2022
LAPORAN AKUNTABILITAS
KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
(LAKIP)
DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN
KELUARGA BERENCANA KABUPATEN BANGKA SELATAN
SUBBAG PERENCANAAN DAN PELAPORAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)
DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KAB. BANGKA SELATAN 2022
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin berkat rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2022 dapat
terselesaikan dengan baik. Sebagai wujud dari penerapan tata kepemerintahan yang baik
(good governace) dan akuntabel serta untuk memenuhi kewajiban sebagaimana yang telah
diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntanbilitas Kinerja
Pemerintah, maka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sebagai
salah satu unsur penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkewajiban untuk
menyusun LAKIP setiap tahunnya. LAKIP merupakan bentuk pertanggungjawaban atas
pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra)
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka
Selatan tahun 2022-2026, yang selanjutnya dijabarkan setiap tahunnya dalam dokumen
Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja (Tapkin/PK).
Metode dan teknik penyusunan LAKIP ini berpedoman pada tindak lanjut dari
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabiltas
Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) RI Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah. LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tahun
2022 ini merupakan wujud dari pertanggungjawaban pelaksanaan Rencana Strategis
(RENSTRA) yang berisi informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian
sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan-hambatan yang dihadapi serta pemecahan
masalahnya.Visi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan yaitu “Bangka Selatan Maju Dalam Pertumbuhan Ekonomi,
Pertanian, Perikanan dan Pengembangan SDM Berbasis Riset, Inovasi Dan Gotong Royong“
diharapkan dapat menjadi lebih realitis untuk dicapai dengan program-program yang telah
dijabarkan dalam setiap tahunnya. Keberhasilan pelaksanaan program berorientasi pada
pengukuran pencapaian sasaran dilaporkan sebagai LAKIP Dinas Kesehatan, Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Tahun 2022, yang dalam penyusunannya dilaksanakan
secara bersama dan terintegrasi oleh masing-masing unit terkait sehingga kerja sama dan
jerih payah dalam penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
ii
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2022 ini telah menjadi motivasi untuk
selalu berusaha memperbaiki Tingkat pencapaian program serta untuk mengatasi masalah,
hambatan dan kendala yang ada.
Keberadaan program – program di Dinas Kesehatan Pengendalian penduduk dan
Keluarga Berencana yang mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan
memerlukan pemantauan. Evaluasi, Pengawasan dan pengendalian agar tetap terarah dan
terpadu serta berkesinambungan. Evaluasi atas LAKIP yang dilaksanakan supaya sistem yang
ada tentu sangat dihargai untuk menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki kinerja
pencapaian keberhasilan pelaksanaan program – program pembangunan bidang kesehatan
dan penyusunan laporan untuk masa yang yang akan datang.kami menyadari bahwa dalam
penyusunan maupun penyampaian LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian penduduk dan
keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2022 ini masih terdapat banyak
kekurangannya, untuk itu saran dan kritik yang membangun serta partisipasi dari semua
pihak diharapkan untuk perbaikan penyusunan LAKIP di tahun – tahun yang akan datang.
Demikian LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
ini disusun dengan sebaik-baiknya untuk dapat dimaklumi sebagai gambaran kinerja
pembangunan kesehatan yang telah dilaksankan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana di Kabupaten Bangka Selatan selama tahun 2022.
Toboali, Februari 2023
Plt. Kepala Dinas Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan KB
Kabupaten Bangka Selatan
dr. Agus Pranawa
Pembina
NIP. 19790802 200804 1 001
iii
RINGKASAN EKSEKUTIF
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan sistem
manajemen strategis yang prosesnya dimulai dari penetapan visi, misi, tujuan dan
sasaran organisasi yang akan dicapai yang telah ditetapkan dalam suatu Rencana
Strategis Jangka Menengah Organisasi. Rencana Strategis tersebut dijabarkan lebih
lanjut ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan ditetapkan komitmennyan dalam
Penetapan Kinerja (PK). Selama tahun berjalan dilakukan pengumpulan data dan
pengkuran serta evaluasi atas kinerja yang telah dilaksanakan untuk selanjutnya
dilaporkan dalam laporan kinerja.Keluaran utama dari Sistem Akuntabilitas Kinerja
adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP memuat
informasi penting dan relevan bagi pengguna laporan, yaitu unsur pimpinan
eksekutif, unsur pengawasan dan perencanaan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan
Tahun 2022 merupakan implementasi sistem akuntabilitas yang berupa
pertanggungjawaban kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan atas penyelenggaraan program kesehatan
kepada masyarakat. Pertanggungjawaban ini tidak hanya dimaksudkan sebagai
upaya untuk menemukan keberhasilan atau kegagalan, hambatan atau kendala,
maupun upaya pemecahan permasalahan pelaksanaa pemerintahan daerah
melainkan juga untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas dan
akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) penanggungjawab teknis pembangunan kesehatan di Kabupaten Bangka
Selatan, menyelenggarakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan dengan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan dalam
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan tahun 2021 - 2026. Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kabupaten
Bangka Selatan tahun 2022 ini merupakan wujud dari akuntabilitas pencapaian
iv
kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten
Bangka Selatan tahun 2021 – 2026 dan Rencana Kinerja Tahunan 2022 yang telah
ditetapkan melalui Penetapan Kinerja tahun 2022. Penyusunan LAKIP Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tahun 2022 ini pada
hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan
mengenai akuntabilitas terhadap kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2022.
Dalam upaya merealisasikan good governace, Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk dan Keluaraga Berencana telah melaksanakan berbagai
kegiatan dan program dalam rangka mendukung tercapainya tujuan dan sasaran,
untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dituangkan dalam Rencana Renstra
(Renstra) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana tahun
2021 – 2026. Visi Dinas Kesehatan adalah “Bangka Selatan Maju Dalam Pertumbuhan
Ekonomi, Pertanian, Perikanan dan Pengembangan SDM Berbasis Riset, Inovasi Dan
Gotong Royong“. Sesuai dengan visi tersebut, maka Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana menetapkan misi antara lain adalah
“Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat”.
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi di Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, maka dijabarkan tujuan dan
sasaran yang diharapkan dapat dicapai pada 5 (lima) tahun mendatang sehingga
dapat meningkatkan kapasitas organisasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana dan mewujudkan tata kelola yang baik dalam
meningkatkan capaian kinerja yang sebaik-baiknya. Untuk mencapai tujuan tersebut,
maka ditetapkan 3 (tiga) tujuan strategis dan 3 (tiga) sasaran strategis dan 4 (empat)
Indikator tujuan/sasaran sebagai berikut :
- Tujuan 1 : Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
>Sasaran1 : Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat
> Indikator 1 : Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS
> Indikator 2 : Persentase Penurunan Penyakit Menular dan Tidak Menular
-Tujuan 2 : Mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk
>Sasaran 2 : Terkendalianya Angka Kelahiran
>Indikator 3 : TFR (Total Fertility Rate)
v
-Tujuan 3 : Meningkatkan Kinerja Instansi Pemerintah Urusan Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan KB
>Sasaran 3 : Meningkatnya Kinerja Instansi Pemerintah Urusan Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan KB
>Indikator 4 : Nilai SAKIP
Hasil pencapaian pelaksanaan program-program pembangunan bidang
kesehatan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun diharapkan selalu dapat
menyesuaikan dengan rencana strategis yang telah ditetapkan dalam mendukung
misi yang dijalankan dalam mencapai visi yang telah ditetapkan. Pada akhirnya,
LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan tahun 2022 ini diharapkan dapat bermanfaat dan selalu
akan diperbaiki dari tahun ke tahun sehingga diperoleh gambaran kebutuhan
manajemen yang sesungguhnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam
mendukung pelaksanaan program, pelaksanaan visi dan misi pembangunan
kesehatan yang telah ditetapkan.
vi
DAFTAR ISI
Hal.
Kata Pengantar i
Ringkasan Eksekutif iii
Daftar Isi vi
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Gambaran Umum DKPPKB 3
C. Maksud dan Tujuan 4
D. Tugas Pokok dan Fungsi 5
E. Dasar Hukum 30
F. Struktur Organisasi 31
G. Isu-isu Strategis 31
H. Sistematika Penyusunan LAKIP 33
BAB II : PERENCANAAN KINERJA 35
A. Rencana Strategis 35
B. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 43
C. Perjanjian Kinerja (PK) 45
D. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) 48
BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA 51
A Capaian Kinerja Organisasi 52
B. Realisasi Anggaran 68
C. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tahun Lalu 73
BAB IV : PENUTUP 74
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Ketetapan MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang
bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan pernyataan kehendak rakyat
untuk mewujdukan perubahan di segala bidang Pembangunan Nasional sesuai dengan iklim
reformasi yang menyentuh seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai tindak
lanjut dari Tap MPR tersebut adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dalam
pasal 3 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa azas-azas umum penyelenggaraan
Negara meliputi asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan Negara, asas kepentingan
umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas dan asas
akuntabilitas.Mengenai asas akuntabilitas, Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa
asas penyelenggaraan Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau
rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Pembangunan bidang kesehatan merupakan cermin indikator utama keberhasilan
pembangunan Indonesia, hal ini mengingat Human Development Index (HDI), Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) serta Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) sangat dipengaruhi
oleh keberhasilan program kesehatan. Bahkan dalam skala global, pentingnya kesehatan
masyarakat juga telah diangkat sebagai faktor utama dalam memenuhi hak dasar manusia di
dunia, serta menjadi target utama dalam menjamin terwujudnya kesejahteraan pembangunan
masyarakat dan bangsa yang dimuat dalam deklarasi Millenium Development Golas
(MDG’s). Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dan tujuan nasional.
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)
DINAS KESEHATAN, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KAB. BANGKA SELATAN 2022
2
yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan
berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata .
Pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan : 1) Upaya kesehatan, 2)
Pembiayaan kesehatan, 3) Sumber daya manusia (SDM), 4) Sediaan farmasi, alat kesehatan
dan makanan, 5) Manajemen dan informasi kesehatan, dan 6) Pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi
penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) serta globalisasi dan demokrasi dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas
sektoral. Penekanan diberikan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta
upaya promotif dan preventif.
Dalam rangka mewujudkan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat
yang optimal dan setinggi-tingginya, maka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan berupaya melaksanakan pembangunan
kesehatan secara sistematis, berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggung jawab serta
bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga tercipta good governace sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 sebagai tindak lanjut dari TAP MPR Nomor :
XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme.
LAKIP atau Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk
Dan Keluarga Berencana Tahun 2022 merupakan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
tugas Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten
selama tahun 2022 kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Laporan Akuntabilitas ini
disusun dalam rangka pelaksanaan Tap MPR Nomor : XI/MPR/1998 dan Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 1999 tersebut diatas. Penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan tahun 2022 ini mengacu pada
pada Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Instansi
sebagai penyelenggara pemerintahan Negara mulai eselon II wajib memberikan laporan
Akuntabilitas Kinerjanya. Adapuun secara teknis penyusunannya berpedoman pada Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) RI
Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara
Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dalam rangka perwujudan
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya
3
pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, maka setiap tahunnya menyampaikan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan.
B. GAMBARAN UMUM DKPPKB
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DKPPKB)
Kabupaten Bangka Selatan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2016 tentang
Struktur Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bangka Selatan khususnya Struktur Organisasi
DKPPKB dipimpin oleh Kepala Dinas yang dibantu oleh 1 (satu) Sekretaris dan 5 (lima)
Kepala Bidang, serta 14 UPT Yaitu terdiri dari :
1. Bidang Kesehatan Masyarakat
2. Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit
3. Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga
4. Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan Dan Penggerakan
5. Bidang Pelayanan Dan Sumber Daya Kesehatan
Setiap Kepala Bidang membawahi 3 (tiga) Kepala Seksi yang sesuai dengan bidangnya
masing-masing, sedangkan Sekretaris dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Sub Bagian yaitu Sub
bagian Umum dan Kepegawaian, Sub bagian Keuangan dan serta Sub bagian Perencanaan
dan Pelaporan.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten
Bangka Selatan juga mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab
terhadap pelayanan kesehatan untuk penyakit khusus, pengembangan pengobatan tradisional,
pelatihan petugas kesehatan dan pendidikan tertentu. UPT yang bertanggung jawab langsung
kepada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, yaitu terdiri dari :
1. UPT Puskesmas Toboali
2. UPT Puskesmas Airgegas
3. UPT Puskesmas Payung
4. UPT Puskesmas Simpang Rimba
5. UPT Puskesmas Pongok
6. UPT Puskesmas Tanjung Labu
7. UPT Puskesmas Rias
8. UPT Puskesmas Tiram
9. UPT Puskesmas Batu Betumpang
4
10. UPT Puskesmas Air Bara
11. UPT Labkesda
12. UPT JKKP
13. UPT RS Pratama Kriopanting Payung
14. UPT RSUD
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DKPPKB)
mempunyai tugas melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam bidang kesehatan dalam
rangka melaksanakan tugas desentralisasi dan tugas pembantuan.Untuk menyelenggarakan
tugas tersebut, DKPPKB mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
2. Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum.
3. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis Dinas dalam lingkup
tugasnya.
4. Pengelolaan urusan tata usaha Dinas.
5. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kesehatan.
6. Pengelolaan manajemen kesehatan.
7. Pelaksanaan pembinaan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan,
pelayanan kesehatan khusus dan pelayanan kefarmasian dan makanan – minuman.
8. Penyelenggaraan upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I), penyelenggaraan pengamalan dan penanggulangan serta respon dini
terhadap penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) dan hygiene sanitasi.
9. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang kesehatan
sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh Bupati.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan ini dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selama tahun 2022. Adapun tujuan penyusunan LAKIP
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana adalah :
1. Memberikan informasi mengenai kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten selama tahun anggaran 2022.
2. Sebagai bahan evaluasi kinerja serta masukan dalam perencanaan program di
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten
5
untuk kemudian diharapkan adanya perbaikan kinerja yang lebih baik di masa
mendatang.
3. Menjadikan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana
yang akuntabel sehinggga dapat beroperasi secara efesien, dan respresentatif dari
aspirasi masyarakat dan lingkungan.
4. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah khususnya Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana.
D. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana mempunyai tugas
melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam bidang kesehatan dalam rangka
melaksanakan tugas desentralisasi dan tugas pembantuan. Untuk menyelenggarakan tugas
tersebut, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana mempunyai
tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
2. Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum.
3. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis Dinas dalam lingkup
tugasnya.
4. Pengelolaan urusan tata usaha Dinas.
5. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang kesehatan, pengendalian penduduk dan
keluarga berencana
6. Pengelolaan manajemen kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga
berencana.
7. Pelaksanaan pembinaan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan,
pelayanan kesehatan khusus dan pelayanan kefarmasian dan makanan – minuman.
8. Penyelenggaraan upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi (PD3I), penyelenggaraan pengamalan dan penanggulangan serta respon
dini terhadap penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) dan hygiene sanitasi.
9. Penyelenggaraan urusan mengenai keluarga berencana, ketahanan dan
kesejahteraan keluarga serta pengendalian penduduk, penyuluhan dan
penggerakan.
10. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang kesehatan
sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan oleh Bupati.
6
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan
Keluarga Berencana dan UPT dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Dinas sebagaimana dimaksud
dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merumuskan program kerja Dinas Berdasarkan Rencana Strategis daerah
sebagai pedoman pelaksanaan Tugas;
b. mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pada Dinas sesuai dengan program
yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar target kerja tercapai sesuai
rencana;
c. membina bawahan dengan cara mengadakan rapat/pertemuan dan bimbingan
secara berkala agar diperoleh kinerja yang diharapkan;
d. mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan tugas,
tanggungjawab, permasalahan dan hambatan serta ketentuan yang berlaku
untuk ketepatan dan kelancaran pelaksanaan tugas;
e. menyeelenggarakan tugas bidang Kesehatan Masyarakat;
f. menyelenggarakan tugas bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit;
g. menyelenggarakan tugas bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga;
h. menyelenggarakan tugas bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan
Penggerakan;
i. menyelenggarakan tugas bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan;
j. mengevaluasi pelaksanaan tugas Dinas dengan cara membandingkan rencana
dengan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan kegiatan dan
rencana yang akan datang;
k. menyusun laporan pelaksanaan tugas Dinas sesuai dengan kegiatan yang telah
dilaksanakan sebagai akuntabilitas kinerja; dan
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan Bupati terkait dengan tugas
dan fungsinya.
2. Sekretaris
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretaris sebagaimana dimaksud dijabarkan
dalam rincian tugas sebagai berikut :
7
a. menyusun rencana operasional kegiatan berdasarkan program kerja Dinas serta
petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan pengelolaan urusan keuangan pada dinas;
e. melaksanakan urusan umum, kerumahtanggaan, perlengkapan dan tertib
administrasi barang-barang inventaris Dinas;
f. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian pada Dinas;
g. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa yang akan datang;
h. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2.1 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai
berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab
masing-masing untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan urusan kearsipan dan pengagendaan surat menyurat baik
surat masuk maupun surat keluar, urusan perlengkapan dan urusan rumah
tangga Dinas termasuk perjalanan dinas;
e. melaksanakan administrasi dan pengelolaan inventaris/barang Dinas
(rencana pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pemeliharaan dan
pelaporan);
8
f. melaksanakan urusan pengelolaan administrasi kepegawaian Dinas,
mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai dan usulan mutasi pegawai,
pemberhentian serta pensiun pegawai Dinas;
g. menyiapkan usulan kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat pegawai
Dinas dan pengurusan kartu kepegawaian antara lain KARPEG, KARIS,
KARSU dan TASPEN;
h. menyusun laporan kegiatan dalam rangka pengawasan, pengendalian
program dan akuntabilitas kinerja;
i. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan cara mengidentifikasi
hambatan yang ada dalam rangka perbaikan kinerja di masa mendatang;
dan;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2.2 Sub Bagian Keuangan
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Sub Bagian Keuangan
sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan Subbagian Keuangan berdasarkan rencana
operasional Subbagian sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab
masing-masing untuk kelancaran pelaksanaan tugas sub Bagian
Keuangan;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan tugas tertib administrasi pertanggungjawaban keuangan
Dinas dan akuntansi anggaran Dinas;
e. melaksanakan verifikasi kelengkapan dokumen pencairan dana dan
pertanggungjawaban penggunaan anggaran;
f. melaksanakan pembayaran kebutuhan pelaksanaan kegiatan pada Dinas;
g. menyusun laporan kegiatan dalam rangka pengawasan, pengendalian
program dan akuntabilitas kinerja;
h. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan cara mengidentifikasi
hambatan yang ada dalam rangka perbaikan kinerja di masa mendatang;
dan
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan;
9
2.3 Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Sub Bagian Perencanaan dan
Pelaporan sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai
berikut :
a. merencanakan kegiatan Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
berdasarkan rencana operasional Subbagian sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja anggaran dan dokumen
pelaksanaan anggaran;
e. membuat laporan kinerja Dinas bekerjasama dengan Sub Bagian
Keuangan;
f. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa yang akan
datang;
g. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
3. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. menyusun rencana operasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
berdasarkan program kerja dinas serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman
pelaksanaan;
10
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan efektif
dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data bidng pencegahan dan
pengendalian penyakit;
e. melaksanakan pembinaan, pengendalian dan pengembangan pelaayanan bidang
pencegahan dan pengendalian penyakit;
f. melaksanakan kegiatan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit;
g. melakukan intervensi permasalahan yang berhubungan dengan pencegahan dan
pengendalian penyakit serta merumuskan langkah-langkah pemecahannya;
h. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan cara membandingkan antara rencana
operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan laporan
kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
i. menyusun laporan pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
j. melaksanakan kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
3.1 Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Menular sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam
rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyusun norma, standar, prosedur, dan kreteria di bidang pencegahan dan
pengendalian tuberkulosis, infeksi saluran pernapasan akut, HIV AID dan
penyakit infeksi saluran pencernaan, dan penyakit tropis menular langsung;
11
e. memberi bimbingan teknis dan sunpervisi di bidang pencegahan dan
pengendalian tuberkulosis, infeksi saluran pernapasan akut, HIV AID dan
penyakit infeksi menular seksual, hepatitis, dan penyakit infeksi saluran
pencernaan, dan penyakit tropis menular langsung;
f. mengendalikan kegiatan pencegahan terhadap penyakit tuberkulosis, infeksi
saluran pernapasan akut, HIV AIDS dan penyakit infeksi menular seksual,
hepatitis, dan penyakit infeksi saluran pencernaan, dan penyakit tropis
menular langsung;
g. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa yang akan datang;
h. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai
bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
i. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
j. melaksanakan kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
3.2 Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan
Jiwa
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa sebagaimana
dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyusun norma, standar, prrosedur, dan criteria di bidang pencegahan
dan pengendalian penyakit paru kronik dan gangguan imunologi, jantung,
dan pembuluh darah, diabetes militus dan gangguan metabolik, gangguan
12
indra dan fungsional, serta pencegahan dan pengendalian penyakit
kesehatan jiwa dan napza;
e. melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit paru
kronik dan gangguan imunologi, jantung dan pembuluh darah, diabetes
militus dan gangguan metabolik, gangguan indra dan fungsional, serta
pencegahan dan pengendalian penyakit kesehatan jiwa dan napza;
f. mengendalikan kegiatan dibidang pencegahan dan pengendalian penyakit
paru kronik dan gangguan imunologi, jantung dan pembuluh darah,
diabetes militus dan gangguan metabolik, gangguan indra dan funsional,
serta pencegahan dan pengendalian penyakit, kesehatan jiwa dan napza;
g. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan
datang;
h. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan baik lisan
maupun tulisan.
3.3 Seksi Surveilans dan Imunisasi
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi,
sebagaimana dimaksud dalam dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan kegiatan pengamatan penyakit/surveilans;
e. melaksanakan kegiatan penanggulangan KLB/wabah;
f. melaksanakan kegiatan upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi;
13
g. melaksanakan kegiatan surveilans khusus untuk upaya kesehatan matra,
kesehatan haji, penanggulangan krisis kesehatan (bencana) sesuai dengan
target kerja yang telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar tercapai
suatu rencana;
h. melaksanakan kegiatan karantina kesehatan sesuai dengan target kerja yang
telah ditetapkan dan kebijakan pimpinan agar tercapai suatu rencana;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kinerja di masa akan;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
4. Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya
Kesehatan sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. menyusun rencana operasional Bidang Pelayanan Medik dan Sumber Daya
Kesehatan berdasarkan program kerja dinas serta petunjuk pimpinan sebagai
pedoman pelaksana;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan efektif
dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
proedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. mengumpulkan dan mengkaji data dan informasi terkait dengan teknis Bidang
Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan;
e. mengolah dan menganalisa data Bidang Pelayanan dan Sumber Daya
Kesehatan;
f. melaksanakan program dan kegiatan Bidang Pelayanan dan sumber Daya
Kesehatan;
g. membantu atasan dalam pemberian pertimbangan atas rencana pengeluaran
perizinan/non perizinan di bidangnya, serta mengkoordinasikan dan
mengendalikan target pendapatan yang bersumber dari retribusi;
14
h. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
i. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
4.1 Seksi Pelayanan dan Peningkatan Mutu Fasilitas Kesehatan Rujukan dan
Tradisional
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Pelayanan dan Peningkatan
Mutu Fasilitas Kesehatan Rujukan dan Tradisional sebagaimana dalam rincian
tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasioanal Bidang
Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan sebagai pedoman pelaksana tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan koordinasi, pembinaan atau pengendalian teknis standar
Pelayanan dan Peningkatan Mutu Fasilitas Kesehatan Rujukan dan
Tradisional baik secara administratif maupun teknis;
e. Memfasilitasi penyelenggaraan pelayanan rumah sakit pretama dan klinik
kesehatan Kabupaten;
f. Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem penanggulangan kegawatdaruratan
terpadu Kabupaten sesuai peraturan perundang-perundangan;
g. Mengkoordinasikan sistem tata laksana laboratorium kesehatan daerah
sesuai peraturan perundang-perundangan;
h. melaksanakan pembinaan dan pengembangan pembiayaan kesehatan
melalui jaminan kesehatan nasional dan jaminan kesehatan daerah;
i. memfasilitasi dan mengendalikan registrasi dan akreditasi fasilitas
kesehatan rujukan sesuai pereturan perundang-perundangan;
j. melaksanakan penilaian/memberi pertimbangan teknis dang melaksanakan
pemeriksaan tempat dalam rangka sertfikasi, rekomendasi perijinan dan ijin
15
k. industri kecil obat tradisional, pengobatan tradisional registrasi perijinan
pengobatan tradisional sesuai perundang-perundangan;
l. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
m. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dioaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
n. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan;
4.2 Seksi Kefarmasian, Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Kefarmasian, Alat
Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sebagaimana dijabarkan
dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasioanal Bidang
Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak tejadi kesalahan;
d. melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap peredaran obat-
obatan, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga dan
kosmetika yang beredar diwilayah kabupaten sesuai ketentuan yang
berlaku;
e. melaksanakan perencanaan atas pengadaan kebutuhan obat-obatan, alat
kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga bersama dengan tim
perencanaan obat dan perbekalan kesehatan terpadu;
f. melaksanakan pengendalian atas pengadaan kebutuhan obat-obatan, alat
kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga bersama dengan tim
perencanaan obat dan perbekalan kesehatan terpadu ;
16
g. melaksanakan penilaian/member pertimbangan teknis untuk perizinan
Apotik, Toko Obat, Tenaga Kefarmasian (Apoteker/Asisten Apoteker)
Kosmetik, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT);
h. mengevaluasi pelaksananaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
i. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sesuai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
4.3 Seksi Pelayanan dan Peningkatan Mutu fasilitas Kesehatan Primer
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi Pelayanan dan Peningkatan Mutu
fasilitas Kesehatan Primer sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian
tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan sebagai pedoman pelaksanaan
tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. mengumpulkan dan menganalisa data yng berhubungan dengan pelayanan
dan peningkatan mutu fasilitas kesehtan primer;
e. melaksanakan koordinasi dan pembinaan teknis standar pelayanan tenaga
kesehatan di fasilitas kesehatan primer serta unit pelayanan kesehatan
lainnya baik sacara administrasi maupun teknis;
f. menyusun norma, standar, prosedur pada pelayanan kesehatan gigi dan
mulut serta retribusi pada fasilitas kesehatan primer;
g. melaksanakan bimbingan teknis dan diklat fungsional kepada tenaga
kesehatan di fasilitas kesehatan primer;
h. melaksanakan pembinaan pengelolaan radiomedik, kegawatdaruratan
medik penerapan standar/sertifikasi dan akreditasi pelayanan medis dan
sarana kesehatan lain sesuai peraturan perundang-undangan;
17
i. melaksanakan pengendalian registrasi, sertifikasi dan akreditasi fasilitas
kesehatan primer sesuai peraturan perundnag-perundangan;
j. merekomendasikan izin tenaga kesehatan tertentu, pemberian izin tenaga
kesehatan tertentu, saran kesehatan tertentu, pemberian izin sarana
kesehatan tertentu sesuai peraturan perundang-perundangan;
k. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan
datang;
l. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
5. Bidang Kesehatan Masyarakat
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat
sebagaimana dimaksud dalam pasal dijabarkan dalam rincian tugas sebagai
berikut :
a. menyusun rencana operasional pemanfaatan data dan inovasi pelayanan
berdasarkan program kerja dinas serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman
pelaksanaan;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. memverifikasi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kesehatan keluarga
dan gizi, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan
lingkungan, kesehtan kerja dan olah raga;
e. melaksanakan kebijakan program kesehatan keluarga dan gizi, promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan
kerja dan olah raga;
f. mengoordinasikan dan membimbing program kesehatan keluarga dan gizi,
promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan,
kesehatan kerja dan olah raga;
18
g. mengembangkan program strategi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan
penyebarluasan informasi kesehatan, program advokasi dan kemitraan
kesehatan, program penggerak promosi kesehatan dan sarana prasarana
promosi kesehatan dan program pemberdayaan masyarakat (pengorganisasian
masyarakat dan peningkatan peran serta masyarakat);
h. menyusun kebijakan teknis kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah
raga yang meliputi Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar (PASD), Penyehatan
Udara Tanah dan Kawasan (PUTK), Pengamanan Limbah dan Radiasi (PLR)
dan Penyehatan Pangan (PP), kesehatan kerja dan olah raga;
i. memverifikasi hasil pengkajian dan analisis capaian kinerja bidang Kesehatan
Masyarakat;
j. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
k. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
l. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan baik lisan maupun
tulisan.
