Skip to content
GuruPendidikan.Com
MENU
Rumus Deret Aritmatika
Oleh gurupendidikanDiposting pada 7 Februari 2021
Barisan bilangan adalah himpunan bilangan yang diurutkan menurut suatu aturan/pola tertentu yang
dihubungkan dengan tanda “,”. Jika pada barisan tanda “,” diganti dengan tanda “+”, maka disebut
deret.. Masing-masing bilangan itu disebut suku-suku barisan
Rumus-Deret-Aritmatika
Pengertian Aritmatika
Aritmatika atau aritmetika yang kata yang berasal dari bahasa Yunani αριθμός = angka yang dulu biasa
disebut Ilmu Hitung merupakan cabang tertua (atau pendahulu) dari matematika yang mempelajari
operasi dasar bilangan.
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Vektor Matematika : Pengertian, Rumus, Operasi Vektor,
Contoh Soal
Barisan Aritmatika
Barisan Aritmetika adalah suatu barisan bilangan dengan pola tertentu berupa penjumlahan yang
memiliki beda atau selisih yang sama/tetap.
Rumusan Barisan Aritmatika
Suku-sukunya dinyatakan dengan rumus berikut :
U1, U2, U3, ….Un
a, a+ b, a+2b, a + 3b, …., a + (n-1) b
Selisih (beda) dinyatakan dengan b
b = U2 – U1 = U3 – U2 = Un – Un – 1
Suku ke n barisan aritmatika (Un) dinyatakan dengan rumus:
Un = a + (n-1) b
Keterangan :
Un = suku ke n dengan n = 1,2,3, …
a = suku pertama → U1 = a
b = selisih/beda
(1) 3, 7, 11, 15, 19, …
(2) 30, 25, 20, 15, 10,…
Bentuk Barisan Aritmatika
Bentuk-Barisan-Aritmatika
Keterangan:
a = U1 = Suku pertama
b = beda
n = banyak suku
Un= Suku ke-n
Contoh Barisan Aritmatika
Suku pertama dari barisan aritmatika adalah 3 dan bedanya = 4, suku ke-10 dari barisan aritmatika
tersebut adalah …
Penyelesaian:
a=3
b=4
Conoth Umum Barisan 1
Diketahui barisan aritmatika sebagai berikut: 5, 8, 11, …
Tentukan: Nilai suku ke-15 !
Penyelesaian:
Conoth Umum Barisan 2
Suku Tengah Barisan Aritmatika
Jika barisan aritmatika mempunyai banyak suku (n) ganjil, dengan suku pertama a, dan suku terakhir Un
maka suku tengah Ut dari barisan tersebut adalah sebagai berikut:
Suku-Tengah-Barisan-Aritmatika
Perhatikan bahwa selisih di antara suku-sukunya selalu tetap. Barisan yang demikian itu disebut barisan
aritmetika. Selisih itu disebut beda suku atau beda saja dan dilambangkan dengan c.
Barisan (l) mempunyai beda, b = 4. Barisan ini disebut barisan aritmetika naik karena nilai suku-sukunya
makin besar.
Barisan (2) mempunyai beda, b = -5. Barisan ini disebut barisan aritmetika turun karena nilai suku-
sukunya makin kecil.
Suatu barisan U1, U2, U3,….disebut barisan aritmetika jika selisih dua suku yang berurutan adalah tetap.
Nilai Untuk menentukan suku ke-n dari barisan aritmetika. perhatikan kembali contoh barisan (l).
3, 7, 11, 15, 19, …
Misalkan U1, U2, U3 , …. adalah barisan aritmetika tersebut maka
U1 = 3 =+ 4 (0)
U2 = 7 = 3 + 4 = 3 + 4 (1)
U3 = 11 = 3 + 4 + 4 = 3 + 4 (2)
….
Un = 3 + 4(n-1)
Secara umum, jika suku pertama (U1) = a dan beda suku yang berurutan adalah b maka dari rumus Un =
3 + 4(n – 1) diperoleh 3 adalah a dan 4 adalah b. Oleh sebab itu, suku ke-n dapat dirumuskan
Un = a + b(n-1)
Barisan aritmetika yang mempunyai beda positif disebut barisan aritmetika naik, sedangkan jika
bedanya negatif disebut barisan aritmetika turun.
