Anda di halaman 1dari 45

1.

PENGENALAN SISTEM
1.1 Pengantar
Aplikasi ”Sistem Informasi Kondisi Pantai dan Infrastruktur Pantai” merupakan
aplikasi untuk pengelolaan manajemen kawasan pantai. Konsep sistem yang
dibangun adalah sistem terdistribusi dimana pengertiannya sistem dikembangkan
dan kemudian disebarkan ke daerah-daerah (BWS) sebagai domain pengelola
kawasan pantai dan infrastrukturnya.
Sistem yang disebarkan ke daerah (Sistem Lokal) nantinya akan berfungsi sebagai
perangkat (tools) untuk mendokumentasikan atau inventarisasi data yang
mencakup data spasial, tekstual dan multimedia. Dokumentasi data yang ada di
daerah selanjutnya akan dikirim ke pusat dengan metoda offline, konsep offline
dipilih sebagai antisipasi dari keterbatasan akses jaringan internet di daerah.
Selanjutnya database daerah yang ada di seluruh kawasan pantai Indonesia akan
diintegrasikan ke dalam sistem web gis kawasan pantai secara terpusat.

Gambar 1.1 Konsep Sistem Terdistribusi Lokal dan Pusat

Pengembangan sistem lokal untuk inventarisasi data di daerah dikembangkan


semudah mungkin dalam hal instalasi dan penggunaannya. Sistem informasi yang
dikembangkan berbasis geografis atau biasa disebut dengan GIS (Geographic
Information System) dimana GIS yang akan dikembangkan berbasiskan web atau
biasa disebut Web GIS. Bahasa pemprograman yang digunakan untuk
mengembangkan aplikasi Web GIS ini menggunakan PHP dengan Engine Map
Mapserver dan database MsAcces.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

1
1.2 Peta Situs
Peta Situs atau Site Map adalah suatu keterangan atau gambaran mengenai
keterkaitan halaman-halaman yang ada di dalam sebuah Situs/Web Site. Dari Peta
Situs ini pula bisa terlihat fitur-fitur yang ada dalam sebuah situs.
Terdapat empat modul utama sistem dimana masing-masing modul mempunyai
halaman-halaman dan fitur tersendiri. Modul tersebut yaitu :
1.
2.
3.
4.

Peta Pantai
Deskripsi Pantai
Infrastruktur Pantai
Rekap Data Pantai

Masing-masing modul mempunyai fitur tersendiri seperti Modul Peta Pantai atau
Modul Web GIS mempunyai fitur terkait fungsi GIS umum seperti Query by Map,
Zoomin/Zoomout, Measurement dll. Untuk modul Deskripsi dan Infrastruktur Pantai
mempunyai fitur penangaan kondisi pantai dan infrastruktur bangunan pantai.
Berikut ini diagram keterkaitan halaman dan fitur web (Peta situs) :
Menu Utama

Peta Pantai/Web GIS

Deskripsi Pantai

Infrastruktur Pantai

Map Navigation

Data Pantai

Groin

Layer Properti

Permasalahan

Revetmen

Object Query

Konfigurasi

Tembok Laut

Rekap Data Pantai

Rekap Data

Manajemen Data
Tool Tips

Measurement

Multiple Select

Searc by Atribut
Profil Pantai

Daratan

Pemecah
Gelombang

Jeti Muara
Sungai

Bangunan

Hidro
Oseanografi

Editing Data

Upload Foto
Upload Video

Manajemen Data

Sungai

Pembobotan

Sosek

Editing Data
Upload Foto
Upload Video

Gambar 1.2 Diagram Site Map (Peta Situs)

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

2
2. INSTALASI SISTEM

2.1 Keperluan Sistem


Untuk melakukan instalasi sistem, spesifikasi minimal komputer yang dianjurkan
adalah sebagai berikut :
-

Procesor Intel/AMD dengan kecepatan 1 Ghz


Memory (RAM) 1 GB
VGA Card 128 Mb
Free Ruang Hard Disk 5 GB
Keyboard dan Mouse

Sedangkan untuk perangkat lunak minimal yang diperlukan adalah sbb :


