0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan24 halaman

Laporan Praktikum Konstruksi Pipa

Laporan ini membahas tentang praktikum konstruksi pipa yang dilakukan di Laboratorium Konstruksi Pipa Politeknik Negeri Ujung Pandang. Laporan ini berisi penjelasan tentang peralatan, bahan, dan prosedur kerja yang dilakukan dalam tiga job praktikum yaitu memotong pipa galvanis, mengulir pipa galvanis, dan membuat instalasi pipa tertutup.

Diunggah oleh

Opann
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan24 halaman

Laporan Praktikum Konstruksi Pipa

Laporan ini membahas tentang praktikum konstruksi pipa yang dilakukan di Laboratorium Konstruksi Pipa Politeknik Negeri Ujung Pandang. Laporan ini berisi penjelasan tentang peralatan, bahan, dan prosedur kerja yang dilakukan dalam tiga job praktikum yaitu memotong pipa galvanis, mengulir pipa galvanis, dan membuat instalasi pipa tertutup.

Diunggah oleh

Opann
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LABORATORIUM KONSTRUKSI PIPA

DIBUAT OLEH :

RISDAYANTI
NIM 31220076
KELAS 1C TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
TAHUN 2020
LABORATORIUM KONSTRUKSI PIPA

DIBUAT OLEH :

RISDAYANTI
NIM 31220076
KELAS 1C TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
TAHUN 2020
HAsLAMAN PENGESAHAN

Laporan Laboratorium Konstruksi Pipa yang disusun oleh :

Nama : Risdayanti
NIM : 31220076
Kelas : 1C Teknik Konstruksi Sipil
Prodi : D3 Teknik Konstruksi Sipil

Merupakan laporan untuk memenuhi syarat dalam kelulusan pada semester I


(Satu) Prodi D3 Teknik Kontruksi Sipil yang telah diperiksa dan disetujui oleh :

Makassar, 28 November 2020

Dosen Pembimbing

Ir. Nursamiah, S.T., M.T. Haeril Abdi Hassanuddin, S.T., M.T.


NIP : 19641201 199003 2 001 NIP : 19751102 200501 1 002

Mengetahui,
Kepala Laboratorium Konstruksi

Ir. Syahlendra, S.T., M.T. Isnaeny Maulidiyah Hanafie,


NIP : 19870531 201504 1 004 S.T.,M.T.
NIP : 19861208 201903 2 008
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan berkat dan
rahmat karunianya sehingga penyusunan laporan ini dapat selesai. Tidak lupa kita
kirimkan shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
yang telah menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktikum selama melakukan Praktik


Kerja Laboratorium Pipa. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada
1. Ibu Ir. Nursamiah, S.T.,M.T dan Bapak Haeril Abdi Hassanuddin, S.T.,M.T,
selaku dosen pembimbing selama praktikum pipa dilakukan
2. Kepala dan staff bengkel yang telah membantu selama praktikum dilakukan
3. Kepada orang tua yang telah memberikan dukungan secara moral
4. Kepada teman kelompok yang telah berkontribusi selama praktikum
dilakukan.

Saya menyadari bahwa dalam Laporan ini masih terdapat kesalahan dan
kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca agar menjadi dorongan dan motivasi kami menjadi lebih baik lagi.

Semoga dengan adanya laporan ini bisa menambah wawasan serta


pengetahuan kita dalam bidang pendidikan khususnya dalam ilmu pengetahuan
Teknik Sipil.

Makassar, 28 November 2020


Penulis,

Risdayanti

Jurusan Teknik Sipil i


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN.....................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.....................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan.........................................................................................2
1.3 Tinjauan Pustaka.........................................................................................2
BAB II. DASAR TEORI
2.1 Peralatan......................................................................................................4
2.2 Bahan...........................................................................................................8
2.3 Alat Pelindung Diri (APD).............................................................................14
BAB III. JOB PRAKTIKUM
3.1 Job I. Memotong Pipa Galvanis...................................................................17
3.2 Job II. Mengulir Pipa Galvanis.....................................................................21
3.3 Job III. Membuat Instalasi Tertutup.............................................................25
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan..................................................................................................29
4.2 Saran............................................................................................................29
LEMBAR ASISTENSI.............................................................................................30

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Gambar kerja memotong pipa galvanis........................................


