0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan15 halaman

Jsa Scaffolding Install New

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan15 halaman

Jsa Scaffolding Install New

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Upstream Gas Job Safety Analysis

Lokasi Kerja: Organisasi:


PT. TRIHASCO UTAMA INSPEKSI
Deskripsi Tugas/Task: Tanggal:
INSTALLATION SCAFFOLDING
APD yang diperlukan:
Dalam keadaan Darurat
Safety Hat,Safety Shoes,Safety Glasses,Uniform,Gas Detector (H2S),Full Body Harness,
Hubungi:
Masker/Respirator (Jika dibutuhkan)
Perkakas yang diperlukan: Company Rep: Telp #:
1. Kunci rachet ukuran 17/21 PHR COREPS TEAM (PIC)
2. Water pass
3. Tang Pemotong
4. Clamp scaffolding (rigid & swivel)
5. Sole plate/Papan
6.Pipa galvanis, sesuai BS1139 ukuran diameter 1 ½ dengan ketebalan 4,0 mm
7. Coupler
8. Kawat galvanis 4 mm
9. Plank/Papan
10. Warning sign (yellow line/barricade & papan peringatan bekerja di atas ketinggian
Peralatan yang diperlukan: Contractor Rep: Telp #:
1. 1 unit colt diesel Project Manager PT. Trihasco Dozi Marta # 087744761754
2. 1 unit light vehicle Utama Inspeksi
Prosedur yang diperlukan (spt. Operation, Maintenance, Safety, D&C, dll.): Emergency Responder: Telp #:
➢ Standard Operating Procedure 1. Emergency Call PHR 1. 0800-1800-123
➢ Installation Scaffolding 2. Supervisor PT. Trihasco 2. Rudi Eka Putra #
➢ Scaffolding Plan Utama Inspeksi 085264749034
➢ Journey Managemet Plan (IJMS) 3. HES Reps PT. Trihasco
➢ light Vehicle Utama Inspeksi ➢ Adi Saputra #
085271599878
➢ Ilri Zulinur # 082392567242
➢ Wulan Permata Sari #
082388050287

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 1 dari 15
Bahaya yang Umum: Tuliskan nama SIMOPs Representatives
Terpeleset, tersandung, jatuh Permukaan Panas/Dingin dari semua tim kerja SIMOPs (jika ada):
Titik Jepit (Pinch point) Cuaca ekstrim N/A

Kurang Pencahayaan Binatang/Serangga


Mengangkat,/membungkuk/ Bising N/A
memutar/meregang Getaran
Permukaan jalan/tempat kerja yang Lalu lintas kendaraan N/A
tidak rata
Bagian peralatan yang bergerak/
berputar N/A

Uraian Umum
Scaffolding adalah struktur / rangka sementara yang digunakan untuk menyediakan lantai kerja yang aman di ketinggian, menyangga material
(peralatan) dan untuk memproteksi personel di bawahnya.

• Scaffolding harus rancang oleh orang yang berkualifikasi dengan memberikan informasi yang jelas tentang lokasi dan fungsi dari
scaffolding yang akan di gunakan (Persiapkan Scaffolding Plan)
• Scaffolding dipasang, dirubah dan dibongkar oleh personel yang telah terlatih dan memiliki kualifikasi sebagai scaffolder, dan diawasi
oleh supervisor yang telah terlatih dan memiliki sertifikasi kualifikasi supervisor scaffolding.
• Scaffolding harus menggunakan tagging dan inspection system, sebagai contoh scaff tag system. TAG MERAH berarti scaffolding dalam
proses pemasangan dan belum diinspeksi, TAG HIJAU untuk scaffolding yang sudah diinstall dan diinspeksi oleh supervisor scaffolding.
• Lantai kerja pada scaffolding harus dijaga kebersihannya dari material yang mudah jatuh dan tidak diperlukan selama proses erection.
• Area pembangunan scaffolding harus di-barricade untuk mencegah orang masuk ke lokasi pembangunan dan melindungi orang tersebut
dari benda yang jatuh.

