0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan15 halaman

Catatan Akuntansi Dasar

Dokumen ini membahas tentang pengertian akuntansi, lingkungannya, profesi akuntansi, proses akuntansi, bentuk organisasi, prinsip-prinsip akuntansi, transaksi keuangan, dan laporan keuangan. Dokumen ini juga menjelaskan persamaan akuntansi dan pengaruh transaksi terhadap laporan keuangan.

Diunggah oleh

Muhammad Erwin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan15 halaman

Catatan Akuntansi Dasar

Dokumen ini membahas tentang pengertian akuntansi, lingkungannya, profesi akuntansi, proses akuntansi, bentuk organisasi, prinsip-prinsip akuntansi, transaksi keuangan, dan laporan keuangan. Dokumen ini juga menjelaskan persamaan akuntansi dan pengaruh transaksi terhadap laporan keuangan.

Diunggah oleh

Muhammad Erwin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

A. Akuntansi dan Lingkungannya


Definisi Akuntansi
Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut
pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatannya.
Definisi dari sudut pemakai
Suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan
kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.
Definisi dari sudut proses kegiatannya
Proses pencatatan , penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisasian data
keuangan suatu organisasi.

B. Akuntansi sebagai suatu system informasi


Sebagai suatu system informasi, akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak, baik dari
kalangan intern maupun dari luar organisasi yang menyelenggarakan akuntansi tersebut.
Secara garis besar pihak-pihak tersebut adalah:
 Manajer
 Investor
 Krediture
 Instansi Pemerintah
 Organisasi Nirlaba
 Pemakaian lainnya

C. Profesi Akuntansi
Pada umumnya akuntansi dibedakan menjadi dua bidang yaitu akuntansi public dan
akuntansi intern.
Akuntansi public adalah akuntan yang memberikan jasa untuk melayani kebutuhan
masyarakat, untuk itu akuntansi public menerima imbalan jasa dari pemakaian jasa
seperti halnya dokter atau penasehat hukum.
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan tertentu. Akuntan
intern hanya melakukan pekerjaan untuk kepentingan perusahaan dimana ia bekerja.

D. Bidang-bidang akuntansi
Akuntasi publik :
Pemeriksaan laporan keuangan ( auditing)
Akutansi perpajakan
Konsultasi Manajemen
Akuntansi intern :
Akuntansi biaya
Peranggaran
Perancangan system informasi
Pemeriksaan intern
Dalam berbagai literature akuntansi, pembidangan akuntansi sering disederhanakan
menjadi dua kelompok yang disebut akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

E. Proses akuntansi
 Pencatatan
 Penggolongan
 Peringkasan
 Pelaporan
 Penganalisasian data keuangan dari suatu organisasi

F. Bentuk-bentuk Organisasi
 Perusahaan perseorangan
 Pesekutuan
 Perseroan

G. Prinsip-prinsip akuntansi
 Antar lain
 Konsep entitas,
 Prinsip obyektivitas,
 Dan prinsip cost (biaya)

H. Transaksi keuangan
Hubungan antara harta dan sumber-sumber harta
Harta perusahaan bisa berasal dari pemilik perusahaan yang disebut modal dan bisa juga
berasal dari pinjaman yang disebut kewajiban.
Contoh 1 : tuan Budiman punya modal Rp 10.000.000
Harta (Rp 10.000.000)= kewajiban (Rp 10.000.000)
Contoh 2 : Tuan Budiman membutuhkan uang kas sebesar Rp 5.000.000 dan meminjam
uang ke bank.
Harta (Rp 15.000.000)= Kewajiban (Rp 5.000.000)+ Modal (Rp 11.000.000)
Contoh 3 : Tuan Budiman mendapatkan laba sebesar Rp 1.000.000
Harta (Rp 16.000.000)= Kewajiban (Rp 5.000.000)+ Modal (Rp 11.000.000
Dari contoh- contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah komponen harta
perusahaan sama dengan jumlah komponen kewajiban dan modal.

