0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
368 tayangan268 halaman

Financial Technology: September 2021

Buku ini membahas tentang teknologi keuangan (fintech) sebagai perpaduan antara jasa keuangan dan teknologi yang menawarkan berbagai manfaat bagi konsumen dan sistem keuangan secara umum. Buku ini juga menjelaskan perkembangan dan implementasi fintech di dunia dan Indonesia serta regulasi yang berlaku.

Diunggah oleh

Awalia Septiani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
368 tayangan268 halaman

Financial Technology: September 2021

Buku ini membahas tentang teknologi keuangan (fintech) sebagai perpaduan antara jasa keuangan dan teknologi yang menawarkan berbagai manfaat bagi konsumen dan sistem keuangan secara umum. Buku ini juga menjelaskan perkembangan dan implementasi fintech di dunia dan Indonesia serta regulasi yang berlaku.

Diunggah oleh

Awalia Septiani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/354521803

Financial Technology

Book · September 2021

CITATIONS READS

0 2,258

1 author:

Dedi Rianto Rahadi


President University
35 PUBLICATIONS   60 CITATIONS   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Dedi Rianto Rahadi on 11 September 2021.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Profil Penulis

Dedi Rianto Rahadi, nama yang


diberikan oleh Bapak bernama H.
Rahadi dan Ibu Hj Soelastri.
Dilahirkan di kota Palembang, 5

FINANCIAL TECHNOLOGY
Desember 1968 yang merupakan
anak kedua dari tujuh
bersaudara. Menikah dengan Hj
Diantini dan dikaruniai tiga orang
putera yaitu M. Iqbal Tawaqal, M.
Hanif Al Hafiz serta M. Firdaus Al Amin. Saat ini tinggal di
Tasikmalaya dan mengabdikan ilmunya di Universitas
Presiden, Cikarang Bekasi, Jawa Barat. Pendidikan terakhir
Strata Tiga (S3) diselesaikan di Universitas Brawijaya,
Malang selesai tahun 2004. Bidang ilmu yang ditekuni saat
ini adalah riset mengenai Human Resources Management
(HRM), Organizational Behavioral (OB) serta Management FINANCIAL
TECHNOLOGY
Information System (MIS). Email dedi1968@yahoo.com.

It Is An Emerging Industry That Uses


PENERBIT : Technology To Improve Activities In Finance
PT. Filda Fikrindo
The Right Consulting Partner to Thrive in a Complex World

Dr. Dedi Rianto Rahadi


PENERBIT :
PT. Filda Fikrindo
The Right Consulting Partner to Thrive in a Complex World
FINANCIAL
TECHNOLOGY
It Is An Emerging Industry That Uses
Technology
To Improve Activities In Finance

Copy Right by Dedi Rianto Rahadi

Penyunting : M. Mifta Farid

Terbit : Februari 2020

ISBN : 978-623-92175-2-5

Penerbit : PT. Filda Fikrindo


The Right Consulting Partner to Thrive in a Complex World
Alamat : Alamat : Sindang Barang No. 454 Bogor. (0251) 8627748,

0812-8616-8584

Cetakan Pertama : Februari 2020

Hak Cipta Dilindungi Undang Undang

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari penerbit

Isi Diluar Tanggung Jawab Percetakan


KATA PENGATAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan


kehadirat Alloh SWT karena buku Financial Technology
telah selesai disusun. Buku Financial Technology disusun
untuk membantu para semua kalangan baik praktisi,
mahasiswa maupun pihak-pihak pengambil keputusan
sebelum menggunakan Financial Technology.

Financial Technology (FinTech) muncul seiring perubahan


gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh
pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba
cepat. Dengan FinTech, permasalahan dalam transaksi
jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari
barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk
mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat
karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat
diminimalkan. Dengan kata lain, FinTech membantu
transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih
efisien dan ekonomis namun tetap efektif.

Buku ini memberikan gambaran secara makro tentang


Financial Technology.untuk menjadi panduan semua
kalangan.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam buku ini


untuk itu kritik dan saran terhadap penyempurnaan buku
yang sifatnya membangun sangat diharapkan. Semoga
buku ini dapat memberi maanfaat bagi bagi semua pihak
yang membutuhkan.

Jakarta, Februari 2020


DAFTAR ISI
Hal.

SEKAPUR SIRIH....... 1

Bab 1 TEKNOLOGI KEUANGAN (FINTECH) 9


1. EVOLUSI TEKNOLOGI KEUANGAN 10
2. TRANSFORMASI DIGITAL 16
3. DISKUSI 28

Bab 2 INOVASI FINTECH 29


1. TAHAPAN INOVASI PELAYANAN KEUANGAN 31
2. MODEL BISNIS FINTECH 35
3. KATEGORI FINTECH 41
4. POTENSI KERAWANAN DALAM PROSES BISNIS
DIGITAL PAYMENT 48
5. MANFAAT FINTECH BAGI MASYARAKAT 55
6. DISKUSI 59

Bab 3 REGULASI FINTECH DI INDONESIA 60


1. PERATURAN FINTECH 60
2. PERATURAN PEMERINTAH 67
3. RISIKO INDUSTRI FINTECH 73
4. DISKUSI 75

Bab 4 PERLINDUNGAN KONSUMEN FINTECH DI


INDONESIA 78
1. FINTECH ILLEGAL 79
2. WASPADAI FINTECH ILLEGAL 81
3. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP
KEAMANAN DATA KONSUMEN DALAM BISNIS
FINTECH 84
4. DISKUSI 94
Bab 5 PERKEMBANGAN FINTECH DI DUNIA dan
INDONESIA 96
1. PERKEMBANGAN FINTECH DI DUNIA 96
2. PERKEMBANGAN FINTECH DI INDONESIA 107
3. DISKUSI ` 113
Bab 6 MASA DEPAN FINANSIAL TEKNOLOGI 114
1. LAYANAN KEUANGAN DIMASA AKAN DATANG
(THE FUTURE OF FINANCIAL SERVICES) 114
2. TREND TECHNOLOGY 117
3. PERBANKAN MENJALANI TRANSFORMASI
DIGITAL 122
4. FINTECH TRENDS TO DOMINATE IN 2020 136
5. KESIMPULAN 148
6. DISKUSI 149

Bab 7 IMPLEMENTASI FINTECH DI INDONESIA 150


1. FINTECH UNTUK USAHA MIKRO KECIL
MENENGAH 150
2. FINTECH UNTUK KEUANGAN PRIBADI 176
3. DISKUSI 197

DAFTAR PUSTAKA 198


SEKAPUR SIRIH.......

F
intech singkatan dari Financial Technology.
Ketika keuangan bersinergi dengan teknologi
akan menghasilkan produk keuangan yang lebih
baik dan proses
berjalan dengan
efisien. Fintech
digunakan
sebagai kata
benda untuk
mengatasi
startup yang
terkait dengan
Fintech dan sebagai kata kerja. Tidak ada definisi yang
tepat dari Fintech karena istilah ini berkembang dalam
ruang lingkupnya dan telah berkembang dari perbankan
ke kegiatan lain seperti asuransi (insurance), reksadana
(mutual funds) dan manajemen keuangan pribadi
(personal finance management). Kreativitas dan inovasi
tersebut akhirnya masuk ke berbagai aktivitas kehidupan
manusia. Teknologi ini pada dasarnya ditujukan sebagai
kompetisi terhadap metode tradisional keuangan dan jasa
keuangan. Berbagai perangkat elektronik seperti
smartphone dan teknologi seperti mobile banking, layanan
investasi menjadi media dalam menggunakan fintech.
Nilai-nilai kewirausahaan yang memunculkan new market
melalui metode baru, inovasi dan kreatifitas dinamakan
Creative destruction, Joseph Schumpeter (1934).

1|Halaman
Sebagai perpaduan jasa keuangan dan teknologi, fintech
membawa banyak manfaat bagi konsumen. Teknologi
keuangan lebih banyak menawarkan pilihan produk dalam
memenuhi banyak kebutuhan yang lebih baik, layanan
berkualitas, dan harga yang lebih rendah. Keuangan
teknologi memberi manfaat bagi sistem keuangan,
misalnya kemampuan untuk menjadi lebih efisien dalam
operasionalnya. Berkurang hambatan waktu dan tempat
dalam menjangkau lebih banyak pelanggan, juga
peningkatan transparansi karena semua transaksi
keuangan direkam di internet. Bagi perekonomian secara
makro maupun mikro, teknologi keuangan menawarkan
manfaat seperti mendukung transmisi kebijakan moneter,
semakin meningkat perputaran uang yang
mengindikasikan penambahan produktivitas sektor bisnis
dan akhirnya memengaruhi peningkatan pertumbuhan
ekonomi. Zopa pertama kali pada tahun 2004
menjelaskan Model keuangan, dimana lembaga keuangan
di Inggris menjalankan jasa peminjaman uang.
Selanjutnya pada tahun 2008, model keuangan perangkat
lunak Bitcoin menjadi tren yang diluncurkan oleh Satoshi
Nakamoto. Napster pada tahun 1999 menggunakan
aplikasi konsep peer-to-peer (P2P) untuk music sharing
sebagai pengembangan dari FinTech.

Platform pinjaman P2P menghubungkan pemberi


pinjaman dengan peminjam. Mereka beroperasi pada
overhead yang lebih murah dibandingkan dengan entitas
keuangan tradisional dan tidak memungut biaya besar.
Platform P2P menawarkan pengembalian investasi yang
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bank dan
merupakan alternatif yang menarik (atau tambahan) untuk
saham, obligasi, real estat dan rekening tabungan.
Banyaknya investor yang memberikan kontribusinya
2|Halaman
dengan memasukkan modal, disebut sebagai
crowdfunding. Pemanfaatan finansial P2P tidak hanya
dibatasi bagi startup, seperti dilakukan perusahaan di
Inggris yaitu Zopa.

Ada dua unsur kata dari kalimat Financial Technology


yaitu Financial dan Technology. Kata-kata tersebut dapat
diartikan sebagai inovasi dan kretifitas dibidang
keuangan dengan mengadopsi teknologi modern.
Perpaduan dan sinergi antara teknologi dengan fitur-fitur
keuangan yang mengubah model dan proses bisnis serta
mengurangi hambatan untuk masuk kedalam sektor
tersebut disebut sebagai Financial Technology.

Bank Indonesia (BI) mengemukakan, Financial


Technology merupakan sinergi jasa keuangan dan
teknologi. Fintech dapat merubah model bisnis keuangan
konvensional menjadi bisnis keuangan moderat. Fintech
dinyatakan sebagai inovasi dalam bidang jasa finansial
dan kreatifitas finansial yang memanfaatkan teknologi
informasi atau dikenal dengan “innovation in financial
services” atau “inovasi dalam layanan keuangan” yang
dikemukan National Digital Research Centre (NDRC).
Sebelumnya nasabah dalam melakukan transaksi secara
face to face dan membawa sejumlah uang untuk menyetor
maupun mengambil uang. Keberadaan fintech
memberikan banyak kemudahan, diantaranya semua
transaksi keuangan dapat dilakukan secara cepat dan
tanpa dibatasi waktu dan tempat. Teknologi keuangan
adalah perusahaan yang menggunakan teknologi untuk
menghasilkan pendapatan melalui layanan keuangan bagi
konsumen, seperti yang dikemukan Wilson (2017).
Financial Stability Board (FSB), mempunyai anggota
Kawai (2016) menyatakan memungkinkan adanya inovasi

3|Halaman
dalam bidang jasa keuangan untuk berali ke teknologi
informasi. Fintech menjadi dasar untuk membentuk
model bisnis baru, proses, aplikasi baru, serta banyak
produk dibidang jasa keuangan. Fintech akan memberi
dampak material pada pasar keuangan dan institusi serta
memberikan layanan maksimal di bidang keuangan.
McKinsey (2016) mengatakan fintech merupakan layanan
dibidang jasa keuangan yang didukung oleh infrastruktur
digital, termasuk handphone (HP) dan jaringan internet.
Handphone (HP), personal computer (PC), atau card yang
digunakan melalui peralatan point of sale (POS) dengan
menghubungkan personal dan bisnis ke infrastruktur
pembayaran secara digital, sehingga memungkinkan
transaksi keuangan tidak terbatas antara semua pihak.
Mackenzie (2015) mendukung pendapat McKinsey
(2016), menyatakan teknologi finansial menggambarkan
perusahaan dengan menggabungkan pelayanan
keuangan dengan dukungan teknologi yang modern dan
inovatif. Sebagai contoh banyak perusahaan fintech yang
menawarkan produk berbasis internet dan aplikasi di
pasar keuangan.

Uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

a) semua jenis perusahaan jasa keuangan, meliputi


aktifitas pembayaran, asuransi, kredit, tabungan,
dan semua produk keuangan lainnya ;
b) semua pengguna fintech, meliputi semua
konsumen pada tingkatan semua level, mulai dari
tingkat pendapatan, pelaku usaha bisnis pada
semua skala usaha, dan pemerintah;
c) pelaku usaha penyedia jasa keuangan meliputi
penyedia jasa pembayaran, industri perbankan,
institusi keuangan lainnya. Misalnya perusahaan

4|Halaman
telekomunikasi, retailer, fintech, start-ups, serta
usaha lainnya.

Keberadaan Fintech bertujuan untuk mengajak konsumen


melalui pemberian produk serta layanan yang lebih
mudah penggunaanya, efisiensi, transparansi, dan
otomatisasi apabila dibandingkan dengan produk atau
layanan yang tersedia sebelumnya.

FinTech adalah gambaran sebuah industri yang


memanfaatkan teknologi informasi. Dimana fintech akan
membuat suatu sistem keuangan menjadi lebih mudah,
murah, efisien dan efektif. Keberadaan FinTech akan
merubah perusahaan startup akan lebih fokus dalam
memaksimalkan penggunaan teknologi untuk merubah,
mempercepat atau mempertajam berbagai aspek dari
layanan keuangan. Di mulai dari metode pembayaran,
transfer dana, mengelola pinjaman, pengumpulan dana,
asuransi sampai pengelolaan aset.

Gambar 1. Implikasi Fintech

5|Halaman
Pada gambar 1. Memperlihatkan fintech memiliki dampak
implikasi proses bisnis, dimana perubahan tersebut
secara signifikan akan berdampak kepada semua pihak
yang terlibat. Hambatan proses bisnis akan semakin
berkurang secara signifikan.

Keberadaan Fintech di Indonesia telah berkembang


sangat pesat dan mampu mempengaruhi perilaku
masyarakat dalam melakukan transaksi. Transaksi
menjadi lebih mudah dan efektif serta tingkat keamanan
yang baik. Fintech memberi kemudahan bagi pelanggan
untuk memperoleh akses produk keuangan dan
meningkatkan pengetahuan dibidang digitalisasi
keuangan. Perkembangan fintech di Indonesia diawali
hanya berkisar 7% kini hampir 80% penggunanya di
seluruh Indonesia.

Perkembangan Teknologi Keuangan.

Perkembangan teknologi keuangan semakin banyak


mendapat dukungan baik dari masyarakat maupun dari
sektor perbankan dan pemerintah. Pelanggan merasa
diuntungkan dengan keberadaan teknologi keuangan,
banyak kemudahan serta efisiensi dalam penggunaannya.
Disisi lain, penyelenggara teknologi keuangan banyak
memperoelh keuntungan diantara efisiensi dalam
operasional perusahaan. Kemudahan operasional pada
akhirnya akan meningkatkan jumlah nasabah dan inklusi
keuangan akan semakin berkembang.

6|Halaman
Seiring meningkatnya pertumbuhan pengguna fintech di
Indonesia, banyak
yang beranggapan
fintech akan menjadi
saingan perbankan
konvensional.
Sebaliknya, dengan
hadirnya fintech
dapat lebih
meningkatkan atau membantu kinerja perbankan dan
institusi keuangan lainnya.

Kedepannya Fintech akan berkembang cepat ke berbagai


sektor, seperti ke startup 1. pembiayaan (crowdfunding),
2. pembayaran (payment gateway), 3. peminjaman
(lending), 4. manajemen keuangan (wealth management),
dan lainnya.

Payung Hukum Aturan Fintech

Untuk mendukung keberadaan fintech Otoritas Jasa


Keuangan mengeluarkan Peraturan Nomor.
13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di
Sektor Jasa Keuangan. Aturan tersebut merupakan
ketentuan yang menjadi payung untuk melakukan
pengawasan dan pengaturan industri teknologi keuangan.

Inovasi menjadi tuntutan disektor keuangan digital,


dimana kegiatan yang dilakukan harus diarahkan untuk
menghasilkan produk-produk yang dapat dipertanggung
jawabkan dan memberikan rasa aman serta
mengutamakan perlindungan kepada konsumen serta
mengelola resiko dengan baik.

7|Halaman
Pengaturan Inovasi Keuangan Digital (IKD) meliputi :

a. Mekanisme Pencatatan dan Pendaftaran Fintech

Setiap pengelola IKD baik dari perusahaan Startup


maupun Lembaga Jasa Keuangan (LJK) akan melalui 3
tahapan, sebelum mengajukan permohonan perizinan ke
OJK :

a) Pencatatan kepada OJK untuk perusahaan


Startup/non-LJK. Permohonan pencatatan secara
otomatis termasuk permohonan pengujian
Regulatory Sandbox. Sedangkan untuk LJK,
permohonan Sandbox diajukan kepada pengawas
masing-masing bidang (Perbankan, Pasar Modal,
IKNB).
b) Proses Regulatory Sandbox berjangka waktu paling
lama satu tahun dan dapat diperpanjang selama 6
bulan bila dibutuhkan.
c) Pendaftaran/perizinan kepada OJK.

b. Mekanisme Pemantauan dan Pengawasan


Fintech

OJK akan memberikan rekomendasi terhadap


penyelenggaraan IKD yang wajib untuk mengikuti proses
Regulatory Sandbox, Hasil proses uji coba tersebut, dapat
diperoleh status sebagai berikut :

a) Direkomendasikan.
b) Perbaikan.
c) Tidak direkomendasikan.

8|Halaman
Fintech Mendukung Usaha Kecil & Menengah

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan pendukung


kontributor utama kegiatan ekonomi di seluruh dunia
sebagai sumber penting unit usaha, Pertumbuhan
teknologi keuangan membantu dan mendukung usaha
kecil muntuk mampu bersaing. Fintech memberi usaha
kecil lebih banyak pilihan UKM untuk pendanaan, proses
transaksi, pembayaran maupun transfer dana.

Berikut cara fintech membantu usaha kecil dan menegah


sebagai berikut :

1. Fintech Sebagai Platform Penyedia Pinjaman online

Fintech memberikan akses yang mudah bagi peminjam


di sektor UKM, melalui pinjaman online. Para pemilik
UKM cukup mencantumkan dokumen-dokumen yang
diperlukan secara online, misalnya KTP, foto dan lain-
lain. Pemberian pinjaman dapat dinilai dari berbagai
aspek dan tidak hanya mengandalkan nilai kredit bisnis
serta latar belakang pemilik usaha. Pinjaman UKM
dapat dicairkan dalam hitungan hari dan bisa dalam
hitungan jam. Setelah UKM memperoleh pinjaman,
perusahaan fintach melakukan maintenance secara
rutin dengan mendampingi peminjam dan membantu
menemukan solusi apabila pembayaran pinjaman tidak
lancar dalam proses penagihan.

2. Pelayanan Urunan Pendanaan (Equity


Crowdfunding)

Keberadaan Equity Crowdfunding membantu UKM


untuk memperoleh pendanaan dari investor untuk

9|Halaman
menjadi penyandang dana. Balas jasa atas
kompensasinya, dimana investor akan memperoleh
sebagian kepemilikan saham (equity). Besar kecilnya
kepemilikan saham ditentukan berdasarkan jumlah
penyertaan modal/dana yang diberikan kepada UMK.

3. Pembiayaan Proyek (Project Financing)


Keberadaan Project Financing membantu UKM dengan
memanfaatkan dana masyarakat sebagai
Investor.untuk membangun suatu proyek yang
menguntungkan. Keuntunagan yang diperoleh akan
dibagi bersama kepada investor dan UKM. UKM dapat
menjalankan proyek dan tidak terbebani hutanh dan
bunga pinjaman.

4. Gerbang Pembayaran (Payment Gateway)


Keberadaan Payment Gateway dapat memberi
kemudahan bagi UKM untuk melakukan transaksi
pembayaran online. Misalnya metode pembayaran
kartu kredit, ATM, e-wallet, atau melalui minimarket.
Dengan Payment Gateway, transaksi yang semakin
mudah, diharapkan UKM dapat meningkatkan omzet
penjualan.

5. Data & Kecerdasan Buatan


Perilaku belanja konsumen dapat diketahui dari data
transaksi yang dapat membantu UKM untuk
pengambilan keputusan. Artificial Intelligence (AI),
membantu mengolah data untuk menjadi informasi
untuk membantu UKM merekomendasikan produk yang
sesuai dengan kebutuhan pelanggan. AI juga
membantu mengontrol stok persedian barang, bahan
baku untuk kegiatan produksi.
.
10 | H a l a m a n
6. Akuntansi
Fintech dapat memberikan layanan akuntasi untuk
mengevaluasi/mengontrol serta membuat laporan
keuangan yang meliputi arus kas, neraca aset liabilitas,
dan laba rugi. Dengan fintech, UKM dapat menghemat
waktu dan mempermudah dalam menyiapkan
pembukuan bisnis usaha.

11 | H a l a m a n
BAB. 1
TEKNOLOGI KEUANGAN (FINTECH)

P
roduk keuangan, layanan baik, teknologi, dan/atau
model bisnis baru, akan menjadi efisien dan efisien
apabila didukung teknologi informasi. Sistem
keuangan yang didukung teknologi tersebut dinamakan
teknologi keuangan atau fintech. Fintech dapat
memberikan dampak
kepada stabilitas
moneter, stabilitas
sistem keuangan,
dan/atau efisiensi,
keamanan,
kelancaran, dan
kehandalan sistem
pembayaran. Berkembangannya fintech membuktikan
dapat memberi banyak manfaat bagi pelaku usaha,
maupun perekonomian nasional. Untuk menghindari
terjadinya resiko kegagalan serta untuk mendorong
adanya inovasi di sektor keuangan, maka dibutuhkan
peraturan untuk perlindungan konsumen maupun
penyelenggara keuangan itu sendiri. Adanya penerapan
manajemen risiko serta kehati-hatian dalam pengelolaan
untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan stabilitas
moneter, dan sistem pembayaran yang aman, lancar,
efisien, dan handal. Untuk mendukung hal tersebut, Bank
Indonesia (BI) membuat aturan. Sebagai otoritas yang
memiliki kewenangan dalam sistem pembayaran, telah
menerbitkan dua peraturan. Peraturan tersebut adalah
Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Peraturan Anggota

12 | H a l a m a n
Dewan Gubernur (PADG) tentang Teknologi Finansial dan
Regulatory Sandbox.

PBI Nomor.19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan


Teknologi Finansial. Bank Indonesia (BI) mengatur
kewajiban pendaftaran di BI bagi Penyelenggara
Teknologi Finansial yang akan melakukan kegiatan sistem
pembayaran. Kewajiban pendaftaran tersebut
dikecualikan bagi Penyelenggara Jasa Sistem
Pembayaran yang telah memperoleh izin dari BI maupun
bagi Penyelenggara Teknologi Finansial yang berada
dibawah kewenangan otoritas lainnya.

Layanan keuangan digital (LKD) adalah suatu layanan


yang memanfaatkan teknologi digital seperti telepon
seluler (HP) atau pemanfaatan web melalui pihak ketiga.
LKD memberikan layanan keuangan baik dalam bentuk
jasa pembayaran, pengiriman dan sebagainya. Pihak
ketiga adalah perorangan/individu atau masyarakat
umum, dan bukan karyawan dari lembaga perbangkan
serta telah mendapatkan izin resmi dan atau memperoleh
lisensi untuk membuka cabang LKD. Sehingga, setiap
orang dari berbagai jenis profesi dapat menjadi agen
penyalur keuangan. Instrumen keuangan yang digunakan
untuk melakukan pembayaran digital yang dinamakan
sebagai uang elektronik (e-cash atau e-money).

Keberadaan LKD bertujuan untuk mengembangkan


pengetahuan keuangan digital bagi masyarakat Indonesia.
Keberadaanya juga untuk mendukung adanya trasparasi
penegelolaan keuangan, misalnya dalam penyaluran dana
bantuan pemerintah secara efektif. LKD juga memberikan
manfaat serta membantu masyarakat yang belum pernah
berhubungan dengan perbankan (unbanked segment).

13 | H a l a m a n
Keberadaan agen LKD juga dapat melayani operasional
dasar perbankan seperti pembukaan rekening uang
elektronik, penarikan uang tunai dan melakukan setoran
tunai.

1. EVOLUSI TEKNOLOGI KEUANGAN

E
volusi terbaru FinTech diawali startup yang
memberikan tantangan bagi pemerintah sebagai
regulator dan pelaku pasar sebagai pemain pasar.
Terutama
dalam

menyeimbangkan manfaat potensial dari inovasi tersebut


dengan kemungkinan risiko melalui pendekatan baru,
(Arner, J. Barberis, and Buckley (2016))
Prof Douglas W. Arner dari University of Hongkong,
membagi perkembangan Fintech kedalam empat era (lihat
Gambar 2). Diawali perkembangan Fintech 1.0 mulai
berlangsung antara tahun 1866 – 1967, dimana pada era
ini mulai muncul pengembangan infrastuktur dan
komputerisasi sehingga terbentuk jaringan keuangan
secara global. Kedua, Fintech 2.0 mulai berlangsung
antara tahun 1967 – 2008, dimana pada era ini
penggunaan internet dan digitalisasi di sektor keuangan
mulai tumbuh. Ketiga, Fintech 3.0 dan Fintech 3.5
berlangsung mulai dari tahun 2008 sampai sekarang.

14 | H a l a m a n
Fintech 3.0 merupakan era penggunaan telepon pintar
(smartphone) di sektor keuangan. Fintech 3.5 menjadi era
terbaru kemunculan entitas bisnis berbasis teknologi
keuangan dengan memanfaatkan peluang melalui inovasi
teknologi proses, produk dan model bisnis serta
perubahan perilaku masyarakat.

Gambar 2. Perkembangan Fintech

Sejarah berkembangnya revolusi industri diawali industri


1.0, 2,0,. 3.0 sampai 4.0. Perubahan tersebut menjadi
revolusi industri menjadi tidak terbendung. Diawali revolusi
industri 1.0 ditandai dengan proses produksi secara
mekanis agar dapat menciptakan efisiensi dan efektifitas
aktivitas manusia. Revolusi industri 2.0 mendorong
produksi masal dan standarisasi mutu. Revolusi industri
3.0 di tandai dengan produksi masal dan fleksibilitas
produksi yang berbasiskan otomatisasi dan penggunaan
robot. Terakhir revolusi industri 4.0, diawali dari proyek
negara Jerman yang mempromosikan penggunaan
komputerisasi pabrikasi dengan memanfaatkan cyber, fisik
dan kolaborasi pabrikasi (Irianto, 2017; Herman et al,
2015).

15 | H a l a m a n
1.1. Teknologi Keuangan 1.0 (1866-1987): Dari
Analog ke Digital

Sejarah FinTech diawali dari analog ke dunia digital


melalui dukungan teknologi di sektor keuangan. Pada
tahun 1966, dimulainya perkembangan jaringan
komputer dan internet memberi peluang bagi pengusaha
dibidang keuangan untuk mengembangkan bisnis secara
global.

Keuangan dan teknologi menjadi periode pertama


globalisasi keuangan pada abad ke-19, yang berlangsung
pada awal Perang Dunia I. Teknologi memiliki peran
dalam menyampaikan informasi lintas batas dan waktu,
termasuk informasi keuangan, seperti transaksi dan
pembayaran di seluruh dunia. J.M.Keynes
menggambarkan hubungan antara keuangan dan
teknologi sebagai berikut:

“Artinya penduduk London dapat memesan melalui


telepon sambil minum teh dari tempat tidur. Mereka dapat
memesan berbagai produk dari seluruh bumi, dengan
kualitas sesuai dengan keinginannya dan pengirimannya
dapat dilakukan dengan cepat. Pada saat yang sama,
cara yang sama dapat memperoleh kekayaan dari sumber
daya alam dari perusahaan diberbagai bagian dunia, dan
berbagi, tanpa usaha atau bahkan menimbulkan masalah”

Selanjutnya, teknologi berkembang pesat selama Perang


Dunia I, terutama di bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi. Ini dibuktikan dengan munculnya beberapa
perusahaan berbasis teknologi seperti International
Business Machine (IBM) pada tahun 1967. Pada tahun
1967, komunitas tersebut diperkenalkan oleh mesin ATM
yang menjadi transisi dari analog ke industri digital.
16 | H a l a m a n
Perusahaan yang bergerak dalam industri keuangan mulai
menggunakan teknologi dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya, seperti BACS (Bankers’ Automated
Clearing Services); US CHIPS (Clearing House Interbank
Payments System), SWIFT (Society of Worldwide
Interbank Financial Telecommunications) sebagai alat
dalam sistem pembayaran domestik interkoneksi lintas
batas. Meningkatnya penggunaan teknologi dalam
kegiatan operasional, menggantikan mekanisme berbasis
kertas, menjadi terkomputerisasi yang secara otomatis
meningkatkan kemungkinan terjadinya risiko, baik secara
internal maupun eksternal.

1.2. Teknologi Keuangan 2.0 (1987-2008):


Pengembangan Layanan Keuangan Digital
Tradisional.

Lembaga keuangan akan memaksimalkan penggunaan TI


untuk kegiatan internal perusahaan, secara bertahap
menggantikan sebagian besar bentuk mekanisme
berbasis kertas. Pada tahun 1970, teknologi tumbuh
dengan munculnya sistem yang memungkinkan investor
untuk saham secara elektronik. Pada 1980-an, Bank mulai
memperbarui perangkat lunak, sehingga data dapat
disimpan dengan aman.

17 | H a l a m a n
Industri perbankan telah menggunakan sistem pencatatan
data yang dapat diakses melalui komputer di era tahun
1980an. Diawal tahun tersebut, FinTech digunakan
dibagian back office bank serta fasilitas permodalan
lainnya. Tahun 1982an,
E-Trade membawa
FinTech ke arah yang
lebih terbuka dan inovatif
dengan diperbolehkan
sistem perbankan
melakukan operasional
secara elektronik.
Pertumbuhan internet di tahun 1990-an, model finansial E-
Trade semakin banyak digunakan oleh industri
perbangkan. Tahun 1990-an, penggunaan internet
menjadi stimulus terciptaanya model bisnis baru di sektor
Teknologi Keuangan. Misalnya situs brokerage saham
online yang memudahkan investor untuk menanamkan
modalnya. Situs web yang muncul ditujukan untuk investor
ritel, menggantikan model perantara penjualan eceran
yang dilakukan melalui telepon.
Tahun 1998, perbankan mulai mengenalkan online
banking. FinTech memberi solusi untuk digunakan
masyarakat dan semakin dikenal. Pembayaran yang
praktis. mudah dan berbeda jauh dengan metode
pembayaran konvensional. Layanan finansial digital lebih
efisien dengan menggunakan teknologi FinTech.
Automatic Teller Machine (ATM) menjadi contoh salah
satu inovasi terbesar di bidang keuangan, meskipun
inovasi teknologi yang terjadi di sektor industri keuangan
masih terfokus pada sisi bank, tanpa mempertimbangkan
kebutuhan pelanggan. Penggunaan Core Banking
System sebagai salah satu sistem yang digunakan
perbankan. Kehadiran Internet pada awal 1995
18 | H a l a m a n
menggeser Bank untuk berinovasi yang memungkinkan
pelanggan untuk tetap berhubungan secara virtual.
Dengan demikian, pada tahun 2001, setidaknya 8 bank di
AS telah menggunakan sistem e-banking dengan jumlah
pelanggan online 1 juta pelanggan (Hong Kong). Jadi
pada tahun 2001, pengeluaran perusahaan untuk
teknologi meningkat secara dramatis. Ini karena Bank
mulai menggeser sistem proses internal dan interaksi
dengan pelanggan mereka menjadi sepenuhnya digital.

Berdasarkan tersebut beberapa peraturan diperlukan


untuk melindungi hak-hak bank dan konsumen bank itu
sendiri. Kepala Eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong
meratifikasi peraturan pada tahun 1999. Bank Indonesia
mengedarkan Surat Edaran 6/18 / DPNP tentang
penerapan manajemen risiko untuk kegiatan layanan bank
melalui internet (internet banking) pada tahun 2014. Surat
Edaran mewajibkan Bank menerapkan manajemen risiko
sebagaimana diatur dalam kebijakan tertulis, prosedur dan
pedoman yang meliputi pengawasan aktif Dewan
Komisaris dan Direksi; Kontrol keamanan; Dan
manajemen risiko khususnya risiko hukum dan risiko
reputasi.

19 | H a l a m a n
1.3. Teknologi Keuangan 3.0 (2009-sekarang):
Demokratisasi Layanan Keuangan Digital.

Krisis Keuangan Global yang terjadi tahun 2008,


berdampak pada sektor perbankan dan keuangan.
Sementara itu, menurut (Hong Kong), Krisis Keuangan
Global telah memiliki
dua dampak besar
dalam hal persepsi
publik dan sumber
daya manusia.
Pertama ketika asal
mula krisis keuangan
menjadi lebih
dipahami secara
luas, persepsi publik
terhadap bank memburuk. Kedua, pengelola
memunculkan ketidakpercayaan terhadap sistem
perbankan tradisional. Di sisi lain, banyak profesional
keuangan yang kehilangan pekerjaan atau kurang
mendapat kompensasi. Dan juga generasi baru dari
keuangan yang berpendidikan tinggi. Selain itu, semakin
banyak regulasi pemain incumbent dan perubahan sosial
dan perilaku pelanggan. Masyarakat mencari alternatif
pendanaan yang lebih demokratis dan transparan dan
mampu memberikan lebih banyak nilai dalam setiap
transaksi yang dilakukan. Selain itu, meningkatnya
kebutuhan konsumen untuk mengakses akun keuangan
mereka dalam mengelola investasi mereka juga
menyederhanakan transaksi ponsel mereka, telah
mengarah pada aplikasi baru dan juga peningkatan
kebutuhan keamanan untuk transaksi online mereka
(Bukares).

20 | H a l a m a n
Pelanggan yang lebih tua cenderung berperilaku pasif
dalam pengambilan keputusan. Namun, mengubah
paradigma berpikir akan mengubah perilaku pelanggan
baru, berharap untuk menerima solusi, yang dapat
disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan investasi
mereka (Nicoletti, 2017).
Terjadinya perubahan mengharuskan perusahaan untuk
mengubah model bisnis menjadi berorientasi kepada
pelanggan, di mana produk dan layanan sesuai dengan
harapan pengguna, dan jika memungkinkan melalui
platform digital. Dari sisi eksternal, banyak start-up
Teknologi Finansial yang menargetkan generasi muda
menjadi target pasar yang menghabiskan lebih banyak
waktu menggunakan internet. Namun, di sisi lain, generasi
yang lebih muda hanya memiliki aset yang relatif lebih
sedikit daripada pelanggan yang lebih tua. Adanya
kesenjangan yang besar, terutama dengan generasi yang
lebih tua dan cenderung memiliki kekayaan dan
kemampuan finansial yang substansial. Untuk dapat
menjawab dilema, perusahaan harus dapat berinovasi
dengan berbagai cara untuk mengubah hubungan
pelanggan mereka dan menawarkan pendekatan baru
dalam layanan keuangan.

21 | H a l a m a n
2. TRANSFORMASI DIGITAL

T
ransformasi digital serta kemajuan teknologi telah
membawa perubahan pada perilaku pasar. Dimana
sebagian besar konsumen lebih cenderung untuk
melakukan transaksi secara online. Hanya dengan

perangkat smartphone yang terhubung dengan koneksi


internet, konsumen dapat membeli berbagai kebutuhan
mereka tanpa harus datang ke outlet. Jika perusahaan
tetap ingin dapat bersaing di era digital, maka kemudahan
ini juga harus disediakan di dalam bisnis.

Teknologi digital dapat dimplementasikan untuk transaksi


bisnis untuk memperoleh keuntungan dari sisi efisiensi
waktu dan penghematan biaya pengeluaran. Sebagai
contoh, jika bisnis memiliki cabang di beberapa kota maka
pengiriman dokumen antar cabang bukan lagi masalah.
Data atau dokumen dapat dengan mudah dibagi melalui
Google Drive atau pun Dropbox.

Penggunaan teknologi digital juga dapat menjangkau


bisnis kecil melalui target pasar yang luas. Jika
sebelumnya pemasaran dilakukan dengan membayar
iklan di televisi, radio, atau media cetak, kini pemasaran
dapat dilakukan secara online. Dengan membangun
sebuah website, bisnis kecil pun juga memiliki

22 | H a l a m a n
kesempatan untuk memasarkan layanannya ke seluruh
wilayah Indonesia.

2.1. Transformasi Digital Perbankan

Teknologi digital mempengaruhi setiap aspek perbankan.


Banyak lembaga
keuangan berupaya
untuk melakukan
transformasi digital
untuk memperoleh
manfaat dari teknologi
tersebut. Mereka
juga berharap untuk dapat bersaing dengan pesaing
teknologi besar dan fintech.

Digitalisasi menunjukkan transformasi guna mendukung


penggunaan teknologi dalam melayani pelanggan.
Organisasi yang ingin menjadi digital akan fokus pada
proses otomatisasi untuk menciptakan efisiensi.
Sebaliknya, perusahaan yang berfokus pada digitalisasi
bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif
dengan meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Transformasi digital bank terutama didorong oleh


kebutuhan pelanggan, yaitu pengalaman pelanggan dan
preferensi konsumen. Pendorong yang relevan lainnya
untuk digitalisasi operasional perbankan adalah pemain
baru yang tidak diatur; regulasi dan strategi perbankan
berdasarkan tradisi yang ada perubahan positif yang
disebabkan oleh transformasi digital adalah: model bisnis
yang lebih efisien, akuisisi segmen pelanggan baru dan
penetrasi ke pasar baru, di mana layanan baru
menciptakan sumber pendapatan baru.

23 | H a l a m a n
Salah satu perubahan utama dalam industri keuangan
adalah perubahan menjadi digitalisasi yang mengarahkan
transformasi kedalam ke sistem perbankan. Digitalisasi
menawarkan peluang baru bagi industri perbankan guna
menempatkan pelanggan kedalam pusat proses
pengembangan. Kehadiran teknologi baru akan
memberikan perubahan dan akan menggangu industri
pasar keuangan maupun nilai rantai layanan keuangan
ritel, serta memperkenalkan pesaing baru. Pemain lama
dan pendatang baru memiliki peluang untuk berinovasi
dan bisa mengadopsi teknologi digital. Kekuatan yang
membentuk perubahan ini menyebabkan industri
keuangan untuk mempertimbangkan kembali peran
perbankan dan Keuangan, lebih sebagai "enabler"
daripada penyedia produk dan layanan.

Pelanggan dapat merubah cara perusahaan dalam


memberikan layanan keuangan. Hal ini berarti perusahan
harus mampu untuk antisipasi dan mnedukung apa yang
menjadi keinginan pelanggan. Perbankan tidak
seharusnya menganggap transformasi digital hanya
sebagai cara untuk tetap unggul dalam persaingan. Bank
harus memastikan bahwa transformasinya sesuai dengan
strateginya, karena transformasi sebenarnya adalah
tentang strategi. Ada beberapa pertanyaan yang muncu,
diantaranya Apa yang terbaik untuk bisnis perbankan
saudara ? Di mana saudara berhasil dengan pelanggan?
Apa yang bisa membantu saudara untuk mendukung
keinginan pelanggan ?

Meskipun penting untuk bersaing dengan pesaing,


transformasi digital harus disesuaikan dengan kebutuhan
khusus bisnis keuangan. Setiap institusi memiliki proses
bisnis yang berbeda-beda, warisan infrastruktur,

24 | H a l a m a n
demografi pelanggan, dan sebagainya. Mari kita jelajahi
tiga pendekatan paling umum untuk transformasi digital
secara lebih rinci (lihat Gambar 3). Setiap opsi
menciptakan pengalaman pelanggan yang berbeda,
memiliki efek yang berbeda-beda pada profitabilitas, dan
dilengkapi dengan serangkaian tantangannya sendiri. Dari
sana, akan dibahas bagaimana saudara harus
menelusuri dalam transformasi digital sebagai bagian dari
strategi keseluruhan dan apa yang dapat dilakukan untuk
memulai sekarang.

Gambar 3 Tiga Respon Perbankan Dengan Cara


Berbeda Beda

Satu bank, misalnya, menggunakan application program


interfaces (API) untuk mengintegrasikan data di seluruh
kelompok produk dan fungsi. Lapisan integrasi ini
memberi pandangan karyawan 360 derajat dari pelanggan
dan mengatur panggung untuk kapabilitas modular, “plug
and play”. Ini juga berarti bahwa lini produk atau
peningkatan sistem dapat dengan cepat terhubung ke
jaringan yang lebih besar (lihat Gambar 4). Dengan data

25 | H a l a m a n
yang terintegrasi di seluruh organisasi, bank menjadi lebih
gesit, dan para pelanggannya menyadarinya. Alih-alih
beberapa situs untuk perbankan, kartu, dan pinjaman,
pelanggan sekarang memiliki akses ke semua akun
mereka dengan sekali masuk. Pelanggan juga dapat
memulai aplikasi pada perangkat seluler mereka dan
melakukan transisi dengan mulus ke desktop. Transaksi
juga lebih cepat. Dan sekarang karyawan dapat dengan
cepat mengubah data menjadi wawasan nyata, interaksi
pelanggan lebih disesuaikan untuk mereka. Bank ini
benar-benar berkomitmen untuk mentransformasikan
dirinya

Gambar 4. Digitalisasi Memungkinkan Perbankan


Mengupgrade Komponen Individu

Digitasi dapat meningkatkan pengalaman pelanggan lebih


dari pendekatan front-end-only karena peningkatan
infrastruktur dan organisasi. Bank yang menjalani jenis
transisi ini akan terlihat berbeda dengan cara berikut:

26 | H a l a m a n
a) Banyak bank membentuk kelompok transformasi
bisnis secara internal atau mendatangkan mitra
eksternal.
b) Karyawan dapat dialihkan ke peran bernilai lebih
tinggi di pusat keunggulan baru, karena konversi ini
menghilangkan kebutuhan untuk tugas manual
tertentu.

Kelemahan terbesar yang ditemukan bank dalam


pendekatan ini adalah prosesnya panjang. Karena
digitalisasi berfokus pada peningkatan individual,
diperlukan beberapa saat sebelum ruang lingkup penuh
dari proses bank telah dirombak. Namun, ini merupakan
pilihan bagus bagi bank yang perlu mengambil
pendekatan yang lebih bertahap. Mereka dapat menguji
peningkatan TI individu dan menunjukkan manfaat dengan
cepat begitu mereka ditayangkan. Seringkali, ini bisa
menjadi pendekatan yang hemat biaya. Ini juga bisa
menjadi penjualan yang jauh lebih mudah bagi para
pemimpin, menghindari beberapa konflik politik yang
sering kali diperkenalkan oleh transformasi penuh.

Perbaiki strategi jangka panjang

Penting untuk meninjau strategi organisasi jangka panjang


Anda. Hanya dengan begitu Anda dapat memutuskan
strategi transformasi digital mana yang tepat untuk bank
Anda. Langkah pertama yang baik adalah
mempertimbangkan pertanyaan seperti:

 Apa yang ingin kita ketahui?


 Segmen konsumen mana yang kami targetkan?
 Apa kemampuan inti kami dan bagaimana strategi
digital dapat memperkuatnya?

