0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
92 tayangan26 halaman

Teori Desain dan Alat Manufaktur

Saran revisi mencakup penyesuaian bab 2 dan 4, perbaikan penulisan daftar pustaka, penambahan teori tentang waktu proses kerja dan output produksi. Dokumen memberikan penjelasan tentang desain, jenis jig dan fixture, serta peta tangan kanan dan kiri yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi gerakan.

Diunggah oleh

Joe Py
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
92 tayangan26 halaman

Teori Desain dan Alat Manufaktur

Saran revisi mencakup penyesuaian bab 2 dan 4, perbaikan penulisan daftar pustaka, penambahan teori tentang waktu proses kerja dan output produksi. Dokumen memberikan penjelasan tentang desain, jenis jig dan fixture, serta peta tangan kanan dan kiri yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi gerakan.

Diunggah oleh

Joe Py
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saran revisi:

- Sesuaikan bab 2 (landasan teori) dengan bab 4


(Pengolahan Data) khususnya pada langkah
pengolahan data & perancangan produk dg QFD
- perbaiki penulisan daftar pustaka sesuai
panduan TA TI Unrika untuk teori yang di jadikan
acuan BAB II
- perhatikan tanda baca, misal: titik, koma, dsb
- Cantumkan daftar pustaka untuk teori dari Jig
- Penulisan bahasa asing dimiringkan LANDASAN TEORI
- Tambahkan teori ttg waktu proses kerja, output
produksi
2.1 Desain

2.1.1 Pengertian desain

Desain adalah rangkaian usaha untuk mempelajari dan merencanakan benda

pakai yang fungsional, ergonomis dan estetis sehingga menjadi lebih bernilai dan

bermanfaat bagi konsumen. Perancangan harus mencaritahu beberapa banyak

yang harus di investasikan dalam bentuk, penngembangan, fitur, pengembangan, Cantumkan


tanda koma
kesesuaian, kinerja, keandalan, daya tahan, gaya, dan perbaikan (Kotler 2012).

Penilaian suatu hasil akhir dari produk sebagai kategori nilai yang baik biasanya

Penulisan pustaka memiliki tiga unsur yang mendasarinya, yaitu funsional, estika dan ekonomi.
pada teori mengacu
dari panduan TA TI
Menurut Bagas Wardani (2003) kriteria pemilihannya adalah function and

purpose, utility and economic, form and style, image and meaning. Sedangkan

unsur ekonomi lebih dipengaruhi harga oleh kemampuan daya beli dari

masyarakat. Desain yang baik berarti mempunyai kualitas fungsi yang baik,

tergantung pada sasaran dan filosofi mendesain pada umumnya, karena

sasarannya berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing dan

pada hasil yang dicapai.

8
Cantumkan pustaka 9
& tahun terbit untuk
definisi & jenis jig

2.1.2 Jig dan Fixture

Jig dan fixture merupakan perkakas bantu yang berfungsi untuk memegang

atau mengarahkan benda kerja sehingga proses manufaktur suatu produk dapat

lebih efisien. Selain itu jig dan fixture juga dapat berfungsi agar kualitas produk

dapat terjaga seperti kualitas yang telah ditentukan. Dengan jig dan fixture, tidak

diperlukan lagi skill operator dalam melakukan operasi manufaktur, dengan kata

lain pengerjaan proses manufaktur akan lebih mudah untuk mendapatkan kualitas

produk yang lebih tinggi ataupun laju produksi yang lebih tinggi pula.

Jig didefinisikan sebagai piranti/peralatan khusus yang memegang,

menyangga atau ditempatkan pada komponen yang akan dimesin. Fixture adalah

alat khusus yang berfungsi mengarahkan, memegang, menahan benda kerja yang

berfungsi untuk menjaga posisi benda kerja selama proses pemesinan.

1. Jenis-jenis jig

Jig dapat di bagi menjadi dua kelas yaitu:

a. Jig Bor

Jig bor digunakan untuk mengebor lobang yang besar untuk digurdi atau

Pengkasaran.

b. Jig Gurdi.

Jig gurdi digunakan untuk menggurdi (drilling), meluaskan lobang (reaming),

mengetap, chamfer, counterbore, reverse spotface atau reverse countersink. Jig

dasar umumnya hampir sama untuk setiap operasi pemesinan, perbedaannya

hanya dalam ukuran dan bushing yang digunakan.