I. Laporan Keuangan
Laporan keuangan uatama yang dihasilkan dari proses akuntansi adalah neraca dan
laporan laba rugi. Neraca dibuat dengan maksud untuk menggambarkan posisi keuangan
suatu organisasi pada suatu saat tertentu, sedangkan laba rugi menggambarkan hasil-hasil
usaha yang dicapai dalam suatu periode waktu.
 Neraca
 Laba rugi
 Laporan perubahan modal
 Nama perusahaan CV. Cantik
 Nerasa / laba rugi/ perubahan modal
 Periode 31 Desember 2022
BAB II
Persamaan Akuntansi
Harta atau aktiva perusahaan bisa berasal dari pemilik perusahaan (investor) yang disebut modal
dan bisa juga bersal dari pinjaman (dari luar perusahaan/kreditur) yang disebut kewajiban.
Aktiva juga bisa bersal dari kedua akun tersebut yaitu kewajiban juga modal.

Atau dengan persamaan akuntansi bisa dirumuskan:


 Aktiva=kewajiban
 Aktiva= Modal
 Aktiva= Kewajiban+modal

Neraca atau sering disebut juga laporan posisi keuangan adalah suatu daftar yang
menggambarkan aktiva, kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada suatu saat tertentu.
Hal yang diperhatikan adalah bahwa jumlah aktiva selalu sama dengan jumlah pasiva
(kewajiban dan modal).

Pengaruh Transaksi terhadap laporan keuangan


Dalam uraian di atas telah disinggung bahwa neraca menggambarkan posisi keuangan
perusahaan pada suatu saat tertentu. Telah ditegaskan pula bahwa jumlah harta perusahaan selalu
sama dengan jumlah kewajiban dan modal.

Pada pembahasan berikut ini akan diuraikan beberapa tipe transaksi yang akan beroengaruh
terhadap laporan keuangan. Untuk menggambarkan pengaruh transaksi terhadap neraca kita
gunakan persamaan akuntansi.
Sebagai contoh marilah kita ikuti transaksi-transaksi yang terjadi pada salon kecantikan milik
nyonya pratiwi berikut ini.
Transaksi 1 : pada tanggal 1 Desember 1996, nyonya pratiwi mendirikan sebuah salon
kecantikan yang diberi nama “Salon Cantik”. Pada tanggal tersebut nyonya pratiwi menyerahkan
uang tunai sebesar Rp 20.000.00 sebagai setoran modalnya.

aktiva =kewajiaban +modal


Piutang perlengkapan peralatan Utang dagang Modal
dagang Ny.Pratiwi
+ 20.000 +20.000

Transaksi 1
Aktiva =kewajiban +Modal
kas Modal Ny.Pratiwi
+20.000 +20.000
Neraca transaksi 1
Aktiva Kewajiban
Kas Rp 20.000 -
modal
Modal Ny. Pratiwi Rp 20.000
Jumlah Aktiva Rp 20.000 Jumlah pasiva Rp 20.000

Transaksi 2 : Pada tanggal 1 Desember, My. Pratiwi membeli peralatan salon seperti kursi, alat
pengering rambut dan alat keriting rambut seharga Rp 10.000.00 secara tunai. Transaksi
pembelian peralatan ini menyebabkan aktiva-kas berkurang Rp 10.000.00 dan aktiva peralatan
salon bertambah dengan Rp 10.000.00

Transaksi 2
Aktiva Kewajiban Modal
kas peralatan Perlengkapan
+Rp 20,000 + 4,000 + Rp 20,000
-Rp 10,000 + Rp 10,000
Saldo Rp 10,000 Rp 10,000 4000 Rp 20,000

Transaksi 3 : Pada tanggal 5 Desember Ny. Pratiwi membeli perlengkapan salon berupa bahan-
bahan pembersih kulit, bahan-bahan make up, bahan pewarna rambut, shampo dan sebagainya
seharga Rp4.000,00 secara kredit. Transaksi ini menyebabkan aktiva persediaan perlengkapan
salon bertambah Rp4.000,00 dan menimbulkan kewajiban yang disebut utang dagang sebesar
Rp4.000,00. Dalam transaksi ini meskipun aktiva bertambah tetapi tidak terjadi pertambahan
dalam modal. Dalam hal ini perubahan (pertambahan) terjadi pada kewajiban. Perlengkapan
salon yang dibeli diperkirakan akan dapat digunakan untuk beberapa bulan. Berhubung Ny.
Pratiwi tidak mengetahui secara pasti jumlah perlengkapan salon yang akan terpakai akan
menjadi biaya selama bulan Desember, maka perlengkapan tersebut diperlakukan sebagai aktiva
yang disebut persediaan perlengkapan salon. Kelak apabila jumlah pemakaian perlengkapan
telah dapat diketahui, maka

