0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan20 halaman

Pengantar Fotografi dan Kamera Digital

Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Nicéphore Niépce dianggap sebagai penemu fotografi pada tahun 1826 dengan mendapatkan karya foto pertama. Kamera bekerja dengan menangkap citra melalui lensa dan menyimpannya sebagai foto digital, dengan berbagai jenis kamera seperti DSLR, mirrorless, dan smartphone."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
225 tayangan20 halaman

Pengantar Fotografi dan Kamera Digital

Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Nicéphore Niépce dianggap sebagai penemu fotografi pada tahun 1826 dengan mendapatkan karya foto pertama. Kamera bekerja dengan menangkap citra melalui lensa dan menyimpannya sebagai foto digital, dengan berbagai jenis kamera seperti DSLR, mirrorless, dan smartphone."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANGKUMAN FOTOGRAFI

BAB 1 (PENGERTIAN FOTOGRFI)

Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.

Bahasa Inggris: photography berasal dari kata Yunani yaitu "photos" cahaya dan "grafo"
melukis/menulis.

SEJARAH FOTOGRAFI

Nicéphore Niépce (lahir Joseph Niépce; 7 Maret 1765 – 5 Juli 1833) adalah seorang penemu asal
Prancis, yang sekarang dikenal sebagai penemu fotografi dan sekaligus perintis dibidang tersebut.
Niépce mengembangkan heliografi, sebuah teknik kuno yang ia gunakan untuk mendapatkan hasil
cetak dalam proses fotografi: alat pencetak yang terbuat dari pelat photoengraf pada tahun 1825.
Pada tahun 1826 atau 1827, dia menggunakan kamera sederhana untuk mendapatkan karya foto
kuno yang masih sederhana.

BAB 2 (ANATOMI DAN FISIOLOGI CAMERA)

DASAR KERJA KAMERA

Dua Langkah utama kerja kamera saat digunakan memotret adalah

1. Tahap Priview (saat anda melihat pemandangan visual yang akan difoto)
2. Tahap Capture (saat kamera menangkap citra gambar dan menyimpannya sebagai foto ke
media).

Crop Factor

Sensor kamera digital memiliki besaran yang disebut dengan “Crop Factor”, yaitu perbandingan
relative antara ukuran diagonal sensor “Full Frame” terhadap ukuran diagonal sensor tersebut.
Sensor jenis Full Frame digunakan sebagai acuan karena ukurannya yang kurang lebih sama dengan
permukaan klise film analog. Berikut ini table crop sensor untuk beberpa jenis kamera yang
digunakan.

Efek Crop Factor

Lebar sudut pandang foto tidak hanya tergantung pada focal length, tetapi juga dipengaruhi oleh
crop factor (CF). Sensor dengan ukuran CF yang berbeda menghasilkan foto dengan Filed of View
yang berbeda.

Jenis Kamera Digital

1. Kamera DSLR

DSLR adalah singkatan dari Digital-Single lens reflex. Kamera ini bekerja dengan menggunakan cermin
untuk memantulkan citra objek dari lensa ke prisma dan viewfinder (lubang intip), kemudian melipat
cermin tersebut untuk mengarahkan gambar ke sensor. Macamnya: kamera DSLR Crop Factor dan
DSLR Full Frame.

2. Kamera Mirrorless
Kamera DSLR pada umumnya berukuran besar dan cukup berat, sementara sisi lain kamera saku
memiliki sensor yang kurang maksimal. Hal ini yang mendorong beberapa pabrikan untuk
menciptakan produk yang bisa menjembatani keduanya. Sehingga dibuatlah Mirrorless
Interchangeable Lens Camera (MILC). Macam sensor: Fullframe, APSC, Four Thrid, Sensor 1”.

3. Kamera Medium Format

Istilah medium format umum digunakan untuk kamera dengan sensor yang lebih besar dari full
frame. Kamera ini memiliki hasil yang luar biasa dan umumnya digunakan untuk pemotretan
professional untuk output pencetakan dengan detail tinggi.

4. Kamera Saku

Disebut juga sebagai Compact Digital Camera (CDC). Dengan ukuran sensor yang berbeda-beda mulai
1/2,5 inch hingga 1/1,5 inch. Macamnya: point shoot dan prosumer.

5. Kamera Smartphone

Bagian Kamera Depan

1. Tombol Rana

Tekan tombol ini untuk melepaskan rana. Ada dua tahap dalam penekanan tombol rana: Menekan
separuh tombol, mengaktifkan fungsi AF. sedangkan menekan sepenuhnya, akan melepaskan rana.

2. Pengurangan mata-merah/lampu self timer

Pengurangan mata-merah: Jika red-eye reduction (pengurangan mata-merah) diaktifkan pada


kamera dan Anda menekan separuh tombol rana, akan menyalakan lampu ini apabila Anda
menggunakan lampu kilat built-in. Self-timer: Apabila Anda menetapkan self-timer, lampu ini akan
berkedip selama durasi timer sampai gambar diambil.

3. Dudukan Lensa

Ini adalah bagian yang menghubungkan lensa yang dapat dipertukarkan ke kerangka kamera. Untuk
memasangkan lensa, Anda menderetkan indeks dudukan lensa pada lensa dengan lensa yang
bersangkutan, pada dudukan lensa, lalu memutar lensa searah jarum jam sampai terdengar bunyi
klik.

4. Indeks Dudukan Lensa

Sejajarkan tanda pada lensa dengan tanda ini apabila Anda memasang atau melepas lensa. Indeks
Merah: Untuk lensa EF (Bisa digunakan pada DSLR full-frame maupun APS-C dari Canon) Indeks
Putih: Untuk lensa EF-S (Bisa digunakan pada DSLR APS-C Canon)

5. Tombol Pelepas lensa

Tekan tombol ini apabila Anda ingin melepaskan lensa. Pin kunci lensa akan ditarik keluar apabila
tombol ditekan sehingga Anda dapat memutar lensa secara bebas. Sebelum membidik, kuncikan
lensa ke dalam tempatnya dengan memutarnya sampai terdengar bunyi klik.

