100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan5 halaman

Tugas Modul Smart Asn Halaman 256

Pinjaman online memudahkan masyarakat dalam mengakses pinjaman, namun seringkali menyebabkan kesulitan karena suku bunga dan biaya yang tinggi serta ancaman penagihan utang yang berlebihan. Untuk itu, perlu memilih penyedia pinjaman yang terpercaya dan menentukan tujuan pinjaman secara bijak.

Diunggah oleh

Marta bella
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan5 halaman

Tugas Modul Smart Asn Halaman 256

Pinjaman online memudahkan masyarakat dalam mengakses pinjaman, namun seringkali menyebabkan kesulitan karena suku bunga dan biaya yang tinggi serta ancaman penagihan utang yang berlebihan. Untuk itu, perlu memilih penyedia pinjaman yang terpercaya dan menentukan tujuan pinjaman secara bijak.

Diunggah oleh

Marta bella
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MODUL SMART ASN HALAMAN 256

1. PESERTA DI MINTA MENGELABORASI CARA-CARA MEMUTUS RANTAI


PENYEBARAN HOAX

Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at University of West Florida, 2021)

a. Evaluasi, Evaluasi, Evaluasi


Gunakan kriteria berikut ini untuk mengevaluasi sumber:
1) Currency (keterbaruan informasi)
2) Relevance (relevansi)
3) Authority (penulis)
4) Accuracy (akurasi/ketepatan)
5) Purpose (tujuan)
Tips Melindungi Diri dari Hoaks (LibGuides at University of West Florida, 2021)

b. Google It! Jika kita menemukan sesuatu melalui media sosial, cobalah untuk mencari di
mesin pencari informasi, seperti google, terlebih dahulu! Cobalah telusuri apakah mesin pencari
menunjukkan tiga hal berikut:

1) Ada/tidaknya situs berita terkemuka lainnya melaporkan hal yang sama


2) Ada/tidaknya situs web cek fakta telah membantah klaim tersebut
3) Jika hanya oknum tertentu yang melaporkan klaim tersebut, maka dalam kasus ini,
mungkin diperlukan lebih banyak penggalian.

c. Dapatkan Berita dari Sumber Berita: buka langsung situs web berita yang kredibel mengenai
berita tersebut.

d. Bedakan Opini dengan Fakta: opini sekarang banyak digunakan dalam sumber berita. Kita
mungkin setuju dengan pendapat yang disajikan atau penulis mungkin hanya
mengkontekstualisasikan fakta

Ada pendapat lain juga bagaimana memutus mata rantai penyebaran hoax

1. Kenali Hoax

Hal pertama yang harus kita lakukan untuk menghindarkan diri dari berita hoax adalah
mengenali berita hoax. Berita hoax biasanya bernada ancaman, tekanan dan profokatif sehingga
para penerima berita itu tergerak untuk segera menyebarkannya. Berita hoax biasanya berisi
perintah seperti sebarkan !!!, viralkan !!!, teruskan !!! atau adapula yang menggunakan model
menyamarkan sumber informasi seperti " copas grub sebelah, info linetag, dan sejenisnya. Jika
ada berita seperti itu kita harus waspada jangan buru-buru disebarkan.
2. Tahan Diri

Berita hoax dapat terputus ketika kita menahan diri untuk tidak buru-buru menyebarkannya.
Ketika kita menahan diri maka berita hoax itu akan berhenti pada kita dan akan tidak mudah
tersebar.

3. Cari Sumber yang Valid

Ketika kita mendapat berita, jangan mudah mudah untuk menyebarluaskan sebelum menemukan
sumber dan data yang valid mengenai berita yang diperoleh. Jika berita yang diperoleh
merupakan berita yang valid maka bisa diteruskan, jika tidak maka jangan disebarkan.

4. Perbanyak Membaca

Membaca adalah salah satu jembatan untuk menambah pengetahuan kita sehingga tidak mudah
tersulut oleh berita hoax. Semakin luas wawasan kita maka akan semakin mudah untuk
memfilter berita yang diterima.

5. Ikuti Komunitas Anti Hoax

Kini sudah banyak sekali komunitas yang dapat diikuti untuk memahamkan kita mengenai berita
hoax. Komunitas yang sudah cukup besar adalah Turn Back Hoax. Komunitas ini memiliki
website untuk mensosialisasikan berita Hoax dan bukan hoax. Websitenya dapat dikunjungi di
www.turnbackhoax.id.

Dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai hoax maka akan semakin menghindarkan kita
pada lingkaran penyebar berita hoax yang dapat dikenai pidana. Mari menjadi warganet yang
cerdas dan semoga bermanfaat.

2. FENOMENA PINJAMAN ONLINE YANG MARAK DI INDONESIA SANGAT


MERUGIKAN MASYARAKAT, BUKAN HANYA KERUGIAN MATERI NAMUN
JUGA PENCURIAN IDENTITAS KORBAN, PESERTA DIMINTA MENYIKAPI
FENOMENA TERSEBUT.

Di zaman teknologi seperti saat ini semua hal terasa serba mudah. Begitu pun dengan
permodalan, jika dulu masyarakat Indonesia sangat sulit mendapatkan pinjaman kini untuk
mendapatkan pinjaman uang begitu mudah. Salah satu yang memudahkan ialah
adanya platform penyedia jasa pinjaman secara digital atau biasa disebut
pinjaman online (pinjol).
 
Dua tahun terakhir, banyak orang membicarakan fintech. Terlebih tahun ini, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) menargetkan paling tidak 75 persen dari populasi orang dewasa di Indonesia
bisa mengakses layanan institusi finansial, dan masyarakat pun semakin beramai-ramai
memanfaatkan jasa fintech untuk mencapai tujuan finansialnya.pasti paham kan apa itu Otoritas
Jasa Keuangan (OJK)?
 
Otoritas Jasa Keuangan atau lebih dikenal dengan sebutan OJK merupakan salah satu lembaga
pemerintah di Indonesia, yang dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor
jasa keuangan dapat:
1)terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel,
2) mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan 3)
mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan
pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. OJK
sendiri mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa
keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.
 
Kembali lagi ke fintech, dikutip dari Fintech Weekly, financial technology  yang kini lebih
dikenal dengan istilah fintech, adalah bentuk usaha yang bertujuan menyediakan layanan
finansial dengan menggunakan perangkat lunak dan teknologi modern. Tujuannya jelas: untuk
memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan dan menyederhanakan
proses transaksi.
  
Kehadiran industri fintech dalam menawarkan produk keuangan berbasis digital seakan
membuka pintu baru bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman. Berbanding terbalik
dengan layanan pinjaman konvensional yang ditawarkan bank atau koperasi,
berbagai fintech menawarkan produk pinjaman peer to peer lending (P2P Lending) atau
pinjaman online yang dapat diajukan dengan sangat mudah dan tanpa persyaratan yang rumit.
Karena kemudahan dan kecepatannya itulah, fintech menjadi sangat populer di kalangan
generasi milenial dan diprediksi akan terus berkembang.
 
Cukup dengan menunjukkan dokumen pribadi, seperti, KTP, KK, NPWP, dan slip gaji, siapa
saja dapat menjadi pengguna pinjaman online untuk tuntaskan berbagai problema keuangan.
Bahkan, sejak awal diajukan hingga dana sampai ke tangan nasabah, fintech hanya memerlukan
waktu tidak lebih dari 24 jam. Kelebihan inilah yang membuat produk keuangan begitu cepat
meraih popularitas dan semakin gandrung dimanfaatkan oleh masyarakat berbagai kalangan.
 
Sayangnya, di balik kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkannya, tak sedikit orang yang
memanfaatkan produk pinjaman online ini dengan tidak bijak. Padahal, jika dibandingkan
dengan pinjaman konvensional, pinjaman online memiliki tingkat suku bunga yang cenderung
lebih tinggi dan tenor cicilan yang lebih ringkas. Pada pinjaman online,  biaya administrasi tidak
transparan. Alhasil para nasabah berisiko harus membayar hutang lebih besar dari kesepakatan
diawal. Selain itu, nasabah juga harus membayar biaya denda keterlambatan dan denda lainnya
yang notabene tidak masuk akal.
 
Keberadaan pinjaman online ini menjadi polemik karena rendahnya literasi keuangan pada
masyarakat Indonesia. Hal ini tentu berisiko membuat debitur pinjaman online untuk terjebak
jeratan utang yang terlalu berat hingga tak mampu membayar cicilannya.
 
