PROPOSAL PENELITIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
PREEKLAMSIA DI PUSKESMAS BOLO
TAHUN 2025
Disusun Oleh :
NURUL RABIATUL HIKMAH
NIM: 062402S22045
AKADEMI KEBIDANAN SURYA MANDIRI BIMA
KOTA BIMA
2025
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal Karya Tulis Ilmiah berjudul “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Preeklamsia Di Puskesmas Bolo” ini telah mendapat persetujuan pada tanggal:
Oleh:
NURUL RABIATUL HIKMAH
NIM: 062402S22045
Telah dilakukan pembibingan proposal KTI dan dinyatakan Layak untuk
mengikuti ujian proposal
Pembimbing Utama Pembimbing Anggota
Susanti,SST.,M.Tr.Keb Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes
NIDN. 0631129101 NIDN.0813029002
Mengetahui,
Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima
Wakil Direktur 1
Bdn.Dian Mariza R.A.,SST,M.Kes
NIDN: 0809118704
ii
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PREEKLAMSIA
DI PUSKESMAS BOLO TAHUN 2025
Disusun Oleh:
NURUL RABIATUL HIKMAH
NIM: 062402S22045
Telah diujikan pada tanggal….. bulan….. tahun….. oleh tim penguji
Akbid Surya Mandiri Bima dan dapat
Melaksanakan Penelitian KTI
SUSUNAN DEWAN PENGUJI
Ketua Tim Penguji
1. Susanti,SST.,M.Tr.Keb (..................................)
NIDN.0631129101
Penguji I
2. Zahratul Hayati,SKM.,MPH (..................................)
NIDN.0812098903
Penguji II
3. Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes (..................................)
NIDN.0813029002
Mengetahui,
Akademik Kebidanan Surya Mandiri Bima
Direktur
Bdn.Nurul Qamarya,S.ST.,M.Kes
NIDN.0809098701
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang
berjudul “Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di puskesmas
bolo tahun 2025” ini tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan Proposal Penelitian ini penulis banyak mendapatkan
bantuan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. Yayasan surya mandiri bima selaku ketua yayasan AKBID Surya Mandiri
Bima
2. Ibu Bdn. Nurul Qamarya,SST.,M.Kes selaku Direktur Akademi Kebidanan
Surya Mandiri Bima
3. Ibu bdn. Dian mariza riskiah anwar, SST.,M.Kes selaku Wakil Direktur I
Bidang Akademik
4. Ibu Susanti,SST.,M.Tr. Keb selaku Pembimbing Utama dan ketua Tim Penguji
yang telah memberikan saran dan masukan untuk perbaikan proposal
penelitian ini
5. Ibu nini niatullah aliyati,SST.,M.Kes selaku Pembimbing Pendamping
Sekaligus Anggota Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan
untuk perbaikan proposal penelitian ini
6. Ibu Zahratul Hayati,SKM.,MPH selaku anggota penguji I yang telah memberi
banyak masukan dan saran sampai diselesaikannya Proposal Penelitian ini.
iv
7. Semua Staff dan Dosen di Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima yang
telah banyak memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada penulis
8. Orang tua tercinta yang telah memberikan doa, semangat, dorongan materi
dan harapannya untuk keberhasilan penulis dalam menyelesaikan Proposal
Penelitian
9. Teman-temanku di Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima Angkatan ke
XIV, yang memberikan semangat dan selalu ada buat penulis
10. Semua pihak yang telah membantu dalam meenyelesaikan proposal penelitian
ini.
Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih belum
sempurna, oleh karena itu saran dan masukan sangat penulis harapkan dari
berbagai pihak yang sifatnya membangun untuk penyusunan proposal
penelitian selanjutnya.
Semoga Allah melimpahkan Rahmat-nya kepada kitaa semua.
Kota Bima, April 2025
Penulis
v
DAFTAR ISI
Halaman Judul ……………………………………………………………. i
Halaman Persetujuan Pembimbing ………………………………………. ii
Halaman Pengesahan …………………………………………………….. iii
Kata Pengantar …………………………………………………………… iv
Daftar Isi …………………………………………………………………. v
Daftar Tabel ……………………………………………………………… vi
Daftar Gambar …………………………………………………………… vii
Daftar Lampiran …………………………………………………………. viii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………… 4
C. Tujuan Penelitian ……………………………………………………. 4
D. Manfaat Penelitian …………………………………………………… 4
E. Keaslian Penelitian …………………………………………………... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………….. 7
A. Tinjauan Teori ……………………………………………………….. 7
B. Kerangka Teori ………………………………………………………. 15
C. Hipotesis ……………………………………………………………… 15
BAB III METODE PENELITIAN …………………………………….. 16
A. Jenis Desain Dan Penelitian ………………………………………….. 16
B. Variabel Penelitian …………………………………………………… 16
C. Devinisi Operasional (Do) …………………………………………… 17
D. Tempat Dan Waktu …………………………………………………… 17
E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling …………………………….. 18
F. Teknik Pengumpulan Data …………………………………………… 18
G. Instrumen penelitian …………………………………………………. 19
H. Pengelolaan dan Analisis data ……………………………………….. 20
I. Etika Penelitian ………………………………………………………. 22
J. Jadwal Penelitian …………………………………………………….. 24
K. Kerangka Kerja Operasional …………………………………………. 25
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Keaslian Penelitian ……………………………………………… 6
Tabel 2. Definisi Operasional ……………………………………………. 17
Tabel 3. Jadwal Penelitian ……………………………………………….. 24
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Kerangka Teori …………………………………………… 15
Gambar 2 Kerangka Kerja Operasional ……………………………… 26
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I : Surat Permohonan Studi Pendahuluan
Lampiraan II : Surat Balasan Studi Pendahuluan
Lampiran III : Lembar Pernyataan Penelitian
Lampiran IV : Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran V : Kuesioner Penelitian
Lampiran VI : Lembar Konsultasi Pembimbing
ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menurut WHO (2024), Jumlah kematian ibu masih sangat tinggi
mencapai 287.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan
persalinan pada tahun 2020. Tingginya jumlah kematian ibu di berbagai
wilayah di dunia mencerminkan kesenjangan dalam akses terhadap layanan
kesehatan yang berkualitas dan kesenjangan pendapatan. AKI di negara-
negara berpendapatan rendah pada tahun 2020 adalah 430 per 100.000
kelahiran hidup dibandingkan 13 per 100.000 kelahiran hidup di negara-
negara berpendapatan tinggi. Penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil dan
persalinan yaitu pendarahan hebat, infeksi setelah melahirkan, tekanan darah
tinggi selama kehamilan (preeklamsia dan eklamsia), komplikasi persalinan
dan aborsi yang tidak aman.
