Analisis Faktor Penyebab Dermatitis 2022
Analisis Faktor Penyebab Dermatitis 2022
OLEH :
YERY NATTI
1420118049R
i
ii
iii
iv
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Di Wilayah
Kerja Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah
Selatan Tahun 2022
Yery Natti1Daeng Agus Vieya putri2 dan Muslimah Anugerah3
ABSTRAK
Latar Belakang : Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat
seperti banyak penyakit dapat timbul karena didukung dan dirangsang oleh faktor
lingkungan. Pada hakikatnya, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa,
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomi.
Tujuan : Mengetahui Apakah Ada Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian
Dermatitis di Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah
Selatan Tahun 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional
analitik dengan pendekatan cross sectional dan total sampel adalah 55 responden.
Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Menunjukan bahwa variabel Personal Hygiene dari 55 Responden Sebagian
Besar Memiliki Personal Hygiene Buruk Sebanyak 50 Orang(90.9%), Variabel
Penggunaan APD Sebagian Besar Memiliki Menggunakan APD Buruk Sebanyak 43
Orang(78.2%), Variabel Responden Sebagian Besar Berusia > 35 Tahun Sebanyak
22 Orang(60%)variabel Pengetahuan Sebagian Besar Memiliki Pengetahuan Buruk
Sebanyak 32 Orang(58.2%), Variabel Sanitasi Lingkungan Sebagian Besar Memiliki
Sanitasi Lingkungan Buruk Sebanyak 42 Orang(76.4%), variabel Kejadian Dermatitis
Responden Sebagian Besar Mengalami Penyakit Dermatitis Sebanyak 50
Orang(90.9%).Uji Square menunjukan nilai signifikan antara variabel personal
hygiene dengan kejadian dermatitis adalah P = 0.000, nilai signifikan antara variabel
Penggunaan APD dengan kejadian dermatitis adalah P = 0.000, nilai signifikan antara
variabel usia dengan kejadian dermatitis adalah P = 0.004, nilai signifikan antara
variabel pengetahuan dengan kejadian dermatitis adalah P = 0.002, nilai signifikan
antara variabel sanitasi lingkungan dengan kejadian dermatitis adalah P = 0.000,maka
H1 di terima pada tingkat signifikan P <0,05.
Kesimpulan: Terdapat Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Di
Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun
2022
Kata Kunci: Personal Hygiene,Penggunaan APD,Usia,Pengetahuan,Sanitasi
Lingkunga dan Kejadian Dermatitis
v
Analysis of Factors Affecting the Occurrence of Dermatitis in the Work Area of the
Kapan Health Center, North Mollo District, South Central Timor Regency in
2022
Yery Natti1Daeng Agus Vieya putri2 dan Muslimah Anugerah3
ABSTRACK
vi
MOTTO :
bagi saya yang paling penting adalah bukan sebesar mimpi yang
mimpi itu”
vii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang
telah memberikan rahmat, berkat dan karunianya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan Skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kapan Kecamatan
Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022”
Dalam penyususnan dan penulisan Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan
bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karna itu dalam kesempatan ini
dengan rendah hati penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Ibu Daeng Agus Vieya Putri Bhwa, S.Kep.,M.Si selaku Ketua Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Nusantara Kupang dan selaku Dosen Pembimbing I yang telah
meluangkan waktu, tenaga dan memberikan ilmu, kritik, saran dalam
penyelesaian Skripsi ini.
2. Bapak Syahrir,S.Kep.,M.Si selaku Ketua Program Studi S1-Keperawatan di Stikes
Nusantara Kupang.
3. Ibu Muslimah Anugerah, S.Kep.,M.Kes selaku Dosen Pembimbing II yang telah
meluangkan waktu, tenaga dan memberikan ilmu, kritik, saran dalam
penyelesaian Skripsi ini.
4. Dosen dan staf Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Nusantara Kupang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
Skripsi ini
5. Kepala Puskesmas Kapan beserta jajarannya yang memberikan izin dan membantu
6. Keluarga tercinta, Bapak Dominggus Nati, Mama Oca Baitanu, yang dengan kasih
sayang selalu mendoakan penulis pada setiap kesempatan serta atas segala
dukunganya kepada penulis
viii
7. Teman-teman seangkatan KPN 18 B, yang telah memberikan bantuan dan
dukungan dalam perkuliahan maupun dalam penulisan Skripsi.
8. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian
maupun dalam penulisan Skripsi.
Penulisan proposal tentunya tidak terlepas dari kekurangan, baik aspek kualitas
maupun kuantitas dari materi penelitian yang disajikan. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan Skripsi.
Akhir kata, semoga penulisan Skripsi ini bermanfaat bagi kita semua dalam
rangka menambah wawasan pengetahuan kita.
