Saran revisi:
- Sesuaikan bab 2 (landasan teori) dengan bab 4
(Pengolahan Data) khususnya pada langkah
pengolahan data & perancangan produk dg QFD
- perbaiki penulisan daftar pustaka sesuai
panduan TA TI Unrika untuk teori yang di jadikan
acuan BAB II
- perhatikan tanda baca, misal: titik, koma, dsb
- Cantumkan daftar pustaka untuk teori dari Jig
- Penulisan bahasa asing dimiringkan LANDASAN TEORI
- Tambahkan teori ttg waktu proses kerja, output
produksi
2.1 Desain
2.1.1 Pengertian desain
Desain adalah rangkaian usaha untuk mempelajari dan merencanakan benda
pakai yang fungsional, ergonomis dan estetis sehingga menjadi lebih bernilai dan
bermanfaat bagi konsumen. Perancangan harus mencaritahu beberapa banyak
yang harus di investasikan dalam bentuk, penngembangan, fitur, pengembangan, Cantumkan
tanda koma
kesesuaian, kinerja, keandalan, daya tahan, gaya, dan perbaikan (Kotler 2012).
Penilaian suatu hasil akhir dari produk sebagai kategori nilai yang baik biasanya
Penulisan pustaka memiliki tiga unsur yang mendasarinya, yaitu funsional, estika dan ekonomi.
pada teori mengacu
dari panduan TA TI
Menurut Bagas Wardani (2003) kriteria pemilihannya adalah function and
purpose, utility and economic, form and style, image and meaning. Sedangkan
unsur ekonomi lebih dipengaruhi harga oleh kemampuan daya beli dari
masyarakat. Desain yang baik berarti mempunyai kualitas fungsi yang baik,
tergantung pada sasaran dan filosofi mendesain pada umumnya, karena
sasarannya berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing dan
pada hasil yang dicapai.
8
Cantumkan pustaka 9
& tahun terbit untuk
definisi & jenis jig
2.1.2 Jig dan Fixture
Jig dan fixture merupakan perkakas bantu yang berfungsi untuk memegang
atau mengarahkan benda kerja sehingga proses manufaktur suatu produk dapat
lebih efisien. Selain itu jig dan fixture juga dapat berfungsi agar kualitas produk
dapat terjaga seperti kualitas yang telah ditentukan. Dengan jig dan fixture, tidak
diperlukan lagi skill operator dalam melakukan operasi manufaktur, dengan kata
lain pengerjaan proses manufaktur akan lebih mudah untuk mendapatkan kualitas
produk yang lebih tinggi ataupun laju produksi yang lebih tinggi pula.
Jig didefinisikan sebagai piranti/peralatan khusus yang memegang,
menyangga atau ditempatkan pada komponen yang akan dimesin. Fixture adalah
alat khusus yang berfungsi mengarahkan, memegang, menahan benda kerja yang
berfungsi untuk menjaga posisi benda kerja selama proses pemesinan.
1. Jenis-jenis jig
Jig dapat di bagi menjadi dua kelas yaitu:
a. Jig Bor
Jig bor digunakan untuk mengebor lobang yang besar untuk digurdi atau
Pengkasaran.
b. Jig Gurdi.
Jig gurdi digunakan untuk menggurdi (drilling), meluaskan lobang (reaming),
mengetap, chamfer, counterbore, reverse spotface atau reverse countersink. Jig
dasar umumnya hampir sama untuk setiap operasi pemesinan, perbedaannya
hanya dalam ukuran dan bushing yang digunakan.
10
Jig gurdi bisa dibagi menjadi dua tipe umum yaitu:
c. Jig tipe terbuka
adalah untuk operasi sederhana dimana benda kerja dimesin pada hanya
satu sisi.
d. Jig tipe tertutup atau kotak
Jig tipe tertutup atau kotak digunakan untuk komponen yang dimesin lebih
dari satu sisi.