U1, U2, U3, …….Un-1, Un disebut barisan aritmatika, jika
U2 – U1 = U3 – U2 = …. = Un – Un-1 = konstanta
Un = a + (n-1)b = bn + (a-b) → Fungsi linier dalam n
Contoh Barisan Aritmatika :
Tentukanlah suku ke 15 barisan 2, 6, 10, 14, …
Jawab:
n = 15
b = 6-2 = 10 – 6 = 4
U1 = a = 2
Un = a + (n-1) b
U15 = 2 + (15-1)4
= 2 + 14.4
= 2 + 56 = 58
Diketahui barisan aritmetika 3, 8, 13, …
Tentukan suku ke-10 dan rumus suku ke-n barisan tersebut!
Suku keberapakah yang nilainya 198 ?
Jawab :
Dari barisan aritmetika 3, 8, 13, … diperoleh suku pertama a = 3 dan beda b = 8 – 3 = 5.
Un = a + (n – 1)b
U10 = 3 + (10 – 1)5
=3+9x5
= 3 + 45
= 48
Un = a + (n – 1)b
= 3 + (n – 1)5
= 3 + 5n – 5
= 5n – 2
Misalkan Un = 198, maka berlaku :
Un = 198
5n – 2 = 198
5n = 200
n = 40
Jadi 198 adalah suku ke- 40
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 54 Gambar Jaring jaring Balok Lengkap Dengan
Contohnya
Deret Aritmatika
Deret Aritmatika adalah penjumlahan dari suku-suku pada barisan aritmatika.
Rumus Deret Aritmatika
Bentuk umum deret aritmatika :
a + (a + b) + (a+2b) + (a+3b) + … + (a+(n-1)b )
Jumlah suku hingga suku ke n pada barisan aritmatika dirumuskan dengan:
Sn = (2a + (n-1) b ) atau Sn = ( a + Un )
Seperti telah dibahas sebelumnya, deret adalah bentuk penjumlahan dari suku-suku pada sebuah
barisan. Jika U1, U2, U3, … barisan aritmetika. U1, U2, U3, … adalah deret aritmetika.
Untuk mendapatkan jumlah n suku pertama dari deret aritmetika, perhatikan kembali deret yang
dihasilkan barisan (l ).
3 +7 + 1l + 15 + 19 + …
Jika jumlah n suku pertama dinotasikan dengan.Sn maka S dari deret di atas adalah :
Perhatikan jumlah 5 suku pertama, S yang diperoleh. Angka 3 pada perhitungan tersebut berasal dari
suku pertama, sedangkan l9 adalah suku ke-5. Oleh karena itu, jumlah suku ke-n adalah
Contoh-Deret-Aritmatika
Sisipan pada Barisan Aritmatika
Apabila antara dua suku barisan aritmatika disisipkan k buah bilangan (suku baru) sehingga membentuk
barisan aritmatika baru, maka:
Beda barisan aritmatika setelah disispkan k buah suku akan berubah dan dirumuskan:
Sisipan-Barisan-Aritmatika
Keterangan:
b’ = beda barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku
n’ = banyak suku barisan aritmatika baru
n = banyak suku barisan aritmatika lama
k = banyak suku yang disisipkan
Sn’ = jumlah n suku pertama setelah disisipkan k buah suku
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rumus Kuartil, Desil, Persentil LENGKAP
Contoh Sisipan Barisan Aritmatika
Antara bilangan 20 dan 116 disisipkan 11 bilangan sehingga bersama kedua bilangan semula terjadi
deret hitung. Maka jumlah deret hitung yang terjadi adalah …
Penyelesaian:
Diketahui: deret aritmatika mula-mula: 20 + 116
a = 20
Un = 116
n=2
k = 11 bilangan
banyaknya suku baru : n’ = n + (n-1) k
= 2 + (2-1) 11 = 2 + 11 = 13
Jadi, jumlah deret aritmatika setelah sisipan adalah 884
Contoh Soal Deret Aritmatika
Suatu deret aritmatika 5, 15, 25, 35, …
Berapakah jumlah 10 suku pertama dari deret aritmatika tersebut?