Penulis
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ...................................... iv
ABSTRAK ..................................................................................................... v
MOTTO ....................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR ................................................................................ viii
DAFTAR ISI .................................................................................................. x
DAFTAR TABEL ....................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xiv
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2.Rumusan Masalah .............................................................................. 4
1.3.Tujuan Penelitian .............................................................................. 4
1.4.Manfaat Penelitian ............................................................................. 5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka ............................................................................. 7
2.2. Landasan Teoritik ............................................................................ 9
2.2.1. Konsep Dermatitis ............................................................... 9
2.2.2. Jenis Dermatitis ................................................................... 10
2.2.3. Gejala Klinis Dermatitis ...................................................... 13
2.2.4. Diagnosis.............................................................................. 15
2.2.5 Fakot-Faktor yang Mempengaruhi Dermatitis...................... 18
BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka Konsep ................................................................................... 22
3.2 Hipotesis……………………………………………………………….23
BAB 4 METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian ..................................................................................... 24
4.2 Rancangan Penelitian ........................................................................... 24
4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................... 25
4.4 Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................... 25
4.5 Kerangka Operasional .......................................................................... 26
4.6 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional .................................... 28
4.7 Teknik dan Prosedur Pengambilan Data .............................................. 32
4.8 Pengolahan dan Analisis Data .............................................................. 32
BAB 7 PENUTUP
7.1 Kesimpulan ........................................................................................... 64
7.2 Saran ...................................................................................................... 65
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xi
DAFTAR TABEL
Halaman
xii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual .............................................................. 22
Gambar. 4.1 Rancangan Penelitiaan Cross Sectional .................................. 25
Gambar 4.2 Kerangka Operasional ............................................................ 27
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1.Lembar Permohonan Kesediaan Menjadi Responden
Lampiran 2. Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran 3. Lembar Petunjuk Pengisian Kuesioner
Lampiran 4. Kuesioner Penelitian
Lampiran 5. Kuesioner Pengetahuan
Lampiran 6. Kuesioner Personal Hygiene
Lampiran 7. Kuesioner Alat Pelindung Diri(APD)
Lampiran 8. Kuesioner Lingkungan Sehat
Lampiran 9. Surat Keterangan Selesai Penelitian
xiv
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
banyak penyakit dapat timbul karena didukung dan dirangsang oleh faktor
jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial
ekonomi. Oleh karena itu, jika dikaji lebih lanjut maka dapat disadari bahwa
tidak banyak manusia di muka bumi ini yang berada dalam kondisi sehat
sempurna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti semua manusia selalu menderita
penyakit karena arti penyakit sendiri merupakan suatu perubahan yang terjadi
pada tubuh manusia sebagai respon dari faktor genetik,faktor personal hygiene
dan faktor lingkungan yang mungkin berupa nutrisi, kimia, biologi atau
pada 2019 atau 3,5% dari populasi dunia. Prevalensi dermatitis didominasi
sekitar sekitar 20% dan 10,7% dari jumlah penduduk sedangkan kelompok
dewasa di Amerika Serikat sekitar 17, 8 juta (10%) orang. Berdasarkan data
1
mengatakan prevalensi dermatitis di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak
18.2% jauh lebih tinggi dari Kota kupang yaitu sebanyak 2,6 %. Berdasarkan
Selatan sebanyak 16,5% menderita penyakit dermatitis dan pada Tahun 2020
orang dan Puskesmas Fatumnasi sebanyak 25 orang. Oleh karena itu peneliti
diperoleh keluhan bahwa dari 7 orang jarang menerapakan Pola hidup bersih
dan sehat seperti personal hygiene yang baik dan juga lingkungan yang tidak
sehat seperti banyak sampah dipekarangan sekitar rumah serta tampungan air
yang banyak jintik nyamuk dan lumut sehingga menyebabkan mereka mudah
2
1.2 Rumusan Masalah
Puskesmas Kapan
3
4. Mengatahui lingkungan sehat di wilayah kerja Puskesmas Kapan
pengetahuan dan bisa dijadikan bahan acuan bagi peneliti lain yang akan
Kejadian Dermatitis”
4
b. Bagi Peneliti
5
BAB 2
6
Puskesmas terjaidnya penyakit
Kecamatan Dermatitis (0,697),
Hiri Tahun ada hubungan antara
2020 kelembapan dengan
kejadian penyakit
dermatitis (0,001), ada
hubungan antara
personil hygene
dengan kejadian
penyakit dermatitis di
wilayah kerja
puskesmas pulau hiri
(0,000).
3 Hanna Faktor-Faktor Faktor risiko yang penelitian survei
Mutiara.dkk, J yang memiliki hubungan analitik dengan
Agromedicine Mempengaruh bermakna dalam pendekatan
|Volume i Kejadian penelitian adalah cross sectional,
6|Nomor 2|2019 Dermatitis DKAK dengan lama dengan subjek
Kontak kontak (p value = 46 orang
Akibat Kerja 0,001), masa kerja (p karyawan salon
pada value = 0,001), dari 3 salon
Karyawan riwayat penyakit kulit yang berada di
Salon di (p value = 0,035), Kelurahan
Kelurahan penggunaan alat Pahoman,
Pahoman pelindung diri (APD) Bandar
(p value = 0,001), dan Lampung.
personal hygiene (p Teknik analisis
value = 0,001). Hasil data dilakukan
analisis multivariat secara univariat,
menunjukkan variabel bivariat dengan
yang paling dominan uji chi square
terhadap kejadian dan multivariat
DKAK pada dengan uji
karyawan salon regresi logistik.
adalah masa kerja
(OR = 70,491).
4 Andi Shaleha Analisis Hasil penelitian ini penelitian
Maudani.dkk, Spasial adalah 195 (65%) observasional
urnal Ikesma Penyakit Pasien PHBS yang kuantitatif.
7
Volume 16 Dermatitis Di Baik dengan 102 Sampel
Nomor 1 2020. Puskesmas (35%), 73 (25%) penelitian ini
Labakkang Riwayat Penyakit adalah 284
Kabupaten Kulit dengan 224 responden yang
Pangkep (75%) riwayat, 73 dipilih
(32%) Riwayat Alergi menggunakan
tidak memiliki sejarah teknik simple
201 (67%), waktu random
kontak yang belum sampling.
pernah mengalami Analisis data
124 (42%), tidak menggunakan
selama 151 (51%) dan ArcGIS.
sebanyak 22 (7%),
Suhu yang Memenuhi
Syarat sebanyak 128
(43%) ,Tidak
memenuhi syarat
sebanyak 169 (57%),
Kelembaban yang
memenuhi persyaratan
247 (83%), dan tidak
memenuhi persyaratan
169 (17%).
akut, sub akut, atau kronis dan dipengaruhi banyak faktor. Menurut teori
seperti ruam, kemerahan serta kulit yang terasa gatal, kering, dan bersisik.
8
(Behroozy and Keegel, 2014). Dermatitis yang terjadi pada pekerja adalah
penyebab yang utama serta faktor kontributor. Selain itu menurut American
peradangan kulit, timbul sebagai turunan untuk eksim, kontak (infeksi dan
pekerjaan dan lingkungan kerja. Istilah lain untuk dermatosis akibat kerja
adalah dermatosis atau penyakit kulit yang timbul karena hubungan kerja.
