0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan20 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik SQC

Makalah ini membahas tentang Statistical Quality Control (SQC). SQC adalah pengendalian kualitas dengan menggunakan metode statistik untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan proses. SQC dibagi menjadi dua yaitu pengendalian kualitas produk dan pengendalian kualitas proses secara statistik. Metode-metode yang digunakan diantaranya adalah rencana penerimaan sample produk dan pengendalian kualitas

Diunggah oleh

Anisya Nur Fadilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan20 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik SQC

Makalah ini membahas tentang Statistical Quality Control (SQC). SQC adalah pengendalian kualitas dengan menggunakan metode statistik untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan proses. SQC dibagi menjadi dua yaitu pengendalian kualitas produk dan pengendalian kualitas proses secara statistik. Metode-metode yang digunakan diantaranya adalah rencana penerimaan sample produk dan pengendalian kualitas

Diunggah oleh

Anisya Nur Fadilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

Manajemen Kualitas
Statistic Quality Control (SQC)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Manajemen Kualitas
Dosen: Kardinah Indrianna, S.PI., M.M

Disusun Oleh:

1. Nabilla (201910325061)
2. Rizky Ananda Sp (201910325105)
3. Pradita Dewi M (201910325224)
4. Anisya Nur Fadilla (202010325004)
5. Maula Danil Syah (202010325034)

7.GabB MANAJEMEN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
2022
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................................2
BAB I....................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN................................................................................................................................3
1.1 Latar Belakang....................................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................4
1.3 Tujuan..................................................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN...................................................................................................................................5
2.1 Pengertian Kualitas dan Pengendalian..............................................................................5
2.2 Faktor-faktor Pengendalian Kualitas.................................................................................6
2.3 Statistic Quality Control (SQC)..........................................................................................6
2.4 Penggolongan Statistic Quality Control.............................................................................7
2.5 Metode Statistical Quality Control dengan Rencana Penerimaan Sample Produk
(Accepting Sampling)..........................................................................................................7
2.6 Metode Statistical Quality Control dengan Pengendalian Kualitas Proses Statistic....10
2.7 Alat – Alat Kendali Mutu Statistik...................................................................................12
BAB III...............................................................................................................................................18
PENUTUP..........................................................................................................................................18
A. Kesimpulan.........................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................19
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kualitas dan manajemen kualitas telah mengalami evolusi menjadi TQM (Total
Quality Management), filosofi TQM berisi dua komponen yang saling berhubungan, yaitu
sistem manajemen dan sistem teknik (Krumwiede Seu, 1996).
Pengendalian kualitas perlu dilakukan oleh perusahaan besar maupun usaha kecil
untuk mempertahankan kualitas produknya. Ada berbagai macam cara pengendalian
kualitas produk salah satunya adalah Statistical Quality Control (SQC), yaitu alat
pengendalian kualitas dengan menggunakan metode-metode statistik untuk
menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan. Metode Statistical Quality Control
(SQC) digunakan untuk mengendalikan kualitas dari proses awal sampai produk jadi,
serta mengendalikan proses produksi dengan standar mutu tertentu yang sudah disepakati
oleh perusahaan.
Sistem manajemen berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian dan pengelolaan proses sumber daya manusia yang berkaitan dengan
kualitas produk atau jasa. Sistem teknik melibatkan penjaminan kualitas dalam desain
produk, perencanaan dan desain proses dan pengendalian bahan baku, produk dalam
proses dan produk jadi.
Statistical Quality Control adalah pengendalian kualitas dengan menggunakan
metode statistik. Teknik yang digunakan untuk mengendalikan dan mengelola proses baik
manifaktur maupun jasa melalui metode statistik. Pengendalian kualitas statistik
merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor,
mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan proses
menggunakan metode-metode statistik (Prawirosentono, 2008).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Statistical quality control (SQC)?
2. Apa saja factor-faktor pengendalian?
3. Metode apa saja yang ada di Statistical quality control (SQC)?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa arti dari Statistical quality control (SQC)?
2. Mengetahui factor-faktor pengendalian?
3. Mengetahui Metode apa saja yang ada di Statistical quality control (SQC)
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kualitas dan Pengendalian


