0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan10 halaman

Strategi Psikologis Atasi Stres dan Produktivitas

Dokumen tersebut membahas tentang strategi psikologis untuk mengelola stres dan meningkatkan produktivitas, meliputi pengelolaan waktu yang efektif, pengembangan keterampilan pemecahan masalah, manajemen emosi, dan relaksasi seperti meditasi. Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti gangguan tidur, pencernaan, sakit kepala, dan penyakit jantung.

Diunggah oleh

Asha Dewitri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan10 halaman

Strategi Psikologis Atasi Stres dan Produktivitas

Dokumen tersebut membahas tentang strategi psikologis untuk mengelola stres dan meningkatkan produktivitas, meliputi pengelolaan waktu yang efektif, pengembangan keterampilan pemecahan masalah, manajemen emosi, dan relaksasi seperti meditasi. Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti gangguan tidur, pencernaan, sakit kepala, dan penyakit jantung.

Diunggah oleh

Asha Dewitri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Strategi Psikologis untuk Mengelola Stres dan Meningkatkan

Produktivitas{ menajemen stres dan mindfulness}

Asha Dewitri

2215040218

A. Pendahuluan

1. Latar belakang

Dalam lingkungan kerja yang serba cepat dan penuh tekanan, stres menjadi hal yang
umum dialami oleh banyak individu. Tingkat stres yang tinggi dapat berdampak
negatif pada kesejahteraan mental dan fisik, serta mengurangi tingkat produktivitas
dan kinerja di tempat kerja. Oleh karena itu, penting bagi individu dan organisasi
untuk mengembangkan strategi psikologis yang efektif dalam mengelola stres dan
meningkatkan produktivitas.

Studi psikologi menunjukkan bahwa ada berbagai strategi yang dapat digunakan
untuk mengatasi stres dan meningkatkan produktivitas. Salah satu strategi yang
penting adalah pengelolaan waktu yang efektif. Dengan mengatur waktu mereka
dengan baik dan membuat jadwal yang terorganisir, orang dapat menghindari lembur
dan merasa lebih memegang kendali, yang mengurangi stres dan meningkatkan
produktivitas. Penting juga untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan yang baik. Saat dihadapkan pada situasi stres atau tugas
sulit, kemampuan menganalisis masalah dengan jelas, menemukan solusi efektif, dan
membuat keputusan rasional dapat membantu mengurangi kecemasan dan
meningkatkan efisiensi kerja.

Strategi lainnya meliputi manajemen emosi dan relaksasi. Mengenali dan mengelola
emosi dengan baik dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus.
Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau olahraga juga terbukti
efektif dalam mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Selain itu, penting untuk memperhatikan aspek keseimbangan kehidupan kerja dan
kehidupan pribadi. Menjaga hubungan yang sehat antara pekerjaan dan waktu luang,
mengatur waktu untuk kegiatan rekreasi dan istirahat yang memadai, serta menjaga
kehidupan sosial yang seimbang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan
energi serta produktivitas.

Dengan mengimplementasikan strategi psikologis ini, individu dapat mengelola


stres dengan lebih efektif, mengurangi risiko kelelahan atau burnout, serta
meningkatkan produktivitas kerja. Dalam konteks kerja yang kompetitif dan dinamis,
strategi ini menjadi penting dalam mencapai kesejahteraan dan keberhasilan secara
keseluruhan.

2. Tujuan pembahasan

a. Menjelaskan apa itu stres

b. Dampak stres terhadap Kesehatan tubuh

c. Memaparkan strategi Bagaimana cara pengolahan stress.

d. Tips meningkatkan produktivitas hidup.

3. Maanfaat pembahasan

Pembaca dapat memahami apa itu stres dan dampak dari stres itu kemudian pembaca
juga akan mengetahui bagaimana strategi pengolahan meredam tres dan
meningkatkan produktivitas hidup.

B. Pembahasan

a. Definisi stres

Kata stres berasal dari bahasa latin estrictia digunakan dalam arti bencana, kesulitan
dan kesedihan serta pada ke-19 berubah dan digunakan dalam arti kekuatan tekanan
dan paksaan terhadap orang-orang atau benda. Menurut Klarreich (1996) stres berarti,
reaksi fisik dan psikologis ambigu yang ditunjukkan terhadap tindakan yang dirasakan
sebagai tanda bahaya dan peringatan bagi kesejahteraan dan ketenangan individu.