- Sistem Operasi Windows Xp atau Vista
- Microsoft Office yang didalamannya terdapat Ms Acces
- Internet Browser
2.2 Isi paket CD
Perangkat lunak Web GIS Kondisi Pantai dan Infrastruktur Pantai dikemas ke dalam
CD untuk memudahkan proses instalasi. Isi CD terdapat folder ”sirapan_lokal” yang
merupakan paket lengkap yang berisi aplikasi dan software-software pendukung.
Folder ”sirapan_lokal” terdiri dari sub folder sbb :
-

Apache
Apps
Gdaldata
Gdalplugins
Httpd.d
Proj
Python
Tmp
Tools

Folder ”Apache” berisi modul web server yang berfungsi sebagai server aplikasi
sebagai tempat/rumah bagi modul-modul lainnya seperti PHP, Mapserver.
Folder ”Tmp” merupakan folder tempat meyimpan file sementara gambar peta.
Untuk aplikasinya sendiri disimpan di folder:
”D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_web”
sedangkan untuk petanya disimpan di folder:
”D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_data\peta”.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

3
2.3 Instalasi Sistem
Proses instalasi aplikasi dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Pemindahkan/copy folder ”sirapan_lokal” yang terdapat di dalam CD ke dalam
hardisk/root D. Aplikasi sebaiknya di pindahkan ke root D, apabila dipindahkan
ke root hardisk yang lain harus dilakukan beberapa penyesuaian di
aplikasi/folder sirapan_lokal”.

Gambar 2.1 Pemindahan Folder dari CD ke Root D

2.

Instal aplikasi web server apache dengan cara mengklik/menjalankan file


“apache-install.bat” yang terdapat di folder ”sirapan_lokal”. Isi file
“apacheinstall.bat” adalah sebagai berikut:
@ECHO OFF
REM This installs and starts the apache service
cd Apache\bin
httpd -k install -n "Apache Sirapan MS4W Web Server"
net start "Apache Sirapan MS4W Web Server"
cd ..\..
:ALL_DONE

Klik/jalankan file apacheinstall.bat

Gambar 2.2 Isi Folder “sirapan_lokal”

Apabila proses berjalan normal maka apache web service sirapan akan terinstal
dan akan langsung di jalankan (”started”). Proses menjalankan apache web
server ini akan dijalankan otomatis setiap menyalakan komputer/menjalankan
windows.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

4
Untuk melihat apakah web server Apache telah terinstal dengan baik bukalah
konsol ”service” di windows dengan cara membuka ”Start>Setting>Control
Panel” kemudian buka ”Administrative Tools” dan buka/klik ”Service”.

Gambar 2.3 Folder Administrative Tools

Gambar 2.4 Apache Sirapan Lokal Web Server

3.

Setelah web server berjalan (started) selanjutnya langkah terakhir adalah


membuka aplikasi dengan menggunalan web browser seperti Internet Explorer
atau disarankan menggunakan Mozilla FireFox. Ketik di url address
”localhost/sirapan_lokal” kemudian tekan enter.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

5
3. MEMULAI APLIKASI
Untuk menggunakan aplikasi ini pengguna dapat menggunakan internet browser
tanpa harus ada jaringan internet karena sistem bekerja di server lokal di
masingmasing komputer. Disarankan menggunakan browser internet Mozilla Firefox
terbaru dan menggunakan layar komputer dengan resolusi yang cukup baik.

Gambar 3.1 Contoh Browser Internet

Untuk memulai aplikasi bukalah internet browser misalnya Mozilla Firefox.


Kemudian masukan alamat situs ”Sistem Informasi Kondisi Pantai dan Infrastruktur
Pantai” dengan alamat http://localhost/sirapan_lokal/.
Apabila proses berhasil maka halaman web akan masuk ke sistem informasi aset,
dimana selanjutnya pengguna bisa masuk ke halaman yang diinginkan. Menu yang
bisa diakses adalah ”Peta Pantai”, ”Deskripsi Pantai”, ”Infrastruktur Pantai”, dan
”Rekap Data”.