5.1 Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian
tugas sebagai berikut :
a. merencanakan peenyusunan program kerja seksi Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggung jawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efesien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyiapkan bahan koordinasi teknis Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat secara lintas sektor;
e. menyusun rancangan pengembangan teknis program strategi Komunikasi
Informasi Edukasi (KIE) dan penyebarluasan informasi kesehatan,
19
program advokasi dan kemitraan kesehatan, program penggerak promosi
kesehatan dan sarana prasarana promosi kesehatan dan program
pemberdayaan masyarakat (pengorganisasian masyarakat dan peningkatan
peran serta masyarakat) dan program kesehatan usia sekolah;
f. menyusun petunjuk teknis promosi kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat;
g. melaksanakan program strategi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan
penyebarluasan informasi kesehatan, program advokasi dan kemitraan
kesehatan, program penggerak promosi kesehatan dan sarana prasarana
promosi kesehatan dan program pemberdayaan masyarakat
(pengorganisasian masyarakat dan peningkatan peran serta masyarakat)
dan program kesehatan usila ;
h. menganalisis kinerja program strategi Komunikasi Informasi Edukasi
(KIE) dan penyebarluasan informasi kesehatan, program advokasi dan
kemitraan kesehatan, program penggerak promosi kesehatan dan sarana
prasarana promosi kesehatan dan program pemberdayaan masyarakat
(pengorganisasian masyarakat dan peningkatan peran serta masyarakat)
dan program kesehatan usia sekolah;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan
datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
5.2 Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Kesehatan Keluarga dan Gizi sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien ;
20
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyiapkan bahan koordinasi teknis program kesehatan keluarga dan gizi
secara lintas program dan lintas sektor;
e. melaksanakan kegiatan kesehatan keluarga dan gizi (program kesehatan
maternal dan neonatal, kesehatan balita dan anak prasekolah, kesehatan
usia reproduksi, kesehatan usia lanjut, peningkatan mutu dan kecukupan
gizi, serta pengelolaan konsumsi gizi);
f. menyusun rancangan pengembangan teknis pelaksanaan kesehatan
keluarga dan gizi (program kesehatan maternal dan neonatal, kesehatan
balita dan anak prasekolah, kesehatan usia reproduksi, kesehatan lanjut
usia, peningkatan mutu dan kecukupan gizi, kewaspadaan gizi,
penanggulangan masalah gizi, serta pengelolaan konsumsi gizi);
g. menganalisis capaian indikator kinerja program kesehatan keluarga dan
gizi (program kesehatan maternal dan neonatal, kesehatan balita dan anak
prasekolah, kesehatan usia reproduksi, kesehatan lanjut usia, peningkatan
mutu dan kecukupan gizi, kewaspadaan gizi, penanggulangan masalah
gizi, serta pengelolaan konsumsi gizi);
h. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan
datang;
i. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
5.3 Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan,
Kesehatan Kerja dan Olah Raga sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam
rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Kesehatan Masyarakat sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
21
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengen peraturan
dan pprosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyiapkan rumusan kebijakan teknis kesehatan lingkungan, kesehatan
kerja dan olah raga;
e. mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan teknis kesehatan lingkungan,
kesehatan kerja dan olah raga secara lintas program dan lintas sektor;
f. melaksanakan teknis program kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan
olah raga secara lintas program dan lintas sektor;
g. menyusun petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan kegiatan kesehatan
lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga yang meliputi: penyehatan air
dan sanitasi dasar (PASD), penyehatan udara tanah dan kawasan (PUTK),
pengamatan limbah dan radiasi (PLR) dan penyehatan pangan (PP),
kesehatan kerja dan olah raga;
h. menganalisis kinerja program kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan
olah raga yang meliputi: penyehatan air dan sanitasi dasar (PASD),
penyehatan udara tanah dan kawasan (PUTK), pengamatan limbah dan
radiasi (PLR) dan penyehatan pangan (PP), kesehatan kerja dan olah raga;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan
datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
6. Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Bidang Keluarga Berencana,
Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam
rincian tugas sebagai berikut :
22
a. menyusun rencana operasional Keluarga Berencana, Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga berdasarkan program kerja dinas serta petunjuk
pimpinan sebagai peoman pelaksanaan;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan efektif
dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. melaksanakan pemaduan dan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dalam
rangka pengendalian kuantitas penduduk;
e. melaksanakan kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengendalian dan
pendistribusian alat dan obat kontrasespsi;
f. melaksanakan pembinaan dan monitor di Bidang Bina Keluarga Balita (BKB),
Bina Keluarga Remaja (BKR), ketahanan remaja dan Bina Keluarga Lansia
(BKL);
g. melaksanakan pemberdayaan keluarga sejahtera melalui usaha mikro keluarga;
h. melaksanakan pelayanan keluarga berencana dan pembinaan kesertaan keluarga
berencana;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja dan
melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
6.1 Seksi Jaminan Ber-KB
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Jaminan Ber-KB
sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang Keluarga
Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
23
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. merumuskan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) dibidang
jaminan keluarga berencana;
e. melaksanakan kegiatan jaminan pelayanan keluarga berencana;
f. menetapkan dan mengembangkan/perluasan jaringan pelayanan keluarga
berencana dan kesehatan reproduksi;
g. melaksanakan sasaran peningkatan perencanaan kehamilan, peningkatan
sasaran Unmet Need, peningkatan sasaran penanggulangan masalah
kesehatan reproduksi serta peningkatan sasaran kelangsungan hidup ibu,
bayi dan anak;
h. melaksanakan promosi pemenuhan hak-hak reproduksi dan promosi
kesehatan reproduksi serta pelaksanaan Informed Choice dan Informed
Consent dalam pelayanan keluarga berencana;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
6.2 Seksi Pembinaan Kesertaan Ber-KB
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Pembinaan Kesertaan Ber-
KB sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang Keluarga
Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyusun Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) dibidang
pembinaan kesertaan keluarga berencana;
24
e. menyiapkan data penjaminan ketersediaan, pelaksanaan pengadaan dan
distribusi alat/obat kontrasepsi dengan prioritas keluarga miskin;
f. menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan keluarga berencana mantap
dan kontrasepsi jangka panjang yang lebih terjangkau, aman, berkualitas
dan merata;
g. melaksanakan sasaran peningkatan partisispasi pria dalam penggunaan
alat/obat kontrasepsi;
h. memonitor dan melaksanakan kegiatan pembinaan kesertaan keluarga
berencana;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dn perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyususn laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
6.3 Seksi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas
sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang Keluarga
Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. merumuskan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) dibidang
ketahanan dan kesejahteraan keluarga;
e. menyiapkan data pelaksanaan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina
Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi dan Konseling
Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) dan Bina Keluarga Lansia (BKL);
25
f. melaksanakan kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS) melalui usaha mikro keluarga;
g. melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas lingkungan keluarga,
pertemuan-pertemuan, orientasi kelompok ekonomi produkif Usaha
Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS);
h. memonitor pelaksanaan kegiatan di bidang ketahanan dan kesejahteraan
keluarga;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
7. Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk,
Penyuluhan dan Penggerakan sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian
tugas sebagai berikut :
a. menyusun rencana operasional pengendalian penduduk, Penyuluhan dan
Penggerakan berdasarkan program kerja dinas serta petunjuk pimpinan sebagai
pedoman pelaksanaan;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan efektif
dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan dan
prosedur yang berlaku agar tidak terjaadi kesalahan;
d. melaksanakan pemaduan dan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dalam
rangka pengendalian kuantitas penduduk;
e. melaksanakan pembinaan Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan
Penggerakan;
f. melaksanakan pemetaan perkiraan (parameter) pengendalian penduduk di
Daerah;
26
g. melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi
kemasyarakatan terhadap Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan
Penggerakan;
h. memfasilitasi kegiatan pengendalian penduduk, Penyuluhan dan penggerakan;
i. memonitori pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian penduduk,
penyuluhan dan penggerakan;
j. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan antara
rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebagai bahan
laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
k. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
7.1 Seksi Advokasi dan Penggerakan
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Advokasi dan Penggerakan
sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. merumuskan penyusunan kebijakan teknis di bidang advokasi dan
penggerakan
e. melaksanakan pembinaan, bimbingan teknis di bidang advokasi dan
penggerakan;
f. menyiapkan rencana operasional dengan mitra dalam acara bakti sosial;
g. melaksanakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan
Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan mengikutsertakan tokoh agama
dan tokoh masyarakat;
h. memantau dan mengevaluasi terhadap penyelenggaraan iklan layanan
keluarga berencana, baliho dan papan motivasi keluarga berencana;
27
i. melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) melalui sarana
Mobil Unit Penerangan (MUPEN) Keluarga Berencana;
j. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinera di masa akan datang;
k. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
7.2 Seksi Penyuluhan dan Pendayagunaan PLKB dan Kader KB
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Penyuluhan dan
Pendayagunaan PLKB dan Kader KB sebagaimana dimaksud dijabarkan
dalam rincian tugas sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungjawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dan efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kerja bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. membentuk kader, pelatihan, orientasi, bimbingan teknis, workshop dan
kegiatan lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
dibidang penyuluhan, pendayagunaan petugas lapangan keluarga berencana
dan kader keluarga berencana;
e. menyiapkan data potensi wilayah kerja di bidang penyuluhan,
pendayagunaan petugas lapangan keluarga berencana, dan kader keluarga
berencana serta keperluan kegiatan operasional lini lapangan;
f. melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendayagunaan Petugas Lapangan
Keluarga Berencana (PLKB) dan kader keluarga berencana;
g. melaksanakan kegiatan pembinaan dan kinerja Penyuluh Keluarga
Berencana (PKB), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan
Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP);
28
h. mengembangkan kualitas dan kuantitas serta Institusi Masyarakat Pedesaan
(IMP) dan dalam melaksanakan program Kependudukan, Keluarga
Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dalam melaksanakan
Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan Konseling;
i. mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
7.3 Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan
Informasi Keluarga sebagaimana dimaksud dijabarkan dalam rincian tugas
sebagai berikut :
a. merencanakan kegiatan berdasarkan rencana operasional Bidang
pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
b. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan tugas pokok dan
tanggungawab yang ditetapkan agar tugas yang diberikan dapat berjalan
efektif dn efisien;
c. membimbing dan memeriksa hasil kera bawahan sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan;
d. menyusun Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) di bidang
pengendalian penduduk dan informasi keluarga;
e. menetapkan perkiraan sasaran program kependudukan, keluarga berencana
dan pembangunan keluarga;
f. melaksanakan system informasi keluarga dalam manajemen operasional
program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga;
g. melaksanakan pendataan, pemutahiran, pengolahan dan penyediaan data
mikro keluarga;
h. melaksanakan teknis operasional dan pelaksanaan program kependudukan,
keluarga berencana dan pembangunan keluarga dari aspek kuantitas,
kualitas dan mobilitas penduduk;
29
i. mengevaluasi pelakanaan tugas bawahan dengan cara membandingkan
antara rencana operasional dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan
sebagai bahan laporan kegiatan dan perbaikan kinerja di masa akan datang;
j. menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan tugas yang telah
dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kinerja; dan
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan
8. UPT (UKM dan UKP)
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi UKM dan UKP dijabarkan dalam rincian tugas
sebagai berikut :
a. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) ;
- Menyusun perencanaan kegiatan berdasarkan hasil analisis masalah
kesehatan masyarakat dan kebutuhan pelayanan yang diperlukan
- Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan
- Menggerakan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerja
sama dengan pimpinan wilayah dan sektor lain terkait
- Melaksanakan pembinaan teknis terhadap institusi, jaringan pelayanan
Puskesmas dan Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
- Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatankompetensi sumber
daya manusia Puskesmas
- Memantau pelaksanaan pembanguanan agar berwawasan Kesehatan
- Memberikan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada keluarga,
Kelompok, dan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor biologis,
psikologis, social, budaya, dan spiritual
- Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu dan
cakupan pelayanan kesehatan
- Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat kepada
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/ Kota, melaksanakan system
kewaspadaan dini, dan respon penanggulangan penyakit
- Melaksanakan kegiatan pendekatan keluarga, dan
- Melakukan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama dan Rumah Sakit di Wilayah Kerjanya
30
b. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan, bermutu, dan holistik yang mengintegrasikan faktor
biologis, psikologis, sosial dan budaya dengan membina hubungan dokter-
pasien yang erat dan setara
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berpusat pada individu,
berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada kelompok dan masyarakat
- Menyelenggarkan pelayanan kesehatan yang mengutamakan kesehatan,
keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung dan lingkungan kerja
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja
sama intern dan antar profesi
- Melaksanakan penyelenggaraan rekam medis
- Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses
pelayanan kesehatan
- Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi Sumber
Daya Manusia Puskesmas
- Melaksanakan penampisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan system
rujukan
- Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan
di wilayah kerjanya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
E. DASAR HUKUM
Sebagai Dasar Hukum dalam penyusunan LAKIP adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang No 17/2003 tentang Keuangan Negara.
2. Undang-Undang No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara.
3. Undang-Undang No15/2004 tentang Pemeriksaan Tanggung Jawab dan
Pengelolaan Keuangan Negara.
4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang
Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
5. Peraturan Pemerintah No 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja.
6. Peraturan Presiden No 29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah.
31
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI
Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan
Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
F. STRUKTUR ORGANISASI
Kelembagaan di jajaran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun
2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bangka Selatan pada
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terdiri dari :
1. Kepala Dinas
2. Sekretaris Dinas, membawahi :
a. Sub bagian umum dan kepegawaian
b. Sub bagian keuangan
c. Sub bagian perencanaan dan pelaporan
3. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit membawahi :
a. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
b. Seksi Penceggahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan
Jiwa
c. Seksi Surveilans dan Imunisasi
4. Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, membawahi :
a. Seksi Pelayanan dan Peningkatan Mutu Faskes Primer
b. Seksi Pelayanan dan Peningkatan Mutu Faskes Rujukan dan Tradisional
c. Seksi Kefarmasian, Alat Kesehatan dan PKRT
5. Bidang Kesehatan Masyarakat, Membawahi :
a. Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
b. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
c. Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga
6. Kelompok Jabatan Fungsional
7. UPT
G. ISU-ISU STRATEGIS
Berdasarkan pada gambaran layanan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana kabupaten Bangka Selatan, serta peluang dan tantangan yang dihadapi
maka disajikan Identifikasi permasalahan seperti pada tabel di bawah ini.