Penyakit tersebut timbul pada waktu tenaga kerja bekerja atau melakukan
pekerjaan yang disebabkan oleh faktor yang berada pada lingkungan kerja.
sebab kelainan kulit akibat kerja tidak selalu berupa suatu peradangan
(infeksi), melainkan juga tumor atau alergi, atau rangsangan fisik dan
sehat ,pengetahuan yang baik dan Pola hidup bersih dan sehat. Perilaku
9
bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan linkungan yang
dua cara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergik. Dermatitis
yang kompleks dan kerusakan kulit terjadi secara langsung tanpa adanya
oleh semua orang dari berbagai golongan umur, ras, jenis kelamin.
mau berobat bahkan ada penderita yang tidak merasakan sakit yang dia
10
Selain bahan – bahan tersebut dermatitis kontak iritan ini juga
tempat kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh
bahan iritan melalui kinerja kimia dan fisik.Iritan yang kuat memberikan
fisik maupun kimia. Maka dermatitis kontak iritan akan sembuh dengan
pemakaian alat pelindung diri bagi mereka yang bekerja dengan bahan
11
unit area, luas daerah yang terkena, lama pajanan, kelembapan
lokasi kontak. Seseorang bisa saja sudah biasa menggunakan suatu zat
badan, genetalia, paha dan tungkai bawah. Hal yang perlu diperhatikan
12
Alergi (DKA) adalah patch test. Patch test dilakukan menggunakan
patch yang ditempel pada kulit. Kulit akan menjadi kemerahan dan gatal
alergi (DKA).
Sularsito (2002).
penderita baru merasa pedih pada esok harinya, pada awalnya terlihat
13
2) Dermatitis kontak iritan kronis
sama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara sendiri tidak
dengan faktor lain baru mampu. Kelainan baru nyata setelah berhari-
akhirnya kulit dapat retak seperti luka iris (fisur), misalnya pada kulit
14
kontak iritan kumulatif, misalnya: mencuci, memasak, membersihkan
2.2.4 Diagnosis
(Utama, 2015).
a. Anamnesis
1) Penyakit ini muncul pada saat masa kerja yang terpajan oleh bahan
15
iritan atau setelah masa kerja dalam waktu yang tidak terlalujauh. 2)
Penyakit ini muncul pertama kali di daerah yang paling banyak terpajan.
muncul; kecuali jika terpajan dengan pajanan yang sama dengan hasil
penyakit yang sama. 4) Penyakit ini akan berubah atau hilang ketika
sudah tidak terpajan lagi. 5) Penyakit ini akan segera muncul kembali jika
pajanan dimulai lagi. 6) Morfologi dari penyakit ini akan konsisten sesuai
b. Pemeriksaan Klinis
pada dorsum manus dan sela jari.Untuk bahan iritan yang bersifat
16
c. Pemeriksaan Penunjang
apakah penyakit itu adalah dermatitis kontak akibat kerja atau bukan. Uji
material yang dianggap memberikan efek pada areal yang tidak terinfeksi
selama 48 jam akan menyebabkan reaksi inflamasi. Jika hasil uji positif
(Cohen, 1999)
atara lain ras, keringat, terdapat penyakit kulit lain, personal hygiene dan
17
Ipengaruh tidak langsung. Faktor Pengaruh langsung, yaitu berupa toxic
agent. Sedangkan yang termasuk Pengaruh tidak langsung adalah usia dan
a. Personal hygiene
masih terdapat sisa bahan kimia yang menempel pada permukaan kulit
antara lain:
penyakit kulit tapi hal ini juga tergantung fasilitas kebersihan yang
18
memadai, kualitas dari pembersih tangan dan kesadaran dari pekerja
kerja yang telah terkena bahan kimia akan menjadi masalah baru bila
b. Penggunaan APD
19
c. Usia
Pada dunia industri usia pekerja yang lebih tua menjadi lebih rentan
terhadap bahan iritan. Seringkali pada usia lanjut terjadi kegagalan dalam
pekerja dengan usia yang lebih tua. Anak dibawah 8 tahun dan usia lanjut
dengan usia yang lebih muda justru lebih banyak yang terkena
d. Pengetahuan
kesehatan kerja, karena pekerja kurang atau sama sekali tidak mengetahui
20
e. Lingkungan
komposisi air pada stratum korneum yang membuat kulit lebih permeable
21
BAB 3
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Kejadian
dermatitis :
Dermatitis
1. Personal Hygiene
2. Penggunaan APD
3. Usia
4. Pengetahuan
5. Lingkungan
22
3.2 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang telah
23
BAB 4
METODOLOGI PENILITIAN
Dalam penelitian ini rancang bangun yang di gunakan adalah Cross Sectional,
yang mana dalam penelitian ini peneliti ingin mempelajari dinamika korelasi
Selatan Tahun 2022 dengan pendekatan observasi atau pengumpulan data pada
24
(Sampel)
4.4.1 Populasi
25
4.4.2 Sampel
orang
operasional adalah sesuatu yang abstrak, logika secara arti harfiah dan akan
26
Jumlah Populasi pasien dermatitis
Berjumlah 55 pasien
Total
sampling
Sampel
Jumlah sampel 50 orang
Pengambilan data
(kuesioner )
Hasil/ kesimpulan
27
4.6 Identifikasi Variabel dan Defenisi Operasional
b. Variabel Dependen
28
penelitian(Desy maulidia. 2014). Definisi operasional terkait penelitian
1.
Independen
29
kaki saja atau bahkan
danfrekuensi penggunaan. tidak memakai sama
sekali, dengan skor jika
< 16.
Usia Lama hidup Mengajukan Wawancara Nominal 1. Dewasa Tua : > 35 tahun
pekerja terhitun pertanyaan Kuesioner
g sejak lahir melalui 2. Dewasa Muda : < 35
sampai peneliti kuesioner tahun
anberlangsung.
2. sanitasi lingkungan
Buruk = jika terdapat
sampah,air yang
tercemar dan padat
penduduk
2. Dependen
30
4.7. Teknik Dan Prosedur Pengumpulan Data
4.7.1. Teknik dan prosedur pengumpulan data yang pertama dengan membuat
adalah data yang sudah terisi semua dan dapat dibaca dengan baik
data yang sudah di entry tidak terdapat kesalahan dan siap di analisis.
