Plagiarism Checker X Originality Report
Similarity Found: 39%
Date: Selasa, Agustus 10, 2021
Statistics: 2519 words Plagiarized / 6464 Total words
Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement.
-------------------------------------------------------------------------------------------
PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI TERHADAP PENURUNAN
TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA BEDAH DI RSUD. LABUANG BAJI MAKASSAR
Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan Dalam Program Studi Ilmu
Keperawatan Pada Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika Makassar OLEH: INANSEN
ALFREDO SERANG 119211728 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI
ILMU KEPERAWATAN FAMIKA MAKASSAR 2021
SURAT PERNYATAAN Saya bersumpah bahwa proposal penelitian ini adalah hasil karya
sendiri dan belum pernah dibuat dan dikumpulkan oleh orang lain untuk memperoleh
gelar dari berbagai jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi manapun. Sungguminasa,
Maret 2021 Yang menyatakan,
INANSEN ALFREDO SERANG NIM : 119211728 HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL
PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN
PASCA BEDAH DI RSUD.
LABUANG BAJI MAKASSAR Disusun dan diajukan oleh : INANSEN A SERANG 119211728
Dinyatakan telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diajukan dalam seminar
Proposal. Sungguminasa, Maret 2021 Disetujui oleh: PEMBIMBING I PEMBIMBING II Dr.
Ns. YUDIT PATIKU ,S.Si, S.Kep,M.Kes Ns .Robertus Masyhuri, S.Kep.,M.Kep NIDN:
0916096903 NIDN: 0921058306
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH TEKNIK DISTRAKSI
TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA BEDAH DI RSUD.
LABUANG BAJI MAKASSAR Disusun dan diajukan oleh : INANSEN ALFREDO SERANG
119211728 Telah dipertahankan dihadapan Tim Penguji dalam seminar Proposal Pada
Hari : Tanggal : Maret 2021 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk seminar
Proposal Tim Pembimbing : Dr. Ns. Yudit Patiku ,S.Si, S.Kep,M.Kes ( ) Ns .Robertus
Masyhuri, S.Kep.,M.Kep ( ) Tim Penguji : Ns. Muhammad Syahrul Alam S.Kep M. Kes ( )
Ns . Wiwiek Hidayati Jaya S.Kep M. Kes ( ) Mengetahui KETUA STIK FAMIKA KETUA
PRODI S1 Dr. Ns.
YUDIT PATIKU ,S.Si, S.Kep,M.Kes Ns. Ambo Anto,S.Kep,M.MKep NIDN: 0916096903
NIDN: 0913029103
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat TUHAN yang Maha Esa
Yesus Kristus sang Juruselamat yang oleh karena cinta dan kasih sayang Nya, melalui
tuntunan Kuasa Roh Kudus yang memberi hikmat, pengertian, dan pengetahuan serta
kemampuan bagi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan
baik, dan dengan penuh suka cita dan damai sejatrah penulis dapat melewati setiap
proses dalam penyusunan proposal ini.
Proposal dengan judul “Pengaruh Teknik Distraksi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri
Pada Pasien Pasca Bedah Di RSUD. LABUANG BAJI MAKASSAR” dibuat untuk memenuhi
syarat dalam melakukan penelitian guna menyelesaikan studi pada program studi S-1
Keperawatan pada Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan STIK Famika Makassar. Penulis
menyadari bahwa penulisan proposal ini dapat selesai karena adanya bantuan dan
kerjasama dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih tak
terhingga buat keluarga dan kedua orang tua saya tersayang yang tiada henti-hentinya
berusaha dan berjuang untuk mencukupi segala kebutuhan material, dan selalu
memberikan kasih sayang, serta Doa. Ucapan terimakasih dan penghormatan yang
sebesar-besarnya kepada :
DR. Oichida selaku KetuaYayasan Fani Mitra Karya Makassar. Ibu Dr. Ns. Yudit Patiku,
S.Si, S.Kep, M.Kes selaku Ketua STIK FAMIKA Makassar beserta seluruh stafnya. Bapak
Ns.Ambo Anto S.Kep., M.Mkep., selaku Ketua Program Studi S-1 Keperawatan STIK
FAMIKA Makassar. Bapak Dr. Ns. Yudit Patiku, S.Si, S.Kep, M.Kes. Selaku pembimbing I
dan Bapak Ns. Robertus Masyhuri, S.Kep.,M.Kep.
selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan sumbangan fikiran
dalam memberikan arahan kepada penulis. Bapak Ns. Muhammad Syahrul Alam S.Kep
M .Kes. selaku penguji I dan Ibu Ns. Wiwiek Hidayati Jaya S.Kep M. Kes selaku penguji II
yang telah meluangkan waktunya demi kesempurnaan proposal ini. Seluruh dosen dan
staf di lingkungan STIK Famika Makassar yang telah membantu dalam proses
penyelesaian proposal. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu,
atas bantuan moral maupun material dalam penulisan proposal ini. Rekan seangkatan
2017 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Terimakasih telah menjadi teman seperjuangan dan terus semangat kawan. Dalam
penulisan proposal ini penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis menerima kritikan dan
saran yang konstruktif demi sempurnanya proposal ini. Akhirnya penulis mengucapkan
terima kasih atas segala
kebaikan dan bantuan yang diberikan semoga mendapat balasan yang setimpal dari
Tuhan Yang Maha Esa. . Sungguminasa, Maret 2021 Penulis INANSEN ALFREDO
SERANG 119211728
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….i
SURAT PERNYATAAN…………………………………………………………ii HALAMAN PERSETUJUAN iii
HALAMAN PENGESAHAN iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI viii DAFTAR LAMPIRAN x
BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 5 C. Tujuan Penelitian
5 D. Manfaat Penelitian 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 8 A. Tinjauan Umum Tentang
Teknik Distraksi 8 B. Tinjauan Umum Tentang Tingkat Nyeri 13 C. Tinjauan Umum
Tentang Pasca Bedah……………………………17 BAB III 26 KERANGKA KERJA PENELITIAN 26
A. Kerangka Konsep 26 B. Variabel Penelitian dan Devenisi Operasional 27 C. Hipotesis
Penelitian 28 BAB IV 30 METODE PENELITIAN 30 A. Desain Penelitian 30 B. Populasi Dan
Sampel 30 C. Pengumpulan Data Dan Analisa Data 31 D.
Etika Penelitian 35 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Jadwal Penelitian Lampiran 2 : Lembar Penjelasan
Penelitian Lampiran 3 : Lembar Persetujuan Responden Lampiran 4 : Instrumen
Penelitian
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pasca operasi mengacu pada pasien dengan
penyakit dan pasien dengan masalah pada masing-masing organ.Operasi medis harus
dilakukan untuk mencapai hasil yang baik, sehingga operasi biasanya akan dilanjutkan
sampai pasien benar-benar pulih. Ada banyak alasan mengapa pasien harus menjalani
operasi. Setiap jenis operasi, baik rumit atau tidak, memiliki risikonya sendiri.
Oleh karena itu, pasien biasanya merasakan sakit setelah operasi, yang membuat pasien
merasa cemas, gelisah dan tidak nyaman Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), diperkirakan ada 230 juta operasi besar di seluruh dunia setiap tahun, dan 1 dari
25 orang menjalani operasi besar. Sebuah studi dari 56 negara di 192 negara anggota
WHO memperkirakan bahwa 234,2 juta operasi bedah yang dilakukan setiap tahun
cenderung menyebabkan nyeri pasca operasi (WHO, 2017). Berdasarkan data yang
diperoleh dari World Health Organization (WHO) dalam Tita (2017), jumlah pasien
dengan tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan dari
tahun ke tahun.
Pada tahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit dunia, sedangkan pada
tahun 2012 data mengalami peningkatan sebesar 148 juta jiwa. Di Indonesia, tindakan
operasi pada tahun 2012 mencapai 1,2 juta jiwa. Tindakan operasi menempati urutan ke
- 11 dari 50 pertama penanganan pola penyakit di rumah sakit se-Indonesia yang di
perkirakan 32% diantaranya merupakan tindakan bedah laparatomi (Kemenkes RI, 2013
dalam Tita 2017). Menurut data kasus nyeri pasca operasi di Indonesia belum ada
datanya, namun menurut penelitian yang dilakukan oleh Sommer (2017) di 10 rumah
sakit di Indonesia, prevalensi nyeri pasca operasi sedang hingga berat sebesar 41%.