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 2 dari 15
Informasi Bahaya (Hazard)
Lengkapi hal berikut untuk setiap langkah tugas Tandai semua
(task step): langkah kerja
• Tulis potensi bahaya
Pekerja yang Pekerja yang yang dianggap
• Bagaimana anggota team kerja dapat mengalami cedera serius bertanggung bertanggung kritis dimana
Langkah-langkah Tugas (Task
atau fatal saat melakukan langkah ini? Safeguard/Mitigasi jawab untuk jawab untuk Pekerjaan HARUS
steps) sesuai urutan dihentikan jika
• Dapatkah bahaya terkait langkah ini mengakibatkan kerusakan pelaksanaan verifikasi
aset? Bagaimana? safeguard safeguard pelaksanaannya
• Dapatkah bahaya terkait langkah ini mengakibatkan tumpahan tidak sesuai
(loss of containment)? Bagaimana? dengan rencana.
• Tuliskan potensi benda jatuh terkait dengan langkah ini.
Langkah 1: Peletakan Posisi 1.1 Gravitasi dan Titik Terjepit : Bahya 1.1.1 Pakai sarung tangan untuk
Sole Board – Base Plate penempatan posisi sole board/base plate pada memulai pekerjaan.
posisi yang tidak rata akan mengakibtkan 1.1.2 Pastikan kondisi tanah rata dan
tiang pada scafolding tidak kokoh dan tidak padat dimana posisi Sole plate
aman dan menyebabkan rebah/tumbang diletakan.
menimpa orang lain dibawah dan bisa 1.1.3 Letakkan papan sole plate pada
menyebabkan luka dan patah tulang tempat yang telah ditandai.
1.1.4 Letakkan base plate di atas papan
sole plate untuk memastikan tiang
tidak akan terbenam bila
terbebani.
1.1.5 Pastikan ukuran dari scaffolding
yang akan di bangun.
1.1.6 Pemasangan dilakukan dari posisi
bawah keatas.

1.2.1 Perhatikan sekeliling dengan


seksama sebelum memasuki area
1.2 Biologi : Lokasi bersemak berkemungkinan kerja dan pastikan area kerja
ada binatang berbisa (lipan,kalajengking,ular bebas dari gangguan binatang
,lebah dan binatang buas) yang bisa berbisa atau binatang buas.
mengakibatkan cidera,gatal-gatal dan fatality 1.2.2 Pakai PPE mandatory dan
bila tergigit atau tersengat. tambahan (beenet)
1.2.3 Menggunakan tongkat kayu
dengan memukul-mukul semak
agar binatang berbisa dan buas
menghindar.
1.2.4 Laporkan ke supervisor/SHE dan
PIC bila ditemukan binatang
berbisa dan jangan coba untuk
No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 3 dari 15
menghalau atau mematikan
sendiri.