Gambar 3.2 Halaman Utama Interface Sistem

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

6
4. PETA PANTAI
Modul Peta Pantai merupakan modul SIG yang berfungsi sebagai jendela informasi
terkait dengan data spasial. Dengan modul ini semua informasi keruangan/spasial
pantai dan infrastruktur pantai dapat diketahui. Modul Peta Pantai terdiri dari
empat
komponen utama. Komponen tersebut terdiri dari :
1.
2.
3.
4.

Map Frame.
Toolbars Navigation.
Layer Properties.
Map Reference.

3. Layer
Properties

1. Map
Window

2. Toolbar
Navigation

4. Map
Reference

Gambar 4.1 Komponen Utama Modul GIS

Komponen ”Toolbar Navigation” merupakan fitur untuk melakukan navigasi dan


identifikasi objek di peta. Fungsi-fungsi tersebut yaitu :
Zoom Extent
Back
Forward

berfungsi untuk menampilkan semua cakupan peta

berfungsi untuk kembali ke tampilan peta sebelumnya.


berfungsi untuk kembali ke tampilan peta ke depan.

Zoom In
atau menu perbesar peta. Cara penggunaannya adalah dengan
mengklik peta dengan menekan tombol mouse kiri dimana daerah yang di klik
akan menjadi pusat perbesaran peta. Untuk perbesaran berdasarkan bingkai/kotak

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

7
caranya adalah dengan membuat kotak ke daerah yang akan diperbesar dengan
cara menekan tombol mouse kiri sambil menggeserkan mouse dengan arah
diagonal
Zoom Out
atau menu perkecilan peta. Cara penggunaannya adalah dengan
mengklik peta dengan menekan tombol mouse kiri dimana daerah yang di klik
akan menjadi pusat perkecilan peta
Pan
untuk menggeser peta ke arah yang diinginkan. Cara penggunaannya
adalah dengan cara menekan tombol mouse kiri sambi menggeser mouse
Identify
atau menu informasi. Fitur informasi berguna untuk mendapatkan
informasi detail dari object yang dipilih dan dapat menjadi link untuk melihat
informasi objek detail.

Gambar 4.2 Tampilan Hasil Identifikasi Objek

Multiple Select
. Fitur yang berguna untuk memilih objek di peta dengan
cara ngkai atau membatasi objek yang akan. Objek yang akan dipilih hanya satu
layer dan sebelumnya ditentukan dulu layernya.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

8
Gambar 4.3 Objek Terpilih hasil Multiple Select

Tool Tip/Auto Identify


. Fitur ini berfungsi untuk menampilkan data atribut
data foto objek terpilih secara cepat dengan cara menempatkan mouse tepat di
atas objek.
Measure
atau pengukuran jarak. Fitur ini berfungsi untuk mengukur jarak
garis lurus atau polyline.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

9
Gambar 4.4 Pengukuran Online di Peta

Layers Properties. Berfungsi untuk pengaturan visible atau invisible dari


layerlayer yang ada. Dengan adanya fasilitas ini pengontrolan layer akan menjadi
lebih
mudah dalam penggunaannya.

Gambar 4.5 Tampilan Interface layer Properties

Map Reference. Berfungsi untuk memberi tanda atau batas peta utama di map
reference. Bingkai atau batas yang ada di map reference dapat dijadikan acuan
untuk menempatkan peta sesuai dengan lokasi yang ada di map reference.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

10
Gambar 4.6 Tampilan Interface Map Reference dengan Peta Sebenarnya

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

11
5. PENGELOLAAN PANTAI
5.1 Pengelolaaan Peta, Foto dan Video Pantai
5.1.1 Menambahkan Objek Spasial Baru
Untuk menambahkan objek spasial baru dapat digunakan perangkat lunak GIS
yang ada salah satunya bisa menggunakan ArcView 3. Berikut ini adalah
langkahlangkah untuk melakukan penambahan atau editing data spasial pantai :
1. Buka aplikasi ArcView
2. Create New Project : “with a new View”

3. Tambahkan data/layer dengan cara klik tombol “Add Layer”

4. Kemudian pilih peta “wilayah_pantai.shp” yang terdapat di folder


“D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_data\peta”

5. Apabila diperlukan buka peta pendukung lainnya seperti peta raster untuk
proses penambahan data spasial (dijitasi objek)

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

12
6.

