SOP Komunikasi Interkoneksi Kalimantan
SOP Komunikasi Interkoneksi Kalimantan
SOP KOMUNIKASI
SISTEM INTERKONEKSI KALIMANTAN
TAHUN 2021
1. Dalam operasional real time Sistem Inetrkoneksi Kalimantan, Pelaksanan Sistem Operasi,
Dispatcher UP2B (Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban) Kalimantan, Operator
Gardu Induk, Operator Pembangkit harus memiliki SOP Komunikasi Sistem Interkoneksi
Kalimantan yang baku untuk menjadi pedoman atau panduan bagi Pelaksana Pengendali
Operasi
2. Pelaksanan Sistem Operasi, Dispatcher UP2B (Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur
Beban) Kalimantan, Operator Gardu Induk, Operator Pembangkit berkewajiban
melaksanakan ketentuan dan standar berkomunikasi yang telah disusun dan disepakati
ini, sehingga terhindar dari kesalahpahaman komunikasi dan terlaksananya
pengoperasian sistem yang ekonomis, andal & aman untuk petugas dan peralatan.
3. Pelaksanan Sistem Operasi, Dispatcher UP2B (Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur
Beban) Kalimantan, Operator Gardu Induk, Operator Pembangkit memahami
pengendalian dan pengoperasian peralatan / instalasi, prosedur kerja, wewenang dan
tanggung jawab pengoperasian.
ii
KATA PENGANTAR
Keadaan normal adalah keadaan sistem beroperasi normal, frekuensi dan tegangan
berada dalam batasan (range) operasi yang telah ditentukan. Buku pedoman ini harus
dipatuhi dan dijalankan agar pengoperasian sistem berjalan lancar dan aman.
Terakhir kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik
langsung maupun tidak langsung sehingga Buku SOP Komunikasi Sistem Interkoneksi
Kalimantan ini dapat diselesaikan dengan baik.
iii
DAFTAR ISI
RESUME ................................................................................................................................................... ii
BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................................1
BAB II ........................................................................................................................................................2
BAB IV .................................................................................................................................................... 10
BAB V ..................................................................................................................................................... 12
BAB VI .................................................................................................................................................... 15
PENUTUP .............................................................................................................................................. 17
BAB IX .................................................................................................................................................... 18
LAMPIRAN ............................................................................................................................................ 18
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Prosedur Tetap ini bersifat dinamis dan adaptif sehingga harus selalu diperbarui dan
disesuaikan dengan kebutuhan operasi.
1
BAB II
HIRARKI DAN KOORDINASI
Untuk tertibnya pengoperasian sistem maka perlu ketentuan hirarki tugas, wewenang
dan koordinasi pada masing-masing petugas unit pelaksana maupun piket masing-masing
unit pembangkit, penyaluran dan distribusi.
PERINTAH OPERASI
KOORDINASI OPERASI
2
BAB III
TUGAS DAN WEWENANG
Tugas dan wewenang pada masing-masing petugas unit pelaksana maupun piket
masing-masing unit pembangkit, penyaluran dan distribusi.
3
7. Meminta data operasi dan pengusahaan pada pembangkitan, dan penyaluran.
8. Membuka PMT transmisi untuk menghentikan (emergency stop) unit pembangkit
yang beroperasi sesuai dengan permintaan operator pembangkit karena adanya
kegagalan proses emergency stop unit pembangkit oleh operator pembangkit
9. Menolak permintaan yang tidak sesuai dengan garis wewenang operasi atau
secara teknis diluar kemampuan sistem.