Istilah kualitas sangat penting bagi suatu organisasi atau perusahaan. Ada
beberapa alasan perlunya kualitas bagi suatu organisasi menurut russel (1996) dikutip dari
bukunya Dorothea (2003), mengidentifikasi enam peran pentingnya kualitas yaitu:
1. Meningkatkan reputasi perusahaan
2. Menurunkan biaya
3. Meningkatkan pangsa pasar
4. Dampak internasional
5. Adanya pertanggungjawaban produk
6. Untuk penampilan produk
7. Mewujudkan kualitas yang dirasakan penting
Menurut Sofjan Assauri (1998), pengendalian dan pengawasan adalah kegiatan
yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan
sesuai dengan apa yang direncanakan dan apabila terjadi penyimpangan, maka
penyimpangan tersebut dapat dikoreksi sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.
Jadi pengendalian dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk
memantau aktivitas dan memastikan kinerja sebenarnya yang dilakukan telah sesuai
dengan yang direncanakan. Selanjutnya pengertian pengendalian kualitas dalam arti
menyeluruh adalah pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu
kualitas dari barang yang dihasilkan agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah
ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan.
2.2 Faktor-faktor Pengendalian Kualitas
Menurut Douglas C. Montgomery (2001, faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian
kualitas yang dilakukan perusahaan adalah:

1. Kemampuan proses. Batas-batas yang ingin dicapai haruslah disesuaikan dengan


kemampuan proses yang ada. Tidak ada gunanya mengendalikan suatu proses dalam
batas-batas yang melebihi kemampuan atau kesanggupan proses yang ada.
2. Spesifikasi yang berlaku, hasil produksi yang ingin dicapai harus dapat berlaku, bila
ditinjau dari segi kemampuan proses dan keinginan atau kebutuhan konsumen yang
ingin dicapai dari hasil produksi tersebut. Dapat dipastikan dahulu apakah spesifikasi
tersebut dapa tberlaku sebelum pengendalian kualitas pada proses dapat dimulai.
3. Tingkat ketidak sesuaian yang dapat diterima. Tujuan dilakukan pengendalian suatu
proses adalah dapat mengurangi produk yang berada di bawah standar seminimal
mungkin. Tingkat pengendalian yang diberlakukan tergantung pada banyaknya
produk yang berada dibawah standar
4. Biaya kualitas, sangat mempengaruhi tingkat pengendalian dalam menghasilkan
produk dimana biaya mempunyai hubungan yang positif dengan terciptanya produk
yang berkualitas.

2.3 Statistic Quality Control (SQC)


Statistic Quality Control (SQC) atau statistik pengendalian kualitas merupakan
teknik penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan,
menganalisis, mengelola dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-
metode statistik. SQC sering disebut sebagai statistik pengendalian proses (Statistical
Process Control/SPC). SQC dan SPC memang merupakan dua istilah yang saling
dipertukarkan, yang apabila dilakukan bersama-sama maka pengguna akan melihat
gambaran kinerja proses masa kini dan masa mendatang (Cawley dan Harrold, 1999).
Statistical Quality Control (Pengendalian Kualitas Statistik) adalah teknik yang
digunakan untuk mengendalikan dan mengelola proses baik manufaktur maupun jasa
melalui menggunakan metode statistik. Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik
penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis,
mengelola dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistic.
2.4 Penggolongan Statistic Quality Control
Sementara itu, menurut Mayelett (1994), pengendalian kualitas statistik mempunyai
cakupan yang lebih luas. Secara garis besar digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Pengendalian proses statistik (statistical process control) atau yang sering disebut
dengan control chart (bagan kendali).
2. Rencana penerimaan sampel produk atau yang sering dikenal sebagai acceptance
sampling.