Berdasarkan data Sensus Penduduk (2020) di Indonesia, angka
kematian ibu (AKI) melahirkan mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Di
Indonesia, jumlah kematian ibu terdapat 4.005 pada tahun 2022 dan
meningkat menjadi 4.129 pada tahun 2023. Penyebab kematian ibu tertinggi
disebabkan adanya hipertensi dalam kehamilan atau disebut preeklamsia dan
perdarahan.
Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun
2024 tercatat sebanyak 257/1000 kelahiran jauh diatas rata-rata nasional
sebesar 177/100.000. bahkan, pada triwulan pertama tahun 2025, tercatat
sudah ada 18 kasus kematian ibu saat melahirkan, Sementara itu Pada tahun
1
2
2019 Angka Kematian Ibu (AKI) di Puskesmas Bolo hanya satu orang.
Penyebab kematian ibu tertinggi disebabkan adanya hiprtensi dalam
kehamilan atau disebut preeeklmasia dan perdarahan. Jika preeklamsia tidak
ditangani maka akan menyebabkan masalah pada fisik dan kesehatan
psikologis ibu hamil. Dampak pada kesehatan fisik yang dirasakan ibu yaitu :
Ari-ari atau plasenta lepas atau terputus saat bersalin, Anemia (kurang darah),
Perdarahan pada hati, Gagal jantung, Perdarahan saat melahirkan, Tidak sadar
atau koma hingga kematian.
Preeklamsia merupakan suatu kondisi hiterogen yang dapat menantang
untuk mendiagnosa, mengingat spektrumnya yang luas dan kurangnya tes
diagnostic yang kuat. Fitur utama dari preeklamsia adalah anset baru
hipertensi (didefinisikan sebagai tekanan darah ≥140 mmHg atau tekanan
darah diastolic ≥90 mmHg) dan proteinuria (300 mg atau lebih besar dalam
spesimen 24 jam urin) (indra, 2021).
Preeklamsia salah satu komplikasi kehamilan yang disebabkan
langsung oleh kehamilan itu sendiri. Preeklamsia ialah peristiwa timbulnya
hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan, setelah usia kehamilan
20 minggu. Gejala dari preeklamsia ini dapat timbul sebelum usia kehamilan
20 minggu apabila terjadi penyakit trofoblastik (sylvi wafda,2019).
Preeklamsia masih merupakan salah satu penyebab morbitas dan
mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara adekuat preeklamsia dapat
menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan bagi ibu dan janin,
sehingga dapat menimbulkan kematian. Salah satu penyebab morbiditas dan
3
mortalitas ibu dan janin adalah preeklamsia, angka kejadiannya berkisar antara
6-7% dan eklamsia 0,1-0,7% sedangkan angka kematian ibu yang diakibatkan
preeklamsia dinegara berkembang masih tinggi (SDKI,2017).
B. Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di
Puskesmas Bolo?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu
Hamil Tentang Preeklamsia di Puskesmas Bolo Tahun 2025
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil berdasarkan umur, Pendidikan,
dan pekerjaan Di Puskesmas Bolo Tahun 2025
b. Mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklamsia
di Puskesmas Bolo Tahun 2025
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan penulis tentang
preeklamsia pada ibu hamil
2. Bagi Ibu Hamil
Dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia
sehingga ibu dapat mencegah terjadinya preeklamsia
4
3. Bagi Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima
Sebagai bahan referensi dan menambah khasanah keilmuan di
Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima dan peneliti selanjutnya.
4. Bagi Puskesmas Bolo
Sebagai menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Bolo dan intansi
terkait sehingga menjadi bahan acuan untuk memberikan edukasi dan
motivasi kepada ibu hamil dalam pencegahan preeklamsia
E. Keaslian Penelitian
Tabel 1.
No Nama & Judul Hasil penelitian Perbedaan
tahun penelitian penelitian
penelitian
1. Allatif,D., gambaran Hasil penelitian Populasi,
Soenggono, tingkat menunjukkan bahwa sampel,
A. and Jusuf, pengetahuan terdapat 53 (53%) ibu lokasi, waktu
M. N. (2024) preeklampsia hamil di Puskesmas penelitian,
pada ibu hamil PONED Pangalengan variabel
di poned Kabupaten Bandung penelitian,
puskesmas yang memiliki dan analisis
pangalengan pengetahuan data
kabupaten preeklampsia yang
bandung baik, 39 (39%)
memiliki pengetahuan
yang cukup, dan 8
(8%) yang memiliki
pengetahuan kurang
terhadap preeklamsia.
Oleh karena itu,
diperoleh kesimpulan
bahwa tingkat
pengetahuan ibu hamil
di Puskesmas PONED
Pangalengan tentang
5
preeklamsia berada di
kategori baik.
2 Febriana, Gambaran Hasil penelitian sampel,
Sifa (2015) Pengetahuan pengetahuan ibu hamil lokasi, waktu
Ibu Hamil tentang komplikasi penelitian,
Tentang kehamilan preeklamsia variabel
Preeklamsia sebagian besar cukup penelitian,
Di Puskesmas yaitu sebanyak 15 dan analisis
Pemurus orang (42,9%), data
Baru. KTI pengetahuan baik
DIII sebanyak 12 orang
Kebidanan (34,3%) dan
Sari Mulia. pengetahuan kurang
sebanyak 8 orang
(22,9%). Kesimpulan
pengetahuan ibu hamil
tentang komplikasi
kehamilan preeklamsia
sebagian besar cukup.
