HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA
TRIMESTER II DAN TRIMESTER III DENGAN
PERSIAPAN PERSALINAN DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS RIJALI
KOTA AMBON
SKRIPSI
Oleh :
DIANA TAYE
NPM. 1420116033
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MALUKU HUSADA
KAIRATU
2020
1
LEMBAR PENGESAHAN
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II
DAN TRIMESTER III DENGAN PERSIAPAN PERSALINAN DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON
SKRIPSI
Disusun Oleh:
DIANA TAYE
NPM. 1420116033
Pembimbing I Pembimbing II
Asih Dwi Astuti, S.ST.,M.Kes Ns. Nurfitriyana Tunny, S.Kep
Mengetahui,
Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan
(Ira Sandi Tunny, S.Si.,M.Kes)
NIDN: 1208098501
2
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Diana Taye
Npm : 1420116033
Program Studi : Keperawatan
Judul Skripsi : Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan
Trimester III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota.
Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas akhir yang saya buat ini benar-
benar hasil karya atau pendapat saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan
tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan dan pikiran saya
sendiri.
Apabila suatu saat nanti dapat dibuktikan bahwa tugas akhir ini adalah
hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi yang telah ditetapkan.
Demikian surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Kairatu, 21 Mei 2020
Yang Membuat Pernyataan
Diana Taye
NPM. 1420116033
KATA PENGANTAR
3
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT dan segala puji hanya miliknya,
Tuhan yang Maha Esa dan Maha Bijaksana karena berkat taufik dan
hidayah-Nyalah sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul,
“Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan Trimester III
Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota
Ambon”. Proposal ini disusun guna untuk memenuhi persyaratan dalam
menempuh pendidikan S-1 Ilmu Keperawatan di STIKes Maluku Husada.
Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi penelitian ini tidak lepas
dari bantuan pihak, oleh sebab itu penulis ingin mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Pembina Yayasan Sikes Maluku Husada Bapak Hamdan Tunny,S.Kep.,M.Kes
2. Ketua Stikes Maluku Husada Bapak Dr.Sahrir Silehu,SKM.,M.Kes
3. Ira Sandi tunny,S.Si.,M.Kes. Selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan
4. Asih Dwi Astuti, S.ST.,M.Kes, selaku pembimbing I yang telah rela
meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan masukan serta
arahan yang sangat berharga kepada peneliti.
5. Ns. Nurfitriyana Tunny, S.Kep, selaku pembimbing II yang telah banyak
mengarahkan dan membimbing peneliti sehingga proposal ini dapat
terselesaikan.
6. Penguji 1 dan penguji 2
7. Kedua malaikatku orang tua yang tercinta, yang sudah memberikan doa
dan motivasi dan nasehat kepada peneliti.
4
8. Adik-adikku, yang telah memberikan doa dan dukungan kepada peneliti
dalam penyusunan proposal ini.
9. Suamiku tercinta dan anak-anakku tersayang yang telah banyak membantu
memotivasi peneliti dalam menyusun proposal ini.
10. Teman-temanku tersayang mitha, lela, afny, djihan, dan acha yang menemani,
memberi dukungan, dan memotivasi peneliti dalam menyusun proposal ini.
Kairatu, 21 Mei 2020
Peneliti
DAFTAR ISI
5
Halaman Judul ……………………………………………………….…… i
6
Lembar Pengesahan ……………………………………………….……… ii
Lembar Pernyataan Keaslian Penelitian ……………………….…………. iii
Kata Pengantar …………………….……………………………………… iv
Abstrak vi
Daftar Isi ……………………….………………………………………….
Daftar Tabel ………………………….…………………………………… viii
Daftar Istilah …………………………..………………………………….. Ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………...…………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………….. 7
1.3 Tujuan ………………………………………………………. 7
1.3.1 Tujuan Umum ……………………………………….. 7
1.3.2 Tujuan Khusus ………………………………………. 7
1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………….. 8
1.4.1 Manfaat Teoritis ……………………………………... 8
1.4.2 Manfaat Praktis ……………………………………… 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan ………….…………. 9
2.1.1 Definisi ………..……….…………………………….. 9
2.1.2 Klasifikasi Pengetahuan ……………….…………….. 9
2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan ……………,,………. 10
2.1.4 Tingkat Pengetahuan ……………..………………….. 11
2.1.5 Pengukuran Pengetahuan …………….……………… 12
2.1.6 Faktoe-Faktor Yang Mempengaruhi …………...……. 13
2.2 Tinjauan Umum Tentang Persiapan Persalinan …….…...…. 14
2.2.1 Definisi ………….…………………………………… 14
2.2.2 Persiapan Persalinan …………..……………………... 15
2.2.3 Faktor Yang Mempengaruhi …………..…………….. 20
2.3 Keaslian Penelitian ………….……………………………… 30
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL
3.1 Kerangka Konsep …………….…………………………….. 32
3.2 Hipotesis Penelitian ……………………..………………….. 33
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian ...…………………..…………………….. 34
4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian ……..……………..…………. 34
4.3 Populasi, Sampel dan Sampling ………………….………… 34
4.4.1 Populasi ..…………………….………………………. 34
4.4.2 Sampel ..……………………….……………………... 35
4.4.3 Sampling .………………………..…………………… 35
4.4 Variabel Penelitian …...…………………….………………. 35
4.4.1 Variabel Indenpenden .……………………….……… 35
4.4.2 Variabel Dependen .……………………….…………. 35
4.5 Defenisi Operasional ……...………………….…………….. 36
7
4.6 Instrumen Penelitian …………………………..……………. 36
4.7 Prosedur Pengumpulan Data ………………………….……. 38
4.7.1 Data Primer ……………………….…………………. 38
4.7.2 Data Sekunder ……………………….………………. 39
4.8 Analisa Data .……………………….………………………. 39
4.8.1 Teknik Pengolahan Data ……………………….……. 39
4.8.2 Analisa Univariat ………………………..…………… 41
4.8.3 Analisa Bivariat ……………………..……………….. 41
4.9 Etika Penelitian …………….……….……………………… 41
Daftar Pustaka
DAFTAR TABEL
8
Tabel Hal
2.1 Keaslian Penelitian …………………………………………. 31
4.1 Defenisi Operasional …………………………………………. 36
4.2 Kisi-Kisi Kuesioner ………………………………………….. 38
DAFTAR ISTILAH
AKB : Angka Kematian Bayi
AKI : Angka Kematian Ibu
9
BAK : Buang Air Kecil
Depkes : Departemen Kesehatan
HDK : Hipertensi Dalam Kehamilan
HPHT Hari Pertama Haid Terakhir
KB : Keluarga Berencana
Kemenkes : Kementrian Kesehatan
PAP : Pintu Atas Panggul
P4K : Program Perencanaan Persalinan Pencegahan Komplikasi
SDKI : Survey Demografi Kesehatan Indonesia
SUPAS : Survey Penduduk Antar Sensus
WHO : World Health Organization
Daftar Lampiran
Lampiran I : Surat izin pengambilan data awal dari kampus StikesMH
Lampiran II : Surat izin penelitian dari Kesbangpol
Lampiran III : Informed Consent
Lampiran IV : Kuesioner
Lampiran V : Uji SPSS
Lampiran VI : Dokumentasi Penelitian
10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
11
Menurut World Health Organization (WHO, 2014), bahwa Angka
Kematian Ibu (AKI) di dunia mencapai 289.000 jiwa. Dimana terbagi atas
beberapa Negara, antara lain Amerika Serikat 9.300 jiwa, Afrika Utara
179.000 jiwa dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka kematian ibu di Negara-
Negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup,
Vietnam 49 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 26 per 100.000 kelahiran
hidup, Brunei 27 26 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 jiwa.
Sebagian besar kematian ibu terjadi di negara berkembang karena kurang
mendapat akses pelayanan kesehatan, kekurangan fasilitas, terlambatnya
pertolongan persalinan disertai keadaaan social ekonomi dan pendidikan
masyarakat yang masih tergolong rendah .
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
merupakan salah satu indikator untuk mencerminkan derajat kesehatan ibu
dan anak, serta cerminan dari status kesehatan suatu negara. Hasil survey
demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, AKI yaitu 305 per
100.000 kelahiran hidup yang mengalami penurunan dari tahun 2012 yaitu
359 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB sendiri menurut survey
penduduk antar sensus (SUPAS) pada tahun 2015 yaitu 22,23 per 100.000
kelahiran hidup, yang artinya sudah mencapai target MDG 2015 sebesar 23
per 1.000 kelahiran hidup (KemenKes, 2016).