Stres diamati tidak hanya pada aspek emosional dan psikologis tetapi juga secara
fisiologis terus merupakan ketegangan saraf sederhana yang dapat disebabkan oleh
kecemasan. Pada dasarnya stres adalah hal yang negatif. dengan kata lain, stres
sebagai sesuatu yang mengkomunikasikan sumber mental dan fisik kita. Sebagai
contoh, stres yang bagian dapat membuat individu tidak mampu bekerja dan
menciptakan masalah kesehatan yang serius. Di sisi lain Komas resmi memiliki sisi
positif. Stress menyebabkan perubahan fisik dan mental dalam organisme
pertumbuhan dan hal lainnya. Perbedaan penting antara stres positif dan negatif
tergantung pada bagaimana orang merasakan serasi merupakan peristiwa dan
lingkungan dan bagaimana ia menangani itu. Singkatnya, efek stress perlu dijaga pada
tingkat positif sepanjang waktu.
Stres dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk masalah terkait pekerjaan, masalah
keuangan, kesulitan hubungan, tekanan akademik, perubahan hidup yang signifikan,
atau peristiwa traumatis. Ini mempengaruhi individu dengan cara yang berbeda, tetapi
gejala umum dari stres meliputi peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan
darah, ketegangan otot, sakit kepala, kelelahan, mudah marah, kecemasan, kesulitan
berkonsentrasi, dan gangguan tidur. Sementara stres jangka pendek kadang-kadang
dapat bermanfaat karena dapat memotivasi individu untuk tampil lebih baik atau
bereaksi dengan cepat dalam situasi berbahaya, stres yang berkepanjangan atau kronis
dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Hal ini dapat
berkontribusi pada perkembangan atau memperburuk berbagai kondisi seperti
penyakit kardiovaskular, gangguan pencernaan, penurunan sistem kekebalan tubuh,
depresi, dan gangguan kecemasan.

Secara umum ada empat pandangan tentang stres, yaitu: stres adalah stimulus, stres
adalah respon, stres adalah interaksi antara individu dengan lingkungan, dan stres
adalah hubungan antara individu dengan stres.

a) Stres sebagai stimulus Menurut konsep ini, stres adalah rangsangan di lingkungan.
Orang mengalami stres ketika mereka menjadi bagian dari lingkungan. Dalam konsep
ini, stres adalah variabel independen, sedangkan individu adalah variabel dependen.

b) Stres sebagai respons Definisi lain dari stress menyatakan bahwa stress adalah
reaksi atau tanggapan individu terhadap suatu stressor. Dalam konteks ini, stres adalah
variabel terikat, sedangkan stresor adalah variabel bebas.

c. Stres sebagai interaksi antara manusia dan lingkungan Menurut pandangan ketiga,
stres sebagai suatu proses melibatkan stresor dan ketegangan, menambah dimensi
pada hubungan antara individu dan lingkungan. Interaksi antara manusia dan
lingkungan yang saling mempengaruhi disebut hubungan transaksional. Dalam
konteks stress, stress dianggap sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan
tidak hanya sebagai stimulus atau reaksi, tetapi juga sebagai proses dimana individu
juga merupakan faktor aktif (agent) yang dapat mempengaruhi stressor. , mis. strategi
perilaku kognitif dan emosional.

d) Stress sebagai hubungan antara individu dengan stressor Stres tidak dapat
disebabkan oleh faktor lingkungan saja. Stresor juga dapat berupa faktor dalam diri
individu, seperti penyakit fisik yang dideritanya, konflik internal, dll. Oleh karena itu,
lebih tepat memandang stres sebagai hubungan antara individu dengan stresor, baik
stresor internal maupun eksternal.

Menurut Maramis, stres dapat disebabkan oleh frustasi, konflik, tekanan dan krisis.

