Petunjuk Pengisian Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD):
(Halaman petunjuk ini tidak perlu diserahkan kembali, sehingga tidak perlu
dicetak)
1. Form SPPD pada halaman 2 dicetak sebanyak 2 rangkap per peserta
2. Pejabat pemberi tugas menandatangani SPPD pada kolom yang diberi tanda centang (√).
3. Bubuhkan stempel instansi pada kolom yang sama dengan tandatangan pejabat pemberi
tugas
4. Nama dan jabatan pejabat pemberi tugas tidak dicantumkan/dituliskan dalam SPPD,
tetapi dilampirkan pada lembar/kertas terpisah.
5. Lembar SPPD bersama surat tugas diserahkan pada saat kegiatan berlangsung.
I. Berangkat dari : Puskurbuk Jakarta
(tempat kedudukan) :
Ke : Hotel The Media Jakarta
Pada Tanggal : 19 Januari 2014
Kepala :
Kasubag Tata Usaha
LPMP Sumatera Barat
v
p
Dra. Armisah
NIP. 195803231985032004
II. Tiba di : Hotel The Media Jakarta Berangkat dari : Hotel The Media Jakarta
Pada tanggal : 19 Januari 2014 Ke : Puskurbuk Jakarta
Kepala : Pada tanggal : 20 Januari 2014
Seles Manager Kepala :
Hotel The Media Jakarta Seles Manager
Hotel The Media Jakarta
Vv
Sunia Farfinia Sunia Farfinia
III. Tiba di : Berangkat dari :
Pada tanggal : Ke :
Kepala : Pada tanggal :
Kepala :
(……………………………..……………..) (………………………………………)
NIP. NIP.
IV. Tiba di : Berangkat dari :
Pada tanggal : Ke :
Kepala : Pada tanggal :
Kepala :
(……………………….…………………..) (………………………………………)
NIP. NIP.
V. Tiba di : Puskurbuk Jakarta Telah diperiksa dengan keterangan bahwa perjalanan tersebut
(tempat kedudukan ) atas perintahnya dan semata-mata untuk kepentingan jabatan
Pada Tanggal : 20 Januari 2014 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kepala : Pejabat Yang Memberi Perintah
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang dan Perbukuan
LPMP Sumatera Barat Pejabat Pembuat Komitmen
v
Dra. Armisah
NIP. 195803231985032004
VI. CATATAN LAIN-LAIN :
VII. PERHATIAN :
PPK yang menerbitkan SPD, pegawai yang melakukan perjalanan dinas, para pejabat yang mengesahkan tanggal
berangkat/tiba, serta bendahara pengeluaran bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangan Negara,
apabila negara menderita rugi akibat kesalahan, kelalaian, dan kealpaannya ( Lampiran III ( 1 dan 4 ) Peraturan Direktur
Jenderal Perbendaharaan No. PER-22/PB/2013 Tanggal 30 Mei 2013)