100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
771 tayangan47 halaman

Keselamatan Alat Berat

Dokumen ini membahas tentang keselamatan pengoperasian alat berat di area pertambangan. Dokumen ini menjelaskan potensi bahaya dan risiko dari pengoperasian alat berat serta peraturan yang berlaku di area tambang untuk memastikan keselamatan.

Diunggah oleh

Agung Babo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
771 tayangan47 halaman

Keselamatan Alat Berat

Dokumen ini membahas tentang keselamatan pengoperasian alat berat di area pertambangan. Dokumen ini menjelaskan potensi bahaya dan risiko dari pengoperasian alat berat serta peraturan yang berlaku di area tambang untuk memastikan keselamatan.

Diunggah oleh

Agung Babo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Weda Bay Nickel Project

HEAVY EQUIPMENT SAFETY


KESELAMATAN ALAT BERAT

14 October 2023

Pengingat
Pelatihan

2
A. TUJUAN

Diakhir sesi ini, Peserta akan dapat memahami tentang:

1. Dasar Hukum Keselamatan Alat Berat


Pertambangan
Tujuan 2. Peraturan Pengoperasian Kendaraan di area
Pelatihan Pertambangan
3. Bahaya dan Risiko dari Kendaraan Berat di
Pertambangan
4. Pengendalian / Pencegahan Dampak dari Bahaya
Pengoperasian Alat Berat di pertambangan

3
B. DASAR HUKUM KESELAMATAN ALAT BERAT

1. Keputusan Menteri Perhubungan, No. KM 61 Tahun 1963 tentang Rambu-Rambu Lalu Lintas di Jalan

2. Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.04/Men/1985: Pesawat Tenaga dan Produksi

4. Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Undang Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dimaksud dengan Lalu Lintas adalah gerak kendaraan dan
orang di Ruang Lalu Lintas Jalan.

5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. Per.09/MEN/VII/2010 tentang
operator dan petugas pesawat angkat dan angkut

6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan

7. Kep-Dirjen No. 04 Tahun 2017 tentang Petujuk teknis pelaksanaan pembinaan dan pengujian lisensi
keselamatan dan kesehatan kerja bagi personil K3 Pesawat Angkat dan Angkut, Pesawat Tenaga dan
Produksi, Pesawat UAP, Bejana Tekanan, dan Tangki Timbun

8. Kepmen ESDM No. 1827.K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang
Baik/GMP (Lampiran III, Hal 154 “Keselamatan Operasi/KO);

9. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat
Angkat dan Pesawat Angkut
4
C. GAMBARAN UMUM / OVERVIEW
Alat berat menjadi faktor penting dalam proyek, terutama proyek konstruksi maupun
pertambangan. Alat berat merupakan mesin berukuran besar yang didesain untuk
melaksanakan fungsi konstruksi, seperti pengerjaan tanah, konstruksi jalan, konstruksi
bangunan, pertambangan, dan perkebunan.
Contoh alat-alat berat, antara lain: Excavator, Motor grader, Dump truck, Wheel Loader Crane
Dozer Forklift, Backhoe, Compractors dan roller, Mixer, Scraper
Dalam pengoperasian alat berat banyak aspek yang harus Anda perhatikan, mulai dari
prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja, keahlian dan pengetahuan operator,
serta aspek pemeriksaan dan pemeliharaan. Kebanyakan alat berat yang digunakan dalam
konstruksi, pertambangan, kehutanan, dan industri lainnya itu mengandung risiko yang tinggi
yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja bila tidak operasikan secara benar dan
aman.
Mayoritas kecelakaan kerja terkait alat berat mengakibatkan cedera serius hingga
kematian pada pekerja. NIOSH menyatakan sebagian besar kecelakaan terjadi akibat tabrakan
kendaraan, alat berat terguling, operator tertimpa beban, atau operator jatuh dari alat berat.
Area konstruksi jalan raya dan jembatan menyumbang hampir 80 persen kematian
pekerja akibat kecelakaan alat berat setiap tahunnya. Kecelakaan kerja fatal yang berhubungan
dengan alat berat juga banyak terjadi di industri lainnya, seperti pertambangan, pertanian,
5
manufaktur, dan kehutanan.
D. POTENSI BAHAYA DARI ALAT BERAT
Bahaya Alat Berat
Alat berat sering kali terdiri dari komponen besar yang bergerak seperti pisau berputar, track, dan
ban berjalan, yang dapat menimbulkan bahaya terjepit yang signifikan. Operator dan pekerja harus
berhati-hati dan menjaga jarak aman dari komponen yang bergerak ini untuk menghindari
kecelakaan.
a. Bagian yang Bergerak dan Bahaya Himpitan: Alat berat sering kali terdiri dari komponen besar yang
bergerak seperti pisau berputar, track, dan ban berjalan, yang dapat menimbulkan bahaya terjepit yang
signifikan.