Pasien pada hari ke 0 (30%), pasien pada hari 1 (19%), pasien pada hari ke 2 (16%),
pasien pada hari ke 3 (14%) dan pasien pada hari ke 4 (21%)). Hal ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan oleh Sandika, yang menunjukkan bahwa 50% pasien pasca
operasi akan mengalami nyeri hebat, dan 10% pasien akan mengalami nyeri sedang
hingga berat. (Kartu Sandy 2015). Hasil survey awal di BLU RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou
Manado, didapatkan informasi bahwa pada bulan April 2014 terdapat 50 pasien pasca
operasi.
Umumnya perawat tidak melakukan teknik relaksasi dan teknik distraksi pada pasien
yang mengalami nyeri khususnya pasien post operasi karena perawat hanya
melaksanakan instruksi dokter berupa pemberian analgetik. (Stania F. Y. Rampengan
2014). Berdasarkan data Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ruang Bedah RSUD
Dr. M. Zein Painan didapatkan jumlah pasien yang dilakukan tindakan pembedahan
pada tahun 2016 sebanyak 200 tindakan, pada tahun 2017 meningkat menjadi 223
tindakan dan pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai dengan bulan September
sudah tercatat sebanyak 300 tindakan pembedahan. (Ibrahim 2020).
Teknik distraksi relaksasi nafas dalam dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeri
melalui mekanisme relaksasi otot rangka yang spasme akibat peningkatan
prostaglandin, yang menyebabkan vasodilatasi dan meningkatkan aliran darah ke
daerah spasme dan iskemik. Teori lain adalah teknik relaksasi napas dalam mengurangi
rasa sakit karena ketika seseorang menarik napas dalam-dalam dan rileks untuk
mengendalikan rasa sakit yang dirasakan, tubuh meningkatkan stimulan komponen
parasimpatis, yang menyebabkan penurunan hormon kortisol dan adrenalin sehingga
memengaruhi tingkat stres. tingkat. Seseorang dapat meningkatkan konsentrasi dan
membuat klien merasa tenang untuk mengatur ritme pernapasan agar tetap teratur
(Smeltzer & Bare, 2012).
Perlakuan teknik distraksi relaksasi terhadap penurunan intensitas nyeri di RS PKU
Muhammadiyah Gombong.Dengan distraksi relaksasi dapat menurunkan intensitas nyeri
pada pasien post operasi. Selain itu hasil penelitian serupa yang dilakukan menunjukkan
bahwa teknik relaksasi dan teknik distraksi terbukti efektif dalam menurunkan intensitas
nyeri pada pasien post di Irina atas RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (nilai p=0,001<
a 0,05). Didukung penelitian Syamsiah, (2015) menunjukkan terdapat pengaruh tehnik
relaksasi autogenik yang signifikan terhadap nyeri akut pada pasien dengan abdominal
pain di IGD RSUD Karawang. Hasil analisa diperoleh (Pv=0,000) < a (0,005). (Rampengan,
2014).
Dari hasil studi pengetahuan dan uraian dalam latar belakang, hasil yang didapatkan
oleh peneliti dari RSUD Labuang Baji Makassar dengan masalah tingkat nyeri yang
dilalami oleh pasien pasca bedah adalah sebanyak 240 populasi pasien pasca bedah,
maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian “Pengaruh Edukasi Teknik Distraksi
Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Di RSUD. LABUANG BAJI
MAKASSAR . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang Di atas maka rumusan
masalah penelitian ini adalah ”Apakah ada Pengaruh Edukasi Teknik Distraksi Terhadap
Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Di RSUD.
LABUANG BAJI MAKASSAR”? Tujuan Penelitian Tujuan umum Untuk mengetahui
Pengaruh Edukasi Teknik Distraksi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca
Bedah Di RSUD. LABUANG BAJI MAKASSAR. Tujuan Khusus. Untuk menilai penurunan
tingkat nyeri pada pasien pasca bedah sebelum diberikan edukasi teknik distraksi di
RSUD. LABUANG BAJI MAKASSAR. Untuk menilai penurunan tingkat nyeri pada pasien
pasca bedah setelah diberikan edukasi teknik distraksi di RSUD. LABUANG BAJI
MAKASSAR. Untuk menilai penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca bedah sebelum
dan setelah diberikan edukasi teknik distraksi di RSUD.
LABUANG BAJI MAKASSA Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis hasil penelitian ini
diharapakan dapat bermanfaat dalam ilmu keperawatan medical bedah dalam
mengedukasi teknik distrkasi untuk penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca bedah
Manfaat Praktis Manfaat Bagi Peneliti hasil penelitian ini dapat menjadi pengalaman
yang berharga bagi peneliti khususnya dalam peningkatan wawasan dalam bidang
penelitian serta menambah pengetahuan tentang hal-hal yang menyangkut penurunan
tingkat nyeri Manfaat Bagi Responden diharapkan mampu mengetahui dan menambah
pengetahuan terhadap penurunan tingkat nyeri Manfaat Bagi Instansi dapat digunakan
sebagai acuan serta masukan bagi RS untuk meningkatkan dan mengetahui tentang
penurunan tingkat nyeri.
Manfaat Bagi Institusi penelitian ini dapat memberikan informasi dalam ilmu bidang
keperawatan medical bedah dengan menambah kepustakaan di bidang ilmu
keperawatan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Umum Tentang Teknik Distraksi Pengertian Teknik
distraksi Menurut Dipiro menyatakan bahwa distraksi adalah salah satu cara
menghilangkan nyeri. Definisi distraksi disini adalah memusatkan perhatian menjauhi
situasi yang tidak diinginkan dengan tujuan mengalihkan perhatian untuk mengurangi
rasa tidak nyaman terhadap suatu objek terutama dilakukan pada pasien yang
mengalami kecemasan atau nyeri.
(Tsamsuri, dan Rusman, 2012). Distraksi mampu mengalihkan perhatian klien kepada hal
lain sehingga dapat menurunkan kewaspadaan terhadap hal yang membuatnya tidak
nyaman, bahkan meningkatkan toleransi terhadap ketidak nyamanan tersebut. Salah
satu jenis distraksi yaitu distraksi audio visual yang merupakan kombinasi antara
distraksi pendengaran (audio) dan distraksi visual. Bentuk distraksi ini dengan cara
menampilkan tayangan favorit berupa gamba-gambar bergerak dan bersuara ataupun
animasi dengan harapan pasien asyik terhadap tontonannya sehingga mengabaikan
rasa tidak nyaman dan menunjukkan respon penerimaan yang baik (Tsamsuri, 2007,
dalam Rusman, 2012). Tehnik distraksi adalah pengalihan dari fokus perhatian terhadap
nyeri ke stimulus yang lain. Tehnik distraksi dapat mengatasi nyeri berdasarkan teori
bahwa aktivasi retikuler menghambat stimulus nyeri.
jika seseorang menerima input sensori yang berlebihan dapat menyebabkan
terhambatnya impuls nyeri ke otak (nyeri berkurang atau tidak dirasakan oleh klien).
(Tamsuri, 2007 dalam Rusman, 2012). Stimulus yang menyenangkan dari luar juga dapat
merangsang sekresi endorfin, sehingga stimulus nyeri yang dirasakan oleh klien menjadi
berkurang. Peredaan nyeri secara umum berhubungan langsung dengan partisipasi aktif
individu, banyaknya modalitas sensori yang digunakan dan minat individu dalam
stimulasi, oleh karena itu, stimulasi penglihatan, pendengaran dan sentuhan mungkin
akan lebih efektif dalam menurunkan nyeri dibanding stimulasi satu indera saja
(Tamsuri, 2007, Dan Rusman 2012).