1) Frustrasi adalah rusaknya keseimbangan psikologis akibat kegagalan mencapai


tujuan.
2) Konflik adalah ketidakseimbangan karena individu bingung tentang beberapa
kebutuhan atau tujuan yang harus dia pilih.

3) Tekanan adalah sesuatu yang perlu dilakukan individu dengan cepat. Tekanan
bisa datang dengan sendirinya, misalnya keinginan yang sangat kuat untuk mencapai
sesuatu. Tekanan juga bisa datang dari lingkungan.

4) Krisis merupakan situasi yang terjadi secara tiba-tiba dan yang dapat
menyebabkan terganggunya keseimbangan.

b. Dampak stress terhadap Kesehatan tubuh

1. Sering lupa dan sulit berkonsentrasi Terlalu banyak stres bisa membuat Anda lebih
cepat lupa. Stres kronis dapat mengubah struktur neuron di otak dan menyebabkan
kepikunan hingga Anda kesulitan mengingat nama dan arah. Ini bisa terjadi karena
stres menekan memori jangka pendek. Stres kronis juga membuat sulit berkonsentrasi.
Orang yang menderita stres biasanya memiliki banyak pikiran yang membuatnya sulit
untuk berkonsentrasi. Namun tidak perlu khawatir karena hanya berlangsung sesaat
saat melakukan peregangan. Salah satu cara untuk melatih kembali otak agar tidak
mudah lupa dan lebih mudah berkonsentrasi adalah dengan mendengarkan musik
dengan ritme yang santai dan tenang yang membantu Anda rileks.

2. Gangguan pencernaan Stres menyebabkan banyak tekanan di otak, sehingga otak


sulit untuk fokus. Selain mempengaruhi kesehatan otak, stres juga dapat
menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Ketika Anda mengalami stres, tubuh
Anda merasakan kecemasan, ketakutan, dan kesedihan yang dapat menyebabkan rasa
sakit, mulas, dan mual di perut Anda. Stres juga dapat mengganggu kebiasaan makan,
yang dapat menyebabkan maag. Orang yang mengalami stres ringan secara tidak
langsung dapat mempengaruhi nafsu makannya dan cenderung meningkatkan nafsu
makannya. Jika hal ini terus berlanjut, maka dapat menyebabkan obesitas. Saat
mengalami stres berat, nafsu makan berkurang atau bahkan hilang sama sekali
sehingga meningkatkan risiko terkena maag.

3. susah tidur Tidur adalah cara mudah untuk menghilangkan stres. Saat tidur, tubuh
mengalami proses penyembuhan dan pembuangan racun, sehingga Anda merasa segar
saat bangun. Namun, pada beberapa kasus, orang yang mengalami stres berat
mengalami gangguan tidur. Insomnia yang disebabkan oleh stres dapat meningkatkan
risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kencing manis (diabetes). Jika Anda
mengalami insomnia, cobalah yoga atau berkumur dengan air dingin. Meremas kepala
telah terbukti mengurangi aktivitas otak, membuatnya lebih mudah tertidur.

4. Sakit kepala Stres juga bisa menyebabkan sakit kepala disertai leher kaku. Dalam
keadaan stres, jantung berkontraksi lebih keras, yang dapat menyebabkan tekanan
darah tinggi (hipertensi). Ini menyebabkan sakit kepala saat stres. Untuk meredakan
gejala sakit kepala yang muncul, dapat diatasi dengan tidur yang cukup, banyak
minum air putih, melakukan senam pernapasan, menggunakan minyak esensial dan
melakukan pijat relaksasi tubuh sederhana.

5. Penyakit jantung Ketika Anda mengalami stres, tekanan darah Anda meningkat,
menyebabkan jantung Anda bekerja lebih keras karena beban kerja yang berat. Jika
hal ini terus berlanjut, dapat merusak jantung bahkan membuat Anda berisiko terkena
serangan jantung. Ini juga mempengaruhi jumlah sel darah putih proliferatif.