6
D. POTENSI BAHAYA DARI ALAT BERAT
b. Benda Jatuh: Beban yang tidak diamankan dengan benar atau material yang tidak stabil yang diangkat
oleh alat berat dapat mengakibatkan jatuhnya benda-benda yang dapat menimbulkan bahaya yang
mencolok.

c. Kelistrikan: Alat berat bergantung pada sistem kelistrikan agar berfungsi dengan baik. Operator harus
menyadari risiko yang terkait dengan bekerja di dekat kabel listrik, kabel bawah tanah, atau instalasi listrik.
Alat-alat yang terisolasi dan pelatihan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko sengatan listrik.

7
D. POTENSI BAHAYA DARI ALAT BERAT

d. Bahaya Getaran dan Kebisingan: Bekerja dengan alat berat sering kali melibatkan paparan kebisingan
dan getaran tingkat tinggi dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran,
gangguan muskuloskeletal, dan kelelahan.

e. Bahaya Api dan Ledakan: Alat berat yang beroperasi dengan bahan bakar, cairan hidraulik, atau
pelumas yang mudah terbakar memiliki risiko kebakaran atau ledakan.
D. POTENSI BAHAYA DARI ALAT BERAT
f. Bahaya Jepit: Alat berat mungkin memiliki mekanisme atau bagian yang dapat menjepit bagian tubuh
jika operator atau pekerja bersentuhan dengannya.

g. Bahaya Pandangan Terbatas: Jarak pandang yang terbatas dari kabin operator dapat menyebabkan
kecelakaan.
D. POTENSI BAHAYA DARI ALAT BERAT
h. Kurangnya Pelatihan dan Pemeliharaan yang Tidak Memadai: Pelatihan operator yang tidak memadai
dan pemeliharaan alat berat yang tidak memadai berkontribusi terhadap bahaya keselamatan
E. POTENSI RISIKO DARI ALAT BERAT
Potensi bahaya yang dapat timbul saat pengoperasian alat berat di antaranya:
▪ Tersengat listrik jika alat kontak langsung dengan saluran listrik tegangan tinggi di bagian atas
▪ Alat tumbang, terguling, atau terjungkal ke depan
▪ Pekerja terkena jatuhan material yang diangkat oleh alat berat
▪ Pekerja tertimpa atau terjepit alat berat, dan jatuh dari alat berat
▪ Pekerja tertabrak atau terlindas alat berat.
Mayoritas cidera atau kematian terkait alat berat yang terjadi di tempat kerja dihubungkan dengan
kesalahan manusia (human error), meskipun banyak juga yang diakibatkan oleh kerusakan pada alat atau alat
yang tidak berfungsi dengan baik. Sering kali dua faktor tersebut mengakibatkan kecelakaan kerja yang fatal.
Dalam hal ini pengusaha dan pengurus memiliki kewajiban untuk memastikan pekerja yang
mengoperasikan alat berat bekerja dengan aman dan selamat.

