Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN SISTEM PAKAR

KESESUAIAN LAHAN DENGAN TANAMAN BUAH - BUAHAN


Laporan Ini disusun untuk memenuhi nilai mata kuliah
Sistem Pakar dan Bahasa Alamiah

Disusun oleh :
Zhurdy Zuhairi

(15-2013-076)

Siti Nurlaela

(15-2013-076)

Firma Firmansyah Adi

(15-2013-078)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt. yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami diberikan kemudahan dalam menyusun laporan
Sistem Pakar dan Bahasa Alamiah yang berjudul Kesesuaian Lahan dengan Tanaman
Buah-buahan.
Laporan ini disusun umtuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Pakar
dan Bahasa Alamiah. Laporan ini disusun dengan berbagai sumber dan bantuan
beberapa pihak untuk membantu menyelesaikan laporan ini berdaasarkan waktu yang
telah ditetapkan. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada laporan
ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang dapat membangun sangan kami harapkan
untuk penyempurnaan laporan ini.
Akhir kata semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Bandung, April 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................................i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................ii
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.

Latar Belakang....................................................................................................... 1
Tujuan ................................................................................................................... 2
Software yang Digunakan ..................................................................................... 3
Pencarian Data ...................................................................................................... 4
Basis Data ..............................................................................................................5
Model Representasi Pengetahuan ..........................................................................6
Mesin Inferensi ..................................................................................................... 7
Hasil Penelusuran ..................................................................................................8
Context Diagram .................................................................................................. 9
Demo Program ..................................................................................................... 10
Kesimpulan .......................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 12

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah mengalami perubahan secara
cepat dan dinamis. Hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan individu yang
menginginkan perubahan yang lebih baik lagi dari teknologi informasi yang
sudah ada. Sehingga peran dari teknologi informasi semakin berguna untuk
dapat berkembang di berbagai bidang termasuk pada bidang pertanian
Tanaman buah suatu jenis tanaman yang dapat menghasilkan buah
buahan yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Buah adalah organ pada tumbuhan
berbunga yang merupakan modifikasi lanjut bakal buah (ovarium),biasanya
membungkus dan melindungi biji.Dengan batasan ini,variasi buah sangat
besar,mencakup buah mangga,buah apel,buah tomat,cabai,bulir padi,buah merah,
buah coklat,buah jeruk, buah manggis,buah rambutan dan polong kacang tanah.
Salah satu penggunaan teknologi informasi di bidang pertanian adalah
untuk menganalisa suatu lahan pertanian yang dapat ditanami oleh tanaman
tertentu sesuai dengan kriteria pada lahan tersebut. Tanaman buah biasanya
memerlukan lahan yang luas dan subur, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan
baik.
Untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang dapat ditanam pada lahan
yang diinginkan, maka aplikasi sistem pakar ini dibuat untuk membantu para
pengguna khususnya petani tanaman buah agar dapat menanam tanaman buah
sesuai dengan lahan yang tersedia.
B. Tujuan
Tujuan pada pembuatan aplikasi sistem pakar ini adalah :
1.
2.
3.
4.

Mengetahui jenis lahan pertanian


Mengetahui pengolahan dan cara penanaman tanaman buah
Mengetahui kesesuaian tanaman dengan lahan yang akan ditanami
Mengetahui metode Backward Chaining pada pembuatan aplikasi sistem
pakar

C. Software yang Digunakan


Terdapat beberapa aplikasi pendukung yang digunakan dalam pembuatan
aplikasi sistem pakar ini yaitu Borland Delphi dan HeidiSQL, diantaranya :
1

1. Borland Delphi
Delphi adalah sebuah Lingkungan pengembangan terpadu (IDE)
untuk

mengembangkan

perangkat mobile.

aplikasi konsol, desktop, web,

Produk

oleh CodeGear sebagai

ini

divisi

pada

awalnya

pengembangan

ataupun

dikembangkan

perangkat

lunak

milik Embarcadero, divisi tersebut sebelumnya adalah milik Borland.


Bahasa Delphi, atau dikenal pula sebagai object pascal (pascal dengan
ekstensi pemrograman berorientasi objek (PBO/OOP)) pada mulanya
ditujukan hanya untuk Microsoft Windows, namun saat ini telah mampu
digunakan

untuk

mengembangkan

aplikasi

untuk Mac

OS

X, iOS, Microsoft .NETframework.