32
Tabel 1.1 Identifikasi Permasalahan Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana
NO Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
(1) (2) (3) (4)
1. Rendahnya indeks Masih rendahnya tingkat Masih rendahnya
pembangunan kesehatan kesadaran masyarakat cakupan perilaku
masyarakat akan pentingnya masyarakat/rumah
kesehatan tangga yang
menerapkan pola hidup
bersih dan sehat
Masih tingginya
kejadian penyakit
menular dan tidak
menular di masyarakat
Masih rendahnya
kualitas
kesehatan/sanitasi
lingkungan masyarakat
Belum tersedianya grand Belum tersedianya
design pembangunan system kesehatan
kesehatan yang akan daerah yang menjadi
menjadi road map grand design dan road
kesehatan kabupaten map pembangunan
Bangka Selatan kesehatan Kabupaten
Bangka Selatan
Masih rendahnya kualitas Masih rendahnya
manajemen dan standar kuantitas dan kualitas
pelayanan kesehatan di SDM tenaga kesehatan
saran dan prasarana serta sarana dan
kesehatan prasarana pelayanan
kesehatan dasar dan
pelayanan rujukan
2. Laju pertumbuhan Masih tingginya angka Masih tingginya jumlah
33
penduduk dan angka kelahiran pada wanita wanita yang menikah
kelahiran di Kabupaten usia subur umur 15-49 dini (dibawah usia 20
Bangka Selatan tahun tahun)
cenderung naik
Masih rendahnya
partisipasi pria untuk
ber-KB
Masih tingginya jumlah
kasus cerai gugat di
daerah pedesaan
Belum optimalnya
upaya pembinaan
peningkatan partisipasi
keluarga terhadap
program keluarga
berencana
H. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAKIP
Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini berisi pencapaian kinerja Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan
selama tahun 2022. Capaian kinerja (performance results) tersebut diperbandingkan
dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) 2022 sebagai tolak ukur keberhasilan
dan kegagalan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja
ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja bagi perbaikan
kinerja di masa yang akan datang. Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan tahun 2022
adalah sebagai berikut:
- Kata Pengantar
- Ikhtisar / Ringkasan Eksekutif
- Daftar Isi
34
- BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang penulisan laporan, gambaran umum SKPD,
maksud dan tujuan, tugas pokok dan fungsi, dasar hukum, struktur organisasi dan
sistematika penyusunan laporan.
- BAB II PERENCANAAN KINERJA
Bab ini menjelaskan mengenai Penetapan Kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2022. Selain
itu disajikan juga gambaran secara singkat sasaran yang ingin dicapai oleh Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan
tahun 2022.
- BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Bab ini menguraikan tentang :
A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada sub bab ini menjelaskan tentang hasil Pengukuran Pencapaian Kinerja tahun
2022, Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja, Keberhasilan dan Kegagalan,
Hambatan/Kendala dan Permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah
antisipatif yang diambil.
B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah
digunakan utuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian
Kinerja.
- BAB IVPENUTUP
Bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa
mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meingkatkan kinerjanya.
- Lampiran – Lampiran
35
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) pada Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan
Tahun 2022 mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviuw Atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah.
A. RENCANA STRATEGIS
Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis
merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu
menjawab tuntunan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam
tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan langkah awal untuk melakukan
pengukuran/evaluasi terhadap kinerja yang telah dilaksanakan oleh instansi pemerintah.
Rencana Strategis Instansi Pemerintah memerlukan integrasi antara keahlian sumber
daya manusia dan sumber daya lainnya agar mampu memenuhi keinginan stakeholder dan
menjawab tuntunan perkembangan lingkungan strategis baik nasional maupun
internasional. Analisis terhadap lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal
merupakan langkah yang sangat penting dalam memperhitungkan kekuatan (strenghts),
kelemahan (weaknesses), pelunag (opportunities) dan tantangan/kendala (threat) yang ada.
Analisis terhadap unsur-unsur tersebut sangat penting dan merupakan dasar bagi
perwujudan visi dan misi instansi pemerintahan.
Rencana Strategis yang disusun oleh suatu instansi pemerintah harus memuat visi,
misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang realistis dengan
mengantisipasi dan mengarahkan anggota organisasi dalam mengambil keputusan tentang
masa depannya. Rencana strategis bersama pengukuran, penilaian dan evaluasi kinerja
serta pelaporan akuntabilitas kinerja merupakan tolak ukur penting dari suatu sistem
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
36
Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan tahun 2021 – 2026 disusun berdasarkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangka Selatan dan
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelengaraan Negara yang Bersih dan
Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun
2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
I. I. VISI DAN MISI DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN
KELUARGA BERENCANA
1. Visi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 dan Undang-Undang 25
Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah,Visi adalah
rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Berkenaan dengan dasar aturan yang menjadi acuan dalam penyusunan dokumen
perencanaan pembangunan dengan berpedoman pada RPJPD, RPJMD Prov.
Kepulauan Bangka Belitung. Visi pembangunan yang untuk tahun 2021-2026 adalah:
“Basel Maju Dalam Pertumbuhan Ekonomi, Pertanian, Perikanan dan
Pengembangan SDM Berbasis Riset, Inovasi dan Gotong Royong“
Untuk memperjelas tujuan dan sasaran yang hendak diwujudkan, pengertian
visi diatas sebagai batasan operasionalnya, yaitu:
1. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pemenuhan
Infrastrukutur handal
2. Meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat
3. Terwujudnya Reformasi Birokrasi yang berkualitas
37
2. Misi
Misi merupakan jabaran dari visi yang memuat tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penerapan strategi yang terpilih. Untuk
mencapai visi tersebut diperlukan misi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan sehingga hal yang abstrak pada visi akan
terlihat lebih nyata. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh insan kesehatan dan
pihak yang berkepentingan dapat lebih mengenal cara hidup sehat di tengah-tengah
masyarakat mengetahui program-program kesehatan serta hasil yang akan dicapai di
masa yang akan datang.
Untuk mencapai visi tersebut, maka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka telah menetapkan misi yang akan
dilaksanakan yaitu :
Misi :
Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas
Misi ini mengandung makna bahwa Bangka Selatan mampu meningkatkan akses
kesehatan yang bermutu, adil dan merata .
Penerapan visi dan misi tersebut merupakan isu utama Dinas Kesehatan, Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan sebagai motivasi untuk
menentukan arah pembangunan kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga
berencana serta merupakan tanggungjawab bersama antara pimpinan dan staf untuk
mencapai tujuan dalam jangka 5 (lima) tahun ke depan.
Misi diatas tersebut memiliki tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan sebagai berikut :
38
Tabel 2.1
Misi : Mewujudkan Daerah Yang Berdaya Saing
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tujuan 1: Sasaran 1.1: Strategi 1.1.1 : Arah kebijakan 1.1.1 :
Meningkatkan Meningkatnya Meningkatkan mutu Peningkatan mutu
kualitas kualitas kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan fasilitas
kesehatan masyarakat pelayanan kesehatan
masyarakat tingkat pertama melalui
kegiatan pembinaan
manajemen pelayanan
dan program akreditasi
nasional serta
kelengkapan sarana dan
prasarana pelayanan
kesehatan
Strategi 1.1.2 : Arah Kebijakan 1.1.2 :
Meningkatkan Peningkatan promosi
kesadaran masyarakat kesehatan dan
terhadap pola hidup pemberdayaan
sehat masyarakat serta
penanggulangan
penyakit
Tujuan 2 : Sasaran 2.1 : Strategi 2.1.1 : Arah Kebijakan 2.1.1 :
Mengendalikan Terkendalinya Mengendalikan angka Peningkatan kelestarian
laju Angka Kelahiran kelahiran dan kemandirian peserta
pertumbuhan KB; serta kebijakan
penduduk pembentukan,
pembinaan dan
pengembangan pusat
informasi konseling
kesehatan reproduki
remaja
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencanadalah penggerak
dan fasilitator pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah bersama
masyarakat termasuk swasta, untuk membuat masyarakat sehat baik fisik, sosial maupun
mental/jiwa. Penerapan visi dan misi tersebut merupakan isu utama Dinas Kesehatan
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan sebagai
motivasi untuk menentukan arah pembangunan kesehatan dan merupakan tanggungjawab
bersama antara pimpinan dan staf untuk mencapai tujuan dalam jangka waktu lima tahun ke
depan.
39
II. TUJUAN
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu
satu sampai dengan lima tahun ke depan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu
kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu strategis yang telah
didasarkan juga pada tujuan yang ditetapkan dalam dokuemn Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangka Selatan
Tahun 2021-2026.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten
Bangka Selatan dalam mewujudkan misinya, telah menetapkan tujuan sebagai
berikut :
1. Untuk mewujudkan misi “Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang
Berkualitas “, maka ditetapkan tujuan sebagai berikut :
Meningkatkan kinerja instansi pemerintah urusan kesehatan, pengendalian
penduduk dan KB, Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan
Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dengan indikator yaitu :
a. Persentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti
b. Nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM)
c. Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup
d. Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup
e. Persentase pasien penyakit tidak menular yang mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar
f. Persentase pasien penyakit menular yang mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar
g. Rasio perawat per 100.000 penduduk
h. Rasio dokter per 100.000 penduduk
i. Persentase sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang
memenuhi ketentuan
j. Persentase fasilitas pelayanan kefarmasian (apotek dan took obat) yang
memenuhi standar dan persyaratan perizinan
k. Angka Prealensi Stunting
l. Median Umur Kawin Pertama (UKP)
m. Persentase Rumah Data Kependudukan tahap Paripurna di kampung KB
40
n. Persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive
prevalence rate/MCPR)
o. Persentase kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (Unmeed Need)
p. Cakupan Anggota Kelompok Kegiatan Ber KB
Tabel 2.2
Matrik Hubungan antara MISI dan TUJUAN
MISI TUJUAN INDIKATOR
Mewujudkan 1. Meningkatkan kinerja 1. Persentase temuan
Sumber Daya instansi pemerintah urusan BPK/Inspektorat yang
Manusia kesehatan, pengendalian ditindaklanjuti.
Yang penduduk dan KB 2. Nilai Survey Kepuasan
Berkualitas Masyarakat (SKM).
2. Meningkatkan kualitas 1. Angka kematian ibu
kesehatan masyarakat melahirkan per 100.000
kelahiran hidup
2. Angka kematian bayi per 1000
kelahiran hidup
3. Persentase pasien penyakit
tidak menular yang
mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar
4 Persentase pasien penyakit
menular yang mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai
standar
5 Rasio perawat per 100.000
penduduk
6 Rasio dokter per 100.000
penduduk
7 Persentase sarana Industri
Rumah Tangga Pangan (IRTP)
yang memenuhi ketentuan
41
8 Persentase fasilitas pelayanan
kefarmasian (apotek dan took
obat) yang memenuhi standar
dan persyaratan perizinan
9 Angka Prevalensi Stunting
3. Mengendalikan laju 1 Median Umur Kawin Pertama
pertumbuhan penduduk (UKP)
2 Persentase Rumah Data
Kependudukan tahap Paripurna
di kampung KB
3 Persentase pemakaian
kontrasepsi modern (modern
contraceptive prevalence
rate/MCPR)
4 Persentase kebutuhan KB yang
tidak terpenuhi (Unmeed Need)
Cakupan Anggota Kelompok
Kegiatan Ber KB
III. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan
hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang dilakukan secara
operasional. Rumusan sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus
pada penyusunan perencanaan, penyusunan program dan penyusunan kegiatan
pokok organisasi yang bersifar spesifik, terinci, dapat diukur, dapat dicapai dan
dapat di evaluasi.
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi
Pemerintahan dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang
lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun
waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang
ditetapkan.
42
Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka sampai dengan akhir
tahun 2022, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan menetapkan sasaran dengan rincian sebagai berikut :
1. Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan dan rujukan
2. Meningkatnya kesehatan masyarakat
3. Menurunkan kejadian penyakit menular dan tidak menular di masyarakat
4. Menurunkan angka kelahiran total
5. Meningkatkan kepesertaan program keluarga berencana
IV. Strategi dan Kebijakan Jangka Menengah
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten
Bangka Selatan telah dituangkan di strategi dan arah kebijakan pembangunan kesehatan,
pengendalian penduduk dan keluarga berencana daerah yang meliputi :
1. Peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang
memberikan pelayanan sesuai standar, dengan arah kebijakan yaitu meningkatkan
akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
bermutu dengan prinsip pemerataan.
2. Peningkatan kecukupan tempat tidur perawatan rumah sakit dan peningkatan mutu
serta tipe RSUD, dengan arah kebijakan yaitu meningkatkan sarana dan prasarana
serta manajemen Rumah Sakit menuju peningkatan tipe RSUD.
3. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bayi baru lahir dan ibu melahirkan,
dengan arah kebijakan yaitu meningkatkan upaya pelayanan kesehatan bayi baru
lahir dan ibu melahirkan.
4. Peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat, dengan arah kebijakan yaitu
meningkatkan upaya perbaikan status gizi masyarakat.
5. Peningkatan peran serta individu, keluarga dan masyarakat agar mampu
menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sanitasi lingkungan yang sehat, dengan
arah kebijakan peningkatan upaya peran serta individu, keluarga dan masyarakat
agar mampu menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sanitasi lingkungan yang
sehat.
6. Peningkatan pencegahan/preventif, imunisasi dan skrinning faktor resiko dalam
rangka menurunkan kasus kesakitan dan kematian karena penyakit menular dan
tidak menular, dengan arah kebijakan meningkatkan upaya pencegahan, imunisasi
43
dan skrining faktor resiko dalam rangka menurunkan kasus kesakitan dan kematian
karena penyakit menular dan tidak menular .
7. Meningkatkan pengendalian kuantitas kependudukan, dengan arah kebijakan yaitu
pengendalian fertilitas, mortalitas dan migrasi dengan mempedomani grand design
pengendalian kuantitas penduduk.
8. Peningkatan cakupan pelayanan KB yang berkualitas dan penyediaan kontrasepsi
bagi keluarga miskin, masyarakat daerah tertinggal, terpencil, kepulauan dan pesisir,
dengan arah kebijakan yaitu meningkatkan kelestarian dan kemandirian peserta KB;
serta kebijakan pembentukan, pembinaan dan pengembangan pusat informasi
konseling kesehatan reproduksi remaja serta program bina keluarga sehat.
B. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2022
Rencana Kinerja Tahunan pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarag Berencana Kabupaten Bangka Selatan mencakup program dan kegiatan yang
dilaksanakan pada tahun 2022 dengan mengacu kepada Rencana Strategis (Renstra)
Dinas Kesehatan. Di dalam Rencana Kinerja Tahunan dituangkan rencana tingkat hasil
yang diharapkan pada setiap kegiatan yang dilaksanakan baik itu kegiatan utama maupun
kegiatan penunjang dalam setahun. Rencana Kinerja Tahunan yang sudah dituangkan
pada setiap kegiatan yang masing-masing kegiatan memiliki indikator yang berbasis
kinerja. Dalam Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga berencana Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2022 memuat informasi tentang
sasaran yang ingin dicapai Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan dalam tahun bersangkutan, indikator kinerja
sasaran serta rencana capaian/target.
Perencanaan Kinerja/rencana kinerja tahunan merupakan proses penyusunan
rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan
dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui
berbagai kegiatan tahunan. Penyusunan Rencana Kinerja dilaksanakan seiring dengan
agenda penyusunan dari kebijakan anggaran serta merupakan komitmen bagi instansi
untuk mencapainya dalam tahun tertentu. Di dalam Rencana Kinerja ditetapkan Rencana
Capaian Kinerja Tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran
dan kegiatan melalui Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2022. Dokumen Rencana Kinerja
memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan,
44
Indikator Kinerja Sasaran, dan Rencana Capaiannya; Program, Kegiatan, serta
Kelompok Indikator Kinerja dan Rencana Capaiannya. Indikator Kinerja adalah ukuran
kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran yang telah
ditetapkan. Penetapan Indikator Kinerja harus didasarkan pada perkiraan yang realistis
dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta data pendukung yang
harus di organisas. Secara rinci Rencana kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarag Berencana Kabupaten Bangka Selatan tahun 2022 dapat dilihat
pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.3
Rencana Kinerja Tahunan
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan
Kabupaten Bangka Selatan
Tahun 2022
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 Meningkatnya Kinerja Persentase temuan BPK/Inspektorat 100
Instansi Pemerintah Urusan yang ditindaklanjuti.
Kesehatan, Pengendalian
Penduduk dan KB Nilai Survey Kepuasan Masyarakat 85
(SKM).
2 Meningkatnya Kualitas Angka Kematian Bayi per 1.000 6,90
Kesehatan Masyarakat Kelahiran hidup
Angka kematian ibu melahirkan per
100.000 kelahiran hidup 45,10
Persentase Pasien Penyakit Tidak Menular
Yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 70
Sesuai Standar
Persentase Pasien Penyakit Menular Yang
Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 100
Sesuai Standar
45
Rasio Perawat per 100.000 Penduduk 173,76
Rasio Dokter per 100.000 Penduduk 37,67
Persentase Sarana Industri Rumah
Tangga Pangan (IRTP) Yang 50
Memenuhi Ketentuan
Persentase Fasilitas Pelayanan
Kefarmasian (Apotek dan Toko Obat)
Yang Memenuhi Standard an 100
Persyaratan Perizinan
Angka Prevalesi Stunting 3,22
3 Meningkatkatnya Kinerja Median Umur Kawin Pertama 20,5
Instansi Pemerintah Urusan
Kesehatan, Pengendalian Persentase Rumah Data Kependudukan
Penduduk dan KB Tahap Paripurna di Kampung KB 35,00
Persentase Pemakaian Kontrasepsi
Modern (Modern Contraceptive 63,46
Prevalensi Rate/MCPR)
Persentase Kebutuhan KB Yang Tidak
Terpenuhi (Unmeed Need) 5,71
Cakupan Anggota Kelompok Kegiatan
Ber-KB (%) 81,83
C. PERJANJIAN KINERJA (PK) TAHUN 2020
Sasaran umum pembangunan kesehatan Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan dengan sasaran pembangunan kesehatan
nasional sebagimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
46
Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2021 – 2022.
Perjanjian Kinerja adalah tingkat hasil kinerja yang harus dicapai setelah
kegiatan itu ditetapkan. Kegiatan yang sudah ditetapkan tertuang pada
DokumenPelaksanaan Anggaran (DPA) yang diberikan pernyataan Penetapan Kinerja.
Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai
antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tanggung jawab/kinerja
dengan yang memberikan tanggung jawab/kinerja. Penetapan kinerja ini akan
menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh SKPD. Adapun tujuan
penetapan kinerja adalah :
1) Meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur;
2) Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dengan pemberi amanah;
3) Sebagai dasar keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran
organisasi;
4) Menciptakan tolok ukur sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;
5) Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi;
Berikut ini kami sampaikan Perjanjian Kinerja (PK) yang akan dicapai pada
tahun 2022 oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan yaitu sebagai berikut :
47
Tabel 2.4
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 Meningkatnya Kinerja Instansi Persentase temuan BPK/Inspektorat yang 100
Pemerintah Urusan Kesehatan, ditindaklanjuti.
Pengendalian Penduduk dan KB
Nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM). 85
2 Meningkatnya Kualitas Kesehatan Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran 6,90
Masyarakat hidup
Angka kematian ibu melahirkan per 100.000
kelahiran hidup 45,10
Persentase Pasien Penyakit Tidak Menular
Yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 70
Sesuai Standar
Persentase Pasien Penyakit Menular Yang
Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai 100
Standar
Rasio Perawat per 100.000 Penduduk 173,76
Rasio Dokter per 100.000 Penduduk 37,67
Persentase Sarana Industri Rumah Tangga
Pangan (IRTP) Yang Memenuhi Ketentuan 50
Persentase Fasilitas Pelayanan Kefarmasian
(Apotek dan Toko Obat) Yang Memenuhi 100
Standard an Persyaratan Perizinan
Angka Prevalesi Stunting 3,22
3 Meningkatkatnya Kinerja Instansi Median Umur Kawin Pertama
Pemerintah Urusan Kesehatan, 20,5
Pengendalian Penduduk dan KB Persentase Rumah Data Kependudukan 35,00
Tahap Paripurna di Kampung KB
Persentase Pemakaian Kontrasepsi Modern
(Modern Contraceptive Prevalensi 63,46
48
Rate/MCPR)
Persentase Kebutuhan KB Yang Tidak
Terpenuhi (Unmeed Need) 5,71
Cakupan Anggota Kelompok Kegiatan Ber-
KB (%) 81,83
D. SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
Per/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama
(IKU) di Lingkungan Instansi Pemerintah, menyatakan bahwa setiap instansi pemerintah
wajib menetapkan indikator kinerja utama di lingkungannya masing-masing. Penetapan
indikator kinerja utama instansi pemerintah bertujuan untuk (1). Memperoleh informasi
kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara
baik, (2). Memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran
strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan
akuntabilitas kinerja. Keberhasilan pencapaian target kinerja tersebut dapat di ukur
berdasarkan efektifitas dan efesiensi yang dicapai dan tidak terlepas dari faktor-faktor
yang mendorong seperti tingkat SDM yang cukup termasuk mental, pengawasan intern
maupun dari masyarakat yang cukup baik dan perencanaan yang cukup matang. Sebagai
acuan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja di tahun – tahun
berikutnya maka ditetapkanlah sasaran strategis dan indikator kinerja utama (IKU)
dalam pembangunan bidang kesehatan tahun 2022 – 2026, seperti berikut ini :
49
Tabel 2.5
Target Indikator Kinerja Utama (IKU)
DKPPKB Tahun 2022
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Target
Akhir
Renstra
1 Meningkatnya Kinerja Persentase temuan BPK/Inspektorat 100 100
Instansi Pemerintah Urusan yang ditindaklanjuti.
Kesehatan, Pengendalian
Penduduk dan KB Nilai Survey Kepuasan Masyarakat 85 88,4
(SKM).
2 Meningkatnya Kualitas Angka Kematian Bayi per 1.000 6,90 3,90
Kesehatan Masyarakat Kelahiran hidup
Angka kematian ibu melahirkan per
100.000 kelahiran hidup 45,1 30,1
Persentase Pasien Penyakit Tidak Menular
Yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 70 85
Sesuai Standar
Persentase Pasien Penyakit Menular Yang
Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 100 100
Sesuai Standar
Rasio Perawat per 100.000 Penduduk 173,76 178,41
Rasio Dokter per 100.000 Penduduk 37,67 34,66
Persentase Sarana Industri Rumah
Tangga Pangan (IRTP) Yang 50 65
Memenuhi Ketentuan
Persentase Fasilitas Pelayanan
Kefarmasian (Apotek dan Toko Obat)
50
Yang Memenuhi Standard an 100 100
Persyaratan Perizinan
Angka Prevalesi Stunting 3,22 2,62
Meningkatkatnya Kinerja Median Umur Kawin Pertama 20,5 21
3 Instansi Pemerintah Urusan
Kesehatan, Pengendalian Persentase Rumah Data Kependudukan
Penduduk dan KB Tahap Paripurna di Kampung KB 35 88
Persentase Pemakaian Kontrasepsi
Modern (Modern Contraceptive 63,46 63,76
Prevalensi Rate/MCPR)
Persentase Kebutuhan KB Yang Tidak
Terpenuhi (Unmeed Need) 5,71 5,68
Cakupan Anggota Kelompok Kegiatan
Ber-KB (%) 81,83 82,13
51
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan
hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam
melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan
akuntabilitas/pemberi amanah. Akuntabilitas kinerja dalam format Laporan kinerja Dinas
Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan tidak
terlepas Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), fungsi perencanaan
(Planning) yang sudah berjalan mulai dari Rencana Strategis (Renstra) yang mengacu pada
RPJMD, RKPD maupun Rencana Kinerja Tahunan, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA),
Penetapan/Perjanjian Kinerja hingga pelaksanaan pembangunan kesehatan itu sendiri sebagai
fungsi actuating dan kemudian pertanggungjawaban atas pelaksanaan pembangunan sebagai
fungsi controlling.
Pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan pembangunan sifatnya terukur, terdapat
standar pengukuran antara yang diukur dengan metode/tata cara pengukurannya. Didalam
prosesnya pengukuran dilkaukan pada aspek program, kegiatan dan sasaran. Pada prinsipnya
pengukuran dilakukan untuk melihat/mengevaluasi sejauh mana program, kegiatan, dan
sasaran dilaksanakan sesuai dengan arah yang diinginkan, dengan berbagai metode
perencanaan yang telah dibuat.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten
Bangka Selatan selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Bangka Selatan dalam
bidang pembangunan kesehatan melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Penegndalian Penduduk dan Keluaraga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabiltas
Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kenerja Instansi Pemerintah.
52
Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan
dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian
target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen
Renstra Dinas Kesehatan Penegndalian Penduduk dan Keluaraga Berencana Kabupaten
Bangka Selatan 2021 - 2026 maupun RKPD dan Penetapan/Perjanjian Kinerja (PK) Tahun
2022. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan
dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan
dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Adapun pegukuran capaian kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target
setiap indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Setelah dilakukan penghitungan akan
diketahui selisih atau celah kinerja (performance gap), selanjutnya berdasarkan selisih
kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk
meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang.
Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Inpres No. 7 Tahun 1999, Keputusan
Kepala LAN No. 239 IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman
Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun
2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara
Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Kinerja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten
Bangka Selatan diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian Sasaran dan indikator sasaran.
Untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Pencapaian Sasaran dilakukan melalui
media Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan realisasinya. Pencapaian Sasaran
diperoleh dengan cara membandingkan target dengan Realisasi Indikator Sasaran melalui
media Formulir Pengukuran Kinerja.Kemudian atas hasil pengukuran kinerja tersebut
dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran
strategis yang terkait dengan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangka Selatan.
53
Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian sasaran dan program/kegiatan serta
indikator kinerja diberlakukan nilai diserta makna dari nilai tersebut, seperti yang
dibawah ini :
NO KATEGORI NILAI ANGKA INTERPRETASI
1. AA > 85 – 100 MEMUASKAN
2. A > 75 – 85 SANGAT BAIK
3. B > 65 – 75 BAIK
4. CC > 50 – 65 CUKUP BAIK
5. C > 30 – 50 AGAK KURANG
6. D 0 - 30 KURANG
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja
untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau
tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan perwujudan kewajiban suatu
instansi untuk mempertanggungjawabkan secara transparan keberhasilan atau kegagalan
dalam melaksanakan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan kepada pihak-pihak yang berwenang menerima laporan.
Dimana hasil yang dicapai tersebut akan menjadi media evaluasi yang efektif bagi
upaya dan sarana perbaikan kinerja instansi Pemerintah. Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana selaku SKPD yang ada di Pemerintah Kabupaten
Bangka Selatan wajib menyajikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada SKPD
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka
Selatan dan dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53
Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara
Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Dalam pengukuran kinerja pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka
Selatan dengan menggunakan cara membandingkan keberhasilan nyata pelaksanaan
kegiatan dengan tingkat hasil yang diharapkan. Kemudian atas hasil pengukuran kinerja
tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian
sasaran strategis.
54
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisa pencapaian kinerja
untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau
tidak tercapainya kinerja yang diharapkan. Perhitungan pencapaian indikator sasaran
menggunakan rumus sebagai berikut :
1) Jika semakin tinggi realisasi menunjukan pencapaian kinerja yang semakin baik
Maka digunakan rumus :
Persentase Realisasi
pencapaian rencana = X 100%
------------------
tingkat capaian Rencana
2) Jika semakin tinggi realisasi menunjukan semakin rendah pencapaian kinerja,
maka digunakan rumus :
Persentase (Rencana–(Realisasi–Rencana))
pencapaian
----------------------------------------- x 100%
rencana =
tingkat Rencana
capaian
Pengukuran kinerja pada SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan tahun
2022 menggunakan metode yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk
Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Review Atas Laporan
Kinerja Instansi Pemerintah.
Selanjutnya pengukuran capaian kinerja untuk indikator kinerja utama (IKU) yang
telah dicapai pada tahun 2022 yang membandingkan antara target dan realisasi pada
indikator sasaran yang mengacu pada Renstra Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan dan RPJMD Kabupaten Bangka
Selatan adalah sebagai berikut:
55
Tabel 3.1
Realisasi IKU Tahun 2022
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian
1 Meningkatnya Kinerja Instansi Persentase temuan BPK/Inspektorat yang 100 100
Pemerintah Urusan Kesehatan, ditindaklanjuti.
