0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan9 halaman

Pedoman Kredensial Tenaga Medis RSU Wisata

Pedoman ini memberikan panduan mekanisme kredensial dan re-kredensial bagi tenaga medis di rumah sakit agar terpenuhinya keselamatan pasien. Tim Kredensial bertanggung jawab melakukan seleksi dan evaluasi tenaga medis berdasarkan kompetensi untuk mendapatkan kewenangan klinis sesuai standar.

Diunggah oleh

Haryani Asri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan9 halaman

Pedoman Kredensial Tenaga Medis RSU Wisata

Pedoman ini memberikan panduan mekanisme kredensial dan re-kredensial bagi tenaga medis di rumah sakit agar terpenuhinya keselamatan pasien. Tim Kredensial bertanggung jawab melakukan seleksi dan evaluasi tenaga medis berdasarkan kompetensi untuk mendapatkan kewenangan klinis sesuai standar.

Diunggah oleh

Haryani Asri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN KREDENSIAL

TENAGA MEDIS

RSU WISATA UIT


MAKASSAR
2022

1
PEDOMAN KREDENSIAL TENAGA MEDIS

BAB : I
PENDAHULUAN

Dengan disahkannya undang-undang rumah sakit yang baru di Indonesia,


keselamatan telah menjadi issue sentral. Salah satu upaya menuju keselamatan
pasien adalah dengan mencegah terjadinya kecelakaan medis akibat inkompeten
tenaga medis di rumah sakit. Oleh karena itu untuk meminimalisir kejadian tersebut
perlu pelayanan bidang kesehatan dilakukan tenaga medis yang profesional dan
mutu profesi yang dapat dipertanggung jawabkan. Harapan tersebut akan dapat
dicapai bilamana dalam menentukan (rekruitmen) tenaga medis dilakukan seleksi
yang ketat, sehingga didapatkan mutu tenaga medis yang baik. Didalam penjelasan
pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia tahun 2009 tentang rumah sakit
mengatur kewenangan klinis setiap tenagaaa medis di rumahsakit.
Didalam upaya seleksi dan memberikan rekomendasi kewenangan klinis perlu
dibentuk suatu Tim Kredensial Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Direktur Rumah
Sakit.

BAB : II
LATAR BELAKANG

Walaupun angka kejadian kecelakaan yang berkaitan dengan tindakan mdis


dokter di rumah sakit belum diketahui dengan pasti jumlahnya di Indonesia, namun
diduga jumlah tersebut tidaklah kecil. Berdasarkan data yang telah ada, jumlah klaim
terhadaptindakan medis dokter yang mengakibatkan ganti rugi selama tahun 2007
tercatat 37 kasus dan pada bulan Januari 2008 mencapai 12 kasus.
Salah satu faktor krusial dalam kkeselamatan pasien adalah kewenangan dokter
untuk melakukan tindakan medis tidak dikendalikan dengan adekuat oleh Komite
Medik Rumah Sakit.
Dengan demikian Rumah Sakit perlu mengambil langkah-langkah pengamanan
dengan cara pemberian kewenangan klinis melalui mekanisme kredensial yang
dilaksanakan oleh Komite Medik. Komite Medik akan menentukan jenis-jenis
kewenangan klinis berdasarkan kompetensinya, sehingga tindakan medis lebih
terkendali di rumah sakit dan pasien lebih terlindingi dari tindakan medis oleh dokter
yang tidak kompeten.
Untuk terealisasinya harapan tersebut, maka perlu dibuat suatu “ Pedoman
Kredensial Tenaga Medis “ agar menjadi panduan bagi rumah sakit untuk
melakukan kredensial para tenaga medis dengan baik, benar, jujur, adil dan dapat
dipertanggung jawabkan.

2
BAB : III
DEFINISI

1. Kredensial Tenaga Medis adalah suatu proses seleksi penerimaan tenaga medis
berdasarkan kriteria dan prosedur tertentu, apakah yang bersangkutan layak
diberi Kewenangan Klinis ( Clinical Privileg ) untuk menjalankan tindakan medis
tertentu dalam lingkungan rumah sakit untuk suatu periode tertentu.

2. Re-Kredensial adalah suatu proses re-evaluasi oleh rumah sakit terhadap dokter
yang telah bekerja dan memiliki Kewenangan Klinis ( Clinical Privilege ) di rumah
sakit tersebut, untuk menentukan apakah yang bersangkutan masih layak diberi
Kewenangan Klinis dalam suatu periode tertentu.