Umumnya Delphi lebih banyak digunakan untuk pengembangan
aplikasi desktop dan enterprise berbasis database, tapi sebagai perangkat
pengembangan yang bersifat general-purpose ia juga mampu dan
digunakan dalam berbagai jenis proyek pengembangan software. Ia juga
yang dikenal sebagai salah satu yang membawa istilah RAD tool,
kepanjangan

dari Rapid

Application

Development,

saat

dirilis

tahun 1995 untuk windows 16-bit. Delphi 2, dirilis setahun kemudian,


mendukung lingkungan windows 32-bit, dan versi c++, C++Builder, dirilis
beberapa tahun kemudian. Pada tahun 2001 sebuah versi linux yang
dikenal sebagai Kylixtersedia. Dengan satu rilis baru setiap tahunnya, pada
tahun 2002 dukungan untuk Linux (melalui Kylix dan CLX component
library) ditambahkan dan tahun 2003 .NET mulai didukung dengan
munculnya Delphi.Net (Delphi 8

2. HeidiSQL
HeidiSQL adalah aplikasi freeware/gratis, open-source client untuk
MySQL yang dikembangkan oleh beberapa programmer Jerman. Aplikasi
ini pun dibangun menggunakan Delphi dan komponen untuk basis datanya
menggunakan ZeosLib.

Dengan menggunakan aplikasi ini relatif sangat memudahkan


pengguna dalam membangun dan memodifikasi basis data jika
dibandingkan menggunakan command-line. Pengguna dapat mengatur
(manage), browse basis data dan table yang ada pada server sesuai dengan
hak aksesnya dengan tampilan intuitive berbasiskan GUI pada Windows.
D. Pencarian Data
Berdasarkan sumber yang telah didapatkan, terdapat beberapa data dan
fakta mengenai kesesuaian lahan dengan tanaman buah - buahan yaitu kriteria
yang har us dipenuhi pada sebuah lahan sehingga dapat ditanami tanaman buah
buahan.

E. Basis Data
Basis
pengetahuan

pengetahuan
dari

atau

seorang

Knowledge

pakar

yang

base

merupakan

diperlukan

untuk

representasi
memahami,

memformulasikan dan memecahkan masalah, basis pengetahuan yang terdapat


didalam aplikasi sistem pakar ini yaitu:
ERD ( Entity Relationship Diagram )

TRD ( Table Relationship Diagram )

F. Model Representasi pengetahuan


Representasi pengetahuan adalah cara untuk menyajikan pengetahuan
yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui
relasi antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain dan dapat dipakai
untuk menguji kebenaran penalarannya.
Bahasa representasi harus dapat membuat seorang pemrogram mampu
mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi
problema, dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat
disimpan. Juga harus dirancang agar fakta-fakta dan pengetahuan lain yang
terkandung di dalamnya dapat digunakan untuk penalaran.Dalam membuat
aplikasi kesesuain lahan terhadap tanaman buah buahan

ini menggunakan

model representasi frame

Frame memuat deskripsi sebuah objek dengan menggunakan tabulasi


informasi yang berhubungan dengan objek sehingga frame mengelompokkan
atribut sebuah objek. Berikut representasi frame :

Buah Alpukat :
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Alpukat
a. Kedalaman air dalam
b. Curah hujan sangat rendah
c. Dataran sedang
d. Bersifat asam
e. Jenis Sandyloam
f. Jenis Clayloam
g. Jenis Allyvilloam
a. Lahan dibersihkan dari semak belukar, tunggul
bekas tanaman,rerumputan, kemudian dibajak,
dicangkul.
b. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan pada
musim kemarau sehingga penanaman dapat
dilakukan pada awal atau musim hujan.
c. Apabila sistem drainase kurang baik, dapat

dibuat parit drainase di sekitar kebun.

Buah Apel :
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Apel
a. Curah hujan rendah
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam atau netral
d. Latosol
e. Andosol
f. Regosol
g. Suhu dingin atau sedang
d. Lahan dibersihkan dari semak belukar,
tunggul bekas tanaman, rerumputan,
kemudian dibajak, dicangkul dan dilakukan
peninggian tanah pada alur penanaman.

e.

Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan pada


musim kemarau sehingga penanaman dapat
dilakukan pada awal atau musim hujan.

Buah Naga :
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Buah Naga
a. Curah hujan sangat rendah
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam atau netral
d. Glumosol
e. Suhu sedang atau panas
a. Lahan dibersihkan dari semak belukar,
tunggul bekas tanaman, rerumputan,
kemudian dicangkul.
b. Tanaman buah naga tidak mempunyai batang
primer yang kokoh, sehingga perlu
dipersiapkan tiang penopang untuk
tegakan tanaman.
c. Tiang penopang dapat dibuat dari kayu atau
beton dengan ukuran 10-12 x 10-12 cm dengan
tinggi 2 m dan ditancapkan ke tanah sedalam
50 - 60 cm. Ujung atas tiang tersebut diberi
besi berbentuk lingkaran dengan diameter > 12
mm untuk menopang cabang tanaman.

Buah Durian :
Slot
Nama
Kriteria

Isi
Durian
a. Curah hujan sedang
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam atau netral
d. Andosol
e. Glumosol
f. Udara kering
g. Suhu sedang

Pengolahan Lahan

a. Lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa


tebangan, tanaman liar, kemudian
dibajak/dicangkul
b. Di sekitar kebun perlu dibuat saluran drainase
c.

guna menghindari adanya genangan.


Kegiatan pengolahan lahan dilakukan sebelum
musim hujan.

Buah Duku:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Duku
a. Curah hujan rendah
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam atau netral
d. Glumosol
e. Udara lembab
f. Suhu sedang
a. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan pada
waktu musim kemarau agar pada awal musim
hujan dapat dilakukan penanaman.
b. Jarak tanam 8 x 8 m atau 12 x 12 m, sehingga
jumlah tanaman antara 50-150 pohon/Ha.
c. Pembuatan lubang tanam, sebaiknya dibuat
1-2 bulan sebelum penanaman bibit. Lubang
tanam minimal yang dibuat adalah
berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 meter atau
disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi
lahan. Namun akan lebih baik apabila
ukurannya lebih besar yaitu 0,8 x 0,8 x 0,7
meter. Jika bibit duku yang akan ditanam
berakar panjang (bibit dari biji), maka lubang
yang dibuat harus lebih dalam. Tetapi jika bibit
duku berakar pendek (bibit hasil cangkok),
penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan
lebih luas. Lubang tanam dibiarkan 2 minggu,
8

sebelum ditutup kembali.


d. Tanah galian bagian atas (top soil) dipisahkan
dengan tanah galian bawah (sub soil). Tanah
galian bagian atas dicampur dahulu dengan
pupuk organik/pupuk kandang sebanyak 30-50
kg dan NPK sebanyak 5 kg/ lubang tanam, dan
furadan pada jarak 7,5 cm dari bibit untuk
mencegah serangan nematoda dan rayap
sebelum tanah dikembalikan ke dalam lubang.

Buah Jambu Air:


Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Jambu Air
a. Curah hujan sangat rendah sedang
b. Dataran rendah
c. Bersifat basa
d. Glumosol
e. Udara sedang atau lembab
f. Suhu dingin atau sedang
a. Pengolahan lahan dilakukan untuk
membersihkan semak-semak, rerumputan
dsbnya, kemudian tanah dibajak atau
dicangkul.
b. Bila bibit tanaman berasal dari cangkokan,
pengolahan lahan tidak perlu terlalu dalam
tetapi bila bibit tanaman berasal dari hasil
okulasi, perlu pengolahan yang cukup dalam.
c. Dibuat saluran air selebar 1 m dan kedalam
disesuaikan dengan kedalaman air tanah, untuk
pembuangan air yang kurang lancar

Buah Jambu Biji:


Slot
Nama
Kriteria

Isi
Jambu Biji
a. Kedalaman air dalam
9

Pengolahan Lahan

b.
c.
d.
e.
a.