Berikut beberapa penyebab kecelakaan kerja terkait alat berat yang sebenarnya dapat dicegah, antara lain:
o Pelatihan operator tidak memadai, Lingkungan kerja tidak aman
o Kelalaian dalam inspeksi dan pemeliharaan, Desain mesin yang cacat ─ kerusakan pada alat
o Pengoperasian alat berat tidak sesuai prosedur keselamatan, Pengawasan tidak efektif
o Tingkah laku operator yang tidak aman, seperti mengebut (ugal-ugalan), kurang hati-hati ketika mundur atau
kehilangan kendali saat menekan pedal gas dan rem.
o Penyalahgunaan penggunaan alat berat.
11
F. PERATURAN MEMASUKI AREA TAMBANG

Peralatan:
1. Kendaraan/Alat Berat harus diperiksa dan diuji sebelum masuk/digunakan di
area tambang.
2. Lulus uji komisioning dan terpasang Stiker Lulus.

Kendaraan dan Peralatan Berat Yang Dioperasikan di Proyek PT. WBN

1. Buldozer 2. Motor Grader


3. Excavator 4. Articulated Dumop Truck/ADT

7. Compactor 12
5. Dump Truck 6. Wheel Loader
F. JENIS-JENIS ALAT BERAT DI PROJECT WBN

Kendaraan dan Peralatan Berat Yang Dioperasikan di Proyek PT. WBN

11. Crawler Crane 12. OH / Gantry Crane


9. Machine Mounted Crane 10. Truck Mounted Crane

13. Rough Terrain Crane 13


G. KESELAMATAN ALAT BERAT

14
KESELAMATAN ALAT BERAT

15
KESELAMATAN ALAT BERAT

16
KESELAMATAN ALAT BERAT

17
KESELAMATAN ALAT BERAT

18
KESELAMATAN ALAT BERAT

19
KESELAMATAN ALAT BERAT

20
KESELAMATAN ALAT BERAT

21
KESELAMATAN ALAT BERAT

22
KESELAMATAN ALAT BERAT

JARAK AMAN BERIRINGAN DI JALAN ANGKUT (Jalan Mendatar)

50 M

Pastikan jarak aman anda dengan unit yang berada di depan 50 meter atau 5 kali unit tersebut saat
berhenti di area jalan agar memudahkan anda memasang perseneling mundur bila unit yang berada
di depan bergerak mundur secara tiba tiba

23
KESELAMATAN ALAT BERAT

Jarak aman di jalan angkut / hauling road

100 Meter
50 Meter

50 Meter

Jarak kendaraan harus lebih jauh saat dalam kondisi licin atau
kondisi saat jarak pandang berkurang (kabut, hujan, asap)

24
H. TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT

Untuk mengurangi bahaya yang terkait dengan alat berat, beberapa langkah pengendalian harus
diterapkan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk melindungi operator alat berat dan mereka yang bekerja di
dekatnya. Berikut ini adalah langkah-langkah pengendalian yang efektif untuk keselamatan alat berat

1. Pelatihan Operator dan Sertifikasi Pihak Ketiga 16. Izin Kerja Panas
2. Izin Konstruksi dan Sertifikasi Pihak Ketiga 17. Pemuatan dan Pembongkaran yang Aman
3. Inspeksi dan Pemeliharaan Peralatan 18. Hindari Penyalaan yang Tak Terduga
4. Validitas Sertifikat Keselamatan 19. Pengetahuan dan Mematuhi Batas Muatan
5. Alat Pelindung Diri (APD) 20. Mengenali Batasan Fisik dan Emosional
6. Komunikasi dan Persinyalan yang Jelas 21. Membuat Zona Penyangga
7. Petugas Sinyal Terlatih / ???? Petugas Bendera 22. Mengidentifikasi dan Menandai Zona Bahaya
8. Pencegahan Titik Buta 23. Manajemen Zona Kerja
9. Penangkapan Percikan Api yang Disetujui 24. Tujuan Penggunaan Peralatan
10. Alat Pemadam Kebakaran 25. Memahami Manual Operator
11. Pakaian dan Kaca Spion yang Tepat 26. Keselamatan Penggalian
12. Penggunaan Sabuk Pengaman 27. Keselamatan Boom
13. Aturan Tiga Poin untuk Menaiki dan Turun dari 28. Keselamatan Kompresor Udara
Kendaraan 29. Keselamatan Alat Pemadat
14. Keamanan Pengisian Bahan Bakar 30. Mematikan Sumber Energi
15. Sertifikasi dan Kalibrasi Pihak Ketiga
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
1. Pelatihan Operator dan Sertifikasi Pihak Ketiga
Program pelatihan yang komprehensif harus diberikan kepada operator untuk memastikan bahwa mereka
memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan dengan aman.
Program sertifikasi memvalidasi kompetensi operator, dan pelatihan yang berkelanjutan membuat mereka
selalu mendapatkan informasi terbaru tentang praktik-praktik keselamatan.