e. Jig template
Jig template adalah jig yang digunakan untuk keperluan akurasi. Jig tipe ini
terpasang diatas atau didalam benda kerja dan tidak diklem
f. Jig plate
Jig plate adalah jig sejenis dengan template, perbedaannya hanya jig jenis ini
mempunyai klem untuk memegang benda kerja. Jig plate kadang-kadang
dilengkapi dengan kaki untuk menaikkan benda kerja dari meja terutama untuk
benda kerja yang besar. Jig jenis ini disebut jig table/meja
g. Jig sandwich
Jig sandwich adalah bentuk jig plate dengan pelat bawah. Jig jenis ini ideal
untuk komponen yang tipis atau lunak yang mungkin bengkok atau terlipat pada
jig jenis lain.
h. Jig angle plate (pelat sudut)
Jig angle plate (pelat sudut) digunakan untuk memegang komponen yang
dimesin pada sudut tegak lurus terhadap mounting locatornya (dudukan locator)
yaitu dudukan untuk alat penepatan posisi benda kerja.
11
i. Jig kotak atau jig tumble
Jig kotak atau jig tumble biasanya mengelilingi komponen. Jig jenis ini
memungkinkan komponen dimesin pada setiap permukaan tanpa memposisikan
ulang benda kerja pada jig.
j. Jig Channel
Jig Channel adalah bentuk paling sederhana dari jig kotak. Komponen
dipegang diantara dua sisi dan dimesin dari sisi ketiga.
k. Jig daun (leaf)
Jig daun (leaf) adalah jig kotak dengan engsel daun untuk kemudahan
pemuatan dan pelepasan. Jig daun biasanya lebih kecil dari jig kotak.
l. Jig indexing
Jig indexing digunakan untuk meluaskan lobang atau daerah yang dimesin
lainnya disekeliling komponen. Untuk melakukan ini, jig menggunakan
komponen sendiri atau pelat referensi dan sebuah plunger. Jig indexing yang
besar disebut juga jig rotary.
m. Jig Trunnion
Jig Trunnion adalah jenis jig rotary untuk komponen yang besar atau
Komponen pertama-tama diletakkan didalam kotak pembawa dan kemudian
dipasang pada trunnion.
n. Jig pompa
Jig pompa adalah jig komersial yang mesti disesuaikan oleh pengguna.
Pelat yang diaktifkan oleh tuas membuat alat ini bisa memasang dan
membongkar bendakerja dengan cepat.
12
o. Jig multistation
Jig multistation ini adalah cara menempatkan benda kerja, Ketika satu bagian
menggurdi, bagian lain meluaskan lubang (reaming) dan bagian ketiga melakukan
pekerjaan counterbore. Satsion akhir digunakan untuk melepaskan komponen
yang sudah selesai dan mengambil komponen yang baru.
2. Jenis-jenis fixture
a. Fixture pelat
Fixture pelat adalah bentuk paling sederhana dari fixture. Fixture dasar dibuat
dari pelat datar yang mempunyai variasi klem dan locator untuk memegang dan
memposisikan benda kerja. Konstruksi fixture ini sederhana sehingga bisa
digunakan pada hampir semua proses pemesinan.
b. Fixture pelat sudut
Fixture pelat sudut adalah variasi dari fixture pelat. Dengan fixture jenis ini,
komponen biasanya dimesin pada sudut tegak lurus terhadap locatornya. Jika
sudutnya selain 90 derjat, fixture pelat sudut yang dimodifikasi bisa digunakan
c. Fixture vise-jaw
Fixture vise-jaw digunakan untuk pemesinan komponen kecil, Dengan alat
ini, vise jaw standar digantikan dengan jaw yang dibentuk sesuai dengan bentuk
komponen.
d. Fixture indexing
Fixture indexing mempunyai bentuk yang hampir sama dengan jig indexing.
Fixture jenis ini digunakan untuk pemesinan komponen yang mempunyai detail
pemesinan untuk rongga yang detail.
13
e. Fixture multistation
Fixture multistation adalah jenis fixture untuk kecepatan tinggi, volume
produksi tinggi dimana siklus pemesinan kontinyu.
f. Fixture duplex
Fixture duplex adalah jenis paling sederhana dari jenis ini dimana hanya ada
dua stasiun. Mesin tersebut bisa memasang dan melepaskan benda kerja ketika
pekerjaan pemesinan berjalan. Misal, ketika pekerjaan pemesinan selesai pada
stasiun 1, perkakas berputar dan siklus diulang pada stasiun 2. Pada saat yang
sama benda kerja dilepaskan pada stasiun 1 dan benda kerja yang baru dipasang.
g. Fixture profil
Fixture profil digunakan mengarahkan perkakas untuk pemesinan kontur
dimana mesin secara normal tidak bisa melakukan. Kontur bisa internal atau
eksternal.
