Stia Lan 22122021
Stia Lan 22122021
Di sisi lain, COVID-19 telah menantang ‘status quo’ yang ada dan menjadi pemicu/berkah terselubung untuk
mengubah konfigurasi organisasi menjadi lebih gesit, berjejaring, fleksibel, dan terdesentralisasi.
Urgensi Transformasi Digital
Strategi
kebijakan teknologi negara berkembang diubah menjadi model tata kelola baru
Sumber : Alexander Ebner ,”Institutional Transformations of Technology Policy in East Asia: The Rise of the Entrepreneurial State”
Pemetaan Topik Strategis Transformasi Digital
Infrastruktur TIK Pemanfaatan TIK Aspek Pendukung
1 Konektivitas 1 Pendidikan Keamanan Siber
1
▪ 12.548 desa (15%) belum terjangkau sinyal 4G ▪ Pembelajaran jarak jauh: Kasus serangan siber di Indonesia pada 2020
dengan 3.435 desa (4%) non-3T dan 9.113 desa o 287 ribu dari total 391 ribu sekolah (75%) telah meningkatmenjadi 316.167.753 dari 98.243.896
(11%) 3T (Kominfo, 2020) terlayani internet namun perlu peningkatan tahun 2019 dan 12.895.554 di 2018
▪ 4.652 kecamatan (15%) belum tersambung kualitas
jaringan telekomunikasi kabel serat optik o Metode dan kurikulum pelaksanaan pendidikan
(Kominfo, 2020) jarak jauh belum digunakan secara luas 2 Literasi Digital
o Biaya operasional (paket data untuk guru/murid)
2 Pusat Data & Aplikasi Rendahnya awareness masyarakat dalam
2 Kesehatan menggunakan internet dan perangkat TIK
▪ 489 pusat data tidak memiliki standar dengan
biaya pemakaian mencapai Rp 8,1 triliun per ▪ Kesehatan
tahun per instansi (Kominfo, 2018) o 2.560 (25,3%) Puskesmas masih belum memiliki 3 Tenaga Kerja Digital
▪ 27.400 aplikasi yang berasal dari 50 aplikasi akses internet
sejenis dengan biaya operasi dan o 244 (8,96%) Rumah Sakit masih belum memiliki Proporsi pekerja Indonesia yang sudah memiliki
pemeliharaan Rp 2,7 triliun per tahun akses internet keahlian di bidang digital baru mencapai 19%
(Kominfo, 2020) (Amazon Web Service, 2021)
3 UMKM
3 Penyiaran Industri TIK
Sekitar 52 juta dari 64 juta (81,25%) UMKM masih belum 4
▪ Sekitar 50 juta TV analog yang tidak dapat menggunakan teknologi digital (Februari 2021)
menerima siaran TV digital dengan baik Perangkat dan sistem teknologi informasi dan
▪ Sekitar 251 pemancar TVRI masih komunikasi (TIK) masih didominasi oleh produk
4 Bantuan Sosial impor
menggunakan teknologi analog
Kecepatan dan akurasi data penyaluran bantuan sosial
untuk penduduk miskin dan rentan masih rendah 10
Problem Institusi, Tata Kelola (Governance)
Banyak masalah tata kelola berkontribusi nyata terhadap situasi mengkhawatirkan yang
(governance) di Indonesia yang belum dikomentari sebagai
selesai dan diperdebatkan "kurangnya aturan hukum"
Aneka
Ragam Integritas,
Model dan Akuntabilitas,
Praktik Dinamika dan Kinerja
Governance Governance
Kontempore
r
Citizen- Governance
Centered Lintas Batas
Approach Negara
(Kosmopolit)
Sumber: Anwar Sanusi dan Fadillah Putra (2020). Governansi Nusantara: Jejak Kosmopolitan dalam Sejarah Kepemerintahan di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Framework Transformasi Digital mendukung Networking Governance
Kemampuan pemerintah dan ASN untuk Digital by design mendorong
mengantisipasi dan merespons kepemimpinan organisasi yang jelas,
kebutuhan masyarakat dengan cepat sejalan dengan proses koordinasi
melalui proses yang efektif dan efisien. (internal dan lintas lembaga) yang efektif.
INDICATORS 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Voice and Accountability 48,34 48,83 52,58 50,23 51,72 53,69 51,72 50,74 52,22 52,71
Government Effectiveness 46,89 46,45 45,50 47,39 53,85 45,19 52,40 54,81 59,13 60,09
Regulatory Quality 36,84 39,34 43,60 46,45 50,00 46,63 50,00 51,92 50,96 51,44
Rule of Law 31,28 31,46 34,27 37,09 42,79 39,42 40,38 40,87 42,79 42,31
Control of Corruption 24,76 25,12 31,28 32,70 33,65 39,42 41,83 48,08 46,15 37,98
Political Stability No. Violence 20,38 20,85 25,59 28,44 30,00 24,76 32,38 29,52 27,62 28,10
16
Topik Pergeseran Praktik Manajemen SDM
Cara Pandang Lama Cara Pandang Baru
Manajemen SDM Mengakui adanya banyak
dilihat Kaku dan terikat hanya pada sistem dan praktik pengelolaan
strategis satu sistem SDM
mendorong
kinerja Terpaku regulasi dan Berbasis kinerja dan hasil
organisasi pengaturan
Manajemen SDM berdasarkan
Rekrutmen dan promosi semata prinsip
mengacu pada keahlian right competency, right
teknikal position, right time, dan right
place
Manajemen SDM Mengembangkan SDM sebagai
sebatas peran Memperlakukan SDM sebagai aset dan investasi jangka
administratif cost (biaya) panjang
Relasi antara pegawai- Terbangunnya relasi pegawai-
pimpinan bersifat ‘atasan- pimpinan yang kooperatif dan
bawahan’ dan konfliktual saling menguntungkan
Sumber: Pan Suk Kim, Global HRM Trends and Personnel Innovation Strategis, November 2020.
Menuju SDM ASN Berkelas Dunia: Manajemen Talenta
Mempersiapkan Pemimpin di Smart Governance
Teknologi AI, BigData, Robotik membantu proses
pengambilan keputusan.