Angka kematian bayi yang dilaporkan di Provinsi Maluku pada Tahun
2014 adalah 9 per 1.000 kelahiran hidup, yang artinya dari 1.000 kelahiran
bayi terdapat 9 orang bayi yang meninggal. angka kematian bayi di Provinsi
12
Maluku mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke 2014 sebesar 2,07% yaitu
mencapai 9 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka
Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Maluku dari tahun 2010 sampai dengan 2014
sangat fluktuatif pada tahun 2014 AKI mengalami penurunan yaitu 205 per
100.000 kelahiran hidup yang artinya dari 100.000 kelahiran hidup terdapat
199 orang ibu yang meninggal, angka ini masih jauh dari target AKI Nasional
yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. (Profil Kesehatan
Maluku 2014).
Upaya penurunan kematian ibu dan bayi, dapat dilakukan dengan
peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah
satu upaya yang dilakukan adalah memberdayakan keluarga dan masyarakat
untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian dengan membuat
perencanaan persalinan. Diperlukan peran tenaga kesehatan untuk
memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil untuk dapat menjaga
kehamilannya serta mempersiapkan persalinan sehingga dapat mengantisipasi
secara dini kegawatdaruratan maternal neonatal yang mungkin terjadi
(Depkes, 2009).
Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K)
adalah kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka menerapkan peran
aktif suami, keluarga dan dan masyarakat dalam merencanakan persalinan
yang aman dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya
komplikasi pada saat hamil, bersalin dan nifas, termasuk perencanaan
menggunakan metode keluarga berencana (KB) pasca persalinan dengan
13
menggunakan stiker P4K sebagai media pencatatan sasaran dalam rangka
meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru
lahir (Depkes RI, 2009).
P4K menggunakan stiker yang dipasangkan pada semua rumah ibu
hamil, stiker P4K berisi data tentang nama ibu hamil, taksiran persalinan,
tempat persalinan, transportasi yang digunakan, dan calon donor darah.
Orientasi stiker P4K untuk pengelola program dan stakeholder terkait di
tingkat Provinsi, Kabupaten atau Kota dan puskesmas (Depkes RI, 2009).
Salah satu upaya untuk mencegah keterlambatan penanganan
persalinan adalah dengan adanya kesiapan persalinan. Adanya kesiapan
persalinan dapat dilakukan dengan mempersiapkan rencana kelahiran dan
mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi pada persalinan ibu.
Mempersiapkan rencana kelahiran adalah rencana yang dibuat oleh ibu,
bapak dan petugas pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi penolong dan
tempat bersalin, serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya
persalinan. Kemudian keluarga juga perlu mempersiapkan rencana jika terjadi
komplikasi pada persalinan ibu, seperti mengidentifikasi tempat rujukan dan
transportasi untuk mencapai tempat tersebut, mempersiapkan donor darah,
mengadakan persiapan finansial serta mengidentifikasi pembuat keputusan
pertama dan pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak
ada di tempat (Pantiawati dan Saryono, 2010 dalam Riska Rahmadani 2017).
Ibu Hamil penting sekali mempunyai pengetahuan tentang persiapan
persalinan, terutama primigravida. Primigravida adalah ibu yang hamil untuk
14
pertama kali. Pada umumnya ibu primigravida memiliki pengetahuan yang
kurang tentang persiapan persalinan, karena mereka tidak memiliki
pengalaman yang cukup. Ibu harus mengetahui bagaimana cara menahan rasa
sakit saat melahirkan, bagaimana menahan emosi saat melahirkan, rasa
cemas, gugup, bingung dan lainnya serta mengetahui tanda-tanda persalinan
seperti pecahnya ketuban dan persiapan persalinan berupa biaya, menentukan
tempat persalinan di lakukan dan ditolong oleh siapa, serta mempersiapkan
perlengkapan bayi. Salah satu yang harus dipersiapkan ibu menjelang
persalinan yaitu hindari kepanikan dan ketakutan dan bersikap tenang,
dimana ibu hamil dapat melalui saat-saat persalinan dengan baik dan lebih
siap serta meminta dukungan dari orang-orang terdekat, perhatian dan kasih
sayang tentu akan membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan
melahirkan. Kurangnya pengetahuan ibu tentang persiapan dan tanda-tanda
persalinan dapat menyebabkan bahaya pada ibu apabila ketuban sudah pecah
dan ibu tidak mengetahui bahwa pecahnya ketuban adalah tanda-tanda
persalinan, serta memicu persalinan lama, abortus dan eklampsia (Kasdu
2011 dalam Visi Pramita 2015).
Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (over behaviour).Pengetahuan diperlukan
sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan
perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan
fakta yang mendukung tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2014).
15
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Visi Pramita (2015)
dengan judul Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Persalinan Dengan
kesiapan primigravida menghadapi persalinan di BPM Yulianawati Amd. keb
Kabupaten Nganjuk, didapatkan hasil dari uji statistik chi-square p value =
0,002 < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang
persalinan akan menentukan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi
persalinan. Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik tentang persalinan,
akan lebih siap dalam menghadapi persalinan.
Berdasarkan pengambilan data awal pada tanggal 15 Mei 2020 di
Puskesmas Rijali Kota Ambon, terdapat 30 orang ibu primigravida trimester
III yang memeriksakan kehamilannya, dari semua ibu primigravida trimester
III bila dilihat dari daftar kunjungan yang ada di puskesmas, tidak semuanya
memeriksakan kehamilannya secara rutin. Hal ini yang memungkinkan ibu
kurang mendapatkan pengetahuan tentang persiapan persalinan. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 4 orang ibu primigravida
trimester III didapatkan bahwa 2 orang yang belum mempersiapkan
persalinannya. Ibu dengan kehamilan yang pertama belum memiliki persiapan
secara fisik, psikologis, finansial, budaya dan kesiapan materi dalam
menghadapi persalinannya nanti. Ibu mengatakan bahwa dia belum
mempunyai pengalaman, dan belum paham tentang apa saja yang disiapkan
dalam persalinan, belum tahu pasti rencana melahirkan akan ditolong oleh
tenaga kesehatan di Puskesmas atau di RS. (Puskesmas Rijali).
1.2. Rumusan Masalah
16
Berdasarkan uraian dari latar belakang, maka masalah utama dalam
penelitian ini adalah: “Apakah ada Hubungan Antara Pengetahuan Ibu
Primigravida Trimester III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun 2020”?
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara
Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester III Dengan Persiapan
Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun
2020.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi pengetahuan tentang persiapan persalinan ibu
primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota
Ambon Tahun 2020
2. Mengidentifikasi persiapan persalinan pada ibu primigravida
trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun
2020
3. Menganalisis hubungan pengetahuan ibu primigravida trimester III
dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon Tahun 2020
1.4. Manfaat penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
17
Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan
bagi ilmu pengetahuan di bidang keperawatan khususnya keperawatan
maternitas.
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Bagi Puskesmas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukkan bagi
Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan
kuantitas pemberian asuhan kebidanan secara komrehensif
khususnya pendampingan pada ibu dan keluarga dalam menghadapi
persalinan sehingga secara tidak langsung dapat menekan AKI dan
AKB.
2. Bagi Ibu Hamil
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan ibu hamil tentang persalinan dan meningkatkan kesiapan
ibu primigravida dan keluarga dalam menghadapi persalinan.
3. Bagi Institusi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan di
perpustakaan kampus, selain itu dapat dijadikan bahan bacaan dan
data awal untuk penelitian selanjutnya yang sesuai dengan topik ini.
4. Bagi Peneliti
18
Menambah ilmu pengetahuan serta memberikan masukan mengenai
persiapan persalinan pada ibu primigravida.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan
2.1.1 Definisi Pengetahuan
19
Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi
setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.
Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni: indera
penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Sebagian
besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga
(Notoatmodjo, 2014).
Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (over behaviour). Pengetahuan
diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri
maupun sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa
pengetahuan merupakan fakta yang mendukung tindakan seseorang
(Notoatmodjo, 2014).
2.1.2 Klasifikasi Pengetahuan
Budiman dan Riyanto (2014) menyatakan bahwa jenis
pengetahuan diantaranya sebagai berikut :
1. Pengetahuan Implisit
Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam
dalam bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang
tidak bersifat nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.
2. Pengetahuan Eksplisit
Pengetahun eksplisit adalah pengetahuan yang telah
didokumentasikan atau disimpan dalam wujud nyata, bisa dalam
20
wujud perilaku kesehatan. Pengetahuan nyata dideskripsikan dalam
tindakan-tindakan yang berhubungan dengan kesehatan.
