0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
326 tayangan70 halaman

Pengetahuan Ibu Hamil dan Persalinan

Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan ibu primigravida trimester II dan III dengan persiapan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon. Angka Kematian Ibu dan Bayi masih tinggi di Indonesia termasuk di Ambon. Pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan berperan penting dalam menurunkan angka kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan persiapan persalinan.

Diunggah oleh

Diana Taye
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
326 tayangan70 halaman

Pengetahuan Ibu Hamil dan Persalinan

Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan ibu primigravida trimester II dan III dengan persiapan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon. Angka Kematian Ibu dan Bayi masih tinggi di Indonesia termasuk di Ambon. Pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan berperan penting dalam menurunkan angka kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan persiapan persalinan.

Diunggah oleh

Diana Taye
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA

TRIMESTER II DAN TRIMESTER III DENGAN


PERSIAPAN PERSALINAN DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS RIJALI
KOTA AMBON

SKRIPSI

Oleh :

DIANA TAYE
NPM. 1420116033

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MALUKU HUSADA
KAIRATU
2020

1
LEMBAR PENGESAHAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II


DAN TRIMESTER III DENGAN PERSIAPAN PERSALINAN DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON

SKRIPSI
Disusun Oleh:
DIANA TAYE
NPM. 1420116033

Pembimbing I Pembimbing II

Asih Dwi Astuti, S.ST.,M.Kes Ns. Nurfitriyana Tunny, S.Kep

Mengetahui,
Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan

(Ira Sandi Tunny, S.Si.,M.Kes)


NIDN: 1208098501

2
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Diana Taye


Npm : 1420116033
Program Studi : Keperawatan
Judul Skripsi : Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan
Trimester III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja
Puskesmas Rijali Kota.

Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas akhir yang saya buat ini benar-

benar hasil karya atau pendapat saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan

tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan dan pikiran saya

sendiri.

Apabila suatu saat nanti dapat dibuktikan bahwa tugas akhir ini adalah

hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi yang telah ditetapkan.

Demikian surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Kairatu, 21 Mei 2020


Yang Membuat Pernyataan

Diana Taye
NPM. 1420116033

KATA PENGANTAR

3
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT dan segala puji hanya miliknya,

Tuhan yang Maha Esa dan Maha Bijaksana karena berkat taufik dan

hidayah-Nyalah sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul,

“Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan Trimester III

Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota

Ambon”. Proposal ini disusun guna untuk memenuhi persyaratan dalam

menempuh pendidikan S-1 Ilmu Keperawatan di STIKes Maluku Husada.

Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi penelitian ini tidak lepas

dari bantuan pihak, oleh sebab itu penulis ingin mengucapkan terima

kasih kepada :

1. Pembina Yayasan Sikes Maluku Husada Bapak Hamdan Tunny,S.Kep.,M.Kes

2. Ketua Stikes Maluku Husada Bapak Dr.Sahrir Silehu,SKM.,M.Kes

3. Ira Sandi tunny,S.Si.,M.Kes. Selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan

4. Asih Dwi Astuti, S.ST.,M.Kes, selaku pembimbing I yang telah rela

meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan masukan serta

arahan yang sangat berharga kepada peneliti.

5. Ns. Nurfitriyana Tunny, S.Kep, selaku pembimbing II yang telah banyak

mengarahkan dan membimbing peneliti sehingga proposal ini dapat

terselesaikan.

6. Penguji 1 dan penguji 2

7. Kedua malaikatku orang tua yang tercinta, yang sudah memberikan doa

dan motivasi dan nasehat kepada peneliti.

4
8. Adik-adikku, yang telah memberikan doa dan dukungan kepada peneliti

dalam penyusunan proposal ini.

9. Suamiku tercinta dan anak-anakku tersayang yang telah banyak membantu

memotivasi peneliti dalam menyusun proposal ini.

10. Teman-temanku tersayang mitha, lela, afny, djihan, dan acha yang menemani,

memberi dukungan, dan memotivasi peneliti dalam menyusun proposal ini.

Kairatu, 21 Mei 2020

Peneliti

DAFTAR ISI

5
Halaman Judul ……………………………………………………….…… i

6
Lembar Pengesahan ……………………………………………….……… ii
Lembar Pernyataan Keaslian Penelitian ……………………….…………. iii
Kata Pengantar …………………….……………………………………… iv
Abstrak vi
Daftar Isi ……………………….………………………………………….
Daftar Tabel ………………………….…………………………………… viii
Daftar Istilah …………………………..………………………………….. Ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………...…………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………….. 7
1.3 Tujuan ………………………………………………………. 7
1.3.1 Tujuan Umum ……………………………………….. 7
1.3.2 Tujuan Khusus ………………………………………. 7
1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………….. 8
1.4.1 Manfaat Teoritis ……………………………………... 8
1.4.2 Manfaat Praktis ……………………………………… 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan ………….…………. 9
2.1.1 Definisi ………..……….…………………………….. 9
2.1.2 Klasifikasi Pengetahuan ……………….…………….. 9
2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan ……………,,………. 10
2.1.4 Tingkat Pengetahuan ……………..………………….. 11
2.1.5 Pengukuran Pengetahuan …………….……………… 12
2.1.6 Faktoe-Faktor Yang Mempengaruhi …………...……. 13
2.2 Tinjauan Umum Tentang Persiapan Persalinan …….…...…. 14
2.2.1 Definisi ………….…………………………………… 14
2.2.2 Persiapan Persalinan …………..……………………... 15
2.2.3 Faktor Yang Mempengaruhi …………..…………….. 20
2.3 Keaslian Penelitian ………….……………………………… 30

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL


3.1 Kerangka Konsep …………….…………………………….. 32
3.2 Hipotesis Penelitian ……………………..………………….. 33

BAB IV METODE PENELITIAN


4.1 Desain Penelitian ...…………………..…………………….. 34
4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian ……..……………..…………. 34
4.3 Populasi, Sampel dan Sampling ………………….………… 34
4.4.1 Populasi ..…………………….………………………. 34
4.4.2 Sampel ..……………………….……………………... 35
4.4.3 Sampling .………………………..…………………… 35
4.4 Variabel Penelitian …...…………………….………………. 35
4.4.1 Variabel Indenpenden .……………………….……… 35
4.4.2 Variabel Dependen .……………………….…………. 35
4.5 Defenisi Operasional ……...………………….…………….. 36

7
4.6 Instrumen Penelitian …………………………..……………. 36
4.7 Prosedur Pengumpulan Data ………………………….……. 38
4.7.1 Data Primer ……………………….…………………. 38
4.7.2 Data Sekunder ……………………….………………. 39
4.8 Analisa Data .……………………….………………………. 39
4.8.1 Teknik Pengolahan Data ……………………….……. 39
4.8.2 Analisa Univariat ………………………..…………… 41
4.8.3 Analisa Bivariat ……………………..……………….. 41
4.9 Etika Penelitian …………….……….……………………… 41
Daftar Pustaka

DAFTAR TABEL

8
Tabel Hal
2.1 Keaslian Penelitian …………………………………………. 31
4.1 Defenisi Operasional …………………………………………. 36
4.2 Kisi-Kisi Kuesioner ………………………………………….. 38

DAFTAR ISTILAH

AKB : Angka Kematian Bayi


AKI : Angka Kematian Ibu

9
BAK : Buang Air Kecil
Depkes : Departemen Kesehatan
HDK : Hipertensi Dalam Kehamilan
HPHT Hari Pertama Haid Terakhir
KB : Keluarga Berencana
Kemenkes : Kementrian Kesehatan
PAP : Pintu Atas Panggul
P4K : Program Perencanaan Persalinan Pencegahan Komplikasi
SDKI : Survey Demografi Kesehatan Indonesia
SUPAS : Survey Penduduk Antar Sensus
WHO : World Health Organization

Daftar Lampiran

Lampiran I : Surat izin pengambilan data awal dari kampus StikesMH


Lampiran II : Surat izin penelitian dari Kesbangpol
Lampiran III : Informed Consent
Lampiran IV : Kuesioner
Lampiran V : Uji SPSS
Lampiran VI : Dokumentasi Penelitian

10
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

11
Menurut World Health Organization (WHO, 2014), bahwa Angka

Kematian Ibu (AKI) di dunia mencapai 289.000 jiwa. Dimana terbagi atas

beberapa Negara, antara lain Amerika Serikat 9.300 jiwa, Afrika Utara

179.000 jiwa dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka kematian ibu di Negara-

Negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup,

Vietnam 49 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 26 per 100.000 kelahiran

hidup, Brunei 27 26 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 jiwa.

Sebagian besar kematian ibu terjadi di negara berkembang karena kurang

mendapat akses pelayanan kesehatan, kekurangan fasilitas, terlambatnya

pertolongan persalinan disertai keadaaan social ekonomi dan pendidikan

masyarakat yang masih tergolong rendah .