27 | H a l a m a n
Beberapa eksekutif bank mengatakan bahwa mereka
ingin mendigitalkan "segalanya," tetapi itu belum tentu
merupakan opsi terbaik. Lagi pula, setiap bank memiliki
serangkaian kemampuan inti yang berbeda, dan Anda
mungkin belum siap untuk transformasi digital penuh.
Setelah Anda memeriksa opsi, kami sarankan Anda
mempertimbangkan kompromi dan potensi konflik yang
terkait dengan setiap opsi, dengan mengingat faktor-faktor
seperti strategi dan budaya organisasi, teknologi yang
ada, tekanan biaya, dan selera risiko (lihat Gambar 5).
Penting juga untuk membahas strategi sumber daya
manusia, termasuk seperti apa tenaga kerjanya dalam
organisasi yang berubah

Gambar 5. Faktor Faktor Yang Menjadi Pertimbangan


Ketika Memilih Startegi Digital

Saudara tidak perlu memiliki rencana memeiliki baju


antipeluru yang lengkap sebelum memulai digitalisasi. Jika
saudara ingin menggunakan minimally viable banks

28 | H a l a m a n
(MVB), saudara dapat memilih satu produk untuk diuji
pada satu segmen pelanggan dalam satu saluran. Idenya
adalah untuk menguji dan memperbaiki konsep
berdasarkan respons pasar. Jika berhasil, Anda mungkin
menemukan bahwa:

 Orang lain akan melihat bukti bahwa teknologi


digital dapat mengarah pada pemrosesan yang
efisien dan peningkatan pengalaman pelanggan.
 Pemimpin lain akan melihat teladan Anda sebagai
cara untuk meningkatkan hasil bagi divisi mereka
sendiri.
 Pelanggan dapat ditransisikan ke bank digital
secara bertahap sementara tim bank digital terus
memperbaiki model dengan mempelajari apa yang
berhasil dan apa yang tidak.
Bahkan jika percobaan tidak berhasil, saudara akan
belajar pelajaran berharga yang dapat Anda
terapkan pada upaya kedua Anda.
Terlepas dari jalur yang Anda ambil, penting untuk
memulai. Merupakan ide yang bagus untuk
berfokus pada inisiatif yang secara langsung
memengaruhi pengalaman pelanggan dan yang
berpotensi memberikan penghematan biaya
dengan cepat. Hindari perbaikan cepat di area di
mana Anda pernah mengalami keluhan pelanggan
lama. Area-area tersebut kemungkinan besar
membutuhkan solusi yang sulit diidentifikasi dan
diimplementasikan. Langkah kecil dapat
menghasilkan buy-in dan membuka tabungan yang
dapat membantu membebaskan anggaran untuk
perubahan yang lebih besar di masa depan.

29 | H a l a m a n
Pentingnya transformasi digital di sektor keuangan:

1) Standardisasi Tinggi: Fungsi keuangan selalu


dianggap memiliki kinerja tinggi. Ketika terintegrasi
dengan sistem teknologi dengan proses dan data
terstandarisasi; mengarah ke standardisasi yang
lebih tinggi.
2) Fungsi Sangat Otomatisasi: Penerapan alat
teknologi baru mengarah pada otomatisasi proses
yang lebih tinggi untuk layanan seperti pengiriman
uang, pesanan pengadaan, pembuatan faktur, dan
verifikasi KYC.
3) Kinerja Lebih Cepat: Dengan mengadopsi big-data
dan alat pembelajaran mesin lainnya di bidang
keuangan, lebih mudah untuk memprediksi dan
memperkirakan anggaran yang memungkinkan tim
untuk menyelesaikan siklus akhir bulan sebelum
waktu.
4) Fungsi yang didorong oleh wawasan: Digitalisasi
telah memodifikasi model keuangan sedemikian
rupa sehingga sumber daya lebih berkonsentrasi
pada memperoleh wawasan daripada hanya
berfokus pada transaksi.
5) Peningkatan pengalaman pelanggan dan
karyawan: Tingkat informasi yang sama tersedia
dengan pelanggan dan karyawan dan dengan
demikian lebih sedikit kesalahan dalam
bertransaksi.
6) Pengiriman Layanan yang Lebih Baik: Sistem
warisan yang terintegrasi dengan teknologi baru
telah mengubah model operasi keuangan. Proses
terstruktur telah meningkatkan penyediaan layanan
yang lebih baik.

30 | H a l a m a n
Seiring dengan pentingnya, prioritas utama &
tantangan untuk layanan keuangan dan perusahaan
perbankan di dunia yang akan berdampak pada bisnis
mereka termasuk strategi yang tercantum di bawah ini:

1) Bertindak sesuai dengan persyaratan peraturan


yang dibuat ;
2) Mengurangi biaya dan atau meningkatkan margin
untuk operasi bisnis ritel ;
3) Segmentasi pelanggan yang ditingkatkan dan
diperluas ;
4) Peningkatan layanan, desain produk, dan saluran
promosi akan semakin efektif ;
5) Migrasi dari saluran fisik atau konvensional ke
platform digital
6) Mengintegrasikan sistem warisan dengan teknologi
baru mengikuti semua kepatuhan dan pedoman

Organisasi keuangan dapat menerapkan strategi ini


secara digital dan mengotomatiskan proses. Dampaknya
sedemikian sehingga ada peningkatan drastis dalam
melakukan operasi pelanggan dalam kerangka waktu
yang lebih rendah. Otomatisasi telah menyebabkan
perusahaan keuangan untuk memenuhi tenggat waktu
peraturan, mencapai risiko operasional dan transaksional
dan tetap kompetitif dengan berinvestasi dalam
teknologi.Transformasi digital telah membantu dalam
mengotomatiskan tugas-tugas monoton, manajemen
kepatuhan dan fungsi akuntansi & operasi yang mencakup
akun, laporan & analisis. Digitalisasi juga mengurangi
kemungkinan risiko siber dan meminimalkan kesalahan
yang terjadi karena eksekusi strategi yang kuat. Pada
gambar 6 dibawah ini memperlihatkan tranformasi

31 | H a l a m a n
teknologi keuangan yang mendukung pelayanan
keuangan nasabah sebagai berikut :

Gambar 6. Tranformasi Teknologi Keuangan

Diawali teknologi yang berkembang dimana ada 4 pondasi


yang berkembang, yaitu

Artificial Intelligence (AI) Big Data. Big Data and


Artificial Intelligence membawa generasi data platform
sentris yang mengubah industri jasa keuangan. Platform
ini melayani banyak institusi keuangan di Indonesia.
Teknologi tersebut dapat membantu sistem manajemen
yang kuat di industri finansial dan dapat mengidentifikasi
kelompok berisiko, misalnya mengajukan pinjaman di
berbagai platform.Inovasi yang dapat dikembangkan
berupa teknologi machine learning, predictive analytic.
Layanan keuangan yang dapat dikembangkan sebagai
alat pembayaran, pinjaman, simpanan, manajemen resiko,
keuntungan lainnya.

Distributed Computing. Distribusi komputer bertugas


mendistribusikan antara komputer yang berbeda untuk
fungsi komputasi yang harus dilakukan pada saat yang
32 | H a l a m a n
sama menggunakan Panggilan Metode Jarak Jauh atau
Panggilan Prosedur Jarak Jauh sedangkan dalam sistem
Cloud Computing, model jaringan berdasarkan permintaan
digunakan untuk menyediakan akses ke kumpulan
bersama yang dapat dikonfigurasi Layanan keuangan
yang dapat dikembangkan sebagai alat pembayaran,
pinjaman, simpanan, manajemen resiko, keuntungan
lainnya.

Criptography, adalah gabungan dari ilmu kriptografi dan


analisis sandi serta melakukan teknik pengamanan data
dari sisi kerahasiaan (confidentiality), keabsahan
pengirim/penerima (authentication), keaslian data
(integrity) dan pertanggungjawaban telah
mengirim/menerima (nonrepudiation). Inovasi dapat
dikembangkan berupa teknologi smart contracts,
biometrict. Layanan keuangan yang dapat dikembangkan
sebagai alat pembayaran, pinjaman, simpanan,
manajemen resiko, keuntungan lainnya.

Mobile Access adalah penggunaan perangkat seluler


(mis. Ponsel cerdas, tablet, atau perangkat yang dapat
dikenakan) untuk mendapatkan akses ke pintu, gerbang,
jaringan, layanan yang aman, dan lainnya. Solusi yang
diberikan memungkinkan organisasi memenuhi tuntutan
dunia seluler yang semakin meningkat khususnya untuk
mendukung fintech.

33 | H a l a m a n
2.2. Central Bank Digital Currency

Mata uang digital bank sentral (CBDC), disebut juga digital


fiat currency atau digital base money. CBDC merupakan
bentuk digital dari
fiat money (mata
uang yang
ditetapkan sebagai
uang berdasarkan
peraturan atau
hukum
pemerintah). Mata uang digital bank sentral berbeda dari
mata uang virtual dan cryptocurrency, yang tidak
dikeluarkan oleh negara dan tidak memiliki status tender
yang dinyatakan oleh pemerintah. Dengan demikian, mata
uang digital publik dapat bersaing dengan deposito bank
komersial dan menghadapi status quo dari sistem
perbankan cadangan fraksional saat ini.

34 | H a l a m a n
Mata uang
digital bank
sentral
(CBDC)
adalah
ekstensi
digital dari
media
pertukaran bank sentral yang dapat menyelesaikan
transaksi secara permanen antar pihak. Bank sentral
mampu menghilangkan risiko kredit dan memastikan
stabilitas dengan menjamin nilai CBDC, persis seperti
uang kertas. Dan siapa pun yang terikat pada bank sentral
di jaringan dapat secara instan mentransfer nilai antara
orang lain yang terikat pada bank sentral mana pun di
jaringan. Nilai menentukan blockchain untuk bisnis adalah
kemampuan untuk berkolaborasi antar jaringan dan itu
adalah salah satu kasus penggunaan blockchain.
Untuk dapat memahami bagaimana cara kerja
cryptocurrency, dapat dijelaskan sebagai berikut :

 Public Ledgers (Buku Besar Umum) :


Keabsahan pencatatan Buku besar (ledger) dengan
menggunakan teknik kriptografi untuk memastikan
dompet digital (wallet) yang berkoresponden dan
dapat menghitung jumlah saldo yang dihitung
secara akurat. Setiap transaksi baru terjadi untuk
memastikan menggunakan koin (bitcoin) yang
dimiliki. Bitcoin memberi nama buku besar umum
sebagai “transaction block chain” (rantai blok
transaksi).
 Transactions (Transaksi) : Setiap transaksi terjadi
berupa transfer dana antara dua dompet digital
dinamakan transaksi digital. Transaksi yang terjadi
35 | H a l a m a n
dimasukkan ke dalam buku besar umum dan
menunggu adanya konfirmasi. Tanda tangan
elektronik terenkripsi digunakan untuk transaksi
dompet digital. Tanda tangan digital dinamakan
tanda tangan kriptografi dan menyediakan bukti
matematis bahwa transaksi berasal dari pemilik
dompet. Proses konfirmasi tanda tangan digital
membutuhkan waktu ( 10 menit untuk Bitcoin).
 Mining (Menambang) : Proses mengkonfirmasikan
transaksi dan menambahkannya ke dalam buku
besar umum dinamakan Mining. Untuk dapat
memasukkan transaksi ke dalam buku besar,
“penambang” dibutuhkan rahasinya yang cukup
rumit. Mining menjadi sumber terbuka, sehingga
semua pengguna dapat mengkonfirmasi transaksi.
Mining, dalam memecahkan teka-teki dapat
menambahkan “blok” transaksi ke dalam buku
besar. Tidak semua pengguna dapat
menambahkan atau mengubah blok semaunya
bilamana ada transaksi, blok, dan buku besar
blockchain umum. Semua transaksi yang terkait
bersifat permanen, dan dapat menambahkan
semua biaya transaksi kecil ke dompet penambang
(bersama dengan koin yang baru dibuat), setelah
blok ditambahkan ke dalam buku besar. Sistem
proof-of-work dikatakan apabila proses
menambang dinyatakan sebagai semua hal yang
memberikan nilai pada koin.

36 | H a l a m a n
Kecepatan transaksi Cryptocurrency - Dalam hal
pemrosesan transaksi, perantara seperti bank secara
tradisional dipandang sebagai gangguan yang perlu.
Dalam meninjau
dan
mengotorisasi
pembayaran,
mereka telah
menyediakan
layanan vital.
Tetapi tergantung
di mana
pembayaran dilakukan, ke mana mereka dikirim. Jumlah
yang dikirim, ini bisa memakan waktu: transaksi
internasional khususnya bisa memakan waktu hingga tiga
hingga lima hari.

Kecepatan transaksi Cryptocurrency merupakan titik nyata


bagi konsumen, teknologi blockchain dapat membantu
mempermudah terdistribusi dan terdistribusi digital dapat
mencatat pembayaran apa pun yang dilakukan tanpa
perlu perantara. Ini berarti pemrosesan transaksi lebih
cepat dan biaya transaksi lebih rendah. Blockchain bukan
hanya menarik bagi penggemar crypto. Lembaga
keuangan tradisional, di dalam sektor-sektor seperti
perbankan dan asuransi, juga aktif bereksperimen
dengannya. Selain itu, ada sejumlah lembaga keuangan
yang mengembangkan bukti konsep untuk memfasilitasi
transaksi yang lebih transparan dan aman..

Nilai dari central bank digital currency ditetapkan secara


nominal. Central bank digital currency (CBDC) dapat
diimplementasikan dengan menggunakan sistem berbasis

37 | H a l a m a n
akun sehingga menghindari kegiatan mining yang terlibat
dalam menghasilkan mata uang virtual seperti bitcoin.

Walaupun konsep CBDC masih bersifat teoritis, evolusi


teknologi baru seperti distributed ledger technology dapat
meningkatkan penerapan CBDC. Pada tingkat tinggi
CBDC akan menjadi sarana penyimpanan digital dari
suatu nilai (uang) dan sekaligus merupakan metode
pertukaran yang dikeluarkan oleh bank sentral. Secara
teoretis, CBDC memperkenalkan mekanisme digital baru
untuk penyelesaian real-time antar individu.

Central bank digital currency (CBDC) dimaksudkan agar


dapat menjadi alat tukar dengan bentuk uang lain (seperti
uang kertas, koin
dan deposito di
bank) berbanding
1:1. CBDC
dikeluarkan dalam
bentuk alternatif
yang dapat
ditukarkan dengan mata uang fiat yang disimpan di bank
sentral dan dibayar sesuai dengan permintaan pemiliknya.
CBDC diterbitkan dalam bentuk baru money supply di
samping penerbitan uang bank sentral secara tradisional.
Tujuan utama CBDC adalah untuk memperluas akses
terhadap kewajiban bank sentral (seperti uang kertas dan
koin) dalam bentuk digital perlu dirancang agar praktis
secara fungsional (misalnya, tidak hanya dapat diakses
melalui jaringan proprietary, seperti SWIFT atau Fedwire).
CBDC memperhitungkan deposit liabilities yang terdaftar
secara elektronik di neraca bank sentral, Bjerg (2017).
Akses terhadap deposit bersifat universal, artinya dapat
dipegang dan digunakan oleh semua pengguna di dalam
38 | H a l a m a n
perekonomian. Bank sentral mengeluarkan liabilities
untuk mengkredit rekening pengguna uang. Secara
sesederhana dapat disimpulkan bahwa CBDC merupakan
uang elektronik yang dikeluarkan bank sentral serta dapat
diakses secara universal.
Karakteristik CBDC didesain dengan baik, Bordo dan
Levin (2017). Karakteristik sebagai berikut :

i. Practically costless medium of exchange


CBDC dibuat berbasis akun. Rekening dapat
ditempatkan langsung di bank sentral atau
melalui public-private partnership dengan bank
umum.
ii. Secure store of value
Pemberikan rate of return sesuai dengan aset
bebas risiko yang diberikan CBDC dalam
bentuk bunga. Misalnya Alat utama untuk
melakukan kebijakan moneter adalah sekuritas
jangka pendek pemerintah dan suku bunga
CBDC.
iii. Gradual obsolescence of paper currency
CBDC dapat dibuat untuk umum dengan biaya
transfer gradual, dimana transfer antara uang
tunai dan CBDC. Dampaknya, penyesuaian
terhadap suku bunga CBDC tidak akan dibatasi
oleh effective lower bound.
iv. True price stability
Kerangka kebijakan moneter memungkinkan
dilaksanakan karena nilai aktual CBDC akan
tetap stabil sepanjang waktu dalam kaitannya
dengan Indeks Harga Konsumen. Perilaku
kebijakan moneter yang sistematis dan
transparan terwujud dengan adanya Kerangka
kebijakan moneter.
39 | H a l a m a n
Kesimpulan

Fintech merupakan inovasi dalam sistem layanan


keuangan yang memberikan berbagai keuntungan, ada
beberapa alasan dalam mendukung keberadaan Fin-Tech
sebagai berikut :

1) Unbundling: Secara historis, lembaga keuangan


berfungsi sebagai toko serba ada menyediakan
kebutuhan keuangan nasabah. Semakin banyak
kebutuhan nasabah yang dapat dilayani oleh
perbangkan, akan membuat nasabah menjadi
nyaman.
2) Menciptakan produk dan layanan yang lebih baik
dan lebih inovatif: Startup fintech memiliki peluang
untuk menciptakan produk dan layanan yang lebih
baik dari yang sudah ada sebelumnya.
3) Merubah pengalaman pelanggan menjadi lebih baik
: Lembaga keuangan tradisional perlu melakukan
perubahan untuk mempertahankan nasabah untuk
menjadi loyal. Salah satunya dengan menggunakan
FinTech sebagai terobosan baru dalam
memberikan pelayanan. Belajar dari pengalaman
nasabah terdahulu akan memberikan inovasi dalam
penciptaan FinTech.
4) Menawarkan harga yang lebih baik: Perusahaan
Fintech memberikan harga yang lebih baik
dibandingkan perbankan konvensional dan
memberikan harga yang lebih menarik.
5) Menargetkan pasar yang tidak terlayani: Banyak
startup fintech berharap tidak hanya untuk
membangun bisnis yang melayani pasar yang
kurang terlayani tetapi juga untuk
memanfaatkannya sebagai pijakan untuk ekspansi

40 | H a l a m a n
selanjutnya ke pasar lain atau menarikke pasar
awal mereka.
6) Menggunakan solusi inovatif: Berkat penggunaan
teknologi canggih dan proses pembelajaran,
perusahaan fintech dapat memberikan layanan
menarik ke berbagai segmen pasar.
7) Konsep dasar dari CBDC merupakan penggunaan
mata uang digital untuk menggantikan peran uang
kertas atau koin dalam transaksi keseharian,
berbeda dengan Bitcoin, CBDC berada dibawah
naungan bank sentral.
8) Pengembangan CBDC yang dibangun diatas
jaringan blockchain dapat memberikan manfaat
berupa efisiensi dan mengurangi biaya. Bersinergi
dengan perusahaan FinTech dapat meningkatkan
persaingan untuk rekening deposito dan
pembayaran, yang berarti manfaat yang dipeoleh
lebih banyak untuk pelanggan maupun perusahaan
itu sendiri.

3. DISKUSI

3.1. Studi kasus

Deretan Teknologi yang Mengubah Cara Perbankan


Bekerja

Kapan saudara datang terakhir ke bank untuk menyetor /


mengambil uang atau sekadar mengecek saldo terakhir ?
Bagaimana dalam satu minggu terakhir ? Jika tidak,
berarti saudara termasuk generasi Y dan millennial yang
sudah terbiasa menggunakan teknologi perbankan.
Teknologi Informasi perbanakan telah mengambil peran
besar di semua aspek kehidupan aktivitas manusia

41 | H a l a m a n
Teknologi Informasi telah menrubah semuanya, termasuk
cara manusia untuk melakukan aktivitas perbankan .

Dengan bantuan teknologi perbankan, nasabah bank tidak


perlu lagi berinteraksi dengan teller untuk
menyetorkan/mengambil uang, mengecek saldo, atau
melakukan transfer antar bank. Hampir semua aktivitas
perbankan dapat dilakukan diujung jari melalui
menggunakan smartphone. Jenis aktivitas perbankan
menjadi semakin kompleks dan beragam, yang menuntut
dunia perbankan untuk terus berkembang. Tidak menutup
kemungkinan di masa yang akan datang jumlah bank
konvensional akan berkurang atau akan hilang sama
sekali, karena seluruh transaksi dapat dilakukan via
internet atau secara online..

Pada narasi ini akan dibahas tentang beberapa teknologi


perbankan yang berperan serta untuk mengamankan
serta mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi
keuangan.

Pertanyaan

1) Coba jelaskan teknologi perbankan yang pernah


saudara gunakan ?
2) Apakah ada kelemahan serta solusinya dalam
penggunaan teknologi perbankan ?
3) Apakah saudara memiliki pengalaman dalam
menggunakan fintech dan jelaskan bagaimana
penggunaanya.

42 | H a l a m a n
3.2. Question and Answers

1) Apa faktor-faktor kunci yang mempengaruhi


industri FinTech saat ini?
2) Bagaimana dan jelaskan keberadaan Central bank
digital currency (CBDC) ?
3) Apa yang harus dipertimbangkan FinTechs dalam
mengembangkan produk-produk keuangan ?
4) Peluang apa yang ditawarkan fintech dalam hal
mengembangkan pasar layanan keuangan digital
yang kompetitif ?
5) Bagaimana Eropa bisa mendapat manfaat dari
teknologi keuangan dibandingkan dengan pasar
lain seperti Amerika atau Asia?

43 | H a l a m a n
BAB. 2
INOVASI FINTECH

T
ransformasi digital sedang berlangsung di industri
jasa keuangan, dengan sejumlah inovator non bank
yang menawarkan produk dan layanan teknologi
keuangan yang dihadapi pelanggan dan lembaga
keuangan. Transformasi digital mencakup ekonomi pasar
berkembang di banyak tempat menawarkan alternatif
digital yang
layak bagi Bank
tradisional.

Salah bentuk
tranformasi
digital adalah
Financial
technology
(Fintech). Financial technology merupakan teknologi
inovatif yang bertujuan untuk mengoperasikan layanan
keuangan tradisional menggunakan program komputer
dan teknologi informasi (TI)(Oxford Dictionary).

Inovasi Fintech adalah perusahaan induk untuk ekosistem


perusahaan Fintech yang didedikasikan untuk
memberikan manfaat penuh dari teknologi keuangan yang
berkembang, seperti perbankan terbuka, penyelesaian
pembayaran global, dan manajemen keuangan pribadi.

Pelayanan yang diberikan mulai dari membuka rekening


hingga underwriting asuransi dan pembuatan profil kredit,
FinTech startups memberi dukungan berbagai layanan

44 | H a l a m a n
Bank tradisional dan membalik model bisnis konvensional
menjadi di industri keuangan berbasis digital.

Menurut laporan (Global FinTech Survey 2017) industri


fintech terdiri dari pembayaran (84 persen), transfer dana
(68 persen), keuangan pribadi (60 persen), pinjaman
pribadi (56 persen), deposito tradisional/rekening
tabungan (49 persen), asuransi (38 persen) dan jasa
manajemen kekayaan (38 persen).

1. TAHAPAN INOVASI PELAYANAN KEUANGAN

I
novasi fintech akan memberikan penawaran yang
dapat lebih dan kompetitif di setiap lini bisnis layanan
keuangan. Solusi baru di pasar termasuk peer-to-peer
lending; pengecer dan UKM yang dapat menawarkan
hipotek dan
kredit mobil;
Robo-Layanan
penasehat;
kerumunan-
pendanaan;
asuransi peer-
to-peer secara
online.Pengoptimalan pembayaran (dengan rel
pembayaran baru yang memanfaatkan teknologi seperti
blockchain); dan banyak lagi.

Dalam banyak kasus, Semua inovasi mengarah pada


efisiensi pengelolaan perbankan.Perubahan layanan
perbankan tradisional yang tinggi yang telah lama
menguntungkan pada akhirnya akan digantikan oleh
Penawaran fintech yang berbiaya rendah, sangat efisien,

45 | H a l a m a n
dan berorientasi pelanggan. Bukan hanya perusahaan
fintech yang menjaga layanan keuangan profesional di
setiap waktu dan tempat.

Jelas, saatnya bagi lembaga keuangan untuk melangkah


mundur dari pola pikir risiko-penghindaran yang
menghambat inovasi. Perbankan tradisional yang tidak
memiliki gagasan dan inovasitif peneyelenggarakan
operasional pelayanan keuangan sedikit emi sedikit mulai
akan terpinggirkan. Mulai saatnya lembaga keuangan
melakukan inovasi dan terobosan baru.

Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan


lembaga layanan keuangan untuk menghadirkan inovasi
yang kompetitif dan mutakhir ke pasar, yaitu :

a. Mendorong Partisipasi Jaringan (Encourage


Network Participation)

Untuk mendorong semua karyawan dan mitra untuk


membantu mendorong inovasi, perusahaan perlu
menerapkan teknologi yang secara efektif berbagi
informasi yang sesuai, mengkomunikasikan
bagaimana semua orang dapat berkontribusi, dan
memungkinkan partisipasi yang mudah.Pelanggan dan
influencer eksternal berpotensi penomoran dalam
jutaan harus diundang untuk berbagi ide mereka juga.
Misalnya, dengan alat manajemen inovasi yang
canggih, Dengan teknologi yang tepat di tempat,
lembaga keuangan dapat membuat sebuah forum
inovasi yang menghasilkan ribuan ide dari kontributor
internal dan eksternal.Tidak ada lagi perusahaan
mampu untuk berinovasi secara ketat, untuk
melakukan inovasi yang efektif, terlibat dengan
pelanggan dan penyedia eksternal sangat penting.

46 | H a l a m a n
b. Dengarkan Percakapan Digital Yang Lebih Baik
(Listen Better To Digital Conversations )

Organisasi perlu mengumpulkan lebih banyak


informasi dari jumlah yang berkembang pesat sumber
daya yang tersedia saat ini.Selain penyedia informasi
tradisional, lembaga keuangan harus meningkatkan
keterampilan mendengarkan sosial mereka untuk
menemukan peluang yang tercermin dalam jutaan
percakapan digital.

Alat yang ada di sana. Sistem manajemen inovasi


yang paling modern memiliki kemampuan yang
menangkap sentimen pelanggan, mengidentifikasi
reaksi sosial terhadap produk dan layanan, dan
memantau tren rekan.

Dilengkapi dengan analitik sosial bawaan yang


melacak penawaran produk khusus perusahaan,
Dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam
tentang umpan balik pelanggan untuk tujuan
menciptakan Penawaran inovatif yang selaras dengan
preferensi pasar.

c. Perhatikan dan Pahami semua Ide serta


Korelasinya (Thoroughly Document Ideas And
Understand Correlations Between Them)

Untuk mempercepat proses inovasi, lembaga


keuangan harus mencatat dan menyimpan semua
dokumen yang terjadi. Perusahaan jasa keuangan juga
memahami keterkaitan ide dengan persyaratan
regulasi juga penting, karena upaya kepatuhan
terhadap peraturan umumnya mengambil sebagian
besar investasi keuangan untuk perusahaan. Oleh

47 | H a l a m a n
karena itu, untuk memahami investasi regulasi-dan
memanfaatkan mereka di mana mungkin untuk
menciptakan pendapatan dan menghasilkan ide
merupakan sebuah konsep yang harus dieksplorasi
untuk menghindari siloed pengeluaran peraturan.

d. Mensintesis Konsep serta dukungan Proposal


(Synthesize Concepts And Create Instant
Proposals )

Perusahaan yang mengoptimalkan kolaborasi sosial


antar pemangku kepentingan memiliki kemampuan
untuk lebih cepat mengidentifikasi, menyempurnakan,
dan memajukan inovasi yang akan memberikan nilai
bisnis tertinggi.

Untuk ide yang memiliki potensi, kasus bisnis dan


proposal harus dibuat untuk membuat keputusan
investasi, karena pendanaan biasanya hanya tersedia
untuk beberapa investasi atau evaluasi.Untuk
perusahaan yang inovatif, harus ada ratusan ide yang
berpotensi tinggi yang harus dievaluasi terhadap
berbagai kriteria, seperti ROI, profitabilitas, pangsa
pasar, atau keselarasan dengan tujuan organisasi
kunci.Dengan kata lain, "Uberization" dari proses
penciptaan proposal secara substansial membantu
mempercepat inovasi di perusahaan.

Dengan teknologi manajemen inovasi yang hebat,


perusahaan dapat mengevaluasi konsep terhadap
metrik yang bisa dikonfigurasi untuk menentukan
apakah suatu ide atau versi mana dari sebuah ide
dapat mencapai ekspektasi. Kemampuan analisis
prediktif memungkinkan tim inovasi untuk menjalankan
proposal melalui skenario "Bagaimana jika" yang rumit

48 | H a l a m a n
untuk secara andal memperkirakan seberapa baik ide
akan bekerja, atau untuk mengidentifikasi hambatan
yang tidak terdeteksi terhadap kesuksesan.

e. Memantau Dan Melaporkan Status Dan Hasil


(Monitor And Report On Status And Results)

Membina inovasi yang berkesinambungan


membutuhkan organisasi untuk melacak hasil proyek
individual, dan dari keseluruhan program inovasi.
Mengelola Pipeline inovasi membutuhkan pemantauan
KPI seperti jumlah ide yang diajukan, kualitas ide,
tingkat konversi ide di pipa, pencapaian ROI, dll. Metrik
ini harus berasal dari proses inovasi yang mendasari
untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan cepat
dapat dilakukan jika tujuan inovasi tidak terwujud.

Berbagi informasi yang sesuai dengan anggota tim


proyek tahap awal-serta manajemen senior, pemangku
kepentingan utama, dan semua karyawan dan mitra
lainnya-akan mengkomunikasikan nilai inovasi.

f. Memberikan Reward Kepada Inovator (Reward


The Innovators)

Mengenali orang secara aktif berpartisipasi dalam


program inovasi sangat penting untuk keberhasilan
yang berkelanjutan.Sebagian besar ide tidak akan
melewati tahap peninjauan awal, penting bahwa
pengakuan diberikan kepada orang yang terus
berpartisipasi. Praktik terbaik manajer inovasi
memastikan bahwa kontribusi masing-masing
karyawan dapat dirujuk dalam tinjauan kinerja mereka
secara keseluruhan.Hal ini membantu mereka untuk
diakui dan dihargai karena ide mereka dan membantu

49 | H a l a m a n
perusahaan mengidentifikasi inovator yang paling
handal dan produktif.

Sebagai perusahaan jasa keuangan yang terlihat untuk


menjadi lebih inovatif, ada beberapa pertanyaan yang
diajukan berikut:

a) Apakah organisasi memiliki strategi inovasi


selaras dengan strategi perusahaan?
b) Apakah organisasi berfokus pada inovasi
inkremental, atau pada ide terobosan di mana
penawaran layanan baru dibuat oleh perubahan
teknologi dan model bisnis secara bersamaan?
c) Apakah organisasi memiliki perpaduan yang
tepat dari jenis inovasi inkremental dan
terobosan dalam portofolio ?
d) Apakah organisasi terlibat dengan pelanggan,
menggunakan umpan balik mereka untuk
mempengaruhi portofolio masa depan?
e) Bagaimana bermitra dengan ekosistem
pelanggan, mitra, pemasok, dan perusahaan
fintech lainnya?
f) Apakah organisasi memiliki pendekatan "cepat
gagal" untuk cepat menguji dan menolak ide
bernilai rendah dan mendorong orang yang
bernilai tinggi ke tahap berikutnya?
g) Apakah inovasi desentralisasi untuk
menghasilkan ide melalui saran terbuka?
h) Apakah memiliki seperangkat Key Performance
Indicator (KPI) dan metrik untuk mengukur
proses inovasi di organisasi ? Dapatkah laporan
tentang Key Performance Indicator (KPI)
tersebut diproduksi secara otomatis?

50 | H a l a m a n
i) Apakah organisasi memiliki mekanisme untuk
terlibat dengan karyawan, memahami dan
menghargai kontributor atas inovasi, dan
menumbuhkan budaya inovasi dalam
organisasi?
j) Apakah organisasi memiliki mekanisme yang
bernilai tinggi ide dapat dikonversi ke proposal
standar oleh siapa pun dalam organisasi?
Dapatkah inovasi manajer dengan cepat
membuat keputusan investasi persetujuan di
sebuah gagasan besar yang potensial.

2. MODEL BISNIS FINTECH

I
stilah FinTech adalah kombinasi dari dua kata;
keuangan dan teknologi. FinTech mengacu pada
penerapan teknologi di dunia keuangan.Sejak
munculnya FinTech, industri keuangan telah mengalami
perubahan radikal.FinTech telah mempengaruhi hampir
semua aspek industri keuangan termasuk perbankan ritel,
perbankan investasi, hedge fund dll.

Penerapan teknologi tidak lebih terbatas pada operasi


harian industri keuangan.Sebaliknya, teknologi telah
mudah digunakan oleh industri
keuangan untuk menjangkau
pelanggan mereka lebih
efektif.Ini telah memungkinkan
mereka untuk beroperasi
sepanjang waktu. FinTech
adalah model yang sangat luas dan memiliki potensi
inovasi yang tak terbatas.Hal ini disebabkan oleh
kedatangan FinTech bahwa Mobile Banking memegang di

51 | H a l a m a n
dunia kontemporer.Nasabah dapat dengan mudah
melakukan transaksi keuangan mereka melalui ponsel
mereka.Akses yang dilakukan oleh orang biasa pada
industri keuangan telah sangat difasilitasi oleh FinTech.
Industri FinTech memiliki potensi yang sangat besar untuk
inovasi. Ada cara tak terbatas melalui mana teknologi
dapat berbaur dengan keuangan dalam rangka untuk
menawarkan layanan yang sama sekali baru. Meskipun
ada banyak model bisnis FinTech, beberapa yang paling
inovatif dibahas secara rinci di bawah ini.

a. Bitcoin

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat


mata uang virtual, tetapi sering menghadapi
hambatan dan akibatnya harus ditinggalkan.Bitcoin
ternyata menjadi salah satu mata uang kripto yang
paling inovatif dan
aman atau mata
uang virtual.Karena
jaringan yang sangat
aman, bitcoins
diterima secara luas
sebagai mata uang
virtual dan bahkan
dapat dibeli dengan imbalan mata uang riil.

Bitcoin adalah perangkat lunak yang


memungkinkan sistem pembayaran online.Bitcoins
berfungsi sebagai mata uang dalam transaksi
online.Pemilik bitcoins memiliki kunci pribadi, yang
menunjukkan kepemilikan bitcoins.Selain itu,
Bitcoin tidak memiliki otoritas pusat yang memiliki
atau mengatur semua mata uang, dan itulah yang
membuatnya unik dan aman.Transaksi dilakukan
52 | H a l a m a n
melalui teknologi peer-to-peer.Siapapun dapat
bergabung dengan Bitcoin dan dapat menikmati
transaksi online.Selain itu, pembayaran biaya
bersifat sukarela; itu dibayar ketika pemrosesan
transaksi harus dipercepat. "

Meskipun Bitcoin mendapat pengakuan besar-


besaran, pemerintah dari berbagai negara skeptis
dalam menyatakannya sebagai pengganti lengkap
untuk mata uang riil mereka. Cina, misalnya, tidak
secara terbuka mendorong pertukaran Bitcoin
untuk Yuan dan memiliki proses yang sangat diatur.
Amerika Serikat, di sisi lain, jauh lebih bersahabat
terhadap Bitcoin.Meskipun semua masalah yang
terkait dengan Bitcoin, ini memiliki potensi besar
untuk menjadi bagian utama dari sistem
pembayaran online.Banyak perusahaan terkenal
seperti Microsoft merenungkan kemungkinan
investasi dalam mata uang virtual. Apple sudah
datang dengan beberapa aplikasi dalam hal ini,
seperti, Apple Pay. Google Wallet adalah ciri lain
dalam bidang ini

b. Tag tunai

Tag Cash memiliki model bisnis FinTech yang


sangat inovatif.
Tag Cash telah
sangat
mengurangi
kerepotan
membayar dan
menerima uang
secara online.
Dalam rangka untuk mentransfer uang melalui
53 | H a l a m a n
saluran perbankan yang khas, Kode SWIFT dan
IBAN digunakan untuk memproses transaksi.Kode
SWIFT dan IBAN adalah identitas perbankan
individu.Tanpa nomor ini, transfer uang antar
rekening bank tidak dapat dilakukan.

Tag Cash mengembangkan model bisnis yang unik


di mana transaksi keuangan dapat dilakukan
melalui email, Facebook atau telepon dalam
lingkaran sosial seseorang. Dengan menggunakan
kontak telepon, kontak Facebook, atau alamat
email, tag Cash menghubungkan akun bank
pengirim dan Penerima dan memproses transaksi
yang sesuai. Seseorang dapat dengan mudah
mentransfer uang ke teman dengan tag Cash tanpa
bertukar rincian numerik lengkap tentang rekening
bank. Dalam istilah sederhana, transfer
berlangsung dengan nama tidak dengan angka.
Karena sifat sensitif dari bisnis Tag Cash, itu
memberikan keamanan tingkat bank untuk
transaksi online dan semua informasi keuangan
dijaga ketat.

c. Oradian

Oradian adalah penyedia perangkat lunak yang


melayani
kebutuhan lembaga
keuangan
mikro.Lembaga
keuangan mikro
memberikan
layanan keuangan
kepada individu

54 | H a l a m a n
atau bisnis lokal yang menemukan kesulitan dalam
mencari jasa keuangan melalui saluran perbankan
tradisional. Klien dari lembaga keuangan mikro
milik kelompok berpenghasilan rendah dan karena
itu, lembaga keuangan mikro menyediakan layanan
khusus.Oradian mengembangkan sistem inti yang
berkaitan dengan keuangan mikro.Sistem mereka
membantu lembaga keuangan mikro untuk
mengelola klien mereka lebih efisien.Selain itu,
Oradian menyediakan software yang memudahkan
operasi sehari-hari dari lembaga keuangan mikro.
Daerah di mana sistem Oradian dapat membantu
lembaga keuangan mikro adalah:
 Deposit pelacakan
 Keamanan
 Manajemen portofolio pinjaman
 Administrasi
 Akuntansi

Model bisnis FinTech yang Oradian terutama


mengandalkan menciptakan ceruk dalam industri
microfinance. Sebagai ketidaksetaraan pendapatan
di dunia meningkat ke tingkat yang luar biasa,
dunia perlu mendorong usaha kecil.Pengembangan
lembaga keuangan mikro memainkan peran
penting dalam hal ini.Negara berkembang sangat
mendorong lembaga keuangan mikro.Dengan
mendisperkan kredit untuk usaha kecil,
perekonomian menghidupkan luar biasa.Dengan
model bisnis FinTech yang unik ini, Oradian
menargetkan pasar yang memiliki potensi
pertumbuhan yang sangat besar. Oradian membuat
lembaga keuangan mikro berteknologi tinggi, yang
akan sangat meningkatkan produktivitas mereka.

55 | H a l a m a n
d. Satago

Satago mengotomatiskan akun piutang dari suatu


organisasi.Dengan
menjadi terdaftar, Satago
menghubungkan ke sistem
akuntansi bisnis dan
mengelola rekening
piutang yang
sesuai.Satago mencatat piutang dan
memungkinkan untuk menempatkan pengingat
pada debitur dari siapa pembayaran jatuh
tempo.Selain itu, juga dapat melacak
persediaan.Satago mampu mengatasi setiap aspek
piutang dan itulah yang menjadikannya pilihan
cerdas.

Dengan menghubungkan ke perangkat lunak


akuntansi, Satago mendapatkan akses ke buku
penjualan. Dari sana ia dapat melacak
pembayaran, tempat pengingat dan bahkan posting
surat permintaan pembayaran kepada klien dari
siapa pembayaran jatuh tempo. Satago pergi mil
ekstra dengan menganalisis frekuensi pembayaran
klien.Kemudian mengklasifikasikan klien sesuai
dalam rangka untuk memperbarui pemilik bisnis
tentang kebiasaan pembayaran pelanggan
mereka.Karena Satago, bisnis tidak perlu
menginvestasikan sumber daya yang kuat dalam
mengelola rekening mereka piutang; Satago
melakukan seluruh pekerjaan luar biasa.

e. Pajak Sederhana (Simple Tax)

56 | H a l a m a n
Pajak sederhana adalah perangkat lunak yang
membuat proses pengajuan pajak lebih mudah.
Perangkat lunak ini saat
ini melayani pasar
Kanada. Secara
otomatis update ke
peraturan terbaru dalam
sistem pajak.
Selanjutnya, dukungan
online untuk aturan baru dan peraturan mengenai
perpajakan juga tersedia. Selain itu, antarmuka
pajak sederhana sangat user friendly, yang
membuat proses pengajuan pajak efisien.

Orang selalu menemukan sistem pengajuan pajak


rumit. Mereka sering tidak memiliki akses ke yang
paling up to date informasi mengenai pengajuan
pajak dan juga takut bahwa mereka akan berakhir
dalam pengajuan catatan pajak yang salah. Pajak
sederhana adalah produk inovatif.Dengan
mengidentifikasi masalah yang dihadapi orang
dalam pengajuan pajak, perangkat lunak ini
membahas masalah ini dan itulah yang
membuatnya sangat praktis.

f. Transferwise

Transferwise adalah model bisnis FinTech yang


sangat inovatif namun sangat
sederhana.Transferwise memungkinkan orang
untuk mentransfer uang secara internasional pada
biaya yang jauh lebih rendah.Melalui kartu kredit
normal, orang mentransfer uang mereka ke
Transferwise dalam mata uang lokal masing-
masing.Transferwise mengubahnya menjadi mata
57 | H a l a m a n
uang asing di mana uang itu harus ditransfer. Ini
transfer uang dan menginformasikan orang melalui
email. Bagian yang
paling inovatif dari
model bisnis
Transferwise
adalah bahwa hal
itu tidak
sebenarnya
mentransfer uang melalui perbatasan internasional.
Sebaliknya, ia memiliki klien di seluruh dunia, dan
cocok dengan transfer mereka dengan orang lain
mentransfer uang ke arah yang berlawanan.
Dengan mencocokkan transfer yang berlawanan
ini, Trasferwise melakukan transfer uang
internasional hanya melalui transfer lokal. Oleh
karena itu, biayanya sekitar 90% kurang dari
saluran perbankan local

g. Holvi

Holvi adalah model bisnis FinTech inovatif


lainnya.Perusahaan ini adalah milik Finlandia;
Namun dilisensikan
untuk bekerja di semua
negara Eropa.Holvi
menyediakan semua
layanan keuangan
penting terkait dengan bisnis di satu atap.Hal ini
memungkinkan orang untuk menjual produk
mereka juga.Orang dapat melakukan seluruh
transaksi pembelian dan penjualan produk di
Holvi, tanpa perlu perantara.Ini lebih memudahkan
penggunanya untuk mengelola semua keuangan

58 | H a l a m a n
mereka.Ini memiliki keamanan yang tinggi.Holvi
adalah tempat yang tepat untuk pemilik usaha
kecil seperti blogger, pelatih pribadi, paruh waktu
tukang kebun, konsultan dll Bagi pengusaha di
Eropa, Holvi adalah one-stop shop di mana
mereka dapat menjual produk mereka serta
mengelola keuangan mereka.

h. TRDATA

Akses ke informasi keuangan sangat penting bagi


investor.TRDATA menyediakan data yang tepat
waktu terkait dengan pasar.Hal ini memungkinkan
investor untuk
melaksanakan
investasi
online.TRDATA
memiliki alat
yang membantu
untuk
memfasilitasi negosiasi dan untuk menyerang
kesepakatan di antara investor.Selain itu, sangat
aman.TRDATA menghasilkan pendapatan
terutama melalui penyediaan akses ke paling up to
date informasi keuangan.Ini memerlukan informasi
yang berkaitan dengan obligasi, nilai tukar mata
uang asing, komoditas dll.Ini sangat ideal untuk
digunakan oleh para manajer yang berkaitan
dengan portofolio, risiko, pedagang dan
manajemen strategis.