3. Kewenangan Klinis ( Clinical Privilege ) adalah suatau kepercayaan rumah sakit


terhadap dokter / dokter gigi, bahwa berwenang untuk melakukan tindakan medis
di lingkungan rumah sakit berdasarkan rekomendasi dari Komite Medik.

4. Surat Penugasan ( Clinical Appointment ) adalah surat yang diterbitkan oleh


Kepala Rumah Sakit kepada dokter / dokter gigi untuk ditempatkan di Staf Medik
Fungsional tertentu untuk melakukan tindakan medis di rumah sakit sesuai
dengan kewenangan klinis yang ditetapkan bagi yang bersangkutan.

5. Tenaga Medis adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi
spesialis.

6. Mitra Bestari ( Peer Group ) adalah sekelompok tenaga medis yang mempunyai
kesamaan profesi dengan dokter yang sedang menjalani kredensial atau
dianggap dapat menilai kompetensi untuk melakukan tindakan medis tertentu.

BAB : IV
V I S I DAN M I S I

1. V i s i : Sub Komite Kredensial merupakan perangkat Rumah Sakit Umum


Wisata
terbaik dan menjadi rujukan di wilayah Indonesia Timur.

2. M i s i :
a. Merupakan Tim ( Organisasi ) yang solid , aktif dan profesional.
b. Meningkatkan mutu pelayanan profesi meliputi :
1. Melakukan seleksi tenaga medis berazaskan musyawarah mufakat,
jujur dan adil
2. Menjujung tinggi etika profesi
3. Peningkatan ketrampilan ( Skill )
4. Peningkatan pengetahuan ( Knowledge )
5. Menjalankan profesi sesuai Standar Pelayanan Medis
6. Pendidikan dan Pelatihan

3
BAB : V
TUJUAN

1. U m u m :

Pedoman ini diterbitkan dengan tujuan utama untuk melindungi dan menjamin
keselamatan pasien melalui mekanisme kredensial tenaga medis di rumah
sakit.

2. Khusus :

2.1. Memberikan panduan mekanisme kredensial dan re-kredensial bagi


para dokter di rumah sakit

2.2. Memberikan panduan bagi Komite Medik untuk menyusun jenis-jenis


kewenangan klinis (clinical privilege) bagi setiap dokter yang melakukan
tindakan medis di rumah sakit sesuai dengan cabang ilmu kedokteran
yang ditetapkan ole Kolegium Kedokteran Indonesia.

2.3. Mmemberikan panduan bagi Kepala Rumah Sakit untuk menerbitkan


Kewenangan Klinis (Clinical Privilege) bagi setiap dokter untuk
melakukan tindakan medis di rumah sakit.

2.4. Meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas tenaga medis tenaga


medis di rumah sakit.

2.5. Meningkatkan reputasi dan kredibilitas para dokter dan rumah sakit
dihadapn pasien, penyandang dana dan stake holder rumah sakit
lainnya.

BAB : VI
TIM KREDENSIAL

1. Ketua Tim Kredensial : Ketua Sub Komite Kredensial merangkap


anggota

2. Sekretaris Tim Kredensial : Sekretaris Komite Medik merangkap anggota

3. Anggota :

3.1. Ketua Komite Medik


3.2. Sekretaris Komite Medik
3.3. Ketua Sub Komite Kredensial
3.4. Staf Medis Fungsional Terkait

4
BAB : VII
TANGGUNG JAWAB, TUGAS DAN WEWENANG

1. Tanggung jawab :
Tim Kredensial Rumah Sakit bertanggung jawab kepada Komite Medik
Rumah Sakit

2. Tugas dan wewenang :

2.1. Tugas Pokok :


Melakukan review kompetensi staf medis dan memberikan laporan
kepada Komite Medik dalam rangka pemberian kewenangan klinis (clinical
privilege), reappointment dan penugasan staf medis unit kerja (SMF).

2.2.Tugas lintas fungsi :

2.2.1. Seleksi tenaga medis yang akan bekerja di rumah sakit


2.2.2. Menilai kemampuan tenaga medis secara berkala
2.2.3. Melakukan review laporan dan rekomendasi SMF mengenai staf
medisnya dan memberikan surat rekomendasi kepada Komite
Medik dalam rangka pemberian clinical privilege, reappointment
dan penugasan staf medis pada unit kerja.
2.2.4. Menyusun tata laksana dan instrumen kredensial

2.3. Wewenang :
Melakukan kredensial secara adil, jujur dan terbuka secara lintas
sektoral dan lintas fungsi sesuai kebutuhan.

