian yaitu :

1. Beban penyejukan luar (external cooling load). Beban penyejukan ini terjadi
akibat penambahan panas dalam ruangan yang dikondisikan karena sumber
kalor dari luar yang masuk melalui selubung bangunan, partisi,ventilasi dan
infiltrasi. 2.
2. Beban penyejukan dalam (internal cooling load). Beban penyejukan ini
terjadi karena panas dari sumber yang ada dalam ruangan, yaitu manusia,
penerangan, peralatan.

Anda mungkin juga menyukai