1 SM
1 SM
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur struktural dan etnopedagogik novel
Rasiah Kodeu Biner sebagai alternatif bahan pengajaran apresiasi sastra. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, sedangkan teknik yang
digunakan adalah teknik telaah pustaka, analisis data, dan teknik interpretasi. Hasil penelitian
ditemukan tema novel tentang usaha sekelompok anak memecahkan rahasia surat yang
menggunakan bilangan biner. Alur yang digunakan alur campuran. Jumlah tokoh 43 orang.
Latar yang ditemukan dalam penelitian ini diantaranya latar tempat, waktu, dan sosial. Judul
telah mewakili isi cerita. Pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Bahasa yang
digunakan bahasa sehari-hari. Novel Rasiah Kodeu Biner memiliki banyak nilai
etnopedagogik moral kemanusiaan. Novel ini bisa dijadikan alternatif bahan pembelajaran
apresiasi sastra karena memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar serta mengandung nilai moral
kemanusian sesuai kepribadian siswa.
Abstract
The purpose of this study is to describe the structural and ethnopedagogic elements of Rasiah
Kodeu Biner novel as an alternative of literature appreciation teaching-learning material.
The method used in this research is descriptive analysis method, while the techniques used
are literature review techniques, data analysis, and interpretation techniques. The results of
the study revealed that the novel theme is about the effort of group of children to solve the
secret letter using binary numbers. The sequel used is mixed sequel. Numbers of characters
are 43 people. The backgrounds found in this study include setting place, time, and social.
The title has represented the story content. The author uses a third-person point of view.
Language used is common language. Rasiah Kodeu Biner novel has many ethnopedagogic
moral values of humanity. This novel can be used as an alternative material in teaching-
learning literature appreciation, as it meets the criteria of the selection of teaching-learning
materials and con !"#$% &'%()*!+%,!+-'$%).%&-(!#" /%$-" !0+'%1" &% &'%$ -2'# $3%4'*$)#!+" /5
30
Euis Siti Fatimah: Novel Anak Rasiah Kodeu Biner... | 31
manusia terhadap pribadi (MMP); 3) dalam penelitian ini adalah kartu data,
Moral manusia terhadap manusia lainnya fungsinya untuk mengumpulkan data,
(MML); 4) Moral manusia terhadap alam mengelompokan data yang terdapat dalam
(MMA); 5) Moral manusia terhadap waktu teks sastra, serta memindahkan data yang
(MMW); dan 6) Moral manusia dalam telah tersedia.
mengejar kepuasan lahiriah dan batiniah
(MMLB). HASIL PENELITIAN DAN
Novel yang akan diteliti unsur PEMBAHASAN
struktur dan etnopedagogiknya yaitu novel Novel anak karangan (Sutisna, 2010)
yang berjudul Rasiah Kodeu Biner. Novel yang berjudul Rasiah Kodeu Biner
ini karangan Dadan Sutisna yang termasuk ke dalam novel misteri, yaitu
diterbitkan oleh PT Kiblat Buku Utama jenis novel yang menceritakan tentang
pada taun 2010. Dari beberapa pertimba- sebuah rahasia yang kemudian terbukti di
ngan novel ini dijadikan bahan penelitian akhir cerita. Sesuai dengan jenisnya, tema
karena memiliki isi yang sesuai untuk novel ini adalah tentang rahasia yang
anak-anak, serta mengandung banyak nilai terkandung di dalam surat yang ditulis
kemanusiaan yang bisa diteladani oleh menggunakan angka satu dan nol (bilangan
anak-anak. Adapun tujuan dari penelitian biner). Novel ini menceritakan usaha dari
ini yaitu: 1) untuk mendeskripsikan geng opat sadulur yaitu: Rina, Diran, Anis,
struktur cerita novel seperti tema, fakta dan Emod memecahkan isi surat dan
cerita, dan sarana cerita; 2) untuk menyelamatkan surat agar tidak jatuh ke
mendeskripsikan unsur etnopedagogik tangan orang yang tidak memiliki hak atas
(moral kemanusiaan) yang terdapat dalam surat tersebut.