59 | H a l a m a n
3. KATEGORI FINTECH

Bank Indonesia membagi Fintech menjadi 4 kategori, yaitu


:

a. Crowdfunding dan Peer to Peer Lending


Crowdfunding bertujuan untuk mempertemukan
antara investor (pemilik modal) dengan pencari
modal untuk membiayai suatu bisnis atau proyek.
Crowdfunding juga dapat digunakan untuk
mengumpulkan dana dari pemilik modal yang
bertujuan untuk kegiatan sosial. Dana yang
terkumpul akan didistribusikan kepada korban
bencana alam maupun pendanaan karya secara
online. Kesimpulannya, P2P Lending membantu
konsumen untuk memperoleh dana atau memberi
pinjaman untuk menjalankan usahanya. Contoh
fintech yang mendukung Crowdfunding dan Peer to
Peer Lending, misalnya modalku, investree,
akseleran dan uangTeman

b. Market Aggregator
Market Aggregator memiliki peran menjadi
pembanding dari berbagai macam produk
keuangan. Market Aggregator membantu

60 | H a l a m a n
konsumen untuk memberikan referensi sebagai
pilihan dengan merujuk data finansial yang
diperoleh. Sebagai contoh, apabila seorang
konsumen apabila ingin membutuhkan produk
asuransi, konsumen cukup memberikan data
finansial pribadi dan dimasukkan kedalam platform
Fintech. Data finansial konsumen akan di proses
dan hasilnya akan dicocokkan dengan produk
asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Contoh
fintech yang mendukung Market Aggregator,
misalnya Cekaja, Cermati, KreditGogo.

c. Risk and Investment Management


Fintech membantu konsumen untuk melakukan
perencanaan keuangan digital. Fintech Risiko dan
Manajemen Investasi akan membantu konsumen
untuk mengelola manajemen aset dan mendukung
operasionalnya. Contoh fintech yang mendukung
Risk and Investment Management, misalnya
Bareksa, Finansialku, Tanamduit, Cekpremi dan
Rajapremi.

d. Payment, Settlement dan Clearing

Payment gateway dan e-wallet merupakan salah


satu jenis fintech Pembayaran (payments).
Payment Gateway menjadi penghubung antara
konsumen dengan e-commerce yang terfokus pada
sistem pembayaran. Uang elektronik dapat
menjadi alat pembayaran untuk membayar
perbelanjaan, tagihan dan lainnya dalam bentuk
aplikasi. Contoh fintech yang mendukung Payment
gateway dan e-wallet, misalnya sakuku BCA, T-
cash, Go-pay, Ovo
61 | H a l a m a n
Dari uraian diatas dapat disimpulkan pada gambar 7
dibawah ini

Gambar 7. Jenis-jenis Fintech

Industri fintech diklasifikasikan menjadi empat bagian


utama sesuai dengan model bisnis (Dorfleitner et al.
(2017)). Fintech dibedakan menjadi empat bagian utama,
yaitu : pembiayaan (financing), pengelolaan aset (asset
management), pembayaran (payments), serta fungsi
fintech lainnya (other fintechs), (lihat gambar 8).

a. Sektor pembiayaan (financing)


Cakupan segmen financing menyediakan
pembiayaan bagi konsumen dan pelaku usaha
lainnya. Segmen pembiayaan (financing) terbagi
menjadi dua, pertama penawaran yang didasarkan
pada partisipasi sejumlah besar contributor
(subsektor crowdfunding). Kedua menawaran
layanan hutang piutang atau kredit tanpa partisipasi
orang banyak (subsektor kredit dan hutang
piutang).

62 | H a l a m a n
b. Segmen manajemen aset (asset management)
Cakupan manajemen aset terbagi menjadi
subsegmen pertama, Perdagangan sosial (social
trading) suatu bentuk investasi, dimana investornya
dapat mengamati, mendiskusikan, dan menyalin
strategi investasi atau portofolio dari anggota
jaringan sosial lainnya (Liu et al., 2014; Pentland,
2013). Kedua, subsegmen robo-advice mengacu
pada sistem manajemen portofolio yang
memberikan saran investasi berbasis algoritma dan
secara otomatis, kadangkala digunakan untuk
membuat keputusan investasi. Ketiga, subsegmen
pengelolaan keuangan pribadi mencakup
penawaran perencanaan keuangan pribadi,
khususnya administrasi dan penyajian data
keuangan yang menggunakan perangkat lunak
atau layanan berbasis aplikasi online. Keempat
subsegmen investment and bangking, dimana
fokus kepada investasi dan perbankan.

63 | H a l a m a n
Gambar 8. Klasifikasi Industri Fintech

c. Segmen pembayaran (payments)


Transaksi pembayaran nasional dan internasional
merupakan ruang lingkup dari Segmen
pembayaran (payments). Ruang lingkupnya terdiri
dari subsegmen blockchain dan cryptocurrency.
Fintechs menawarkan mata uang virtual
(cryptocurrency) sebagai alternatif dari uang fiat
biasa, seperti cara pembayaran legal yang
dimungkinkan untuk menyimpan, menggunakan,
dan menukar kripto (BaFin, 2016). Kripto yang
paling terkenal adalah bitcoin, yang telah
mengalami fluktuasi nilai yang besar pada masa
lalu. Bitcoin belum mampu menunjukkan sebagai
pesaing serius dengan mata uang resmi yang
dikeluarkan oleh bank sentral.

64 | H a l a m a n
d. Segmen fintech lainnya
Fintech juga memberikan penawaran beragam
jenis asuransi atau memfasilitasi akuisisi, termasuk
dalam subsegmen asuransi atau insur techs karena
menawarkan asuransi peer-to-peer. Asuransi peer-
to-peer merupakan sekelompok pemegang polis
berkumpul dan menganggap tanggung jawab
kolektif bilamana terjadi kasus kerusakan. Jika tidak
ada kerugian terjadi di dalam kelompok, ada
penggantian sebagian atas premi asuransi (Wolff-
Marting 2014). Selanjutnya ada fintech dari mesin
pencari dan situs perbandingan subsegmen yang
memungkinkan pencarian berbasis internet dan
perbandingan produk keuangan atau layanan
keuangan termasuk di dalam fintech lainnya.
Fintech yang menyediakan solusi teknis untuk
penyedia jasa keuangan termasuk dalam subsektor
teknologi, IT dan infrastruktur.

Dari jenis-jenis Fintech diatas dapat diuraikan peruntukkan


dapat dijabarkan sebagai berikut :

 Payment Gateway

Fintech Payment Gateway memberikan manfaat


bagi dunia e-commerce dan dibutuhkan untuk
melakukan proses transaksi antara penjual dan
pembeli yang cepat, tepat dan aman. Layanan
payment gateway dapat memberi kemudahan
dalam proses transaksi karena dapat memilih
berbagai metode pembayaran yang tersedia.
Payment gateway akan menghubungkan e-
commerce dengan berbagai bank. Beberapa

65 | H a l a m a n
contoh Fintech Payment Gateway yang paling
banyak digunakan konsumen, seperti :

 Perusahaan pembayaran, seperti: Veritrans,


DoKu, Kartuku, iPay88, Easypay, MCpayment,
Padipay, Kinerjapay.com, Truemoney,
Faspay, Fasapay, Xendit, Espay, Wallezz,
Cashlez, Mimopay, Indopay, Firstpay,
IPaymu.com, Ovo, Nicepay, Hellopay, Kesles,
 Mobile payments company seperti Sakuku
BCA, Dompetku Indosat Ooredoo, Uangku
SmartFren, Dimo, Mynt, Matchmove
 Gift Card : GCI Indonesia
 BitCoin : BitX.co
 Electronic Money : Sepulsa.com,
Davestpay.com, GoPay, Indomog, Kudo,
Ayopop,
 Bebas Transfer : Kliring.co.id, SudahTransfer,
Flip,
 Bayar Tagihan : Paybill.id, SatuLoket.com

Dalam penerapannya, perusahaan Fintech digital payment


bekerjasama dengan provider termasuk perusahaan
telekomunikasi, convenience store, merchant, maupun
perbankan konvensional dalam memberikan layanan
transaksi secara online dengan lebih beragam dan
bervariasi. Pada gambar 9, memperlihatkan proses bisnis
digital payment, dapat dijelaskan sebagai berikut :

66 | H a l a m a n
Gambar 9. Proses Bisnis Digital Payment

Keterangan:

 Proses registrasi transaksi melalui platform digital


payment harus dilakukan konsumen bilamana ingin
melakukan transaksi digital.
 Selanjutnya konsumen dapat melakukan pemilihan
cara pembayaran. Misalnya dapat melalui transfer,
pembayaran denagn kartu kredit, mendatangi kios
terdekat.
 Kemudian, perusahaan akan mengirimkan data
permintaan konsumen dan selanjutnya akan
diteruskan kepada bank untuk segera memproses
transaksi
 Setelah memproses transaksi, bank akan
mengirimkan notofikasi dan konfirmasi pembayaran
kepada konsumen melalui platform Fintech
 Konsumen dapat melakukan konfirmasi transaksi,
dan platform Fintech akan mengkonfirmasikan
bahwa transaksi yang sudah dilakukan.

67 | H a l a m a n
. Potensi Kerawanan dalam Proses Bisnis Digital
Payment
Adapun potensi Kerawanan yang dapat muncul
dalam Proses Bisnis Digital Payment, diantaranya :
 Kegagalan transaksi dapat terjadi padahal dana
telah terdebet
 Data pribadi konsumen dapat dicuri pihak lain.
Pencurian data pribadi terjadi melalui jaringan
telekomunikasi atau konsumen menggunakan
fasilitas wi-fi di tempat umum dan sering
dimanfaatkan oleh cyber criminal.
 Penyalahgunaan data yang dilakukan oleh orang
yang memiliki data keuangan konsumen. Sebagai
contoh, penjualan online yang menyimpan data
kartu kredit konsumen. Data tersebut
disalahgunakan oleh pihak lain untuk melakukan
transaksi illegal tanpa seizin konsumen.
 Kode otentikasi dikirimkan ke nomor atau pengguna
yang salah. Banyak modus terjadi dimana sim swap
(tindak kejahatan dengan modus menukar kartu sim
pada ponsel) untuk mendapatkan kode otentikasi
saat melakukan pembayaran secara online.

 Dompet Digital (Digital Wallet)

Layanan Fintech yang paling banyak digunakan


adalah dompet digital atau digital wallet yang
memungkinkan konsumen dapat menyimpan uang
di aplikasi dan digunakan untuk transaksi
pembayaran di merchant offline maupun online.
Ada beberapa keuntungan keberadaan dompet
digital, diantaranya kenyamanan, kemudahan serta

68 | H a l a m a n
kepraktisannya. Konsumen tidak perlu membawa
uang secara fisik, menyimpan kembalian dari
transaksi, dan pembayaran bisa dilakukan dengan
banyak cara. Misalnya menggunakan scan QR
code sehingga mempercepat waktu transaksi.

Beberapa fintech dompet digital yang banyak


digunakan di Indonesia adalah Go-Pay, OVO, T-
Cash, dan Dana.

 Manajemen Kekayaan (Wealth Management)

Wealth Management dapat menjadi manajer


keuangan pribadi konsumen. Manajemen kekayaan
dapat mengelola informasi seperti kekayaan yang
dimiliki, penghasilan, pengeluaran, jumlah hutang,
asuransi dan lainnya bisa dilakukan semuanya.

Dibutuhkan informasi yang benar, akurat dan jujur


dalam memberikan informai , agar Wealth
Management dapat mengelola dengan baik yang
pada akhirnya keputusan yang dihasilkan akan
benar dan akurat. Fintech yang bergerak di bidang
Wealth Management adalah Finansialku.

 Pembiayaan Sosial (Social Crowdfunding)

Konsumen akan memperoleh dana‘patungan guna


mewujudkan kepentingan sosial atau usahanya
melalui Social Crowdfunding. Crowdfunding banyak
melibatkan pihak dalam melakukan pembiayaannya
seperti seorang yang membutuhkan dana,
supporter (publik yang memberikan dana) dan

69 | H a l a m a n
penyedia platform Crowdfunding. Semua pihak
yang terlibat akan saling terhubungan dan memiliki
peran masing-masing untuk dapat saling
mendukung kebutuhan pihak lainnya.

Keberadaan platform Crowdfunding akan banyak


membantu Fintech di Indonesia agar semakin
berkembang. Keberadaan pembiayaan
(Crowdfunding) dapat memberikan manfaat bagi
mereka yang membutuhkan dana untuk kebutuhan
sosial. KitaBisa sebagian fintech yang bergerak di
bidang social croxwdfunding.

 Peer to peer Lending

Pada dasarnya fintech jenis ini konsepnya adalah


urunan dana. Mempertumakan orang pemilik dana
dengan yang membutuhkan dana. Ada yang
bersifat donasi seperti kitabisa.com atau kickstarter,
dan juga pinjaman.Dalam peer to peer lending
pinjaman sendiri sebenarnya masih terbagi menjadi
2 lagi pinjaman usaha dan pinjaman konsumtif atau
yang biasa disebut juga pay day loan. Berbanding
terbalik dengan pinjaman konsumtif yang buntut-
buntutnya malah banyak menuai kecaman, Peer to
peer lending berbasis pinjaman usaha seperti
investree, koin works, maupun Akseleran malah
menuai hasil positif.Seperti misalnya Akseleran
yang telah menyalurkan lebih dari 150 Milyar dari
semenjak didirikan oktober 2017 lalu. Dengan
tingkat gagal bayar pelaku usaha hanya 0,29%

Permodalan menjadi salah satu bagian terpenting


dalam membangun usaha. Dengan tersedianya
70 | H a l a m a n
modal, rencana yang kita bangun akan berjalan
lebih mudah. Proses peminjaman (Lending)
terdapat beberapa segmentasi yaitu, pertama
tujuan penggunaan pinjaman: kedua pinjaman
personal (konsumtif) dan ketiga pinjaman usaha
(produktif). Nominal pinjaman untuk pinjaman
konsumtif biasanya berkisar di angka Rp 1-3 juta
dengan tenor minimum kurang dari 1 minggu dan
pinjaman modal UMKM yang nominalnya dapat
mencapai Rp 2 miliar dengan tenor 1-24 bulan.
Pinjaman konsumtif (Payday Loan).

Besaran pinjaman modal UKM mencapai Rp 2


miliar dengan istilah Peer-to-Peer (P2P) Lending.
P2P lending mengakomodasi konsumen yang ingin
menjadi investor atau menjadi pemberi dana
dengan tujuan untuk memperoleh return dan
banyak memberi kemudahan untuk berinvestasi.

Perusahaan memberikan informasi secara


transaparan dan menginformasikan pergerakan
uang pinjaman yang diberikan oleh pemberi dana,
dan hal ini membuat pemberi dana atau investor
menjadi lebih aman dan nyaman untuk
berinvestasi.

Perusahaan Fintech Financing dan Investment


dapat mengkombinasikan antara Crowdfunding dan
P2P lending Pada gambar 10 memperlihatkan
Proses Bisnis Antara Crowdfunding Dan P2P
Lending sebagai berikut :

71 | H a l a m a n
Gambar 10. Proses Bisnis Antara Crowdfunding Dan
P2P Lending.

Keterangan:

 Diawali, konsumen memilih platform dan


mendaftarkan diri sebagai pemberi pinjaman
atau pencari pinjaman
 Selanjutnya, pemberi dan pencari pinjaman
mengisi formulir registrasi dan mengupload
dokumen yang dibutuhkan
 Pemberi pinjaman akan diberikan akun dan
dapat mencari pencari pinjaman yang ingin
didanai melalui platform
 Perusahaan akan melakukan penilaian bagi
pengajuan kredit dan mempertemukan pemberi
dana dengan pencari pinjaman melalui
platform-nya melalui proses crowdfunding

72 | H a l a m a n
 Apabila dana telah terkumpul, maka pencairan
dana dapat dilakukan dan peminjam mulai
memiliki kewajiban pembayaran cicilan
 Apabila pembayaran berjalan lancar, return
akan diperoleh oleh pemberi dana, sebaliknya
apabila peminjam terlambat membayar, maka
akan dilakukan prosedur internal credit
collection dengan bantuan perusahaan
penyedia layanan. Bilamana terjadi kegagalan
bayar (default), perusahaan akan meminta
bantuan proses pengembalian pinjaman.
Namun apabila masih gagal maka jalur hukum
adalah opsi terakhir dan risiko kerugian
ditanggung oleh pemberi dana.

 Perbedaan P2P Lending dan Payday Loan

Ada perbedaan P2P Lending dan Payday Loan


dilihat dari beberapa aspek. Pertama adalah
besaran bunga pinjaman yang dikenakan. P2P
Lending memberikan bunga yang lebih rendah
dimulai dari 5% per tahun atau sama dengan kira-
kira 30% per tahun. Payday Loan menawarkan
bunga yang lebih tinggi, yaitu bunga harian mulai
dari 1% atau dalam satu tahun maka dapat
mencapai 300% per tahun. Perbedaan lainnya dari
sisi sumber dana pinjaman. Payday loan
memberikan pinjaman berasal dari dana mereka
sendiri. Sumber pinjaman dari P2P Lending adalah
crowd lenders / crowd investors atau masyarakat
umum. Karena itu P2P Lending juga cocok
dijadikan alternatif investasi baru.

73 | H a l a m a n
P2P Lending tidak mengambil keuntungan dari
biaya bunga, yang seluruhnya milik pemberi
pinjaman. Perolehan keuntungan, P2P Lending
memotong biaya administrasi dari peminjam, bukan
dari biaya bunga seperti Payday Loan. Karena itu,
dari segi segmentasi P2P Lending bisa dikatakan
lebih mudah dan aman.

 E-aggregator
E-aggregator merupakan jenis fintech yang
menggumpulkan dan mengolah data dan bisa
dimanfaatkan konsumen untuk membantu
pengambilan keputusan. Informasi yang diberikan
mulai memberikan perbandingan produk, yang
meliputi dari harga, fitur hingga manfaat.
Contohnya, Cekaja, Cermati, KreditGogo dan
Tunaiku.
 Payment, clearing dan settlement
Layanan Payment, clearing dan settlement
mendukung sistem pembayaran, baik yang
diselenggarakan oleh industri perbankan maupun
yang dilakukan Bank Indonesia seperti Bank
Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-
RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga
BI scripless Securities Settlement System (BI-
SSSS). Contoh Layanan Payment, clearing dan
settlement, diantarnya Kartuku, Doku,iPaymu,
Finnet dan Xendit.
 Advisory
Fintech Advisory merupakan jenis layanan yang
dilakukan robo advisor (perangkat lunak yang
memberikan bantuan perencanaan keuangan dan

74 | H a l a m a n
platform e-trading dan e-insurance. Contohnya,
Bareksa, Cekpremi dan Rajapremi

Berdasarkan jenis inovasinya, Financial Stability Board


membagi FinTech kedalam 4 katagori yaitu

1. Deposit, Lending, Capital raising yang terdiri dari


crowdfunding dan Peer to peerlending
2. Market Provisioning misalnya e-Aggregators
3. Investment and Risk Management misalnya robo
advice, e-trading, dan insurance
4. Payment, clearing and settlement misalnya mobile
payment contohnya P2P transfer, apple/ samsung
payment, Web-based payment misalnya (invoice
payment, paypal), termasuk digital currency.

Kategori ini bersifat non exaustive yaitu sebuah model


bisnis FinTech yang mempunyai lebih dari satu kategori
dan dapat masuk dalam lebih dari satu kategori.
Technology return membagi FinTech berdasarkan data,
equity/debt asset management dan service. Pada gambar
11 memperlihatkan Technology return sebagai berikut

Gambar 11. Technology return


75 | H a l a m a n
5. MANFAAT FINTECH BAGI MASYARAKAT

Fintech dapat mempengaruhi gaya hidup konsumen


namun memiliki manfaat dalam kesehariannya, diataranya
:
a. Fintech Membantu Pertumbuhan Perusahaan Start Up
Perusahaan startup yang menghasilkan produk
inovasi, misalnya Moneythor. Dimana Moneythor
membantu konsumen dalam bertransaksi khususnya
dalam memberikan analisis data di bidang digital
banking.

b. Fintech Dapat Meningkatkan Taraf Hidup Konsumen


Keberadaan fintech dapat meningkatkan taraf hidup
serta daya beli masyarakat dan ini menjadi peluang
bagi perusahaan startup untuk memperoleh
keuntungan.
Misalnya, ada perusahaan startup yang membuat
inovasi untuk menghadirkan merchant, dimana
merchant mau menerima sistem pembayaran
dengan kartu debit dan kredit dengan biaya rendah.

c. Fintech Merangsang Angka Perkembangan Bitcoin


Keberadaan Fintech dapat menjadi stimulus untuk
memunculkan aplikasi bitcoin di dunia finansial.
Banyak pengguna bitcoin yang tidak memiliki akun di
bank, tetapi tetap bisa melakukan berbagai
transaksi tanpa ada masalah.

d. Fintech Mengurangi Jumlah Pinjaman Yang Memiliki


Bunga Tinggi
Keberadaan fintech menjawab adanya sistem
permintaan peminjaman uang yang lebih mudah,

76 | H a l a m a n
murah dan transparan serta dapat dinikmati semua
masyarakat.
Masyarakat dapat mempelajari secara detail tentang
fintech bahkan dapat membuat inovasi fintech
dengan menghadirkan layanan yang dapat dirasakan
manfaatnya oleh banyak orang. Inovasi fintech yang
ada tidak hanya di bidang kartu kredit dan debit
tetapi juga bentuk lainnya yang akan memudahkan
masyarakat untuk bertransaksi.
Setiap pelaku bisnis dapat membuka perusahaan
start up baru yang akan memperoleh dana investasi
dari para investor karena akan memperoleh tingkat
keuntungan yang tinggi.

e. Kemudahan layanan finansial


Kemudahan layanan finansial akan memberikan
banyak manfaat bagi penggunanya. Dengan memiliki
satu account dapat melakukan banyak transaksi
tanpa dibatasi waktu, tempat maupun jenis transaksi.
Kehadiran fintech dapat melakukan transaksi
keuangan hanya melalui perangkat telepon pintar.
Banyak layanan yang diberikan fintech, , contohnya
pembayaran listrik, telepon, dan BPJS. Pelanggan
dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak
perlu keluar rumah untuk melakukan transaksi
tersebut.

f. Membantu UKM Mendapatkan Modal Usaha Berbunga


Lebih Rendah
Perbankan konvensional lebih banya membuat
persyaratan yang mungkin sulit dipenuhi oleh UKM
selain bunga yang dikenakan cukup tinggi.
Fintech memberikan solusi terbaik untuk membantu
memajukan UKM. Banyak penyedia

77 | H a l a m a n
layanan fintech yang menawarkan pinjaman modal
usaha dengan bunga relatif lebih rendah apabila
dibandingkan dengan bunga bank konvensional.
Sistem ini disebut peer-to-peer (P2P) lending, yaitu
aktivitas berbasis online platform yang
mempertemukan antara pelaku UKM yang
membutuhkan dana dengan orang-orang yang
bersedia berinvestasi melalui uang dimiliki investor.

g. Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Masyarakat


Pedesaan
Kemudahan untuk mengakses perbankan harus
dipahami oleh semua konsumen melalui Inklusi
keuangan. Dewan Nasional Keuangan Inklusif
(DKNI) menargetkan 75% inklusi keuangan pada
tahun 2019 namun baru tercapai 49%.
Pemerintah Indonesia menyusun kebijakan inklusi
keuangan untuk mendukung bangkable bagi
masyarakat-masyarakat dipedesaan atau ditempat
yang sulit terjangkau. Fintech memberikan solusi
mendukung target inklusi keuangan melalui
layanan fintech berbasis online lebih memudahkan
untuk diakses oleh siapa pun memiliki jaringan
internet.

h. FinTech Meiliki Peran Meningkatkan Bisnis


Wirausahawan Muda
Keberadaan wirausahawan muda (youth
entrepreneur) yaitu sebagai penggerak ekonomi
yang memiliki wawasan luas untuk berinovasi.
Wirausahawan muda karateristik yang unik
diantaranya :
Lebih banyak bergerak di bidang usaha mikro, kecil
dan menengah (UMKM), wawasan terbuka & lebih
78 | H a l a m a n
dekat dengan teknologi, lebih proaktif, produktif dan
dinamis dalam bekerja, berani mengambil resiko
namun tetap dengan perhitungan.

Berdasarkan karakteristik unit tersebut, Fintech


memiliki peran yang untuk mendorong wirausahawan
muda menjadi lebih mandiri untuk meningkatkan
usahanya melalui fasilitas atau layanan keuangan
yang mudah diakses baik dari sisi jangkauan, mudah
penggunaanya maupun dari sisi persyaratan.

6. DISKUSI

6.1. Question and Anwers

1. Apa yang dimaksud Fintech menurut para ahli


?
2. Bagaimana histori munculnya Fintech ?
3. Apa kekuatan pendorong terwujudnya Fintech?
4. Seperti apa ekosistem Fintech?
5. Apakah bisnis Fintech biasanya merupakan
perusahaan baru?
6. Apa ada permasalahan bisnis yang muncul
pada saat Fintech diimplemtasikan ?
7. Apakah semua orang dapat membangun
masa depan Fintech?
8. Apa yang harus saya pertimbangkan sebelum
memulai usaha Fintech?
9. Bagaimana cara meluncurkan usaha Fintech ?
10. Apa Fintech Unicorn dan bagaimana masa
depannya ?
11. Apa ketakutan yang muncul pada saat
memulai usaha Fintech atau jasa keuangan?

79 | H a l a m a n
12. Apa hambatan masuk untuk memulai usaha
jasa keuangan?
13. Bagaimana dapat meningkatkan penilaian
bisnis ?
14. Mengapa kekayaan intelektual sangat penting
untuk pertumbuhan usaha fintech

80 | H a l a m a n
BAB. 3
REGULASI FINTECH DI INDONESIA

P
erkembangan teknologi digital yang tidak bisa
dibendung dan akan memunculkan kemudahan
bagi prnggunanya dan banyaknya perusahaan
yang bergerak di bidang financial technology. Sebagai
lemb
aga
yang
memi
liki
wewe
nang
untuk
mengawasi lembaga keuangan di Indonesia, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) akhirnya mulai memberlakukan
peraturan mengenai keberadaan financial technology.
Perkembangan teknologi informasi telah memasuki
disegala sektor kehidupan, adalah keniscayaan untuk
menghindari kemajuan teknologi dan penerapannya
dalam kegiatan sehari-hari. Jasa keuangan, seiring
dengan perkembangan teknologi informasi juga turut serta
memanfaatkannya untuk kemudahan dan kenyamanan
bagi nasabah dan pengguna jasa keuangan dalam
transaksi bisnisnya. Belajar dari perkembangan teknologi
informasi dan penerapannya dalam sektor keuangan dari
negara lain akan menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha
keuangan di Indonesia. Dengan bercermin dari negara
lain terkait hukum dan regulasi akan semakin memperkecil
hambatan-hambatan yang mungkin akanmuncul dan
disamping menggali lebih luas lagi peluang-peluang yang

81 | H a l a m a n
dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional.

1. PERATURAN FINTECH

Adanya payung hukum pengawasan lembaga keuangan


memberikan kepastian kepada masyarakat. Mengingat
ada fintech yang melakukan penipuan terhadap
nasabahnya. Hasilnya, fintech OJK yang sudah terdaftar
pun terkena dampaknya.
Atas dasar tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
mengeluarkan Peraturan OJK No.13/POJK.02/2018
tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa
Keuangan. Keberadaan Peraturan OJK
No.13/POJK.02/2018 tersebut seolah melengkapi
Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016 tentang Layanan
Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.
Peraturan yang dikeluarkan OJK, diharapkan berdampak
pada industri keuangan digital. Fintech yang dikelola
dengan baik dapat memberikan manfaat kepada
masyarakat. Peraturan yang dibuat
setidaknyamemberikan kontrol dan pelindungan
konsumen dalam mengelola keuangan digital. Diharapkan
peraturan yang dibuat dapat menjadi stimulus untuk
melakukan inovasi, cepat, tepat, murah, mudah dan pada
akhirnya mampu meningkatkan inklusi keuangan secara
signifikan kepada masyarakat
Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
mendukung penyelenggara financial technology (fintech)
yang berkembang di Indonesia. Bagaimanapun ada rasa
kekhawatiran terkait risiko sistemik dan munculnya
pemain baru di tengah industri jasa keuangan
konvensional.

82 | H a l a m a n
Pihak regulator yang meliputi, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dan Bank Indonesia (BI) maupun pihak yang terkait
sesuai kewenangannya untuk mengatur dan mengawasi
industri jasa keuangan telah mengeluarkan beberapa
regulasi untuk mengatur fintech, yaitu :

a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor


77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi
(LPMUBTI)
POJK mengatur berbagai hal yang harus ditaati
pelaku bisnis pinjaman dari pengguna ke pengguna
(fintech peer to peer lending) (P2P lending). POJK
bertujuan untuk melindungi konsumen terkait
keamanan dana dan data, pencegahan pencucian
uang dan pendanaan terorisme, stabilitas sistem
keuangan, hingga para pengelola perusahaan
fintech. Peraturan juga mengatur batasan
kepemilikan saham, modal minimal, batas maksimal
pinjaman dan bunga, keharusan pembuatan escrow
account, serta beberapa prinsip yang wajib
diterapkan penyelenggara fintech. POJK juga
merupakan kerangka hukum bagi fintech jenis P2P
lending yang merupakan model fintech yang lebih
spesifik.
Gambar 12, memperlihatkan Alur Proses
Pendaftaran dan Perizinan Pinjam Meminjam
Berbasis IT.

83 | H a l a m a n
Gambar 12. Alur Proses Pendaftaran dan Perizinan
Pinjam Meminjam Berbasis IT

b. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.


18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan
Pemrosesan Transaksi Pembayaran
Tujuan PBI membuat peraturan adalah untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat, meliputi bidang
jasa sistem pembayaran, instrumen,
penyelenggaraan, mekanisme kerja dan infrastruktur

84 | H a l a m a n
penyelenggaraan pemrosesan transaksi
pembayaran. Cakupan PBI meliputi penyelenggara
dalam pemrosesan transaksi pembayaran, perizinan
dan persetujuan dalam penyelenggaraan
pemrosesan transaksi pembayaran, kewajiban dalam
penyelenggaraan pemrosesan transaksi
pembayaran, laporan, peralihan izin penyelenggara
jasa sistem pembayaran dan pengawasan, larangan,
serta sanksi.

c. Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor


19/12/PBI/2017 Tentang Penyelenggaraan
Teknologi Finansial
Tujuan PBI membuat peraturan adalah untuk
mendukung terciptanya stabilitas moneter, stabilitas
sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang
efisien, lancar, aman, dan andal serta mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan
dan inklusif dengan menerapkan prinsip
perlindungan konsumen serta manajemen risiko dan
kehati-hatian. Pesatnya perkembangan fintech dapat
menimbulkan kekhawatiran yang akan memberi
dampak buruk pada penyelenggaraannya. Alasan
tersebut, membuat BI melakukan penerbitan
peraturan sebagai payung hukum demi menjaga
kestabilan sistem keuangan di Indonesia.

d. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)


NOMOR 13 /POJK.02/2018 tentang Inovasi
Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan
Tujuan POJK membuat peraturan dimana,
penyelenggara bisnis Fintech wajib menjaga
kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data
pribadi nasabah, data transaksi serta data keuangan
85 | H a l a m a n
yang dikelola mulai dari data yang diperoleh sampai
data tersebut dimusnahkan.
POJK, No. 77/2016 telah keluar terlebih dahulu
sebelum POJK , No.13/2018. Pelaksaana P2P
lending tidak mendapatkan kesempatan untuk
mengikuti regulatory sandbox dan langsung tunduk
dengan POJK, No. 77/2016. Regulatory sandbox
menjadi mekanisme pengujian yang dilakukan oleh
OJK guna memberikan penilaian kehandalan proses
dan model bisnis, dan instrumen keuangan serta tata
kelola penyelenggara fintech. OJK dapat mengawasi
pelaku fintech model baru yang belum diakomodasi
oleh kerangka hukum manapun Keberadaannya
melalui regulatory sandbox. Sebagai contoh
insurtech atau smart contract, apabila ada peraturan
spesifik yang mengaturnya, maka pelaku fintech
akan keluar dari regulatory sandbox dan harus
tunduk serta patuh pada kerangka hukum yang lebih
spesifik.

Syarat pemanfaatan data dan informasi konsumen


sebagai berikut :
 Harus memperoleh persetujuan secara
tertulis maupun lisan dari konsumen ;
 menyampaikan batasan pemanfaatan data
dan informasi kepada konsumen ;
 menyampaikan setiap perubahan data
maupun informasi yang bertujuan untuk
pemanfaatan data dan informasi kepada
konsumen. Bilamana terdapat perubahan
tujuan pemanfaatan data dan informasi;
dan
 media dan metode yang digunakan dalam
memperoleh data dan informasi terjamin
86 | H a l a m a n
kerahasiaan, keamanan serta keutuhannya
oleh penyelenggara.

e. Peraturan Bank Indonesia No. 18/17/PBI/2016


tentang Uang Elektronik
Tujuan peraturan untuk memperluas
penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital (LKD),
dimana semua pihak yang memenuhi persyaratan
dapat menyelenggarakan LKD guna mendorong
peningkatan transaksi non tunai melalui penggunaan
uang elektronik dapat meningkat.

f. POJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan


Konsumen Sektor Jasa Keuangan
Pasal 2 mengatur mengenai prinsip dari
perlindungan konsumen yang harus disediakan bagi
konsumen, termasuk didalamnya konsumen Fintech
sebagai pengguna jasa keuangan. Prinsip tersebut
meliputi adanya transparansi, memberikan perlakuan
yang adil, kehandalan, menjaga kerahasiaan serta
memberikan keamanan data/ informasi konsumen,
penanganan pengaduan serta penyelesaian
sengketa konsumen secara sederhana, cepat serta
adanya biaya terjangkau. Pasal 31 mengatur
larangan yang berkaitan dengan data konsumen
bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut PUJK). Larangan tersebut adalah tidak
memberikan data dan/atau informasi mengenai
konsumennya kepada pihak ketiga dengan cara
apapun kecuali dengan ijin tertulis dari konsumen
dan atau karena diwajibkan oleh peraturan
perundang-undangan. Selain larang-an, Pasal 49
juga mewajibkan PUJK memiliki dan menerapkan
kebijakan dan prosedur tertulis perlindungan
87 | H a l a m a n
konsumen. Kebijakan tersebut wajib dituangkan
dalam standar prosedur operasional yang kemudian
dijadikan panduan dalam seluruh kegiatan
operasional PUJK.
Pelanggaran terhadap POJK ini akan dikenakan
sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud
dalam Pasal 53. Sanksi administratif tersebut
berupa: peringatan tertulis, denda untuk membayar
sejumlah uang tertentu, pembatasan kegiatan usaha,
pembekuan kegiatan usaha dan pencabutan izin
kegiatan usaha.
Selain POJK ini, pengaturan secara khusus
mengenai Fintech oleh OJK bisa ditemukan dalam
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 14/
SEOJK.07/2014 tentang Kerahasiaan dan
Keamanan Data dan/atau Informasi Pribadi
Konsumen dan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 18 /SEOJK. 02/2017 tentang Tata
Kelola dan Manajemen Risiko Teknologi Informasi
Pada Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi.

g. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika


Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016
tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem
Elektronik
Data pribadi dapat didefinisikan sebagai data
perseorangan atau individu tertentu yang harus
disimpan, dirawat, dijaga kebenaran serta dilindungi
kerahasiaannya. Materi pokok dalam peraturan
tersebut adalah memuat kategorisasi : Sistem
Elektronik, Standar Sistem Manajemen Pengamanan
Informasi, Penyelenggaraan Sistem Elektronik,

88 | H a l a m a n
Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan Informasi,
Lembaga Sertifikasi, Penerbitan Sertifikat, Pelaporan
Hasil Sertifikasi, dan Pencabutan Sertifikat, Penilaian
Mandiri, Pembinaan, Pengawasan, dan Ketentuan
Sanksi.
Peraturan Menteri menyatakan, peraturan tersebut
mengatur perlindungan data pribadi dalam sistem
elektronik dengan menetapkan batasan istilah yang
digunakan dalam pengaturannya. Perlindungan data
pribadi nasabah di dalam Sistem Elektronik
mencakup perlindungan terhadap perolehan,
pengumpulan, pengolahan, penganalisisan,
penyimpanan, penampilan, pengumuman,
pengiriman, penyebarluasan, dan pemusnahan data
pribadi. Semuanya diatur pada Bab II Peraturan
Menteri ini terkait Perlindungan nasabah.
Peraturan Menteri tersebut juga mengatur Hak
Pemilik Data Pribadi; Kewajiban Pengguna;
Kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik;
Penyelesaian Sengketa; Peran Pemerintah dan
Masyarakat; Pengawasan; serta Sanksi Administratif.
Pengguna sistem elektronik memiliki kewajiban untuk
menjaga kerahasiaan data pribadi/individu yang
diperoleh, dikumpulkan, diolah, dan dianalisisnya;
menggunakan data pribadi sesuai dengan kebutuhan
pengguna saja; melindungi data pribadi beserta
dokumen yang memuat data pribadi tersebut dari
tindakan penyalahgunaan; dan bertanggung jawab
atas data pribadi yang terdapat dalam
penguasaannya, baik penguasaan secara organisasi
yang menjadi kewenangannya maupun perorangan,
jika terjadi tindakan penyalahgunaan.

89 | H a l a m a n
Dengan adanya dasar hukum yang berlaku, baik penyedia
maupun pengguna fintech dapat melakukan berbagai
aktivitas finansial secara lebih aman, mudah dan nyaman.
Masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir untuk
memanfaatkan fintech, karena Bank Indonesia sudah
memastikan keamanan konsumen, terutama untuk data
kerahasiaan nasabah dan informasi transaksi nasabah.
Bank Indonesia juga memastikan bahwa setiap penyedia
produk atau layanan fintech yang terdaftar telah mematuhi
peraturan yang telah ditetapkan.

2. PERATURAN PEMERINTAH

Pemerintah mengeluarkan tiga peraturan baru dan harus


menjadi perhatian para pelaku industri fintech. Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga yang
diberikan kewenangan untuk melakukan pengawas dan
telah mengeluarkan 38 peraturan selama tahun 2018.
Peraturan OJK tersebut meliputi berbagai sektor jasa
keuangan mulai sektor perbankan, asuransi, pasar modal
hingga dana pensiun. Di antara semua paraturan tersebut
terdapat satu sektor yang penting untuk dicermati yaitu
financial technology (fintech).

Latar belakang otoritas untuk menetapkan aturan di sektor


keuangan dikarenakan semakin tingginya pertumbuhan
fintech.. Tidak hanya jenis fintech peer to peer lending
(P2P), tetapi juga terdapat jenis lain yang semakin ramai
digunakan publik seperti insurance technology
(insuretech), urun dana (equity crowdfunding) sampai
dengan pembayaran digital (e-payment). Untuk paraturan
e-payment pengaturannya berada di bawah kendali Bank
Indonesia (BI).

90 | H a l a m a n
Minimal terdapat 3 (tiga) aturan yang terkait dengan
fintech. Pertama, regulasi tentang Peraturan OJK Nomor
37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui
Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity
Crowdfunding) yang berlaku sejak 31 Desember 2018.
Kedua, peraturan tentang POJK Nomor 13/POJK.02/2018
meliputi Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa
Keuangan dan ketiga, tentang POJK Nomor
35/POJK.05/2018 meliputi Penyelenggaraan Usaha
Perusahaan Pembiayaan.

a. POJK Equity Crowdfunding

Equity crowdfunding merupakan layanan fintech


dalam bentuk penawaran saham yang
dilaksanakan oleh penerbit untuk menjual secara
langsung kepada pemodal. Layanan diberikan
dalam bentuk jaringan sistem elektronik yang
bersifat trasnparan. Perusahaan mencari
pendanaan publik melalui penawaran umum saham
perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa
Efek Indonesia (BEI). Perbedaannya,
kegiatan equity crowdfunding harus membutuhkan
persetujuan melalui OJK terlebih dahulu dalam
setiap penawaran saham kepada publik.
Akhirnya equity crowdfunding dianggap jauh lebih
efisien dan fleksibel bagi badan usaha yang
membutuhkan penambahan modal melalui
penawaran saham kepublik.

91 | H a l a m a n
Peraturan Pokok equity crowdfunding Meliputi :

 Jangka waktu penawaran saham dilakukan


penerbit paling lama dua belas (12) bulan dengan
total dana yang dihimpun melalui penawaran
saham paling banyak Rp 10.milyar.
 Beleid membagi pelaku yang terlibat dalam
kegiatan bisnis equity crowdfunding menjadi 3 (tiga)
pihak yaitu, penyelenggara, penerbit saham serta
pemodal. Terdapat ketentuan khusus yang harus
dipenuhi para pihak tersebut dan dapat terlibat
dalam kegiatan layanan urun dana.
 Penyelenggara fintech equity crowdfunding harus
memiliki izin dari OJK dengan persyaratan sebagai
berikut : 1). Penyelenggara harus berbadan hukum
perseroan terbatas (PT) atau koperasi. 2).
Penyelenggara harus memiliki modal disetor paling
sedikit Rp 2.5 milyar saat mengajukan permohonan
perizinan.
 Penerbit wajib berbentuk perseroan terbatas (PT),
dan bukan perusahaan yang dikendalikan baik
langsung maupun tidak langsung oleh suatu
kelompok usaha atau konglomerasi.
 Penerbit juga bukan perusahaan terbuka atau anak
perusahaan terbuka dengan kekayaan lebih dari
Rp10.milyar tidak termasuk tanah dan bangunan.
Penerbit wajib mencatatkan kepemilikan saham
pemodal dalam daftar pemegang saham.
 Pemodal dalam aturan ini mewajibkan
berpenghasilan sampai dengan Rp 500.juta per
tahun dan dapat membeli saham sebesar lima
persen ( 5%) dari penghasilan per tahun.
Sedangkan, setiap pemodal dengan penghasilan

92 | H a l a m a n
lebih dari Rp 500.juta per tahun dapat membeli
saham paling banyak sebesar sepuluh persen
(10%) dari penghasilan per tahun.
 Pemodal wajib memiliki badan hukum dan
mempunyai pengalaman berinvestasi di pasar
modal yang dibuktikan dengan kepemilikan
rekening efek paling sedikit dua tahun sebelum
penawaran saham.

Sehubungan hal tersebut, akan diberikan kejelasan


hukum bagi pelaku usaha baru yang akan memberi
kontribusi dalam menyediakan alternatif sumber
pendanaan dari masyarakat pemodal berbasis ekuitas
(saham) dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Kesimpulannya equity crowdfunding menjadi
sistem platform yang dibuat dan dikelola oleh
penyelenggara dan dapat digunakan oleh perusahaan
penerbit dan menawarkan efek berupa saham kepada
pembeli atau investor,”.

b. POJK Inovasi Keuangan Digital

Makin tingginya Inovasi yang terjadi pada industri fintech


menyebabkan OJK melakukan antisipasi dengan
membuat peraturan secara umum. Semakin cepatnya
kemajuan teknologi industri keuangan digital menjadikan
fintech banayak melakukan inovasi. Kondisi tersebut
melatarbelakangi OJK untuk menerbitkan peraturan
tentang inovasi keuangan digital (IKD). Kondisi tersebut
tidak dapat diabaikan dan perlu dibuat tatakelola agar
dapat memberikan manfaat bagi kepentingan
masyarakat. Peraturan dibuat agar industri fintech dapat
menerapkan prinsip yang bertanggung jawab dengan,

93 | H a l a m a n
memberikan rasa aman dan mengedepankan
perlindungan konsumen serta memiliki manajemen risiko
yang terkelola dengan baik dan benar. Kesimpulannya
fintech mendukung pelayanan jasa keuangan yang
inovatif, cepat, murah, mudah, dan luas serta
meningkatkan inklusi keuangan, investasi, pembiayaan
serta layanan jasa keuangan lainnya.