10

Jig gurdi bisa dibagi menjadi dua tipe umum yaitu:

c. Jig tipe terbuka

adalah untuk operasi sederhana dimana benda kerja dimesin pada hanya

satu sisi.

d. Jig tipe tertutup atau kotak

Jig tipe tertutup atau kotak digunakan untuk komponen yang dimesin lebih

dari satu sisi.

e. Jig template

Jig template adalah jig yang digunakan untuk keperluan akurasi. Jig tipe ini

terpasang diatas atau didalam benda kerja dan tidak diklem

f. Jig plate

Jig plate adalah jig sejenis dengan template, perbedaannya hanya jig jenis ini

mempunyai klem untuk memegang benda kerja. Jig plate kadang-kadang

dilengkapi dengan kaki untuk menaikkan benda kerja dari meja terutama untuk

benda kerja yang besar. Jig jenis ini disebut jig table/meja

g. Jig sandwich

Jig sandwich adalah bentuk jig plate dengan pelat bawah. Jig jenis ini ideal

untuk komponen yang tipis atau lunak yang mungkin bengkok atau terlipat pada

jig jenis lain.

h. Jig angle plate (pelat sudut)

Jig angle plate (pelat sudut) digunakan untuk memegang komponen yang

dimesin pada sudut tegak lurus terhadap mounting locatornya (dudukan locator)

yaitu dudukan untuk alat penepatan posisi benda kerja.


11

i. Jig kotak atau jig tumble

Jig kotak atau jig tumble biasanya mengelilingi komponen. Jig jenis ini

memungkinkan komponen dimesin pada setiap permukaan tanpa memposisikan

ulang benda kerja pada jig.

j. Jig Channel

Jig Channel adalah bentuk paling sederhana dari jig kotak. Komponen

dipegang diantara dua sisi dan dimesin dari sisi ketiga.

k. Jig daun (leaf)

Jig daun (leaf) adalah jig kotak dengan engsel daun untuk kemudahan

pemuatan dan pelepasan. Jig daun biasanya lebih kecil dari jig kotak.

l. Jig indexing

Jig indexing digunakan untuk meluaskan lobang atau daerah yang dimesin

lainnya disekeliling komponen. Untuk melakukan ini, jig menggunakan

komponen sendiri atau pelat referensi dan sebuah plunger. Jig indexing yang

besar disebut juga jig rotary.

m. Jig Trunnion

Jig Trunnion adalah jenis jig rotary untuk komponen yang besar atau

Komponen pertama-tama diletakkan didalam kotak pembawa dan kemudian

dipasang pada trunnion.

n. Jig pompa

Jig pompa adalah jig komersial yang mesti disesuaikan oleh pengguna.

Pelat yang diaktifkan oleh tuas membuat alat ini bisa memasang dan

membongkar bendakerja dengan cepat.


12

o. Jig multistation

Jig multistation ini adalah cara menempatkan benda kerja, Ketika satu bagian

menggurdi, bagian lain meluaskan lubang (reaming) dan bagian ketiga melakukan

pekerjaan counterbore. Satsion akhir digunakan untuk melepaskan komponen

yang sudah selesai dan mengambil komponen yang baru.

2. Jenis-jenis fixture

a. Fixture pelat

Fixture pelat adalah bentuk paling sederhana dari fixture. Fixture dasar dibuat

dari pelat datar yang mempunyai variasi klem dan locator untuk memegang dan

memposisikan benda kerja. Konstruksi fixture ini sederhana sehingga bisa

digunakan pada hampir semua proses pemesinan.

b. Fixture pelat sudut

Fixture pelat sudut adalah variasi dari fixture pelat. Dengan fixture jenis ini,

komponen biasanya dimesin pada sudut tegak lurus terhadap locatornya. Jika

sudutnya selain 90 derjat, fixture pelat sudut yang dimodifikasi bisa digunakan

c. Fixture vise-jaw

Fixture vise-jaw digunakan untuk pemesinan komponen kecil, Dengan alat

ini, vise jaw standar digantikan dengan jaw yang dibentuk sesuai dengan bentuk

komponen.

d. Fixture indexing

Fixture indexing mempunyai bentuk yang hampir sama dengan jig indexing.

Fixture jenis ini digunakan untuk pemesinan komponen yang mempunyai detail

pemesinan untuk rongga yang detail.


