TIPE DASAR PEMROGRAMAN JAVA
Tipe data pada Java adalah jenis data yang disimpan pada sebuah wadah yang biasanya disebut variabel,
variabel sendiri adalah sebuah tempat penyimpanan untuk menyimpan nilai.
Nilai yang disimpan pada variabel Java berbeda-beda, dan tergantung pada jenis tipe data apa yang
digunakan pada variabel tersebut. Oleh karena itu, jika kita membahas suatu tipe data, pasti juga akan
melibatkan variabel, begitu juga sebaliknya.
Jika kita membahas variabel, maka pastinya juga akan melibatkan jenis tipe data apa yang dipakai. Pada
Bahasa Java terdapat 2 jenis tipe data, yaitu tipe data primitif dan non-primitif. Namun pada
pembahasan kali ini, yang akan dibahas adalah tipe data primitif.
1. Pengertian Tipe Data Primitif
Java adalah bahasa pemrograman dimana suatu variabel harus dideklarasikan sebelum digunakan. Oleh
karena itu, Anda perlu menentukan nama variabel dan jenis tipe data apa yang akan digunakan yang
salah satunya adalah tipe primitif.
Tipe data Primitif adalah tipe data paling mendasar pada bahasa Java, tipe data primitif sudah
didefinisikan oleh Java dan diberi nama dengan kata kunci, misal kata kunci int, long, char, dsb.
Dari 8 tipe data yang tersedia, 8 tipe data tersebut dibagi menjadi 3 kelompok antara lain:
Number(bilangan bulat, pecahan), Character, Logika. Berikut penjelasan untuk 3 kelompok tersebut
dalam bentuk gambar.
1.1 Bilangan Bulat
Tipe data primitif yang termasuk dalam kelompok Bilangan bulat antara lain: byte, short, int, dan long.
Semua tipe data tersebut bersifat signed yang artinya bisa mempresentasikan bilangan positif dan
negatif.
1.2 Bilangan Pecahan
Tipe data primitif yang termasuk dalam kelompok Bilangan Pecahan adalah tipe data float dan double.
float dan double digunakan untuk mempresesntasikan nilai yang mengandung pecahan.
1.3 Karakter
hanya 1 tipe data yang termasuk dalam kelompook karakter yaitu tipe data char. char hanya bisa
menampung satu karakter saja, jika lebih akan muncul pesan error
1.4 Logika
Tipe data untuk kelompok logika dalah tipe data boolean, tipe data boolean digunakan dalam sebuah
kondisi yang akan bernilai benar(true) dan salah(false).
2. Tipe Data byte
Tipe Data byte adalah tipe data integer 8-bit yang bersifat signed. Nilai minimum untuk tipe data byte
adalah -128, dan nilai maksimum-nya adalah 127. Nilai default-nya adalah 0.
Tipe data byte digunakan untuk menhemat penggunaan ruang memori pada array yang besar, itu
karena byte 4 kali lebih kecil dari tipe data int. Tipe data byte bisa juga digunakan sebagai pengganti dari
int.
contoh: byte x = 99, byte y = -99
3. Tipe Data short
Tipe Data short juga merupakan integer 16-bit yang bersifat signed. Jangkauan nilai antara -32768
sampai 32767 dengan nilai minimumnya adalah -32768, dan nilai maksimumnya adalah 32767.
Sedangkan nilai default-nya adalah 0.
Tipe data short juga dapat digunakan untuk menhemat ruang memori seperti pada tipe data byte,
dimana tipe data short 2 kali lebih kecil dari integer.
contoh: short a = 9999, short b = -9999
4. Tipe Data int
Tipe data int adalah tipe data yang paling sering digunakan, yang merupakan integer dengan ukuran 32-
bit dan bersifat signed. Nilai minimumnya adalah -2147483648, dan nilai maksimumnya adalah
2147483647.
Tipe data int sangat umum digunakan untuk menampung nilai-nilai integral, bisa juga digunakan untuk
index dalam struktur perulangan maupun sebuah array. Nilai default untuk tipe data int adalah 0.
contoh: int a = 100000, int b = -99999
5. Tipe Data long
Tipe data long adalah tipe data integer dengan ukuran 64-bit dan bersifat signed, nilai minimum untuk
tipe data long adalah -9223372036854775808, sedangkan nilai maksimumnya adalah
9223372036854775807.