Jawab:
n = 10
U1 = a = 5
b = 15 – 5 = 25 – 15 = 10
Sn = (2a + (n-1) b )
S10 = ( 2. 5 + (10 -1) 10)
= 5 ( 10 + 9.10)
= 5 . 100 = 500
Jumlah suku yang pertama dari barisan 20 + 15 + 10 +…… adalah …..
a). -550
b). -250
c). -75
d). -115
c). -250
Penyelesaian :
a = 20
b = U2-U1
= 15-20
= -5
Sn = n (a + Un)
Un = a + (n – 1) b
U20 = 20 + (20-1)(-5)
= 20 + (19) (-5)
= 20 – 95
= – 75
S20 = . 20 (20 + (-75))
= 10 (-55)
S20 = – 550
Jawaban : A
2. Jumlah 10 suku pertama dari deret aritmatika : 3 + 5 + 7 + 9 + ….. adalah …..
a). 105
b). 120
c). 150
d). 155
e). 165
Penyelesaian :
a=3
b = U3 – U2 – 1
= U3 – U2
=7–5
=2
Sn = n (2a + (n-1)b)
= 10 (2 (5) + (10-1)2)
= 5 (6+9) 2
= 120
Jawaban : B
Jika jumlah tak hingga dari deret geometri adalah 6 dan rasionya – , maka suku pertamanya adalah …..
a). 2
b). 3
c). 8
d). 10
e). 12
Penyelesaian :
S=
6=
6=
6=
6=
6=
6 x a => 6 x 5 = = 10
Jawaban : D
Jumlah tak hingga deret geometri adalah 6 + 2 + + adalah …..
a). 7
b). 6
c). 9
d). 10
e). 18
S=
a=6
r= = =
S2 = = = 6
S2 = 6 x = = 9
Jawaban : C
Diketahui barisan aritmatikan dengan U4 = 11 dan U8 = 23. Suku ke 15 dari suku barisan aritmatika itu
adalah …..
a). 345
b). 44
c). 49
d). -40
e). -44
Penyelesaian :
Un = a + (n-1)b
= a + (4-1)b = 11
= a + 36 = 11
U8 = a + (8-1)b = 23
= a + 7b = 23
Eliminasi a + 3b = 11
a + 7b = 23
-4b = -12
b= =3
Substansi a + 3b = 11
a + 3 (3) = 11
a + 9 = 11
a = 11 – 9 = 2
U15
Un = a + (n-1) b
U15 = 2 + (15-1) 3
= 2 + (14 x 3) = 44
Jawaban : B
Dari suatu barisan aritmatika diketahui U2 = 7 dan U6 = 19. Suku ke 8 dari barisan aritmatika tersebut
adalah …..
a). 25
b). 26
c). 28
d). 31
e). 34
Penyelesaian :
Un = a + (n-1) b
U2 = a + (2-1) b = 7
= a + 1b = 7
U6 = a + (6-1)b = 19
= a + 5b = 19
Eliminasi :
a+1b=7
a + 5b = 19
-4b = -12
b=– =3
Subtitusi :
b=3
a+1b=7
a + 1 (3) = 7
a+3=7
a = 7 -3 = 4
U8
Un = a + (n-1) b
U8 = 4 + (8-1) 3
= 4 + (7 . 3)
= 25
Jawaban : A
Dari suatu barisan aritmatika diketahui U10 = 41 dan U5 = 21. U20 barisan tersebut adalah …..
a). 69
b). 73
c). 77
d). 81
e). 83
Penyelesaian :
Un = a + (n-1) b
U10 = a + (10-1)b = 41
U5 = a + (5-1)b = 21
a + 4b = 21
eliminasi :
a + 9b = 41
a + 4b = 21
5b = 20
b= =4
subtitusi :
b=4
a + 9b = 41
5 +a + (9.4) = 41
a + 36 = 41
a = 41- 36
=5
U20
Un = a + (n-1)b
U20 = a + (n-1) b
U20 = 5 + (20+1) 4
= 5 + (19.4)
= 5 + 76
= 81
Jawabannya : d).
Gaji seorang karyawan setiap bulan dinaikan sebesar Rp 5.000,00jika gaji pertama gajian tersebut Rp.