Distraksi merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan
perhatian pasien pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap nyeri yang
dialami. Misalnya seorang pasien sehabis operasi mungkin tidak merasakan nyeri
sewaktu melihat pertandingan sepakbola di televisi. Cara bagaimana distraksi dapat
mengurangi nyeri dapat dijelaskan dengan teori “Gate Control”.Pada spina cord, sel-sel
reseptor yang menerima stimuli nyeri peripheral dihambat oleh stimuli dari
serabut-serabut saraf yang lain.
(Farida Rahayu Puspitasari 2012) Karena pesan-pesan nyeri menjadi lebih lambat
daripada pesan-pesan nyeri menjadi lebih lambat daripada pesan-pesan diversional
maka pintu spinal cord yang mengontrol jumlah input ke otak menutup dan pasien
merasa nyerinya berkurang (Cummings 1981: 62). Beberapa teknik distraksi antara lain:
bernafas secara pelan-pelan, massage sambil bernafas pelan-pelan, mendengar lagu
sambil menepuk-nepukkan jari-jari atau kaki, atau membayangkan hal-hal yang indah
sambil menutup mata. (Farida Rahayu Puspitasari 2012) Jenis Tehnik Distraksi antara lain
: Distraksi visual Melihat pertandingan, menonton televisi, membaca koran, melihat
pemandangan dan gambar termasuk distraksi visual.
Distraksi pendengaran Diantaranya mendengarkan musik yang disukai atau suara
burung serta gemercik air, individu dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan
musik tenang seperti musik klasik, dan diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama
lagu. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama lagu seperti
bergoyang, mengetukkan jari atau kaki. (Tamsuri, 2007, Rusman, 2012). Musik klasik
salah satunya adalah musik Mozart. Dari sekian banyak karya musik klasik, sebetulnya
ciptaan milik Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) yang paling dianjurkan. Beberapa
penelitian sudah membuktikan, Mengurangi tingkat ketegangan emosi atau nyeri fisik.
Penelitian itu di antaranya dilakukan oleh Dr. Alfred Tomatis dan Don Campbell. Mereka
mengistilahkan sebagai “Efek Mozart”. (Tamsuri, 2007, Rusman, 2012). Distraksi
pernafasan Bernafas ritmik, anjurkan klien untuk memandang fokus pada satu objek
atau memejamkan mata dan melakukan inhalasi perlahan melalui hidung dengan
hitungan satu sampai empat dan kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara
perlahan dengan menghitung satu sampai empat (dalam hati). Anjurkan klien untuk
berkosentrasi pada sensasi pernafasan dan terhadap gambar yang memberi
ketenangan, lanjutkan tehnik ini hingga terbentuk pola pernafasan ritmik.
Bernafas ritmik dan massase, instruksi kan klien untuk melakukan pernafasan ritmik dan
pada saat yang bersamaan lakukan massase pada bagaian tubuh yang mengalami nyeri
dengan melakukan pijatan atau gerakan memutar di area nyeri. Distraksi intelektual
Antara lain dengan mengisi teka-teki silang, bermain kartu, melakukan kegemaran (di
tempat tidur) seperti mengumpulkan perangko, menulis cerita. Tehnik pernafasan
Seperti bermain, menyanyi, menggambar atau sembayang Imajinasi terbimbing Adalah
kegiatan klien membuat suatu bayangan yang menyenangkan dan mengonsentrasikan
diri pada bayangan tersebut serta berangsur-angsur membebaskan diri dari dari
perhatian terhadap nyeri Penelitian Arif tentang efektivitas terapi musik Mozart
terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post operasi fraktur menunjukkan bahwa
pemberian terapi musik Mozart efektif.
Diketahui bahwa 70% pasien mengalami penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan
terapi musik Mozart. Djamal (2015) juga meneliti tentang pengaruh musik terhadap
pasien fraktur yang dirawat inap. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan
terhadap skala nyeri pasien. Dari hal itu membuktikan bahwa musik berpengaruh
terhadap nyeri pasien yang dirawat. Musik merupakan salah satu media yang berbentuk
audio. (Arif 2018). Tinjauan Umum Tentang Tingkat Nyeri Pengertian Tingkat Nyeri Nyeri
adalah pengalaman sensori nyeri dan emosional yang tidak menyenangkan yang
berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual dan potensial yang tidak menyenagkan
yang terlokalisasi pada suatu bagian tubuh ataupun sering disebut dengan istilah
distruktif dimana jaringan rasanya seperti di tusuk-tusuk, panas terbakar, melilit, seperti
emosi, perasaan takut dan mual.
Distraksi merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan
perhatian pasien pada hal - hal lain, sehingga pasien akan lupa terhadap nyeri yang
dialami (Judha, 2012). Nyeri merupakan pengalaman sensasi dan emosi yang tidak
menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang bersifat aktual maupun potensial.
Pengalaman nyeri merupakan gabungan dari fisiologis serta psikologis dan bukan
merupakan kerusakan jaringan menetap (Fischa, A, 2015). Metode pereda nyeri non
farmakologis biasanya mempunyai resiko yang sangat rendah.
Tindakan tersebut diperlukan untuk mempersingkat episode nyeri yang berlangsung
hanya beberapa detik atau menit. Tindakan non farmakologis dapat dilakukan dengan
menggunakan teknik relaksasi dan distraksi. Teknik relaksasi dapat digunakan saat
individu dalam kondisi sehat atau sakit dan merupakan upaya pencegahan untuk
membantu tubuh segar kembali dengan meminimalkan rasa nyeri (Potter & Perry,
2015). Nyeri pembedahan berlangsung selama 24 sampai 48 jam, namun bisa juga
berlangsung lebih lama, tergantung dari pemahaman nyeri yang dimiliki pasien serta
respon terhadap nyeri.
Nyeri dapat menganggu proses penyembuhan dan menghambat aktivitas (Fischa, A,
2015). Nyeri yang tidak ditangani dapat menjadi stresor yang menimbulkan ketegangan.
Respons lain meliputi perubahan keadaan umum, ekspresi wajah, nadi, pernapasan,
suhu, sikap badan, dan apabila nyeri berada pada derajat berat dapat menyebabkan
kolaps kardiovaskuler dan syok (Potter & Perry, 2012). Selain itu, nyeri yang tidak
ditangani dapat mengganggu kesehatan mental dan menurunnya kualitas hidup pasien
secara signifikan sehingga menambah hari rawat di rumah sakit.
Hal ini berdampak juga terhadap pelayanan di rumah sakit sehingga Pentingnya
dilakukan penanganan nyeri agar terhindar dari masalah tersebut. (Suseno, 2017). Nyeri
adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari
kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Nyeri sangat mengganggu dan
menyulitkan banyak orang dibanding suatu penyakit manapun (Smeltzer, 2010 dalam
Nurhayati, 2015). Nyeri merupakan suatu pengalaman yang tidak nyaman baik secara
sensori maupun emosional yang dapat ditandai dengan kerusakan jaringan ataupun
tidak (Association For The Study Of Pain Dalam Syamsiah, 2015).
Skala nyeri adalah tingkatan rasa nyeri dari tidak sakit sampai sangat sakit yang terbagi
menjadi beberapa angka, umumnya 0-10. Saat menggunakan skala nyeri, pasien akan
diminta untuk menilai rasa sakit yang dirasakan menggunakan angka. Hasil dari
pengukuran skala nyeri akan sangat membantu dalam menentukan diagnosis
dan rencana perawatan yang paling efektif untuk pasien. ada skala nyeri yang dapat
diukur menggunakan gambar hingga warna, seperti berikut ini. Skala nyeri jenis ini
adalah yang paling sering digunakan.