Pengendalian Penduduk dan KB
Nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM). 85 85,6
2 Meningkatnya Kualitas Kesehatan Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran 6,90 6,41
Masyarakat hidup
Angka kematian ibu melahirkan per 100.000
kelahiran hidup 45,10 106,87
Persentase Pasien Penyakit Tidak Menular
Yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan 70 96,63
Sesuai Standar
Persentase Pasien Penyakit Menular Yang
Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai 100 100
Standar
Rasio Perawat per 100.000 Penduduk 173,76 165,88
Rasio Dokter per 100.000 Penduduk 37,67 34,66
Persentase Sarana Industri Rumah Tangga
Pangan (IRTP) Yang Memenuhi Ketentuan 50 50
Persentase Fasilitas Pelayanan Kefarmasian
(Apotek dan Toko Obat) Yang Memenuhi 100 100
Standard an Persyaratan Perizinan
Angka Prevalesi Stunting 3,22 2,28
3 Meningkatkatnya Kinerja Instansi Median Umur Kawin Pertama 20,5 19,0
Pemerintah Urusan Kesehatan, Persentase Rumah Data Kependudukan Tahap 35,00 0
Pengendalian Penduduk dan KB Paripurna di Kampung KB
Persentase Pemakaian Kontrasepsi Modern
(Modern Contraceptive Prevalensi 63,46 61
Rate/MCPR)
56
Persentase Kebutuhan KB Yang Tidak 5,71 5,72
Terpenuhi (Unmeed Need)
Cakupan Anggota Kelompok Kegiatan Ber-
KB (%) 81,83 80
Berdasarkan dari tabel diatas, capaian kinerja masing-masing untuk Indikator Kinerja
Utama (IKU) tahun 2022 pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
Kabupaten Bangka Selatan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. PersentaseTemuan BPK Inspektorat Yang Di Tindak Lanjuti
Persentase Temuan BPK Inspektorat Yang Di Tindak Lanjuti merupakan strategi
untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas dalam memberikan pelayanan
sesuai standar. Berdasarkan dari tabel diatas terlihat capaian untuk indikator
PersentaseTemuan BPK Inspektorat Yang Di Tindak Lanjuti yaitu sebesar 100%
dan sudah mencapai target yang di tetapkan mulai dari yaitu 100%.
Tercapainya Persentase Temuan BPK Inspektorat Yang Di Tindak Lanjut ini
di dukung oleh beberapa faktor antara lain :
a. Tersedianya SDM yang berkompetensi
b. Kesiapan Tim dari DKPPKB dalam melaksanakan proses tindak lanjut dari
temuan
2. Nilai Survey Kepuasan Masyarakat
Nilai Survey Kepuasan Masyarakat adalah Survey data dan informasi tentang
tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara
kualitatif dan kuantitatif atas pendapat masyarakat terkait pelayanan dari aparatur
penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan dari tabel diatas terlihat capaian
untuk indikator Nilai Survey Kepuasan Masyarakat pada tahun 2022 yaitu sebesar
85,6 , artinya sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 85,00.
Beberapa hal yang menjadi faktor sudah tercapainya target Nilai Survey
Kepuasan Masyarakat pada tahun 2022 antara lain :
a. Tersedianya SDMK yang berkompeten
57
b. Kesiapan Tim dari Fasyankes dalam melaksanakan Pelayanan Kesehatan
Sesuai Standar
3. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 Kelahiran Hidup.
Angka Kematian bayi adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan
indikator angka kematian neonatal (AKN) dan angka kematian bayi (AKB) serta
merupakan salah satu indikator yang sangat sensitif untuk menentukan derajat
kesehatan suatu daerah. Berdasarkan dari tabel diatas terlihat capaian untuk
indikator angka kematian bayi pada tahun 2022 hampir mencapai target yaitu
sebesar 6,41 atau dengan jumlah kematian bayi sebanyak 18 bayi yang dibagi
dengan jumlah lahir hidup sebanyak 2.807 dengan target nilai maksimal tahun
2022 sebesar 6,90 per 1.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan data tahun
2021 AKB mengalami peningkatan dimana capaian AKB tahun 2021 sebesar 5,7
per 1000 kelahiran hidup. Kematian bayi tersebut disebabkan oleh Asfiksia,
BBLR, Kelainan Kongenital, Penumonia dan lain-lain.
Selain itu ada beberapa hal yang menjadi faktor belum tercapainya indikator
Angka Kematian Bayi diantaranya sebagai berikut :
a. Belum terbarluasnya informasi/sosialisasi kepada masyarakat terutama ibu
hamil mengenai informasi kesehatan yang benar dan ter up to date.
b. Masih Kurangnya tenaga kesehatan, khususnya untuk tenaga kesehatan
dokter spesialis anak
c. Masih Kurangnya SDM yang terlatih tentang penatalaksanaan kasus yang
berisiko tinggi pada kematian bayi.
d. Penempatan terhadap tenaga kesehatan (bidan) baik di desa maupun di
fasilitas kesehatan yang belum merata
e. Sarana dan prasarana yang kurang memadai
4. Angka Kematian Ibu Melahirkan per 100.000 Kelahiran Hidup
Angka kematian ibu mencerminkan resiko yang dihadapi oleh ibu hamil
selama masa kehamilan dan melahirkan sangat dipengaruhi oleh keadaan sosial,
ekonomi, pendidikan dan keadaan kesehatan ibu hamil kurang baik menjelang
kehamilan. Angka kematian ibu sangat berguna untuk menggambarkan tingkat
kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi, kesehatan ibu, kondisi kesehatan
58
lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk kesehatan ibu hamil,
pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas.
Berdasarkan dari tabel diatas dapat dilihat capaian untuk indikator angka
kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2022 sebesar
106,87 per 100.000 kelahiran hidup dengan target 45,10 per 100.000 kelahiran
hidup, dimana jumlah kematian ibu sebanyak 3 kasus per 100.000 kelahiran hidup
dengan jumlah lahir hidup dalam waktu dan periode yang lama sebanyak 2.807.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumkah kematian ibu mengalami
penurunan dimana pada tahun 2021 jumlah kematian ibu melahirkan sebanyak 15
kasus per 100.000 kelahiran hidup.
Dalam upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan penurunan terhadap
capaian dari indikator angka kematian ibu melahirkan pada tahun-tahun yang akan
datang perlu diambil langkah-langkah strategis atau alternative solusi diantaranya
yaitu :
a. Penerimaan tenaga kesehatan baru khusunsya dokter spesialis kandungan atau
MOU dengan pihak Universitas tertentu.
b. Mempertajam promkes ke masyarakat terutama bumil dan bayi.
c. Mempertegas tupoksi masing-masing sektor terkait.
d. Meningkatkan pengetahuan calon pengantin akan pentingnya kesehatan ibu
dan bayi selama kehamilan dan factor resiko yang akan dihadapi.
e. Pelatihan SDM tentang penatalaksanaan kasus yang berisiko tinggi pada
kematian ibu dan bayi.
5. Persentase penurunan kejadian penyakit tidak menular
Berdasarkan dari tabel diatas dapat dilihat bahwa capaian untuk indikator
persentase penurunan kejadian penyakit tidak menular pada tahun 2022 sebesar
96,63% dari target 70%. Capaian tidak memiliki pembanding dengan tahun yang
lalu dikarenakan indikator baru ada di tahun 2022.
Dari data tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja
utama pada tahun 2022 untuk persentase penurunan kejadian penyakit tidak
menular mencapai dari target yang ditetapkan. Berikut jumlah penderita
Hipertensi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar sebanyak 35.605 dengan
estimasi jumlah penderita Hipertensi sebanyak 42.370, jumlah penderita Diabetes
Millitus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar sebanyak 3.375 dengan
59
estimasi jumlah penderita Diabetes Millitusi sebanyak 3.188 dan Jumlah Penderita
ODGJ yang mendapatkan pelayanan sesuai standar sebanyak 376 dengan estimasi
penderita ODGJ sebanyak 376. Sedangkan Faktor-faktor yang mempengaruhi
belum tercapainya penurunan kejadian penyakit tidak menular adalah Gaya hidup
yang tidak sehat dari Masyarakat itu sendiri dan Kurangnya Petugas Kesehatan
yang menjemput bola dalam pemeriksaan kesehatan ke masyarakat
6. Persentase Penurunan Kejadian Penyakit Menular
Perentase penurunan kejadian penyakit menular yang merupakan upaya
pencegahan/preventif, imunisasi dan skrinning faktor resiko dalam rangka
menurunkan kasus kesakitan dan kematian karena penyakit menular.
Berdasarkan dari tabel diatas dapat dilihat capaian untuk indikator persentase
penurunan kejadian penyakit menular pada tahun 2022 berhasil mencapai target
dimana capaian sebesar 100 dari target 100% . Indikator Persentase Penurunan
Kejadian Penyakit Menular tidak memiliki pembanding dengan tahun yang lalu
dikarenakan indikator baru ada di tahun 2022. Berikut jumlah penderita TB yang
mendapatkan pelayanan sesuai standar sebanyak 2.799 dengan estimasi jumlah
penderita TB sebanyak 2.498 dan Jumlah Penderita HIv yang mendapatkan
pelayanan sesuai standar sebanyak 3.313 dengan estimasi penderita HIv sebanyak
3.461.
7. Rasio Perawat per 100.000 penduduk
Pelayanan Keperawatan merupakan ujung tombak utama suatu pelayanan
kesehatan di fasyankes dan merupakan cermin utama dari keberhasilan suatu
pelayanan kesehatan sehingga rasio perawat merupakan salah satu bentuk strategi
dalam upaya keselamatan pasien.
Berikut Rasio perawat tahun 2022 yaitu 165,88 dan belum mencapai target
dari yang ditentukan yaitu 173,76. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi
belum tercapainya rasio perawat di tahun 2022 adalah terjadinya mutasi perawat
keluar wilayah Bangka selatan sedangkan penerimaan perawat baru hanya sedikit.
8. Rasio Dokter per 100.000 penduduk
Rasio tenaga kesehatan dokter menunjukkan seberapa besar ketersediaan
tenaga kesehatan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
60
penduduk. Semakin tinggi nilai rasio dokter, semakin besar ketersediaan tenaga
kesehatan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk.
Berikut rasio dokter tahun 2022 yaitu 34,66 berarti belum mencapai target dari
yang ditentukan yaitu 37,67. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi belum
tercapainya rasio perawat di tahun 2022 adalah terjadinya mutasi dokter keluar
wilayah Bangka selatan sedangkan penerimaan dokter baru hanya sedikit,
terutama untuk dokter spesialis.
9. Persentase Sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) Yang Memenuhi
Ketentuan
Industri Rumah Tangga Pangan yang selanjutnya disingkat IRTP adalah
perusahaan pangan yang memiliki tempat uaha di tempat tinggal dengan peralatan
pengolahan pangan manual hingga otomatis. Persentase sarana IRTP yang
memenuhi ketentuan untuk melakukan pengawasan keamanan pangan, mutu
pangan dan gizi pangan untuk pangan olahan.
Melalui tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah persentase IRTP yang
memenuhi ketentuan sudah mencapai target dari yang ditentukan yaitu 50%,
dimana jumlah IRTP yang sudah memenuhi ketentuan sebanyak 6 dengan jumlah
keseluruhan IRTP sebanyak 12.
10. Persentase Fasilitas Pelayanan Kefarmasian (Apotek dan Toko Obat) Yang
Memenuhi Standard dan Persyaratan Perizinan
Standar kefarmasian adalah pedoman untuk melakukan pekerjaan kefarmasian
pada fasilitas produksi, distribusi atau penyalur dan pelayanan obat. Persentase
Fasilitas Pelayanan Kefarmasian (Apotek dan Toko Obat) Yang Memenuhi
Standard dan Persyaratan Perizinan sudah mencapai target di tahun 2022 yaitu
sebesar 100% hal ini dikarenakan bila Fasilitas Pelayanan Kefarmasian (Apotek
dan Toko Obat) tidak Memenuhi Standard dan Persyaratan Perizinan maka tidak
akan dikeluarkannya rekomendasi perizinan.
11. Angka Prevalensi Stunting
Angka Prevalensi stunting mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Adapu
Angka Prevalensi stunting pada tahun 2020 sebesar 7,7 dan di tahun 2021 menjadi
3,48. Sementara di tahun 2022 kembalimengalami penurunan yang cukup baik
61
yakni 2,28% dimana tidak melebihi dari target yang ditentukan untuk tahun 2022
yaitu sebesar 3,33 % .
Pencapaian target dalam menurunkan Angka Prevalensi Stunting tak lepas dari
keberhasilan program Gizi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui
sosialisai Gizi seimbang dan Pola hidup sehat kemasyarakat serta meningkatkan
kesadaran masyarakat dalam penerapan di kehidupan sehari-hari
12. Median Umur Kawin Pertama
Median Umur Kawin Pertama (MUKP) merupakan suatu indikator yang
menunjukkan tingkat perkawinan pertama seorang perempuan. Indikator ini
diamati sebagaai upaya untuk memantau agar usia perkawinan tidak terlalu muda,
karena perkawinan yang terlalu muda dapat meningkatkan berbagai resiko bagi
kehidupan remaja di masa mendatang.
Berdasarkan data Diatas MUKP Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2022
yaitu 19,0 yang mana belum mencapai target untuk MUKP Kabupaten Bangka
Selatan yaitu sebesar 20,5 dan juga belum memenuhi himbauan BKKBN terkait
UKP pada perempuan lebih dari 21 tahun. Maka dari itu diperlukannya advokasi
terhadap tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk dapat berperan dalam
menginternalisasi nilai-nilai pernikahan terencana pada UKP sesuai dengan
himbauan BKKBN
13. Persentase Rumah Data Kependudukan Tahap Paripurna di Kampung KB
Berdasarkan Dari Tabel diatas dapat dilihat capaian untuk indikator persentase
Rumah Data Kependudukan Tahap Peripurna di Kampung KB pada tahun 2022
masih 0 % dari 17 rumah data yang ada. Hal ini dikarenakan kurangnya SDM
yang terlatih serta kurangnya dukungan untuk pemenuhan sarana dan prasarana di
Rumah Data
14. Persentase Pemakaian Kontrasepsi Modern (Modern Contraceptive Prevalensi
Rate/MCPR)
Berdasarkan dari Tabel diatas nilai persentase pemakaian kontrasepsi modern
tahun 2022 yaitu sebesar 82,3 dari target 63,46. Dimana nilai tersebut sudah
mencapai bahkan melebihi dari target yang ditentukan. Persentase tersebut
diperoleh dari jumlah peserta KB aktif MCPR sebayak 28.051 dibagi dengan
Jumlah Pasangan Usia Subursebanyak 34.080 dan dikalikan 100.
