Tuberkulosis paru
No. Dokumen : SOP/
UKM/
SOP HC-
SIT II
No Revisi : 0
Tgl.Terbit : 1/1-
2023
Halaman : 1-5
UPT
PUSKESMAS JUERNI,SST
SITIUNG II NIP.197503012006042009
1. Pengertian Tuberculosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkanoleh kuman
TB yaitu mycobacterium tuberculosis. Sebagian kuman TB menyerang
paru,namun dapat juga mengenai organ tubuh lain nya. Indonesia merupakan
negara yang termasuk sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan beban
TB. KONTRIBUSI tb di indonesia sebesar 5,8%. Saat ini tibul kedaruratan
baru dalam penanggulangan TB, yaitu TB rresisten obat ( multi Drug
Resistance/MDR)
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pedoman pengobatan pasien
2. Tujuan tuberculosis
3. Kebijakan Surat keputusan kepala UPT puskesmas Sittiung 2 nomor :
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 514 tahun 2015 tentang panduan pratik
1. Referensi
klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Alat
1. Stetoskop
2. Tensi meter
2. Alat dan Bahan
Bahan 1. Rekam medik
2. Kertas resep
3. Room laboraturium
4. Informent consent
1. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien
2. Petugas memastikan identitas pasien
3. Petugas melakukan anamesis sesuia keluhan utama pasien
4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan dan diagonis
sementara
5. Petugas mengirim pasien untuk pemeriksaan penunjang jika perlu
6. Petugas memberi terapi
Penatalaksaan
Tujuan pengobatan
1. Menyembuhkan, mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas
pasien
2. Mencegah kematian akibat TB aktif atau efek lanjutan
3. Mencegah keambuhan TB
4. Mengurangi penularan TB kepada orang lain
5. Mencegah kejadian dan penularan TB resisten obat
Prinsip-prinsip terapi
1. Praktisi harus memastikan bahwa obat-obatan tersebut digunakan
sampai terapi selesai
2. Semua pasien, (termasuk pasien infeksi HIV) yang tidak pernah di
terapi sebelum nya harus mendapat terapi obat anti TB (OAT) lini
pertama susai ISTC (tabel 2)
a. Fase awal selama 2 bulan, terdiri dari:
Issonoazid,Rimfapisim,pirazinamid, dan etamittol
b. Fase lanjutan selama 4 bulan,terdiri :
Isoniazid, dan rimfapisin
c. Dosis OAT yang di gunmakan harus sesui dengan terapi
rekomendasi internasinal,sangat do anjurkan untuk pengunaan
kombinasi dosis tetap (KDT).Fixed-dose kambination/FDC
yang terdiri dari 2 tablet (INH dan RIF),3 3 tablet (INH,RIF,
DAN PZA) dan 4 tablet ( INH,RIF,PZA,EMB).
Table 2. dosis TB
Rekomendasi dosis dalam mg/kg BB
obat harian 3x seminggu
INH 5 (4-6) max 300 mg/hari 10 (8-12) max 900
mg/dosis
RIF 10 (8-12) max 600 10 (-12) max 600 mg
mg/hari /dosis
PZA 25 (20-30) max 1600 35 (30-40) max 2400
mg/hari mg/dosis
EMB 15 (15-20) max 30 (25-35) max 2400
1600mg/hari mg/dosis
Not : tahaplanjutan beberapa literatur dianjurkan untuk setiap.
3. Untuk membantu dan mengevaluasi kepatuhan, harus di lakukan
prinsip pengobatan dengan:
a. Sistem partient-cented stategy, yaitu memilih bentuk obat, cara
pemberian, cara mendapatkan obat serta kontrol pasien seusai
dengan cara yang paling mampu dilaksankan bagi pasien.
b. Pengawasan langsung menelan obat (DOT/direct jarak
obserfent therapy).