Transaksi 3
Aktiva =Kewajiban +modal
kas perlenkapan Peralatan Utang dagang Ny Pratiwi
Saldo Rp 10,000 + Rp 10,000 + 20.000
+ Rp 4,000 + Rp 4.000
Saldo Rp Rp 4,000 Rp 10,000 = Rp 4.000
10,000

Transaksi 4 Dalam waktu dua minggu salon "Cantik" telah mendapat langganan yang cukup
banyak. Sebagai promosi mereka diberi kelonggaran membayar dalam waktu beberapa minggu.
Jumlah tagihan kepada para pe- langgan hingga tanggal 15 Dessmber berjumlah Rpl.500,00.
Seperti telah dijelaskan di atas, tujuan perusahaan adalah meningkatkan harta dan modal
pemilik melalui pendapatan. Dengan terjadinya transaksi ini maka terjadilah pendapatan bagi
perusahaan salon "Cantik". Hal ini menyebabkan modal pemilik menjadi bertambah. Di lain
pihak harta perusahaan yang berupa tagihan kepada para pemakai jasa (konsumen) juga
bertambah. Dalam akuntansi tagihan ini disebut piutang dagang.
Transaksi 5 : Tanggal 20 Desember, dibayar utang atas pembelian perlengkapan Salon tanggal
5 Desember yang lalu sebesar Rp2.000,00. Transaksi ini akan menyebabkan Utang Dagang dan
Kas berkurang sebesar Rp2.000,00 Dengan demikian baik kewajiban maupun aktiva menjadi
berkurang.
Transaksi 6 : Ny. Pratiwi menyewa sebuah rumah untuk tempat menyelenggarakan kegiatan
usahanya. Pada hari ini dibayar sewa rumah bulan Desember sebesar Rp300,00. Transaksi ini
menggambarkan terjadinya biaya sewa untuk bulan Desember. Seperti telah diterangkan di
atas, biaya akan menyebabkan harta dan modal berkurang. Dalam hal ini aktiva Kas berkurang
Rp300,00 dan Modal berkurang Rp300,00.
Transaksi 7 : Perusahaan membayar gaji para pegawai salon bulan Desember sebesar
Rp450,00. Gaji pegawai yang dibayar perusahaan merupakan biaya. Oleh karena itu transaksi ini
akan menyebabkan harta dan modal berkurang. Dalam hal ini Kas berkurang Rp450,00 dan
Modal, Ny. Pratiwi berkurang Rp 450,00.
Transaksi 8 : Pada akhir bulan Desember, diterima pembayaran dari para pelanggan yang telah
menerima jasa salon kecantikan hingga tanggal 15 Desember sebesar Rp700,00. Transaksi ini
menyebabkan kas bertambah dan piutang dagang berkurang sebesar Rp700,00. Dengan demikian
transaksi ini hanya menyebabkan terjadinya pergeseran dalam aktiva. Perlu diperhatikan bahwa
dalam hal ini tidak terjadi penambahan pendapatan. Karena pendapataan telah dicatat
pada tanggal 15 Desember yang lalu.
Transaksl 9 : Selama dua minggu terakhir bulan Desember, salon kecantikan telah
memberikan jasanya kepada sejumlah pemakai jasa yang selu- ruhnya bernilai Rp3.800,00. Pada
hari ini dikirimkan tagihan kepada para pemakai jasa tersebut. Transaksi ini sama dengan
transaksi nomor 4. Oleh karena itu transaksi ini menyebabkan aktiva piutang bertambah
Rp3.800,00, dan modal Ny. Pratiwi bertambah Rp3.800,00.
Transaksi 10 : Pada akhir bulan Desember dibayar biaya listrik, air, masing-masing sebesar
Rp250,00 dan Rp150,00. Transaksi ini pada prinsipnya sama dengan transaksi nomor 6. Dengan
adanya transaksi ini maka aktiva kas berkurang Rp400,00 dan Modal, Ny. Pratiwi berkurang
Rp400,00
Transaksi 11 : Persediaan perlengkapan salon yang masih tersisa pada tanggal 31
Desember berjumlah Rp3.000,00. Hal ini berarti bahwa pemakaian perlengkapan salon selama
bulan Desember berjumlah Rpl.000,00. Transaksi ini berhubungan dengan transaksi nomor 3.
Transaksi tersebut menyangkut pembelian perlengkapan, sedangkan transaksi ini menyangkut
pemakaian perlengkapan. Seperti kita ketahui, pada tanggal 5 Desember saIon "Cantik" membeli
perlengkapan salon seharga Rp4.000,00 (lihat transaksi nomor 3) Untuk mengetahui pemakaian
perlengkapan salon selama bulan Desember, maka pada akhir bulan dilakukan perhitungan atas
persediaan perlengkapan salon yang masih tersisa. Hasil perhitungan tersebut dikurangkan pada
persediaan yang tersedia untuk dipakai. Oleh karena transaksi ini merupakan transaksi biaya,
maka modal akan berkurang. Di lain pihak dengan adanya pemakaian perlengkapan, maka
perlengkapan salon juga akan berkurang. Dengan demikian transaksi ini menyebabkan aktiva
perlengkapan berkurang Rpl.000,00 dan Modal, Ny Pratiwi berkurang Rp1.000,00.
Transaksi 12 : Pada tanggal 31 Desember, Ny Pratiwi mengambil uang untuk keperluan pribadi
sebesar Rp600,00. Transaksi ini disebut pengambilan prive. Dengan adanya transaksi ini maka
aktiva Kas berkurang sebesar Rp600,00. Di lain pihak Modal, Ny. Pratiwi juga berkurang
sejumlah Rp600,00 karena pengambilan prive sama artinya dengan pengambilan modal oleh
pemilik dari perusahaannya.