BAB : VIII
HAK SUARA DAN HAK BICARA

1. Hak suara :
1.1.Ketua Komite Medik Rumah Sakit
1.2.Wakil Ketua Komite Medik Rumah Sakit
1.3.Ketua Sub Komite Kredensial Rumah Sakit
1.4.Ketua SMF Terkait Rumah Sakit

2. Hak Bicara :
2.1.Sekretaris Komite Medik Rumah Sakit

5
BAB : IX
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Pengambilan keputusan diupayakan dengan musyawarah dan mufakat

2. Apabila ( 1 ) tidak memungkinkan, maka keputusan diambil dengan suara


terbanyak

BAB : X
PESERTA KREDENSIAL

1. Seluruh Tim Kredensial

2. Calon tenaga medis yang manjalani kredensial

BAB : XI
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KREDENSIAL

1. Pelaksanaan Kredensial dilakukan pada waktu jam kerja mulai jam : 08.00 –
16.00 waktu setempat
2. Tempat pelaksanaan Krednsial di Ruang Rapat Komite Medik Rumah Sakit
atau tempat yang ditentukan oleh Ketua Komite Medik Rumah Sakit.

BAB : XII
TATA TERTIB

1. Calon harus hadir pada hari kerja sesuai ketentuan rumah sakit selama 4
minggu
2. Berpakaian rapi, bersepatu dan memakai jas dokter
3. Mengikuti seleksi kredensial dengan tertib
4. Mengikuti bimbingan dari kepala SMF atau yang ditunjuk
5. Mengikuti semua acara yang diadakan Komite Medik Rumah Sakit
6. Tidak diperkenankan memberikan terapi kecuali dalam keadaan darurat
7. Sopan dan berperilaku baik

6
BAB : XIII
MATERI KREDENSIAL

Pelaksanaan ujian kredensial dilakukan sebanyak 2 tahap :


1. Tahap I : menjalani Tes Kepribadian ( Psikotes )
2. Tahap II :
Ujian Tahap II berupa Tes Wawancara dengan materi :
2.1. Kegawat Daruratan
2.2. Ketrampilan melakukan tindakan bedah dasar
2.3. Orientasi
2.4. Standar Pelayanan Medik
2.5. Standar Prosedur Operasional dan aspek hukumnya
2.6. Kemampuan komunikasi

3. Penilaian Tahap II meliputi :


3.1. Ketrampilan ( Skill )
3.2. Pengetahuan ( Knowledge )
3.3. Perilaku ( Attitude )
3.4. Etika

BAB : XIV
PERSYARATAN ADMINISTRASI

1. Mengajukan Surat Lamaran


2. Fotokopi ijazah dokter
3. Fotokopi ijazah dokter spesialis
4. Fotokopi Surat Kompetensi dari Kolegium
5. Fotokopi Surat Tanda Regristasi ( STR )
6. Riwayat hidup dan pekerjaan
7. Fotokopi Kartu Tanda Pengenal ( KTP )
8. Pas foto berwarna berukuran : 4 x 6 sebanyak 2 lembar dan 3 x 4 sebanyak 2
lembar

BAB : XV
JADWAL KREDENSIAL DAN ORIENTASI
M-1 M-2 M-3 M-4
Kredensial Tim X X X X
Orientasi IGD X
Orientasi ICU X
Orientasi Kebidanan X
Orientasi Poliklinik X
Evaluasi Akhir X

7
BAB : XVI
ALUR PROSEDUR KREDENSIAL ADMINISTRASI

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA MEDIS

SELEKSI ADMINISTRASI
(BAGIAN PERSONALIA)

CALON LULUS/TIDAK LULUS ADMINSTRASI

BAB : XVII
ALUR PROSEDUR KREDENSIAL PROFESI

CALON

TES TAHAP I TES TAHAP II

LULUS SELEKSI PROFESI

SURAT REKOMENDASI KOMITE MEDIK

PENUGASAN DIREKTUR

8
BAB : XVIII
PENUTUP

1. Pedoman ini menjadi acuan dalam merekruitmen tenaga medis di lingkungan


Rumah Sakit Umum Wisata Indonesia Timur Makassar

2. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan perubahan sewaktu-


waktu bilamana ada perubahan yang mendasar yang disetujuai oleh Ketua
Komite Medik Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur
Makassar.

-------- SKK-KM-RSUW------

Anda mungkin juga menyukai