Zoom atau navigasikan peta ke objek yang akan didijitasi.

7. Untuk memulai dijitasi objek set layer ke posisi editing dengan cara klik menu
“Theme” kemudian klik start editing.

8. Klik tombol “Draw Line” untuk membuat objek spasial baru

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

13
9. Lakukan dijitasi

Dijitasi objek

10. Setelah proses dijitasi selesai selanjutnya adalah pemasukan data atribut.
Untuk mengisi data atribut klik di layer yang akan diedit kemudian klik tombol
“Open Theme Table”

11. Setelah jendela data browser muncul kemudian klik jendela browsernya dan klik
tombol “Edit”

12. Selanjutnya isi “id_pantai” dan “nama pantai”. Pengisian atribut ini harus
dilakukan karena nanti akan menjadi atribut yang akan menjadi kunci

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

14
penghubung dengan tabel atribut di database MsAcces.

13. Setelah selesai proses dijitasi dan updating data atribut selanjutnya adalah
proses penyimpanan data. Klik kembali window View(map) kemudian klik menu
file “theme” dan klik “Stop Editing” selanjutnya pilih “Yes”

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

15
14.
Proses penambahan atau dijitasi garis peta pantai telah selesai dilakukan
dan hasilnya dapat dilihat di web GIS Peta Pantai

Hasil Dijitasi objek

5.1.2 Melengkapi Preview Data Pantai


Untuk melengkapi Preview Data Pantai untuk pertama kali, yang harus dilakukan
adalah memanggil objek di peta web gis kemudian mengisi data atributnya. Berikut
ini adalah langkah-langkahnya :
1. Buka browser internet
2. Masukan Url Address http://localhost/sirapan_lokal untuk membuka aplikasi
“Sistem Informasi Kondisi Pantai dan Infrastruktur Pantai”
3. Masuk ke modul “Peta Pantai” kemudian browsing peta menuju objek yang
akan diinginkan.
4. Klik tombol “Identify”

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

16
5. Klik objek pantai di peta web GIS

Klik di objek peta

6. Selanjutnya akan keluar window hasil identifikasi objek. Klik di Hyperlink


“Detail” untuk masuk atribut data pantai

7. Lengkapi atribut data pantai kemudian klik tombol “Update”. Untuk atribut
“Nama Pantai” harus dilakukan pengisian datai karena akan masuk ke combo
box pilihan daftar pantai

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

17
5.1.3 Pengelolaan Foto pantai
Langkah-langkah pengelolaan foto pantai adalah sebagai berikut :
1. Panggil objek spasial pantai seperti di bahas di bab 5.1.2 di atas atau masuk ke
modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan (misalnya pantai
Padang Bungus)
2.

Kemudian klik link [Foto]

3.

Klik link “Upload Foto”

4. Masukan sumber foto kemudian klik “Submit”

5.

Foto sudah masuk ke database sistem

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

18
6.
Selanjutnya klik “Update” untuk mengisi judul dan keterangan foto. Isi
atributnya kemudian klik “Update”

5.1.4 Pengelolaan Video Pantai


Langkah-langkah pengelolaan foto pantai adalah sebagai berikut :
1. Konvert file video pantai ke format flash video file (flv)
2. Beri nama vide sesuai dengan id pantai misalnya
"sumatera_v_padang_bungus.flv”
3. Pindahkan file ke folder
“D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_web\s_data_pantai\video”
4. File video "sumatera_v_padang_bungus.flv” siap diakses oleh browser

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

19
5.2 Pengelolaan Deskripsi Pantai
5.2.1 Permasalahan Pantai
Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Permasalahan Pantai”
Lengkapi data permasalahan pantai
Klik “Update” untuk menyimpan data

5.2.2 Konfigurasi Pantai


Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Konfigurasi Pantai”
Lengkapi data konfigurasi pantai
Klik “Update” untuk menyimpan data

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

20
5.2.3 Profil Pantai
Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Profil Pantai”
Lengkapi data profil pantai
Klik “Update” untuk menyimpan data

