0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
234 tayangan8 halaman

Rukun Haji dan Prosedur Pelaksanaannya

Rukun-rukun haji meliputi ihram, wukuf di Arafah, thawaf ifadah, sa'i, tahallul dan tertib sesuai manasik. Sa'i adalah berjalan antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali. Shalat Jumat tidak wajib dilaksanakan saat wukuf, Muzdalifah dan Mina. Bukit Shofa adalah tempat memulai sa'i yang kini berada di dalam Masjidil Haram.

Diunggah oleh

Zaky Luthfi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
234 tayangan8 halaman

Rukun Haji dan Prosedur Pelaksanaannya

Rukun-rukun haji meliputi ihram, wukuf di Arafah, thawaf ifadah, sa'i, tahallul dan tertib sesuai manasik. Sa'i adalah berjalan antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali. Shalat Jumat tidak wajib dilaksanakan saat wukuf, Muzdalifah dan Mina. Bukit Shofa adalah tempat memulai sa'i yang kini berada di dalam Masjidil Haram.

Diunggah oleh

Zaky Luthfi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

51.

Rukun Haji

Rukun Haji, Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji dan Jika tidak
dikerjakan maka Hajinya tidak syah. Rukun Haji ada 6 yaitu Ihram (niat), wukuf di arafah, Thawaf
Ifadhah, Sa’I, Tahallul (bercukur) dan Tertib sesuai tuntunan manasik.
52. Sa'i

Adalah Berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dimulai dari bukit
shafa dan diakhiri di bukit marwah, dengan total 7 kali. 
53. Shalat Jum'at di Arafah, Muzdalifah dan Mina

Jika wukuf jatuh pada hari Jum'at , jamaah haji tidak wajib melaksanakan shalat jum'at. Begitu juga
saat di muzdalifah dan mina
54. Shofa

Bukit untuk memulai sa'i. Saat ini terletak didalam Masjidil Haram
55. Tahallul

Tahalul ialah keadaan sesorang yang telah dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang
sebelumnya dilarang selama berihram.
Tahalul ada dua macam:
a. Tahallul Awal ialah keadaan sesorang yang telah melakukan dua diantara tiga perbuatan: misalnya
melontar Jamrah Aqabah dan bercukur atau Jamrah Aqabah dan tawaf Ifadah serta Sa’i atau Tawaf
Ifadah dan Sa’i serta bercukur. Sesudah Tahallul awal seseorang boleh ganti pakaian biasa dan
memakai wangi-wangian dan boleh mengerjakan semua yang dilarang selama berihram, akan tetapi
masih dilarang bersetubuh dengan istri/suami.
b. Tahalul Tsani ialah keadaan seseorang yang telah melakukan ketiga perbuatan: melempar Jamrah
Aqabah, bercukur dan Tawaf Ifadah serta Sa’i. Bagi yang Tawaf Qudum disertai Sa’i maka tidak
perlu melakukan Sa’i lagi setelah tawaf Ifadah. Sesudah Tahallul Tsani seseorang boleh bersetubuh
dengan suami/istri. 
56. Thawaf

Tawaf ialah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali. (Ka’bah berada di sebelah kiri). Dimulai
dari arah sejajar Hajar Aswad. Orang yang melakukan tawaf harus dalam keadaan suci dari hadats
besar, kecil dan najis.
Macam-macam tawaf sebagai berikut:a. Tawaf QudumTawaf Qudum ialah tawaf sunat sebagai
penghormatan pada Baitullah (tahiyat), bagi orang yang melaksanakan haji ifrad atau haji qiran,
sedangkan bagi haji tamattu’ ketika pertama kali memasuki kota Makkah langsung melakukan tawaf
umrah. Tawaf umrah adalah rukun umrah, orang yang telah melakukan tawaf umrah berarti ia telah
melakukan tawaf qudum karena di dalamnya telah mencakup makna tawaf qudum.
b. Tawaf IfadahTawaf Ifadah ialah tawaf rukun haji apabila ditinggalkan tidak sah hajinya. Adapun
waktunya sesudah Wukuf di Arafah. Sedangkan awal waktunya setelah lewat tengah malam tanggal
10 Dzulhijjah.
c. Tawaf Wada’Tawaf Wada’ ialah tawaf pamitan yang wajib dilakukan oleh seseorang yang akan
meninggalkan kota Makkah dan tawaf Wada’ tersebut tidak disertai sa’i.
d. Tawaf SunatTawaf Sunat ialah tawaf yang dilakukan setiap masuk Masjidil Haram tanpa pakaian
ihram dan bukan dalam rangka haji dan umrah. 
57. Udzur Syar'i

