Panduan Penganggaran Perusahaan Efektif
Panduan Penganggaran Perusahaan Efektif
PENGANGGARAN PERUSAHAAN
DISUSUN OLEH :
5 REG A MGT 5
PEKANBARU
2023
BAB I
PENDAHULUAN
Anggaran merupakan kebutuhan yang tidak bisa lepas dari suatu kegiatan perencanaan
dalam organisasi dan anggaran harus benar-benar dirancang sebaik mungkin agar semua yang
direncanakan dapat direalisasikan sesuai anggaran dan dilaporkan sebagai bentuk
pertanggungjawaban organisasi. Anggaran yang efektif membutuhkan kemampuan memprediksi
masa depan, yang meliputi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. (Umarella, 2019)
Sebagai badan usaha, setiap perusahaan memerlukan suatu program yang harus
dijalankan secara konsisten dan berurutan secara sistematis dari tahun ke tahun. Program –
program ini harus disusun berdasarkan rencana kegiatan yang berkesinambungan untuk
memastikan kemana arah perusahaan, dan apa tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan
tersebut dalam periode waktu tertentu. Program yang disusun oleh perusahaan ini disebut juga
program kerja perusahaan yang penyusunannya berdasarkan tahapan – tahapan kegiatan yang
akan dilakukan oleh setiap bagian atau departemen yang dimiliki oleh perusahaan. Anggaran
dimulai dari perencanaan kegiatan – kegiatan yang ingin dilakukan oleh tiap bagian atau
departemen tersebut, sehingga akan membentuk program – program perusahaan. (Novia Nour
Halisa, 2021)
1.2 Tujuan
PEMBAHASAN
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu
satu tahun yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif. Penyusunan anggaran
sering diartikan sebagai perencanaan laba (profit planning). Perencanaan dan pengendalian
adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Perencanaan melihat ke masa depan yaitu menentukan
tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan tujuan tertentu, sedangkan
pengendalian untuk melihat ke belakang, yaitu menilai apa yang telah dihasilkan dan
membandingkannya dengan neraca yang telah disusun.
Penggunaannya untuk jangka waktu tertentu, misalnya lima sampai sepuluh tahun,
manajemen puncak menetapkan ke arah mana perusahaan akan dijalankan. Manajemen puncak
menyusun semacam blue print tentang kondisi yang akan dicapai perusahaan dalam jangka
panjang. Blue print ini berupa program jangka panjang yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi
produksi, keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya
perusahaan dan lain sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumber daya yang ada untuk setiap
program yang disusunnya. Untuk menjamin terlaksananya program tersebut, manajemen
menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang
diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang
diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tersebut.
Proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang bertanggung jawab dalam
pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai sumber daya yang diperlukan kepada
manajer yang bersangkutan. Anggaran menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang
sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran, dengan demikian penyusunan anggaran
dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program jangka panjang,
yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, kepegawaian, keuangan, citra
perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang
dianggarkan sebelumnya. (Harris, 2010)
1. Anggaran adalah suatu rencana kerja yang secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan
moneter standar dan satuan ukuran lain yang mencakup jangka waktu 1 tahun.
2. Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh
kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk
jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
3. Anggaran adalah rencana tertulis mengenali kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan
secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu
tertentu.
Sebenarnya masih banyak referensi lain yang juga membahas definisi anggaran yang
dapat digunakan sebagai sumber bahasan mengenai pengertian anggaran. Perbedaan yang ada
antara buku referensi yang satu dengan yang lain hanyalah sebatas perbedaan penyajian, tetapi
semuanya memberikan penekanan-penekanan yang sama pada unsur-unsur utama dalam
anggaran. Unsur- unsur utama tersebut adalah:
1. Anggaran mempunyai hubungan yang erat dengan fungsi manajemen, khususnya fungsi
perencanaan dan pengendalian.
2. Anggaran dinyatakan dalam bentuk kuantitatif (unit dan moneter).
3. Anggaran mencakup periode tertentu, pada umumnya jangka pendek.
4. Anggaran harus dapat dijadikan alat bantu manajemen dalam mengkoordinasikan dan
melaksanakan rencana yang telah ditetapkan sekaligus mengendalikan operasi
perusahaan.
5. Anggaran berfungsi sebagai tolak ukur yang dipakai sebagai pembanding hasil operasi
sesungguhnya.
6. Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan memotivasi manajer dan
karyawan agar senantiasa bertindak secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan
organisasi.
Menurut M. Nafarin (2004), menyatakan bahwa anggaran dapat berfungsi atau berguna
sebagai:
1. Fungsi Perencanaan
2. Fungsi Pelaksanaan
3. Fungsi Pengawasan
Budget selain berguna sebagai alat perencanaan dan pengendalian, juga mempunyai beberapa
kegunaan seperti yang dikemukakan oleh M. Munandar (2001:50) yaitu sebagai berikut:
a) Sebagai Pedoman Kerja Budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah
serta sekaligus memberikan targettarget yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan
perusahaan di waktu yang akan datang.
b) Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja Budget berfungsi sebagai alat pengkoordinasian
kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling
menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju ke sasaran yang telah
ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.
c) Sebagai Alat Pengawasan Kerja Budget berfungsi sebagai tolak ukur, sebagai alat
pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan
membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh
realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja
ataukah kurang sukses bekerja. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-
sebab penyimpangan antara budget dengan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui
kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini akan
dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun
rencana-rencana budget selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat.