novel; serta 3) menerapkan hasil penelitian Alur yang digunakan dalam novel
sebagai bahan pengajaran apresiasi sastra yaitu alur campuran. Pengarang dalam
di SMP. menyampaikan cerita tidak menggunakan
pembukaan, deskripsi, atau basa-basi,
METODE tetapi pengarang secara langsung mengajak
Metode yang digunakan dalam pembaca untuk mengetahui jalan cerita.
penelitian ini adalah metode deskriptif Pada tahap situation pembaca secara
analisis. Metode ini digunakan untuk langsung dibawa ketengah-tengah cerita ke
menjelaskan secara sistematis, faktual, dan dalam percakapan para tokoh. Adapun
akurat tentang fakta-fakta yang terdapat yang sedang berbincang di awal cerita
dalam novel. Adapun fakta tersebut di yaitu Rina dan Diran. Isi dari per-
antaranya unsur struktural dan etno- cakapannya, Diran mengajak Rina untuk
pedagogik moral kemanusiaan yang mengartikan isi dari sebuah surat. Pada
terdapat dalam novel. Untuk mengetahui tahap generating circumstances, Diran
data struktur dan etnopedagogik, peneliti menyimpan surat yang dia temukan di
menggunakan dua pendekatan yaitu gudang rumahnya, pada waktu yang
strukturalisme dan etnopedagogik. hampir bersamaan ada orang yang datang
Teknik penelitian yang digunakan ke rumahnya mencari surat tersebut. Pada
untuk mengetahui data struktur dan tahap rising action, Emod diculik oleh
etnopedagogik dalam novel di antaranya: orang yang mencari surat. Pada tahap
telaah pustaka, teknik analisis data, dan climax mulai terungkap siapa yang telah
teknik interpretasi. Instrumen penelitian menulis surat, dan siapa saja yang terlibat
yaitu alat yang digunakan oleh peneliti atau memiliki hubungan dengan surat
dalam mengumpulkan data (Arikunto, tersebut. Tahap ini ditandai dengan Anis
2010, kc. 150). Instrumen yang digunakan yang menyamar sebagai pegawai salon
Euis Siti Fatimah: Novel Anak Rasiah Kodeu Biner... | 33
toilet. Anis datang ke rumah Bu Ening termasuk ke dalam tokoh yang memiliki
untuk mencari informasi mengenai tokoh watak statis karena dari awal sampai akhir
Sudira (saksi kunci dari surat). Pada tahap cerita tokoh ini memiliki watak yang tidak
denoument, isi surat telah diketahui. Surat berubah. Sepanjang jalan cerita tokoh Rina
tersebut milik Pa Sukaya seorang digambarkan sebagai anak yang memiliki
pengusaha kaya yang telah meninggal watak baik. Watak baik Rina di antaranya:
dunia. Pada tahap ini segala urusan telah rajin belajar, pintar, berpengetahuan luas,
selesai. Harta Pak Sukaya telah ditemukan, memiliki banyak prestasi, memiliki sikap
wasiat Pak Sukaya telah dilaksanakan. Di kepemingpinan, cerdas, dan kritis dalam
akhir cerita opat sadulur mendapat hadiah menganalisis masalah yang sedang
beasiswa dari yayasan Pak Sukaya karena dihadapinya.
dianggap berjasa telah berhasil meme- Tokoh Diran memiliki peran yang
cahkan isi surat dan menyelamatkan surat sangat penting. Dirinyalah yang mene-
dari orang-orang serakah yang ingin mukan surat dalam bilangan biner. Surat
menguasai harta Pak Sukaya. ini menjadi latar belakang dari jalannya
Dilihat dari kedudukan dan cerita. Rasa penasaran Diran terhadap isi
pentingnya peran tokoh dalam suatu cerita, surat membawa opat sadulur ke dalam
ada dua jenis tokoh yaitu tokoh utama dan petulangan untuk menyelamatkan surat
tokoh penambah. Walaupun hanya sebuah dari orang yang tidak memiliki hak atas
cerita fiksi, semua tokoh yang ada di dalam surat tersebut. Sama seperti tokoh Rina,
novel hidup sebagaimana manusia yang tokoh Diran juga termasuk ke dalam tokoh
hidup di dunia nyata. Mereka memiliki statis, watak Diran digambarkan sebagai
keinginan dan juga karakter (sipat) anak baik yang memiliki rasa penasaran
tertentu. Oleh karena itu, dalam sebuah yang tinggi, serta anak yang paling
novel terdapat tokoh yang memiliki sipat bersemangat dalam usaha memecahkan
baik (protagonis) dan ada pula tokoh yang rahasia dibalik surat.