100.000 …..
a). Rp. 1.205.000
b). Rp. 1.255.000
c). Rp. 260.000.000
d). Rp. 1.530.000
Penyelesaian :
Sn = n (2a + (n-1) b
12 (2 . 100.000) +(12-1)5000
= 6 (200.000+55.000)
= 6 (225.000) = 1.530.000
Jawabannya : d). 1.530.000
Sebuah perusahaan mempunyai peluang untuk menjual hasil pproduksinya0,65 jika di produksi
2.500.000unit brang, maka diperkiraan banyak hasil produksi yang tidak terjual adalah …..
a). 625.000 unit
b). 875.000 unit
c). 1.125.000 unit
d). 1.375.000 unit
e). 1.625.000 unit
Penyelesaian :
. 2.500.000= 1.625.000
2.500.000 – 1.625.000 = 875.000 unit
Hasil produk yang terbaik terjual adalah
Jawaban : B
Suatu perusahaan pada tahun pertama memproduksi 5000 unit barang, pada tahun-tahun
berikutnyaproduksinya turun secara tetap80 unit per tahun. Pada tahun keberapa perusahaan tersebut
memproduksi 3000 unit barang?
a). 24
b). 25
c). 26
d). 27
e). 28
Penyelesaian :
Un = a + (n-1) b
3000 = 5000 + (n-1) (-80)
3000 = 5000 + (80n) + (80)
80n = 5000 – 3000 + 80
80n = 2000 + 80
80n = 2080
n = 2080 : 80 = 26
Jawaban : C
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rumus Volume Tabung : Luas Permukaan, Tinggi, &
Contoh Soal
Seorang pemilik kebun memetik jeruknya setiap hari,dan mencatat banyaknya jeruk yang dipetik.
Ternyata banyaknya jeruk yang dipetik pada hari ke-n memenuhi rumus Un= 50 + 25n. Jumlah jeruk
yang telah dipetik selama 10 hari yang pertama adalah …..
a).2000
b).1950
c).1900
d).1875
e).1825
Penyelesaian :
Sn = n (2a +(n-1)b)
S10 = 10 (2.75+(10-1)25)
S10 = 5 (150+(9.25)
S10 = 5 (150+225)
S10 = 5 (375)
S10 = 1875 buah
Jawaban : D
Dua piluh pekerja mendapat upah harian dengan hasil pekerjaannya sebagai berikut : pekerja 1
mendapat Rp.12.000, pekerja 2 mendapat Rp.12.500, pekerja 3 mendapat Rp.13.000 dan seterusnya
hingga upah tersebut membentuk deret aritmatika. Jumlah upah satu hati yang harus disiapkan oleh
pemberi upah adalah …..
a).Rp. 670.000
b).Rp. 340.000
c).Rp. 335.000
d).Rp. 220.000
e).Rp. 700.000
Penyelesaian :
Sn = n (2a + (n-1)b)
S20 =
20 (2.12000+(20-1)500)
= 20 (24000+19)500)
= 10 (24000+9500)
= 10 (33.500)
= 335.000
Jawabannya : C
Diketahui Barisan geometri dengan suku pertama 2 dan suku ke 5 = 640,maka rasionya adalah …..
a).2
b).8
c).1
d).4
Penyelesaian :
a=2
Un = a.r n-1
640 = 2 . r s-1
= r4
256 = r4
R4 = 256
R=4
Jawaban : D
Jika suku pertama suatu barisan geometri = 16 dan suku ketiga = 36, maka besar suku kelima adalah …..
a).-81
b).-52
c).-46
d).46
e).81
Penyelesaian :
a = 16
U3 = 36
Un = a r n-1
U3 = 16.r3-1
36 = 16.r2
= r2
R2 =
r=
r=
r=
U5 = 16 ( )r-1
= 16 ( )4
= 16 .
= 81
Jawaban : E
Seseorang berjalan kaki dengan kecepatan 8km/jam pada jam pertama. Kemudian pada jam
keduakecepatan menjadi setengahnya dari jam pertama,demikian seterusnya. Jarak terjauh yang
ditempuh orang tersebut adalah …..
a).4
b).8
c).12
d).14
e).16
Penyelesaian :
U1 = 8
U2 = 4
r= = =
S2 =
= x
= 16
Jawaban : E
Contoh 2.1
1, 2, 3,… merupakan barisan aritmatika dengan beda, b = 1.
1, 3, 5, … merupakan barisan aritmatika dengan beda, b = 2.
1, -1, 1, -1,…. bukan barisan aritmatika sebab
U2 – U1 = -1 – 1 = -2 ? 2 = 1 – (-1) = U3 – U2
Diketahui barisan aritmatika dengan unsur ke 2 adalah 10 dan beda = 2.
Tentukan unsur ke 1, ke 3, dan ke 4 dari barisan itu.
Penyelesaian:
Karena b = Un – Un-1 = 2, maka U2 – U1 = 2. Jadi U1 = U2 – 2 = 10 – 2 = 8.