2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan
1. Cara tradisional
Untuk memperoleh penegetahuan cara tradisional terdiri dari
4 cara yaitu :
a. Cara coba dan salah (trial and eror)
b. Cara kekuasaan atau otoritas
c. Berdasarkan pengalaman pribadi
d. Melalui jalan pikir
2. Cara modern
Cara ini adalah cara memperoleh penegtahuan yang lebih
sitematis, logis dan ilmiah sehingga disebut juga metodologi
penelitian. Cara ini dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626)
(Notoatmodjo, 2014).
2.1.4 Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intesitas
atau tingkat yang berbeda-beda, dimana pada setiap orang berbeda-
beda. Secara garis besar Budiman dan Riyanto (2014), membagi
tingkatan pengetahuan tersebut menjadi 6 tingkatan, diantaranya:
21
1. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai recall (memangil) memori yang telah
ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu dan untuk mengetahui
atau mengukur bahwa orang tersebut tahu tentang sesuatu dan
dapat mengajukan beberapa pertanyaan.
2. Memahami (Comprehension)
Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek
tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut
harus dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang
diketahui tersebut.
3. Aplikasi (Application)
Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek
yang di maksut dapat menggunakan ataau mengaplikasikan
prrinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain.
4. Analisis (Analysis)
Analisis adalah kemampuan seseeorang untuk menjabarkan
atau memisahkan, kemudian mencari hubungan antara komponen-
komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang
diketahui.
5. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukan suatu kemampuan seseorang untuk
merangkum atau meletakan dalam satu hubungan yang dimiliiki.
6. Evaluasi (evaluation)
22
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk
melakukan justfikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.
2.1.5 Pengukuran Pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan wawancara atau
kuesioner yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari
subjek penelitian atau responden. Menurut Arikunto (2015) terdapat 3
kategori tingkat pengetahuan yang didasarkan pada nilai presentase
sebagai berikut :
1. Tingkat Tingkat pengetahuan baik bila jumlah benar 76%-100%
2. Tingkat pengetahuan cukup bila jumlah benar 56%-75%
3. Tingkat pengetahuan kurang bila jumlah benar <56%
Cara mengukur persentase Pengetahuan yaitu:
Keterangan :
F = Nilai yang diperoleh
X = Jumlah jawaban yang benar
n = Jumlah pertanyaan
100% = Angka konstanta
2.1.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan
Menurut Budiman dan Riyanto (2014) faktor faktor yang
mempengaruhi pengetahua meliputi adalah ;
1. Pendidikan
23
Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan perilaku
seseorang atau kelompok dan merupakan usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengejaran dan pelatihan. Semakin tinggi
pendidikan seseorang makan semakin cepat menerima dan
memahami suatu informasi sehingga pengetahuan yang dimiliki
juga semakin tinggi.
2. Informasi atau media massa
Informasi adalah “that of which one is apprised or told :
intelligence, news” (Oxford English Dictionary). Kamus lain
menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui,
namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer
pengetahuan.
3. Sosial, Budaya, dan Ekonomi
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa
melalui penalara apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan
demikian, seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun
tidak melakukan.
4. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar
individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial.
5. Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara
untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang
24
kembalipengetahuan yang diperoleh dalam memecaahkan masalah
yang dihadapi masalalu.
6. Usia
Usia memengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang.
Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya
tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya
semakin membaik.
2.2 Tinjauan Umum Tentang Persiapan Persalinan
2.2.1 Defenisi
Persiapan adalah kemampuan yang cukup baik fisik maupun
mental. Persiapan fisik berarti tenaga yang cukup dan kesehatan yang
baik, sementara kesiapan mental berarti memiliki minat dan motivasi
yang cukup untuk melakukan suatu kegiatan. (Dalyono, 2010).
Persiapan persalinan merupakan suatu rencana tindakan yang
dibuat oleh ibu, anggota keluarga, dan petugas pemberi pelayanan
kesehatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Upaya
meningkatkan kesiapan persalinan merupakan suatu hal yang sangat
penting baik dari segi fisik maupun psikologi, agar persalianan berjalan
lancer serta ibu dan bayi selamat dimana rencana ini dapat meliputi
diskusi untuk memastikan bahwa ibu menerirma asuhan yang
diperlukan. Dengan adanya rencana persalinan dapat mengurangi
kebingungan ibu pada saat persalinan, serta meningkatkan
25
kemungkinan ibu akan menerima asuhan yang sesuai dan tepat waktu
(JNPK-KR, 2017).
2.2.2 Persiapan Persalinan
Ada beberapa hal persiapan persalinan menurut JNPK-KR
(2017) diantaranya yaitu :
1. Kesiapan Fisik
Kesiapan fisik berkaitan dengan masalah kondisi kesehatan
ibu, dimana ibu perlu menyiapkan kondisi fisik sebelum hamil. Ibu
memahami berupa adanya perubahan fisiologi sebelum terjadi
persalinan kira-kira 2 minggu, dimana ibu akan lebih mudah
bernafas karena fundus uteri agak menurun berhubung kepala janin
mulai masuk ke dalam pintu atas pinggul (PAP), Ibu akan sering
buang air kecil (BAK) karena turunnya kepala janin ke dalam PAP
yang menekan vesika urinaria serta ibu merasakan adanya gambaran
his palsu yaitu kadang-kadang perut mengejang.
Kesiapan fisik lain yang perlu diperhatikan adalah dengan
melakukan olahraga misalnya senam hamil, karena seorang ibu
hamil memerlukan fisik yang fit untuk melahirkan. Kondisi fit ini
ada hubungannya juga dengan ada atau tidaknya penyakit berat yang
diidap oleh calon ibu. Jika ditemukan riwayat darah tinggi atau asma
berat, misalnya, berarti tidak bisa dilakukan persalinan normal.
Sehingga sejak awal kehamilan, sudah harus direncanakan kelahiran
dengan operasi. Fungsi utama senam hamil untuk membantu
26
kelancaran proses persalinan, gerakan-gerakan pada senam hamil
juga berfungsi untuk menghindari posisi bayi sungsang (Manuaba,
2010).
Adapun upaya untuk mendukung kesiapan fisik ibu hamil,
pemerintah menerapkan Program Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K). Program Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah suatu kegiatan dalam rangka
peningkatan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam
merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi
komplikasi yang mungkin terjadi, termasuk perencanaan penggunaan
KB pasca persalinan guna meningkatkan cakupandan mutu
pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir (Depkes R.I,
2009).
Hasil yang diharapkan dalam perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi yaitu mendapat pelayanan antenatal sesuai
standar, ibu hamil dan keluarga mempunyai rencana persalinan
termasuk KB, mendapat pertolongan persalinan sesuai standar,
mendapat pelayanan nifas sesuai standar, keluarga dapat menyiapkan
biaya persalinan, kebersihan dan kesehatan lingkungan (sosial-
budaya) ibu mendapat pelayanan kontrasepsi pasca persalinan dan
adanya kerjasama antara petugas pelayanan kesehatan yang
berkaitan dengan persalinan ibu. Adapun kegiatan dalam program
27
P4K ini meliputi pemeriksaan antenatal care, penyuluhan dan
konseling KIA serta pencatatan pada buku KIA (Depkes R.I, 2009).
2. Kesiapan Psikologis
Ibu primigravida umumnya belum mempunyai bayangan
mengenai kejadian-kejadian yang akan dialami pada akhir
kehamilannya saat persalinan terjadi. Salah satu yang harus
dipersiapkan ibu menjelang persalinan yaitu hindari kepanikan dan
ketakutan dan bersikap tenang, dimana ibu hamil dapat melalui saat-
saat persalinan dengan baik dan lebih siap serta meminta dukungan
dari orang-orang terdekat, perhatian dan kasih sayang tentu akan
membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan melahirkan.
Keluarga baik dari orang tua maupun suami merupakan bagian
terdekat bagi calon ibu yang dapat memberikan pertimbangan serta
bantuan sehingga bagi ibu yang akan melahirkan merupakan
motivasi tersendiri sehingga lebih tabah dan lebih siap dalam
menghadapi persalinan. Dukungan dari suami dan keluarga untuk
membantu pemahaman seorang ibu hamil mendapat pengalaman
sehingga ibu hamil dapat mengantisipasi dan lebih baik dalam
menghadapi kebutuhan ibu. Kebutuhan komunikasi dan harapan
suami dan anggota keluarga yang lain menjadi sumber dukungan
yang dibutuhkan ibu hamil untuk mendukung fungsi kesehatan
keluarga.
