Makalah Financial Technology Rizkia 2
Makalah Financial Technology Rizkia 2
DISUSUN KELOMPOK I4 :
FARA APRILINAYA : 1903010029
RIZKIA NUR BAITI : 1903011113
EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
2019/2020
1
KATA PENGANTAR
(Kelompok 14)
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2
A. Financial Technology................................................................. 2
B. Fintench Syariah......................................................................... 11
BAB III PENUTUP...................................................................................... 17
Kesimpulan........................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 18
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hadirnya globalisasi di era millennium ini membawa kemajuan yang
sangat besar di seluruh sektor kehidupan manusia termasuk salah satunya,
kemajuan teknologi dan internet. Teknologi dan internet memiliki peran yang
sangat besar dalam menunjang semua aktivitas kehidupan manusia.
Pemanfaatan teknologi digital dan internet memberikan kontribusi
pada keuangan Indonesia. Hal tersebut di tandai dengan hadirnya teknologi
keuangan (fintech). Fintech diambil dari istilah financial technology atau
technology financial. Menurut Pusat Penelitian Digital Nasional (NDRC), di
Dublin, irlandia memperkenalkan fintech sebagai “inovasi dalam jasa
keuangan” atau “inovasi dalam jasa keuangan” yang merupakan suatu
inovasi dibidang keuangan yang mendapat pembaruan teknologi modern.
Transaksi keuangan melalui fintech ini mencakup pembayaran, investasi,
peminjaman uang, transfer dan lain-lain.
B. Rumusan masalah :
1. Apa pengertian fintech?
2. Bagaimana hukum fintech di indonesia?
3. Apa saja manfaat fintech?
C. Tujuan penulisan :
1. Untuk mengetahui pengertian fintech
2. Untuk mengetahui hukum fintech di Indonesia
3. Untuk mengetahui manfaat fintech
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Financial Technology
1. Pengertian fintech
Financial technology /fintech merupakan hasil gabungan antara jasa
keuangan dengan technologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari
konvenal menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap
muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi
jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat di lakukan dalam
hitungan detik saja.
Menurut Stein dan Dhar, definisi dari financial technology
merupakan sebuah inovasi dari sektor finansial yang melibatkan model
bisnis yang telah teritegrasi dengan teknologi yang dapat menfasilitasi
peniadaan perantara dapat mengubah cara perusahaan yang sudah ada
dalam membuat dan menyediakan produk dan layanan, dapat menangani
masalah privasi, regulasi, dan tantangan hukum, memberikan peluang
untuk pertumbuhan yang inklusif.
Sementara menurut mantan gubernur Bank Indonesia, Agus DW
Martowardojo dalam sambutan kuncinya (keynote speech) di acara
Indonesian fintech festival and conference 2016, di Jakarta mengatakan
bahwa fintech merupakan layanan keuangan yang berbasis teknologi
informasi seperti big data, cloud computing, dan distribud ledger system.
Sedangkan menurut Fintech Weekly menyebutkan dalam website
nya bahwa fintech describes a business that aims at provoding financial
services by making use of software and modern technology. Fintech
merupakan sebuah bisnis yang bertujuan menyediakan layanan keuangan
dengan memanfaatkan perangkat lunak dan teknologi modern.
2
2. Perkembangan fintech di Indonesia
Fintech dapat berkembang dengan pesat di Indonesia yaitu:
a. Fintech memudahkan berbagai proses dalam bidang keuangan.