Pengaturan Inovasi Keuangan Digital (IKD) berisikan


pokok-pokok sebagai berikut :

 Mekanisme Pencatatan dan Pendaftaran Fintech


Perusahaan Startup maupun Lembaga Jasa
Keuangan (LJK) lainnya melalui 3 (tiga) tahapan
proses sebelum mengajukan permohonan
perizinan:
a. Melakukan pencatatan kepada OJK bagi
perusahaan Startup/non-LJK. Permohonan
pencatatan secara otomatis termasuk dalam
permohonan pengujian Regulatory Sandbox.
Sedangkan untuk LJK, permohonan
Sandbox diajukan kepada pengawas
masing-masing bidang (Perbankan, Pasar
Modal, IKNB).
b. Proses Regulatory Sandbox berjangka
waktu paling lama satu tahun dan dapat
diperpanjang selama 6 (enam) bulan
bilamana dibutuhkan.
c. Pendaftaran/perizinan melalui OJK.

 Mekanisme Pemantauan dan Pengawasan


Fintech
OJK dapat menetapkan penyelenggara IKD yang

94 | H a l a m a n
harus mengikuti proses Regulatory Sandbox. Hasil
uji coba Regulatory Sandbox ditetapkan dengan
status:

a. Direkomendasikan.
b. Perbaikan.
c. Tidak direkomendasikan

Penyelenggara IKD yang telah mengikuti


Regulatory Sandbox dan berstatus
direkomendasikan dapat mengajukan permohonan
pendaftaran kepada OJK. Pelaksanaan serta
penyelenggara IKD diwajibkan melakukan
pengawasan secara mandiri dengan menyusun
laporan self assessment yang sedikitnya memuat
aspek tata kelola dan mitigasi risiko, dimana
pemantauan dan pengawasan dilakukan OJK.
Penyelenggara IKD dilarang mencantumkan nama
dan/atau logo OJK namun dapat mencantumkan
nomor tanda tercatat/terdaftar. Dalam jangka
menengah, OJK dapat menunjuk pihak lain
(Asosiasi Penyelenggara IKD yang diakui oleh
OJK) yang bertugas dalam pengawasan IKD.

 Pembentukan Ekosistem Fintech


Lembaga Jasa Keuangan yang telah mendapatkan
izin atau telah terdaftar di OJK dilarang bekerja
sama dengan penyelenggara IKD yang belum
tercatat di OJK atau terdaftar di otoritas lain. Hal ini
dilakukan untuk memelihara ekosistem keuangan.

 Membangun Budaya Inovasi


Menciptakan komunikasi, koordinasi, dan

95 | H a l a m a n
kolaborasi antara otoritas terkait dan pelaku IKD
dibutuhkan wadah Inovasi serta Pengembangan
IKD melalui Keberadaan Pusat Inovasi Keuangan
Digital (Fintech Center) dan ekosistem IKD.

 Inklusi dan Literasi


Peningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada
masyarakat secara berkelanjutan menjadi
kewajiban penyelenggara IKD.

 Bisnis dan Perlindungan Data Penyelenggara


Penyelenggarakan pusat pelayanan konsumen
berbasis teknologi informasi (TI) menjadi bentuk
penerapan edukasi serta memberikan perlindungan
konsumen beserta usahanya menjadi kewajiban
IKD.

 Manajemen Risiko yang Efektif


Penyelenggaraan prinsip pemantauan secara
mandiri, menginventarisasi risiko utama, menyusun
laporan risk self assessment secara bulanan
menjadi kewajiban IKD. Untuk mendukung hal
tersebut IKD harus memiliki perangkat yang dapat
meningkatkan efisiensi dan kepatuhan atas proses
pemantauan yang dilakukan oleh OJK.

 Kolaborasi
Proses Regulatory Sandbox sebagai langkah
inkubasi model bisnis yang inklusif dan memenuhi
prinsip kehati-hatian (prudent) menjadi tanggung
jawab Fintech Center. Keterlibatan Fintech Center.
dapat meningkatkan sinergi antara industri,
pemerintah, akademisi serta innovation hub lain.

96 | H a l a m a n
 Perlindungan Konsumen
Perlindungan konsumen menjadi prioritas melalui
transparansi, perlakuan yang adil, handal,
kerahasiaan dan keamanan data/informasi
konsumen. Perlindungan konsumen juga
membantu penangani pengaduan serta
penyelesaian sengketa konsumen secara
sederhana, cepat, benar dan dengan biaya
terjangkau.

c. POJK Penyelenggaraan Usaha Perusahaan


Pembiayaan

Penyelenggaraan perusahaan pembiayaan perlu menjadi


perhatian bagi industri fintech. POJK dapat memberikan
legalitas agar bekerja sama dengan fintech yang
sebelumnya belum diatur. Skema kerja sama merupakan
penerusan (channeling) dan pembiayaan bersama (joint
financing). Dalam skema chanelling, perusahaan fintech
bertindak sebagai agen atau perantara dalam
memasarkan produk pembiayaan. Sedangkan skema joint
financing, perusahaan fintech bertindak sebagai penjual
produk pembiayaan kepada nasabah.

Era trasformasi serba digital persaingan perusahaan


terus melakukan inovasi secara berkesimbungan dan
terus menerus. Peraturan FinTech OJK
mempertimbangkan konsep DevOps / containerization,
orkestrasi dan otomatisasi pada bisnis FinTech yang pada
akhirnya akan memberikan perlindunagn kepada
konsumen.

97 | H a l a m a n
3. RISIKO INDUSTRI FINTECH

Optimalisasi Fintech dilakukan untuk mencegah terjadinya


potensi gangguan stabilitas sistem keuangan, agar
pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan dapat
berjalan dengan baik. Dibutuhkan regulasi dan
perlindungan konsumen untuk mengontrol keseimbangan
antara kemudahan dan fleksibilitas. Regulasi dapat
mengawasi jalannya Fintech dengan memperhatikan
faktor keamanan, perlindungan konsumen, kualitas
pelayanan, inklusivitas, dan mitigasi risiko (terutama risiko
teknologi informasi dan cyber crime). Sebagai regulator
OJK juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen.
Penyelenggara sektor jasa keuangan perlu melakukan
pengawasan secara ketat dan berkesimabungan. Untuk
memperoleh gambaran fintech secara utuh, OJK dapat
mempelajari praktik pengawasan Fintech di berbagai
negara, yang hasilnya untuk menyusun serta
mengimplementasikan regulasi terkait Fintech di
Indonesia. Fintech yang dilakukan oleh lembaga jasa
keuangan yang telah diawasi oleh regulator (regulated)
maupun Fintech yang belum mendapatkan izin
(unregulated, start-up) perlu menjadi perhatian OJK.
Setiap jenis Fintech memiliki potensi risiko sesuai dengan
proses bisnis masing-masing. Secara umum, risiko yang
dapat muncul dari perusahaan Fintech sebagai berikut :

 Risiko terjadinya penipuan (fraud),


 Risiko keamanan data konsumen maupun
perusahan (cybersecurity),
 Risiko munculnya ketidakpastian pasar (Market
Risk).

98 | H a l a m a n
3.1. Potensi Resiko

Potensi resiko yang dapat timbulkan fintech, yaitu :

 Keamanan data konsumen.


Dengan adanya informasi konsumen di dalam
database perusahaan akan memiliki potensi risiko
terkait privasi data konsumen maupun data
transaksi yang bisa disalahgunakan oleh pihak
yang tidak berkepentingan.
 Terjadinya kesalahan transaksi.
Fintech digital payment membutuhkan manajemen
pengelolaan sistem infrastruktur teknologi
informasi yang handal untuk menunjang
keseluruhan proses transaksi. Sistem infrastruktur
meliputi software management, network &
connectivity management, dan security
management. Apabila tidak dikelola dengan baik,
dapat menimbulkan permasalahan seperti
kesalahan transaksi dan kesalahan nominal yang
akan berdampak resiko pada konsumen maupun
perusahan.

Dapat digolongkan menjadi dua risiko dari industri


fintech di Indonesia yaitu :

1. Perlindungan Konsumen :
Ada risiko kemungkinan dana konsumen
akanhilang akibat penipuan dan penyalahgunaan
pengelola Fintech. Risiko data pengguna yang
tersebar dan rawan untuk disalahgunakan.
2. Kepentingan Nasional :

99 | H a l a m a n
Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan
Fintech dapat menimbulkan potensi terjadinya
penyalahgunaan untuk kegiatan pencucian uang
maupun pendanaan terorisme. Perlu adanya
manajemen risiko yang memadai agar tidak
berdampak negatif pada stabilitas keuangan
negara dan juga pertahanan dan keamanan
neasional.

Tantangan bagi regulator dalam mendukung


perkembangan ekonomi Fintech, sehingga dapat
berfungsi dengan baik tanpa menimbulkan risiko / potensi
risiko yang membahayakan negara maupun konsumen.
Kebijakan yang harus dilakukan pemerintah untuk
meminimalisir terjadinya resiko diantaranya :

1. Ratifikasi Peraturan dalam Mendukung


Pengembangan Fintech dengan melakukan adopsi
peraturan terkait tanda tangan (digital signature), E-
Know Your Customer (E-KYC), E-rating dan
penggunaan dokumen secara digital sehingga
dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh
industri FinTech.
2. Koordinasi dan sinergi antar lembaga pemerintah
dan Kementerian terkait. Kegiatan tersebut melalui
mengoptimalkan potensi FinTech dengan
lingkungan bisnis (business environment) yang
kompleks. OJK perlu melalukan insiatif guna
membentuk FinTech Advisory Committee.

100 | H a l a m a n
4. DISKUSI

4.1. Question and Answers

1) Bagaimana Aturan hukum fintech, saat ini perlu


dihadirkan untuk kepentingan upaya perlindungan
terutama terkait data nasabah atau
pelanggannya.

2) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga


pengawas telah mengeluarkan sebanyak 38
peraturan sepanjang 2018. Perturan tersebut
mencangkup berbagai sektor jasa keuangan mulai
darti sektor perbankan, industri asuransi, pasar
modal hingga dana pensiun. Dari semua semua
peraturan tersebut terdapat satu sektor yang tidak
kalah penting untuk dicermati yaitu financial
technology (fintech).
Menurut pendapat saudara regulasi financial
technology (fintech) yang dibutuhkan seperti apa
untuk mendukung keamanan konsumen maupun
penyelenggara fintech ?

3) Terus meningkatnya pertumbuhan industri fintech


menjadi latar belakang otoritas perlu menetapkan
peraturan disektor tersebut. Tidak hanya jenis
peer to peer lending (P2P), tetapi ada beberapa
jenis lainnya, seperti insurance technology
(insuretech), urun dana (equity crowdfunding)
hingga pembayaran digital (e-payment). Khusus
e-payment pengaturannya berada di bawah Bank
Indonesia (BI).

101 | H a l a m a n
Menurut saudara dimana letak peran masing-
masing lembaga dalam mendukung regulasi
fintech dari masing-masing fintech yang ada.

4.2. Studi Kasus

Kurangnya Analisa dan Manajemen Risiko Pada

Perusahaan Ant Financial Services Group

Ant Financial Services Group merupakan perusahaan


Fintech yang bergerak dibidang pelayanan jasa keuangan
digital. Bidang usahanya meliputi jual beli produk investasi
berupa surat utang komersial dan memberikan pelayanan
pembayaran digital (Alipay). Pada januari 2017, Ant
Financial mengalami masalah dengan terjadinya
ketidakmampuan perusahaan membayar Surat Utang
Cosun Group senilai US$ 45 juta atau sekitar Rp 605
miliar.
Wu Ruilin miliarder telekomunikasi Cina mendirikan
perusahaan Cosun yang memproduksi ponsel.
Perusahaan mengumumkan telah terjadi
ketidakmampuan membayar surat hutang dengan hasil
imbal tinggi yang diperdagangkan secara online sejak satu
tahun lalu. Kegagalan pembayaran surat utang Cosun
terjadi hampir bersamaan dengan terpuruknya pasar surat
utang Cina. Kegagalan tersebut terjadi karena adanya
kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS)
pada 15 Januari lalu. Sampai pertengahan januari,
tercatat sebanyak 65 korporasi di Cina gagal membayar
utangnya.

102 | H a l a m a n
Akibat permasalahan yang ada, kredibilitas perusahaan
menjadi pertanyaan bagi investor. Meskipun perusahaan
hanya menyediakan wadah (platform), namun
ketidakmampuan membayar surat hutang Cosun tersebut
akan memberikan dampak dan timbulnya pertanyaan
bagaimana kualitas produk investasi yang diperjualbelikan
oleh Ant Financial. Berdasarkan informasi sebanyak 15
ribu investor membeli surat utang Cosun melalui layanan
Fintech Ant. Berarti Ant Financial diragukan atas cara
menganalisa risiko perusahaan-perusahaan yang produk
investasinya diperjualbelikan melalui Ant Financial.
Setelah terjadinya gagal bayar surat hutang Cosun, Ant
meminta semua pihak untuk membayar para investor dan
berjanji memenuhi tuntutannya. Meskipun begitu, Ant
mengatakan tidak akan bertanggung jawab untuk
membayar secara langsung, karena produk yang
ditawarkannya dikembangkan oleh pihak ketiga.

Pertanyaan :
a) Menurut saudara bagaimana solusi yang bisa
diambil ?
b) Apakah ada dampak bagi konsumen maupun
penyelenggara terhadap kasun diatas, jelaskan ?
c) Bagaimana peran regulator pada kasus diatas,
jelaskan

Sumber:
https://www.wsj.com/articles/alibaba-Fintech-affiliate-
tripped-up-by-china-bond-default-1482409642

103 | H a l a m a n
BAB. 4
PERLINDUNGAN KONSUMEN FINTECH
DI INDONESIA

O
toritas Jasa Keuangan (OJK) semakin fokus
dalam aspek perlindungan nasabah sektor jasa
keuangan, khususnya industri financial technology
(fintech). Hal tersebut tercermin pada upaya yang
dilaku
kan
dala
m
mend
orong
terbe
ntukn
ya
Unda
ng-undang (UU) perlindungan data pribadi nasabah
fintech. OJK harus memastikan produk dan layanan yang
ditawarkan tidak boleh melanggar peraturan dan selalu
mengedepankan perlindungan konsumen dan
masyarakat.
Perlindungan data pribadi konsumen mutlak dan wajib
dibutuhkan dan harus ada aturan yang menjamin
kerahasiaan data konsumen. Fintech terikat pada
peraturan perundang-undangan tentang sistem elektronik
dan peraturan tentang LJK. Kementerian Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) sebagai
regulator sistem elektronik dan Bank Indonesia serta OJK

104 | H a l a m a n
sebagai regulator sistem LJK harus mengawasi dan
mengatur Bisnis Fintech.

1. FINTECH ILLEGAL

B
erkembangnya fintech mengharuskan OJK untuk
menyediakan payung hukum serta kerangka untuk
mengatur dan
mengawasi yang
memberikan
ruang untuk
melakukan
inovasi.
Peraturan
tersebut
mengedepankan
prinsip-prinsip
transparan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi
dan fairness (TARIF). OJK membuat peraturan untuk
satuan produk, misalnya layanan inovasi keuangan digital,
layanan digital banking, peer to peer lending dan equity
crowdfunding. OJK memberikan arahan agar keberadaan
fintech dapat memberikan manfaat bagi perekonomian
nasional dan kepentingan masyarakat secara luas serta
mengutamakan perlindungan konsumen.
Masyarakat sering kali sulit untuk mengetahui apaha
penyelenggara fintech legal atau illegal. ? OJK harus
memberikan informasi dan memastikan bahwa
perusahaan Fintech yang tidak terdaftar atau tidak berizin
merupakan fintech ilegal. OJK dapat menginformasi
keberadaan fintech ilegal tidak dalam pengawasan pihak
manapun, sehingga transaksi dengan fintech ilegal dan
sangat berisiko bagi konsumen.

105 | H a l a m a n
Keberadaan fintech illegal akan memberikan dampak
kepada fintech secara keseluruhan. Pelanggaran hukum
yang dilakukan fintech ilegal beragam, misalnya
penagihan yang tidak sesuai prosedur maupun intimidasi
kepada konsumen. Pemberian bunga pinjaman yang
tinggi hingga pencurian data pribadi melalui telepon
seluler konsumen yang dilakukan perusahaan fintech
illegal. Kegiatan fintech illegal akan memberikan dampak
yang sangat buruk bagi konsumen. Pada gambar 13
mempelihatkan peningkatan investasi illegal. Kenaikan
yang cukup signifikan dari tahun 2017 s/d 2019.

Gambar. 13 Pertumbuhan Investasi Illegal

Investasi illegal sepertinya memberikan banyak


keuntungan bagi okmum tertemtu, ternyata sebaliknya
menjebak dan merugikan konsumen. Kenyataan, dimana
banyak konsumen dirugikan dikarenakan dikenakan
bunga dan denda yang tinggi bilamana terlambat

106 | H a l a m a n
membayar hutang plus bunga. Jangka waktu pinjaman
relatif singkat serta menyalin daftar kontak, yang akan
digunakan untuk melakukan intimidasi atau meneror
korbannya kalau tidak mau melunasi pinjaman.
Kebanyakan fintech ilegal berasal dari Indonesia,
kemudian dari Amerika Serikat, Singapura, Cina dan
Malaysia yang terdeteksi dari servernya. Modus yang
dilakukan fintech ilegal adalah mengeruk keuntungan
sebesar-besarnya dari konsumen tanpa mempedulikan
aturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan
fintech illegal diantaranya membuat aplikasi di situs,
appstore gawai tanpa memiliki izin atau tidak terdaftar di
OJK

Fintech yang telah memiliki izin dari OJK tidak


diperbolehkan mengakses daftar kontak pelanggan, data
gambar serta informasi pribadi dari telepon gengam
konsumen yang tidak memiliki hubungan langsung
dengan konsumen. Setiap bentuk kerja sama
penyelenggara dengan pihak ketiga, misalnya kerja sama
untuk melakukan penagihan, wajib disampaikan kepada
OJK. Kewajiban tersebut dilakukan untuk melakukan
penilaian apakah kerja sama tersebut dapat dilanjutkan
atau tidak.

107 | H a l a m a n
2. WASPADAI FINTECH ILLEGAL

S
ampai bulan Februari 2019 sudah ada 99
perusahaan fintech peer to peer lending yang
terdaftar dan berizin dari OJK. Sebaliknya hingga
pertengahan bulan Maret 2019, Satgas Waspada
Investasi telah menghentikan 168 entitas fintech illegal
dan telah mendeteksi ada 803 entitas fintech illegal.
Satgas berkoordinasi
dengan Kemkominfo
untuk menutup
fintech illegal
tersebut.
Masyarakat
diharapkan untuk
berhati-hati agar tidak melakukan pinjaman
terhadap Fintech Peer-To-Peer Lending tanpa terdaftar
atau izin dari OJK. Permasalahan fintech illegal menjadi
perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI),
YLKI meminta OJK untuk bertindak tegas terhadap
perusahaan fintech illegal. Konsumen hendaknya
membaca dengan cermat persyaratan-persyaratan yang
ditentukan oleh perusahaan fintech sebelum menjadi
melakukan peminjaman. Intimidasi yang dialami
konsumen bisa jadi berawal dari ketidaktahuan konsumen
memahami persyaratan teknis yang ditentukan oleh
perusahaan fintech illegal. Konsumen sering tidak
memahami bagaimana besaran bunga yang dikenakan
dan mekanisme cara penagihan oleh perusahaan online
kepada konsumennya. Menurut OJK ada lima ciri
perusahaan financial technology dinyatakan ilegal, yaitu :

a) Pertama, pengelola direksi sengaja menyamarkan


identitas diri dan alamatnya.

108 | H a l a m a n
b) Kedua,fintech ilegal sangat mudah memberikan
pinjaman. Tanpa banyak persyaratan, setelah calon
nasabah mengisi formulir pengajuan pinjaman,
uang akan langsung dicairkan.
c) Ketiga, ia menuturkan, fintech ilegal membebankan
bunga hitungannya per hari dan diakumulasi tanpa
batas. Sedangkan, kalau legal ada batasnya 90
hari serta 100 persen.
d) Keempat, Hendrikus menjelaskan, fintech ilegal
mengakses data phonebook juga data-data pribadi,
sehingga saat gagal bayar, itu digunakan untuk
meneror.
e) Kelima. fintech ilegal menggunakan data di
phonebook untuk meneror.

109 | H a l a m a n
Gambar 14 memperlihatkan ciri-ciri fintech legal dan
illegal, yaitu :

Gambar 14. Ciri-Ciri Fintech Legal Dan Illegal

110 | H a l a m a n
3. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP
KEAMANAN DATA KONSUMEN DALAM BISNIS
FINTECH

S
alah satu tujuan dan sifat hukum adalah
memberikan perlindungan (pengayoman) kepada
semua lapisan masyarakat (bambang, 2012).
Hukum merupakan sarana mutakhir dalam mengendalikan
berbagai perubahan di masyarakat sehingga perubahan
yang ada mampu juga
mewujudkan pembangunan
bangsa dan negara ke arah
yang lebih positif, Esmi
(2018). Hukum dapat
memberikan solusi atas
kemungkinan penggunaan
dan pemanfaatan iptek untuk sebesar-besarnya
kemanfaatan dan kelangsungan hidup manusia. Sri,
(1995), mengemukan dalam konteks Fintech, salah satu
tujuan hukum adalah untuk melindungi konsumen.
Perlindungan hukum adalah memberikan pengayoman
kepada hak asasi manusia yang dirugikan orang lain dan
perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat agar
mereka dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan
oleh hukum, Sarjito, (2006) Apabila konsumen itu adalah
masyarakat, artinya melindungi konsumen berarti juga
melindungi masyarakat. Janus (2010) mengemukakan
salah satu bentuk perlindungan hukum terhadap
konsumen Fintech adalah perlindungan terhadap
keamanan data pribadinya.
Berdasarkan konsep privasi yang dikemukakan oleh
Thomas J. Imedinghaff, salah satu konsep privasi yaitu
privasi dari data tentang seseorang (privacy of data about
person), yang artinya hak privasi dapat juga mengikat
111 | H a l a m a n
pada informasi menge-nai seseorang yang dikumpulkan
dan digunakan oleh orang lain, Makarin (2005). Berangkat
dari konsep “privacy of data about person” dapat diketahui
perlindungan terhadap keamanan data pribadi merupakan
perwujudan dari privasi seseorang sehingga sangat
penting untuk diwujudkan dan dilindungi.
Perlindungan hukum terhadap data pribadi konsumen
Fintech diatur oleh Kemkominfo RI melalui Peraturan
Menkominfo No. 20 Tahun 2016, oleh OJK melalui POJK
No. 77 Tahun 2016, POJK No. 13 Tahun 2018 serta
peraturan pelaksananya, yaitu Surat Edaran OJK. Data
yang harus dilindungi:

1) Data pribadi perseorangan dan korporasi.


3) Data dan informasi non-publik yang bersifat material.
4) Data dan informasi terkait transaksi keuangan.
5) Data dan informasi terkait kontrak/perjanjian.

Ada potensi masalah yang dapat muncul terkait dengan


kehadiran fintech, yaitu :

3.1. Potensi Masalah Secara Umum

 Anggur lama dalam botol baru;


masalah lama yang sama dalam bentuk baru. Banyak
produk fintech hanya variasi pada produk dan layanan
keuangan lama. Pinjaman masih pinjaman. Akun
deposit adalah akun deposit. Pembayaran elektronik
adalah pembayaran. Belum lama berselang bahwa
hanya memiliki situs web dan menawarkan produk di
internet atau dengan mengirim email dianggap
inovatif.

112 | H a l a m a n
 Kurangnya transparansi tentang biaya dan model
bisnis.
Produk Fintech sering kali tampak gratis atau berbiaya
sangat rendah tetapi mungkin tidak. Itu harus selalu
menjadi bendera merah jika tidak jelas berapa biaya
produk atau layanan, atau bagaimana itu dibayar
untuk dan oleh siapa. Terkadang biaya disembunyikan
atau tidak diungkapkan sampai setelah konsumen
memulai proses pendaftaran, dan kadang-kadang
biayanya bukan dalam dolar tetapi dalam
penggunaan, berbagi, atau penjualan informasi pribadi
konsumen.

 Dampak yang berbeda dan bahaya data besar,


privasi, dan keamanan.
Fintech sangat bergantung pada data konsumen.
Bagaimana data itu digunakan, apakah itu
menghasilkan perlakuan yang tidak sama terhadap
kelompok yang berbeda, kepada siapa data tersebut
diungkapkan dan dijual, dan apakah informasi sensitif
disimpan dengan cara yang aman merupakan
tantangan bagi perusahaan mana pun, dan terutama
bagi perusahaan baru yang tidak memiliki rezim
kepatuhan yang kuat atau pengalaman yang
mendalam. Kebijakan privasi sangat buram sehingga
tidak berguna dan konsumen tidak dapat mengetahui
apakah perusahaan memiliki keamanan data yang
kuat. Banyak produk fintech mengandalkan akses ke
rekening bank konsumen atau rekening transaksi
lainnya, yang meningkatkan kekhawatiran ini.

113 | H a l a m a n
 Menghindari hukum perlindungan konsumen.
Beberapa produk fintech dirancang untuk menghindari
undang-undang perlindungan konsumen sementara
yang lain mengklaim bahwa aturan yang ada tidak
berlaku untuk mereka. Pemberi pinjaman non-bank
sering bermitra dengan bank untuk menghindari batas
suku bunga yang ditetapkan pemerintah. Produk yang
mengklaim tidak menjadi pinjaman dapat dirancang
untuk menghindari undang-undang kredit. Perusahaan
yang mengumpulkan dan mendistribusikan informasi
tentang konsumen tidak boleh mengikuti Undang-
Undang Pelaporan Kredit yang Adil. Beberapa
regulator bergegas membebaskan produk-produk
baru dari undang-undang perlindungan konsumen
melalui “kotak pasir” regulasi.

 Pelayanan Cepat dan mudah dapat menyebabkan


masalah.
Kredit cepat dan mudah bisa utang cepat dan mudah.
Aplikasi akun yang lebih cepat atau pembayaran yang
lebih cepat dapat berarti penipuan yang lebih cepat
atau pencurian identitas. Aplikasi seluler yang apik
dapat mengabaikan cara kerja suatu produk.

 Tidak ada manusia, tidak ada catatan, dan


kurangnya layanan pelanggan ketika ada masalah.
Produk Fintech selalu bergantung pada antarmuka
seluler dan internet serta komunikasi elektronik. Tetapi
jika terjadi kesalahan atau Anda membutuhkan
seseorang untuk menjelaskan sesuatu, layanan
pelanggan mungkin sulit atau tidak mungkin
dijangkau. Interaksi yang terjadi sepenuhnya pada
perangkat seluler tidak memiliki catatan kertas

114 | H a l a m a n
perjanjian atau pernyataan kertas untuk menarik
perhatian pada biaya dan biaya. Ini dapat
meninggalkan konsumen dengan sedikit informasi
tentang apa yang telah mereka setujui atau apa yang
akhirnya mereka bayar.

 Arbitrase paksa melemahkan akuntabilitas bagi


pelaku kejahatan.
Klausul arbitrase paksa, terkubur dalam bentuk cetak
kontrak, menghilangkan hari konsumen di pengadilan
dan kemampuan mereka untuk bersatu dengan
konsumen yang terluka lainnya ketika perusahaan
melanggar hukum. Klausul arbitrase paksa adalah
masalah pada produk lama dan baru, tetapi mereka
terutama tersebar luas dalam produk fintech.
Menyoroti masalah ini dan yang lainnya tidak
dimaksudkan untuk mengambil dari janji nyata dari
banyak produk fintech. Tetapi penting bagi para
pembuat kebijakan, pembuat peraturan, dan
konsumen untuk tetap membuka mata mereka dan
mengeluarkan upaya untuk menggali lebih dalam
untuk memahami produk dan layanan fintech.
Keinginan untuk mempromosikan inovasi tidak boleh
membutakan kita terhadap risiko potensial dan
kebutuhan akan peraturan perlindungan konsumen
dan pengawasan yang terutama diperlukan untuk
produk dan layanan baru yang belum diuji.

115 | H a l a m a n
3.2. Permasalahan Fintech Dan Dampaknya
Terhadap Produk Serta Layanan Ganda

a. Data dan Model Alternatif: Big Data, Algoritma


Baru, Mesin Pintar
Apa yang terjadi ? Produk dan layanan keuangan
bagi konsumen dipengaruhi oleh penggunaan lebih
banyak dan sumber data baru tentang konsumen,
peningkatan besar dalam daya komputasi, dan
metode baru untuk menganalisis data dalam jumlah
besar, seperti mesin pintar dan algoritma baru.
Penggunaan data berdampak pada pemasaran,
penetapan harga, pengiriman, dan implementasi
hampir setiap produk.

b. Perlindungan yang dijanjikan :

 Aplikasi yang efisien dan penjaminan emisi yang


ditingkatkan.
Penggunaan data baru dapat menghilangkan
kebutuhan untuk aplikasi pinjaman berbasis kertas dan
catatan yang rumit, meningkatkan evaluasi kemampuan
peminjam untuk membayar pinjaman, dan
meningkatkan akses bagi konsumen yang kurang
terlayani.

Deteksi penipuan dan verifikasi identitas yang lebih


baik.
Penggunaan data yang lebih baik dapat membantu
mencegah penipuan dari sistem keuangan dan
membatasi pencurian identitas dalam layanan online.

116 | H a l a m a n
 Layanan yang lebih cepat, lebih personal.
Perusahaan menggunakan data untuk menargetkan
dan mempersonalisasikan komunikasi, produk, dan
layanan.

c. Kekhawatiran yang dapat muncul :

 Dampak berbeda pada komunitas yang kurang


beruntung.
Banyak elemen data, sendirian atau dalam kombinasi
satu sama lain, berkorelasi dengan ras, etnis, dan
karakteristik kelas yang dilindungi lainnya, yang
berpotensi mengarah pada diskriminasi dan dampak
yang berbeda.Penggunaan data tersebut dalam
keputusan pemberian pinjaman akan melibatkan Equal
Credit Opportunity Act (ECOA) .

 Masalah yang sama dalam paket baru.


Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa hipotek
digital menghasilkan harga yang lebih tinggi bagi
peminjam warna yang memiliki kualifikasi yang sama
dengan cara yang sama seperti penjaminan manusia.

 Orang miskin membayar lebih.


Data dapat digunakan untuk menganalisis sensitivitas
dan kecenderungan harga untuk dibandingkan dengan
toko lainnya, yang mengarah pada harga yang lebih
tinggi untuk konsumen yang kurang beruntung, mereka
yang memiliki akses internet lebih terbatas, dan mereka
yang memiliki pilihan lebih sedikit.

117 | H a l a m a n
 Kurangnya transparansi.

Tidak mungkin bagi konsumen - dan semakin, bahkan


para perancang kecerdasan buatan atau sistem
pembelajaran mesin - untuk mengetahui apa yang ada
dalam "kotak hitam" data dan algoritma komputer
yangbentuk bagaimana keputusan tentang orang-orang
tentang masalah mulai dari aplikasi kredit hingga
penetapan harga sedang dibuat

 Kesalahan, ketidakakuratan, dan ketidakmampuan


untuk memperbaikinya.
Data dapat dikaitkan dengan konsumen yang salah
atau dinyatakan salah. Kesimpulan dari algoritma
komputer bisa jadi tidak berdasar. Penelitian National
Consumer Law Center (NCLC) menemukan bahwa
penilaian seperti prediksi tingkat pendapatan dan
pendidikan dari beberapa perusahaan big data
seringkali sangat tidak akurat.

 Fair Credit Reporting Act (FCRA) dan hukum


konsumen lainnya.
FCRA membatasi penggunaan yang dapat digunakan
untuk memberikan informasi kepada konsumen;
memberi konsumen hak-hak penting untuk
mengetahui informasi apa yang sedang digunakan
dan kapan itu berdampak negatif bagi mereka; dan
memberikan hak, tugas, dan prosedur untuk
memperbaiki kesalahan. Dalam beberapa keadaan,
perlindungan FCRA berlaku untuk penggunaan data
besar, tetapi banyak perusahaan data besar
tampaknya tidak mematuhinya. Definisi dalam FCRA
sangat luas, dan mencakup banyak jenis data jika

118 | H a l a m a n
digunakan untuk keputusan tentang kredit, pekerjaan,
asuransi, dan banyak kegunaan lain. Apakah FCRA
itu sendiri berlaku atau tidak, hak dan tugas yang
diberikannya penting untuk banyak penggunaan data.

 Privasi.
Konsumen sering tidak memiliki kendali atas
penggunaan data mereka, terutama jika perusahaan
basis data percaya itu tidak tunduk pada hukum yang
ada seperti FCRA atau Gramm-Leach Bliley Act.
Bahkan ketika konsumen perlu memberikan izin, data
dapat dikumpulkan untuk satu tujuan tetapi kemudian
digunakan atau dijual untuk tujuan lain atau dengan
cara yang tidak pernah dipahami atau akan disetujui
oleh konsumen.

 Data alternatif dengan konsekuensi yang


merugikan.
Penggunaan data alternatif dapat membahayakan
konsumen dan merusak program yang dimaksudkan
untuk membantu mereka. Sebagai contoh, beberapa
mendesak utilitas gas dan listrik untuk menyerahkan
laporan "file lengkap" ke biro kredit setiap bulan,
bukan hanya akun berandalan serius. Tetapi jutaan
konsumen, termasuk manula yang rapuh, tertinggal
sebentar ketika dihadapkan dengan tagihan musim
dingin atau musim panas yang besar. Pelaporan file
lengkap dapat mengganggu kebijakan negara
terhadap pemutusan musim dingin dan dapat merusak
nilai kredit jutaan

119 | H a l a m a n
3.3. Agregator Data
Gregator (pengumpul) atau pembaca berita (news
reader) merupakan suatu perangkat lunak atau
layanan web yang mengumpulkan isi web berisikan
seperti tajuk berita, blog, podcast, dan vlog pada
suatu lokasi agar mudah untuk dibaca. Apa yang
terjadi? Banyak layanan yang dijelaskan dalam
laporan ini, termasuk pelaporan kredit, penjaminan
arus kas, alat simpanan, aplikasi manajemen
keuangan pribadi, dan layanan P2P dimungkinkan
melalui penggunaan pengumpul data untuk
mengakses informasi transaksi dari, atau untuk
memverifikasi, informasi pelanggan. rekening bank
dan terkadang rekening keuangan lainnya.
Perusahaan seperti Finicity, Plaid dan Yodlee tidak
menghadap ke konsumen tetapi digunakan oleh
perusahaan fintech untuk menyalurkan informasi
dari akun keuangan konsumen ke fintechs.

a. Perlindungan yang dijanjikan :

 Hak untuk mengakses data Anda sendiri.


Pengumpul data memberi konsumen cara untuk
melakukan konsolidasi dan memanfaatkan lebih baik
bank mereka sendiri, kartu kredit, investasi, dan
informasi rekening transaksi lainnya.

 Banyaknya penggunaan data baru untuk


meningkatkan layanan.
Layanan yang diuraikan dalam laporan ini hanyalah
gambaran kecil dari pertumbuhan cepat penggunaan
informasi transaksi keuangan konsumen untuk
menawarkan produk dan layanan baru, yang

120 | H a l a m a n
ditingkatkan, dan dibayangkan kembali yang
menjanjikan banyak manfaat bagi konsumen.

 Verifikasi akun lebih cepat.


Agregator data dapat memverifikasi akun yang
ditautkan untuk tujuan pembayaran atau tabungan lebih
cepat daripada menggunakan setoran mikro dan
menunggu sehari atau lebih.

 Persaingan bagi bank.


Konsumen dapat menjadi pendengar yang baik bagi
bank, yang memiliki keunggulan atas pesaing karena
informasi yang mereka miliki tentang konsumen.
Pengumpul data memungkinkan fintech untuk
menjangkau konsumen dan bersaing, dan juga
mendorong bank untuk meningkatkan layanan mereka
sendiri.

b. Kekhawatiran yang dapat muncul :

 "Diijinkan konsumen" hari ini akan diperlukan


besok.
Walaupun konsumen harus menyetujui untuk
memungkinkan agregator data mengakses akun
mereka, persetujuan diperlukan untuk banyak produk
dan layanan fintech. Saat ini, orang dapat dengan
mudah memilih untuk menghindari fintech itu, tetapi
ketika penggunaan agregator menyebar, menolak
untuk mengklik "Saya setuju" akan menjadi jauh lebih
sulit. Plus, jika data ini dimasukkan ke dalam laporan
kredit atau dijual dan dijual kembali, konsumen
bahkan mungkin tidak memiliki kontrol minimal dalam
memberikan persetujuan untuk penggunaan baru

121 | H a l a m a n
 Keamanan data tidak pasti.
Pengumpul data mengakses sejumlah informasi
pribadi dan keuangan yang sensitif dan memberikan
sebagian besar informasi tersebut kepada pihak
ketiga. Tidak ada cara bagi konsumen untuk
mengetahui apakah agregator data atau pengguna
akhir fintech memiliki kontrol keamanan yang kuat.
Pelanggaran data sering terjadi bahkan di perusahaan
terbesar dengan program kepatuhan yang luas.
Startup fintech kecil mungkin sangat rentan.

 Hidup mengutuk pengikisan layar secara luas.


Agregator data dan fintech kadang-kadang
mengharuskan konsumen untuk menyerahkan
rekening bank dan kredensial masuk mereka
sehingga mereka dapat terlibat dalam "skrining layar"
dari catatan akun. Praktik ini meningkatkan risiko
keamanan. Meskipun agregator data telah mencapai
kesepakatan dengan banyak bank untuk
menggunakan application programming
interfaces(API) yang lebih aman, skrap layar masih
digunakan untuk mengakses akun di institusi yang
lebih kecil.

 Dampak privasi dari koleksi dan penggunaan yang


jauh melampaui pemahaman konsumen.
Konsumen dapat mendaftar untuk aplikasi pintar, tidak
menyadari bahwa aplikasi tersebut menggunakan
data akun untuk tujuan yang jauh lebih luas daripada
yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Atau
mereka dapat mengajukan pinjaman, berpikir bahwa
akses akun hanya untuk tujuan langsung pemberian

122 | H a l a m a n
pinjaman tanpa menyadari bahwa perusahaan
memiliki akses berkelanjutan ke akun mereka.

 Penjualan dan berbagi data? Kebijakan privasi


sangat jelek.
Konsumen mungkin tidak menyadari bahwa data
mereka telah dibagikan atau dijual, berpotensi kepada
pihak ketiga yang tidak terkait. Agregator data dapat
dicakup dalam Gramm Leach Bliley, tetapi tidak jelas
apakah mereka mematuhi pemberitahuan privasi dan
ketentuan persetujuan undang-undang tersebut.

 Tidak ada jalan keluar, selamanya?


Beberapa perusahaan dapat menggunakan agregator
untuk terus mengumpulkan data bahkan jika akun
ditutup. Bahkan jika ada opsi untuk mengakhiri akses,
itu mungkin tidak terjadi secara otomatis pada
penutupan akun dan konsumen tidak mungkin
menyadari bahwa mereka perlu mengambil langkah
lain. Konsumen dapat memberikan izin aplikasi,
menggunakannya sekali, dan kemudian
melupakannya, tidak menyadarinya dan tidak
mengetahui bahwa ia terus mengakses akun mereka.

 Penagih Utang (Debt collectors) ?


Setelah konsumen memberikan akses akun ke
kreditor atau biro kredit, izin itu mungkin cukup luas
untuk diterapkan pada aktivitas pengumpulan juga
bahkan jika konsumen tidak menginginkan hasil itu.
Apakah penagih utang dapat memuncak ke rekening
bank untuk mengatur waktu pemberian pesanan,
untuk mengidentifikasi pemberi kerja, atau menguntit
konsumen di kedai kopi biasa mereka?

123 | H a l a m a n
 Kepatuhan Fair Credit Reporting Act (FCRA).
Pengumpul data mengumpulkan, menggunakan atau
berharap untuk menggunakan banyak data yang
mereka kumpulkan untuk kredit, asuransi, dan tujuan
lain yang dicakup oleh FCRA. Beberapa agregator
data, seperti Finicity, menerima bahwa mereka adalah
agen pelaporan konsumen yang dicakup oleh FCRA.
Tetapi yang lain tidak, mengklaim bahwa mereka
hanya menyalurkan data "pipa bodoh" kepada
pengguna akhir. Bahkan jika agregator menerima
tanggung jawab FCRA, konsumen tidak terbiasa
dengan entitas ini dan tidak tahu bagaimana
menggunakan hak mereka.

4. DISKUSI

4.1. Studi Kasus


Kasus Keamanan Data Priasi Konsumen Perusahaan
Fintech Dwolla

Dwolla perusahaan Fintech yang bergerak dibidang


pembayaran digital dan berdiri sejak tahun 2008 dan
berlokasi di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat.
Perusahaan berkembang cukup baik dan melayani
750.000 pelanggan. Rata-rata nilai transaksi mencapai 15
juta dollar Amerika per hari pada tahun 2016. Dan
menjadikan salah satu perusahaan pembayaran digital
terbesar di dunia.
Tahun 2017, Biro Perlindungan Konsumen Keuangan
Amerika Serikat (CFPB), memberikan sanksi kepada
Dwolla dikarenakan sistem keamanan data privasi
konsumen tidak dapat beroperasi dan terjamin dengan
baik. Sistem keamanan data konsumen tidak memenuhi
standar manajemen keamanan data yang baik yang telah
124 | H a l a m a n
ditentukan CFPB. Hasil temuan memperlihatkan sistem
keamanan data konsumen sudah kadaluarsa dan tidak
dapat menyimpan data konsumen dengan baik dan aman.
Kondisi ini memberikan dampak pada data pribadi
konsumen pada risiko yang sangat berbahaya.
Setiap akun konsumen berisikan informasi data pribadi
konsumen, misalnya nama, alamat, tanggal lahir, nomer
telepon, social security number, rekening bank,
password, dan 4 nomer PIN pelanggan. Dwolla
menyatakan perusahaan telah memberikan jaminan
keamanan bertransaksi konsumen. Perusahaan telah
memberikan informasi bahwa sistem keamanan telah
melebihi standar keamanan serta selalu melakukan
enkripsi informasi sensitif dan pribadi konsumen melalui
platformnya.
CFPB akan melakukanInvestigasi dan ditemukan bahwa
sistem keamanan data Dwolla belum memenuhi standar
penilaian keamanan data dan tidak melakukan enkripsi
setiap informasi pribadi konsumen. Akhirnya, CFPB
menindaklanjuti permasalahan ini dengan menyatakan
bahwa Dwolla memiliki praktik yang dapat merugikan dan
melanggar hukum konsumen keuangan. Dwolla diberikan
sanksi dengan membayar denda sebesar 200,000 dollar
Amerika kepada CFPB serta harus melakukan program
penilaian risiko dan audit, dan memberikan pelatihan
kepada para karyawan terkait kebijakan dan prosudur
keamanan data.