6. Mirror (Cermin)

Cermin ini bersifat khas untuk kamera DSLR. Cermin ini memantulkan cahaya dari lensa ke
viewfinder, sehingga fotografer bisa melihat bidikan melalui viewfinder dalam waktu nyata. Mirror
segera berputar balik, tepat sebelum melepaskan rana (bidikan diambil).
7. Mikrofon

Ini adalah mikrofon built-in untuk menangkap bunyi audio selama perekaman film. Mikrofon yang
digunakan bisa mono atau stereo, tergantung model kamera.

8. Lampu Kilat Built-in

Apabila diperlukan, Anda dapat menembakkan lampu kilat untuk menangkap bidikan pemandangan
yang redup cahaya. Lampu kilat dapat secara otomatis ditembakkan pada sebagian mode.

Bagian Kamera Belakang

1. Eyecup

Eyecup (bantalan mata) mencegah masuknya cahaya eksternal apabila mata Anda kontak dengan
eyepiece. Digunakan bahan yang halus untuk mengurangi beban pada mata dan dahi.

2. Viewfinder Eyepiece

Viewfinder eyepiece adalah jendela kecil pada kamera yang Anda lihat melaluinya agar dapat
menyusun foto Anda dan menetapkan fokus pada subjek. Apabila memotret dengan menggunakan
viewfinder, cahaya eksternal dikurangi. Dengan demikian, Anda dapat mencurahkan perhatian
sepenuhnya pada subjek di depan mata Anda, yang pada gilirannya akan lebih memudahkan untuk
melacak subjek bergerak.

a. Titik AF

Menunjukkan posisi fokus selama pemotretan AF (autofocus). Titik AF yang dipilih akan disorot
merah. Anda dapat menentukan untuk memilih titik AF secara otomatis atau manual.

b. Kecepatan Rana

Menunjukkan interval waktu selama rana terbuka. Nilai shutter speed (kecepatan shutter) dinyatakan
dalam format “1/parameter”. Namun demikian, hanya nilai parameter yang ditunjukkan dalam
viewfinder. Meninggikan nilai parameter akan memperpendek interval waktu shutter untuk tetap
terbuka. Shutterspeed (kecepatan rana) yang lebih lambat daripada 1/4 detik ditunjukkan seperti,
0’’3, 0’’4, 0’’5, 0’’6, 0’’8, 1’’, atau 1’’3, misalnya. Dalam hal ini, 1”3 berarti 1,3 detik.

c. Nilai Aperture

Nilai ini menunjukkan hingga sebatas apa bila aperture di dalam lensaterbuka. Nilai yang lebih kecil
berarti aperture terbuka lebih lebar, yangmemungkinkan cahaya dapat ditangkap. Kisaran nilai
aperture yang dapat dipilih bervariasi, menurut lensa yang digunakan.

d. Nilai ISO

Pengaturan ISO speed bervariasi secara konstan apabila pengaturan Auto yang dipilih. ISO speed
yang lebih tinggi akan lebih memudahkannya untuk menangkap bidikan pemandangan yang redup
cahaya.

3. Monitor LCD

Selain pengaturan pemotretan seperti ditunjukkan dalam ilustrasi di sini, tangkapan gambar serta
informasi teks, seperti menu, dapat juga ditampilkan pada monitor LCD. Anda juga dapat
memperbesar gambar tampilan untuk mengecek rinciannya. Sebagian model kamera dilengkapi
dengan monitor LCD Vari-angle, yang memungkinkan Anda mengubah sudut monitor selama
pemotretan Live View, membuatnya lebih mudah untuk menangkap bidikan low-angle atau high-
angle.

a. Shooting Mode

Menampilkan teks atau ikon yang berkaitan dengan shooting mode yang sudah Anda pilih saat
memutar Mode Dial.

b. Kecepatan Rana

Menampilkan interval waktu selama rana terbuka. Meninggikan nilai parameter akan
memperpendek interval waktu shutter untuk tetap terbuka.

c. Level Baterai

Menampilkan level sisa baterai dengan ikon. Ilustrasi di sini menunjukkan status saat level baterai
masih penuh. Tampilan ikon berubah saat level baterai berkurang.

d. Sisa Bidikan

Menunjukkan jumlah sisa bidikan yang dapat ditangkap. Jumlah ini bervariasi menurut kapasitas
kartu memori yang digunakan serta kualitas rekaman gambar yang sudah Anda pilih.

e. Format/Kualitas Perekaman Gambar

Menampilkan kualitas rekaman gambar yang saat ini dipilih. Ikon di sini mengindikasikan bahwa
kamera ditetapkan untuk merekam dalam format Large JPEG.

f. ISO

ISO yang lebih tinggi akan lebih memudahkannya untuk menangkap bidikan pemandangan yang
redup cahaya. Pada umumnya, ISO 100 digunakan sebagai pengaturan standar. Dalam pengaturan
ISO Auto, nilai optimal secara otomatis dipilih menurut pemandangannya. Anda juga dapat memilih
untuk menetapkan ISO secara manual.

g. Nilai Aperture

Nilai ini menunjukkan hingga sebatas apa bilah aperture di dalam lensa terbuka. Nilai yang lebih kecil
berarti aperture terbuka lebih lebar, yangmemungkinkan cahaya dapat ditangkap. Nilai aperture juga
dikenal sebagai f-number yang bervariasi dengan lensa yang digunakan.