Gambar 2. Menandai pipa sebelum dipotong.................................................
Gambar 3. Memotong pipa galvanis meggunakan pipe cutter.......................
Gambar 4. Memotong pipa galvanis menggunakan threading machine........
Gambar 5. Mengikir ujung pipa menggunakan kikir........................................
Gambar 6. Membersihkan bram menggunakan boring reamer......................
Gambar 7. Hasil pemotongan pipa.................................................................
Gambar 8. Gambar kerja mengulir pipa galvanis...........................................
Gambar 9. Mengulir pipa dengan sney tidak langsung..................................
Gambar 10. Mengulir pipa dengan sney langsung...........................................
Gambar 11. Member oli/pelumas......................................................................
Gambar 12. Hasil penguliran pipa.....................................................................
Gambar 13. Threading machine.......................................................................
Gambar 14. Gambar kerja instalasi tertutup ....................................................
Gambar 15. Melilitkan isolative pada uliran pipa..............................................
Gambar 16. Memasang alat sambung pipa......................................................
Gambar 17. Menguatkan sambungan dengan pengunci pipa..........................
Gambar 18. Hasil rangkaian instalasi tertutup..................................................
Gambar 19. Pengujian kebocoran....................................................................

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Peralatan Teknik Plumbing...........................................................


Tabel 2. Berbagai Jenis Sambungan Pipa..................................................
Tabel 3. Alat Pelindung Diri.........................................................................
Tabel 4. Analisis Kebutuhan Bahan Job 1..................................................
Tabel 5. Analisis Kebutuhan Bahan Job 2..................................................
Tabel 6. Analisa Kebutuhan Bahan Job 3...................................................

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Sistem perpipaan terus berkembang kearah yang lebih baik. Awal mulanya
manusia memindahkan air dari sungai ke rumah dengan menggunakan ember. Lalu
berkembang dari satu orang menjadi banyak orang yang berurutan sehingga proses
pengambilan air menjadi lebih mudah. Melalui analogi sederhana ini manusia berpikir
untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga maka dibuatlah distribusi melalui
sistem perpipaan.

Saat ini sistem perpipaan sudah sangat maju, sebagai contoh sistem perpipaan
yang dibuat untuk mengantarkan minyak dari satu negara ke negara lain melalui
sistem perpipaan bawah laut (offshore), sehingga dengan sistem ini akan
mengefisienkan waktu lebih baik.

Sistem perpipaan diibaratkan dengan saluran pembuluh darah yang mengalirkan


darah keseluruh bagian tubuh. Sistem perpipaan digunakan untuk penyediaan dan
pendistribusian air bersih, pembuangan limbah dari kawasan industri ataupun dari
fasilitas publik lainnya. Selain itu, system perpipaan digunakan untuk
mentranportasikan minyak mentah dari sumur minyak menuju tangki yang kemudian
akan di proses selanjutnya, mentransportasikan dan mendistribusikan gas alam dari
sumber gas menuju tangki penyimpanan. Sistem perpipaan juga diaplikasikan dalam
pendistribusian minyak atau gas untuk menyuplai kebutuhan industri, Mesin
pembangkit tenaga dan keperluan komersial lainnya. Sistem perpipaan juga
digunakan untuk mengangkut cairan, bahan kimia, campuran kimia dan uap pada
industri makanan, pabrik kimia dan industri lainnya. Sistem perpipaan juga
digunakan untuk keperluan mesin-mesin dan lainnya.