Disarankan perlu Perlu
meningkatkan
penyuluhan serta
pendidikan kesehatan
tentang preeklamisia
agar pengetahuan ibu
hamil tentang
preeklamsia menjadi
baik dan diharapkan
dengan membaiknya
pengetahuan ibu hamil
dapat mengurangi
angka preeklamsia.
3 Rendu, Gambaran Hasil penelitian sampel,
Frumensia B. pengetahuan menunjukkan bahwa lokasi, waktu
Erlin (2015) ibu hamil hampir setengah ibu penelitian,
trimester II hamil trimester II variabel
tentang memiliki pengetahuan penelitian,
preeklamsi di baik tentang dan analisis
polindes preeklamsi sebanyak
6
gogodeso 45,0%, cukup 35,0%, data
kecamatan kurang sebanyak
kanigoro 20,0%. Pengetahuan
kabupaten baik ini di pengaruhi
blitar tahun oleh faktor umur,
2015 pendidikan, pekerjaan,
paritas, informasi dan
sumber informasi.
Berdasarkan hasil
penelitian diharapkan
agar petugas kesehatan
tetap memberikan
pelayanan dan
penyuluhan kesehatan
tentang preeklamsi
pada ibu hamil
terutama ibu hamil
trimester II. Kata
Kunci :Pengetahuan,
Ibu hamil trimester II,
Preeklamsi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
1. Pengetahuan
a. Definisi Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan individu untuk
mengingat kembali (recall) atau mengenali kembali nama, kata, inspirasi,
rumus, dan sebagainya (Widyawati, 2020). Pengetahuan merupakan hasil
dari mengetahui dan akan terjadi pada saat penginderaan terhadap suatu
objek tertentu. Pengetahuan diperoleh dari penginderaan melalui indera
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Pakpahan dkk.,
2021).
b. Tingkat pengetahuan
Pengetahuan yang mencakup didalam domain kognitif dibagi
menjadi 6 tingkatan (Notoatmodjo, 2017),yaitu:
1) Tahu (know)
Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah
di pelajari sebelumnya atau pengetahuan mengingat kembali
terhadap apa yang telah diterima juga bisa dikatakan suatu kata
kerja untuk mengukur Tingkat pengetahuan seseorang atau si
ibu tentang apa yang telah di pelajari. Antara lain ibu bisa
menyebutkan, menguraikan, menyatakan bahwa edukasi
sangat penting.
7
8
2) Memahami (komprehesion)
diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan
secara benar tentang objek yang diketahuinya seseorang atau
ibu yang telah paham dengan materi yang diberikan dia harus
menyebutkan contoh, menjelaskan, mengumpulkan tentang
materi yang dipelajari misalnya: menjelaskan kepada ibu
tentang pengertian edukasi.
3) Aplikasi (Aplicaation)
diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya
misalnya: bisa mengetahui tentang edukasi.
4) Analisa (Analisis)
adalah suatu kemampuan untuk materi atau bisa diartikan
sebagai kemampuan si ibu untuk mengetahui tentang manfaat
edukasi.
5) Sintesis (Syintesis)
suatu kemampuan untuk menghubungkan atau menyusun
informasi baru.
6) Evaluasi
suatu kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap
suatu materi penilaian berdasarkan suatu kriteria yang
ditentukan sendiri, misal: ibu dapat mengetahui tentang
manfaat edukasi.
9
c. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
1) Factor Internal
a) Umur
usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat
dilahirkan sampai saat berulang tahun, semakin cukup umur
tingkat kematangan dan kekuatan seseorang maka akan lebih
matang dalam berfikir logis (notoatmodjo, 2017). klasifikasi
umur menurut Kemenkes RI tahun 2020 yaitu <20 tahun, 20-35
tahun dan >35 tahun
b) Pendidikan
menurut (notoatmodjo 2017) bahwa pendidikan diperlukan
untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang
menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup.
oleh sebab itu makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka
makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula
pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang
akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap
nilai-nilai yang baru diperkenalkan.
Pendidikan ilmiah adalah pendidikan formal ibu yang
terakhir yang ditamatkan dan mempunyai ijazah dengan
klasifikasi tamat pendidikan dasar (SD dan SMP), Pendidikan
menengah ( SMA,D1 dan D2) dan pendidikan tinggi (D3,S1
10
dan S2) diukur dengan cara dikelompokkan dan
dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi.
c) Pekerjaan
bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita
waktu, bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh
terhadap kehidupan keluarganya (notoatmodjo, 2017).
d) Pengalaman
pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau
pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh
kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi
pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan
(Notoatmodjo, 2017).
2) Faktor Eksternal
a) Informasi
informasi adalah penerangan pemberitahuan kabar atau
berita tentang sesuatu keseluruhan makna yang menunjang
amanat. Informasi memberikan pengaruh kepada seseorang
meskipun orang tersebut mempunyai tingkat pendidikan
rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari
berbagai media, maka hal ini akan dapat meningkatkan
pengetahuan orang tersebut (Notoatmodjo, 2017).
11
b) Lingkungan
lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada di sekitar
manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan
dan perilaku orang atau kelompok (Notoatmodjo, 2017).
c) Sosial Budaya
sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan
seseorang. seseorang memperoleh sesuatu kebudayaan dalam
hubungan dengan orang lain karena hubungan ini seseorang
mengalami proses belajar memperoleh sesuatu pengetahuan
(Notoatmodjo, 2017).
d. Cara Memperoleh Pengetahuan
1) Cara Tradisonal atau non ilmiah
a) Coba dan salah (Trial and error)
Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya peradapan
pada waktu itu apabila seseorang menghadapi masalah, upaya
pemecahan dengan cara "coba saja". Cara ini kemungkinan bisa
memecahkan masalah, apabila tidak berhasil dicoba kemungkinan
yang lain sampai masalah terselesaikan.
b) Secara kebetulan
Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi karna tidak
di sengaja oleh orang yang bersangkutan.