Saat mengukur rasa nyeri, pasien akan diminta untuk memilih angka dari 0-10, dengan
penjabaran sebagai berikut: Angka 0 artinya tidak nyeri Angka 1-3 nyeri ringan Angka
4-6 nyeri sedang Angka 7-9 nyeri berat Angka 10 nyeri sangat berat/hebat Tinjauan
Umum Tentang Pasca Bedah Pengertian Pembedahan atau operasi adalah tindak
pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan
bagian tubuh yang akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan
dengan membuka sayatan.Setelah bagian yang ditangani ditampilkan, dilakukan tindak
perbaikan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka (Sjamsuhidajat & Jong
dalam Siregar, 2014). Intensitas dan durasi nyeri pada paska operasi bervariasi sesuai
dengan tingkat kerusakan jaringan.
Penggunaa analgesik yang tidak tepat dapat memicu komplikasi pada proses
penyembuhan, fungsi imun, dan disfungsi autonom. Nyeri pasca bedah fraktur jika tidak
diatasi dengan baik juga bisa memicu nyeri kronis yang sangat sulit ditangani. Hal lain
menyebabkan meningkatnya penderitaan pasien, risiko komplikasi pasca operasi, lama
rawat inap di rumah sakit, dan membengkaknya biaya penyembuhan pasien. (Susi
Handayani 2019) Pasca pembedahan pasien merasakan nyeri hebat dan mempunyai
pengalaman yang kurang menyenangkan akibat pengelolaan nyeri yang tidak adekuat.
Dampak dari nyeri ini biasanya mengganggu pola tidur, aktifitas dan nafsu makan.
Setelah diberi analgetik ternyata sebanyak 76 % pasien masih terus mengalami nyeri
berat hingga sedang, oleh karena itu perlu diperhatiakan pemberian analgetik yang
tepat untuk meminimalkan rasa sakit pada pasien fraktur. (Helmi Arifin 2019) Penilaian
nyeri merupakan landasan penggunaan yang tepat dari analgesik dan manajemen rasa
sakit. Dengan menggunakan pedoman tangga analgesic World Health Organization,
untuk menentukan intervensi nyeri yang sesuai pada pasien. Oleh karena itu penelitian
ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan analgetik meliputi jenis, dosis, penurunan
derajad nyeri serta efek samping yang ditimbulkan di ruang Trauma Center bedah RSUP
M. Djamil Padang.
(Menkher Manjas 2019) Pembedahan dapat digolongkan menjadi beberapa golongan
sesuai dengan kriteria pembedahannya. Menurut Fawuz (2014), Beberapa jenis-jenis
pembedahan berdasarkan lokasi, ialah: a) pembedahan toraks, b) bedah neurologi, c)
bedah orthopedi, d) bedah kepala, e) bedah saluran cerna Digestif atau saluran
pencernaan adalah saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya
untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan dengan enzim dan zat cair
yang terbentang mulai dari mulut sampai anus (Asmara Wipa, 2010).
Pembedahan digestif berarti melakukan pembukaan atau sayatan pada saluran cerna.
Menurut Jevuska (2013), Bedah digestif adalah sub-bagian dari cabang ilmu bedah
kedokteran yang dikhususkan untuk penanggulangan gangguan kesehatan yang terjadi
pada bagian pencernaan tubuh manusia. Pulih sadar merupakan bangun dari efek obat
anastesi setelah proses pembedahan dilakukan.
Lamanya waktu yang dihabiskan pasien di recovery room tergantung pada berbagai
faktor termasuk durasi dan jenis pembedahan, teknik anastesi, jenis obat dan dosis yang
diberikan dan kondisi umum pasien (Hanifa, 2017). Perawatan pascaoperatif dilakukan
dalam dua tahap, yaitu periode pemulihan segera dan pemulihan berkelanjutan setelah
fase pascaoperatif. Untuk pasien yang menjalani bedah sehari, pemulihan normalnya
terjadi hanya dalam satu sampai dua jam, dan penyembuhan dilakukan di rumah.
Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit, pemulihan terjadi selama beberapa jam dan
penyembuhan berlangsung selama satu hari atau lebih, tergantung pada luasnya
pembedahan dan respon pasien (Potter dan Perry dalam Kusumayanti, 2014).
Kusumayanti (2014) mengatakan, penyembuhan merupakan suatu sifat dari
jaringan-jaringan yang hidup. Hal ini juga diartikan sebagai pembentukan kembali atau
pembaharuan dari jaringan-jaringan tersebut. Dalam Potter dan Perry dalam
Kusumayanti (2014) disebutkan bahwa penyembuhan dapat dibagi dalam tiga fase: Fase
Peradangan (Inflamasi).
Fase peradangan atau inflamasi merupakan reaksi tubuh terhadap luka yang dimulai
setelah beberapa menit dan berlangsung selama sekitar tiga hari setelah cedera. Ada
dua proses utama yang terjadi selama fase peradangan ini, yaitu hemostatis
(mengontrol perdarahan) dan epitelialisasi (membentuk selsel epitel pada tempat
cedera). Respon terhadap peradangan ini sangat penting terhadap proses
penyembuhan. Terlalu sedikit inflamasi yang terjadi akan menyebabkan fase inflamasi
berlangsung lama dan proses perbaikan menjadi lama.
Terlalu banyak inflamasi juga dapat memperpanjang masa penyembuhan karena sel
yang tiba pada luka akan bersaing untuk mendapatkan nutrisi yang memadai. Fase
Regenerasi (Proliferasi). Fase proliferatif (tahapan pertumbuhan sel), fase kedua dalam
proses penyembuhan, memerlukan waktu tiga sampai 24 hari. Fase regenerasi
merupakan fase pengisian luka dengan jaringan granulasi yang baru dan menutup
bagian atas luka dengan epitelisasi. Bare & Smeltzer (2002) mengatakan setelah 2
minggu, luka hanya memiliki 3-5% dari kekuatan aslinya. Kekuatan luka hanya akan
dicapai maksimal 70-80% dari kekuatan kulit aslinya.
Proses penyembuhan luka ini akan sangat dibantu dengan asupan vitamin, terutama
vitamin C. Vitamin C digunakan untuk sintesis kolagen. Fase Remodeling (Maturasi).
Maturasi merupakan tahap terakhir proses penyembuhan luka, dapat memerlukan
waktu lebih dari satu tahun, bergantung pada kedalaman dan luas luka. Jaringan parut
kolagen terus melakukan reorganisasi dan akan menguat setelah beberapa bulan.
Namun, luka yang telah sembuh biasanya tidak memiliki daya elastisitas yang sama
dengan jaringan yang digantikannya.
Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Lama Hari Rawat Paisen Pasca Bedah Dengan
penanganan dini untuk meningkatkan status kesehatan fungsional pasien akan
mempercepat penyembuhan pasien dan hal ini juga akan mengakibatkan lama hari
rawat pasien dapat dipersingkat. Kusumayanti (2014) mengemukakan pendapatanya
tentang, factor-faktor yang mempengaruhi lama hari rawat, beberapa faktor tersebut,
yaitu: Kondisi luka pasca operasi : Kondisi luka yang melewati fase inflamasi dan
memasuki tahap proliferasi merupakan indikator proses penyembuhan luka yang akan
mempercepat lama perawatan di rumah sakit. Usia : Semakin tua atau semakin
meningkatnya usia, dihubungkan dengan lambatnya pemulihan dan menurunnya
kemampuan penyembuhan jaringan.
Menurut Butler dalam Kusumayanti (2014), usia tua akan berhubungan dengan
perubahan pada penyembuhan luka yang berkaitan dengan penurunan respon
inflamasi, angiogenesis yang tertunda, penurunan sintesis dan degradasi kolagen serta
penurunan kecepatan epitelisasi. Mobilisasi dini : Dengan bergerak, hal ini akan
mencegah kekakuan otot dan sendi sehingga mengurangi nyeri, menjamin kelancaran
peredaran darah, memperbaiki metabolisme, mengembalikan kerja fisiologis
organ-organ vital yang pada akhirnya akan mempercepat proses penyembuhan luka.
Status gizi pre-operasi : Kondisi malnutrisi dan obesitas atau kegemukan lebih berisiko
terhadap pembedahan dibandingkan dengan orang yang mempunyai gizi baik,
terutama pada fase penyembuhan.
