FUMIGASI SEBAGAI SALAH SATU
METODE PENGENDALIAN HAMA
Oleh : Awaluddin
Disajikan pada Pelatihan Dasar Pest Manajemen di
Institut Pertanian Bogor
FUMIGASI :
Pengendalian hama yang dilakukan dengan cara
melepaskan/menempatkan fumigan di dalam
ruang tertutup (kedap udara) selama waktu
tertentu.
FUMIGAN :
Bahan kimia yang pada temperatur dan tekanan
tertentu dapat berbentuk gas dan pada waktu dan
konsentrasi tertentu dapat membunuh serangga
atau hama lainnya.
KELEBIHANFUMIGASI :
liquid powder Fumigan
Eggs, larvae, pupae not affected Controls Eggs, larvae, pupae
Non-Fumigasi Fumigasi
Macam Macam Fumigan :
¾ Methyl Bromide (CH3Br)
¾ Phospine (PH3)
¾ Carbon Diokside (CO2)
¾ Hydrogen cyanide (HCN)
¾ Dll.
Alasan Memilih Metode Fumigasi :
•Relative tidak meninggalkan residu
• Daya penetrasi yang jauh lebih baik
• Daya bunuh pada berbagai stadia
perkembangan serangga
Peruntukan Fumigasi
Pergudangan (komoditi pertanian, bahan baku, arsip
dll)
Keperluan tindakan karantina (Fumigasi komoditi
yang akan di Ekspor/impor atau yang akan diantar
pulaukan dan ISPM#15)
Sarana trasportasi (kapal laut, pesawat, kereta api,
bis penumpang,truck).
Bangunan (hama perusak pada bangunan dan atau
isinya)
Lahan pertanian (organisme tanah)
Macam Macam Fumigasi :
Fumigasi dibawah
sungkup.(Fumigasi pada
sebagian gudang atau
terbatas pada sebagian
komoditi yang akan
difumigasi)
Fumigasi Ruang ( Silo,
Kontainer, Gudang, Kapal)
SIFAT – SIFAT FUMIGAN
No: Deskripsi Metil Bromida Phospin
1. Rumus Kimia CH3 Br PH3
2. Bau Kuat menyengat (HC) Karbite
3. Titik Didih 3.6°C -87.4°C
4. Titik Lebur -93°C -133.5°C
5. Berat Molekul 94.94 34.04
6. Gravity Khusus 1.214°
a. Gas (Udara = 1) 3.27 pada 0°C 0.746-90
b. Liquid (Air 4°C = 1) 1.732 pada 0°C
7. Panas Penguapan 61.52 cal/g 102.6 cal/g
8. Titik Ledakan Nonflammable 1.79% udara
9. Kelarutan dalam Air 1.34 g/100 ml 25°C Sangat larut
SIFAT – SIFAT FUMIGAN
No Deskripsi Metil Bromida Phospin
10 Residu Recomendasi 1 ppm 0.1 ppm
WHO/FAO
11 Efek pada Produk Tanaman
a. Perubahan Vitamin Berpengaruh (Clegg 1953) -
b. Sifat Pengembang Berpengaruh -
(Baking) Br menarik H2 (dehidrasi) -
c. Warna Coklat Ada ada
(Browning) Tidak baik bila berulang-ulang -
d. Karamell
e. Germinasi
12. Efek pada serangga Sistem Pernapasan Syaraf & pernapasan
a. Telur Lambat Lambat
b. Larva Cepat Cepat
c. Dewasa Cepat Cepat
13. Efek Bahan Tambahan -
a. Chloropicri Phytotoxic tidak ada
14 Efek pada lingkungan Ozone Depleting Substance Tidak ada
15 Exposure time 2 x 24 jam 5 x 24 jam
16 Alat bantu aplikasi Perlu banyak Relative tidak perlu
SIFAT – SIFAT FUMIGAN
Sifat kimia lain Phospin :
Gas yang timbul bereaksi
dengan semua jenis metal
(khususnya perangkat listrik)
emas dan perak.
Tidak meninggalkan residu.
Bentuk Formulasi Phospin :
Tablet
Pellet
Bag
Plate
BEBERAPA TAHAPAN
DALAM KEGIATAN FUMIGASI
1. Verifikasi (survey) kelayakan fumigasi
2. Persiapan fumigasi
3. Pelaksanaan Fumigasi
4. Monitoring
5. Aerasi
6. Pembenahan alat
7. Reporting
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
Verifikasi merupakan kegiatan dalam rangka
memperoleh informasi untuk mendapatkan
kepastian bahwa fumigasi layak untuk dilakukan.