12
c) Kekuasan atau Otoriter
sumber pengetahuan ini berupa pemimpin masyarakat baik
format maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan
dan sebagai berikut. Pengetahuan dapat diperoleh berdasarkan
otoritas, baik tradisi otoritas pemerintahan agama maupun ahli
pengetahuan. Dimana prinsip ini orang berpendapat di temukan
oleh orang yang mempunyai otoritas tanpa menguji dulu
membuktikan kebenarannya berdasarkan fakta empiris atau
penalaran sendiri (Notoatmodjo, 2017).
2) Cara modern atau Ilmiah
cara baru memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih
sistematis, logis, dan ilmiah yang disebut metode ilmiah.
Kemudian metode berpikir induktif bahwa dalam memperoleh
kesimpulan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung
membuat pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan
obyek yang diamati (Notoatmodjo, 2017).
e. Pengukuran pengetahuan
pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan
wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang
ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman
pengetahuan yang ingin kita ketahui kita ukur disesuaikan dengan
tingkatan domain di atas. Hasil ukur pengetahuan dapat
dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu (Notoatmodjo, 2017):
13
a) Baik (76%-100%)
b) Cukup (56%-75%)
c) Kurang (≤55%)
2. definisi kehamilan
Setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi yang sehat,
telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan
seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan.
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi dengan lama
280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir
(Nugrawati & amriani 2021).
Ibu hamil adalah seorang wanita yang sedang mengandung yang
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adalah waktu
transisi, yaitu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang
sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu
lahir (Ratnawati, 2020)
Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga
lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40
minggu atau 9 bulan menurut kalender intemasional. Maka, dapat
disimpulkan bahwa kehamilan merupakan bertemunya sel telur dan
sperma di dalam atau diluar Rahim dan berakhir dengan keluarnya bayi
dan plasenta melalui jalan lahir (Yulaikhah, 2019).
14
3. Definisi Preeklamsia
Preeklamsia adalah kelainan multisistemik yang terjadi pada
kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi disertai proteinuria dan
edema, biasa terjadi pada usia 20 minggu lebih dan tersering pada usia
kehamilan 37 minngu, ataupun dapat terjadi setelah persalinan: Menurut
brown et al (2018). Sekitar 90% kasus terjadi pada periode prematur akhir
(≥34 hingga<37 minggu), atau pasca persalinan (≥42 minggu), hipertensi
tanpa proteinuria disebut hipertensi getasional: Menurut laleno (2018).
Preeklampsia merupakan sindroma spesifik kehamilan yang
berkaitan dengan berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan
aktivasi endotel, yang bermanifestasi dengan adanya peningkatan tekanan
darah dan proteinuria. Preeklampsia dapat berkembang dari ringan sampai
dengan berat, yang dapat berlanjut ke eklampsia. Saat ini, diagnosis yang
didukung oleh International Society for the Study of Hypertension in
Pregnancy (ISSHP) mencakup hipertensi (sistolik 140 mmHg dan
diastolik> 90 mmHg) disertai dengan satu atau lebih fitur lain yaitu
proteinuria, disfungsi organ ibu lainnya termasuk keterlibatan hati, ginjal,
neurologis, dan/atau disfungsi uteroplasenta, seperti hambatan
pertumbuhan janin dan/atau temuan USG Doppler abnormal dari aliran
darah uteroplasenta (August & Sibai, 2022; Brown et al., 2018; Lalenoh,
2018).
15
4. Klasifikasi Preeklamsia
a. Preeklamsia Ringan
Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema setelah umur
kehamilan 20 minggu atau setelah kehamilan. Gejala klinis
preeklampsia ringan adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg sampai
kurang 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg
pada dua kali pemeriksaan >4 jam terpisah, dengan temuan tambahan
proteinuria secara kuantitatif lebih dari 0,3 gr/liter atau 300 mg protein
dalam 24 jam atau secara kualitatif +2 dipstik, edema pada pretibial,
dinding abdomen, wajah dan tangan (Chandrasekaran & Simon, 2020;
D. Kurniawati et al., 2020; Rukiyah, 2017).
b. Preeklamsia Berat
Timbulnya hipertensi di mana tekanan darah sistolik >160 mmHg
dan tekanan darah diastolik>110 mmHg pada dua kali pemeriksaan >4
jam terpisah, proteinuria secara kualitatif >+3 dipstik pada sampel urin
sewaktu yang dikumpulkan paling sedikit empat jam sekali, air
kencing kurang dari 400-500 ml/24 jam, sakit kepala terus menerus,
pandangan kabur seperti bintik bintik di depan mata, nyeri di ulu hati,
mual/muntah, sesak nafas, dan janin tidak berkembang dengan baik
(Chandrasekaran & Simon, 2020; D. Kurniawati et al., 2020; Rukiyah,
2017).
16
c. Patofisiologi Preeklamsia
Terjadinya preeklamsia disebabkan karena endotel mengeluarkan
Patofisiologi vasoaktif yang didominasi oleh vasokontriktor, seperti
endotelin dan tromboksan A2. Selain itu, terjadi penurunan kadar
renin, angiotensin I, dan angiotensin II dibandingkan kehamilan
normal sehingga terjadi peningkatan tekanan darah lebih dai normal.