Pada pasien dengan keadaan malnutrisi, pasien tersebut mengalami defisiensi nutrisi
yang sangat diperlukan pada proses penyembuhan luka. Pengobatan : Menurut Efendi
dan Ferry dalam Kusumayanti (2014) yang dijabarkan dalam penelitian yang dilakukan
oleh Nursiah (2010), bahwa pengobatan dengan terapi antibiotik pasca operasi
laparatomi dapat diindikasikan untuk pembedahan dengan risiko tinggi, pada pasien
dengan risiko tinggi, atau pada pembedahan 30 risiko rendah yang dapat membantu
penyembuhan luka, sehingga lama rawat pada pasien pasca laparatomi menjadi lebih
efisien.
Menurut Stania (2014) mengatakan obat-obatan yang mempengaruhi penyembuhan
luka ialah obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin), heparin dan anti neoplasmik
mempengaruhi penyembuhan luka. Perawatan luka : Fokus perawatan luka adalah
mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan komplikasi, lama perawatan dan
biaya perawatan. Intensitas Nyeri : Nyeri pasca operasi dapat menjadi faktor penting
yang mempengaruhi persepsi pasien tentang perkembangan dan kesembuhanya.
Lebih tinggi nyeri yang dirasakan pasien, maka makin rendah harapan sembuh menurut
pasien berdasarkan sifat subjektif nyeri dan hal ini akan berpengaruh terhadap lamanya
rawat inap pada pasien. Pemenuhan Nutrisi : Pengaruh operasi terhadap metabolisme
pasca operasi tergantung berat ringannya operasi, keadaan gizi pasien pasca operasi,
dan pengaruh operasi terhadap kemampuan pasien untuk mencerna dan mengabsorpsi
zat-zat gizi. Setelah operasi sering terjadi peningkatan ekskresi nitrogen dan natrium
yang dapat berlangsung selama lima sampai tujuh hari atau lebih pasca operasi.
Pentingnya nutrisi yang baik pada pasien dengan luka atau pasca operasi merupakan
pondasi untuk proses penyembuhan luka dengan cepat. Nutrisi yang baik akan
memfasilitasi penyembuhan dan menghambat bahkan menghindari keadaan malnutrisi
(Winduka dalam Kusumayanti, 2014). Selain itu usaha perbaikan dan pemeliharaan
status nutrisi yang baik akan mempercepat penyembuhan, mempersingkat lama hari
rawat yang berarti mengurangi biaya rawat secara bermakna.
Nutrisi sangat penting bagi perawatan pasien mengingat kebutuhan pasien akan nutrisi
bervariasi, maka dibutuhkan diet atau pengaturan makanan. Istirahat Faktor psikologis
dapat berupa perasaan cemas akan penyakitnya dan lingkungan yang berbeda dari
sebelumnya dapat menyebabkan gangguan tidur. Kurang istirahat selama periode yang
lama, menyebabkan penyakit atau memperburuk penyakit yang ada dan hal ini akan
berdampak pada lama hari rawat pasien (Potter dan Perry dalam Kusumayanti, 2014).
BAB III KERANGKA KERJA PENELITIAN Kerangka Konsep Penelitian ini bermaksud untuk
mengetahui apakah ada pengaruh Teknik Distraksi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri
Pada Pasien Pasca Bedah. Nyeri berhubungan dengan agen cedera biologis. Nyeri
didefisinikan sebagai suatu sensori subjektif dan emsional yang tidak menyenangkan
terkait kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau gambaran dari kondisi kerusakan
jaringan yang keberadaanya di ketahui apabila seseorang itu sudah pernah
mengalaminya (Zakiyah, 2015; Saputra, 2013).
Distraksi merupakan suatu tindakan pengalihan perhatian ke hal-hal lain diluar nyeri
agar pasien tidak terlalu fokus terhadap nyeri Distraksi musik dapat mengalihkan
perhatian dari rasa nyeri sehingga seseorang merasa rileks (Andarmoyo 2013).
Berdasarkan dasar pemikiran variable tersebut, maka dibuat skema pola sebagai berikut
: Keterangan : : Variabel Independen : Variabel Dependen : Garis Penghubung antara
Variabel Variabel penelitian Dan Devenisi Operasional Klasifikasi Variabel Variabel
Independen : Teknik Distraksi Variabel Dependen : Penurunan Tingkat Nyeri Defenisi
operasional dan Kriteria objektif Teknik Distraksi Teknik distraksi merupakan suatu
tindakan yang dilakukan untuk pengalihan tingkat Nyeri angar setiap orang yang
mengalami tingkat nyeri yang berlebihan dapat mengalihkan pikirannya ke hal-hal lain
diluar nyeri sehingga pikiran nya tidak berfokus pada nyeri yang dialaminya.
Baik : Jika nilai jawaban responden >23 Kurang : Jika nilai jawaban responden = 23
Penurunan Tingkat nyeri pada pasien pasca bedah. Yang di maksud dengan penurunan
tingkat nyeri adalah suatu tindakan teknik distraksi yang dilakukan untuk mengatasi dan
mencegaha rasa nyeri pada luaka atau permasalahan pasien pasca bedah yang sangat
mempengaruhi kondisi pasien dengan merasakan nyeri yang sering muncul dan tidak
tertahankan oleh setiap pasien pasca bedah dibandingkan dengan pasien biasa, bahkan
nyeri operasi sangat mengganggu kondisi kesehatan dan menimbulkan permasalahan
psikologis serta mengganggu kenyamanan pada setiap pasien pasca bedah Kriteria
objektif : Baik : Jika nilai jawaban responden dengan angka skala nyeri 0-3 Kurang : Jika
nilai jawaban responden dengan angka skala nyeri 4-10 Hipotesis Penelitian Hipotesis
Alternative (Ha) Ada Pengaruh Teknik Distraksi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada
Pasien Pasca Bedah Di RSUD Labuang Baji Makassar. Hipotesis Nol (Ho) Tidak Ada
Pengaruh Teknik Distraksi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah
Di RSUD Labuang Baji Makassar.
BAB IV METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah
desain penelitian pra eksperimen dengan pendekatan pre test-post test design yaitu,
menilai reponden sebelum dilakukan tindakan dan menilai responden setelah dilakukan
tindakan, dapat dilihat pada tabel berikut: Pre test _X _Post test _ _ Keterangan : Pre test
: penilaian sebelum dilakukan tindakan teknik distraksi X : Edukasi Post test : penilaian
sesudah tindakan teknik distraksi Populasi Dan Sampel Populasi Populasi dalam
penelitian ini adalah semua pasien pasca bedah di RSUD Labuang Babji Makassar.
Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien pasca bedah di RSUD Labuang
Baji Makassar dengan teknik pengambilan sampel adalah purposif sampling yaitu teknik
pengambilan sampel dengan kriteri sebagai berikut: Kriteria Inklusi Bersedia menjadi
responden. Telah menjalankan perawatan di RS selama 2-4 hari Berada di Rumah Sakit
selama penelitian berlangsung. Kriteria Eksklusi Pasien yang tidak bersedia menjadi
responden Tidak dapat meluangkan waktu selama penelitian berlansung Pasien yang
menolak untuk berpartisipasi Pengumpulan Data Dan Analisa Data Instrumen
Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
kuesioner, yang dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada kerangka konsep dan
devenisi operasional dari variabel yang akan diukur.
Penialian variabel teknik distraksi diukur melalui butir kuesioner yang berdasarkan usaha
yang disadari untuk mempengaruhi tingkat nyeri kearah tujuan sebanyak 15 item yang
menggunakan skala likert Variabel teknik distraksi menggunakan skala likert sebanyak
15 pertanyaan yang terdiri dari pernyataan positif nomor (1,2,3,5,7,9,10,12,14,15) dimana
alternatif jawaban “Sangat Setuju” diberi skor 4 jawaban “Setuju” diberi skor 3 jawaban
“Kurang Setuju” diberi skor 2 dan alternative jawaban “Tidak Setuju” diberi skor 1
sedangkan pernyataan negatif nomor (4,6,8,11,13) dimana alternatif jawaban “Sangat
Setuju” diberi skor 1 jawaban “Setuju” diberi skor 2 jawaban “Kurang Setuju” diberi skor
3 dan alternative jawaban “Tidak Setuju” diberi skor 4 Dengan kriteria objektif dikatakan
ada pengaruh baik apabila total jawaban responden >23 dan pengetahuan kurang
apabila total jawaban responden <23.