Tak dapat di pungkiri fintech memberi kemudahan dengan jangkauan
luar biasa bagi mereka yang belum terjangkau produk keuangan dari
bank. Selain itu fintech juga menyentuh generasi muda yang sudah
familier dengan internet dan memanfaatkan internet dalam segala
kebutuhannya . sehingga fintech dapat memepermudah dan membuat
transaksi keuangan lebih sederhana dan efisien.
b. Perkembangan teknologiyang menunjang fintech
Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul sebuah peluang untuk
membuat perusahaan berbasis online. Misalnya saja dalam bidang
keungan. Karena ada peluang inilah, perusahaan fintech terus
bermunculan dengan misi memenuhi kebutuhan masyarakat untuk
melakukan aktivitas keuangan secara online.
c. Terinspirasi pelaku bisnis sebelumnya
Beberapa perusahaan straup yang sukses layaknya dongeng ne jadi
kenyataan. Seseorang bias sukses hanya dalam waktu yang singkat,
serta berkembang menjadi perusahaan muktinasonal. Hal ini menjadi
salah satu pendorong para generasi muda untuk juga meraih mimpinya
melalui industri fintech.
d. Anggapan bisnis fintech yang fleksibel
Karena baru sedikit peraturan yang melingkupinya, industri fintech
kerap dianggap fleksibel dan tidak kaku dibandingkan dengan bisnis
konvensional. Oleh karena itu, industri ini menjadi lahan yang tepat
bagi para pebisnis muda yang ingin menyalurkan kreativitasnya dalam
berbisnis.
e. Pengguna teknologi, software, dan big data
Usaha fintech menggunakan teknologi, software, dan big data. Selain
itu, fintech juga menggunakan data dari media social. Data-data tersebut
dapat dijadikan bagian dari analisis resiko.
3
3. Dasar hukum fintech dalam system pembayaran di Indonesia
a. Peraturan bank Indonesia no. 18/40/PBI/2016 tentang
penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran.
b. Surat edaran bank Indonesia no. 18/22/DKSP perihal penyelenggaraan
layanan keuangan digital.
c. Peraturan bank Indonesia no. 18/17/PBI/2016 tentang uang elektronik.
4
5. Cakupan bisnis fintech di Indonesia
Fintech di Indonesia memiliki banyak jenis, diantaranya starup
pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal
finance), investasi ritel, pembiayaan (crowfunding), remitansi, riset
keuangan.
a. Pembayaran (payments). Di Indonesia perusahaan starup fintech yang
paling banyak di dominasi oleh:
1) Perusahaan pembayaran, seperti: Veritrans, DoKu, Kartuku,
iPay88, Easypay, MCpayment, Padipay, Kinerjapau.com,
Truemoney, Faspay, Fasapay, Xendit, Espay, Wallezz, Cashlez,
Mimopay, Indopay, Firstpay, IPaymu.com, Ovo, Nicepay,
Hellopay, Kesles.
2) Mobile Payment Company, seperti: Sakuku BCA, Dompetku,
Indosat Ooredu, Uangku SmarFren, Dimo, Mynt, Matchmove.
3) Gift Card: GCI Indonesia
4) BitCoin : BitX.co
5) Electronit Money : Sepulsa.com, Davestpay.com, GoPay,
Indomog, Kudo, Ayopop.
6) Bebas Transfer : Kriling.co.id, SudahTransfer, Flip
7) Bayar tagihan : Paybill.id, SatuLoket.com
8) Lainnya : Ainosi
b. Investasi
Indonesia memiliki beberapa starup yang memberikan kemudahan
akses di bidang investasi, seperti Bareksa (Marketplace Reksa Dana)
dan IpotFund (Supermarket Reksa Dana) Xdana.com.
c. Perencanaan keuangan
Finansialku.com hadir sebagai salah satu perusahaan financial
technology yang berfokus pada edukasi keuangan (financial eduction)
dan perancanaan keuangan ( financial planning).
5
1) Expense Tracker untuk personal: NgaturDuit.com, Dompet Sehat
2) Expense tracker untuk bisnis UMKM : Jurnal.id, Akunting
Mudah, Sleekr, Yonk.io
3) Pajak : Online – Pajak.com
d. Pembiayaan (Lending)
Startup yang satu ini bergerak dalam pembiayaan. Pembiayaan yang
dimaksut dalah pembiayaan dalam:
1) Pembiayaan berbentuk utang, seperti UangTeman.com,
TemanUsaha.com, Terhubung.com, BosTunai.com, Mekar.id,
Tanihub.com, Taralite.com, Pinjaman.co.id, Eragno.com,
DrRupiah.com.
