DENAH BANGUNAN
INDUSTRI KOSMETIK
PENGAJUAN SPA
CPKB
Surat Keterangan Pemenuhan Aspek Cara
Produksi Kosmetik yang Baik)
02
PERSYARATAN & TATA CARA
PENGAJUAN PERSETUJUAN
DENAH BANGUNAN IKOS
PERSYARATAN PENGAJUAN
LAYANAN DENAH BANGUNAN
1. Memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) dengan
KBLI Industri Kosmetika (20232)
2. Meng ajukan permohonan melalui oss.g o.id
- Pendaftaran Akun untuk memperoleh
Username dan Password
- Mengunggah Surat Permohonan dan
Denah Bangunan
2. Me lakukan p e mb ayaran PNBP Jika denah SESUAI
terbit SURAT PERSETUJUAN
3. Evaluasi d enah d ilakukan setelah d ilakukan DENAH
pembayaran PNBP (10 HK) melalui OSS RBA
BIAYA PNBP PENGAJUAN PERSETUJUAN DENAH
BANGUNAN INDUSTRI KOSMETIK
03
KETENTUAN UMUM
DENAH BANGUNAN
INDUSTRI KOSMETIK
BANGUNAN DAN FASILITAS
Bangunan dan fasilitas ditempatkan pada Bangunan dibangun sesuai dengan surat
lokasi yang sesuai, didesain, dibangun, dan persetujuan denah bangunan industri
dipelihara. kosmetik yang telah disetujui oleh Badan
POM.
Mengacu pada PerBPOM No 31 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PerBPOM No 25 tahun 2019 tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik
DENAH BANGUNAN INDUSTRI KOSMETIK
Denah bangunan
gambar penampang horizontal bangunan gedung atau rumah
tinggal dalam bidang datar sehingga akan terlihat bagian-
bagian dalam bangunan berikut komponen-komponen yang
menempel pada bangunan tersebut.
Fungsi
•Menjelaskan fungsi ruang
•Menunjukan ukuran ruang
•Elevasi lantai atau ruang
•Menunjukan perletakan pintu dan jendela
FUNGSI-FUNGSI YANG TERCAKUP DALAM DENAH
BANGUNAN INDUSTRI KOSMETIK
Karantina, Reject
dan penyimpanan Pencampuran/
bahan baku, Penimbangan pemasakan/ Pencucian alat
pengemas, dan mixing
produk jadi
Pengemasan
Penyimpanan alat Pengemasan Ruang Antara
bersih primer/ sekunder Barang
pengisian/ filling
Contoh pertinggal Laboratorium/ Toilet Ganti pakaian
Pengawasan mutu
RUANGAN DALAM INDUSTRI KOSMETIK
Alur orang
Ruangan Non-pengolahan Ruangan Pengolahan
Ruangan Antar Orang
(RAO) Ruangan untuk proses
Ruangan non pengolahan produksi dimulai dari
meliputi fungsi: Ruangan Antar penimbangan sampai dengan
pengemasan sekunder, Barang (RAB)/ pengemasan primer/filling.
penyimpanan/gudang Passbox Kondisi diatur lebih bersih
(bahan baku, bahan daripada area non-pengolahan
kemas, produk jadi), meliputi fungsi: timbang,
laboratorium, toilet, mixing/pencampuran,
kantin, kantor, contoh Alur barang filling/pengemasan primer,
pertinggal. pemasakan, pencetakan,
Next cuci
dan simpan alat produksi, WIP,
staging bahan baku, IPC
KELENGKAPAN DENAH
1. Nama industri
2. Alamat industri sesuai dengan NIB
3. Golongan industri (A/B)
4. Penamaan ruangan berdasarkan fungsi
5. Untuk ruangan mixing dan filling dilengkapi dengan bentuk sediaan
6. Ukuran tiap ruangan
7. Arah mata angin
8. Skala (1:100)
9. Pengesahan (jabatan dan nama pejabat)
10. Apabila bangunan terdiri dari beberapa gedung atau industri selain
kosmetik maka digambarkan site map-nya.