2. Izin Konstruksi dan Sertifikasi Pihak Ketiga


Untuk operasi crane/boom truck/forklift, operator peralatan harus memiliki lisensi konstruksi yang valid sesuai
dengan peraturan negara dan klien.

3. Inspeksi dan Pemeliharaan Peralatan


Inspeksi rutin dan rutinitas pemeliharaan membantu mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah pada
alat berat. Operator harus melakukan inspeksi sebelum shift kerja untuk memeriksa tanda-tanda keausan,
kerusakan, atau kegagalan fungsi. Perbaikan dan pemeliharaan yang tepat waktu harus dilakukan oleh
teknisi yang berkualifikasi.

4. Validitas Sertifikat Keselamatan


Alat berat harus memiliki sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh inspektur peralatan atau personel
keselamatan (Kemenaker / P2K3). Masa berlaku sertifikat dapat bervariasi tergantung pada persyaratan
klien. Di pabrik seperti fasilitas minyak dan gas, sertifikat keselamatan adalah wajib untuk memastikan
keamanan peralatan.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT

5. Alat Pelindung Diri (APD)


Operator dan pekerja harus mengenakan APD yang sesuai saat bekerja dengan alat berat. Ini termasuk
benda-benda seperti topi keras, rompi dengan visibilitas tinggi, kacamata pengaman, sarung tangan, dan
sepatu bot berujung baja. APD berfungsi sebagai penghalang antara operator dan potensi bahaya, sehingga
mengurangi risiko cedera.

6. Komunikasi dan Persinyalan yang Jelas


Komunikasi yang efektif sangat penting ketika bekerja dengan alat berat. Operator harus memiliki sinyal yang
jelas dan protokol komunikasi yang ditetapkan dengan personel di lapangan untuk memastikan manuver dan
operasi yang aman. Peringatan visual dan suara meningkatkan keselamatan di lokasi kerja

7. Petugas Sinyal Terlatih / ???? Petugas Bendera


Ketika mengoperasikan alat berat, memiliki juru isyarat yang terlatih dengan bendera isyarat yang tepat
sangatlah penting. Komunikasi yang jelas dan efektif antara operator dan pemberi sinyal membantu
memastikan manuver alat berat yang aman dan mencegah terjadinya kecelakaan.

8. Pencegahan Titik Buta


Kabin peralatan harus dirancang untuk meminimalkan titik-titik buta. Kaca spion yang memadai dan
perangkat keselamatan tambahan meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan yang
disebabkan oleh jarak pandang yang terbatas.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
9. Penangkapan Percikan Api yang Disetujui
Di lingkungan dengan bahan yang mudah terbakar atau di pabrik hidup seperti kilang, pemasangan perangkat
penahan percikan api yang disetujui (i.e. Muffler), yang ditandai dengan penandaan USDA, harus diwajibkan.
Perangkat ini mencegah percikan api dari peralatan yang berpotensi menyulut bahan yang mudah terbakar.
10. Alat Pemadam Kebakaran
Alat berat harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran untuk merespon insiden kebakaran dengan cepat.
Jumlah alat pemadam kebakaran yang diperlukan dapat bervariasi berdasarkan kebutuhan klien dan peraturan
setempat.
11. Pakaian dan Kaca Spion yang Tepat
Operator harus menahan diri untuk tidak mengenakan pakaian longgar yang dapat terjerat tuas kontrol peralatan.
Selain itu, penggunaan kaca spion dan kaca spion samping membantu meningkatkan visibilitas dan
kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar peralatan.