memiliki sipat jahat (antagonis). Dalam Tokoh Emod digambarkan sebagai
novel Rasiah Kodeu Biner gambaran fisik tokoh yang mimiliki sipat polos, jujur,
dan karakter para tokoh digambarkan banyak akal, dan tetap mensyukuri hidup.
secara tidak langsung, artinya pengarang Tokoh Emod mimiliki peran yang sangat
menggunakan tehnik dramatik. Sipat dan penting dalam cerita. Walaupun tidak
sikap paratokoh terlihat dari percakapan digambarkan sebagai anak yang pandai
tokoh itu sendiri, dari sikapnya dalam secara akademik seperti Rina, tapi tokoh
menghadapi masalah, dari percakapan Emod tidak kalah cerdik. Tokoh ini
tokoh lain, dari sikapnya terhadap tokoh berhasil membuat strategi dalam upaya
lain, dan dari prilaku sehari-harinya yang menyelamatkan surat ketika dirinya diculik
tergambar di dalam novel. Jumlah tokoh oleh orang yang mencari surat tersebut.
dalam novel Rasiah Kodeu Biner yaitu 43 Tokoh Anis juga termasuk ke dalam
orang, tujuh orang termasuk ke dalam tokoh statis. Meskipun tokoh ini memiliki
tokoh utama, sedangkan sisanya 36 orang sipat yang kurang baik yaitu pemarah dan
termasuk ke dalam tokoh tambahan yang cuek, namun sipatnya tidak bertolak
muncul secara situasional untuk men- belakang dengan tokoh protagonis lainnya.
dukung jalannya cerita. Adapun yang Tokoh Anis ikut serta dalam misi
menjadi pelaku utama di antaranya: Rina, memecahkan rahasia surat. Tokoh ini
Diran, Anis, Emod, Bu Ening, Mang memiliki peran penting dalam upaya
Sudira, dan Pak Sukaya. pembebasan Mang Sudira dari rumah Bu
Rina adalah tokoh yang berhasil Ening. Sejak saat itu, rahasia yang ada di
mengartikan isi surat. Tokoh Rina dalam surat mulai terungkap.
34 | LOKABASA Vol.8, No.1, April 2017
Bu Ening adalah istri kedua Onéng, Pak Sodik, Kang Adang, Mang
almarhum Pak Sukaya. Watak Bu Ening Udung, Bi Mimin, Neng Elda, Pak Dahlan,
digambarkan sebagai tokoh antagonis. Pak Karjo, Mang Ija, Istri pertama Pa
Tokoh ini digambarkan mimiliki sipat Sukaya, Anak Pak Sukaya, Dokter Pak
jahat tidak berperasaan, serta serakah Sukaya, Kakek Pak Sukaya, Orang tua Pak
karena ingin menguasai harta yang Sukaya, dan Kakak Pak Sukaya.