13

e. Fixture multistation

Fixture multistation adalah jenis fixture untuk kecepatan tinggi, volume

produksi tinggi dimana siklus pemesinan kontinyu.

f. Fixture duplex

Fixture duplex adalah jenis paling sederhana dari jenis ini dimana hanya ada

dua stasiun. Mesin tersebut bisa memasang dan melepaskan benda kerja ketika

pekerjaan pemesinan berjalan. Misal, ketika pekerjaan pemesinan selesai pada

stasiun 1, perkakas berputar dan siklus diulang pada stasiun 2. Pada saat yang

sama benda kerja dilepaskan pada stasiun 1 dan benda kerja yang baru dipasang.

g. Fixture profil

Fixture profil digunakan mengarahkan perkakas untuk pemesinan kontur

dimana mesin secara normal tidak bisa melakukan. Kontur bisa internal atau

eksternal.

2.1.3 Peta Tangan Kanan dan Peta Tangan Kiri

Peta tangan kiri dan tangan kanan adalah studi gerakan untuk menemukan

gerakan-gerakan yang efisien, yaitu gerakan-gerakan yang diperlukan untuk

melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam Peta ini menggambarkan semua gerakan-

gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan

tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan

pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan

(Wignjoesoebroto, 2008).
14

Kegunaan peta tangan kanan dan tangan kiri adalah untuk memperbaiki

suatu stasiun kerja, sebagaimana peta-peta yang lain, peta ini mempunyai

kegunaan yang lebih khusus, diantaranya :

• Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan

• Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efesien dan tidak

produktif.

Gambar 2.1 Contoh Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan


15

2.1.4 Uji Validitas

Validitas merupakan ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau

kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan

untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid, valid berarti instrumen tersebut

dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Untuk menguji validitas dapat menggunakan product moment atau

pearson (pearson’s Product Moment Coeffisient Corelation), yaitu sebagai

berikut: Beri penomeran pada


rumus, misal : (2.1)

Dimana :
rXY = koefisien korelasi X dan Y, dua variabel yang dikorelasikan.
X = Skor untuk pernyataan yang dipilih
Y = Skor total
n = Jumlah responden

2.1.5 Uji Reliablitas

Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika suatu instrumen cukup

dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena

instrumen itu sudah cukup baik Arikunto (2002). Formula reliabilitas

menggunakan rumus koefisien Alpha. Reliabilitas adalah untuk menguji

keandalan dari butir-butir variabel yang di anggap valid Arikunto (2002). Hasil

dari uji reliabilitas dinyatakan reliabel jika nilai koefisien alpha yang diperoleh

lebih besar dari rtabel dengan signifikansi 5%. Hasil perhitungan menunjukkan

bahwa semua instrumen pada penelitian ini dinyatakan real. Uji reliabilitas
16

dilakukan dengan menggunakan teknik Formula Alpha Cronbach dan dengan

menggunakan rumus sebagai berikut :

Beri penomeran pada


rumus, misal : (2.2)

Alfa cronhbach berada 0 – 1, Semakin dekat angka 1 maka semakin baik

instrumen yang diujikan. Penilaian Alfa Cronhbach berdasarkan aturan berikut :

0,20 - ˂ 0,40 : Agak Realible

0,40 - ˂ 0,60 : Cukup Reallible

0,60 - ˂ 0,80 : Realible

2.2 Quality Function Deployment (QFD)

2.2.1 Pengertian Quality Function Deployment (QFD)

QFD merupakan suatu metode perencanaan produk yang berstruktur dan

juga merupakan suatu metoda pengembangan yang memungkinkan tim

pengembang suatu perusahaan untuk menjelaskan spesifikasi kebutuhan dan

keinginan pelanggan sehingga pelanggan dapat mengevaluasi kelebihan dan

kekurangan kekurangan dari setiap produk atau jasa yang ditawarkan (Cohen,

1995).
17

Konsep dasar QFD pertama kali diperkenalkan oleh Yoki Akao, Professor

of Management Engineering dari Tagawa University, yang dikembangkan praktek

dan pengalaman industri-industri di Jepang, pada tahun 1972 oleh perusahaan

Mitsubishi, dan berkembang dengan berbagai macam cara oleh Toyota dan

perusahaan lainnya. Konsep dasar QFD sebenarnya adalah suatu cara pendekatan

untuk mendesain produk agar dapat memenuhi keinginan konsumen.