Selama kehamilan normal terjadi penurunan aliran darah ke ginjal dan
laju filtrasi glomerulus. Pada preeklampsia terjadi perubahan seperti
peningkatan resistensi arteriaferen ginjal dan perubahan bentuk endotel
glomerulus. Filtrasi yang semakin menurun menyebabkan kadar
kreatinin serum meningkat. Terjadi penurunan aliran darah ke ginjal
menimbulkan perfusi dan filtrasi ginjal menurun menimbulkan
oliguria. Kerusakan pembuluh darah glomerulus dalam bentuk
glomerulo capilary endhotelial menimbulkan proteinuria (Peratama
Andi,dkk. 2023)
5. Faktor faktor yang berisiko terjadi preeklamsia
a. Status Reproduksi
1) Primigravida
Primigravida memiliki risiko sangat besar untuk terjadinya
preeklamsia karena mekanisme imunologik dalam
pembentukan nblocking antibody terhadap antigen plasenta
oleh human leukocyte antigen G pada primigravida belum
sempurna dibanding dengan multigravida. Oktarina, dkk (2015)
17
2) Umur ibu
Usia adalah salah satu faktor risiko penyebab terjadinya
hipertensi dalam kehamilan. Kehamilan pada usia ibu >20
tahun dan <35 tahun merupakan kehamilan berisiko tinggi yang
bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Komplikasi
utama yang terjadi adalah preeklamsia yang ditandai dengan
ibu mengalami hipertensi, adanya pembengkakan pada kaki
dan ditemui protein pada urine. Saraswati & Mardiana (2016)
3) Paritas
Hal ini terjadi karena kejadian preeklamsia paling banyak
dialami oleh ibu dengan jarak persalinan lebih dari 5 tahun dari
pada ibu dengan jarak kehamilan kurang dari 5 tahun
Fatkhiyah, Kodiyah and Masturoh (2016)
4) Riwayat Hipertensi
Riwayat hipertensi memiliki risiko 6.42 kali untuk
terjadinya preeklamsia daripada ibu hamil tanpa riwayat
hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai
dampak, mulai dari preeklamsia ringan sampai dengan yang
berat. Hipertensi dalam kehamilan terbagi menjadi preeklamsia
berat, ringan, eklamsia dan superimposed hipertensi. Fatkhiyah,
Kodiyah and Masturoh (2016). Hal ini dikarenakan sebelum
hamil sudah memiliki riwayat hipertensi sehingga dapat
menyebabkan gangguan pada organ dan dengan ibu yang
18
mengalami kehamilan maka tubuh akan bertambah berat
sehingga muncul edema dan proteinuria. Renita, dkk (2018)
5) Obesitas
Hal ini terjadi karena obesitas berisiko 4.060 kali pada ibu
hamil untuk terkena preeklamsia dibanding dengan ibu hamil
yang tidak obesitas. Banyak faktor yang bisa menyebabkan
obesitas seperti faktorgenetik, gangguan metabolik dan
konsumsi makanan yang berlebihan, semakin gemuk seseorang
maka jumlah darah yang berada didalam tubuh semakin banyak
dan menyebabkan kerja jantung menjadi lebih berat banyak
sehingga terjadi preeklamsia. Nursal, Tamela dan Fitrayeni,
(2015)
b. komplikasi Pada Ibu
1) Awal
a) Kejang meningkatkan kemungkinan mortalitas maternal 10 kali
lipat. Penyebab kematian maternal karena eklampsia adalah:
kolaps sirkulasi (henti jantung, edema pulmo, dan syok),
perdarahan serebral dan gagal ginjal.
b) Kejang meningkatkan kemungkinan kematian fetal 40 kali
lipat, biasanya disebabkan oleh hipoksia, asidosis dan asolusio
plasenta
c) Kebutaan atau paralisis dapat terjadi karena lepasnya retina
atau perdarahan intra kranial
19
d) Perdarahan post partum
e) Toksik delirium
f) Luka karena kejang, berupa laserasi bibir atau lidah atau fraktur
vertebra.
g) Aspirasi pneumonia
2) Komplikasi Jangka Panjang
a) 40% sampai 50% pasien dengan preeklampsia berat atau
eklampsia memiliki kemungkinan kejadian yang sama pada
kehamilan berikutnya.
b) Hipertensi permanen, terjadi pada 30% sampai 50% pasien
dengan preeklampsia berat dan eclampsia (Nugroho Taufan,
2017:3&4)
20
B. Kerangka Konseptual Penelitian
kerangka konsep adalah suatu uraian dan visualisasi tentang
hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang
akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan
(notoatmodjo, 2018).
berdasarkan uraian teori dan tujuan penelitian yang ingin dicapai,
maka skema kerangka konsep penelitian yang penulis rancang adalah
sebagai berikut
Faktor yang mempengaruhi
pengetahuan :
Factor Internal
1. Umur Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
2. Pendidikan Preeklamsia
3. Pekerjaan
4. Pengalaman
Faktor Ekternal
1. Informasi
2. Lingkungan
3. Sosial – Ekonomi
(Notoatmodjo, 2017)
Gambar 2 : kerangka konseptual penelitian
(Notoatmodjo, 2017)
Keterangan :
___________ : Ditekiti
----------------- : Tidak diteliti
21
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif.
Penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu bentuk penelitian yang
menggambarkan terhadap suatu objek yang nyata melalui data sampel atau
populasi dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian
(Arikunto, 2019). Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk
memecah atau menjawab permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian ini
peneliti mendeskripsikan gambaran pengetahuan ibu hamil tentang
preeklamsia di Puskesmas bolo tahun 2025.
B. Variabel Penelitian
variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,
atau ukuran yang dimiliki atau yang didapatkan oleh satuan penelitian tentang
suatu konsep pengertian tertentu untuk dipelajari dan kemudian dapat ditarik
kesimpulan (notoatmodjo, 2018). variabel dalam penelitian ini adalah
variabel tunggal gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di
Puskesmas Bowo tahun 2025.
C. Definisi Operasional (DO)
Menurut (Nurdin et al, 2019) definisi operasional adalah
mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang
diamati yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau
pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena
22
Mendefinisikan variabel secara operasional adalah menggambarkan atau
mendeskripsikan variabel penelitian sedemikian rupa, sehingga variabel
tersebut bersifat spesifik (tidak berinterpretasi ganda) dan terukur (observable
atau measureable).