Ringkasan transaksi dan pengaruhnya terhadap persamaan


akuntansi sebagai berikut:
n Transaksi Aktiva = Kewajib + Moda
o an l
kas + Piuta + Perlengka + Perelat + = Piutang Moda
ng pan an dagang l
dagan Prati
g wi

1 Setoran 20.000 = + 20.00


modal 0

2 Pembelian (10.00 = + 10.000 =


Peralatan 0)

3 Pembelian + 4.000 = 4.000


Perlengka
pan

4 Pendapata + 1.500 = + 1.500


n Salon

5 Pembayar (2.000 = (2.000)


an Utang )

6 Biaya (300) = + (300)


Sewa

7 Biaya (450) = + (450)


Gajih

8 Penerimaa 700 + (700) =


n Piutang

9 Pendapata + 3.800 = + 3.800


n salon

1 Biaya (400) = + (400)


0 Listrik/
Air

1 Pemakaia + (1000) = + (1.00


1 n 0)
Perlengka
pan
1 Prive (600) = + (600)
2
Laporan Laba rugi
Salon Cantik
Laporan Laba rugi
Untuk bulan yang Berakhir Tanggal 31 Desember 1996

Pendapatan Salon 5.300

Biaya-biaya Operasio
Biaya sewa 300
Biaya gaji 450
Biaya listrik, air 400
Biaya pemakaian 1.000
pelengkapan
2.150

Jumlah laba bersih 3.150

Laporan Perubahan Modal


Salon Cantik
Laporan Laba rugi
Untuk bulan yang Berakhir Tanggal 31 Desember 1996

Modal 1 Desember 1996 20.000

Tambah: laba bersih bulan desember1996 3.150


23.150

Kurang: prive 600

Modal, 31 desember 199 22.550

Neraca
Salon Cantik
Neraca
Per 31 Desember 1996

Aktiva Kewajiban

kas 6950 Utang dagang 2.000


Piutang dagang 4600
perlengkapan 3000
peralatan 10000
Modal
Modal Ny Pratiwi 22.550