2.1.3 Peta Tangan Kanan dan Peta Tangan Kiri
Peta tangan kiri dan tangan kanan adalah studi gerakan untuk menemukan
gerakan-gerakan yang efisien, yaitu gerakan-gerakan yang diperlukan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam Peta ini menggambarkan semua gerakan-
gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan
tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan
pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan
(Wignjoesoebroto, 2008).
14
Kegunaan peta tangan kanan dan tangan kiri adalah untuk memperbaiki
suatu stasiun kerja, sebagaimana peta-peta yang lain, peta ini mempunyai
kegunaan yang lebih khusus, diantaranya :
• Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan
• Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efesien dan tidak
produktif.
Gambar 2.1 Contoh Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
15
2.1.4 Uji Validitas
Validitas merupakan ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan
untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid, valid berarti instrumen tersebut
dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Untuk menguji validitas dapat menggunakan product moment atau
pearson (pearson’s Product Moment Coeffisient Corelation), yaitu sebagai
berikut: Beri penomeran pada
rumus, misal : (2.1)
Dimana :
rXY = koefisien korelasi X dan Y, dua variabel yang dikorelasikan.
X = Skor untuk pernyataan yang dipilih
Y = Skor total
n = Jumlah responden
2.1.5 Uji Reliablitas
Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika suatu instrumen cukup
dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen itu sudah cukup baik Arikunto (2002). Formula reliabilitas
menggunakan rumus koefisien Alpha. Reliabilitas adalah untuk menguji
keandalan dari butir-butir variabel yang di anggap valid Arikunto (2002). Hasil
dari uji reliabilitas dinyatakan reliabel jika nilai koefisien alpha yang diperoleh
lebih besar dari rtabel dengan signifikansi 5%. Hasil perhitungan menunjukkan
bahwa semua instrumen pada penelitian ini dinyatakan real. Uji reliabilitas
16
dilakukan dengan menggunakan teknik Formula Alpha Cronbach dan dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Beri penomeran pada
rumus, misal : (2.2)
Alfa cronhbach berada 0 – 1, Semakin dekat angka 1 maka semakin baik
instrumen yang diujikan. Penilaian Alfa Cronhbach berdasarkan aturan berikut :
0,20 - ˂ 0,40 : Agak Realible
0,40 - ˂ 0,60 : Cukup Reallible
0,60 - ˂ 0,80 : Realible
2.2 Quality Function Deployment (QFD)
2.2.1 Pengertian Quality Function Deployment (QFD)
QFD merupakan suatu metode perencanaan produk yang berstruktur dan
juga merupakan suatu metoda pengembangan yang memungkinkan tim
pengembang suatu perusahaan untuk menjelaskan spesifikasi kebutuhan dan
keinginan pelanggan sehingga pelanggan dapat mengevaluasi kelebihan dan
kekurangan kekurangan dari setiap produk atau jasa yang ditawarkan (Cohen,
1995).
17
Konsep dasar QFD pertama kali diperkenalkan oleh Yoki Akao, Professor
of Management Engineering dari Tagawa University, yang dikembangkan praktek
dan pengalaman industri-industri di Jepang, pada tahun 1972 oleh perusahaan
Mitsubishi, dan berkembang dengan berbagai macam cara oleh Toyota dan
perusahaan lainnya. Konsep dasar QFD sebenarnya adalah suatu cara pendekatan
untuk mendesain produk agar dapat memenuhi keinginan konsumen.
Tujuan dasar QFD adalah untuk mendorong para pengembang produk
dengan metoda sistematis untuk menyebarkan suara pelanggan (voice of
costumer) ke dalam desain produk, sehingga pengusaha mampu mengevaluasi
respon potensial dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang
universal. Hal ini penting karena hampir semua organisasi (bisnis) menghadapi
persaingan, misal dengan adanya perubahan harga, pengenalan produk baru,
ataupun melakukan inovasi produk dari produk yang telah ada. Fungsi utama
QFD adalah melibat kan pelanggan pada proses pengembangan produk sedini
mungkin. Filosofi yang melandasinya adalah bahwa pelanggan tidak akan puas
dengan produk atau jasa meskipun produk atas jasa itu telah di hasilkan dengan
sempurna jika mereka memang tidak menginginkan atau membutuhkan nya.