Dataran rendah
Glumosol
Udara sedang
Suhu sedang
1. Menebang pohon yang ada, pencabutan akar
tanaman yang tersisa dan bersihkan lahan dari
sampah dan sisa tanaman. Bila bibit berasal
dari cangkokan, pengolahan tanah tidak perlu
terlalu dalam (30 cm), tetapi bila bibit
merupakan hasil okulasi perlu pengolahan

yang cukup dalam (50 cm).


b. 2. Pembentukan Bedengan, dengan ukuran 6 m
lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, dan
tinggi bedengan sekitar 30 cm. Bedengan
dibuat membujur dari utara ke selatan,
supaya

mendapatkan banyak sinar matahari

pagi, dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk


sarana

lalu-lintas

dan

dapat

digunakan

sebagai saluran pembuangan air.


Buah Jeruk:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Jeruk
a. Kedalaman air dalam
b. Curah hujan rendah
c. Dataran rendah
d. Bersifat asam
e. Latosol
f. Andosol
g. Udara lembab
h. Suhu sedang
a. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari
tanaman lain atau sisa- sisa tanaman, jika lahan
berlereng perlu dibuat teras. dan sebaiknya di
buatkan selokan atau parit-parit kecil untuk
menjaga agar tanah tidak sering tergenang.

10

b. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x


50 cm atau 60 x 60 x50 cm atau disesuaikan
dengan jenis tanah dan kondisi lahan, dan
sebaiknya

dibuat

pada

musim

kemarau.

Lubang jangan terlalu dalam karena kurang


bagus untuk tanaman jeruk
c. Tanah lapisan atas (top soil)

dipisahkan

dengan tanah lapisan bawah (sub soil).


d. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur
dengan 20 kg pupuk organik/pupuk kandang
kemudian kembalikan ke dalam lubang dan
dibiarkan 2-4 minggu.

Buah Lengkeng:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Lengkeng
a. Curah hujan sedang
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam atau netral
d. Latosol
e. Allyvialloam
f. Andosol
g. Suhu sedang
a. Lahan dibersihkan dari

rumput

maupun

tumbuhan lain yang tidak berguna kemudian


diolah merata sampai kedalaman 30 cm

Buah Mangga:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Mangga
a. Curah hujan rendah
b. Dataran rendah
c. Sandyloam
d. Glumosol
a. Membongkar tanaman yang tidak diperlukan
dan mematikan alang-alang serta

11

menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu


b.

dari areal tanam.


Membajak tanah untuk menghilangkan
bongkahan tanah yang terlalu besar.

Buah Manggis:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Manggis
a. Curah hujan rendah
b. Dataran sedang
c. Bersifat asam atau netral
d. Latosol
e. Glumosol
f. Udara lembab
a. Membongkar tanaman yang tidak diperlukan
dan mematikan alang-alang serta
menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu
dari areal tanam.
b. Membajak tanah untuk menghilangkan
bongkahan tanah yang terlalu besar
c. Usahakan lahan tidak terbuka luas terhadap
sinar matahari, oleh karena itu tidak perlu
memotong seluruh pohon yang ada kecuali
yang dapat mengganggu tanaman manggis
untuk berkembang

Buah Matoa:
Slot
Nama
Kriteria
Pengolahan Lahan

Isi
Matoa
a. Dataran rendah
b. Allyvialloam
c. Suhu sedang
a. Lahan untuk pengembangang tanaman matoa
perlu dibersihkan dari tumbuhan liar dan
kayu/ranting, untuk mempermudah proses
penanaman dan pemeliharaan.
12

Buah Nangka:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Nangka
a. Kedalaman air dalam
b. Curah hujan rendah
c. Dataran rendah
d. Bersifat asam
e. Latosol
f. Glumosol
g. Udara lembab
a. Pengolahan lahan dilakukan dengan
membersihkan semak belukar, rumput
kemudian dibajak/dicangkul. Pembuatan
saluran drainase dan pengolahan lahan
diutamakan di lokasi yang akan dibuat lubang
tanam.
b. Jika pH tanah < 5, maka tanah perlu diberi
kapur, jika pH tanah >7 maka tanah perlu
diberi belerang. Dosis anjuran yaitu 1 kg kapur
atau belerang untuk 1 m3 lubang tanam.