Penggolongan Pengendalian Kualitas Statistik

2.5 Metode Statistical Quality Control dengan Rencana Penerimaan Sample Produk
(Accepting Sampling)
Sampling penerimaan adalah suatu bidang pokok pengendalian kualitas
statistik.Apabila pemeriksaan bertujuan untuk penerimaan atau penolakan suatu produk,
berdasarkan kesesuaiannya dengan standar, jenis prosedur pemeriksaan yang digunakan
biasanya dinamakan sampling penerimaan.
Selanjutnya penyelesaian masalah dalam statistik mencakup dua hal, antara lain:
1. Melebihi batas pengendalian, jika proses dalam kondisi di luar kendali
2. Tidak melebihi batas pengendalian, jika proses dalam kondisi kendali
Secara statistik, kedua hal tersebut digolongkan menjadi kesalahan tipe I dan kesalahan
tipe II.
Kesalahan Tipe I, berarti Resiko Produsen (menolak produk baik)/a, hal ini
karena kebetulan yang diambil sebagai sampel adalah produk cacat, padahal produk yang
tidak diambil sebagai sampel adalah produk yang baik. Tetapi karena sampel tersebut
ditolak berarti seluruh produk yang diproduksi pada waktu itu ditolak.
Kesalahan Tipe II atau Resiko Konsumen (menerima produk cacat)/β adalah
resiko yang dialami konsumen karena menerima produk yang cacat. H al ini karena
secara kebetulan yang diambil sebagai sampel adalah produk baik, padahal produk yang
tidak diambil adalah produk cacat. Prosedur pengendalian statistik umumnya dirancang
untuk meminimalkan kesalahan tipe I.
Kesalahan tipe I dan tipe II ini digambarkan dengan kurva karakteristik operasi
(operating characteristic curve). Kurva ini menunjukkan probabilitas penerimaan sebagai
fungsi dari berbagai tingkatan kualitas. Kesalahan tipe I adalah 1 - Probabilitas
Penerimaan (1 – Pa) bila kualitas dapat diterima,
Perusahaan atau organisasi dapat mengadakan inspeksi pada saat bahan baku atau
penerimaan bahan baku, proses, dan produk akhir. Inspeksi tersebut dapat dilaksanakan
di beberapa waktu, antara lain:
1. Pada waktu bahan baku masih ada ditangan pemasok,
2. Pada waktu bahan baku sampai ditangan perusahaan tersebut,
3. Sebelum proses dimulai,
4. Selama proses produksi berlangsung,
5. Sebelum dikirimkan pelanggan, dsb.
Terdapat dua pilihan untuk inspeksi, yaitu:
1. Inspeksi 100%
Berarti perusahaan menguji semua bahan baku yang datang, seluruh produk
selama masih ada dalam proses atau seluruh produk jadi yang telah dihasilkan.
Kelebihannya adalah tingkat ketelitian tinggi karena seluruh produk diuji,
sedangkan kelemahannya adalah seringkali produk justru rusak dalam pengujian,
dan membutuhkan biaya, waktu, tenaga yang tidak sedikit.
2. Teknik Sampling
Yaitu menguji hanya pada produk yang diambil sebagai sampel dalam
pengujian. Kelebihannya adalah lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga,
sedangkan kelemahannya adalah tingkat ketelitian rendah.
Penentuan (AQL = Acceptable Quality Level) biasanya dilakukan oleh petugas yang
bertanggung jawab dalam sampling atau telah ditentukan dalam kontrak. Tingkat AQL
berbeda-beda untuk tiap jenis cacat. Untuk standarisasi cacat (defect) dibedakan
menjadi tiga, yaitu :
a. Cacat Kritis (Critical Defect) Adalah cacat yang tidak dapat ditolerir lagi, sehingga
apabila suatu produk mengalami cacat kritis, maka produk tersebut akan langsung
ditolak. Biasanya untuk cacat yang berhubungan dengan keselamatan konsumen.
b. Cacat Besar (Major Defect) Adalah suatu cacat pada suatu produk yang
berhubungan dengan ketidakberfungsian dari produk tersebut.
c. Cacat Kecil (Minor Defect) Adalah suatu cacat yang biasanya hanya berupa
outlook atau penampilan dari suatu produk, tetapi tidak berpengaruh terhadap
fungsi dari produk tersebut.
Contoh :
2.6 Metode Statistical Quality Control dengan Pengendalian Kualitas Proses Statistic
Pengendalian proses stastisik merupakan teknik penyelesaian masalah yang
digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki
proses menggunakan metode-metode statistik. Filosofi yang dikenal adalah output pada
proses atau pelayanan dapat dikemukakan ke dalam pengendalian statistic melalui alat-
alat manajemen dan tindakan perancangan. Sasarannya adalah mengadakan pengurangan
terhadap variasi atau kesalahan proses, sedangkan tujuannya adalah mendeteksi adanya
sebab khusus dalam variasi atau kesalahan proses. Variasi proses teridiri dari dua macam
penyebab, yaitu:

1. Penyebab Umum (random cause atau chance cause), yang sudah melekat pada
proses.
2. Penyebab Khusus (assignable cause atau special cause), yang merupakan kesalahan
yang berlebihan.
Pengendalian proses statistik dikatakan berada dalam batas pengendalian apabila
hanya terdapat kesalahan yang disebabkan oleh sebab umum. Menurut Gryna (2001), hal
ini memberikan manfaat penting, yaitu:
1. Proses memiliki stabilitas yang akan memungkinkan organisasi dapat memprediksi
perilaku paling tidak untuk jangka pendek.
2. Proses memiliki identitas dalam menyusun seperangkat kondisi yang penting untuk
membuat prediksi masa mendatang.
3. Proses yang berada dalam kondisi “berada dalam batas pengendalian statistik”
beroperasi dengan variabilitas yang lebih kecil daripada proses yang memiliki
penyebab khusus. Variabilitas yang rendah penting untuk memenangkan persaingan.
4. Proses yang mempunyai penyebab khusus merupakan proses yang tidak stabil dan
memiliki kesalahan yang berlebihan yang harus ditutup dengan mengadakan
perubahan untuk mencapai perbaikan.
5. Akan membantu karyawan dalam menjalankan proses tersebut. Apabila data berada
dalam batas pengendali, maka tidak perlu lagi dibuat penyesuaian atau perubahan.
6. Akan memberikan petunjuk untuk mengadakan pengurangan variabilitas proses
jangka panjang.
7. Analisis untuk pengendalian statistik mencakup penggambaran data produksi akan
memudahkan dalam mengidentifikasi kecendrungan yang terjadi dari waktu ke waktu.
8. Proses yang stabil atau yang berada dalam batas pengendalian statistik juga dapat
memenuhi spesifikasi produk, sehingga dapat dikatakan proses dalam kondisi terawat
dengan baik dan dapat menghasilkan produk yang baik.
Konsep terpenting dalam pengendalian kualitas statistik adalah Variabilitas, yaitu:
1. Variabilitas antar sampel (misalnya rata-rata atau nilai tengah)
2. Variabilitas dalam sampel (misalnya range atau standar deviasi)
Tujuan pokok pengendalian kualitas statistik adalah menemukan dengan cepat
terjadinya sebab-sebab. Peta control adalah salah satu metode pengendalian kualitas
statistik yang dapat digunakan untuk member informasi dalam meningkatkan atau
memperbaiki kualitas. Bentuk dasar peta control merupakan pragaan grafik suatu
karakteristik mutu yang telah diukur dari suatu sampel.
Peta control adalah teknik pengendali proses pada jalur yang digunakan secara
luas untuk menyelidiki secara cepat terjadinya sebab-sebab terduga atau proses
sedemikian sehingga penyelidikan terhadap proses itu dan tindakan perbaikan dapat
dilakukan sebelum terlalu banyak yang tidak sesuai diproduksi.
Peta kontrol dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe umum. Apabila karakteristik
kualitas dapat diukur dan dinyatakan dalam bilangan disebut peta control variabel. Dalam
hal ini tepat sekali untuk melukiskan karakteristik kualitas dengan ukuran tengah dan
ukuran variabilitas. Sedangkan untuk karakteristik kualitas yang tidak dapat diukur
dengan skala

kuantitatif, dimana keadaan ini dinilai sebagai data yang sesuai atau tidak sesuai atas
dasar pada tiap unitnya disebut peta control atribut.
2.7 Alat – Alat Kendali Mutu Statistik
Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical
Process Control) mempunyai tujuh alat statistik utama yang dapat digunakan sebagai alat
bantu untuk mengendalikan kualitas antara lain yaitu; checksheet, histogram, control chart,
diagram pareto, diagram sebab akibat, scatter diagram dan diagram proses