Tujuan dasar QFD adalah untuk mendorong para pengembang produk

dengan metoda sistematis untuk menyebarkan suara pelanggan (voice of

costumer) ke dalam desain produk, sehingga pengusaha mampu mengevaluasi

respon potensial dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang

universal. Hal ini penting karena hampir semua organisasi (bisnis) menghadapi

persaingan, misal dengan adanya perubahan harga, pengenalan produk baru,

ataupun melakukan inovasi produk dari produk yang telah ada. Fungsi utama

QFD adalah melibat kan pelanggan pada proses pengembangan produk sedini

mungkin. Filosofi yang melandasinya adalah bahwa pelanggan tidak akan puas

dengan produk atau jasa meskipun produk atas jasa itu telah di hasilkan dengan

sempurna jika mereka memang tidak menginginkan atau membutuhkan nya.

Wijaya (2011) berpendapat bahwa QFD terdiri atas beberapa aktivitas

utama yaitu :

a. Penjabaran persyaratan yang dituntut pelanggan.

b. Penjabaran karakteristik kualitas yang dapat di ukur.

c. Penentuan hubungan antara kebutuhan kualitas dan karakteristik

kualitas.
18

d. Penerapan nilai-nilai berdasarkan angka-angka tertentu terhadap

masing-masing karakteristik kualitas.

e. Penyatuan karakteristik kualitas terhadap produk.

f. Perancangan, produksi, dan pengendalian kualitas produk.

Dalam QFD beberapa hal yang penting adalah :

1. QFD sebagai keseluruhannya konsep.

2. Nilai konsumen atau pelanggan merupakan tuntutan dari konsumen.

3. Product Quality Deployment merupakan aktivitas untuk terjemahan

suara konsument.

4. Deployment of the quality function merupakan aktivitas – aktivitas

yang diperlukan untuk menjamin bahwa suara konsumen telah

terpenuhi.

5. Quality table – a series digunakan dalam menggambarkan dalam suara

konsumen dalam spesifik akhir produ.

Wijaya (2011) berpendapat bahwa QFD terdiri atas beberapa aktivitas

utama yaitu berikut :

1. Penjabaran persyaratan yang diinginkan pelanggan.

2. Penjabaran karakteristik kualitas yang dapat diukur.

3. Penentuan hubungan anatara kebutuhan kualitas serta karakteristik

kualitas.

4. Penerapan nilai – nilai yang didasarkan angka – angka tertentu

terhadap masing – masing karakteristik kualitas.


19

5. Persatuan karakteristik kualitas terhadap produksi

6. Perencanaan, produksi, dan pengendalian kualitas produk.

Ada 3 tujuan utama dalam menerapkan QFD adalah:

- Memprioritaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan secara lisan dan

tidak lisan.

- Menerjemahkan kebutuhan ke dalam karakteristik teknis dan spesifikasi.

- Membangun dan memberikan kualitas produk atau layanan dengan

memfokuskan setiap kepuasan pelanggan.

Manfaat QFD bagi perusahaan yang berusaha meningkatkan daya

saingnya melalui perbaikan kualitas dan produktifitasnya secara

berkesinambungan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan Keandalan Produk.

b. Meningkatkan Kualitas Produk.

c. Meningkatkan Kepuasan Konsumen.

d. Memperpendek time to market.

e. Mereduksi biaya perancangan.

f. Meningkatkan komunikasi.

g. Meningkatkan Produktivitas.

h. Meningkatkan keuntungan perusahaan.

2.2.2 Tahapan dalam Metode QFD

Metode QFD akan berjalan jika pelaksanaan tahapan metode tersebut

dilaksanakan dengan baik. Tahapan utama yang harus diterapkan dalam


20

melaksanakan metode QFD adalah penjaminan kualitas produk dan jasa, penilaian

konsumen terhadap produk dan jasa, pembuatan angket kebutuhan konsumen,

survei konsumen, penyusunan daftar periksa serta pembuatan matrik House of

Quality.

1) Kualitas Quality Function Deployment

Kualitas Quality Function Deployment adalah salah satu metodelogi

untuk membantu suksesnya membuat perubahan pada operasi bisnis yang

menekankan pada pencegahan (preventive) dari pada reaksi (resctive).