2) Pembiayaan berbasis patungan atau pembiayaan masal
(crowfunding), seperti Wujudkan.com, Kitabisa.com,
Ayopeduli.com dan GandengTangan.org. Wecare.id, Indves.com,
GandengTangan.org, limakilo.id, iGrow.asia, Iwak.me,
KapitalBoost.com
3) Pembiayaan berbasis peer to peer lending (P2P): Koinworks.com,
Amartha.com, DanaDidik.com, Crowdo.com, Investree.com.
4) Cicilan Tanpa Kartu Kredit : Kredivo.com,
ShootYourDream.com, Cicil.co.id
6
2) Khusus asuransi : RajaPremi.com, Asuransi88.com,
PremiKita.com, Premiro.com, PasarPolis.com, CekPremi.com.
f. Riset keuangan
Startup dibidang riset keuangan memang belum berkembang pesat di
Indonesia. Salah satunya perusahaan yang melayani riset dan data
adalah Infovesta.com.
g. Lainnya
Beberapa startup fintech yang berada di luar kategori di atas :
1) Account aggregator : Veryfund
2) Agent Network : Ruma
3) Gold Marketplace : AntamGold.com, Oriori.com, FidiGo.
4) Bangking Support : Kanopi
5) Capital Market : kanopi
6) POS (Point of Sales Bisnis) : Pawoon, MOKA
6. Manfaat fintech
Manfaat fintech bagi konsumen:
a. Mendapat layanan yang lebih baik
b. Pilihan yang lebih banyak
c. Harga yang lebih murah
Manfaat fintech bagi pemain fintech (pedagang, produk, atau jasa)
a. Menyederhanakan rantai transaksi
b. Menekan biaya operasional dan biaya modal
c. Memebekukan alur informasi
Manfaat fintech bagi suatu Negara:
a. Mendorong transmisi kebijakan ekonomi
b. Meningkatkan percepatan perputaran uang sehingga meningkatkan
ekonomi masyarakat
7
c. Di Indonesia, fintech turut mendorong strategi nasional keuangan
inklusif / SKNI
8
b. Pelindungan data pengguna isu privasi pengguna fintech yang rawan
terhadap penyalahgunaan data baik yang di sengaja mauapun tidak
di sengaja(serangan hacker, malware dll).
c. Anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-
PPT) kemudahan dan kecepatan yang di tawarkan oleh fintech
menimbulkan potensi penyalahgunaan untuk kegiatan pencucian
uang maupun pendanaan terorisme.
d. Stabilitas sistem keuangan perlu manajemen risiko yang memadai
agar tidak berdampak negatif terhadap stabilitas keuangan.
9. Peran Fintech
a. Di Indonesia
1) Mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan penduduk.
2) Membantu pemenuhan kebutuhan pembiayaan dalam negeri
yang masih sangat besar.
3) Mendorong distribusi pembiayaan nasional masih belum merata
di 17.000 pulau.
4) Meningkatkan inklusi keuangan nasional.
5) Mendorong kemampuan ekspor UMKM yang saat ini masih
rendah.
9
10. Usaha yang dilakukan pemerintah dalam menjaga ketertiban pembayaran
terkait fintech
a. Dalam hal penyediaan pasar bagi pelaku usaha, bank Indonesia
memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai
jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat jaringan
keamanan siber.
b. Dalam hal tabungan, pinjaman dan penyertaan modal, bank
Indonesia mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada
peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan,
system pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber
untuk menjaga data dan informasi konsumen.
c. Dalam hal investasi dan menjamin resiko, bank Indonesia juga
mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada peraturan
makropundensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, system
pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk
menjaga data dan informasi konsumen.
d. Dalam hal pembayaran, penyelesaian /settlement dank riling, bank
Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya
mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat
jalur siber.