Hal-hal yang perlu diverifikasi antara lain adalah:
• Waktu dan tempat pelaksanaan fumigasi,
• Komoditas (jenis, jumlah, kondisi,
• Kemasan/packing), penumpukan/stacking
• Komoditas, dan jenis hama/dosis.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
1. Verifikasi Waktu dan Tempat
Verifikasi waktu dilakukan untuk memastikan apakah
waktu yang tersedia cukup untuk melaksanakan
kegiatan fumigasi sesuai standar. Waktu yang
diperlukan mencakup waktu untuk persiapan,
pelaksanaan dan pasca pelaksanaan fumigasi.
Lamanya waktu fumigasi tergantung dari jenis hama
sasaran.
Verifikasi tempat dilakukan untuk memastikan
kelayakan tempat fumigasi.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
Verifikasi tempat pelaksanaan fumigasi meliputi :
9 Sumber/daya listrik dan air
9 Terlindung dari angin kencang dan hujan
9 Ventilasi dan pencahayaan yang cukup
9 Kondisi keamanan lingkungan
9 Bebas genangan air atau banjir
9 Kondisi lantai harus kedap,tidak dapat ditembus gas
sehingga mampu mempertahankan konsentrasi
fumigan pada tingkat minimal selama masa perlakuan.
Beton yang tidak bercelah (tertutup rapat dan dalam
kondisi baik) atau aspal baik untuk digunakan sebagai
lantai fumigasi.
Apabila lantai tidak kedap gas, harus dilakukan penutupan
dengan menggunakan lembaran (tarpauline/
sheet fumigation), untuk itu lantai tersebut
harus :
a. Datar dan bersih dari batu atau benda
tajam atau kotoran lainnya sehingga
penempatan lembaran pada
permukaan lantai dapat dilakukan dengan baik untuk
mencegah kebocoran gas.
b. Bebas dari retakan-retakan dan saluran air atau celah
lainnya yang dapat mengurangi sifat kedap gas ruangan
tersebut.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
2. VERIFIKASI KOMODITAS
Verifikasi komoditas dilakukan untuk memastikan
komoditas layak untuk difumigasi dengan Fosfin ataupun
Methyl bromida
Verifikasi komoditas antara lain :
a. Jenis komoditas
Beberapa jenis komoditas akan terpengaruh oleh
Fumigan tertentu.
b. Jumlah/volume komoditas
Mengetahui alat-alat dan banyaknya bahan yang
diperlukan untuk melaksanakan fumigasi.
c. Kondisi komoditas
Memastikan komoditas tidak terbungkus/terlapisi bahan
yang kedap gas. Lakukan pelubangan apabila
komoditas terlapisi oleh bahan kedap gas.
Pelubangan yang memenuhi persyaratan fumigasi adalah
sebagai berikut :
Minimal 4 (empat) lubang dengan diameter 0,6 cm atau 5
(lima) lubang dengan diameter 0,5 cm setiap 100 cm2.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
Komoditi yang bermasalah dengan fumigan
Methyl Bromide
Makanan/kacang-kacangan yang berlemak
Garam yang mengandung yodium
Buah-buahan, sayuran & tanaman hidup
Benda yang terbuat dari karet atau kulit yang telah
diproses.
Bahan kimia untuk pembuatan potret (fotografi)
Cat dengan campuran dasar sulfur, lukisan berminyak.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
Komoditi yang bermasalah dengan fumigan
Phospin
Fosfin sangat reaktif terhadap beberapa logam atau bahan-bahan
yang mengandung :
¾ Tembaga
¾ Perak
¾ Emas.
¾ Bahan-bahan yang terbuat dari tembaga, perak atau emas.
¾ Bebarapa jenis kertas film yang mengandung komponen
perak.
¾ Sutera
¾ Garam-garaman logam.
¾ Seng pada kelembaban relatif di atas 90%..
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
3. JENIS HAMA & DOSIS
Verifikasi jenis hama untuk mengetahui jenis hama yang akan
difumigasi karena berpengaruh pada dosis yang akan digunakan dan
waktu pemaparan (exposure time) fumigan.
Namun penggunaan dosis juga tergantung pada jenis komoditas dan
permintaan pelanggan/ketentuan negara tujuan.