12. Penggunaan Sabuk Pengaman


Operator harus selalu mengenakan sabuk pengaman saat mengoperasikan alat berat. Sabuk pengaman
membantu melindungi operator jika terjadi pemberhentian mendadak, tabrakan, atau alat berat terguling.
13. Aturan Tiga Poin untuk Menaiki dan Turun dari Kendaraan
Aturan tiga titik tumpuh harus diikuti saat memasang atau menurunkan alat berat. Ini berarti memiliki tiga titik
kontak dengan peralatan (misalnya, dua tangan dan satu kaki atau dua kaki dan satu tangan) untuk menjaga
stabilitas dan mencegah jatuh.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
14. Keamanan Pengisian Bahan Bakar
Ketika mengisi bahan bakar alat berat di lokasi, sangat penting untuk mematikan mesin dan memastikan tidak
ada pekerjaan panas yang dilakukan dalam radius tertentu. Pengikatan dan pengardean harus dilakukan
sebelum pengisian bahan bakar untuk mencegah penumpukan listrik statis. Izin terpisah harus diperoleh untuk
pengisian bahan bakar peralatan.

15. Sertifikasi dan Kalibrasi Pihak Ketiga


Alat berat tertentu, seperti derek, truk derek, dan forklift, dll. harus menjalani sertifikasi pihak ketiga untuk
memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Sertifikat kalibrasi untuk katup pengaman tekanan
(PSV) kompresor udara harus diperoleh untuk memverifikasi keakuratan dan fungsinya.

16. Izin Kerja Panas


Di pabrik hidup seperti kilang, izin kerja panas harus diperoleh sebelum melakukan aktivitas kerja panas di
dekat atau di atas alat berat. Izin ini memastikan bahwa tindakan pencegahan yang diperlukan telah dilakukan
untuk mencegah bahaya kebakaran atau ledakan.

17. Pemuatan dan Pembongkaran yang Aman


Ketika memuat dan menurunkan material atau benda, operator harus mengikuti prosedur yang aman untuk
mencegah cedera. Hal ini termasuk menggunakan peralatan dan teknik yang tepat, mengamankan muatan
dengan benar, dan memastikan bahwa peralatan berada di atas tanah yang stabil.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
18. Hindari Penyalaan yang Tak Terduga
Operator tidak boleh meninggalkan alat berat tanpa pengawasan tanpa mengamankannya dengan benar.
Penyalaan yang tidak diharapkan dapat terjadi jika seseorang secara tidak sengaja mengaktifkan peralatan,
yang menyebabkan kecelakaan atau cedera. Operator harus mengaktifkan rem parkir, menurunkan
attachment, dan mematikan mesin sebelum meninggalkan alat berat.

19. Pengetahuan dan Mematuhi Batas Muatan


Setiap alat berat memiliki batas beban tertentu yang harus dipatuhi dengan ketat. Operator harus memiliki
pengetahuan tentang batas-batas ini dan menghindari melampauinya. Peralatan yang kelebihan beban dapat
mengganggu stabilitasnya dan menyebabkan kecelakaan.

20. Mengenali Batasan Fisik dan Emosional


Operator harus menyadari batas fisik dan emosional mereka ketika mengoperasikan alat berat. Kelelahan,
stres, dan gangguan dapat mengganggu penilaian dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penting untuk
beristirahat, mengelola stres, dan tetap fokus saat mengoperasikan alat berat.

21. Membuat Zona Penyangga


Menciptakan zona penyangga di sekitar alat berat dapat membantu mencegah personel yang tidak berwenang
memasuki area berbahaya. Papan nama yang jelas dan penghalang fisik harus digunakan untuk menandai
zona-zona ini dan membatasi akses.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
22. Mengidentifikasi dan Menandai Zona Bahaya
Mengidentifikasi dan menandai zona bahaya di sekitar alat berat sangat penting untuk memperingatkan
operator, pekerja, dan pejalan kaki terhadap potensi bahaya. Hal ini mencakup area di mana peralatan memiliki
jarak pandang yang terbatas atau di mana operasi tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi.