24.550 24.550
BAB III
DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN
A. Rekening Sebagai Alat Pencatatan
 Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi
– transaksi keuangan yang berhubungan dengan
aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.
 Tujuan : untuk mencatat data yang akan menjadi
dasar penyusunan laporan- laporan keuangan
 Kumpulan rekening yg digunakan dalam
pembukuan suatu perusahaan disebut Buku Besar
atau ledger
B. Penggolongan Rekening
 Dibagi atas 2 kelompok besar:
 1.
 Rekening-Rekening Neraca (Rekening Riil) yaitu:
Rekening-rekening yang pada akhir periode akan
dilaporkan dalam neraca. (Rekening- rekening aktiva,
rekening-rekening kewajiban dan modal)
 2.
 Rekening-Rekening Rugi-Laba (Rekening Nominal)
yaitu: Rekening-rekening yg pada akhir periode akan
dilaporkan dalam laporan rugi-laba. (rekening-rekening
pendapatan dan rekening-rekening biaya)
C. Nama Rekening
 Nama Rekening harus diberi nama yang jelas,
sehingga mudah diketahui hal apa yang dicatat
dalam masing-masing rekening itu.
Contoh:
 Peralatan Salon mencatat hal-hal yang berhubungan
dengan segala jenis peralatan salon. Jumlah
rekening nominal akan tergantung pada seberapa
jauh jenis-jenis pendapatan dan biaya harus dirinci.
D. Bentuk dan Isi Rekening
 Terdapat banyak bentuk rekening, yg paling banyak
digunakan adalah rekening T. Terdiri dari 2 sisi
yaitu: sisi kiri yg disebut sisi debet dan sisi kanan
yang disebut dengan sisi kredit. Mencatat di sisi kiri
disebut mendebet rekening, sedangkan mencatat di
sisi kanan disebut meng kredit rekening.

Contoh rekening T
Contoh rekening T yang sederhana:
Kas
Sisi debit sisi kredit

10,000 2,000

Secara lengkap rekening T dilukiskan sbb:


Nama Rekening
Tanggal Keterangan F Jumlah Tanggal Keterangan F Jumlah
Sisi debet Sisi kredit

 Nama Rekening dicantum di atas dan dituliskan


ditengah-tengah
 Tanggal : untuk mencatat tgl terjadinya transaksi
 Keterangan : mencatat keterangan yang berhubungan
 dengan transaksi
 F : Folio : nomor halaman jurnal jika posting telah
 dilakukan

E. SIFAT-SIFAT REKENING
 Sifat-sifat Rekening Riil
 Sisi sebelah kiri dari rekening-rekening aktiva digunakan untuk mencatat pertambahan
dan sisi kanan digunakan untuk mencatat pengurangan.
 Sisi sebelah kanan dari rekening-rekening kewajiban dan modal digunakan untuk
mencatat pertambahan dan sisi sebelah kiri digunakan untuk mencatat pengurangan. Untuk
semua jenis rekening, baik rekening aktiva, kewajiban dan modal, sisi sebelah kiri disebut debet
dan sisi sebelah kanan disebut kredit

Sifat Rekening Riil

 Debet
 Pertambahan dalam rekening-rekening aktiva
 Pengurangan dalam rekening- rekening utang
 Pengurangan dalam rekening-rekening modal
 Kredit
 Pengurangan dalam rekening-rekening aktiva
 Pertambahan dalam rekening-rekening utang
 Pertambahan dalam rekening-rekening modal

Sifat – Sifat Rekening Nominal

 Debet
 Pertambahan dalam rekening-rekening biaya
 pengurangan dalam rekening –rekening pendapatan
 Kredit
 Pengurangan dalam rekening-rekening Biaya
 Pertambahan dalam rekening- rekening pendapatan

Saldo Rekening
Jenis rekening Pertambahan Pengurangan saldo
aktiva Debet Kredit Debit
kewajiban Kredit Debet Kredit
modal Kredit Debet Kredit
pendapatan Kredit Debet Kredit
biaya Debet Kredit Debet

F. Pembukuan Berpasangan

 Prinsip utama : setiap transaksi selalu dicatat


dengan mendebet dan mengkredit dua buah
rekening atau lebih dengan jumlah yang sama Setiap transaksi paling sedikit akan berpengaruh
terhadap dua buah rekening yaitu satu rekening didebet dan satu rekening dikredit