3. Kesiapan finansial
28
Kesiapan finansial bagi ibu yang akan melahirkan merupakan
suatu kebutuhan yang mutlak harus disiapkan, dimana kesiapan
finansial atau yang berkaitan dengan penghasilan atau keuangan
yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan selama kehamilan
berlangsung sampai persalinan. Kondisi ekonomi berkaitan dengan
kemampuan ibu untuk menyiapkan biaya persalinan, menyiapkan
popok bayi dan perlengkapan lainnya, persalinan memerlukan biaya
yang tidak sedikit. Untuk itu, sebaiknya ibu sudah menganggarkan
biaya untuk persalinan. Biaya bisa ibu atau keluarga anggarkan
disesuaikan dengan tarif persalinan di tempat di mana rencana
persalinan akan berlangsung. Selain anggaran biaya persalinan perlu
juga menentukan tempat kelahiran sesuai kemampuan kita, misalnya
rumah bersalin atau di rumah dengan mendatangkan bidan.
Perencanaan yang adekuat meliputi penentuan tempat yang tepat
dengan pertimbangan dalam memilih tempat bersalin dengan
mempertimbangkan jarak tempat bersalin dengan rumah, kualitas
pelayanannya, ketersediaan tenaga penolong, fasilitas yang dimiliki,
kemampuan pembiayaan dimana setiap klinik atau rumah sakit
memiliki ketentuan tarif yang beragam.
4. Kesiapan budaya
Masalah budaya termasuk menangani masalah praktik dan keyakinan
bahwa mungkin akan berbeda dari yang dilakukan petugas
kesehatan, namun penting untuk keluarga ibu hamil. Ibu harus
29
mengetahui adat istiadat, kebiasaan, tradisi dan tingkat hidup yang
kurang baik terhadap kehamilan, dan berusaha mencegah akibat itu.
Persiapan yang berhubungan dengan kebiasaan yang tidak baik
sebelum kehamilan untuk dihindari selama kehamilan terjadi. Faktor
budaya sangat penting dimana terdapat tradisi untuk membawa
plasenta ke rumah, cara berperilaku yang benar selama kehamilan
dengan menjaga sikap dan perilaku.
5. Kesiapan Materi
Menurut (JNPK-KR, 2017) ibu dan suami maupun anggota
keluarga harus menyiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk
dibawa saat persalinan antara lain:
1. Kesiapan untuk ibu
1) peralatan mandi (seperti handuk besar, handuk kecil, sabun,
pasta gigi, sikat gigi, sisir dan pembalut).
2) Pakaian biasa yang mudah dicuci dan mudah digunakan untuk
menyusui.
3) Beberapa set piyama (atasan berkancing).
4) Bra menyusui dan bantalan menyusui.
5) Celana dalam secukupnya.
6) Kaos kaki dan gurita perekat/tali.
7) Setelan baju untuk pulang
2. Kesiapan untuk bayi
30
1) Peralatan mandi dan perawatan bayi seperti handuk bayi,
sabun bayi, sampo bayi, minyak telon, lotion dan bedak bayi.
2) Pakaian bayi meliputi beberapa set baju bayi, topi/penutup
kepala, kaos kaki dan sarung tangan, popok, gurita bayi,
selimut, bedongan dan gendongan bayi.
2.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persiapan Persalinan
Menurut JNPK-KR (2017) faktor-faktor yang memengaruhi
persiapan persalinan meliputi :
1. Usia
Usia ibu menjadi indikator dalam kedewasaan dalam setiap
pengambilan keputusan yang mengacu pada setiap pengalamannya.
Usia yang cukup dalam mengawali atau memasuki masa perkawinan
dan kehamilan akan membantu seseorang dalam kematangan dalam
menghadapi persoalan atau masalah, dalam hal ini menghadapi
kehamilan dan perubahan selama hamil. Demikian sebaliknya
dengan usia kurang dari 16 tahun kemungkinan kematangan pikiran
dan perilaku juga kurang terlebih dalam kesiapan ibu menghadapi
perubahan dan adaptasi selama kehamilan.
2. Pendidikan
Tingkat pendidikan turut menentukan mudah atau tidaknya
seseorang memahami pengetahuan tentang persiapan menghadapi
31
persalinan yang mereka peroleh. Dari kepentingan keluarga
pendidikan diperlukan seseorang agar lebih tanggap bila ada indikasi
persalinan yang bermasalah atau terjadi insiden selama proses
persalinan dan keluarga dapat segera dalam mengambil keputusan
3. Ekonomi
Pendapatan dapat mempengaruhi kesiapan keluarga dalam
mempersiapakan semua kebutuhan selama kehamilan dan persiapan
persalinan. Pendapatan menjadi salah satu faktor yang paling
menentukan kuantitas maupun kualitas persiapan selama kehamilan
seperti menyiapkan biaya persalinan, menyiapkan barang-barang
yang dibutuhkan menjelang persalinan serta menjaga asupan nutrisi
selama kehamilan.
4. Dukungan suami, keluarga dan teman
Dukungan suami, keluarga dan teman merupakan dorongan
terhadap ibu baik secara moral maupun material, dimana dukungan
tersebut sangat mempengaruhi ibu dalam menghadapi persalinan,
adapun dukungan suami perhatian, dimana perhatian yang diberikan
sangat membantu ibu menghadapi persalinan dan memberikan rasa
nyaman dan percaya diri dalam menghadapi masalah selama
menghadapi persalinan. Dukungan yang diberikan oleh keluarga
maupun teman merupakan salah satu dukungan yang dibutuhkan
oleh ibu menjelang persalinan, dimana ibu saat melahirkan
32
membutuhkan bantuan untuk menyediakan perawatan selama
kehamilan maupun menunggu proses persalinan.
5. Dukungan tenaga kesehatan
Selama masa kehamilan dan persalinan terjadi, ibu
primigravida trimester III mendapat dukungan dari tenaga kesehatan,
dimana ibu primigravida trimester III diberikan berbagai informasi
yang berkaitan dengan perawatan prenatal, dan kebutuhan apa saja
selama kehamilan dan persalinan nantinya misalnya cara merawat
payudara, cara menyusui serta memantau status kesehatan ibu
primigravida trimester III.
2.3 Keaslian Penelitian
Sepengetahuan penulis, penelitian tentang Hubungan Pengetahuan
Dengan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas
Rijali Kota Ambon belum pernah dilakukan di Kota Ambon. Penelitian ini
adalah penelitian Deskriptif Analitik yang difokuskan pada Apakah Ada
Hubungan Pengetahuan Dengan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil
Trimester III di Puskesmas Rijali Kota Ambon, dengan pendekatan cross
sectional.
Tabel 2.1 Keaslian Penelitian
33
No Nama Judul, Tempat Metode Variabel Hasil
Peneliti Dan Tahun Penelitian Penelitian
1. Adib Ahmad Pengetahuan Penelitian ini Pengetahuan Baik, 20 responden (63%)
Shammakhm Persiapan merupakan jenis dengan tingkat pengetahuan
Persalinan Ibu penelitian baik, 11 responden (34%)
Hamil Primigravida Deskriptif. dengan tingkat pengetahuan
Trimester III cukup, dan 1 responden (3%).
Diwilayah Kerja
Puskesmas
Gunungsari Tahun
2016.
2. Visi Prima Hubungan survei analitik Pengetahuan Ada hubungan yang signifikan
Twin Putranti Pengetahuan Dan dengan desain dan Sikap antara pengetahuan dengan
Sikap Tentang cross sectional. kesiapan primigrafida
Persalinan Dengan menghadapi persalinan r=
Kesiapan 0,504 dan p= 0,002.
Primigravida Ada hubungan yang signifikan
Menghadapi antara sikap dengan kesiapan
Persalinan di BPM primigrafida menghadapi
Yulianawati Amd. persalinan r= 0,795 dan p=
Keb Kabupaten 0,000
Nganjuk Tahun
2015
3. Riska Faktor-Faktor Yang deskriptif Umur, Data dianalisis menggunakan
Rahmadani Berhubungan kolerasional Paritas, uji chi square. Hasil penelitian
Dengan Kesiapan dengan desain Pekerjaan, ini menunjukkan bahwa ada
Persalinan Di cross sectional. Dukungan hubungan antara umur (p
Puskesmas Sosial dan value =0,006), paritas (p value
Banguntapan II Kesiapan =0,015), pekerjaan (p value
Bantul Yogyakarta Persalinan =0,026), dan dukungan sosial
Tahun 2017 (p value =0,026)dengan
kesiapan persalinan.