31
d. Tabulating, data yang telah di susun dimasukan dalam bentuk table
a. Analisis Univariat
Selatan.
b. Analisis Bivariat
32
Square menggunakan program SPSS 16.0 for window untuk mengetahui
Selatan.
33
BAB 5
HASIL PENELITIAN
terletak pada wilayah Desa Obesi, Kecamatan Mollo Utara, Kab TTS.
Luas wilayah kerja Puskesmas Kapan yaitu 12.259, km2. Adapun batas-
orang tenaga kerja saat ini sedang melanjutkan pendidikan, yaitu tenaga
perawat gigi dan Tenaga Gizi. Distribusi tenaga per unit kerja. Dana yang
34
berasal dari dana BOK(Bantuan Oprasional Keuangan), Kapitas,
Jampersal.
35
5.2 Hasil Penelitian
a. Jenis Kelamin
a. Personal hygiene
36
b. Penggunaan APD
c. Usia
berusia > 35 tahun berjumlah 22 orang (40%), dan yang berusia < 35
d. Pengetahuan
37
Dari tabel 5.5.menunjukan bahwa dari 55 responden sebagian besar
e. Sanitasi Lingkungan
Lingkungan
(23.6%)
f. Kejadian Dermatitis
Dermatitis
38
Dari tabel 5.7. menunjukan bahwa dari 55 responden sebagian besar
39
h. Pengaruh Penggunaan APD dengan Kejadian Dermatitis
40
i. Pengaruh Usia dengan Kejadian Dermatitis
41
j. Pengaruh Pengetahuan dengan Kejadian Dermatitis
(9.1%),
42
k. Pengaruh Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Dermatitis
43
BAB 6
PEMBAHASAN
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukaan oleh Eka Julhikmah dkk
Populasinya adalah pasien yang datang berobat dan telah melakukan kunjungan
Penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020 dengan judul Faktor
Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah lembar
observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil
44
menunjukan bahwa responden yang memiliki personal hygiene kurang baik
kebersihan dan kesehatan dan atau sesuatu yang sangat penting untuk di
oleh kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik (tidak pernah membersihkan
sela-sela jari tangan, tidak pernah menggunakan sabun dan tidak pernah mencuci
tangan dengan air yang mengalir) serta kebiasaan memakai handuk secara
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020
45
sebanyak 97 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Instrumen
penelitian adalah lembar observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan
uji chi-square. Hasil menunjukan bahwa responden yang tidak lengkap dalam
(TPA) Pecuk Indramayu, Jumlah sampel 40 orang. Analisis data uji statistik
menggunakan Uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian
(70%).
seseorang untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi
bahaya atau kecelakaan kerja. APD tidak secara sempurna melindungi tubuh,
responden yang malas tahu (dalam hal ini tidak menggunakan sarung
kesehatan mereka.
46
6.3 Usia
> 35 tahun berjumlah 22 orang (40%), dan yang berusia < 35 tahun berjumlah
33 orang (60%).
Hal ini sesuai dengan penelitiasn yang dilakukan Gloria N. Wibisono dkk
Lembeh Utara Kota Bitung, data yang diambil pada nelayan sesuai keinginan
dari peneliti yang menurut peneliti sesuai dengan penelitiannya, penelitian ini
dengan berulang tahun, semakin cukup usia tingkat kematangan dan kekuatan
seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja( Lasut 2017).
47
Peneliti berpendapat usia paling banyak dalam penelitian ini adalah > 35
tahun, karena pada usia ini akan mengalami degenerasi, sehingga kulit
kehilangan lapisan lemak di atasnya dan menjadi lebih sensitif serta kering.
6.4 Pengetahuan
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020
penelitian adalah lembar observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan
Dermatitis Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Gedang Kota Sungai
48
besar responden memiliki pengetahuan yang rendah, yaitu sebanyak 40 orang
(27,3%).
hanya mengingat kembali apa yang telah di pelajari sebelumnya sehungga dapat
diartikan pengetahuan pada tahap ini adalah tingkat paling rendah (Notoatmodjo
2018).
memiliki sanitasi lingkungan yang buruk berjumlah 42 orang (76.4%), dan yang
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukaan oleh Eka Julhikmah dkk
Populasinya adalah pasien yang datang berobat dan telah melakukan kunjungan
49
di poli kesehatan lingkungan Puskesmas Alalak Tengah. Sampel dalam
Peneliti yang di lakukan oleh Abd Gahur 2018 dengan judul Determinan
sebanyak 128 orang. Analisis data dilakukan dengan uji Odds Ratio dan di
lingkungan sarana air bersih yang memenuhi syarat dan kasus dermatitis
sarana air bersih yang memenuhi syarat dan control dermatitis sebanyak 36
kondisi lingkungan. Selain itu juga banyak penyakit dapat timbul karena
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial ekonomi. Oleh karena itu, jika dikaji lebih
lanjut maka dapat disadari bahwa tidak banyak manusia di muka bumi ini yang
50
berada dalam kondisi sehat sempurna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti semua
manusia selalu menderita penyakit karena arti penyakit sendiri merupakan suatu
perubahan yang terjadi pada tubuh manusia sebagai respon dari faktor
lingkungan yang mungkin berupa nutrisi, kimia, biologi atau psikologi (Gerry,
2010).
sampah di sungai yang dimana sungai itu digunakan untuk mencuci pakaian,
Hal ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Arie Retnoningsih dkk
random sampling dan Analisis data menggunakan analisi statistik Chi square.
kontak yang terjadi di bagian tangan hingga lengan dan juga kaki bahkan hingga
paha.
51
Penelitian yang di lakukan oleh Febria Suryani 2015 dengan judul faktor-
mengalami dermatitis.
pada tahap akut mengeluarkan cairan pada tahap kronis kulit menjadi bersisik,
2010)
Dilihat dari uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,000, maka H1
di terima pada tingkat signifikan P < 0,05 artinya Faktor Personal hygiene dapat
Utara.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukaan oleh Eka Julhikmah dkk
Populasinya adalah pasien yang datang berobat dan telah melakukan kunjungan
52
penelitian ini 43 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling.