Penggunaan Quality Function Deployment untuk membantu mendefinisikan “apa

yang dilakukan” dan transformasi yang progresif apa yang dilakukan terhadap

“bagaimana memperbaiki” dengan berbagai cara sehingga didapat hasil performa

yang konsisten dalam memuaskan pelanggan. Pada buku Wijaya (2011)

pendekatan dasar yang digunakan dalam QFD adalah konsep yang hampir sama

dengan praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan manufaktur Amerika.

Dimulai dengan identifikasi kebutuhan konsumen yang selalu dinyatakan dalam

item kualitatif seperti: kelihatan bagus, efektif penggunaan, aman, sesuai dengan

tujuan yang diharapkan, secara garis besar QFD adalah sebagai berikut :
21

Customer Requirement

Design Requirement

Part Characteristics

Manufacturing Operations

Production Requirement

Gambar 2.1 Proses Pelaksanaan QFD

Sumber: Wijaya (2011)

2.3 Manfaat QFD (Quality Function Deployment)

2.3.1 Penerapan QFD

Bila penerapan QFD diterapkan dalam perusahaan, QFD dapat

mengurangi waktu desain sebesar 40% serta biaya desai sebesar 60% secara

berirama dengan dipertahankan dan ditingkatkannya kualitas desain (Eldin, 2002).

Ada 3 manfaat utama yang diperoleh bila menggunakan metode QFD, yaitu

1. Mengurangi biaya

Hal ini dapat terjadi dikarnakan produk yang dihasilkan benar –

benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan, hingga tidak

terjadinya pengulangan pekerjaan atau pembuangan bahan baku karna

tidak sesuainya dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pelanggan.


22

2. Meningkatkan pendapatan

Adanya pengurangan biaya dalam pembuatan produk atau jasa

maka, hasil yang kita terima akan lebih meningkat. Dengan menggunakan

QFD, produk atau jasa yang dihasilkan akan lebih dapat memenuhi

kebutuhan proses pengembangan.

3. Mengurangi waktu produksi

QFD adalah kunci dalam menggurangi biaya, QFD akan membuat

Tim pengembangan produk atau jasa untuk membuat keputusan awal

dalam proses pengembangan.

2.3.2 keunggulan QFD

Menurut Nasution (2001) QFD membawa sejumlah manfaat bagi

organisasi yang berupaya meningkatkan persaingan mereka secara terus menerus

memperbaiki kualitas dan produktifitas. Manfaat yang akan diperoleh perusahaan

yang sedang berusaha meningkatkan daya saingnya melalui perbaikan kualitas

dengan menggunakan metode QFD adalah sebagai berikut :

1) Fokus pada pelanggan.

Organisasi TQM adalah organisasi yang berfokus

denganpelanggan dalam tahapan metode QFD memerlukan

pengumpulan– pengumpulan data masukan maupun itu feed back dari

pelanggan.

2) Efesiensi dari segi waktu.

Seperti halnya pemfokusan pada persyaratan pelanggan yang lebih


23

Spesifik dan jelas. QFD jelas sangat dapat mengurangi waktu

pengembangan sebuah produk.

3) Orientasi kerja sama tim

QFD memerlukan kerja sama tim, karna ini semua keputusan

dalam prosesnya didasarkan consesnsus dan diperoleh melalui diskusi

yang mendalam juga brain stroming.

4) Orientasi pada dokumentasi

Pada prosenya, QFD dalam suatu produk yang akan dihasilkan

oleh dokumen komperhensif terkait semua data yang berhubungan dengan

semua proses yang ada dan perbandingannya dengan persyaratan

pelanggan.

5) Memusatkan melalui perancangan produk dan jasa pada kebutuhan

konsumen.

6) Menganalisa kinerja produk dan jasa pada kebutuhan dan kepuasan

konsumen.

Menurt Tony Wijaya (20011), berbicara tentang QFD mempunyai manfaat

sebagai berikut.

1. Rancangan serta pembuatan suatu produk atau jasa baru memuaaskan

pelanggan.

2. Berfokus kepada efesiensinya waktu, karna dalam hal itu akan

menggurangi waktu yang diperlukan untuk daur rancangan secara

menyeluruh sehingga dapat menggurangi waktu dalam hal

memasarkan produk – produk baru, memperlihatkan adanya

penghematan antara sepertiga sampai setengah dibandingkan dengan


24

sebelum menggunakan QFD.