4. Diana Taye Hubungan deskriptif Analitik Pengetahuan Tidak ada hubungan
Pengetahuan dengan desain Dan pengetahuan dengan persiapan
Dengan Persiapan cross sectional. Persiapan persalianan pada ibu hamil
Persalinan Pada Ibu Persalinan dengn nilai signifikan p=0.233
Hamil Trimester
II dan Trimester
III di Wilayah
Puskesmas Rijali
Kota Ambon Tahun
2020
BAB III
34
KERANGKA KONSEPTUAL
3.1 Kerangka Konsep
Menurut Hidayat (2017), kerangka konseptual adalah model konsep
yang berkaitan dengan bagaimana seorang peneliti menyusun teori atau
menghubungkan secara logis faktor yang dianggap penting untuk dijadikan
masalah. Kerangka konsep dalam penelitian ini digambarkan seperti :
Variabel Independen Variabel Dependen
Pengetahuan
Persiapan
Persalinan
Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian
Keterangan:
: variabel independen
: variabel dependen
: garis penghubung
3.2 Hipotesis Penelitian
35
Dari gambar kerangka konsep diatas, maka hipotesis dalam penelitian
ini adalah :
a. Tidak ada hubungan pengetahuan ibu primigravida Trimester II
dan Trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota Ambon.
BAB IV
36
METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan ibu primigravida
Trimester II dan trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota Ambon.
4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian
4.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota.
4.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-November 2020.
4.3 Populasi, Sampel, dan Sampling
4.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu primigravida
trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota
Ambon sebanyak 30 responden.
4.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian
jumlah dari karakteristik yang di miliki oleh populasi. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah total
sampling, yaitu semua ibu primigravida trimester III yang melakukan
pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon sebanyak 30 responden.
37
4.3.3 Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
mewakili populasi (Nursalam, 2014). teknik sampling yang digunakan
dalam penelitian ini adalah total sampling.
4.4 Variabel Penelitian
4.4.1 Variabel Independen(Variabel Bebas)
Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi
atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen, yaitu pengetahuan persiapan persalinan.
4.4.2 Variabel Dependen (Variabel Terikat)
Variabel dependen merupakan variabel yang di pengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, yang menjadi
variabel dependen dalam penelitian ini adalah persiapan persalinan pada
ibu primigravida Trimester II dan trimester III.
4.5 Definisi Operasional
Tebel 4.1 Defenisi Operasional
38
No Variabel Definisi Alat Skala Hasil Ukur
Operasional Ukur
1. Independe 1. Baik Jika skor
n (bebas) : Segala apa 8-10
Pengetahua yang Kuesioner 2. Cukup Jika
n diketahui ibu Ordinal skor 4-7
tentang 3. Kurang Jika
persiapan skor 0-3
persalinan
2. Dependen 1. Dikatakan siap
(terikat) : Kesiapan ibu Kuesioner jika skor 6-10
Persiapan hamil dalam Nomi 2. Dikatakan tidak
Persalinan menghadapi nal siap jika skor 1-5
persalinan
4.6 Instrumen penelitian
4.6.1 Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah informasi yang didapatkan
dari responden sesuai dengan pertanyaan. Kuesioner juga dapat di uji
dengan menggunakan uji validitas dan reabilitas (Notoatmodjo, 2012).
Kuesioner dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang
digunakan untuk mendapatkan data hubungan pengetahuan ibu
primigravida Trimester II dan trimester III dengan persiapan persalinan
di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon.
1. Kuesioner Bagian pertama berkaitan dengan karakteristik responden
yang terdiri dari : umur, inisial, pendidikan, pekerjaan.
2. Bagian kedua, pengetahuan yaitu dengan menggunakan lembar
kuesioner yang dibagikan kepada setiap ibu primigravida trimester
III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon.
39
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu primigravida trimester III
tentang persiapan persalinan, jumlah soal dari kuesioner
pengetahuan adalah 10 soal dalam bentuk pilihan benar salah. Untuk
kategori uraian alternativ jawaban, penulis menetapkan kategori
untuk setiap butir pertanyaan positif, yaitu benar = 1, salah = 0.
Kuesioner penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reabilitasnya
di Puskesmas Waihaong.
3. Bagian ketiga, persiapan persalinan dengan menggunakan lembar
kuesioner yang dibagikan kepada setiap ibu primigravida trimester
III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon.
Untuk mengetahui persiapan persalinan ibu primigravida trimester
III tentang persiapan persalinan, jumlah soal dari kuesioner
persiapan persalinan adalah 10 soal dalam bentuk pilihan benar
salah. Untuk kategori uraian alternativ jawaban, penulis menetapkan
kategori untuk setiap butir pertanyaan positif, yaitu benar = 1, salah
= 0. Kuesioner penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan
reabilitasnya di Puskesmas Waihaong.
Tebel 4.2 Kisi-Kisi Kuesioner
Variabel Indikator No. Butir Soal
Pengetahuan Penegrtian persiapan persalinan 1
tentang persiapan Faktor yang mempengaruhi persiapan 7, 8, 9, 10
40
persalinan persalinan
Persiapan persalinan 2, 3, 4, 5, 6
Persiapan Fisik 1, 5
persalinan Psikologis 3, 7, 9, 10
Finansial 4
Kesiapan budaya 2, 8
Kesiapan materi 6
4.6.2 Uji Validitas Dan Reliabilitas
1. Uji validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu
benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010).
Instrument dikatakakan valid jika mampu mengukur apa yang harus
diukur menurut situasi dan kondisi tertentu.
Hasil uji validitas menunjukan bahwa dari 10 pertanyaan
tentang pengetahuan yang di uji 6 pertanyaan hasil valid dan 3
pertanyaan hasilnya tidak valid.
2. Uji reliabilitas
Reliabilitas instrument menunjukan pada suatu pengertian
bahwa instrument dapat dipercaya untuk dipergunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrument itu baik. Cronbach’s Alpha 0,6
berarti pertanyaan dikatakan reliabel artinya dapat digunakan sebagai
instrument pengumpulan data.
4.7 Prosedur Pengumpulan Data
41
Proses pengumpulan data untuk tujuan penelitian ini dimulai dari
pengambilan data yang dilakukan tentang hubungan pengetahuan ibu
primigravida trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota Ambon dengan prosedur sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
b. Mencari dan mengidentifikasi permasalahan dengan melihat fenomena
yang ada di sekitar.
c. Mengajukan judul
d. Menyusun proposal dan revisi proposal
e. Setelah peneliti mendapatkan persetujuan dari pembimbing I dan
pembimbing II, peneliti mengajukan ujian proposal penelitian di
STIKes Maluku Husada Kairatu
f. Ujian proposal
g. Peneliti merevisi semua masukan dan arahan dari para penguji.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Pengurusan perijinan
b. Peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian dari institusi
kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Ambon kemudian
menyerahkan surat penelitian ke kepala Puskesmas Rijali
c. Setelah peneliti mendapatkan surat penelitian maka peneliti segera
melakukan penelitian
d. Peneliti dibantu oleh rekan melakukan pendekatan kepada responden
dan menjelaskan tujuan serta manfaat penelitian
42
e. Peneliti beserta rekan menjamin kerahasiaan responden kemudian
memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden dan meminta
responden untuk mendatangani informed consent
f. Peneliti beserta rekan melakukan pengumpulan data terhadap responden
dengan cara membagikan lembar kuesioner untuk mengambil data
tentang pengetahuan persiapan persalinan dengan persiapan persalinan
g. Peneliti melakukan pengolahan data
h. Seminar penelitian
i. Revisi penelitian
4.8 Analisa Data
4.8.1 Teknik Pengolahan Data
Menurut Azwar (2005), data yang telah diperoleh dari proses
pengumpulan data, selanjutnya diteliti ulang dan diperiksa ketepatan
atau kesesuaian jawaban serta kelengkapannya, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1) Pemeriksaan Data (Editing)
Setelah kuisioner diisi kemudia dikumpulkn dalam bentuk
data, maka akan dilakukan pengecekan dengan memeriksa
kelengkapan, keseimbangan dan keseberagaman data. Sehingga bila
terdapat data yang meragukan atau salah, maka dapat dijelaskan
kembali kepada responden.
