Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang Studi : Keperawatan Dasar Profesi


Topik : Personal hygiene
Sasaran : Pasien Tn. Z
Tempat : Ruang Telukjambe
Hari/Tanggal : Pk. 09.40-10.10 WIB
Waktu : 1 x 30 menit
Penyuluh : Lukas Saputra
Materi : Terlampir

I. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, diharapkan pasien Tn. Z dapat memahami konsep
personal hygiene dengan benar.
2. Tujuan Instruksional Khusus:
Setelah dilakukan penyuluhan, pasien Tn. Z diharapkan dapat :
1) Mengetahui pengertian personal hygiene
2) Mengetahui tujuan personal hygiene
3) Mengetahui jenis-jenis personal hygiene
4) Mengetahui tindakan personal hygiene

II. Metode
Ceramah dan tanya jawab

III. Media
1. Leatflet

No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Respon peserta


1. Pembukaan  Mengucapkan salam.  Menj
3 menit  Memperkenalkan diri awab salam
 Menjelaskan tujuan dari  Mend
penyuluhan engarkan
 Kontrak waktu  Mend
 Menjelaskan peraturan engarkan
penyuluhan  Mend
engarkan
 Mend
engarkan

2. Pelaksanaan  Menjelaskan pengetian  Men


personal hygiene dengarkan
20 menit  Menjelaskan tujuan personal
hygiene  Mend
 Menjelaskan jenis personal engarkan
hygiene  Mend
 Menjelaskan tindakan- engarkan
tindakan personal hygiene  Mend
 Memberikan kesempatan engarkan
bertanya
 Menjawab pertanyaan  Mend
engarkan

 Berta
nya
 Mend
engarkan

3. Evaluasi  Menanyakan kepada peserta  Menj


tentang materi yang telah diberikan awab pertanyaan
5 menit  Mene
rima leaflet

4. Penutup  Mengucapkan terimakasih  Mend


2 menit  Mengucapkan salam penutup engarkan

 Menj
awab salam

VII . Evaluasi
1. Evaluasi struktur
- Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Ruang Telukjambe
- Kontrak waktu 30 menit
2. Evaluasi proses
- Pasien Tn. Z antusias terhadap materi penyuluhan
- Pasien Tn. Z terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan

3. Evaluasi hasil
- Pasien dapat menyebutkan pengertian personal hygiene dengan benar.
- Pasien dapat menyebutkan tujuan personal hygiene
- Pasien dapat menyebutkan jenis-jenis personal hygiene
- Pasien dapat menyebutkan tindakan-tindakan personal hygiene
Materi Penyuluhan

PERSONAL HYGIENE

A. Pengertian Personal Hygiene


 Hygiene adalah ilmu kesehatan.
 Hygiene perorangan adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan
mereka (Perry & Potter, 2006)
Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan emosional seseorang.
Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan
kesehatan.

B. Tujuan Personal Hygiene


1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene


1. Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena
adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2. Praktik social
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi
perubahan pola Personal Hygiene
3. Status sosial-ekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo,
alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya
4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan
kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.
6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya
seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan
untuk melakukannya.

D. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene


1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan
perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit,
gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada
kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa
nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan
gangguan interaksi sosial.

E. Jenis-Jenis Personal Hygiene


1. Mencuci tangan
2. Perawatan rambut
3. Perawatan kulit
4. Perawatan gigi
5. Perawatan kuku
6. Perawatan kaki
7. Perawatan mata
8. Perawatan telinga

F. Tindakan Yang Diperlukan


1. Cuci Tangan
Cuci tangan sangat penting ketika:
 Sebelum dan sesudah menggunakan toilet; sebelum atau sesudah melakukan aktivitas
tertentu.
 Sebelum, selama & sesudah menyiapakan makanan; sebelum beristirahat makan, minum,
& merokok.
 Ketika batuk, bersin/ meniup hidung, dan berada didekat seseorang yang sedang sakit
untuk mengontrol penyebaran kuman yang dapat menyebabkan pilek dan flu
 Ketika memasak/ membungkus makanan, mencegah makanan dari kerusakan dan
mengurangi kontaminasi. Ketika menangani makanan jangan menggaruk/ memegang
telinga, hidung, mulut, ataui luka terbuka.
 Cuci tangan setelah menggunakan sarung tangan atau tissue.
Cara mencuci tangan yang baik:
 Basahi tangan dibawah kran dan gunakan sabun batang/ sabun cair. Semua bagian tangan
harus terkena air, semua permukaan kulit termasuk jari tangan, kuku dan bagian belakang
telapak tangan digosok dengan busa sabun minimal 20 detik, bilas tangan dengan air
 Keringkan tangan dengan handuk bersih/ handuk disposable setelah mencuci. Handuk
ditempat cuci tangan harus dicuci dan diganti setiap hari
 Untuk beberapa aktivitas laian, hand sanitizer tidak dapat menggantikan pencucian
tangan. Mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, dengan menuangkan sejumlah
sanitizer ke telapak tangan, kemudian menggosok kedua tangan bersama hingga kering,
pastikan telah mencakup semua permukaan tangan.