4. Tombol MENU

Gunakan tombol ini untuk menampilkan menu yang menyesuaikan fungsi kamera yang berbeda-
beda. Setelah memilih item menu, Anda dapat menyesuaikan pengaturan kamera secara lebih rinci.

5. Tombol Playback

Ini adalah tombol untuk memutarkan gambar yang sudah Anda tangkap. Dengan menekan tombol ini
satu kali, akan menampilkan gambar terakhir yang Anda tangkap atau ditunjukkan pada monitor LCD.

6. Lampu Wi-fi

 Lampu ini mengindikasikan status koneksi nirkabel.


 Lampu menyala: Koneksi Wi-fi hidup
 Lampu berkedip: Kamera sedang menunggu koneksi/rekoneksi
 Lampu berkedip cepat sesekali: Kesalahan koneksi
 Lampu berkedip cepat: Data sedang dikirim/diambil

7. Lampu Akses

Lampu ini tampak berkedip-kedip apabila ada transmisi data antara kamera dan kartu memori.
Jangan buka slot kartu atau tutup wadah baterai saat cahaya berkedip-kedip. Jika dibuka, ini dapat
menyebabkan kegagalan fungsi kamera.

8. Tombol SET/Multi-controller

Multi-controller key adalah tombol arah yang memungkinkan Anda untuk:

 Bergerak di antara berbagai item menu


 Memindahkan tampilan yang diperbesar ke titik yang berbeda selama pemutaran kembali
gambar
 Menggerakkan titik AF selama pemilihan titik AF Dalam mode pemotretan, fungsi tombol
beralih ke tombol yang ditunjukkan oleh ikon yang ada padanya. Sementara itu, tombol SET
mengonfirmasi pemilihan.

9. Tombol Pengaturan ISO

Tekan tombol ini untuk menyesuaikan sensitivitas kamera terhadap cahaya. ISO adalah standar
internasional yang ditentukan berdasarkan sensitivitas film negatif.

10. Tombol Quick Control

Menekan tombol ini akan menampilkan layar Quick Control (lebih jauh dijelaskan di bagian "Settings
on the Quick Control Screen"), yang memungkinkan Anda mengonfirmasi berbagai pengaturan
kamera dengan melirik sekilas dan menyesuaikannya.

11. Tombol Tampilan

Dengan menekan tombol DISP, Anda bisa:

 Menghidupkan/mematikan tampilan
 Silih-berganti antara tampilan informasi yang berbeda-beda dalam mode Image/Movie
Playback dan selama pemotretan Live View
 Menampilkan pengaturan fungsi terutama di kamera apabila menu ditampilkan.

12. Tombol Erase

Gunakan tombol ini untuk menghapus gambar yang tidak diinginkan.

13. Tombol Pemilihan Titik Fokus

Gunakan tombol ini untuk masuk ke mode AF point (autofocus) selection selama pemotretan AF.
Selanjutnya, Anda bisa memilih titik AF mana pun secara manual dengan menggunakan tombol
Multicontroller.

14. Sakelar Live View Shooting/ Movie Shooting

Gunakan tombol ini untuk menghidupkan atau mematikan fungsi Live View. Menekan tombol ini satu
kali akan menampilkan gambar Live View pada monitor LCD, dan kamera siap untuk pemotretan Live
View. Untuk merekam film, tetapkan mode pemotretan ke "Movie shooting" pada mode dial, lalu
tekan tombol ini untuk mulai merekam. Untuk menghentikan, tekan lagi tombolnya.
15. Kenop Penyesuaian Dioptrik

Gunakan kenop ini untuk menyesuaikan kejernihan gambar viewfinder menurut penglihatan mata
Anda. Untuk melakukannya, putar kenop sewaktu menilik melalui viewfinder.

Bagian Kamera Atas

1. Sakelar Focus Mode

Gunakan sakelar ini untuk menetapkan mode ke Automatic (AF) atau Manual (MF).

2. Speaker

Bunyi audio rekaman film dapat diputar kembali melalui speaker. Selama pemutaran film, memutar
Main Dial akan memungkinkan Anda menyesuaikan level volume.Tidak hanya itu, Anda juga dapat
memilih dan memutar kembali musik latar belakang dari layar menu.

3. Tali Gantung

Tarik ujung tali melalui eyelet (lubang), lalu kencangkan seraya memastikan bahwa kedua ujung tali
seimbang.

4. Hot Shoe

Ini adalah terminal untuk memasang unit lampu kilat eksternal. Data ditransmisikan antara kamera
dan unit lampu kilat melalui kontak. Simpan kontak dalam keadaan bersih untuk memastikan
tembakan lampu kilat eksternal yang tepat saat diperlukan.

5. Sakelar Daya

Gunakan sakelar ini untuk menghidupkan dan mematikan daya kamera. Apabila daya kamera
dibiarkan hidup untuk jangka waktu yang lama, kamera akan otomatis dialihkan ke mode standby
untuk menghemat daya. Pada sebagian kamera, sakelar daya dilengkapi ikon Movie (Film) seperti
ditunjukkan dalam ilustrasi, yang memungkinkan Anda beralih ke Movie shooting mode secara
langsung.

6. Mode Dial

Putar dial ini untuk memilih shooting mode menurut pemandangan yang ingin Anda tangkap.
Shooting mode pada umumnya dibagi ke dalam dua zona berbeda, Creative (Kreatif) dan Basic
(Dasar)

7. Tombol Flash (Lampu Kilat)

Gunakan tombol ini untuk memunculkan flash built-in. Dalam Basic Zone, flash built-in dapat muncul
secara otomatis pada sebagian kasus menurut fungsi yang digunakan.

