0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

SOP Blue Code

SOP ini mengatur tentang Code Blue Team di Puskesmas Dawan II. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang terlatih untuk memberikan respon darurat kepada pasien yang mengalami cardiac arrest. Mereka dilengkapi peralatan medis darurat seperti defibrilator dan obat resusitasi. Prosedurnya meliputi penilaian awal pasien, aktivasi code blue, pemberian pertolongan pertama sampai tim tiba, dan tindak lanjut setelah resusitasi selesai.

Diunggah oleh

nopadian30
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

SOP Blue Code

SOP ini mengatur tentang Code Blue Team di Puskesmas Dawan II. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang terlatih untuk memberikan respon darurat kepada pasien yang mengalami cardiac arrest. Mereka dilengkapi peralatan medis darurat seperti defibrilator dan obat resusitasi. Prosedurnya meliputi penilaian awal pasien, aktivasi code blue, pemberian pertolongan pertama sampai tim tiba, dan tindak lanjut setelah resusitasi selesai.

Diunggah oleh

nopadian30
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOP CODE BLUE

No. Dokumen : 88/ SOP/DW II/2023


No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 01 Mei 2023
SOP
Halaman : 4 halaman

Kepala UPTD
UPTD Puskesmas Dawan II
PUSKESMAS
DAWAN II dr. Ni Ketut Suparni
NIP.198107312010012011
1. Pengertian Code Blue Team adalah suatu tim yang terdiri dari dokter dan
paramedis yang dibentuk sebagai tim terlatih yang akan
merespon secara cepat ke pasien untuk melakukan tindakan
penyelamatan. Tim ini dilengkapi dengan peralatan dan obat-
obatan emergency 'seperti defibrilator, peralatan intubasi,
suction, oksigen, ambubag, obat-obatan resusitasi (adrenalin,
atropin, lidocaine) dan IV set untuk menstabilkan pasien.
2. Tujuan a. Memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat bagi
korban yang mengalami kondisi darurat cardio-respiratory
arrest yang berada dalam kawasan puskesmas
b. Membentuk suatu tim yang terlatih yang dilengkapi
dengan perlatan medis darurat yang dapat digunakan dengan
cepat.
c. Kebijakan a. Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Dawan II Nomor 42
Tahun 2021 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di UPTD
Puskesmas Dawan II.

b. Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Dawan II Nomor 42


Tahun 2022 tentang Standar Layanan Klinis di UPTD
Puskesmas Dawan II.

d. Referensi …………………………………………………………….
e. Prosedur Alat dan Bahan
1. Kit Resusitasi
2. Kit Emergency
Langkah-langkah
1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam kondisi
cardiac respiratory arrest maka perawat ruangan (I)
atau first responder berperan dalam tahap pertolongan
2. Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban.
3. Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan
pertolongan.
4. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama

1 /4
atau menepuk bahu
5. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau
petugas yang ditemui di lokasi untuk mengaktifkan
code blue.
6. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan
tim code blue tiba
7. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong kedua,
segera mengaktifkan alarm code blue, dengan prosedur
sebagai berikut:
a. Perkenalkan diri.
b. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code
blue?
c. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory
arrest dengan lengkap dan jelas, yaitu: area ...., (area
satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau ruangan.
8. Setelah tim code blue menerima informasi tentang
aktivasi code blue, mereka segera menghentikan
tugasnya masing-masing, mengambil resusitasi kit dan
menuju lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest.
Waktu respon dari aktivasi code blue sampai dengan
kedatangan tim code blue dilokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest adalah 5 menit.
9. Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim
code blue untuk memastikan bahwa tim code blue
sudah menuju lokasi terjadinya cardiac respiratory
arrest.
10. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest
adalah lokasi yang padat manusia (public — area)maka
— petugas pra loket segera menuju lokasi terjadinya
untuk mengamankan lokasi tersebut sehingga tim code
blue dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan
sesuai prosedur.
11. Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan '
diputuskannya bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua
tim code blue
12. Untuk Pelaksanaan code blue di area luar ruang
2 /4
gawat darurat, Tim code blue memberikan bantuan
hidup dasar kepada pasien kemudian ditransfer ke Unit
Gawat Darurat
13. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut
pasca resusitasi yaitu :
a. Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka
dipindahkan secepatnya ke Unit Gawat Darurat
(UGD) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut
jika keluarga pasien setuju.
b. Jika keluarga pasien setuju dan pasien telah stabil
selanjutnya pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit
untuk mendapatkan perawatan lanjutan
14. Tim blue code mendokumentasikan tindakan yang
telah dilakukan

f. Diagram/
Nilai kesadaran, respon
Bagan Alir pasien dalam pasien dan amankan
kondisi cardiac
lingkungan
respiratory
arrest

Tim code blue melakukan Aktifkan code blue


tugasnya hingga diputuskan
bahwa resusitasi dihentikan

Tindak lanjut pasca Dokumentasikan


resusitasi

g. Hal-hal Ketepatan terapi dan tindakan harus sesuai dengan keluhan dan
yang pemeriksaan terapi
harus
diperhati
kan
h. Unit Ruang Rawat Jalan
terkait Unit Gawat Darurat
Ruang Rawat Inap Persalinan

3 /4
i. Dokumen Buku rekam medis pasien
terkait
j. Rekaman
historis
perubahan

Yang Tanggal mulai


No Isi perubahan
diubah diberlakukan
1.
2.
3.

4 /4

Anda mungkin juga menyukai