ditinggalkan oleh almarhum suaminya. Dalam sebuah cerita fiksi yang
Tokoh Bu Ening termasuk tokoh statis, menghadirkan tokoh dan alur cerita, perlu
dari awal sampai akhir cerita tokoh ini ada kejelasan: 1) tempat yang menunjukan
digambarkan sebagai wanita yang di mana berlangsungnya kejadian; 2)
memiliki sipat jahat yang tidak pantas waktu yang menunjukan kapan berlang-
untuk ditiru. sungnya kejadian; serta 3) latar belakang
Mang Sudira adalah tangan kanan kehidupan sosial budaya masyarakat
Pak Sukaya. Tokoh ini banyak diceritakan tempat para tokoh bergaul dengan se-
di akhir cerita. Meskipun demikian, tokoh samanya. Dengan adanya kejelasan tempat,
ini memiliki peran yang sangat penting. waktu, dan sosial budaya, cerita yang
Tokoh inilah yang mengetahui seluk beluk disajikan tentu akan terasa lebih realistik,
surat tersebut. Di akhir cerita diketahui serta bisa dipahami oleh pembaca
bahwa dirinyalah yang menulis surat khususnya anak-anak. Oleh karena itu,
dalam bilangan biner sesuai dengan dalam novel anak deskripsi latar harus
perintah majikannya. Dalam novel ini diceritakan secara lebih rinci. Latar atau
Mang Sudira digambarkan sebagai tokoh setting adalah tempat, waktu, dan suasana
yang memiliki sipat baik seperti amanah, berlangsungnya cerita. Kejelasan latar
setia, dan tidak terlena oleh harta. sangat penting agar anak dapat memahami
Pak Sukaya adalah majikan dari alur cerita, serta dapat membantu me-
Mang Sudira, dialah yang memerintahkan ngembangkan imajinasinya. Ada tiga jenis
Mang Sudira menulis surat menggunakan latar yang ditemukan dalam novel ini, di
bilangan biner. Dalam novel ini Pak antaranya: latar tempat, latar waktu, dan
Sukaya adalah satu-satunya tokoh yang latar sosial.
termasuk ke dalam tokoh dinamis, hal itu Latar tempat mengacu pada
dikarenakan tokoh Pak Sukaya memiliki pengertian tempat yang menunjukan di
watak yang berubah-rubah. Di awal cerita mana berlangsungnya kejadian atau cerita.
tokoh ini digambarkan sebagai tokoh yang Latar tempat dalam sebuah cerita bisa
kurang baik karena terlalu sibuk bekerja terjadi di mana saja, misalnya: di rumah, di
sehingga melupakan keluwarganya. sekolah, di sebuah gedung, di kelas, di
Namun di akhir cerita wataknya berubah halaman rumah, di jalan raya, atau di jalan
menjadi orang yang bijaksana dan sempit yang becek daerah kumuh. Adapun
dermawan. latar tempat yang ditemukan dalam novel
Selain dari tokoh utama, ada juga ini di antaranya: di rumah Rina, di rumah
tokoh tambahan. Tokoh tambahan dalam Diran, di sekolah, di rumah Emod, di
novel Rasiah Kodeu Biner berjumlah 35 rumah Bu Ening, di kebun binatang, di
orang, yaitu: Ibu Rina, Ceu Rumsih, Ibu jalan, di Gang Husin, di Jalan Basajan, di
Anis, Bu Lilis, Pak Kodir, Abdul, Bi warnet, di Garut, di Tasikmalaya, di rumah
Darsih, Bapak Emod, Bapak Anis, Bapak sakit, dan di rental komputer.
Diran, Mang Ujang, Satpam SMP 1001, Latar waktu bisa diartikan sebagai
Fajar, Tetangga Emod, Ahmid, Teman waktu yang menunjukan kapan berlang-
Ahmid, Jang Wandi, Perempuan penjaga sungnya kejadian cerita. Latar waktu yang
warnet, Tetangga Diran, Bi Erum, Ceu terdapat di dalam novel Rasiah Kodeu
Euis Siti Fatimah: Novel Anak Rasiah Kodeu Biner... | 35
Biner di antaranya: jam sembilan malam, ibu Emod adalah seorang penjual pisang di
jam sepuluh malam, jam dua belas malam, pasar, sedangkan ayahnya adalah seorang
jam setengah enam pagi, besok, pagi-pagi, penambal ban; 2) rumah Emod terletak di
petang, tengah hari, Saptu, kemarin, gang sempit, tepatnya di samping tempat
pulang sekolah, setelah solat subuh, setelah pembuangan sampah; 3) rumah Emod
magrib, suatu malam, dan semalam suntuk. digambarkan berukuran kecil dan di
Latar sosial erat hubungannya dalamnya hanya terdapat kursi yang telah
dengan kehidupan sosial-budaya masya- rusak; 4) berbeda dengan cara Diran
rakat yang digambarkan dalam cerita. memanggil ibu kandungnya dengan
Latar sosial novel Rasiah Kodeu Biner 3'"#4),% +"#$5% 671*% 7'7),--+8% +"#%
berlangsung dalam kehidupan yang sudah kandungnya deng),%3'"#4),% '7a$/
modern. Hal ini ditandai dengan kehidupan Sarana cerita dalam novel Rasiah
sosial-budaya masyarakat yang telah Kodeu Biner di antarnya judul, sudut
menggunakan listrik, alat komunikasi, pandang, gaya bahasa, dan nada (suasana).