1.3.1 Pastikan multi gas detector masih


terkalibrasi dan berfungsi dengan
1.3 Chemical : Tingginya kandungan H2S di area baik
kerja bisa mengakibatkan iritasi pada mata, 1.3.2 Periksa kandungan gas berbahaya
hidung, tenggorokan dan sistem pernapasan menggunakan Multi gas detector
1.3.3 Pastikan masih dibawah ambang
batas.Jika terdapat kandungan
berbahaya diatas ambang aman,
tunda pekerjaan (SSWA/SWA)
dan laporkan kepada Area
controller & Pic
Langkah 2: Peletakan 2.1 Gerakan : Kemungkinan terjatuh atau 2.1.1 Angkat dan dirikan tiang
Standard Scaffolding (Tiang tersandung ketika melakukan peletakan tiang scaffolding satu persatu di empat
Scafollding) scaffolding sehingga bisa menyebabkan luka sisi dengan posisi tubuh yang
dan patah tulang benar
2.1.2 Pastikan mengunakan otot kaki
saat mengangkat beban berat,
untuk mencegah cedera punggung
dan pinggang
2.1.3 Letakkan pipa tiang scaffolding
yang sudah didirikan secara
vertical di atas base plate.
2.1.4 Pastikan mata mengarah pada
jalan yang di tuju dan terhindar
dari area kerja licin/berlumpur.
Langkah 3: Pemasangan 3.1 Gravitasi : kurang kuat dan tidak tepatnya 3.1.1 Kuncikan baut clamp dengan
Transom-Ledger diposisi pada saat pengikatan clam pada pemasangan benar – benar kuat dan merata.
dasar transom – ledger mengakibatkan tiang 3.1.2 Lakukan penguncian clamp
scaffolding jatuh/tumbang sehingga kerusakan dengan posisi tubuh yang benar
pada material bisa terjadi dan bisa menimpa si sehingga terhindar dari terseleo
pekerja sehingga bisa menyebabkan patah dan ikatkan tali pada kunci untuk
tulang dan luka terbuka mencegah jatuh.
3.1.3 Pasang pipa scaffolding dengan
menghubungkan tiang yang satu
dengan tiang yang lain
mengunakan fix clamp untuk
pemasangan transom dan ledger
No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 4 dari 15
30 cm di atas base plate secara
mendatar dan berada di dalam
antara tiang
3.1.4 Pasang TAG MERAH sebagai
tanda scaffolding sedang dibangun
oleh scaffolder.

3.2.1 Pastikan pada saat pemasangan


transom dan ledger posisi tangan
tidak di line of fire.
3.2 Gerakan : Kurang hati-hatinya ketika 3.2.2 Lakukan pekerjaan dengan hati -
memasang transom and ledger bisa hati dan koordinasi yang baik
mengakibtkan tangan terjepit. antar rekan kerja pastikan material
terpegang kuat.

Langkah 4: Pemasangan 4.1 Gravitasi : Penempatan material yang tidak 4.1.1 Pastikan tidak ada benda yang
temporary deck Pertama tepat memiliki potensi bahaya benda jatuh berpotensi jatuh dari atas agar
sehingga bisa mengalami luka terbuka dan terhindar dari bahaya tertimpa
fatality dan pemasangan hook tidak 100% tie 4.1.2 Pastikan dan perhatikan cara
off berakibat jatuh dari ketinggian (Fatality) pegangan dan mengangkat pipa
dengan secara estafet yang benar.
4.1.2. Lakukan penguncin clemp
dengan posisi tubuh yang benar
dan ikatkan tali pada kunci untuk
mencegah jatuh.
4.1.3 Gunakan fullbody harness saat
bekerja di ketinggian dan
cantolkan hook full body harness
saat bekerja di ketinggian pastikan
100 % tie off.

4.2.1 Hentikan pekerjaan


4.2 Electric : Bahaya tersambar petir bisa (SSWA/SWA) jika hujan dan
mengakibatkan meninggal dan luka petir dan jangan bekerja sendirian.
bakar

4.3.1 Pakai baju lengan


4.3 Radiasi : Bahaya sengatan matahari panjang,pelindung muka(sebo)
mengakibatkan dehitrasi dan heat untuk menghindari panas
No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 5 dari 15
stress matahari.
4.3.2 Minum air yang cukup dan
istirahat di tempat yang teduh.

Langkah 5: 5.1 Gravitasi : Jatuhnya benda dan personel dari 5.1.1 Pastikan pipa scaffolding
PemasanganTransom dan ketinggian di saat pemasagan digenggam dengan kuat pada saat
Ledger Pada lift pertama transom dan ledger bisa dinaikkan.
mengakibatkan cidera maupun 5.1.2 Pastikan full body harness 100%
patah tulang dan meninggal tie off. dan Safety Standby selalu
berada di lokasi kerja
5.1.3 Naik ke temporary deck untuk
melanjutkan pemasangan dan
pastikan hook full body harness
dikaitkan lebih tinggi dari kepala
dengan memasang dua clamp
pada tiang scaffolding dengan
100% tie off
5.1.4 Naikkan material scaffolding
dengan cara estafet, pastikan pipa
dipegang dengan erat dan
komunikasi dua arah saat
menaikkan material scaffolding
5.1.5 Pasang pipa transom dan ledger
dengan menggunakan fix clamp
pada lift pertama secara mendatar
dan berada di dalam antara tiang
5.1.6 Pastikan pipa dipegang dengan
kuat sebelum selesai dikunci
5.1.7 Kuncikan baut clamp dengan
benar – benar kuat dan merata
5.1.8 Lakukan penguncian clamp
dengan posisi tangan dan tubuh
yang benar sehingga terhindar
dari terseleo/terkilir.