Variabel penurunan tingkat nyeri menggunakan lembaran observasi dengan skala
intensitas nyeri Numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri yang dialami.
Sebelum pengumpulan data, demi kesempurnaan instrumen dan untuk menghindari
kesalahan, maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner
terhadap sampel yang serupa dengan responden. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi
Penelitian Penelitianan akan dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar Waktu
Penelitian Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan April – Mei 2021 Pengumpulan
Data Metode pengumpulan data yaitu data yang diambil secara langsung dari objek
akan diteliti. Pengolahan Data 1) Editing Pengecekan, pengoreksian data untuk
melengkapi data yang masih kurang atau kurang lengkap.
2) Koding Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah memberikan kode yang
disediakan pada lembar kuesioner sesuai dengan respon atau jawaban responden. 3)
Tabulating Setelah pemberian kode, selanjutnya dengan pengolahan data ke dalam
tabel sesuai sifat yang dimilikinya. 4) Cleaning Langkah ini digunakan untuk
menghilangkan data yang tidak perlu atau pengecekan kembali data yang sudah dientry
apakah ada kesalahan atau tidak.
Analisa Data Setelah memperoleh nilai-nilai dari tiap tabel, selanjutnya data dianalisa
dengan komputer. Analisa Univariat Analisa ini dilakukan untuk tiap-tiap variabel yang
diteliti dari hasil penelitian. Analisa Bivariat Analisa bivariat dilakukan untuk melihat
pengaruh variabel independent dengan dependent dalam bentuk tabulasi silang antara
kedua variebal tersebut. Menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat
kemaknaan 5 %. ?? 2 =? ( 0-??) 2 ?? Keterangan : X² : Chi-square 0 : nilai observasi E :
nilai yang diharapkan ? : jumlah data Penilaian : Apabila X² hitung > dari X² tabel, H0
ditolak atau Ha diterima, artinya ada pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen.
Apabila X² hitung < dari X² tabel, H0 diterima atau Ha ditolak, artinya tidak ada
pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Etika Penelitian Dalam
melakukan penelitian, peneliti perlu mendapat rekomendasi dari institusinya dengan
mengajukan permohonan izin kepada institusi atau lembaga tempat penelitian. Setelah
mendapat persetujuan barulah melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika
yang meliputi : Informen Concent ( Lembar Persetujuan) Lembar persetujuan ini
diberikan kepada responden yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi disertai
judul penelitian. Bila subjek menolak, maka peneliti tidak akan memaksakan kehendak
dan tetap menghormati hak-hak subjek.
Anonymity( Tanpa nama ) Untuk menjaga kerahasiaan, peneliti tidak akan
mencantumkan nama responden, tetapi lembar tersebut diberikan kode. Confodentiality
( kerahasiaan) Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya
kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil peneliti.
REFERENSI Alhogbi, B. G. (2017). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9),
21–25. http://www.elsevier.com/locate/scp Herman, Y. (2011). Tinjauan Pustaka Tinjauan
Pustaka. Convention Center Di Kota Tegal, 4(80), 4. Kuswandari, E. (2019).
Pengaruh Teknik Distraksi Relaksasi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien
Abdominal Pain Di Rs Pku Muhammadiyah Sruweng. Mardiah, R., Mudayati, S., &
Sutriningsih, A. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Pasca Bedah Appendictomy Di
Perawatan Bedah RSUD Kabupaten Kotabaru. Nursing News, 2(2), 80–87.
https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/view/450 diakses Selasa 20 ?Oktober
?2020, ??21.45 wib Mayenti, F., & Sari, Y. (2020). Efektifitas Teknik Distraksi Musik Klasik
Mozart Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur. Jurnal Akademika
Baiturrahim Jambi, 9(1), 98. https://doi.org/10.36565/jab.v9i1.193 Mertajaya, I. M. (2018).
Analisis Intervensi Teknik Distraksi Menonton Kartun Edukasi Terhadap Skala Nyeri Pada
Anak Usia Toddler Saat Pengambilan Darah Intravena Di Ruang Cempaka Anak Rumah
Sakit Pelni Jakarta. Jurnal JKFT, 3(2), 46. https://doi.org/10.31000/jkft.v3i2.1285 Pardede,
R. (2020). Jurnal Kesehatan Medika Saintika. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 7(2),
108–113. Rampengan, S., Rondonuwu, R., & Onibala, F. (2014). Pengaruh Teknik
Relaksasi Dan Teknik Distraksi Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post
Operasi Di Ruang Irina a Atas Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan
UNSRAT, 2(2), 113009. Vindora, M., Ayu, S. A., & Pribadi, T. (2017).
Perbandingan Efektivitas Tehnik Distraksi Dan Relaksasi Terhadap Perubahan Intensitas
Nyeri Pasien Post Operasi Hernia Di Rsud Menggala Tahun 2013. Jurnal Kesehatan
Holistik, 8(3), 153–158. Yadi, R. D., Handayani, R. S., & Bangsawan, M. (2019). Pengaruh
Terapi Distraksi Visual Dengan Media Virtual Reality Terhadap Intensitas Nyeri Pasien
Post Operasi Laparatomi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(2), 167.
https://doi.org/10.26630/jkep.v14i2.1301 Wicaksono, M. S. (2017). Teknik Distraksi
Sebagai Strategi Menurunkan Kekambuhan Halusinasi. Skripsi, 27. Tehnik Distraksi
(qittun.blogspot.com) PREOPERASI, INTRA OPERASI, PASCA OPERASI, JENIS-JENIS
ANESTESI | Kebidanan (irmaatikapuspa.blogspot.com)
Lampiran 1 _ _Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Tahun 2021 _ _No.
_Jenis Kegiatan _Februari _Maret _April _Mei _Juni _Juli _ _ _ _1 _2 _3 _4 _1 _2 _3 _4 _1
_2 _3 _4 _1 _2 _3 _4 _1 _2 _3 _4 _1 _2 _3 _4 _ _1 _Mengenal Masalah _ _v _v
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _2 _Pengajuan Judul
_ _ _ _v _v _v _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _3 _Mengumpulkan
Referensi _ _ _ _ _ _ _ _v _v _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _4
_Menyusun Proposal _ _ _ _ _ _ _ _ _v _v
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _5 _Asistensi Proposal _ _ _ _ _ _ _ _ _v
_v _v _v _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _6 _Seminar Proposal
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _7 _Revisi Proposal
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _v _v _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _8 _Pelaksanaan
Riset _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _v _v _v _ _ _ _ _ _ _9 _Asistensi
Skripsi _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _v _v _ _ _10 _Seminar
Skripsi _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _ _ _11 _Revisi
Skripsi _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _v _v _ _
Lampiran 2 LEMBAR PENJELASAN RESPONDEN Kepada Yth, Nn………..…… Di – Tempat.
Dengan hormat, Saya bertanda tangan di bawah ini : Nama : INANSEN ALFREDO
SERANG N I M : 119211728 Alamat : Jl. Matahari No. 58 Kel. Batangkaluku, Kec. Somba
Opu Adalah mahasiswa program pendidikan S-1 Keperawatan STIK FAMIKA Makassar
yang akan mengadakan penelitian tentang “PENGARUH EDUKASI TEKNIK DISTRAKSI
TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA BEDAH DI RSUD.
LABUANG BAJI MAKASSAR”. Saya sangat mengharapkan partisipasi sdra/sdri dalam
penelitian ini demi kelancaran pelaksanaan penelitian.
Saya menjamin kerahasiaan dan segala bentuk informasi yang ibu/bapa berikan, dan
apabila ada hal-hal yang masih ingin ditanyakan, saya memberikan kesempatan yang
sebesar-besarnya untuk meminta penjelasan dari peneliti. Demikian penyampaian dari
saya, atas perhatian dan kerjasamanya saya mengucapkan terima kasih.
