0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan15 halaman

Panduan Penganggaran Perusahaan Efektif

Dokumen ini membahas tentang penganggaran perusahaan. Dokumen ini menjelaskan pengertian penganggaran perusahaan, fungsi anggaran, jenis-jenis anggaran, dan sistem penyusunan anggaran perusahaan.

Diunggah oleh

210304260
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan15 halaman

Panduan Penganggaran Perusahaan Efektif

Dokumen ini membahas tentang penganggaran perusahaan. Dokumen ini menjelaskan pengertian penganggaran perusahaan, fungsi anggaran, jenis-jenis anggaran, dan sistem penyusunan anggaran perusahaan.

Diunggah oleh

210304260
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAPER

PENGANGGARAN PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH :

ADILLA DEWI MUSTIKA (210304260)

5 REG A MGT 5

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU

PEKANBARU

2023
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengendalian manajemen berperan dalam pencapaian kinerja keuangan. Untuk


mengembangkan pengendalian manajemen yang efektif, organisasi harus memiliki kebijakan-
kebijakan yang jelas dan program yang realistik. Proses pengendalian manajemen menyangkut
pencapaian tujuan melalui implementasi strategi. (Nurdiansyah, 2012)

Proses pengendalian manajemen formal meliputi kegiatan-kegiatan : (1) Perencanaan


Strategi (2) persiapan Anggaran (3) Pelaksanaan (4) Evaluasi kinerja. Anggaran merupakan salah
satu alat pengendalian manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan. Penyusunan anggaran
menempati urutan kedua dalam proses pengendalian manajemen formal. Dalam perencanaan
strategis dibuat keputusan menenai program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi
dan taksiran jumlah sumber-sumber yang akan dialokasikan untuk setiap program tersebut.
Perencanaan strategis bermanfaat sebagai kerangka untuk mengembangkan anggaran tahunan.

Anggaran merupakan kebutuhan yang tidak bisa lepas dari suatu kegiatan perencanaan
dalam organisasi dan anggaran harus benar-benar dirancang sebaik mungkin agar semua yang
direncanakan dapat direalisasikan sesuai anggaran dan dilaporkan sebagai bentuk
pertanggungjawaban organisasi. Anggaran yang efektif membutuhkan kemampuan memprediksi
masa depan, yang meliputi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. (Umarella, 2019)

Sebagai badan usaha, setiap perusahaan memerlukan suatu program yang harus
dijalankan secara konsisten dan berurutan secara sistematis dari tahun ke tahun. Program –
program ini harus disusun berdasarkan rencana kegiatan yang berkesinambungan untuk
memastikan kemana arah perusahaan, dan apa tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan
tersebut dalam periode waktu tertentu. Program yang disusun oleh perusahaan ini disebut juga
program kerja perusahaan yang penyusunannya berdasarkan tahapan – tahapan kegiatan yang
akan dilakukan oleh setiap bagian atau departemen yang dimiliki oleh perusahaan. Anggaran
dimulai dari perencanaan kegiatan – kegiatan yang ingin dilakukan oleh tiap bagian atau
departemen tersebut, sehingga akan membentuk program – program perusahaan. (Novia Nour
Halisa, 2021)

Luther Gulick mengemukakan bahwa penganggaran (budgeting) termasuk salah satu


fungsi manajemen. Menurut Gulick fungsi manajemen terdiri atas: planning, organizing, staffing,
directing, coordinating, reforting, budgeting. Anggaran merupakan hasil menyusun anggaran,
sedangkan penganggaran adalah proses menyusun anggaran. Penganggaran adalah perencanaan
keuangan suatu organisasi. Penganggaran adalah proses menyusun rencana tertulis mengenai
kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam
satuan uang. Kegiatan suatu organisasi seperti: kegiatan penjualan (menyusun anggaran
Penganggaran jualan. dan anggaran beban penjualan), kegiatan produksi (menyusun anggaran
produk dan anggaran biaya produksi), kegiatan investasi dark pendanaan (menyusun anggaran
keuangan).

1.3 Rumusan Masalah

1. Apa itu definisi penganggaran?


2. Apa saja fungsi dari anggaran?
3. Apa saja jenis-jenis anggaran?
4. Bagaimana sistem penyusunan anggaran?
5. Bagaimana penyususan anggaran perusahaan?