Pertanyaan

1) Bagaimana solusi terhadap kasus diatas ?


2) Bagaimana dampaknya terhadap konsumen ?

125 | H a l a m a n
3) Apakah kesalahan yang dilakukan perusahaan
akibat kegagalan regulator ?
4) Apa yang dilakukan konsumen atas kasus diatas ?

Sumber:
CFPB Newsroom, March 2016,
(https://www.consumerfinance.gov/about-us/newsroom/
cfpb-takes-action-against-dwolla-for-misrepresenting-data-
security-practices/)

126 | H a l a m a n
BAB. 5
PERKEMBANGAN FINTECH DI DUNIA
dan INDONESIA

K
emajuan teknologi Informasi meningkatkan jumlah
pengguna perangkat digital dan perubahan gaya
hidup yang mengarah pada peningkatan potensi
pasar untuk perbankan digital dan juga migrasi pengguna
perbankan konvensional ke perbankan digital di Indonesia
(Price Waterhouse and Coopers, 2018). Produk dan
layanan Perbankan Digital adalah salah satu strategi bank
untuk meningkatkan dan mempertahankan pangsa
pasarnya di era persaingan digital saat ini. Berdasarkan
survei perbankan digital yang dilakukan oleh PWC pada
tahun 2018, 66 persen responden menyatakan bahwa
strategi perbankan digital adalah bagian dari strategi
perusahaan. Hasil survey menunjukkan perkembangan
perbangkan digital tidak lagi mengenal batas wilayah,
tempat maupun nasabah. Hal ini menjadikan perbankan di
dunia dapat berinvestasi dimanapun.

1. PERKEMBANGAN FINTECH DI DUNIA

Price waterhouse Coopers (PwC) dalam laporan


"Financial Service Technology 2020 on Beyond:
Embracing Disruption", menempatkan fintech sebagai
tema kunci teratas. Laporan PwC menjelaskan
keberadaan fintech memberikan jalan kepada industri
jasa keuangan akan menjadi tren model bisnis yang
menjanjikan.

127 | H a l a m a n
Tren lahirnya perusahaan fintech sebagai penyedia
teknologi untuk memfasilitasi layanan keuangan (startup)
secara independen di luar lembaga keuangan
konvensional. Perusahaan yang mampu melakukan
inovasi akan menjadi pemain fintech bilamana
menciptakan layanan keuangan berbasis teknologi.
Pergeseran pun terjadi dari bank driven menjadi consumer
driven, yang membuka ruang bagi sedemikian banyak
pemain baru di sektor jasa keuangan. Fintech menjadi
perhatian para pelaku ekonomi, khususnya di industri
jasa keuangan. Pada gambar 15 dapat diperlihatkan
jumlah startup di dunia.

Gambar 15. Jumlah Startup Dunia

Sumber : CB Insight, 19 November 2019

CB Insights menyebutkan ada 58 startup di bidang


teknologi finansial (fintech) dengan valuasi lebih dari US$
1 miliar di dunia per kuartal III-2019. Benua Amerika jadi
yang paling banyak menyumbang dalam daftar tersebut,
dengan 36 startup. Kemudian, diikuti Eropa (10), Asia
128 | H a l a m a n
(10), dan Australia (2). Meski begitu, startup fintech
dengan valuasi terbesar berasal dari Tiongkok, yaitu
Lu.com. Startup yang memiliki layanan marketplace untuk
perdagangan aset keuangan ini bernilai US$ 39,4 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh startup layanan
pembayaran Stripe asal Amerika Serikat, yang valuasinya
sebesar US$ 35,3 miliar. Pendanaan untuk startup fintech
global sepanjang Januari-September 2019 senilai US$
24,6 miliar. Namun, jumlah itu baru mencapai setengah
dari total pendanaan pada 2018, yakni US$ 40,6 miliar.

Dalam lingkup Asia Tenggara jumlah total pendanaan


startup fintech terus menunjukkan kenaikan. Berbagai
startup di bidang teknologi finansial (fintech) di Asia
Tenggara terus mendapatkan suntikan dana dari para
investor, salah satunya perusahaan modal ventura
(venture capital). CB Insights mencatat jumlahnya
mencapai US$ 701,4 juta per September 2019, yang
dihasilkan melalui 87 kesepakatan.

Jumlah itu telah melampaui total pendanaan pada 2018,


sebesar US$ 578,5 juta melalui 81 kesepakatan. Kenaikan
ini juga menjadi tren meningkatnya pendanaan startup
fintech di Asia Tenggara dalam lima tahun terakhir, meski
sempat turun pada 2016.

Peningkatan yang terjadi di Asia Tenggara tak sejalan


dengan pencapaian total di seluruh Asia. Hingga kuartal
III-2019, jumlah pendanaan startup fintech di Asia baru
mencapai US$ 4,1 miliar, jauh tertinggal dari total pada
tahun sebelumnya US$ 22,9 miliar. Hal ini dikarenakan
adanya penurunan pendanaan di Tiongkok dan India.
Secara lebih lengkap dapat ditunjukkan pada gambar 16
sebagai berikut :

129 | H a l a m a n
Gambar 16. Total Pendanaan Startup Fintech
di Asia Tenggara

Sumber : CB Insight, 19 November 2019

1.1. Perusahaan financial technology

Sepuluh perusahaan financial technology terbesar di


dunia menurut versi Forbes tahun 2018, sebagai berikut :

a. GreenSky
GreenSky menjadi kategori fintech terbesar di dunia
dan berdomisili di Atlanta, Georgia Amerika Serikat.
GreenSky memilki total pendanaan 560 juta dolar AS
atau sekitar Rp6 triliun. GreenSky berbasis
pembayaran atau payment. GreenSky sudah tercatat
di bursa saham NASDAQ dengan total revenue pada
2017 mencapai 325,9 juta dolar AS

b. Kabbage
Kabbage bergerak dibidang penyaluran pinjaman dan
juga data analisis dan menduduki peringkat ke-2 serta

130 | H a l a m a n
memiliki total pendanaan senilai 500 juta dolar AS.
Kabbage didirikan tahun 2008 oleh Rob Frohwein
selaku Chief Executive Officer (CEO). Apabila
aplikasinya disetujui dana pinjaman dalam waktu 5
menit dapat dicairkan menjadi unggulan Kabbage

c. Stripe
Stripe didirikan pada tahun 2010 yang memilki total
pendanaan sekitar 450 juta dolar AS dan berada di
peringkat ke 3 versi Forbes Fintech pada tahun 2018
serta fokus pada bisnis pembayaran online.

d. Affirm
Affirm adalah perusahaan berbasis fintech dengan
ruang lingkup usaha pembayaran online dan berada
urutan ke-4 menurut Forbes Fintech tahun 2018
dengan total pendanaan mencapai 450 juta dolar AS.
Model bisnis Affirm hampir sama dengan cara kerja
kartu kredit. Konsumen dapat membeli produk dengan
menggunakan akun Affirm kemudian membayarnya di
bulan berikutnya. Affirm membantu masyarakat yang
tidak memiliki akses ke kartu kredit untuk membangun
riwayat kredit konsumen.

e. TransferWise
TransferWise perusahaan bergerak di bidang
pembayaran internasional yang fintech yang berbasis
di London dan memiliki total pendanaan 397 juta dolar
AS versi Forbes Fintech 50 2018.

f. Credit Karma
Credit Karma perusahaan berdiri pada tahun
2017berbasis di California, Amerika Serikat di pimpin
oleh Kenneth Lin memiliki total pendanaan senilai 369
131 | H a l a m a n
juta dolar AS. Model bisnisnya fokus menjalankan
penyaluran pinjaman, data analisis juga memberikan
credit scores dan credit monitoring secara gratis
kepada nasabahnya. Credit Karma perusahaan yang.

g. Betterment
Betterment adalah perusahaan fintech yang mengelola
portfolio reksadana (ETF) dan dipimpin Jon Stein
dengan basis usaha di New York, Amerika Serikat.
Risk tolerance mencapai hingga 0,25%. Total
pendanaan yang dimiliki Betterment mencapai 275 juta
dolar AS.

h. Adyen
Adyen perusahaan didirikan oleh Pieter Van Der Does
berasal dari Amsterdam, Belanda pada tahun 200.
Bisnis usahanya bergerak di bidang pembayaran
online dengan total pendanaan sebesar 266 juta dolar
AS.

i. Symphony
Symphony perusahaan dipimpin oleh David Gurle dan
berkantor di Palo Alto, California Amerika Serikat, yang
bergerak di bidang investasi dan data analisis dan
memiliki total pendanaan senilai 234 juta dolar AS.

j. Coinbase
Coinbase perusahaan dipimpin Brian Armstrong dan
berkantor di San Fransisco, Amerika Serikat dengan
bisnis usahanya mengelola blokchain dan mata uang
digital dan memiliki total pendanaan senilai 217 juta
dolar AS. .

132 | H a l a m a n
Sepuluh (10) perusahaan financial technology terbesar di
dunia menurut versi investopedia tahun 2019, sebagai
berikut :

a. Ant Financial
Ant Financial adalah perusahaan berbasis di China
didirikan pada tahun 2014, merupakan hasil dari
Alibaba Group (BABA) dan menduduki peringkat
teratas dalam daftar IPO yang paling diminati. Ant
Financial berasal dari Alipay, platform pembayaran
pihak ketiga terkemuka di dunia yang didirikan pada
tahun 2004. Ant Financial menjalankan Alipay, Ant
Fortune, Ant Financial Cloud, dan layanan
keuangan lainnya. Afiliasinya mencakup
manajemen kekayaan, pelaporan kredit, bank
swasta, pembayaran, dan komputasi awan. Nilai
bisnisnya diperkirakan mencapai $ 75 miliar pada
2016.

b. Adyen
Adyen menyediakan bisnis dengan platform tunggal
untuk menerima pembayaran melalui saluran
penjualan mana saja di dunia dan didirikan pada
tahun 2006. Adyen berbasis di Belanda melayani
lebih dari 4.500 bisnis dan memproses pembayaran
melalui ponsel, mode online, atau di dalam toko.
Adyen terus tumbuh dengan kecepatan tinggi dan
memiliki daftar pelanggan yang mengesankan,
termasuk Facebook, Uber, Netflix, Spotify, L'Oréal,
Burberry, Symantec, dan Microsoft. Pendapatan
2016-nya melampaui $ 700 juta, naik dari $ 365
juta pada 2015. Selama 2016, $ 90 miliar transaksi
diproses oleh Adyen, meningkat 80% year-on-year.

133 | H a l a m a n
c. Qudian
Qudian adalah perusahaan FinTech yang berbasis
di China yang termasuk dalam kategori pinjaman
dan didirikan pada tahun 2014. Qudian secara luas
beroperasi sebagai situs pinjaman mikro siswa,
pembayaran cicilan, dan platform manajemen
investasi. Qudian telah membentuk kemitraan
dengan beberapa e-commerce, layanan digital, dan
layanan keuangan dalam upaya untuk menarik
konsumen. Qudian akan segera go public dan
mengharapkan meningkatkan dana $ 800 juta
menjadi $ 1 miliar. Sekitar 33 miliar yuan dalam
bentuk pinjaman difasilitasi, angka ini diproyeksikan
menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi 80 miliar
yuan pada tahun 2017.

d. Xero
Xero, salah satu perusahaan "perangkat lunak
sebagai layanan" dan didirikan pada 2006 di
Selandia Baru dan pertumbuhan Paling Inovatif di
Dunia pada 2014 dan 2015 oleh Forbes.
Perusahaan mengembangkan perangkat lunak
akuntansi online yang mudah digunakan untuk
usaha kecil dan memiliki lebih dari 1 juta
pelanggan. Produknya meliputi sistem akuntansi
akrual penuh dengan buku kas, umpan bank harian
otomatis, faktur, debitor, kreditor, pajak penjualan,
dan pelaporan. Xero mencatat lebih dari NZ $ 1,4
triliun transaksi tahun lalu.

e. SoFi
SoFi merupakan perusahaan keuangan yang
mengambil pendekatan non tradisional untuk
pinjaman dan sekarang manajemen kekayaan.
134 | H a l a m a n
Perusahaan didirikan pada 2011 dan berbasis di
San Francisco dan oleh empat siswa yang bertemu
di Stanford Graduate School of Business.
Perusahaan menawarkan refinancing pinjaman
mahasiswa, pinjaman hipotek, pinjaman pribadi,
manajemen kekayaan, dan asuransi jiwa. SoFi
telah berkembang menjadi perusahaan multi miliar
dolar dengan pinjaman lebih dari $ 19 miliar yang
didanai dan anggota lebih dari 300.000 nasabah.

f. Lufax
Didirikan pada 2011 dan berkantor pusat di
Shanghai, Lufax sebagian besar adalah
perusahaan pemberi pinjaman peer-to-peer dan
perusahaan pembiayaan, yang dimiliki oleh Ping An
Group dengan kehadiran kuat di Cina. Laporan
tahunan Ping An Group 2016 menyebutkan bahwa
“penyebaran strategis bisnis internet terus
meningkat, dan nilainya secara bertahap menjadi
lebih nyata. Lufax Holding menyelesaikan
pembiayaan putaran-B sebesar $ 1.200 juta, yang
menjadikan valuasinya menjadi $ 18.500 juta. ”

g. Avant,
Avant adalah platform pinjaman online berbasis AS
yang menurunkan biaya dan hambatan pinjaman
dan didirikan pada 2012. Avant adalah perusahaan
teknologi yang didedikasikan untuk menciptakan
produk keuangan yang inovatif dan praktis untuk
semua konsumen. Perusahaan telah
memberdayakan lebih dari 500.000 pelanggan dan
memiliki portofolio pinjaman senilai $ 3,5 miliar.

135 | H a l a m a n
h. ZhongAn
ZhongAn Online P&C Insurance Co., Ltd. adalah
perusahaan yang berkantor pusat di Shanghai yang
menawarkan e-commerce, pembayaran mobile,
dan jaminan pembiayaan untuk bisnis dan
pengguna internet dan didirikan pada 2013.
Perusahaan dipimpin oleh Eksekutif Alibaba Jack
Ma,. Perusahaan berkantor pusat di Shanghai
bertujuan untuk mengumpulkan dana setidaknya $
1 miliar IPO Hong Kong.

i. Klarna
Klarna perusahaan berbasis di Swedia yang
memulai berdiri tahun 2005. Fokus untuk membuat
belanja online menjadi mudah dan tidak
merepotkan dan memfasilitasi pembelian dan
penjualan. Klarna bekerja dengan basis pedagang
lebih dari 65.000 dengan beberapa nama terkenal
seperti Spotify, Disney, Samsung, Wish, dan ASOS
sebagai kliennya dan melayani lebih dari 45 juta
pelanggan dan jumlah karyawan 1.500 karyawan di
18 pasar. Ini memiliki nilai estimasi 42,25 miliar.

j. Oscar
Oscar adalah startup InsurTech didirikan pada 2013
di Amerika Serikat. Dengan menyatukan asuransi
dan teknologi, berupaya untuk meningkatkan
sistem perawatan kesehatan dan pengalaman
pelanggan dengan menyediakan proses klaim
medis yang transparan dan lebih cepat, semuanya
dengan biaya minimal. Oscar membuat sistem
perawatan kesehatan sederhana, efisien, dan
hemat biaya bagi pelanggan. Nama-nama terkenal
seperti Fidelity, Google Capital, dan Khosla
136 | H a l a m a n
Ventures, antara lain ada dalam daftar investor.
Khosla Ventures mendefinisikan OSCAR sebagai
"jenis baru perusahaan asuransi kesehatan yang
menggunakan teknologi untuk membuat asuransi
sederhana, intuitif dan manusia."

1.2. Pengguna Fintech di Dunia

Berdasarkan laporan Global FinTech Adoption Index


2019, memperlihatkan Tren adopsi FinTech konsumen
dapat dijelaskan pada gambar.17 sebagai berikut :

Gambar 17. Survey Konsumen Dunia Dalam


Menggunakan Fintech

Adopsi layanan FinTech telah bergerak naik dengan


stabil, dari 16% pada tahun 2015, tahun ketika FinTech
Adoption Index pertama kami diterbitkan, menjadi 33%
pada 2017, menjadi 64% pada 2019. Penggunaan
FinTech di dunia sudah sangat tinggi, misalnya, 96%
konsumen mengetahui setidaknya banyak alternatif

137 | H a l a m a n
layanan FinTech yang tersedia untuk mendukung kegiatan
sehari-hari, misalnya mentransfer uang dan atau
melakukan pembayaran.
Hasil survey juga memperlihatkan tiga dari empat
konsumen global menggunakan layanan FinTech,
misalnya untuk melakukan transfer uang dan
pembayaranLayanan.
Hasil survey juga memperlihatkan satu dari dua konsumen
global menggunakan layanan asuransi FinTech.
Adapun alasan utama konsumen menggunakan FinTech
adalah memberikan layanan yang menarik, tarif dan biaya
yang murah.
Hasil survey juga memperlihatkan 33% pengguna
mengadopsi konsumen untuk beralih dari bank
konvesional menuju penggunaan fintech.
Hasil survey juga memperlihatkan 68% konsumen akan
mempertimbangkan layanan non-keuangan perusahaan
untuk jasa keuangan.
Hasil survey juga memperlihatkan 46% konsumen
mengadopsi untuk bersedia membagikan data bank
mereka dengan organisasi lain.
Selanjutnya, survey ditujukan untuk mengetahui kegunaan
fintech oleh konsumen seperti pada gambar 18, sebagai
berikut :

138 | H a l a m a n
Gambar 18 Survey Katagori Konsumen Menggunakan
Fintech

Hasil survey juga memperlihatkan hanya 4% konsumen


global yang tidak mengetahui FinTech dapat digunakan
untuk transfer uang dan alat pembayaran selebihnya 98%
mengetahui menfaat dari fintech..
Hasil survey juga memperlihatkan hanya 29% konsumen
global yang tidak mengetahui FinTech dapat digunakan
untuk anggaran dan perencanaan keuangan, selebihnya
71% mengetahui menfaat dari fintech..
Hasil survey juga memperlihatkan hanya 22% konsumen
global yang tidak mengetahui FinTech dapat digunakan
untuk penyimpanan uang dan investasi, selebihnya 68%
mengetahui menfaat dari fintech..
Hasil survey juga memperlihatkan hanya 24% konsumen
global yang tidak mengetahui FinTech dapat digunakan
untuk meminjam uang, selebihnya 76% mengetahui
menfaat dari fintech..
Hasil survey juga memperlihatkan hanya 14% konsumen
global yang tidak mengetahui FinTech dapat digunakan
untuk asuransi, selebihnya 86% mengetahui menfaat dari
fintech.

139 | H a l a m a n
Berdasarkan laporan Global FinTech Adoption Index
2019, memperlihatkan Tren adopsi FinTech usaha kecil
dan menengah (UKM)dapat dijelaskan pada gambar. 19
sebagai berikut :

Gambar 19 Survey UKM Dunia Dalam Menggunakan


Fintech

Hasil survey memperlihatkan 25% UKM mengadopsi


fintech global
Hasil survey juga memperlihatkan 56% UKM
menggunakan layanan FinTech perbankan dan
pembayaran
Hasil survey juga memperlihatkan 46% UKM
menggunakan layanan pembiayaan FinTech
Hasil survey juga memperlihatkan 93% pengguna UKM
lebih suka mencari solusi teknologi dalam mendukung
kegiatan operasional perusahaan.
Hasil survey juga memperlihatkan 89% pengguna UKM
bersedia berbagi data dengan perusahaan FinTech

140 | H a l a m a n
Alasan utama bagi pengguna UKM untuk menggunakan
fintech adalah fungsi dan fitur FinTech yang banyak.

2. PERKEMBANGAN FINTECH DI INDONESIA

erusahaan

Adapun
P startup Fintech di Indonesia berkembang
dilatarbelakangi beberapa
faktor-faktor
diantaranya
yang
faktor.
mempengaruhi,
perubahan perilaku
konsumen,
perekonomian
Indonesia, kondisi
geografis, latar
belakang budaya, faktor
demografis, serta
tingkat literasi dan
edukasi masyarakat
tentang produk dan jasa
keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan
terdapat 39 financial technology (fintech) asing yang
terdaftar di Indonesia per September 2019.

"Rata-rata fintech asing memiliki vehicle (platform fintech)


baru atau membentuk joint venture bekerjasama dengan
mitra local dan fintech asing yang masuk ke Indonesia
sebahagian berasal dari China, dikarenakan ekonomi
fintech di negara China jauh lebih besar dari Indonesia.
Faktor yang membuat fintech asing tersebut masuk ke
Indonesia yakni Indonesia merupakan pasar yang besar,
potensinya luar biasa, memiliki pertumbuhan ekonomi

141 | H a l a m a n
yang sangat baik, dan PDB-nya bagus. Selain itu, pelaku
UMKM di Indonesia sangat banyak.

"Untuk wilayah Asia Tenggara bahwa Indonesia negara


paling seksi untuk melakukan investasi di bidang digital,
salah satunya fintech. Selain tetap melakukan penegakan
aturan terhadap fintech ilegal melalui penutupan bekerja
sama dengan berbagai pihak terkait, OJK juga tetap
melakukan sosialisasi kepada fintech-fintech asing
tersebut untuk melegalkan usahanya di Indonesia.

Pada gambar 20 memperlihatkan profil dan


perkembangan fintech lending, sebagai berikut :

Gambar 20 memperlihatkan profil dan perkembangan


fintech lending

Sumber OJK Data per 27 November 2019

Menurut data yang dilansir OJK, hingga 27 November


2019 terdapat 144 fintech dengan 100 fintech berstatus
lokal dan 44 fintech berstatus penanaman modal asing

142 | H a l a m a n
atau asing. Sedangkan untuk status terdaftar atau berizin,
sebanyak 131 fintech berstatus terdaftar dan 13
fintech sudah mengantongi izin dari OJK. Untuk
konvensional sebanyak 132 terdaftar dan dalam bentuk
syariah sebanyak 12 lembaga keuangan. Terdapat
penambahan 17 fintech yang terdaftar yaitu, DUMI,
Dynamic Credit Asia, Pundiku, TEMAN PRIMA, OK!P2P,
DOEKU, Finsy, Mopinjam, BANTUSAKU, KlikCair,
AdaModal, KONTANKU, IKI Modal, ETHIS, Kapital Boost,
PAPITUPI SYARIAH, dan Berkah Fintek Syariah.

Untuk domisili, mayoritas fintech berdomisili di wilayah


Jabodetabek dan sisanya tersebar di Bandung, Surabaya,
Makasar, Bali dan Lampung.

Akumulasi realisasi pinjaman yang telah disalurkan oleh


fintech lending sebesar Rp 68,0 triliun per Oktober 2019.
Sedangkan outstanding pinjaman fintech lending per
Oktober 2019 sebesar Rp 11,19 triliun. Nilai ini tumbuh
121,76% ytd. Pinjaman ini dihimpun dari dana pemberi
pinjaman atau lender yang terus bertumbuh. Hingga
Oktober 2019, jumlah rekening lender sebanyak 578,158
rekening. Jumlah ini naik tumbuh 178,62% ytd. Bila dirinci
lebih jauh, pinjaman yang disalurkan kepada peminjam
yang berasal dari pulau jawa tumbuh 66,2% ytd menjadi
Rp 58,299.15 triliun pada paruh pertama 2019. Begitu
pun dengan penerima pinjaman (borrower) semakin
meluas dan tersebar. Pada bulan Oktober 2019 pinjaman
disalurkan kepada 15.986.723 juta rekening borrower,
tumbuh 266,71% ytd.

OJK mempersiapkan peraturan dan pengawasan dengan


mengedepankan ruang inovasi tanpa mengesampingkan

143 | H a l a m a n
prinsip-prinsip transparan, akuntabilitas, responsibilitas,
independensi dan fairness (TARIF).

Khusus untuk layanan peer to peer lending (P2P), OJK


menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama
Indonesia (AFPI) untuk membuat standard (code of
conduct). OJK juga menyediakan Pedoman Perilaku
Pemberian Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi secara Bertanggung Jawab.

Pada gambar. 21 memperlihatkan karakteristik pengguna


fintech leading sebagai berikut :

Gambar. 21 Karakteristik Pengguna Fintech Leading

Sumber OJK Data per 27 November 2019

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat mayoritas


pemberi pinjaman atau lender di industri perusahaan
finansial teknologi berbasis pinjaman atau fintech peer to
peer (P2P) lending terbanyak dari kalangan milenial (usia
19-34 tahun), yakni sebanyak 69,66% dan didominasi oleh
laki-laki sebesar 61,47%. Adapun sisanya lender di
industri ini berasal dari kalangan usia 35-54 tahun
(26,79%), dan golongan usia lainnya.

144 | H a l a m a n
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat mayoritas
peminjam atau borrower di industri perusahaan finansial
teknologi berbasis pinjaman atau fintech peer to peer
(P2P) lending terbanyak dari kalangan milenial (usia 19-34
tahun), yakni sebanyak 70,60% dan didominasi oleh laki-
laki sebesar 51,70%. Adapun sisanya lender di industri ini
berasal dari kalangan usia 35-54 tahun (27,41%), dan
golongan usia lainnya. Data itu makin menguatkan
investasi di perusahaan finansial teknologi berbasis
pinjaman semakin menarik, khususnya bagi para milenial
yang merupakan investor pemula karena investasinya
cukup terjangkau. Data tersebut mendukung product
fintech yang paling banyak diminati.

Pada gambar 22 memperlihatkan produk fintech yang


paling banyak diminati masyarakat adalah :

Gambar 22. Produk Fintech Yang Paling Diminati


Sumber : DailySocial.id, 2019

145 | H a l a m a n
Berdasarkan data tersebut, P2P Lending mencatatkan
perkembangan paling pesat di antara financial technology
(fintech) lainnya. Perkembangan penyaluran pinjaman
P2P kepada invididu/bisnis sebesar 40%. Adapun
perkembangan terbesar selanjutnya terdapat di jenis
fintech pembayaran (payments) sebesar 34%.
Perkembangan selanjutnya terdapat di jenis fintech
analisis data pasar (market provisioning) sebesar 9%,
urun dana (crowdfunding equity), data analitik, Artificial
Intelligence (AI), dan pengelola kekayaan (wealth
management) sebesar 4%. Adapun fintech di bidang
asuransi berkembang sebesar 3%.

Gambar 23 memperlihatkan Top 10 Dompet Digital yang


Paling Sering Digunakan 2019 sebagai berikut :

Gambar 23. Produk Dompet Fintech Yang Paling


Diminati

146 | H a l a m a n
Sumber : DailySocial.id, 2019

Gopay menjadi dompet digital yang paling banyak


digunakan tahun ini. Riset DailySocial yang bertajuk
Fintech Report 2019 menunjukkan dari total 651
responden yang disurvei, 83,3% di antaranya
menggunakan Gopay.
Hasil yang didapat Gopay melampaui kompetitornya,
OVO, yang menduduki peringkat kedua dengan
persentase 81,4%. Dana, LinkAja, dan DOKU menyusul
dengan persentase masing-masing 68,2%, 53%, dan
19,7%. Alasan terbanyak responden memilih
menggunakan dompet digital karena responden percaya
dengan produknya yaitu sebesar 81,6%. Alasan tertinggi
selanjutnya karena butuh (72,2%) dan bermanfaat
(72,9%). Selain itu, responden juga menilai dompet digital
mudah untuk digunakan dan menghemat waktu dengan
persentase masing-masing sebesar 66,2% dan 32,8%.

3. DISKUSI

3.1. Question and answers

1. Apakah pemerintah dapat membendung masuknya


fiontech asing ke Indonesia ?
2. Bagaimana menurut saudara. Fintech kedepannya
akan mengalami penurunan jumlah peminat ?
3. Bagaimana peran regulator dalam menyikapi
terjadinya fintech illegal ?
4. Apakah fintech illegal dapat dibawah keranah
hukum, jelaskan ?
5. Bagaimana keberlangsungan perbankan
konvensional dengan kehadiran fintech yang
semakin banyak ?

147 | H a l a m a n
6. Bagaimana perbankan konvensional membuat
strategi dalam menghadapi gencarnya marketing
fintech ?
7. Apakah fintech nasional dapat bersinergi dengan
fintech asing ?

148 | H a l a m a n
BAB. 6
MASA DEPAN FINANSIAL
TEKNOLOGI

S
ulit untuk memprediksi masa depan, tetapi fintech
menjadi sangat penting untuk menjadi strategis dan
mempersiapkan diri untuk menjadi sukses untuk
menghadapi persaingan global.

Laju perubahan
dunia bisnis
lebih cepat dari
hari ini berkat
globalisasi dan
teknologi digital.
Pelanggan
memiliki
harapan untuk
mendapatkan pelayanan yang lebih baik khususnya di
industri keuangan. Saudara dapat melihat bagaimana
mewujudkan financial teknologi kedepannya :
https://youtu.be/CaK7zwTJDpA

1. LAYANAN KEUANGAN DIMASA AKAN DATANG


(THE FUTURE OF FINANCIAL SERVICES)

I
ndustri jasa keuangan telah mengalami metamorfosa
serta perubahan dari konvensional dan beralih
berbasis teknologi informasi (TI). Industri keuangan
telah berinovasi untuk memanfaatkan TI untuk
meningkatkan pelayanan kepada nasabah maupun
operasional perusahaan. Pelayanan semakin cepat dan

149 | H a l a m a n
efektif yang akan memberikan dampak menurunkan biaya
operasional. Untuk mendukung peralihan tersebut,
dibutuhkan strategi yang jelas serta keterlibatan semua
pihak untuk menfasilitasi terwujudnya financial teknologi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum


mewujudkan maupun untuk mengembangkan financial
teknologi :

a. Dapatkan Data Dengan Benar

Dalam membuat keputusan bisnis yang cerdas dibutuhkan


analisis yang tajam dan tentunya data yang valid dan
realibel. Disektor bisnis keuangan, layanan serta
operasional yang efektif, efisien dan berorientasi kepada
pelanggan menjadi tumpuan utama terwujudnya financial
teknologi.

Bisnis digital membutuhkan data yang besar dan tepat


sesuai dengan kebutuhan untuk diproses guna
menghasilkan output yang dibutuhkan. Dibutuhkan
pemodelan dan peramalan yang tepat untuk
memungkinkan perusahaan Fintech dapat menggunakan
data dimiliki. Aktivitas ini dilakukan untuk mengidentifikasi
dan mengantisipasi guna memberikan rasa aman kepada
nasabah.

b. Menjaga Pelanggan Sebagai Prioritas Utama (Keep


Your Customers As Your Main Priority)

Keberhasil fintech tidak lepas dari keberadaan pelanggan


yang akan menggunakan fintech sebagai interaksi
keduanya. Teknologi digital tidak akan memiliki arti
bilamana teknologi tersebut tidak sesuai dengan
kebutuhan pelanggan. Pelanggan sebagai end user

150 | H a l a m a n
computing satisfaction akan memberikan dampak kepada
fintech itu sendiri.

Fintech harus memberikan layanan personal kepada


pelanggan dengan menggunakan kecerdasan buatan.
User friendly, ease of use, user interface, timely, content
serta format dari fintech menjadi focus bagi pelanggan.

c. Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin


(Embrace AI And Machine Learning Disruption)

AI dan pembelajaran mesin


dapat membantu pelanggan
untuk mengelola keuangan
mereka sendiri dengan lebih
baik, dan aplikasi tersebut
dapat memberikan jawaban
yang tepat tentang
keuangannya sendiri. Mesin ini juga dapat membantu
memberikan data historis keuangan pelanggan maupun
membantu memberikan rencana anggaran keuangan
kedepannya.

Selain itu, mesin juga dapat membantu untuk memilah-


milah peluang investasi untuk mencocokkannya dengan
profil pelanggan, termasuk risiko dan tujuan jangka
panjang. Kemampuan mesin untuk memberikan prediksi
keuangan berarti dapat juga membuat prediksi yang
akurat tentang pasar.

d. Buat Departemen (Make IT the Department )

Departemen TI akan menjadi pihak yang bertanggung


jawab dalam mengelola keberadaan fintech. Keberadaan
departemen TI akan memberikan kemudahan bagi
eksekutif untuk lebih focus dalam mengelola fintech.

151 | H a l a m a n
Kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak, integrasi
data serta teknologi penyimpanan data lebih focus dikelola
depertemen TI.

e. Awan Public (the Public Cloud)

Adopsi awan publik secara konsisten tumbuh dalam


semua industri di seluruh dunia. Teknologi cloud banyak
memberikan manfaat
dan sangat menarik
khususnya bagi
industri keuangan.
Banyak manfaat yang
diperoleh diantaranya
skalabilitas,
kelincahan, waktu
untuk pasar dan berdasarkan permintaan

Keuangan adalah bisnis dengan risiko tingkat tinggi


khususnya terkait dengan data keuangan pelanggan.
Keberadaan public cloud banyak memberikan manfaat
khususnya dari sisi keamanan data perusahaan, biaya
yang lebih murah serta upgrade fitur-fitur baru yang
semakin familiar bagi perusahaan.

Solusi teknologi Cloud dapat menjadi pertimbangan bagi


industry fintech.

152 | H a l a m a n
2. TREND TECHNOLOGY

T
eknologi telah merubah Industri jasa keuangan
menjadi permanen. Pelanggan tidak harus lagi
mengunjungi bank untuk membuka rekening ,
menyimpan data maupun proses transaksi secara
konvensional, semuanya sudah bisa dilakukan melalui
teknologi.

Fintech telah membuat pengelolaan keuangan menjadi


sederhana, dengan akses ke semua jenis akun hanya
dengan sekali klik. Tetapi aplikasi baru bukan satu-
satunya teknologi yang membentuk jasa keuangan. Bank
dan perusahaan lain dapat menggunakan teknologi baru
dalam banyak cara untuk meningkatkan pengalaman
pelanggan, merampingkan proses mereka sendiri dan
memperluas layanan.

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), analisis


data, dan teknologi blockchain, industri ini akan menjadi
prima untuk transformasi keera digital. Tren teknologi
untuk menonton di 2020.

a. Peranan Kecerdasan Buatan (AI) Keuangan Akan


Meluas

Penggunaan kecerdasan buatan telah menyentuh


hampir semua sektor industri tidak terkecuali sektor
keuangan. Penggunaan AI dapat melakukan
analisis prediktif tentang profil nasabah maupun
dapat menentukan siapa yang mampu membayar
kembali pinjaman. AI dapat membantu perbankan
memberikan nasihat keuangan yang informatif,
membantu dalam deteksi penipuan dan bahkan
dapat menolong memandu investasi pelanggan.

153 | H a l a m a n
b. Perusahaan Jasa Keuangan Akan Menumbuhkan
Penggunaan Data Analytics

Industri jasa keuangan telah menjadi leader dalam


mengadopsi analisis data canggih, untuk membantu
membuat keputusan profil nasabah pada saat ingin
melakukan transaksi. Informasi yang tersedia dapat
membantu perusahaan jasa keuangan untuk
melacak aktivitas bisnis maupun profil nasabah, yang
memungkinkan mendeteksi penyimpangan atau
penipuan dan dan memperkecil terjadinya resiko.

Ketika AI dapat mengetahui perilaku pelanggan,


bank dapat menggunakannya untuk meningkatkan
kehati-hatian dan akan menemukan lebih banyak
cara untuk menggunakan informasi ini untuk
menyesuaikan produk dan layanan kepada
pelanggan.

c. Blockchain Akan Menjadi Solusi Keamanan Kunci

Blockchain merupakan sebuah buku besar


terdistribusi (distributed ledger) terbuka yang dapat
mencatat transaksi antara dua pihak secara efisien
dan dengan cara yang dapat diverifikasi dan
permanen.

Banyak bank Asia telah secara resmi mengadopsi


blockchain untuk mengamankan transaksi keuangan,
dan lembaga-lembaga Eropa dan Amerika
kemungkinan akan mengikuti tren ini.

Manfaat menggunakan blockchain di fintech


a) Setiap transaksi dienkripsi, tanpa
kemungkinan penetrasi.

154 | H a l a m a n
b) Setiap pemangku kepentingan jaringan harus
menyetujui transaksi yang membuat serangan
peretasan sangat tidak mungkin.
c) Tokenisasi membantu bisnis internasional
untuk menggunakan mata uang universal alih-
alih uang khusus negara.

Transaksi Blockchain diimplementasikan di seluruh dunia


dari Australian CommonWealth Bank ke Russian Alfa
Bank, dan institusi baru bergabung dengan tren setiap
bulan.
Pada gambar 24 memperlihatkan skema transaksi
Blockchain sebagai berikut :

Gambar 24 Skema Transaksi Blockchain

Sumber : https://www.information-age.com

Cryptocurrency (mata uang crypto) merupakan mata


uang digital atau virtual yang didesain sebagai alat
tukar dalam transaksi bisnis. Untuk menjaga
keamanan dan memverifikasi setiap transaksi, serta
untuk mengontrol pembuatan unit-unit (token) baru
Cryptocurrency menggunakan sistem kriptografi.

155 | H a l a m a n
Sistem uang terdesentralisasi merupakan sebuah
sistem jaringan yang menghubungkan konsumen
tanpa melalui perantara atau melalui pihak ketiga
seperti perbankan atau pemerintah. Dengan
menggunakan smartphone atau laptop yang
tersambung dengan internet, konsumen dapat
mengirim dan atau menerima uang kapanpun dan
dimanapun di seluruh dunia dalam hitungan menit
melalui akun yang dimiliki..

Sedangkan sistem terpusat (sentralisasi)


memerlukan biaya yang lebih besar dalam
operasionalnya. Selain sistem terpusat memiliki
aturan-aturan yang cukup ketat, menjadikannya
kurang efisien dan efektif. Masalah tersebut dapat
dipecahkan melalui sistem blockchain, yaitu sebuah
platform dimana mata uang digital dapat digunakan.
Cryptocurrency sangat bergantung dengan sistem
blockchain, karena proses transaksinya semua
tercatat menggunakan sistem blockchain. Fungsi
blockchain untuk mengatur dan menjaga setiap
penambahan data yang tersimpan pada tiap blok.
Blok-blok menyimpan data tersebut akan
berhubungan satu sama lain dan membentuk
jaringan terdesentralisasi atau jaringan peer to peer
(P2P). Dalam blockchain, data yang disimpan atau
dicatat tidak dapat dipalsukan atau disunting.
Jaringan P2P ialah jaringan kesepakatan, dimana
sistem terpusat mampu menghadirkan sistem
pembayaran atau transaksi yang baru.

156 | H a l a m a n
d. Keamanan Menjadi Salah Satu Risiko Lembaga
Keuangan

Sebuah survei menunjukkan bahwa masalah


keamanan masih menjadi kendala utama bagi
pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Ada
empat resiko utama yang bisa menghambat
penetrasi layanan keuangan digital. Pertama terkait
keamanan, termasuk rendahnya kredibilitas dan
kepercayaan provider dan layanan yang diberikan.
Faktor lain penghambat penetrasi layanan keuangan
digital adalah terjadinya keterlambatan transaksi
(11,3 persen), kegagalan sistem (7 persen), masalah
jaringan (4,7 persen), dan penolakan oleh agen (2
persen). Diharapkan penyedia layanan keuangan
digital untuk memperketat pengawasan. Hal ini perlu
dilakukan untuk menjamin keamanan saluran
layanan dan meningkatkan perlindungan pelanggan.
Bank Dunia mengeluarkan laporan terkait dengan
keuangan digital. Salah satu rekomendasinya adalah
untuk melakukan manajemen resiko agar bisa
menyeimbangkan antara target dan tujuan dengan
faktor-faktor keamanan yang bisa dihadapi.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)


harus menjadi acuan standardisasi keamanan bagi
penyedia jasa keuangan berbasis teknologi di
Indonesia. Penerapan sistem keamanan tersebut
dalam rangka memberi perlindungan kepada
konsumen dari tindakan pencurian data dan
kejahatan keuangan lainnya.

Perlindungan terhadap konsumen perlu dilakukan


seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap

157 | H a l a m a n
layanan keuangan (inklusi keuangan). Bank
Indonesia (BI) menyebut, angka inklusi keuangan
tumbuh signifikan menjadi 51% hingga pertengahan
tahun ini. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
optimistis inklusi keuangan di Indonesia mencapai
75% hingga akhir 2019.

Pada gambar 25, memperlihatkan temuan OJK


terkait dengan temuan P2P lending illegal yang
beroperasi.

Gambar 25. temuan P2P lending illegal &


Memahami Resiko P2P Lending

Sumber : OJK

158 | H a l a m a n
e. Regulator Akan Beralih Ke Teknologi

FinTech memiliki banyak keunggulan


dibanding layanan finansial konvensional,
termasuk kecepatan, analisis dan akurat
data, dan kemampuan untuk menyajikan
produk non-standar
Ada dua pekerjaan rumah FinTech, yaitu
kolaborasi
dan regulasi.
Kolaborasi
dengan bank
dan lembaga
keuangan
akan
membantu
masing-
masing pihak fokus pada kekuatan masing-
masing, sehingga bisa memberikan produk
terbaik buat masyarakat.
Ke depannya Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
akan mengembangkan pengawasan sistem
jasa keuangan menggunakan TI Based
Supervision, penguatan peraturan, perizinan
dan pengawasan terintegrasi bagi
konglomerasi keuangan.
OJK merumuskan solusi dengan
mengeluarkan empat inisiatif strategis.
Pertama, OJK sebagai lembaga pengawas
yang independen dan kredibel yang
didukung kapasitas internal yang handal.
Kedua, mewujudkan sektor jasa keuangan
yang tangguh, stabil, berdaya saing dan
tumbuh berkelanjutan. Ketiga, sektor jasa
159 | H a l a m a n
keuangan yang berkontribusi dalam
pemerataan kesejahteraan. Keempat
mewujudkan perlindungan konsumen yang
handal untuk mendukung terciptanya
keuangan inklusif.

3. PERBANKAN MENJALANI TRANSFORMASI


DIGITAL

D
i era technology disruption, setiap industri harus
siap bergerak menghadapi perubahan-perubahan
yang dinamis. Industri keuangan dan perbankan
pun mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan
perkembangan teknologi yang ada. Berdasarkan riset
Salesforce pada Digital Banking Report, 62% konsumen di
zaman sekarang berharap perusahaan beradaptasi
dengan persona mereka (tingkah laku, pola komunikasi,
dan kebiasaan). Oleh karena itu seiring bergantinya pola
gaya hidup, mobilitas, dan kebutuhan nasabah, bank
harus siap melakukan transformasi digital.
Financial Technology (fintech) hadir untuk memberikan
kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi
keuangan, termasuk untuk membuka akses publik
terhadap potensi pasar modal, pembiayaan, dan industri
keuangan lainnya.
Transformasi digital lebih dari sekedar menyediakan
layanan online dan mobile banking. Industri finansial
perbankan perlu berinovasi dalam menggabungkan
teknologi digital dengan interaksi nasabah, dalam hal ini
temuan-temuan teknologi baru tersebut haruslah
mempermudah dan memberikan kenyamanan bagi
pengguna dalam mengakses layanan perbankan. Salah

160 | H a l a m a n
satunya adalah perbankan digital yang menggambarkan
proses virtual penunjang seluruh layanannya.
Kini, banyak bank yang sudah mulai mengembangkan
fitur-fitur perbankan digital mereka. Tak hanya penyediaan
aplikasi dan website untuk bertransaksi saja, digitalisasi
juga dilakukan pada kantor cabang. Misalnya, kini
beberapa bank sudah memiliki aplikasi untuk reservasi
nomor antrean, lalu untuk cetak dan ganti buku tabungan
sudah bisa dilakukan lewat mesin. Bahkan untuk
membuka rekening pun kini sudah dapat dilakukan secara
self service oleh nasabah, tanpa harus datang ke kantor
cabang. Begitu juga dengan kinerja teller, yang dulu
menghitung uang secara manual, kini sudah
menggunakan mesin khusus.