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)

merupakan salah satu indikator untuk mencerminkan derajat kesehatan ibu

dan anak, serta cerminan dari status kesehatan suatu negara. Hasil survey

demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, AKI yaitu 305 per

100.000 kelahiran hidup yang mengalami penurunan dari tahun 2012 yaitu

359 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB sendiri menurut survey

penduduk antar sensus (SUPAS) pada tahun 2015 yaitu 22,23 per 100.000

kelahiran hidup, yang artinya sudah mencapai target MDG 2015 sebesar 23

per 1.000 kelahiran hidup (KemenKes, 2016).

Angka kematian bayi yang dilaporkan di Provinsi Maluku pada Tahun

2014 adalah 9 per 1.000 kelahiran hidup, yang artinya dari 1.000 kelahiran

bayi terdapat 9 orang bayi yang meninggal. angka kematian bayi di Provinsi

12
Maluku mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke 2014 sebesar 2,07% yaitu

mencapai 9 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka

Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Maluku dari tahun 2010 sampai dengan 2014

sangat fluktuatif pada tahun 2014 AKI mengalami penurunan yaitu 205 per

100.000 kelahiran hidup yang artinya dari 100.000 kelahiran hidup terdapat

199 orang ibu yang meninggal, angka ini masih jauh dari target AKI Nasional

yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. (Profil Kesehatan

Maluku 2014).

Upaya penurunan kematian ibu dan bayi, dapat dilakukan dengan

peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah

satu upaya yang dilakukan adalah memberdayakan keluarga dan masyarakat

untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian dengan membuat

perencanaan persalinan. Diperlukan peran tenaga kesehatan untuk

memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil untuk dapat menjaga

kehamilannya serta mempersiapkan persalinan sehingga dapat mengantisipasi

secara dini kegawatdaruratan maternal neonatal yang mungkin terjadi

(Depkes, 2009).

Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K)

adalah kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka menerapkan peran

aktif suami, keluarga dan dan masyarakat dalam merencanakan persalinan

yang aman dan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya

komplikasi pada saat hamil, bersalin dan nifas, termasuk perencanaan

menggunakan metode keluarga berencana (KB) pasca persalinan dengan

13
menggunakan stiker P4K sebagai media pencatatan sasaran dalam rangka

meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru

lahir (Depkes RI, 2009).

P4K menggunakan stiker yang dipasangkan pada semua rumah ibu

hamil, stiker P4K berisi data tentang nama ibu hamil, taksiran persalinan,

tempat persalinan, transportasi yang digunakan, dan calon donor darah.

Orientasi stiker P4K untuk pengelola program dan stakeholder terkait di

tingkat Provinsi, Kabupaten atau Kota dan puskesmas (Depkes RI, 2009).

Salah satu upaya untuk mencegah keterlambatan penanganan

persalinan adalah dengan adanya kesiapan persalinan. Adanya kesiapan

persalinan dapat dilakukan dengan mempersiapkan rencana kelahiran dan

mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi pada persalinan ibu.

Mempersiapkan rencana kelahiran adalah rencana yang dibuat oleh ibu,

bapak dan petugas pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi penolong dan

tempat bersalin, serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya

persalinan. Kemudian keluarga juga perlu mempersiapkan rencana jika terjadi

komplikasi pada persalinan ibu, seperti mengidentifikasi tempat rujukan dan

transportasi untuk mencapai tempat tersebut, mempersiapkan donor darah,

mengadakan persiapan finansial serta mengidentifikasi pembuat keputusan

pertama dan pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak

ada di tempat (Pantiawati dan Saryono, 2010 dalam Riska Rahmadani 2017).

Ibu Hamil penting sekali mempunyai pengetahuan tentang persiapan

persalinan, terutama primigravida. Primigravida adalah ibu yang hamil untuk

14
pertama kali. Pada umumnya ibu primigravida memiliki pengetahuan yang

kurang tentang persiapan persalinan, karena mereka tidak memiliki

pengalaman yang cukup. Ibu harus mengetahui bagaimana cara menahan rasa

sakit saat melahirkan, bagaimana menahan emosi saat melahirkan, rasa

cemas, gugup, bingung dan lainnya serta mengetahui tanda-tanda persalinan

seperti pecahnya ketuban dan persiapan persalinan berupa biaya, menentukan

tempat persalinan di lakukan dan ditolong oleh siapa, serta mempersiapkan

perlengkapan bayi. Salah satu yang harus dipersiapkan ibu menjelang

persalinan yaitu hindari kepanikan dan ketakutan dan bersikap tenang,

dimana ibu hamil dapat melalui saat-saat persalinan dengan baik dan lebih

siap serta meminta dukungan dari orang-orang terdekat, perhatian dan kasih

sayang tentu akan membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan

melahirkan. Kurangnya pengetahuan ibu tentang persiapan dan tanda-tanda

persalinan dapat menyebabkan bahaya pada ibu apabila ketuban sudah pecah

dan ibu tidak mengetahui bahwa pecahnya ketuban adalah tanda-tanda

persalinan, serta memicu persalinan lama, abortus dan eklampsia (Kasdu

2011 dalam Visi Pramita 2015).

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk

terbentuknya tindakan seseorang (over behaviour).Pengetahuan diperlukan

sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan

perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan

fakta yang mendukung tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2014).

15
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Visi Pramita (2015)

dengan judul Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Persalinan Dengan

kesiapan primigravida menghadapi persalinan di BPM Yulianawati Amd. keb

Kabupaten Nganjuk, didapatkan hasil dari uji statistik chi-square p value =

0,002 < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang

persalinan akan menentukan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi

persalinan. Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik tentang persalinan,

akan lebih siap dalam menghadapi persalinan.

Berdasarkan pengambilan data awal pada tanggal 15 Mei 2020 di

Puskesmas Rijali Kota Ambon, terdapat 30 orang ibu primigravida trimester

III yang memeriksakan kehamilannya, dari semua ibu primigravida trimester

III bila dilihat dari daftar kunjungan yang ada di puskesmas, tidak semuanya

memeriksakan kehamilannya secara rutin. Hal ini yang memungkinkan ibu

kurang mendapatkan pengetahuan tentang persiapan persalinan. Berdasarkan

wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 4 orang ibu primigravida

trimester III didapatkan bahwa 2 orang yang belum mempersiapkan

persalinannya. Ibu dengan kehamilan yang pertama belum memiliki persiapan

secara fisik, psikologis, finansial, budaya dan kesiapan materi dalam

menghadapi persalinannya nanti. Ibu mengatakan bahwa dia belum

mempunyai pengalaman, dan belum paham tentang apa saja yang disiapkan

dalam persalinan, belum tahu pasti rencana melahirkan akan ditolong oleh

tenaga kesehatan di Puskesmas atau di RS. (Puskesmas Rijali).

1.2. Rumusan Masalah

16
Berdasarkan uraian dari latar belakang, maka masalah utama dalam

penelitian ini adalah: “Apakah ada Hubungan Antara Pengetahuan Ibu

Primigravida Trimester III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja

Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun 2020”?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara

Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester III Dengan Persiapan

Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun

2020.

1.3.2. Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi pengetahuan tentang persiapan persalinan ibu

primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota

Ambon Tahun 2020

2. Mengidentifikasi persiapan persalinan pada ibu primigravida

trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon Tahun

2020

3. Menganalisis hubungan pengetahuan ibu primigravida trimester III

dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali

Kota Ambon Tahun 2020

1.4. Manfaat penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

17
Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan

bagi ilmu pengetahuan di bidang keperawatan khususnya keperawatan

maternitas.

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Bagi Puskesmas

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukkan bagi

Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan

kuantitas pemberian asuhan kebidanan secara komrehensif

khususnya pendampingan pada ibu dan keluarga dalam menghadapi

persalinan sehingga secara tidak langsung dapat menekan AKI dan

AKB.

2. Bagi Ibu Hamil

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan

wawasan ibu hamil tentang persalinan dan meningkatkan kesiapan

ibu primigravida dan keluarga dalam menghadapi persalinan.

3. Bagi Institusi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan di

perpustakaan kampus, selain itu dapat dijadikan bahan bacaan dan

data awal untuk penelitian selanjutnya yang sesuai dengan topik ini.

4. Bagi Peneliti

18
Menambah ilmu pengetahuan serta memberikan masukan mengenai

persiapan persalinan pada ibu primigravida.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan

2.1.1 Definisi Pengetahuan

19
Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi

setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni: indera

penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Sebagian

besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga

(Notoatmodjo, 2014).

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk

terbentuknya tindakan seseorang (over behaviour). Pengetahuan

diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri

maupun sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa

pengetahuan merupakan fakta yang mendukung tindakan seseorang

(Notoatmodjo, 2014).