Semakin banyak penggunaan pipa dalam aspek kehidupan manusia maka


semakin banyak diperlukan ahli-ahli dibidang perpipaan. Umummnya bagian
perpipaan dan detailnya merupakan standar dari unit, seperti ukuran diameter, jenis
katup yang akan dipasang, baut dan gasket pipa, penyangga pipa dan lain-lain.
Sehingga dengan demikian akan terdapat keseragaman ukuran antara satu dengan
yang lainnya. Sedangkan di pasaran telah terdapat berbagai jenis pipa dengan
ukuran dan bahan-bahan tertentu sesuai dengan kebutuhan seperti bahan carbon
steel, PVC (Polyvinil Chloride), stainless steel dan sebagainya.

Dalam merancang suatu jalur pipa yang tersusu dari beberapa buah pipa yang
disusun secara seri maupun parallel maka persoalan yang dihadapi belumlah begitu
rumit, namun banyak juga jalur pipa yang ada bukanlah satu rangkaian yang
sederhana melainkan suatu jaringan pipa yang sangat kompleks, sehingga
memerlukan ketelitian dalam penyelesaiannya. Oleh sebab itulah laporan
Laboratorium Konstruksi Pipa ini dibuat agar dapat memperluas wawasan kita
mengenai pipa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM


Tujuan dibuatnya laporan ini sebagai syarat kelulusan pada semester 1 (satu)
untuk program studi D4 Manajemen Jasa Konstruksi program studi Laboratorium
Konstruksi Pipa. Sekaligus untuk menambah wawasan dan memperluas
pengetahuan dan pemahaman mahasiswa/i serta pembaca sekalian dalam hal
perpipaan, diantaranya yaitu :
1.2.1 Mengetahui alat-alat pemotong pipa yang sering digunakan dan
menentukan alat yang lebih efisien digunakan.
1.2.2 Mengetahui alat yang dapat digunakan untuk mengulir pipa.
1.2.3 Mengetahui semua jenis alat yang digunkan untuk proses
pembersihan pipa.
1.2.4 Mengetahui nama mesin yang digunakan seorang pekerja pipa
agar pekerjaannya lebih terstruktur dan cepat.
1.2.5 Mengetahui jenis sambungan pipa yang sangat umum digunakan
dalam kehidupan sehari-hari
1.2.6 Mengetahui bahan yang digunakan untuk mencegah terjadinya
kebocoran saat melakukan penyambungan pipa.

1.3 TINJAUAN PUSTAKA


1.3.1 Sejarah Penemuan Pipa
Pipa ditemukan saat manusia mengalami kesulitan membawa air ke rumah atau
pemukiman mereka. Dengan adanya pipa maka pekerjaan membawa air menjadi
lebih mudah. Pipa untuk pertama kali terbuat dari bamboo yang digunakan oleh
masyarakat Cina untuk mengalirkan air ke pertanian mereka sekitar 3.000 tahun
sebelum masehi. Selain penduduk Cina, penduduk di daerah yang dahulu di sebut
Valley (Pakistan sekarang) pada tahun 2.500 SM terkenal sebagai ahli dalam
pembuatan jaringan perpipaan rumah-rumah.
Pada peradaban suku Aztec dan Mesir, pipa terbuat dari lempung yang dibakar.
Pipa logam pertama dibuat pada masa Kekaisaran Yunani dan Romawi, mereka
membuat pipa dengan menggunakan timbal dan bronse. Pipa besi dibuat setelah
adanya penemuan serbuk senjata (gun powder) karena serbuk ini memerlukan pipa
yang lebih kuat untuk dilewati peluru. Sejak saai itu pipa dari logam berkembang
pesat dan menjadi produk khusus saat ini.
Manusia memproduksi pipa dimulai ketika manusia mulai membutuhkan aliran air
dari suatu tempat ketempat lain tanpa harus mengangkutnya menggunakan tenaga.
Pada kota-kota disaman pertengahan, mereka menggunakan gelondongan kayu
yang dilubangi yang berfungsi untuk memenuhi ketersediaan air di kota.
Penggunaan pipa besi di Inggris dan Prancis mulai umum diawal abad ke 19. Aliran
pertama pipa besi untuk Philadelphia dibangun pada tahun 1817, dan untuk kota
New York pada tahun 1832. Pipa baru digunakan untuk pengangkutan bahan bakar
(minyak dan gas) dimulai di Inggris menggunakan lembaran besi yang dibentuk
menggunakan silinder kemudian sisinya di las.
Lalu pada tahun 1887 di Amerika dibuatlah pipa pertama berbahan baja. Pada
pertengahan abad 19 barulah pipa seamless (tanpa celah / sambungan) diproduksi

