KETIKA LAPAR DAN HAUS MENGAJARKAN KITA
BERSYUKUR ATAS NIKMAT ALLAH SWT
Nama : Imelda Oktadriana Sari
Kelas : 7.2
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,
Assholatu wassalamuala asrofil anbiyai walmursalin, waala alihi wasohbiji aj’main, amma ba’du…
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua di bulan suci Ramadhan.
Marilah kita haturkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-
Nya sehingga kita masih diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan dan berkumpul di
almamater kita SMP Negeri 1 Seputih Surabaya untuk melaksanakan kegiatan pesantren kilat. Sholawat dan salam
tidak lupa kita haturkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Teman-teman yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini, saya Imelda Oktadriana Sari dari kelas 7.2 akan
menyampaikan dakwah mengenai lapar dan haus yang sebenarnya dapat mengajarkan kita untuk bersyukur atas
nikmat Allah SWT dengan cara yang unik dan lucu.
Sebelumnya saya ingin bertanya kepada teman-teman semuanya. Siapa disini yang nggak puasa? Hayoo jujur ya,
bulan puasa gak boleh bohong… Sebenarnya apa sih yang membuat kita merasa puasa itu berat? Karena harus
menahan lapar dan haus? Atau karena kelupaan nggak sahur?
Kita semua tahu bahwa saat berpuasa, kita akan merasakan lapar dan haus di siang hari. Tapi tahukah kalian?
Ternyata lapar dan haus dapat membuat kita lebih kreatif dan unik dalam bersyukur atas nikmat Allah SWT.
Contohnya, ketika kita merasakan haus yang sangat menggoda, kita akan merasa sangat bersyukur saat kita bisa
minum segelas air putih yang segar. Kita bahkan mungkin akan merasa seperti minum air zam-zam yang
legendaris. Atau, ketika kita merasakan lapar yang sangat menggoda, kita akan merasa sangat bersyukur saat kita
bisa makan makanan yang biasanya tidak kita sukai, seperti sayur-sayuran. Kita bahkan mungkin akan merasa
seperti makan makanan bintang lima.
Tentunya, ini semua hanya bercanda. Namun, pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan selama berpuasa dapat
mengajarkan kita untuk lebih menghargai nikmat Allah SWT yang selalu diberikan kepada kita setiap hari.
Seperti yang telah Allah SWT firmankan dalam Al-Quran Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya: "Dan (ingatlah)
ketika Tuhanmu memaklumkan: "Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Jadi, mari kita jadikan pengalaman lapar dan haus sebagai pelajaran untuk lebih menghargai nikmat Allah SWT
dan memperkuat rasa syukur kita. Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjaga kualitas ibadah kita selama berpuasa.
Yang biasanya sholatnya masih bolong-bolong coba diperbaiki. Yang biasanya ada waktu senggang gunakan untuk
membaca Al-Quran. Dan jangan lupa untuk membantu pekerjaan orang tua di rumah karena barang siapa yang
memudahkan pekerjaan sesama muslim maka akan dimudahkan kembali urusannya oleh Allah SWT.
Sekian dakwah singkat dari saya. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kebahagiaan
dan senantiasa mensyukuri segala nikmat Allah SWT.
Membuat salad buah jangan lupa mengupas pepaya
Kemudian campur buahnya satu-persatu dan jangan sekaligus
Cukup sekian ceramah dari saya
Moga mendapat nilai yang bagus
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.