Wijaya (2011) berpendapat bahwa QFD terdiri atas beberapa aktivitas
utama yaitu :
a. Penjabaran persyaratan yang dituntut pelanggan.
b. Penjabaran karakteristik kualitas yang dapat di ukur.
c. Penentuan hubungan antara kebutuhan kualitas dan karakteristik
kualitas.
18
d. Penerapan nilai-nilai berdasarkan angka-angka tertentu terhadap
masing-masing karakteristik kualitas.
e. Penyatuan karakteristik kualitas terhadap produk.
f. Perancangan, produksi, dan pengendalian kualitas produk.
Dalam QFD beberapa hal yang penting adalah :
1. QFD sebagai keseluruhannya konsep.
2. Nilai konsumen atau pelanggan merupakan tuntutan dari konsumen.
3. Product Quality Deployment merupakan aktivitas untuk terjemahan
suara konsument.
4. Deployment of the quality function merupakan aktivitas – aktivitas
yang diperlukan untuk menjamin bahwa suara konsumen telah
terpenuhi.
5. Quality table – a series digunakan dalam menggambarkan dalam suara
konsumen dalam spesifik akhir produ.
Wijaya (2011) berpendapat bahwa QFD terdiri atas beberapa aktivitas
utama yaitu berikut :
1. Penjabaran persyaratan yang diinginkan pelanggan.
2. Penjabaran karakteristik kualitas yang dapat diukur.
3. Penentuan hubungan anatara kebutuhan kualitas serta karakteristik
kualitas.
4. Penerapan nilai – nilai yang didasarkan angka – angka tertentu
terhadap masing – masing karakteristik kualitas.
19
5. Persatuan karakteristik kualitas terhadap produksi
6. Perencanaan, produksi, dan pengendalian kualitas produk.
Ada 3 tujuan utama dalam menerapkan QFD adalah:
- Memprioritaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan secara lisan dan
tidak lisan.
- Menerjemahkan kebutuhan ke dalam karakteristik teknis dan spesifikasi.
- Membangun dan memberikan kualitas produk atau layanan dengan
memfokuskan setiap kepuasan pelanggan.
Manfaat QFD bagi perusahaan yang berusaha meningkatkan daya
saingnya melalui perbaikan kualitas dan produktifitasnya secara
berkesinambungan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan Keandalan Produk.
b. Meningkatkan Kualitas Produk.
c. Meningkatkan Kepuasan Konsumen.
d. Memperpendek time to market.
e. Mereduksi biaya perancangan.
f. Meningkatkan komunikasi.
g. Meningkatkan Produktivitas.
h. Meningkatkan keuntungan perusahaan.
2.2.2 Tahapan dalam Metode QFD
Metode QFD akan berjalan jika pelaksanaan tahapan metode tersebut
dilaksanakan dengan baik. Tahapan utama yang harus diterapkan dalam
20
melaksanakan metode QFD adalah penjaminan kualitas produk dan jasa, penilaian
konsumen terhadap produk dan jasa, pembuatan angket kebutuhan konsumen,
survei konsumen, penyusunan daftar periksa serta pembuatan matrik House of
Quality.
1) Kualitas Quality Function Deployment
Kualitas Quality Function Deployment adalah salah satu metodelogi
untuk membantu suksesnya membuat perubahan pada operasi bisnis yang
menekankan pada pencegahan (preventive) dari pada reaksi (resctive).
Penggunaan Quality Function Deployment untuk membantu mendefinisikan “apa
yang dilakukan” dan transformasi yang progresif apa yang dilakukan terhadap
“bagaimana memperbaiki” dengan berbagai cara sehingga didapat hasil performa
yang konsisten dalam memuaskan pelanggan. Pada buku Wijaya (2011)
pendekatan dasar yang digunakan dalam QFD adalah konsep yang hampir sama
dengan praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan manufaktur Amerika.