2.1.2 Klasifikasi Pengetahuan

Budiman dan Riyanto (2014) menyatakan bahwa jenis

pengetahuan diantaranya sebagai berikut :

1. Pengetahuan Implisit

Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam

dalam bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang

tidak bersifat nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.

2. Pengetahuan Eksplisit

Pengetahun eksplisit adalah pengetahuan yang telah

didokumentasikan atau disimpan dalam wujud nyata, bisa dalam

20
wujud perilaku kesehatan. Pengetahuan nyata dideskripsikan dalam

tindakan-tindakan yang berhubungan dengan kesehatan.

2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan

1. Cara tradisional

Untuk memperoleh penegetahuan cara tradisional terdiri dari

4 cara yaitu :

a. Cara coba dan salah (trial and eror)

b. Cara kekuasaan atau otoritas

c. Berdasarkan pengalaman pribadi

d. Melalui jalan pikir

2. Cara modern

Cara ini adalah cara memperoleh penegtahuan yang lebih

sitematis, logis dan ilmiah sehingga disebut juga metodologi

penelitian. Cara ini dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626)

(Notoatmodjo, 2014).

2.1.4 Tingkat Pengetahuan

Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intesitas

atau tingkat yang berbeda-beda, dimana pada setiap orang berbeda-

beda. Secara garis besar Budiman dan Riyanto (2014), membagi

tingkatan pengetahuan tersebut menjadi 6 tingkatan, diantaranya:

21
1. Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai recall (memangil) memori yang telah

ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu dan untuk mengetahui

atau mengukur bahwa orang tersebut tahu tentang sesuatu dan

dapat mengajukan beberapa pertanyaan.

2. Memahami (Comprehension)

Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek

tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut

harus dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang

diketahui tersebut.

3. Aplikasi (Application)

Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek

yang di maksut dapat menggunakan ataau mengaplikasikan

prrinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain.

4. Analisis (Analysis)

Analisis adalah kemampuan seseeorang untuk menjabarkan

atau memisahkan, kemudian mencari hubungan antara komponen-

komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang

diketahui.

5. Sintesis (Synthesis)

Sintesis menunjukan suatu kemampuan seseorang untuk

merangkum atau meletakan dalam satu hubungan yang dimiliiki.

6. Evaluasi (evaluation)

22
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk

melakukan justfikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.

2.1.5 Pengukuran Pengetahuan

Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan wawancara atau

kuesioner yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari

subjek penelitian atau responden. Menurut Arikunto (2015) terdapat 3

kategori tingkat pengetahuan yang didasarkan pada nilai presentase

sebagai berikut :

1. Tingkat Tingkat pengetahuan baik bila jumlah benar 76%-100%

2. Tingkat pengetahuan cukup bila jumlah benar 56%-75%

3. Tingkat pengetahuan kurang bila jumlah benar <56%

Cara mengukur persentase Pengetahuan yaitu:

Keterangan :

F = Nilai yang diperoleh

X = Jumlah jawaban yang benar

n = Jumlah pertanyaan

100% = Angka konstanta

2.1.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan

Menurut Budiman dan Riyanto (2014) faktor faktor yang

mempengaruhi pengetahua meliputi adalah ;

1. Pendidikan

23
Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan perilaku

seseorang atau kelompok dan merupakan usaha mendewasakan

manusia melalui upaya pengejaran dan pelatihan. Semakin tinggi

pendidikan seseorang makan semakin cepat menerima dan

memahami suatu informasi sehingga pengetahuan yang dimiliki

juga semakin tinggi.

2. Informasi atau media massa

Informasi adalah “that of which one is apprised or told :

intelligence, news” (Oxford English Dictionary). Kamus lain

menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui,

namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer

pengetahuan.

3. Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa

melalui penalara apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan

demikian, seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun

tidak melakukan.

4. Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar

individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial.

5. Pengalaman

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara

untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang

24
kembalipengetahuan yang diperoleh dalam memecaahkan masalah

yang dihadapi masalalu.

6. Usia

Usia memengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang.

Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya

tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya

semakin membaik.

2.2 Tinjauan Umum Tentang Persiapan Persalinan

2.2.1 Defenisi

Persiapan adalah kemampuan yang cukup baik fisik maupun

mental. Persiapan fisik berarti tenaga yang cukup dan kesehatan yang

baik, sementara kesiapan mental berarti memiliki minat dan motivasi

yang cukup untuk melakukan suatu kegiatan. (Dalyono, 2010).

Persiapan persalinan merupakan suatu rencana tindakan yang

dibuat oleh ibu, anggota keluarga, dan petugas pemberi pelayanan

kesehatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Upaya

meningkatkan kesiapan persalinan merupakan suatu hal yang sangat

penting baik dari segi fisik maupun psikologi, agar persalianan berjalan

lancer serta ibu dan bayi selamat dimana rencana ini dapat meliputi

diskusi untuk memastikan bahwa ibu menerirma asuhan yang

diperlukan. Dengan adanya rencana persalinan dapat mengurangi

kebingungan ibu pada saat persalinan, serta meningkatkan

25
kemungkinan ibu akan menerima asuhan yang sesuai dan tepat waktu

(JNPK-KR, 2017).

2.2.2 Persiapan Persalinan

Ada beberapa hal persiapan persalinan menurut JNPK-KR

(2017) diantaranya yaitu :

1. Kesiapan Fisik

Kesiapan fisik berkaitan dengan masalah kondisi kesehatan

ibu, dimana ibu perlu menyiapkan kondisi fisik sebelum hamil. Ibu

memahami berupa adanya perubahan fisiologi sebelum terjadi

persalinan kira-kira 2 minggu, dimana ibu akan lebih mudah

bernafas karena fundus uteri agak menurun berhubung kepala janin

mulai masuk ke dalam pintu atas pinggul (PAP), Ibu akan sering

buang air kecil (BAK) karena turunnya kepala janin ke dalam PAP

yang menekan vesika urinaria serta ibu merasakan adanya gambaran

his palsu yaitu kadang-kadang perut mengejang.

Kesiapan fisik lain yang perlu diperhatikan adalah dengan

melakukan olahraga misalnya senam hamil, karena seorang ibu

hamil memerlukan fisik yang fit untuk melahirkan. Kondisi fit ini

ada hubungannya juga dengan ada atau tidaknya penyakit berat yang

diidap oleh calon ibu. Jika ditemukan riwayat darah tinggi atau asma

berat, misalnya, berarti tidak bisa dilakukan persalinan normal.

Sehingga sejak awal kehamilan, sudah harus direncanakan kelahiran

dengan operasi. Fungsi utama senam hamil untuk membantu

26
kelancaran proses persalinan, gerakan-gerakan pada senam hamil

juga berfungsi untuk menghindari posisi bayi sungsang (Manuaba,

2010).

Adapun upaya untuk mendukung kesiapan fisik ibu hamil,

pemerintah menerapkan Program Perencanaan Persalinan dan

Pencegahan Komplikasi (P4K). Program Perencanaan Persalinan dan

Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah suatu kegiatan dalam rangka

peningkatan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam

merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi

komplikasi yang mungkin terjadi, termasuk perencanaan penggunaan

KB pasca persalinan guna meningkatkan cakupandan mutu

pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir (Depkes R.I,

2009).

Hasil yang diharapkan dalam perencanaan persalinan dan

pencegahan komplikasi yaitu mendapat pelayanan antenatal sesuai

standar, ibu hamil dan keluarga mempunyai rencana persalinan

termasuk KB, mendapat pertolongan persalinan sesuai standar,

mendapat pelayanan nifas sesuai standar, keluarga dapat menyiapkan

biaya persalinan, kebersihan dan kesehatan lingkungan (sosial-

budaya) ibu mendapat pelayanan kontrasepsi pasca persalinan dan

adanya kerjasama antara petugas pelayanan kesehatan yang

berkaitan dengan persalinan ibu. Adapun kegiatan dalam program

27
P4K ini meliputi pemeriksaan antenatal care, penyuluhan dan

konseling KIA serta pencatatan pada buku KIA (Depkes R.I, 2009).

2. Kesiapan Psikologis

Ibu primigravida umumnya belum mempunyai bayangan

mengenai kejadian-kejadian yang akan dialami pada akhir

kehamilannya saat persalinan terjadi. Salah satu yang harus

dipersiapkan ibu menjelang persalinan yaitu hindari kepanikan dan

ketakutan dan bersikap tenang, dimana ibu hamil dapat melalui saat-

saat persalinan dengan baik dan lebih siap serta meminta dukungan

dari orang-orang terdekat, perhatian dan kasih sayang tentu akan

membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan melahirkan.

