Anda di halaman 1dari 4

FIELD TRIP EKOLOGI HEWAN 2021

Field trip adalah studi lapangan atau kuliah lapangan yang kegiatannya adalah kunjungan
ke objek tertentu diluar lingkungan kampus, yang bertujuan untuk mencapai tujuan intruksional
tertentu.

Field trip mata kuliah Ekologi hewan kali ini dilaksanakan di batu secret zoo malang pada
tanggal 22 Desember 2021. Field trip ini bertujuan untuk mempelajari perilaku harian hewan dari
3 kelas hewan berbeda yaitu kelas mamalia (ordo primate), kelas aves, dan kelas reptile.

Dari kelompok 3 yang beranggotakan Rini istibanah, Faradillah Komalasari, Syraifah


Zhuraini, Ahmad Fahim Aryan dan Nurhalimah mengamati masing-masing satu spesies dari
ketiga kelas yang ditentukan.

Yang pertama yaitu spesies Saguinus midas dari kelas mamalia (ordo primata) hewan ini
memiliki nama lokal Tamarin Tangan merah. Pada hari praktikum dilaksanakan, selama 20
menit pengamatan hewan ini sangat aktif bergerak melompat dari dahan satu ke dahan yang lain
dan juga selalu mengunyah makannya. Hewan ini juga selalu mengeluarkan suara nya yang
nyaring paling tidak 10 detik sekali. Dalam satu kandang hanya terdapat 3 spesimen yang sangat
jarang berinteraksi satu sama lain.

Gambar 1. Spesies Saguinus midas.


Spesies kedua yang kita amati yaitu Cygnus atratus dari kelas Aves. Hewan ini biasa
disebut angsa hitam oleh warga Indonesia, dari apa yang kami amati selama 20 menit angsa
hitam ini selalu bergerak di permukaan air dan sesekali memakan makanan yang disediakan oleh
petugas. Makanan yang disediakan oleh petugas ini cenderung kering sehingga angsa hitam perlu
menundukkan kepalanya untuk membasahi makanannya dengan air, hal ini juga menguntungkan
ikan yang ada di kolam untuk ikut makan bersama angsa hitam. Dalam satu kola mini terdapat 2
angsa hitam dewasa,dan tidak ada perilaku sosial antara keduanya.

Gambar 2. Spesies Cygnus atratus.


Spesies ketiga yang kita amati yaitu dari kelas reptil yaitu spesies dengan nama latin
Varanus kordensis dan nama lokalnya bisa disebut biawak tree monitor, di kandang nya hanya
terdapat dua specimen biawak yang ukuranya masih kecil. Hewan ini aktif bergerak selama
pengamatan yang kami lakukan selama 20 menit, pergerakannya lebih sering memnjat dan
mengelantung di kayu kayu kecil yang ada dalam kandangnya. Biawak ini makan ketika 5 menit
pertama pengamatan dan setelahnya hanya bergerah dengan menjulurkan lidahnya.
Gambar 3. Spesies Varanus kordensis.