Secara sama diperoleh U3 – U2 = 2 = b. Jadi U3 = U2 + b = 10 + 2 = 12, dan
U4 = U3 + b = 12 + 2 = 14.
Menurunkan Rumus Unsur ke n Barisan Aritmatika
Jika U1 = a, U2, U3,…, Un,… merupakan barisan aritmatika, maka unsur
ke n dari barisan itu dapat diturunkan dengan cara berikut.
U1 = a
U2 = a + b
U3 = U2 + b = (a + b) + b = a + 2b
U4 = U3 + b = (a + 2b) + b = a + 3b
U5 = U4 + b = (a + 3b) + b = a + 4b
?
Un = a + (n-1)b
Jadi rumus umum unsur ke n suatu barisan aritmatika dengan unsur
pertama a dan beda b adalah:
Un = a + (n-1)b
Contoh 2.2
Diketahui barisan aritmatika dengan unsur ke 2 adalah 10 dan beda = 2.
Tentukan unsur ke 7 barisan itu.
Penyelesaian:
Diketahui U2 = 10, b = 2. Dengan menggunakan rumus Un = a + (n-1)b,
diperoleh
U2 = a + (2-1)b
U2 = a + b
a = U2 – b
= 10 – 2
= 8.
U7 = a + (7-1) b
=a+6b
= 8 + 6 (2)
= 8 + 12
= 20.
Jadi unsur ke 7 dari barisan adalah 20.
Contoh 2.3
Mulai tahun 2000, Pak Arman mempunyai kebun tebu. Penghasilan kebun
tebu Pak Arman pada akhir tahun 2000 adalah Rp 6.000.000,-. Mulai tahun
2001, Pak Arman memupuk kebun tebunya dengan pupuk kandang. Pak
Arman memperkirakan bahwa setiap akhir tahun, penghasilan kebun tebunya
naik Rp 500.000,-. Berapa perkiraan penghasilan kebun tebu Pak Arman pada
akhir tahun 2005?
Penyelesaian:
Misalkan:
a = penghasilan kebun tebu Pak Arman pada akhir tahun 2000.
b = perkiraan kenaikan penghasilan kebun tebu Pak Arman setiap akhir tahun.
P2005 = perkiraan penghasilan kebun Pak Arman pada akhir tahu 2005.
Jadi a = Rp 6.000.000,-, b = Rp 500.000,-, dan P2005 akan dicari.
Karena perkiraan kenaikan penghasilan kebun tebu Pak Arman setiap
akhir tahun adalah tetap, maka untuk menentukan penghasilan kebun Pak
Arman pada akhir tahun 2005, kita dapat menerapkan rumus unsur ke n dari
barisan aritmatika dengan
U1 = a = a = Rp 6.000.000,-, b = Rp 500.000.
P2005 = U6 = a + 5b
= 6.000.000 + 5(500.000)
= 6.000.000 + 2.500.000
= 8.500.000.
Jadi perkiraan penghasilan kebun tebu Pak Arman pada akhir tahun 2005
adalah Rp 8.500.000,-
Dengan adanya deret aritmatika, kita dapat membentuk barisan yang
terkait dengan deret tersebut. Barisan demikian disebut barisan aritmatika.
Contoh 2.4
Tentukan jumlah 25 suku pertama deret 3 + 6 + 9 +….
Penyelesaian:
Deret 3 + 6 + 9 +…. adalah deret aritmatika dengan a = 3 dan b = 3. Oleh
karena itu dengan menggunakan rumus Sn =
n[2a + (n -1)b] diperoleh:
S25 =
(25) [2(3) + (25 -1)(3)]
25
[6 + 24(3)]
=
25
(6 + 72)
= 25 (39)
= 975.
Jadi jumlah 25 suku pertama dari deret 3 + 6 + 9 +…. adalah 975.
Contoh 2.5
Tentukan jumlah semua bilangan ganjil antara 50 dan 100.
Penyelesaian:
Diketahui a = 51, b = 2, dan Un = 99.
Untuk mencari jumlah semua bilangan ganjil di antara 50 dan 100, pertamatama
kita cari dulu banyaknya bilangan ganjil di antara 50 dan 100, yaitu n
dengan menggunakan rumus:
Un = a + (n – 1) b
99 = 51 + (n – 1)(2)
99 = 51 + 2n – 2
99 = 49 + 2n
2n = 99 – 49
n = 25.