3. Mendorong terbentuknya tim kerja. Semua keputusan dalam proses

diambil berdasarkan ketepatan bersama dalam diskusi diseluruh

departemen. Masing- masing anggota tim mempunyai level yang sama

pentingnya dan memiliki susatu untuk disumbangkan pada proses.

2.4 Kelemahan QFD

Walaupun QFD dikatakan suatu metode pengembangan produk yang baik,

metode QFD juga memiliki beberapa kelemahan, dan berikut kelemahan QFD

Perbaiki nama menurut Wijawa (2011) :


pengarang yang tidak
tepat
1. Memerlukan keahlian spesifik yang beragam, yaitu input pada QFD yang

memerlukan Analisa pasar. Pada terjemahan karakteristik kualitas yang

memerlukan beberapa ahli perancangan.

2. Kesulitan dalam pengisian matrik.

3. Hanya merupakan alat, tidak ada kejelasan kerangka pemecahan masalah

QFD merupakan metode yang berjalan berdasarkan input, kemudian

diolah, dan menghasilkan output.

4. Bersifat proyek, tanpa kelanjutan, tidak ada pembakuan institusi atau job

description yang tepat untuk orang – orang yang terlibat didalamnya.

QFD dapat diterapkan untuk dapat membantu melaksanakan filososfi TQM,

peran utama QFD tersebut adalah kepada perancangan, pengolahan dan

pengembangan pada produk. Salah satu produk yang dihasilkan dari pemrosesan

QFD adalah dokumen komprehensif mengenai semua data yang saling


25

berhubungan dengan segala proses yang ada dan perbandingannya dengan

persyaratan pelanggan.

QFD sendri juga dapat menjalankan atau memperlancar cross functional

communication didalam suatu organisasi ataupun perusahaan, sehingga proses

komunikasi anatara divisi atau fungsi organisasi dapat berjalan dengan tanpa

hambatan. Cross functional communication adalah cara yang dilakukan dalam

bekerja sama dan mampu untuk saling mendukung dan saling melengkapi untuk

dapat memperoleh suatu bentuk nyata dan praktis dari QFD secara tepat dan

akurat dalam penggunaan di perusahaan.

2.4.1 Metodologi QFD

Pada bagian ini akan menjelaskan tentang unsur-unsur yang terlibat langsung

dalam QFD. Metode QFD menurut Lou Cohen (1995) memiliki beberapa tahap

perencanaan dan pengembangan melalui matriks, yaitu :

1) Matrik perencanaan produk (House of Quality):

HOQ lebih dikenal dengan rumah pertama yang menjelaskan tentang

customer needs, technical requirment, co-relationship, relationship,

customer competitive evaluation, competitive technical assement dan

targets. HOQ terdiri dari tujuh bagian utama tersebut.

2) Matrik perencanaan part (Part Deployment):

lebih dikenal dengan rumah kedua adalah metrik yang

mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang kritikal terhadap pengembangan

produk.
26

3) Matrik Perencanaan proses (Process Planing)

lebih dikenal dengan rumah ketiga yang merupakan matrik untuk

mengidentifikasi pengembangan proses pembuatan suatu perencanaan

pengembangan mengetahui proses perencanaan matik HOQ.

4) Matrik perencanaan manufacturing

Lebih dikenal dengan rumah keempat yang memaparkan tindakan yang

perlu diambil didalam perbaikan.

2.5 House Of Quality (HOQ)

a. Pengertian House Of Quality (HOQ)

House Of Quality (HOQ) merupakan rumah pertama dan merupakan

bagian dari pengembangan QFD. Pada House Of Quality terdapat WHATs

(merupakan customer requirement/voice of custemer), HOWs (merupakan

technical requirement), matrik hubungan competitive assesment (konsumen dan

teknis). House of Quality atau rumah kualitas merupakat alat yang digunakan

untuk menggunakan struktur QFD. ``

b. Matrik House Of Quality (HOQ)

Matrik House Of Quality (HOQ) adalah bentuk yang paling dikenal dari

representasi QFD. Matrik ini pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama. Bagian

horisontal pada matrik ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan

konsumen dan ini disebut dengan customer table. Bagian vertikal pada matrik

berisi tentang informasi teknis sebagai respon dari input konsumen, dan disebut

dengan tecnichal table. Customer information tentang konsumen untuk

memberikan informasi dalam pembentukan metode QFD, sedangkan teknik


27

information adalah responden yang dibutuhkan dari konsumen yang bermanfaat

bagi distributor.