23. Manajemen Zona Kerja


Perencanaan dan pengelolaan zona kerja yang tepat sangat penting untuk mencegah kecelakaan yang
melibatkan alat berat. Jalur, pembatas, dan rambu-rambu yang telah ditentukan harus tersedia untuk memandu
pergerakan peralatan dan personel. Langkah-langkah pengendalian lalu lintas meminimalkan risiko tabrakan
atau insiden yang melibatkan pejalan kaki dan kendaraan lain.

24. Tujuan Penggunaan Peralatan


Alat berat hanya boleh digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan. Menggunakan peralatan untuk tugas yang
tidak dirancang untuk itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan kegagalan peralatan. Operator harus
mengikuti panduan dari produsen dan menghindari penggunaan peralatan yang tidak sesuai dengan
spesifikasi.
25. Memahami Manual Operator
Operator harus memahami manual operator yang spesifik untuk peralatan yang mereka operasikan. Buku
panduan ini memberikan informasi penting tentang pengoperasian yang aman, persyaratan perawatan, dan
pemecahan masalah. Operator harus merujuk ke buku panduan kapan pun diperlukan dan mengikuti petunjuk
dari produsen.
TINDAKAN PENGENDALIAN UNTUK KESELAMATAN ALAT BERAT
26. Keselamatan Penggalian
Menjaga jarak aman dari tepi galian sangat penting untuk mencegah gua runtuh dan melindungi pekerja agar
tidak tertimbun. Jarak ini harus dijaga dengan ketat selama operasi penggalian.

27. Keselamatan Boom


Untuk mencegah kecelakaan, operator tidak boleh membiarkan siapa pun berada di bawah boom alat berat.
Tindakan pencegahan ini membantu menghindari potensi cedera yang disebabkan oleh benda yang jatuh atau
gerakan boom yang tidak disengaja.
28. Keselamatan Kompresor Udara
Untuk kompresor udara, penting untuk memiliki sertifikat uji hidro. Perangkat penahan tekanan selang
kompresor udara, bersama dengan konektor yang tepat, harus tersedia untuk mencegah tekanan selang dan
potensi bahaya.

29. Keselamatan Alat Pemadat


Untuk compactor, penting untuk memastikan bahwa sakelar hidup/mati berfungsi dengan baik dan tidak ada
kebocoran. Karyawan yang mengoperasikan compactor harus mengenakan penutup telinga untuk melindungi
dari paparan kebisingan yang berlebihan.
30. Mematikan Sumber Energi
Bila memungkinkan, operator harus mematikan sumber energi, seperti sistem listrik atau hidraulik, saat
melakukan maintenance. Hal ini membantu mencegah aktivasi yang tidak disengaja dan memastikan
keselamatan operator dan mekanik
I. ATURAN PENGOPERASIAN KENDARAAN ALAT BERAT

Persyaratan pengoperasian kendaraan


atau alat berat di tambang :

1. Hanya orang yang berkompeten yang


dapat mengoperasikan kendaraan tersebut
2. Memiliki SIM & KIMPER yang valid
3. Siap untuk bekerja dan tidak berada di
bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol.
4. Melakukan inspeksi pre-start check/P2H
sebelum mengoperasikan peralatan pada
setiap awal shift.
5. Peralatan / Kendaraan harus lulus inspeksi
dan dikeluarkan dengan stiker
commissioning.