serta jaringan internet. Disamping itu, Judul yang digunakan oleh pengarang
dalam novel ini ditemukan ada tiga adalah Rasiah Kodeu Biner, apabila dilihat
golongan status sosial, di antaranya: dari pilihan diksinya, rasiah berarti hal-hal
golongan kelas atas (orang kaya), golongan yang tidak perlu diketahui oleh orang lain.
kelas menengah, dan golongan kelas Sedangkan kodeu biner adalah sistem
bawah (orang yang tidak mampu). bilangan yang dibangun oleh angka satu
Golongan kelas atas diwakili oleh tokoh dan nol. Secara sederhana berdasarkan
Diran dan Pak Sukaya. Beberapa hal yang judulnya bisa disebutkan novel ini
menunjukan status sosial Diran yaitu: 1) menceritakan sebuah rahasia yang berada
tanggapan dari tokoh lain yang me- di balik angka satu dan nol. Oleh karena
nyebutkan bahwa orang tua Diran adalah itu bisa disebutkan judul novel ini telah
orang kaya yang memiliki banyak uang; 2) mewakili isi cerita secara keseluruhan,
deskripsi rumah Diran yang digambarkan yaitu tentang usaha sekelompok anak men-
sangat besar dan juga dilengkapi oleh guak rahasia dalam surat yang ditulis
berbagai fasilitas yang menunjang kehi- menggunakan bilangan biner.
dupannya; 3) memiliki seorang pembantu Sudut pandang yang digunakan oleh
rumah tangga yang bernama Bi Darsih; 4) pengarang adalah sudut pandang orang
dari cara dirinya menggunakan panggilan ketiga. Pengarang menempatkan dirinya
!"#$%&'()*)%+"#%&),*#,-,.)/%01&12%.),-% sebagai orang yang berada di luar cerita.
termasuk ke dalam kelas atas lainnya yaitu Hal ini ditandai dengan pelaku utama yang
Pak Sukaya. Dia adalah seorang pengusaha secara terus-menerus dari awal sampai
sukses yang memiliki pom bensin, pabrik akhir cerita disebutkan namanya oleh
tekstil, dan juga pabrik makanan. Aset Pak pengarang.
Sukaya seperti tanah, saham, dan uang Gaya bahasa yang digunakan oleh
simpanannya di beberapa bank jumlahnya pengarang dalam menyampaikan cerita
lebih dari satu triliyun. Golongan kelas adalah bahasa sehari-hari yang mudah
menengah diwakili oleh Anis yang dipahami oleh anak-anak. Bahasa yang
memiliki orang tua yang bekerja sebagia digunakan dalam novel cukup komunika-
Pegawai Negeri. Kehidupan golongan tif, pengarang lebih banyak menggunakan
menengah tidak banyak diceritakan di percakapan daripada cerita narasi.