Sungguminasa,..........2021 Peneliti, INANSEN ALFREDO SERANG Lampiran 3
PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN (Informed Consent) Yang bertanda
tangan di bawah ini : Nama (inisial) : Umur : Pekerjaan : Alamat : Menyatakan dengan
sesungguhnya bahwa setelah mendapatkan penjelasan penelitian dan memahami
informasi yang diberikan oleh peneliti serta mengetahui tujuan dan manfaat dari
penelitian, maka dengan ini saya secara sukarela bersedia menjadi responden dalam
penelitian ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh kesadaran dan
tanpa paksaan dari pihak manapun. Sungguminasa,................................2021 Yang
menyatakan (.........................) Lampiran 4 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH EDUKASI
TEKNIK DISTRAKSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA
BEDAH DI RSUD. LABUANG BAJI MAKASSAR Petunjuk Pengisian Isilah terlebih dahulu
biodata pada tempat yang telah disediakan. Bacalah dengan seksama tiap pertanyaan
sebelum anda menjawab. Berilah tanda check list (v) pada kolom yang tersedia dibawah
ini dan pilihlah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Data Responden Nama : Pendidikan terakhir : Umur : Jenis kelamin : : Laki-laki :
Perempuan Variabel Teknik Distraksi Dibawa ini terdapat 13 pernyataan mengenai
teknik distraksi, baca dan pahami setiap pernyataan berikut ini, kemudian nyatakan
apakah isi pernyataan sesuai dengan diri anda dengan cara mencheck list (v) kolom
dobawa ini yang disediakan. Keterangan : SS : Sangat Setuju S : Setuju KS : Kurang
Setuju TS : Tidak Setuju No _Pernyataan _SS _S _KS _TS _ _ _ _4 _3 _2 _1 _ _1. _Apakah
anda merasa nyeri berkurang saat dilakukan teknik distraksi? _ _ _ _ _ _2 _Apakah teknik
distraksi dapat menurunkan dan mengurangi nyeri yang anda rasakan? _ _ _ _ _ _3
_Apakah anda merasa nyaman saat dilakukan teknik distraksi _ _ _ _ _ _4 _Apakah anda
merasakan teknik distraksi tidak efektif? _ _ _ _ _ _5 _Apakh teknik distraksi efektif
terhadap nyeri? _ _ _ _ _ _6 _Apakah menurut anda teknik distraksi bukanlah suatu
tindakan yang dapat menurunkan nyeri yang anda rasakan? _ _ _ _ _ _7 _Apakah teknik
distraksi merupakan suatu tindakan yang menurunkan tingkat nyeri dan membuat
kondisi anda merasa nyaman? _ _ _ _ _ _8 _Apakah anda merasa nyeri tidak berkurang
setelah dilakukan tindakan teknik distraksi? _ _ _ _ _ _9 _Apakah hasil yang anda rasakan
dari tindakan teknik distraksi memuaskan diri anda? _ _ _ _ _ _10 _Apakah teknik distraksi
merupakan tindakan yang efektif dalam penurunan tingkat nyeri? _ _ _ _ _ _11 _Apakah
teknik distraksi tidak memberikan hasil yang memuaskan dalam menurunkan tingkat
nyeri? _ _ _ _ _ _12 _Apakah perasaan anda mulai tenang setelah tindakan teknik distraksi
dilakukan? _ _ _ _ _ _13 _Apakah anda merasa puas dengan tindakan teknik distraksi? _ _
_ _ _ _14 _Apakah anda merasakan suatu perubahan dalam diri setelah dilakukan
tindakan teknik distraksi? _ _ _ _ _ _15 _Apakah teknik distraksi lebih efektif menurunkan
nyeri dibandingkan tindakan lainnya? _ _ _ _ _ _ Variabel Tingkat Nyeri Dibawah ini
merupakan gambar skala nyeri dengan jenis nyeri yang dapat dipilih sesuai dengan
kondisi nyeri yang dirasakan,silakan beri tanda check list (v) pada setiap gambar yang
menurut anda sesuai dengan kondisi yang dirasakan, angka dari 0-10, dengan
penjabaran sebagai berikut: Angka 0 artinya tidak nyeri Angka 1-3 nyeri ringan Angka
4-6 nyeri sedang Angka 7-9 nyeri berat Angka 10 nyeri sangat berat/hebat Numeric
rating scale (NRS)
INTERNET SOURCES:
-------------------------------------------------------------------------------------------
<1% - http://eprints.ums.ac.id/6424/1/J210050060.pdf
<1% -
https://stikfamika.ac.id/33-mahasiswa-jalur-konversi-berhasil-mendapatkan-gelar-sarjan
a-keperawatan-pada-yudisium-tahun-2019-2020/
<1% -
https://sp1r1tgr4zy.wordpress.com/2013/03/21/demografi-tentang-angkatan-kerja-dan
-pendidikan/
<1% - http://eprints.ums.ac.id/44867/6/BAB%20I.pdf
<1% -
https://id.scribd.com/doc/269354344/Digital-20304647-D1259-Sistem-Kompensasi-SEC
URED
<1% - https://rizalwahyuf.wordpress.com/category/tak-berkategori/
<1% -
http://digilib.unhas.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/NTkzMDJhMGE2Z
mIwMjI0MmQ1OTk1MDY1YTA2M2E3ZjY1NGM5MTY2Yg==.pdf
<1% - https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/438-Full_Text.pdf
<1% -
https://www.academia.edu/9458960/DAFTAR_ISI_Halaman_HALAMAN_JUDUL_i_HALAM
AN_PERSETUJUAN_ii_HALAMAN_PENGESAHAN_iii_ABSTRAK_iv_SURAT_PERNYATAAN_v
_HALAMAN_PERSEMBAHAN_vi_HALAMAN_MOTTO
<1% -
https://www.slideshare.net/WarnetRaha/manajemen-dan-pendokumentasian-asuhan-ke
bidanan-ibu-hamil-pada-nyw-hiperemesis-gravidarum-tingkat-ii-di-puskesmas-dana-ke
c-watopute-tanggal-10-sd-15-mei-2015
<1% -
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/153/jtptunimus-gdl-henryjefri-7614-4-babiii.pdf
<1% - https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1492161020-1-COVER%20.pdf
1% - http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKEP/article/download/1301/855
<1% - https://ejurnal.stikes-bth.ac.id/index.php/P3M_JKBTH/article/download/451/401
<1% - http://repository.uph.edu/3957/3/Chapter1.pdf
<1% -
https://123dok.com/document/yr1g8vvq-proceedings-nasional-kerjasama-fakultas-psik
ologi-universitas-psikologi-kristiani.html
<1% -
https://text-id.123dok.com/document/yjoxjv2z-hubungan-kondisi-overcrowded-dengan
-ketepatan-pelaksanaan-triase-di-instalasi-gawat-darurat-rsu-gmim-pancaran-kasih-ma
nado.html
1% -
https://docobook.com/pengaruh-teknik-relaksasi-dan-teknik-distraksi-terhadap.html
<1% - https://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/medika/article/view/777
<1% - http://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/medika/article/view/777
1% -
https://adoc.pub/bab-i-pendahuluan-a-latar-belakang-masalah-pembedahan-atau-o.ht
ml
<1% -
http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/4778/2/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pd
f
<1% -
https://www.academia.edu/36454590/PENGARUH_TERAPI_RELAKSASI_AUTOGENIK_TER
HADAP_TINGKAT_NYERI_AKUT_PADA_PASIEN_ABDOMINAL_PAIN_DI_IGD_RSUD_KARA
WANG_2014
<1% - https://www.scribd.com/document/426007539/Plagiat-Ima
2% - http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/1566/5/BAB%20I.pdf
<1% - https://sukmaida.blogspot.com/2014/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
1% - https://jasrinindh.blogspot.com/
<1% -
https://suaraliterasiperawatindonesia.blogspot.com/2014/05/study-perbandingan-peng
aruh-posisi.html
<1% -
https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/1022/1/Naspub_Siti%20Umi%20Nurjannah_P17252_O
K.pdf
4% - http://www.kapukonline.com/2012/09/teknik-relaksasi-dan-distraksi.html?m=1
1% -
https://jurnalapapun.blogspot.com/2014/11/intervensi-pengendalian-nyeri-non.html
1% - https://dinamikakebidan.blogspot.com/2015/05/konsep-dasar-eliminasi.html
<1% - https://ayu11capricon.blogspot.com/2012/
<1% - https://desinshrh.blogspot.com/2017/04/lp-gangguan-rasa-aman-nyaman.html
<1% - https://ayu11capricon.blogspot.com/2012/06/tehnik-distraksi-dan-relaksasi.html
<1% -
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1054913&val=11656&title=
EFEKTIFITAS%20TERAPI%20MUSIK%20MOZART%20TERHADAP%20PENURUNAN%20IN
TENSITAS%20NYERI%20PASIEN%20%20POST%20OPERASI%20FRAKTUR
1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2484/4/Chapter%201.pdf
<1% - http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/409/4/BAB%20II.pdf
<1% - http://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/download/445/346
<1% - http://repository.unimus.ac.id/4706/4/BAB%20II.pdf
<1% - http://www.ejournal.akperfatmawati.ac.id/index.php/JIKO/article/download/34/30
<1% - http://jurnal.umt.ac.id/index.php/jkft/article/download/1285/822
1% -
https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-jenis-jenis-skala-nyeri-dan-cara-menilainya
<1% - https://www.slideshare.net/septianraha/kti-jumhirah-akbid-paramata-raha
<1% -
https://amrimuliadiblog.wordpress.com/2015/11/24/coronary-artery-baypass-graft-cab
g/
<1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/3592/4/Chapter1.pdf
2% - http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/download/389/178
<1% -
http://perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id/assets/file/kti/1503000086/13._BAB_II_.pdf
<1% - https://www.scribd.com/document/448380860/Laparatomi-rtf
1% - http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/1551/6/BAB%20II.pdf
1% -
https://docobook.com/efektivitas-pemberian-nutrisi-adekuat-dalam-penyembuhan-luka
.html
<1% -
http://repository.lppm.unila.ac.id/8360/1/majority%20maret%202018_alvin_dian_sofyan.