Tipe data long lebih sering digunakan untuk kasus tertentu yang menampung nilai dengan jangkauan
yang lebih besar dari tipe data int. Nilai default untuk tipe data long yaitu 0L.
contoh: long a = 999999999, long b = -999999999
6. Tipe Data float
Tipe data float adalah tipe data yang menandakan nilai desimal yang menggunakan ruang penyimpanan
dengan ukuran 32-bit. Tipe data float digunakan untuk nilai-nilai yang mengandung presisi
tunggal(single-precision).
single-precision memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit dari double-precision. float
bisa juga digunakan untuk menghemat ruang pada array besar yang berisi nilai desimal.
Tipe data float tidak cocok digunakan untuk nilai-nilai seperti nilai mata uang. nilai default untuk
tipe data float tersebut adalah 0.0f
contoh: float suhu, float f1 = 234.5f
7. Tipe Data double
Tipe data double digunakan untuk nilai desimal yang mengandung tingkat presisi ganda(double-
precision) dengan ukuran 64-bit. Tipe data double biasa digunakan sebagai nilai default untuk
nilai desimal.
Tipe data double akan lebih cepat untuk perhitungan matematis daripada tipe data float, dan akan
menghasilkan nilai yang lebih akurat. Nilai default untuk tipe data double adalah 0.0d
contoh: double pi = 3.14, double r = 21
8. Tipe Data boolean
Tipe data boolean digunakan untuk menghasilkan nilai logika dan hanya ada 2 nilai yang
dihasilkan, yaitu true dan false. Tipe data ini ditandai dengan kata kunci boolean.
Tipe data boolean digunakan sebagai penanda untuk kondisi benar atau salah, dan sering
digunakan bersamaan dengan penggunaan if else. Sedangkan nilai default yang dimiliki tipe data
boolean adalah false.
contoh: boolean a = true, boolean b = false
9. Tipe Data char
Tipe data char menyatakan suatu karakter Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit, Unicode
adalah sekumpulan karakter yang terdapat pada semua bahasa seperti yunani, arab, latin.
Tipe data char digunakan untuk menampung karakter apa saja dan hanya 1 karakter saja,
contohnya 'char huruf = 'A''. Nilai minimumnya adalah '\u0000', dan nilai maksimumnya
adalah '\uffff'.
Bahasa java mendukung dan menyediakan beberapa escape sequence untuk literal string dan
char. Berikut daftar tabel berisi escape sequence.
Tipe Data Referensi
Tipe data yang merujuk ke sebuah object (instance dari sebuah class). Salah satu tipe data reference
adalah String, karena String menunjuk ke instance dari class java.lang.String. Contoh lain, tipe data
reference bisa saja menunjuk ke object dari class yang kita buat sendiri.
Kelebihan pemrograman berorientasi objek adalah dapat mendefinisikan tipe data baru yang
merupakan objek dari class tertentu. Tipe data ini digunakan untuk mereferensikan objek atau class
tertentu, seperti String.
contoh:
Literal
Literal adalah nilai dari suatu source yang mempunyai nilai tetap. Nilai disini merupakan nilai langsung
tanpa melalui proses komputasi.
Java mempunyai beberapa macam literal, yaitu:
1. Numeric Literal
Numeric Literal di Java dapat diekspresikan menggunakan desimal, hexadesimal, maupun octal.
Untuk octal menggunakan prefix 0, sedangkan hexadesimal menggunakan prefix 0x.
Contoh:
int decimal = 100;
int octal = 0145;
int hexa = 0x69;
2. String Literal
Di bawah ini merupakan contoh dari String Literal
"Belajar Java"
"second\nlines"
"\"ini adalah quotes\""
Perlu Anda ketahui juga, setiap bahasa pemrograman mempunyai style sendiri-sendiri pada penggunaan
tipe data. Bahkan ada juga yang tidak perlu pendeklarasian dalam menggunakan tipe data.
Contoh Tipe Data pada Bahaha Pemrograman PHP
var $a; // deklarasi variabel tanpa menggunakan tipe data
Contoh Tipe Data pada Bahaha Pemrograman VB/VB .NET
Dim nama As String `deklarasi variabel nama sebagai data string
Dim umur As Integer `deklarasi variabel nama sebagai data integer
Contoh Tipe Data pada Bahaha Pemrograman JAVA
int umur; // deklarasi variabel umur sebagai integer
String nama; // deklarasi variabel nama sebagai string
float volumebola; // deklarasi variabel volumebola sebagai float untuk pecahan
Contoh Tipe Data pada Bahaha Pemrograman JAVASCRIPT
var data; // deklarasi variable di javascript cukup menggunakan var saja
Dari beberapa contoh diatas dapat kita ketahui beberapa perbedaan disetiap bahasa pemrograman.
Apabila anda mendalami salah satu bahasa pemrograman lambat laun Anda akan mengetahui berbagai
macam tipe data yang ada.