Tabel 2. definisi operasional “ Gambaran ibu hamil tentang preeklamsia dipuskesmas Bolo”
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur
1 Pengetahuan Merupakan Kuesioner Ordinal 1. Baik :
tentang pengetahuan yang 76 – 100%
preeklamsia dimiliki oleh ibu 2. Cukup :
tentang peningkatan 56 – 75%
tekanan darah dengan 3. Kurang :
adanya proteinuria yang ≤55%
muncul pada usia (Notoatmodj
kehamilan 20 minggu o, 2017)
Karakteristik
Umur ibu di hitung Kuesioner Ordinal 1. <20 tahun
responden :
sejak hamil sampai 2. 20-35 tahun
a. Umur
dilakukan penelitian 3. >35 tahun
Pendidikan formal yang Kuesioner Ordinal 1. Pendidikan
b. Pendidikan ditempuh ibu Dasar (SD
dan SMP)
2. Pendidikan
Menengah
(SMA)
3. Pendidikan
Tinggi
(Diploma,S1,
S2)
Kegiatan yang Kuesioner Nominal 1. Bekerja
c. Pekerjaan ((PNS,
dilakukan oleh ibu baik
di rumah maupun di Karyawan
Swasta,
luar rumah yang
Pedagang)
memberikan 2. Tidak bekerja
penghasilan (IRT)
23
D. Tempat dan Waktu
1. Tempat penelitian
Adapun Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan yaitu di Puskesmas
Bolo
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian akan dilaksanakaan pada bulan juni 2025
E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
1. Populasi
Mengemukakan bahwa populasi sebagai wilayah secara umum yang
terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti lalu dibuat kesimpulannya
Sugiyono (2018:130). Jumlah populasi penelitian ibu hamil yang
mengalami preeklamsia di Puskesmas Bolo pada bulan januari – mei 2025
sebanyak 32 pasien ibu hamil dengan Trimester I dan II.
2. Sampel
Sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam
penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik
yang dimiliki oleh populasi Sugiyono, (2017:81). Jumlah sampel dalam
penelitian ini sebanyak 32 ibu hamil yang mengalami preeklamsia di
Puskesmas bolo
24
3. Teknik Sampling
Teknik sampling ialah teknik pengambilan sampel, untuk
menentukan sampel yang akan digunakan (Sugiono, 2016.18). Teknik
sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling.
F. Teknik Pengumpulan Data
Dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data dan keterangan-
keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2019),
teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang paling strategis
dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
memperoleh data.
1. Data primer
Data primer merupakan sumber data yang didapatkan langsung dari
pengumpulan data. Data yang diperoleh merupakan hasil dari angket yang
telah dibagikan kepada responden, yang kemudian responden akan
menjawab pernyataan yang sudah tersusun secara sistematis dalam lembar
kuesioner Sugiyono (2019),
Data primer yang terdapat pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan
sumber data yang telah diperoleh dari responden, yaitu orang yang
merespon dan menjawab pernyataan-pernyataan yang telah disebarkan
oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2019), kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
2. Data sekunder
25
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari puskesmas bolo tahun 2025
G. Instrumen penelitian
Pada prinsipnya melakukan penelitian adalah melakukan pengukuran,
maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasa
dinamakan instrumen penelitian. Menurut Sugiyono (2019:156) Instrumen
penelitian adalah suatu alat yangdigunakan mengukur fenomena alam maupun
sosial yang diamati. Dalam penelitian ini peneliti penggunakan istrumen
penelitian yaitu angket
H. Pengelolaan dan Analisis data
1. Metode pengolahan data menjelaskan proses pengolahan data
menyesuaikan jenis penelitian. Karena penelitian ini bersifat kuantitatif,
maka ditampilkan pengolahan data dengan perhitungan detail, berdasar
dan teliti. Proses dalam pengolahan data antara lain editing (pemeriksaan
data), coding (mengubah bentuk data), processing (proses pengolahan
data), entry (memasukan data), dan cleaning (pengecekan kembali).
a) Edit (Editing)
Yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang
diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap
pengumpulan data atau setelah data terkumpul (Hidayat 2017).
b) Kode (Coding)
Yaitu kegiatan pemberian kode numeric (angka) terhadap
data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat
26
penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan komputer
(Hidayaat,2017).
1) Umur
a) < 20 tahun :1
b) 20 – 35 tahun :2
c) > 35 tahun :3
2) Pendidikan
a) Pendidikan rendah :1
b) Pendidikan menengah : 2
c) Pendidikan tinggi :3
1) Pekerjaan
a) Tidak bekerja :1
b) Bekerja :2
2) Pengetahuan
a) Pengetahuan baik :3
b) Pengetahuan cukup :2
c) Pengetahuan kurang :1
c) Skor (scoring)
Yaitu memberikan skor pada masing masing item sesuai
dengan jawabaan yang diberikan oleh responden
1) Benar :2
2) Salah :1
Pengetahuan
27
1) Pengetahuan baik : 75% - 100%
2) Pengetahuan cukup : 56% - 75%
3) Pengetahuan kurang :< 55%
d) Tabulasi (Tabulating)
Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data.
Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukan data ke dalam tabel
dan mengatur angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam
berbagai kategori. Hasil yang diolah disajikan secara deskriptif.
Untuk semua variabel akan ditampilkan distribusi frekuensi yang
diperoleh dari anaalisa daata univariat.
2. Analisis data
Analisa data menggunakan analisis univarial, analisis ini dilakukan untuk
mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di
puskesmas bolo dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
f
p= x 100 %
n
keterangan:
p: jumlah presentasi
f: jumlah responden
n: jumlah sampel
I. Etika Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek yaitu ibu hamil di puskesmas bolo,
penelitian ini dilaksanakan setelah mendapat surat ijin penelitian dari institusi
28
pendidikan (Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima) kemudian diserahkan
kepala puskesmas bolo, untuk mendapatkan persetujuan yang kemudian
dilakukan penelitian dengan menekankan pada etika-etika.