8. Main Dial

Ini adalah dial multiguna yang memungkinkan Anda melakukan berbagai tugas, seperti
menyesuaikan nilai pengaturan shooting (biasanya aperture/shutter speed/exposure compensation)
dan melompat melintasi pemutaran gambar.

9. Zoom Ring

Putar zoom ring untuk mengubah focal length. Focal length (Panjang fokus) yang dipilih dapat
dikenali dari angka dan tanda indeks pada ujung bawah lensa.
10. Focus Ring

Apabila kamera berada dalam Manual Focus (MF) mode, putar ring ini untuk menyesuaikan fokus.
Posisi focus ring bervariasi menurut lensa yang digunakan.

Bagian Kamera Samping

1. Remote Control Terminal, Audio/Video OUT/Digital Terminal, HDMI Mini OUT Terminal, N-Mark

Terminal Remote control

Ini adalah terminal untuk menghubungkan kamera ke perangkat eksternal. Sebelum melakukan itu,
pastikan bahwa perangkat kompatibel dengan kamera, lalu hubungkan sebagaimana mestinya.

Terminal Audio/Video OUT/Digital

Terminal HDMI mini OUT

Ini adalah terminal untuk TV output dan transmisi data, serta HDMI mini output.

N-Mark

Menyentuh N-mark pada smartphone NFC-compatible akan mengawali pairing antara kamera dan
smartphone.

Bagian Kamera Bawah

1. Slot Kartu, Wadah Baterai

 Wadah Baterai

Masukkan baterai yang disediakan, disini. Sisipkan baterai dengan mengarah ke terminal baterai
yang sejajar dengan yang ada di dalam kamera.

 Slot Kartu

Sisipkan kartu memori untuk merekam gambar ke dalam slot ini. Jenis kartu yang dapat
digunakan bervariasi dengan model kamera.

2. Soket Tripod

Ini adalah soket yang ditempatkan di bagian bawah bodi kamera untuk memasang kamera ke tripod.
Pada sebagian besar kamera DSLR, soket ini pas untuk ukuran uliran sekrup standar 1/4-20 UNC,
yang digunakan oleh tripod yang ada pada umumnya.

Pengoprasian Dasar

Sebelum memulai, terlebih dahulu persiapkan kamera dengan memasang baterai, memory card, dan
lensa dengan baik dan benar.

Pengaturan Awal

Setelah memastikan baterai, memory card dan lensa terpasang dengan baik, Anda bisa menyalakan
switch kamera.

Berikut pengaturan dasar yang bisa Anda gunakan sebagai acuan awal sebelum mengambil gambar.

1. File format : JPEG/Medium-Fine


2. Picture Mode : Standard
3. White Balance : Auto
4. Metering : Matrix/evaluative/average
5. Shutter Mode : Single
6. Auto Focus : AF-S, Single
7. Area Focus : Point

Memilih Exposure Mode

1. Mode Auto dan No-Flash


2. Mode Basic
3. (P) Program : aperture dan shutter speed diatur oleh kamera, ISO diatur oleh fotografer.
4. (A) / (AV) aperture priority : shutter speed diatur oleh kamera, aperture diatur oleh
fotografer.
5. (S) / (TV) Shutter priority : Aperture diatur oleh kamera, shutter speed diatur oleh fotografer
6. (M) Manual : semua parameter diatur oleh fotografer.

Focal Length

Focal Length atau Panjang lensa adalah jarak titik focus dari lensa, yang pada praktiknya berpengaruh
terhadap Field of view (lebar sudut pandang kamera). Parameter ini sering ditulis dalam satuan
milimeter (mm). Berikut ini ilustrasi hubungan focal length terhadap filed of view untuk penggunaan
lensa zoom pada DSLR.

1. Jenis File Penyimpan dan Resolusi

Ada dua file yang lazim digunakan pada kamera digital, yaitu: JPG dan RAW. Beberpa kamera juga
menyediakan menu yang akan menyimpan file foto dengan kedua format sekaligus.

a. File JPG/JPEG

JPG atua juga disingkat JPEG (joint Photographic Experts Group) adalah format foto atau gambar
dengan data terkompresi, yang merupakan hasil standarisasi Bersama dari pakar fotografi.

Karena adanya proses kompresi atau penyederhanaan data, format JPG pada umumnya memiliki
ukuran file kecil. Kamera digital umumnya menyediakan beberapa pilihan ukuran resolusi foto (large,
medium, small) dan juga kualitas kompresi data (fine, medium, basic).

b. File RAW

RAW adalah format gambar ‘mentah’ dari kamera. Semua data yang ditangkap sensor akan disimpan
ke dalam file ini.

Fromat Raw memiliki ukuran lebih besar dan menyimpan lebih banyak detail. Untuk mebuka format
ini dibutuhkan program khusus.

2. Picture style

Kamera menerima informasi gambar dari sensor berupa data mentah, artinya warna dan detail yang
dihasilkan apa adanya tanpa mengalami pengaturan tertentu. Di sisi lain, untuk penggunaan yang
berbeda sering kali dibutuhkan pengaturan yang khas. Untuk kebutuhan ini, didalam kamera digital
disediakan fitur picture style yang merupakan post processing yang dilakukan didalam kamera.
Macam style :
a. No effect atau standar : tidak ada efek khusus yang diterapkan.gambar sesuai dengan yang
ditangkap oleh sensor.
b. Potrait atau soft : seting saturasi, kontras dan ketajaman diturunkan.
c. Vivid : menaikan saturasi, kontras dan ketajaman.
d. Grayscale : mengubah foto menjadi hitam putih.
e. Custom : bisa diatur sesuai kebutuhan.