11. Apabila dalam bangunan yang sama juga terdapat fungsi selain
produksi kosmetik maka ditandai dengan “area non kosmetik” dan
diarsir.
ContohDenahBangunan
KETENTUAN KHUSUS DENAH INDUSTRI GOLONGA
Ruangan terdiri dari:
1 Ruangan Pengolahan 2 Ruangan Non- pengolahan
• Penimbangan;
• Pengemasan sekunder
• Penyimpanan produk antara/ruahan; • Penyimpanan bahan baku/bahan
pengemas
• Pencucian alat;
• Penyimpanan alat bersih;
• Penyimpanan produk jadi
• Karantina dan Reject
• Pencampuran/ Pemasakan;
• Contoh pertinggal
• Pengemasan primer/pengisian • Pengawasan mutu
3 Ruang Ganti 4 Toilet
KETENTUAN KHUSUS DENAH INDUSTRI GOLONGA
Dalam hal keterbatasan ruangan dan upaya untuk menghindari penyekatan,
maka dapat dilakukan:
a. Satu ruangan dapat terdiri dari beberapa area;
b. Area tertentu dapat diganti dengan meja, lemari, dan menggunakan sistem.
Contoh:
Dipisahkan berupa area
Fungsi Ruangan
(penandaan)
Pengawasan Mutu Meja pemeriksaan
Contoh pertinggal Lemari
Penyimpanan Bahan Pemisahan secara sistem
Baku/Bahan Kemas
KETENTUAN KHUSUS DENAH INDUSTRI GOLONGA
Ruangan Pengolahan
Jumlah
Ruangan
Bentuk Sediaan yang dalam Proses Pengolahan dan
Diproduksi Pengolahan Peralatan yang Digunakan
Dikelompokkan dan digabung:
Proses sama/tidak
Kelompok I: produk basah, Peralatan yang digunakan
meliputi bentuk sediaan cairan, sama/tidak
setengah padat dan padat; Proses pengolahan dan
Kelompok II: produk kering, peralatan yang sama dapat
meliputi bentuk sediaan serbuk digabung Jadwal produksi
TIDAK BERSAMAAN
KETENTUAN KHUSUS DENAH INDUSTRI GOLONGAN B
DASAR DAN KETENTUAN PERSYARATAN
UMUM 1. IMK Kosmetik*
1. IMK memiliki keterbatasan, baik 2. Industri Kosmetik Golongan B**
dalam permodalan, teknologi Kriteria Modal Usaha Hasil Penjualan
maupun SDM sehingga perlu (Tidak Termasuk Tahunan
simplifikasi denah. Tanah Dan
2. Penyederhanaan denah bangunan Bangunan
Tempat Usaha)
ATAU
IMK tetap mengacu pada prinsip
CPKB. Mikro < Rp 1 miliar < Rp 2 miliar
3. Industri kosmetik golongan B hanya
dapat memproduksi bentuk Kecil Rp 1 miliar – Rp 2 miliar –
sediaan kosmetik dengan tingkat Rp 5 miliar 15 miliar
risiko rendah dan menggunakan
* PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan
teknologi sederhana. Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, danMenengah
**PerBPOM No. 8 Tahun 2021 tentang Bentuk dan Jenis Sediaan Kosmetika
tertentu yang dapat Diproduksi oleh Industri Kosmetika yang Memiliki Sertifikat
Produksi Kosmetika GolonganB
Tata Cara Permohonan SPA CPKB melalui laman OSS
Data yang di upload ke dalam sistem OSS
1. Formulir Data Teknis SPA CPKB
2. Persetujuan Denah Bangunan Industri Kosmetik
3. Dokumen Penerapan Mutu SPA CPKB
Golongan B ( Higiene Sanitasi dan Dokumentasi)
Golongan A ( 11 Aspek CPKB)
Dokumen Teknis CPKB dapat diperoleh melalui
PerBPOM No. 25 Tahun 2019 tentang Pedoman
Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik
PerBPOM No 31 Tahun 2020 tentang Perubahan
Atas PerBPOM No 25 tahun 2019 tentang
Pedoman Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik