0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
407 tayangan52 halaman

PROPOSAL HIKMAHh

Proposal penelitian ini berjudul 'Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklamsia Di Puskesmas Bolo Tahun 2025' yang disusun oleh Nurul Rabiatul Hikmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai preeklamsia dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi Puskesmas Bolo dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil. Latar belakang penelitian menunjukkan tingginya angka kematian ibu akibat preeklamsia di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Diunggah oleh

nurhavidavidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
407 tayangan52 halaman

PROPOSAL HIKMAHh

Proposal penelitian ini berjudul 'Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklamsia Di Puskesmas Bolo Tahun 2025' yang disusun oleh Nurul Rabiatul Hikmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai preeklamsia dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi Puskesmas Bolo dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil. Latar belakang penelitian menunjukkan tingginya angka kematian ibu akibat preeklamsia di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Diunggah oleh

nurhavidavidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG


PREEKLAMSIA DI PUSKESMAS BOLO
TAHUN 2025

Disusun Oleh :

NURUL RABIATUL HIKMAH


NIM: 062402S22045

AKADEMI KEBIDANAN SURYA MANDIRI BIMA


KOTA BIMA
2025
HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal Karya Tulis Ilmiah berjudul “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Preeklamsia Di Puskesmas Bolo” ini telah mendapat persetujuan pada tanggal:

Oleh:

NURUL RABIATUL HIKMAH


NIM: 062402S22045

Telah dilakukan pembibingan proposal KTI dan dinyatakan Layak untuk


mengikuti ujian proposal

Pembimbing Utama Pembimbing Anggota

Susanti,SST.,M.Tr.Keb Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes


NIDN. 0631129101 NIDN.0813029002

Mengetahui,
Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima
Wakil Direktur 1

Bdn.Dian Mariza R.A.,SST,M.Kes


NIDN: 0809118704

ii
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PREEKLAMSIA
DI PUSKESMAS BOLO TAHUN 2025
Disusun Oleh:

NURUL RABIATUL HIKMAH


NIM: 062402S22045

Telah diujikan pada tanggal….. bulan….. tahun….. oleh tim penguji


Akbid Surya Mandiri Bima dan dapat
Melaksanakan Penelitian KTI

SUSUNAN DEWAN PENGUJI

Ketua Tim Penguji


1. Susanti,SST.,M.Tr.Keb (..................................)
NIDN.0631129101

Penguji I
2. Zahratul Hayati,SKM.,MPH (..................................)
NIDN.0812098903

Penguji II
3. Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes (..................................)
NIDN.0813029002

Mengetahui,
Akademik Kebidanan Surya Mandiri Bima
Direktur

Bdn.Nurul Qamarya,S.ST.,M.Kes
NIDN.0809098701

iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat

dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang

berjudul “Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di puskesmas

bolo tahun 2025” ini tepat pada waktunya.

Dalam penyusunan Proposal Penelitian ini penulis banyak mendapatkan

bantuan, bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam

kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada :

1. Yayasan surya mandiri bima selaku ketua yayasan AKBID Surya Mandiri

Bima

2. Ibu Bdn. Nurul Qamarya,SST.,M.Kes selaku Direktur Akademi Kebidanan

Surya Mandiri Bima

3. Ibu bdn. Dian mariza riskiah anwar, SST.,M.Kes selaku Wakil Direktur I

Bidang Akademik

4. Ibu Susanti,SST.,M.Tr. Keb selaku Pembimbing Utama dan ketua Tim Penguji

yang telah memberikan saran dan masukan untuk perbaikan proposal

penelitian ini

5. Ibu nini niatullah aliyati,SST.,M.Kes selaku Pembimbing Pendamping

Sekaligus Anggota Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan

untuk perbaikan proposal penelitian ini

6. Ibu Zahratul Hayati,SKM.,MPH selaku anggota penguji I yang telah memberi

banyak masukan dan saran sampai diselesaikannya Proposal Penelitian ini.

iv
7. Semua Staff dan Dosen di Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima yang

telah banyak memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada penulis

8. Orang tua tercinta yang telah memberikan doa, semangat, dorongan materi

dan harapannya untuk keberhasilan penulis dalam menyelesaikan Proposal

Penelitian

9. Teman-temanku di Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima Angkatan ke

XIV, yang memberikan semangat dan selalu ada buat penulis

10. Semua pihak yang telah membantu dalam meenyelesaikan proposal penelitian

ini.

Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih belum

sempurna, oleh karena itu saran dan masukan sangat penulis harapkan dari

berbagai pihak yang sifatnya membangun untuk penyusunan proposal

penelitian selanjutnya.

Semoga Allah melimpahkan Rahmat-nya kepada kitaa semua.

Kota Bima, April 2025

Penulis

v
DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………………. i


Halaman Persetujuan Pembimbing ………………………………………. ii
Halaman Pengesahan …………………………………………………….. iii
Kata Pengantar …………………………………………………………… iv
Daftar Isi …………………………………………………………………. v
Daftar Tabel ……………………………………………………………… vi
Daftar Gambar …………………………………………………………… vii
Daftar Lampiran …………………………………………………………. viii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………… 4
C. Tujuan Penelitian ……………………………………………………. 4
D. Manfaat Penelitian …………………………………………………… 4
E. Keaslian Penelitian …………………………………………………... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………….. 7
A. Tinjauan Teori ……………………………………………………….. 7
B. Kerangka Teori ………………………………………………………. 15
C. Hipotesis ……………………………………………………………… 15
BAB III METODE PENELITIAN …………………………………….. 16
A. Jenis Desain Dan Penelitian ………………………………………….. 16
B. Variabel Penelitian …………………………………………………… 16
C. Devinisi Operasional (Do) …………………………………………… 17
D. Tempat Dan Waktu …………………………………………………… 17
E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling …………………………….. 18
F. Teknik Pengumpulan Data …………………………………………… 18
G. Instrumen penelitian …………………………………………………. 19
H. Pengelolaan dan Analisis data ……………………………………….. 20
I. Etika Penelitian ………………………………………………………. 22
J. Jadwal Penelitian …………………………………………………….. 24
K. Kerangka Kerja Operasional …………………………………………. 25
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Keaslian Penelitian ……………………………………………… 6


Tabel 2. Definisi Operasional ……………………………………………. 17
Tabel 3. Jadwal Penelitian ……………………………………………….. 24

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kerangka Teori …………………………………………… 15


Gambar 2 Kerangka Kerja Operasional ……………………………… 26

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Surat Permohonan Studi Pendahuluan


Lampiraan II : Surat Balasan Studi Pendahuluan
Lampiran III : Lembar Pernyataan Penelitian
Lampiran IV : Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran V : Kuesioner Penelitian
Lampiran VI : Lembar Konsultasi Pembimbing

ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Menurut WHO (2024), Jumlah kematian ibu masih sangat tinggi

mencapai 287.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan

persalinan pada tahun 2020. Tingginya jumlah kematian ibu di berbagai

wilayah di dunia mencerminkan kesenjangan dalam akses terhadap layanan

kesehatan yang berkualitas dan kesenjangan pendapatan. AKI di negara-

negara berpendapatan rendah pada tahun 2020 adalah 430 per 100.000

kelahiran hidup dibandingkan 13 per 100.000 kelahiran hidup di negara-

negara berpendapatan tinggi. Penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil dan

persalinan yaitu pendarahan hebat, infeksi setelah melahirkan, tekanan darah

tinggi selama kehamilan (preeklamsia dan eklamsia), komplikasi persalinan

dan aborsi yang tidak aman.

Berdasarkan data Sensus Penduduk (2020) di Indonesia, angka

kematian ibu (AKI) melahirkan mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Di

Indonesia, jumlah kematian ibu terdapat 4.005 pada tahun 2022 dan

meningkat menjadi 4.129 pada tahun 2023. Penyebab kematian ibu tertinggi

disebabkan adanya hipertensi dalam kehamilan atau disebut preeklamsia dan

perdarahan.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun

2024 tercatat sebanyak 257/1000 kelahiran jauh diatas rata-rata nasional

sebesar 177/100.000. bahkan, pada triwulan pertama tahun 2025, tercatat

sudah ada 18 kasus kematian ibu saat melahirkan, Sementara itu Pada tahun

1
2

2019 Angka Kematian Ibu (AKI) di Puskesmas Bolo hanya satu orang.

Penyebab kematian ibu tertinggi disebabkan adanya hiprtensi dalam

kehamilan atau disebut preeeklmasia dan perdarahan. Jika preeklamsia tidak

ditangani maka akan menyebabkan masalah pada fisik dan kesehatan

psikologis ibu hamil. Dampak pada kesehatan fisik yang dirasakan ibu yaitu :

Ari-ari atau plasenta lepas atau terputus saat bersalin, Anemia (kurang darah),

Perdarahan pada hati, Gagal jantung, Perdarahan saat melahirkan, Tidak sadar

atau koma hingga kematian.

Preeklamsia merupakan suatu kondisi hiterogen yang dapat menantang

untuk mendiagnosa, mengingat spektrumnya yang luas dan kurangnya tes

diagnostic yang kuat. Fitur utama dari preeklamsia adalah anset baru

hipertensi (didefinisikan sebagai tekanan darah ≥140 mmHg atau tekanan

darah diastolic ≥90 mmHg) dan proteinuria (300 mg atau lebih besar dalam

spesimen 24 jam urin) (indra, 2021).

Preeklamsia salah satu komplikasi kehamilan yang disebabkan

langsung oleh kehamilan itu sendiri. Preeklamsia ialah peristiwa timbulnya

hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan, setelah usia kehamilan

20 minggu. Gejala dari preeklamsia ini dapat timbul sebelum usia kehamilan

20 minggu apabila terjadi penyakit trofoblastik (sylvi wafda,2019).

Preeklamsia masih merupakan salah satu penyebab morbitas dan

mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara adekuat preeklamsia dapat

menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan bagi ibu dan janin,

sehingga dapat menimbulkan kematian. Salah satu penyebab morbiditas dan


3

mortalitas ibu dan janin adalah preeklamsia, angka kejadiannya berkisar antara

6-7% dan eklamsia 0,1-0,7% sedangkan angka kematian ibu yang diakibatkan

preeklamsia dinegara berkembang masih tinggi (SDKI,2017).

B. Rumusan Masalah

Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di

Puskesmas Bolo?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu

Hamil Tentang Preeklamsia di Puskesmas Bolo Tahun 2025

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil berdasarkan umur, Pendidikan,

dan pekerjaan Di Puskesmas Bolo Tahun 2025

b. Mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklamsia

di Puskesmas Bolo Tahun 2025

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan penulis tentang

preeklamsia pada ibu hamil

2. Bagi Ibu Hamil

Dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia

sehingga ibu dapat mencegah terjadinya preeklamsia


4

3. Bagi Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima

Sebagai bahan referensi dan menambah khasanah keilmuan di

Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima dan peneliti selanjutnya.

4. Bagi Puskesmas Bolo

Sebagai menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Bolo dan intansi

terkait sehingga menjadi bahan acuan untuk memberikan edukasi dan

motivasi kepada ibu hamil dalam pencegahan preeklamsia

E. Keaslian Penelitian

Tabel 1.

No Nama & Judul Hasil penelitian Perbedaan


tahun penelitian penelitian
penelitian

1. Allatif,D., gambaran Hasil penelitian Populasi,


Soenggono, tingkat menunjukkan bahwa sampel,
A. and Jusuf, pengetahuan terdapat 53 (53%) ibu lokasi, waktu
M. N. (2024) preeklampsia hamil di Puskesmas penelitian,
pada ibu hamil PONED Pangalengan variabel
di poned Kabupaten Bandung penelitian,
puskesmas yang memiliki dan analisis
pangalengan pengetahuan data
kabupaten preeklampsia yang
bandung baik, 39 (39%)
memiliki pengetahuan
yang cukup, dan 8
(8%) yang memiliki
pengetahuan kurang
terhadap preeklamsia.
Oleh karena itu,
diperoleh kesimpulan
bahwa tingkat
pengetahuan ibu hamil
di Puskesmas PONED
Pangalengan tentang
5

preeklamsia berada di
kategori baik.

2 Febriana, Gambaran Hasil penelitian sampel,


Sifa (2015) Pengetahuan pengetahuan ibu hamil lokasi, waktu
Ibu Hamil tentang komplikasi penelitian,
Tentang kehamilan preeklamsia variabel
Preeklamsia sebagian besar cukup penelitian,
Di Puskesmas yaitu sebanyak 15 dan analisis
Pemurus orang (42,9%), data
Baru. KTI pengetahuan baik
DIII sebanyak 12 orang
Kebidanan (34,3%) dan
Sari Mulia. pengetahuan kurang
sebanyak 8 orang
(22,9%). Kesimpulan
pengetahuan ibu hamil
tentang komplikasi
kehamilan preeklamsia
sebagian besar cukup.
Disarankan perlu Perlu
meningkatkan
penyuluhan serta
pendidikan kesehatan
tentang preeklamisia
agar pengetahuan ibu
hamil tentang
preeklamsia menjadi
baik dan diharapkan
dengan membaiknya
pengetahuan ibu hamil
dapat mengurangi
angka preeklamsia.

3 Rendu, Gambaran Hasil penelitian sampel,


Frumensia B. pengetahuan menunjukkan bahwa lokasi, waktu
Erlin (2015) ibu hamil hampir setengah ibu penelitian,
trimester II hamil trimester II variabel
tentang memiliki pengetahuan penelitian,
preeklamsi di baik tentang dan analisis
polindes preeklamsi sebanyak
6

gogodeso 45,0%, cukup 35,0%, data


kecamatan kurang sebanyak
kanigoro 20,0%. Pengetahuan
kabupaten baik ini di pengaruhi
blitar tahun oleh faktor umur,
2015 pendidikan, pekerjaan,
paritas, informasi dan
sumber informasi.
Berdasarkan hasil
penelitian diharapkan
agar petugas kesehatan
tetap memberikan
pelayanan dan
penyuluhan kesehatan
tentang preeklamsi
pada ibu hamil
terutama ibu hamil
trimester II. Kata
Kunci :Pengetahuan,
Ibu hamil trimester II,
Preeklamsi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori

1. Pengetahuan

a. Definisi Pengetahuan

Pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan individu untuk

mengingat kembali (recall) atau mengenali kembali nama, kata, inspirasi,

rumus, dan sebagainya (Widyawati, 2020). Pengetahuan merupakan hasil

dari mengetahui dan akan terjadi pada saat penginderaan terhadap suatu

objek tertentu. Pengetahuan diperoleh dari penginderaan melalui indera

penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Pakpahan dkk.,

2021).

b. Tingkat pengetahuan

Pengetahuan yang mencakup didalam domain kognitif dibagi

menjadi 6 tingkatan (Notoatmodjo, 2017),yaitu:

1) Tahu (know)

Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah

di pelajari sebelumnya atau pengetahuan mengingat kembali

terhadap apa yang telah diterima juga bisa dikatakan suatu kata

kerja untuk mengukur Tingkat pengetahuan seseorang atau si

ibu tentang apa yang telah di pelajari. Antara lain ibu bisa

menyebutkan, menguraikan, menyatakan bahwa edukasi

sangat penting.

7
8

2) Memahami (komprehesion)

diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan

secara benar tentang objek yang diketahuinya seseorang atau

ibu yang telah paham dengan materi yang diberikan dia harus

menyebutkan contoh, menjelaskan, mengumpulkan tentang

materi yang dipelajari misalnya: menjelaskan kepada ibu

tentang pengertian edukasi.

3) Aplikasi (Aplicaation)

diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi

yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya

misalnya: bisa mengetahui tentang edukasi.

4) Analisa (Analisis)

adalah suatu kemampuan untuk materi atau bisa diartikan

sebagai kemampuan si ibu untuk mengetahui tentang manfaat

edukasi.

5) Sintesis (Syintesis)

suatu kemampuan untuk menghubungkan atau menyusun

informasi baru.

6) Evaluasi

suatu kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap

suatu materi penilaian berdasarkan suatu kriteria yang

ditentukan sendiri, misal: ibu dapat mengetahui tentang

manfaat edukasi.
9

c. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

1) Factor Internal

a) Umur

usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat

dilahirkan sampai saat berulang tahun, semakin cukup umur

tingkat kematangan dan kekuatan seseorang maka akan lebih

matang dalam berfikir logis (notoatmodjo, 2017). klasifikasi

umur menurut Kemenkes RI tahun 2020 yaitu <20 tahun, 20-35

tahun dan >35 tahun

b) Pendidikan

menurut (notoatmodjo 2017) bahwa pendidikan diperlukan

untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang

menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup.

oleh sebab itu makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka

makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula

pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang

akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap

nilai-nilai yang baru diperkenalkan.

Pendidikan ilmiah adalah pendidikan formal ibu yang

terakhir yang ditamatkan dan mempunyai ijazah dengan

klasifikasi tamat pendidikan dasar (SD dan SMP), Pendidikan

menengah ( SMA,D1 dan D2) dan pendidikan tinggi (D3,S1


10

dan S2) diukur dengan cara dikelompokkan dan

dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi.

c) Pekerjaan

bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita

waktu, bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh

terhadap kehidupan keluarganya (notoatmodjo, 2017).

d) Pengalaman

pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau

pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh

kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi

pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan

(Notoatmodjo, 2017).

2) Faktor Eksternal

a) Informasi

informasi adalah penerangan pemberitahuan kabar atau

berita tentang sesuatu keseluruhan makna yang menunjang

amanat. Informasi memberikan pengaruh kepada seseorang

meskipun orang tersebut mempunyai tingkat pendidikan

rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari

berbagai media, maka hal ini akan dapat meningkatkan

pengetahuan orang tersebut (Notoatmodjo, 2017).