G. Neraca Saldo

 Untuk menguji kebenaran pendebetan dan pengkreditan yang dilakukan, pada akhir masa
tertentu harus dibuat Neraca Saldo
 Neraca Saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari seluruh rekening yang ada di
dalam buku besar pada suatu saat tertentu.
 Tujuan dibuatnya neraca saldo:Untuk menguji kesamaan debet dan kredit di dalam buku
besar dan Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan
 Kesalahan yang tidak akan berpengaruh terhadap keseimbangan debet dan kredit, yaitu:
Transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar Kesalahan pencatatan “jumlah rupiah” dalam
buku besar.
 Pendebetan atau pengkreditan ke dalam rekening yang salah
 Kesalahan yang saling menutupi
 Contoh : Rekening kas dicatat terlalu besar Rp. 1.000.000,- tapi di lain pihak rekening
Utang dagang juga dicatat terlalu besar Rp. 1.000.000,- sehingga jumlah sisi debet dan sisi kredit
tetap seimbang
 Penyebab ketidakseimbangan neraca saldo Kesalahan di
dalam menyusun neraca saldo:
 Salah menjumlahkan kolom saldo (rupiah) Satu buah rekening atau lebih, belum
dicantumkan dalam neraca saldo atau salah menuliskan jumlah saldonya
 Kesalahan di dalam menentukan saldo rekening
 Salah menghitung jumlah saldo
 Saldo debet suatu rekening ditulis sebagai saldo kredit atau
sebaliknya
 Salah menghitung jumlah pada salah satu sisi rekening
 Kesalahan mencatat transaksi di dalam buku besar: Transaksi telah dicatat dgn jumlah
pendebetan yg tidak sama besar dgn jumlah pengkreditan
 1. Pada awal bulan Oktober 1996, Budi mendirikan perusahaan angkutan yg diberi nama
Perusahaan Angkutan Aman dan menanamkan modalnya dalam perusahaan tersebut berupa:
uang tunai sebanyak Rp. 7.400.000 dan peralatan kantor seharga Rp. 150.000,-

 2. Perusahaan membeli dua buah truk yang harganya masing- masing Rp. 2.000.000,- dan
Rp. 2.500.000,- secara tunai.
 3. Perusahaan membayar sewa gedung bulan Oktober 1996 sebesar Rp. 15.000,-
 4. Dibeli barang-barang perlengkapan kantor (kertas,karbon,tinta dsb) seharga Rp.
4.000,- secara tunai
 5. Dibeli sebidang tanah untuk tempat reparasi kendaraan seharga Rp. 1.000.000,- dari
H. Basri. Dari harga tanah tersebut Rp. 750.000 dibayar tunai dan sisanya akan dibayar secara
bertahap dalam waktu 2 bulan
 6. diterima pembayaran dari arifin sebesar Rp. 25.000 untuk pengangkutan barang ke
jakarta

 7. dibeli secara tunai bensin dan oli seharga Rp.


50.000
 8. dibayar utang kepada H. Basri Rp. 100.000
 9. dibayar gaji pegawai untuk periode dua minggu
pertama bulan oktober Rp. 30.000
 10. diterima pendapatan Angkutan Rp. 40.000
 11. dibayar biaya telepondan macam-macam
biaya lainnya sebesar Rp 8.000
 12. diterima hasil angkutan Rp 35.000
 13. dibayar gaji pegawai Rp. 30.000
 14. diterima hasil angkutan Rp. 38.000
 15. dibeli bensin dan oli Rp. 60.000
 16. Budi pemilik uang mengambil uang dari perusahaan Rp 15.000
untuk keperluan pribadi

NERACA SALDO
Nama Rekening Debet Kredit
Kas 1,976,000
Perlengkapan Kantor 4,000
Perelatan Kantor 150,000
Kendaraan Bermotor 4,500,000
Tanah 1,000,000
Utang Dagang 150,000
Modal Budi 7,550,000
Prive Budi 15,000
Pendapatan Angkutan 138,000
Sewa Gedung 15,000
Biaya Bensin dan Oli 110,000
Gaji Pegawai 60,000
Macam-macam biaya 8,000

Anda mungkin juga menyukai