Wijaya (2011) mendefinisikan matriks House of Quality atau rumah

kualitas sebagai alat yang digunakan untuk menggunakan struktur QFD. Hasil

akhir dalam penerapan metode QFD adalah matriks House of Quality. Matriks

House of Quality merupakan matriks yang berbentuk rumah.

Tahapan pembuatan matriks House of Quality sesuai dengan diagram tersebut

yaitu:

1) Menentukan Karakteristik Produk Karakteristik produk yang dimaksud disini

adalah karakteristik atau jenis kebutuhan yang sesuai dengan keinginan

pelanggan, yang meliputi desain, komposisi, proses pemberian produk, mutu, dan

lainnya.

2) Mengadakan Penilaian Karakteristik Produk Penilaian ini digunakan untuk

dapat menerjemahkan apa yang diinginkan pelanggan menjadi suatu rangkaian

pemprosesan terhadap produk atau jasa bahan baku tersebut.

3) Menentukan Variable Performansi Para Pemasok Pemasok yang dimaksud

disini adalah pemasok bagi unit usaha untuk kegiatan produksi yang harus

ditentukan.

Dilihat dari unsur yang terlibat begitu sederhana dalam membuat HOQ

(House of Quality) ini dapat disimpulkan pembuatan matik sedikit rumit namun

masih dapat dipahami oleh pembaca yang akan menjalankan proses


28

pengembangan supaya lebih terstuktur dalam melakukan perencanaan

pengembangan. Namun tetap dihubungkan urutan pengerjaannya, adapun urutan

HOQ adalah sebagai berikut :

1) Identifikasi Konsumen/Pemakai Permulaan QFD adalah dengan menggariskan

apa yang akan diselesaikan berdasar pada kebuuhan konsumen.

2) Menentukan Customer Need-nya, sering juga disebut dengan voice of the

customer. Penentuan ini mengandung hal-hal yang dibutuhkan oleh konsumen dan

masih bersifat umum, sehingga sulit untuk langsung diimplementasikan harus

ditentukan terlebih dahulu.


Saran:
Sertakan rumus untuk
menghitung nilai
Importance Rating di 3) Menentukan Importance Rating Merupakan tingkat kepentingan dari VOC dan
bab 2
diperoleh dari hasil perhitungan kuisioner yang disebarkan.

4) Analisis tentang Customer Competitive Evaluation Analisis ini dilakukan

dengan pengumpulan data yang diperoleh.

5) Menentukan Technical Requirement. Technical requirement merupakan

pengembangan dari customer need. Pada bagian ini akan ditetapkan berdasarkan

kemampuan yang ditetapkan konsumen.

6) Menentukan Relationship Agar memperoleh nilai secara kuantitatif maka

antara merupakan langkah selanjutnya untuk customer need dan technical

requirement menemukan nilai bobot.

7) Menentukan Target Target ditentukan dengan how much is enough yang

merupakan perhitungan spesifikasi dari HOWs. Nilai target direpresentasikan


29

untuk memenuhi keinginan konsumen, sehingga sepantasnya jika nilai terget yang

hendak dicapai ditetapkan dengan nilai yang tinggi dan rasional.

8) Membuat Matrik Korelasi Matrik korelasi terletak diatas matrik House Of

Quality yang merupakan atap dan sebagai penentu dari struktur hubungan setiap

item HOW.

9) Membuat Analisis Competitive Technical Assesment. Analisis ini dengan

membandingkan yang terdahulu dengan yang akan dibuat.

10) Menentukan Bobot Bobot ditentukan dari hubungan korelasi antara customer

requirement dan technical requirement yang ditentukan dari jenis hubungan yang

berlangsung.

2.5.1 Langkah – langkah QFD

Nasution (2006), penerapan metodologi QFD malam mengawali proses

perancangan produk diawali dengan pembentukan matriks perencanaan produk,

atau sering juga disebut House of Quality (HOQ). Dalam bentuk gambar, matriks

perencanaan atau bias juga disebut rumah kualitas, simbol A hingga F

menunjukan urutan pengisian bagian – bagian dari matriks perencanann produk

tersebut. Data dari konsumen yang menunjukan variasi pola hubungan yang

mungkin tergantung bagaimana performasi kepuasan terrgantung bagaimana

performansi kepuasan atribut di kumpulkan. Interprestasi data ini menunjukan

bahwasannya apakah pelanggan yang melalui tahap suervey menggunakan satu


30

atau beberapa produk dan apakah sampel pelanggan terdiri atas seluruh pelanggan

datri berbagai tipe atau segmen.