2) Coding
43
Mengkode data merupakan upaya mengklarifikasi data
memberi kode untuk masing-masing kelas terhadap data yang
diperoleh dari sumber data yang telah diperiksanya. Peneliti
memberikan kode pada setiap variabel data yang dikumpulkan untuk
memudahkan pengelompokan data dengan merubah data berbentuk
huruf menjadi data berbentuk angka-bilangan dengan memberi kode
pada kuisioner. Untuk memudahkan pengolongan data semua
jawaban maka data disederhanakan yaitu dengan memberikan
simbol-simbol tertentu untuk setiap jawaban pengkodean dilakukan :
nomor, halaman, daftar pertannyaan, nomor pertannyaan.
3) Entry
Entry adalah suatu proses memasukan data ke dalam
komputer untuk selanjnya dilakukan analisa data dengan
menggunakan program komputer.
4) Tabulasi Data
Tabulating adalah kegiatan memasukan data hasil penelitian
kedalam tabel kemudian di olah menggunakan komputer.
4.8.2 Analisa Univariat
Analisa univariat adalah analisa yang dilakukan untuk
menganalisis tiap variabel dari hasil penelitian yang disajikan dalam
bentuk distribusi frekuensi yang dinarasikan (Notoatmodjo, 2010).
Dalam penelitian distribusi frekuensi terdiri dari umur, pekerjaan,
pendidikan, pengetahuan dan persiapan persalinan.
44
4.8.3 Analisa Bivariat
Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan untuk
mengetahui keterkaitan dua variabel (Notoatmodjo, 2010). Analisa
bivariat yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan
atau berkorelais. Data yang digunakan untuk pengujian hipotesis ini
berasal dari variabel hubungan pengetahuan tentang persiapan
persalinan dengan persiapan persalinan pada ibu primigravida trimester
III yang pengukurannya menggunakan skala ordinal. Analisa ini
mengunakan uji statistik Chi-cquere korelasi Fisher Exact Test dengan
derajat kepercayaan 95%. Pedoman dalam menerima hipotesis: apabila
nilai probabilitasnya (p) < 0,05 maka Ho ditolak, apabila (p) > 0,05
maka Ha diterima.
4.9 Etika Penelitian
Etika penelitian ini bertujuan untuk melindungi hak subyek antara
lain menjamin kerahasiaan identitas responden dan kemungkinan terjadinya
ancaman terhadap responden. Sebelum pelaksanaan penilitian pada responden
akan di berikan lembaran persetujuan tentang kesediaan responden menjadi
partisipan. Dalam penelitian ini terlebih dahulu isi lembaran tersebut, apabila
responden bersedia maka responden di persilahkan untuk menandatangi surat
pernyataan persetujuan tersebut. Penelitian ini memperhatikan masalah etika
meliputi :
1. Informed consent (Lembar persetujuan)
45
Lembar persetujuan ini diberikan kepada responden yang akan diteliti
yang memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat
penelitian. Bila subjek menolak maka peneliti tidak akan memaksakan
kehendak dan tetap menghormati hak-hak subjek.
2. Anonimity (tanpa nama)
Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak akan mencantum nama
responden, tetapi responden tersebut diberikan kode.
3. Confidentiality ( kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya
kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.
BAB V
46
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
5.1.1 Keadaan Geografis
Puskesmas Rijali terletak di desa Batu Merah kecamatan Sirimau
Kota Ambon demgam luas wilayah 95,75 ha/m2 yang berbatasan
dengan :
1. Sebelah Selatan dengan Desa Hative Kecil
2. Sebelah Utara dengan Kelurahan Amantelu
3. Sebelah Barat dengan Teluk Ambon
4. Sebelah Timur dengan Desa Halong
5.1.2 Keadaan Demografi
Puskesmas Rijali dibangun pada tahun 1972 dan pada tahun 2010
direhabilitasi kembali. Puskesmas Rijali memiliki luas tanah 96 m2.
Secara umum wilayah kerja Puskesmas Rijali mencakup luas wilayah
yang terdiri dari 1 desa : 15 RW dan 58 RT dan 1 kelurahan : 8 RW
dan 22 RT.
5.2 Karakteristik Responden
47
Tabel 5.1
Distribusi Responden Berdasarkan Umur, Usia kehamilan, Pendidikan,
Pekerjaan dan Alamat di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon
tahun 2020
No Umur n %
1 17-25 Tahun 19 63.3
2 26-35 Tahun 10 33.3
3 > 35 Tahun 1 3.3
Total 30 100.0
No Usia kehamilan n %
1 Trimester I 14 46.7
2 Trimester II 16 53.3
Total 30 100.0
No Pendidikan n %
1 SMP 3 10.0
2 SMA 22 73.3
3 D3 3 10.0
4 S1 2 6.7
Total 30 100.0
No Pekerjaan n %
1 IRT 27 90.0
2 PNS 1 3.3
3 Wiraswasta 2 6.7
Total 30 100.0
No Alamat n %
1 Batu Merah 17 56.7
2 Kapaha 4 13.3
3 Gunung Malintang 5 16.7
4 Galunggung 1 3.3
5 Kebun Cengkeh 3 10.0
Total 30 %
Sumber : Data Primer, 2020
Tabel 5.1 Menjelaskan bahwa dari 30 responden yang umur 17-25
tahun sebanyak 19 orang (63.3%) dan responden dengan umur 26-35 tahun
sebanyak 10 orang (33.3%) sedangkan responden dengan umur > 35 tahun
sebanyak 1 orang (3.3%) kemudian untuk tabel distribusi HPHT didapatkan
responden dengan trimester II atau usia kehamilan (4-6 bulan) sebanyak 14
orang (14.7%) dan responden dengan trimester III atau usia kehamilan (7-9
48
bulan) sebanyak 16 orang (53.3%) kemudian untuk tabel distribusi responden
didaptkan bahwa responden dengan pendidikan dengan tamatan SMP
sebanyak 3 orang (10.0%), responden dengan tamatan SMA sebanyak 22
orang (73.3%), responden dengan tamatan D3 sebanyak 3 orang (10.0%) dan
responden dengan tamatan S1 sebanyak 2 orang (6.7%) kemudian distribusi
pekerjaan didapatkan IRT sebanyak 27 orang (90.0%), PNS sebanyak 1 orang
(3.3%) dan wiraswasta sebanyak 2 orang (6.7%) dan yang terakhir distribusi
alamat di dapatkan responden dengan alamat batu merah sebanyak 17 orang
(56.7%) alamat kapaha sebanyak 4 orang (13.3%) alamat gunung malintang
sebanyak 5 orang (16.7%) alamat galunggung sebanyak 1 orang (3.3%) dan
alamat kebun cengkeh sebanyak 3 orang (10.0%).
5.2.1 Analisa Univariat
a. Pengetahuan
Tabel 5.2
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Responden
di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon tahun 2020
Pengetahuan N %
Baik 23 76.7
Cukup 7 23.3
Total 30 100.0
Sumber : Data Primer, 2020
Tabel 5.2 Menjelaskan bahwa dari 30 responden yang
pengetahuan baik sebanyak 23 orang (76.7%) dan responden
yang pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (23.3%).
b. Persiapan Persalinan
49
Tabel 5.3
Distribusi Responden Berdasarkan Persiapan Persalinan
responden di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon tahun 2020
Persiapan Persalinan N %
Siap 29 96.7
Tidak Siap 1 3.3
Total 30 100.0
Sumber : Data Primer, 2020
Tabel 5.3 Berdasarkan dari tabel distribusi di atas
diketahui bahwa dari 30 responden mayoritas sudah siap dalam
persiapan persalinan yaitu sebanyak 29 orang (96.7%).
5.2.2 Analisa Bivariat
Tabel 5.4
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah
Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon tahun 2020
Pengetahuan Persiapan Persalinan
Siap Tidak Siap Total Total p-
N valu
e
n % n %
Baik 23 100 0 0 23 100.0 0.233
Cukup 6 6.8 1 .2 7 100.0
Total 29 29. 1 1.0% 30 100.0%
Sumber : Data Primer, 2020
Jelaskan dulu tabel nya
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan Chi-cquere
korelasi Fisher Exact Test pada tabel 5.4 didapatkan nilai Exact. Sig. (2-
Sided) Fisher Exact Test sebesar 0,233 atau p=0,233 nilai tersebut lebih besar
dari 0,05 (0,233>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0
50
diterima atau hipotesis penelitian diterima. Artinya Tidak Ada Hubungan
Pengetahuan dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon.
