CODE BLUE
Revisi : Halaman :
No. Dokumen :
Jl. PerintisKemerdekaan Km. 8
No. 26 – 27 RSU-CM/SPO/MKE/005 0 1/5
Tlp: (0411) 586 584
Hp: 085100909800
Email:cahaya_medika@yahoo.com
Ditetapkan
Standar
Tanggal terbit: Direktur,
Prosedur
Operasional
20 Agustus 2018
(dr. Hj. Misnawaty A.Muin)
Code blue merupakan salah satu kode prosedur
emergensi yang harus segera diaktifkan jika
Pengertian
ditemukan seseorang dalam kondisi
cardiaerespiratory arrest di dalam area rumah sakit.
1. Untuk memberikan panduan baku bagi tim code
blue dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai
tim reaksi cepat jika code blue diaktifkan.
2. Membangun respon seluruh petugas di RSU
Cahaya Medika pada pelayanan kesehatan dalam
Tujuan
keadaan gawat darurat.
3. Mempercepat respon time kegawatdaruratan di
rumah sakit untuk menghindari kematian dan
kecacatan yang seharusnya tidak perlu terjadi
1. Kebijakan Direktur Tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit Umum Cahaya Medika No:
…./SK/DIR/MKE /RSU-CM/III/2017
Kebijakan
2. Kebijakan Direktur Tentang Kebijakan Kode
Pengaman Rumah Sakit Cahaya Medika No:
…/SK/DIR/MKE /RSU -CM/VI/2017
Prosedur 1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam
kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat
CODE BLUE
Revisi : Halaman :
No. Dokumen :
Jl. PerintisKemerdekaan Km. 8
No. 26 – 27 RSU-CM/SPO/MKE/005 0 2/5
Tlp: (0411) 586 584
Hp: 085100909800
Email:cahaya_medika@yahoo.com
ruangan (I) atau first responder berperan dalam
tahap pertolongan, yaitu: Segera melakukan
penilaian dini kesadaran korban.
2. Pastikan lingkungan penderita aman untuk
dilakukan pertolongan.
3. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil
nama atau menepuk bahu.
4. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II)
atau petugas yang ditemui di lokasi untuk
mengaktifkan code blue.
5. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai
dengan tim code blue
6. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong
kedua, segera menghubungi operator telepon “201”
untuk mengaktifkan code blue
7. Perkenalkan diri.
8. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code
blue.
9. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest dengan lengkap dan jelas, yaitu:
area ….. (area satu/dua/tiga/empat), nama lokasi
atau ruangan.
10. Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap
maka informasikan : “ nama ruangan ….. nomor
…. “.
11. Waktu respon operator menerima telepon “201”
adalah harus secepatnya diterima, kurang dari 3
CODE BLUE
Revisi : Halaman :
No. Dokumen :
Jl. PerintisKemerdekaan Km. 8
No. 26 – 27 RSU-CM/SPO/MKE/005 0 3/5
Tlp: (0411) 586 584
Hp: 085100909800
Email:cahaya_medika@yahoo.com
kali deringan telepon.
12. Jika lokasi kejadian berada di area ruang rawat
inap ataupun rawat jalan,setelah menghubungi
operator, perawat ruangan II segera membawa
troli emergensi (emergency trolley) ke lokasi dan
membantu perawat ruangan I melakukan
resusitasi sampai dengan tim Code Blue datang.
13. Operator menggunakan alat telekomunikasi
Handy Talky (HT) atau pengeras suara
mengatakan code blue dengan prosedur sebagai
berikut:
a. “Code Blue, Code Blue, Code Blue, di area
…..(satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau
ruangan…..”.
b. Jika lokasi kejadian diruangan rawat inap
maka informasikan: “Code Blue, Code Blue,
Code Blue, nama ruangan ….. nomor kamar
…..”.
c. Setelah tim code blue menerima informasi
tentang aktivasi code blue, mereka segera
menghentikan tugasnya masing-masing,
mengambil resusitasi kit dan menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest. Waktu
respon dari aktivasi code blue sampai dengan
kedatangan tim code blue di lokasi terjadinya
cardiac respiratory arrest adalah 5 menit.
14. Sekitar 5 menit kemudian, operator
CODE BLUE
Revisi : Halaman :
No. Dokumen :
Jl. PerintisKemerdekaan Km. 8
No. 26 – 27 RSU-CM/SPO/MKE/005 0 4/5
Tlp: (0411) 586 584
Hp: 085100909800
Email:cahaya_medika@yahoo.com
menghubungi tim code blue untuk memastikan
bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest
15. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest
adalah lokasi yang padat manusia (public area)
maka petugas keamanan (security) segera
menuju lokasi terjadinya untuk mengamankan
lokasi tersebut sehingga tim code blue dapat
melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai
prosedur.
16. Tim code blue melakukan tugasnya sampai
dengan diputuskannya bahwa resusitasi
dihentikan oleh ketua tim code blue.
17. Untuk pelaksanaan code blue di area empat, Tim
code blue memberikan bantuan hidup dasar
kepada pasien kemudian segera ditransfer ke
Unit Gawat Darurat.
18. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut
pasca resusitasi, yaitu:
a. Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka
dipindahkan secepatnya ke Instalasi
Perawatan Intensif untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut jika keluarga pasien
setuju.
b. Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika
Unit Perawatan Intensif penuh maka pasien
di rujuk ke rumah sakit yang mempunyai
CODE BLUE
Revisi : Halaman :
No. Dokumen :
Jl. PerintisKemerdekaan Km. 8
No. 26 – 27 RSU-CM/SPO/MKE/005 0 5/5
Tlp: (0411) 586 584
Hp: 085100909800
Email:cahaya_medika@yahoo.com
fasilitas
c. Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan
meminta dirawat di ruang perawatan biasa,
maka keluarga pasien menandatangani surat
penolakan.
d. Ketua tim code blue melakukan koordinasi
dengan DPJP.
e. Ketua tim code blue memberikan informasi
dan edukasi kepada keluarga pasien.
15. Perawat ruangan mendokumentasikan semua
kegiatan dalam rekam medis pasien dan
melakukan koordinasi dengan ruangan pasca
resusitasi.
Unit Kerja Tim Code Blue