100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan7 halaman

Legenda Timun Mas dan Raksasa

Mbok Sirni setuju menerima biji mentimun dari raksasa untuk mendapatkan anak, dengan syarat anak itu akan diserahkan pada usia delapan tahun. Timun Emas lahir dari biji yang ditanam Mbok Sirni. Ketika raksasa datang menagih janji, Timun Emas melarikan diri sambil melemparkan benda-benda ajaib dari petapa yang menolongnya menghadapi raksasa. Akhirnya raksasa terbunuh dan Timun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan7 halaman

Legenda Timun Mas dan Raksasa

Mbok Sirni setuju menerima biji mentimun dari raksasa untuk mendapatkan anak, dengan syarat anak itu akan diserahkan pada usia delapan tahun. Timun Emas lahir dari biji yang ditanam Mbok Sirni. Ketika raksasa datang menagih janji, Timun Emas melarikan diri sambil melemparkan benda-benda ajaib dari petapa yang menolongnya menghadapi raksasa. Akhirnya raksasa terbunuh dan Timun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mbok Sirni adalah seorang janda yang menginginkan seorang anak.

Suatu hari ia
didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang anak dengan syarat apabila
anak itu dewasa harus diserahkan ke raksasa itu untuk disantap.
Mbok Sirni yang setuju akhirnya menerima biji mentimun dari raksasa yang
kemudian ditanam dan dirawat.

Setelah dua minggu diantara buah ketimun yang ditanamnya ada satu yang paling
besar dan berkilau seperti emas.

Dengan hati-hati Mbok Sirni membelah buah dan ternyata di dalamnya terdapat
seorang bayi cantik yang kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari Timun mas tumbuh menjadi besar, hidup mbok Sarni tidak lagi
merasa kesepian. Akhirnya pada suatu hari, datanglah Raksasa tersebut untuk
menagih janji mbok Sarni. Karena takut kehilangan Timun Mas, mbok sarni pun
berjanji lagi kepada raksasa tersebut.

Kalau mbok Sarni berjanji akan menyerahkan Timun Mas kalau Timun mas nanti
berusia delapan tahun, karena semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk
disantap. Begitulah janjinya Mbok sarni kepada Raksasa.
Dan akhirnya pada suatu malam mbok sarni bermimpi, didalam mimpinya ia
diberitahukan agar Timun mas menemui petapa di gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh Timun Mas segera menemui petapa itu.
Setelah bertemu dengan petapa,

Timun Mas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya.

Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkus kecil yang isinya biji
mentimun, jarum, garam, dan terasi.

"Lemparkan satu persatu bungkusan ini, kalau kamu nanti dikejar oleh Raksasa
itu."

Perintah petapa tersebut. Kemudian Timun Mas segera pulang dan menyimpan
bungkusan tersebut.
Paginya sang Raksasa itu pun datang untuk menagih janji Mbok Sarni. Tapi mbok
Sarni malah menawari dirinya saja yang jadi santapan untuk Raksasa tersebut, hal
ini membuat Sang Raksasa pun menjadi marah.

Timun Mas lalu melarikan diri sambil berkata, "Heiii Raksasa, kejarlah dan
tangkaplah aku jika kau bisa."

Raksasa itu pun lalu mengejarnya, dan Timun Mas mulai melemparkan satu per
satu kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib,
hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Sehingga membuat lari
Raksasa itu menjadi terhambat, karena batang mentimun yang terus melilit
tubuhnya.

Tetapi akhirnya Raksasa itu pun dapat terbebas dari lilitan akar tersebut. Lalu
Timun Mas menaburkan kantung keduanya yang berisikan jarum, dalam sekejap
tumbuhlah pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam.

Dengan kaki yang berdarah karena tertancap bambu raksasa tersebut terus
mengejar Timun Mas.

Kemudian Timun Mas membuka kantong ketiganya yang berisi garam . Seketika
itu hutan pun menjadi lautan yang luas.

Tetapi lautan itu dapat dilewati oleh Raksasa dengan mudahnya.


Dan Timun Mas masih mempunyai kantong terakhir yang berisikan terasi,
akhirnya dia menaburkan terasi tersebut,

seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si Raksasa pun
tercebur kedalamnya, lalu mati.

Dan Selamatlah Timun Mas dari kejaran Raksasa tersebut. Akhirnya Timun Mas
dan Mbok Sarni hidup bahagia dan Damai selamanya.

Anda mungkin juga menyukai