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

untuk beberapa kebutuhan. Di Jerman dikembangkan proses yang dinamakan


Mannesmann process pada tahun 1885 dan mulai digunakan di Inggris pada tahun
1887. Di Amerika dibangun pabrik pipa seamless pada tahun 1895.
Memasuki abad ke 20 seamless tube mulai dibutuhkan di berbagai belahan
dunia menyusul revolusi industry yang melahirkan teknologi otomotif, pengolahan
minyak, pengaliran minyak, sumur bor, serta boiler.
Produksi dan konsumsi dunia akan produk pipa besi dan baja mencakup hamper
14% dari penggunaan baja mentah diseluruh dunia. Dan terus akan berkembang
seiring dengan pertumbuhan industry serta meningkatnya populasi. Perbedaan
tingkat kebutuhannya tentu saja bergantung pada tingkat perkembangan kegiatan
ekonomi tiap negara seperti kegiatan eksploitasi minyak, pembangunan pembangkit
listrik atau produksi otomotif.

1.3.2 Definisi Sistem Saluran dan Pembuangan


Sistem saluran dan pembuangan adalah suatu konstruksi yang mengatur
pemasukan atau penyuplaian air bersih guna kebutuhan manusia dan pengeluaran /
pembuangan air bekas / limbahnya ketempat tertentu. Serta pembuangan atau
pengaliran air hujan, air rawa dan sebagainya, yang menjadi penting guna menjamin
kesehatan manusia.
Pengertian dari pekerjaan pipa secara garis besar dibagi dalam dua kelompok
yaitu :
a. Jaringan pipa dalam
Merupakan pemasangan atau penyambungan pipa-pipa untuk
pemasukan dan pipa pengeluaran khusus yang terdapat di dalam
bangunan untuk segala keperluan alat plambing, seperti kamar mandi,
wc, sink, urinoir, jaringan pipa gas, dan sebagainya.
b. Jaringan pipa luar
Adalah pemasangan atau penyambungan pipa-pipa di luar bangunan.
Dengan batasan tanggung jawab perawatan dan perbaikan kerusakan
dari meteran ke dalam (instalasi dalam bangunan) adalah tanggung
jawab yang punya bangunan dan dari meteran ke luar adalah tanggung
jawab pihak penjual jasa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

BAB II. DASAR TEORI

2.1 Peralatan
Pengenalan alat serta pengenalan cara menggunakan peralatan kerja pipa
merupakan dasar pengetahuan dalam bidang teknik plumbing. Banyak orang belum
mengenal alat yang digunakan pada saat praktek dan kegunaan dari alat tersebut.
Salah memilih atau salah menggunakan alat dapat merusak bahan yang dikerjakan.
Alat yang digunakan dapat melukai tangan atau bahan lainnya bila cara
menggunakannya tidak benar. Oleh karena itu, sangat perlu pengenalan nama alat
dan kegunaannya.
Berikut adalah peralatan-peralatan yang digunakan untuk teknik plumbing:
Tabel 1. Peralatan Teknik Plumbing

No. Nama Alat Gambar Keterangan

Menjepit pipa yang siap,


dipotong, dibersihkan
bramnya, dikikir maupun
Ragum
1. pipa yang akan diulir
Meja

Mengukur panjang uliran,


Mistar
2. panjang pipa dan
Baja
sebagainya.