10. Melaksanakan tugas sesuai dengan hirarki dan garis kewenangan operasi.
5
3.4 Dispatcher UP2D Kaltimra
Tugas dan Tanggung Jawab :
1. Mengoperasikan jaringan Tegangan Menengah yang sudah dilengkapi
Sistem SCADA Distribusi Kaltim
2. Melakukan switching PMT 20 kV di Gardu Induk secara remote berkoordinasi
dengan Operator Gardu Induk Kaltim
3. Melakukan switching key point (Recloser, LBS, PMCB) secara remote
berkoordinasi dengan Piket 10 UP3 di Wilayah Kaltimra
4. Mengkoordinasikan pemeliharaan jaringan distribusi dengan Piket 10 UP3 terkait;
5. Melakukan Manual Load Shedding (MLS) penyulang 20 kV sesuai permintaan dan
berkoordinasi dengan Dispatcher UP3B Kaltim
6. Melaporkan kepada Piket Penyelia Operasi Distribusi dan Piket Pimpinan
UP2D tentang kejadian penting yang terjadi pada penyulang atau jaringan
distribusi
Berwenang untuk :
1. Berkoordinasi dengan Dispatcher RCC1 untuk memerintahkan buka/tutup PMT 20
kV kopling trafo Gardu Induk di Sistem Mahakam
2. Memerintahkan buka/tutup PMT 20 kV Penyulang Kaltim
3. Memerintahkan buka/tutup key point (PMCB, Recloser, LBS dll) Kaltim
4. Meminta data operasi dan pengusahaan pada penyulang di gardu induk Kaltim
5. Menolak permintaan yang tidak sesuai dengan garis wewenang operasi atau
secara teknis diluar kemampuan sistem.
6. Melaksanakan tugas sesuai dengan hirarki dan garis kewenangan operasi.
6
5. Berkoordinasi dengan Dispatcher RCC2 agar membuka PMT transmisi untuk
menghentikan (emergency stop) unit pembangkit dari sistem jika emergency stop
oleh Operator pembangkit gagal.
7
6. Berkoordinasi dengan Dispatcher UP2D Kalsel Kalteng untuk buka/tutup
penyulang dan rack in/out penyulang karena adanya pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terpadu.
7. Mengoperasikan peralatan transmisi dan gardu induk pada kondisi pengujian yang
tidak mengganggu sistem.
8. Menolak permintaan yang tidak sesuai dengan garis wewenang operasi atau
secara teknis diluar batas kemampuan peralatan transmisi dan gardu induk.
8
3.9 Piket Penyelia Sistem Operasi
Berwenang membantu piket pelaksana operasi masing-masing unit dan
berkoordinasi dengan piket setingkat untuk memperlancar tugas-tugas operasi Sistem
Interkoneksi Kalimantan.
9
BAB IV
TINDAKAN PADA KONDISI OPERASI
1. Gangguan Sistem
Segera melaporkan gangguan transmisi / trafo 150 kV beserta indikasi dan arus
gangguan kepada Piket Penyelia RCC 1 atau 2, Piket Pimpinan UP2B dan Piket
Penyelia di UPT/ULTG. Untuk Penormalan / pemberian tegangan pasca gangguan
harus melalui tahapan sebagai berikut :
10
4. Gangguan Keamanan
Informasi gangguan sementara akan disampaikan melalui aplikasi Whats App (WA) atau
Short Message Service (SMS) oleh Dispatcher/Piket Penyelia RCC1/2 kepada Manager
UP2B Kalimantan, Manager Bagian Operasi Sistem 1/2, General Manager, Senior
Manager, Manager-Manager Unit Pelaksana dan Manager Sub Bidang, segera setelah
terjadi gangguan.
- Radio Analog
- Radio Digital
- VoIP
- Telicon
- Hand Phone
- Telepon PSTN
- Internet
11
BAB V
TATA CARA BERKOMUNIKASI
Sebut/panggil nama unit sesuai dengan Prosedur, contoh dari Dispatcher RCC1/2 akan
memanggil Dispatcher UP2D maka caranya sebagai berikut :
Dispatcher RCC 2 : “Ulangi.. PMT 150 kV Line 1 Cempaka arah PLTA silahkan
dibuka”
Operator GI : “Dimonitor.. PMT 150 kV Line 1 Cempaka arah PLTA dibuka”
12
Pastikan perintah diulang sampai benar. Jika pengulangan perintah “BENAR”, maka
diberikan jawaban :
Informasi lebih lengkap mengenai kondisi mesin (beroperasi kembali atau memerlukan
waktu perbaikan) akan diinfomasikan kemudian setelah Operator Pembangkit
berkoordinasi dengan petugas pemeliharaan dan pejabat di UPDK/UPK.
Sebut/panggil call sign petugas atau pejabat sesuai dengan Prosedur, contoh dari
petugas Supervisor SCADA 1/2 akan memanggil Dispatcher RCC1/2, maka caranya
sebagai berikut :
Spv SCADA : “RCC 1.. RCC 1.. UP2B Empat Satu panggil”
Dispatcher RCC 1 : “ UP2B Empat Satu,, Silahkan masuk dengan RCC1”
selanjutnya informasi dapat disampaikan.