Banyak berita yang tersebar di media, yang menceritakan berbagai ancaman yang akan
mengintai kalau sampai tidak mampu melunasi cicilan pinjaman online.  
 
 
Pemberian data diri pada pinjaman online membuat nasabah mudah dikejar-kejar tentang
utangnya. Debt collector menebar ancaman mulai dari masuk pengadilan, ke penjara, sampai
siap dipecat dari pekerjaan.
 
Supaya pinjaman online tidak lantas menjadi petaka bagi TemanKeu, lantas apa saja hal
yang harus diperhatikan sebelum melakukan pinjaman online? Berikut beberapa saran yang
dirangkum dari berbagai sumber:
 
 
1.      Tentukan dulu tujuan keuanganmu
 
Pastikan TemanKeu mengetahui tujuan meminjam melalui pinjaman online baik itu untuk
konsumtif atau produktif, baik untuk modal usaha atau sekedar menggunakan fasilitas
cicilan guna membeli barang yang kita inginkan, atau untuk biaya berobat dan edukasi?
 
Kenapa menentukan tujuan keuangan itu penting? Karena banyak orang yang salah kaprah
menggunakan pinjaman online untuk menutupi biaya utang sebelumnya. Jika hal ini terjadi,
pengguna pinjaman online akan terpuruk ke dalam kondisi utang yang lebih dalam. Artinya,
membiarkan bunga berbunga menumpuk dan menyulitkan kondisi keuangan TemanKeu
sendiri.
 
2.      Rasio utang tidak melebihi dari 30 persen
 
Maksudnya adalah pendapatan bulanan TemanKeu baik dari bisnis atau dari gaji tidak
melebihi rasio utang yang seharusnya. Misal, seorang karyawan swasta dengan gaji
Rp3.000.000 maka pastikan bahwa utang yang dimiliki atau cicilan yang dimiliki tidak lebih
dari Rp900.000, atau 30 persen dari gaji bulanan.
 
Kenapa demikian? Tentu selain tidak sehat menurut perencanaan keuangan, pastinya
TemanKeu tidak mau kan pendapatan bulanan kita lewat begitu saja hanya untuk membayar
utang karena kesalahan TemanKeu sendiri dalam mengalokasikan pos-pos keuangan.
 
3.      Pastikan pinjaman online tersebut terdaftar dan diawasi OJK
 
Berikutnya, pastikan perusahaan pinjaman online yang akan diajukan pinjaman tersebut
terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena apabila terjadi hal yang
tidak menyenangkan di kemudian hari maka TemanKeu bisa melakukan pelaporan, dan hak
dan kewajiban sebagai nasabah atau sebagai peminjam dapat dilindungi.
 
4.      Bagaimana mengenali penipuan melalui pinjaman online?
 
Berikut ciri-ciri modus penipuan Pinjaman Online via SMS

a. SMS berasal dari nomor umum yang tidak dikenal

SMS penipuan dapat berasal dari nomor umum yang terdiri atas digit yang banyak.
Umumnya SMS asli yang berasal dari masing-masing operator terdiri sekitar 3-6 digit
angka.
 
b. Tidak ada Persyaratan

Menawarkan pinjaman cepat langsung cair tanpa memberikan persyaratan khusus.


Apabila ingin mengajukan pinjaman, pastikan pinjaman online yang dipilih memberikan
persyaratan yang jelas dan harus melalui website resmi atau aplikasi.
 
c. Kelengkapan informasi perusahaan tidak valid

Pinjaman online ilegal biasanya menutupi informasi perusahaan. Oleh karena itu,


pastikan selalu kelengkapan dan kebenaran informasi dari identitas perusahaan

3. PESERTA DIMINTA MEMBERI PENDAPAT TENTANG MAKNA BIJAK


DALAM BERMEDIA DIGITAL

Makna bijak dalam bermedia digital itu berati tahu batas pengunaan teknologi
digital. Terlalu berlebihan mengunakan media digital juga dapat membahayakan diri
karena ada hal-hal yang tidak bisa terselesaikan dengan teknologi, kita perlu tahu diri dan
tahu keperluan dalam bermedia.

Anda mungkin juga menyukai