Pipa Sebagai alat pemotong


3.
Cutter pipa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Sebagai alat penanda


4. Kraspen
pipa yang telah diukur

Sebagai alat untuk


5. Kikir merapikan dan meratakan
uung pipa.

Sebagai alat untuk


membersihkan sisa-sisa
6. Sikat Baja
bram pada lantai dan
sebagainya.

Digunakan untuk
Borring
7. membersihkan dan
Reamer
menghaluskan bram pipa.

Digunakan untuk
mengukur pipa yang akan
dipotong atau diulir.

Penggaris
8.
Siku

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Digunakan untuk
Pipa
9. membuat instalasi
Galvanis
tertutup.

Agar tidak terjadi aus


pada alat treadhing
machine dan saat
Oli atau
10. memotong serta mengulir
Pelumas
pipa.

Menjepit pipa yang siap


Three dipotong, dibersihkan
11.
Stand bramnya maupun yang
ingin diulir.

Digunakan untuk mengulir


pipa dengan hanya
Sney
12. mengganti mata sney
Langsung
sesuai dengan diameter
ukuran pipa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Sebagai pegangan untuk


13. Kunci Pipa mencoba memasangkan
sambungan ke pipa.

Alat yang digunakan untuk


Treading
14. memotong, membersihkan
Machine
dan mengulir pipa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

2.2 BAHAN

Bahan seorang pekerja pipa selain mempunyai pengetahuan dan keterampilan


menggunakan peralatan yang aman dia harus tahu bahan-bahan yang digunakan
dalam pekerjaan pipa, Suatu hasil pekerjaan tidak ada artinya bila menggunakan
bahan yang salah. Untuk pengetahuan tentang bahan-bahan yang akan digunakan
pada suatu pekerjaan menjadi sangat penting Pengetahuan memgenai bahan-bahan
yang digunakan pada saat melakukan pipa termasuk jenis pipa dan fungsinya, alat
sambung, dan alat saniter.

2.3.1 Jenis Pipa


a. Pipa galvanis
Pipa galvanis adalah pipa air besi seng berlapis baja yang
pemasangannya membutuhkan proses yang lebih rumit.
Pasalnya, instalasi pipa ini membutuhkan akurasi yang lebih tinggi
daripada pemasangan pipa kebanyakan yang pemotongannya lebih
mudah dilakukan. Meskipun memiliki bahan yang aman untuk
dipakai di dalam dan di luar tanah, memasang pengaman pada
instalasi dalam tanah masihlah dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk
menambah ketahanan pipa galvanis.
b. Pipa tembaga
Salah satu jenis pipa air yang satu ini umumnya dipakai untuk
instalasi refrigerant karena sifatnya yang tahan terhadap suhu panas
dan dingin. Terlebih, instalasi pipa tembaga juga bisa diaplikasikan di
dalam atau atas tanah. Jika hendak memasangnya di bawah tanah,
lapisisi pipa dengan dengan pengaman agar terhindar dari pengaruh
keasaman tanah.
c. Pipa PVC
Pipa PVC yang umum kita jumpai pada pasaran ada tiga tipe:
 AW,
 D, dan
 C.
Tipe-tipe ini terbagi berdasarkan ketebalan dari pipa tersebut.
Produk pipa AW adalah pipa PVC yang paling tebal dan kuat. Pipa
ini mampu menahan tekanan air hingga 10 kg/cm2. Produk pipa ini
cocok untuk saluran air bersih karena menahan tekanan dari pompa
air serta gravitasi karena ketinggian tandon air.
Selanjutnya, pipa D memiliki ketebalan sedang yang mampu
menahan tekanan hingga 5 kg/cm2. Produk pipa ini cocok untuk
saluran air limbah dan air kotor. Berikutnya adalah, pipa C adalah
pipa dengan ketebalan paling tipis. Pipa jenis ini biasanya bukan
untuk saluran air, namun untuk pembungkus kabel-kabel instalasi
listrik atau jaringan komunikasi.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