3.1. Otomatisasi Layanan Keuangan

Transformasi digital akan jadi senjata bagi perbankan


untuk bisa menjaga perolehan laba di tengah tren margin
bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang mengarah
pada penurunan. Digitalisasi itu bakal mendorong efisiensi
berbagai biaya Peralihan dunia perbankan konvensional
menjadi digital dapat meningkatkan efisiensi proses kerja
dan meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Apalagi, pola transaksi
nasabah di zaman kini
mengharuskan adanya
kemudahan dalam setiap
layanan perbankan.
Terciptanya pasar baru dari
generasi nasabah yang lebih muda juga menjadi salah
satu faktor mengapa perbankan harus siap berubah.

161 | H a l a m a n
Dengan melakukan digitalisasi, bank sudah melakukan
“investasi” jangka panjang untuk masa depan. Dikatakan
demikian karena channel-channel digital mampu
menghemat biaya cost per transaction. Bank yang sudah
digital, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi
nasabahnya, juga akan menggaet banyak nasabah-
nasabah baru yang notabene kini berada di usia produktif
dan relatif muda.
Pergeseran besar dalam produk, saluran, dan peluang
platform mengubah cara bank dan atau institusi keuangan
dapat bersaing. Menurut laporan Innovation in Retail
Banking Edisi 2018 menemukan saat ini, banyak lembaga
keuangan tidak memiliki strategi digitalisasi yang pasti.
Tetapi di masa depan, organisasi yang gesit, responsif,
dan maju secara teknologi akan menandai pemenang
dalam persaingan.

“Hampir 9 dari 10 lembaga keuangan percaya bahwa


transformasi digital akan secara fundamental mengubah
layanan yang mereka tawarkan dan sepenuhnya
mengubah lanskap kompetitif industri. Terlepas dari
kepercayaan yang luar biasa ini, sebagian besar
organisasi tidak memiliki strategi digital. Ini menimbulkan
dilema yang dapat berdampak pada kemampuan untuk
menghilangkan ancaman dan memanfaatkan peluang di
masa depan.

Ada tiga tren utama yang merubah bentuk nasabah ritel


perbankan di Indonesia seperti laporan berjudul “Digital
Banking in Indonesia: Building Loyalty and Generating
Growth”,. Tiga hal antara lain diversifikasi hubungan
perbankan, meningkatnya penerimaan konsumen

162 | H a l a m a n
terhadap teknologi digital peningkatan penggunaan
saluran digital oleh pelanggan.

Analis McKinsey, menyatakan ada sejumlah faktor-faktor


yang mendukung perpindahan dari konvensional ke
teknologi digital perbankan di Indonesia. Peningkatan
penggunaan internet dan smartphone dan pertumbuhan e-
commerce mendorong perbankan di Indonesia untuk
memenuhi permintaan penggunaan keuangan digital.
Bank berusaha mendorong konsumen serta menjelaskan
menggunaan perbankan online yang digunakan sehingga
membuat nasabah mencoba saluran digital.

3.2. Keamanan Pelayanan Keuangan

Ada pertanyaan yang cukup penting untuk menjadi


perhatian industri fintech yaitu Bagaimana perusahaan
jasa keuangan dapat meningkatkan CyberSecurity ?.
Organisasi dapat mengatasi
ancaman umum,
mendapatkan buy-in dari
kepemimpinan dan
membangun program
keamanan Cyber yang
canggih.

menurut laporan Forbes Industri jasa keuangan


mengalami 35 persen pelanggaran data dan ini sektor
yang paling dilanggar. Laporan ini juga mengatakan
Industri keuangan memiliki data dan aset bernilai tinggi
yang menarik bagi penyerang. Banyak alasan yang jelas,
mengapa hal ini dapat tertjadi ? pelayanan keuangan

163 | H a l a m a n
memiliki berbagai sistem keuangan yang beragam yang
memproses jutaan transaksi dan membuat industri
keuangan sangat rentan terhadap serangan. Ancaman ini
membawa risiko tidak hanya dari pelanggaran data, tetapi
juga risiko hukum seperti denda regulasi litigasi dan
curam. Kecenderungan yang paling berpotensi untuk
risiko hukum, menurut sebuah survei Forbes, termasuk
berurusan dengan data (69 persen), CyberSecurity (47
persen), perubahan lingkungan peraturan (46 persen),
perlindungan penipuan (39 persen) dan digital
transformasi (39 persen).

Ada beberapa permasalahan terkait dengan pertanyaan


Bagaimana perusahaan jasa keuangan dapat
meningkatkan CyberSecurity ?, diantaranya :

a. Lembaga keuangan menghadapi berbagai tantangan


keamanan (Financial Institutions Face a Range of
Security Challenges)

Lembaga keuangan menghadapi berbagai macam


ancaman, termasuk serangan phishing, serangan
penolakan Layanan terdistribusi, ancaman Insider,
dan serangan berbasis browser. Tapi mungkin sama
pentingnya adalah tantangan kelembagaan, seperti
anggaran terbatas dan kurangnya buy-in dari
kepemimpinan. Majalah keamanan mencatat bahwa
Keamanan Cyber sering mengambil kursi belakang
untuk faktor-faktor seperti kepuasan pelanggan dan
kepatuhan peraturan dalam pikiran para eksekutif,
terutama pada lembaga yang lebih kecil. Leaders di
perusahaan yang lebih kecil sering yakin bahwa
perusahaan mereka tidak sepadan dengan waktu
atau usaha penyerang," catatan publikasi. "Ini

164 | H a l a m a n
mengarah pada sikap yang berbahaya dari
kepuasan keamanan, sikap yang tidak ada lagi
diperlukan untuk melindungi perusahaan,
berdasarkan penilaian keliru mereka sendiri risiko
yang terbatas."

b. Bagaimana ahli menilai lembaga keuangan


(CyberSecurity How Experts Rate Financial
Institutions Cybersecurity)

Pusat Berbagi dan Analisis Informasi Layanan


Keuangan (the Financial Services Information
Sharing and Analysis Center) melakukan survei
kepada anggota tentang bagaimana mereka
menghadapi tantangan dunia maya ini. Tujuannya
adalah untuk mengukur pengelolaan yang baik dari
anggaran keamanan siber dan program manajemen
risiko siber secara keseluruhan. Survey memberikan
gambaran tentang bagaimana kepala petugas
keamanan informasi (chief information security
officers) (CISO) yang menanggapi survei yang kami
lakukan Selain mengidentifikasi pola pengeluaran di
industri berdasarkan sektor, ukuran perusahaan, dan
tingkat kematangan manajemen risiko dunia maya.
Dapat diidentifikasi beberapa sifat inti dari tingkat
keamanan yang telah mencapai tingkat kematangan
tertinggi sebagaimana didefinisikan oleh Institut
Nasional Standar dan Teknologi (The National
Institute of Standards and Technology) (NIST) .
(Lihat gambar 23.)

165 | H a l a m a n
Gambar 26. Sybersecurity Maturity Level

Sumber : The National Institute of Standards and


Technology)

Dari gambar 26 tersebut Deloitte membagi


lembaga keuangan menjadi empat tingkat
kematangan Keamanan Cyber. Organisasi dengan
"parsial" peringkat kedewasaan di bagian bawah,
sementara "adaptif" lembaga peringkat di atas.

Partial: pada organisasi ini, praktik manajemen


risiko keamanan Cyber tidak diformalisasikan, dan
risiko dikelola secara ad hoc (dan terkadang
reaktif).

Informasi (informed): tingkat kedewasaan ini


dicirikan oleh institusi di mana manajemen telah
menyetujui praktik manajemen risiko, namun praktik
ini mungkin tidak ditetapkan sebagai kebijakan di
seluruh organisasi.

166 | H a l a m a n
Dapat diulang (repetitive): di sini, praktik
manajemen risiko organisasi secara resmi disetujui
dan dinyatakan sebagai kebijakan.

Adaptif (adaptive) : pada tingkat kedewasaan


tertinggi ini, organisasi mengadaptasi praktik
CyberSecurity "berdasarkan pelajaran yang
dipelajari dan indikator prediktif yang berasal dari
aktivitas CyberSecurity sebelumnya dan saat ini.

c. Menentukan karakteristik program keamanan siber


yang canggih (Defining characteristics of advanced
cybersecurity programs)

Chief information security officers (CISO) bekerja


melalui banyak sistem dan proses dalam upaya
berkelanjutan mereka untuk mengamankan
organisasi terhadap intrusi dunia maya,
membangun kewaspadaan tinggi untuk
menemukan serangan sebelum mereka dapat
melakukan kerusakan serius, dan menjadi tangguh.
Dengan banyak kegiatan manajemen risiko yang
dapat terjadi secara bersamaan, CISO kadang-
kadang merasa kesulitan untuk memprioritaskan
upaya mereka. Elemen fundamental apa yang
harus ada untuk mempercepat kematangan
cybersecurity lembaga keuangan dan
mempertahankan level tinggi tercapai?

Meskipun banyak faktor yang membuat program


cybersecurity berhasil, dapat ditemukan tiga
penyebut umum yang biasanya memisahkan
perusahaan adaptif dari yang lain. Perusahaan
yang adaptif umumnya mampu: 1) mengamankan

167 | H a l a m a n
kepemimpinan eksekutif dan keterlibatan dewan; 2)
meningkatkan profil keamanan siber di luar
departemen TI; dan 3) menyelaraskan manajemen
risiko siber lebih dekat dengan strategi bisnis
(gambar 27).

Gambar 27. Tiga Karakteristik Bagian Perusahaan


Adaptif

Temuan ini sesuai dengan deskripsi NIST tentang seperti


apa organisasi yang adaptif. Hal tersebut
menggembirakan, karena hampir semua responden yang
mengklasifikasikan organisasi mereka sebagai "adaptif"
melakukannya dengan penilaian diri, yang berarti mereka
sepenuhnya menghargai apa yang perlu mereka lakukan
untuk benar-benar mencapai tingkat kematangan tertinggi.
Perusahaan-perusahaan adaptif ini dapat berfungsi
sebagai panutan bagi organisasi yang kurang matang
yang bertujuan untuk mencapai tingkat berikutnya.
Lembaga keuangan yang dapat berhasil meniru
karakteristik yang menentukan ini cenderung
meningkatkan kematangan cybersecurity mereka dalam

168 | H a l a m a n
jangka pendek serta terus meningkatkan pertahanan
mereka dalam jangka panjang.

Dengan mencontoh perusahaan yang adaptif, CISO juga


dapat berkembang melampaui peran tradisional mereka
sebagai teknologi dan pengelola. Hal ini dapat
memungkinkan mereka untuk mencurahkan lebih banyak
waktu sebagai ahli strategi dan penasihat untuk lebih
mendukung operasi dan tujuan yang lebih luas dari unit
bisnis, tim manajemen, dan dewan mereka.

a. Karakteristik No. 1: Mengamankan Kepemimpinan


Dan Keterlibatan Dewan Direksi

Perusahaan-perusahaan yang adaptif, seperti yang


didefinisikan oleh NIST, menyerukan eksekutif senior
untuk memantau risiko keamanan siber dalam konteks
yang sama dengan risiko keuangan dan risiko organisasi
lainnya. Itu tentu saja sesuai dengan temuan survei kami
bahwa kurangnya dukungan manajemen / pendanaan
yang tidak memadai disebut sebagai top CISO tantangan
dalam mengelola keamanan siber oleh perusahaan
dengan tingkat kematangan (informasi) yang lebih rendah.

Sebagai perbandingan, minat meningkat secara dramatis


di antara tingkat berikutnya pada kurva kematangan
("berulang"), dari strategi keamanan keseluruhan hingga
tinjauan terhadap ancaman dan risiko keamanan,
kemajuan program keamanan siber, kerentanan terhadap
pelanggaran pihak ketiga, serta peninjauan terhadap hasil
pengujian keamanan. Di sebagian besar wilayah, dewan
dan komite manajemen tertarik pada perusahaan-
perusahaan yang adaptif

169 | H a l a m a n
Pendidikan yang lebih baik dari dewan dan komite
manajemen oleh CISO dan eksekutif C-suite lainnya
tentang ancaman saat ini dan risiko keamanan dan
implikasinya terhadap bisnis dapat meningkatkan
keterlibatan. Memiliki dewan yang terlibat yang bekerja
erat dengan manajemen senior dalam masalah keamanan
siber dapat membantu memfokuskan seluruh organisasi
pada tantangan sambil memastikan bahwa sumber daya
yang memadai dialokasikan untuk tugas tersebut.

Sebagai contoh, survei menemukan bahwa lima dari 14


perusahaan adaptif dibandingkan dengan hanya satu dari
12 perusahaan yang diberi informasi menetapkan prioritas
tinggi untuk berinvestasi dalam kesadaran dan pelatihan
di seluruh organisasi, sesuatu yang membutuhkan sumber
daya dan dukungan dari berbagai fungsi. Perusahaan
yang lebih adaptif cenderung lebih mampu untuk
melibatkan dan mendaftarkan seluruh organisasi di semua
fungsi dan menanamkan praktik keamanan ke dalam
rutinitas kerja sehari-hari, dari pengembangan produk
baru ke layanan pelanggan hingga proses inti.

b. Karakteristik No. 2: Meningkatkan Profil


Cybersecurity Di Dalam Organisasi Di Luar TI

Keamanan dunia maya sebagai suatu disiplin ilmu berasal


dari fungsi TI. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa
setengah dari semua responden - termasuk yang dari
perusahaan adaptif - melaporkan bahwa tim keamanan
adalah bagian dari fungsi TI di organisasi mereka. Setelah
semua, sistem teknologi perusahaan tidak hanya menjadi
target serangan siber, tetapi sebagian besar solusi dalam
mencegah intrusi dari berhasil dan membatasi kerusakan
jika mereka melakukannya.
170 | H a l a m a n
Yang mengatakan, ancaman cyber semakin diakui
sebagai salah satu paparan risiko paling kritis yang
dihadapi suatu organisasi, dan cybersecurity saat ini
bukan hanya tantangan teknologi. Oleh karena itu,
perusahaan yang lebih matang telah mengakui perlunya
meningkatkan profil fungsi keamanan, memungkinkan
keputusan yang di atas dan independen dari
pertimbangan atau kendala TI lainnya.

Temuan survei (gambar 28) menunjukkan bahwa


responden yang adaptif lebih cenderung meningkatkan
fungsi keamanan siber dengan memisahkan sepenuhnya
keamanan siber dari TI.

Gambar 28. Program Pemisahan IT dan Kemanan


Syber

Responden berulang bergerak ke arah ini; organisasi


lebih cenderung memisahkan kedua fungsi tersebut tetapi
masih mempertahankan garis pelaporan yang sama.
Responden yang terinformasikan sejauh ini adalah yang
paling mungkin untuk menjaga keamanan siber sebagai

171 | H a l a m a n
bagian dari TI, dan paling tidak mungkin untuk membagi
fungsi dan memberi cyber identitas terpisah Selain itu,
sekitar setengah dari perusahaan adaptif (sembilan dari
17) mengoperasikan pertahanan lini pertama dan kedua
dengan kemerdekaan penuh, dibandingkan hanya dua
dari 14 responden yang berpengetahuan.

Tema meningkatkan profil keamanan siber dan


memisahkannya dari TI juga tercermin dalam struktur
pelaporan di perusahaan adaptif yang disurvei di mana
lebih banyak CISO dilaporkan kepada chief operating
officer (COOs) dan chief risk officer (CROs) daripada
kepada chief information officer (CIO) dan chief
technology officer (CTOs).
Survei ini juga menemukan bahwa hampir semua CISO di
perusahaan adaptif melaporkan tidak lebih rendah dari
dua tingkat dari CEO, dibandingkan dengan tiga dari
empat di organisasi berulang, dan dua dari tiga di antara
responden yang diinformasikan.
Yang mengatakan, di seluruh sampel lengkap yang
disurvei, sangat sedikit CISO yang dilaporkan ke
penasihat umum atau chief compliance officer (CCO). Ini
menunjukkan bahwa sebagian besar program keamanan
siber di lembaga keuangan telah bergerak lebih dari
sekadar kepatuhan; mereka menjadi bagian dari fungsi
keamanan yang lebih luas yang bertanggung jawab untuk
memerangi risiko dunia maya dan menyentuh setiap
bagian dari organisasi. Untuk sebagian besar CISO yang
progresif, langkah selanjutnya kemungkinan akan
memberikan input strategis selama fase perencanaan
bisnis dan pengambilan keputusan.

172 | H a l a m a n
c. Karakteristik No. 3: Menyelaraskan Keamanan Siber
Lebih Erat Dengan Strategi Bisnis

Dalam dunia yang semakin digital dan didorong data saat


ini, fungsi bisnis di seluruh papan sangat bergantung pada
teknologi untuk melakukan operasi sehari-hari secara
internal dan eksternal. Seberapa baik perusahaan
memanfaatkan teknologi yang muncul untuk berinovasi
dan mengubah cara mereka beroperasi sering kali
membedakan mereka dari pesaing.

Namun, teknologi baru juga dapat membuat perusahaan


rentan terhadap kerentanan dunia maya. Sebagai contoh,
sebagian besar responden mengatakan dua teknologi
baru yang akan diadopsi oleh perusahaan mereka selama
dua tahun ke depan adalah cloud dan analitik data.
Namun seperti yang tercantum dalam Outlook Asuransi
2019 milik Deloitte, ketika perusahaan asuransi
meningkatkan penggunaan cloud untuk mempercepat
transformasi dan membebaskan sumber daya, regulator
telah meningkatkan kekhawatiran tentang potensi
masalah keamanan siber, karena sistem inti dan data
penting pada dasarnya dipindahkan ke luar lokasi ke pihak
ketiga.
Meskipun penyedia layanan bertanggung jawab atas
keamanan perangkat keras dan perangkat lunak mereka,
tanggung jawab utama untuk memastikan keamanan
cybersecurity dari fungsi cloud tetap ada pada perusahaan
asuransi, dan setiap pelanggaran data cloud dapat
memiliki implikasi peraturan dan reputasi bagi
perusahaan.
Bank CISO sering menghadapi tantangan serupa. "Karena
lebih banyak data digunakan dalam aplikasi AI,
kekhawatiran atas perlindungan data dan privasi dapat
173 | H a l a m a n
meningkatkan profil risiko lembaga," kata Outlook
Perbankan 2019 milik Deloitte. "Peningkatan konektivitas
dengan penyedia pihak ketiga dan potensi peningkatan
risiko siber adalah kekhawatiran lain yang terus
berkembang."

Responden yang adaptif tampaknya sudah mengakui


bahwa cybersecurity perlu lebih erat terkait dengan
strategi keseluruhan, karena pertumbuhan dan ekspansi
bisnis diidentifikasi sebagai tantangan terbesar kedua
mereka ketika mengelola cybersecurity (gambar 30),
hanya mengikuti perubahan IT yang cepat dan
kompleksitas yang meningkat masalah yang menghadapi
semua CISO, terlepas dari tingkat kematangan
perusahaan. Ketika perusahaan tumbuh dengan
menambahkan platform baru, produk, wilayah geografis,
aplikasi, dan kemampuan Web, pertimbangan keamanan
siber dapat berlipat ganda seiring dengan pengenalan
setiap elemen baru.

Sebaliknya, perusahaan dengan program keamanan siber


yang kurang matang seringkali masih menghadapi
masalah yang jauh lebih mendasar daripada bagaimana
mengatasi tantangan pertumbuhan. Misalnya, masalah
berulang yang dihadapi perusahaan-perusahaan besar,
misalnya, memprioritaskan opsi untuk mengamankan
perusahaan, sementara tantangan terbesar yang dihadapi
responden yang berpengetahuan adalah kurangnya
dukungan manajemen dan pendanaan yang tidak
memadai

174 | H a l a m a n
Gambar 29. Perusahaan Adaptif Lebih Aware
Terhadap Implikasi Bisnis

Penyelarasan yang lebih baik dengan rencana bisnis


kemungkinan akan membantu CISO mengidentifikasi dan
merespons paparan yang muncul. Mereka yang berasal
dari perusahaan yang adaptif dan berulang-ulang
mengakui defisiensi kontrol rantai pihak ketiga / pasokan
sebagai salah satu dari tiga ancaman keamanan dunia
maya atas organisasi mereka. Responden dari
perusahaan yang terinformasi, sementara itu, tampaknya
bergulat dengan masalah-masalah yang lebih internal,
seperti akses tidak sah ke sistem, serta deteksi dan
kemampuan respon yang tidak memadai.

175 | H a l a m a n
Memasukkan profesional dunia maya ke dalam inisiatif
strategis dan proyek-proyek transformasional sejak awal
kemungkinan akan membantu fungsi keamanan
mengelola risiko dunia maya secara lebih baik di seluruh
perusahaan dan mendorong kolaborasi dan inovasi yang
lebih besar.

3.3. Langkah Perusahaan Untuk Meningkatkan


Keamanan

Menurut BIZTECH ada beberapa langkah yang dapat


dilakukan untuk meningkatkan keamanan industri
keuangan. Forbes menyarankan lembaga keuangan untuk
mempertimbangkan tiga langkah yang berbeda untuk
memastikan keamanan data yang lebih besar dan
meminimalkan paparan hukum.

Pertama, perusahaan harus membuatn draft kebijakan


internal, prosedur dan ketentuan kontraktual yang
berkaitan dengan penemuan, investigasi, remediasi dan
pelaporan pelanggaran. Ini akan mencegah masalah yang
berkaitan dengan kedewasaan "parsial", di mana praktik
terbaik tidak diikuti di seluruh organisasi, dan juga harus
memastikan bahwa kepemimpinan mengakui pentingnya
CyberSecurity untuk bisnis. Ini juga akan membantu
organisasi mengolah apa tiga karakteristik "adaptif"
perusahaan: kepemimpinan dan Dewan keterlibatan,
pengakuan tentang pentingnya CyberSecurity di luar TI,
dan keselarasan dari strategi CyberSecurity dengan
strategi bisnis.

Kedua, lembaga harus mendapatkan perlindungan


asuransi yang tepat untuk berbagai jenis risiko Cyber dan
mempertimbangkan kecukupan program asuransi yang

176 | H a l a m a n
ada. Hal ini tidak hanya akan membantu untuk
mengurangi risiko jika sebuah institusi berhasil diserang,
tetapi organisasi mungkin berakhir secara proaktif
meningkatkan lingkungan CyberSecurity mereka sebagai
cara untuk mendapatkan cakupan atau menurunkan premi
mereka.

Ketiga, institusi keuangan harus mencari mitra Keamanan


Cyber pihak ketiga yang dapat membantu mereka
mengelola lingkungan keamanan mereka dan mencegah
pelanggaran data

4. FINTECH TRENDS TO DOMINATE IN 2020

L
aju perubahan sektor perbankan dan layanan
keuangan (FS) berjalan saling beriringan dan fintech
menjadi pilihan untuk mentaukan keduanya. Dalam
beberapa tahun terakhir, telah menyaksikan munculnya
modifikasi baru produk dan layanan fintech yang secara
eksklusif dikembangkan untuk fungsi tertentu dalam
ekosistem keuangan, seperti InsurTech, Robo-Advising,
dan RegTech. Tidak ada lagi pertanyaan jika inovasi
fintech akan mengubah FS, tapi yang startups dan
perusahaan akan memberikan hasil terbaik dan
mengambil manfaat yang diperoleh.

Ke depan, kolaberasi antara teknologi keuangan masa


depan, modal investor, Peraturan ketat, kemajuan
teknologi, dan globalisasi layanan keuangan akan
mendorong perkembangan yang lebih baik dalam tahun
mendatang. Banyak pemain non-sektor mengajukan
lisensi FS, sementara perusahaan fintech memperluas

177 | H a l a m a n
cakupan layanannya dan menyebut diri mereka sebagai
perusahaan teknologi. Garis antara industri dan lokasi
tidak terjadi lagi. Sebagai contoh kompetitor Bank
penantang Eropa utama-N26, Revolut, dan Monzo
mengumumkan akan melakukan ekspansi ke pasar
Amerika. Pada saat uber memperkenalkan anak
perusahaan fintech yang disebut uber Money.

Tren fintech kedepan akan lebih fokus kepada hal-hal


sebagai berikut :

#1 Fokus Pada Belum Terlayani & Terlayani (Focus On


The Unserved & Underserved)

Bank Dunia menyatakan bahwa lebih dari 1.7 Milyar orang


secara global tidak menjadi bagian dari sistem keuangan
formal dan tetap tidak terlihat untuk itu. Menurut laporan,
mereka tidak memiliki rekening perbankan karena mereka
tidak punya cukup uang (lebih dari 60 persen), tidak
membutuhkannya (30 persen), dan rekening terlalu mahal
(26 persen). Biaya adalah penghalang utama untuk Brasil,
Peru, dan Kolombia lebih dari 60 persen. Kertas lain
mencatat bahwa hanya dua persen dari populasi di India
memiliki setidaknya beberapa jenis asuransi, dan di
situlah fintech mendapatkan peluang.

Kuartal kedua dan ketiga dari 2019 akan berubah menjadi


puncak dan salah satu tren terbesar dalam fintech. India
mengamati 23 kesepakatan untuk perusahaan keuangan
dan insurtech yang didukung oleh usaha, sementara Cina
mencapai $375.Juta dalam pendanaan. Amerika Latin
telah berubah menjadi salah satu daerah yang paling
cepat untuk pendanaan fintech dengan $400.Juta putaran
NuBank, sebuah Brasil berbasis Digital-satunya bank.

178 | H a l a m a n
Jadi, daripada memasuki pasar yang dihangatkan,
Startups mengambil tantangan, menemukan niche
mereka, dan memenangkan dukungan keuangan dari
investor.

Uber fintech Division yaitu uber Money akan menawarkan


berbagai pilihan layanan kepada audiens yang
ditargetkan, seperti driver dan freelancer lainnya,
membantu mereka mendapatkan, menyimpan,
mentransfer, dan membelanjakan lebih efisien dan bijak.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Memasuki pasar baru atau meluncurkan produk baru


selalu berisiko untuk bisnis apapun, jadi mulai dari yang
kecil. Startups Keuangan harus mencari cara inovatif
untuk berinteraksi dengan lokasi baru dan calon
pelanggan, memanfaatkan tantangan dan peluang industri
fintech. Membantu pengelolaan dana dan keuangan
mereka dengan lebih baik dan membiayai tujuannya akan
menghasilkan hasil yang nyata dalam bentuk loyalitas
klien dan meningkatkan profit.

179 | H a l a m a n
#2 Peraturan Fintech Dan Perusahaan (Regtech
Fintech Regulations And Regtech Companies)

2018 dan 2019 bisa disebut tahun Open Banking. Dengan


dukungan yang kuat dari pemerintah, prakarsa ini akan
melunak setelah perbankan digital fintech yang lebih
transparan dan adil, yang memerlukan lembaga keuangan
untuk mengembangkan dan keterbukaan serta berbagi
data dengan penyedia pihak ketiga yang memenuhi syarat
(dengan izin nasabah).
Ini adalah salah satu
cara bagaimana fintech
dapat membantu mapan
menurunkan biaya yang
mematuhi dan
merampingkan operasi.

Perusahaan teknologi, pelaku keuangan dan legislator


bekerja sama untuk memperkenalkan inovasi peraturan
baru, tetapi sering, perkembangan baru membutuhkan
waktu untuk berhasil dan menentukan penerapan akhir
mereka. Misalnya, aplikasi pemindaian sidik jari atau
autentikasi biometrik untuk transaksi keuangan yang
digunakan untuk membuat banyak buzz karena pencurian
data di 2015. Namun, penelitian terbaru menunjukkan
bahwa ukuran pasar berkembang, dan akan ada lebih dari
2.6 Milyar biometrik pengguna di pasar pembayaran
dengan 2023.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Pelanggan keprihatinan atas berbagi data dengan


perusahaan pihak ketiga yang tidak diketahui adalah
hambatan utama untuk tren teknologi layanan keuangan

180 | H a l a m a n
di 2020 dan seterusnya, meskipun cukup dimengerti.
Pesan inti dari regulator fintech ini adalah untuk
meningkatkan inovasi dan persaingan, menyediakan
individu dengan pilihan yang lebih luas dari produk
keuangan, dan meningkatkan keamanan. Terserah
perbankan dan lembaga keuangan untuk
mengkomunikasikan keuntungan secara efektif untuk
mendorong tren RegTech dan mengadopsi ekstensif di
antara perusahaan fintech di Inggris dan global.

#3 Keamanan Dan Stabilitas Fintech (Cyber Fintech


Cyber Security And Stability)

Digitalisasi industri merupakan tren perbankan fintech


jangka panjang, dan dapat menimbulkan kerentanan
khusus terhadap penipuan, pencurian identitas, Spionase,
dan pencucian uang. Kerusakan IT , dan data
pelanggaran telah menjadi
umum di antara bank dalam
memori baru-baru ini. TSB
April kecelakaan di 2018
menyebabkan £107.Juta
rugi. Tahun 2019 kompetitor
Bank Monzo meminta
480.000 pelanggan untuk mengubah nomor PIN mereka
karena bug dalam sistem keamanan. Pada umumnya,
ketika sebuah lembaga keuangan mengalami serangan
Cyber yang secara khusus ditargetkan pada layanan
perbankan online-nya, biayanya diperkirakan $1.800.000.
Tapi yang paling penting, kerugian terbesar yang terdaftar
telah didistribusikan di antara perusahaan yang lebih kecil,

181 | H a l a m a n
diduga karena investasi yang lebih rendah dalam
keamanan TI.

Meskipun masalah keamanan fintech sekitar 71 persen


pengadopsi masih memberikan preferensi terhadap
produk keuangan digital. Akibatnya, fakta ini
menempatkan tanggung jawab tambahan pada
perusahaan fintech dan Departemen teknologi mereka.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Lembaga keuangan harus berinvestasi lebih banyak


dalam strategi dan metode CyberSecurity. Serupa dengan
ancaman mendesak lainnya yang memengaruhi seluruh
industri, ada beberapa rekomendasi yang dapat
diterapkan perusahaan untuk mengimbangi tren saat ini di
fintech.

Pertama-tama, bersiaplah untuk serangan Cyber. Buat


rencana respons insiden untuk memastikan kemampuan
untuk pulih dari serangan hacking dengan cepat.

Berbicara tentang Keamanan Cyber di fintech,


perusahaan seharusnya tidak hanya mencoba untuk
membatasi risiko pelanggaran, tetapi juga mengurangi
implikasi jika mereka menjadi korban masalah keamanan.
Salah satu pendekatan adalah untuk mengintegrasikan
layanan perlindungan identitas, berkomunikasi bagaimana
perusahaan melindungi data sensitif, dan sehingga
mendorong kepercayaan pelanggan dan loyalitas.

Teknologi keamanan berkembang dengan meningkatnya


kecepatan untuk mencegah serangan Cyber yang
menyebabkan kurangnya kepercayaan pelanggan.

182 | H a l a m a n
Perusahaan jasa keuangan harus cepat dan gesit dalam
memperbarui sistem yang ada dan kerangka kerja, sambil
mempertimbangkan solusi baru seperti kecerdasan
buatan dan pembelajaran mesin, biometrik, multi-faktor
otentikasi, dan lain-lain. Salah satu cara bagaimana bisnis
dapat mencegah kejahatan cyber adalah dengan
mempekerjakan layanan konsultasi fintech yang dapat
menemukan strategi terbaik dan mengembalikan
kepercayaan atau meningkatkan keyakinan pelanggan.

#4 Bank Khusus Digital (Digital Only Banks)

Saat ini, mengunjungi Bank (face to face) telah berubah


menjadi cerita dari masa lalu, dan aplikasi mobile dapat
dengan mudah disebut masa depan fintech dan
perbankan. Diprediksi
bahwa popularitas solusi
digital akan terus tumbuh,
dan proporsi pengguna
online akan mencapai 71
persen oleh 2024.

Faktor utama yang mendorong pertumbuhan tren ini


adalah implementasi skala besar teknologi mobile di
layanan keuangan, kenyamanan dan ketersediaan umum,
serta biaya yang lebih rendah untuk pengguna. Pada 2020
dan seterusnya, akan terlihat meningkatnya jumlah Bank
digital karena dukungan publik dari generasi muda dan
lebih memilih untuk memiliki semua layanan penting pada
perangkat mobile dan di ujung jari mereka.

183 | H a l a m a n
Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Dompet Mobile fintech, transfer global online, dan asisten


keuangan AI berada di garis depan gelombang perbankan
digital. Untuk mencegah churn dan tetap bermain,
lembaga keuangan tidak memiliki pilihan lain selain untuk
memanfaatkan inovasi fintech terbaru. Selain itu,
menargetkan generasi yang lebih muda, memahami
kebutuhan mereka, dan membantu mereka mencapai
tujuan mereka dapat memberdayakan perusahaan untuk
menonjol. Banyak startups menawarkan pinjaman untuk
usaha kecil, meskipun pada tingkat bunga yang tinggi.

#5 Fintech Dan Big Data (Fintech And Big Data)

Data besar mencakup semua informasi terstruktur dan


tidak terstruktur yang kemudian diproses dengan teknik
analisis tertentu dan
algoritma. Hal ini menjadi
salah satu alat yang paling
efektif yang digunakan
fintech untuk memanipulasi
dan mengganggu industri.
Jika berbicara tentang cara
yang tepat bagaimana data
besar membantu fintech, maka mereka adalah:

a. Segmentasi pelanggan. Menjadi lebih berpusat


pada pengguna, FS startups membagi basis
pelanggan mereka berdasarkan jenis kelamin, usia,
lokasi, kesehatan ekonomi, dan pola perilaku online
untuk menentukan kebiasaan belanja mereka dan
menciptakan penawaran yang sangat-personal dan
produk keuangan.

184 | H a l a m a n
b. Deteksi penipuan. Seperti yang telah disebutkan,
keamanan akan menjadi salah satu tren perbankan
fintech terbesar dalam beberapa tahun mendatang.
Menggunakan mesin data besar, lembaga keuangan
dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dari
kebiasaan membeli dan pola online dari setiap
pengguna untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas
yang mencurigakan lebih akurat dan lebih cepat.

c. Manajemen risiko. Analisis prediktif adalah alat


yang ampuh yang memfasilitasi manajemen risiko
dan membantu perusahaan menghindari beban
utang yang buruk atau membuat keputusan kredit
yang lebih baik. Data tambang fintechs untuk
membuat profil risiko Pelanggan yang mengajukan
permohonan pembiayaan untuk mengidentifikasi
pembayar yang buruk atau investasi yang buruk.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Big data dan analisis prediktif mendorong batas untuk


perusahaan fintech, yang memungkinkan mereka untuk
menawarkan produk yang lebih dipersonalisasi dan aman
untuk klien B2C dan B2B. Namun demikian, terserah
kepada para pemangku kepentingan untuk
mempromosikan pola pikir yang digerakkan oleh data,
membangun budaya yang relevan, dan menentukan
kerangka kerja untuk mempertahankan ROI dari proyek
investasi dan data. Mengembangkan ilmuwan data Anda
sendiri atau bermitra dengan mitra teknologi yang handal
adalah cara yang efisien untuk mengurangi kekurangan
bakat sejak IBM menyatakan bahwa dengan 2020, jumlah

185 | H a l a m a n
bukaan untuk data bakat akan melebihi 2.700.000 di
Amerika Serikat saja.

#6 Keuangan Terdesentralisasi (Decentralized


Finance)

Keuangan desentralisasi adalah eliminasi atau


pengurangan peran dari satu atau beberapa agen atau
proses terpusat yang
telah biasanya terlibat
dalam pelaksanaan
jasa keuangan. Ini
adalah salah satu tren
yang muncul di fintech,
tetapi dengan cepat
memperoleh
sambutan. Untuk
menyediakan interaksi moneter dengan cara yang lebih
terdesentralisasi, perusahaan menerapkan teknologi
berikut ini:

a. Teknologi Ledger Terdistribusi (desentralisasi


pencatatan),
b. Platform P2P Online (pengambilan risiko)
c. Desentralisasi Pengambilan Keputusan,
d. Internet Of Things (IoT)
e. Data Besar (Big Data)
f. Kecerdasan Buatan (AI) .

Tren fintech yang muncul sudah mengubah pembayaran


dan pemukiman, sebagai platform pertukaran mata uang
asing peer-to-peer mulai mencuri adegan dari sistem
pembayaran antar bank yang sudah lama terbentuk.
Selain itu, teknologi keuangan desentralisasi cenderung

186 | H a l a m a n
mempengaruhi pasar modal, pembiayaan perdagangan,
dan pinjaman, didorong oleh kebutuhan untuk
mempercepat layanan, biaya yang lebih rendah, dan
menghilangkan teknologi warisan Bank.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Inovasi konstan dalam pembayaran fintech dan digitalisasi


dari layanan terkait industri lainnya adalah kekuatan
sebagai pendorong. Perusahaan terus berusaha untuk
menurunkan biaya, meningkatkan kecepatan, dan
menjamin transparansi operasi keuangan yang lebih baik,
sambil memastikan aksesibilitas layanan untuk semua
kelompok sosial. Masih banyak lagi aplikasi yang mungkin
dari teknologi desentralisasi, yang menjadikannya salah
satu tren masa depan fintech utama yang pasti akan
membayangkan kembali perbankan digital di masa depan.

#7 Blockchain Fintech Dan Cryptocurrency (Fintech


Blockchain And Cryptocurrency)

Yang disebut uang digital telah menunjukkan kepada kita


beberapa metode di mana kita dapat menerapkan fungsi
blockchain fundamental untuk meningkatkan sistem yang
ada dan proses. Selain itu, itu sudah bisa membanggakan
tentara besar pengantara.
Revolusi kripto tetap
relevan selama lebih dari
satu dekade, jadi apa yang
dapat kita harapkan dari
gerakan cryptocurrency
fintech di 2020 dan
seterusnya?

187 | H a l a m a n
Pembayaran Libra, sebuah proyek kripto Facebook
ambisius, diharapkan untuk memulai di tahun mendatang.
Tidak seperti sistem lain seperti Venmo atau Apple Pay,
akan menjadi platform P2P yang memungkinkan transfer
Mobile dengan cepat, tetapi dengan Libra koin dapat
menimbulkan biaya rendah atau tidak ada, dan tidak akan
memerlukan rekening perbankan atau kartu kredit.
Facebook berencana untuk meluncurkan dompet digital
khusus, Calibra, yang akan dapat diakses melalui
WhatsApp atau Messenger.

Venus, adalah sebuah proyek blockchain terbuka dari


Binance, pertukaran cryptocurrency terbesar secara
global, juga diharapkan untuk memasuki pasar di masa
mendatang. Mitra perusahaan dengan pemerintah untuk
mencegah masalah regulasi dan berfokus pada lokasi
yang lebih kecil dengan ekonomi unbanked.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Popularitas blockchain di pasar fintech akan melanjutkan


pertumbuhannya, dan bahkan saat ini, ekspansi terlalu
besar untuk diabaikan. Di masa depan, kita dapat
mengharapkan munculnya mata uang digital baru dari
mana-mana, sambil menyaksikan terjemahan dari Fiat ke
kripto. Pembayaran dengan uang digital yang terjadi di
seluruh dunia, Apakah regulator suka atau tidak, sehingga
bisnis Anda harus siap untuk menjaga arah.

188 | H a l a m a n
#8 Gangguan Gaji Tradisional (Traditional Paycheck
Disruption)

Amerika Serikat, sekitar 59 persen orang berjuang dan


hanya mengandalkan dari gaji saja. Situasi seperti
menimbulkan kekhawatiran yang serius bagi banyak
orang yang dipaksa
untuk mengandalkan
pinjaman dari gaji atau
pemberi pinjaman
predator denagn bunga
hingga 400 persentase
untuk kredit dua minggu.
Fakta ini menjadi salah
satu pendorong utama merubah penggajian tredisional,
salah satu tren pembayaran fintech utama dari 2020 dan
seterusnya.

Semakin banyak perusahaan fintech yang memimpin


penggajian tradisional ke abad ke-21, akan merubah
model penggajian yang dilengkapi dengan fitur
pembayaran fleksibel yang memungkinkan karyawan
untuk memilih kapan mereka ingin dibayar. The Earnin
App, senilai hampir $800M, juga memungkinkan
pengguna untuk memasuki pendapatan mereka sebelum
hari gajian dimaksudkan mereka. Layanan serupa juga
ditawarkan oleh even dan DailyPay, dan perusahaan ini
sudah bermitra dengan Walmart, Burger King, Westgate
Resorts, dan lain-lain.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Memberikan akses yang lebih fleksibel kepada


masyarakat dan memberikan kontribusi bagi pemberi kerja

189 | H a l a m a n
keamanan finansial dapat meningkatkan peluang untuk
mempertahankan talenta yang berharga. Perusahaan
pengembangan aplikasi fintech mencoba membawa lebih
banyak kekuatan ke tangan karyawan, menyelamatkan
mereka dari waktu kewaktu secara finansial. Tetapi yang
lebih penting, lebih majikan memilih untuk jenis layanan
ini, jadi bersiaplah untuk melihat lebih banyak inovasi
pembayaran dalam beberapa tahun ke depan.

#9: Fintech AI Assistant (Fintech AI Assistants)

Konversasi perbankan diadopsi oleh Bank of America,


Morgan Stanley, HSBC, JPMorgan, dan banyak lainnya.
Bisnis memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan,
mencegah penipuan,
mengoptimalkan operasi Back-Office.
Smart Virtual Asisten pasar
diantisipasi untuk mencapai hingga
$19B secara global dengan 2025.

Berbicara tentang tren fintech di


2020, percakapan perbankan akan
matang dan melanjutkan integrasi meresap dalam industri.
Padahal, kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin
diharapkan dapat menurunkan biaya operasional di sektor
perbankan sebesar 20 persen. Dinamika ini bahkan
berakibat pada munculnya istilah baru, seperti Machine
Intelligence dan Augmented Finance.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

AI membuat dampak yang signifikan pada industri


perbankan dan jasa keuangan, sementara masa depan

190 | H a l a m a n
tampaknya bahkan lebih untuk menawarkan. Mengingat
fakta bahwa teknologi cerdas tidak mudah diterapkan, dan
pendekatan ' satu-ukuran-cocok-semua ' tidak bekerja di
sini, perusahaan konsultan fintech dengan keahlian AI
akan segera memenuhi pasar yang siap.

Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan akan


harus mengajari karyawan untuk berkolaborasi dengan
asisten AI dan mengendalikan kekuatan mereka. Dalam
skenario ini, bisnis harus berinvestasi dalam
pengembangan ahli AI In-House karena lebih dari 133
Juta peran yang akan dibuat oleh 2022, yang dipimpin
oleh pembagian tenaga kerja antara mesin, algoritma, dan
orang. Dan yang paling menonjol, bahkan saat ini, lebih
dari 51 persen dari perusahaan Amerika Serikat dan
Inggris mengalami kurangnya spesialis untuk
menempatkan strategi AI baru ke dalam praktek.

# 10: RPA di Fintech (RPA in Fintech)

Robotik Process Otomation (RPA) adalah salah satu


perubahan dalam pengelolaan di sektor perbankan dan
menjadi tren fintech terbaru yang aktif untuk memperoleh
daya tarik. Juniper Research memprediksi bahwa RPA
pendapatan di perbankan dan industri jasa keuangan
akan total $1,2 B oleh 2023, menunjukkan pertumbuhan
400 persen dari
2018.

Otomatisasi fintech
secara tradisional
diterapkan pada
proses yang ada,
yang mengarah

191 | H a l a m a n
pada reorganisasi sistem Legacy dan pengurangan biaya
yang signifikan bagi para pemangku kepentingan.