3. Shutter/Drive Mode

Pada scenario pemotretan terkadang diperlukan untuk mengambil foto satu per satu, namun pada
kondisi lain harus melakukannya secara beruntun. Untuk itu, beberapa jenis shutter mode disediakan
untuk mengatur cara kamera mengeksekusi pengambilan gambar.

a. Single / One Shot

Saat menekan tombol shutter, kamera hanya akan mengambil satu gambar saja.

b. Continuous / Burst / multiple

Kamera akan terus mengambil gambar selama tetap menekan tombol shutter. Satuan yang
digunakan adalah FPS (frame per second).

c. Timer

Digunakan untuk memberi jeda antara penekanan tombol shutter dengan pengambilan gambar oleh
kamera.

d. Remote

Dengan alat bantuan remote untuk mengendalikan kamera dalam menekan shutter.

4. Metering Mode

Merupakan pilihan cara kamera menghitung cahaya. Sebuah foto ditangkap oleh kamera bisa terdiri
dari banyak baguan dengan tingkat terang yang berbeda. Metering mode akan menentukan
bagaimana kamera menghitung tingkat terang gambar yang akan dibaca oleh fotografer.

Macam mode :

a. Mode matrix/Evaluative/Pattern

Mode default pada kebanyakan merk kamera. Cara kerjanya adalah dengan memotong framing
menjadi beberapa bagian, kemudian menghitung tingkat masing-masing potongan bagian tersbut,
dan dengan rumus tertentu.

b. Mode center weighted average

Mengukur cahaya pada seluruh framing tetapi dengan memprioritaskan 60-80% pada area tengah.

c. Mode partial metering

Cahaya yang dihitung berdasarkan area tengah sebesar 10-15%.

d. Mode Spot Metering

Metering paling sederhana, karena hanya menghiytung tingkat cahaya pada satu titik seluas1-5%.

5. White Balance
Disebut juga sebagai color temperature adalah parameter yang digunakan untuk mengoreksi
pengaruh warna pencahayaan, sehingga warna foto bisa tampil sebagaimana mestinya. Satuan
pembanding yang digunakan asalah K (kelvin).

6. Mode Pengaturan Fokus

Fitur pengaturan Autofocus (AF) menentukan cara kamera melakukan focus secara otomatis. Objek
yang difoto bisa saja diam, bergerak mendekat atau juga menjauh. Pilihan ini menentukan
bagaimana kamera mengukur jarak focus dari objek yang difoto.

Macam mode autofocus :

a. AF single (AF-S, One Shot)

Melakukan pelacakan titik focus saat tombol shutter atau tombol AF ditekan.

b. AF continuous (AF-C, AI Servo)

Pelacakan titik focus dilakukan secara terus menerus.

c. Autofokus Auto (AF-A, AI Focus)

Kmaera menentukan sendiri metode tracking yang akan dipakai, sesuai scenario yang terdeteksi.

7. Jenis Area AF

Foto yang akan diambil terdiri dari banyak elemen, paling tidak objek dan background. Fungsi
pemilihan jenis area menentukan titik mana yang akan digunakan sebagai acuan focusing.

a. Auto-point/ auto area

Mode auto mendeteksi sendiri titik focus yang akan dijadikan acuan autofocus.

b. Single point/ manual selection

Pada mode ini bisa ditentukan sendiri sesuai keperluan.

c. Face detection

Tidak jauh berbeda dengan Auto-point/ auto area, namun saja secara otomatis mendeteksi wajah.

BAB 3 (LIGHTING)

Pencahayaan merupakan unsur utama dalam fotografi. Cahaya dapat membentuk karakter pada
sebuah foto. Dengan cahaya, dapat menentukan apakah sebuah foto baik atau tidak.

Proses pencahayaan yang terjadi dalam tubuh kamera disebut proses Exposure. Sedangkan proses
yang terjadi diluar tubuh kamera disebut Lighting (Pencahayaan). Untuk menghasilkan foto yang
jelas diperlukan sejumlah sinar yang cukup , jika terlalu banyak sinar maka hasil foto akan over
exposure, sedangkan jika kekurangan cahaya maka hasil foto akan under exposure.

Porsi sinar yang diperlukan dalam tiap jenis film ditentukan oleh ISO film atau tingkat kepekaan film
yang kita pakai. Makin tinggi nilai ISO dari suatu film maka makin tinggi pula tingkat kepekaan film
tersebut dalam menangkap cahaya.
Sumber pencahayaan utama adalah matahari dan bagaimana cahaya adalah tercermin pada
sekitarnya. Cara terbaik untuk mengatasi dengan jenis pencahayaan adalah waktu ketika
melakukan aktivitas fotografi. Waktu berkaitan dengan arah, intensitas dan warna yang dapat
mempengaruhi hasil foto. Cahaya merupakan faktor penting dan memegang peranan vital pada
aktivitas fotografi dalam membuat campuran dengan komposisi subjek.

Pencahayaan yang diatur dengan baik akan mampu memperlihatkan hasil yang berbentuk dua
dimensi menjadi seakan tiga dimensi. Cahaya dapat menambahkan mood atau rasa dalam sebuah
karya fotografi.

Pencahayaan ini akan menentukan kualitas dari gambar dengan perhitungan dalam bentuk
intensitas, atau kekuatan cahaya itu sendiri.

1. TEMPERATUR WARNA (color temperature)

 Tungsten 3600 ̊K warna yang ditimbulkan ke cenderung kekuningan (YELLOWISH)


 Flourencent 4200 ̊K warna yang ditimbulkan ke cenderung kehijauan (GREENISH)
 Daylight 5600 ̊K warna yang ditimbulkan kecendrung kebiruan (BLUISH)

Sehingga untuk mendapati warna yang tepat kita butuh konversi antara sumber cahaya dengan jenis
bahan baku hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan FILTER CONVERTION atau dalam teknik
kamera dipergunakan WHITE BALANCE.