d. Pipa CPVC
Pipa CPVC atau dikenal juga dengan Chlorinate Poly Vinyl
Chloride memiliki ketahanan suhu hingga 1.800 derajat Celsius.
Ketahanan ini disebabkan oleh ketebalan pipa (schedule) yang
menjadi keunggulan dari pipa yang satu ini. Pipa CPVC disarankan
untuk instalasi air panas dan dingin karena sifatnya yang tahan
terhadap perubahan suhu.
e. Pipa PEX
PEX (Cross-linked Poyle Ethylene) adalah jenis pipa lainnya yang
bisa digunakan untuk instalasi air dingin dan panas serta hidrolik
karena sifatnya yang bisa menoleransi suhu dingin dan panas.
Harganya yang bersaing dan sistem penyambungan yang sederhana
membuat banyak orang memilih pipa yang satu ini daripada pipa
yang lain.
f. Pipa HDPE
Pipa HDPE (High Density Polyethylene) merupakan pipa dengan
material plastik non-toxic yang memiliki elastisitas tinggi. Selain itu,
pipa ini aman untuk mengalirkan air yang dibutuhkan untuk konsumsi
rumah tangga. Dengan karakternya yang elastis dan kuat, pipa yang
satu ini cocok digunakan di area dengan tanah yang tidak stabil,
curam, dan rawan bencana.
g. Pipa PP-R
Pipa dengan material polypropylene random ini diberkati dengan
karakter unik karena sifatnya yang bisa menyalurkan air dengan
tekanan dan suhu tinggi. Dengan warna hijau yang mencolok,
umumnya pipa ini digunakan untuk tujuan sanitasi di rumah.
Terlebih, pipa ini juga memiliki keunggulan lain meliputi tahan
gempa, lentur, berbobot ringan, dan proses instalasinya mudah.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

2.3.2 Sambungan Pipa


Ukuran panjang standar pipa di pasaran umumnya adalah 6 meter. Pada
instalasi pipa baik instalasi untuk air bersih maupun limbah banyak dijumpai berbagai
jenis sambungan pipa, sambungan tersebut pula memiliki berbagai majam bentuk
dan fungsi yang disesuaikan sesuai dengan keperluannya. Berikut adalah jenis-jenis
sambungan pipa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel 2. Berbagai Jenis Sambungan Pipa


No Nama Gambar Keterangan
. Sambungan

Menyambungkan pipa
1. Socket secara lurus dengan
diameter sama

Membelokkan aliran
2. Elbow 0
dengan sudut 90 .

Berfungsi untuk
menambah sambungan
3. Tee atau membuat jalur
baru ke bagian
samping pipa

Menutup bagian ujung


4. End Cap
pipa.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Membelokkan aliran air


5. Elbow 45
dengan sudut 450.

Menghubungkan pipa
6. Watermur
dengan drat

Union Menghubungkan pipa


7.
Thread secara langsung

Menghubungkan pipa
Reducing
8. dengan ukuran yang
Socket
berbeda.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Jenis tee yang


sambungannya
9. Tee Flange
menggunakan baut
bukan drat.

Menyetop aliran air


10. Stop kran
pada waktu perbaikan.

Merupakan sarana
yang diunakan untuk
11. Kran Air
mengeluarkan air dari
system instalasi.