6. Diabetes Orang yang mengalami stres meningkatkan hormon stres (hormon


kortisol) yang secara tidak langsung mempengaruhi gula darah. Hal ini bisa terjadi
karena tubuh melepaskan hormon adrenalin dan hormon kortisol ke dalam aliran
darah, yang mempercepat pernapasan dan peredaran darah ke seluruh tubuh. Ketika
tubuh tidak dapat memproses glukosa untuk energi, glukosa menumpuk dan
menyebabkan gula darah naik.

c. Strategi mengelolah stres

1. Dengan mengunakan Mindfluness

Mindfulness telah dikaitkan secara teoritis dan empiris dengan kesejahteraan


psikologis. Unsur-unsur mindfulness, yaitu kesadaran dan penerimaan tanpa
menghakimi pengalaman seseorang dari saat ke saat, dianggap sebagai penangkal
potensial yang efektif terhadap bentuk umum tekanan psikologis perenungan,
kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, kemarahan, dan seterusnya banyak di antaranya
melibatkan kecenderungan maladaptif untuk menghindari, menekan, atau terlibat
secara berlebihan dengan pikiran dan emosi yang menyusahkan seseorang.

Berikut contoh Latihan mindfulness;

 Memberi perhatian kepada diri sendiri

Sulit untuk memperlambat dan memperhatikan hal-hal di dunia yang sibuk.


Cobalah luangkan waktu untuk merasakan lingkungan dengan semua indra sentuhan,
suara, penglihatan, penciuman, dan rasa. Misalnya, saat makan, makanan favorit,
luangkan waktu untuk mencium, merasakan, dan benar-benar menikmatinya.

 Besyukur.

Cobalah untuk dengan sengaja memberikan perhatian yang terbuka, menerima, dan
cerdas pada semua yang kita lakukan. Temukan kebahagiaan dalam kesenangan
sederhana.

 Kemudian Terimalah dirimu sendiri.

Perlakukan diri seperti kita memperlakukan teman baik. Fokus pada pernapasan .
Saat kita memiliki pikiran negatif, cobalah duduk, tarik napas dalam-dalam dan tutup
mata. Fokus pada napas saat bergerak masuk dan keluar dari tubuh. Duduk dan
bernapas walaupun hanya satu menit dapat membantu

2. Mencari tahu penyebab stres

Coba perhatikan apa saja yang membuat Anda stres belakangan ini. Kemudian buat
jurnal setidaknya selama satu atau dua minggu untuk mengidentifikasi keadaan mana
yang paling sering membuat Anda merasa tertekan. Juga pertimbangkan dan pahami
bagaimana Anda bereaksi terhadap situasi tersebut. Dengan cara ini, Anda bisa
memilih metode yang lebih cocok untuk mengurangi stres di kemudian hari.

3. Hindari stres yang tidak perlu Berani mengatakan tidak, baik dalam urusan pribadi
maupun profesional.

Pahami kemampuan dan keterbatasan Anda agar Anda tidak kehabisan tenaga dan
kemudian hindari orang-orang yang dapat membuat Anda stres. Kemudian hindari
topik yang mungkin membuat Anda stres, membuat Anda terus berpikir dan merasa
tidak nyaman, dan sesuaikan jadwal dengan kemampuan Anda. Lalu tinggalkan tugas-
tugas yang tidak perlu dikerjakan hari itu.

4. Ubah situasi stres Mengubah situasi yang memicu stres Anda adalah langkah
manajemen stres lain yang dapat Anda ambil. Ini mencegah stres berulang nanti.
Misalnya, jika penyebab stres Anda adalah perilaku orang lain, cobalah ungkapkan
perasaan Anda. Ucapkan dengan baik dan sopan.

5. Adaptasi terhadap stres Jika Anda merasa tidak dapat menghindari stres, cobalah
untuk mengatasinya dengan menghadapi dan menerimanya. Ini dapat membantu
mengurangi stres. Misalnya, jika Anda stres karena terjebak macet, cobalah
memandangnya dari sudut pandang yang positif. Anda bisa berhenti sejenak,
mendengarkan lagu, menghabiskan waktu sendirian.

6. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai Dengan jadwal yang
begitu padat, jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk istirahat dan melakukan
hobi atau hal yang anda sukai, ini adalah contoh penghilang stress yang cukup efektif.
Ada banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan stres, antara lain
olahraga teratur, ngobrol dengan teman atau orang tersayang, bermain dengan hewan
peliharaan, mendengarkan musik, minum teh atau kopi panas, berkebun dan pijat.