13
5.5 Komunikasi Kondisi Darurat
Komunikasi darurat dilakukan apabila ada kejadian yang mendesak untuk disampaikan
pada Dispatcher RCC1/2 .
Dispatcher UP2D, Operator Pembangkit dan Operator Gardu Induk diijinkan melakukan
interupsi (menyela) pada keadaan emergency dengan mengucapkan kata
” Interupsi.....! ”
Interupsi dilakukan pada saat jeda transmite. Dispatcher RCC1/2 wajib
mendahulukan/memprioritaskan pihak yang melakukan panggilan interupsi.
Keadaan darurat dimaksud bisa berupa kebakaran, bencana alam, saluran udara putus,
peralatan terbakar dan lain-lain (Force Majeure).
Contoh :
Operator GI : ”RCC 2.. Interupsi GI Trisakti 70!”
Dispatcher RCC 2 : ”Silahkan masuk GI Trisakti 70”
Operator GI : ”Dibuka PMT 66 kV Trafo....Ada asap keluar dari kubikel....”
14
BAB VI
Daftar Nama dan Kode Panggil (Call Sign)
6.2 Daftar Nama dan Kode Panggil Pejabat /Staf UP2B Kalimantan
15
6.3 Daftar Nama dan Kode Panggil Dispatcher, Operator Pembangkit dan
Operator Gardu Induk
16
BAB VIII
PENUTUP
1. Hal-hal lain yang belum diatur oleh prosedur ini dan dianggap perlu ditambahkan
maka akan disempurnakan melalui mekanisme perubahan prosedur dikemudian
hari
2. SOP ini akan diperbaharui bila ada penambahan instalasi dan atau tidak sesuai
lagi dengan perkembangan kondisi sistem.
17
BAB IX
LAMPIRAN
1. Switching Radio
18
19
2. Ekstention IP Phone
20
Telp Telp
No. Nama No. Nama
VoIP VoIP
1 UP2B RCC 2 1 20000 Pembangkit
2 UP2B RCC 2 2 20001 1 PLTA 21101
3 UP2D KSKT 1 20002 2 MCR PLTU 1&2 21105
4 UP2D KSKT 2 20003 3 CCR PLTU 3 & 4 21106
Gardu Induk 4 GI Kalsel (Tanjung Power) 21206
1 GI Cempaka 20004 PLTD Buntok 21208
5
2 GI Pelaihari 21102 PLTD Muara Teweh 21211
3 GI Asam asam 21103 6 PLTMG Bangkanai 21214
4 Asam asam 20kV 21104 7 PLTD Pielstick 21305
5 Koord. Asam asam 21107 8 PLTG Trisakti 21306
6 GI Satui 21108 9 PLTD SWD 21307
7 GI Batulicin 21110 10 PLTD Kapuas 21313
8 GI Bandara 21113 11 PLTU P. Pisau 21402
9 GI Rantau 21201 12 PLTD Baamang 21408
10 GI Barikin 21202 13 PLTD Kahayan
11 GI Amuntai 21204
12 GI Tanjung 21205 Lain Lain
13 GI Buntok 21207 1 Har SCADA 20005
14 GI Muara Teweh 21210 2 Har Master 20006
15 GI Bangkanai 21213 3 Tim Telkom 20007
16 Bangkanai 20kV 21215 4 Telkom 20008
17 GI Ulin 21301 5 Opsis 20009
18 GI Mantuil 21302 6 Proteksi 20010
19 GI Trisakti 150 21303 7 Rayon Satui 21109
20 Gi Trisakti 70 21304 8 Rayon Batulicin 21111
21 Koord. Trisakti 21309 9 Area Kotabaru 21112
22 GI Seberang Barito 21310 10 Area Barabai 21203
23 GI Kayutangi 21311 11 Rayon Buntok 21209
24 GI Selat 21312 12 Rayon Muara Teweh 21212
25 GIS Mintin 21401 13 Area Banjarmasin 21308
26 GI. P. Pisau 21403 14 Area Kapuas 21314
27 GI. Palangkaraya 21404 15 Area Palangkaraya 21405
28 GI. Kasongan 21406 16 Rayon Sampit 21409
29 GI. Sampit 21407 17 Rayon Pangkalanbun 21410
30 GI. Bagendang
21
3. No Handphone
22
23
4. ID Radio Analog dan Digital
24