dalam novel. Sedangkan golongan kelas Percakapan menggunakan bahasa Sunda
bawah diwakili oleh tokoh Emod. loma yang telah disesuaikan dengan tata-
Beberapa hal yang menunjukan Emod krama berbahasa Sunda, artinya bahasa
sebagai orang yang tidak mampu yaitu: 1) yang digunakan bisa berubah mengguna-
36 | LOKABASA Vol.8, No.1, April 2017
kan bahasa Sunda ragam hormat ketika satu wujud dari melaksanakan ajaran
tokoh anak-anak sedang berbicara dengan agama; 3) menggunakan tatakrama
orang tua. berbahasa, yaitu wujud dari menghargai
Nada atau suasana yang tergambar bahasa sebagai ciptaan Tuhan Yang
dalam novel Rasiah Kodeu Biner yaitu Mmaha Esa; 4) memahami adab bergaul
suasana lingkungan yang menjadi latar antara perempuan dan laki-laki, sebagai
tempat jalannya cerita, serta keadaan batin gambaran dari akhlak mulia yang diajarkan
para tokohnya. Suasana lingkungan yang oleh agama; 5) hidup sederhana, wujud
tergambar di antaranya: suasana jalan raya dari melaksanakan ajaran agama karena
ketika pagi hari, suasana di loteng rumah pada dasarnya Tuhan tidak menyukai
Diran, suasana jaman yang serba modern, orang-orang yang hidup secara berlebihan;
suasana di gang sempit, suasana di tempat 6) jujur, yaitu wujud dari melaksanakan
kumuh, suasana petang, suasana humor, perintah dan ajaran agama; 7) amanah,
dan suasana ketika sedang bertengkar. yaitu wujud dari melaksanakan perintah
Sedangkan suasana batin para tokoh di dan ajaran agama sesuai dengan yang
antaranya: penasaran, malas, menyesal, dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW;
kesal, serius, bingung, marah, yakin, heran, 8) adil dalam membagi harta, wujud dari
takut, khawatir, geer, minder, malu, curiga, melaksanakan perintah dan ajaran agama
tidak percaya, dan juga sedih. sesuai dengan aturan pemberian hak waris;
Hasil analisis etnopedagogik novel 9) berbakti terhadap orang tua, yaitu wujud
Rasiah Kodeu Biner ditemukan 46 sikap dari melaksanakan perintah agama; 10)
tokoh yang menunjukan moral kemanusiaan. bersyukur dalam hidup, wujud dari sikap
Berdasarkan interprtasi peneliti yang didasari menyadari bahwa pada dasarnya sebagai
oleh teori Warnaen dari 46 sikap, 11 sikap mahluk ciptaan Tuhan manusia itu lemah,
menunjukan moral manusia (Sudaryat, 2015) tiada daya dan upaya, kecuali hanya bisa
terhadap Tuhan (MMT), 32 sikap bersyukur atas apa yang diberikan oleh
menunjukan moral manusia terhadap pribadi Tuhan; dan 11) pasrah, yaitu wujud dari
(MMP), 12 sikap menunjukan moral keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan
manusia terhadap manusia lain (MML), satu Yang Maha Esa.
sikap menunjukan moral manusia terhadap Moral manusia terhadap pribadi
alam (MMA), satu sikap menunjukan moral (MMP), yaitu sikap manusia yang ber-
manusia terhadap waktu (MMW), dan 12 hubungan dengan diri pribadi sebagai
sikap menunjukan moral manusia dalam makhluk individu yang ditandai oleh
mengejar kepuasan lahiriah dan batiniah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
(MMLB). Sikap yang menunjukan kualitas yang
Moral manusia terhadap Tuhan dimiliki oleh diri pribadi dalam novel ini di
(MMT) menunjukan sikap dan tindakan antaranya: 1) cerdas dalam menganalisis
manusia yang taat terhadap perintah persoalan, merupakan bukti dari manusia
agama, serta melaksanakan ajaran agama- yang berpengetahuan luas; 2) terampil
nya. Moral ini didasari oleh keimanan dan menggunakan internet, ciri manusia yang
ketakwaan terhadap Tuhan, serta ke- mampu menguasai IPTEK dan dapat
nyataan bahwa manusia lemah dan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan
putus asa. Sikap yang menunjukan moral jaman; 3) banyak akal atau cerdik, ciri dari
manusia terhada Tuhan yang terdapat manusia yang terampil dalam menyelesai-
dalam novel di antaranya: 1) melaksanakan kan masalah; 4) menggunakan tatakrama
solat, sebagai bukti dari ketaatan manusia berbahasa, ciri dari manusia yang terdidik;
terhadap kewajiban melaksanakan perintah 5) memahami adab bergaul antara
agama; 2) mengucapkan salam, yaitu salah perempuan dan laki-laki, ciri dari manusia
Euis Siti Fatimah: Novel Anak Rasiah Kodeu Biner... | 37
yang memiliki harga diri; 6) juara dalam Moral manusia terhadap waktu
suatu perlombaan, ciri dari manusia yang (MMW), yaitu sikap dan tindakan manusia
bekerja dengan baik; 7) juara kelas, ciri dalam memanfaatkan waktu. Sikap yang
dari manusia yang berilmu; 8) rajin belajar, menunjukan moral manusia terhadap
ciri dari manusia proaktif; 9) rajin bekerja, waktu yang tergambar dalam novel ini
ciri dari manusia proaktif; 10) sopan ketika ditunjukan oleh sikap 1) disiplin terhadap
sedang bertamu; 11) sederhana; 12) jujur; waktu, tidak terlambat, tapi sesuai dengan
13) berani; 14) amanah; 15) siaga; 16) waktu yang telah ditentukan.