7. Terapkan gaya hidup sehat Contoh lain dari manajemen stres adalah menerapkan
gaya hidup sehat. Kebiasaan ini bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi
juga untuk kesehatan mental. Kemudian mulailah makan makanan yang sehat dan
seimbang. Mengurangi gula dan kafein juga bisa membuat mood Anda lebih stabil.

d. Tips meninggkatkan produktivitas hidup


Kita bisa memenajemen tingkat produktivitas setiap hari saat waktu bekerja telah
berakhir. Dan apabila kita tidak puas dengan apa yang telah kita capai, maka
kemungkinan besar bisa dikatakan kalau kita kurang produktif dalam melakukan
pekerjaan harian. Apapun itu, kita tidak perlu khawatir karena produktivitas dapat
terus ditingkatkan melalui cara-cara sederhana berikut ini.

1. Jangan ragu untuk mempercayakan tugas kepada teknologi atau orang lain Tidak
ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah membutuhkan bantuan, termasuk
Anda. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda tidak mengerjakan tugas-tugas besar
sendirian. Namun masalahnya, kendala terbesar untuk mendapatkan bantuan adalah
kepercayaan. Pastikan Anda mempercayai kolega Anda dalam peran Anda. Maka
tidak sedikit sistem atau teknik yang dapat membantu Anda dalam pekerjaan atau
bisnis apapun. Anda hanya perlu menemukan teknik yang tepat untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan benar. Percayalah, outsourcing pekerjaan kepada orang lain atau
teknologi adalah cara termudah untuk meningkatkan produktivitas. Tetapi jika Anda
tidak memiliki keyakinan atau keraguan, Anda mungkin akan melakukan semua
pekerjaan itu sendiri dan memblokir pekerjaan lainnya.

2. Membatasi waktu dengan pertemuan yang tidak perlu Waktu adalah hal
terpenting dalam kehidupan manusia. Meskipun Anda tergoda untuk bertemu banyak
orang untuk memperluas jaringan Anda, waktu yang Anda habiskan untuk bekerja
juga sangat berharga. Karena itu, Anda harus tahu rapat mana yang harus dihadiri dan
mana yang harus ditolak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang
sebenarnya membuang banyak waktu dalam rapat karena mereka tidak fokus pada
sifat rapat tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui apa sifat rapat dan
keputusan apa yang diperlukan agar lebih efektif dan menghindari rapat di masa
mendatang untuk membahas topik yang sama.

3. Harap buat daftar hal-hal Melakukan pekerjaan apa pun melibatkan melakukan
banyak hal, baik yang sederhana maupun yang kompleks. Untuk melakukan semua
pekerjaan ini secara efisien, lakukan hal yang paling mudah terlebih dahulu lalu
lanjutkan ke yang lebih sulit. Jika Anda memiliki pekerjaan besar di depan Anda, bagi
menjadi beberapa pekerjaan kecil. Anda dapat melakukan semua poin yang Anda
butuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Alih-alih, buat daftar tugas,
tenggat waktu, dan aliran setiap tugas. Anda dapat meletakkan daftar ini di meja,
desktop, atau ponsel Anda untuk memeriksanya secara real time, kapan saja, di mana
saja. Ingatlah untuk menggunakan pengatur waktu atau pengingat untuk setiap tugas
agar Anda tidak kehilangan fokus. Ini karena Anda bisa terlalu fokus pada satu
pekerjaan sementara pekerjaan lain terbengkalai.

4. Luangkan waktu untuk istirahat Cara lain untuk meningkatkan produktivitas


adalah meluangkan waktu untuk sekadar bersantai. Tahukah Anda, produktivitas tidak
diukur dari berapa jam Anda duduk di tempat kerja atau di meja Anda. Namun, itu
diukur dari seberapa banyak yang dapat Anda lakukan tanpa membahayakan
kesehatan Anda. Jangan duduk terlalu lama dan mulai bergerak. Selain itu, tidak ada
salahnya tidur siang di akhir pekerjaan Anda. Menurut sebuah penelitian yang
dilakukan oleh University of Michigan, tidur beberapa menit dapat mencegah perilaku
impulsif dan meningkatkan toleransi terhadap frustrasi. Menariknya, penelitian ini
juga menunjukkan bahwa tidur siang singkat dapat meningkatkan produktivitas
seseorang.

