Anda di halaman 1dari 4

MATERI 2 Standar Operasional Kamera Analog & Digital

1.

Mengenal Kamera

KAMERA BIASA / KONVENSIONAL menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto kedalam negatif film 35mm dari cahaya yg ditangkap.

KAMERA DIGITAL menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto kedalam sensor CCD, CMOS, atau X3 untuk menangkap gambar. Hasilnya dapat dilihat langsung pada layar LCD, dan disimpan dalam format digital kedalam media penyimpanan seperti Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Pada 2005 kamera digital instan mulai menyingkirkan kamera film saku dari pasaran. Ukurannya yang mengecil telah membuat kamera digital dapat dikombinasi dengan telepon genggam dan PDA. Tidak ada yang lebih baik antara kamera digital dan film, karena pada awalnya karakteristik keduanya berbeda. Beberapa fotografer memilih menggunakan kamera digital karena kepraktisan dan keluwesannya. Sementara beberapa yang lain memilih tetap menggunakan kamera film atas pertimbangan kualitas. Namun batas ini semakin kabur seiring perbaikan kualitas yang dialami sensor digital, di lain sisi perkembangan

ini menyebabkan terlalu banyak fasilitas yang ditambahkan kepada kamera digital sehingga sisi kepraktisannya tidak jauh berbeda dengan kamera film. Perkembangan teknologi menyebabkan kamera digital diimplementasi ke banyak peralatan lain, misalnya telepon seluler. Kamera digital adalah sebuah alat elektronik untuk mengubah gambar (atau video) dengan mengganti pita film dengan sensor elektronik sehingga data gambar yang dihasilkan tidak lagi optis dan kimia, melainkan digital.

2. Jenis Kamera
Kamera digital dapat dibagi menjadi beberapa grup:

Kamera video

Kamera video profesional seperti yang digunakan dalam pembuatan acara televisi dan film. Biasanya alat ini memiliki beberapa sensor gambar (satu untuk setiap warna) untuk meningkatkan resolusi dan gamut warna. Camcorder digunakan para amatir. Ini merupakan gabungan antara kamera dan VCR untuk menciptakan unit produksi yang sudah terintegrasi. Mereka biasanya termasuk mikrofon dan LCD kecil.

Kamera diam (Still Camera)


Kamera diam digital adalah kamera yang digunakan untuk menangkap gambar diam. Biasanya golongan ini dibagi lagi menjadi tiga kelompok:

Kamera digital kompak atau kamera saku: Ini merupakan kamera digital yang paling umum, dan paling mudah digunakan, karena fungsinya yang serba otomatis, dengan bentuk yang kecil dan mudah dibawa. Rata-rata kamera jenis ini, pada jaman skarang, juga sudah dilengkapi fitur-fitur seperti kamera SLR atau prosumer, dan sudah bisa digunakan untuk zoom (jarak jauh) maupun makro (jarak dekat). Kamera digital prosumer: Merupakan kamera digital kelas menengah dengan fungsi yang hampir menyerupai SLR, biasanya bentuknya sudah mirip SLR, namun dengan berat lebih ringan dan lebih kecil. Kamera jenis ini, lensanya tidak bisa digantiganti sesuai dengan kebutuhan, namun sudah dilengkapi dengan lensa tetap seperti fungsi zoom yang lebih jauh dibanding kamera saku (sampai di atas 10x), foto makro, dll. SLR digital biasanya memiliki sensor sembilan kali lebih besar dari kamera digital standar, dan ditujukan untuk para fotografer profesional dan pehobi serius. Lensa kamera SLR dapat digantiganti sesuai keperluan. Biasanya, produsen sudah menawarkan lensa standar (lensa kit), namun berbagai jenis lensa juga dijual secara terpisah, sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Kamera jenis SLR masih terbagi dari dua jenis, yakni SLR untuk sekedar hobi, atau SLR untuk pemakaian profesional murni yang tentunya kualitas hasil di atas kamera SLR hobi, tentunya tingkat harganya juga berbeda. Untuk kelas kamera SLR sendiri, menurut tingkat kualitas dan harganya juga sangat beragam. Termurah, berkisar 5-6 juta,

kemudian puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta rupiah seperti kamera merk Hasselblad.

Webcam
Webcam adalah kamera digital yang dikoneksikan ke komputer, digunakan untuk telekonferensi video atau tujuan lain. Webcam dapat menangkap gambar video gerak-penuh, dan beberapa model termasuk mikrofon dan kemampuan zoom.

3. Perinsip Kerja Kamera SLR


Kamera SLR mempunyai beberapa prinsip kerja yaitu : 1. Cahaya masuk melalui lensa. 2. Sebelum rana dibuka, cahaya dipantulkan cermin menuju pentaprisma untuk dibalikan karena pada dasarnya bayangan yang masuk kedalam kamera itu terbalik dari keadaan sesungguhnya. 3. Ketika rana dibuka ( pelepas rana ditekan ), secara bersamaan diagfragma yang sudah diatur besarnya menutup ke posisi yang ditentukan. Cermin menutup dan rana membuka ( selama yang ditentukan pengatur kecepatan rana ). 4. Cahaya yang masuk terekan pada film yang merupakan bahan peka cahaya. 5. Cermin, rana, dan diafragma kembali keadaan semula setelah waktu yang kita atur pada pengatur kecepatan rana habis.

4. Perawatan kamera
Sebuah kamera menuntut pemeliharaan pemiliknya, perhatikanlah petunjuk-petunjuk mengenai pemeliharaan kamera seperti diuraikan dibawah ini : 1. Jangan sekali-kali memperbaiki kamera sendiri. serahkan hal itu kepada ahlinya. Bila memunkionkan kirim kembali ke pabriknya. 2. Kamera ada tasnya, disinilah tempat yang aman bagi kamera. Tas itu dapat melindungi kamera dari benturan-benturan. Bila kamera tidak dipakai maka tutuplah tas itu. 3. Selama mencari sasaran, jangan biarkan lensa terbuka. Pasanglah tutup lensa, agar terhindar dari debu, pasir ataupun yang lainnya. Jika ada debu yang halus, apalagi sebutir pasir menempel pada permukaan lensa akibatnnya bisa fatal. Jika tidak hati-hati membersihkannya, butir debu atau pasir bisa menggores permukaan lensa. Goresan ini tidak dapat hilang dan akan terus ada pada tiap foto yang dihasilkan.

4. Lensa tidak boleh kena air. Setetes air yang menempel pada permukaan lensa akan meninggalkan bekas putih sesudah kering dan akan jelas terlihat pada foto nantinya bersihkan lensa jika ada bekas putih itu. 5. Hindari lensa dari jari yang berminyak. Bekas minyak akan tergambar di hasil cetak foto. Bila minyak itu meleket lama pada lensa, permukaan lensa akan rusak dan berjamur. 6. Membersihkan lensa ada caranya. Mula-mula tiuplah debu yang melekat pada permukaan lensa atau sapu dengan kuas halus khusus lensa, kemudian hapus atau gosok perlahan menggunakan kain khusus lensa, jangan menggunakan kain sembarang karena kain sutra sekalipun dapat mempunyai sifat menggores pada lensa dan untuk penggunaan terbaik gunakan cairan khusus. 7. Lensa bisa berjamur kalau terlalu lama tidak dipakai, simpanlah kamera jika tidak dipergunakaan di dalam Dry Box . 8. Jauhkan kamera dari udara dari panas, jangan letakan di ruang yang terkena matahari lamgsung, misalnya ruang kemudi pada kendaraan.