Salah satu keuntungan utama dari RPA adalah hal


tersebut bukan menjadi solusi satu permasalahan, tetapi
berlaku untuk setiap tugas yang berbasis aturan,
langsung, dan terstruktur. Kecuali untuk optimasi biaya,
perusahaan juga dapat memperoleh manfaat dari tingkat
mengurangi kesalahan manusia yang lebih rendah,
pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan lebih banyak
waktu luang dan kemampuan untuk fokus pada tugas
bernilai tinggi.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Lembaga keuangan pada tahap awal pelaksanaan


RPA,menyatakan tidak ada keraguan bahwa itu menjadi
salah satu tren fintech masa depan 2020 dan seterusnya.
Teknologi RPA dapat merampingkan proses dan
meningkatkan produktivitas bagi perusahaan kecil dengan
sumber daya yang terbatas. Selain itu, dapat membantu
mereka meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan
ketat internasional dan Eropa. Pemilik bisnis harus
mempertimbangkan otomatisasi sebagai tindakan
strategis dalam perjalanan ke kemajuan teknologi dan
pertumbuhan yang kuat.

192 | H a l a m a n
#11: Adopsi Awan (Cloud Adoption)

Jumlah fintech memilih penyedia layanan awan, tumbuh


dengan kecepatan yang mantap. Terlepas dari kenyataan
bahwa saat ini hanya 22 persen dari semua aplikasi
berjalan di atas awan, 2020 dapat menjadi titik tip untuk
sektor jasa keuangan.
Berdasarkan pengalaman
kami, mayoritas fintechs,
mulai hari ini, adalah
awan-asli. Dengan cara
ini, tim mencapai
kelincahan dan skalabilitas
yang lebih baik, karena mereka tidak perlu menghabiskan
waktu mengelola infrastruktur dan pusat data.

Sementara itu, IBM mengumumkan kolaborasinya dengan


Bank of America untuk menciptakan awan publik fintech
dengan penyisihan keamanan, kepatuhan terhadap
peraturan, dan ketahanan.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Kemampuan perusahaan fintech untuk berinovasi dan


menawarkan layanan yang berpusat pada pelanggan
adalah inti dari revolusi keuangan, sementara itu hampir
tidak mungkin tanpa teknologi komputasi awan. Migrasi ke
awan tidak dapat dihindari, dan pemilik bisnis harus siap
untuk itu. Ketersediaan insinyur fintech devops secara
lokal atau jarak jauh akan membantu Anda membangun,
menguji, dan memberikan produk dan layanan baru
dengan lebih cepat dan lebih aman.

#12: Konsultasi Fintech (Fintech Consulting)

193 | H a l a m a n
Dalam perekonomian saat ini yang sangat kompetitif,
memasuki pasar baru, atau merilis produk baru adalah
risiko yang besar.
Seringkali eksekutif
fintech mengambil
kompetisi begitu saja,
dan tak lama setelah
peluncuran, mereka
tercekik oleh lawan
yang tangguh. Ini
adalah salah satu kekuatan yang mendorong popularitas
layanan konsultan fintech dan mengubahnya menjadi tren
fintech B2B utama dari tahun mendatang.

Apa Artinya Bisnis Bagi Anda ?

Lembaga keuangan bergantung pada perusahaan


konsultan untuk mengimbangi inovasi teknologi untuk
memperoleh saran profesional tentang integrasi
pembayaran, migrasi awan, kepatuhan, dan aspek
lainnya. Mempekerjakan perusahaan konsultan terkenal,
dapat menghindari kesalahan umum, berinovasi lebih
aman, dan mengalokasikan sumber daya Anda lebih bijak.

5. KESIMPULAN

Perusahaan fintech berjuang dengan banyak perubahan


dan tantangan Internet Banking secara bersamaan.
Persaingan sengit, meningkatnya ekspektasi, demografi
baru serta persaingan akan sulit dikelola bilamana tidak
melakauikan inovasi. Teknologi dan perkembangan yang
semakin pesat dapat memberikan solusi serta mendukung
bisnis dengan solusi otomatis, Layanan cerdas, dan
lingkungan awan.

194 | H a l a m a n
Tren fintech kedepannya, dimana industri jasa keuangan
harus secara konsisten mengikuti dan menguasai
teknologi yang muncul dan menemukan cara untuk
mengintegrasikan mereka dengan strategi bisnis mereka
untuk mengantisipasi keinginan pelanggan yang paham
teknologi. Teknik dan pendekatan tertentu seperti DeFi
atau cryptocurrency bisa menjadi game-changer yang
nyata dan sepenuhnya membayangkan bagaimana kita
melakukan bisnis atau berinteraksi dengan pelanggan.
Namun, seringkali, bahkan inovasi yang lebih kecil seperti
pengembangan aplikasi seluler fintech atau desain ulang
dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda dan
menarik pelanggan baru.

6. DISKUSI

6.1. Question and answers

1) How do you create a leading FinTech ecosystem?


2) What opportunities does fintech offer in terms of
developing a truly single digital financial services
market?
3) And what would the challenges be?
4) How can Europe benefit from financial technologies
compared to other markets such as America or
Asia?
5) What can regulators, supervisors and legislators do
to facilitate the adoption of fintech in Indonesian?
6) Is the creation of an Indonesian licensing
framework for fintech activities a positive
development?
7) Is the new European cybersecurity package
enough to address the current threats?

195 | H a l a m a n
BAB. 7
IMPLEMENTASI FINTECH DI
INDONESIA

Penerapan Fintech sudah berjalan dan sudah banyak


pengguna yang memanfaatnya. Penggunaan fintech
dapat dilakukan secara individu maupun badan usaha
misalnya sektor UMKM. Penulis akan menjelaskan proses
pengguna fintech yang dilakukan individu maupun badan
usaha, sebagai berikut :

1. FINTECH UNTUK USAHA MIKRO KECIL


MENENGAH

a. Pinjaman Online
Modal usaha salah satu kunci untuk
pengembangan usaha kecil dan menengah
(UMKM) di Indonesia. Tanpa atau dengan modal
minim, akan memberikan dampak usaha akan sulit
tumbuh. Banyak alternatif yang dilakukan untuk
mendapatkan pinjaman modal usaha.

Salah satu produk fintech


adalah pinjaman online
(peer-to-peer (P2P)
lending atau online
lending). Pinjaman online
memungkinkan UMKM dapat memanfaatkan
pinjaman dana dari masyarakat melalui sarana
fintech. Seperti halnya pinjaman dari perbankan
pada umumnya, peminjam wajib membayar

196 | H a l a m a n
sejumlah bunga dan mengembalikan pokok
pinjaman yang telah disepakati sebelumnya.
Secara umum, banyak fintech P2P Lending
memberikan penawaran pinjaman online dengan
proses relatif cepat, dan mudah dan tanpa harus
face to face serta skema lebih menarik
dibandingkan bank konvensional. Fintech ada yang
menawarkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan
tetapi dikenakan bunga pinjaman relatif tinggi
dibandingkan bank konvensional.

Adakah risikonya?
Di balik kemudahan juga tidak lepas dari resiko,
perlu dicermati calon nasabah akan timbulnya
sejumlah resiko pinjaman online. Untuk itu UMKM
perlu dibekali dengan edukasi terhadap risiko gagal
bayar. Jika UMKM tidak mampu membayar
pinjaman online, ada beberapa peristiwa yang akan
hadapi:

Pertama, perusahaan akan mengingatkan dalam


bentuk SMS/WA dan E-Mail sebelum tanggal jatuh
tempo pembayaran pinjaman kepada pelanggan.
Kewajiban yang yang akan jatuh tempo, jumlah
dan cara pembayaran akan diinformasikan melalui
SMS/WA dan email.

Kedua, Menjelang dan pada saat jatuh tempo


pembayaran, perusahaan akan meningkatkan
intensitas SMS dan email. Bahasa yang digunakan
sedikit keras dan lebih menekan untuk segera
melakukan pembayaran.

197 | H a l a m a n
Ketiga, perusahaan biasanya akan memberikan
grace period sekitar 2 s/d 3 hari, dimana UMKM
tidak dikenakan denda keterlambatan pada masa
itu. Perusahaan akan melakukan penagihan secara
lebih intens apabila konsumen melewati masa
grace period.

Keempat, setelah melewati masa grace period


yang 2 atau 3 hari sejak tanggal jatuh tempo.
Proses penagihan akan dilakukan lebih lebih intens
melalui telepon dengan menghubungi peminjam,
kantor, teman atau saudara dekat peminjam. Pada
fase ini denda keterlambatan pembayaran mulai
berlaku.

Kelima, kunjungan kepada konsumen dapat


dilakukan ke kantor atau rumah peminjam bilamana
konsumen sulit untuk dihubungi. Apabila
perusahaan merasa kesulitan dalam penagihan
lewat telepon, teman, saudara, maka perusahaan
akan melakukan kunjungan langsung ke konsumen.

198 | H a l a m a n
Gambar 30. Resiko Pinjaman Online

Keenam, bilamana semua upaya penagihan masih


belum membuahi hasil, perusahaan akan
memberikan kuasa kepada pihak ketiga yang
spesialisasi di Collection. Pihak yang akan
melakukan proses penagihan memiliki pengalaman
serta keahlian dalam melakukan collection.

Ketujuh, Bilamana konsumen tidak melakukan


pembayaran atau menunggak pinjaman,
perusahaan akan melaporkan nasabah tersebut ke
Biro Kredit. Dengan dilaporkan konsumen yang
memiliki catatan kredit negatif akan berdampak
kepada konsumen tidak dapat melakukan pinjaman
dilembaga kredit lainnya karena memiliki rekan

199 | H a l a m a n
jejak yang jelek. Di Biro Kredit akan melaporkan
dan menyipan data konsumen yang menunggak
pembayaran pinjaman.

Dari pengalaman mengangsur pinjaman online,


UMKM melihat kemampuan untuk membayar,
bilamana merasa bunga terlalu tinggi lebih baik
tidak mengajukan .

Bagaimana caranya?
Beberapa hal yang harus diperhatikan, membatasi
pinjaman agar dibawah 50% dari aset cair (kas,
persediaan barang, piutang). Hal ini bermanfaat
bilamana pemasukan arus kas masih rendah,
maka hutang pinjaman masih bisa terbayar. Angka
batasan 50% aset cair merupakan antisipasi
apabila harga jual persediaan barang tiba-tiba
menurun, atau apabila realisasi piutang tidak sesuai
yang diharapankan.
Membatasi bunga pinjaman agar dibawah 50% dari
perkiraan keuntungan bersih. Artinya, apabila
UMKM mempunyai perkiraan keuntungan bersih Rp
20 juta per bulan, disarankan UMKM memilih
pinjaman yang bunganya dibawah Rp 10 juta per
bulan. Sehingga, UMKM masih mampu membayar
bunga pinjaman meskipun ada kendala pendapatan
per bulannya.
Jika aset cair atau keuntungan bersih masih belum
memadai, maka disarankan untuk menghindari
risiko hutang dengan memilih model pendanaan
yang lain, yaitu Layanan Urun Dana (Equity
Crowdfunding) atau Layanan Pembiayaan Proyek
(Project Financing).

200 | H a l a m a n
Pada gambar 31 memperlihatkan tip sebelum
melakukan pinjaman online :

Gambar 31. Tip Sebelum Melakukan Pinjaman Online

b. Layanan Urun Dana (Equity Crowdfunding)


Keberadaan Equity Crowdfunding, memungkinkan
UMKM dapat memperoleh pendanaan dari
masyarakat yang tertarik untuk menjadi Investor
atau memberikan pinkaman. Kompensasinya,
Investor akan memeperoleh sebagian kepemilikan
201 | H a l a m a n
berupa saham (equity) dari UMKM tersebut. Jumlah
kepemilikan saham ditentukan berdasarkan jumlah
penyertaan modal Investor.

Ada berbagai tipe crowdfunding yang berbeda


dengan perbedaan benefit untuk pebisnis (penerbit
crowdfunding) dan juga investor.

 Reward crowdfunding
Investor berkontribusi pada perusahaan dan
mendapatkan return non finansial. Umumnya
untuk project creative dan menggunakan sistem
bertingkat. Semakin besar dana yang
didonasikan, semakin besar reward yang
diterima. (nama disebut di credit, tiket event,
free gift, merchandise). Keuntungan untuk
bisnis adalah reward tidak mahal.

 Debt crowdfunding
Investor akan memperoleh bunga dari
investasinya. Keuntungan pendanaan debt
crowdfunding, pebisnis memperoleh sumber
pendanaan yang lebih murah dibandingkan
bunga bank. Lebih mudah untuk mendapatkan

202 | H a l a m a n
support karena para backers mendapatkan
return tetapi paling cocok untuk bisnis yang
telah memiliki revenue.

 Equity crowdfunding
Backers akan menginvestasikan uangnya dan
mendapatkan return berupa saham sejumlah
kecil di UMKM. Paling cocok untuk perusahaan
yang sedang fokus pada growth atau
pertumbuhan.

 Donation crowdfunding
Crowdfunding yang didesain untuk charity atau
project sosial. Kitabisa.com dari Indonesia
memiliki mayoritas project seperti ini.

Adakah risikonya?
UMKM perlu mempertimbangkan keuntungan
dan kerugian. sebelum penggalangan dana
dengan Equity Crowdfunding. Adapun
keuntungannya adalah potensi ekspansi bisnis
menjadi terbuka. Potensi keuntungan ekspansi
bisnis dan tantangan yang dihadapi setelah
memperoleh dana dari investor, dimana UMKM
dapat memperluas pasar. kemungkinan profit
margin pasar akan meningka. Profit margin
diharapkan dapat bertahan terhadap
persaingan kompetitor. Yang menjadi daya
tarik Investor adalah apabila setiap Rp 1 yang
diinvestasikan di UMKM tersebut akan
menghasilkan profit lebih tinggi dari Rp 1 yang
diinvestasikan di instrumen lain dengan risiko
setara.

203 | H a l a m a n
Kerugiannya berkurangnya kepemilikan saham
para pendiri (founders) UMKM. Berkurangnya
kepemilikan saham founders atau para pendiri
usaha dimana jika saham dinilai Rp 10 juta dan
mendapatkan suntikan pendanaan Rp 10 juta
dari Equity Crowdfunding, maka pendiri/ pemilik
usaha harus siap menghadapi kenyataan
berkurangnya kepemilikan saham mereka dari
100% menjadi 50%.

c. Pembiayaan Proyek (Project Financing)


UMKM dapat membangun proyek yang
menguntungkan bisnisnya dengan
memanfaatkan dana masyarakat sebagai
Investor melalui Project Financing. Proyek akan
menghasilkan keuntungan akan dinikmati
bersama oleh UMKM dan Investor,
pembagiannya berdasarkan porsi penyertaan
modal masing-masing. UMKM dapat
menikmati proyek untuk mendukung bisnisnya
dan tidak terbebani hutang beserta bunganya.
Project finance menjadi salah satu pendekatan
untuk mengoptimalkan return suatu proyek
investasi. Pendanaan investasi suatu proyek
dengan skema project financing berbeda
dengan skema pinjaman konvensional dan
dipandang lebih memiliki advantages
dibandingkan dengan conventional lending.
Dibutuhkan pemahaman antara perbedaan dan
kemampuan untuk mengimplementasikan
antara project finance dan coventional lending
sangat penting bagi perusahaan yang
melakukan investasi suatu proyek.
Implementasi project financing dalam
204 | H a l a m a n
prakteknya tidaklah mudah, karena
menyangkut lintas disiplin yang harus dikuasai

Adakah resikonya?
Resiko yang harus dipertimbangkan apabila
proyek tidak berjalan sesuai harapan dan
bagaimana cara memperkecil risiko tersebut ?
Pilih proyek yang menguntungkan secara
finansial melalui perhitungan keuntungan
return on investment (ROI) per tahunnya. ROI
proyek tersebut setidaknya menghasilkan 2 kali
samapi 3 kali lipat bunga deposito.
UMKM disarankan memprioritaskan pilihan
pada proyek yang mempunyai visi dan
kegunaan masa depan dan memilih proyek
yang dibutuhkan untuk kepentingan jangka
panjang
Pilih komponen proyek yang memiliki garansi
dan bersertifikasi internasional misalnya
memiliki ISO, AS/NZS, IEC. UMKM juga
disarankan memilih proyek yang mampu
beroperasi dengan baik dan handal..dan telah
tercatat/terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech
(AFTECH) untuk menjamin kepentingan UMKM
dan Investor dalam pendanaan proyek

205 | H a l a m a n
d. Gerbang Pembayaran (Payment Gateway)
Payment Gateway (gerbang pembayaran)
memberikan kemudahan bagi UMKM untuk
melakukan

pembayaran secara online, diantaranya dengan


metode pembayaran kartu kredit, ATM, e-
wallet, atau melalui minimarket terdekat.
Dengan transaksi yang semakin mudah,
diharapkan dapat meningkatkan omzet
penjualan UMKM.
Adanya payment gateway, UMKM tidak perlu
menyediakan banyak rekening dari banyak
bank, karena payment gateway dapat
menerima dana dari berbagai bank untuk
kemudian dikirimkan ke rekening bisnis.
Payment gateway juga dilengkapi dengan
sistem keamanan canggih kelas dunia,
sehingga setiap transaksi yang terjadi di
website UMKM dapat dipastikan berjalan
dengan aman dan kerahasiaan data konsumen
tetap terjaga.
startup payment gateway dapat dilakukan oleh
semua perusahaan rintisan, dimana
menyediakan jasa transaksi online dengan
mengotorisasi pembayaran baik untuk UMKM
yang menggunakan kartu kredit, transfer atau
direct debit (misalnya KlikPay, Mandiri Clickpay
206 | H a l a m a n
dan e-Pay BRI) dan e-wallet (TCash atau XL
Tunai). Gerbang pembayaran memfasilitasi
semua transaksi dengan mentransfer informasi
penting antara portal pembayaran seperti
perangkat
seluler/situs web
dan
prosesor/bank.
Gerbang
pembayaran
berperan dalam proses transaksi e-
commerce dengan mengesahkan pembayaran
antara pedagan dengan pembeli.

Edukasi Resiko
Payment Gateway membutuhkan sistem
keamanan terhadap peretasan (hacking) sistem
pembayaran, dimana hacker dapat membuat
sebuah payment gateway palsu. Hacker akan
mencuri informasi kartu kredit, atau mentranfer
pembayaran ke saldo miliknya.
Adanya Payment Card Industry Data Security
Standards (PCI DSS) dapat menjadi tolak ukur
kemanan suatu layanan payment gateway dan
juga harus memiliki fraud detection system atau
sistem pendeteksi penipuan, sehingga dapat
mencegah adanya risiko penipuan dalam
transaksi bisnis. Memilih payment
gateway dengan sistem keamanan yang baik
dapat meningkatkan tingkat kepercayaan
konsumen saat bertransaksi di toko
online/UMKM.

207 | H a l a m a n
e. Kode QR
Salah satu, sistem pembayaran dengan
teknologi QR Code (Quick Response Code)
atau QR
Payment yang
diramalkan akan
menjadi cara bayar
utama, karena lebih
praktif dan efisien.
Kehadiran cashless
society, memungkinkan aliran uang konsumen
cenderung berpindah ke uang elektronik (e-
wallet). Keberadaan QR Code memungkinkan
konsumen untuk melakukan pembayaran
melalui e-wallet ke gerai (merchant) UMKM,
dengan menggunakan kamera smartphone.
Konsumen akan semakin mudah untuk
bertransaksi dengan UMKM melalui
pemanfaatan QR Code (Quick Response Code)
atau QR Payment .

Edukasi Resiko
Penerapan QR Code, disarankan untuk
melindungi QR Code agar tidak tertukar dengan
pihak lain. Bisa terjadi suatu pihak tidak
bertanggung jawab yang mengganti QR Code
untuk menyalurkan pembayaran konsumen ke
saldo miliknya.
Beberapa contoh aplikasi yang sudah
dilengkapi dengan fitur pembayaran QR Code :

 Aplikasi Gojek
Aplikasi layanan jasa Gojek sudah memiliki
fitur pembayaran berbasis QR Code. Cek
208 | H a l a m a n
aplikasi Gojek, lalu lihat bagian menu kanan
atas, dan ditemukan icon yang di bawahnya
bertuliskan ‘SCAN QR’.
 Sakuku
Aplikasi sakuku dapat digunakan untuk
bertransaksi pada merchants yang sudah
melakukan kerjasama dan memiliki fitur
pembayaran menggunakan QR Code.
 T-Cash
Telkomsel mengeluarkan aplikasi yang
memiliki fungsi yang sama dengan aplikasi-
aplikasi lainnya . Sebagai uang elektronik, fitur
T-Cash juga dilengkapi dengan QR Code
untuk melakukan transaksi pembayaran
secara online maupun offline.
 JD.ID
Aplikasi JD.ID sudah dilengkapi dengan fitur
pembayaran menggunakan QR Code,
semakin memudahkan konsumen untuk
melakukan transaksi.
 Lazada
Lazada sudah mengaplikasikan sistem
pembayaran melalui QR Code. konsumen
bisa mengecek menu QR Code yang tertera
untuk membayaran secara QR Payment.
Aplikasi tersebut tidak terkoneksi langsung
dengan rekening bank ataupun kartu kredit.
Apabila ingin membayar sesuatu
menggunakan fasilitas QR Code pada aplikasi
tersebut, konsumen harus mengisi saldo
terlebih dahulu.

209 | H a l a m a n
f. Data & Kecerdasan Buatan
Data transaksi yang dilakukan konsumen dapat
membantu UMKM untuk mengetahui kebiasaan
belanjanya. Kehadiran Artificial Intelligence (AI)
dapat membantu melalui pengolahan data
sehingga UMKM dapat merekomendasikan
produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan
konsumen. Jumlah stok persediaan dapat
memperkirakan dapat menggunakan data
pelanggan.

Edukasi Resiko
Data transaksi konsumen merupakan data
pribadi yang rahasia danharus dilindungi.
Perlindungan data pribadi dapat dilakukan dua
cara. Pertama, data konsumen dipelajari secara
agregat, bukan secara personal. Kedua, data
konsumen harus dilindungi dengan sistem
pengamanan yang baik dan tidak dapat
diberikan kepada pihak ketiga tanpa
persetujuan konsumen terkait.

g. Akuntansi
Layanan akuntasi untuk mengontrol dan
membuat laporan keuangan seperti arus kas,
neraca aset-liabilitas, dan laba-rugi dapat
dimanfatkan UMKM. Layanan ini dapat
menghemat waktu dan mepermudah dalam
pembukuan bisnis UMKM.

Edukasi Risiko
Dengan menggunakan fitur online.layanan
akuntansi dilakukan, dimana resiko yang
muncul adalah ketergantungan sangat tinggi
210 | H a l a m a n
dan bilamana layanan tidak beroperasi maka
semua kegiatan laporan akuntansi akan hilang.
UMKM disarankan melakukan backup data
pembukuan secara konvensional melalui
database yang terpisah, serta tetap memahami
prinsip-prinsip accounting.

1.1. PERUSAHAAN PENYEDIA PRODUK FINTECH


UNTUK PINJAMAN

Perusahaan Fintech Do-It.

a. Profil Singkat Perusahaan


PT Glotech Prima Vista didirikan pada tanggal 1
Februari 2018 dengan platform bernama Do-It dan
memiliki nomor
pendaftaran S-
358/NB.213/2018.
Perusahan terdaftar dan
diawasi oleh OJK
tertanggal 23 Mei 2018 dan memberikan Layanan
Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi (LPMUBTI) atau sering dikenal dengan
P2P Lending (pinjaman online). Visi utama
perusahaan untuk membantu masyarakat dalam
hal pembiayaan demi mencapai masa depan yang
lebih baik.

b. Profil Produk
Do-It telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas
Jasa Keuangan) sampai dengan Juni 2019 dengan
jumlah nasabah sebanyak 289.679 orang yang
tersebar di seluruh lndonesia dengan jumlah
211 | H a l a m a n
pinjaman yang disalurkan berkisar Rp 682,83
Milliar. Pelanggan utama Do-It adalah masyarakat
dari sektor produktif seperti UMKM, petani, pelajar,
dan lain sebagainya.

c. Cara Menggunakan
Cara Mendapatkan Modal Kerja
Untuk kebutuhan modal kerja UMKM dapat
menghubungi perusahaan melalui email langsung
ke bdproduktif@do-it.id atau mengunjungi website
di www.do-it.id

Langkah 1: Dana pinjaman akan dicairkan ke


nomor konsumen yang telah daftarkan di Aplikasi
Do-It, bilamana pengajuan telah disetujui,

Langkah 2: Konsumen wajib melakukan cicilan


sesuai skema yang sudah disetujui pada periode
yang ditentukan sepakati.

1.2. PERUSAHAAN PENYEDIA PRODUK FINTECH


UNTUK PENGELOLAAN KREDIT

Perusahaan Fintech amalan

a. Profil Singkat Perusahaan


Kehadiran amalan untuk membantu orang yang
mengalami kesulitan dalam melunasi pinjaman.
Tujuan utama adalah untuk menawarkan klien dan
keluarga agar terbebas dari utang melalui skema
yang lebih ringan. Tim amalan terdiri dari
profesional dan telah mengantongi sertifikat dari
IAPDA (International Association of Professional
Debt Arbitrators). Amalan adalah perusahaan

212 | H a l a m a n
manajemen utang satu-satunya di Indonesia yang
telah tercatat di OJK. Perusahaan amalan
menawarkan solusi untuk masalah utang Kartu
Kredit, KTA, KPR, KMG, dan P2P.

b. Profil Produk
Perusahaan amalan menberikan solusi yang
dipersonalisasikan berdasarkan kondisi dari
masing-masing klien dengan membantu klien
keluar dari utang lebih cepat, mudah, dan ringan,
dengan memanfaatkan proses berbasis teknologi.
Solusi yang diberikan meliputi; program
manajemen utang, refinancing utang, dan
refinancing KPR. Berbeda dengan jasa manajemen
utang lainnya, amalan hanya akan membebankan
biaya sukses di akhir, yakni ketika peminjam telah
menyetujui program penyelesaian utang yang
ditawarkan.

Langkah 1: konsumen mengisi data melalui Amalia


dan melakukan interview via website milik amalan.

Langkah 2: amaalia memberikan konsultasi gratis


berdasarkan portfolio utang yang diinformasikan.

Langkah 3: amalia akan merekomendasikan


program keringanan yang dilakukan dan besaran
dana pelunasan yang diperlukan.

Langkah 4: konsumen akan mengumpulkan dana


pelunasan di rekening escrow.

213 | H a l a m a n
Langkah 5: Setelah dana pelunasan terkumpul, tim
mediasi amalan akan berdiskusi tentang
penyelesaian utang klien dengan pihak peminjam.

Langkah 6: bilamana klien dan pihak peminjam


menyetujui program pelunasannya, maka dana
pelunasan diserahkan pada pihak peminjam.

Langkah 7: Biaya layanan dibayarkan dan klien


akan menerima surat lunas dari pihak peminjam.

1.3. PERUSAHAAN PENYEDIA PRODUK FINTECH


UNTUK LAYANAN URUN DANA

Perusahaan Fintech Likuid

a. Profil Singkat Perusahaan


Perusahaan fintech Likuid didirikan 12 April 2019
berbasis platform investasi alternatif ke MSME serta
tercatat sebagai penyelenggara inovasi keuangan digital
dibawah cluster project financing dari OJK. Founder
percaya bahwa entrepreneur adalah mereka yang
memiliki ide-ide yang dapat merubah dunia. Funding
merupakan elemen penting untuk menumbuhkan dan
membantu operaional usahanya. Indikator kesuksesan
entrepreneur seringkali bergantung pada kemampuan
untuk mendapatkan pendanaan dan
bagimana menggunakan dana tersebut
untuk mendukung operasional
perusahaan.

OJK mengeluarkan regulasi inovasi


keuangan digital, yang mengubah peta finansial teknologi
Indonesia tahun 2018. Mayoritas penduduk Indonesia
214 | H a l a m a n
dapat berinvestasi di bisnis MSMEs dan startup. Dengan
semakin kompleksnya regulasi, platform yang mudah
digunakan entrepreneurs dan investor dibutuhkan untuk
membuka akses investasi ke MSME dan startup ke semua
orang.

b. Profil Produk
 Entrepreneur dapat membuat profil perusahaan
serta mengajukan aplikasi untuk pendanaan
project. PT Likuid Jaya akan membagikan
profil project ke investor untuk mendapatkan
pendanaan.
 Investor retail dan institusi dapat mencari
beragam jenis projek, memilih, dan berinvestasi
di projek yang dijalankan oleh entrepreneur
dimana mereka mendapat return dari revenue
projek tersebut.

c. Cara Menggunakan
 Untuk entrepreneur
Langkah 1:
Pengajuan dalam 5 menit
Entrepreneur mengisi kuesioner secara singkat
tentang projek yang dikerjakan.

Langkah 2:
Pembuatan halaman projek
Setelah pengajuan diterima dan dipelajari,
entrepreneur harus memuat informasi secara detil
projek di halaman projek.

Langkah 3:
Launch!

215 | H a l a m a n
Setelah halaman projek direview secara seksama
dan teliti, detail proyek siap dimuat di web dan
dibagikan ke investor selama 60 hari.

Langkah 4:
Terima pendanaan
Informasi terakhir, bilamana entrepreneur telah
mendapat notifikasi dari setiap dana masuk dan
detil dari investor projek mereka di dashboard.

 Untuk investor:
Langkah 1:
Daftar Registrasi di www.liku.id

Langkah 2:
Cari projek
Mencari projek yang sedang dibuat dan dilakukan
oleh entrepreneur

Langkah 3:
Invest
Investor mulai dapat berinvestasi di projek
entrepreneur dan akan memperoleh return dari
pembagian hasil yang telah disepakati bersama.

Langkah 4:
Kelola dan pantau investasimu
Menerima laporan bagi hasil dan performa
entrepreneur di dashboard investor

216 | H a l a m a n
1.4. PERUSAHAAN PENYEDIA PRODUK FINTECH
UNTUK PEMBAYARAN DIGITAL

Perusahaan Fintech Cashlez.

a. Profil Singkat Perusahaan


PT Cashlez Worldwide Indonesia (Cashlez) berdiri tahun
2015, bertujuan untuk membantu setiap pelaku usaha
(merchant) dengan menerima berbagai metode
pembayaran non-tunai yang
mudah, cepat, dan aman.
Cashlez adalah perusahaan
payment aggregator yang
menggabungkan fitur kasir dan
penerimaan pembayaran,
termasuk di dalamnya pembayaran dengan kartu dan
pembayaran digital (QR code dan online) dalam satu
aplikasi yang dihubungkan dengan Cashlez Reader
melalui bluetooth. PT Cashlez Worldwide Indonesia
(Cashlez) dengan sistem yang dimiliki dapat memonitor
seluruh transaksi penjualan bisnis merchant secara real
time kapan dan dimana saja. Cashlez telah membantu
lebih dari 6.000 pemilik usaha agar #JualanJadiGampang.

b. Profil Produk
Cashlez menyediakan aplikasi yang dapat diinstall di
Google Play Store (android) dan AppStore (iOS) pada
smartphone merchant, serta Cashlez Reader dapat
digunakan untuk menerima pembayaran menggunakan
kartu debit maupun kredit. Ada 3 fitur utama yang
disediakan yaitu pertama Cashlez Mini POS - Fitur
Aplikasi Kasir yang dapat digunakan untuk memasukkan
serta mengkategorikan seluruh barang dagang serta
harga ke dalam aplikasi. Kedua Cashlez PAY yang dapat
217 | H a l a m a n
menerima berbagai macam metode pembayaran non
tunai, multi method, baik swipe, dip, contactless, serta
scan barcode (QR Payment). Ketiga Cashlez Reporting -
Fitur Pencatatan untuk mengetahui seluruh transaksi dari
usaha tanpa perlu mencatat secara manual, semuanya
sudah tercatat secara otomatis dan real time.

c. Cara Menggunakan
Langkah 1:
Konsumen dapat menginstall aplikasi Cashlez di
Google Play Store (android) dan AppStore (iOS)
melalui smartphone .

Langkah 2:
Lakukan pendaftaran dengan mengklik ‘Daftar
Baru’ dan selanjutnya ikuti setiap langkah
pendaftaran dari menu tersedia.

Langkah 3:
Konsumen akan mendapatkan kode OTP
melalui SMS untuk mengkonfirmasi akun dan
memperoleh password melalui e-mail yang
terdaftar untuk masuk ke dalam aplikasi Cashlez.

Langkah 4:
Lakukan reset password dengan menggantikan
dengan password baru yang ditentukan sendiri.

Langkah 5:
Selanjutnya konsumen sudah dapat menikmati
layanan fitur Cashlez mPOS dan Cashlez PAY
untuk melakukan transaksi terima pembayaran
tunai dan non tunai.

218 | H a l a m a n
Langkah 6:
Pendaftaran secara lengkap dibutuhkan
dokumen berupa KTP dan NPWP. Pendaftaran
secara lengkap dengan melakukan ‘Upgrade
Feature’ pada bagian menu di kiri atas untuk
menikmati seluruh layanan Cashlez.

Langkah 8:
Setelah seluruh data lengkap diisi selanjutnya
Cashlez akan melakukan verifikasi terhadap
dokumen yang dikirim. Apabila disetujui
konsumen sudah dapat menikmati seluruh
layanan Cashlez; Cashlez m-POS, Cashlez PAY
(kartu kredit/debit, e-wallet), dan Cashlez
Reporting.

1.5. PERUSAHAAN PENYEDIA PRODUK FINTECH


UNTUK PENERIMAAN PEMBAYARAN

Perusahaan Fintech ayopop

a. Profil Singkat Perusahaan


AyoPop didirikan tahun 2016 dan merupakan agregator
pembayaran tagihan online
terbesar di Indonesia.
Tujuan kehadiran Ayopop
untuk memberikan efisiensi
dalam pembayaran
berbagai tagihan yang
dimiliki konsumen melalui
digitalisasi berbagai
tagihan. AyoPop dapat menghubungkan tagihan-tagihan
tersebut dengan platform pembayaran seperti bank,
dompet digital atau sejenisnya. Rencananya, AyoPop
219 | H a l a m a n
akan melakukan digitalisasi sebanyak 10.000 biller (pihak
penagih).

b. Profil Produk
Sebagai contoh, bilamana anda sebagai pengelola
penginapan bulanan, proses pencatatan dan
pengumpulan biaya bulanan dari penghuni atau siswa
AyoPop telah membuat dan menyediakan, AyoPop Smart
Dashboard, sebuah solusi penagihan untuk biller mikro
dan kecil untuk mendigitalisasikan semua proses
penagihan. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur
seperti pengingat tagihan, rekapitulasi otomatis dan
terhubung langsung ke berbagai metode pembayaran
yang memudahkan pelanggan dapat melakukan
pembayaran.

c. Cara Menggunakan
Langkah 1:
Pengelola usaha melakukan regristasi di dashboard
penagihan AyoPop (AyoPop Smart Dashboard).

Langkah 2:
Pengelola usaha mengelola data dan informasi
pembayaran penghuni melalui dashboard
penagihan AyoPop.

Langkah 3:
AyoPop menghubungkan pemilik usaha dengan
beberapa mitra pembayaran seperti bank, dompet
digital dan lainnya.

Langkah 4:
Informasi metode pembayaran yang telah di pilih
pemilik, seperti bank atau dompet digital akan

220 | H a l a m a n
pengingatkan tagihan.. Akhirnya pengguna usaha
dapat melakukan pembayaran sesuai dengan
metode pembayaran yang telah dipilih.

Langkah 6:
Dana dari pengguna secara langsung masuk ke
akun bank yang telah ditetapkan oleh pemilik
setelah .pengelola telah menerima verifikasi
pembayaran.

1.6. Perusahaan Penyedia Produk Fintech untuk


Transfer Dana

Perusahan Fintech Instamoney

a. Profil Singkat Perusahaan


PT Syaftraco (Instamoney)
berdiri tanggal 7 Februari
2018 dan beroperasi di
bawah izin penyelenggara
transfer dana Bank
Indonesia nomor
11/5/DASP/2 dan terdaftar di KOMINFO dengan nomor
PSE 01359/DJAI.PSE/02/2019. Instamoney bergerak di
bidang remitasi dan bertujuan untuk membangun
ekosistem sirkulasi dana yang aman dan mudah
digunakan serta membantu menerapkan teknologi dan
inovasi dalam kegiatan transfer dana di Indonesia.
Instamoney sebagai Anggota Pengurus di Asosiasi
Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI) dan
bermitra dengan bank lokal dan lembaga keuangan
lainnya.

221 | H a l a m a n
b. Profil Produk
Instamoney bekerjasama dengan bank dan switcher untuk
membantu melakukan transfer dana dengan skala,
frekuensi, dan volume yang tinggi secara instan.
Instamoney memilki teknologi yang canggih untuk
melakuakan aktivitas transfer dana dilakukan dengan
automasi. Teknologi dilengkapi dengan sistem deteksi Anti
Pencucian Uang (Money Laundering) dan Pendanaan
Terorisme (Counter Terrorism Financing). Pengenalan
pola, validaasi data, dan logika resiko dilakukan.
Instamoney untuk melakukan mitigasi risiko transfer dana.

Keuntungan Produk
Adapun keuntungan produk ini adalah adanya perhitungan
risiko transaksi, dapat mengurangi biaya operasional
transfer dana antar bank, menghemat waktu dengan
transfer dana dilakukan secara instan, tanpa limitasi
nominal, waktu, dan tujuan.

c. Cara Menggunakan
Langkah 1:
Tentukan metode transfer dana
 Instamoney menyediakan transfer dana
melalui API dan Batch
 Upload (file excel yang dapat dipilih sesuai
kebutuhan.
 Keduanya memungkinkan aktivitas transfer
dana dengan skala dan frekuensi yang banyak
dilakukan dengan automasi.

222 | H a l a m a n
Langkah 2:
Lakukan Pre-Fund
 Sebelum transfer dana ke tujuan, lakukan pre-
fund untuk mengisi saldo akun Instamoney.
 Keseluruhan histori dan detail transaksi dapat
dilihat pada Dasbor secara real time.

Langkah 3:
Permintaan transfer dana
Setelah konsumen melengkapi detail transaksi dan
penerima, lakukan permintaan transfer dana
sesuai dengan metode yang dipilih. Transaksi akan
diproses pada sistem internal Instamoney ke
pengguna akhir dan dapat dilakukan pada akhir
pekan dan hari libur.

Langkah 4:
Pengecekan Risiko
Sebelum transfer dana dilakukan, detail transaksi
akan terhubung dengan profil pengirim melalui
pemeriksaan resiko transaksi. Pemeriksaan
resiko transaksi dilakukan dengan melakukan
perbandingan database DTTOT/PEP dan algoritma
Instamoney untuk menghitung nilai risiko dari
transaksi yang dilakukan.

Langkah 5:
Transfer dana dan penerimaan oleh pengguna
akhir
Jika transaksi sudah terbebas dari perhitungan
resiko, Instamoney akan memproses transaksi di
sistem internalnya. Konsumen akan menerima
dana secara instan dan perusahaan akan
memperoleh notifikasi. Semua laporan dan

223 | H a l a m a n
ringkasan seluruh transaksi dapat diakses dan
direkonsiliasi di Dasbor Instamoney.

1.7. PERUSAHAAN PENYEDIAN PRODUK FINTECH


AGGREGATOR LAYANAN DAN PRODUK
KEUANGAN

Perusahaan Fintech Premiro.


a. Profil Singkat Perusahaan
Premiro dikelola PT Mitra Ibisnis Terapan (MIT) dan
telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-
18/NB.1/2016 dan
anggota APPARINDO
230-2016 serta
bergerak sebagai
pialang asuransi
berbasis digital. Kegiatan atau layanan yang
dilakukan perusahaan berupa pelayanan
perbandingan produk asuransi, pembelian polis
asuransi secara online, pembuatan produk asuransi
secara tailor made yang sesuai dengan kebutuhan.
Perusahaan juga memberikan pendampingan
klaim konsumen hingga tuntas secara gratis.

b. Profil Produk
Beragam macam produk asuransi yang ditawarkan
Premiro misalnya pembelian secara online dengan
penerbitan polis asuransi secara instan hingga
pembelian offline untuk asuransi yang memerlukan
proses underwriting dan produk asuransi tailor
made.
Premiro memiliki rekanan asuransi yang sudah
teruji baik dari sisi produk dan kemudahan Klaim.
Berbagai macam produk asuransi yang dikelola
224 | H a l a m a n
Premiro sebagai produk khusus yang dibuat
bersama dengan Rekanan Asuransi.
Produk asuransi yang ditawarkan dan dilakukan
pembelian secara online, misalnya asuransi
kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi
perjalanan, dan produk asuransi kesehatan.
Produk asuransi lainnya dengan melakukan
pembelian secara offline, mulai dari asuransi kredit,
asuransi pengangkutan, asuransi jiwa, asuransi
kecelakaan diri, asuransi gadget, hingga jenis
produk asuransi lainnya

c. Cara Menggunakan
Langkah 1:
Kunjungi https://www.premiro.com/

Langkah 2:
Pilih produk asuransi sesuai kebutuhan

Langkah 3:
membandingkan manfaat dan premi
berbagai produk asuransi.

Langkah 4:
Lengkapi data asuransi dengan mengisi atau
upload KTP dan sistem akan membaca dan
mengisi data sesuai data KTP.

Langkah 5:
melakukan pembayaran dengan berbagai
metode pembayaran mulai dari GO-PAY,
ATM/Bank transfer, Mandiri Clickpay, hingga
kartu kredit dengan cicilan 0%

225 | H a l a m a n
Langkah 6:
Setelah melakukan pembayaran, konsumen
akan langsung terlindungi sesuai produk
asuransi yang dipilih. Polis asuransi
elektronik atau confirmation of insurance
langsung terkirim ke email konsumen.

1.8. PERUSAHAAN PENYEDIAN PRODUK


PEMBIAYAAN LAINNYA

Perusahaan Fintech Inspecro.

a. Profil Singkat Perusahaan


Inspecro perusahaan berbasi pendanaan Tenaga Surya
(PLTS) yang didirikan pada bulan Maret 2019 dan telah
tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan
nomor registrasi S-166/MS.72/2019 dan menjadi anggota
asosiasi Fintech
(AFTECH) dengan
nomor registrasi
0255/Reg/AFT/SU,
Perusahaan didukung
tenaga teknis yang
telah memiliki
sertifikasi oleh
Kementerian ESDM dan TUV. Inspecro mempunyai
komitmen untuk membantu penghematan energi listrik
dan memperkuat suplai energi nasional. Inspecro juga
membuka kesempatan luas inklusi keuangan bagi
masyarakat untuk turut serta memiliki PLTS. Program
yang dibuat diharapkan dapat mempercepat tercapainya
bauran Energi Baru Terbarukan hingga 23% pada tahun
2025 sesuai amanat Peraturan Presiden No. 22 Tahun
2017.
226 | H a l a m a n
b. Profil Produk
Platform pendanaan masyarakat (crowdfunding) PLTS
Inspecro memberi keuntungan kepada :
 Konsumen:
Pengguna listrik PLTS: UMKM, rumah, dan industri
yang menikmati penghematan listrik, termasuk PT.
PLN

 Investor:
Masyarakat Indonesia akan menikmati profit
investasi dari penanaman modal yang dilakukan
PLTS .

c. Perjalanan Konsumen
Konsultasi.
Konsumen dapat mengajukan kebutuhan proyek
PLTS ke Inspecro. Setelah dilakukan kelayakan
proyek yang telah diverifikasi dan apabila disetujui,
selanjutnya Inspecro akan membahas dengan
Consumer tentang desain PLTS yang paling
menguntungkan.