Jenis hama yang menyerang suatu komoditi mempengaruhi dosis dan
lamanya waktu fumigasi. Contoh dengan CH3Br:
Hama gudang secara umum : 32 gr/m3/24 jam
Khapra beetle 80 gr/m3/24 jam
Giant african snail 128 gr/m3/24 jam
Hama tanaman hidup 32 gr/m3/2 jam
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
3. JENIS HAMA & DOSIS
Contoh dengan PH3 :
Kacang hijau : 1.5 tablet/m3
Kacang kedelai : 2.6 tablet/ton (1.5 m3)
Bungkil kedelai : 2.6 tablet/ton (1.5 m3)
Gas Standar normal temperatur fumigasi dengan
CH3Br adalah 21oC–25oC. Temperatur minimum
adalah 10oC. Untuk setiap penurunan temperatur
sampai 5oC dibawah 21oC dilakukan penambahan
dosis sebesar 8 gr/m3. Diatas 25oC tidak dilakukan
penambahan.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
4. VERIFIKASI TUMPUKAN KOMODITAS (STACKING)
Verifikasi tumpukan komoditas untuk memastikan kondisi
tumpukan komoditas cukup baik untuk sirkulasi gas di ruang
fumigasi dan untuk memudahkan penempatan selang
monitor.
Komoditas harus ditumpuk sedemikian rupa dan diberi jarak
dengan lantai minimal 5 cm sehingga memungkinkan sirkulasi
gas berjalan dengan baik di dalam ruang fumigasi dan
memudahkan peletakan Fosfin secara merata.
Bila volume tumpukan relatif besar, komoditas hendaknya
disusun dengan menggunakan palet untuk memungkinkan
penetrasi gas ke dalam tumpukan. Antara satu palet dengan
lainnya harus diberi jarak minimal 5 cm. Tinggi, lebar dan
panjang tumpukan dalam setiap palet hendaknya tidak
melebihi 2,5 m.
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
4. VERIFIKASI TUMPUKAN KOMODITAS (STACKING)
Untuk fumigasi dalam peti kemas atau kamar, sebaiknya
juga menggunakan palet untuk menyusun/menyangga
komoditas. Jarak antara tumpukan komoditas dengan
dinding peti kemas atau kamar pada bagian atas dan sisi
harus tidak kurang dari 10 cm. Untuk komoditas yang
mudah menyerap gas (sorpsi) seperti rumput pakan ternak
(baled hay), tumpukan dapat dimuat hingga memenuhi
seluruh ruangan peti kemas atau kamar, tanpa ada jarak
antara tumpukan dengan dinding.
Untuk komoditi kayu agar diberi space setiap penyusunan
kayu setebal 8 inc (20 cm) apabila menggunakan fumigan
CH3Br
I. VERIFIKASI / SURVEY KELAYAKAN
4. VERIFIKASI TUMPUKAN KOMODITAS (STACKING)
Verifikasi tumpukan komoditas untuk memastikan
kondisi tumpukan komoditas cukup baik untuk sirkulasi
gas di ruang fumigasi dan untuk memudahkan
penempatan selang monitor.
Komoditas harus ditumpuk sedemikian rupa dan diberi
jarak dengan lantai minimal 5 cm sehingga
memungkinkan sirkulasi gas berjalan dengan baik di
dalam ruang fumigasi dan memudahkan peletakan
Fosfin secara merata.
Bila volume tumpukan relatif besar, komoditas
hendaknya disusun dengan menggunakan palet untuk
memungkinkan penetrasi gas ke dalam tumpukan.
Antara satu palet dengan lainnya harus diberi jarak
minimal 5 cm. Tinggi, lebar dan panjang tumpukan
dalam setiap palet hendaknya tidak melebihi 2,5 m.
II. PERSIAPAN FUMIGASI
A. Persiapan pengamanan & keselamatan
Pemberitahuan (pihak keamanan
dan pelanggan) tentang kegiatan
fumigasi yang akan dilakukan.
Lokasi rumah sakit/klinik yang
terdekat.
Pastikan lokasi AMAN untuk
melakukan fumigasi.
Pasang batas DANGER AREA di
sekeliling area fumigasi.
II. PERSIAPAN FUMIGASI
B. Persiapan Alat dan Bahan
Pelaksanaan fumigasi memerlukan bahan dan peralatan
yang mencukupi. Semua peralatan yang akan
dipergunakan harus dipastikan dapat berfungsi dengan
baik dan sesuai dengan jenis fumigan yang digunakan.