mampu menjaga emosi, 17) adil; 18) baik Moral manusia dalam mengejar
hati; 19) ramah kepada tamu; 20) memiliki kepuasan lahiriah dan batiniah (MMLB),
rasa penasaran yang tinggi; 21) hideng atau yaitu sikap dan tindakan manusia dalam
waras; 22) berbakti kepada orang tua; 23) memenuhi kebutuhan lahir dan batin.
loyal; 24) tidak pamrih; 25) tanggung Moral ini ditandai dengan adanya ke-
jawab; 26) bijaksana; 27) berfikir matang sadaran terhadap etika dan estetika. Sikap
sebelum bertindak; 28) proaktif; 29) pintar yang menunjukan moral manusia dalam
(lebih cepat mengerti suatu hal dibanding- mengejar kepuasan lahiriah dan batiniah
kan dengan orang lain); 30) berpengetahu- yang tergambar dalam novel ini di
an luas; 31) optimis; serta 32) memiliki antaranya: 1) melaksanakan solat, didasari
sikap kepemingpinan. oleh keimanan dapat menimbulkan
Moral manusia terhadap manusia lain kepuasan batin karena telah melaksanakan
(MML), yaitu sikap manusia terhadap perintah Tuhan; 2) memahami adab ber-
sesama sebagai makhluk sosial. Sikap yang gaul antara perempuan dan laki-laki, wujud
menunjukan moral terhadap manusia lain dari kesadaran hidup bermasayarakat,
yang tergambar dalam novel di antaranya: dapat menimbulkan kepuasan lahir dan
1) mengucapkan salam ketika bertamu, batin karena perilaku tersebut telah sesuai
sebagai wujud dari menghargai tuan dengan aturan yang ditetapkan oleh ma-
rumah; 2) menggunakan tatakrama ber- syarakat; 3) juara kelas, dapat menim-
bahasa, sebagai wujud dari menghargai bulkan kepuasan batin karena merasa diri
orang yang diajak berbicara; 3) memahami lebih unggul dari orang lain; 4) juara
adab bergaul antara perempuan dan laki- lomba, dapat menimbulkan kepuasan batin
laki, wujud dari kesopanan dalam hidup karena merasa diri lebih unggul dari orang
bermasyarakat; 4) sopan ketika bertamu, lain; 5) memperhatikan penampilan, wujud
wujud dari menghormati tuan rumah; 5) dari kesadaran estetika, dapat menim-
saling menolong; 6) bermusyawarah; 7) bulkan kepuasan ketika seseorang me-
bekerja sama; 8) tenggang rasa; 9) ramah nerima pujian dari orang lain karena telah
terhadap tamu (soméah hadé ka sémah); berpakaian dengan memperhatikan nilai
10) menghargai orang tua; 11) setia kepada keindahan; 6) gemar membaca, dapat
pemingpin (atasan); serta 12) tidak menimbulkan kepuasan karena membaca
pambrih, wujud dari rasa ikhlas menolong dapat memberi hiburan serta menambah
sesama. pengetahuan; 7) sehat jasmani, menim-
Moral manusia terhadap alam bulkan kepuasaan dapat melaksanakan
(MMA), yaitu sikap dan tindakan manusia berbagai aktivitas karena jiwa dan raga
dalam menjaga alam, menghindarinya dari terhindar dari berbagai penyakit; 8)
kerusakan, serta memperbaiki alam yang berbakti kepada orang tua, menimbulkan
telah rusak. Sikap yang menunjukan moral kepuasan karena merasa diri bermanfaat;
manusia terhadap alam yang tergambar 9) pintar, lebih cepat mengerti suatu hal
dalam novel ini ditunjukan oleh sikap 1) dibandingkan dengan orang lain,
hobi bercocok tanam. menimbulkan kepuasan karena merasa diri
38 | LOKABASA Vol.8, No.1, April 2017