1.2 Tujuan

1. Mengetahui penganggaran, pengertian dan definisi


2. Mengetahui fungsi anggaran
3. Mengetahui jenis-jenis anggaran
4. Mengetahui sistem penyusunan anggaran
5. Penyusunan anggaran perusahaan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Anggaran Perusahaan

Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu
satu tahun yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif. Penyusunan anggaran
sering diartikan sebagai perencanaan laba (profit planning). Perencanaan dan pengendalian
adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Perencanaan melihat ke masa depan yaitu menentukan
tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan tujuan tertentu, sedangkan
pengendalian untuk melihat ke belakang, yaitu menilai apa yang telah dihasilkan dan
membandingkannya dengan neraca yang telah disusun.

Penggunaannya untuk jangka waktu tertentu, misalnya lima sampai sepuluh tahun,
manajemen puncak menetapkan ke arah mana perusahaan akan dijalankan. Manajemen puncak
menyusun semacam blue print tentang kondisi yang akan dicapai perusahaan dalam jangka
panjang. Blue print ini berupa program jangka panjang yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi
produksi, keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya
perusahaan dan lain sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumber daya yang ada untuk setiap
program yang disusunnya. Untuk menjamin terlaksananya program tersebut, manajemen
menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang
diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang
diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tersebut.

Proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang bertanggung jawab dalam
pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai sumber daya yang diperlukan kepada
manajer yang bersangkutan. Anggaran menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang
sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran, dengan demikian penyusunan anggaran
dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program jangka panjang,
yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, kepegawaian, keuangan, citra
perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang
dianggarkan sebelumnya. (Harris, 2010)

Pemahaman mengenai konsep anggaran dimulai dari memahami pengertian anggaran.


Berikut ini beberapa pengertian mengenai anggaran:

1. Anggaran adalah suatu rencana kerja yang secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan
moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu 1 tahun.
2. Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh
kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk
jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
3. Anggaran adalah rencana tertulis mengenali kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan
secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu
tertentu.

Sebenarnya masih banyak referensi lain yang juga membahas definisi anggaran yang
dapat digunakan sebagai sumber bahasan mengenai pengertian anggaran. Perbedaan yang ada
antara buku referensi yang satu dengan yang lain hanyalah sebatas perbedaan penyajian, tetapi
semuanya memberikan penekanan-penekanan yang sama pada unsur-unsur utama dalam
anggaran. Unsur- unsur utama tersebut adalah:

1. Anggaran mempunyai hubungan yang erat dengan fungsi manajemen, khususnya fungsi
perencanaan dan pengendalian.
2. Anggaran dinyatakan dalam bentuk kuantitatif (unit dan moneter).
3. Anggaran mencakup periode tertentu, pada umumnya jangka pendek.
4. Anggaran harus dapat dijadikan alat bantu manajemen dalam mengkoordinasikan dan
melaksanakan rencana yang telah ditetapkan sekaligus mengendalikan operasi
perusahaan.
5. Anggaran berfungsi sebagai tolak ukur yang dipakai sebagai pembanding hasil operasi
sesungguhnya.
6. Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan memotivasi manajer dan
karyawan agar senantiasa bertindak secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan
organisasi.

2.2 Fungsi dan Karakteristik Anggaran

Menurut M. Nafarin (2004), menyatakan bahwa anggaran dapat berfungsi atau berguna
sebagai:

1. Fungsi Perencanaan
2. Fungsi Pelaksanaan
3. Fungsi Pengawasan

Keterangan atau penjelasan di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Fungsi Perencanaan Anggaran merupakan alat perencanaan tertulis menuntut pemikiran


yang teliti dan akan memberikan gambaran yang lebih nyata atau jelas dalam unit dan
uang.
2. Fungsi Pelaksanaan Anggaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan,
sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras dalam mencapai tujuan (laba).
3. Fungsi Pengawasan Anggaran merupakan alat pengawasan (controlling). Pengawasan
berarti mengevaluasi (menilai) terhadap pelaksanaan pekerjaan. (Schriver, 2001)

Budget selain berguna sebagai alat perencanaan dan pengendalian, juga mempunyai beberapa
kegunaan seperti yang dikemukakan oleh M. Munandar (2001:50) yaitu sebagai berikut:

(1) Sebagai pedoman kerja,

(2) Sebagai alat pengkoordinasian kerja dan

(3) Sebagai alat pengawasan kerja.