Keluarga baik dari orang tua maupun suami merupakan bagian

terdekat bagi calon ibu yang dapat memberikan pertimbangan serta

bantuan sehingga bagi ibu yang akan melahirkan merupakan

motivasi tersendiri sehingga lebih tabah dan lebih siap dalam

menghadapi persalinan. Dukungan dari suami dan keluarga untuk

membantu pemahaman seorang ibu hamil mendapat pengalaman

sehingga ibu hamil dapat mengantisipasi dan lebih baik dalam

menghadapi kebutuhan ibu. Kebutuhan komunikasi dan harapan

suami dan anggota keluarga yang lain menjadi sumber dukungan

yang dibutuhkan ibu hamil untuk mendukung fungsi kesehatan

keluarga.

3. Kesiapan finansial

28
Kesiapan finansial bagi ibu yang akan melahirkan merupakan

suatu kebutuhan yang mutlak harus disiapkan, dimana kesiapan

finansial atau yang berkaitan dengan penghasilan atau keuangan

yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan selama kehamilan

berlangsung sampai persalinan. Kondisi ekonomi berkaitan dengan

kemampuan ibu untuk menyiapkan biaya persalinan, menyiapkan

popok bayi dan perlengkapan lainnya, persalinan memerlukan biaya

yang tidak sedikit. Untuk itu, sebaiknya ibu sudah menganggarkan

biaya untuk persalinan. Biaya bisa ibu atau keluarga anggarkan

disesuaikan dengan tarif persalinan di tempat di mana rencana

persalinan akan berlangsung. Selain anggaran biaya persalinan perlu

juga menentukan tempat kelahiran sesuai kemampuan kita, misalnya

rumah bersalin atau di rumah dengan mendatangkan bidan.

Perencanaan yang adekuat meliputi penentuan tempat yang tepat

dengan pertimbangan dalam memilih tempat bersalin dengan

mempertimbangkan jarak tempat bersalin dengan rumah, kualitas

pelayanannya, ketersediaan tenaga penolong, fasilitas yang dimiliki,

kemampuan pembiayaan dimana setiap klinik atau rumah sakit

memiliki ketentuan tarif yang beragam.

4. Kesiapan budaya

Masalah budaya termasuk menangani masalah praktik dan keyakinan

bahwa mungkin akan berbeda dari yang dilakukan petugas

kesehatan, namun penting untuk keluarga ibu hamil. Ibu harus

29
mengetahui adat istiadat, kebiasaan, tradisi dan tingkat hidup yang

kurang baik terhadap kehamilan, dan berusaha mencegah akibat itu.

Persiapan yang berhubungan dengan kebiasaan yang tidak baik

sebelum kehamilan untuk dihindari selama kehamilan terjadi. Faktor

budaya sangat penting dimana terdapat tradisi untuk membawa

plasenta ke rumah, cara berperilaku yang benar selama kehamilan

dengan menjaga sikap dan perilaku.

5. Kesiapan Materi

Menurut (JNPK-KR, 2017) ibu dan suami maupun anggota

keluarga harus menyiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk

dibawa saat persalinan antara lain:

1. Kesiapan untuk ibu

1) peralatan mandi (seperti handuk besar, handuk kecil, sabun,

pasta gigi, sikat gigi, sisir dan pembalut).

2) Pakaian biasa yang mudah dicuci dan mudah digunakan untuk

menyusui.

3) Beberapa set piyama (atasan berkancing).

4) Bra menyusui dan bantalan menyusui.

5) Celana dalam secukupnya.

6) Kaos kaki dan gurita perekat/tali.

7) Setelan baju untuk pulang

2. Kesiapan untuk bayi

30
1) Peralatan mandi dan perawatan bayi seperti handuk bayi,

sabun bayi, sampo bayi, minyak telon, lotion dan bedak bayi.

2) Pakaian bayi meliputi beberapa set baju bayi, topi/penutup

kepala, kaos kaki dan sarung tangan, popok, gurita bayi,

selimut, bedongan dan gendongan bayi.

2.2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persiapan Persalinan

Menurut JNPK-KR (2017) faktor-faktor yang memengaruhi

persiapan persalinan meliputi :

1. Usia

Usia ibu menjadi indikator dalam kedewasaan dalam setiap

pengambilan keputusan yang mengacu pada setiap pengalamannya.

Usia yang cukup dalam mengawali atau memasuki masa perkawinan

dan kehamilan akan membantu seseorang dalam kematangan dalam

menghadapi persoalan atau masalah, dalam hal ini menghadapi

kehamilan dan perubahan selama hamil. Demikian sebaliknya

dengan usia kurang dari 16 tahun kemungkinan kematangan pikiran

dan perilaku juga kurang terlebih dalam kesiapan ibu menghadapi

perubahan dan adaptasi selama kehamilan.

2. Pendidikan

Tingkat pendidikan turut menentukan mudah atau tidaknya

seseorang memahami pengetahuan tentang persiapan menghadapi

31
persalinan yang mereka peroleh. Dari kepentingan keluarga

pendidikan diperlukan seseorang agar lebih tanggap bila ada indikasi

persalinan yang bermasalah atau terjadi insiden selama proses

persalinan dan keluarga dapat segera dalam mengambil keputusan

3. Ekonomi

Pendapatan dapat mempengaruhi kesiapan keluarga dalam

mempersiapakan semua kebutuhan selama kehamilan dan persiapan

persalinan. Pendapatan menjadi salah satu faktor yang paling

menentukan kuantitas maupun kualitas persiapan selama kehamilan

seperti menyiapkan biaya persalinan, menyiapkan barang-barang

yang dibutuhkan menjelang persalinan serta menjaga asupan nutrisi

selama kehamilan.

4. Dukungan suami, keluarga dan teman

Dukungan suami, keluarga dan teman merupakan dorongan

terhadap ibu baik secara moral maupun material, dimana dukungan

tersebut sangat mempengaruhi ibu dalam menghadapi persalinan,

adapun dukungan suami perhatian, dimana perhatian yang diberikan

sangat membantu ibu menghadapi persalinan dan memberikan rasa

nyaman dan percaya diri dalam menghadapi masalah selama

menghadapi persalinan. Dukungan yang diberikan oleh keluarga

maupun teman merupakan salah satu dukungan yang dibutuhkan

oleh ibu menjelang persalinan, dimana ibu saat melahirkan

32
membutuhkan bantuan untuk menyediakan perawatan selama

kehamilan maupun menunggu proses persalinan.

5. Dukungan tenaga kesehatan

Selama masa kehamilan dan persalinan terjadi, ibu

primigravida trimester III mendapat dukungan dari tenaga kesehatan,

dimana ibu primigravida trimester III diberikan berbagai informasi

yang berkaitan dengan perawatan prenatal, dan kebutuhan apa saja

selama kehamilan dan persalinan nantinya misalnya cara merawat

payudara, cara menyusui serta memantau status kesehatan ibu

primigravida trimester III.

2.3 Keaslian Penelitian

Sepengetahuan penulis, penelitian tentang Hubungan Pengetahuan

Dengan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas

Rijali Kota Ambon belum pernah dilakukan di Kota Ambon. Penelitian ini

adalah penelitian Deskriptif Analitik yang difokuskan pada Apakah Ada

Hubungan Pengetahuan Dengan Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil

Trimester III di Puskesmas Rijali Kota Ambon, dengan pendekatan cross

sectional.

Tabel 2.1 Keaslian Penelitian

33
No Nama Judul, Tempat Metode Variabel Hasil
Peneliti Dan Tahun Penelitian Penelitian
1. Adib Ahmad Pengetahuan Penelitian ini Pengetahuan Baik, 20 responden (63%)
Shammakhm Persiapan merupakan jenis dengan tingkat pengetahuan
Persalinan Ibu penelitian baik, 11 responden (34%)
Hamil Primigravida Deskriptif. dengan tingkat pengetahuan
Trimester III cukup, dan 1 responden (3%).
Diwilayah Kerja
Puskesmas
Gunungsari Tahun
2016.
2. Visi Prima Hubungan survei analitik Pengetahuan Ada hubungan yang signifikan
Twin Putranti Pengetahuan Dan dengan desain dan Sikap antara pengetahuan dengan
Sikap Tentang cross sectional. kesiapan primigrafida
Persalinan Dengan menghadapi persalinan r=
Kesiapan 0,504 dan p= 0,002.
Primigravida Ada hubungan yang signifikan
Menghadapi antara sikap dengan kesiapan
Persalinan di BPM primigrafida menghadapi
Yulianawati Amd. persalinan r= 0,795 dan p=
Keb Kabupaten 0,000
Nganjuk Tahun
2015
3. Riska Faktor-Faktor Yang deskriptif Umur, Data dianalisis menggunakan
Rahmadani Berhubungan kolerasional Paritas, uji chi square. Hasil penelitian
Dengan Kesiapan dengan desain Pekerjaan, ini menunjukkan bahwa ada
Persalinan Di cross sectional. Dukungan hubungan antara umur (p
Puskesmas Sosial dan value =0,006), paritas (p value
Banguntapan II Kesiapan =0,015), pekerjaan (p value
Bantul Yogyakarta Persalinan =0,026), dan dukungan sosial
Tahun 2017 (p value =0,026)dengan
kesiapan persalinan.
4. Diana Taye Hubungan deskriptif Analitik Pengetahuan Tidak ada hubungan
Pengetahuan dengan desain Dan pengetahuan dengan persiapan
Dengan Persiapan cross sectional. Persiapan persalianan pada ibu hamil
Persalinan Pada Ibu Persalinan dengn nilai signifikan p=0.233
Hamil Trimester
II dan Trimester
III di Wilayah
Puskesmas Rijali
Kota Ambon Tahun
2020