5. Tetapkan tujuan dengan tepat Jika Anda dapat menyelesaikan semua daftar tugas
dalam satu hari, Anda perlu menetapkan tujuan yang lebih ambisius. Tetapkan tujuan
untuk periode waktu tertentu, seperti minggu, bulan, enam bulan, atau tahun. Menurut
penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, orang yang
menetapkan tujuan lebih tinggi umumnya lebih puas. Itu terbaik dibandingkan dengan
mereka yang memiliki harapan lebih rendah. Anda harus tahu bahwa salah satu alasan
utama mengapa orang tidak mencapai tujuannya adalah karena mereka tidak dapat
menetapkan tenggat waktu. Padahal, tujuan bisnis harus dipecah menjadi tujuan besar
yang sangat spesifik dan ditulis dengan jelas.

6. Motivasi diri Anda dengan hal-hal positif Cara termudah untuk meningkatkan
produktivitas adalah memastikan bahwa apa yang Anda lakukan sekarang benar-benar
produktif. Ini karena kebanyakan orang tidak tahu bahwa terkadang mereka
menghabiskan banyak waktu menggunakan media sosial atau terlibat dalam
percakapan yang membosankan. Itu sebabnya Anda perlu membiasakan diri untuk
sekadar bertanya, apakah yang Anda lakukan benar-benar produktif? Di sisi lain,
sangat penting untuk menghargai diri sendiri sebagai insentif saat mencapai tujuan.
Imbalan ini bisa berupa harta benda, seperti barang yang sangat Anda inginkan atau
jenis makanan tertentu yang Anda sukai. Bahkan, Anda juga bisa melakukan aktivitas
yang selalu ingin Anda lakukan.

7. Singkirkan segala sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu


konsentrasi Anda Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang membutuhkan distraksi
yang berbeda saat melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu, untuk menghindarinya,
Anda perlu mengidentifikasi gangguan yang sering mengalihkan perhatian Anda. Di
zaman yang sudah maju sekarang ini, hampir setiap orang memiliki akun media sosial
seperti Instagram, Twitter atau Facebook. Nah, kebanyakan dari mereka rata-rata
menghabiskan waktu sekitar 2 jam sehari hanya untuk melihat media sosial dan
mengirim pesan online. Tentu saja, hal-hal tersebut dapat menghambat produktivitas
siapa pun, termasuk Anda. Jika Anda merasa ada pekerjaan yang berlarut-larut karena
gangguan, ingatlah aktivitas mana yang paling penting bagi Anda. Agar tetap
produktif, Anda harus menghabiskan sekitar 15-30 menit sehari khusus untuk
olahpesan online, membalas email, atau mengejar ketinggalan di media sosial. Trik ini
dapat membantu Anda untuk fokus dengan menghindari kegiatan yang tidak menjadi
prioritas dan melakukan hal-hal sesuai dengan rencana awal

8. Meluangkan waktu untuk mempersiapkan hari esok yang lebih produktif Tahukah
kamu, cara meningkatkan produktivitas satu ini merupakan salah satu kebiasaan yang
kerap dilakukan oleh para pengusaha sukses. Awali tidur lebih awal dan bangun lebih
pagi supaya kamu bisa memulai hari dengan suasana hati serta pikiran yang lebih
positif. Dengan demikian, kamu akan menjadi lebih produktif dalam menjalani hari.
Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan semua hal yang akan dilakukan esok hari.
Mulai dari pakaian yang akan kamu pakai, makanan apa yang akan dikonsumsi,
hingga jadwal kegiatan di hari tersebut. Apabila kamu akan bertemu dengan rekan
atau orang penting yang akan membantu pekerjaanmu, siapkan apa saja yang perlu
dibawa. Pun jika ada pekerjaan yang harus kamu selesaikan, maka siapkan bahan dan
segala keperluannya supaya harimu berjalan dengan produktif.