Dimulai dengan identifikasi kebutuhan konsumen yang selalu dinyatakan dalam
item kualitatif seperti: kelihatan bagus, efektif penggunaan, aman, sesuai dengan
tujuan yang diharapkan, secara garis besar QFD adalah sebagai berikut :
21
Customer Requirement
Design Requirement
Part Characteristics
Manufacturing Operations
Production Requirement
Gambar 2.1 Proses Pelaksanaan QFD
Sumber: Wijaya (2011)
2.3 Manfaat QFD (Quality Function Deployment)
2.3.1 Penerapan QFD
Bila penerapan QFD diterapkan dalam perusahaan, QFD dapat
mengurangi waktu desain sebesar 40% serta biaya desai sebesar 60% secara
berirama dengan dipertahankan dan ditingkatkannya kualitas desain (Eldin, 2002).
Ada 3 manfaat utama yang diperoleh bila menggunakan metode QFD, yaitu
1. Mengurangi biaya
Hal ini dapat terjadi dikarnakan produk yang dihasilkan benar –
benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan, hingga tidak
terjadinya pengulangan pekerjaan atau pembuangan bahan baku karna
tidak sesuainya dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pelanggan.
22
2. Meningkatkan pendapatan
Adanya pengurangan biaya dalam pembuatan produk atau jasa
maka, hasil yang kita terima akan lebih meningkat. Dengan menggunakan
QFD, produk atau jasa yang dihasilkan akan lebih dapat memenuhi
kebutuhan proses pengembangan.
3. Mengurangi waktu produksi
QFD adalah kunci dalam menggurangi biaya, QFD akan membuat
Tim pengembangan produk atau jasa untuk membuat keputusan awal
dalam proses pengembangan.
2.3.2 keunggulan QFD
Menurut Nasution (2001) QFD membawa sejumlah manfaat bagi
organisasi yang berupaya meningkatkan persaingan mereka secara terus menerus
memperbaiki kualitas dan produktifitas. Manfaat yang akan diperoleh perusahaan
yang sedang berusaha meningkatkan daya saingnya melalui perbaikan kualitas
dengan menggunakan metode QFD adalah sebagai berikut :
1) Fokus pada pelanggan.
Organisasi TQM adalah organisasi yang berfokus
denganpelanggan dalam tahapan metode QFD memerlukan
pengumpulan– pengumpulan data masukan maupun itu feed back dari
pelanggan.
2) Efesiensi dari segi waktu.
Seperti halnya pemfokusan pada persyaratan pelanggan yang lebih
23
Spesifik dan jelas. QFD jelas sangat dapat mengurangi waktu
pengembangan sebuah produk.
3) Orientasi kerja sama tim
QFD memerlukan kerja sama tim, karna ini semua keputusan
dalam prosesnya didasarkan consesnsus dan diperoleh melalui diskusi
yang mendalam juga brain stroming.
4) Orientasi pada dokumentasi
Pada prosenya, QFD dalam suatu produk yang akan dihasilkan
oleh dokumen komperhensif terkait semua data yang berhubungan dengan
semua proses yang ada dan perbandingannya dengan persyaratan
pelanggan.
5) Memusatkan melalui perancangan produk dan jasa pada kebutuhan
konsumen.
6) Menganalisa kinerja produk dan jasa pada kebutuhan dan kepuasan
konsumen.
Menurt Tony Wijaya (20011), berbicara tentang QFD mempunyai manfaat
sebagai berikut.
1. Rancangan serta pembuatan suatu produk atau jasa baru memuaaskan
pelanggan.
2. Berfokus kepada efesiensinya waktu, karna dalam hal itu akan
menggurangi waktu yang diperlukan untuk daur rancangan secara
menyeluruh sehingga dapat menggurangi waktu dalam hal
memasarkan produk – produk baru, memperlihatkan adanya
penghematan antara sepertiga sampai setengah dibandingkan dengan
24
sebelum menggunakan QFD.
3. Mendorong terbentuknya tim kerja. Semua keputusan dalam proses
diambil berdasarkan ketepatan bersama dalam diskusi diseluruh
departemen. Masing- masing anggota tim mempunyai level yang sama
pentingnya dan memiliki susatu untuk disumbangkan pada proses.