Udzur Syar’i adalah sesuatu yang menyebabkan seseorang menurut hukum diperbolehkan tidak
melaksanakan sesuatu yang seharusnya dilakukan atau dibolehkan melaksanakan sesuatu yang
seharusnya tidak dilakukan.
58. Ziarah

Ziarah tidak termasuk rangkaian ibadah haji, tetapi untuk memenuhi anjuran Nabi
Muhammad SAW. Sebagimana hadist berikut:
"Janganlah memaksakan diri untuk bepergian kecuali pada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram,
Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid Aqsha". (H.R. Bukhari Muslim dan Abu Daud).
59. Tujuan Ziarah

Ziarah merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat


bersejarah dan untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Islam agar dapat memperoleh
iman. Ziarah ke tempat bersejarah baik Makkah, Madinah maupun tempat lain
tidak termasuk rangkaian ibadah haji.
60. Hukum Ziarah

Hukum asal berziarah adalah mubah. Bila dilaksanakan dengan niat yang baik
untuk menambah iman dan keyakinan terhadap kebesaran ajaran Islam
hukumnya menjadi sunah. Tetapi apabila dilaksanakan dengan cara berlebihan
misalnya dengan cara mengeramatkan tempat-tempat tersebut sehingga
menimbulkan kemusrikan, maka hukumnya menjadi haram. 
61.  Ketentuan atau Nash tentang Haji

QS: Ali Imran Ayat 97


Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim, barangsiapa memasukinya
(Baitullah itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,
yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, barangsiapa mengingkari
(kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta
alam. Perintah untuk melaksanakan ibadah haji, bagi yang mampu terdapat pada Surat Ali Imran ayat
97 tersebut.
(QS. Al Baqarah ayat 125). Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat
berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat
shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk
orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
(QS. Al Baqarah ayat 126). Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri
ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang
beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang
kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah
seburuk-buruk tempat kembali”. 
(QS. Al Baqarah ayat 127).Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar
Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami),
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
(QS. Al Baqarah ayat 128). Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh
kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau
dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat
kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. 

QS. Albaqarah 196-197, Albaqarah 158, Alhaj 27


 62. Syarat Haji

 Islam, baligh, berakal (mukallaf)


 Merdeka
 Istitha'ah
 Dikerjakan pada waktunya
 Wajib sekali seumur hidup

63. Orang yang mendapatkan keringanan atau ruhsoh

1. Karena sakit atau usia lanjut


2. Orang yang sudah meninggal dan belum haji bisa dilakukan badal haji
3. Anak yang belum baligh namun sudah haji, jika sudah baligh wajib haji
64. Miqat

a. Miqat Zamani
Miqat Zamani adalah ketentuan batas waktu untuk mengerjakan haji, yaitu dari
tanggal 1 Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.
b. Miqat Makani
Miqat makani ialah batas untuk memulai haji atau umrah. Ada 6 Miqat Makani yang
ditetapkan oleh Rasulullah SAW.

 Zulhulaifah bagi yang menuju Makkah dari Madinah (jarak dari Makkah 450 km).
 Juhfa bagi penduduk Syam (berada sebelah barat laut dan jaraknya dariMakkah kurang
lebih 87 km).
 Rabigh, sekarang telah menjadi miqat penduduk Mesir, Syiria dan orang-orang yang
melaluinya.
 Qarnul Manazil bagi penduduk Najd, yaitu bukit sebelah timur Makah yang menonjol ke
Arafah jaraknya 94 km dari Makkah.
 Yalamlam bagi penduduk Yaman, yaitu sebuah bukit yang letaknya sebelah
 selatan Makkah yang jaraknya dari Makkah 54 km..
 Zatu Irqin bagi penduduk Irak, berada 94 km di sebelah utara Makkah.

Bagi yang datangnya ke Makkah tidak melalui arah yang disebut pada angka 1), 2),
3), 4), 5) dan 6) diatas, akan tetapi mendekat salah satunya maka miqot makaninya
mengikuti miqat yang berdekatan.
Bagi calon Haji Indonesia Gelombang II Miqat Makaninya:
1) Bandar Udara King Abdul Aziz Jeddah, berdasarkan:
a) Keputusan Fatwa MUI tahun 1980 dan dikukuhkan kembali tahun 1981.
b) Fatwa Ibnu Hajar Al Haitami
Bahwa Jeddah boleh menjadi miqat karena ada miqat lain sejajar
dengannya maka sah mengambil miqat di Jeddah sebab sudah lebih dari
dua marhalah.
65. Penyelenggaraan Ibadah Haji di dasarkan pada azas

Syari’at, amanah,Keadilan, Kemaslahatan, kemanfatan, keselamatan, keamanan, Profesionalitas,


transparansi,dan Akuntabilitas
66. Pelayanan yang dilakukan oleh petugas haji kepada jamaah meliputi:

Pelayanan umum, bimbingan ibadah, pemberangkatan dan pemulangan


67. Kebijakan Pembinaan Petugas Haji Meliputi

Rekrutmen, Pelatihan, Penugasan dan Penilaian Kinerja


68. Menteri Agama berkewajiban membentuk panitia di:

Tingkat Pusat, di Daerah yang ada embarkasi dan di Arab Saudi 


69. Bandara yang digunakan untuk kedatangan dan kepulangan jamaah haji Indonesia di Arab saudi

Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah dan AMAA di Madinah 


70. Jika wanita haid tidak melaksanakan solat arbain, maka hajinya?

Sah
71. Batas akhir pelaksanaan thawaf ifadoh adalah

Sebelum kepulangan ke tanah air


72. Dalam ibadah umroh, thawaf  berkedudukan sebagai?

Rukun Umroh
73. Mengerjakan sa'i tanpa wudhu, hukumnya

Sah sai'nya 
74. Mengerjakan thawaf tanpa wudhu, hukumnya

Tidak sah thawafnya


75. Hikmah Haji

Mengembalikan kepada unsur kesatuan manusia, menciptakan kesalehan sosial dan masyarakat,
menunjukkan adanya kesamaan derajat manusia dihadapan Allah.
76. Waktu wukuf

Adalah saat tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggal 10
dzulhijjah
77. Penyelenggaraan Ibadah Haji berdasarkan azas keadilan, hal ini berdasarkan

Pasal 2 UU No.13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji 


78. Pengelolaan Keuangan Haji berdasarkan Azas:

Prinsip Syariah, Kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transfaran dan akuntabel 


79. Azas pengelolaan keuangan berdasarkan

Pasal 2 UU No. 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji


80. PMA yang mengatur haji khusus adalah

PMA No.23 tahun 2016


81. Pendaftaran haji dilakukan pada setiap hari kerja sepanjang tahun berdasarkan

PMA No. 29 tahun 2015 pasal 3


82. Pendaftaran Haji dinyatakan sah jika

Jemaah Haji mendapatkan nomor porsi sesuai PMA no.14 tahun 2012 pasal 6
83. Yang pernah melakukan ibadah haji, maka harus menunggu 10 tahun, ini berdasarkan

PMA no.29 tahun 2015


84. Berdasarkan PMA no.14 tahun 2012, akomodasi, pemondokan, konsumsi merupakan tanggung
jawab pemerintah dengan sistem

menggunakan sistem Qur'ah 


85. Ruang lingkup petugas PPIH 

Meliputi: Perlengkapan, Keuangan dan kesehatan


86. Petugas Administrasi Umum di sektor memiliki hubungan tugas koordinasi dengan:

Kepala Sektor, Wakil ketua sektor, petugas administrasi daker


87. Tugas Harian Administrasi Umu aadalah

Membuat laporan harian, menghimpun data dari sektor, melayanai permintaan perlengkapan dan alat
tulis daker dan sektor
88. Berpindah pekerjaan adalah hal yang wajar:

Saya menyukai pekerjaan saya tapi jika ada pekerjaan yang lebih baik saya tidak ragu untuk pindah
89. Kerja keras dan cermat merupakan wujud adanya upaya untuk menjadi pribadi bermartabat

Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru


90. Perangkat lunak operasi sistem

Linux, Microsoft windows, unix


91. Microsoft windows merupakan system operasi computer yang berbasis

Graphic User Interface 


92. Yang termasuk dalam aplikasi microsoft office adalah

Power point, excel, words


93. Surat izin dari baladiah/pamongpraja disebut

Tasrih
94. Status kesehatan haji dikategorikan 4

Mandiri, observasi, pengawasan dan tunda


95. Paspor

Paspor warna hijau 48 halaman


96. Singkatan TPHI, TPIHI, TKHI, TKHD, PPIH
97. Masa tugas PPIH Arab saudi bidang kesehatan

73  hari
98. Penyelenggaraan ibadah haji daiatur oleh
UU No.13 Tahun 2008 dan PP No.79 tahun 2012
99. Pimpinan operasional kesehatan arab saudi berkedudukan di

Jeddah
100. Peraturan Haji

 UU Nomor 13 Tahun 2008, Tentang Penyelenggaraan lbadah Haji;


 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji;
 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang
Penyelenggaraan Haji Reguler;
 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012 Tentang
Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus;
 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji;
 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 442 Tahun 2009 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia;

 Catatan: 

Tes petugas haji tahap dua biasanya ada soal bahasa Inggris dan bahasa Arab. Soal-soal bahasa
inggris dan bahasa arab masih seputar ibadah haji, cuma dengan versi bahasa yang berbeda.

Anda mungkin juga menyukai