Hasil analisa dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai P value
sebesar 0,002 < α = 0,05 maka dapat dikatakan Ha diterima yaitu terdapat
penyakit Dermatitis.
Penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020 dengan judul Faktor
Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah lembar
observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil hasil
kesehatan (Fielrantika & Dhera, 2018). Personal hygiene merupakan salah satu
kebiasaan mandi, mencuci tangan dan kaki menggunakan air mengalir dan sabun
setelah bekerja, serta mencuci pakaian kerja setelah pulang dari kerja
53
antara personal hygiene dengan gejala klinis dermatitis kontak. Hal tersebut
padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara
mencuci tangan terlebih dahulu sebelum bekerja, mencuci tangan setelah bekerja
sesering sangat penting bagi kita karena dapat mencegah penyebaran bakteri,
atau kuman penyakit dan dapat mengurangi paparan bahan kimia setelah
54
6.8 Pengaruh Penggunaan APD dengan Kejadian Dermatitis
Dilihat dari uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,000, maka H1
di terima pada tingkat signifikan P < 0,05 artinya Faktor Penggunaan APD dapat
Utara.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020
penelitian adalah lembar observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan
Uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji
statistik dengan menggunakan fisher’s exact test, diperoleh nilai probabilitas (P-
value) sebesar 0,015 (P value < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pada
55
𝛼 (5%) H0 ditolak, artinya menunjukkan adanya hubungan antara terdapat
peralatan kesehatan kerja yaitu alat pelindung diri (APD). Penggunaan APD
masyarakat dari paparan atau kontak dengan bahan iritan. Beberapa faktor
penggunaan alat pelindung diri, personal hygiene dari pekerja dan riwayat
menganggap penyakit dermatitis seperti hal biasa jadi mereka tidak peduli
sembuh dengan sendirinya. Dan APD yang harus digunakan adalah antara lain
56
6.9 Pengaruh Usia dengan Kejadian Dermatitis
Dilihat dari uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,004, maka H1
di terima pada tingkat signifikan P < 0,05 artinya Faktor Usia dapat
Utara.
Hal ini sesuai dengan penelitiasn yang dilakukan Gloria N. Wibisono dkk
Lembeh Utara Kota Bitung, data yang diambil pada nelayan sesuai keinginan
dari peneliti yang menurut peneliti sesuai dengan penelitiannya, penelitian ini
faktor usia dengan gangguan kulit bahwa terdapat hubungan dengan nilai p=
0,001.
Analisis data menggunakan analisi statistik Chi square. hasil bahwa sebanyak 7
nelayan (70%) dengan usia kategori muda tidak menderita dermatitis kontak dan
sebagian besar nelayan (61.1%) dengan usia kategori dewasa tua menderita
dermatitis kontak. Hasil analisis dengan uji Chi Square nilai signifikansi (p
57
value) sebesar 0.002 dengan α=0.05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan
Dermatitis dapat diderita oleh semua golongan usia, namun usia hanya
sedikit berpengaruh pada kapasitas sensitasi dan setiap kelompok usia memiliki
didapati kejadian dermatitis kontak karena pekerjaan. Pada usia tua, cenderung
didapati dermatitis kontak karena adanya riwayat sensifitas terdahulu. Pada usia
tua reaksi terhadap bahan iritan mungkin meningkat, tetapi bentuk kelainan
kulit berupa kemerahan yang terlihat pada usia tua berkurang. Usia setelah 30
58
6.10 Pengaruh Pengetahuan dengan Kejadian Dermatitis
Dilihat dari uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,004, maka H1
di terima pada tingkat signifikan P < 0,05 artinya Faktor pengetahuan dapat
Utara.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ana Jumiati dkk 2020
penelitian adalah lembar observasi dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan
uji chi-square. hasil penelitian diperoleh nilai p=0.001 artinya terdapat hubungan
antara pengetahuan dengan gejala klinis dermatitis kontak pada kelompok petani
Dermatitis Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Gedang Kota Sungai
Pengambilan sampel secara total sampling. Berdasarkan uji Chi Square dengan
derajat kepercayaan 95% (α = 0,05) didapatkan hasil uji statistic di peroleh nilai
59
p-value= 0,012 (p< 0,05 hal ini berarti p-valuelebih kecil dari alpha (5 %). Ha
di rumah penyakit dermatitis pada anak di wilayah kerja pukesmas desa gedang
terhadap suatu objek tertentu, pengindraan tersebut terjadi pada sebagian besar
tangan setelah terpapar bahan kimia, hal ini akan menyebabkan bahan kimia
tersebut semakin lama menempel pada kulit dan akan terabsorbsi (Syarif, 2017).
kesehatan mereka. Hal ini juga disebabkan oleh perubahan dari individu itu
sendiri dengan melihat, menerima, merawat dan melaksanakan apa yang mereka
60
dapatkan dari penyuluhan-penyuluhan. Ada yang mengikuti penyuluhan dan
mau mempraktekan dan sebagian besar yang malas tahu dengan hal tersebut.
Dilihat dari uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,002, maka H1
di terima pada tingkat signifikan P < 0,05 artinya Faktor sanitasi lingkungan
Mollo Utara.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukaan oleh Eka Julhikmah dkk
Populasinya adalah pasien yang datang berobat dan telah melakukan kunjungan
Hasil uji Chi Square didapatkan nilai P value sebesar 0,012,artinya terdapat
Peneliti yang di lakukan oleh Abd Gahur 2018 dengan judul Determinan
sebanyak 128 orang. Analisis data dilakukan dengan uji Odds Ratio dan di
sajiakn dalam bentuk table. Hasil penelitian menunjukan bahwaUji Chi Square
61
menunjukan nilai P= 0.000 artinya terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan
salah satunya yaitu pencemaran air yang diakibatkan karena adanya mikroba dan
lingkungan. Selain itu juga banyak penyakit dapat timbul karena didukung dan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial ekonomi. Oleh karena itu, jika dikaji lebih lanjut maka
dapat disadari bahwa tidak banyak manusia di muka bumi ini yang berada dalam
kondisi sehat sempurna. Akan tetapi, hal ini bukan berarti semua manusia selalu
yang terjadi pada tubuh manusia sebagai respon dari faktor lingkungan yang
hidup yang tidak sehat, seperti membuang sampah di sungai, kebiasaan mandi,
62
cuci, kakus (MCK) di sungai yang telah tercemar oleh sampah dan limbah
63
BAB 7
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Orang(76.4%)
Orang(90.9%)
Selatan
64
7.2 Saran
Pola Hidup Bersih dan Sehat Seperti personal hygiene (mencuci tangan
yang bersih dan tidak lembab (seperti masker dan sarung tangan) untuk
penelitian ini
65
7.2.3 Bagi peneliti selanjutnya
selanjutnya
66
Daftar Pustaka
Ana Jumiati. Dkk.( 2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Klinis Dermatitis
Kontak Pada Kelompok Petani Kelapa Di Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung
Timur.
Arni Lasari Hutagalung. (2017). Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pekerja Binatu Terhadap
Dermatitis Kontak Di Kelurahan Padang Bulan.Fakultas Kedokteran:Universitas
Sumatra Utara Medan
Behroozy A Keegel TG. (2014). A main risk factor for occupational hand
dermatitis. Safety and health et work.
Fera. 2018. Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada
Petani Di Wilayah Kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat
Kabupaten Konawe Selatan.Jurnal MJPH, Vol 1 No. 2,
Ferdian R.(2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak pada
pekerja pembuatan tahu di wilayah kecamatan ciputat dan ciputan timur.Universitas
Islam Negeri Syarif Hidatullah Jakarta
67
Gerry, Dessler. (2010). Manajemen sumber daya manusia(edisi ke sepuluh).Jakarta Barat :Pt
Indeks
Saryono dan Anggraeni Dwi Mekar. (2011). Metodologi penlitian kualitatif dalam
bidang kesehatan. Muha Medika : Yogjakarta
68
Sri Rahayu Utami.dkk.(2020). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit
Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Hiri.
Utama R.W.Dwi.(2015). Analisis Faktor resiko terjadinya dermatitis kontak pada pekerja
pewarnaan di industry batik
69
Lampiran 1
Yery Natti
1420118049R
70
Lampiran 2
PENELITIAN
Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun
2022”
Tanda tangan saya ini menunjukkan bahwa saya telah diberi informasi dan
71
Lampiran 3
Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun
2022”
1. Anda tidak perlu tulis nama lengkap pada lembar kuisioner ini. Cukup dengan
inisial.
2. Berikan jawaban anda sejujurnya, karena kejujuran sangat penting dalam
penelitian ini.
3. Anda dipersilahkan memberi tanda (X) pada jawaban yang telah di sediakan.
4. Usahakan tidak ada satu pertanyaan yang terlewatkan.
5. Dalam hal ini tidak ada penilaian yang buruk, juga tidak ada benar atau salah.
6. Anda sepenuhnya bebas menentukan pilihan.
Setelah semua kuisioner penelitian ini diisi, mohon diserahkan kembali kepada kami,
terima kasih
72
Lampiran 4
KUESIONER PENELITIAN
(Arni Lasari Hutagalung. 2017)
Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun
2022”
Tanggal wawancara :
No urut :
IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Alamat :
Pekerjaan Ibu :
a. PNS/Karyawan swasta
b. TNI/POLRI
c. Wiraswasta
d. Buruh
e. Petani
f. Nelayan
g. Pedagang
h. Tidak bekerja / Rumah tangga
Pendidikan Ibu :
73
Lampiran 5
KUESIONER PENGETAHUAN
(Arni Lasari Hutagalung. 2017)
Isilah dengan tanda centang ( ✓ ) pada kolom “Benar” atau “Salah”, terhadap
kalimat di sebelah kiri pada kolom “Pernyataan”. Mohon dijawab dengan sejujurnya
sesuai dengan yang anda ketahui. Terima kasih.
74
Lampiran 6
KUESIONER PERSONAL HYEGIENE
(Arie Retnoningsih. 2017)
75
Lampiran 7
KUESIONER ALAT PELINDUNG DIRI
(Arie Retnoningsih. 2017)
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah Anda menggunakan sarung tangan selama
bersentuhan dengan air?
2 Sarung tangan tersebut terbuat dari bahan karet atau kain?
3 Apakah Anda mencuci sarung tangan tersebut
setelah selesai bekerja?
4 Apakah Anda menggunakan sepatu boot
selama bersentuhan dengan air?
5 Apakah Anda mencuci sepatu boot tersebut
setelah selesai beraktifitas?
6 Apakah anda memakai masker saat keluar rumah?
7 Apakah sesudah memakai masker langsung di buang?
76
Lampiran 8
LEMBARAN OBSERVASI SANITASI LINGKUNGAN
(Rany Sucicha S. 2017)
a. Air yang digunakan untuk MCK cukup dan memenuhi syarat secara fisik yaitu
tidak berbau, berwarna dan berasa
b. Air yang digunakan untuk MCK tidak cukup dan tidak memenuhi syarat secara
fisik yaitu tidak berbau, berwarna dan berasa
II. Kondisi Fisik Rumah
a. Sesuai
b. Tidak sesuai
a. Kedap air
b. Tidak kedap air
4. Kondisi dinding rumah
77
5. Pencahayaan cukup jika bisa untuk membaca buku
a. Sesuai
b. Tidak sesuai
6. Ketersedian jamban memenuhi jika pada rumah disediakan
WC ..........