2.4 Kelemahan QFD
Walaupun QFD dikatakan suatu metode pengembangan produk yang baik,
metode QFD juga memiliki beberapa kelemahan, dan berikut kelemahan QFD
Perbaiki nama menurut Wijawa (2011) :
pengarang yang tidak
tepat
1. Memerlukan keahlian spesifik yang beragam, yaitu input pada QFD yang
memerlukan Analisa pasar. Pada terjemahan karakteristik kualitas yang
memerlukan beberapa ahli perancangan.
2. Kesulitan dalam pengisian matrik.
3. Hanya merupakan alat, tidak ada kejelasan kerangka pemecahan masalah
QFD merupakan metode yang berjalan berdasarkan input, kemudian
diolah, dan menghasilkan output.
4. Bersifat proyek, tanpa kelanjutan, tidak ada pembakuan institusi atau job
description yang tepat untuk orang – orang yang terlibat didalamnya.
QFD dapat diterapkan untuk dapat membantu melaksanakan filososfi TQM,
peran utama QFD tersebut adalah kepada perancangan, pengolahan dan
pengembangan pada produk. Salah satu produk yang dihasilkan dari pemrosesan
QFD adalah dokumen komprehensif mengenai semua data yang saling
25
berhubungan dengan segala proses yang ada dan perbandingannya dengan
persyaratan pelanggan.
QFD sendri juga dapat menjalankan atau memperlancar cross functional
communication didalam suatu organisasi ataupun perusahaan, sehingga proses
komunikasi anatara divisi atau fungsi organisasi dapat berjalan dengan tanpa
hambatan. Cross functional communication adalah cara yang dilakukan dalam
bekerja sama dan mampu untuk saling mendukung dan saling melengkapi untuk
dapat memperoleh suatu bentuk nyata dan praktis dari QFD secara tepat dan
akurat dalam penggunaan di perusahaan.
2.4.1 Metodologi QFD
Pada bagian ini akan menjelaskan tentang unsur-unsur yang terlibat langsung
dalam QFD. Metode QFD menurut Lou Cohen (1995) memiliki beberapa tahap
perencanaan dan pengembangan melalui matriks, yaitu :
1) Matrik perencanaan produk (House of Quality):
HOQ lebih dikenal dengan rumah pertama yang menjelaskan tentang
customer needs, technical requirment, co-relationship, relationship,
customer competitive evaluation, competitive technical assement dan
targets. HOQ terdiri dari tujuh bagian utama tersebut.
2) Matrik perencanaan part (Part Deployment):
lebih dikenal dengan rumah kedua adalah metrik yang
mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang kritikal terhadap pengembangan
produk.
26
3) Matrik Perencanaan proses (Process Planing)
lebih dikenal dengan rumah ketiga yang merupakan matrik untuk
mengidentifikasi pengembangan proses pembuatan suatu perencanaan
pengembangan mengetahui proses perencanaan matik HOQ.
4) Matrik perencanaan manufacturing
Lebih dikenal dengan rumah keempat yang memaparkan tindakan yang
perlu diambil didalam perbaikan.
2.5 House Of Quality (HOQ)
a. Pengertian House Of Quality (HOQ)
House Of Quality (HOQ) merupakan rumah pertama dan merupakan
bagian dari pengembangan QFD. Pada House Of Quality terdapat WHATs
(merupakan customer requirement/voice of custemer), HOWs (merupakan
technical requirement), matrik hubungan competitive assesment (konsumen dan
teknis). House of Quality atau rumah kualitas merupakat alat yang digunakan
untuk menggunakan struktur QFD. ``
b. Matrik House Of Quality (HOQ)
Matrik House Of Quality (HOQ) adalah bentuk yang paling dikenal dari
representasi QFD. Matrik ini pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama. Bagian
horisontal pada matrik ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan
konsumen dan ini disebut dengan customer table. Bagian vertikal pada matrik
berisi tentang informasi teknis sebagai respon dari input konsumen, dan disebut
dengan tecnichal table. Customer information tentang konsumen untuk
memberikan informasi dalam pembentukan metode QFD, sedangkan teknik
27
information adalah responden yang dibutuhkan dari konsumen yang bermanfaat
bagi distributor.