Keterangan di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Sebagai Pedoman Kerja Budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah
serta sekaligus memberikan targettarget yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan
perusahaan di waktu yang akan datang.
b) Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Budget berfungsi sebagai alat pengkoordinasian
kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling
menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju ke sasaran yang telah
ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.
c) Sebagai Alat Pengawasan Kerja Budget berfungsi sebagai tolak ukur, sebagai alat
pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan
membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh
realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja
ataukah kurang sukses bekerja. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-
sebab penyimpangan antara budget dengan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui
kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini akan
dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun
rencana-rencana budget selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat.

Selain itu anggaran mempunyai beberapa manfaat yang cukup besar seperti yang
dikemukakan oleh R.A Supriyono (2000) yaitu:

a) Perencanaan kegiatan organisasi atau pusat tanggung jawab dalamjangka pendek,


b) Membantu mengkoordinasikan rencana jangka pendek,
c) Alat komunikasi rencana kepada berbagai manajer pusat pertanggung jawaban,
d) Alat untuk memotivasi para manajer untuk mencapai tujuan pusat pertanggungjawaban
yang dipimpinnya,
e) Alat pengendalian kegiatan dan penilaian prestasi pusat-pusat pertanggung jawaban dan
para manajernya,
f) Alat pendidikan para manajer

Menurut Mulyadi (2001) anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan


2. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun
3. Anggaran berisis komitmen atau kesanggupan manajemen, yang berarti bahwa
para manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran
yang telah ditetapkan dalam anggaran
4. Usulan anggaran di review dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi
dari penyusun anggaran
5. Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah dibawah kondisi tertentu
6. Secara berkala kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran
dan selisihnya dianalisis dan dijelaskan”.

Dari karakteristik anggaran di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Satuan yang digunakan untuk menyatakan anggaran, anggaran berisikan


kuantifikasi keuangan rencana kerja untuk mencapai sasaran jangka pendek
perusahaan. Disamping rencana kerja yang dicantumkan dalam anggaran
dinyatakan dalam satuan keuangan, rencana kerja tersebut juga dinyatakan dalam
satuan lain di dalam anggaran.
2. Jangka waktu anggaran, meskipun satu tahun (12 bulan) biasanya merupakan
jangka waktu yang cukup oleh anggaran jangka pendek kemungkinan mencakup
jangka waktu tiga atau enam bulan, tergantung atas sifat bisnis perusahaan.
Jangka waktu anggaran harus memenuhi syarat sebagai berikut
a) Jangka waktu anggaran harus dibagi ke dalam jangka waktu bulanan.
b) Jangka waktu anggaran harus cukup untuk menyelesaikan produksi
berbagai macam produk
c) Jangka waktu anggaran harus mencakup satu siklus musim untuk bisnis
yang bersifat musiman
d) Jangka waktu anggaran harus cukup panjang untuk memungkinkan
pembelanjaan produksi dimuka sebelum kebutuhan nyata.
e) Jangka waktu anggaran harus sesuai dengan periode akuntansi keuangan
untuk memungkinkan perbandingan antara hasil sesungguhnya dengan
hasil yang dianggarkan.
3. Komitmen manajemen, proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan
proses penetapan peran yang setiap manajer dalam jenjang organisasi diberi
peranan tertentu untuk melaksanakan kegiatan dalam pencapaian sasaran yang
ditetapkan dalam anggaran. Untuk memungkinkan para manajer melaksanakan
peran mereka, setiap manajer memerlukan alokasi sumber daya (sumber daya
manusia, modal, uang). Alokasi sumber daya ke tangan para manajer diukur
dengan satuan moneter standar.
4. Penelaahan dan persetujuan anggaran, anggaran merupakan rencana aktivitas
yang akan menjadi pedoman untuk melaksanakan serangkaian aktivitas tertentu di
masa yang akan datang. Sekali anggaran ditetapkan, pencapaian sasaran anggaran
hanya dapat dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang telah ditetapkan
sebelumnya dalam anggaran. Dengan demikian, proses penyusunan anggaran
memerlukan berbagai tahap berikut:
a) Penetapan sasaran oleh manajer atas
b) Pengajuan ususlan aktivitas dan taksiran sumber daya yang diperlukan
untuk melaksanakan aktivitas tersebut oleh manajer bawah
c) Penelaahan oleh manajer atas terhadap usulan anggaran yang diajukan
oleh manajer bawah
d) Persetujuan oleh manajer atas terhadap usulan anggaran yang diajukan
oleh manajer bawah
5. Perubahan anggaran, karena berisi komitmen manajer menyusun anggaran, maka
anggaran merupakan tolak ukur terbaik kinerja manajer. Oleh karena itu, tidaklah
mudah melakukan revisi anggaran, selama kondisi yang dipakai sebagai dasar
penyusunannya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jika anggaran
seringkali direvisi, anggaran tidak lagi dapat dipakai sebagai tolak ukur kinerja
manajer.
6. Analisis penyimpangan, pelaksanaan anggaran berupa berbagai aktivitas yang
dilaksanakan untuk mencapai sasaran anggaran. Dalam pelaksanaan aktivitas
tersebut dikonsumsikan berbagai sumber daya dengan menggunakan informasi
akuntansi.
2.3 Jenis-Jenis Anggaran