10
c. Assessmen. Bank Indonesia melakukan monitoring dan penilaian
(assessment) tehadap setiap kegiatan usaha yang melibatkan fintech
dan system pembayarannya menggunakan teknologi.
d. Koordinasi dan komunikasi. Bank Indonesia menjaga hubungan
dengan otoritas terkait untuk tetap mendukung keberadaan fintech
system pembayaran di Indonesia. Bank juga berkomitmen untuk
mendukung para pelaku usaha di Indonesia dengan memberikan
pengarahan secara berkala mengenai fintech.
B. Fintech Syariah
1. Pengertian fintech syariah
Tidak ada perbedaan dengan fintech syariah dengan
konvensional. Sebab, kedua jenis tersebut sama – sama ingin
memberikan layanan keuangan. Perbedaan dari keduanya hanyalah akad
pembiayaan saja yang mana mengikuti aturan – aturan dari syariat islam.
Ada tida prinsip syariah yang harus di miliki oleh fintech syariah yaitu
tidak boleh maisir (bertaruh), gharar (ketidak pastian) dan riba (jumlah
bunga melewati ketetapan).
Walaupun menggunakan dasar syariah, rujukan dasar juga telah
di tetapkan oleh Dewan Syariah Nasional terkait dengan keberadaan
financial technology syariah ini. Dasarnya adalah MUI No.67/DSN-
MUI/III/2008 yang mengatur tentang ketetapan apa saja yang harus
diikuti lembaga teknologi keuangan terbaru di Indonesia tersebut.
Terhitung hingga September 2018, baru ada 4 perusahaan teknologi
keuangan syariah yang diresmikan oleh OJK.
11
teknologi keuangan terkemuka di dunia dengan cakupan pasar yang
sangat luas. Berawal dari beehive, fintech berbasis syariah pun menjalar
kenegara asia lainnya, semisal Singapura dan Malaysia.
Di Malaysia, hello gold pun muncul dengan menggunakan
prinsip-prinsip syariah. Secara perlahan tapi pasti, para pemain fintech
ini pun juga menjalar ke Indonesia. Semua fintech berdasarkan syariat
islam pun sama, yakni tidak menggunakan riba sehingga diklaim aman
sebab bunga yang di berikan sudah sesuai dengan ketentuan islam.
Menurut OJK, sekitar 40% masyarakat di Indonesia masih belum
bersentuhan dengan pihak perbankan. Dengan kata lain, jumlah tersebut
belum pernah membuka akun apapun di bank nasional. Namun, disisi
lain, hampirsemua penduduk di tanah air telah memiliki smartphone. Jadi
kesimpulannya,keberadaan fintech memang bias menjadi ancaman bagi
bank konvensional yang belum mengikuti perkembangan jaman, yakni
menggunakan teknologi kedalam system keuangannya.
12
d. Dukungan pasar (market support)
Contohnya : e-aggregator, big data, verifikasi ID secara digital,
penyimpanan data dan cloud computing.
e. Manejemen investasi
Contohnya : platform e-trending, smart contracts, dan roboadvice.
13
e. SyarQ (SyarQ.com)
SyarQ merupakan fintech yang berbasis P2P lending, dengan
menyediakan sebuah platform cicilan online tanpa riba. SyarQ
menggunakan akad mubahah dalma transaksi antar penjual dan
pembeli.
f. Ammana (Ammana.id)
Ammana merupakan fintech yang berbasis P2P lending syariah
berbasis komunitas baitul maal wal tamwil (BMT). Ammana
menggandeng koperasi syariah (BMT) sebagai lembaga penyalur
pinjaman.
g. CBX Unit (cbxunit.com)
CBX Unit adalah fintech yang bergelut dalam comodity based
exchange unit yakni sistem pembayaran universal syariah yang
didukung oleh biji-bijian. CBX berusaha untuk mengombinasikan
antara keuangan Islam dengan teknologi fintech.