1. Check Sheet
Check Sheet. Check Sheet, adalah alat yang sering digunakan untuk
menghitung seberapa sering sesuatu terjadi dan sering digunakan dalam
pengumpulan dan pencatatan data.
Langkah pertama yang dilakukan untuk menganalisis pengendalian kualitas
secara statistik adalah membuat tabel (check sheet) jumlah produksi, reject proses dan
reject packing dengan standar mutu. Pembuatan tabel (Check sheet) ini berguna untuk
mempermudah proses pengumpulan data serta analisis.
2. Histogram.
Adalah alat bantu statistik yang memberikan gambaran tentang suatu proses
operasi pada satu waktu. Tujuannya adalah menentukan penyebaran atau variasi
suatu himpunan titik data dalam bentuk grafis. Alata ini secara grafis juga
memperkirakan kapasitas suatu proses, beserta hubungannya terhada[ spesifikasi dan
target. Selain itu, alat ini juga mengindikasi bentuk populasi dan dapat dapat melihat
jarak (gap) antar data
Histogram, adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan variasi data
pengukuran dan variasi setiap proses. Bentuk histogram berikut merupakan jumlah
kerusakan botol pada bulan Mei - Juli 2012.
3. Diagram Pareto
Diagram Pareto. Pareto diagram, adalah alat yang digunakan untuk
membandingkan berbagai kategori kejadian yang disusun menurut ukurannya untuk
menentukan pentingnya atau prioritas kategori. Diagram Pareto. Pareto diagram,
adalah alat yang digunakan untuk membandingkan berbagai kategori kejadian yang
disusun menurut ukurannya untuk menentukan pentingnya atau prioritas kategori.

4. Control Chart
Peta kendali atau Control Chart merupakan suatu teknik yang dikenal sebagai
metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses berada
dalam pengendalian kualitas secara statistik atau tidak sehingga dapat memecahkan
masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas . Metode ini dapat membantu
perusahaan dalam mengontrol proses produksinya dengan memberikan informasi
dalam bentuk grafik. Tujuan dari perancangan program aplikasi Control Chart ini
adalah untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan suatu proses produksi
sehingga bisa dijadikan pedoman dalam mengarahkan perusahaan kearah pemenuhan
spesifikasi konsumen
Tujuan menggambarkan Control Chart adalah untuk menetapkan apakah setiap
titik pada grafik normal atau tidak normal dan dapat mengetahui perubahan dalam
proses dari mana data dikumpulkan, sehingga setiap titik pada grafik harus
mengindikasikan dengan cepat dari proses mana data diambil.

Berdasarkan peta kendali diatas, dapat dilihat bahwa batas-batas


pengendalian dipilih sedemikian rupa sehingga apabila proses terkendali, maka
semua titik-titik sampel akan jatuh diantara UCL Maupun LCL. Selama titik-titik
terletak didalam batas-batas pengendali, proses dianggap dalam keadaan terkendali.

Namun
apabila terdapat
data yang berada
diluar batas
kendali yang

seharusnya, sehingga bisa dikatakan bahwa proses tidak terkendali atau menunjukan
terdapat penyimpanangan atau masih banyak titik-titik yang barada diluar batas
kendali dan titik tersebut berfluktuasi sangat tinggi dan tidak beraturan maka
menunjukkan bahwa proses produksi masih mengalami penyimpangan.
Penyimpangan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang meliputi tenaga kerja,
metode, dan material atau bahan baku. Oleh sebab itu masih diperlukan analisia lebih
lanjut mengapa penyimpangan bisa terjadi dengan menggunakan diagram sebab-
akibat (fishbone diagram) untuk mengetahui penyebab dari penyimpangan tersebut

5. Diagram Sebab – Akibat (Fish Bone)


Digram Sebab Akibat, untuk mencari unsur penyebab yang diduga dapat
menimbulkan masalah. Berkaitan dengan pengendalian proses statistikal, diagram
sebab-akibat dipergunakan untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) dan
karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab tersebut.
Fungsi dasar diagram Fishbone (Tulang Ikan) adalah untuk mengidentifikasi
dan mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu efek
spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya . Sering dijumpai orang
mengatakan “penyebab yang mungkin” dan dalam kebanyakan kasus harus menguji
apakah penyebab untuk hipotesa adalah nyata, dan apakah memperbesar atau
menguranginya akan memberikan hasil yang diinginkan.
Penerapan diagram Fishbone dapat menolong kita untuk dapat menemukan
akar “penyebab” terjadinya masalah khususnya di industri manufaktur dimana
prosesnya terkenal dengan banyaknya ragam variabel yang berpotensi menyebabkan
munculnya permasalahan. Apabila “masalah” dan “penyebab” sudah diketahui secara
pasti, maka tindakan dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan.

Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita
untuk dapat melihat semua kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar”
permasalahan sebenarnya.
6. Scatter Diagram
Diagram Scatter atau diagram pencar atau juga disebut diagram sebar
adalah gambaran yang menunjukkan kemungkinan hubungan (korelasi) antara
pasangan dua macam variabel dan menunjukkan keeratan hubungan antara
dua variabel tersebut yang sering diwujudkan sebagai koefisien korelasi.
Scatter diagram juga dapat digunakan untuk mengecek apakah suatu variabel
dapat digunakan untuk mengganti variabel yang lain.
Manfaat Diagram Scatter
Dikatakan juga bahwa Scatter diagram menunjukan hubungan antara dua
variabel. Scatter diagram sering digunakan sebagai analisis tindak lanjut untuk
menentukan apakah penyebab yang ada benar-benar memberikan dampak
kepada karakteristik kualitas.
Pada contoh terlihat scatter diagram yang menggambarkan plot
pengeluaran untuk iklan dengan penjualan perusahaan yang mengindikasikan
hubungan kuat positif diantara dua variabel. Jika pengeluaran untuk iklan
meningkat, penjualan cenderung meningkat.
7. Diagram Proses
Adalah alat bantu yang memberikan gambaran visual dari urutan
operasi yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas. Diagram alir
merupakan langkah pertama dalam memahami suatu proses, baik administrasi
maupun manufaktur. Dalam diagram alir dapat dilihat unsur-unsur penyusun
suatu pekerjaan dan urutan proses-prosesnya. Setiap proses akan
membutuhkan input untuk meyelesaikan tugas, dan akan memberikan output
ketika tugas telah selesai.

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Statistical Quality Control (pengendalian kualitas statistik) adalah alat bantu
manajemen untuk menjamin kualitas. Pengujian statistik diperlukan untuk
menyelesaikan masalah seperti ini, dan dalam Statistical Quality Control teknik-
teknik tersebut diaplikasikan guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan
standar dan mengecek kesesuaian produk untuk mencapai operasi manufaktur yang
maksimum, dan biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan
menaikkkan tingkat posisi kompetitif. Tujuan utama Statistical Quality Control adalah
meminimumkan variabilitas dalam karakteristik kualitas produk atau jasa. Untuk
mengambil keputusan dalam Statistical Quality Control dapat menggunakan alat yang
dikenal dengan seven tools, yang terdiri dari : process flow diagram, cause and effect
(fishbone) diagram, control chart (grafik pengendali), check sheet, pareto diagram,
scatter plot, dan histogram

DAFTAR PUSTAKA

https://www.coursehero.com/file/56300556/TM-5-Kualitaspptx/

https://docplayer.info/29830963-Modul-9-statistik-proses-kontrol.html
https://www.slideshare.net/Raviraj-Jadeja/statistical-quality-control-19754262?
from_action=save

https://www.slideshare.net/dvietians/ppt-on-sqc?from_action=save

https://repository.unugha.ac.id/504/1/PENGENDALIAN%20MUTU%20DENGAN
%20METODE%20ACCEPTANCE%20SAMPLING%20DI%20PT.%20KENCANA
%20GEMILANG.pdf

https://b2e89acb-a-62cb3a1a-s-sites.googlegroups.com/site/kelolakualitas/Diagram-Pencar/
Contoh%20diagram%20scatter%20penjualan.jpg.1379400948386.jpg?
attachauth=ANoY7crRCeRj41cnn6sBRyT5S9zcFhYBKsTzumhEVrTFO-
eEvV7YIavGhe8pB0pQCfrbNswefbGsd1SSV83jiQzxZM5lEYnwNgvUnNMT61kRVr0VDj
U00AIzgeqMvnX6MDP1AfjN7o0lOmsKCcMG9L5pUI9FaA5ubBk3nhTkE6Inu6rGkvZjQ
M44ZhTgEbYzm_Mkwb5DD4bRtoDjR8_TxVF5iA9qH2K9PwkspW6lQf2HY0Of5QedHg
wdPVSGD038u88sr58IebZYQZMdHAXQR3wFfW3S-ss6xNzhWAvTuyJcqOFCf9uqWbY
%3D&attredirects=0

https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-paper-6523-EMA503_10_-_Alat_Kualitas.pdf

Anda mungkin juga menyukai