Laporan Praktikum Konstruksi Pipa
Laporan Praktikum Konstruksi Pipa
DIBUAT OLEH :
RISDAYANTI
NIM 31220076
KELAS 1C TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
DIBUAT OLEH :
RISDAYANTI
NIM 31220076
KELAS 1C TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
Nama : Risdayanti
NIM : 31220076
Kelas : 1C Teknik Konstruksi Sipil
Prodi : D3 Teknik Konstruksi Sipil
Dosen Pembimbing
Mengetahui,
Kepala Laboratorium Konstruksi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan berkat dan
rahmat karunianya sehingga penyusunan laporan ini dapat selesai. Tidak lupa kita
kirimkan shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
yang telah menjadi suri tauladan bagi kita semua.
Saya menyadari bahwa dalam Laporan ini masih terdapat kesalahan dan
kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca agar menjadi dorongan dan motivasi kami menjadi lebih baik lagi.
Risdayanti
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.....................................................................................i
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.....................................................................................................v
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan.........................................................................................2
1.3 Tinjauan Pustaka.........................................................................................2
BAB II. DASAR TEORI
2.1 Peralatan......................................................................................................4
2.2 Bahan...........................................................................................................8
2.3 Alat Pelindung Diri (APD).............................................................................14
BAB III. JOB PRAKTIKUM
3.1 Job I. Memotong Pipa Galvanis...................................................................17
3.2 Job II. Mengulir Pipa Galvanis.....................................................................21
3.3 Job III. Membuat Instalasi Tertutup.............................................................25
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan..................................................................................................29
4.2 Saran............................................................................................................29
LEMBAR ASISTENSI.............................................................................................30
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I. PENDAHULUAN
Saat ini sistem perpipaan sudah sangat maju, sebagai contoh sistem perpipaan
yang dibuat untuk mengantarkan minyak dari satu negara ke negara lain melalui
sistem perpipaan bawah laut (offshore), sehingga dengan sistem ini akan
mengefisienkan waktu lebih baik.
Dalam merancang suatu jalur pipa yang tersusu dari beberapa buah pipa yang
disusun secara seri maupun parallel maka persoalan yang dihadapi belumlah begitu
rumit, namun banyak juga jalur pipa yang ada bukanlah satu rangkaian yang
sederhana melainkan suatu jaringan pipa yang sangat kompleks, sehingga
memerlukan ketelitian dalam penyelesaiannya. Oleh sebab itulah laporan
Laboratorium Konstruksi Pipa ini dibuat agar dapat memperluas wawasan kita
mengenai pipa.
2.1 Peralatan
Pengenalan alat serta pengenalan cara menggunakan peralatan kerja pipa
merupakan dasar pengetahuan dalam bidang teknik plumbing. Banyak orang belum
mengenal alat yang digunakan pada saat praktek dan kegunaan dari alat tersebut.
Salah memilih atau salah menggunakan alat dapat merusak bahan yang dikerjakan.
Alat yang digunakan dapat melukai tangan atau bahan lainnya bila cara
menggunakannya tidak benar. Oleh karena itu, sangat perlu pengenalan nama alat
dan kegunaannya.
Berikut adalah peralatan-peralatan yang digunakan untuk teknik plumbing:
Tabel 1. Peralatan Teknik Plumbing
Digunakan untuk
Borring
7. membersihkan dan
Reamer
menghaluskan bram pipa.
Digunakan untuk
mengukur pipa yang akan
dipotong atau diulir.
Penggaris
8.
Siku
Digunakan untuk
Pipa
9. membuat instalasi
Galvanis
tertutup.
2.2 BAHAN
d. Pipa CPVC
Pipa CPVC atau dikenal juga dengan Chlorinate Poly Vinyl
Chloride memiliki ketahanan suhu hingga 1.800 derajat Celsius.
Ketahanan ini disebabkan oleh ketebalan pipa (schedule) yang
menjadi keunggulan dari pipa yang satu ini. Pipa CPVC disarankan
untuk instalasi air panas dan dingin karena sifatnya yang tahan
terhadap perubahan suhu.
e. Pipa PEX
PEX (Cross-linked Poyle Ethylene) adalah jenis pipa lainnya yang
bisa digunakan untuk instalasi air dingin dan panas serta hidrolik
karena sifatnya yang bisa menoleransi suhu dingin dan panas.
Harganya yang bersaing dan sistem penyambungan yang sederhana
membuat banyak orang memilih pipa yang satu ini daripada pipa
yang lain.
f. Pipa HDPE
Pipa HDPE (High Density Polyethylene) merupakan pipa dengan
material plastik non-toxic yang memiliki elastisitas tinggi. Selain itu,
pipa ini aman untuk mengalirkan air yang dibutuhkan untuk konsumsi
rumah tangga. Dengan karakternya yang elastis dan kuat, pipa yang
satu ini cocok digunakan di area dengan tanah yang tidak stabil,
curam, dan rawan bencana.
g. Pipa PP-R
Pipa dengan material polypropylene random ini diberkati dengan
karakter unik karena sifatnya yang bisa menyalurkan air dengan
tekanan dan suhu tinggi. Dengan warna hijau yang mencolok,
umumnya pipa ini digunakan untuk tujuan sanitasi di rumah.
Terlebih, pipa ini juga memiliki keunggulan lain meliputi tahan
gempa, lentur, berbobot ringan, dan proses instalasinya mudah.
Menyambungkan pipa
1. Socket secara lurus dengan
diameter sama
Membelokkan aliran
2. Elbow 0
dengan sudut 90 .
Berfungsi untuk
menambah sambungan
3. Tee atau membuat jalur
baru ke bagian
samping pipa
Menghubungkan pipa
6. Watermur
dengan drat
Menghubungkan pipa
Reducing
8. dengan ukuran yang
Socket
berbeda.