h. Mariusaha (Mariusaha.co.id)
Mariusaha adalah startup lokal yang memfokuskan pada P2P dengan
daerah khusus pembiayaan yang ada di Riau untuk penyaluran
dananya. Sedangkan untuk investor, itu berasal dari mana saja.
i. Paytren (Paytren.co.id)
Paytren didirikan oleh Ust Yusuf Mansur dan digunakan di Indonesia
dengan konsep keagenan. Fokus dari startup fintech ini adalah
sebagai payment gateway yakni memenuhi beberapa pembayaran
melalui tiket, bayar listrik, dan banyak lagi yang lainnya.
j. Indves (Indves.com)
Indves adalah salah satu startup fintech yang berfokus pada bidang
usaha investor dari investor kepada UMKM yang membutuhkan
dana. Indves bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari jeratan
riba.
14
5. Regulasi Fintech Syariah
Sebagai lembaga pengawas, OJK memang belum memberikan
regulasi pasti terhadap perusahaan teknologi keuangan berbasis syariah.
Jadi, aturan fintech konvensional dan syariah masih sama . namun,
dewan syariah nasional MUI telah mengeluarkan fatwa jika para fintech
syariah harus mengikuti aturan dalam islam, salah satu yang menjadi
masalah terpenting adalah riba atau bunga yang tidak sesuai dengan
ketentuan.
Otoritas jasa keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi
mengenai fintech pada peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tanggal
26 desember 2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis
teknologi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk
mempertemukan pemberi pinjaman dengan menerima pinjaman dalam
rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah
secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan
internet.
15
tertentu yang disepakati yang akan menjadi keuntungan dan bukan
sebagai bunga sebagaimana pada pembiayaan konvensional.
Akad ijrah wa iqtina merupakan akad sewa menyewa. Artinya
fintech bertindak untuk membeli suatu produk yang diinginkan nasabah,
selanjutnyafintech menyewakan produk tersebut kepada nasabah dalam
kurun waktu tertentu, yang nantinya nasabah dapat membeli barang
tersebut sehingga berganti kepemilikan.
Sementara akad musyarakah mutanaqishas, baik fintech maupun
nasabah sama-sama menaruh modal untuk sesuatu hal yang nantinya
nasabah dapat membeli bagian dari fintech untuk memiliki benda
tersebut sepenuhnya.
Dalam hal pemasaran digital para pelaku bisnis fintech syariah ini
juga harus mengikuti rambu-rambu syarat dan hukum yang berlaku,
sehingga dapat terhindar dari unsur riba dan maupun gharar. Contoh
seperti pemberian cashback dan diskon yang diberikan kepada investor
juga harus hati-hati, karena ini sifatnya adalah investasi jangan sampai
terjadi ketidak jelasan skemanya.
16
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Fintech adalah salah satu bentuk penerapan teknologi informasi di bidang
keuangan. Fintech syariah sendiri peraturannya tertuang dalam OJK dan DSN-
MUI yang memperbolehkan transaksi bermuamalah dengan sistem fintech syariah
tersebut.
Fintech di Indonesia berkembang dengan sangat pesat namun belum
banyaknya orang yang mengetahui tentang fintech itu sendiri. Begitu pula dengan
fintechsyariahnya,kurangnya pemahaman masyarakat terhadap fintech membuat
industry ini kurang dapat menguasai pasar. Pemahaman masyarakat yang berfikir
bahwa fintech sama perbankan membuat masyarakat itu sendiri lebih memilih
tetap berada di perbankan dari pada mencoba layanan yang baru di industri
fintech.
17
DAFTAR PUSTAKA
http://nurulauu.blogspot.com/2018/01/teknik-bagi-hasilperkembangan fintech.html?
m=1
https://id.scribd.com/document/397978384/ Fintech-syariah
18