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 6 dari 15
Langkah 6 : 6.1 Gerakan : Terbentur bisa mengakibtkan memar 6.1.1 Lakukan peletakkan papan lantai
Pemasangan Platform dan dan patah tulang kerja dan ikat secara benar dan
Ladder ( lift pertama ) kuat.
6.1.2 Pastikan disaat pengikatan papan
satu dengan yang lain,di ikat kuat.
6.1.3 Minta dan naikkan metal plank
/platform scaffolding secara
estafet
6.1.4 Pasang tangga(Ladder)
Aluminium untuk akses lift
pertamadiposisi dalam ruang
scaffolding, dengan sudut 75˚ atau
dengan perbandingan 4:1.
6.1.5 Lengkapi pemasangan Lift
pertama dengan Lantai kerja
dipasang di atas pipa transom dan
diikat dengan kawat Galvanis
diameter 1.5mm, Potong sisa
kawat dengan menggunakan tang
potong dan Tekuk ujung kawat
hingga mengarah ke bawah agar
tidak mengenai tubuh.
6.2 Bunyi : Bahaya bunyi yang berlebihan akan 6.2.1 Gunakan ear plug saat bekerja
mengakibatkan tuli pada pendengaran berdekatan dengan pompa atau
equipment lain yang mempunyai
tingkat kebisingan yang tinggi
6.2.2 Lakukan SSWA/SWA bila tingkat
kebisingan melebihi ambang
batas.
6.3.1 Pastikan hook full body
6.3 Gravitasi : Jatuh dari ketinggian bisa harness100% tie off, dan Safety
mengakibatkan cidera dan Standby selalu berada dilokasi
meninggal dunia kerja saat bekerja di ketinggian

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 7 dari 15
Langkah 7 : 7.1 Gravitasi : Jatuh dari ketinggian bisa 7.1.1 Pastikan hook full body
Pemasangan Temporary menyebabkan patah tulang dan harness100% tie off, dan Safety
Deck Kedua ( Mid rail, Top meninggal dunia ketika pemasangan Standby selalu berada dilokasi
kerja saat bekerja di ketinggian.
rail lift pertama) deck kedua bila tidak kuat dan hati- 7.1.2 Gunakan hand rail sebagai dek
hati. sementara dengan memakai
minimum dua lantai kerja sebagai
landasan kerja untuk memasang
transom dan ladger pada Lift ke
dua.
7.1.3 Kuncikan baut clamp dengan
benar-benar kuat dan merata
Langkah 8 : 8.1 Gravitasi : Jatuhnya benda dan personel dari 8.1.1 Pastikan dan perhatikan cara
Pemasangan Access dan ketinggian di saat pemasagan acces pemasangan dan mengangkat
Papan Toe Board gate dan toeboard bisa papan dengan secara estafet yang
benar.
mengakibatkan cidera,patah tulang 8.1.2 Pastikan disaat peletakan dan
dan meninggal pengikatan papan satu dengan
yang lain, di ikat dengan kuat dan
bear.
8.1.3 Pastikan full body harness 100%
tie off. Safety Standby selalu
berada dilokasi kerja
8.1.4 Toe Board dipasang di semua sisi
lantai kerja maksimum 15cm
diikat dengan kawat di posisi
dalam standard scaffolding.