Pendanaan.
Investor diundang untuk mempelajari detail proyek
PLTS melalui platform online Inspecro. Jika ada
investor yang berminat dan memenuhi kualifikasi
persyaratan sesuai ketentuan yang ditetapkan,
maka Investor diperkenankan mendanai proyek
PLTS.

227 | H a l a m a n
Pengoperasian PLTS.
Instalasi.
Setelah PLTS beroperasi, Consumer dan Investor
menikmati keuntungan, dimana Consumer
menikmati penghematan biaya listrik, sedangkan
Investor menikmati porsi keuntungan listrik PLTS
berdasarkan porsi kepemilikannya. Pelaksana
proyek listrik PLTS ditunjuk oleh Inspecro dan
merealisasikan instalasi proyek PLTS sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan pelaksanaan proyek PLTS mulai dari
tahap Konsultasi hingga Pengoperasian harus
mengikuti syarat dan ketentuan Inspecro, Otoritas
Jasa Keuangan, serta hukum yang berlaku di
Republik Indonesia.

2. FINTECH UNTUK KEUANGAN PRIBADI

J
umlah pelaku fintech terus tumbuh, tetapi masih
minim masyarakat yang belum memahami peran
fintech dalam konteks pemanfaatannya. Jika
dimanfaatkan secara tepat-guna fintech bisa
memberikan banyak kemudahan dan kesejahteraan
bagi penggunanya. Beberapa klasifikasi fintech yang
perlu dikenali terkait jenis dan pelayanan yang
ditawarkan khususnya untuk keuangan pribadi, yaitu :

228 | H a l a m a n
1. PINJAMAN ONLINE
Kebutuhan finansial setiap manusia akan terus
bertambah, namun kadang tidak berbanding lurus dengan
pendapatan yang masih tidak tetap. Jangankan untuk
menabung
menutupi
kebutuhan
sehari-hari
saja
masih
terasa
sulit.
Apalagi
jika ada
keperluan
mendadak
seperti
mengalam
i musibah
dan dana
darurat
wajib
tersedia.
Peran pinjaman online menjadi salah satu alternatif yang
dibutuhkan.
Pinjaman online bisa diajukan tanpa jaminan atau agunan
hanya membutuhkan kartu tanda penduduk (KTP).
Kehadiran pinjaman online dapat menjadi solusi paling
ideal bagi yang membutuhkan dana dalam waktu cepat
dan tanpa syarat banyak. Sebagian besar yang
memberikan pinjaman online adalah perusahaan fintech
(Gambar 32. Contoh Prosedur Pinjaman Online dari
Operator Fintech.

229 | H a l a m a n
Skemanya, perusahaan fintech yang menjadi sumber
dana akan mengeluarkan produk pinjaman untuk calon
debitur, prosesnya dilakukan melalui aplikasi yang telah
mereka buat dan dana akan ditransfer ke bank para
debitur. Pada prosesnya hampir tidak pernah
mempertemukan antara perusahaan fintech dengan
peminjamnya. Biasanya dokumen yang diperlukan untuk
mengajukan pinjaman hanyalah Kartu Tanda Penduduk
(KTP). Pencairan danapun umumnya tidak memakan
waktu lama, hanya dalam hitungan jam saja uang sudah
ada ditangan. Namun perlu waspada jika ada fintech yang
mensyaratkan sejumlah biaya administrasi, bisa jadi itu
adalah perusahaan fintech bodong.

Sebelum berniat mengajukan pinjaman online, ada


baiknya Kamu melakukan pengecekan dan melihat
bagaimana review mereka yang sudah pernah meminjam
dana pada sebuah fintech.

a. Resiko Mengajukan Pinjaman Online

Pinjaman online memang memberikan kemudahan dalam


proses pengajuannya, namun bukan berarti tanpa resiko.
Selain bunga besar berikut ini adalah beberapa resiko
yang akan dihadapi ketika meminjam dana tanpa agunan
kepada perusahaan pinjaman online:

 Data Pribadi Jadi Konsumsi Umum

Setiap aplikasi baru yang diunduh pasti mewajibkan


“menerima” permintaan aplikasi untuk mengunduh segala
data pribadi yang ada pada smart phone. Hal ini juga
berlaku pada aplikasi pinjaman online, akhirnya semua

230 | H a l a m a n
data yang ada dalam ponsel pintar dapat menjadi
konsumsi perusahaan. Selalu ada resiko penyalahgunaan
data sehingga kita harus lebih siap dengan segala
kemungkinan.

 Menyeret Nama Keluarga

Ada beberapa catatan negatif yang berhubungan dengan


pinjaman online. Misalnya, adsa pemberi kredit sering
menagih hutang debitur kepada keluarga dan teman
mereka yang sebenarnya tidak terlibat bahkan
mengetahui soal hutang tersebut. Akhirnya informasi, kita
sebagai penghutang akan diketahui banyak orang.

 Bunga Harian Berjalan

Resiko yang paling memberatkan adalah bunga harian


berjalan ditetapkan pada debitur yang terlambat
membayar. Bunga tambahan bisa mencapai Rp 150 ribu
perhari dan jumlahnya akan semakin meningkat ketika
debitur tak kunjung melunasi hutang. Berhati-hatilah

 Jumlah Plafon Pinjaman Kecil

Kebanyakan perusahaan pinjaman online hanya bersedia


memberikan pinjaman dibawah Rp 5 juta dengan proses
pelunasan 7-30 hari. Para kreditur mengakui tak bisa
memberikan pinjaman besar lantaran mengingat faktor
resiko debitur yang kabur atau tak sanggup membayar
cicilan.

231 | H a l a m a n
 Tenor Singkat

Selain jumlah pinjaman yang terbatas tenor yang


diberlakukan para perusahaan pinjaman online juga
umumnya pendek, yakni maksimal 1 tahun itupun untuk
pinjaman dengan besaran ratusan juta hingga miliaran.
Sementara hutang berskala kecil hingga puluhan juta
tenor yang ditetapka 3-6 bulan. Jika debitur tidak memiliki
penghasilan besar dan tetap tentu ini akan menjadi
masalah besar, mengingat bunga bulanan yang
dibebankan mencapai 4% perbulan dan 36% per tahun.

Karena faktor resiko berhutang pada pinjaman online


begitu tinggi, upayakan untuk memilih dengan teliti setiap
perusahaan fintech yang menawarkan jasa ini. Minimal
sudah harus terdaftar di OJK atau memiliki review yang
baik (ini bisa Kamu baca ketika akan mengunduhnya di
app-store atau google-play store).

b. Tips Memilih Pinjaman Online Terpercaya

 Telah Terdaftar di OJK

OJK menjadi barometer utama ketika debitur memilih


pinjaman online terpercaya. Karena dengan terdaftar di
OJK artinya perusahaan telah memenuhi persyaratan
sebagai perusahaan keuangan dan dapat
mempertanggung jawabkan segala hal yang berkaitan
dengan kerugian pengguna. OJK sendiri telah merilis 64
perusahaan fintech yang terdaftar secara resmi, Kamu
dapat mengeceknya di halaman resmi OJK.

232 | H a l a m a n
 Transparan Soal Besaran Pinjaman dan Biaya

Setiap pinjaman online memiliki website resmi yang


memberikan info mengenai besaran pinjaman yang bisa
diajukan beserta bunga dan bahkan dendanya. Sekalipun
bunga yang dipatok besar mereka tidak berusaha untuk
menyembunyikan fakta tersebut supaya ada trasparansi.
Tujuannya agar calon debitur berpikir seribu kali jika ingin
berhutang. Tidak berusaha menjebak dengan bunga tiba-
tiba atau besaran cicilan yang naik tiba-tiba.

 Pelajari Situsnya

Sebelum mengunduh salah satu aplikasi pinjaman online,


pastikan lebih dulu versi websitenya dan lihat apakah ada
tanda gembok terkunci di sisi kiri atas alamatnya. Lihat di
pojok kiri layar komputer atau
ponsel jika terdapat tanda
gembok terkunci arti website ini
aman. Namun ketika mendapati
tanda gembok terbuka atau ada
tanda coret biasanya ada sesuatu yang salah, resikonya
adalah pencurian dan penyalahgunaan data pribadi.

 Perhatikan Syarat-syaratnya

Ada sebagian besar pinjaman online hanya meminta KTP


sebagai dokumen persyaratan. Namun tidak sedikit yang
bercerita bahwa mereka juga dimintai sejumlah uang
terlebih dahulu sebelum proses pinjaman dicairkan.
Misalnya, Kamu ingin berhutang Rp 1 juta kemudian pihak
debitur mewajibkan Kamu membayar administrasi sebesar
Rp 200 ribu yang harus dibayarkan dengan segera. Hal ini

233 | H a l a m a n
harus diwaspadai karena ternyata banyak penipuan
bermodus pinjaman online seperti ini.

 Memiliki Customer Service (CS)

Salah satu ciri pinjaman online terpercaya adalah memiliki


CS yang kooperatif dan mudah dihubungi. Biasanya juga
sudah bepengalaman dalam bidang keuangan sehingga
dapat menjelaskan kepada debitur soal skema pinjaman
online tersebut. Keberadaan CS juga menjadi salah satu
syarat dari OJK. Yakni penyelenggara dana kredit online
di Indonesia yang terdaftar di OJK wajib menyediakan
layanan untuk menyelesaikan komplain nasabah.

CS ini juga harus diperhatikan, misalnya banyak dari


perusahaan pinjaman online hanya menyediakan booth
atau email pengaduan. Yakni semacam mesin penjawab
yang akan menjawab otomatis setiap pertanyaan
konsumen. Dapat dipastikan booth ini tidak akan mampu
menjawab segala keluhan Kamu berkaitan dengan
penggunaan aplikasi maupun complain lainnya.
Sebaiknya pilih yang memiliki CS dengan nomor telepon
dan dapat dihubungi sehingga lebih mudah
menyampaikan complain atau sekedar berdiskusi.

 Meminta Saran Teman/Referensi

Selain membaca review sebaiknya mintalah saran kepada


orang-orang terdekat, siapa tahu mereka punya
pengalaman dengan salah satu perusahaan pinjaman
online. Pengalaman langsung menjadi review terbaik
untuk menilai apakah skema yang digunakan cocok
dengan kemampuan finansial Kamu atau tidak.

234 | H a l a m a n
Perlu debitur sadari kredit tanpa agunan baik yang
disediakan oleh bank konvensional maupun pinjaman
online, sama-sama memberlakukan buang besar namun
jumlah pinjamannya terbatas. Karena itu bijaklah ketika
ingin mengajukan hutang, gunakan untuk kepentingan
yang benar-benar mendesak dengan besaran yang
disesuaikan dengan kemampuan keuangan Kamu.

c. Contoh Perusahaan Fintech

Contoh perusahaan fintech yang memberikan pinjaman


online, sebagai berikut :

a) Akseleran.

 Profil Singkat Perusahaan


PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia merupakan
platform Peer-to-Peer (P2P) Lending yang sudah resmi
terdaftar dan diawasi oleh
Otoritas Jasa Keuangan
(OJK). Selain itu, Akseleran
juga sudah memperoleh
sertifikasi ISO 27001 untuk
full scope. Akseleran
menghubungkan UKM (borrower) yang membutuhkan
pinjaman produktif untuk modal usahanya dengan
kumpulan pemberi dana pinjaman (lender) untuk
mendanai pinjaman tersebut. Setiap orang yang memiliki
KTP dan rekening bank dapat menjadi lender di
Akseleran.

235 | H a l a m a n
 Profil Produk
Secara umum, Akseleran dapat menjadi alternatif
pengembangan dana bagi masyarakat luas baik bagi
Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun pribadi.
Fleksibilitas bisa dilihat dari sisi agunan (bisa
menggunakan Invoice/ PO/persediaan dagang/peralatan),
tenor pinjaman, dan nominal pinjaman. Fleksibilitas
menjadikan Akseleran dapat menjadi akses pinjaman
bagi debitur. Akseleran juga menyediakan akses pinjaman
untuk Online Merchant dari platform E-Commerce yang
telah bekerja sama seperti Tokopedia dan Bukalapak.
Saat ini, 90% pemberi pinjaman di Akseleran masih
berasal dari retail atau individu, sisanya dari institusi yang
berasal dari PT Indosurya Inti Finance, PT Globalindo
Multi Finance, PT Andalan Finance Indonesia, dan Credit
Saison.

 Cara Menggunakan
Sebelum menggunakan fasiltas yang diberikan Akseleran,
buka website dan silakan sesuai dengan petunjuk.
Mendaftar menjadi pemberi pinjaman/pemberi dana
(lender) di Akseleran sangat mudah. Cukup memiliki e-
KTP dan Rekening Pribadi. Kemudahan lainnya,
Akseleran sudah tersedia di Google Play Store, Apple
Apps Store atau bisa langsung website Akseleran di
www.akseleran.co.id. Cukup pilih Daftar, lalu ikuti langkah-
langkah selanjutnya.

236 | H a l a m a n
Step 1:
Lender Baru mendaftar dengan memasukkan alamat
email, nomor handphone, dan password. Jangan lupa
untuk melakukan verifikasi alamat email dan nomor
handphone.

Step 2:
Lender Baru melengkapi data pribadi, akun bank,
spesimen tanda tangan, dan juga membuat akun
tandatangan digital.

Step 3:
Setelah data lengkap dan sudah diverifikasi, Lender Baru
harus menandatangani perjanjian keanggotaan secara
digital. Lender akan menerima OTP ke nomor handphone
yang telah didaftarkan saat akan menandatangani
dokumen ini secara digital.

Step 4:
Setelah perjanjian keanggotaan sudah ditandatangani
secara digital, maka Lender sudah dapat memilih peluang
pinjaman yang diinginkan dan menambah dana yang akan
dipinjamkan ke UKM. Tambah dana bisa dilakukan

237 | H a l a m a n
dengan transfer bank ke nomor Virtual Account (VA) yang
unik untuk setiap Lender.

Step 5:
Setelah pinjaman diberikan, maka Lender akan menerima
email konfirmasi pemberian pinjaman ke alamat email
yang telah didaftarkan. Lender akan menunggu sampai
peluang pinjaman sudah terdanai sepenuhnya, paling
lama 30 hari sejak kampanye pengumpulan pinjaman
dibuka.

Step 6:
Lender akan menerima pembayaran bunga setiap
bulannya. Untuk pembayaran pokok pinjaman bisa
dibayarkan bulanan, bisa juga di akhir tenor, tergantung
dari ketentuan masing-masing peluang pinjaman.

b) TunaiKita.

 Profil Singkat Perusahaan


PT Digital Tunai Kita (TunaiKita) telah resmi terdaftar di
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Agustus 2017 dan
berlokasi kantor di Setiabudi Atrium Building, 8th Floor
Suite 810 Jl. HR. Rasuna Said Kav. 62 Kuningan, Jakarta
Selatan. PT Digital Tunai Kita (TunaiKita) adalah hasil
kolaborasi antara
JAS Kapital
(JASK) dan
Kresna Usaha
Kreatif (KUK)..
dan bergerak
pada platform
teknologi peer-to-
peer yang bekerjasama dengan berbagai sumber
238 | H a l a m a n
pembiayaan untuk menyediakan dana pinjaman.
TunaiKita dapat dijadikan alternatif layanan kredit bagi
masyarakat yang belum terlayani oleh lembaga keuangan
konvensional. TunaiKita merupakan perusahaan teknologi
yang menggunakan prinsip-prinsip finansial, mobile
technology, big data, dan machine learning untuk
mengevaluasi dan menyetujui suatu pinjaman dengan
lebih cepat dan berkualitas. Sejalan dengan semangat
inklusi keuangan yang baik bagi masyarakat Indonesia.
TunaiKita juga merupakan salah satu aplikasi pinjaman
online terpercaya dan menawarkan dua jenis pinjaman
uang dana tunai dana cepat, yaitu: (1) pinjaman uang
jangka pendek dari Rp.500 ribu sampai Rp.5 juta dengan
tenor yang fleksibel antara 10 – 30 hari; (2) cicilan dana
tunai mulai dari Rp.4 juta sampai 20 juta dengan tenor 3 –
6 bulan.
Layanan TunaiKita sudah dapat dipergunakan di lebih dari
150 kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh
Indonesia, yang dapat dinikmati masyarakat dengan
hanya koneksi internet dan smartphone.
Konsumen dapat menghubungi HYPERLINK
"http://www.tunaikita.com"www. tunaikita.com apabila
merasa tertarik terhadap produk yang ditawarkan.

 Profil Produk
TunaiKita menyediakan dua kelas produk peminjaman,
yaitu pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka
panjang dengan sistem pembayaran cicilan. STL (Short
Term Loan) adalah produk pinjaman jangka pendek yang
ditujukan kepada customer 20 Tahun keatas, pinjaman
dengan tenor 10-30 hari, limit 400.000 - 4.000.000 dengan
bunga yang diberikan sebesar 0.4 % - 0.8 % per hari.
CIL (Cash Installment Loan) adalah pinjaman jangka
panjang dengan sistem cicilan dengan tenor 3-6 bulan,
239 | H a l a m a n
dengan limit 5.000.000-20.000.000, dengan bunga
sebesar 5%-8% ditujukan kepada customer 20 tahun
keatas dan juga UMKM. cara mengajukannya melalui
aplikasi TunaiKita yang terdaftar di PlayStore.

 Cara Menggunakan

Sebelum konsumen mengajukan pinjaman uang, ada


beberapa info yang terkait srbagai syarat dasar yang
perlu diketahui, yaitu: peminjam Warga Negara Indonesia
berusia 21 sampai dengan 55 tahun, harus memiliki KTP,
dan memiliki rekening bank atas nama sendiri. Info umum
dapat di lihat di web TunaiKita, seperti syarat, kontak, call
center no telp, alamat, kantor TunaiKita, dan lain-lain.
Namun, proses pengajuan KTA TunaiKIta harus lewat app
pinjaman.

Langkah 1: Konsumen dapat mengunduh aplikasi


TunaiKita di PlayStore
Langkah 2: Selanjutnya konsumen wajib mengunggah
foto selfie dan KTP
Langkah 3: Konsumen mengisi data sesuai dokumen
yang diberikan dan informasi ke dalam
aplikasi
Langkah 4: Proses verifikasi dan perhitungan skor
kelayakan kredit akan dilakukan sebelum
memperoleh persetujuan.
Langkah 5: Bilamana disetujui Dana tunai akan di transfer
ke rekening pelanggan
Langkah 6: Konsumen melakukan pembayaran kembali
pinjaman sesuai dengan kesepakatan.

240 | H a l a m a n
 Keunggulan dan Kelemahan TunaiKita

Dari pengalaman pengguna ada beberapa keunggulan


dan kelemahan TunaiKita sebagai aplikasi pinjaman
online. Pengalaman ini dapat dijadikan pertimbangan
sebelum melakukan pinjaman uang secara online.

#1 Keunggulan

 Pinjaman online uang cepat cair dalam 24 jam.


Pencairan dana tunai diberikan dalam waktu cepat,
yaitu sejak mengajukan sampai uang masuk
rekening BCA saya dalam waktu 24 jam.
 Semua Proses Aplikasi Pinjaman dilakukan
Online: Tidak ada tatap muka, Tidak Ada Telpon
Verifikasi, Tidak Survey Rumah. Kecepatan
langsung cair dalam waktu kurang dari 24 jam
tersebut saya alami tanpa proses tatap muka dan
semuanya online, yaitu saya tidak di telpon untuk
verifikasi dan saya tidak di survey ke rumah.
 Tidak Ada Persyaratan Dokumen, Hanya KTP
dan Foto dalam aplikasi pinjaman online. Dokumen
yang diminta sangat minimal, hanya KTP yang
perlu diunggah, lalu melakaukan foto selfie dalam
setting sesuai dengan aplikasi pinjaman. Tidak ada
permintaan dokumen slip gaji, dokumen listrik atau
PBB.
 TunaiKita termasuk aplikasi pinjaman online
terpercaya. Latar belakang dan pemegang saham
perusahaan menunjukkan bahwa aplikasi online
termasuk yang terpercaya.
 Cara pembayaran tunai kita cukup mudah.
Dengan cara membayar pinjaman tunai kita, saya

241 | H a l a m a n
cukup transfer ke no rekening bank TunaiKita untuk
menyelesaikan kewajiban pinjaman.

#2 Kelemahan

 Meng-Akses Semua Data Pribadi di Ponsel.


Melalui aplikasi pinjaman uang online, TunaiKita
meminta akses ke semua data di ponsel HP. U
named it, semua data pribadi di ponsel dapat
terlihat, dianalisa dan kemungkinan besar
disimpan. Artinya, TunaiKita memiliki info pribadi,
yaitu no telpon (contact list), foto, lokasi, sms,
daftar panggilan telepon (call logs), gambar, info
device (IMEI) dan semua data – data lainnya. Ini
hal yang berbeda dengan pengajuan kredit KTA ke
bank atau pinjaman ke leasing dimana bank tidak
mengakses data pribadi.
 Bunga Pinjaman Mahal 1.25% sehari. Pinjaman
Rp 500,000 dengan kewajiban mengembalikan Rp
562,500 dalam waktu 10 hari. Itu artinya bunga
12.5% dalam 10 hari pinjaman atau 1.25% per hari.
Meskipun menggunakan istilah biaya admin dan
biaya jasa (tidak ada istilah ‘bunga’), TunaiKita
membebankan saya bunga 1.25% per hari.
 Pembayaran Dipercepat, Tapi Bunga Dihitung
Penuh (Full-Tenor). Pembayaran dilakukan
dengan cara bayar tunaikita dengan pelunasan
dana tunai dipercepat, sebelum jatu tempo 10 hari,
tepatnya 1 hari sejak terima uang, lunasi kewajiban
pinjaman uang. Tetapi, walaupun melakukan cara
bayar dipercepat, bunga dana tunai yang saya
harus bayar tidak dikurangi, tetap bunga full selama
tenor pinjaman. Tidak ada diskon bunga untuk
pembayaran dipercepat. Yang saya tahu ada

242 | H a l a m a n
pinjaman online lain, bukan TunaiKita, yang
mengurangi bunga jika pembayaran dipercepat.
 Jumlah Plafon Pinjaman Uang Kecil. Plafond
kredit di TunaiKita relatif kecil, yaitu mulai dari Rp
500 ribu sampai Rp 3 juta. Untuk mengajukan
pinjaman Rp 3 juta dibutuhkan tambahan dokumen
yang cukup kompleks.
 Verifikasi Video. Dibutuhkan pengambilan gambar
dengan menggunakan video dari ponsel dimana
setelah itu TunaiKita minta izin mengakses video.
Proses ini membutuhkan bandwidth yang besar
dan kecepatan ponsel untuk memproses video
dengan baik.

2. Market Aggregator

Market Aggregator (e-aggregator) merupakan kategori


fintech yang membantu konsumen dalam hal pengambilan
keputusan sebelum melakukan pembelian produk jasa
keuangan tertentu (produk asuransi, kredit, kartu kredit
hingga investasi). A-aggregator menyediakan banyak
informasi terkait perbandingan produk secara menyeluruh
mulai dari harga, fitur
hingga manfaat. Fintech
market aggregator dapat
dimanfaatkan oleh
nasabah pada saat akan
membeli produk. Dimana
nasabah dapat dengan
mudah membandingkan
beberapa produk sejenis untuk selanjutnya dapat memilih
mana yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan atau
preferensi individu.

243 | H a l a m a n
Fintech menggumpulkan dan mengolah data yang bisa
dimanfaatkan nasabah untuk membantu pengambilan
keputusan. Startup ini memberikan perbandingan produk
mulai dari harga, fitur hingga manfaat. Contohnya, Cekaja,
Cermati, KreditGogo dan Tunaiku.

a. Contoh Perusahaan Fintech

Contoh perusahaan fintech yang memberikan layanan


Aggregator, sebagai berikut :

a). Cekaja

 Profil Singkat Perusahaan


PT Puncak Finansial Utama berdiri sejak April 2014.
CekAja.com adalah
pionir finansial
marketplace
(pendukung pasar)
di Indonesia dengan
fokus pada produk
keuangan yang
telah terdaftar di OJK dan BI, dan sekaligus salah satu
pendiri Asosiasi FinTech Indonesia.

Misi CekAja.com adalah membantu pemerintah


meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dengan
komitmen membuka akses finansial untuk jutaan
masyarakat secara online, cepat, mudah, dan aman bagi
konsumen.
CekAja.com bermitra dengan Experian, salah satu
perusahaan layanan informasi global terkemuka, dan ID/X
partners, perusahaan risk management dan credit
analytics terbesar di Indonesia, untuk meningkatkan

244 | H a l a m a n
kelayakan kredit masyarakat dan memudahkan industri
keuangan menyalurkan pinjaman, kartu kredit, peer to
peer (P2P) lending, asuransi, dan lain sebagainya.

 Profil Produk
CekAja.com memiliki prioritas utama untuk melayani
kebutuhan finansial masyarakat Indonesia dalam semua
aspek kehidupan. Seluruh proses pengajuan aplikasi
dapat dilakukan secara digital melalui desain yang intuitif
dan teknologi terbaik.
Konsumen bisa memenuhi kebutuhan finansialnya melalui
CekAja.com sepenuhnya secara digital. Lebih dari itu,
konsumen juga bisa mengetahui nilai kelayakan kreditnya
guna mendapatkan produk keuangan yang diinginkan.
Sebagai ‘jembatan’ yang mendekatkan masyarakat
dengan bank atau lembaga keuangan, CekAja.com ingin
membantu lebih banyak masyarakat Indonesia dalam
memperoleh pinjaman dan produk keuangan lainnya
secara aman serta terhindar dari pinjaman ilegal yang
merugikan.
Dalam lima tahun terakhir, CekAja.com telah membantu
memperluas inklusi keuangan secara digital. Untuk lima
tahun ke depan, perusahaan akan membuka akses
finansial bagi masyarakat yang belum mendapat layanan
perbankan atau unbankable melalui data science yang
komprehensif dan dibuat dengan teknologi direct to
consumer.

 Cara Menggunakan

CekAja.com dikelola PT Puncak Finansial Utama dan


merupakan salah satu pionir industry website financial
aggregator di Indonesia. Silakan membuka CekAja.com
untuk berinteraksi dan portal tersebut memberikan
245 | H a l a m a n
pelayanan informasi dan perbandingan yang netral dan
terpercaya untuk membantu konsumen membuat
keputusan finansial yang cerdas.

Cekaja.com menawarkan banyak produk keuangan,


seperti : kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), KPR
(kredit pemilikan rumah), kredit kendaraan, kredit dengan
agunan, asuransi, investasi dan solusi untuk UKM
(pinjaman UKM, asuransi UKM dan asuransi mikro).

Langkah 1: Buka situs www.cekaja.com Pilih produk


keuangan yang dibutuhkan di laman utama.

Langkah 2: Lengkapi informasi data diri dan syarat-syarat


lainnya secara online
.
Langkah 3: Keputusan disetujui atau tidaknya aplikasi
tergantung dari kelengkapan dokumen, serta kelayakan
kredit konsumen. Semua persetujuan diberikan oleh
lembaga jasa keuangan yang resmi dan bekerja sama
dengan CekAja.com sebagai pendukung pasar.

246 | H a l a m a n
Gambar 33 Hasil dari Fintech Cekaja.com

247 | H a l a m a n
3. Pengelola Investasi dan Risiko Keuangan

Risk & investment Management salah satu kategori


fintech berupa platform yang memberikan pelayanan
perencanaan keuangan. Misalnya investasi, robo-advisory
(penasihat digital),
platform e-trading
(wadah jual-beli produk
investasi) hingga
platform e-insurance
(asuransi digital). Beberapa sub- kategori fintech tersebut,
memberikan kemudahan nasabah untuk mendapatkan
perencanaan keuangan, investasi dengan mudah dan
cepat. Fintech memfasilitasi proses pembelian baik produk
keuangan (asuransi, kartu kredit) juga produk investasi
(emas, reksadana, obligasi, saham, peer to peer lending)
secara langsung serta informasi tentang proses
pemantauan kinerja investasi secara real time melalui
aplikasi atau website. Fintech dapat menyediakan
asistensi (advisory) dalam bentuk pemberian rekomendasi
kepada nasabahnya, melalui serangkaian data yang di
input oleh pengguna yang kemudian digunakan untuk
memberikan rekomendasi yang sesuai dengan profil dan
kebutuhan pengguna. Fintech memberikan layanan,
misalnya seperti robo advisor perangkat lunak yang
memberikan layanan perencanaan keuangan dan platform
e-trading dan e-insurance. Contohnya, Bareksa,
Cekpremi dan Rajapremi.

a. Contoh Perusahaan Fintech

Contoh perusahaan fintech yang memberikan layanan


perencanaan keuangan, sebagai berikut :

248 | H a l a m a n
a). Cekpremi

 Profil Singkat Perusahaan


Cekpremi.com adalah portal online yang
memberikan informasi dan perbandingan berbagai
produk asuransi seperti: asuransi mobil, asuransi
kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi
properti, asuransi jiwa, dan asuransi perjalanan.
Dengan pelayanan via online dan telepon,
Cekpremi siap memberikan rekomendasi produk
asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cekpremi.com akan mengumpulkan informasi
pribadi tentang nasabah dengan cara yang sah dan
adil. Cekpremi.com mengumpulkan informasi
pribadi dengan cara
yang beragam. Pada
prakteknya,
Cekpremi.com biasa
mengumpulkan
informasi pribadi (atau
dari wakil resmi nasabah) pada saat: Tanpa repot
keluar rumah, Cekpremi membantu aktivitas
asuransi, mulai dari proses aplikasi, klaim, sampai
dengan mengingatkan akan polis yang jatuh tempo.
Insurance specialist kami juga akan
menginformasikan update mengenai produk-produk
asuransi yang menguntungkan.

 Profil Produk
Kami menyediakan beberapa rekomendasi produk
yang berasal dari mitra penyedia asuransi berikut:

249 | H a l a m a n
Mitra perusahaan asuransi Cekpremi.com memberikan
layanan perbandingan produk asuransi terlengkap dan
akan terus ditambah jumlahnya.
Perusahan tidak memberi perbandingan seluruh polis
yang dijual oleh mitra asuransi yang berpartisipasi namun
membandingkan besaran polis dari produk yang dijual
oleh mitra asuransi lewat Cekpremi.com atau disebut
dengan Daftar Produk Pilihan, yang jenisnya dapat
bervariasi dari waktu ke waktu.

250 | H a l a m a n
4. Payment, Settlement, Clearing

Payment, Settlement & Clearing merupakan kategori


fintech yang terdiri aplikasi atau platform yang
menawarkan kemudahan dalam hal transaksi atau
pembayaran secara
online, seperti payment
gateway sebagai
penghubung antara
konsumen dan e-
commerce yang
difokuskan pada sistem
pembayarannya, juga
ada e-wallet sebagai uang elektronik sebagai instrumen
pembayaran tagihan atau belanja dalam bentuk aplikasi
yang dapat memudahkan pengguna untuk dapat
bertransaksi kapan dan dimana saja melalui aplikasi.

“beragam kemudahan yang ditawarkan fintech


tentunya akan memiliki dampak besar bagi
masyarakat selama dimanfaatkan dengan benar dan
bijak.”

“pemanfaatan fitech sebaiknya dibarengi dengan


perencanaan keuangan (financial planning) yang
baik. Perencanaan keuangan merupakan segala
aktifitas yang berkaitan dengan mengelola
pendapatan, pengeluaran dan investasi”.

Kedepannya fintech diharapkan dapat beriteraksi dengan


konsumen melalui proses edukasi, perencanaan,
eksekusi, monitoring hingga penyesuaian.

251 | H a l a m a n
a. Contoh Perusahaan Fintech

Contoh perusahaan fintech yang memberikan layanan


Payment, Settlement & Clearing, sebagai berikut :

a). OVO

 Profil Singkat Perusahaan


PT Visionet Internasional sebagai penyedia layanan
keuangan digital yang beroperasi di bawah merek OVO,
diluncurkan pada September 2017 setelah memperoleh
izin Bank Indonesia pada Agustus 2017. Hingga akhir
2018, jumlah pengguna OVO telah tumbuh lebih dari
400%, dengan tiga transaksi terbesar di sektor ritel,
transportasi dan e-commerce.

OVO, aplikasi pembayaran Serba Bisa, Simpel, Instan


dan Aman yang siap buat segala transaksi finansial Anda
jadi lebih menyenangkan.

252 | H a l a m a n
 Profil Produk
Secara garis besar, OVO ingin menjangkau layanannya
sebagai sebuah simple payment system dan smart fincial
services. OVO merupakan dompet
digital berbasis aplikasi yang menjadi
platform pembayaran dan layanan
finansial digital dengan beberapa
fitur, seperti pembayaran, transfer,
deals, OVO Points, dan OVO
PayLater. OVO dapat digunakan
pada channel milik partner seperti Tokopedia dan Grab.
OVO juga mengembangkan layanan keuangan di
platformnya dengan bekerja sama dengan Prudential dan
Bareksa serta melakukan akusisi Taralite. Aplikasi OVO
dapat diunduh melalui Google Play Store dan App Store.

 Cara Menggunakan
Step 1:
Unduh aplikasi OVO melalui App Store atau Google Play
Store. Kemudian pilih Daftar untuk membuat akun baru
atau Masuk bagi yang telah memiliki akun OVO.

Step 2:
Setelah melakukan pendaftaran, pengguna dapat mengisi
saldo OVO melalui booth OVO, mitra pengemudi Grab
serta ATM/internet banking/mobile banking yang
bekerjasama.

Step 3:
Pengguna dapat menggunakan berbagai macam fitur
yang ada di dalam aplikasi OVO seperti melakukan
pembayaran di merchant yang telah bekerjasama,

253 | H a l a m a n
b). amalan

 Profil Singkat Perusahaan

PT Amalan Internasional Indonesia atau dikenal dengan


Amalan, merupakan perusahaan pemain tunggal di klaster
online distress solution di
Indonesia. Amalan berdiri
sejak tahun 2014 di
Singapura, dan
melebarkan bisnisnya
pada Agustus 2015 di
Indonesia. Perusahaan ini
merupakan satu-satunya
penyedia program
manajemen pinjaman di Asia dengan akreditasi dari
International Association of Professional Debt Arbitrators
atau Asosiasi Internasional Arbitrat Pinjaman Profesional
dan 2018 resmi terdaftar sebagai anggota Fintech
Indonesia dibawah peraturan nomor 13/POJK.02/2018.
Model bisnis yang dijalankan Amalan adalah membantu
peminjam dana yang tidak mampu melanjutkan
pembayaran kepada perbankan. Amalan menawarkan
program pengelolaan pinjaman yang disesuaikan dengan
keadaan peminjam. Tujuannya, memberikan solusi agar
seseorang terbebas dari tunggakan. Amalan sudah masuk
ke dalam regulatory sandbox yang diadakan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK). Team Amalan terdiri dari sumber daya
manusia yang profesional dan telah memiliki sertifikat dari
IAPDA (International Association of Professional Debt
Arbitrators) atau asosiasi internasional pendamping
penyelesaian hutang profesional. Perusahaan amalan
berbasis manajemen hutang menjadi satu-satunya di
Indonesia yang tercatat di OJK. Amalan menawarkan
254 | H a l a m a n
solusi untuk masalah utang Kartu Kredit, KTA, KPR, KMG,
dan P2P.

 Profil Produk

Solusi yang diberikan Amalan melalui personalisasi


berdasarkan kondisi dari masing-masing klien. Amalan
memberi bantuan konsumen dengan memberikan solusi
dari hutangagar lebih cepat, mudah, dan ringan, dengan
memanfaatkan proses
berbasis teknologi. Solusi
yang diberikan, meliputi;
program manajemen
hutang, refinancing
hutang, dan refinancing
KPR. Berbeda dengan
jasa manajemen hutang
lainnya, amalan hanya
akan membebankan biaya sukses di akhir, yakni ketika
peminjam telah menyetujui program penyelesaian hutang
yang ditawarkan.
Membantu klien untuk dapat melunasi hutang lebih cepat,
mudah, dan yang terpenting, lebih ringan menjadi
kelebihan utama amalan.

Pada intinya, ada tiga pembeda yang membuat amalan


unik di Indonesia:

 amalan bekerja UNTUK peminjam dan bekerja


sama mencari solusi terbaik DENGAN pemberi
pinjaman.
 amalan mengembangkan solusi yang
mempertimbangkan semua pinjaman, semua
sumber penghasilan, dan semua aset untuk setiap

255 | H a l a m a n
individual. Hal ini dilakukan agar peminjam bisa
lepas dari jerat utang dengan lebih cepat,
membayar bunga dan penalti yang lebih rendah.
 amalan tidak meminta pembayaran di depan,
sebaliknya, amalan memperkenalkan sistem
success fee, jadi peminjam hanya akan membayar
SETELAH rencana restrukturisasi disetujui. Jumlah
success fee diterapkan berdasarkan penghematan
yang didapatkan melalui restrukturisasi.

Pada Mei 2018, amalan terpilih sebagai salah satu


30 start-up terbaik dalam program MaGIC. amalan terpilih
sebagai salah satu social enterprise yang menjadikan
inovasi sebagai fondasi untuk membangun bisnis yang
berkelanjutan dalam menjawab sebuah isu sosial yang
menjadi fenomena, yaitu masalah hutang yang melanda
sekitar 3 juta konsumen di Asia Tenggara.

 Cara Menggunakan

Step 1: Konsumen mengisi data pribadi melalui Amalia


dan diinterview melalui bot milik amalan.

Step 2: Konsultan amalan memberikan konsultasi gratis


berdasarkan portfolio hutang yang diinformasikan
konsumen.

Step 3: Konsultan merekomendasikan program


keringanan yang bisa diperoleh dan besaran dana
pelunasan yang dibutuhkan.

Step 4: konsumen mengumpulkan dana pelunasan di


rekening escrow.

256 | H a l a m a n
Step 5: Setelah dana pelunasan terkumpul, tim mediasi
amalan akan memulai diskusi mengenai penyelesaian
hutang klien dengan pihak peminjam.

Step 6: Bilamana konsumen dan pihak peminjam


menyetujui program pelunasan disepakati, dana
pelunasan diserahkan kepada pihak peminjam.

Step 7: Biaya layanan dibayar dan klien akan menerima


surat lunas dari pihak peminjam
.
Konsumen bisa membuka website
https://amalan.id/amalia/. Selanjutnya klik daftar dan anda
dan akan ada tampilan seperti gambar 34 dibawah ini :

Gambar 34. Tampilan Saat Mendaftar amalan

Selanjutnya anda klik ya untuk mengetahui informasi


selanjutnya.

257 | H a l a m a n
3. DISKUSI

3.1. Question and Answerd


a) Dimana letak perbedaan antara debitur
pribadi dan badan usaha dalam melakukan
pinjaman
b) Berikan contoh ciri-ciri perusahaan fintech
illegal dalam melakukan usahanya.
c) Bagaimana cara menghindari dari jeratan
perusahaan fintech illegal

258 | H a l a m a n
DAFTAR PUSTAKA

Accenture. 2017. The (R)evolution of Money: Blockchain


Empowered Digital
Currencies

Arner,D.W.,Barberis,J.,&Buckley,R.P.(2016). The
Evolutionof Fintech:Anewpost-Crisis Paradigm?

A.S. Cui and F. Wu, (2016), Utilizing customer knowledge


in innovation:Antecedents and impact of customer
involvement on new product performance, Journal of
the Academy of Marketing Science, 44 no. 4, 516–
538. https://doi.org/10.1007/s11747-015-0433-x

Bambang Eko Turisno, ‘Perlindungan Konsumen dalam


Iklan Obat’ (2012) 41 Jurnal Masalah-Masalah
Hukum 20, 28.

Bernardo Nicoletti (2017)., The Future of Fintech,


Integrating Finance and Technology in Financial
Services, 1st Edition. Palgrave Macmillan, Italy,

Bech, M., and Garratt, R. 2017. Central Bank


Cryptocurrencies. BIS Quarterly
Review, September 2017.

Bordo, M., and Andrew Levin. 2017. Central Bank Digital


Currency and the Future of Monetary Policy.

D. W. Arner, J. Barberis, and R. P. Buckley, (2016) .The


Evolution of FinTech: A New Post-Crisis Paradigm?

259 | H a l a m a n
Dorfleitner, G., Hornuf, L., Schmitt, M., and Weber, M.
2017. FinTech in Germany. Springer International
Publishing AG

Esmi Warassih, (2018) ‘Peran Politik Hukum Dalam


Pembangunan Nasional’ 5 Jurnal Gema Keadilan 1,
12.

Hermann, M., Pentek, T., & Otto, B. (2015). Design


Principles for Industrie 4.0 Scenarios. Presented at
the 49th Hawaiian International Conference on
SystemsScience. Artikel dalam jurnal ilmiah dengan
volume dan nomor (2 - 6 penulis)

Lastuti Abubakar & Tri Handayani, (2018) ‘Financial


Technology: Legal Challenges for Indonesia
Financial Sector’ (IOP Conference Series: Earth and
Environmental Science) 175 IOP Publishing 1, 4

McKinsey & Company. (2016). Unlocking Indonesia’s


Digital Opportunity. Oktober 2016.

Kawai, Yoshi. (2016) . FinTech. International Association


of Insurance Supervisors (IAIS) Newsletter, May
2016.

Irianto, D. (2017). Industry 4.0; The Challenges of


Tomorrow. Disampaikan pada Seminar Nasional
Teknik Industri, Batu-Malang.

McKinsey Global Institute. (2015). The Internet of Things:


Mapping the Value Beyondthe Hype. McKinsey &
Company, June 2015.

260 | H a l a m a n
Nicoletti.(2017)The Future of Fintech. Journal of Financial
services and Fintech, DOI 10.1007/978-3-319-
51415-4_2

PWC.Pwc Global FinTech Survey 2017. Available online:


https://www.pwc.com/gx/en/industries/financialservi
ces/assets pwc-global-fintech-report2017.pdf
(accessed on 20 July 2019).

Surat Edaran Bank Indonesia No.6/18/DPNPOxford


Dictionary. Available online:
http://www.oxforddictionaries.com/it/definizione/ingl
ese/fintech (accessed on 20 August 2019).

Sri Redjeki Hartono, (1995) ‘Perspektif Hukum Bisnis


Pada Era Teknologi’ (Pidato Pengukuhan Guru
Besar Universitas Diponegoro,).

Satjipto Raharjo, (2006), Ilmu Hukum (PT Citra Aditya


Bakti) .

Thomas J. Imedinghaff, (2005) ed., Online Law The SPA’s


Legal Guide to Going Business on The Internet
(Addison-wesley Developers Press 1996) 269.
Dalam Edmon Makarin, Pengantar Hukum
Telematika (PT. Raja Grafindo Persada.

261 | H a l a m a n
Apa kata teman sejawat ...............

Saya memberikan apresiasi kepada


saudara Dedi Rianto Rahadi, masih
sempat menulis disela waktu
kesibukkannya. Sebagai penulis
pemula patut diberi dukungan untuk
terus berkarya. Buku Financial
Technology dapat menjadi rujukan
bagi mahasiswa, karena
mengambarkan perkembangan
teknologi keuangan yang lagi tren dan kedepannya dapat
ditingkatkan kualitas dan kuantitasnnya. Selamat saudaraku

Dr. Harnovinsah, Ak., M.Si., CA., CIPSAS


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Mercu Buana, Jakarta

Waduh Mas Dedi Rianto Rahadi,


bukunya cukup menarik dan sesuai
perkembangan penggunaan teknologi
keuangan. Kekurangan itu adalah hal
yang biasa, yang tidak biasa adalah
bilamana kita tidak mencoba untuk
memulai.
Selamat ya mas Dedi.......

Prof. Dr. H. Mahfud Nur Najamuddin, M.Si


Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muslim Indonesia, Makasar

View publication stats

Anda mungkin juga menyukai