5.2.4 Gambaran Daratan


Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Gambaran Daratan”
Lengkapi data gambaran daratan
Klik “Update” untuk menyimpan data

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

21
5.2.5 Bangunan Pantai
Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Bangunan”
Lengkapi data bangunan pantai
Klik “Update” untuk menyimpan data

5.2.6 Hidro Oseanografi


Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Hidro Oseanografi”
Lengkapi data hidro oseanografi
Klik “Update” untuk menyimpan data

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

22
5.2.7 Sungai
Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Sungai”
Lengkapi data sungai
Klik “Update” untuk menyimpan data

5.2.8 Sosial Ekonomi


Langkah-langkah untuk pengisian bagian Permasalahan Pantai adalah sbb :
1.
2.
3.
4.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Sosial Ekonomi”
Lengkapi data sosial ekonomi
Klik “Update” untuk menyimpan data

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

23
5.3 Penilaian Pantai
5.3.1 Penilaian Pantai (pembobotan)
Penilaian pantai dilakukan untuk mengetahui indeks permasalahan pantai sehingga
menghasilkan prioritas penanganan pantai. Penilaian pantai dibagi menjadi 3
kriteria utama, kriteria tersebut adalah :
1. Kriteria “KERUSAKAN LINGKUNGAN PANTAI”, mempunyai tolak ukur :
a. Permukiman Dan Fasilitas Umum
b. Areal Pertanian (Perkebunan, Persawahan dan Pertambakan)
c. Kawasan Gumuk Pasir
d. Perairan Pantai
e. Air Tanah
f. Hutan Mangrove
g. Terumbu Karang
h. Rob (Kawasan Pesisir)
2. Kriteria “EROSI/ABRASI DAN KERUSAKAN BANGUNAN”, mempunyai tolak ukur :
a. Perubahan Garis Pantai
b. Kerusakan Bangunan
3. Kriteria “SEDIMENTASI”, mempunyai tolak ukur :
a. Sedimentasi Muara Sungai tidak Untuk Pelayaran
b. Sedimentasi Muara Sungai Untuk Pelayaran
Masing-masing tolak ukur di atas mempunyai penilain bobot tingkat kerusakan
sebagai berikut :

No.

Tingkat kerusakan

Jenis kerusakan
Erosi/abrasi dan
Lingkungan
Sedimentasi
kerusakan bangunan

Ringan (R)

50

50

50

Sedang (S)

100

100

100

Berat (B)

150
150

150

Amat Berat (AB)

200

200

200

Amat Sangat Berat


(ASB)

250

250

250

Selain terdapat kriteria penilaian ada terdapat juga isian terkait tolak ukur
kepentingan pantai. Nilai dari tolak ukur kepentingan pantai adalah sebagai
berikut:

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

24
No

Skala
kepentingan

Jenis pemanfaatan ruang

Koefisien
bobot
tingkat
kepentingan

Konservasi warisan dunia (seperti


Tanah Lot)

Internasional

2,0

Pariwisata yang mendatangkan devisa,


tempat ibadah, tempat usaha, industri,
fasilitas pertahanan dan keamanan,
daerah perkotaan, jalan negara, bandar
udara, pelabuhan, pulau-pulau terluar

Kepentingan
Negara

1,75

Pariwisata domestik, tempat ibadah,


tempat usaha, industri, fasilitas
pertahanan dan keamanan, daerah
perkotaan, jalan provinsi, bandar
udara, pelabuhan

Kepentingan
Provinsi

1,50

Pariwisata domestik, tempat ibadah,


tempat usaha, industri, fasilitas
pertahanan dan keamanan, daerah
perkotaan, jalan kabupaten, bandar
udara, pelabuhan