Secara umum, peralatan yang perlu dipersiapkan adalah :
- Alat keselamatan kerja
- Alat monitoring konsentrasi gas
- Alat aplikasi fumigan
- Alat pendukung lainnya
II. PERSIAPAN FUMIGASI
Peralatan Pelindung yang terdiri dari :
Pakaian keselamatan kerja (wearpack, safety
shoes, helm pengaman dan sarung tangan)
Alat pelindung pernapasan (SCBA,
masker, canister)
Tabung pemadam kebakaran kecil.
Kotak P3K
II. PERSIAPAN FUMIGASI
Peralatan Aplikasi :
Selang gas Fumigant,
Connector, T Pieces,
Nozzles,clamb (CH3 Br)
Sheet fumigasi
Plastik sheet untuk menutupi
lubang–lubang ventilasi.
Sand snake
Alat pemanas (CH3Br)
Kipas angin
Perekat/lakban/seal tape
Alat ukur (thermometer,
kalkulator, timbangan)
Senter,Tali,Kain pel
Wadah fumigan (PH3)
Dll
II. PERSIAPAN FUMIGASI
Peralatan Monitoring Gas :
Alat pendeteksi
kebocoran gas
Alat pengukur
konsentrasi gas Interferometer
Selang kapiler (sampling Selang
tubes) Monitor
Peralatan Monitoring Gas :
• Alat pendeteksi kebocoran gas
• Alat pengukur konsentrasi gas
• Selang kapiler (sampling tubes)
Leak Detector MB
II. PERSIAPAN FUMIGASI
B. Pengukuran Volume Ruang Fumigasi
Volume ruang fumigasi adalah isi seluruh ruang yang
digunakan untuk fumigasi. Volume ruang fumigasi dihitung
dengan cara sebagai berikut :
Volume (V) = panjang (p) x lebar (l) x tinggi (t)
Jika fumigasi dilakukan dalam kamar, maka dalam
menghitung volume ruang fumigasi juga harus
memperhitungkan volume peralatan sirkulasi udara
(cerobong misalnya).
II. PERSIAPAN FUMIGASI
C. Pemasangan Selang Distribusi & Monitor u/MB
atau Penentuan titik distribusi untuk PH3
Selang distribusi dipasang merata
(apabila lebih dari satu, harus
sama panjang dan diameternya)
Pasang kipas angin di ujung
selang distribusi (untuk
mempercepat penyebaran gas)
Selang monitor dipasang minimal
3 tempat yaitu di bawah, tengah
dan di atas serta jauh dari selang
distribusi
II. PERSIAPAN FUMIGASI
Penentuan Titik Distribusi PH3
Penentuan titik distribusi bertujuan untuk memudahkan
peletakan/penyimpanan Fosfin ke ruang fumigasi. Banyaknya
titik distribusi dan jumlah Fosfin dalam setiap titik harus
proporsional/merata disesuaikan dengan volume ruang fumigasi.
Persiapan Wadah Penempatan Fumigan PH3
Fosfin dalam bentuk tablet atau pellet yang akan digunakan harus
diletakkan dalam suatu wadah/tempat agar sisa fumigan (spent)
tidak bercampur dengan komoditas dan lebih mudah dikumpulkan
pada akhir fumigasi. Jenis wadah yang dapat digunakan adalah
wadah yang memiliki permukaan lebar antara lain piring, kotak
kardus, amplop yang terbuat dari kertas. Wadah diletakan pada
titik-titik distribusi yang telah ditentukan sebelumnya.
II. PERSIAPAN FUMIGASI
D. Penutupan komoditas
dengan cover sheet
Tutup komoditas dengan cover sheet
Pada keempat sisi lebihkan minimal
50 cm pada bagian bawah yang
bersentuhan dengan lantai
Kelebihan pada bagian sudut dilipat
seperti amplop atau digulung supaya
ketat & rapih
Bagian plastik yang sobek di tambal
II. PERSIAPAN FUMIGASI
D. Penutupan komoditas dengan
cover sheet
Rapatkan pertemuan plastik dengan
lantai dengan menggunakan 2 baris
sand snakes yang tersusun over
lapping
Ukur dimensi panjang x lebar x tinggi
tumpukan komoditas atau kontainer.
Hitung besarnya dosis fumigan yang
akan digunakan (hubungkan dengan
temperatur komoditas).