5.3 Pembahasan
5.3.1 Pengetahuan
Pada hasil analisis univariat pada tabel 5.2 diketahui bahwa
mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang
51
persiapan persalinan sebanyak 23 orang (76.7%). Beberapa responden
dengan latar belakang pendidikan D3 jumlahnya 3 orang (10.0%) dan
S1 jumlahnya 2 orang (6.7%) mempunya pengetahuan yang sangat
baik tentang persiapaan persalinan, dan juga sebagian besar responden
dengan tamatan SMA jumlahnya 22 responden (73.3%). Pengetahuan
ibu primigravida di Puskesmas Rijali Kota Ambon sangat baik karena
ibu-ibu tersebut dengan mudahnya mencari informasi yang didapatkan
melalui, pengalaman orang lain, media, internet (buku KIA), promkes
serta konseling keluarga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di
Puskesmas Tersebut.
Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan teori (Wawan & Dewi,
2010) menyatakan bahwa yang mana pendidikan diperlukan untuk
mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan
sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Pada umumnya makin
tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi. Hasil
penelitian ini didukung oleh penelitian (Sri Handayani, 2018) tentang
“Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Persalinan Dengan
Kesiapan Menghadapi Persalinan Pada Trimester III Di Puskesmas
Umbulharjo I Yogyakarta” dapat diketahui bahwa dari 34 ibu hamil di
Puskesmas Umbulharjo I, yang berpengetahuan baik sebanyak 14 ibu
hamil (41.2%).
5.3.2 Persipan Persalinan
52
Pada hasil analisis univariat pada tabel 5.3 diketahui bahwa
sebagian besar ibu hamil sudah siap dalam persiapan persalinan sebanyak
29 orang (96.7%). Ibu hamil dengan persipan persalinan yang baik
dikarenakan ibu tersebut mempunyai dukungan dari suami dalam
mempersiapan menuju persalinan, salah satu persiapan yaitu mulai dari
biaya RS sampai dengan perlengkapan bayi dan mayoritas responden
sudah memasuki usia yang matang untuk mengandung.
Hal ini sesuai dengan teori menurut Hartanto (2002), yang
menyatakan bahwa umur 20 – 35 tahun merupakan umur reproduksi sehat
dan paling baik untuk mengandung dan melahirkan. Keadaan ini juga
didukung dengan teori yang dikatakan Dedeh dalam penelitian Astria
(2009), bahwa karakteristik pada ibu hamil berdasarkan umur sangat
berpengaruh terhadap pengetahuan dalam proses persalinan, dimana
semakin muda umur ibu maka semakin kurang pengetahuan serta
pengalaman yang dimiliki ibu hamil karena ketidaksiapan ibu dalam
menerima sebuah kehamilan, selain itu usia yang masih muda sistim
reproduksi yang belum matang, sehingga akan berisiko terjadi gangguan
selama kehamilan. Hal ini akan berdampak pada persiapan persalinan yang
minim dan dapat berdampak buruk selama proses persalinan
berlangsung.memiliki pengetahuanyang baik tentang proses persalinan
sejumlah 38responden (70.4%). Hal ini menunjukan bahwasebagian besar
pengetahuan ibu primigravida di Puskesmas
53
5.3.3 Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan Trimester
III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon
Baca dari hasi tabelnya silangnya dulu ya ...pengetahuan dengan
persaipan ? dulu ya ....
Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara
pengetahuan ibu primigravida trimester I dan trimester III dengan
persiapan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon.
Banyak ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang persiapan
persalinan hal ini akan membentuk pikiran yang positif tentang persiapan
persalinan sehingga ibu lebih siap menghadapi persalinan. Di tambah juga
dukungan dari keluarga terutama suami dalam persiapan persalinan, mulai
dari menemani istri ke puskesmas kemudian persiapan biaya RS, sampai
perlengkapan bayi.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Prima
Twin Putranti, 2015) mengemukakan bahwa Ada hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan primigravida menghadapi
persalinan r=0,504 dan p=0,002. Ada hubungan yang signifikan antara
sikap dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan r=0,795 dan
p=0,000 begitupun dengan hasil penelitian (Riska, 2017) hasilnya
menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada
hubungan antara umur (p-value =0,006), paritas (p-value =0,015),
54
pekerjaan (p-value =0,026), dan dukungan sosial (p-value =0,026) dengan
kesiapan persalinan.
Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat
penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan yang baik
tentang persiapan persalinan yang dimiliki ibu hamil akan menentukan
cara pikir dan cara pandangnya tentang persiapan persalinan. Semakin
banyak pengetahuan yang dimiliki ibu hamil tentang persiapan persalinan
akan membentuk pikiran yang positif tentang persiapan persalinan
sehingga ibu lebih siap menghadapi persalinan. Ibu akan menyambut
persalinan dengan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan
termasuk menjaga kehamilannya dengan baik dengan melakukan
pemeriksaan rutin ke pelayanan kesehatan. Ibu akan mematuhi anjuran
dari tenaga kesehatan. Hal ini karena ibu tau bahwa persalinan harus
disiapkan sejak masa kehamilan. Dengan meningkatkan pengetahuan
responden dengan persiapan persalinan diusahakan kasus-kasus kematian
AKI (Angka Kematiian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) bisa
dikurangi bahkan dapat di cegah. untuk menilai kedalaman pengetahuan
dimulai dari rasa ingin tahu, memahami aplikasi, dan evaluasi. Aplikasi
seseorang yang lebih tahu, maka ia akan berespon untuk melakukan
sesuatu, dengan demikian akan timbul dorongan atau keinginan untuk
mewujudkannya dan dalam mewujudkan perilaku kesehatan tersebut
petugas pemberi pelayanan kesehatan sangat berarti sekali untuk
55
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemauan untuk
mempersiapkan segalanya menjelang persalinan. (Notoadmodjo, 2012).
Menurut pengetahuan yang baik tentang persiapan persalinan yang
dimiliki ibu hamil akan menentukan cara pikir dan cara pandangnya
tentang persiapan persalinan. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki
ibu hamil tentang persiapan persalinan akan membentuk pikiran yang
positif tentang persiapan persalinan sehingga ibu lebih siap menghadapi
persalinan.
5.4 Keterbatasan Penelitian
1. Keterbatasan tenaga dan biaya dalam penelitian dampaknya atau efeknya
baut penelitian apa jelaskan
2. Kesulitan dalam mencari atau mendapatkan responden mungkin dalam
kondisi covid .....coba biat kalimat yg bagus
3. Pengetahuan peneliti tentang metodologi penelitian masih kurang dan
penelitan ini merupakan pengalaman pertama.
56
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai hubungan
pengetahuan dengan persiapan persalinan pada ibu primgravida trimester II
dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon tahun 2020 pada 30
responden dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pada Variabel Pengetahuan sebagian besar responden mempunyai
pengetahuan baik sebanyak 23 orang (76.7%)
2. Pada variabel Persiapan persalinan sebagian besar sudah siap untuk
persiapan persalinan sebanyak 29 orang (96.7%)
3. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan persiapan
persalinan pada ibu primgravida trimester II dan III di Wilayah
Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon dengan nilai signifikansi
p=0,233.
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat memberikan saran sebagai
berikut:
1. Bagi Puskesmas
57
Dapat lebih sering melakukan konseling maupun dengan
membagikan brosur kepada ibu hamil yang sedang melakukan kunjungan
untuk memeriksakan kehamilannya .Dengan demikian, ibu hamil tersebut
dapa tmemperoleh pengetahuan yang cukup akan kehamilan, persalinan,
nifas dan perawatan bayi serta mampu mestabilkan emosionalnya yakni
perasaan cemas selama hamil dan saatakan melahirkan.
2. Bagi Ibu Hamil
Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang persiapan
persalinan dengan melakukan ante natal care dan konsultasi rutin dengan
tenaga kesehatan maupun melalui media informasi yang lain sehingga ibu
dapat melewati kehamilan dan persalinannya dengan sehat, aman dan tidak
ada komplikasi yang menyertai
3. Bagi Institusi
Dapat di jadikan referensi dalam ilmu keperawatan maternitas mengenai
pengetahuan ibu primigravida dengan persiapan persalinan.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat menggali dan membandingkan secara detail pengetahuan
tentang persipan proses persalinan, dan menganalisa faktor-faktor lain
yang berhubungan dengan persiapan persalianan pada ibu hamil.
58
DAFTAR PUSTAKA
Adib, A. (2016). Pengetahuan Persiapan Persalinan Ibu Hamil Primigravida
Trimester III Diwilayah Kerja Puskesmas Gunungsari : (Jurnal
Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 4 No 2).
Arikunto, S. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi
VI. Jakarta :Rineka Cipta.
Azwar, S. (2005). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Budiman & Riyanto.(2014). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan dan Sikap
Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba.