Selain itu anggaran mempunyai beberapa manfaat yang cukup besar seperti yang
dikemukakan oleh R.A Supriyono (2000) yaitu:
Anggaran perusahaan terdiri dari berbagai jenis anggaran sebagai berikut: (Tempoh et al., 2021)
a) Anggaran operasional
Anggaran operasional adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan
perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu. Karena itu,
anggaran operasional mencakup:
1. Anggaran pendapatan
Anggaran pendapatan merupakan rencana yang dibuat perusahaan untuk
memperoleh pendapatan pada kurun waktu tertentu.
2. Anggaran biaya Anggaran biaya merupakan rencana biaya yang akan dikeluarkan
perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang direncanakan. Anggaran biaya
dapat dikelompokan menjadi :
- Anggaran biaya tenaga kerja langsung adalah rencana besarnya biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk membayar biaya tenaga kerja yang terlibat
secara langsung di dalam proses produksi dalam suatu periode tertentu di
masa mendatang.
- Anggaran biaya overhead adalah rencana besarnya biaya produksi diluar biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
- Anggaran biaya pemasaran adalah rencana tentang besarnya biaya distribusi
yang akan dikeluarkan perusahaan untuk mendistribusikan produknya.
- Anggaran biaya administrasi dan umum adalah biaya yang direncanakan
untuk operasi kantor administratif di dalam suatu periode tertentu di masa
mendatang.
3. Anggaran laba Anggaran laba adalah besarnya laba yang ingin diperoleh
perusahaan di dalam suatu periode tertentu di masa mendatang. Anggaran laba
sebenarnya merupakan gabungan dari anggaran pendapatan dan angggaran biaya.
Tahap pertama yaitu menentukan pedoman anggaran, pedoman ini dapat dibuat
berdasarkan anggaran belanja selama satu tahun sebelumnya dengan penyesuain kegiatan
tahun anggaran berikutnya. Anggaran belanja sebaiknya dibuat dan di siapkan beberapa bulan
sebelum tahun anggaran baru dimulai. Pada tahap ini, peran manajemen puncak akan sangat
berpengaruh.
b. Persiapan
Persiapan anggaran tidak hanya dilakukan oleh manajemen puncak dan staf bagian
akuntansi saja tetapi semua divisi yang ada di perusahaan juga harus berperan. Pada tahap ini
kerjasama yang solid dari semua pihak akan sangat membantu untuk berjalannya kegiatan.
c. Penentuan
a) Masing-masing karyawan dari tiap bidang membicarakan dan merundingkan hasil dari
persiapan yang telah dilakukan agar budgeting belanja yang disusun nantinya mampu
mengakomodasi kebutuhan tiap-tiap bagian.
b) Koordinasi dalam penyusunan dan penelaahan komponen anggaran belanja yang telah
disusun.
c) Pengesahan dan juga pendistribusian budgeting yang merata ke seluruh bagian.
Dalam tahap ini, pihak manajemen perusahaan dan direksi akan melakukan pengesahan setelah
melakukan uji kelayakan dan pengkajian dari tiap anggaran belanja perusahaan yang disusun
oleh tiap-tiap bagian perusahaan yang nantinya berkedudukan sebagai pengguna anggaran
d. Pelaksanaan
Bagian akhir dalam menyusun anggaran biaya belanja perusahaan adalah tahap
pelaksanaan. Tahapan ini merupakan prosedur terakhir dari penyusunan budgeting yang
kemudian akan diputus dalam keputusan tunggal. Masing-masing pengguna budgeting di tiap
bagian perusahaan akan mulai melaksanakan budgeting sebagaimana yang telah disepakati
dalam anggaran belanja perusahaan.
Dalam hal ini tiap manajer akan mengawasi kemudian melaporkannya ke direksi
apakah pelaksanaan anggaran sesuai dengan perencanaan yang disepakati sebelumnya atau
tidak. Itulah beberapa prosedur dan tahapan yang dilakukan dalam rangka penyusunan
anggaran belanja perusahaan. (Widya, 2023)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Anggaran biaya sebuah perusahaan yang ideal, adaah anggaran yang disusun sesuai
dengan aturan yang berlaku. Dapat juga anggaran biaya suatu proyek tidak disusun secara ideal
sesuai dengan peraturan, hal ini penting dicermati mengingat anggaran biaya proyek yang
dialokasikan masih menjadi isu dalam suatu proyek pembangunan. Lagi pula anggaran sangat
mempengaruhi kesuksesan suatu proyek itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Tempoh, R., Karamoy, H., & Pinatik, S. (2021). Analisis Penggunaan Anggaran Biaya
Administrasi Umum Terhadap Peningkatan Kinerja Supervisor Pada Pt . Pln ( Persero )
Up2B Sistem Minahasa Analisis of the Use of General Administration Costs on the
Improvement of Supervisor Performance At Pt . Pln ( Pers. Jurnal EMBA: Jurnal Riset …,
9(3), 1753–1761.
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/emba/article/view/35970%0Ahttps://ejournal.unsr
at.ac.id/v3/index.php/emba/article/download/35970/33534
Umarella, B. (2019). Analisis Anggaran Sebagai Upaya Dalam Perencanaan dan Pengendalian
Biaya Proyek Pada PT X di Kota Ambon. INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial &
Humanior, 1(2), 70–75.