Selanjutnya dengan rumus jumlah n suku pertama suatu barisan aritmatika,
Sn =
n[2a + (n -1)b]
diperoleh:
S25 =
(25)[2(51) + (25 -1)(2)]
= 25(51 + 24)
= 25(75)
= 1.875.
Jadi jumlah semua bilangan ganjil antara 50 dan 100 adalah 1.875.
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rumus Kerucut : Volume Luas Permukaan, Tinggi, Dan
Gambar
Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Sebarkan ini:
FacebookTwitWhatsApp
Posting pada Matematika, S1, SMADitag 5 contoh barisan aritmatika, aritmatika dasar, barisan dan deret
kuliah, contoh deret hitung, contoh soal aritmatika dan jawabannya, contoh soal banyak suku barisan
aritmatika, contoh soal baris geometri, contoh soal barisan aritmatika sma, contoh soal barisan dan
deret geometri, contoh soal barisan dan deret kelas 11, contoh soal cerita barisan aritmatika dalam
kehidupan sehari hari, contoh soal cerita deret aritmatika dan jawabannya, contoh soal dan
pembahasan barisan dan deret aritmatika dan geometri, contoh soal dan pembahasan materi deret
aritmatika, contoh soal deret angka, contoh soal deret aritmatika beserta jawabannya, contoh soal deret
aritmatika dan geometri, contoh soal deret aritmatika ekonomi, contoh soal deret aritmatika kelas 11,
contoh soal deret geometri, contoh soal deret geometri tak hingga, contoh soal garis aritmatika, contoh
soal mencari beda deret aritmatika, contoh soal menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika,
contoh soal un barisan dan deret aritmatika dan penyelesaiannya, deret angka, deret aritmatika
bertingkat, deret aritmatika dan geometri, deret aritmatika pdf, deret aritmatika pecahan, deret
aritmatika smatika, deret geometri, deret ukur, hubungan barisan dan deret, konsep deret, materi
aplikasi barisan, materi deret aritmatika, pengertian baris aritmatika, pengertian barisan dan deret,
pengertian barisan geometri, pengertian deret, penyelesaian deret aritmatika, persamaan aritmatika,
rumus aritmatika bertingkat, rumus barisan geometri, rumus deret angka, rumus deret aritmatika
bertingkat, rumus deret aritmatika brainly, rumus deret aritmatika dan contoh soal, rumus deret
aritmatika dan geometri, rumus deret aritmatika kelas 11, rumus deret aritmatika tak hingga, rumus
deret bilangan, rumus deret geometri, rumus geometri, rumus jumlah deret aritmatika, rumus sn
aritmatika bertingkat, sebutkan pengertian rumus aritmatika, sifat sifat deret aritmatika, sisipan barisan
geometri, suku tengah barisan aritmatika
Navigasi pos
Pos sebelumnya
√ Teks Cerita Fiksi
Pos berikutnya
Pengertian Pendidikan
Pos-pos Terbaru
Reproduksi jamur – Pengertian, Vegetatif, Generatif, Mekanisme
Politik Parokial – Pengertian, Budaya, Ciri, Kaula, Partisipan, Para Ahli
Jenis Atmosfer Bumi Beserta Fungsinya
Bentuk dan Timbul Kesadaran Nasionalisme
Bagian dan Struktur Lapisan Kulit
Media Massa Dalam Komunikasi Politik
Pengertian Informasi
Pengertian Dan Perbedaan Fakta dan Opini beserta Contoh
Fermentasi – Pengertian, Sifat, Faktor, Tujuan, Tahapan, Manfaat, Asam Laktat, Contoh
Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak, Pemerintahan
Artikel Pilihan
Contoh Soal Psikotes
Contoh CV Lamaran Kerja
Rukun Shalat
Teks Eksplanasi
Teks Eksposisi
Teks Deskripsi
Teks Prosedur
Contoh Gurindam
Contoh Kata Pengantar
Contoh Teks Negosiasi
Alat Musik Ritmis
Tabel Periodik
Niat Mandi Wajib
Teks Laporan Hasil Observasi
Contoh Makalah
Alight Motion Pro
Alat Musik Melodis
21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran
Video Bokeh Museum
69 Contoh Teks Anekdot
Proposal
Gb WhatsApp
Contoh Daftar Riwayat Hidup
Naskah Drama
Created By : GuruPendidikan.Com | 2014