11

b) Lingkungan

lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada di sekitar

manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan

dan perilaku orang atau kelompok (Notoatmodjo, 2017).

c) Sosial Budaya

sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan

seseorang. seseorang memperoleh sesuatu kebudayaan dalam

hubungan dengan orang lain karena hubungan ini seseorang

mengalami proses belajar memperoleh sesuatu pengetahuan

(Notoatmodjo, 2017).

d. Cara Memperoleh Pengetahuan

1) Cara Tradisonal atau non ilmiah

a) Coba dan salah (Trial and error)

Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya peradapan

pada waktu itu apabila seseorang menghadapi masalah, upaya

pemecahan dengan cara "coba saja". Cara ini kemungkinan bisa

memecahkan masalah, apabila tidak berhasil dicoba kemungkinan

yang lain sampai masalah terselesaikan.

b) Secara kebetulan

Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi karna tidak

di sengaja oleh orang yang bersangkutan.


12

c) Kekuasan atau Otoriter

sumber pengetahuan ini berupa pemimpin masyarakat baik

format maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan

dan sebagai berikut. Pengetahuan dapat diperoleh berdasarkan

otoritas, baik tradisi otoritas pemerintahan agama maupun ahli

pengetahuan. Dimana prinsip ini orang berpendapat di temukan

oleh orang yang mempunyai otoritas tanpa menguji dulu

membuktikan kebenarannya berdasarkan fakta empiris atau

penalaran sendiri (Notoatmodjo, 2017).

2) Cara modern atau Ilmiah

cara baru memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih

sistematis, logis, dan ilmiah yang disebut metode ilmiah.

Kemudian metode berpikir induktif bahwa dalam memperoleh

kesimpulan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung

membuat pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan

obyek yang diamati (Notoatmodjo, 2017).

e. Pengukuran pengetahuan

pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan

wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang

ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman

pengetahuan yang ingin kita ketahui kita ukur disesuaikan dengan

tingkatan domain di atas. Hasil ukur pengetahuan dapat

dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu (Notoatmodjo, 2017):


13

a) Baik (76%-100%)

b) Cukup (56%-75%)

c) Kurang (≤55%)

2. definisi kehamilan

Setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi yang sehat,

telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan

seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan.

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi dengan lama

280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir

(Nugrawati & amriani 2021).

Ibu hamil adalah seorang wanita yang sedang mengandung yang

dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adalah waktu

transisi, yaitu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang

sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu

lahir (Ratnawati, 2020)

Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan

dilanjutkan dengan nidasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga

lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40

minggu atau 9 bulan menurut kalender intemasional. Maka, dapat

disimpulkan bahwa kehamilan merupakan bertemunya sel telur dan

sperma di dalam atau diluar Rahim dan berakhir dengan keluarnya bayi

dan plasenta melalui jalan lahir (Yulaikhah, 2019).


14

3. Definisi Preeklamsia

Preeklamsia adalah kelainan multisistemik yang terjadi pada

kehamilan yang ditandai dengan adanya hipertensi disertai proteinuria dan

edema, biasa terjadi pada usia 20 minggu lebih dan tersering pada usia

kehamilan 37 minngu, ataupun dapat terjadi setelah persalinan: Menurut

brown et al (2018). Sekitar 90% kasus terjadi pada periode prematur akhir

(≥34 hingga<37 minggu), atau pasca persalinan (≥42 minggu), hipertensi

tanpa proteinuria disebut hipertensi getasional: Menurut laleno (2018).

Preeklampsia merupakan sindroma spesifik kehamilan yang

berkaitan dengan berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan

aktivasi endotel, yang bermanifestasi dengan adanya peningkatan tekanan

darah dan proteinuria. Preeklampsia dapat berkembang dari ringan sampai

dengan berat, yang dapat berlanjut ke eklampsia. Saat ini, diagnosis yang

didukung oleh International Society for the Study of Hypertension in

Pregnancy (ISSHP) mencakup hipertensi (sistolik 140 mmHg dan

diastolik> 90 mmHg) disertai dengan satu atau lebih fitur lain yaitu

proteinuria, disfungsi organ ibu lainnya termasuk keterlibatan hati, ginjal,

neurologis, dan/atau disfungsi uteroplasenta, seperti hambatan

pertumbuhan janin dan/atau temuan USG Doppler abnormal dari aliran

darah uteroplasenta (August & Sibai, 2022; Brown et al., 2018; Lalenoh,

2018).
15

4. Klasifikasi Preeklamsia

a. Preeklamsia Ringan

Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema setelah umur

kehamilan 20 minggu atau setelah kehamilan. Gejala klinis

preeklampsia ringan adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg sampai

kurang 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg

pada dua kali pemeriksaan >4 jam terpisah, dengan temuan tambahan

proteinuria secara kuantitatif lebih dari 0,3 gr/liter atau 300 mg protein

dalam 24 jam atau secara kualitatif +2 dipstik, edema pada pretibial,

dinding abdomen, wajah dan tangan (Chandrasekaran & Simon, 2020;

D. Kurniawati et al., 2020; Rukiyah, 2017).

b. Preeklamsia Berat

Timbulnya hipertensi di mana tekanan darah sistolik >160 mmHg

dan tekanan darah diastolik>110 mmHg pada dua kali pemeriksaan >4

jam terpisah, proteinuria secara kualitatif >+3 dipstik pada sampel urin

sewaktu yang dikumpulkan paling sedikit empat jam sekali, air

kencing kurang dari 400-500 ml/24 jam, sakit kepala terus menerus,

pandangan kabur seperti bintik bintik di depan mata, nyeri di ulu hati,

mual/muntah, sesak nafas, dan janin tidak berkembang dengan baik

(Chandrasekaran & Simon, 2020; D. Kurniawati et al., 2020; Rukiyah,

2017).
16

c. Patofisiologi Preeklamsia

Terjadinya preeklamsia disebabkan karena endotel mengeluarkan

Patofisiologi vasoaktif yang didominasi oleh vasokontriktor, seperti

endotelin dan tromboksan A2. Selain itu, terjadi penurunan kadar

renin, angiotensin I, dan angiotensin II dibandingkan kehamilan

normal sehingga terjadi peningkatan tekanan darah lebih dai normal.