Anggaran perusahaan terdiri dari berbagai jenis anggaran sebagai berikut: (Tempoh et al., 2021)

a) Anggaran operasional
Anggaran operasional adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan
perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu. Karena itu,
anggaran operasional mencakup:
1. Anggaran pendapatan
Anggaran pendapatan merupakan rencana yang dibuat perusahaan untuk
memperoleh pendapatan pada kurun waktu tertentu.
2. Anggaran biaya Anggaran biaya merupakan rencana biaya yang akan dikeluarkan
perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang direncanakan. Anggaran biaya
dapat dikelompokan menjadi :
- Anggaran biaya tenaga kerja langsung adalah rencana besarnya biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk membayar biaya tenaga kerja yang terlibat
secara langsung di dalam proses produksi dalam suatu periode tertentu di
masa mendatang.
- Anggaran biaya overhead adalah rencana besarnya biaya produksi diluar biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
- Anggaran biaya pemasaran adalah rencana tentang besarnya biaya distribusi
yang akan dikeluarkan perusahaan untuk mendistribusikan produknya.
- Anggaran biaya administrasi dan umum adalah biaya yang direncanakan
untuk operasi kantor administratif di dalam suatu periode tertentu di masa
mendatang.
3. Anggaran laba Anggaran laba adalah besarnya laba yang ingin diperoleh
perusahaan di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Anggaran laba
sebenarnya merupakan gabungan dari anggaran pendapatan dan angggaran biaya.

b) Anggaran keuangan Menurut Rudianto (2016:7) anggaran keuangan adalah anggaran


yang berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan. Anggaran ini
tidak berkaitan langsung dengan aktivitas perusahaan untuk menghasilkan dan menjual
produk perusahaan. Anggaran ini merupakan pendukung upaya perusahaan untuk
menghasilkan dan menjual produk perusahaan. Anggaran keuangan mencakup beberapa
jenis anggaran. Anggaran keuangan Menurut Rudianto (2016:7) anggaran keuangan
adalah anggaran yang berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan.
Anggaran ini tidak berkaitan langsung dengan aktivitas perusahaan untuk menghasilkan
dan menjual produk perusahaan. Anggaran ini merupakan pendukung upaya perusahaan
untuk menghasilkan dan menjual produk perusahaan. Anggaran keuangan mencakup
beberapa jenis anggaran, yaitu:
- Anggaran investasi adalah rencana perusahaan untuk membeli barang-barang
modal atau barang-barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk
perusahaan di masa mendatang dalam jangka panjang. Seperti pembelian dan
pembangunan gedung kantor, bangunan pabrik, pembelian mesin, pembelian
tanah dan sebagainya.
- Anggaran kas adalah rencana aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas
perusahaan di dalam suatu periode tertentu, beserta penjelasan tentang
sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas tertentu.
- Proyeksi neraca adalah kondisi keuangan yang diinginkan perusahaan di
dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Berarti, dalam proyeksi
neraca tersebut mencakup jumlah harta yang dimiliki perusahaan beserta
kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan perusahaan di masa mendatang.

2.4 Sistem Tahapan Penyusunan Anggaran Perusahaan

a. Penentuan Pedoman Penyusunan

Tahap pertama yaitu menentukan pedoman anggaran, pedoman ini dapat dibuat
berdasarkan anggaran belanja selama satu tahun sebelumnya dengan penyesuain kegiatan
tahun anggaran berikutnya. Anggaran belanja sebaiknya dibuat dan di siapkan beberapa bulan
sebelum tahun anggaran baru dimulai. Pada tahap ini, peran manajemen puncak akan sangat
berpengaruh.