Wijaya (2011) mendefinisikan matriks House of Quality atau rumah
kualitas sebagai alat yang digunakan untuk menggunakan struktur QFD. Hasil
akhir dalam penerapan metode QFD adalah matriks House of Quality. Matriks
House of Quality merupakan matriks yang berbentuk rumah.
Tahapan pembuatan matriks House of Quality sesuai dengan diagram tersebut
yaitu:
1) Menentukan Karakteristik Produk Karakteristik produk yang dimaksud disini
adalah karakteristik atau jenis kebutuhan yang sesuai dengan keinginan
pelanggan, yang meliputi desain, komposisi, proses pemberian produk, mutu, dan
lainnya.
2) Mengadakan Penilaian Karakteristik Produk Penilaian ini digunakan untuk
dapat menerjemahkan apa yang diinginkan pelanggan menjadi suatu rangkaian
pemprosesan terhadap produk atau jasa bahan baku tersebut.
3) Menentukan Variable Performansi Para Pemasok Pemasok yang dimaksud
disini adalah pemasok bagi unit usaha untuk kegiatan produksi yang harus
ditentukan.
Dilihat dari unsur yang terlibat begitu sederhana dalam membuat HOQ
(House of Quality) ini dapat disimpulkan pembuatan matik sedikit rumit namun
masih dapat dipahami oleh pembaca yang akan menjalankan proses
28
pengembangan supaya lebih terstuktur dalam melakukan perencanaan
pengembangan. Namun tetap dihubungkan urutan pengerjaannya, adapun urutan
HOQ adalah sebagai berikut :
1) Identifikasi Konsumen/Pemakai Permulaan QFD adalah dengan menggariskan
apa yang akan diselesaikan berdasar pada kebuuhan konsumen.
2) Menentukan Customer Need-nya, sering juga disebut dengan voice of the
customer. Penentuan ini mengandung hal-hal yang dibutuhkan oleh konsumen dan
masih bersifat umum, sehingga sulit untuk langsung diimplementasikan harus
ditentukan terlebih dahulu.
Saran:
Sertakan rumus untuk
menghitung nilai
Importance Rating di 3) Menentukan Importance Rating Merupakan tingkat kepentingan dari VOC dan
bab 2
diperoleh dari hasil perhitungan kuisioner yang disebarkan.
4) Analisis tentang Customer Competitive Evaluation Analisis ini dilakukan
dengan pengumpulan data yang diperoleh.
5) Menentukan Technical Requirement. Technical requirement merupakan
pengembangan dari customer need. Pada bagian ini akan ditetapkan berdasarkan
kemampuan yang ditetapkan konsumen.
6) Menentukan Relationship Agar memperoleh nilai secara kuantitatif maka
antara merupakan langkah selanjutnya untuk customer need dan technical
requirement menemukan nilai bobot.
7) Menentukan Target Target ditentukan dengan how much is enough yang
merupakan perhitungan spesifikasi dari HOWs. Nilai target direpresentasikan
29
untuk memenuhi keinginan konsumen, sehingga sepantasnya jika nilai terget yang
hendak dicapai ditetapkan dengan nilai yang tinggi dan rasional.
8) Membuat Matrik Korelasi Matrik korelasi terletak diatas matrik House Of
Quality yang merupakan atap dan sebagai penentu dari struktur hubungan setiap
item HOW.
9) Membuat Analisis Competitive Technical Assesment. Analisis ini dengan
membandingkan yang terdahulu dengan yang akan dibuat.
10) Menentukan Bobot Bobot ditentukan dari hubungan korelasi antara customer
requirement dan technical requirement yang ditentukan dari jenis hubungan yang
berlangsung.
2.5.1 Langkah – langkah QFD
Nasution (2006), penerapan metodologi QFD malam mengawali proses
perancangan produk diawali dengan pembentukan matriks perencanaan produk,
atau sering juga disebut House of Quality (HOQ). Dalam bentuk gambar, matriks
perencanaan atau bias juga disebut rumah kualitas, simbol A hingga F
menunjukan urutan pengisian bagian – bagian dari matriks perencanann produk
tersebut. Data dari konsumen yang menunjukan variasi pola hubungan yang
mungkin tergantung bagaimana performasi kepuasan terrgantung bagaimana
performansi kepuasan atribut di kumpulkan. Interprestasi data ini menunjukan
bahwasannya apakah pelanggan yang melalui tahap suervey menggunakan satu
30
atau beberapa produk dan apakah sampel pelanggan terdiri atas seluruh pelanggan
datri berbagai tipe atau segmen.