Buah Pepaya:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Pepaya
h. Kedalaman air sedang
i. Curah hujan rendah
j. Dataran rendah
k. Bersifat asam
l. Glumosol
m. Udara kering
n. Suhu sedang
a. Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan
kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan
digemburkan.
b. Pembentukan bedengan, dengan ukuran lebar
200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang
13

secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.


c. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x
50 cm atau disesuaikan dengan jenis tanah dan
kondisi lahan di atas bedengan dan dibiarkan
selama 2 minggu.
d. Jarak tanam 2,5 x 2,5 m atau 2,5 x 2,75 m.
e. Pengapuran, dilakukan jika pH tanah < 5
dengan 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

Buah Pisang:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Pisang
o. Kedalaman air sedang
p. Curah hujan rendah atau sedang
q. Dataran rendah
r. Latosol
s. Udara sedang
t. Suhu sedang atau panas
a. Pengolahan lahan dilakukan untuk
pembasmian gulma, rumput atau semaksemak; penggemburan tanah yang masih padat;
pembuatan teras dan pembuatan saluran
pembuangan air.
b. Pembuatan teras (terasering), dilakukan pada
lahan miring, dan sebaiknya ditanami legum
seperti lamtoro di batas teras yang berfungsi
sebagai penahan erosi, pemasuk unsur hara N
dan juga penahan angin.
c. Pembuatan Saluran Pembuangan Air, Saluran
ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan
kecil dan tanah-tanah datar.
d. Setiap jarak 50 m dibuat parit sedalam 1 m
yang berfungsi untuk menampung kelebihan
air hujan sehingga air itu tidak sampai
mengenangi tanaman.

14

Buah Rambutan:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Rambutan
a. Kedalaman air sedang
b. Dataran rendah
c. Bersifat asam
d. Latosol
e. Udara sedang
f. Suhu sedang atau panas
a. Pengolahan lahan dilakukan dengan
membersihkan semak belukar, rumput
kemudian dibajak/dicangkul. Bila bibit berasal
dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu
terlalu dalam tetapi kalau dari hasil okulasi
perlu pengolahan yang cukup dalam.
Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1
meter memperlancar pembuangan air.
b. Pembentukan bedengan, lahan kemudian
dibuatkan bedengbedengan yang berukuran 8
m lebar dan tinggi sekitar 30 cm kemudian
bagian atasnya diratakan dengan arah
bedengan membujur dari utara ke selatan,
supaya mendapatkan banyak sinar matahari
c.

pagi.
Pengapuran, dilakukan agar pH tanah
mencapai nilai antara 6-6,7 dan dimasukkan ke
dalam lubang tanam yang sudah dibuat, setelah
1 minggu dari penaburan kapur diberi pupuk
kandang sebanyak 25 kg/lubang.

Buah Sawo:
Slot
Nama
Kriteria

Isi
Sawo
a. Kedalaman air sedang atau dalam
b. Curah hujan sedang

15

Pengolahan Lahan

c.
d.
e.
f.
g.
h.
a.

Dataran rendah
Asam atau netral
Latosol
Allyvialloam
Andosol
Suhu sedang
Membongkar tanaman yang tidak diperlukan
dan mematikan alang-alang serta
menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu

dari areal tanam.


b. Membajak tanah untuk menghilangkan
bongkahan tanah yang terlalu besar.
Buah Sirsak:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Sirsak
a. Kedalaman air sedang atau dalam
b. Curah hujan sedang atau rendah
c. Dataran rendah
d. Asam atau netral
e. Latosol
f. Allyvialloam
g. Andosol
a. Mengolah tanah dengan cangkul atau bajak
sedalam 30 cm agar tanah menjadi gembur
b. Jika ditanam di tanah yang subur, penyiapan
lahan dapat dilakukan secara lokal yaitu
langsung dibuat lubang tanam.

Buah Srikaya:
Slot
Nama
Kriteria

Pengolahan Lahan

Isi
Srikaya
a. Curah hujan sedang atau rendah
b. Dataran rendah
c. Asam
d. Latosol
e. Udara lembab
f. Suhu sedang atau panas
a. Lahan dibersihkan dari tanaman yang ada, dan

16

dibuat lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x


80 cm atau disesuaikan dengan jenis tanah dan
kondisi lahan.
b. Jarak tanam 5 x 5 m.
c. Lubang tanam diberi pupuk organik minimal
10 kg, dolomit 1 kg dan rock phosphot 1 kg,
yang telah dicampur top soil hasil galian
lubang tanam.