Untuk mencatat
pemakaian air yang
12. Meteran Air
digunakan dalam
jangka waktu tertentu.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

2.3.3 Saniter
Saniter ialah alat untuk keperluan manusia yang ada hubungannya dengan
kebutuhan air dan pembuangan sehingga manusia dapat terjamin kesehatannya.
Bahan yang banyak digunakan untuk saniter adalah keramik, besi dan baja yang
dilapisi email berbagai plastic, fiber glass dan stainless steal. Saniter seperti kloset,
bidet dan hand basin pada umumnya terbuat dari keramik. Selain keramik bahan lain
yang sering digunakan di Indonesia adalah teraso, bahan ini memiliki kekurangan
pada saat pembersihannya yang sulit.
Alat-alat saniter memiliki banyak macam erdasarkan kegunaan dan fungsinya.
Berikut adalah pengelompokan saniter :
a. Ablutionary Fixtures
Digunakan untuk menampung air kotor bekas mandi atau
memcuci anggota badan. Biasanya ditemukan di kantor-kantor,
industry, sekolah dan sebagainya berupa tempat cuci tangan,
shower dan bak mandi.
b. Waster Water Fixtures
Digunakan untuk menampung air kotor yang terdapat pada toko
cuci pakaian, hotel dan kantor seperti mesin cuci, bak cuci dan bak
minum.
c. Gresy Water Fixtures
Digunakan untuk menampung air limbah yang mengandung
lemak. Biasanya dipasang pada rumah makan, hotel, rumah sakit
dan sebagainya.
d. Soil Fixtures
Digunakan untuk melayani kotoran manusia berupa kloset, bidet,
petulasan, urinal dan lainnya.

2.3.4 Bahan Penunjang


Dalam menyambung pipa yang satu dengan yang lainnya tentu saja kita
memerlukan bahan yang dapat membuat pipa terhindar dari berbagai kebocoran.
Kebocoran ini dapat ditimbulkan dari berbagai hal yang mungkin tidak dapat
diprediksi, namun salah satu penyebab kebocoran yang umum adalah sambungan
pipa yang bercelah atau tidak pas dengan pipa sehingga memungkinkan bagi cairan
untuk merembes keluar. Cairan yang merembes keluar dari pipa ini tentu saja dapat
menimbulkan berbagai kerugian.

Selain bahan penunjang untuk mencegah kebocoran pipa, ada bahan yang tak
kalah pentingnya kita butuhkan dalam hal bengkel perpipaan. Bahan ini digunakan
sebagai pelumas mesin yang berfungsi untuk merawat dan menjaga kondisi alat atau
mesin yang kita gunakan agar tidak aus. Selain untuk mencegah hal tersebut bahan
ini juga mampu mencegah timbulnya percikan api maupun asap yang keluar ketika
kita memotong, mengulir pipa dan sebagainya.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Bahan-bahan penunjang yang dapat kita gunakan dalam bengkel plumbing


diantaranya yaitu:
a. Seal Tape atau Selotip Pipa
Merupakan salah satu jenis adhesive tape yang tidak memiliki
bahan perekat namum mampu menempel pada pipa dan
mencegah kebocoran. Pemasanagan sela tape haruslah
berlawanan arah dengan arah uliran pipa, karena jika tidak seal
tape akan lepas saat proses penyambungan jika arah
pemasangannya searah dengan arah uliran pipa.
Seal tape biasanya digunakan untuk menyambungkan pipa
berbahan besi atau baja yang berulir untuk mencegah cairan
merembes dari uliran pipa.
b. Lem Pipa
Lem pipa merupakan lem yang berbahan dasar campuran zat
kimia dan resin yang kental, penggunaan lem ini biasanya
digunakan saat penyambungan pipa paralon agar sambungan
terpasang dengan kuat serta untuk mencegah kebocoran.
c. Oli atau Minyak Pelumas
Bahan ini digunakan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada alat dan
mencegah timbulnya percikan api saat proses pemotongan, penguliran dan
sebagainya.