Merupakan sarana
yang diunakan untuk
11. Kran Air
mengeluarkan air dari
system instalasi.
Untuk mencatat
pemakaian air yang
12. Meteran Air
digunakan dalam
jangka waktu tertentu.
2.3.3 Saniter
Saniter ialah alat untuk keperluan manusia yang ada hubungannya dengan
kebutuhan air dan pembuangan sehingga manusia dapat terjamin kesehatannya.
Bahan yang banyak digunakan untuk saniter adalah keramik, besi dan baja yang
dilapisi email berbagai plastic, fiber glass dan stainless steal. Saniter seperti kloset,
bidet dan hand basin pada umumnya terbuat dari keramik. Selain keramik bahan lain
yang sering digunakan di Indonesia adalah teraso, bahan ini memiliki kekurangan
pada saat pembersihannya yang sulit.
Alat-alat saniter memiliki banyak macam erdasarkan kegunaan dan fungsinya.
Berikut adalah pengelompokan saniter :
a. Ablutionary Fixtures
Digunakan untuk menampung air kotor bekas mandi atau
memcuci anggota badan. Biasanya ditemukan di kantor-kantor,
industry, sekolah dan sebagainya berupa tempat cuci tangan,
shower dan bak mandi.
b. Waster Water Fixtures
Digunakan untuk menampung air kotor yang terdapat pada toko
cuci pakaian, hotel dan kantor seperti mesin cuci, bak cuci dan bak
minum.
c. Gresy Water Fixtures
Digunakan untuk menampung air limbah yang mengandung
lemak. Biasanya dipasang pada rumah makan, hotel, rumah sakit
dan sebagainya.
d. Soil Fixtures
Digunakan untuk melayani kotoran manusia berupa kloset, bidet,
petulasan, urinal dan lainnya.
Selain bahan penunjang untuk mencegah kebocoran pipa, ada bahan yang tak
kalah pentingnya kita butuhkan dalam hal bengkel perpipaan. Bahan ini digunakan
sebagai pelumas mesin yang berfungsi untuk merawat dan menjaga kondisi alat atau
mesin yang kita gunakan agar tidak aus. Selain untuk mencegah hal tersebut bahan
ini juga mampu mencegah timbulnya percikan api maupun asap yang keluar ketika
kita memotong, mengulir pipa dan sebagainya.
Dalam lingkup pekerjaan plumbing tentu banyak sekali resiko bahaya yang
mungkin pekerja dapat alami. Resiko-resiko ini bias saja menimpa tanpa kita sadari
sebelumnya, seperti resiko luka irisan dari bram atau sisi tajam dari alat-alat
plumbing, resiko kejatuhan pipa dari ketinggian, resiko kaki tertimpa pipa atau alat
seperti kunci pipa dan sebagainya, serta masih banyak lagi resiko-resiko lain yang
tidak diharapkan dari resiko yang kecil sampai yang berdampak fatal. Olehnya itu,
untuk mengurangi resiko tersebut seorang pekerja plumbing harus menggunakan
alat pelindung diri sesuai dengan standar bengkel plumbing.
Berikut adalah alat pelindung diri yang seorang pekerja pipa harus kenakan
yaitu :
Tabel 3. Alat pelindung diri
NO Gambar
Uraian Keterangan
.
Berfungsi sebagai
pelindung kepala dari
benda yang bisa mengenai
kepala secara langsung.
Helm proyek ini sangat
diperlukan apabila anda
Helm
1. kerja di proyek karena di
Safety
dproyek banyak sekali
benda-benda berjatuhan.
Tujuan dari safety helmet
adalah melindungi bagian
kepala apabila terkena
jatuhan material.
Tujuan penggunaan
seragam kerja untuk
melindungi hal-hal yang
berpengaruh terhadap
kesehatan badan tenaga
Baju kerja. Lingkungan proyek
6. Bengkel sangat tidak kondusif
sehingga kesehatan harus
benar-benar terjaga.
Seragam proyek juga bisa
ditujukan untuk
menunjukkan identitas
suatu kontraktor
4.1 KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Jenis-jenis sambungan pipa memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda-
beda. Dalam membuat instalasi pipa, peran sambungan ini akan sangat
penting, karena dengan alat sambungan instalasi pipa yang dibuat akan lebih
lancar dan bisa menyesuaikan kondisi atau bentuk yang ingin dibuat.
2. Alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan pipa dapat dikelompokkan ke
beberapa bagian, misalnya kelompok alat pemotong seperti pipa cutter dan
gergaji. Kemudian,bias juga dikelompokkan ke dalam peralatan manual dan
menggunakan mesin seperti treading machine. Kedua kelompok alat ini pada
dasarnya memiliski fungsi-fungsi yang sama dan memiliki kekurangan dan
kelebihan masing-masing.
3. Proses pemotongan, penguliran, dan pembersihan bram pada dasarnya
merupakan satu paket kerja yang saling berkesinambungan dalam
pembuatan instalasi pipa, sehingga apabila salah satu proses kerja tidak
dilaksanakan maka akan menghambat proses kerja berikutnya. Ketiga jenis
pekerjaan ini memiliki alat kerja utama yang berbeda.
.
4.2 SARAN
Agar praktikum dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan alat perlindungan
diri.
2. Sebaiknya alat yang digunakan lengkap dan masih dalam keadaan yang baik
dan utuh sesuai dengan fungsi atau kegunaanya.
3. Seluruh kegiatan dilakukan tepat waktu dan tanpa membuang waktu.
4. Menjaga keutuhan alat yang digunakan dan mengembalikannya dengan rapi.