G. Mesin Inferensi
Mesin inferensi adalah program computer yang memberikan metodologi
untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam
workplace dan untuk memformulasikan kesimpulan.
Pada pembuatan aplikasi ini menggunakan metode Backward Chaining
( Runut Balik ) yaitu kebalikan dari forward chaining dimana mulai dengan
sebuah hipotesa (sebuah objek) dan meminta informasi untuk meyakinkan atau
mengabaikan. Backward chaining inference engine sering disebut: ObjectDriven/Goal-Driven.

17

H. Hasil Penelusuran
Berikut merupakan hasil penelusuran aplikasi sistem pakar
kesesuaian lahan dengan tanaman buah buahan dari data dan
fakta yang sudah ada dengan menggunakan metoda Backward
Chainning :
Alpukat :
Langkah1: Goal Alpukat
Langkah2: Goal Diketahui

18

Langkah3: Temukan rule dengan goal tersebut dimulai dari


rule 1
Langkah4: Lihat Rule 1, cocokan premis 1 Kedalaman air
dangkal no
Langkah5: Lihat Rule 2, cocokan premis 2 Kedalaman air
dalam yes
Langkah6: Lihat Rule 2, cocokan premis 3 Curah hujan
rendah yes
Langkah7: Lihat Rule 2, cocokan premis 4 Dataran sedang
yes

Langkah8: Lihat Rule 2, cocokan premis 5 pH tanah asam


yes
Langkah9: Lihat Rule 2, cocokan premis 6 Jenis Sandyloam
yes

Langkah10: Lihat Rule 2, cocokan premis 7 Jenis Clayloam


yes

Langkah10: Lihat Rule 2, cocokan premis 7 Jenis


Alluvialloam yes

Apel
Langkah1: Goal Apel
Langkah2: Goal Diketahui
Langkah3: Temukan rule dengan goal tersebut dimulai dari rule
1
Langkah4: Lihat Rule 1, cocokan premis 1 Kedalaman air
dangkal no
Langkah5: Lihat Rule 1, cocokan premis 2 Kedalaman air
dalam yes
Langkah6: Lihat Rule 1, cocokan premis 3 Curah hujan
rendah yes
19

Langkah7: Lihat Rule 1, cocokan premis 4 Dataran sedang


yes
Langkah8: Lihat Rule 1, cocokan premis 5 pH tanah asam
yes
Langkah9: Lihat Rule 1, cocokan premis 6 Jenis Sandyloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Clayloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Alluvialloam
yes

Buah Naga
Langkah1: Goal Alpukat
Langkah2: Goal Diketahui
Langkah3: Temukan rule dengan goal tersebut dimulai dari rule
1
Langkah4: Lihat Rule 1, cocokan premis 1 Kedalaman air
dangkal no
Langkah5: Lihat Rule 1, cocokan premis 2 Kedalaman air
dalam yes
Langkah6: Lihat Rule 1, cocokan premis 3 Curah hujan
rendah yes
Langkah7: Lihat Rule 1, cocokan premis 4 Dataran sedang
yes
Langkah8: Lihat Rule 1, cocokan premis 5 pH tanah asam
yes
Langkah9: Lihat Rule 1, cocokan premis 6 Jenis Sandyloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Clayloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Alluvialloam

20

yes

Durian
Langkah1: Goal Alpukat
Langkah2: Goal Diketahui
Langkah3: Temukan rule dengan goal tersebut dimulai dari rule
1
Langkah4: Lihat Rule 1, cocokan premis 1 Kedalaman air
dangkal no
Langkah5: Lihat Rule 1, cocokan premis 2 Kedalaman air
dalam yes
Langkah6: Lihat Rule 1, cocokan premis 3 Curah hujan
rendah yes
Langkah7: Lihat Rule 1, cocokan premis 4 Dataran sedang
yes
Langkah8: Lihat Rule 1, cocokan premis 5 pH tanah asam
yes
Langkah9: Lihat Rule 1, cocokan premis 6 Jenis Sandyloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Clayloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Alluvialloam
yes