2.3 ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Dalam lingkup pekerjaan plumbing tentu banyak sekali resiko bahaya yang
mungkin pekerja dapat alami. Resiko-resiko ini bias saja menimpa tanpa kita sadari
sebelumnya, seperti resiko luka irisan dari bram atau sisi tajam dari alat-alat
plumbing, resiko kejatuhan pipa dari ketinggian, resiko kaki tertimpa pipa atau alat
seperti kunci pipa dan sebagainya, serta masih banyak lagi resiko-resiko lain yang
tidak diharapkan dari resiko yang kecil sampai yang berdampak fatal. Olehnya itu,
untuk mengurangi resiko tersebut seorang pekerja plumbing harus menggunakan
alat pelindung diri sesuai dengan standar bengkel plumbing.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Berikut adalah alat pelindung diri yang seorang pekerja pipa harus kenakan
yaitu :
Tabel 3. Alat pelindung diri

NO Gambar
Uraian Keterangan
.

 Berfungsi sebagai
pelindung kepala dari
benda yang bisa mengenai
kepala secara langsung.
Helm proyek ini sangat
diperlukan apabila anda
Helm
1. kerja di proyek karena di
Safety
dproyek banyak sekali
benda-benda berjatuhan.
Tujuan dari safety helmet
adalah melindungi bagian
kepala apabila terkena
jatuhan material.

Berfungsi sebagai alat


pelindung tangan pada
saat bekerja di tempat atau
situasi yang dapat
Kaos
2. mengakibatkan cedera
Tangan
tangan. Bahan dan bentuk
sarung tangan di
sesuaikan dengan fungsi
masing-masing pekerjaan

3. Rompi Sebagai identitas diri

.Fungsi dari kacamata ini


adalah untuk melindung
Safety mata ketika bekerja, dari
4.
Glasses silau matahari, dari debu-
debu yang berterbangan di
proyek dan sebagainya.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Sepatu ini berbeda dengan


sepatu biasa karena
sepatu ini didesain khusus
untuk melindungi kaki dari
hal-hal yang tidak
Sepatu diinginkan seperti
5.
Safety kejatuhan material,
menginjak paku, dan
sebagainya. Biasanya
pada ujung jari kaki
terdapat pelat besi untuk
melindungi kaki.

Tujuan penggunaan
seragam kerja untuk
melindungi hal-hal yang
berpengaruh terhadap
kesehatan badan tenaga
Baju kerja. Lingkungan proyek
6. Bengkel sangat tidak kondusif
sehingga kesehatan harus
benar-benar terjaga.
Seragam proyek juga bisa
ditujukan untuk
menunjukkan identitas
suatu kontraktor

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang
Laporan Pipa
Politeknik Negeri Ujung Pandang

BAB IV. PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Jenis-jenis sambungan pipa memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda-
beda. Dalam membuat instalasi pipa, peran sambungan ini akan sangat
penting, karena dengan alat sambungan instalasi pipa yang dibuat akan lebih
lancar dan bisa menyesuaikan kondisi atau bentuk yang ingin dibuat.
2. Alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan pipa dapat dikelompokkan ke
beberapa bagian, misalnya kelompok alat pemotong seperti pipa cutter dan
gergaji. Kemudian,bias juga dikelompokkan ke dalam peralatan manual dan
menggunakan mesin seperti treading machine. Kedua kelompok alat ini pada
dasarnya memiliski fungsi-fungsi yang sama dan memiliki kekurangan dan
kelebihan masing-masing.
3. Proses pemotongan, penguliran, dan pembersihan bram pada dasarnya
merupakan satu paket kerja yang saling berkesinambungan dalam
pembuatan instalasi pipa, sehingga apabila salah satu proses kerja tidak
dilaksanakan maka akan menghambat proses kerja berikutnya. Ketiga jenis
pekerjaan ini memiliki alat kerja utama yang berbeda.
.

4.2 SARAN
Agar praktikum dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan alat perlindungan
diri.
2. Sebaiknya alat yang digunakan lengkap dan masih dalam keadaan yang baik
dan utuh sesuai dengan fungsi atau kegunaanya.
3. Seluruh kegiatan dilakukan tepat waktu dan tanpa membuang waktu.
4. Menjaga keutuhan alat yang digunakan dan mengembalikannya dengan rapi.

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Ujung Pandang

Anda mungkin juga menyukai