Selama kehamilan normal terjadi penurunan aliran darah ke ginjal dan

laju filtrasi glomerulus. Pada preeklampsia terjadi perubahan seperti

peningkatan resistensi arteriaferen ginjal dan perubahan bentuk endotel

glomerulus. Filtrasi yang semakin menurun menyebabkan kadar

kreatinin serum meningkat. Terjadi penurunan aliran darah ke ginjal

menimbulkan perfusi dan filtrasi ginjal menurun menimbulkan

oliguria. Kerusakan pembuluh darah glomerulus dalam bentuk

glomerulo capilary endhotelial menimbulkan proteinuria (Peratama

Andi,dkk. 2023)

5. Faktor faktor yang berisiko terjadi preeklamsia

a. Status Reproduksi

1) Primigravida

Primigravida memiliki risiko sangat besar untuk terjadinya

preeklamsia karena mekanisme imunologik dalam

pembentukan nblocking antibody terhadap antigen plasenta

oleh human leukocyte antigen G pada primigravida belum

sempurna dibanding dengan multigravida. Oktarina, dkk (2015)


17

2) Umur ibu

Usia adalah salah satu faktor risiko penyebab terjadinya

hipertensi dalam kehamilan. Kehamilan pada usia ibu >20

tahun dan <35 tahun merupakan kehamilan berisiko tinggi yang

bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Komplikasi

utama yang terjadi adalah preeklamsia yang ditandai dengan

ibu mengalami hipertensi, adanya pembengkakan pada kaki

dan ditemui protein pada urine. Saraswati & Mardiana (2016)

3) Paritas

Hal ini terjadi karena kejadian preeklamsia paling banyak

dialami oleh ibu dengan jarak persalinan lebih dari 5 tahun dari

pada ibu dengan jarak kehamilan kurang dari 5 tahun

Fatkhiyah, Kodiyah and Masturoh (2016)

4) Riwayat Hipertensi

Riwayat hipertensi memiliki risiko 6.42 kali untuk

terjadinya preeklamsia daripada ibu hamil tanpa riwayat

hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai

dampak, mulai dari preeklamsia ringan sampai dengan yang

berat. Hipertensi dalam kehamilan terbagi menjadi preeklamsia

berat, ringan, eklamsia dan superimposed hipertensi. Fatkhiyah,

Kodiyah and Masturoh (2016). Hal ini dikarenakan sebelum

hamil sudah memiliki riwayat hipertensi sehingga dapat

menyebabkan gangguan pada organ dan dengan ibu yang


18

mengalami kehamilan maka tubuh akan bertambah berat

sehingga muncul edema dan proteinuria. Renita, dkk (2018)

5) Obesitas

Hal ini terjadi karena obesitas berisiko 4.060 kali pada ibu

hamil untuk terkena preeklamsia dibanding dengan ibu hamil

yang tidak obesitas. Banyak faktor yang bisa menyebabkan

obesitas seperti faktorgenetik, gangguan metabolik dan

konsumsi makanan yang berlebihan, semakin gemuk seseorang

maka jumlah darah yang berada didalam tubuh semakin banyak

dan menyebabkan kerja jantung menjadi lebih berat banyak

sehingga terjadi preeklamsia. Nursal, Tamela dan Fitrayeni,

(2015)

b. komplikasi Pada Ibu

1) Awal

a) Kejang meningkatkan kemungkinan mortalitas maternal 10 kali

lipat. Penyebab kematian maternal karena eklampsia adalah:

kolaps sirkulasi (henti jantung, edema pulmo, dan syok),

perdarahan serebral dan gagal ginjal.

b) Kejang meningkatkan kemungkinan kematian fetal 40 kali

lipat, biasanya disebabkan oleh hipoksia, asidosis dan asolusio

plasenta

c) Kebutaan atau paralisis dapat terjadi karena lepasnya retina

atau perdarahan intra kranial


19

d) Perdarahan post partum

e) Toksik delirium

f) Luka karena kejang, berupa laserasi bibir atau lidah atau fraktur

vertebra.

g) Aspirasi pneumonia

2) Komplikasi Jangka Panjang

a) 40% sampai 50% pasien dengan preeklampsia berat atau

eklampsia memiliki kemungkinan kejadian yang sama pada

kehamilan berikutnya.

b) Hipertensi permanen, terjadi pada 30% sampai 50% pasien

dengan preeklampsia berat dan eclampsia (Nugroho Taufan,

2017:3&4)
20

B. Kerangka Konseptual Penelitian

kerangka konsep adalah suatu uraian dan visualisasi tentang

hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang

akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan

(notoatmodjo, 2018).

berdasarkan uraian teori dan tujuan penelitian yang ingin dicapai,

maka skema kerangka konsep penelitian yang penulis rancang adalah

sebagai berikut

Faktor yang mempengaruhi


pengetahuan :
Factor Internal
1. Umur Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
2. Pendidikan Preeklamsia
3. Pekerjaan

4. Pengalaman

Faktor Ekternal
1. Informasi
2. Lingkungan
3. Sosial – Ekonomi
(Notoatmodjo, 2017)

Gambar 2 : kerangka konseptual penelitian


(Notoatmodjo, 2017)
Keterangan :

___________ : Ditekiti

----------------- : Tidak diteliti


21

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif.

Penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu bentuk penelitian yang

menggambarkan terhadap suatu objek yang nyata melalui data sampel atau

populasi dengan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian

(Arikunto, 2019). Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk

memecah atau menjawab permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian ini

peneliti mendeskripsikan gambaran pengetahuan ibu hamil tentang

preeklamsia di Puskesmas bolo tahun 2025.

B. Variabel Penelitian

variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat,

atau ukuran yang dimiliki atau yang didapatkan oleh satuan penelitian tentang

suatu konsep pengertian tertentu untuk dipelajari dan kemudian dapat ditarik

kesimpulan (notoatmodjo, 2018). variabel dalam penelitian ini adalah

variabel tunggal gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di

Puskesmas Bowo tahun 2025.

C. Definisi Operasional (DO)

Menurut (Nurdin et al, 2019) definisi operasional adalah

mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang

diamati yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau

pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena


22

Mendefinisikan variabel secara operasional adalah menggambarkan atau

mendeskripsikan variabel penelitian sedemikian rupa, sehingga variabel

tersebut bersifat spesifik (tidak berinterpretasi ganda) dan terukur (observable

atau measureable).