Depkes R.I. (2009). Persalinan Yang Aman Dan Selamat Agar Ibu Bayi Sehat.
http://www.promkes.depkes.go.id : Di Akses pada 03 Maret 2020.
Dalyono. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta :Rineka Cipta.
JNPK-KR. (2017). Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jaringan
Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi. Jakarta JNPK-KR.
Kasdu. (2011). Solusi Problem Persalinan. Jakarta : Puspa Swara.
Kementrian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia.
Jakarta:Kementrian Kesehatan RI.
Manuaba. (2010). Konsep Obstetri & Ginekologi Sosial Indonesia. Jakarta :
EGC.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Jakarta : PT
Rineka Cipta.
(2012). Metodologi PenelitianKesehatan.Jakarta : PT RinekaCipta.
Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktek
Keperawatan Professional. Jakarta : salemba medika.
59
Permenkes RI Nomor : Nomor : 47/Menkes/pasal III/IV/2016. Peran bidan
sebagai tenaga kesehatan.
Profil Kesehatan Maluku. (2014). Prevalensi AKI Dan AKB.
Puskesmas Rijali. (2020). Laporan Bulanan Ibu Hamil : Kota Ambon.
Riska Rahmadani. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan
Persalinan Di Puskesmas Banguntapan II Bantul Yogyakarta :
Skripsi. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Rohani. (2013). Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba
Medika.
Visi Prima Twin Putranti. (2014). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang
Persalinan Dengan Kesiapan Primigravida Menghadapi Persalinan
di BPM Yulianawati Amd. Keb Kabupaten Nganjuk Tahun 2014.
Tesis. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
World Health Organization. (2014). Levels and Trend Maternatal Mortality Rate
2014 Geneva : WHO
60
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
(Informed Consent)
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Mahasiswa Program Studi Ilmu
Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maluku Husada :
Nama : Diana Taye
NPM : 1420116033
Bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan
Ibu primigravida Trimester II dan trimester III Dengan Persiapan Persalinan Di
Wilayah Keja Puskesmas Rijali Kota Ambon”. Untuk terlaksananya kegiatan
tersebut, saya mohon kesediaan Saudari untuk berpartisipasi dengan cara mengisi
kuesioner berikut. Jawaban Saudari akan saya jamin kerahasiaannya dan hanya
akan digunakan untuk kepentingan penelitian. Apabila Saudari berkenan mengisi
kuesioner yang terlampir, mohon kiranya Saudari terlebih dahulu bersedia
menandatangani lembar persetujuan menjadi responden (informed consent ).
Demikianlah permohonan Saya, atas perhatian serta kerjasama Saudari
dalam penelitian ini, Saya ucapkan terimakasih.
Peneliti Responden
61
( Diana Taye ) (……………………)
KUESIONER PENELITIAN
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA
TRIMESTER III DAN TRIMESTER III DENGAN PERSIAPAN
PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS RIJALI KOTA
A. Data Demografi (Identitas Responden)
Nama :
Umur : Tahun
HPHT :
Pendidikan Terakhir :
Pekerjaan :
No Hp :
Alamat :
B. Kuesioner Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Persalinan
Petunjuk Pengisian : Beri tanda checklist (√) pada salah satu jawaban
yang saudara anggap benar.
No Pernyataan Benar Salah
1. Persiapan persalinan merupakan suatu rencana tindakan
yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga, dan petugas
pemberi pelayanan kesehatan guna meningkatkan
kesehatan ibu dan janin
62
2. Kondisi fisik yang baik perlu di persiapkan dalam
menghadapi persalinan agar berjalan lancar
3. Ibu hamil harus melakukan olahraga senam hamil untuk
mempersiapkan fisik sebelum persalinan
4. Mempersiapkan biaya persalinan merupakan kesiapan
finansial
5. Hindari kepanikan, ketakutan dan bersikap tenang
merupakan kesiapan psikologis
6. Peralatan mandi dan perawatan bayi seperti handuk bayi,
sabun bayi, sampo bayi, minyak telon, lotion dan bedak
bayi beserta pakaian bayi merupakan kesiapan materi
yang diperlukan untuk dibawa saat persalinan
7. Usia, pendidikan, ekonomi, dukungan tenaga kesehatan,
dukungan suami dan keluarga merupakan faktor yang
mempengaruhi persalinan
8. Pendapatan dapat mempengaruhi kesiapan keluarga
dalam mempersiapakan semua kebutuhan selama
kehamilan dan persiapan persalinan
9. Dukungan yang diberikan oleh keluarga maupun teman
merupakan salah satu dukungan yang dibutuhkan oleh ibu
menjelang persalinan, dimana ibu saat melahirkan
membutuhkan bantuan untuk menyediakan perawatan
selama kehamilan maupun menunggu proses persalinan.
10. Selama masa kehamilan dan persalinan terjadi, ibu hamil
yang pertama kali trimester III perlu mendapat dukungan
dari tenaga kesehatan berbagai informasi yang berkaitan
dengan perawatan prenatal, dan kebutuhan apa saja
selama kehamilan dan persalinan nantinya
63
C. Kuesioner Persiapan Persalinan
Petunjuk Pengisian : Beri tanda checklist (√) pada salah satu jawaban
yang saudara anggap benar.
No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak
1. Saya mengetahui tanggal perkiraan kelahiran bayi
saya sejak awal pemeriksaan kehamilan
2. Saya menentukan persalinan saya akan ditolong oleh
bidan atau dokter di fasilitas kesehatan
3. Saya sepakat bahwa yang akan mendapingi saya
adalah suami atau anggota keluarga yang lain
4. Biaya bersalin saya siapkan jauh hari dengan
menabung
5. Saya sudah menyiapkan kendaraan untuk mengantar
saya ke bidan jika sewaktu-waktu merasakan tanda-
tanda persalinan
6. Keperluan untuk bayi sudah saya siapkan seperti
peralatan mandi, pakaian bayi dan lainnya.
7. Saya siap jika dalam proses persalinan nanti ada
kendala sehingga saya harus melahirkan dengan
tindakan (operasi)
8. Saya sudah menyiapkan tempat untuk plasenta
dibawah pulang pasca persalinan
9. Untuk mencegah kegawatdaruratan saya sudah
mengetahui siapa yang akan mendonorkan darahnya
untuk saya (anggota keluarga yang mempunyai
golongan darah sama dengan saya)
10. Saya berpikir positif (yang baik-baik) mengenai
persalinan nanti, karena bisa membuat saya merasa
tenang
64
Frequency
Umur
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 17-25 tahun 19 63.3 63.3 63.3
26-35 tahun 10 33.3 33.3 96.7
36-45 tahun 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
HPHT
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid trimester II 14 46.7 46.7 46.7
trimester III 16 53.3 53.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
pendidikan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid SMP 3 10.0 10.0 10.0
SMA 22 73.3 73.3 83.3
D3 3 10.0 10.0 93.3
S1 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
65
pekerjaan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid IRT 27 90.0 90.0 90.0
PNS 1 3.3 3.3 93.3
wiraswasta 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
alamat
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid batu merah 17 56.7 56.7 56.7
kapaha 4 13.3 13.3 70.0
gunung malintang 5 16.7 16.7 86.7
galunggung 1 3.3 3.3 90.0
kebun cengkeh 3 10.0 10.0 100.0
Total 30 100.0 100.0
pengetahuan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid baik 23 76.7 76.7 76.7
cukup 7 23.3 23.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
66
persiapan_persalinan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid siap 29 96.7 96.7 96.7
tidak siap 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
Crosstabs
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
pengetahuan *
30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
persiapan_persalinan
67
pengetahuan * persiapan_persalinan Crosstabulation
persiapan_persalinan
siap tidak siap Total
pengetahuan baik Count 23 0 23
Expected Count 22.2 .8 23.0
% within pengetahuan 100.0% .0% 100.0%
cukup Count 6 1 7
Expected Count 6.8 .2 7.0
% within pengetahuan 85.7% 14.3% 100.0%
Total Count 29 1 30
Expected Count 29.0 1.0 30.0
% within pengetahuan 96.7% 3.3% 100.0%
Chi-Square Tests
Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
Value df sided) sided) sided)
Pearson Chi-Square 3.399a 1 .065
b
Continuity Correction .411 1 .521
Likelihood Ratio 3.027 1 .082
Fisher's Exact Test .233 .233
N of Valid Casesb 30
a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .23.
b. Computed only for a 2x2 table
68
Risk Estimate
95% Confidence Interval
Value Lower Upper
For cohort
1.167 .862 1.579
persiapan_persalinan = siap
N of Valid Cases 30
69
70
70