1. Lembar Persetujuan (Informed consent)
Lembar persetujuan berisi penjelasan mengenai penelitian yang dilakukan,
tujuan penelitian, tata cara penelitian, manfaat yang diperoleh responden,
dan resiko yang mungkin terjadi. Pernyataan dalam lembar persetujuan
jelas dan mudah dipahami sehingga responden tahu bagaimana penelitian
ini dijalankan. Untuk responden yang bersedia maka mengisi dan
menandatangani lembar persetujuan secara sukarela.
2. Anonimitas
Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak mencantumkan nama responden,
tetapi lembar tersebut hanya diberi kode.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Confidentiality yaitu tidak akan menginformasikan data dan hasil
penelitian berdasarkan data individual, namun data dilaporkan berdasarkan
kelompok.
4. Sukarela
Peneliti bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan atau tekanan secara
langsung maupun tidak langsung dari peneliti kepada calon responden atau
sampel yang akan diteliti
29
J. Jadwal Penelitian
Tabel 3.
Jenis Kegiatan Apr Mei Jun Jul Agu
1. Konsultasi Judul
2. Menyusun Proposal
3. Konsultasi Proposal
4. Ujian Proposal
5. Revisi Proposal
6. Pengumpulan Data Penelitian
7. Melakukan Peengolahan Data
8. Pengolahan, Penyusunan dan
Konsultasi KTI
9. Sidang KTI
10. Revisi KTI
30
K. Kerangka Kerja Operasional
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
ibu hamil yang mengalami preeklamsia di
Puskesmas Bolo sebanyak 32 orang
Pengambilan sampel ibu hamil di
Puskesmas Bolo sebanyak 32 orang
Tekhnik sampling: teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah dengan teknik total sampling
Pengumpulan data kuesioner
Pengolahan dan analisis data
Hasil pembahasan
Kesimpulan dan saran
Rekomendasi dan diseminasi
DAFTAR PUSTAKA
Afridah, Wiwik, and Ratna Fajariana. (2017). "Tingkat pengetahuan kesehatan
reproduksi pada siswa SMA Kanjeng Sepuh Gresik." Medical and health
science journal 1.1
Akbar, Muhammad Ilham Aldika. PREEKLAMSIA-Tinjauan Komprehensif untuk
Praktisi Medis. Airlangga University Press, 2024.
Allatif, Denden, Arifin Soenggono, and Mutiara Nabilla Jusuf. (2024) "Gambaran
Tingkat Pengetahuan Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Poned Puskesmas
Pangalengan Kabupaten Bandung." Sebatik 28.1: 57-64.
Anshori, M., & Iswati, S. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif: edisi 1.
Airlangga University Press.
Buamonabot, I., Nurlaila, N., & Nurdin, N. (2019). Pengaruh atribut perguruan
tinggi terhadap kepuasan memilih perguruan tinggi. Jurnal Bisnis
Manajemen Cakrawala , 2 (1), 281-291.
Dr, S. (2017). Metodelogi Penelitian. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Farisni, Teungku Nih, et al. "Pengantar Teori Peran Tuha Peut dalam
Implementasi Qanun di Tingkat Desa." (2023).
Fitri, Nurhasanah Laila, and Enny Yuliaswati. "Pengaruh Pemberian Aromaterapi
Lemon Untuk Mengatasi Frekuensi Emesis Gravidarum Untuk Ibu Hamil
Trimester Pertama Di PMB Wulan Mardikaningtyas, AMD. KAB
Kartasura." Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 1.4 (2023):
182-194.
Hasnah, Hasnah. (2021) Intervensi Pendidikan Kesehatan pada Perawat dalam
Pencegahan Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kabupaten Gowa Provinsi
Sulawesi SelatanIntervensi Pendidikan Kesehatan pada Perawat dalam
Pencegahan Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kabupaten Gowa Provinsi
Sulawesi Selatan. Diss. Universitas Hasanuddin.
Hidayat, A., & Fahri, S. (2017). Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data
Zakat Fitrah Berdasarkan Perhitungan Badan Amil Zakat. J. Manaj.
Inform, 4(2), 1-11.
Irwanto, Ervina, and Marcevina Salim. "Analisis Current Ratio, Debt To Equity
Ratio, Dan Total Asset Turnover Terhadap Perubahan Laba Pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsi Sektor Makanan Dan Minuman
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018." Jurnal
Manajemen Bisnis Eka Prasetya Penelitian Ilmu Manajemen 6.2 (2020):
61-74.
Istioningsih, Istioningsih, Rina Anggraeni, and Hendra Adi Prasetya. "Family
Support Tidak Mempengaruhi Tingkat Keparahan Preeklampsia Pada Ibu
Hamil." Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas 2.2 (2019): 30-35.
Labok, Margaretha J. Penatalaksanaan Terapi Butterfly Hug Pada Ibu
Primigravida Dengan Preeklamsia Yang Mengalami Kecemasan Di
Wilayah Puskesmas Pasir Panjang. Diss. Poltekkes Kemenkes Kupang,
2024.
Laia, Indah Septa Ayu. "Pengaruh strategi pembelajaran berdiferensiasi terhadap
hasil belajar peserta didik sma negeri 1 lahusa." (2022).
Mursyida, Rika, and Fitri Hijri Khana. "Hubungan Kejadian Partus Lama Dengan
Ruptur Perineum Pada Ibu Infartu Di Paktek Mandiri Bidan Salabiah
Lhokseumawe." JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND
MEDICINE 10.2 (2024): 663-672.
Milasari, Milasari, et al. "Filsafat ilmu dan pengembangan metode ilmiah." Jurnal
Filsafat Indonesia 4.3 (2021): 217-228.
Nursal, Dien Gusta Anggraini, Pratiwi Tamela, and Fitrayeni Fitrayeni. "Faktor
risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP dr. M. Djamil
Padang tahun 2014." Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas 10.1 (2015):
38-44.