Tabel 2. definisi operasional “ Gambaran ibu hamil tentang preeklamsia dipuskesmas Bolo”

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur

1 Pengetahuan Merupakan Kuesioner Ordinal 1. Baik :


tentang pengetahuan yang 76 – 100%
preeklamsia dimiliki oleh ibu 2. Cukup :
tentang peningkatan 56 – 75%
tekanan darah dengan 3. Kurang :
adanya proteinuria yang ≤55%
muncul pada usia (Notoatmodj
kehamilan 20 minggu o, 2017)
Karakteristik
Umur ibu di hitung Kuesioner Ordinal 1. <20 tahun
responden :
sejak hamil sampai 2. 20-35 tahun
a. Umur
dilakukan penelitian 3. >35 tahun

Pendidikan formal yang Kuesioner Ordinal 1. Pendidikan


b. Pendidikan ditempuh ibu Dasar (SD
dan SMP)
2. Pendidikan
Menengah
(SMA)
3. Pendidikan
Tinggi
(Diploma,S1,
S2)

Kegiatan yang Kuesioner Nominal 1. Bekerja


c. Pekerjaan ((PNS,
dilakukan oleh ibu baik
di rumah maupun di Karyawan
Swasta,
luar rumah yang
Pedagang)
memberikan 2. Tidak bekerja
penghasilan (IRT)
23

D. Tempat dan Waktu

1. Tempat penelitian

Adapun Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan yaitu di Puskesmas

Bolo

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian akan dilaksanakaan pada bulan juni 2025

E. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

1. Populasi

Mengemukakan bahwa populasi sebagai wilayah secara umum yang

terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti lalu dibuat kesimpulannya

Sugiyono (2018:130). Jumlah populasi penelitian ibu hamil yang

mengalami preeklamsia di Puskesmas Bolo pada bulan januari – mei 2025

sebanyak 32 pasien ibu hamil dengan Trimester I dan II.

2. Sampel

Sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam

penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik

yang dimiliki oleh populasi Sugiyono, (2017:81). Jumlah sampel dalam

penelitian ini sebanyak 32 ibu hamil yang mengalami preeklamsia di

Puskesmas bolo
24

3. Teknik Sampling

Teknik sampling ialah teknik pengambilan sampel, untuk

menentukan sampel yang akan digunakan (Sugiono, 2016.18). Teknik

sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling.

F. Teknik Pengumpulan Data

Dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data dan keterangan-

keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2019),

teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang paling strategis

dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

memperoleh data.

1. Data primer

Data primer merupakan sumber data yang didapatkan langsung dari

pengumpulan data. Data yang diperoleh merupakan hasil dari angket yang

telah dibagikan kepada responden, yang kemudian responden akan

menjawab pernyataan yang sudah tersusun secara sistematis dalam lembar

kuesioner Sugiyono (2019),

Data primer yang terdapat pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan

sumber data yang telah diperoleh dari responden, yaitu orang yang

merespon dan menjawab pernyataan-pernyataan yang telah disebarkan

oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2019), kuesioner merupakan teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

2. Data sekunder
25

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari puskesmas bolo tahun 2025

G. Instrumen penelitian

Pada prinsipnya melakukan penelitian adalah melakukan pengukuran,

maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasa

dinamakan instrumen penelitian. Menurut Sugiyono (2019:156) Instrumen

penelitian adalah suatu alat yangdigunakan mengukur fenomena alam maupun

sosial yang diamati. Dalam penelitian ini peneliti penggunakan istrumen

penelitian yaitu angket

H. Pengelolaan dan Analisis data

1. Metode pengolahan data menjelaskan proses pengolahan data

menyesuaikan jenis penelitian. Karena penelitian ini bersifat kuantitatif,

maka ditampilkan pengolahan data dengan perhitungan detail, berdasar

dan teliti. Proses dalam pengolahan data antara lain editing (pemeriksaan

data), coding (mengubah bentuk data), processing (proses pengolahan

data), entry (memasukan data), dan cleaning (pengecekan kembali).

a) Edit (Editing)

Yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang

diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap

pengumpulan data atau setelah data terkumpul (Hidayat 2017).

b) Kode (Coding)

Yaitu kegiatan pemberian kode numeric (angka) terhadap

data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat
26

penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan komputer

(Hidayaat,2017).

1) Umur

a) < 20 tahun :1

b) 20 – 35 tahun :2

c) > 35 tahun :3

2) Pendidikan

a) Pendidikan rendah :1

b) Pendidikan menengah : 2

c) Pendidikan tinggi :3

1) Pekerjaan

a) Tidak bekerja :1

b) Bekerja :2

2) Pengetahuan

a) Pengetahuan baik :3

b) Pengetahuan cukup :2

c) Pengetahuan kurang :1

c) Skor (scoring)

Yaitu memberikan skor pada masing masing item sesuai

dengan jawabaan yang diberikan oleh responden

1) Benar :2

2) Salah :1

Pengetahuan
27

1) Pengetahuan baik : 75% - 100%

2) Pengetahuan cukup : 56% - 75%

3) Pengetahuan kurang :< 55%

d) Tabulasi (Tabulating)

Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data.

Membuat tabulasi tidak lain adalah memasukan data ke dalam tabel

dan mengatur angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam

berbagai kategori. Hasil yang diolah disajikan secara deskriptif.

Untuk semua variabel akan ditampilkan distribusi frekuensi yang

diperoleh dari anaalisa daata univariat.

2. Analisis data

Analisa data menggunakan analisis univarial, analisis ini dilakukan untuk

mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia di

puskesmas bolo dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

f
p= x 100 %
n

keterangan:

p: jumlah presentasi

f: jumlah responden

n: jumlah sampel

I. Etika Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek yaitu ibu hamil di puskesmas bolo,

penelitian ini dilaksanakan setelah mendapat surat ijin penelitian dari institusi
28

pendidikan (Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima) kemudian diserahkan

kepala puskesmas bolo, untuk mendapatkan persetujuan yang kemudian

dilakukan penelitian dengan menekankan pada etika-etika.