2. Rambut
 Cuci rambut minimal dua kali seminggu menggunakan sampo ringan, bilas dengan air
bersih.
 Keringkan rambut setelah dicuci.
 Sisirlah rambut 3 hingga 4 kali sehari dengan sikat rambut berbulu lembut atau sisir bergigi
jarang.
 Cuci sikat rambut atau sisir setiap kali anda mencuci rambut.
 Minyaki kulit kepala, sekali seminggu, atau sejam sebelum mencuci rambut

3. Kulit
 Mandi satu atau dua kali sehari direkomendasikan untuk egara tropis seperti Indonesia.
 Orang yang aktif berolahraga/ bekerja diluar hingga berkeringat disarankan untuk mandi
setelah aktivitas.
 Gunakan sabun ringan secukupnya, spon mandi dapat digunakan untuk menggosok, atau
gunakan penggosok punggung atau penggosok tumit jika tersedia.
 Bagian genital dan dubur harus dibersihkan karena pengeluaran alami pada area ini, jika
dalam kondisi tidak higienis, dapat menyebabkan iritas dan infeksi.
 Bilas dengan bersih setelah memakai sabun.
 Keringkan badan dengan handuk bersih.
 Hindari berbagi sabun dan handuk dengan rekan kerja.
 Ganti dengan baju dalam yang bersih setelah mandi
4. Gigi
 Sikat gigi minimal dua kali sehari/sehabis makan lalu bilas.
 Menyikat gigi sebelum tidur penting.
 Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan yang tersangkut
diantara dan didalam celah antara gigi rata dibelakang, gigi geraham dan gigi geraham
bungsu.
 Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk gigi bawah.
 Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam gigi.
 Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke bentuk semula.
 Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.
 Tidak ada pasta gigi yang sempurna. Gunaka pasta gigi yang tidak mengandung bahan
pengasah atau antiseptic yang kuat.

5. Kuku
 Memanjangkan kuku hanya jika anda menjamin kebersihan kuku. Kuku pendek mengurangi
masalah.
 Jangan memotong kuku terlalu dekat dengan ujung kulit. Badan sehat mempunyai kuku
sehat. Kuku rapuh/tak berwarna merah mengindikasika kondis kurang sehat atau adanya
penyakit.
 Mengecat kuku terus menerus dapat menyebabkan keratin atau kuku robek.
 Jika memungkinkan, manjakan kuku anda tiap tiga minggu sekali dengan manicure (rendam
tangan di air hangat selama 10 menit, pijat tangan, kemudian bersihkan dan bentuk kuku
anda).

6. Kaki
 Gosok kaki dengan spon, batu kambang atau penggosok kaki yang tidak terbuat dari bahan
pengamplas ketika mandi.
 Keringkan jari kaki sehabis mandi.
 Biarkan kuku kaki tetap pendek.
 Untuk personel yang sering memakai sepatu terus menerus perlu mengeluarkan sesekali, ini
akan memberikan udara pada kaus kaki dan mengurangi bau. Gunakan kaus kaki katun.
Gunakan kaus kaki bersih setiap hari. Gunakan bedak sebelum menggunakan kaus kaki.
 Banyak orang memiliki kaki yang mudah berkeringat, dan kaus kaki serta sepatu menjadi
cukup berbau. Jika memungkinkan, jangan menggunakan sepatu yang sama setiap hari.
Paling tidak, anda memilki sepasang sepatu dan gunakan sebagai alternated.
 Lakukan pedicure untuk kaki anda tiga minggu sekali.
 Penting untuk memastikan anda menggunakan sepatu/ alas kaki yang nyaman. Untuk anda
yang bertelanjang kaki didalam ruangan, keset pintu harus dibersihkan atau diganti secara
berkala.
 Perawatan kaki yang lebih diperlukan untuk penderita diabetes

7. Perawatan mata, telinga dan hidung


Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga dan hidung secara normal tidak
ada perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus dibersihkan air
mata, dan kelopak mata, dan bulu mata mencegah partikel asing. Seseorang hanya memerlukan
untuk memindahkan sekresi kering yang terkumpul kepada kantus sebelah, dalam bulu mata
hygiene telinga mempunyai implikasi ketajaman pendengaran sebasea lilin atau benda asing
berkumpul pada kanal telinga luar yang mengganggu konduksi suara. Khususnya pada lansia
rentan masalah. Hidung memberikan temperatur dan kelembaban udara yang pernafasan dihirup
serta mencegah masuknya partikel asing ke dalam sistem kumulasi sekresi yang mengeras di
dalam nares dapat merusak sensasi olfaktori dan pernafasan (Potter dan Perry, 2005).
DAFTAR PUSTAKA

Potter, Patricia A., (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik,
Vol.1, Edisi 4. Jakarta: EGC. Hal: 814-910.

Wartonah, Tarwoto, (2006). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:Salemba
Medika

_________, (2010). Kebersihan Perorangan. http://www.webhealthcentre.com diakses pada tanggal


6 Agustus 2010, Pk. 12.00 WIB.

Anda mungkin juga menyukai