Duku
Langkah1: Goal Alpukat

21

Langkah2: Goal Diketahui


Langkah3: Temukan rule dengan goal tersebut dimulai dari rule
1
Langkah4: Lihat Rule 1, cocokan premis 1 Kedalaman air
dangkal no
Langkah5: Lihat Rule 1, cocokan premis 2 Kedalaman air
dalam yes
Langkah6: Lihat Rule 1, cocokan premis 3 Curah hujan
rendah yes
Langkah7: Lihat Rule 1, cocokan premis 4 Dataran sedang
yes
Langkah8: Lihat Rule 1, cocokan premis 5 pH tanah asam
yes
Langkah9: Lihat Rule 1, cocokan premis 6 Jenis Sandyloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Clayloam
yes
Langkah10: Lihat Rule 1, cocokan premis 7 Jenis Alluvialloam
yes

I. Context Diagram
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan
menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level
tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari
sistem. Berikut ini adalah context diagram dari aplikasi sistem pakar kesesuaian
lahan dengan tanaman buah buahan :

22

User melakukan login untuk bisa mengakses konsultasi dan mengisikan


data kriteria lahan yang akan dianalisa, kemudian diproses berdasarkan database
dan mesin inferensi. Admin memasukan data kriteria dari tanaman buah, rule dan
daftar buah yang akan digunakan oleh sistem untuk mencari hasil. Admin juga
mendapatkan data login dan hasil analisa dari user yang berguna untuk mengolah
data tersebut. Kemudian user akan mendapatkan hasil analisa dari sistem pakar
tersebut
J. Demo Program
Pada aplikasi ini terdapat beberapa form yang berfungsi sebagai user
interface dari rancangan sistem pakar ini, diantaranya :
1. Menu
Menu ini berfungsi untuk memilih pengguna (admin, user, pemula)
dan kemudian dapat melakukan login. Terdapat juga fungsi daftar untuk user
yang baru menggunakan aplikasi ini

23

2. Login
Form login ini berguna untuk user maupun admin melakukan login
untuk masuk kedalam aplikasi sistem pakar tersebut. Login ini dibagi
uunmenjadi dua yaitu user dan admin, yang berfungsi untuk membatasi siapa
saja yang dapat melakukan edit, update dan delete pada database yang
digunakan.

3. Daftar

24

Form daftar berguna untuk menambah/mendaftarkan user baru yang


pertama kali menggunakan aplikasi tersebut.

4. Konsultasi Admin
Pada form ini terdapat file menu yang dapat diakses oleh admin dan
dapat melakukan konsultasi.

25

5. Konsultasi User

26

Pada form ini terdapat file menu yang dapat diakses oleh user dan
dapat melakukan konsultasi.

6. Konsultasi Pemula
Pada form ini pengguna hanya dapat melakukan konsultasi.

27

7. Database
Form ini berguna untuk melakukan edit, update, delete pada data tabel
buah, kriteria dan pertanyaan yang hanya bisa dilakukan oleh admin.

8. Rule

28

Form ini berguna untuk melakukan edit, update, delete pada data rule
yang hanya bisa dilakukan oleh admin.

9. Data User

29

Form ini berguna untuk melakukan edit, update, delete pada data user
yang hanya bisa dilakukan oleh admin.

10. Output Aplikasi


Form pada saat pengguna telah melakukan konsultasi pada aplikasi ini
maka akan muncul data tentang tanaman yang baik di tanam di lahan tersebut

30

K. Kesimpulan
Berdasarkan perancangan dan implementasi program,
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Metode Backward Chaining adalah metode kebalikan dari
forward chaining dimana mulai dengan sebuah hipotesa (sebuah objek)
dan meminta informasi untuk meyakinkan atau mengabaikan.
b. Kesesuaian lahan pertanian dengan tanaman buah buahan ditentukan
dari berbagai macam kriteria, contohnya suhu, pH, curah hujan dll
c. Pengolahan dan penanaman pada lahan harus disesuaikan dengan keadaan
lahan yang akan ditanami tanaman buah buahan agar sesuai dengan
kriteria dari tanaman buah buahan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah. 2015 . Pedoman Budidaya
Tanaman Buah buahan. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri
https://id.wikipedia.org/wiki/Embarcadero_Delphi

31

http://informatika.web.id/basis-pengetahuan-knowledge-base.html
http://rahmatsbm84.blogspot.co.id/2013/06/aplikasi-untuk-manajemen-databasemysql.html

32