2. ASPEK-ASPEK UNTUK PERHITUNGAN WARNA YANG BAIK

 HUE adalah predominasi dari sensasionalitas warna, antara warna merah, warna kuning, warna
biru. Warna yang normal diharapkan netral atau achromatic.
 SATURATION adalah kestabilan warna dari nilai pudar sehingga warna menjadi murni atau tepat
dan tidak pudar. Atau biasa disebut chroma, intensity atau purity.
 BRIGHTNESS adalah bentuk secara luas dari kuantitas cahaya yang diterima subjek.

3. KARAKTER PENCAHAYAAN

A. Hard Light

Perbandingan intensitas antara cahaya yang keras dan cahaya yang lemah cukup tinggi. Karena
cahaya yang jatuh menjadi focus pada titik tertentu maka hal ini memberikan dampak pada bagian
bayangan akan terlihat sangat jelas. Sehingga akan menimbulkan efek kontras yang sangat tinggi.

B. Soft Light

Sumber cahaya yang jatuh ke permukaan subjek di buat dengan perbandingan antara cahaya yang
keras dan cahaya yang lemah cukup rendah.Karena perbandingan yang sangat kecil ini cahaya
menjadi rata sehingga bayangan akan terlihat halus atau tidak ada sama sekali.

4. METODE TEKNIS PENCAHAYAAN

A. Direct Light > Sebuah metode dalam menerapkan jatuhnya sumber cahaya secara langsung di
arahkan ke permukaan subjek. Dari penerapan seperti ini akan terlihat jelas arah datangnya sumber
cahaya.

B. Reflected Light > Sebuah metoda dalam menerapkan jatuhnya sumber cahaya tidak secara
langsung tetapi dengan mengarahkan ke bidang lain sehingga cahaya yang jatuh kepermukaan subjek
adalah cahaya pantulan. Karena cahaya menjadi halus dan rata maka tidak terlihat jelas arah
datangnya.

C. Difused Light > Cahaya baur terjadi ketika sinar matahari tertutup awan, berkabut atau karena
debu. Dengan kata lain percampuran cahaya matahari dengan eleman alam lain yang menghasilkan
cahaya matahari lembut dan tidak terlalu keras.

5. METODE PEMANFAATAN SUMBER CAHAYA

A. Available Light

Cahaya yang sudah ada di lokasi dengan kondisi permanen dan dimanfaatkan untuk pengambilan
gambar. Kondisi putaran waktu yang mempengaruhi cahaya bisa dimanfaatkan baik malam maupun
siang (Night-Day).

B. Artificial Light

Adalah cahaya buatan yang mampu dipakai atau memang khusus dibuat untuk kebutuhan
pengambilan gambar namun tidak menghilangkan kesan NATURAL.

C. Practical Light

Sumber cahaya yang kita dapati dari cahaya lampu meja, lampu jalanan, lampu kendaraan atau juga
lampu kamar, dan di gunakan untuk keperluan pemotretan

D. Pictorial Light

Penerapan pencahayaan dengan kesan BEAUTY ada keseimbangan antara key light, fill light, back
light dan background light.

6. LIGHTING STYLE (Gaya Pencahayaan)

A. High Key

Perbandingan cahaya terang dan gelap kecil sehingga kontrasnya rendah.

B. Low Key

Perbandingan cahaya terang dan gelap besar sehingga kontrasnya tinggi.

7. LIGHTING SETTING

NATURAL LIGHTING

Natural light adalah jenis pencahayaan alam yang mana cahaya tersebut dihasilkan dari seluruh
unsur alam. Unsur utama dalam pencahayaan alami bersumber pada cahaya matahari. Adapun
pencahayaan matahari memiliki jam-jam tertentu yang baik untuk digunakan sebagai sumber cahaya
dalam pemotretan.

Untuk pagi hari antara 08.00 – 10.00 dan untuk sore hari 15.00 – matahari terbenam. Hal ini
dikarenakan pada jam-jam tersebut kekuatan sinar matahari tidak terlalu kuat, dan sudut
pencahayaannya pun merata.

Ada beberapa jenis pencahayaan yang dihasilkan oleh sinar matahari, yaitu :

a. Direct Light
Cahaya matahari langsung jatuh menimpa objek, berkas cahayanya kuat, terjadi kontras yang
mencolok antara bagian yang terkena sinar matahari dengan yang tidak.

b. Difused Light

Cahaya baur terjadi ketika sinar matahari tertutup awan, berkabut atau karena debu. Dengan kata
lain percampuran cahaya matahari dengan eleman alam lain yang menghasilkan cahaya matahari
lembut dan tidak terlalu keras.

c. Windows Light

Masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan di pagi hari melalui celah-celah jendela. Guratan
jatuhnya cahaya sangat terlihat jelas, ini yang disebut Windows Light. Ciri yang perlu diingat dalam
windows light adalah cahaya kontras yang kuat antara bayangan dengan bagian yang terkena cahaya.
Objek yang terkena cahaya akan terlihat lebih menonjol.

d. Reflected Light

Pencahayaan terjadi ketika direct light melalui permukaan tertentu atau adanya objek lainyang
membantu proses pemantulan cahaya.

Kualitas dalam pencahayaan itu sendiri di pengaruhi oleh beberapa hal :

a. Keras lemahnya cahaya, sehingga berpengaruh terhadap bayangan


b. Sudut dari cahaya
c. Warna cahaya

1. Sadarilah Karakteristik Perubahan Cahaya Alam

2. Jangan Lihat Cahaya Alam dalam hal “baik” atau “buruk”

3. Terobsesi Dengan Mengamati Cahaya

4. Lakukan Eksperimen

BAB 4 (SEGITIGA EXPOSURE)

Exposure

Exposure menyatakan cerah/terang tidaknya atau jumlah pencahayaan dari sebuah photo Ukuran
exposure bisa dilihat saat kita akan mengambil sebuah photo. Usahakan selalu pada normal
exposure. Under-exposure menyebabkan photo kelihatan gelap. Over-exposure menyebabkan photo
kelihatan terlalu terang.