pdf
<1% - http://repo.stikesperintis.ac.id/557/1/113%20ANGGA%20MUHTI%20.P.docx
<1% - https://www.scribd.com/document/369234683/madu-docx
2% - https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1002106053-3-3.%20BAB%20II.pdf
1% - https://www.scribd.com/document/337831372/Bab-2-4-Laparatomi
<1% -
http://perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id/assets/file/kti/1401460037/14._BAB_2_.doc
<1% - https://idoc.pub/documents/papdi-176-222-hematologi-6nq879qwypnw
<1% - https://blogzsalam.blogspot.com/2012/05/mobilisasi-pasien-postlaparatomi.html
<1% - https://brajagssidodadi.blogspot.com/2012/03/
<1% -
https://www.perawatkesehatankerja.my.id/2016/12/asuhan-keperawatan-pada-klien-de
ngan.html
<1% -
https://123dok.com/document/1y950pwz-hubungan-tingkat-pengetahuan-tindakan-ke
perawatan-aenesthesia-pemulihan-soebandi.html
<1% - https://ppnitapinrantau.blogspot.com/2012/
<1% -
https://asuhankebidanan29.blogspot.com/2017/10/makalah-perawatan-pasca-operasi.h
tml
2% -
https://www.academia.edu/36316295/Pemberian_Nutrisi_Pasca_Operasi_Hewan_Ilmu_Be
dah_Umum_Veteriner
<1% - https://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/kb-1-43234187
<1% -
https://asuhankeperawatanelen.blogspot.com/2020/01/resume-jurnal-kebutuhan-istirah
at-dan.html
<1% - https://id.scribd.com/doc/293299098/01-gdl-sriutamip1-583-1-kti-sri-i
<1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2533/3/Chapter1.pdf
<1% - http://jab.stikba.ac.id/index.php/jab/article/download/193/113
<1% -
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1522000&val=4792&title=P
ENGETAHUAN%20PERAWAT%20DALAM%20MENERAPKAN%20EARLY%20WARNING%2
0SCORE%20SYSTEM%20EWSS%20DI%20RUANG%20PERAWATAN
<1% -
https://fredyakbark.blogspot.com/2009/06/proposal-penelitian-pengaruh-kompres.html
<1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/547/2/2.%20Chapter1.pdf
<1% - https://issuu.com/bimkes/docs/bimiki_vol_2_no_2
<1% -
https://123dok.com/document/6zk35myx-hubungan-dukungan-keluarga-tingkat-kecem
asan-pasien-operasi-pirngadi.html
<1% - https://www.scribd.com/document/393282124/document-3-p-s
<1% -
https://123dok.com/document/y93d5ewy-hubungan-pelaksanaan-komunikasi-terapeuti
k-pelaksana-kepuasan-perawatan-makassar.html
<1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2189/4/4.%20Chapter3.pdf
<1% - https://e-journal.unair.ac.id/PMNJ/article/downloadSuppFile/12368/2247
<1% - http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t42930.pdf
<1% -
https://123dok.com/document/wq298j6z-pengaruh-sikap-kewirausahaan-proses-inovas
i-terhadap-keberhasilan-bandung.html
<1% -
https://puskesmas.bantulkab.go.id/pandak2/2021/01/04/gambaran-kadar-hba1c-pende
rita-diabetes-mellitus-tipe-ii-di-puskesmas-pandak-ii-bantul-diy/
<1% -
https://harimansful.blogspot.com/2013/05/proposal-hubungan-pola-tidur-dengan.html
<1% - http://eprints.walisongo.ac.id/3196/4/3105134_Bab3.pdf
<1% - http://eprints.ums.ac.id/18383/5/05._BAB_III.pdf
<1% - https://eprints.umm.ac.id/41472/5/BAB%20IV.pdf
<1% - http://repo.stikesperintis.ac.id/384/1/14%20RIKA%20WAHYU.doc
<1% -
https://www.spssindonesia.com/2017/03/uji-analisis-regresi-linear-sederhana.html
<1% -
https://www.spssindonesia.com/2014/02/cara-mudah-melakukan-uji-t-dengan-spss.htm
l
<1% - http://ojs.lppmuniprima.org/index.php/mappadising/article/download/8/17/
<1% - https://id.scribd.com/doc/50587514/PROPOSAL-DBD
<1% -
https://anakmudaindonesiaku.blogspot.com/2017/05/proposal-hubungan-antara-roomi
ng-in.html
<1% - https://ayusyahmrm.blogspot.com/2013/10/contoh-proposal-penelitian_30.html
<1% - https://id.scribd.com/doc/251998371/01-gdl-fitriarahm-44-1-fitriar-0
<1% - http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/holistik/article/view/1708
<1% -
http://devcloud3.paperdoor.in/ya27_pengaruh-teknik-relaksasi-guided-imagery-terhada
p_b9URAh.pdf
<1% -
http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/4432/8/KTI%20DAFTAR%20PUSTAKA%20Ni%
20Wayan%20Sriasih.pdf
<1% -
https://irmaatikapuspa.blogspot.com/2016/06/uu-terkait-standar-pelayanan-pada.html
<1% -
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/2748/8/T1_462008004_Lampiran.pdf
<1% - http://repository.unissula.ac.id/17694/4/Lampiran.pdf
<1% - https://e-journal.unair.ac.id/IJTID/article/downloadSuppFile/7327/898
<1% -
http://data.stpn.ac.id/penerimaan/D1/2021/Surat_Pernyataan_tidakmenikah_D1_2021.pd
f
<1% - https://screbzee.blogspot.com/2013/07/
<1% - https://id.scribd.com/doc/252971780/File-pjk
<1% -
http://eprints.umm.ac.id/43290/3/jiptummpp-gdl-fahmirizal-50534-3-skripsi-2.pdf