Langah 9 : 9.1 Gerakan : Terbentur bisa mengakibtkan memar 9.1.1 Lakukan peletakkan papan lantai
Pemasangan Ladger dan dan patah tulang kerja dan ikat secara benar dan
Transom lift kedua kuat.
9.1.2 Pastikan disaat pengikatan papan
satu dengan yang lain,di ikat kuat.
9.1.3 Minta dan naikkan metal plank
/platform scaffolding secara
estafet
9.1.4 Pasang tangga(Ladder)
Aluminium untuk akses lift
pertamadiposisi dalam ruang
scaffolding, dengan sudut 75˚ atau
dengan perbandingan 4:1.
9.1.5 Lengkapi pemasangan Lift
pertama dengan Lantai kerja
dipasang di atas pipa transom dan
No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 8 dari 15
diikat dengan kawat Galvanis
diameter 1.5mm, Potong sisa
kawat dengan menggunakan tang
potong dan Tekuk ujung kawat
hingga mengarah ke bawah agar
tidak mengenai tubuh.
9.2 Bunyi : Bahaya bunyi yang berlebihan akan 9.2.1 Gunakan ear plug saat bekerja
mengakibatkan tuli pada pendengaran berdekatan dengan pompa atau
equipment lain yang mempunyai
tingkat kebisingan yang tinggi
9.2.2 Lakukan SSWA/SWA bila tingkat
kebisingan melebihi ambang
batas.
9.3.1 Pastikan hook full body
9.3 Gravitasi : Jatuh dari ketinggian bisa harness100% tie off, dan Safety
mengakibatkan cidera dan Standby selalu berada dilokasi
meninggal dunia kerja saat bekerja di ketinggian
Langkah 10 : Pemasangan 10.1 Gravitasi : Pemasangan dan pengangkatan 10.1.1 Pastikan dan perhatikan cara
Diagonal Bracing diagonal bracing yang tidak tepat pegangan dan mengangkat pipa
dan kuat bisa mengakibatkan jatuh dengan secara estafet yang benar.
dan menimpa pekerja sehingga 10.1.2 Lakukan penguncin clemp
bisa membuat luka terbuka dan dengan posisi tubuh yang benar
patah tulang. dan ikatkan tali pada kunci untuk
mencegah jatuh.
10.1.3 Pastikan Full body harness
selalu 100% tie off saat bekerja
di ketinggian, dan safety standby
selalu berada di lokasi kerja
selama pekerja ketinggian
Langkah 11 : 11.1 Gravitasi : Jatuh dari ketinggian ketika 11.1.1 Pastikan hook full body
Pemasangan Mid rail dan pemasangan deck kedua bila tidak harness100% tie off, dan Safety
Top rail ( lift kedua ) kuat dan hati-hati sehingga bisa Standby selalu berada dilokasi
kerja saat bekerja di ketinggian.
menyebabkan patah tulang dan 11.1.2 Gunakan hand rail sebagai dek
meninggal dunia sementara dengan memakai
minimum dua lantai kerja
sebagai landasan kerja untuk
memasang transom dan ladger
pada Lift ke dua.
11.1.3 Kuncikan baut clamp dengan
benar-benar kuat dan merata

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 9 dari 15
Langkah 12 : Acces gate dan 12.1 Gravitasi : Jatuhnya benda dan personel dari 12.1.1 Pastikan dan perhatikan cara
Toeboard ketinggian di saat pemasagan acces pemasangan dan mengangkat
gate dan toeboard bisa papan dengan secara estafet yang
benar.
mengakibatkan cidera 12.1.2 Pastikan disaat peletakan dan
pengikatan papan satu dengan
yang lain, di ikat dengan kuat
dan bear.
12.1.3 Pastikan full body harness 100%
tie off. Safety Standby selalu
berada dilokasi kerja
12.1.4 Toe Board dipasang di semua
sisi lantai kerja maksimum 15cm
diikat dengan kawat di posisi
dalam standard scaffolding.