Royani, Melita Putri, and Anjar Nurrohmah. "Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu
Hamil Tentang Komplikasi Kehamilan Preeklampsia." Nursing News:
Jurnal Ilmiah Keperawatan 7.2 (2023): 64-72.
Sari, Bernadetha Titis Wulan. "Pengaruh durasi belajar terhadap hasil belajar
matematika siswa kelas 5 Ledok 006 Salatiga." Jurnal Review Pendidikan
dan Pengajaran (JRPP) 2.1 (2019): 139-144.
Setyawati, Anita, Restuning Widiasih, and Ermiati Ermiati. "Faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian preeklampsia di Indonesia." Jurnal Perawat
Indonesia 2.1 (2018): 32-40.
Sugiyono, P. D. (2010). Metode Peneliian. Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.
Suryani, Irma, and Larlen Larlen. "Pengaruh Model Project Based Learning
Dengan Media Film Terhadap Kemampuan Menulis Siswa Kelas VIII
SMP Negeri 1 Kota Jambi." Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan
Sastra 11.2 (2021): 25-38.
Wibowo, Susanto, et al. "Komparasi Profitabilitas (Roa) Antara Perusahaan
Subsektor Industri, Infrastruktur Dan Energi Sebelum Dan Sesudah
Pandemi Covid-19 (Studi Empiris: Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei)."
(2022).
Wiranti, Wiwin. "Pengaruh Keterampilan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
Pada Konveksi Istana Mode Madiun." EQUILIBRIUM: Jurnal Ilmiah
Ekonomi Dan Pembelajarannya 4.1 (2016): 96-105.
Wisudawati, Eka Rora Suci, and M. Romadhon. "Hubungan pengetahuan dan
sikap terhadap tindakan cuci tangan pakai sabun (CTPS)." Jurnal
Kesehatan Dan Pembangunan 11.21 (2021): 28-34
Yastirin, Pintam Ayu, and Rizky Sahara. "Dampak Kesehatan Ibu pada Kehamilan
Remaja." Jurnal Profesi Bidan Indonesia 4.02 (2024): 18-35.
LAMPIRAN
Lampiran I : Surat Permohonan Studi Pendahuluan
Lampiran II : Surat Balasan Studi Pendahuluan
Lampiran III Lembar Pernyatan Penelitian
LEMBAR PERNYATAAN PENELITI
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan hormat, yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Nurul Rabiatul Hikmah
Status : Mahasiswa Akbid Surya Mandiri Bima
NIM : 062402S22045
Alamat : Bolo
Akan mengadakan penelitian dengan judul “Gambaran pengetahuan ibu
hamil tentang preeklamsia dipuskesmas bolo tahun 2025” guna memenuhi
syarat mengikuti ujian akhir program DII Kebidanan Akbid Surya Mandiri
Bima. Untuk itu peneliti akan menjamin kerahasiaan data responden yang
diambil dari data dokumen Puskesmas Bolo, atas kesediaan dan kerjasamanya
saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
Kota bima, aapril 2025
Hormat saya,
Peneliti
(Nurul Rabiatul Hikmah)
NIM.062402S22045
Lampiran IV
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama :
Umur :
Pendidikan :
Alamat :
Setelah mendapat penjelasan tentang tujuan dan maanfaat penelitian yang berjudul
“Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia dipuskesmas bolo tahun
2025:
Nama : nurul rabiatul hikmah
NIM : 0624022S22045
Semester : VI (Enam)
Maka saya bersedia untuk dijadikan responden penelitian dengan pertimbangan
bahwa informasi yang saya berikan terjamin kerahasiaannya dan dapat
dipergunakan sebagaimanaa messtinya.
Bima, April 2025
Responden
( )
Lampira V
KUESIONER PENELITIAN
Judul penelitian :
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL
TENTANG PREEKLAMSIA DI PUSKESMAS BOLO
TAHUN 2025
A. Identitas Responden
1. Nama ibu :
2. Alamat :
3. Umur ibu :
a. < 20 tahun
b. 20-25 tahun
c. >35 tahun
4. Apakah Pendidikan terakhir ibu :
a. Pendidikan dasar (SD dan SMP)
b. Pendidikan menengah (SMA)
c. Pendidikan tinggi
5. Apakah pekerjaan ibu :
a. Bekerja (PNS, Karyawan Swasta, Pedagang)
b. Tidak bekerja (IRT)
No Pertanyaan Iya Tidak
1. apakah usia kehamilan ibu
diatas 20 minggu
2. Apakah jumlah kehamilan ibu
lebih dari satu
3. Apakah ibu memiliki Riwayat
hipertensi
4. Apakah ibu mengalami sakit
kepala
5. Apakah ibu mengalami
gangguan penglihatan
6. Apakah ibu mengalami
pembekkan pada kaki dan
tangan
7. Berapa kali ibu melakukan
pemeriksaan kehamilaan
dalam sebulan
8. Apakah ibu mengikuti pola
makan yang seimbang
9. Apakah ibu melakukan
olahraga ringan selama
kehamilan
10. Apakah ibu mengkonsumsi
obat-obatan untuk
preeklamsia
Lampiran VI. Lembar konsultasi pembimbing
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN KARYA TULIS
ILMIAH (KTI) PROGRAM DIPLOMA III KEBIDANAN
AKADEMI KEBIDANAN SURYA MANDIRI BIMA
NAMA : Nurul Rabiatul Hikmah
NIM : 062402S22045
JUDUL : Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentangg Preeklamsia
Dipuskessmas Bolo Tahun 2025
PEMBIMBING I : Susanti,SST.,M.Tr.Keb
NO. Hari/tanggal Materi bimbingan masukan TTD dosen
pembimbing
1.
2.
3.
4.
5.
PEMBIMBING II : Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes
NO. Hari/tanggal Materi bimbingan masukan TTD dosen
pembimbing
1.
2.
3.
4.
5.