Manajemen puncak dapat menetapkan rencana anggaran perusahaan manufaktur


sebagai dasar untuk menyusun anggaran belanja. Adapun rencana tersebut sebaiknya juga
meliputi tujuan, asumsi, dan manfaat dari anggaran yang akan dibuat. Selain itu, manajemen
puncak juga harus membentuk panitia untuk menyusun anggaran belanja sehingga tugas dan
tanggung jawab akan jelas.

b. Persiapan

Persiapan anggaran tidak hanya dilakukan oleh manajemen puncak dan staf bagian
akuntansi saja tetapi semua divisi yang ada di perusahaan juga harus berperan. Pada tahap ini
kerjasama yang solid dari semua pihak akan sangat membantu untuk berjalannya kegiatan.

c. Penentuan

Tahapan selanjutnya adalah menentukan anggaran belanja perusahaan yang telah


dibicarakan dan dipersiapkan sebelumnya oleh banyak pihak di perusahaan.

Ada 3 tahapan dalam penentuan anggaran, antara lain:

a) Masing-masing karyawan dari tiap bidang membicarakan dan merundingkan hasil dari
persiapan yang telah dilakukan agar budgeting belanja yang disusun nantinya mampu
mengakomodasi kebutuhan tiap-tiap bagian.
b) Koordinasi dalam penyusunan dan penelaahan komponen anggaran belanja yang telah
disusun.
c) Pengesahan dan juga pendistribusian budgeting yang merata ke seluruh bagian.

Dalam tahap ini, pihak manajemen perusahaan dan direksi akan melakukan pengesahan setelah
melakukan uji kelayakan dan pengkajian dari tiap anggaran belanja perusahaan yang disusun
oleh tiap-tiap bagian perusahaan yang nantinya berkedudukan sebagai pengguna anggaran

d. Pelaksanaan

Bagian akhir dalam menyusun anggaran biaya belanja perusahaan adalah tahap
pelaksanaan. Tahapan ini merupakan prosedur terakhir dari penyusunan budgeting yang
kemudian akan diputus dalam keputusan tunggal. Masing-masing pengguna budgeting di tiap
bagian perusahaan akan mulai melaksanakan budgeting sebagaimana yang telah disepakati
dalam anggaran belanja perusahaan.

Dalam hal ini tiap manajer akan mengawasi kemudian melaporkannya ke direksi
apakah pelaksanaan anggaran sesuai dengan perencanaan yang disepakati sebelumnya atau
tidak. Itulah beberapa prosedur dan tahapan yang dilakukan dalam rangka penyusunan
anggaran belanja perusahaan. (Widya, 2023)
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Anggaran biaya sebuah perusahaan yang ideal, adaah anggaran yang disusun sesuai
dengan aturan yang berlaku. Dapat juga anggaran biaya suatu proyek tidak disusun secara ideal
sesuai dengan peraturan, hal ini penting dicermati mengingat anggaran biaya proyek yang
dialokasikan masih menjadi isu dalam suatu proyek pembangunan. Lagi pula anggaran sangat
mempengaruhi kesuksesan suatu proyek itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Harris, P. (2010). Profit Planning. Profit Planning, 8–28. https://doi.org/10.4324/9780080939100

Novia Nour Halisa. (2021). Penganggaran Perusahaan (Budgeting) (Nomor March).

Nurdiansyah, D. H. (2012). Terhadap Kinerja Keuangan Yayasan As-Syifa. Manajerial, 10(20),


82–94.

Schriver, W. (1997) A. A. of F. E. in the C. I. 1997 [online] A. http://www. cdc.


gov/elcosh/docs/d0600/d000645/d000645. ht. (2001). Bab 1 Anggaran. Faisal, 22, 11.

Tempoh, R., Karamoy, H., & Pinatik, S. (2021). Analisis Penggunaan Anggaran Biaya
Administrasi Umum Terhadap Peningkatan Kinerja Supervisor Pada Pt . Pln ( Persero )
Up2B Sistem Minahasa Analisis of the Use of General Administration Costs on the
Improvement of Supervisor Performance At Pt . Pln ( Pers. Jurnal EMBA: Jurnal Riset …,
9(3), 1753–1761.
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/emba/article/view/35970%0Ahttps://ejournal.unsr
at.ac.id/v3/index.php/emba/article/download/35970/33534

Umarella, B. (2019). Analisis Anggaran Sebagai Upaya Dalam Perencanaan dan Pengendalian
Biaya Proyek Pada PT X di Kota Ambon. INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial &
Humanior, 1(2), 70–75.

Widya, N. (2023). 4 Tahapan Penyusunan Anggaran Belanja Perusahaan. Materi Jurnal.


https://www.jurnal.id/id/blog/2018-4-tahapan-menyusun-anggaran-belanja-perusahaan/

Anda mungkin juga menyukai