Kepentingan
Kabupaten/Kota

1,25
5

Permukiman, pasar desa, jalan desa,


tempat ibadah

Kepentingan
lokal terkait
dengan
penduduk dan
kegiatan
perekonomian

1,00

Lahan pertanian
(perkebunan,persawahan dan
pertambakan) rakyat

Kepentingan
lokal terkait
dengan
pertanian

0,75

Lahan tidak dimanfaatkan dan tidak


berdampak ekonomis dan lingkungan

Tidak ada
kepentingan
tertentu dan
tidak berdampak

0,50

Prosedur pembobotan dan penentuan prioritas dilakukan dengan mengambil nilai


yang paling dominan dari masing-masing kriteria kemudian dikalikan nilainya
dengan nilai kepentingan pantai. Hasil dari penilaian pantai kemudian dilakukan
penentuan urutan prioritas dengan acuan sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)
e)

Prioritas
Prioritas
Prioritas
Prioritas
Prioritas

A (amat sangat diutamakan)


B (sangat diutamakan)
C (diutamakan)
D (kurang diutamakan)
E (tidak diutamakan)

:
:
:
:
:

bobot
bobot
bobot
bobot
bobot

> 300
226 sampai dengan 300
151 sampai dengan 225
76 sampai dengan 150
< 750

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

25
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk pengisian Permasalahan Pantai :
1.
2.
3.
4.
5.

Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan


Masuk ke tab “Data Pantai”
Klik link [Penilaian Pantai]
Lengkapi data penilaian pantai
Klik “Submit Pembobotan” untuk menyimpan data

Gambar 5.1 Halaman Isian Penilaian Pantai

Gambar 5.2 Halaman Isian Prioritas Penanganan Pantai

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

26
5.3.2 Tabel Hasil Penilaian
Fitur Tabel hasil Penilaian Pantai berfungsi untuk melihat urutan hasil prioritas
penanganan pantai secara keseluruhan, berikut ini adalah langkah-langkahnya :
1. Masuk ke modul “Deskripsi Pantai” kemudian pilih pantai yang diinginkan
2. Masuk ke tab “Data Pantai”
3. Klik link [Tabel Hasil Penilaian]

Gambar 5.3 Tabulasi Hasil Penilaian Pantai

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

27
6. INFRASTRUKTUR PANTAI

6.1 Groin (Krib)


6.1.1 Menambahkan Objek Spasial Baru
Untuk menambahkan objek spasial baru dapat digunakan perangkat lunak GIS
yang ada salah satunya bisa menggunakan ArcView 3. Berikut ini adalah
langkahlangkah untuk melakukan penambahan atau editing data Groin :
1. Buka aplikasi ArcView
2. Create New Project : “with a new View”

3. Tambahkan data/layer dengan cara klik tombol “Add Layer”

4. Kemudian pilih peta “groin.shp” yang terdapat di folder


“D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_data\peta”

5. Apabila diperlukan buka peta pendukung lainnya seperti peta raster untuk
proses penambahan data spasial (dijitasi objek)

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

28
6.

Zoom atau navigasikan peta ke objek yang akan didijitasi.

7. Untuk memulai dijitasi objek set layer ke posisi editing dengan cara klik menu
“Theme” kemudian klik start editing.

8. Klik tombol “Draw Point” untuk membuat objek spasial baru

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

29
9. Lakukan dijitasi

Dijitasi objek

10. Setelah proses dijitasi selesai selanjutnya adalah pemasukan data atribut.
Untuk mengisi data atribut klik di layer yang akan diedit kemudian klik tombol
“Open Theme Table”

11. Setelah jendela data browser muncul kemudian klik jendela browsernya dan klik
tombol “Edit”

12. Selanjutnya isi “id_groin” dan “nama”. Pengisian atribut ini harus dilakukan
karena nanti akan menjadi atribut yang akan menjadi kunci penghubung

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

30
dengan tabel atribut di database MsAcces.