33
ATURAN PENGOPERASIAN ALAT BERAT
Tips Mengoperasikan Alat Berat:
1. Survei area kerja
a. Pastikan supervisor telah melakukan pengamatan dan inspeksi area kerja
b. Komunikasikan rencana pekerjaan kepada seluruh personil yang terlibat pada pekerjaan tersebut
c. Menunjuk seorang spotter untuk membantu operator apabila pandangan terbatas atau terhalang saat
mengoperasikan alat. Spotter adalah orang yang bertugas memandu kegiatan/ pengoperasian alat berat. Spotter
harus mendapatkan pelatihan sebelum memulai pekerjaan.
d. Pastikan izin kerja (work permit) untuk melakukan pekerjaan di area kerja tertentu sudah didapatkan
e. Pastikan area kerja sudah aman dari kemungkinan adanya material atau kondisi lingkungan kerja yang dapat
menimbulkan bahaya.

34
ATURAN PENGOPERASIAN ALAT BERAT
Tips Mengoperasikan Alat Berat:
2. Persiapan sebelum mengoperasikan alat berat
a. Periksa kondisi dan kelayakan alat sesuai dengan formulir pemeriksaan yang sudah dipersiapkan. Segera laporkan apabila
terdapat kerusakan pada alat berat dan lakukan perbaikan bila diperlukan.
b. Bersihkan anak tangga dan pegangannya dari lumpur, minyak, atau kotoran penyebab licin lainnya
c. Gunakan teknik 3-points contact (tiga titik tumpu) saat naik atau turun tangga. 3 titik tumpu artinya 2 kaki berpijak dengan
satu tangan berpegang pada anak tangga dan satu tangan bergerak menanggapi tangga atau 2 tangan berpegang pada
anak tangga dengan satu kaki berpijak dan kaki lain bergerak menggapai tangga.
d. Atur tempat duduk sesuai dengan ukuran tubuh dan gunakan sabuk pengaman selama berada dalam kabin, Atur kaca
spion sesuai dengan sudut pandang operator
e. Hidupkan mesin, biarkan mesin dalam putaran rendah selama kurang lebih 5 menit untuk pemanasan
f. Pahami prosedur kerja dan situasi area kerja, Pastikan pekerja lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang
dilakukan tidak berada di area kerja atau berada di area yang aman
g. Pastikan tanda-tanda komunikasi (klakson) dipahami operator alat berat lain yang terlibat dalam pekerjaan.
h. Klakson 1x untuk menghidupkan alat berat
i. Klakson 2x untuk maju
j. Klakson 3x untuk mundur
k. Gunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan, seperti rompi Hi-Vis (high visibility), helm keselamatan, sepatu
keselamatan, kacamata keselamatan, masker, sarung tangan dan sumbat telinga.
ATURAN PENGOPERASIAN ALAT BERAT
Tips Mengoperasikan Alat Berat:
3. Saat mengoperasikan alat berat
a. Periksa sekitar area kerja, terutama kemungkinan adanya pekerja lain atau alat berat lain dan bunyikan
klakson sebagai tanda alat akan bergerak
b. Pastikan radio komunikasi dalam kondisi aktif selama pekerjaan berlangsung. Namun jika radio tidak
tersedia, maka gunakan sinyal tangan dari spotter

Komunikasi radio yang buruk di lokasi tambang


dapat mengakibatkan kesalahpahaman dan
konsekuensi serius. Banyak tabrakan antar
kendaraan yang mengakibatkan kerusakan
peralatan dan cedera pada pekerja terjadi akibat
komunikasi yang buruk, pesan tidak diterima atau
dipahami dengan baik.
Jenis komunikasi di tambang adalah:
Komunikasi radio dan Komunikasi gerakan
tangan
ATURAN PENGOPERASIAN ALAT BERAT
Tips Mengoperasikan Alat Berat:
4. Setelah mengoperasikan alat berat
a. Parkir alat berat di tempat yang datar dan aman
b. Turunkan attachment dengan aman, netralkan transmisi, biarkan mesin pada putaran rendah selama
lima menit, dan pasang rem parker
c. Bersihkan kabin operator sambil mengamati panel indicator
d. Tutup throttle untuk mematikan mesin, kunci kontak OFF, cabut kunci
e. Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikan alat dalam keadaan aman. Serahkan kunci
kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator.
Aturan Parkir