BAB III

34
KERANGKA KONSEPTUAL

3.1 Kerangka Konsep

Menurut Hidayat (2017), kerangka konseptual adalah model konsep

yang berkaitan dengan bagaimana seorang peneliti menyusun teori atau

menghubungkan secara logis faktor yang dianggap penting untuk dijadikan

masalah. Kerangka konsep dalam penelitian ini digambarkan seperti :

Variabel Independen Variabel Dependen

Pengetahuan
Persiapan
Persalinan

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

Keterangan:

: variabel independen

: variabel dependen

: garis penghubung

3.2 Hipotesis Penelitian

35
Dari gambar kerangka konsep diatas, maka hipotesis dalam penelitian

ini adalah :

a. Tidak ada hubungan pengetahuan ibu primigravida Trimester II

dan Trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja

Puskesmas Rijali Kota Ambon.

BAB IV

36
METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross

sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan ibu primigravida

Trimester II dan trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja

Puskesmas Rijali Kota Ambon.

4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian

4.2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota.

4.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-November 2020.

4.3 Populasi, Sampel, dan Sampling

4.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu primigravida

trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota

Ambon sebanyak 30 responden.

4.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian

jumlah dari karakteristik yang di miliki oleh populasi. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah total

sampling, yaitu semua ibu primigravida trimester III yang melakukan

pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon sebanyak 30 responden.

37
4.3.3 Sampling

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat

mewakili populasi (Nursalam, 2014). teknik sampling yang digunakan

dalam penelitian ini adalah total sampling.

4.4 Variabel Penelitian

4.4.1 Variabel Independen(Variabel Bebas)

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi

atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel

dependen, yaitu pengetahuan persiapan persalinan.

4.4.2 Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variabel dependen merupakan variabel yang di pengaruhi atau

yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, yang menjadi

variabel dependen dalam penelitian ini adalah persiapan persalinan pada

ibu primigravida Trimester II dan trimester III.

4.5 Definisi Operasional

Tebel 4.1 Defenisi Operasional

38
No Variabel Definisi Alat Skala Hasil Ukur
Operasional Ukur
1. Independe 1. Baik Jika skor
n (bebas) : Segala apa 8-10
Pengetahua yang Kuesioner 2. Cukup Jika
n diketahui ibu Ordinal skor 4-7
tentang 3. Kurang Jika
persiapan skor 0-3
persalinan

2. Dependen 1. Dikatakan siap


(terikat) : Kesiapan ibu Kuesioner jika skor 6-10
Persiapan hamil dalam Nomi 2. Dikatakan tidak
Persalinan menghadapi nal siap jika skor 1-5
persalinan

4.6 Instrumen penelitian

4.6.1 Instrumen

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah informasi yang didapatkan

dari responden sesuai dengan pertanyaan. Kuesioner juga dapat di uji

dengan menggunakan uji validitas dan reabilitas (Notoatmodjo, 2012).

Kuesioner dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang

digunakan untuk mendapatkan data hubungan pengetahuan ibu

primigravida Trimester II dan trimester III dengan persiapan persalinan

di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon.

1. Kuesioner Bagian pertama berkaitan dengan karakteristik responden

yang terdiri dari : umur, inisial, pendidikan, pekerjaan.

2. Bagian kedua, pengetahuan yaitu dengan menggunakan lembar

kuesioner yang dibagikan kepada setiap ibu primigravida trimester

III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon.

39
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu primigravida trimester III

tentang persiapan persalinan, jumlah soal dari kuesioner

pengetahuan adalah 10 soal dalam bentuk pilihan benar salah. Untuk

kategori uraian alternativ jawaban, penulis menetapkan kategori

untuk setiap butir pertanyaan positif, yaitu benar = 1, salah = 0.

Kuesioner penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reabilitasnya

di Puskesmas Waihaong.

3. Bagian ketiga, persiapan persalinan dengan menggunakan lembar

kuesioner yang dibagikan kepada setiap ibu primigravida trimester

III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rijali Kota Ambon.

Untuk mengetahui persiapan persalinan ibu primigravida trimester

III tentang persiapan persalinan, jumlah soal dari kuesioner

persiapan persalinan adalah 10 soal dalam bentuk pilihan benar

salah. Untuk kategori uraian alternativ jawaban, penulis menetapkan

kategori untuk setiap butir pertanyaan positif, yaitu benar = 1, salah

= 0. Kuesioner penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan

reabilitasnya di Puskesmas Waihaong.

Tebel 4.2 Kisi-Kisi Kuesioner

Variabel Indikator No. Butir Soal

Pengetahuan Penegrtian persiapan persalinan 1


tentang persiapan Faktor yang mempengaruhi persiapan 7, 8, 9, 10

40
persalinan persalinan
Persiapan persalinan 2, 3, 4, 5, 6

Persiapan Fisik 1, 5
persalinan Psikologis 3, 7, 9, 10
Finansial 4
Kesiapan budaya 2, 8
Kesiapan materi 6

4.6.2 Uji Validitas Dan Reliabilitas

1. Uji validitas

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu

benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010).

Instrument dikatakakan valid jika mampu mengukur apa yang harus

diukur menurut situasi dan kondisi tertentu.

Hasil uji validitas menunjukan bahwa dari 10 pertanyaan

tentang pengetahuan yang di uji 6 pertanyaan hasil valid dan 3

pertanyaan hasilnya tidak valid.

2. Uji reliabilitas

Reliabilitas instrument menunjukan pada suatu pengertian

bahwa instrument dapat dipercaya untuk dipergunakan sebagai alat

pengumpul data karena instrument itu baik. Cronbach’s Alpha 0,6

berarti pertanyaan dikatakan reliabel artinya dapat digunakan sebagai

instrument pengumpulan data.

4.7 Prosedur Pengumpulan Data

41
Proses pengumpulan data untuk tujuan penelitian ini dimulai dari

pengambilan data yang dilakukan tentang hubungan pengetahuan ibu

primigravida trimester III dengan persiapan persalinan di Wilayah Kerja

Puskesmas Rijali Kota Ambon dengan prosedur sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

b. Mencari dan mengidentifikasi permasalahan dengan melihat fenomena

yang ada di sekitar.

c. Mengajukan judul

d. Menyusun proposal dan revisi proposal

e. Setelah peneliti mendapatkan persetujuan dari pembimbing I dan

pembimbing II, peneliti mengajukan ujian proposal penelitian di

STIKes Maluku Husada Kairatu

f. Ujian proposal

g. Peneliti merevisi semua masukan dan arahan dari para penguji.

2. Tahap Pelaksanaan

a. Pengurusan perijinan

b. Peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian dari institusi

kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Ambon kemudian

menyerahkan surat penelitian ke kepala Puskesmas Rijali

c. Setelah peneliti mendapatkan surat penelitian maka peneliti segera

melakukan penelitian

d. Peneliti dibantu oleh rekan melakukan pendekatan kepada responden

dan menjelaskan tujuan serta manfaat penelitian

42
e. Peneliti beserta rekan menjamin kerahasiaan responden kemudian

memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden dan meminta

responden untuk mendatangani informed consent

f. Peneliti beserta rekan melakukan pengumpulan data terhadap responden

dengan cara membagikan lembar kuesioner untuk mengambil data

tentang pengetahuan persiapan persalinan dengan persiapan persalinan

g. Peneliti melakukan pengolahan data

h. Seminar penelitian

i. Revisi penelitian

4.8 Analisa Data

4.8.1 Teknik Pengolahan Data

Menurut Azwar (2005), data yang telah diperoleh dari proses

pengumpulan data, selanjutnya diteliti ulang dan diperiksa ketepatan

atau kesesuaian jawaban serta kelengkapannya, dengan langkah-

langkah sebagai berikut :

1) Pemeriksaan Data (Editing)

Setelah kuisioner diisi kemudia dikumpulkn dalam bentuk

data, maka akan dilakukan pengecekan dengan memeriksa

kelengkapan, keseimbangan dan keseberagaman data. Sehingga bila

terdapat data yang meragukan atau salah, maka dapat dijelaskan

kembali kepada responden.