C. Penutup

Kesimpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stres dapat dipicu oleh banyak faktor,
termasuk masalah terkait pekerjaan, masalah keuangan, kesulitan hubungan, tekanan
akademik, perubahan besar dalam hidup atau peristiwa traumatis. Ini memengaruhi
orang dengan cara yang berbeda, tetapi gejala stres yang umum termasuk peningkatan
detak jantung, peningkatan tekanan darah, ketegangan otot, sakit kepala, kelelahan,
lekas marah, gelisah, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur. Meskipun stres jangka
pendek terkadang bermanfaat karena dapat memotivasi orang untuk bertindak lebih
baik atau bereaksi cepat dalam situasi berbahaya, stres jangka panjang atau kronis
dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Lalu Efek Stres Bagi
Kesehatan Tubuh Sering lupa dan sulit berkonsentrasi Terlalu banyak stres bisa
membuat Anda lebih cepat lupa. Stres kronis dapat mengubah struktur neuron di otak
dan menyebabkan kepikunan hingga Anda kesulitan mengingat nama dan arah. Ini
bisa terjadi karena stres menekan memori jangka pendek. Gangguan pencernaan juga
merupakan masalah yang menyebabkan stres, karena otak banyak berpikir di bawah
tekanan dan membuat otak sulit untuk fokus.

Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah mindfulness sebagai salah satu cara
untuk menghilangkan stres. dan seterusnya, banyak di antaranya melibatkan
kecenderungan maladaptif untuk menghindari, menekan atau terlalu berkomitmen
pada pikiran dan perasaan yang mengganggu, dan dengan berbagai cara lain, yaitu
mengidentifikasi penyebab stres, menghindari stres yang tidak perlu, mengubah
keadaan yang menyebabkannya. stres, beradaptasi dengan pemicu stres, luangkan
waktu untuk melakukan apa yang Anda inginkan, lalu terapkan gaya hidup sehat.
Kemudian beberapa tips untuk menjalani hidup yang produktif. Jangan ragu untuk
mempercayakan tugas kepada teknologi atau orang lain, lalu batasi waktu untuk
pertemuan yang tidak perlu dan jangan ragu untuk membuat daftar, lalu beri waktu
istirahat lalu tetapkan tujuan dengan baik dan motivasi diri dengan hal-hal positif dan
terakhir singkirkan diri. segala sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian Anda dan
mencegah Anda berkonsentrasi.Inilah yang kita jalani untuk kehidupan yang
produktif, kita menghindari serangan stres dalam hidup kita.

Referensi

Dinur, mustra, stress dan cara mengatasinya dalam perfektif psikologi. Jurnal edukasi
Vol 2, No 2, 2016: 187.

Labola, Yostan Absalom, Dampak stres terhadap individu dan organisasi serta
pengolahanya. 2018: 2.

Gaol, Nasib tua lumban, Teori stres stimulus, respons, dan trasaksional. Buletin
Psikologi, Vol.24, No 1, 2016: 1.

Belinda, Gracia, Dampak stress bagi Kesehatan, 2019.

Sukadiyanto, Stres dan cara mengurangginya. Cakrawala Pendidikan, Vol 41, No 1,


2010: 57-60.

Purwoko, Satria Aji, Tips menajemen stres untuk mental yang lebih sehat. Stres dan
depresi. 2022.

McBee L. Mindfulness-based elder care: A CAM model for frail elders and their
caregivers. New York, NY: Springer; 2008.

Michalak J, Heidenreich T, Meibert P, Schulte D. Mindfulness predicts relapse/relapse


in major depressive disorder after mindfulness-based cognitive therapy. Journal of
Nervous and Mental Disorders. 2008; 196:630–633.

Ma SH, Teasdale JD. Mindfulness-based cognitive therapy for depression: replication


and investigation of differential relapse prevention effects. Journal of Counseling and
Clinical Psychology. 2004;72:31–40.

Allen NB, Blashki G, Gullone E. Mindfulness-based psychotherapies: A review of


conceptual foundations, empirical evidence, and practical considerations. Australian
and New Zealand Journal of Psychiatry. 2006;40:285–294

Anda mungkin juga menyukai