1. Lembar Persetujuan (Informed consent)

Lembar persetujuan berisi penjelasan mengenai penelitian yang dilakukan,

tujuan penelitian, tata cara penelitian, manfaat yang diperoleh responden,

dan resiko yang mungkin terjadi. Pernyataan dalam lembar persetujuan

jelas dan mudah dipahami sehingga responden tahu bagaimana penelitian

ini dijalankan. Untuk responden yang bersedia maka mengisi dan

menandatangani lembar persetujuan secara sukarela.

2. Anonimitas

Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak mencantumkan nama responden,

tetapi lembar tersebut hanya diberi kode.

3. Confidentiality (Kerahasiaan)

Confidentiality yaitu tidak akan menginformasikan data dan hasil

penelitian berdasarkan data individual, namun data dilaporkan berdasarkan

kelompok.

4. Sukarela

Peneliti bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan atau tekanan secara

langsung maupun tidak langsung dari peneliti kepada calon responden atau

sampel yang akan diteliti


29

J. Jadwal Penelitian
Tabel 3.

Jenis Kegiatan Apr Mei Jun Jul Agu


1. Konsultasi Judul
2. Menyusun Proposal
3. Konsultasi Proposal
4. Ujian Proposal
5. Revisi Proposal
6. Pengumpulan Data Penelitian
7. Melakukan Peengolahan Data

8. Pengolahan, Penyusunan dan


Konsultasi KTI

9. Sidang KTI
10. Revisi KTI
30

K. Kerangka Kerja Operasional

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh


ibu hamil yang mengalami preeklamsia di
Puskesmas Bolo sebanyak 32 orang

Pengambilan sampel ibu hamil di


Puskesmas Bolo sebanyak 32 orang

Tekhnik sampling: teknik pengambilan sampel dalam


penelitian ini adalah dengan teknik total sampling

Pengumpulan data kuesioner

Pengolahan dan analisis data

Hasil pembahasan

Kesimpulan dan saran

Rekomendasi dan diseminasi


DAFTAR PUSTAKA

Afridah, Wiwik, and Ratna Fajariana. (2017). "Tingkat pengetahuan kesehatan

reproduksi pada siswa SMA Kanjeng Sepuh Gresik." Medical and health

science journal 1.1

Akbar, Muhammad Ilham Aldika. PREEKLAMSIA-Tinjauan Komprehensif untuk

Praktisi Medis. Airlangga University Press, 2024.

Allatif, Denden, Arifin Soenggono, and Mutiara Nabilla Jusuf. (2024) "Gambaran

Tingkat Pengetahuan Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Poned Puskesmas

Pangalengan Kabupaten Bandung." Sebatik 28.1: 57-64.

Anshori, M., & Iswati, S. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif: edisi 1.

Airlangga University Press.

Buamonabot, I., Nurlaila, N., & Nurdin, N. (2019). Pengaruh atribut perguruan

tinggi terhadap kepuasan memilih perguruan tinggi. Jurnal Bisnis

Manajemen Cakrawala , 2 (1), 281-291.

Dr, S. (2017). Metodelogi Penelitian. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Farisni, Teungku Nih, et al. "Pengantar Teori Peran Tuha Peut dalam

Implementasi Qanun di Tingkat Desa." (2023).

Fitri, Nurhasanah Laila, and Enny Yuliaswati. "Pengaruh Pemberian Aromaterapi

Lemon Untuk Mengatasi Frekuensi Emesis Gravidarum Untuk Ibu Hamil

Trimester Pertama Di PMB Wulan Mardikaningtyas, AMD. KAB


Kartasura." Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 1.4 (2023):

182-194.

Hasnah, Hasnah. (2021) Intervensi Pendidikan Kesehatan pada Perawat dalam

Pencegahan Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kabupaten Gowa Provinsi

Sulawesi SelatanIntervensi Pendidikan Kesehatan pada Perawat dalam

Pencegahan Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kabupaten Gowa Provinsi

Sulawesi Selatan. Diss. Universitas Hasanuddin.

Hidayat, A., & Fahri, S. (2017). Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data

Zakat Fitrah Berdasarkan Perhitungan Badan Amil Zakat. J. Manaj.

Inform, 4(2), 1-11.

Irwanto, Ervina, and Marcevina Salim. "Analisis Current Ratio, Debt To Equity

Ratio, Dan Total Asset Turnover Terhadap Perubahan Laba Pada

Perusahaan Industri Barang Konsumsi Sektor Makanan Dan Minuman

Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018." Jurnal

Manajemen Bisnis Eka Prasetya Penelitian Ilmu Manajemen 6.2 (2020):

61-74.

Istioningsih, Istioningsih, Rina Anggraeni, and Hendra Adi Prasetya. "Family

Support Tidak Mempengaruhi Tingkat Keparahan Preeklampsia Pada Ibu

Hamil." Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas 2.2 (2019): 30-35.

Labok, Margaretha J. Penatalaksanaan Terapi Butterfly Hug Pada Ibu

Primigravida Dengan Preeklamsia Yang Mengalami Kecemasan Di


Wilayah Puskesmas Pasir Panjang. Diss. Poltekkes Kemenkes Kupang,

2024.

Laia, Indah Septa Ayu. "Pengaruh strategi pembelajaran berdiferensiasi terhadap

hasil belajar peserta didik sma negeri 1 lahusa." (2022).

Mursyida, Rika, and Fitri Hijri Khana. "Hubungan Kejadian Partus Lama Dengan

Ruptur Perineum Pada Ibu Infartu Di Paktek Mandiri Bidan Salabiah

Lhokseumawe." JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND

MEDICINE 10.2 (2024): 663-672.

Milasari, Milasari, et al. "Filsafat ilmu dan pengembangan metode ilmiah." Jurnal

Filsafat Indonesia 4.3 (2021): 217-228.

Nursal, Dien Gusta Anggraini, Pratiwi Tamela, and Fitrayeni Fitrayeni. "Faktor

risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP dr. M. Djamil

Padang tahun 2014." Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas 10.1 (2015):

38-44.