II. PERSIAPAN FUMIGASI
PERHITUANGAN VOLUME RUANGAN
DAN DOSIS FUMIGAN
VOLUME =
PANJANG x LEBAR x TINGGI
JUMLAH FUMIGAN MB =
VOLUME x DOSIS x (100/98)
JUMLAH FUMIGANT PH3
VOLUME x DOSIS
II. PERSIAPAN FUMIGASI
D. PERSIAPAN PENYALURAN GAS
1. Tempatkan tabung silinder gas di atas
timbangan
2. Rangkai selang dari tabung MB dengan alat
pemanas serta selang distribusi
3. Hidupkan kipas angin
4. Siapkan leak detector
5. Pastikan tidak ada orang yang berkepentingan
di dalam area fumigasi
6. Periksa air di dalam pemanas apakah sudah
cukup panas
II. PERSIAPAN FUMIGASI
1 2 3
4 5 6
II. PERSIAPAN FUMIGASI
CONTOH ALAT PEMANAS (EVAPORISER)
III. PELAKSANAAN FUMIGASI
A. PENYALURAN GAS KE DALAM KONTAINER
1. Pastikan peralatan safety berfungsi
dengan baik.
2. Pasang peralatan safety dengan baik &
benar.
3. Lepaskan gas secara perlahan selama 30
detik kemudian tutup kembali.
4. Periksa dan tutup kebocoran pada
sambungan-sambungan.
5. Apabila tidak terdapat kebocoran,
lepaskan gas sesuai dengan dosis yang
telah ditentukan.
6. Catat waktu selesainya pelepasan gas.
III. PELAKSANAAN FUMIGASI
B. PEMERIKSAAN KEBOCORAN GAS
1. Periksa sekeliling area fumigasi dengan menggunakan
leak detector untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran
gas.
2. Apabila terdapat kebocoran, segera perbaiki dengan
cara menambal atau menambah penempatan sand
snakes.
3. Jenis peralatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi
kebocoran bisa berupa lampu halida atau elektronic leak
detector.
4. Matikan kipas angin 15 menit setelah selesainya
pelepasan gas.
III. PELAKSANAAN FUMIGASI
DENGAN PH3
B. PENDISTRIBUSIAN PH3
Sebelum peletakan fosfin ke dalam ruangan fumigasi
maka harus dipastikan bahwa :
• Tanda-tanda peringatan sudah terpasang di sekitar
fumigasi.
• Tidak ada orang disekitar lokasi fumigasi.
• Petugas/pelaksana fumigasi harus berjaga-jaga
disekitar tempat fumigasi.
• Pelaksana fumigasi harus memakai alat pelindung diri.
• Tersedia wadah fosfin pada titik – titik distribusi yang
telah ditentukan sebelumnya apabila menggunakan
fosfin dalam bentuk tablet/pellet
III. PELAKSANAAN FUMIGASI
DENGAN PH3
B. PENDISTRIBUSIAN PH3
• Peletakan fosfin dalam sungkup/ruangan fumigasi dilakukan
dengan cepat (tidak lebih dari 30 menit).
• Petugas harus menggunakan sarung tangan dalam meletakan
fosfin, penggunaan alat perlindungan pernafasan tidak
diharuskan apabila distribusi fosfin ke seluruh ruangan
fumigasi tidak lebih dari 30 menit.
• Cara peletakkan fosfin disesuaikan dengan bentuk formulasi
sebagai berikut:
a. Fosfin dalam bentuk tablet/pellet diletakkan pada wadah
yang sudah disiapkan sebelumnya. Jumlah tablet/pellet
yang diletakkan pada setiap wadah harus sama/merata.
Hindari penempatan tablet/pellet menumpuk dalam satu
wadah untuk menghindari terjadinya ledakan.
III. PELAKSANAAN FUMIGASI
DENGAN PH3
B. PENDISTRIBUSIAN PH3
b. Fosfin dalam bentuk plate harus dikeluarkan dari kemasan
alumunium foil terlebih dahulu, kemudian diletakkan dengan
posisi miring lebih kurang 45 derajat.
Pastikan plate tetap dalam posisi miring dengan cara bagian
atas dan bawah plate direkatkan pada suatu permukaan
benda.
c. Fosfin dalam bentuk bags harus terlebih dahulu dikeluarkan
dari kemasan alumunium foil, kemudian diletakkan secara
merata di dalam ruangan fumigasi.
IV. MONITORING
TUJUAN :
Untuk mengetahui besarnya konsentrasi gas di dalam
ruang fumigasi pada waktu tertentu
WAKTU & FREKUENSI :
Monitoring dilakukan minimal 2
kali yaitu pada awal dan akhir
fumigasi.