a. Sesuai
b. Tidak sesuai
7. Luas ventilasi sesuai jika >10 % dari luas ruangan.
a. Sesuai
b. Tidak sesuai
78
Lampiran 9
79
80
81
82
83
84
rekapitulasi personal hygiene
Pertanyaan
jumlah presentase kategori kode
no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
2 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
3 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
4 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
5 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
6 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
7 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
8 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
9 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 8 72.72727273 Baik 1
10 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
11 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
12 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 9 81.81818182 Baik 1
13 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
14 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
15 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 9 81.81818182 baik 1
16 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
17 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 90.90909091 baik 1
18 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
19 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
20 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 9 81.81818182 baik 1
21 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 buruk 2
22 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 buruk 2
23 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 5 45.45454545 buruk 2
24 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 9 81.81818182 baik 1
25 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 6 54.54545455 baik 1
26 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 9 81.81818182 baik 1
27 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 6 54.54545455 baik 1
28 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
29 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 7 63.63636364 baik 1
30 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
31 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
32 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
33 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 7 63.63636364 baik 1
85
34 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
35 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
36 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
37 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 9 81.81818182 baik 1
38 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
39 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
40 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
41 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
42 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
43 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 27.27272727 Buruk 2
44 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 5 45.45454545 Buruk 2
45 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
46 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
47 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
48 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
49 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
50 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 4 36.36363636 Buruk 2
51 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 8 72.72727273 baik 1
52 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 8 72.72727273 baik 1
53 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 8 72.72727273 baik 1
54 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 8 72.72727273 baik 1
55 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 8 72.72727273 baik 1
86
rekapitulasi pengetahuan
Pertanyaan
jumlah presentase kategori Kode
no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
2 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
3 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
4 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
5 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
6 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
7 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
8 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
9 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
10 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
11 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 8 66.6666667 cukup 2
12 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 10 83.3333333 baik 1
13 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 8 66.6666667 cukup 2
14 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 8 66.6666667 cukup 2
15 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
16 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 8 66.6666667 cukup 2
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10 83.3333333 baik 1
18 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
19 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
20 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
21 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
22 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
23 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
24 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
25 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10 83.3333333 baik 1
27 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
28 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
29 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
30 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
31 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
32 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10 83.3333333 baik 1
87
34 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
35 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
36 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 5 41.6666667 Kurang 3
37 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 10 83.3333333 baik 1
38 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
39 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
40 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
41 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
42 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
43 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
44 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
45 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
46 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
47 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
48 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
49 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
50 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 9 75 cukup 2
51 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 6 50 cukup 3
52 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 6 50 cukup 3
53 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 6 50 Kurang 3
54 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 6 50 Kurang 3
55 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 6 50 Kurang 3
88
rekapitulasi alat pelindung diri
pertanyaan
Jumlah presentase kategori kode
no 1 2 3 4 5 6 7
1 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
2 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
3 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
4 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
5 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
6 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
7 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
8 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
9 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
10 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
11 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
12 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
13 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
14 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
15 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
16 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
17 1 1 1 0 1 1 1 6 85.7142857 baik 1
18 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
19 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
20 0 1 1 1 0 1 1 5 71.4285714 baik 1
21 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
22 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
23 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
24 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
25 0 1 1 0 0 1 0 3 42.8571429 Buruk 2
26 1 1 0 1 0 1 1 5 71.4285714 baik 1
27 1 1 0 1 0 1 1 5 71.4285714 baik 1
28 1 0 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
29 1 1 0 1 0 1 1 5 71.4285714 baik 1
30 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
31 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
32 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
33 0 0 1 1 1 0 1 4 57.1428571 baik 1
89
34 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
35 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
36 1 0 0 0 0 1 1 3 42.8571429 buruk 2
37 1 1 1 1 1 1 1 7 100 baik 1
38 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
39 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
40 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
41 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
42 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
43 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
44 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
45 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
46 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
47 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
48 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
49 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
50 0 1 0 1 0 1 0 3 42.8571429 buruk 2
51 1 1 0 1 1 1 0 5 71.4285714 baik 1
52 1 1 0 1 1 1 0 5 71.4285714 baik 1
53 1 1 0 1 1 1 0 5 71.4285714 baik 1
54 1 1 0 1 1 1 0 5 71.4285714 baik 1
55 1 1 0 1 1 1 0 5 71.4285714 baik 1
90
rekapitulasi sanitasi lingkungan
Observasi
jumlah presentase kategori Kode
no 1 2 3 4 5 6 7 8
1 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
2 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
3 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
4 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
5 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
6 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
7 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
8 0 1 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
9 1 1 0 0 1 1 0 1 5 62.5 Baik 1
10 0 1 1 1 0 0 0 0 3 37.5 Buruk 2
11 0 1 1 1 0 0 0 0 3 37.5 Buruk 2
12 1 1 1 0 0 0 1 1 5 62.5 Baik 1
13 0 0 1 1 0 0 0 1 3 37.5 Buruk 2
14 0 0 1 1 0 0 0 1 3 37.5 Buruk 2
15 1 1 1 1 0 0 1 1 6 75 Baik 1
16 0 0 0 1 1 0 0 1 3 37.5 Buruk 2
17 1 1 1 0 0 1 1 0 5 62.5 Baik 1
18 0 0 0 1 1 0 0 0 2 25 Buruk 2
19 0 0 0 1 1 0 0 0 2 25 Buruk 2
20 1 1 1 1 0 0 1 1 6 75 Baik 1
21 0 0 0 0 1 1 1 0 3 37.5 Buruk 2
22 0 0 0 0 1 1 1 0 3 37.5 Buruk 2
23 0 0 0 0 1 1 1 0 3 37.5 Buruk 2
24 0 0 0 0 1 1 1 0 3 37.5 Buruk 2
25 0 0 0 0 1 1 1 0 3 37.5 Buruk 2
26 1 1 1 1 0 0 1 1 6 75 Baik 1
27 1 1 1 1 0 0 1 1 6 75 Baik 1
28 0 0 0 1 1 0 0 1 3 37.5 Buruk 2
29 1 1 0 0 1 1 0 1 5 62.5 Baik 1
30 0 0 0 1 1 0 1 0 3 37.5 Buruk 2
31 0 0 0 1 1 0 1 0 3 37.5 Buruk 2
32 0 0 0 1 1 0 1 0 3 37.5 Buruk 2
33 1 1 1 1 0 0 1 1 6 75 Baik 1
91
34 0 0 0 1 0 1 0 0 2 25 Buruk 2
35 0 0 0 1 0 1 0 0 2 25 Buruk 2
36 0 0 0 1 0 1 0 0 2 25 Buruk 2
37 1 1 1 0 0 1 1 1 6 75 Baik 2
38 0 0 0 0 1 1 0 0 2 25 Buruk 2
39 0 0 0 0 1 1 0 0 2 25 Buruk 2
40 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
41 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
42 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
43 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
44 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
45 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
46 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
47 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
48 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
49 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
50 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
51 1 0 0 0 1 1 0 0 3 37.5 Buruk 2
52 1 1 1 0 1 1 0 0 5 62.5 Baik 1
53 1 1 1 0 1 1 0 0 5 62.5 Baik 1
54 1 1 1 0 1 1 0 0 5 62.5 Baik 1
55 1 1 1 0 1 1 0 0 5 62.5 Baik 1
92
rekapitulasi usia kejadian dermatitis
93
34 49 1 34 penderita 2
35 60 1 35 penderita 2
36 49 1 36 penderita 2
37 45 1 37 penderita 2
38 49 1 38 penderita 2
39 43 1 39 penderita 2
40 49 1 40 penderita 2
41 40 1 41 penderita 2
42 49 1 42 penderita 2
43 23 2 43 penderita 2
44 34 2 44 penderita 2
45 30 2 45 penderita 2
46 11 2 46 penderita 2
47 10 2 47 penderita 2
48 15 2 48 penderita 2
49 28 2 49 penderita 2
50 11 2 50 penderita 2
51 13 2 51 Bukan 1
52 9 2 52 Bukan 1
53 8 2 53 Bukan 1
54 12 2 54 Bukan 1
55 9 2 55 Bukan 1
94
Hasil SPSS
Frequencies
Notes
Comments
Input Active
DataSet0
Dataset
Filter <none>
Weight <none>
N of Rows
in Working 55
Data File
Syntax FREQUENCIES
VARIABLES=pengetahuan
personal.hygiene penggunaan.APD
Sanitasi.lingkungan usia
kejadian.dermatitis
/ORDER=ANALYSIS.