4. Semua pasien dimonitor respon terapi, penilaian terbaik adalah follow-
up mikroskopis dahak (2 spesimen) pada saat :
a. akhir fase awal ( setelah 2 bulan terapi)
b. 1 bulan sebelum akhir terapi dan pada akhir terapi
c. Pasien dengan hasil pemeriksaan dahak
d. Positif 1 bulam sebelum akhir terapi di anggap gagal ( failure) dan
harus meneruskan terapi modhifikasi yang sesui
e. Evaluasi dengan foto toraks ukan merupakan pemeriksaan prioritas
dalam follow-up TB paru
5. Catatan tertulis harus ada mengenai :
a) semua pengobatan yang telah di berikan
b) respon hasil mikrobiologi
c) kondisi fisik pasien
d) efek samping obat
6. di daerah prevalensi infeksi HIV tinggi,infeksi tuberculosis-hiv sering
bersaamaan, konsultasi dan tes hiv di indikasikan sebagai bagian dari
tatalaksana rutin.
7. Semua pasien dengan infeksi tuberculosis-hiv harus di evaluasi untuk:
Menentukan indikasi arv pada tuberculosis.
Inisiasi terapi tuberkulosis tidak di tunda.
Pasien infeksi tuberculosis –hiv harus di terapi kontrimoksazol
apabila cd 4>200
Selama terapi : evaluasi setelah pengobatan 2 bulan dan 6 bulan .
tabel OAT KDT pada anak (sesuai rekomendasi IDAI)
berat badan (kg) 2 bulan tiap hari 3 KDT 4 bulan tiap hari 2
anak RHZ (75/50/150) KDT anak RH
(75/50)
5-9 1 tablet 1 tablet
10-14 2 tablet 2 tablet
15-19 3 tablet 3 tablet
20-32 4 tablet 4 tablet
keterangan:
Bayi dengan berat badan kurang dari 5 kg harus di rujuk rumah sakit
Anak dengan bb > 33 kg, harus di rujuk kerumah sakit
Obat harus di berikan secara utuh,tidak boleh di belah
OAT KDT dapat di berikan dengan cara: di telan secara utuh atau di
gerus sesaat sebelum di minum.
sumber penularan dan cas vinding TB anak apabila kita menemukan seorang
anak dengan TB maka harus di cari sumbver penularan yang di sebabkan
anak tersebut tertular TB.sumber penularan adalah orang dewasa yang
menderita TB aktif dan kontak erat dengan anak tersebut pelacakan
sumber infeksi di lakukan dengan cara pemeriksaan radiologis BTA
sputum ( pelacakan sentri petal
8. . petugas memberi idukasi
Konseling Dan Edukasi
a. Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai seluk
beluk penyakit dan penting nya pengawasan dari salah seorang
keluarga untuk ketaatan konsumsi obat pasien
b. Kontrol secara teratur
c. Pola hidup sehat.
Petugas memanggil pasien Petugas mencocokan identitas
pasien dengan kartu pasien
rawat jalan
Apabila cocok petugas Apabila tidak cocok petugas
melanjutkan kepengkajian mengembalikan ststus
awal klinis kependaftaran
Apabila tidak cocok petugas
ngemembalikan status
Apabila petugas melanjutkan kependaftaran
kepengkajian awal klinis
7. Bagan Alir
Petugas menetapkan asesment Petugas mlakukan
pemeriksaan fisik meliputi:
inspeksi
palpasi,perkusi,auskultasi
Petugas memberitahukan Petugas memberitahukan
kepada pasien hasil kepada pasien bila di
pemeriksaan dan rencana perlukan pemeriksaan
penata laksanaan penunjang
Petugas mencatat hasil Petugas menulis rusukan
anamnesa dan pemeriksaan fisik internal bila di perlukan
pasien di dalam status pasien
8. Unit Terkait 1. Ruangan Pendaftaran
2. Ruangan Pemeriksaan Umum
3. Laboratorium
4. Ruangan Farmasi
1. Register Rekam Medis
2. Register Pemeriksaan Umum
9. Dokumen
3. Register Laboratorium
Terkait
4. Informent Consent
No. Yang Diubah Isi perubahan Tgl Mulai
Diberlakukan
10.Rekaman
Perubahan
Histori
1.
Perubahan
2.
3.