Gambar 2.1 Metrik HOQ
1. Customer Needs and Benefits
Customer Needs and Benefits merupakan daftar kebutuhan dan ekspetasi
konsumen atau pelanggan terhadap nilai produk, jasa, atau proses yang
biasanya diperoleh dari voice of the customer.
31
2. Planning matrik
Planning Matrik memiliki tujuan untuk menyusun dan mengembangkan
beberapa pilihan – pilihan strategis untuk mencapai nilai – nilai kepuasan
konsumen yang tertinggi. Delapan jenis data pada Planning Matrik adalah
sebagai berikut :
A. Importance to Customer (kepentingan konsumen), yang berisi
tentang tingkat – tingkat kepentingan tiap kebutuhan dan manfaat
bagi konsumen.
B. Customer Statisfaction Performance (kinerja kepuasan konsumen)
adalah bagaimana tentang kinerja produk yang dikembangkan
dapat memenuhi kepuasan konsumen.
C. Goal ( Quality Plant) mempunyai tujuan untuk apa saja yang ingin
dicapai dalam pengembangan produk.
D. Improvement Ratio ( pengembangan rasio), diperoleh dari rumus :
Revisi penomeran,
disesuaikan dari
penomeran rumus Goal
sebelumnya Improvement Ratio = ...…..(2.1)
Current Statisfaction Permormance
a. Sales point (titik penjualan), digunakan tiga angka yaitu :
1 = tidak ada tingkat penjualan
1,2 = tingkat penjualan sedang
1,5 = tingkat penjualan tinggi
b. Raw Weight diperoleh dengan rumus :
Raw Weight = (Importance to customer) x (Improvement
Ratio) x (Sales Point)…………………………………..(2.2)
c. Customer Importance adalah tingkat kepentingan dari
masing – masing kebutuhan. Customer Importance
diperoleh dari rumus : Customer
Importance
32
Customer Importance = x
∑ Customer Importance
100…...(2.3)
3. Technical Requirement
Pada kolom Technical Requirment berisi tentang bagaimana tentang
perisahaan mendeskripsikan sebuah perencanaan produk atau jasa yang
akan dikembangkan bersama staf ahli. Pendeskripsian ini didapat dari
keinginan konsumen dan kebutuhannya.
4. Relationship
Pada kolom Relationship, diterangkan bagaimana tentang hubungan antara
setiap elemen dari technical response dengan keinginan dan kebutuhan
konsumen. Simbol yang digunakan untuk kolom Relationship antara lain
adalah sebagai berikut :
= untuk hubungan yang kuat dengan nilai 9.
= untuk hubungan yang lemah dengan nilai 1
= untuk hubungan yang sedang dengan nilai 3
5. Technical Correlations
Pada bagian Technical Correlations, berisikan tentang bagaimana tim
pengembangan menetapkan implementasi hubungan antara elemen –
elemen dari pada Technical response. Simbol – simbol yang dipergunakan
dalam technical correlation adalah sebagai berikut :
+ = hubungan kuat
O = hubungan sedang
- = hubungan lemah
6. Technical Matrik
Pada technical matrix, terdapat tiga tipe informasi, yaitu urutan peringkat
dari technical response, informasi perbandingan dengan kinerja teknis
33
pesaing, dan target kerja teknis. Adapun penjabaran ketiga informasi
tersebut adalah :
a. Tingkat kepentingan kami, yang diperoleh dari jumlah perkalian
antara Improtance to customer dengan nilai relationship pada
kolom technical response.
b. Absolutely Performance merupakan jumlah perkalian antara nilai
relationship dengan Normalized raw weight.
c. Relative Performance merupakan persen dari total absolutely
performance.
d. Unit of mesure adalah satuan untuk technical response.
e. Current Product adalah nilai yang ada pada produk yang sedang
dikembangkan.
f. Target Value adalah target yang ingin dicapai oleh tim
pengembangan terhadap perencanann sehingga dapat memenuhi
keinginan.