Parkir adalah tempat untuk berhentinya kendaraan untuk waktu sebentar maupun lama, hal yang
perlu diperhatikan oleh pengemudi :
1. Parkir di area yang telah ditentukan.
2. Jangan parkir atau berdiri di posisi depan kendaraan yang akan
membuat lalulintas menjadi berbahaya.
3. Jangan parkir kurang dari 50 meter dari area operasi atau posisi parkir
dekat dengan kendaraan berat apa pun kecuali diizinkan oleh operator
4. Jika kendaraan memiliki persneling mekanis, biarkan di persneling
rendah. dan pasang 2 pcs wheel chock pada roda kendaraan.
5. Kendaraan ringan tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan dengan
mesin menyala. Lampu berkedip saat berada di area pertambangan.
6. Tidak ada kendaraan yang boleh parkir di zona larangan kendaraan berat
kecuali diizinkan oleh operator kendaraan berat.
7. Tidak ada kendaraan yang boleh parkir dalam jarak 10 meter dari
permukaan atau dinding pit.
8. Saat parkir di tanjakan, selalu putar roda Anda ke arah tanggul
9. Beberapa area parkir Kendaraan Ringan hanya ditujukan untuk parkir
mundur. Area tersebut telah dipasang sign. Parkir hanya di area parkir yang
38
ditentukan di area PIT dan pembuangan.
J. STANDAR PENGOPERASIAN ALAT BERAT

39
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements

•PELATIHAN DAN KUALIFIKASI

•Employees
✓ Saya terlatih secara khusus
mengenai risiko yang terkait
dengan kondisi lokasi saat
mengemudi

✓ Saya mengetahui tata letak


dan peraturan lalu lintas di
area lokasi

✓ Saya mengetahui metode


bagaimana melaporkan
masalah terkait P2H
kendaraan Perusahaan
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements

•DAFTAR PERSONIL TERLATIH

•Employees

✓Saya bertanggung
jawab atas kesehatan
dan keselamatan saya
sendiri.
✓Saya siap
menunjukkan SIM
saya dalam segala
situasi.
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements

•FAKTOR-FAKTOR RISIKO

•Management
Saya menilai Risiko yang terkait dengan fungsi-
fungsi kendaraan berat, seperti:

▪ Ukuran kendaraan sehubungan


dengan rute lalu lintas,
▪ Kualitas dan keadaan permukaan
tanah,
▪ Performa pengoperasian (mengangkut,
memundurkan kendaraan, dll.),
▪ Jarak aman yang harus dipatuhi setiap
untuk kendaraan,
▪ Visibilitas dari posisi pengemudi
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements
•IMPLEMENTASI UNTUK SETIAP KONDISI

•Management

✓ Saat akan naik ke kabin, saya mematuhi aturan "tiga titik


tumpuh".
✓ Saat mengemudi, saya tidak menggunakan telepon.
Saya tidak akan mengemudi ketika berada di bawah
pengaruh obat-obatan atau alkohol.
✓ Saya melakukan kontak visual dengan pengemudi
kendaraan, dan menunggu isyarat tangan sebelum
memasuki jalan.
✓ Saya tidak meninggalkan zona operasi yang
dialokasikan untuk kendaraan berat saya tanpa
memastikan langkah-langkah yang wajib dilakukan,
seperti: pengawalan, verifikasi permukaan tanah, dll.)
✓ Saya melepas kunci dari kendaraan setelah
memarkirnya.
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements

•PERALATAN

•Equipment

Saya memastikan kendaraan saya


dilengkapi dengan:

✓ Sabuk pengaman atau harness,

✓ Satu atau lebih alat pemadam kebakaran


diperiksa,

✓ Lampur rotari/strobo, lampu-lampu, klaxon


dan alarm mundur, safety cone
•Safety Essential •HEAVY VEHICLES
Requirements

•P2H

•Equipment

Saya
melaksanakan
P2H pada
kendaraan, dan
saya tahu dalam
masalah seperti
apa saya perlu
untuk segera
berhenti dalam
melakukan
perbaikan
46

Anda mungkin juga menyukai