Resources Processor
00:00:00.000
Time
Elapsed
00:00:00.015
Time
95
Frequency Table
Pengetahuan
Valid Cumulati
Frequency Percent Percent ve Percent
Valid baik 5 9.1 9.1 9.1
cukup 32 58.2 58.2 67.3
kurang 18 32.7 32.7 100.0
Total 55 100.0 100.0
personal hygiene
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
penggunaan APD
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
96
sanitasi lingkungan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Usia
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
kejadian dermatitis
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
97
Cosstabulasi
kejadian dermatitis
Total Count 5 50 55
Chi-Square Tests
Asymp. Sig. (2- Exact Sig. Exact Sig.
Value df sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 8.250a 1 .004
b
Continuity Correction 5.729 1 .017
Likelihood Ratio 9.928 1 .002
Fisher's Exact Test .008 .008
Linear-by-Linear
8.100 1 .004
Association
b
N of Valid Cases 55
98
pengetahuan * kejadian dermatitis
Crosstab
kejadian dermatitis
bukan penderita Penderita Total
pengetahuan baik Count 0 5 5
Expected Count .5 4.5 5.0
% within pengetahuan 100.0
.0% 100.0%
%
% within kejadian
.0% 10.0% 9.1%
dermatitis
% of Total .0% 9.1% 9.1%
cukup Count 0 32 32
Expected Count 2.9 29.1 32.0
% within pengetahuan 100.0
.0% 100.0%
%
% within kejadian 58.2
.0% 64.0%
dermatitis %
% of Total 58.2
.0% 58.2%
%
kurang Count 5 13 18
Expected Count 1.6 16.4 18.0
% within pengetahuan 100.0
27.8% 72.2%
%
% within kejadian 32.7
100.0% 26.0%
dermatitis %
% of Total 32.7
9.1% 23.6%
%
Total Count 5 50 55
Expected Count 5.0 50.0 55.0
% within pengetahuan 100.0
9.1% 90.9%
%
% within kejadian 100.0
100.0% 100.0%
dermatitis %
% of Total 100.0
9.1% 90.9%
%
99
Chi-Square Tests
Asymp.
Sig. (2-
Value Df sided)
Linear-by-Linear
8.691 1 .003
Association
N of Valid Cases 55
kejadian dermatitis
buruk Count 0 50 50
Total Count 5 50 55
100
% within personal hygiene 9.1% 90.9% 100.0%
Chi-Square Tests
Exact Exa
Asymp. Sig. (2- ct Sig.
Value Df Sig. (2-sided) sided) (1-sided)
a
Pearson Chi-Square 55.000 1 .000
b
Continuity Correction 43.566 1 .000
Likelihood Ratio 33.510 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear
54.000 1 .000
Association
N of Valid Casesb 55
kejadian dermatitis
buruk Count 0 43 43
Total Count 5 50 55
101
Expected Count 5.0 50.0 55.0
Chi-Square Tests
Asymp. Exact Exact Sig.
Value Df Sig. (2-sided) Sig. (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 19.708a 1 .000
b
Continuity Correction 14.989 1 .000
Likelihood Ratio 17.209 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear Association 19.350 1 .000
N of Valid Casesb 55
kejadian dermatitis
buruk Count 1 41 42
Total Count 5 50 55
102
% within sanitasi lingkungan 9.1% 90.9% 100.0%
Chi-Square Tests
a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,18.
103
LEMBAR KONSULTASI
NIM :1420118049R
7 Februari
2. Bab 4 ACC
2022
15 April Revisi
3. Bab 5,6,7
2022
30 Mei
4. Bab 5,6,7 ACC
2022
104
NAMA : YERY NATTI
NIM :1420118049R
Bab yang di
No Tanggal REVISI Ttd Pembimbing
konsulkan
17
ACC Bab 1,2,3 Dan
1 Februari Bab 1, 2,3, 4
Lanjut Revisi Bab 4
2022
18
2. Februari Bab 4 ACC
2022
25 April Revisi
3. Bab 5,6,7
2022
30 Mei
4. Bab 5,6,7 ACC
2022
105
Dokumentasi Penelitian
106
Responden Sedang Mengisi Kuesioner
107
CURRICULUM VITAE
Kewarganegaraan : Indonesia
Telephon : 082146894291
Email : Jerynatti93@gmail.com
PENDIDIKAN FORMAL
108