Diafragma

Diafragma adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke
kamera.

Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari
sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran
lubang tingkap (aperture) dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit
persis pupil di mata manusia.
Diafragma merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi banyak tidaknya penerimaan cahaya
yang ada pada sebuah foto atau gambar Menurut Yozardi: bukaan diafragma (aperture) adalah alat
pengatur cahaya yang dapat masuk ke dalam lensa kamera. Bukaan diafragma berbentuk lembaran
bundar terbuat dari logam yang bisa membuka dan menutup

Diafragma terletak pada lensa dari kamera yang digunakan. Maka, setiap lensa memiliki kemampuan
untuk membuka dan menutup diafragma yang berbeda – beda.

Nilai diafragma dinyatakan dengan F/xxx misalnya F/1.4, F/2.8, F/10.

Desatria menjelaskan, Semakin besar angka diafragma berarti semakin kecil lubang lensa untuk
dilewati cahaya.

Diafragma juga mempengaruhi ruang tajam atau biasa yang disebut DOF (Depth Of Field), dimana
dengan diafragma yang besar (angka F kecil) akan didapatkan ruang tajam yang sempit, demikian
pula sebaliknya.

Depth of Field

Depth Of Field atau DOF (Kedalaman Ruang) menyatakan range dari jarak yang tajam dan blur. DOF
sangat berhubungan dengan F-Stop atau Focal Point

Shutter Speed

Shutter Speed adalah kecepatan bukaan rana yang dapat mempengaruhi pencahayaan yang
sempurna, mengontrol blur, dan membuat efek yang menarik.

Tepat didepan sensor kamera terdapat tirai berbentuk lempengan tipis yang disebut shutter/rana.
Ketika kita memotret maka rana akan menutup dan membuka.

Shutter speed lambat berarti rana akan terbuka lebih lama (cahaya masuk lebih banyak) dan shutter
speed cepat berarti rana akan terbuka lebih cepat (cahaya masuk ke sensor lebih sedikit).

EFEK DR SHUTTER SPEED Saat memotret dengan tangan, shutter speed harus lebih cepat dari 1/40
detik agar hasil foto tidak shake (blur akibat goyang).

ISO

 ISO merujuk pada sensitivitas cahaya pada sensor. ISO tinggi berarti sensor akan lebih sensitive
pada cahaya.
 Biasanya mempunyai range 100-1600 (ada yang sampai 64000)
 Pemakaian ISO tinggi akan menghasilkan “noise”
 Perhatikan ISO yg direkomendasikan untuk setiap jenis kamera.

BAB 5 (EXPLORE FOTOGRAFI)

• Photo/Foto artinya cahaya Graphy/Grafi artinya menulis

• Fotografi adalah seni menggambar objek dengan menggunakan cahaya melalui media kamera.

Dasar dalam Fotografi

1. Kita memerlukan kamera.


2. Kita perlu belajar segitiga exposure : ISO, Aperture, Shutter Speed
3. Kita harus tau kamera kita.
4. Kita harus tau apa itu Depth Of Field.
5. Kita harus tau bagaimana mengambil gambar yang tajam.
6. Kita harus mempelajari komposisi
7. Kita harus mempelajari arah cahaya dan intensitas cahaya.
8. Kita harus peka terhadap lingkungan sekitar/moment
9. Kita harus belajar bercerita lewat foto.
10. Kita harus belajar mengolah foto (editing)

Jenis Kamera yang Umum

1. KAMERA DSLR
• Terlihat Professional
• Durability lebih panjang
• Aksesoris gampang
• Berat
• Mekanisme Rumit
2. KAMERA MIRRORLESS
• Ukuran Ringkas
• Bobot lebih ringan
• Lensa bisa diganti
• Baterai boros
3. KAMERA POCKET (SAKU)
• Simpel
• Serba Auto
• Ready selalu
• Kualitas rendah
• Kontrol Manual terbatas
• Rentang ISO kurang

Segitiga Exposure : ISO, Shutter Speed, Aperture

1. Shutter speed
merupakan ukuran kecepatan buka tutup jendela sensor atau selama apa sensor menerima
cahaya.
2. Aperture atau bukaan lensa
adalah ukuran seberapa besar atau kecil terbuka-nya diafragma lensa yang diukur dengan f-
number
3. ISO
adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO
maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya.

Depth Of Field

Adalah rentang jarak yang dimiliki objek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman/fokus pada foto.

Komposisi

1. Rule of third
2. Reflection
3. Framing
4. Leading Line
5. Pattern
6. Negative Space

Genre Photo

1. Foto Jurnalistik :
- Portrait
- Human Interest
- Stage Photography
- Sport
2. Foto Nature :
- Flora
- Fauna
- Landscape
3. Arsitektur
4. Still Life

BAB 6 (ANGLE & TYPE SHOT DALAM FOTOGRAFI)

Extreme wide shot

merupakan tipe shot yang digunakan untuk menunjukkan sebuah lingkungan dimana subyek foto
berada.Tipe shot ini seringkali dipakai untuk membangun suasana sebuah adegan, subyek foto
terkadang hampir tak tampak dalam visual karena penggunaan sudut pandang lebar yang ekstrim.
Tipe shot EWS juga sering digunakan dalam film kolosal yang melibatkan ribuan subyek, dengan
menggunakan tipe shot ini jumlah pasukan skala besar dan megah dapat digambarkan secara
sempurna.