GAMBAR ALAT MONITORING
(Riken Interferometer)
IV. MONITORING
TABEL PEDOMAN MONITORING
Waktu Monitoring (jam setelah
Konsentrasi gas
pelepasan gas)
0.5 75 % atau lebih dari dosis awal
2 60 % atau lebih dari dosis awal
4 50 % atau lebih dari dosis awal
12 35 % atau lebih dari dosis awal
24 30 % atau lebih dari dosis awal
48 25 % atau lebih dari dosis awal
IV. MONITORING
MONITORING AWAL
Tujuan : Untuk mengetahui kapan
dimulainya kegiatan fumigasi.
Monitoring awal dilakukan
30–60 menit setelah
selesainya pelepasan gas MB
IV. MONITORING
Kegiatan fumigasi dinyatakan dimulai apabila :
Equilibrum tercapai apabila
perbedaan konsentrasi gas pada
beberapa titik monitoring tidak
melebihi 15 %.
Apabila rata-rata konsentrasi gas
telah mencapai equilibrum pada
standar maka penghitungan waktu
fumigasi sudah dapat dimulai.
IV. MONITORING
MONITORING AKHIR
Tujuan : Untuk mengetahui keberhasilan
fumigasi.
Monitoring akhir dilakukan pada saat masa
fumigasi berakhir.
Kemungkinan hasil monitoring :
1. Konsentrasi gas sama atau melebihi batas
konsentrasi standar
2. Konsentrasi gas berada diantara batas standar dan
batas minimum.
3. Konsentrasi gas berada dibawah batas minimum
CONTOH Tabel ready reconer
IV. MONITORING
PENAMBAHAN GAS
Cara penambahan gas setelah
monitoring akhir dilakukan
dengan mengikuti prosodur
sebagaimana pelepasan gas
menjelang awal
pelaksanaan fumigasi.
V. AERASI
Tujuan melakukan aerasi adalah untuk
membebaskan gas fumigan dari ruang
fumigasi sampai mencapai batas
ambang aman bagi manusia/ TLV
(Threshold Limit Value)
Batas konsentrasi gas yang aman bagi
manusia adalah 5 ppm (TLV = 5 ppm
untuk MB dan 0.3 ppm Untuk PH3)
V. AERASI
Tahapan aerasi sebagai berikut :
Pastikan perlengkapan safety
berfungsi dengan baik
Pasang perlengkapan safety
(masker) sebelum memasuki
area fumigasi.
Lepaskan tali pengikat plastik di
sekeliling ruang fumigasi.
Aktifkan kipas angin
V. AERASI
Singkirkan sand snake di depan pintu
ruang fumigasi kemudian angkat cover
sheet secukupnya pada kedua sisi lalu
jepit.
Catat waktu pembukaan cover sheet.
Biarkan selama 15 menit, kemudian
angkat lagi cover sheet ke arah yang
lebih tinggi.
Biarkan selama 15 menit kemudian
matikan kipas angin.
Lakukan test dengan menggunakan
atau electronic leak detector sesuai
dengan jenis fumigan yang digunakan.
V. AERASI
Apabila gas sudah tidak terdeteksi dengan
leak detector, ukur TLV dengan
menggunakan aspirator pump.
Apabila konsentrasi gas telah berada pada
5 ppm (MB) atau kurang dan 0,3 ppm atau
kurang (PH3), area fumigasi dapat
dikatakan aman.
V. AERASI
1 2 3
4
VI. PEMBENAHAN ALAT
Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian
fumigasi, lakukan pembenahan peralatan sbb :
1. Pastikan keran silinder tabung CH3Br telah
tertutup rapat kemudian simpan pada
tempatnya. Penyimpanan/pengangkutan tabung
tidak boleh dalam posisi miring atau rebah.
2. Pastikan cannister telah dilepaskan dari masker &
waktu penggunaanya telah dicatat.
VI. PEMBENAHAN ALAT
3. Pastikan interferometer telah bebas dari
fumigan & skalanya telah berada pada
posisi nol.
4. Lipat cover sheet dengan cara yang benar
& rapih untuk memudahkan penggunaan
berikutnya.
5. Pastikan seluruh peralatan tidak ada yang
tertinggal di lokasi fumigasi.
VI. PEMBENAHAN ALAT
Setelah selesainya pelaksanaan fumigasi,
tehnisi
diwajibkan mengisi laporan berupa :
[Link] catatan fumigasi
[Link] Log Book
SERTIFIKAT FUMIGASI
1. Sertifikat bebas gas / Gas clearance certificate
2. Sertifikat fumigasi / Fumigation certifcate
SEKIAN & TERIMA KASIH