Anda di halaman 1dari 15

I.

Latar Belakang

Secara geografis kota Palembang terletak pada 25927.99 LS 1044524.24 BT dengan luas 102,47 km2 dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Keadaan tanah di kota Palembang relatif rendah dan datar, tempat yang agak tinggi terletak di bagian utara kota. Sebagian kota Palembang digenangi air, terlebih lagi bila terjadi hujan terus menerus. Hal tersebut membuat banyak warga kota Palembang kesulitan dalam mengetahui daerah yang terkena banjir yang seringkali menimbulkan kemacetan. Maka dari itu diperlukan suatu sistem informasi yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengetahui letak banjir yaitu sistem informasi geografis berbasis mobile. Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi,

menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Meningkatnya mobilitas masyarakat akan informasi berupa peta(geografis) bukanlah sebuah trend teknologi tetapi telah menjadi kebutuhan. Dengan mengintegrasikan sistem informasi geografis, ponsel, dan jaringan komputer, akan didapatkan data informasi mengenai banjir. Teknologi ini juga merupakan cara yang aman dan ekonomis untuk pengguna yang ingin mengakses dan mempublikasikan informasi, misalnya berdasarkan lokasi. Sistem ini juga diharapkan bisa berguna bagi pemerintah, tapi juga bisa

berguna bagi para donatur yang daerahnya tidak terkena bencana untuk membantu. Selain itu sistem ini diharapkan berguna juga buat masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan informasi. Pada proyek akhir ini dirancang sebuah Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam pemetaan zona banjir di kota palembang untuk menganalisa daerah rawan banjir di Surabaya, sehingga dengan sistem informasi geografis ini diharapkan dapat dilakukan antisipasi untuk memperkecil resiko banjir yang terjadi.

II. Tujuan

Untuk merancang sistem informasi geografis dalam pemetaan zona banjir kota Palembang berbasis mobile sehingga dapat memvisualisasi wilayah untuk pendataan daerah rawan banjir dan membantu pemantauan terhadap daerahdaerah yang rawan terjadi banjir.

III. Manfaat

1. Mempermudah mendapatkan informasi berupa zona banjir pada kota Palembang. 2. Memberikan informasi secara lengkap dan aktual kepada semua pihak yang terkait dengan unsur-unsur penanggulangan bencana banjir. 3. Meningkatkan kemampuan perencanaan penanggulangan bencana banjir.

IV. Batasan Masalah

Ruang lingkup dari perancangan sistem informasi ini adalah : 1. Tidak melakukan pendataan wilayah rawan banjir. 2. Tidak membahas curah hujan. 3. Tidak membahas faktor penyebab banjir akibat kelalaian manusia(human error).

V. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 5.1 Metode Pengumpulan Data Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan data dan informasi, maka metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: 1. Metode Observasi Dalam hal ini yang akan dilakukan adalah melihat serta mempelajari permasalahan yang ada di lapangan yang erat kaitannya dengan objek yang diteliti yaitu informasi pemetaan zona banjir kota Palembang.

5.2

Metode Perancangan Sistem Dalam Penelitian ini Metode Pengembangan Sistem yang digunakan adalah

metodologi FAST( Framework for the Aplication of System Thinking) dengan


3

pendekatan Rapid Application Development (RAD). yang terdiri dari fase sebagai berikut: 1. Scope Definition Mendefinisikan lingkup sistem serta masalah-masalah, kesempatan, perintah-perintah yang diterima yang memicu sistem tersebut. 2. Problem Analysis Mempelajari dan memahami business process dari sistem yang ada dan domain permasalahan yang ditemukan pada tahap penganalisaan awal (preliminary investigation). Dengan memahami business process dan problem domain dari sistem yang akan dirancang, maka dapat dihasilkan suatu system improvement objective yang mencangkup problems, opportunities, dan directives dari sistem yang ada, dan juga constraint dalam perancangan sistem yang baru. 3. Requirement Analysis - Mengidentifikasi dan menyatakan persyaratan sistem - Membuat prioritas persyaratan sistem - Memperbarui atau memperhalus rencana proyek - Mengkomunikasikan pernyataan persyaratan 4. Logical Design Menerjemahkan persyaratan-persyaratan bisnis ke model-model sistem. 5. Decision Analysis Menganalisis solusi terbaik untuk kebutuhan sistem yang akan dirancang.

6. Physical Design and Integration Penerjemahan persyaratan-persyaratan pengguna bisnis ke dalam model sistem yang mengilustrasikan implementasi teknis persyaratanpersyaratan pengguna sistem yang akan dirancang. 7. Construction and Testing Menguji sistem yang telah dirancang.

VI. Tinjauan Pustaka

1. Sistem 1.1. Sistem menurut para ahli : a. L. James Havery Sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. b. John Mc Manama Sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsifungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien. c. C.W. Churchman. Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.

d. J.C. Hinggins Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan. e. Edgar F Huse dan James L. Bowdict Sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan. f. Jerry FithGerald Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 1.2. Sistem menurut buku Sistem Teknologi Informasi a. Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. b. Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Informasi 2.1. Menurut Jurnal a. Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses -output. 2.2. Menurut buku

a. Informasi berarti data yang telah dibentuk menjadi sesuatu yang memiliki arti dan berguna bagi manusia. b. Informasi merupakan hasil proses data-data yang beragam yang telah dibentuk sedemikan rupa sehingga sesuai dengan permintaan pengguna, tentunya telah mengalami proses yang telah tersusun dengan baik dan benar dengan kriteria yang diinginkan 3. Sistem Informasi 3.1. Pengertian Menurut para ahli a. Robert A. Leitch Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. b. John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat. c. Henry Lucas (1988:35) yang diterjemahkan oleh Jugianto H.M, menyatakan bahwa sistem informasi adalah Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi

akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi. d. John F.Nash dan Martil B.Robert (1988:35) yang diterjemahkan oleh Jugianto H.M, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan

pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi pentingm, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal. e. Rommey (1997:16) yang di alih bahasakan oleh Krismiaji (2002; 12) Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk

mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan caracara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Sistem Informasi Geografis 4.1. Pengertian a. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan,

menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data yang berhubungan dengan posisi-posisi

permukaan bumi. b. SIG merupakan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola, memetakan informasi spasial berikut data atributnya dengan akurasi kartografi.

c. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data

geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akuisisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan daya, perubahan danupdating data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisis data.
d. SIG adalah sistem basis data dengan kemampuan kemampuan khusus

untuk data yang tereferensi secara spasial atau koordinat geografis berikut sekumpulan operasi- operasi yang mengelola data tersebut. SIG dibutuhkan karena untuk data spasial penanganannya sangat sulit terutama karena peta dan data statistik cepat kadaluarsa hingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan menjadi tidak akurat.
e. Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System

(GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference).
f. Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System

(GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan

data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). 5. Mobile GIS Teknologi GIS (Geographic Information System) mengalami

perkembangan yang sangat pesat. Diantaranya adalah Mobile GIS dimana GIS yang tadinya hanya digunakan di dalam lingkungan kantor menjadi semakin fleksibel dan mampu digunakan di luar kantor secara mobile. Mobile GIS dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, update, manipulasi, analisa dan menampilkan informasi geografi secara mudah. Mobile GIS mengintegrasikan salah satu atau lebih teknologi, Perangkat Mobile, Global Positioning System (GPS), Wireless communication untuk mengakses Internet. Dengan teknologi Mobile GIS memungkinkan GIS dapat langsung diimplementasikan dilapangan sebagai peta digital, mobile computer sehingga informasi dapat di tambahkan secara real time ke database dan applikasinya, mempercepat analisis, display, dan pengambilan keputusan dengan data yang uptodate dan akurat. Mobile GIS dapat digunakan untuk hal-hal seperti berikut :

10

1.

Pemetaan Lapangan : Membuat, edit, dan penggunaan peta

dilapangan 2. Inventori Asset : Membuat dan maintain lokasi inventori asset dan

informasi lainnya. 3. 4. Inspeksi : Mengelola digital record seperti logal code dan ticketing. Laporan Kecelakaan : Dokumentasi lokasi dan keadaan pada

sebuah kejadian untuk mengambil tindakan atau pelaporan 5. GIS analis dan pengambilan keputusan : Melakukan pengukuran,

buffering, geoprocessing, dan analisis GIS lainnya.

11

12

VII. Jadwal Penelitian Grafik Gantt

13

VIII. DAFTAR PUSTAKA An, La.2007. Sistem Informasi Geografi (SIG). [online] tersedia http://mbojo.wordpress.com/2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/ . [diakses tanggal 26 September 2011] :

Burrough.P, 1986. Principle of Geographical Information System for Land Resources Assesment. Oxford : Claredon Press. Dadidurahman. 2009. Pemetaan Potensi Alam Geologi. [online] tersedia : http://dadidurahman.wordpress.com/2009/02/ . .[diakses tanggal 26 September 2011] Dadidurahman. 2009. Pemetaan Rawan Bencana, [online] tersedia : http://dadidurahman.wordpress.com/2009/02/19/pemetaan-rawan-bencana/ .[ diakses tanggal 26 September 2011] Delima, Y.I. 2007. Aplikasi Web Geographic Information System ( SIG ) Untuk Mencari Jalur Alternatif Menggunakan AHP.Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Denny Charter, Irma Agtrisari. 2003.Desain dan Aplikasi GIS, Geographic Information System. Jakarta: P.T. Gramedia. Edy Prahasta, 2005. Sistem Informasi Geografis. Edisi Revisi, Cetakan Kedua. Bandung: CV. Informatika. Husniah, Lailatul Visualisasi Sistem Informasi Kebakaran Hutan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Web, Surabaya, 2008 P, Nilam. Kamis, 23 Jun 2011. Aplikasi Mobile Lebih Banyak Digunakan. http://teknologi.inilah.com/read/detail/1630362/aplikasi-mobile-lebihbanyak-digunakan [diakses tanggal 26 September] Permatasari, Intan. 2008. Bencana Banjir. http://9hkelompokbanjir.blogspot.com/ [diakses tanggal 26 September 2011] SH, [online] tersedia : .

Satryo. Pemetaan Rawan Bencana Banjir. [online] tersedia : http://www.pontianakkota.go.id/?q=news/pemetaan-rawan-bencana-banjir [diakses tanggal 26 September 2011]

Sembiring, K. 2007. Aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Bencana di Indonesia. Lomba Karya Tulis Mahasiswa.Bandung. Website:santus.files.wordpress.com/2007/10/aplikasi-sistem-informasipenanggulanganbencana-di-indonesia.pdf [diakses tanggal 26 September 2011]
14

S,R.Agung.http://agungsr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3412/Konsep+S. pdf. [diakses tanggal 26 September 2011] Tangkanakul W, Piyanitt T, Brian D P, et al, 2000. Risk Factors Associated with Leptosprosis In Northeastern Thailand, Am. J. Trop. Med. Hyg., 63(3, 4), pp. 204208. Teknomo, K. 2008. GIS tutorial.Website: http://karditeknomo.co.id/tutorial [diakses tanggal 26 September 2011]. Zone,anggi. 2010. Pengertian Sistem Informasi Geografis. [online] tersedia : http://gie-zone.blogspot.com/2010/03/pengertian-sistem-informasigeografis.html. [diakses tanggal 26 September 2011]

15