Very Wide Shot

merupakan tipe shot sangat luas, namun secara visual lebih sempit jika dibandingkan dengan tipe
Extreme wide shot. Pengambilan gambar dengan tipe Very Wide Shot ini masih sangat
memungkinkan untuk mengambil banyak subyek dalam sebuah frame. Meskipun subjek foto
sudah dapat terlihat dengan shot ini, tetapi belum ada penekanan, karena tipe shot ini masih
dalam rangka membangun suasana lingkungan dimana subyek berada.

Long Shot

Subjek sudah dapat diidentifikasikan dengan jelas karena telah memenuhi frame gambar meski
terdapat jarak diatas kepala dan dibawah kaki. Penggunaan jarak diatas dan dibawah subyek
tersebut digunakan untuk “ruang aman” agar lebih nyaman untuk dilihat.

Medium Long Shot

Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada long shot, obyek manusia
biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai di atas kepala.

Medium Shot

Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang
sampai di atas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan obyek utama.

Full Shot
Shot yang mengambil gambar objek manusia secara keseluruhan dari ujung rambut hingga ujung
kaki.

Medium Close Up

Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. MCU ini yang paling
sering dipergunakan dalam televisi.

Close Up

Shot dekat, obyek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit
sekali. Untuk obyek manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala.

BIG CLOSE UP

Shot yang menampilkan objek manusia bagian wajah dari dagu hingga rambut.

Extreme Close Up

Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan
lebih jelas sangat detilnya.

Two Shot

Shot yang menampilkan dua orang.

Three Shot

Shot yang menampilkan tiga orang.

Over Shoulder Shot

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si
pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar
depan bahu lawan main.

Group Shot

Shot yang menampilkan lebih dari tiga objek.

Top Level

Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di arah jarum jam 00.00.

High Angle

Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,
pengambilan gambar yang seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

Eye Level

Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan
dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan
mata seseorang yang berdiri.

Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan
gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau
kejayaan. Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau
manusia raksasa.

Frog Eye Level

Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.

BAB 7 (KOMPOSISI DALAM FOTOGRAFI)

Komposisi dalam fotografi memiliki arti susunan gambar dalam batasan satu ruang.

Bisa juga diartikan sebagai cara menyusun elemen-elemen obyek foto yang penting secara
keseluruhan yang ada dalam foto.

Tujuan Komposisi

 Membangun “mood” suatu foto agar memiliki keseimbangan obyek yang ada dalam foto
tersebut.
 Dengan mengatur komposisi sebuah foto, juga dapat melatih kepekaan mata kita untuk
menangkap berbagai elemen/unsur saat memotret.

Elemen dan unsur penting dalam komposisi

Garis :

 Garis mampu menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar.
 ketika garis itu sendiri digunakan sebagai subjek yang terjadi adalah gambar menjadi menarik
perhatian.
 Komposisi terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis,tidak penting garis itu
lurus,melingkar atau melengkung.

Shape :

 Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari
lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang ramai.
 Komposisi ini biasanya dipakai untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak
terhadap sebuah objek foto.
 Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.

Tekstur :

 Tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda


(halus,kasar,beraturanmtidak beraturan,tajam,lembut dsb).
 Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari
pencahayaan pada saat pemotretan

Warna :

 Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila
dikomposisikan dengan baik
 Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu dengan
sempurna memunculkan mood color atau keserasian dari sebuah foto yg ingin
menonjolkan unsur keindahan

Pattern :

 pattern yang berupa pengulangan shape , garis dan warna adalah elemen visual yang
dapat menjadi unsur penarik perhatian utama
 Pengulangan itu dapat menimbulkan kesan harmoni dalam gambar
 Tapi terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan

Perinsip dasar Komposisi

1. Perhatikan orientasi yang cocok portrait ata landscape


2. Panorama atau objek yang jauh coco menggunakan landscape
3. Objek yang vertikal cocok menggunakan portrait

Rule Of Third

1. Garis bantu untuk membagi frame foto menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan
menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal.
2. Garis – garis ini adalah garis bantu yang akan memposisikan objek atau garis horizon hingga
gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan menarik.
3. Rule of third bukanlah aturan baku ataupun utama dalam fotografi, ini hanya sekedar
panduan untuk mendapatkan foto dengan komposisi lebih pas dalam frame.

Kesimpulan ROT

1. Tujuan rule of third adalah menempatkan point of interest di pesinggungan garis vertikal dan
horizontal.
2. Dengan konsep ini, kita diajarkan untuk meletakan horizon di garis horison (pembagi foto
menjadi 3 bagian) atas atau bawah.
3. Pemilihangaris atas dan bawah ditentukan mana yang lebih menarik, langit atau datarannya.

Portraiture Photography

1. Foto tentang seseorang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian,
dan suasana hati subjek.
2. Fokus foto biasanya hanya wajah, namun tak jarang memasukan seluruh tubuh, latar
belakang atau konteks.

Faktor pengaruh Portrait

1. Identitas subjek
2. Latar belakang
3. Ekspresi/gesture

Jenis portraiture

1. Environmental Porttraiture: Memotret subjek dilinkungan kehidupannya, misal dengan


mengeksplorasi tempat dimana dia bekerja atau habitatnya.
2. Legenda matkodaknya environmental portraiture seperti Albert watson dan arnold newmon
mampu menghadirkan karya yg fenomenal.
Creative Portraiture

Pemotretan creative menggunakan kreasi lighting dan kadang digital manipulation.

Candid portraiture

Memotret candid dilakukan dengan diam diam dengan tidak mengarahkan atau mendirect subject.

Juxtaposition

Sebuah kombinasi dimana penempatan satu subjek dengan yang lainnya berlawanan atau sangat
kontras di dalam sebuah foto. Semakin tak masuk akal kontras semakin kuat impresinya.

Anda mungkin juga menyukai