2) Coding

43
Mengkode data merupakan upaya mengklarifikasi data

memberi kode untuk masing-masing kelas terhadap data yang

diperoleh dari sumber data yang telah diperiksanya. Peneliti

memberikan kode pada setiap variabel data yang dikumpulkan untuk

memudahkan pengelompokan data dengan merubah data berbentuk

huruf menjadi data berbentuk angka-bilangan dengan memberi kode

pada kuisioner. Untuk memudahkan pengolongan data semua

jawaban maka data disederhanakan yaitu dengan memberikan

simbol-simbol tertentu untuk setiap jawaban pengkodean dilakukan :

nomor, halaman, daftar pertannyaan, nomor pertannyaan.

3) Entry

Entry adalah suatu proses memasukan data ke dalam

komputer untuk selanjnya dilakukan analisa data dengan

menggunakan program komputer.

4) Tabulasi Data

Tabulating adalah kegiatan memasukan data hasil penelitian

kedalam tabel kemudian di olah menggunakan komputer.

4.8.2 Analisa Univariat

Analisa univariat adalah analisa yang dilakukan untuk

menganalisis tiap variabel dari hasil penelitian yang disajikan dalam

bentuk distribusi frekuensi yang dinarasikan (Notoatmodjo, 2010).

Dalam penelitian distribusi frekuensi terdiri dari umur, pekerjaan,

pendidikan, pengetahuan dan persiapan persalinan.

44
4.8.3 Analisa Bivariat

Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan untuk

mengetahui keterkaitan dua variabel (Notoatmodjo, 2010). Analisa

bivariat yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan

atau berkorelais. Data yang digunakan untuk pengujian hipotesis ini

berasal dari variabel hubungan pengetahuan tentang persiapan

persalinan dengan persiapan persalinan pada ibu primigravida trimester

III yang pengukurannya menggunakan skala ordinal. Analisa ini

mengunakan uji statistik Chi-cquere korelasi Fisher Exact Test dengan

derajat kepercayaan 95%. Pedoman dalam menerima hipotesis: apabila

nilai probabilitasnya (p) < 0,05 maka Ho ditolak, apabila (p) > 0,05

maka Ha diterima.

4.9 Etika Penelitian

Etika penelitian ini bertujuan untuk melindungi hak subyek antara

lain menjamin kerahasiaan identitas responden dan kemungkinan terjadinya

ancaman terhadap responden. Sebelum pelaksanaan penilitian pada responden

akan di berikan lembaran persetujuan tentang kesediaan responden menjadi

partisipan. Dalam penelitian ini terlebih dahulu isi lembaran tersebut, apabila

responden bersedia maka responden di persilahkan untuk menandatangi surat

pernyataan persetujuan tersebut. Penelitian ini memperhatikan masalah etika

meliputi :

1. Informed consent (Lembar persetujuan)

45
Lembar persetujuan ini diberikan kepada responden yang akan diteliti

yang memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat

penelitian. Bila subjek menolak maka peneliti tidak akan memaksakan

kehendak dan tetap menghormati hak-hak subjek.

2. Anonimity (tanpa nama)

Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak akan mencantum nama

responden, tetapi responden tersebut diberikan kode.

3. Confidentiality ( kerahasiaan)

Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya

kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.

BAB V

46
HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

5.1.1 Keadaan Geografis

Puskesmas Rijali terletak di desa Batu Merah kecamatan Sirimau

Kota Ambon demgam luas wilayah 95,75 ha/m2 yang berbatasan

dengan :

1. Sebelah Selatan dengan Desa Hative Kecil

2. Sebelah Utara dengan Kelurahan Amantelu

3. Sebelah Barat dengan Teluk Ambon

4. Sebelah Timur dengan Desa Halong

5.1.2 Keadaan Demografi

Puskesmas Rijali dibangun pada tahun 1972 dan pada tahun 2010

direhabilitasi kembali. Puskesmas Rijali memiliki luas tanah 96 m2.

Secara umum wilayah kerja Puskesmas Rijali mencakup luas wilayah

yang terdiri dari 1 desa : 15 RW dan 58 RT dan 1 kelurahan : 8 RW

dan 22 RT.

5.2 Karakteristik Responden

47
Tabel 5.1
Distribusi Responden Berdasarkan Umur, Usia kehamilan, Pendidikan,
Pekerjaan dan Alamat di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon
tahun 2020

No Umur n %
1 17-25 Tahun 19 63.3
2 26-35 Tahun 10 33.3
3 > 35 Tahun 1 3.3
Total 30 100.0
No Usia kehamilan n %
1 Trimester I 14 46.7
2 Trimester II 16 53.3
Total 30 100.0
No Pendidikan n %
1 SMP 3 10.0
2 SMA 22 73.3
3 D3 3 10.0
4 S1 2 6.7
Total 30 100.0
No Pekerjaan n %
1 IRT 27 90.0
2 PNS 1 3.3
3 Wiraswasta 2 6.7
Total 30 100.0
No Alamat n %
1 Batu Merah 17 56.7
2 Kapaha 4 13.3
3 Gunung Malintang 5 16.7
4 Galunggung 1 3.3
5 Kebun Cengkeh 3 10.0
Total 30 %
Sumber : Data Primer, 2020

Tabel 5.1 Menjelaskan bahwa dari 30 responden yang umur 17-25

tahun sebanyak 19 orang (63.3%) dan responden dengan umur 26-35 tahun

sebanyak 10 orang (33.3%) sedangkan responden dengan umur > 35 tahun

sebanyak 1 orang (3.3%) kemudian untuk tabel distribusi HPHT didapatkan

responden dengan trimester II atau usia kehamilan (4-6 bulan) sebanyak 14

orang (14.7%) dan responden dengan trimester III atau usia kehamilan (7-9

48
bulan) sebanyak 16 orang (53.3%) kemudian untuk tabel distribusi responden

didaptkan bahwa responden dengan pendidikan dengan tamatan SMP

sebanyak 3 orang (10.0%), responden dengan tamatan SMA sebanyak 22

orang (73.3%), responden dengan tamatan D3 sebanyak 3 orang (10.0%) dan

responden dengan tamatan S1 sebanyak 2 orang (6.7%) kemudian distribusi

pekerjaan didapatkan IRT sebanyak 27 orang (90.0%), PNS sebanyak 1 orang

(3.3%) dan wiraswasta sebanyak 2 orang (6.7%) dan yang terakhir distribusi

alamat di dapatkan responden dengan alamat batu merah sebanyak 17 orang

(56.7%) alamat kapaha sebanyak 4 orang (13.3%) alamat gunung malintang

sebanyak 5 orang (16.7%) alamat galunggung sebanyak 1 orang (3.3%) dan

alamat kebun cengkeh sebanyak 3 orang (10.0%).

5.2.1 Analisa Univariat

a. Pengetahuan

Tabel 5.2
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Responden
di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon tahun 2020
Pengetahuan N %
Baik 23 76.7
Cukup 7 23.3
Total 30 100.0
Sumber : Data Primer, 2020

Tabel 5.2 Menjelaskan bahwa dari 30 responden yang

pengetahuan baik sebanyak 23 orang (76.7%) dan responden

yang pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (23.3%).

b. Persiapan Persalinan

49
Tabel 5.3
Distribusi Responden Berdasarkan Persiapan Persalinan
responden di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali
Kota Ambon tahun 2020
Persiapan Persalinan N %
Siap 29 96.7
Tidak Siap 1 3.3
Total 30 100.0
Sumber : Data Primer, 2020

Tabel 5.3 Berdasarkan dari tabel distribusi di atas

diketahui bahwa dari 30 responden mayoritas sudah siap dalam

persiapan persalinan yaitu sebanyak 29 orang (96.7%).

5.2.2 Analisa Bivariat

Tabel 5.4
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah
Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon tahun 2020

Pengetahuan Persiapan Persalinan


Siap Tidak Siap Total Total p-
N valu
e
n % n %
Baik 23 100 0 0 23 100.0 0.233
Cukup 6 6.8 1 .2 7 100.0
Total 29 29. 1 1.0% 30 100.0%
Sumber : Data Primer, 2020

Jelaskan dulu tabel nya

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan Chi-cquere

korelasi Fisher Exact Test pada tabel 5.4 didapatkan nilai Exact. Sig. (2-

Sided) Fisher Exact Test sebesar 0,233 atau p=0,233 nilai tersebut lebih besar

dari 0,05 (0,233>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0

50
diterima atau hipotesis penelitian diterima. Artinya Tidak Ada Hubungan

Pengetahuan dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali

Kota Ambon.