Royani, Melita Putri, and Anjar Nurrohmah. "Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu

Hamil Tentang Komplikasi Kehamilan Preeklampsia." Nursing News:

Jurnal Ilmiah Keperawatan 7.2 (2023): 64-72.

Sari, Bernadetha Titis Wulan. "Pengaruh durasi belajar terhadap hasil belajar

matematika siswa kelas 5 Ledok 006 Salatiga." Jurnal Review Pendidikan

dan Pengajaran (JRPP) 2.1 (2019): 139-144.


Setyawati, Anita, Restuning Widiasih, and Ermiati Ermiati. "Faktor-faktor yang

berhubungan dengan kejadian preeklampsia di Indonesia." Jurnal Perawat

Indonesia 2.1 (2018): 32-40.

Sugiyono, P. D. (2010). Metode Peneliian. Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Suryani, Irma, and Larlen Larlen. "Pengaruh Model Project Based Learning

Dengan Media Film Terhadap Kemampuan Menulis Siswa Kelas VIII

SMP Negeri 1 Kota Jambi." Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan

Sastra 11.2 (2021): 25-38.

Wibowo, Susanto, et al. "Komparasi Profitabilitas (Roa) Antara Perusahaan

Subsektor Industri, Infrastruktur Dan Energi Sebelum Dan Sesudah

Pandemi Covid-19 (Studi Empiris: Perusahaan Yang Terdaftar Di Bei)."

(2022).

Wiranti, Wiwin. "Pengaruh Keterampilan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Pada Konveksi Istana Mode Madiun." EQUILIBRIUM: Jurnal Ilmiah

Ekonomi Dan Pembelajarannya 4.1 (2016): 96-105.

Wisudawati, Eka Rora Suci, and M. Romadhon. "Hubungan pengetahuan dan

sikap terhadap tindakan cuci tangan pakai sabun (CTPS)." Jurnal

Kesehatan Dan Pembangunan 11.21 (2021): 28-34

Yastirin, Pintam Ayu, and Rizky Sahara. "Dampak Kesehatan Ibu pada Kehamilan

Remaja." Jurnal Profesi Bidan Indonesia 4.02 (2024): 18-35.


LAMPIRAN
Lampiran I : Surat Permohonan Studi Pendahuluan
Lampiran II : Surat Balasan Studi Pendahuluan
Lampiran III Lembar Pernyatan Penelitian

LEMBAR PERNYATAAN PENELITI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Dengan hormat, yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Nurul Rabiatul Hikmah
Status : Mahasiswa Akbid Surya Mandiri Bima
NIM : 062402S22045
Alamat : Bolo

Akan mengadakan penelitian dengan judul “Gambaran pengetahuan ibu


hamil tentang preeklamsia dipuskesmas bolo tahun 2025” guna memenuhi
syarat mengikuti ujian akhir program DII Kebidanan Akbid Surya Mandiri
Bima. Untuk itu peneliti akan menjamin kerahasiaan data responden yang
diambil dari data dokumen Puskesmas Bolo, atas kesediaan dan kerjasamanya
saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Kota bima, aapril 2025


Hormat saya,
Peneliti

(Nurul Rabiatul Hikmah)


NIM.062402S22045
Lampiran IV
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Saya yang bertandatangan dibawah ini :
Nama :
Umur :
Pendidikan :
Alamat :
Setelah mendapat penjelasan tentang tujuan dan maanfaat penelitian yang berjudul
“Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia dipuskesmas bolo tahun
2025:
Nama : nurul rabiatul hikmah
NIM : 0624022S22045
Semester : VI (Enam)
Maka saya bersedia untuk dijadikan responden penelitian dengan pertimbangan
bahwa informasi yang saya berikan terjamin kerahasiaannya dan dapat
dipergunakan sebagaimanaa messtinya.

Bima, April 2025


Responden

( )
Lampira V
KUESIONER PENELITIAN
Judul penelitian :
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL
TENTANG PREEKLAMSIA DI PUSKESMAS BOLO
TAHUN 2025

A. Identitas Responden
1. Nama ibu :
2. Alamat :
3. Umur ibu :
a. < 20 tahun
b. 20-25 tahun
c. >35 tahun
4. Apakah Pendidikan terakhir ibu :
a. Pendidikan dasar (SD dan SMP)
b. Pendidikan menengah (SMA)
c. Pendidikan tinggi
5. Apakah pekerjaan ibu :
a. Bekerja (PNS, Karyawan Swasta, Pedagang)
b. Tidak bekerja (IRT)

No Pertanyaan Iya Tidak


1. apakah usia kehamilan ibu
diatas 20 minggu
2. Apakah jumlah kehamilan ibu
lebih dari satu
3. Apakah ibu memiliki Riwayat
hipertensi
4. Apakah ibu mengalami sakit
kepala
5. Apakah ibu mengalami
gangguan penglihatan
6. Apakah ibu mengalami
pembekkan pada kaki dan
tangan
7. Berapa kali ibu melakukan
pemeriksaan kehamilaan
dalam sebulan
8. Apakah ibu mengikuti pola
makan yang seimbang
9. Apakah ibu melakukan
olahraga ringan selama
kehamilan
10. Apakah ibu mengkonsumsi
obat-obatan untuk
preeklamsia
Lampiran VI. Lembar konsultasi pembimbing
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN KARYA TULIS
ILMIAH (KTI) PROGRAM DIPLOMA III KEBIDANAN
AKADEMI KEBIDANAN SURYA MANDIRI BIMA

NAMA : Nurul Rabiatul Hikmah


NIM : 062402S22045
JUDUL : Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentangg Preeklamsia
Dipuskessmas Bolo Tahun 2025
PEMBIMBING I : Susanti,SST.,M.Tr.Keb

NO. Hari/tanggal Materi bimbingan masukan TTD dosen


pembimbing

1.

2.

3.

4.

5.
PEMBIMBING II : Nini Niatullah Aliyati,SST.,M.Kes
NO. Hari/tanggal Materi bimbingan masukan TTD dosen
pembimbing

1.

2.

3.

4.

5.

Anda mungkin juga menyukai