62
Berhasilnya capaian MCPR tidak lepas dari Upaya bidang KB dalam
mempromosikan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai MCPR
sehingga meningkatkan minat masyarakat dalam pemakaian kontrasepsi modern.
15. Persentase Kebutuhan KB Yang Tidak Terpenuhi (Unmeed Need)
Unmeed Need adalah kebutuhan KB yang belum terpenuhi. Tigginya angka
unmeed need berpeluang terhadap angka kematian ibu. Berdasarkan dari table
diatas nilai persentase Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi tahun 2022 sudah
mencapai bahkan melebihi dari target yang ditentukan yaitu 4,9 % dari target
5,71.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya target persentase
Unmeed Need diantaranya ;
a. Peningkatan peran serta masyarakat dan lintas sektor, serta peran aktif dan
komitmen petugas KB di sarana pelayanan/lapangan dalam mencapai target yang
ditetapkan.
b. Ketersediaan peralatan kesehatan dan alat kontrasepsi yang mulai memadai.
c. Komitmen pimpinan daerah dalam mendukung program KB semakin
meningkat.
16. Persentase Cakupan Anggota kelompok Kegiatan Ber-KB
Berdasarkan dari tabel diatas dapat dilihat capaian persentase Cakupan
Anggota Kelompok Kegiatan Ber-KB pada tahun 2022 sebesar 80% dari target
81,83%.
Selain indikator Kinerja Utama ada juga Standar Pelayanan Minimun (SPM) yang
ditetapkan dalam mencapai visi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan yang digunakan dalam mengukur tingkat keberhasilan
dalam pelaksanaan program kerja. Berikut Target Capaian SPM Dinas Kesehatan Kabupaten
Bangka Selatan Tahun 2022 yang disadingkan dengan capaian SPM pada tahun sebelumnya :
63
Tabel 3.2
Target Pencapaian SPM tahun 2022
No INDIKATOR PAGU REALISASI PERSENTASE
ANGGARAN
ANGGARAN
1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 34.299.900 20.664.000 60,25 %
2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 169.750.950 42.954.900 25,30 %
3 Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir - - 00,00 %
4 Pelayanan Kesehatan Balita 69.999.900 27.833.000 39,76 %
5 Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar 11.750.000 9.455.000 80,47 %
6 Pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktif 57.704.000 57.604.000 99,83 %
7 Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut 11.999.900 6.615.000 55,13 %
8 Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi 33.008.500 30.773.164 93,23 %
9 Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus 80.845.000 59.635.000 73,76 %
10 Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa 93.584.000 81.419.476 87,00 %
(ODGJ) Berat
11 Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis 18.749.750 15.726.830 83,88 %
12 Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Risiko Terinfeksi Virus 21.249.750 17.901.080 84,24 %
Yang Melemahkan Daya Tahan Tubuh Manusia (HIV)
64
Tabel 3.3
Realisasi Pencapaian SPM Tahun 2020 s.d 2022
No INDIKATOR TAHUN 2020 TAHUN 2021 TAHUN 2022
SASARA CAPAIA % SASARA CAPAIA % SASARAN CAPAIAN %
N KEG N N KEG N KEG KEG
KEG KEG
1 Persentase ibu hamil 3.268 2.705 82,77 %
3.590 2.802 78,05 3.979 2.564 64,44
mendapatkan pelayanan
%
Kesehatan ibu hamil (K4) %
2 Persentase ibu bersalin 3.798 2.809 73,96 3.120 2.799 89,71 %
3.427 3.169 92,47
mendapatkan pelayanan % %
persalinan
3 Persentase bayi baru lahir 3.617 2.847 78,71 2.971 2.720 91,55 %
3.264 3.202 98,10
mendapatkan pelayanan %
%
kesehatan bayi baru lahir
4 Cakupan Pelayanan 16.402 9.086 55,40 12.7 10.202 79,78 %
16.331 11.819 72,37
pelayanan kesehatan %
88
%
balita sesuai standar
5 Persentase anak usia 34.423 25.194 73,19 34.2 33.199 96,81 %
34.651 31.074 89,68
pendidikan dasar yang %
93
%
mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar
6 Persentase warga negara 132.218 105.649 79,91 133.8 110.52 82,57 %
123.107 84.967 69,02
usia 15–59 tahun % %
48 2
mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar
7 Persentase warga negara 12.854 9.531 74,15 13.7 10.617 77,05 %
12.580 7.229 57,46
usia 60 tahun Keatas % %
79
mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar
8 Persentase penderita 41.636 32.930 79,09 42.3 35.605 84,03 %
38.941 21.662 55,63
hipertensi mendapat %
70
%
pelayanan kesehatan
sesuai standar
9 Persentase penyandang 3.132 3.132 108,14 3.188 3.375 105,87 %
2.930 2.969 101,33
DM yang mendapatkan %
%
pelayanan kesehatan
sesuai standar
10 Persentase ODGJ berat 372 372 100,00 376 376 100,00 %
358 365 101,96
yang mendapatkan %
%
pelayanan kesehatan jiwa
sesuai standar
11 Persentase Orang 2.271 1.121 49,36 2.498 2.799 112,05 %
1.882 1.224 65,04
terduga TBC %
%
mendapatkan pelayanan
TB sesuai standar
12 Persentase orang dengan 4.172 3.342 80,11 3.461 3.313 95,72 %
3.788 3.416 90,18
risiko terinfeksi HIV %
%
mendapatkan pelayanan
deteksi dini HIV sesuai
standar
65
Dari 12 Indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM) Dinas Kesehatan, Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, terdapat 3 indikator yang
sudah mencapai target di Tahun 2022 yaitu Indikator Persentase penyandang DM yang
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, Indikator Persentase ODGJ berat yang
mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar, dan Indikator Persentase TBC yang
mendapatkan pelayanan TB sesuai standar.
Adapun Permasalahan yang di hadapi dalam penerapan SPM berdasarkan jenis pelayanan
dasar, sebagai berikut :
a. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil memiliki kendala :
1) Masih adanya Ibu hamil yang mengurangi kunjungan atau jadwal periksanya
dikarenakan kurangnya biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan yang digunakan;
2) Pelayanan yang tidak terlaporkan dari Jaringan dan fasilitas pelayanan kesehatan
swasta/mandiri ke Puskesmas;
3) Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di
luar wilayah kerja Kabupaten Bangka Selatan;
4) Faktor Sosial dan budaya seperti Kawin massal dan pernikahan dini.
b. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2 Pelayanan Kesehatan Ibu bersalin memiliki kendala :
1) Masih ada Ibu hamil yang memiliki keterbtasan biaya persalinan biaya dan tidak
memilik jaminan kesehatan;
2) Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan bersalin bukan oleh tenaga kesehatan dan
atau tidak di fasilitas pelayanan kesehatan;
3) Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan yang
berada di luar wilayah kerja Kabupaten Bangka Selatan.
c. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 3 Pelayanan Kesehatan Bayi baru lahir memiliki
kendala :
1) Masih adanya neonatus/ bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan yang memadai
tetapi terkendala di kurangnya pembiayaan.
2) Kurangnya Informasi mengenai pelayanan bayi baru lahir di fasilitas pelayanan
kesehatan;
3) Bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan yang
berada di luar wilayah kerja Kabupaten Bangka Selatan.
d. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 4 Pelayanan Kesehatan Balita memiliki kendala :
1) Kurangnya informasi mengenai pelayanan balita karena banyak Ibu-ibu yang tidak
tahu dan tidak datang lagi ke posyandu setelah imunisasi lengkap atau anak berumur 2
66
tahun, anaknya masih di harapkan untuk datang ke Posyandu untuk dilakukan
penimbangan dan pengukuran tingi badan minimal 8 kali setahun, tatalaksana
SDIDTK, dan pelayanan anak balita sakit sesuai standar dengan pendekatan MTBS;
2) Faktor Sosial dan budaya (karakteriktik masyarakat).
e. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 5 Pelayanan Kesehatan pada usia pendidikan dasar
memiliki kendala :
1) Keterbatasan tenaga kesehatan puskesmas, di Puskesmas masih ada team penjaringan
yang kekurangan tenaga dan team yang personilnya kurang lengkap khususnya
diwilayah puskesmas yang memiliki banyak sekolah sehingga hasil yang dicapai
kurang maksimal;
f. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 6 Pelayanan Kesehatan pada usia produktif memiliki
kendala :
1) Pelayanan kesehatan pada usia produktif secara garis besar dilakukan di posbindu dan
sebagian terintegrasi dengan kegiatan lainnya seperti posyandu ,usila ,skrening anak
sekolah dll. Karena di awal maret mulai terjadi Pandemi maka semua kegiatan
berjalan tidak maksimal dikarenakan tidak bisa mengumpulkan masyarakat seperti
biasanya dan disaat kegiatan tersebut dilakukan pun harus menjalankan prokes yang
ketat,sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan lebih banyak.;
g. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 7 Pelayanan Kesehatan pada usia lanjut memiliki
kendala :
1) Masih rendahnya pengetahuan masyarakat yang salah satunya disebabkan oleh faktor
sosial, di masyarakat terutama keluarga lansia masih banyak yang memiliki pendapat
bahwa datang ke Posyandu lansia hanya untuk mendapatkan pengobatan bukan
pemberdayaan sehingga mereka datang hanya jika ada keluhan penyakit;
2) Rendahnya pengetahuan masyarakat yang salah satunya disebabkan oleh faktor sosial
dan budaya;
h. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 8 Pelayanan Kesehatan penderita Hipertensi memiliki
kendala :
1) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan Pustu,
Puskesmas dan rumah sakit.
i. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 9 Pelayanan Kesehatan penderita DM memiliki
kendala :
1) Masih kurangnya kepatuhan masyarakat untuk terus memonitor gula darah nya sangat
rendah;
67
j. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 10 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa
(ODGJ) memiliki kendala :
1) Kunjungan kerumah pasien agak sedikit terganggu karena banyak keluarga yang
keberatan ketika dikunjungi tenaga kesehatan karena nantinya akan dikucilkan
masyarakat lainnya.
2) Faktor Sosial dan budaya (karakteriktik masyarakat).
k. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 11 Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis
memiliki kendala :
1) Rendahnya pengetahuan masyarakat yang salah satunya disebabkan oleh faktor sosial
dan budaya;
2) Hambatan pada pemberdayaan masyarakat.
l. Standar Pelayanan Minimal (SPM) 12 Pelayanan Kesehatan Orang dengan resiko
terinfeksi virus yang melemahkan Imunitas Tubuh (HIV) memiliki kendala :
1) Hambatan pada pemberdayaan masyarakat;
2) Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan;
3) Terbatasnya biaya;
4) Belum adanya Kajian di Daerah.
68
B. REALISASI ANGGARAN
Sumber pembiayaan pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan untuk pelaksanaan pembangunan program dan
kegiatan bidang kesehatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) dan DAK Kabupaten Bangka Selatan tahun 2022 yang terdiri dari Anggaran
Belanja Operasi (BO) dan Anggaran Belanja Modal (BM) sebesar Rp. 186.145.385.763,-
dengan realisasi anggaran yaitu sebesar Rp. 171.038.838.309 (91.88%)
Tabel 3.4
Hasil Evaluasi Anggaran Bidang Kesehatan
DKPPKB Tahun 2022
Sumber Dana Anggaran Tahun 2021 Anggaran Tahun 2022
(%) %
(APBD+DAK) Alokasi (Rp) Realisasi (Rp) Alokasi (Rp) Realisasi
TOTAL 90.090.818.677 81.179.385.117 90,10 186.145.385.763 171.038.838.309 91,88
BO 58.249.696.898 56.373.100.913 96,77 144.542.733.421 132.348.326.522 91,56
BM
31.841.121.779 24.806.284.204 77,90 38.690.511.787 93,00
41.602.652.342
c.1. Anggaran Belanja Operasi (BO) Tahun Anggaran 2022
Total anggaran belanja operasi pada Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana tahun 2022 yaitu sebesar
Rp. 144.542.733.421 dengan realisasi sebesar Rp. 132.348.326.522 atau sebesar
(91,56%) dari anggaran belanja operasi yang tersedia.
c.2. Anggaran Belanja Modal (BM) Tahun Anggaran 2022
Total anggaran belanja langsung pada Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana tahun 2022 adalah sebesar Rp. 41.602.652.342
yang dipergunakan untuk kegiatan pada Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan.
Daya serap anggaran belanja modal pada Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana dan UPT Kesehatan sampai akhir tahun 2022
69
adalah sebesar Rp. 38.690.511.787 atau sebesar (93,00%) dari anggaran belanja
modal yang tersedia. Kondisi ini secara umum dipengaruhi oleh hal-hal sebagai
berikut :
1. Sistem pengelolaan keuangan yang ada masih menimbulkan kendala dalam
penyerapan alokasi maupun realisasi anggaran
2. Terbatasnya sumber daya pelaksana, waktu dan proses administrasi kegiatan
sehingga mempunyai dampak terhadap realisasi pelaksanaan kegiatan. Guna
mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberdayakan tenaga yang ada untuk
seoptimal mungkin.
3. Keterlambatan terbitnya dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sehingga
berdampak pada ketetapan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.
Untuk realisasi anggaran tahun 2022 per Program di Dinas Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan masih terdapat tiga program yang
realisasi anggaran masih sangat rendah yaitu Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) sebesar 39,63% penyebab realisasi
rendah dikarenakan tidak ada SDMK yang masuk. Program Sediaan Farmasi, Alat
Kesehatan dan Makan Minum sebesar 19,89% dan Program Pemberdayaan
Masyarakat Bidang Kesehatan. Penyebab realisasi rendah secara umum adalah
Karena kegiatan masuk di DPA pergeseran sehingga pelaksanaan kegiatan
terhambat, selain itu juga ada beberapa kode rekening yang setelah DPA terbit
tidak bisa direalisasikan karena tidak sesuai dengan SSH dan juga sudah adanya
dana DAK sehingga sehingga berpengaruh pada persentase realisasi anggaran
APBD di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
dalam pelaksanaan kegiatan di Tahun 2022 .