Gambar 2.1 Metrik HOQ

1. Customer Needs and Benefits


Customer Needs and Benefits merupakan daftar kebutuhan dan ekspetasi
konsumen atau pelanggan terhadap nilai produk, jasa, atau proses yang
biasanya diperoleh dari voice of the customer.
31

2. Planning matrik
Planning Matrik memiliki tujuan untuk menyusun dan mengembangkan
beberapa pilihan – pilihan strategis untuk mencapai nilai – nilai kepuasan
konsumen yang tertinggi. Delapan jenis data pada Planning Matrik adalah
sebagai berikut :
A. Importance to Customer (kepentingan konsumen), yang berisi
tentang tingkat – tingkat kepentingan tiap kebutuhan dan manfaat
bagi konsumen.

B. Customer Statisfaction Performance (kinerja kepuasan konsumen)


adalah bagaimana tentang kinerja produk yang dikembangkan
dapat memenuhi kepuasan konsumen.

C. Goal ( Quality Plant) mempunyai tujuan untuk apa saja yang ingin
dicapai dalam pengembangan produk.

D. Improvement Ratio ( pengembangan rasio), diperoleh dari rumus :


Revisi penomeran,
disesuaikan dari
penomeran rumus Goal
sebelumnya Improvement Ratio = ...…..(2.1)
Current Statisfaction Permormance

a. Sales point (titik penjualan), digunakan tiga angka yaitu :


1 = tidak ada tingkat penjualan
1,2 = tingkat penjualan sedang
1,5 = tingkat penjualan tinggi
b. Raw Weight diperoleh dengan rumus :
Raw Weight = (Importance to customer) x (Improvement
Ratio) x (Sales Point)…………………………………..(2.2)

c. Customer Importance adalah tingkat kepentingan dari


masing – masing kebutuhan. Customer Importance
diperoleh dari rumus : Customer
Importance
32

Customer Importance = x
∑ Customer Importance
100…...(2.3)
3. Technical Requirement
Pada kolom Technical Requirment berisi tentang bagaimana tentang
perisahaan mendeskripsikan sebuah perencanaan produk atau jasa yang
akan dikembangkan bersama staf ahli. Pendeskripsian ini didapat dari
keinginan konsumen dan kebutuhannya.

4. Relationship
Pada kolom Relationship, diterangkan bagaimana tentang hubungan antara
setiap elemen dari technical response dengan keinginan dan kebutuhan
konsumen. Simbol yang digunakan untuk kolom Relationship antara lain
adalah sebagai berikut :

= untuk hubungan yang kuat dengan nilai 9.

= untuk hubungan yang lemah dengan nilai 1

= untuk hubungan yang sedang dengan nilai 3

5. Technical Correlations
Pada bagian Technical Correlations, berisikan tentang bagaimana tim
pengembangan menetapkan implementasi hubungan antara elemen –
elemen dari pada Technical response. Simbol – simbol yang dipergunakan
dalam technical correlation adalah sebagai berikut :

+ = hubungan kuat
O = hubungan sedang
- = hubungan lemah
6. Technical Matrik
Pada technical matrix, terdapat tiga tipe informasi, yaitu urutan peringkat
dari technical response, informasi perbandingan dengan kinerja teknis
33

pesaing, dan target kerja teknis. Adapun penjabaran ketiga informasi


tersebut adalah :

a. Tingkat kepentingan kami, yang diperoleh dari jumlah perkalian


antara Improtance to customer dengan nilai relationship pada
kolom technical response.
b. Absolutely Performance merupakan jumlah perkalian antara nilai
relationship dengan Normalized raw weight.
c. Relative Performance merupakan persen dari total absolutely
performance.
d. Unit of mesure adalah satuan untuk technical response.
e. Current Product adalah nilai yang ada pada produk yang sedang
dikembangkan.
f. Target Value adalah target yang ingin dicapai oleh tim
pengembangan terhadap perencanann sehingga dapat memenuhi
keinginan.

Anda mungkin juga menyukai