5.3 Pembahasan

5.3.1 Pengetahuan

Pada hasil analisis univariat pada tabel 5.2 diketahui bahwa

mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang

51
persiapan persalinan sebanyak 23 orang (76.7%). Beberapa responden

dengan latar belakang pendidikan D3 jumlahnya 3 orang (10.0%) dan

S1 jumlahnya 2 orang (6.7%) mempunya pengetahuan yang sangat

baik tentang persiapaan persalinan, dan juga sebagian besar responden

dengan tamatan SMA jumlahnya 22 responden (73.3%). Pengetahuan

ibu primigravida di Puskesmas Rijali Kota Ambon sangat baik karena

ibu-ibu tersebut dengan mudahnya mencari informasi yang didapatkan

melalui, pengalaman orang lain, media, internet (buku KIA), promkes

serta konseling keluarga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di

Puskesmas Tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan teori (Wawan & Dewi,

2010) menyatakan bahwa yang mana pendidikan diperlukan untuk

mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan

sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Pada umumnya makin

tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi. Hasil

penelitian ini didukung oleh penelitian (Sri Handayani, 2018) tentang

“Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Persalinan Dengan

Kesiapan Menghadapi Persalinan Pada Trimester III Di Puskesmas

Umbulharjo I Yogyakarta” dapat diketahui bahwa dari 34 ibu hamil di

Puskesmas Umbulharjo I, yang berpengetahuan baik sebanyak 14 ibu

hamil (41.2%).

5.3.2 Persipan Persalinan

52
Pada hasil analisis univariat pada tabel 5.3 diketahui bahwa

sebagian besar ibu hamil sudah siap dalam persiapan persalinan sebanyak

29 orang (96.7%). Ibu hamil dengan persipan persalinan yang baik

dikarenakan ibu tersebut mempunyai dukungan dari suami dalam

mempersiapan menuju persalinan, salah satu persiapan yaitu mulai dari

biaya RS sampai dengan perlengkapan bayi dan mayoritas responden

sudah memasuki usia yang matang untuk mengandung.

Hal ini sesuai dengan teori menurut Hartanto (2002), yang

menyatakan bahwa umur 20 – 35 tahun merupakan umur reproduksi sehat

dan paling baik untuk mengandung dan melahirkan. Keadaan ini juga

didukung dengan teori yang dikatakan Dedeh dalam penelitian Astria

(2009), bahwa karakteristik pada ibu hamil berdasarkan umur sangat

berpengaruh terhadap pengetahuan dalam proses persalinan, dimana

semakin muda umur ibu maka semakin kurang pengetahuan serta

pengalaman yang dimiliki ibu hamil karena ketidaksiapan ibu dalam

menerima sebuah kehamilan, selain itu usia yang masih muda sistim

reproduksi yang belum matang, sehingga akan berisiko terjadi gangguan

selama kehamilan. Hal ini akan berdampak pada persiapan persalinan yang

minim dan dapat berdampak buruk selama proses persalinan

berlangsung.memiliki pengetahuanyang baik tentang proses persalinan

sejumlah 38responden (70.4%). Hal ini menunjukan bahwasebagian besar

pengetahuan ibu primigravida di Puskesmas

53
5.3.3 Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Trimester II dan Trimester

III Dengan Persiapan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali

Kota Ambon

Baca dari hasi tabelnya silangnya dulu ya ...pengetahuan dengan

persaipan ? dulu ya ....

Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara

pengetahuan ibu primigravida trimester I dan trimester III dengan

persiapan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon.

Banyak ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang persiapan

persalinan hal ini akan membentuk pikiran yang positif tentang persiapan

persalinan sehingga ibu lebih siap menghadapi persalinan. Di tambah juga

dukungan dari keluarga terutama suami dalam persiapan persalinan, mulai

dari menemani istri ke puskesmas kemudian persiapan biaya RS, sampai

perlengkapan bayi.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Prima

Twin Putranti, 2015) mengemukakan bahwa Ada hubungan yang

signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan primigravida menghadapi

persalinan r=0,504 dan p=0,002. Ada hubungan yang signifikan antara

sikap dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan r=0,795 dan

p=0,000 begitupun dengan hasil penelitian (Riska, 2017) hasilnya

menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada

hubungan antara umur (p-value =0,006), paritas (p-value =0,015),

54
pekerjaan (p-value =0,026), dan dukungan sosial (p-value =0,026) dengan

kesiapan persalinan.

Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat

penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan yang baik

tentang persiapan persalinan yang dimiliki ibu hamil akan menentukan

cara pikir dan cara pandangnya tentang persiapan persalinan. Semakin

banyak pengetahuan yang dimiliki ibu hamil tentang persiapan persalinan

akan membentuk pikiran yang positif tentang persiapan persalinan

sehingga ibu lebih siap menghadapi persalinan. Ibu akan menyambut

persalinan dengan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan

termasuk menjaga kehamilannya dengan baik dengan melakukan

pemeriksaan rutin ke pelayanan kesehatan. Ibu akan mematuhi anjuran

dari tenaga kesehatan. Hal ini karena ibu tau bahwa persalinan harus

disiapkan sejak masa kehamilan. Dengan meningkatkan pengetahuan

responden dengan persiapan persalinan diusahakan kasus-kasus kematian

AKI (Angka Kematiian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) bisa

dikurangi bahkan dapat di cegah. untuk menilai kedalaman pengetahuan

dimulai dari rasa ingin tahu, memahami aplikasi, dan evaluasi. Aplikasi

seseorang yang lebih tahu, maka ia akan berespon untuk melakukan

sesuatu, dengan demikian akan timbul dorongan atau keinginan untuk

mewujudkannya dan dalam mewujudkan perilaku kesehatan tersebut

petugas pemberi pelayanan kesehatan sangat berarti sekali untuk

55
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemauan untuk

mempersiapkan segalanya menjelang persalinan. (Notoadmodjo, 2012).

Menurut pengetahuan yang baik tentang persiapan persalinan yang

dimiliki ibu hamil akan menentukan cara pikir dan cara pandangnya

tentang persiapan persalinan. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki

ibu hamil tentang persiapan persalinan akan membentuk pikiran yang

positif tentang persiapan persalinan sehingga ibu lebih siap menghadapi

persalinan.

5.4 Keterbatasan Penelitian

1. Keterbatasan tenaga dan biaya dalam penelitian dampaknya atau efeknya

baut penelitian apa jelaskan

2. Kesulitan dalam mencari atau mendapatkan responden mungkin dalam

kondisi covid .....coba biat kalimat yg bagus

3. Pengetahuan peneliti tentang metodologi penelitian masih kurang dan

penelitan ini merupakan pengalaman pertama.

56
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai hubungan

pengetahuan dengan persiapan persalinan pada ibu primgravida trimester II

dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon tahun 2020 pada 30

responden dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pada Variabel Pengetahuan sebagian besar responden mempunyai

pengetahuan baik sebanyak 23 orang (76.7%)

2. Pada variabel Persiapan persalinan sebagian besar sudah siap untuk

persiapan persalinan sebanyak 29 orang (96.7%)

3. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan persiapan

persalinan pada ibu primgravida trimester II dan III di Wilayah

Kerja Puskesmas Rijali Kota Ambon dengan nilai signifikansi

p=0,233.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat memberikan saran sebagai

berikut:

1. Bagi Puskesmas

57
Dapat lebih sering melakukan konseling maupun dengan

membagikan brosur kepada ibu hamil yang sedang melakukan kunjungan

untuk memeriksakan kehamilannya .Dengan demikian, ibu hamil tersebut

dapa tmemperoleh pengetahuan yang cukup akan kehamilan, persalinan,

nifas dan perawatan bayi serta mampu mestabilkan emosionalnya yakni

perasaan cemas selama hamil dan saatakan melahirkan.

2. Bagi Ibu Hamil

Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang persiapan

persalinan dengan melakukan ante natal care dan konsultasi rutin dengan

tenaga kesehatan maupun melalui media informasi yang lain sehingga ibu

dapat melewati kehamilan dan persalinannya dengan sehat, aman dan tidak

ada komplikasi yang menyertai

3. Bagi Institusi

Dapat di jadikan referensi dalam ilmu keperawatan maternitas mengenai

pengetahuan ibu primigravida dengan persiapan persalinan.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Dapat menggali dan membandingkan secara detail pengetahuan

tentang persipan proses persalinan, dan menganalisa faktor-faktor lain

yang berhubungan dengan persiapan persalianan pada ibu hamil.