Berikut Rincian Anggaran Belanja Langsung Per-Bidang dan UPT Tahun 2022 :
70
Tabel 3.5
Realisasi Anggaran Per-Program DKPPKB
Tahun 2022
REALISASI
PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN
Rp %
PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN
DAERAH KABUPATEN/KOTA
Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja
Perangkat Daerah
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan 98,310,000.00 53,382,976.00 54.30%
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Administrasi Keuangan Perangkat Daerah
Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN 60,769,793,258.00 59,746,409,143.00 98.32%
Administrasi Umum Perangkat Daerah
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan 13,585,000.00 12,978,500.00 95.54%
Kantor
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 204,900,000.00 198,996,500.00 97.12%
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 35,195,000.00 31,427,650.00 89.30%
Penyediaan Bahan Logistik Kantor 243,749,987.00 190,506,470.00 78.16%
Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 87,240,000.00 80,263,877.00 92.00%
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- 31,640,000.00 19,970,000.00 63.12%
undangan
Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD 330,877,000.00 288,532,941.00 87.20%
Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan
Daerah
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 275,500,000.00 205,081,180.00 74.44%
Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor 946,500,000.00 876,000,000.00 92.55%
Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan
Pemerintahan Daerah
Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, dan 174,210,000.00 107,715,850.00 61.83%
Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas
Jabatan
Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya 87,010,000.00 15,675,000.00 18.02%
PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN
PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM
dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
Pembangunan Rumah Sakit beserta Sarana dan Prasarana 400,000,000.00 0.00 0.00%
Pendukungnya
Pengembangan Rumah Sakit 6,212,600,000.00 4,868,981,600.00 78.37%
Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rumah Sakit 7,076,729,000.00 5,438,260,816.00 76.85%
Rehabilitasi dan Pemeliharaan Fasilitas Kesehatan Lainnya 1,619,908,000.00 1,562,356,000.00 96.45%
Pengadaan Prasarana dan Pendukung Fasilitas Pelayanan 8,430,500,000.00 7,157,810,000.00 84.90%
Kesehatan
Pengadaan Alat Kesehatan/Alat Penunjang Medik Fasilitas 16,959,720,165.00 4,675,327,267.00 27.57%
Pelayanan Kesehatan
Pengadaan Obat, Vaksin 1,025,000,000.00 143,812,954.00 14.03%
Pengadaan Bahan Habis Pakai 2,307,127,000.00 1,177,126,146.00 51.02%
Distribusi Alat Kesehatan, Obat, Vaksin, Bahan Medis Habis 153,211,000.00 43,310,450.00 28.27%
Pakai (BMHP), Makanan dan Minuman ke Puskemas serta
Fasilitas Kesehatan Lainnya
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP
Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil 34,299,900.00 20,664,000.00 60.25%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 169,750,950.00 42,954,900.00 25.30%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Balita 169,999,900.00 94,233,000.00 55.43%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan 11,750,000.00 9,455,000.00 80.47%
Dasar
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif 57,704,000.00 57,530,000.00 99.70%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut 11,999,900.00 6,615,000.00 55.13%
71
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi 33,008,500.00 29,673,164.00 89.90%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus 80,845,000.00 57,085,000.00 70.61%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga 18,749,750.00 15,806,830.00 84.30%
Tuberkulosis
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko 21,249,750.00 14,371,080.00 67.63%
Terinfeksi HIV
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk pada 168,051,000.00 82,996,000.00 49.39%
Kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB)
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat 714,379,220.00 324,328,500.00 45.40%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Kerja dan Olahraga 24,372,500.00 14,332,750.00 58.81%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Lingkungan 88,696,450.00 45,401,900.00 51.19%
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Akupuntur, 29,509,000.00 0.00 0.00%
Asuhan Mandiri dan Tradisional Lainnya
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan NAPZA 93,584,000.00 72,839,476.00 77.83%
Pengelolaan Upaya Kesehatan Khusus 25,449,950.00 20,602,700.00 80.95%
Pengelolaan Upaya Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan dan 34,125,800.00 26,871,728.00 78.74%
Pasca Krisis Kesehatan
Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak Menular 146,599,200.00 108,527,328.00 74.03%
Pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat 17,200,000,000.00 16,272,816,209.00 94.61%
Operasional Pelayanan Rumah Sakit 38,940,362,874.00 34,120,411,691.00 87.62%
Operasional Pelayanan Puskesmas 14,387,732,593.00 6,054,767,467.00 42.08%
Operasional Pelayanan Fasilitas Kesehatan Lainnya 1,295,609,920.00 1,010,810,834.00 78.02%
Pelaksanaan Akreditasi Fasilitas Kesehatan di Kabupaten/Kota 450,390,150.00 0.00 0.00%
Pelaksanaan Kewaspadaan Dini dan Respon Wabah 57,051,900.00 35,032,700.00 61.40%
Penerbitan Izin Rumah Sakit Kelas C, D dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Daerah
Kabupaten/Kota
Peningkatan Mutu Pelayanan Fasilitas Kesehatan 20,980,000.00 14,390,000.00 68.59%
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA
MANUSIA KESEHATAN
Perencanaan Kebutuhan dan Pendayagunaan
Sumberdaya Manusia Kesehatan untuk UKP dan UKM
di Wilayah Kabupaten/Kota
Perencanaan dan Distribusi serta Pemerataan Sumber Daya 506,200,000.00 219,453,704.00 43.35%
Manusia Kesehatan
Pengembangan Mutu dan Peningkatan Kompetensi
Teknis Sumber Daya Manusia Kesehatan Tingkat
Daerah Kabupaten/Kota
Pengembangan Mutu dan Peningkatan Kompetensi Teknis 132,110,000.00 33,517,163.00 25.37%
Sumber Daya Manusia Kesehatan Tingkat Daerah
Kabupaten/Kota
PROGRAM SEDIAAN FARMASI, ALAT KESEHATAN DAN
MAKANAN MINUMAN
Pemberian Izin Apotek, Toko Obat, Toko Alat
Kesehatan dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradisional
(UMOT)
Pengendalian dan Pengawasan serta Tindak Lanjut 24,499,700.00 19,041,500.00 77.72%
Pengawasan Perizinan Apotek, Toko Obat, Toko Alat
Kesehatan, dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradisional
(UMOT)
Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri
Rumah Tangga dan Nomor P-IRT sebagai Izin
Produksi, untuk Produk Makanan Minuman Tertentu
yang dapat Diproduksi oleh Industri Rumah Tangga
Pengendalian dan Pengawasan serta Tindak Lanjut 143,185,000.00 35,139,900.00 24.54%
Pengawasan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah
Tangga dan Nomor P-IRT sebagai Izin Produksi, untuk
Produk Makanan Minuman Tertentu yang dapat Diproduksi
oleh Industri Rumah Tangga
Pemeriksaan dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Post Market pada Produksi dan Produk Makanan
Minuman Industri Rumah Tangga
Pemeriksaan Post Market pada Produk Makanan-Minuman 114,730,000.00 1,999,900.00 1.74%
Industri Rumah Tangga yang Beredar dan Pengawasan serta
Tindak Lanjut Pengawasan
72
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG
KESEHATAN
Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan
Peran serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat
Daerah Kabupaten/Kota
Peningkatan Upaya Promosi Kesehatan, Advokasi, Kemitraan 203,406,000.00 0.00 0.00%
dan Pemberdayaan Masyarakat
Pelaksanaan Sehat dalam rangka Promotif Preventif
Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan Gerakan Hidup 152,090,000.00 55,627,000.00 36.58%
Bersih dan Sehat
PROGRAM PENGENDALIAN PENDUDUK
Pemetaan Perkiraan Pengendalian Penduduk Cakupan
Daerah Kabupaten/Kota
Membentuk Rumah Data Kependudukan di Kampung KB 106,369,497.00 105,385,350.00 99.07%
Untuk Memperkuat Integrasi Program KKBPK di Sektor Lain
Penyediaan Data dan Informasi Keluarga 4,545,000.00 4,545,000.00 100.00%
Pengolahan dan Pelaporan Data Pengendalian Lapangan dan 167,058,499.00 124,741,750.00 74.67%
Pelayanan KB
PROGRAM PEMBINAAN KELUARGA BERENCANA (KB)
Pelaksanaan Advokasi, Komunikasi, Informasi dan
Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dan KB sesuai
Kearifan Budaya Lokal
Advokasi Program KKBPK kepada Stakeholders dan Mitra 4,375,000.00 0.00 0.00%
Kerja
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program KKBPK 57,290,050.00 32,933,746.00 57.49%
sesuai Kearifan Budaya Lokal
Promosi dan KIE Program KKBPK Melalui Media Massa Cetak 95,640,000.00 51,990,000.00 54.36%
dan Elektronik serta Media Luar Ruang
Pelaksanaan Mekanisme Operasional Program KKBPK melalui 124,800,000.00 114,400,000.00 91.67%
Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam), Rapat Koordinasi
Desa (Rakordes), dan Mini Lokakarya (Minilok)
Pengelolaan Operasional dan Sarana di Balai Penyuluhan 324,000,000.00 208,432,000.00 64.33%
KKBPK
Pengendalian Program KKBPK 40,000,000.00 29,200,000.00 73.00%
Pendayagunaan Tenaga Penyuluh KB/Petugas
Lapangan KB (PKB/PLKB)
Penggerakan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) 254,400,000.00 254,400,000.00 100.00%
Pengendalian dan Pendistribusian Kebutuhan Alat dan
Obat Kontrasepsi serta Pelaksanaan Pelayanan KB di
Daerah Kabupaten/Kota
Peningkatan Kesertaan Penggunaan Metode Kontrasepsi 57,934,400.00 51,953,600.00 89.68%
Jangka Panjang (MKJP)
Penyediaan Sarana Penunjang Pelayanan KB 238,897,000.00 224,880,000.00 94.13%
Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan 11,550,000.00 11,520,000.00 99.74%
Reproduksi di Fasilitas Kesehatan termasuk Jaringan dan
Jejaringnya
Pemberdayaan dan Peningkatan Peran serta
Organisasi Kemasyarakatan Tingkat Daerah
Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Pelayanan dan
Pembinaan Kesertaan Ber-KB
Pelaksanaan dan Pengelolaan Program KKBPK di Kampung KB 293,250,000.00 270,000,000.00 92.07%
PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN
KELUARGA SEJAHTERA (KS)
Pelaksanaan Pembangunan Keluarga melalui
Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
Pengadaan Sarana Kelompok Kegiatan Ketahanan dan 201,000,000.00 189,897,000.00 94.48%
Kesejahteraan Keluarga (BKB, BKR, BKL, PPPKS, PIK-R dan
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga/UPPKS)
Penyediaan Biaya Operasional bagi Pengelola dan Pelaksana 946,780,000.00 589,140,000.00 62.23%
(Kader) Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (BKB, BKR,
BKL, PPPKS, PIK-R dan Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga/UPPKS)
Pelaksanaan dan Peningkatan Peran Serta Organisasi
Kemasyarakatan Tingkat Daerah Kabupaten/ Kota
dalam Pembangunan Keluarga Melalui Pembinaan
Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga
Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas Mitra dan Organisasi 70,856,000.00 48,236,648.00 68.08%
Kemasyarakatan dalam Pengelolaan Program Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga (BKB, BKR, BKL, PPPKS, PIK-R dan
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga/UPPKS)
79.62%
186,044,523,763 148,122,876,838
73
C. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Tahun Lalu.
Perbaikan yang telah dilakukan terhadap rekomendasi hasil evaluasi LAKIP oleh tim
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) tahun lalu yaitu :
1. Minimnya informasi kinerja yang disajikan dalam LAKIP sehingga dokumen
tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk bahan pengambilan perencanaan,
keputusan dan peningkatan kinerja selanjutnya.
2. Belum cukup menyajikan evaluasi dan analisis serta perbandingan atas kinerja
setiap SKPD pada tahun tersebut dengan melakukan perbandingan realisasi tahun
ini dengan tahun lalu, capaian tahun ini dengan tahun lalu serta rencana sampai
tahun ini.
Untuk itu Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kabupaten Bangka Selatan melakukan perbaikan sebagai berikut :
1. Menyempurnakan penyajian informasi LAKIP mengenai capaian target kinerja
sebagaimana yang telah disepakati dalam dokumen TAPKIN serta informasi
berbagai pembandingan capaian kinerja. Selain itu LAKIP agar dimanfaatkan
dalam rangka memperbaiki program dan kegiatan.
2. Meningkatkan kapasitas SDM dalam bidang akuntabilitas dan manajemen kinerja
di seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan khususya di Dinas
Keseahatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk mempercepat
terwujudnya pemerintahan yang berkinerja dan akuntabel.
3. Perbaikan perumusan ulang terhadap indikator yang telah dibuat berupa indikator
kinerja utama (IKU) dari Dinas Kesehatan Pengendalaian Penduduk dan
Keluaraga Berencana yang dirumuskan dan dimasukan ke Rencana Strategis
(Renstra) 2021-2026 Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kabupaten Bangka Selatan dan Indikator Kinerja Utama berdasarkan
RPJMD Kabupaten Bangka Selatan.
74
BAB IV
PENUTUP
Sebagai penutup dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka
Selatan Tahun 2022, dapat disimpulkan bahwa secara umum Dinas Kesehatan Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan telah melaksanakan tugas dan
fungsi sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJMD) dan Rencana Strategis (RENSTRA) terlihat dalam pengukuran pencapaian kinerja
yang signifikan sesuai dengan sasaran strategis yang telah dirancang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat dalam bidang pembangunan kesehatan. Terhadap tiga sasaran
strategisnya sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan
Kabupaten Bangka Selatan 2021-2026 sebagian besar/hampir seluruhnya telah dapat
direalisasikan dengan baik. Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan
gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan SKPD Dinas Kesehatan Pengendalian
dan Keluarga Berencana, sebagai langkah-langkah pencapaian visi, misi yang
mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai
dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.
Penyelenggaraan pemerintahan yang baik pada hakekatnya adalah proses terintegrasi
dalam pengelolaan sumber daya yang ada melalui pelaksanaan kebijakan publik berdasarkan
prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, adanya kepastian hukum, kesetaraan,
efektif dan efisien. Prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan demikian merupakan
landasan bagi penerapan kebijakan yang demokratis yang ditandai dengan menguatnya
kontrol dari masyarakat terhadap kinerja pelayanan publik.