Langkah 13 : Pemeriksaan 13.1 Gravitasi : tangga licin dan sepatu berlumpur 13.1.1 Pastikan three point contact
Scaffolding ketika menaiki anak tangga bisa ketika menaiki sacffolding untuk
mengakibatkan cedera melakukan inspeksi dan gunakan
full body harness.
13.1.2 Periksa tangga masih layak
digunakan dan perhatikan
kondisi sepatu dan bersihkan
sepatu agar bebas dari lumpur.
13.1.3 Pastikan Scaffolding diperiksa
setiap hari oleh pengguna
scaffolding sebelum digunakan
untuk melakukan pekerjaan.
Langkah 14 : Housekeeping 14.1 14.1.1 Rapikan material yang tidak
digunakan. Pastikan daerah kerja
rapi, bersih dan selamat.
14.1.2 Kumpulkan dan bersihkan semua
peralatan dan komponen yang
telah digunakan bekerja.
14.1.3 Pastikan semua material dan
peralatan yang tidak digunakan
sudah disimpan dan disusun rapi
pada tempatnya.

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 10 dari 15
Langkah 15 :

Langkah 16 :

Langkah 17 :

Langkah 18 :

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 11 dari 15
Diskusikan dan tuliskan potensi kejadian dan kondisi yang memicu dilakukannya Stop Work Authority.
1. Permit (GPTW) tidak ada atau sudah habis masa berlakunya
2. Gas detector tidak berfungsi atau tidak di kalibrasi (expired)
3. Jumlah pekerja tidak sesuai dengan yang tertera di SOP untuk melakukan pekerjaan
4. Adanya perubahan scope pada pekerjaan
5. PMCoW tidak berada di lokasi kerja saat pekerjaan berlangsung
6. Perubahan cuaca yang exstrim (Hujan/Petir)
7. Peralatan dan perkakas rusak
8. Seseorang berada pada kondisi yang berbahaya (tidak menggunakan PPE dan berada pada line of fire)
9. Terjadi nearmiss atau incident

Diskusikan dan tuliskan faktor yang mempengaruhi kinerja yang dapat berdampak pada penyelesian pekerjaan dengan selamat.
(seperti modus kinerja/performance mode, keadaan mental/mental state, jebakan kesalahan/error traps, dll.)
1. Kondisi badan pekerja sehat (sehat jasmani dan rohani)
2. Semua pekerja sedah mengikuti MSW training
3. Pekerja sudah terlatih dan kompeten dalam melakukan pekerjaan (memahami SOP)
4. Inspector dan scaffolder mempunyai sertificate (SIO dari DEPNAKERTRANS)

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 12 dari 15
Persetujuan JSA oleh Person Managing Control of Work:
Nama: Tanda Tangan dan Tanggal:

Dalam hal Person Managing Control of Work berganti, Person Managing Control of
Work yang baru harus menandatangani JSA ini:
Nama: Tanda Tangan dan Tanggal:

Pemberi Persetujuan (Approver) lain/SMEs yang diperlukan sesuai PPHA:


Nama: Tanda Tangan dan Tanggal:

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 13 dari 15
Diskusi Penyelesaian Pekerjaan & Lesson Learn
Diskusikan dan tuliskan hal berikut:
• Apa saja hal-hal yang telah berjalan dengan baik?
• Apa saja peluang perbaikan (seperti penggunaan prosedur tambahan, langkah kerja yang terlewatkan, bahaya yang terlewatkan, persetujuan yang terlupakan, dll.)?
Hari Pertama

Hari Keuda

Hari Ketiga

Hari Keempat

Hari Kelima

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 14 dari 15
Pernyataan Anggota team dan Persetujuan JSA

Saya menyatakan bahwa saya memahami isi dari JSA ini (anggota team kerja):
Nama, Badge, Tanda Tangan dan Tanggal

Hari Pertama Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat Hari Kelima

No. PPHA:
No. General PTW:
No. Specialized Permit:
Halaman 15 dari 15

Anda mungkin juga menyukai