58
DAFTAR PUSTAKA

Adib, A. (2016). Pengetahuan Persiapan Persalinan Ibu Hamil Primigravida


Trimester III Diwilayah Kerja Puskesmas Gunungsari : (Jurnal
Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 4 No 2).
Arikunto, S. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi
VI. Jakarta :Rineka Cipta.
Azwar, S. (2005). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Budiman & Riyanto.(2014). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan dan Sikap
Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba.
Depkes R.I. (2009). Persalinan Yang Aman Dan Selamat Agar Ibu Bayi Sehat.
http://www.promkes.depkes.go.id : Di Akses pada 03 Maret 2020.
Dalyono. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta :Rineka Cipta.
JNPK-KR. (2017). Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jaringan
Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi. Jakarta JNPK-KR.
Kasdu. (2011). Solusi Problem Persalinan. Jakarta : Puspa Swara.
Kementrian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia.
Jakarta:Kementrian Kesehatan RI.
Manuaba. (2010). Konsep Obstetri & Ginekologi Sosial Indonesia. Jakarta :
EGC.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Jakarta : PT
Rineka Cipta.
(2012). Metodologi PenelitianKesehatan.Jakarta : PT RinekaCipta.
Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktek
Keperawatan Professional. Jakarta : salemba medika.

59
Permenkes RI Nomor : Nomor : 47/Menkes/pasal III/IV/2016. Peran bidan
sebagai tenaga kesehatan.
Profil Kesehatan Maluku. (2014). Prevalensi AKI Dan AKB.
Puskesmas Rijali. (2020). Laporan Bulanan Ibu Hamil : Kota Ambon.
Riska Rahmadani. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan
Persalinan Di Puskesmas Banguntapan II Bantul Yogyakarta :
Skripsi. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Rohani. (2013). Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba
Medika.
Visi Prima Twin Putranti. (2014). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang
Persalinan Dengan Kesiapan Primigravida Menghadapi Persalinan
di BPM Yulianawati Amd. Keb Kabupaten Nganjuk Tahun 2014.
Tesis. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
World Health Organization. (2014). Levels and Trend Maternatal Mortality Rate
2014 Geneva : WHO

60
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

(Informed Consent)

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Mahasiswa Program Studi Ilmu
Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maluku Husada :

Nama : Diana Taye

NPM : 1420116033

Bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan

Ibu primigravida Trimester II dan trimester III Dengan Persiapan Persalinan Di

Wilayah Keja Puskesmas Rijali Kota Ambon”. Untuk terlaksananya kegiatan

tersebut, saya mohon kesediaan Saudari untuk berpartisipasi dengan cara mengisi

kuesioner berikut. Jawaban Saudari akan saya jamin kerahasiaannya dan hanya

akan digunakan untuk kepentingan penelitian. Apabila Saudari berkenan mengisi

kuesioner yang terlampir, mohon kiranya Saudari terlebih dahulu bersedia

menandatangani lembar persetujuan menjadi responden (informed consent ).

Demikianlah permohonan Saya, atas perhatian serta kerjasama Saudari


dalam penelitian ini, Saya ucapkan terimakasih.

Peneliti Responden

61
( Diana Taye ) (……………………)

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA


TRIMESTER III DAN TRIMESTER III DENGAN PERSIAPAN
PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS RIJALI KOTA

A. Data Demografi (Identitas Responden)

Nama :

Umur : Tahun

HPHT :

Pendidikan Terakhir :

Pekerjaan :

No Hp :

Alamat :

B. Kuesioner Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Persalinan

Petunjuk Pengisian : Beri tanda checklist (√) pada salah satu jawaban
yang saudara anggap benar.

No Pernyataan Benar Salah


1. Persiapan persalinan merupakan suatu rencana tindakan
yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga, dan petugas
pemberi pelayanan kesehatan guna meningkatkan
kesehatan ibu dan janin

62
2. Kondisi fisik yang baik perlu di persiapkan dalam
menghadapi persalinan agar berjalan lancar
3. Ibu hamil harus melakukan olahraga senam hamil untuk
mempersiapkan fisik sebelum persalinan
4. Mempersiapkan biaya persalinan merupakan kesiapan
finansial
5. Hindari kepanikan, ketakutan dan bersikap tenang
merupakan kesiapan psikologis
6. Peralatan mandi dan perawatan bayi seperti handuk bayi,
sabun bayi, sampo bayi, minyak telon, lotion dan bedak
bayi beserta pakaian bayi merupakan kesiapan materi
yang diperlukan untuk dibawa saat persalinan
7. Usia, pendidikan, ekonomi, dukungan tenaga kesehatan,
dukungan suami dan keluarga merupakan faktor yang
mempengaruhi persalinan
8. Pendapatan dapat mempengaruhi kesiapan keluarga
dalam mempersiapakan semua kebutuhan selama
kehamilan dan persiapan persalinan
9. Dukungan yang diberikan oleh keluarga maupun teman
merupakan salah satu dukungan yang dibutuhkan oleh ibu
menjelang persalinan, dimana ibu saat melahirkan
membutuhkan bantuan untuk menyediakan perawatan
selama kehamilan maupun menunggu proses persalinan.
10. Selama masa kehamilan dan persalinan terjadi, ibu hamil
yang pertama kali trimester III perlu mendapat dukungan
dari tenaga kesehatan berbagai informasi yang berkaitan
dengan perawatan prenatal, dan kebutuhan apa saja
selama kehamilan dan persalinan nantinya

63
C. Kuesioner Persiapan Persalinan
Petunjuk Pengisian : Beri tanda checklist (√) pada salah satu jawaban
yang saudara anggap benar.

No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak

1. Saya mengetahui tanggal perkiraan kelahiran bayi


saya sejak awal pemeriksaan kehamilan
2. Saya menentukan persalinan saya akan ditolong oleh
bidan atau dokter di fasilitas kesehatan
3. Saya sepakat bahwa yang akan mendapingi saya
adalah suami atau anggota keluarga yang lain
4. Biaya bersalin saya siapkan jauh hari dengan
menabung
5. Saya sudah menyiapkan kendaraan untuk mengantar
saya ke bidan jika sewaktu-waktu merasakan tanda-
tanda persalinan
6. Keperluan untuk bayi sudah saya siapkan seperti
peralatan mandi, pakaian bayi dan lainnya.
7. Saya siap jika dalam proses persalinan nanti ada
kendala sehingga saya harus melahirkan dengan
tindakan (operasi)
8. Saya sudah menyiapkan tempat untuk plasenta
dibawah pulang pasca persalinan
9. Untuk mencegah kegawatdaruratan saya sudah
mengetahui siapa yang akan mendonorkan darahnya
untuk saya (anggota keluarga yang mempunyai
golongan darah sama dengan saya)
10. Saya berpikir positif (yang baik-baik) mengenai
persalinan nanti, karena bisa membuat saya merasa
tenang

64
Frequency

Umur

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 17-25 tahun 19 63.3 63.3 63.3

26-35 tahun 10 33.3 33.3 96.7

36-45 tahun 1 3.3 3.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

HPHT

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid trimester II 14 46.7 46.7 46.7

trimester III 16 53.3 53.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

pendidikan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid SMP 3 10.0 10.0 10.0

SMA 22 73.3 73.3 83.3

D3 3 10.0 10.0 93.3

S1 2 6.7 6.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

65
pekerjaan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid IRT 27 90.0 90.0 90.0

PNS 1 3.3 3.3 93.3

wiraswasta 2 6.7 6.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

alamat

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid batu merah 17 56.7 56.7 56.7

kapaha 4 13.3 13.3 70.0

gunung malintang 5 16.7 16.7 86.7

galunggung 1 3.3 3.3 90.0

kebun cengkeh 3 10.0 10.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

pengetahuan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid baik 23 76.7 76.7 76.7

cukup 7 23.3 23.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

66
persiapan_persalinan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid siap 29 96.7 96.7 96.7

tidak siap 1 3.3 3.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

pengetahuan *
30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
persiapan_persalinan

67
pengetahuan * persiapan_persalinan Crosstabulation

persiapan_persalinan

siap tidak siap Total

pengetahuan baik Count 23 0 23

Expected Count 22.2 .8 23.0

% within pengetahuan 100.0% .0% 100.0%

cukup Count 6 1 7

Expected Count 6.8 .2 7.0

% within pengetahuan 85.7% 14.3% 100.0%

Total Count 29 1 30

Expected Count 29.0 1.0 30.0

% within pengetahuan 96.7% 3.3% 100.0%

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-


Value df sided) sided) sided)

Pearson Chi-Square 3.399a 1 .065


b
Continuity Correction .411 1 .521

Likelihood Ratio 3.027 1 .082

Fisher's Exact Test .233 .233

N of Valid Casesb 30

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .23.

b. Computed only for a 2x2 table

68
Risk Estimate

95% Confidence Interval

Value Lower Upper

For cohort
1.167 .862 1.579
persiapan_persalinan = siap

N of Valid Cases 30

69
70

70

Anda mungkin juga menyukai