13. Setelah selesai proses dijitasi dan updating data atribut selanjutnya adalah
proses penyimpanan data. Klik kembali window View(map) kemudian klik menu
file “theme” dan klik “Stop Editing” selanjutnya pilih “Yes”

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

31
14.
Proses penambahan atau dijitasi Groin telah selesai dilakukan dan hasilnya
dapat dilihat di web GIS Peta Pantai

Hasil Dijitasi objek

6.1.2 Memanggil Data Objek Spasial


Berikut ini adalah langkah untuk memanggil objek data spasial groin :
1. Buka browser internet
2. Masukan Url Address http://localhost/sirapan_lokal untuk membuka aplikasi
“Sistem Informasi Kondisi Pantai dan Infrastruktur Pantai”

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

32
3. Masuk ke modul “Peta Pantai” kemudian browsing peta menuju objek yang
diinginkan

4. Klik tombol “Identify”

5. Klik objek groin di peta web GIS


Klik di objek peta

6. Selanjutnya akan keluar window hasil identifikasi objek. Selanjutnya klik di


Hyperlink “Detail” untuk masuk ke bagian peta dan atribut Groin terpilih.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

33
7. Posisi peta sudah masuk ke objek spasial terpilih. Selanjutnya pengguna bisa
masuk ke bagian deskripsi Groin atau eksplorasi peta groin

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

34
6.1.3 Melengkapi Data Teknis Groin
Berikut ini adalah langkah untuk melengkapi data teknis groin :
1. Panggil objek spasial groin seperti penjelasan sebelumnya
2.
Klik link [Deskripsi Groin] kemudian lengkapi data teknis groin

3.

Untuk memasukan isian lokasi bangunan cukup dengan mengisi


nomenklatur kode daerah dengan cara klik input box kode daerah kemudian
pilih lokasinya. Setelah form isian di simpan secara otomatis akan mengisi data
lokasi dari tingkat provinsi sampai dengan tingkat desa.
1. Klik input box Kode Daerah

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

35
2. Pilih lokasi sd tingkat Desa

3. Kode lokasi daerah terisi

4. Lokasi daerah terisi otomatis


ketika Submit Data dilakukan

4.

Selain isian Lokasi lengkapi juga isian data-data lainnya, setelah selesai klik
tombol “Update”

6.1.4 Pengelolaan Foto Groin


Langkah-langkah pengelolaan foto groin adalah sebagai berikut :
1. Panggil objek spasial pantai seperti di bahas di bab sebelumnya atau masuk ke
modul “Infrastruktur Pantai” kemudian pilih groin yang diinginkan

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

36
2. Kemudian klik tab [Foto Groin]

3. Masukan sumber foto kemudian klik “Submit”

4. Foto groin sudah masuk ke sistem database

6.1.5 Pengelolaan Video Groin


Langkah-langkah pengelolaan foto groin adalah sebagai berikut :
1. Konvert file video pantai ke format flash video file (flv)
2.
Beri nama vide sesuai dengan id groin misalnya
"sumatera_v_padang_bungus_93.flv”
3.
Pindahkan file ke folder “D:\sirapan_lokal\apps\sirapan_web\s_groin\video”
4.
File video "sumatera_v_padang_bungus_93.flv” siap diakses oleh browser

6.2.6 Pengelolaan Foto Penampang, Denah dan Sketsa


Langkah-langkah pengelolaan foto groin penampang, denah dan sketsa groin
adalah sebagai berikut :
1. klik tab [Upload Image …]

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

37
2. Masukan ke masing-masing bagian foto, denah dan sketsa

3. Sebagai contoh memasukan sketsa potongan melintang bangunan sbb:

4.

Hasilnya adalah sebagai berikut :

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

38
Gambar 6.1 Tampilan Sketsa Bangunan di Halaman Data Teknis

6.2 Penjelasan Infrastruktur Pantai Lainnya


Pengisian infrastruktur pantai lainnya secara garis besar sama dengan pengisian
untuk infrastruktur groin. Yang membedakan adalah ketika memanggil objek
pantai yang dipanggil harus sesuai dengan objek pantai yang akan dikelola.
Sebagai contoh jika ingin mengelola objek revetment maka yang di identifikasi
di peta adalah layer/objek revetmen.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

39
6. REKAP DATA PANTAI
Rekap
Data
Pantai
merupakan
mudul
yang
berisi
informasi
kesimpulan/keterangan pantai dan jumlah masing-masing infrastruktur pantai
yang ada di suatu kawasan pantai atau di BWS.

“Studi Identifikasi Pantai-Pantai Kritis di WS. Waranae - Cenranae“

40

Anda mungkin juga menyukai